[OneShoot] Oppa Talk To Me

Anyeong Reader’s setia. Kali ini author Tavita membawakan FF castnya Siwon ^^

Nih FF sebelumnya sudah pernah saya publish di FB saya.

Kalau penasaran dan yang ngerasa biasnya Siwon, dibaca aja yah ^^

Gomawo.

Author: Tavita

Cast :

Choi Ri Hwa

Choi Siwon

Genre : Romance

Length: Oneshoot

………………………………………………

Namaku Choi Ri Hwa. Kali ini aku ingin semua orang tahu bahwa aku sedang kesal dengan pacarku. Ah, dia bukan lagi pacarku, tapi dia adalah tunanganku. Mungkin semua ini terjadi karena kami bertemu di saat yang tidak tepat dan dengan cara yang berbeda dari kebanyakan pasangan lainnya. Bisa dibilang kami ini adalah korban perjodohan! Waktu itu usiaku masih belia, aku masih duduk di bangku SMA dan sama sekali tak ada niatan untuk mengikatkan diri dengan hal-hal semacam itu. Dia pun ketika itu adalah seorang mahasiswa semester akhir di sebuah universitas ternama di Korea. Karena hubungan bisnis orangtua yang sangat ingin menjaga harkat, derajat, dan martabat keluarga akhirnya kesepakatan bodoh itupun terjadi.

Pada awalnya aku masa bodoh dengan hal itu. Aku mengikuti kemauan orangtuaku, dan aku tidak menganggapnya sebagai pasanganku. Lagipula usia kami terpaut cukup jauh, sekitar 5 tahun. Aku rasa dia terlalu dewasa untuk mendalami kehidupan remajaku yang mungkin kata orang masih sangat labil dan penuh dengan dinamika. Tapi aku tak pernah menyangka, lama-kelamaan aku bisa menerima kehadirannya sebagai sosok orang yang aku cintai. Yah, Siwon oppa itu ternyata sangat baik. Dia juga tampan. Teman-temanku bilang aku terlalu beruntung mendapatkan pria seperti dia. Hal itulah yang membuatku terpancing untuk makin mengenal Siwon oppa. Benarkah dia sehebat itu? Dan aku pun mulai membuat teman-temanku iri karena oppa selalu menjemputku setiap pulang sekolah. Dari sanalah aku mulai memperhatikannya, mulai berbicara tentang hari-hariku dengannya, dan aku menyukai lesung pipitnya. Ia selalu mendengarkan apapun yang aku ceritakan di sela-sela waktu makan siang yang ia sediakan untuk kami bersama. Di sanalah Siwon oppa mengambil hatiku, dan aku tidak malu lagi mengakui jika dia adalah tunanganku.

Sekarang, adalah tahun ketiga hubungan kami. Siwon oppa semakin sibuk dengan pekerjaannya terlebih setelah ayahnya meninggal. Aku tidak pernah menuntut perhatian yang berlebihan darinya. Tapi bayangkan saja, jika kalian berada di posisiku di mana kalian dan pasangan kalian tinggal satu kota dan hanya bisa bertemu seminggu sekali. Bukankah itu satu hal yang sangat tidak wajar? Jujur, aku benci melihatnya memakai setelan lengkap dengan jas ala orang kantoran. Aku merasa aku bukanlah apa-apa di matanya. Aku lebih suka pria yang berpenampilan santai dan sedikit modis. Tapi makin lama, Siwon oppa makin terlihat serius dan itu membuatnya makin nampak tua di mataku. Apakah aku sudah bosan dengannya?! Jika iya, lalu apa alasanku untuk merasa bosan? Dia adalah pria yang sempurna. Tampan, pintar, kaya, dan masa depan sudah pasti terjamin bersamanya. Apakah ia berlaku kurang ajar terhadapku? Sama sekali tidak! Jika boleh jujur, Siwon oppa justru sangat datar dalam hal pacaran. Sekarang usiaku akan menginjak 21 tahun dan dia belum pernah sekalipun mencium bibirku! Paling beruntung adalah jika dia mencium keningku karena suatu hal yang spesial. Itu sudah sangat romantis baginya. Mungkin jika aku masih SMA seperti dulu, aku masih bisa bersabar dengan hal ini. Tapi sekarang? Aku sudah kuliah! Dan malu sekali harus mengatakan pada teman-temanku jika pacarku yang sangat sempurna itu belum pernah sekalipun menyentuh bibirku *.*

“Jinja?! Dia benar-benar tidak pernah menciummu? Mungkin dia terlalu sibuk sehingga hampir lupa punya pacar untuk membuatnya senang..” itu pendapat Yuri tentang pacarku. Baiklah, sungguh cara klise untuk menghibur gadis kesepian sepertiku.

“Hahahhahha!!! Aku rasa kau harus mengawasi apakah pacar yang kau bangga-banggakan itu benar-benar laki-laki sejati.. jangan-jangan dia tidak suka perempuan.. Upz!” ujar Taemin. Dan sungguh aku ingin membungkam mulutnya dengan tissu toilet! Apa maksudnya meragukan identitas pacarku?!!

“Hmm, aku rasa kau harus berhati-hati. Pria kantoran yang memegang jabatan selalu diikuti sekretarisnya kemana-mana. Bisa jadi kesibukan barunya adalah karena ia terlalu sering pergi dengan sekretarisnya..” Kata Gyuri.

Dan aku rasa manusia selalu berpikir negatif seratus kali lebih cepat daripada berpikir positif. Bodohnya, perkataan Gyurilah yang terngiang-ngiang di telingaku. Masuk akal. Aku sibuk kuliah, dan ia sibuk dengan segala urusannya di kantor. Kami hanya bertemu mungkin dua kali dalam seminggu dan itu pun hanya untuk makan malam tanpa hal romantis yang aku impikan. Lalu apa yang harus aku lakukan?!! Apakah aku kurang cantik?! Ataukah aku masih terlihat kekanak-kanakan di matanya???!! EOTTHOKE?!!!

……………………………..

“Yoboseyo..” suaranya terdengar di seberang sana.

“Oppa ini aku Ri Hwa..”

“Ne, aku mendengarmu.. wae yo?”

Aish! Tidakkah dia merasa ada yang spesial kenapa aku menelponnya di saat jam kerja?!

“Hmm aniyo.. hanya ingin bertanya kau sedang ada dimana..”

“Ne ne.. aku di kantor..”

“Sudah makan siang?”

“Sudah..Kau?”

“Ne.. aku juga sudah..”

Tuuut.. tuuut.. tuuut…

Begitulah. Obrolan kami menarik bukan? Hari ini bisa dibilang tepat tiga tahun kami menjalin hubungan, dan tak sedikitpun ia menyinggung soal itu. Dan makin lama, obrolan yang kami lakukan di telpon semakin singkat saja. Yah, mungkin waktu yang ia miliki untukku semakin sedikit. Jika begini terus, bisa-bisa di tahun keempat ia tak ingat lagi jika aku adalah kekasihnya.

Well, hari ini aku mencoba untuk berdandan sedikit lebih gawat dari hari-hari biasa aku bertemu dengannya. Kata Taemin, untuk menarik perhatian laki-laki, terkadang seorang wanita harus berani tampil beda dan tidak terlihat membosankan. Aku mulai berpikir tentang diriku. Hmm.. selama ini jika pergi dengannya aku selalu tampil biasa saja. Malam ini harus berbeda! Aku akan tampil lebih dewasa! Kemarin dia lupa hari jadi kami, tapi hari ini ia harus melihatku! Ia harus memperhatikanku malam ini!

“Kenapa memandangku seperti itu?”

Kulihat Siwon oppa memperhatikanku dari atas sampai bawah. Yes! Dia pasti tertarik padaku! Haha tak ada ruginya aku mengenakan gaun yang sedikit lebih berani malam ini.

“Hmm.. kau yakin mau keluar makan malam denganku?” Ia justru mengeluarkan pertanyaan bodoh.

“Tentu saja! Memangnya kenapa oppa? Ada yang salah?”

“Aku rasa kau akan kedinginan jika memakai pakaian seperti ini.. padahal aku mau mengajakmu makan di luar ruangan.. tapi ya sudahlah, nanti kita makan di restoran biasa saja..”

“Maksudnya?!”

Siwon oppa sama sekali tidak menggubris pertanyaanku. Ia justru melepas jasnya dan menutupi punggungku yang sedikit terbuka saat berjalan turun dari mobil menuju restoran. Jujur, aku pun sedikit tidak nyaman dengan diriku hari ini. Yah, aku sedikit risih karena gaunku terlalu pendek dan sedikit terbuka di bagian belakang. Tapi semua ini kulakukan supaya ia memperhatikanku! Kenapa sekarang malah dia yang sibuk menutupinya?!

“Oh ya, besok-besok jika hanya makan malam jangan memakai gaun seperti ini yaa..”

“Memangnya kenapa oppa? Aku hanya ingin mengenakan yang aku suka, lagipula itu baru saja dibelikan oleh omma..” ujarku berbohong.

“Oh, ya sudah jika memang kau nyaman mengenakannya.. aku kira kau tidak nyaman dengan itu..”

Hanya itu saja komentarnya. Ia sama sekali tidak memuji penampilanku ataupun mengatakan jika ada yang kurang pas di matanya. Apalagi menyinggung soal hari jadi yang terlupakan. Sangat jauh dari harapan. Intinya, misiku malam ini gagal total! Sepertinya aku harus melihat gaya-gaya sekretaris kantoran dalam menemani atasan mereka saat menghadiri acara-acara penting. Mungkin Siwon oppa suka yang seperti itu.

……………………………………………..

“Omma.. apa omma pernah cemburu pada sekretaris appa?” Tanyaku saat menemani omma belanja.

“Mwo?! Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?”

“Aniyo.. hanya bertanya..”

“Hmm pernah..” omma masih sibuk memilih tas yang diinginkannya.

“Geurae?! Apakah appa sangat sibuk di kantor dan jarang memperhatikan omma?” aku masih penasaran.

“Ne, begitulah kira-kira..” Omma menjawab seadanya. Matanya masih sibuk menilik tas-tas cantik yang ada di depan kami.

Jawaban omma singkat, tapi cukup membuatku panik. Rasanya tidak ada nafsu lagi untuk memilih tas.

“Ri Hwa ah~ yang ini bagaimana?!” omma menanyai pendapatku. Dan kusadari pertanyaan itu lewat begitu saja di telingaku.

Omma mengguncang-guncangkan bahuku, hingga akhirnya aku tersadar sudah melamun terlalu jauh.

“Kau memikirkan Siwon ya?”

Pertanyaan omma membuatku menelan ludah. Naluri seorang ibu memang tidak pernah salah.

“Ne.. Siwon oppa tidak perhatian lagi padaku.. apa itu karena ia punya sekretaris yang cantik dan lebih menarik daripada aku?”

Omma hanya tersenyum. Ia mengelus rambutku.

“Sebaiknya kau percaya pada pacarmu..”

“Mwo? Bagaimana bisa? Memangnya omma percaya padanya? Omma mempercayakan masa depanku padanya?”

“Kenapa bertanya balik? Yang menjalani hubungan itu kan kalian.. seharusnya kau yang bertanya pada dirimu sendiri, apa kau percaya pada pacarmu atau tidak..”

“Aku tidak mengerti maksud omma..”

“Jika kau merasa ada yang tidak lancar dalam hubunganmu, belajarlah untuk menyelesaikannya sendiri.. kau sudah dewasa kan?” omma kembali tersenyum.

Benar juga apa yang dikatakan omma! Memang aku merasa ada yang tidak beres.. dan aku rasa aku harus mencari tahu dan menyelesaikannya sendiri. Baiklah! Aku akan mencari tahu yang sebenarnya!!

………………………………

Cukup lama aku memikirkan untuk melakukan hal ini. Setelah hampir dua minggu sejak aku mengungkapkan isi hatiku pada omma, bersabar menghadapi kesibukan Siwon oppa yang tidak wajar, akhirnya kuputuskan untuk datang ke kantor melihat Siwon oppa. Hmm.. rasanya sudah seperti nyonya besar yang mengkhawatirkan suaminya berskandal dengan wanita-wanita penggoda. Huh- kadang aku merasa lucu pada diriku sendiri. Jika dia memang sudah bosan denganku, apa peduliku? Selingkuh saja sana! Aku masih muda dan masih banyak pria di kampus yang mau denganku. Mungkin Siwon oppa memang ingin mencari istri, dan aku rasa ia terlalu lama menungguku. Baiklah, apapun yang aku temukan hari ini, aku harus siap menerima kenyataan.

“Annyeong.. ada yang bisa saya bantu?” sapa seorang wanita padaku. Dari penampilan luarnya, sepertinya ia masih muda. Mungkin ini dia sekretarisnya.

“Hmm.. aku mencari Siwon oppa..” jawabku santai.

“Maaf, anda siapa?”

“Aku tunangannya.. Choi Ri Hwa..” jawabku dengan bangga. Aku pun menekankan kata tunangan dalam jawabanku, agar ia tahu bahwa Siwon oppa memang sudah memiliki ikatan dengan seorang gadis yang jauh lebih pantas seperti diriku.

“Oh, nona Choi,, mohon maaf.. beliau sedang tidak di tempat.. sedang ada urusan ke luar.. apa anda mau menunggu?”

“Hmm.. ya sudah.. aku tunggu saja.. ada hal penting yang harus kubicarakan dengannya..” huh- rasanya aku sok penting sekali.

Hampir 30 menit, aku menunggu di ruang tunggu. Aku memperhatikan wanita yang sedari tadi melayaniku. Hmm.. tidak lebih cantik dariku, tapi ia terlihat jauh lebih seperti wanita daripada aku. Maksudku ia punya inner beauty yang terpancar. Akhirnya aku tak tahan untuk tidak berkomentar.

“Oh ya, apakah kau sekretaris oppa?”

Wanita itu memandangku sejenak, lalu menjawab.

“Bukan, saya hanya asisten pembantu di sini. Sekretarisnya juga turut menemani tuan keluar.”

GLEK!

Jawaban wanita ini benar-benar membuat wajahku terbakar. Apa yang harus kulakukan?

“Hmm.. kalau boleh tahu mereka kemana ya?”

“Katanya hanya makan siang.. mungkin sebentar lagi kembali.. apa nona masih mau menunggu?”

OH TIDAK! Pantas saja ia tidak pernah makan siang denganku akhir-akhir ini. Ternyata sudah ada yang menemaninya yaaa.. huff- aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Padahal tujuanku ke sini awalnya hanya ingin mengingatkan bahwa besok aku berulang tahun. Tapi aku justru menemukan jawaban yang aku cari selama ini. Baiklah. Aku pulang saja! Tinggal tunggu apa yang akan terjadi besok. Dia ingat atau tidak!

Keesokan harinya …

Hari ini tepat ulang tahunku yang ke-21. OK. Suasana hatiku sedang galau, dan sampai aku membuka mata tadi pagi belum juga ada tanda-tanda pesan masuk darinya ataupun missed call yang kuharap dia. Dia melupakan hari ulang tahunku juga? Hmmm..

“Yoboseyo..” suaraku agak parau. Akhirnya ia menelponku.

“Rin-ah gwaenchana?” tumben dia memanggilku dengan panggilan itu lagi.

“Aku sedang tidak enak badan..” jawabku asal.

“Kalau begitu aku ke rumah saja ya.. kubawakan jus buah supaya baikan..”

“Ah tidak usah.. kau kan sibuk sekali di kantor..”

“Hari ini tidak.. oh ya, kalau sudah baikan, aku menjemputmu nanti jam 6 sore..”

…………………………………………

“Ternyata kau ingat juga ulang tahunku..”

“Tentu saja.. apa alasanku untuk melupakan ulang tahun pacarku?” jawabnya santai. Kami sedang duduk di balkon rumah di atas. Aku sengaja membatalkan acara keluar dengannya padahal ia sudah sampai di rumahku. Biar saja! Supaya ia tahu rasa. Aku ingin melihat sejauh apa perhatiannya padaku.

“Huh- aku pikir kau lupa.. karena kemarin kau juga melupakan hari jadian kita..” jawabku sambil membuka kado yang dibawanya.

“Mwoya?! Kapan yaa? Aku benar-benar lupa..” kulihat wajah bodohnya yang merasa bersalah. Ia menatapku lama. Aku jadi merasa sedikit malu, sudah lama tidak merasa sedekat ini dengannya.

“Hmm.. aku tidak ingat hari itu, karena aku terlalu menunggu hari ini..” jawabnya kemudian.

“Maksudnya?” aku berpura-pura bodoh ingin melihat reaksinya.

“Ya, yang terpenting bagiku hanya kau.. jadi aku tidak ingat sama sekali soal hari jadian..”

Tak bisa kubohongi, wajahku menghangat seketika. Ini pertama kalinya ia membual seperti itu.

“Oh ya.. sepatu ini cantik sekali! Dan pas di kakiku.. bagaimana kau bisa tahu ukuran kakiku?” aku mengalihkan pembicaraan.

“Haha aku membelinya dengan sekretarisku.. kebetulan kulihat dia hampir sama denganmu.. dan tak kusangka ternyata pas juga..”

“Oh- jadi kau membelinya dengan orang itu..” seketika aku berdiri saat mendengar kejujurannya. Sangat jujur.

“Apa maksudnya orang itu? Kau cemburu yaa?” Siwon oppa menarik lagi tanganku hingga aku terduduk lagi di sebelahnya.

Aku kesal. Kenapa dia jujur sekali?! Huh apa dia lupa lagi sekarang aku berulang tahun? Semestinya ia membuatku senang.

“Sekretarisku itu punya postur yang sama denganmu.. tapi sayangnya dia sudah menikah dan dia lebih tua dariku..”

Aku terdiam. Aku menatap oppa. Wajahnya terlihat puas seakan bangga sudah berhasil mengerjaiku.

“Aku tau dari asistenku kau mencariku kemarin. Dan omma juga bilang padaku kalau kau…”

“Ahh sudah-sudah. Aku malu…”

Kulihat Siwon oppa tersenyum, lalu ia mengeluarkan setangkai mawar dari balik jasnya.

“Saengil Chukae Rin ah- maafkan aku jika terlalu sibuk dan mengabaikanmu akhir-akhir ini..” ujarnya.

Aku menerima bunga darinya. Oppa memelukku, lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Satu kecupan manis. Oppa menciumku. Ia mencium bibirku.

“Kenapa masih menutup mata? Hei,, Rin ah.. sudah selesai..” ia meniup wajahku.

Aku tersadar, lalu kupukul lengannya. Aku malu sekali!!

“Barusan..itu.. kau.. menciumku?”

“Iya.. sudah saatnya kan? Bukankah kau sudah menantikannya?” Oppa memegang kedua pipiku.

“Aisshhh!!”

“Rin ah- di dunia ini ada dua wanita yang sangat ingin aku lindungi. Pertama ibuku, kedua kau..” ujarnya sambil mengusap kepalaku”

“……..”

“Mendiang ayahku selalu berkata, aku harus menghargai keberadaan wanita, siapapun dia.. maaf ya, aku terlalu membuatmu menunggu untuk hari ini..”

“Aish!! Kau mengejekku yaa?” kucubit lengannya untuk menutupi rasa malu. Oppa sungguh menggombal hari ini.

“Tapi tenang saja.. sekarang kau sudah 21 tahun.. aku rasa kau sudah cukup siap untuk menjalani yang lebih serius dari ini..” Ia tersenyum penuh arti sambil terus menatapku.

Huff.. Siwon oppa menggodaku lagi.. jarang sekali ia bercanda seperti ini. Tapi aku bahagia sekali, tidak bisa kututupi lagi perasaanku. Aku memeluknya lagi. Ternyata ia sangat menyayangiku. Ia memperhatikanku. Ia dekat dengan ommaku dan mengawasiku dari situ. Pantas saja omma sangat percaya padanya. Aku bangga sekali jika saat ini akulah wanita yang ada di pelukannya, wanita yang ingin dilindunginya. Aku mengerti, selama ini ia begitu karena ia memang ingin menjagaku, melindungiku. Bukan karena ia tidak menyukaiku ^^.

THE END-

Gomawo sudah mau mampir buat baca ini FF :))

Kalau yang ngerasa jadi orang baik tolong di koment yah ^^

Kita menghargai banget kritikan atau pujian dari kalian. ehehhe.

THANKYU ^^

Iklan

21 thoughts on “[OneShoot] Oppa Talk To Me

  1. wew, gileeee unn. teriak-teriak sendiri baca ni ff. kenapa cuma one shot unn?
    ga diperpanjang gitu kek. rameeeeeeeeeeeeeee beuh….ckck
    sruput dah. greget yang ini.

    Suka

  2. Waa, iya onn. Kurang panjang..
    Kayak explanation keadaan sama perasaaan2 ny si main char nya kurang. Jadi kurang greget,hhe ^^ kalo menurut aq sih gitu :p

    Suka

  3. kenapa ga buat sekuelnya? ceritanya bagus tapi sayang agak kurang greget terus kurang detail. Mungkin lebih seru kalau dibua sekuelnya. hehe ^^

    Suka

  4. mau dong jd choi ri hwa..!!! kekeke X)
    ayo admin.. ditambah lg ff siwon na.. bikin yg panjang klo perlu.. tp jgn yg NC y..! hehe

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s