[1] Cinderella Boy

Author: ULan

Cast:

Donghae

Cho Yoora

Special Cameo: Kang Minji

Length: Part 1

Genre: Romance

Aku menatapnya bagai bulan di tengah malam yang bersinar terang dan indah

Laksana angin sepoi-sepoi yang membawa khayalku ke alam bawah sadar

Tentangnya, aku seperti buta.

Tidak bisa memandang bayangan lain selain bayangannya.

Walaupun materi yang menjadi perbedaan di antara kita

Tapi aku yakin kaulah takdirku.


Yoora’s POV

——————

Pagi yang indah. Aku sedikit berlari ke tepi pantai dan berjalan di atas air laut. Cuaca di daerah Mokpo sangat cerah dan hangat. Berbeda dengan Seoul yang panasnya tidak ketulungan. Aku menghabiskan masa liburanku di Mokpo selama seminggu. Mengapa aku pilih Mokpo, karena aku rindu dengan suasana daerah ini. Ah ani, tujuan utamaku memilih daerah ini adalah bertemu teman lamaku, Lee Donghae. Tapi aku tidak tahu dimana dia berada.

Aku Cho Yoora, Solo singer yang sedang naik daun di Korea. Dan aku adalah adik dari Cho Kyuhyun. Oppaku itu penyanyi solo terkenal yang sudah di kenal oleh banyak yeoja di seluruh dunia. Dia satu management denganku, yaitu H entertainment.

Saat aku menoleh ke kanan, aku tertarik dengan ajussi ajussi yang sedang duduk di tempat penyewaan kano. Aku berjalan ke arahnya ingin menyewa kano. Selang beberapa menit aku sudah mendayung kanoku mengelilingi lautan biru ini. Airnya biru kehijauan, inilah yang khas dari pantai Mokpo. Aku sangat menyukainya. Sebelum debut aku pernah tinggal di Mokpo. Karena aku dan oppaku diterima di H entertainment kami harus mengikuti karantina dan training selama tiga tahun di Seoul jadi kami sepakat untuk meninggalkan Mokpo.

Dan, Donghae..

Donghae oppa.

Aku berhenti mendayung. Mengingat nama itu, sampai saat ini aku tidak bisa melupakannya. Lee Donghae, dia chingu oppaku. Tapi dia sangat dekat denganku. Dan kalung ini .. Aku menyentuh kalung berbandul ikan pemberian Donghae oppa. Bagaimana rupanya saat ini?

Flashback story

Hari ini hujan, aku sedang duduk berdua di teras bersama Donghae oppa. Ini adalah hari terakhirku berada di Mokpo. Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Biasanya aku akan takut jika mendengar suara petir, tapi kali ini tidak. Tangan Donghae oppa menutup kedua kupingku. Aku menatapnya begitu juga dengannya menatapku. Kami saling tatap.

Aku tersenyum malu. Umurku saat ini genap hampir sebelas tahun. Sedangkan umur Donghae oppa sudah genap tiga belas tahun. Hanya menatapnya aku seperti melayang di udara. Entah kenapa aku sangat nyaman berada di dekatnya. Ya, mulai detik itu juga aku jatuh cinta padanya.

“Aku besok akan pergi oppa.”

“Ne, baik-baiklah kau Yoora-yah.”

“Oppa, kau tidak merindukanku? Aku akan jarang ke Mokpo tapi aku janji aku akan singgah ke Mokpo.”

“Aku pasti akan merindukanmu, Yoora-yah.”

Tiba-tiba Donghae oppa membalikkan badanku membelakanginya dan memasangkan sesuatu di leherku. Aku menyentuh benda itu. Kalung silver berbandul ikan berwarna merah. Dia membalikkan badanku lagi.

“Pakailah itu, anggap saja itu jimatmu. Aku akan menjagamu dari sini.” Tangannya mengacak rambutku kemudian. Aku tak sengaja menatap matanya. Garis bibirnya terangkat membentuk senyuman, sempurna sekali.

Flashback end

Begitulah kisahku dengan Donghae oppa terakhir kali. Aku sudah mencoba untuk mencari ke rumahnya, tapi orang-orang disana mengatakan bahwa Donghae oppa dan sekeluarga sudah pindah rumah. Mereka tidak tahu kemana Donghae oppa pindah. Aku benar-benar merindukannya.

Tiba-tiba aku tersadar dari lamunanku setelah mendengar suara ribut-ribut dari kejauhan. Aku terkejut bukan main ketika melihat aku sudah berada di tengah laut dan mulai mendekati arus besar. Kegelisahan menyelimutiku. Aku melihat ke depan dan melambai-lambaikan tanganku ke orang-orang itu agar mereka menolongku tapi mereka sama sekali tidak beranjak untuk menolongku. Mereka hanya balas melambai-lambaikan tangan dan memanggil-manggilku. Tidak jelas apa yang mereka katakan. Aku terdiam mencoba menutup mata.

“Tuhan, kalaupun kau akan merenggut nyawaku hari ini, tolong sebelumnya pertemukan aku dengan Lee Donghae. Donghae oppa.” Aku membuka mata perlahan sempat menarik napas. Kemudian aku menyeburkan diri ke dalam air. Aku tahu ini sedikit berbahaya, tapi akan lebih berbahaya lagi kalau aku diam di atas kano menunggu orang-orang itu menolongku. Aku akan cepat mati untuk itu karena kanoku terus terseret mendekati pusaran arus.

Untung saja aku pintar berenang. Aku menggerakkan kaki dan tanganku berusaha melawan arus dan ombak. Sangat susah dan membutuhkan tenaga yang banyak. Aku tidak peduli suara teriakan mereka yang memanggil-manggilku. Tapi nasibku tidak beruntung kali ini. Apakah Tuhan akan merenggut nyawaku kali ini? Kakiku mendadak kram tidak bisa digerakkan.Tuhan, aku belum ingin mati, tolong pertemukan aku dengan Donghae oppa dulu, Tuhan. Eomma dan appaku juga belum membelikanku ferari baru. Ah aku juga belum membayar hutang lewat managerku. Dan Kyuhyun oppa pasti akan sedih kehilangan dongsaeng satu-satunya. Tiba-tiba air mataku terjatuh. Aku menjulurkan tanganku berusaha minta tolong.

“To.. Toolong .. Tolong aku !”

Tapi tidak ada yang menjawab.

“Donghae oppa, SARANGHAEEEE !!!” ujarku ketika aku tahu akan ada ombak yang akan menenggelamkanku. Aku menutup mata. Mungkin badanku sudah tidak tampak lagi di permukaan laut, karena aku kini benar-benar tenggelam. Semoga mayatku ditemukan dengan cepat. Aku pasrah. Aku akan merelakan barang-barangku dilelang oleh eomma suatu saat nanti. Tapi satu yang belum bisa aku lepas, Donghae oppa.

Dan seketika aku menyebut namanya, aku terseret ke atas. Ah bukan, ini seperti ada yang menyeretku. Aku tidak mau membuka mataku, dia pasti dewa kematian. Aku akan mati. Selamat tinggal dunia.

Author’s POV

——————-

Yoora membuka mata dan mendapati dirinya sudah terbungkus selimut rapi dengan kemeja putih panjang seperti dress. Dia heran kemana baju-bajunya dan siapa yang sudah menggantikannya? Tiba-tiba kepalanya mendadak menjadi pusing dan sesuatu telah keluar dari hidungnya. Darah.

“AAAA~~~ “ teriaknya keras.

Dan seseorangpun memasuki kamarnya. Yoora menatap aneh yeoja yang menghampirinya. Yeoja itu tersenyum khawatir menatap Yoora. Yoora sedikit menjauh.

“Ya ! Siapa kau?” takut Yoora melindungi dirinya dengan memeluk tubuhnya sendiri.

“Anyeong, Choneun Kang Minji imnida, aku yang menyelamatkanmu dari malapetaka yang hampir saja menewaskanmu. Kau, wajahmu sepertinya tidak asing lagi.” Ujar yeoja yang bernama Kang Minji sambil memincingkan matanya tengah memikirkan sesuatu.

“Ah, sinca? Memang aku kenapa?”

“Nanti akan kujelaskan, hidungmu harus kusumbat dulu. Cakkaman.” Minji pergi meninggalkan Yoora sendirian.

Yoora’s POV

—————–

Aku memperhatikan gerak-gerik Kang Minji, yeoja yang katanya sudah menyelamatkan nyawaku tadi. Dia sudah menceritakan semuanya bahwa aku hampir saja mati tenggelam terseret pusaran arus. Minji menyumbat hidungku dengan kapas. Perih sekali. Dia gadis yang baik dan cantik. Itu kata yang keluar dari mulutku. Aku jarang sekali memuji orang. Aku akan memuji orang jika memang benar-benar repleks keluar dengan sendirinya kata-kata itu dari mulutku.

“Gomawo.” Ujarku ketika dia sudah selesai melakukan aktivitasnya. Yeoja itu tersenyum mengangguk.

“Cheonmaneyo.”

“Choneun Cho Yoora imnida, aku dari Seoul sedang berlibur kesini.”

“Sinca? Cho Yoora.. ? Yoora artis .. i.. tu?” tanyanya ragu-ragu sambil mengamati diriku dari atas sampai bawah. Aku mengangguk tersenyum.

“Ne, salam kenal.” Aku sedikit membungkukkan badanku.

“Wah, penemuan yang langka seorang Kang Minji kedatangan seorang artis. Ini, minumlah dulu. Ini teh jahe untuk menghangatkan tubuhmu. Kau pasti kedinginan. Tenang saja, tidak ada racun di dalam sini atau perlu aku yang harus meminumnya dulu Yoora-ssi?” tanyanya. Aku menggeleng dan meraih gelas yang baru saja ia ambil di atas meja. Aku meneguknya pelan. Kulihat dia tersenyum tambah membuatku iri. Mungkin jika dia seorang artis, dia adalah saingan terberatku nanti.

“Kang Minji dimana kau?” tanya seseorang dari arah luar. Suara namja yang sangat berat tengah mencari yeoja ini. Siapa lagi yang datang? Aku capek harus memperkenalkan diriku berkali-kali. Tidakkah mereka mengenal diriku ini?

“Ne ..?” Kang Minji kemudian pergi meninggalkanku. Mataku kemudian melihat kesekeliling ruangan ini. Rumah ini terlihat seperti gubuk. Tidak seperti rumahku yang menyerupai istana.

“Donghae oppaaa !” suara yeoja itu samar-samar terdengar di telingaku. Aku terdiam tidak bisa berkutik. Mendengar namanya jantungku seperti berhenti. Seolah-olah dunia berhenti berputar.

“Oppa, apa yang kau lakukan? Ahahaa, Donghae oppa, bogoshipo.” Aku memejamkan mata dan berusaha menarik napas sekuat-kuatnya. Lagi. Dia menyebut nama itu lagi. Tidak mungkin dengan orang yang sama. Ani.. Ya, ani. Banyak sekali namja yang bernama Donghae.

“Nado, Minji-yah.”

DEG ! Suara itu membawaku masuk terseret ke dalam labirin memutar waktuku kembali ke masa lalu. Suara berat itu, aku menjatuhkan air mataku. Sudah tidak kuat lagi. Benar-benar sudah tidak kuat. Aku harus bertemu dengannya, Donghae oppa. Tidak peduli siapapun orang itu, sepertinya aku harus memeluk satu-satu namja yang bernama Donghae. Ah, ani, aku sangat mengenal suara berat itu.

Aku bangun perlahan. Tidak kuat. Tapi aku tetap berusaha untuk bangkit dan bangun. Kuseret kakiku dan kubuang selimutku ke lantai. Aku keluar dari ruangan ini dan melihat Minji sedang memeluk namja itu. Wajahnya.. Dia ..

Aku mendorong pelan Kang Minji menyingkirkannya dari namja ini. Aku tidak peduli. Aku sudah tidak peduli lagi. Kupeluk namja ini dan benar.. benar .. aku masuk lagi ke dalam labirin masa lalu, hangat. Memoriku berputar cepat seperti mobil yang berputar di circuit. Senyum, tawa, suara, desahan napasnya mengingatkanku pada Donghae kecil. Aku mengeratkan pelukanku saat dia hendak melepaskanku. Apakah dia tidak mengenalku?

“Donghae oppa..” akhirnya aku bisa menyebut namanya. Air mataku mengalir tidak berhenti.

Donghae’s POV

———————–

“Donghae oppa..”

Suara itu. Aku melepas pelukan yeoja aneh ini dan memegang kedua bahunya. Aku sedikit membungkuk agar sejajar dengannya. Kutatap matanya dalam. Benarkah dia.. Mataku tertuju pada benda yang sedang melingkar erat di lehernya. Kalung itu. Dia ..

“Cho.. Cho Yoora !” akhirnya aku menyebut nama yeoja itu. Aku tidak mungkin melupakan yeoja mungil itu. Kini dia tampak cantik, sudah tumbuh dengan baik. Bahkan statusnya kini adalah seorang superstar. Dia terjatuh bersimpuh di lantai. Aku ikut jongkok kemudian memeluknya.

Author’s POV

——————-

Donghae dan Yoora tersenyum salah tingkah. Mereka duduk berhadapan di sebuah kedai kecil dengan tangan masing-masing memegang teh hangat.

“A.. Apa kabar?” tanya Yoora membuka obrolan. Donghae menatap Yoora.

“Sangat baik. Kau?”

“Baik sekali. Ah ani, untuk saat ini aku tidak sedang baik-baik saja.”

“Oh ya? Wae?”

“Kau tidak tahu aku hampir saja mati tenggelam tadi.”

“Mwo? Sinca? Tenggelam dimana?” kaget Donghae.

“Di pantai utara Mokpo. Aku sedang berlibur dan menyewa kano. Tapi aku melamun dan tidak sadar bahwa kanoku sudah berada di tengah.”

“Sinca? Lalu bagaimana? Siapa yang menolongmu?”

“Yeoja itu, Kang Minji.” Ujar Yoora singkat. Donghae hanya ber’oh’ saja. Kepalanya menggut-manggut.

“Kau dan Kyuhyun sudah menjadi orang sukses, chukae.” Ujarnya.

“Ne? Ah, gomawo.”

Hening. Mereka terdiam lagi untuk beberapa saat. Benar-benar suasana yang awkward.

“Kenapa kau tidak menyusulku ke Seoul? Oppa, aku sangat merindukanmu” ujar Yoora malu-malu. Donghae tertawa kecil.

“Masalah itu, aku hanya takut dan tidak percaya diri.”

“Mwo? Takut? Apa yang harus kau takutkan oppa?”

“Kau seorang artis ..”

“ANI ! Aku tidak suka kau berkata seperti itu. Aku tidak pernah berubah, sampai kapanpun tidak akan pernah berubah.” Donghae tersenyum mendengar bentakan Yoora. Tangannya mengacak rambut Yoora lagi. Yoora terdiam salah tingkah. Pipinya memerah.

Yoora’s POV

—————–

Malampun tiba. Donghae oppa mengantarku pulang kerumah Kang Minji. Entah kenapa aku tidak ingin kembali ke hotel. Aku ingin bersama dengannya. Suara jangkrik menemani perjalanan kami. Aku menatapnya hendak bertanya sesuatu. Ada yang ingin kutanyakan sedari tadi kepadanya. Yaitu masalah keluarga.

“Bagaimana ajussi dan ajuma, oppa? Apakah baik-baik saja?”

“Eomma baik-baik saja. Appa juga baik-baik saja di dunia sana.” Ujarnya. Aku mengernyitkan kening mencerna ucapannya.

“Ma.. Maksudmu apa?”

“Yoora-yah, nae appa sudah tenang di alam sana. Mungkin dia sedang melihat kita.” Aku terdiam tidak melanjutkan langkah begitu juga dengannya.

“Apa yang sedang terjadi?”

“Ani, gwenchana. Appa saat itu sedang sakit.”

“Sakit apa? Kau jahat tidak memberitahuku. Seharusnya kau mengirimku email. Oppa..” aku kembali menangis. Tentu saja aku menangis. Aku sangat dekat sekali dengan bumo Donghae oppa. Aku sangat menyayangi mereka. Donghae oppa kemudian menarikku ke dalam pelukannya. Ia mengusap-ngusap punggungku.

“Gwenchana.”

Dia melepas pelukannya lagi dan melangkah mendahuluiku. Aku menatap punggungnya. Kemudian ikut berjalan disisinya. Sampai di rumah Kang Minji, aku tersenyum pada yeoja itu memberi salam. Ia juga tersenyum padaku. Kemudian Donghae oppa memeluk Kang Minji dan mengecup keningnya. Dihadapanku, dia melakukan hal itu. Hey, oppa, tidak tahukah kamu perasaanku bahwa aku mencintaimu?

“Yoora-yah, Minji adalah tunanganku.”

Begitu kata yang keluar dari mulutnya. Darahku seperti berhenti mengalir. Ani, tidak darahku saja. Aku rasa semua organ tubuhku sudah berhenti bekerja. Apakah aku bisa tersenyum di kemudian hari? Apakah aku bisa melangkah dengan baik? Banyak yang menginginkanku, seharusnya aku bisa lebih bahagia bersama namja-namja yang mengejarku. Tapi aku malah tetap menunggu kehadirannya. Tidak tahukah kau bahwa aku menunggumu bertahun-tahun, oppa? Tapi ternyata kau sudah berpenunggu.

“Ah, sinca? Apa kalian akan menikah?”

“Geurae.” Jawab Donghae oppa.

“Chukae.” Aku berusaha tersenyum di hadapannya. Tidak tahu harus berkata apalagi.

Author’s POV

——————

“Apakah Yoora sudah tidur?” tanya Donghae saat Minji menghampirinya di teras. Minji duduk disamping Donghae di kursi panjang.

“Ne. Apakah kau senang bertemu dengannya? Dia cantik sekali. Aku tidak menyangka akan bertemu dengannya. Saat itu aku yang menolongnya.”

“Gomawo. Gomawo sudah menolongnya.” Ujar Donghae sambil menggenggam jemari Minji.

“Kau sangat menyayanginya.”

“geurae.”

“Kalau begitu kenapa kau membohonginya?” tanya Minji.

“Tidak ingatkah kau bagaimana perlakuan keluarganya terhadapku? Eomma pasti tidak akan setuju jika dia denganku.” Donghae menatap MInji. Minji kemudian mengangguk mengerti.

“Kau mencintainya oppa. Matamu tidak bisa membohongiku.”

“Tidak dengannya.”

“Darimana kau tau? Apa kau sudah menanyakannya?” tanya Minji. Donghae malah menjitak kepala Minji.

“Ya !” kesal Minji. Donghae tertawa melihatnya.

“Aku tidak akan menanyakan perasaannya. Choi Siwon, namja itu sudah tampan, kaya, baik, multi talenta, apa kurang cukup untuk nae Cho Yoora?”

“Kau mengikutinya dengan baik. Apakah kau seorang fanboy? Ahahaha” ledek Minji. Donghae tersipu malu.

“Kau pesimis oppa. Perjuangkan cintamu. Aku bisa melihat dia sangat-sangat mencintaimu.” Lanjut Minji menepuk-nepuk bahu Donghae.

Yoora’s POV

—————–

“Aku sudah kembali.” Ujarku sambil menggendong ranselku. Aku memutuskan untuk tinggal dirumah Kang Minji untuk sementara waktu. Aku babo bukan? Untuk apa aku kerumah ini lagi? Aku akan melihat mereka berdua berciuman di depan mataku lagi. Seharusnya aku pulang. Bukankah aku sudah bertemu dengannya saja sudah cukup? Benar-benar babo.

“Kenapa lama sekali? Aku sudah takut kalau kau tersesat.” Ujar Kang Minji. Dia mengambil ranselku hendak membantuku. Tapi aku menepis tangannya pelan dan menggeleng.

“Ani, aku bisa sendiri. Tadi aku membeli gula kapas di tengah jalan. Aku membelikan satu untukmu. Gula kapas sangat enak.” Aku memberikannya satu pada Kang Minji. Dia mengambil gula kapas pemberianku.

“Gomawo.” Ujarnya.

“Cheonmaneyo.” Aku masuk ke dalam kamar. Dia mengikutiku lalu duduk di atas ranjang sambil memakan gula kapas yang kuberikan tadi. Aku duduk di bawah membuka ranselku dan mengeluarkan isinya satu persatu kemudian memasukkannya ke dalam lemari.

“Donghae oppa namja yang baik bukan? Apakah selama ini kau sangat bahagia bersamanya?” tanyaku. Dia terdiam tak lama kemudian dia tersenyum.

“Geurae. Kalau aku tidak bahagia dengannya untuk apa aku mau bertunangan dengannya? Dia namja yang sabar. Aku sangat menyukainya.”

Tentu saja kau menyukainya, Kang Minji. Aku juga lebih mencintainya. Tapi kau tidak tahu saja.

“Apakah Donghae oppa hidup dengan baik selama ini?”

“Dia baik-baik saja. Ada apa denganmu? Perhatian sekali. Kau menyukai tunanganku?”

“Tentu saja aku menyukainya, dia adalah oppaku. Kau cemburukah? Ahahaha. Tenang saja, dia pasti akan sangat-sangat mencintaimu. Aku mengenalnya Minji-ssi.” Ujarku. Hah Sakit sekali. Hatiku sakit sekali. Aku sering berbohong. Tapi kali ini hatiku sakit sekali berbohong mengenai perasaanku.

***

Aku kembali ke pantai utara Mokpo sendirian. Kebetulan rumah Kang Minji dekat dengan pantai ini. Aku memejamkan mata menghirup bau laut yang berhasil masuk ke rongga hidungku. Kubiarkan ombak menyapu kakiku. Kubuka mataku perlahan-lahan. Kutatap langit dan entah kenapa aku malah menangis.

Aku tidak mengerti dengan perasaan ini. Sakit sekali. Tuhan, jangan menghukumku seperti ini. Tidakkah Kau sangat tahu bahwa aku mencintai makhluk ciptaanmu itu? Donghae oppa, Tuhan aku mencintainya.

Donghae’s POV

———————

“Kau meninggalkannya sendirian di pantai?!” marahku pada Minji. Bagaimana bisa Minji meninggalkannya sendirian di pantai. Aku takut Yoora akan melakukan hal bodoh seperti tenggelam lagi di dalam laut. Atau bertemu dengan ular pantai? Dia sangat takut dengan ular. Jangankan ular, dengan kepiting saja dia takut.

“Ya ! Kenapa kau memarahiku? Aku sudah menawarkan diri untuk menemaninya tapi dia tidak ingin ditemani.”

“Aiiish …” aku membalikkan badan berlari ke arah pantai mencari sosok Cho Yoora. Dan akhirnya aku melihatnya. Dia berdiri sendirian di tepi laut. Sedang apa dia? Aku berjalan pelan menghampirinya.

“Yoora-yah, sedang apa kau sendirian disini?” tanyaku. Dia terkejut melihatku sudah ada disampingnya. Dan aku melihat secercah air mata membasahi pipinya. Apakah dia sedang menangis? Dia mengusap air matanya kemudian melangkah sangat pelan menjauhiku. Dia seperti tidak bernyawa. Dia duduk di atas bebatuan. Aku menghampirinya duduk disampingnya.

“Waeyo? Gwenchana?”

“Mungkin aku berbohong mengatakan diriku sedang baik-baik saja.” Ujarnya.

“Ya, kau kenapa? Katakan padaku.” Khawatirku.

“Aku sakit oppa.”

“Kau sakit apa?” aku menyentuh keningnya tapi ia menepis tanganku kasar. Dia terdiam.

“Kalau begini keadaannya aku ingin memutar ulang waktu.” Ujarnya. Aku menatapnya tidak mengerti.

“Seandainya dulu aku tidak memilih jalanku untuk ikut training, apakah aku bisa jadi milikmu?” tanyanya menatapku.

“Jadi milikku?” tanyaku tidak mengerti. Kutatap dia tersenyum. Tepatnya berusaha tersenyum. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Aku mencintaimu sudah lama oppa. Bahkan aku menunggu hari ini tiba. Aku telah menunggumu lama. Tapi ternyata kau sudah punya tunangan. Ahaha.”

“Ma.. Maksudmu?” tanyaku tidak mengerti.

“Babo.” Ujarnya kesal. Dia membalikkan kedua badannya menghadapku dan memegang bahuku. Matanya menatapku lekat-lekat.

“Saranghae.”

Yoora’s POV

—————–

Tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan. Aku mengucapkan kata-kata itu dihadapannya. Aku menatapnya. Dia mengerjap-ngerjapkan mata tidak percaya dengan ucapanku barusan.

“Aku serius.” Tambahku.

“Yoo.. Yoora-yah, lupakan aku.” Ucapnya. Aku terdiam. Dia menyuruhku untuk melupakannya. Apa dia pikir segampang itu?

“Seharusnya begitu. Aku akan melupakanmu, oppa. Kau, baik-baik saja dengan Kang Minji.”

“Kau juga baik-baik saja dengan Choi Siwon.”

“Choi Siwon?”

“Dia namja yang baik untukmu.”

Choi Siwon? Namja yang baik untukku? Apakah dia selalu memperhatikanku dari jauh? Bahkan dia tau gossip yang lagi menerpaku. Aku bangkit dan berjongkok dihadapannya. Tangannku berpangku dipahanya.

“Kau tau tentang gossip itu?”

“Geurae . Aku selalu memperhatikanmu Yoora-yah. Apa kau hidup dengan baik disana, aku tau semua. Saat kau dikabarkan sakit, saat kau mendapat banyak penghargaan dan kau menangis, aku tau semua. Karena aku ingin tahu, apa dongsaengku baik-baik saja?”

Dongsaeng. Ahaha. Miris bukan? Tapi tidak apa. Kata dongsaeng itu menandakan aku sedikit berarti dimatanya. Tapi kenapa aku seperti kecewa yah?

Aku menatap matanya. Dia tampan sekali. Angin sore menerpa kami membuat badanku gemetar. Aku mencondongkan badanku mendekatkan diriku padanya. Dengan cepat aku mengecup bibirnya. Aku tidak bisa berhenti. Melihatnya yang tidak melarangku semakin membuatku ingin melakukan lebih. Aku melumat bibirnya perlahan. Tapi dia tidak membalas ciumanku. Aku melepas ciumanku dan air mataku mulai berjatuhan.

Donghae’s POV

———————

“Kenapa kau kesini lagi? Tidak bisakah kau menghargai perasaannya sedikit? Dia mencintaimu. Dan aku tahu kau juga sangat mencintainya.” Marah Minji padaku saat aku mengunjunginya kerumah malam-malam sekali. Aku hanya ingin mengecek keadaan Yoora apakah dia baik-baik saja. Aku tidak bisa hidup dengan baik jika terjadi apa-apa dengan yeoja itu.

“Dia mengatakan semuanya padamu? Ceritakan padaku.”

“Aku tidak tahu siapa yang dia maksud, tapi aku yakin yang dia maksud itu kamu, Lee Donghae.

Flashback story

Minji’s POV

—————-

Aku melihat Yoora terjatuh saat masuk ke dalam rumah. Aku terkejut. Saat itu aku sedang mengiris buncis hendak memasak. Tapi saat melihatnya terjatuh aku tidak bisa untuk tidak membantunya. Aku menghentikan aktivitasku berlari menghampirinya. Aku memapahnya membiarkannya duduk di sofa. Aku kembali ke dapur untuk mengambil air minum. Kuberikan gelasku padanya.

“Minumlah. Apa yang sedang terjadi? Gwenchana?”

“Aku tidak ingin minum.”tolaknya.

“Minumlah walau sedikit. Kau harus minum” ujarku. Dan akhirnya dia mau meneguk air yang kuberi. Aku menaruh gelas itu di atas meja saat dia sudah selesai meminumnya.

“Aku mengatakannya. Aku mengatakan padanya bahwa aku mencintainya. Tapi dia menyuruhku melupakanku. “ ujarnya. Aku tidak tahu siapa yang dia maksud? Tapi setidaknya aku mengerti ucapannya.

“Aku babo..” dia kembali menangis lagi. Aku tidak kuat melihatnya seperti ini. Aku yakin yang ia maksud adalah Lee Donghae. Aku memeluk Yoora. Seandainya dia tahu apa yang sedang terjadi selama ini..

Flashback end

Donghae’s POV

——————–

Aku terdiam mendengar cerita Minji. Tidak tahu harus mengucapkan apa.

“Aku tidak ingin membohonginya lebih lama lagi oppa.” Ujar Minji.

“Dia benar-benar tulus mencintaimu.” Tambah Minji. Aku terdiam. Aku juga mencintainya tapi …

Setelah lama di rumah Minji aku memilih pulang merenung di ruang tamu. Rumahku tidak seperti istana. Aku juga rakyat biasa. Eomma berjualan ikan di pasar Mokpo. Sementara aku pagi hari bekerja di salah satu supermarket Mokpo bagian cleaning service. Semenjak kematian appa keuangan kami merosot. Sebelumnya dulu appa bekerja sama dengan Cho ajussi, appa Yoora. Mereka membangun les private di salah satu daerah ini. Tapi ada satu masalah yang membuat mereka terpecah belah yang akhirnya membuat nae appa jatuh sakit dan meninggal. Kejadian itu sesudah kepindahan Yoora dan Kyuhyun ke Seoul.

Tiba-tiba ada yang menepuk bahuku. Aku menoleh dan mendapati eommaku sudah duduk di sebelah. Wanita setengah baya ini menyunggingkan senyumnya. Eomma masih manis sampai saat ini. Di alam sana appa pasti masih mencintai eomma.

“Hae-yah, waeyo? Kenapa melamun?” tanya eomma. Aku tersenyum padanya.

“Eomma, bolehkah aku bercerita sesuatu padamu?” tanyaku.

“Cerita saja. Mwoya?”

“Eomma, masih ingatkah dengan Cho Yoora?” kulihat eommaku tidak menyunggingkan senyumnya lagi. Eomma mengangguk. Aku sungguh takut untuk menceritakan hal ini kepada eomma.

“Geurae. Waeyo?”

“Aku bertemu dengannya.”

“Sinca? Eodiseo?” kagetnya.

“Dia berada di rumah Kang Minji. Sebelumnya dia hampir tenggelam dan Minji yang menolongnya. Eomma..”

“Ani.. Aku mengerti apa yang akan kamu ucapkan. Aku tidak setuju.” Tolak eomma marah.

“Eomma, aku mencintainya sudah lama.”

“Keluarga mereka yang membuat keluarga kita seperti ini Hae-yah! Aku tidak ingin kau dimusuhi jika kau menikahinya. Donghae-yah berani-beraninya kau memacarinya awas saja kau.” Ancam eomma bangkit meninggalkanku. Aku bangkit mencegat eomma kemudian bersimpuh memeluk kakinya.

“Tolong restui kami eomma. Hanya eomma yang aku punya. Aku tidak punya siapa-siapa lagi. Tolong aku eomma. Dia yeoja yang sangat baik. Dia mencariku telah lama.” Aku menangis. Lagi-lagi aku menangis. Aku benci dengan diriku kenapa air mataku cepat sekali keluar dari kantung mataku. Ini membuatku terlihat sayu dan cengeng.

Yoora’s POV

—————–

Aku duduk di bebatuan karang menatap hamparan laut Mokpo. Bau laut. Mungkin aku akan merindukan tempat ini. Aku tidak akan kemari lagi. Aku berjanji akan melupakan Donghae oppa. Hari ini aku memutuskan untuk pulang ke Seoul. Seharusnya aku masih tinggal disini untuk beberapa hari. Tapi aku sudah tidak mempunya tenaga berlama-lama di Mokpo jika kondisinya seperti ini. Aku susah untuk bernafas jika harus melihat Donghae oppa bermesraan dengan Kang Minji. Ani ! Biarkan mereka hidup bahagia saja. Aku yakin Tuhan mempersiapkan seseorang yang lebih dari Donghae oppa. Pasti.

Aku terdiam. Apa yang aku pikirkan sedari tadi? Aku mengeratkan tali ranselku dan kubenarkan topiku yang miring akibat terpaan angin. Entah kenapa aku ingin mengeluarkan air mataku. Kuhela napasku dan kukembungkan kedua pipiku. Aku melirik jam. Dua jam lagi aku akan pergi. Aku akan menghabiskan hari terakhirku disini. Di pantai ini.

“Cho Yoora !” sayup sayup aku mendengar dari kejauhan ada yang memanggil namaku. Tapi aku tidak ada tenaga untuk menoleh.

“Ya !” suara itu sudah berada dihadapanku. Aku melihat kehadapanku. Seseorang tengah berdiri dihadapanku lengkap dengan kets hitam, jeans + hodie hitam. Namja itu jongkok di sebelahku dan tersenyum padaku. Melihatnya lagi membuatku sedikit lega. Tidak ada perasaan gelisah sama sekali.

“Donghae oppa..” ujarku lembut.

“Mau pergi kemana, hah?”

“Aku akan pulang.”

“Wae? Wae? Apa liburanmu sudah habis?” tanyanya. Aku menggeleng.

“Lalu, wae? Apakah Choi Siwon sudah menelponmu?” tanyanya membuatku kesal melihatnya. Kenapa harus Choi Siwon? Tidak sadarkah yang aku cinta, yang aku kagumi, yang aku sayang hanya dia seorang? Mataku berkaca-kaca.

“Ya ! Kenapa menangis?” dia mengusap air mataku. Aku tidak bisa banyak berbicara. Yang ku tahu, hatiku sangat sakit sekali. Jemari kanannya menyentuh kelopak mataku kemudian mengelus pipiku. Mata kami saling beradu. Perlahan-lahan dia mendekatkan jarak wajahnya ke wajahku. Hatiku berdebar. Aku tidak bisa berkutik. Ini seperti mimpi. Tanpa kusadari bibir kami tengah bersentuhan dengan cepat. Ia menciumku. Menciumku di atas batu karang ini. Apa maumu, Lee Donghae?

TBC.

Woaahh FINISH. Walaupun TBC, ehehehe ditunggu yah yang part 2.

Mian kelamaan comeback. Aku sibuk ngurus sekolah.

Buat onnieku, Cho Yoora, bagaimana FF nya??

Comment yah ^^

Makasi sudah mau baca.

Yang gak mau comment aku doain gak bakalan ketemu biasnya sepanjang masa. Amin.

Iklan

66 thoughts on “[1] Cinderella Boy

  1. hihi kok saya jd tokoh penting disini? ga mau sm pindang.. haha
    lucu lan, suasana nelayan mokpo, FFmu bau laut…..
    LOL
    ditunggu next part XD

    Suka

  2. nice ff,berasa banget aura ikannya #plakk
    ditunggu next partnya yah thor,sayang banget tobecon dibagian yg nanggung,hahahaha

    Suka

  3. Namja berpenunggu, saya merasa tersindir.. (?)
    ceritanya bagus laaan \m/
    ayo lanjut!
    Ahh si minji sm kyuhyun *joget

    yg adegan tenggelem itu lucu, keinget belum punya ferari, belum bayar utang, bhahahahaha

    Suka

  4. ehmm..bener2 bau laut!! kekeke XD
    tp knapa yg kbayang laut sanur y?? bukanna mokpo? pa gr2 kano kah? hahah.. 😛
    entah kenapa.. karakter cho yoora mengingatkanku pada lee hanwoo.. dan karakter kang minji malah terasa cho yoora bgt! mgkn dr cara berbicara mereka kali y?? 🙂
    tp karakter hae dah pas bgt kq author… n jalan ceritana bagus..!!! ^^
    semangat untuk part 2 naaaa!!!! \(^o^)/
    n bwt saran.. gmna klo choi siwon berahir dgn lee junsi?? wkwkwk *digetok cho yoora* XDD

    Suka

    • ahahhaa ^^ Pikiran kita sama onn. ulan juga ngebayanginnya pantai sanur. author belum pernah ke Mokpo.
      kalo mengenai karkter yoora sama minji di part dua mau tak benerin lagi ^^
      kalo urusan siwon sama junsi,, ehmmm *lirik ATM siwon*
      ahahaha ditunggu part 2 nya yah onn ^^

      Suka

  5. \(˚▽˚)/ H entertainment! Ya ampun itu kan punya aq onn? *panik elegan
    Ternyata Kyuhyun dan Yoora debut d bawah managemen artis milik saya B)
    Hahaha

    Ff donghae bau laut, ntar ff hyuk bau hutan (?) Weee, suka2 :* kesan cengeng ny dapet :p
    D tunggu sekuel nyaa. *hugpopo

    Suka

  6. Waahh suka banget cerita.a 🙂
    Udah kebayang ajj gmn sederhananya haepa jadi org mokpo tapi tetep ganteng 🙂
    D tnggu saeng lanjutannya ^ ^

    Suka

  7. ehemmmmm,,,hal pertama yang terjadi ketika w baca nie FF adalah : NGAKAK SETAN ELEGAN !!!! huooooo,,,aya-aya wae,,,bahasa mu thor,,,penyewaan kano,,,bwakakakakakakaka,,,ayo ELF BALI kita berkanoan di laut mokpo utara, kali aja ketemu nyi ronggeng,,,,huahahahahahah,,,NICE FF !!! tapi bener kata ghea eon,,,karakternya cho yoora belum ngena,,,alnya di sini karakternya dia geragas gitu,,lebi ngena ke lw thor,,,(madu w yang bernama cho yoora kan paling feminim) ,,,,SEMANGATTTTT BUADH PART 2 nya ya thor,,,,

    *POPO n HUG MY DODONGE

    Suka

  8. annyeooonggg Yoora dataaaaangggg 😀
    ulaaan…tewas bahagiaaa baca karakternya i groommzz…..
    suka bangeeettt,, apalagi endingnyaa.. hahahaa
    aku suka laut ! aku cinta BAUKK LAUT!!

    minji : terima kasih sudah menolongkuu…
    soraa : apee kedek bayar utang..
    onn ghea : ett ada papah nyangkut disana onn.. haha
    ulan : two thumbs up !! *chu

    tenang2 nanti semua yang komen diatas dapet tanda tangan dari Yoora kok, solo singer yang sedang naik daun ini 😀

    ulaannn ditunggu kelanjutaannya yaa,, muahh muahh …

    Suka

    • hhhh~~ baca comment onnie kok ulan menghela napas yah??
      @ghea onnie: tuh liat dia sudah buduh sama seperti karakter yang saya buat onn, bahkan dia menyebut-nyebut Om Siwon disana. T.T
      ahahaha makasiii onn, akhirnya udah bisa baca :)) nunggu2 yang minta request buat comment. tunggu part2 ! wakakakakaaa.

      Suka

      • wwkkwwk.. novaaa.. kau dibilang buduh ama ulaaannn!!! *kaburrr* XD
        aigoo..gwaenchana.. siwon oppa kn sudah profesional dlm berakting, so it’s ok kq klo dy nyelip2 dikit disini..biar tambah semangat aq bacana! hihihi 😀
        semangat bwt part 2 na lan!!! ^^

        Suka

  9. wa wa wa gokil bngt yoraa pas tengglm bukannya minta ampun atas segala dosa malah bilang “donghae oppa,saranghae!!!”
    berarti minji n donghae cm pura2 dong….duh rasanya bnyk bner y halangin cinta mereka…xixixi
    sy mulai ngerti knp judulnya cinderella boy….
    ayooo d lanjut part 2…..penasaran

    Suka

  10. mau mati inget aja sama dongee huwa

    btw, siwon disini artis juga? trs kluarga cho skrg dimana?

    ulan daebak ulan daebak 😀

    Suka

  11. Finally aq bca n selesai jga,, lanjut yg k2 dlu ya..
    Ntr comment lgee!!
    Hwaiting madu q buat part2 slanjut nya.. HWAITING (♥-̮♥)

    Suka

  12. Ulaaaaaan ….
    Ngakakgilaaa ak baca pov na yoora yg mw tenggelam ituu…
    Msi smpet mikirin ferrari, utang n yg terpenting DONGHAE ..
    He

    Ituu ending na mreka kisseu~apa hae uwda dpt izin dr umma na ?
    Btw choi yoora ituu nuguu ?

    Suka

  13. cerita y ff serius, tp ada lucu y jg kata2 y hae bilang dia cengeng pdhal lg ngebujuk eomma y , n yg lucu lg yoora pas tenggelam sempet2 y mikir k mana2 ha ha ha ha. . . .
    Yoora ngak tau kalo ortu y ada masalah sama hae ya?

    Suka

  14. hohohohohohohoh..
    kenapa semua komennya bilang BAU LAUT…???
    pas baca judulnya pertama kali..kiraen maincastnya heenim…
    ternyata si ikan toh..

    suasana tegang gara2 yoora mau tenggelam kenapa malah ancur gara2 pikirannya yg kemana-mana sih…bukannya mikirin dosa..malah ferarri…-_____-”
    *geleng2 bareng kyu

    awalnya sempet kaget waktu hae bilang dia tunangan ma minji..tp ternyata eh ternyata,,cuma akting toh..

    ah..lanjot ke part 2…*panggil Mr. Taxi buat ke part 2

    Suka

  15. Haiii mencoba untuk baca ff chapter selanjutnya nii habis baca Clown Man.
    Wahhh, semoga Yoora bisa sama Donghae ya. Nyesek sih pas Donghae bilang Yoora ‘dongsaeng’

    Suka

  16. Ehm,,, ceritanya donghae beda kelas sosial sama yoora dsni..
    Dan perselisihan dimasa lalu antara kedua org tua jg jd masalahnya, tp ada mslh apa dulu tn cho dan tn lee smp mereka bubar gitu bisnis sama2 nya??
    Yah apapun itu, masalah org tua dulu skr jd salah sayu penghalang hub anak2 mereka..terkadang keegoisan dan kesombongan org tua yg mengatas namakan demi kebaikan sang anak ga selalu benar. Krn yg tau seperti apa kebahagiaan seseorang adlh org itu sendiri…
    Tp knp hae harus bohong segala?? Bohongin yoora tp ga prnh lupa untuk nemuin yoora drmh minji,, bahkan yg terakhir ituu smp nyium yoora..kau membuat cho yoora bingung lee donghae..
    Semoga mereka nemuin jalan yg terbaik untuk cinta mereka yaa

    Suka

  17. sebenernya apa yg udah keluarga cho lakuin ke keluarga lee sampe” eomma nya donghae semarah itu dan gkk ngijinin hae berhubungan sama yoora

    Suka

  18. aku ngarasa alurnya cepet bgt ya disini atau emng cma perasaan ku aja…tpi sumpah donghae kliatan lemah bgt disini…tpi untung aja yoora trmsuk cwek yg agresif huakakaka..jdi adil kan…

    keep healty

    Suka

  19. Kejadian apa yang menyebabkan perpecahan antara keluarga Cho dan keluarga Lee sehingga membuat ibunya Donghae tak merestui hubungan Donghae dan Yoora. Jadi intinya,cinta terhalang restu orang tua,semoga saja orang tuanya Yoora juga gak melarang cinta mereka nantinya

    Suka

  20. Kasihan donghae n yoora harus saling menyakiti y
    Aq harap donghae memperjuangkn kembali cinta mereka y,, aq tdk rela mereka berakhir, hikzz

    Suka

  21. astaga …. kenap si ikan jadi keliling servise kasihan binggo …..et dah dia sangaaaaaaatttt ganteng ngak cocok jadi officeboy…………trus mereka yodae saling suka tapi minji ad wehh rumit bener ……. sebenarnya sihh aku suka kalau main catsnya kyugembul

    Suka

  22. Annyeong haseyo,, aku reader baru nih.. Salam kenal.. Kebiasaan aku kalau buka blog org pasti yg pertama dicari itu library.. Hehehe.. Penasaran masalah apa di masa lalu yg ngebuat keluarga cho dan lee jadi pecah belah..

    Suka

  23. Lama nggak blogging ff..
    Duhh yg susah tuhh yg begini cinta terhalang restu, ini berarti misterinya ada di knp kerjasama bapak cho dan bapak lee ini tiba2 putus sampek akhirnya keluarga lee bangkrut ya..
    Semoga krn salah paham aja 😇🙏

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s