[2] Cinderella Boy

Author: ULan
Genre: Romance
Length: Part 2
Cast:
Donghae
Siwon
Cho Yoora
.and other cameo.

Apalah arti dari sebuah kehidupan

Jika aku tidak bisa melihat bulat matamu

Jika aku tidak bisa melihat senyumanmu

Jika aku tidak bisa merasakan hembusan nafasmu

Apalah arti dari sebuah kebenaran

Jika kau sama sekali tak bisa melihat bahwa aku hidup hanya untukmu …


Author’s POV

——————-

Yoora melayangkan pandangannya ke luar jendela. Hari ini dia sudah berada di pesawat untuk kembali ke Seoul. Ia melihat bayangan dirinya di kaca. Telunjuknya menyentuh kaca dan menelusuri bayangannya sendiri.

Sementara Donghae sedang berlari sekencang-kencangnya di pinggir jalan sambil berteriak senang membuat beberapa orang yang ada disekitarnya menoleh menatapnya heran. Hari ini dia sangat senang. Hatinya sangat bahagia seperti bunga-bunga yang sedang bermekaran di musim semi.

Yoora’s POV

—————–

Aku membuka pintu rumah tidak sabaran untuk tidur karena sangat lelah di perjalanan. Akhirnya aku jadi juga kembali ke Seoul, padahal Donghae oppa tengah memberikan sesuatu yang.. eumm.. Aku malu menceritakannya.

“Chagiya, kau sudah pulang? Kenapa cepat sekali? Bukankah liburannya masih lagi beberapa hari?” tanya eomma. Aku melihat eomma, appa, Kyuhyun oppa dan … Siwon oppa sedang duduk di ruang keluarga. Aku melangkah mendekati mereka dan duduk di samping eomma.

“Eomma..” aku memeluk eomma rindu. Apa ini pengaruh ciuman yang tadi yah? Aku menjadi sedikit bahagia hari ini.

“Eomma apakah aku mengganggu?” tanyaku lagi.

“Tentu saja tidak anakku.”

“Tumben sekali kalian berkumpul seperti ini. Apa sedang ada bisnis kecil-kecilan?” tanyaku melirik appa dan Kyuhyun oppa. Sekejap kulemparkan pandanganku kepada Siwon oppa.

“Yoora-yah, persiapkanlah dirimu untuk satu bulan kedepan, karena kami  sudah sepakat dan sangat merestuimu menikah dengan Choi Siwon.” Ujar appa padaku. Aku mendelik terkejut mendengarnya. Kulepas rangkulanku di lengan eomma. Kutatap Siwon oppa yang sdang tersenyum padaku. Kebahagiaanku serasa luntur seketika. Sepertinya sedang ada panah yang menusuk jantungku dan membuat jantungku sedikit robek dan berhenti berdetak.

“Kau sangat serasi dengan Siwon Yoora-yah.” Senyum eomma padaku.

“ANI ! Eomma, appa, aku .. aku ..”

“Aku memang tau sekali Yoora-yah kau sangat menyukai Siwon.” Ujar eomma. Bagaimana bisa mereka mengambil kesimpulan seenaknya seperti itu? Mereka tidak mengenalku dengan baik. Mereka tidak tau untuk siapa aku hidup, mereka tidak tahu karena siapa aku bernapas. Apakah aku harus meneriakkan namanya di depan mereka?

“Eomma ! Appa ! Yang aku cinta .. Ada orang lain yang aku cinta !” ujarku.

‘PLAK’

Satu tamparan hangat dari tangan appa ke pipiku membuatku meringis dan terisak mengeluarkan air mata. Kyuhyun oppa dan eomma bangkit memisahkan appa, sementara Siwon oppa bangkit memisahkanku. Aku menepis tangannya. Aku menatap Siwon oppa dengan pandangan tidak sudi disentuh dengannya kemudian melangkah pergi masuk ke dalam kamar.

Aku tertidur di atas ranjang sambil menangis. Mereka seharusnya membiarkanku bahagia dengan pilihanku sendiri, bukannya membuatku menangis menderita seperti ini. Apa yang mereka inginkan? Kalau yang mereka inginkan hanya harta dari Choi Siwon kenapa tidak eomma saja yang menikah dengan namja itu ? Kenapa harus menjodohkanku? Aku tahu eomma dan appa sangat sayang sekali pada Siwon karena Siwon sangat kaya dan mapan. Bayangkan Choi Siwon adalah actor muda yang sukses dan mandiri. Belum juga mengingat latar belakangnya. Appanya mempunyai 7 saham mall di Korea dan Mall itu sangat terkenal dikalangan masyarakat Korea. Harta? Kurang cukup dengan harta yang selama ini kami dapat? Harta penghasilan kedua orang tuaku ditambah 20% harta dariku dan Kyuhyun oppa.

Aku terisak menangis lagi. Kalau tahu begini kejadiannya aku tidak akan pulang kerumah, aku akan langsung meminta Donghae oppa menikahiku.

Donghae oppa.

Mengingat nama itu lagi, aku mengingat kejadian tadi saat terakhir kali aku berada di Mokpo. Tahukah kalian bahwa sentuhannya begitu lembut masih tersisa membekas sampai saat ini di kulitku.

Flashback story.

“Ya ! Kenapa menangis?” tanyanya saat itu. Dia, ah tepatnya tangannya menyentuh kelopak mataku menghapus air mata yang sedang mengalir karenanya. Aku semakin terisak. Anginpun semilir-semilir seperti sedang menyentuhku. Merinding. Bibirnya dengan cepat menyentuh bibirku. Aku terkejut. Apa kalian kira aku bisa berkutik? Ani. Ini seperti mimpi. Rasanya basah. Badanku kaku seperti lumpuh. Tangan kirinya meraih pinggangku untuk memelukku otomatis membuat ciumannya semakin dalam di bibirku. Aku memejamkan mata, menikmati setiap kecupannya. Tangan kanannya bergerak turun ke leherku. Ini pertama kalinya untukku. Aku memang artis, seorang penyanyi. Tapi jangan samakan aku dengan penyanyi-penyanyi yang terlihat mengobral dirinya di hadapan para namja. Tidak denganku. Tubuhku hanya miliknya seorang, Donghae oppa. Tidak peduli dia sudah memiliki tunangan atau tidak. Aku hanya menatap Donghae oppa saja sampai kapanpun.

“Saranghae.” Ujarnya ketika melepas ciumanku. Dia sedikit tersenyum menatapku.

“Apa maumu?” tanyaku.

“Mauku, aku ingin kau menjadi milikku.” Aku terdiam tidak menjawabnya. “ Aku serius, Yoora-yah. Mengenai aku sudah mempunya tunangan aku berbohong. Kang Minji bukan tunanganku. Dia sudah kuanggap dongsaeng. Dan dia adalah sahabat baikku, kau harus tahu itu.”

“Mwo? Kau tidak tunangan dengannya? Jadi selama ini kau membohongiku membuatku sakit sendiri? Apa maksudmu oppa?” dia menggengam jemari tanganku erat-erat. Menatapku dengan pasti.

“Mianhe. Jeongmal mianhe. Aku juga menunggu hari ini tiba. Aku hanya takut untuk berhubungan denganmu.”

“Oppa..” aku hendak memotong pembicaraannya.

“Tapi kali ini aku tidak ingin banyak berbohong lagi, sudah lama aku mempunyai rasa suka dan sayang padamu, Yoora-yah. Maukah menjadi yeojachingu oppa?”

Kutatap mata sayunya. Apa yang harus kulakukan? Ini cepat sekali seperti mimpi. Aku tidak mengerti dengannya apa alasannya membohongiku. Aku tidak peduli. Yang jelas aku sangat menunggu mimpi ini. Aku akan menatap untuk hari ini dan seterusnya. Tidak mudah untuk menyia-nyiakan kesempatan ini. Bertahun-tahun aku menunggunya dan tidak mungkin untuk membuatku menggeleng menolak pengakuannya yang menyatakan ingin menjadi kekasihku. Aku mengangguk mengiyakan.

“Sinca? Kau mau denganku? Aku ini orang miskin.”

“Lalu aku harus menikah dengan Choi Siwon yang kaya raya itu? Oppa, aku sangat mencintaimu.”

“Apa yang kau lihat dariku?”

“Molla. Aku hanya bisa menatap bayanganmu saja, oppa.”

“Nado, Yoora-yah. Aku juga seperti itu.”

“Lalu?” tanyaku ragu.

“Lalu ..” ujarnya sambil memiringkan kepalanya dan mencium bibirku lagi. Desahan napasnya begtu keras terdengar di telingaku. Tangannya mendorong kepalaku membuat ciuman kami semakin dalam. Kami berciuman sangat lama. Aku melepasnya lebih dulu. Sudah saatnya pergi dari Mokpo. Aku akan kembali ke Seoul. Donghae oppa mengantarku ke Bandara dan kami bertukaran nomer handphone dan email. Dia menyuruhku menunggunya menyusul ke Seoul. Aku tidak pernah sebahagia ini sebelumnya.

Flashback end.

Bolehkah aku kembali menangis? Aku tidak mempunyai banyak tenaga untuk bangun. Aku tidak akan pernah mau mengikuti saran appa dan eomma lagi. Aku tidak mau menikah dengan namja yang tidak aku cinta. Andwe, itu tidak akan pernah terjadi dan tidak mungkin terjadi. Aku yakin ini hanyalah mimpi. Mimpi.

Donghae’s POV

———————

Aku membuka pintu dan melihat seorang namja bertubuh tinggi berdiri di hadapanku. Namja itu melepas kacamata hitamnya dan sedikit memberikan senyum simpulnya. Aku mengenal siapa namja ini. Cho Kyuhyun. Dia sahabat dekatku.

“Lee Donghae.”

“Hyun-ah.” Begitu aku memanggilnya.

“Masih saja kau memanggilku seperti itu. Aku bukanlah yeoja, araseo.” Aku sedikit tertawa menanggapinya. Kulangkahkan kakiku menghampirinya dan menepuk bahunya.

“Tumben sekali kau kesini Cho Kyuhyun, ada apa?” tanyaku.

“Aku sedang ingin berlibur. Sudah lama aku tidak menginjak daerah ini.”

“Masuklah Cho Kyuhyun selagi eomma belum pulang dari pasar.”

Eomma, sangat membenci keluarga Cho. Eomma sangat trauma atas kematian appa. Beliau kira kematian appa atas kesalahan keluarga Cho. Tapi tidak. Appa memang sudah lama punya penyakit kanker tapi dia tidak mengijinkanku memberitahukannya pada eomma. Kyuhyun namja yang sangat baik. Setiap bulan dia selalu mengirimkan uang untukku. Aku sudah melarangnya keras tapi dia juga sangat keras kepala untuk tetap memberiku uang dengan alasan ingin menebus kesalahan appanya. Sering sekali aku berdebat dengannya hanya karena hal ini. Mentang-mentang dia sudah membuka usaha kecil-kecilan di dekat sungai Han seenaknya saja membuang-buang uangnya hanya untuk menghidupiku. Tidak tahukah aku banting tulang bekerja keras untuk mencari uang?

“Kau sudah bertemu dengan Yoora?” tanyanya. Aku tersenyum menatapnya. Kyuhyun duduk di sofa.

“Ne, Yoora sudah bercerita?” tanyaku. Kyuhyun mengangguk.

“Aku ingin bertemu dengannya lagi. Dia cantik sekali.” Sambungku lagi.

“Kau ingin bertemu dengannya lagi? Jeongmalyo?” tanya Kyuhyun.

“Ne. Bolehkah?”

“Boleh saja. Tapi ada sedikit kabar buruk untukmu hae-yah. Yoora telah dijodohkan dengan Choi Siwon.” Ujar Kyuhyun. Aku benar-benar terdiam mendengarnya. Berita apa ini Tuhan? Kenapa gadis itu sangat berpengaruh sekali dihidupku? Menunggunya lama dan menyambutnya dengan sangat cepat. Sangat bahagia sekali ketika tahu dia hidup dengan baik. Dan detik ini juga kebahagiaan itu luntur rasanya. Aku seperti tidak tahu apa arti dari kebahagiaan.

“Ne..”

“Lalu apa rencanamu? Kalau memang benar kau menyukai Yoora, tidak bisakah kau sedikit berjuang untuknya? Mungkin aku bisa sedikit membantumu.” tanya Kyuhyun. Aku terdiam mencerna semua apa yang dikatakan oleh Kyuhyun.

Author’s POV

——————–

Donghae terdiam masih mencerna semua perkataan Kyuhyun yang terlintas di memorinya. Ucapan Kyuhyun seperti berlalu lalang di atas kepalanya dan sedikit menggema ditelinganya.

“Minji-yah bisa buatkan minuman untuk sahabatku?” tanya Donghae saat melihat Minji melintas dihadapannya. Minji adalah teman dekat Donghae. Dia tahu sekali bagaimana Donghae. Bagaimana Donghae saat bercerita mengenai Cho Yoora cinta pertamanya, bagaimana Donghae menangis hanya karena rindu dengan Cho Yoora, bagaimana Donghae banting tulang mencari uang hanya untuk pergi ke Seoul untuk bertemu dengan bintang superstar itu. Kang Minji sangat tahu apapun tentang Donghae.

“Ne..” jawab Minji. Donghae kembali terdiam memikirkan nasibnya. Sementara Kyuhyun dengan santainya menyilangkan kakinya bersandar pada sofa sambil bersiul-siul. Ini membuat Minji melihat kesal kea rah Kyuhyun. Ia bersembunyi di balik pintu dapur sekejap melirik Kyuhyun dengan tatapan sinis ingin menerkam.

‘Aku tahu siapa namja itu. Dia adalah Cho Kyuhyun. Walapun ini pertama kalinya aku bertemu langsung dengannya, tapi dia benar-benar sangat tampan. Bagaimana mungkin di dunia ini ada namja setampan Cho Kyuhyun. Hal yang mustahil, aku yakin namja ini menggunakan hal yang tidak-tidak untuk kesuksesannya. Aku akan sedikit mengerjainya.’ Batin Minji dalam hatinya. Ia melangkah mengambil gelas dan segera membuat sesuatu.

Lima menit kemudian, Kyuhyun meminum teh yang dibuat Minji tak lama kemudian dia menyemburnya ke wajah Donghae. Dalam hati Minji menyeringai melihatnya.

*

Kediaman keluarga Cho …

Tok.. Tok.. Tok ..

“Yoora, buka pintunya .. Ayo kita makan malam..” ujar Mrs. Cho dari luar. Yoora tidak menjawab. Dia masih meringkuk di kasur. Tubuhnya di balut selimut. Matanya sembab dan wajahnya pucat.

“Cho Yoora … ! Buka pintunya … !!” kali ini Mr. Cho yang bicara. Yoora tetap terdiam tidak menjawab. Ia merasa dirinya sudah sangat hancur. Ia selalu membayang-bayangkan bagaimana menikah dengan Choi Siwon bukan Lee Donghae.

*

Mokpo..

Donghae duduk terdiam di ruang tamu. Sama sekali tidak fokus dengan saluran Tvnya. Pikirannya kalut dan perasaanya sedang gelisah. Karena frustasi akhirnya dia mengacak-acak rambutnya.

“Kau memikirkan Yoora lagi ?” tanya Mrs. Lee yang sedari tadi duduk di atas meja makan dekat dengan ruang tamu. Tangannya menghitung uang tapi matanya melirik kea rah Donghae. Donghae membalikkan muka ke belakang melihat eommanya kemudian balik lagi ke depan.

“Eomma..” Donghae sudah tidak bisa berkomentar apa-apa lagi. Donghae bangkit berjalan duduk di samping eommanya.

“Eomma, bolehkah aku bunuh diri?” tanya Donghae kemudian. Mrs. Lee memukul kepala anaknya menggunakan uang.

“Siapa yang mengajarimu hah? Katakan sekali lagi kalau tidak eomma yang akan bunuh diri !” marah Mrs. Lee. Donghae berdecak.

“Mianhe eomma..” namja tirus itu memeluk eommanya.

“…” tidak ada jawaban dari Mrs. Lee.

“Donghae-yah, bawakan Yoora untukku ..” ujar Mrs. Lee membuat Donghae terkejut.

“M.. Mwo?”

“Ne, bawakan Yoora untukku juga.” Tenang Mrs. Lee.

“E.. Eomma.. Kau.. Kau setuju ?” tanya Donghae. Mrs. Lee mengangguk menyetujui.

“Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga Donghae-yah..”

Donghae memeluk Mrs. Lee erat. Ia sudah tidak bisa berkomentar apa-apa lagi. Yang hanya ia tunggu adalah restu dari eommanya baru bisa dia bertindak untuk menculik Yoora.

*

Sampai keesokan harinya Yoora belum juga mau membuka pintu. Mrs. Cho dan Mr. Cho sangat khawatir dengan keadaannya. Sampai-sampai mereka meminta bantuan Siwon untuk mendobrak pintu. Dan akhirnya mereka bisa masuk ke dalam atas bantuan Siwon dan mendapati Yoora sedang terbaring lemah di atas tempat tidur. Siwon langsung mengangkat Yoora ke dalam gendongannya dan membawanya pergi ke rumah sakit.

Siwon duduk termenung di kursi tunggu setelah mengantar Yoora ke rumah sakit. Yoora mengidap asam lambung karena sudah sehari tidak mau makan. Han Min mi, manajer Siwon datang menghampiri dan duduk disampingnya.

“Eoteoke? Apakah Cho Yoora baik baik saja?” tanya yeoja polos di samping Siwon.

“Tentu saja dia tidak baik karena tidak makan sehari.” Ujar Siwon. Mereka terdiam.

“Begitu ?” tanya Min mi asal. Siwon menatapnya bingung.

“Mworago?” tanya Siwon.

“Benarkah akan menikah dengannya?” terdengar dari nada suaranya Han Min mi ingin menangis. Siwon mengangguk.

“Ne.”

“Kau akan segera kehilangan fansmu.” Ujar Min Mi.

“Lebih baik aku kehilangan mereka daripada aku harus kehilangan Cho Yoora.” Ujar Siwon membuat Han Min Mi terdiam tanpa kata.

Yoora’s POV

—————-

“Cho Yoora ..” ujar seseorang membuka pintu kamarku. Seseorang yeoja cantik memasuki ruanganku tangannya menggenggam bunga untukku. Dia adalah Lee Hanwoo, rekan kerjaku di H entertainment dan juga teman sekamar saat aku di training dulu.

“Ada apa denganmu? Wajahmu pucat sekali.” Ujarnya.

“Hanwoo-yah tolong antarkan aku ke Mokpo .. jebal..” aku bangkit berusaha melepas infusku tapi Hanwoo menahanku.

“Ya ! Kau gila, kau sedang sakit, aku tidak ingin kau tambah parah, jangan gila Cho Yoora.”

“Aku tidak ingin tinggal disini, tolong aku sekali saja Hanwoo-yah aku tidak mau menikah dengan namja selain Donghae oppa …” tangisku pada Hanwoo. Hanwoo menaruh bunganya di atas meja kemudian memelukku erat tidak menginginkanku menangis seperti ini.

Siwon’s POV

——————

Aku memundurkan langkahku ketika mendengar pernyataan Yoora dari dalam. Dari suaranya dia seperti benar-benar mencintai namja itu. Aku membalikkan badanku dan mendapati Han Min Mi manajerku sudah berdiri di hadapanku.

“Kau mendengarnya juga?” tanyaku. Han Min Mi mengangguk. Kuraih tangannya kemudian mengajaknya pergi darisini.

“Temani aku jalan-jalan.” Pintaku.

Aku terus menginjak pedal gas menjalankan mobilku ke sebuah mall. Aku berhenti di parkiran memakai penyamaranku, topi, masker, jas, dan kacamata hitam. Semenjak jadi artis hidupku berubah. Aku tidak bisa bebas kemanapun aku ingin pergi. Ini begitu membosankan. Tapi karena ini pilihanku aku tidak begitu memikirkannya atau merasa tertekan dengan hidup seperti ini. Cuma terkadang saja jika aku sedang melihat orang-orang yang bisa bebas berlalu lalang di atas trotoar, aku jadi ingin seperti mereka.

“Apa aku sudah terlihat tampan mengenakan ini ?” tanyaku pada Han Min Mi yang sedari tadi diam menatapku. Kubuka seat beltnya. Ketika hendak membuka pintu mobil dia menarik tanganku.

“Kita mau kemana?”

“Aku ingin membelikan sesuatu untuk Cho Yoora.”

“Dia tidak mencintaimu, berhentilah mencintainya, oppa.” Ujarnya. Aku membalikkan badan menghadapnya lalu menatapnya heran.

“Suatu saat dia akan mencintaiku, araseo. Kajja.” Aku membuka pintu mobil meninggalkannya yang masih mencelos di dalam sana.

Dua jam kemudian aku sudah kembali duduk di rumah sakit menemani Cho Yoora. Dia terlihat diam dan tampak lemas. Cho Yoora tersenyum ke arahku. Aku membalas senyumannya.

“Bagaimana keadaanmu? Malam ini aku yang menggantikan eomma dan appamu Yoora-yah. Aku yang akan menjagamu.”

“Ne, aku sudah agak baikkan, oppa.” Ujar yeoja itu. Aku mengeluarkan sesuatu dari tas belanjaanku tadi dan menaruh tas belanjaan di atas meja. Aku memperlihatkan ice cream yang aku beli padanya.

“Kau sangat menyukainya kan.. Makanlah, siapa tau kau bisa bersemangat lagi. Jangan memikirkan perjodohan itu dulu. Aku tidak ingin melihatmu seperti ini.” Ujarku. Dia terdiam menatapku. Tidak terlihat lagi senyum yang mengembang di wajahnya. Matanya menyratkan kesengsaraan. Apa sebegitu mengerikan menikah dengan seorang Choi Siwon?

“Apa perlu aku suapi?” tanyaku. Yoora kembali tersenyum setidaknya ini membuatku sedikit lega bahwa ia masih bisa menyunggingkan senyum manisnya untukku.

“Ani oppa. Aku sedang tidak ingin makan ice cream. Itu untukmu saja.”

“Jeongmalyo? Baiklah. Aku akan memakannya dihadapanmu juga.” Aku membuka pembungkus ice cream kemudian menggigit ice cream itu pelan.

“Kau tau ini ice cream terenak tapi kau malah tidak suka.”

“Ani oppa, aku sedang tidak ingin.”

“Ne, baiklah..”

Author’s POV

—————–

Hari ini Donghae mengantar Kyuhyun ke Pantai Mokpo. Rencananya Kyuhyun ingin memancing hari ini. Mereka duduk berdua di atas perahu sambil memperhatikan pancingannya masing-masing yang tertancap di sebuah lubang. Kyuhyun memejamkan matanya menghirup udara segar pantai Mokpo.

“Hae-yah aku sangat menyukai pantai ini. Bau lautnya sangat khas.”

“Kau sama saja seperti Cho Yoora.”

“Jeongmalyo? Tapi aku dengannya berbeda. Dia menyukai Mokpo karena kau berada di Mokpo Donghae-yah sementara aku tidak.”

“Apa maksudmu berkata seperti itu hyun-ah.”

“Ya ! Hentikan memanggilku seperti itu. Itu terlihat seperti yeoja, menjijikkan.” Marah Kyuhyun pada Donghae. Donghae hanya tersenyum.

“Apa saja yang sudah kau lakukan pada dongsaengku? Apa kau sudah menidurinya?” goda Kyuhyun membuat Donghae tiba-tiba tersedak.

“Ya ! Bicara apa kau? Kau tidak perlu tahu Cho Kyuhyun.”

“Aku harus tahu. Aku oppanya. Saat dia pulang dia sangat terlihat bahagia sekali. Aku mengenalnya dengan baik walaupun aku selalu terlihat tidak peduli dihadapannya. Apa kau .. menciumnya? Hmm?” Kyuhyun mendekatkan tubuhnya mencoba menggoda Donghae yang sudah malu-malu.

“Cho Kyuhyun hentikan tingkahmu itu, babo !” Donghae memukul pundak Kyuhyun membuat Kyuhyun meringis menatapnya.

“Kau tahu, eommaku sudah merestuiku untuk menikah dengan Yoora.” Ujar Donghae menunduk membuat Kyuhyun menatapnya.

“Jadi aku sudah boleh bertemu dengan ajuhma? Kapan aku bisa bertemu dengannya? Aku sangat merindukan masakannya.”

“Kau ingin bertemu dengan eomma? Baiklah, nanti kau bisa bertemu dengan eomma. Semoga dia bisa menerimamu.”

“Tentu saja dia akan menerimaku, aku tahu bagaimana ajuhma.”

“Sok tau.” Donghae mendorong Kyuhyun.

“Ya !” marah Kyuhyun. Mereka terdiam untuk beberapa saat.

“Lalu apa rencanamu tuan Lee?” tanya Kyuhyun lagi. Donghae menoleh kearah Kyuhyun sambil mengangkat pundaknya.

“Molla. Apa kau ada ide tuan Cho?”

“Pernikahannya masih lagi sebulan jadi kita masih mempunyai sedikit waktu untuk memikirkannya. Kita lihat saja nanti.”

*

Rumah Sakit …

“Hentikan oppa, aku sedang tidak ingin makan.” Ujar Yoora ketika Siwon hendak memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Siwon menghela napasnya melihat Yoora seperti ini tapi dia juga belum ingin menyerah. Dia sudah bertekad suatu saat Yoora pasti akan melihatnya. Melihatnya ada di dunia ini.

“Yoora-yah, makanlah.. Kau terlihat pucat sekali.” Ujar Siwon masih berusaha menyuruh Yoora makan.

“Aku ingin pulang oppa. Aku sudah tidak sakit lagi. Aku harus melakukan photoshoot di Jeju, aku juga harus tampil di acara Proud and Pride. Banyak sekali. Aku tidak bisa tidur terus menerus seperti ini.”

“Maka dari itu, makanlah. Dengan begitu kau akan cepat keluar dari rumah sakit. Kajja, buka mulutmu. Aaaa…” pinta Siwon. Siwon hendak menyuapi Yoora lagi. Dan usahanya berhasil. Yoora membuka mulutnya membuat Siwon tersenyum menyuapi makanan ke dalam mulut Yoora.

*

Donghae’s POV

———————-

Aku tersenyum ketika melihat eomma memeluk Kyuhyun. Dan Kyuhyun terlihat begitu senang dipeluk eomma seperti itu. Aku sudah takut eomma tidak akan menerima Kyuhyun. Tapi ternyata ini diluar dugaanku. Bahagia sekali melihatnya seperti ini.

Aku dan Kyuhyun berjalan beriringan menuju rumah Minji setelah dia pamit kepada eomma. Eomma sempat meminta Kyuhyun membawa Yoora kesini dan sempat mengatakan Yoora akan lebih bahagia tinggal disini daripada di Seoul. Kyuhyun hanya tertawa menanggapi. Ini benar-benar seperti mimpi. Tuhan memberikanku keajaiban. Tapi .. Apakah setelah ini Tuhan masih berada dipihakku? Aku  sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa.

“Lee Donghae apakah kau rutin seperti ini datang kerumah yeoja itu hanya untuk mengecek keadaannya? Apakah dia tidak bisa hidup dengan mandiri?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Ne. Waeyo? Aku setiap hari melakukannya. “

“Aiish .. Dasar yeoja manja.”

“Ya, jangan mengatainya seperti itu aku tidak suka.” Belaku saat tahu Kyuhyun mengata-ngatai Kang Minji.

“Cih. Kau menyukainya Lee Donghae?”

“Ani. Aku sudah menganggapnya dongsaeng. Dan dia sangat mengenalku dengan baik bagaimana mungkin aku bisa meninggalkannya.”

Kyuhyun tidak menjawab ucapanku ketika kami sudah sampai di sebuah rumah yang dasarnya dicat berwarna putih. Berbeda sekali dengan rumahku yang seluruhnya masih beton berwarna abu-abu.  Aku memasuki rumahnya dan mulai mencarinya di dapur. Aku sangat hapal betul jam segini Minji sedang berada di dapur untuk memasak. Masakannya sangat enak. Dan benar saja Minji sedang mengaduk-ngaduk masakannya di panci.

“Oppa..” kagetnya. Minji lahir dibawahku satu tahun. Aku tersenyum menatapnya.

“Malam ini kau memasak apa?” tanyaku.

“Aku masak banyak sayuran, oppa. Kau pasti menyukainya.” Sekejap aku melirik kea rah Kyuhyun yang sedang bersandar di sofa. Namja itu memonyong-monyongkan bibirnya seperti orang gila. Kemudian aku kembali menatap Minji.

“Tapi sayangnya tamu kita tidak menyukai masakanmu.” Ujarku membalikkan badan pergi mencari Kyuhyun.

Dan benar saja saat aku mengajak Kyuhyun duduk di meja makan bersama Minji, Kyuhyun bengong menatap semua makanan yang berjejer di atas meja. Makan malam kali ini adalah capcay dan sayur hijau.  Minji menyendokkan nasi di atas mangkukku.

“Ya ! Kenapa hijau semua?” ujar Kyuhyun mulai kesal.

“Wae? Kau tidak suka makan sayur?” Minji mulai protes.

“Aku tidak suka.” Jawab Kyuhyun.

“Pantas saja mukamu jerawatan seperti itu. Kalau kau tidak suka kau bisa makan dagingnya saja, jangan manja.” Ujar Minji sambil menaruh daging ayam di mangkuk Kyuhyun. Kyuhyun menggertakkan giginya kesal. Aku hanya menunduk menahan tawa lucu sekali melihat mereka berdua.

Yoora’s POV

—————-

Kulirik jam yang menunjukkan pukul delapan malam. Mala mini tiba-tiba aku merindukan oppaku. Kemana dia? Sudah dua hari dia tidak kunjung menjengukku. Dia memang terlihat angkuh dan tidak peduli dihadapanku tapi aku tahu dia sangat menyayangiku. Setelah Siwon berhasil menyuapiku dan memberikanku obat aku merasa ngantuk sekali dan menguap berkali-kali. Apakah ini pengaruh obat?

“Tidurlah Cho Yoora, sudah waktunya tidur.”

“Ani, baru jam delapan aku ingin menonton Tv.” Tolakku. Entah kenapa aku tidak bisa jahat dihadapan namja ini.

“Nanti saja menontonnya kalau kau sudah sembuh.” Ujarnya. Aku sedikit kesal mendengar ucapannya dia seperti mengekangku. Apa eomma dan appaku sudah gila menjodohkanku dengan namja ini? Cih.

“Kau mengekangku, oppa. Aku ingin menonton Tv.” Paksaku. Padahal aku sebenarnya mengantuk sekali. Tapi aku malas harus menuruti semua perintahnya.

“Baiklah, terserah kau saja.” Aku sedikit tersenyum ketika mendengarnya mengalah berdebat denganku. Kami terdiam. Aku masih rebahan di atas kasur menatap layar Tv. Aku tidak tahu acara apa yang sedang aku tonton. Sama sekali tidak masuk di otakku. Malam ini aku hanya ingin sendiri  tapi namja ini selalu ada disampingku.

“Cho Yoora, gwenchana?” tanya namja itu. Aku menoleh.

“Gwenchana, waeyo?”

Namja itu menarik membenahi selimutku dan tangannya kurasakan menyentuh kepalaku mengelusnya lembut. Dia tersenyum memperlihatkan lesung pipinya. Tampan. Dia memang tampan. Tapi tentu saja ketampanannya masih kalah dengan namjaku, Lee Donghae.

“Kalau sudah merasa lelah, tidurlah. Aku akan menjagamu.” Ujarnya. Namja ini baik bukan? Apa pantas aku memaki-makinya? Tidak akan mempan. Beribu kali aku memaki-makinya dia akan tetap lembut seperti ini, jadi buang-buang tenaga saja menurutku jika aku berteriak-teriak hanya untuk memakinya karena dia memang menyukaiku sudah lama. Aku tahu itu. Tapi aku sama sekali belum menjawab pertanyaannya.

Donghae’s POV

———————

Aku membantu Minji mencuci piring di dapur begitu juga Kyuhyun. Kyuhyun terlihat kaku sekali seperti tidak pernah mencuci piring dan itu yang daritadi Minji ributkan dengan Kyuhyun. Minji mengata-ngatainya dan Kyuhyun sedikit tidak terima dengan perlakuan Minji.

“Ya, kenapa kau cerewet sekali, hah? Jangan meledekku, aku tahu bagaimana cara mencuci piring dengan baik dan benar.”

‘PRANG..’

Saat mengatakan itu Kyuhyun tidak sengaja menjatuhkan piringnya sepertinya tangannya licin dan dia tidak fokus karena Minji mengajaknya berdebat. Aku hanya tertawa kecil mendengar mereka.

“Ya ! Apanya yang bisa mencuci dengan baik dan benar? Dasar namja babo.” Ketus Minji. Aku heran kenapa Minji menjadi seperti ini dihadapan Kyuhyun. Yang kutahu Minji adalah yeoja yang sangat lembut.

“Aiishh …” Kyuhyun mulai kesal. Aku sudah tidak perduli apa yang mereka bicarakan. Aku menatap kosong ke depanku sambil membilas piring yang berisi busa. Gadisku sedang apa disana? Aku sedang tidak ada pulsa untuk menghubunginya. Ingin sekali aku bertemu dengannya hanya untuk melihatnya hidup dengan baik disana.

“Aaww..” lamunanku buyar ketika melihat telunjuk Minji berdarah. Aku menaruh piring dengan cepat ketempatnya dan mematikan kran.

Lima menit kemudian aku sudah duduk berhadapan dengan Minji sementara Kyuhyun sedang berada di luar mencari sinyal karena ada yang menelponnya.

“Kau seperti tidak menyukai Kyuhyun. Dia itu sahabatku, tidak bisakah kau berteman dengan baik dengannya?” tanyaku mencairkan suasana. Aku membalut perban di telunjuknya.

“Molla. Dia sangat menyebalkan.”

“Aku curiga padamu, kau menyukainya?”

“Hentikan berkata yang tidak-tidak oppa.”

“Aku mengenalmu lama.”

“Eotteoke Yoora? Kau tidak menghubunginya?” dia mulai mengalihkan pembicaraan.

“Aku sedang tidak ada pulsa.”

“Ya ! Tidak bisakah kau membeli pulsa hanya untuk menelponnya saja? Jangan menyiksa dirimu, oppa.”

“Merindukannya sangat menyenangkan.” Tambahku membuatnya terdiam.

“Terserahmu saja.” Ujarnya kemudian.

“Besok eomma akan pulang dari pesiar tapi appa masih menyelesaikan pekerjaannya dan baru sebulan lagi akan pulang . Mereka memintaku untuk mencari kuliah di Seoul. Kau tahu aku lulus test online di Kyunghee university. Jadi, bisakah kau mengantarku pergi untuk melihat-lihat rumah kontrakkan, oppa? Aku tidak kenal siapa-siapa disana.”

“Jeongmalyo? Kau benar ingin kuliah di Seoul? Kalau begitu kau dengan Kyuhyun saja. Aku tidak ikut. Dalam tiga hari ini aku masih disibukkan dengan pekerjaanku.”

“Mwo? Dengan namja itu? Ya ! Oppa, aku tidak mengenalnya. Lagian apa kau tidak takut dengannya menitipkanku padanya? Dia itu menyeramkan oppa.”

“Apanya yang menyeramkan, jangan berbicara yang tidak-tidak lagi pula aku mengenalnya dengan baik.”

“Tapi eomma, appa menyuruh kau yang menemaniku oppa. Apa kau tidak merindukan Yoora?” aku terdiam mendengar ucapannya. Tentu saja aku sangat merindukan gadisku. Tiba-tiba Kyuhyun masuk membuyarkan lamunanku.

“Hae-yah, sepertinya aku harus kembali besok. Yoora masuk rumah sakit dua hari yang lalu.”

“Mwo? Ya, kau tidak ingin melihat gadismu, oppa?” Minji mulai mendesakku. Yoora sakit? Sakit apa dia? Apa aku harus menjenguknya ke Seoul? Tapi bagaimana dengan pekerjaanku? Gajiku pasti akan dipotong oleh atasanku. Menjadi OB tidaklah gampang.

“Dia sakit apa?”

“Kata eomma dia mengidap asam lambung.”

“Apa dia tidak makan dengan baik?”

“Molla.”

“Bolehkah aku ikut denganmu besok?”

“Tentu saja.” Jawab Kyuhyun. “Apa kau mau menculiknya langsung?” tanyanya lagi. Aku terdiam tidak tahu harus menjawab apa. Yang aku pikirkan hanyalah sebentar lagi aku akan bertemu dengan gadisku dan aku yakin dia akan baik-baik saja setelah ini.

Author’s POV

——————–

Keesokan harinya …

Hanya memerlukan waktu satu setengah jam mereka telah sampai di Seoul. Kyuhyun menyetir mobilnya dengan santai. Donghae duduk disamping Kyuhyun sementara Minji duduk di belakang.

“Apa kau bernapas dengan baik Lee Donghae?” goda Kyuhyun yang tahu betul seperti apa perasaan Donghae saat ini. Donghae hanya tersenyum kecil menjawab pertanyaan Kyuhyun. Dan tidak sampai menunggu lama Kyuhyun membelokkan stir mobilnya berhenti tepat di depan gedung yang sangat besar.

“Sudah sampai, turunlah. Biar aku yang mengantar gadis ini mencari kontrakan.” Ujar Kyuhyun.

“Jeongmalyo?” Donghae langsung menoleh ke arah Minji.

“Hhh.. Baiklah. Temui gadismu itu, oppa. Aku akan mengalah untukmu hari ini.” Donghae mengusap-usap kepala Minji.

“Gomawo MInji-yah, Kyuhyun-ah.” Donghae membuka pintu dan segera berlari memasuki rumah sakit besar ini. Kyuhyun menatap Minji dari kaca.

“Tidak bisakah kau duduk di depan?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Tapi MInji hanya bengong saja tidak menjawab pertanyaan namja di depannya.

“Ya ! Apakah kau tuli?”

“Kau berbicara denganku?”

“Lalu sama siapa lagi? Cepat pindah ke depan.”

“Ani aku tidak mau.”

“Kalau begitu turunlah dan jangan ikut denganku.”

“Ah kau mengusirku tuan Cho? Baiklah aku akan pergi menyusul Donghae oppa. Mulutmu benar-benar manis ketika berada di depan Donghae oppa. Tapi kau malah mengusirku. Baiklah.” Minji hendak membuka pintunya.

“Apa kau tidak sayang padanya? Kau akan menyusulnya dan merusak pertemuan mereka, hah? Jangan banyak omong cepatlah pindah ke depan.”

Lima menit kemudian Kyuhyun tersenyum senang sambil menyetir mobilnya sementara Minji tersenyum kaku. Setelah bersusah payah berdebat dengan Minji akhirnya Kyuhyun berhasil menyuruhnya untuk duduk disampingnya.

“Kau mau apartement seperti apa? Aku akan mencarikannya.”

“Apartement?!” kaget Minji.

“Kenapa kau kaget seperti itu?”

“Aku sedang mencari rumah kontrakan tuan Cho, bukan apartement. Aku ingin mencari rumah dengan ukuran small tapi fasilitasnya lengkap. Aku juga ingin tempat tidurnya nyaman.” Ujar Minji.

“Ya, babo. Mana ada yang seperti itu di Seoul. Setahuku yang namanya rumah kontrakan ukurannya sangat kecil dan tidak mendapat fasilitas lengkap yang seperti kau inginkan. Lagian tinggal di rumah kontrakkan itu sangat membahayakan bagi seorang yeoja. Apa kau tidak mau mengikuti saranku untuk tinggal di apartement?” tanya Kyuhyun.

“Aku sudah bilang padamu, tuan Cho ..”

“Berhentilah memanggilku tuan Cho. Aku tidak setua itu. Pangil aku Kyuhyun.” Potong Kyuhyun. Minji menghela napas.

“Oke, Kyu.. hyun-ssi. Aku ingin mencari rumah yang sederhana saja dekat dengan kampusku, tidak peduli bahaya yang akan datang menerjangku.”

“Ya, kau keras kepala sekali Minji-ssi. Tinggal di apartement saja, rumah kontrakan sangat berbahaya untukmu.”

“Kau kira aku mempunya uang yang banyak? Kalau aku mempunyai uang yang banyak aku tidak akan memintamu untuk mencarikan rumah kontrakan.”

“Sudahlah, turuti perintahku. Uang muka biar aku saja yang bayar dulu kau bisa melunasinya kapan-kapan. Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa. Harusnya kau bersyukur Lee Donghae mempunyai sahabat yang baik dan tampan sepertiku.”

“Mwo?!” kesal Minji. Tapi tahukah kalian bahwa dia tidak benar-benar kesal pada namja yang sedang duduk disampingnya. Saat ini hatinya benar-benar luluh terhadap namja yang bernama Cho Kyuhyun.

Cho Kyuhyun, kau namja yang sempurna lebih dari yang sering aku lihat kau di siaran Tv. Kau begitu tampan bagaikan malaikat. Dari caranya dia berbicara padaku, aku memperhatikannya secara detail kelakuannya. Kenapa dia sebaik itu padaku? Padahal aku sudah menunjukkan rasa tidak sukaku akan kehadirannya. Sudah kubilang dari awal dia itu tampan sekali. Apakah aku sudah mulai menyukainya?

*

Donghae membuka pintu dan benar-benar melihat Yoora sedang terbaring di ranjang. Donghae menutup pelan pintunya agar tidak membangunkan Yoora dan berjalan mendekati yeoja yang sedang tertidur lelap itu.

Donghae duduk di kursi dekat dengan Yoora. Ia tersenyum menatap wajah pucat Yoora. Mau sepucat apa wajah yeoja ini, ia akan tetap mengatakan bahwa gadisnya adalah yeoja tercantik di seluruh dunia. Kamar ini begitu sepi. Telunjuk Donghae menyibak poni Yoora dan saat itu juga Yoora terbangun dan terkejut melihat siapa namja yang sedang berada dihadapannya. Yoora masih belum sadarkan diri. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya.

Mimpi itu terasa nyata. Bahkan Siwon oppapun terlihat seperti Donghae oppa saat ini. Aku benar-benar merindukannya. Apa aku sudah berada dalam tahap kegilaan? Ya, mungkin aku sudah gila.

“Yoora-yah ..”

Suaranya. Aku masih mengingat betul suaranya masih terekam jelas di memori otakku bahwa suara ini adalah milik Lee Donghae, bukan milik Choi Siwon.

“Donghae oppa..” ujar Yoora.

“Ne.. Bangunlah, sudah siang. Apa aku mengganggu tidurmu?”

“Apa kau benar Donghae oppa?” tanya Yoora masih tidak percaya.

“Benar.”

“Ani.. Ini tidak mungkin. Donghae oppa tidak tahu aku ada di rumah sakit.”

“Sudah kukatakan aku selalu memperhatikanmu dari jauh Cho Yoora. Bangunlah, kau tidak mau menyambutku?”

Donghae’s POV

———————-

Akhirnya aku melihatnya juga. Wajahnya pucat sekali tetapi dimataku mau sepucat apa wajahnya aku tetap mengatakannya cantik. Dia memang benar-benar indah dimataku. Dia bersandar di papan setelah lama dia tidak sadarkan diri karena melihatku. Dia sangat tidak percaya bahwa aku berada di hadapannya saat ini.

“Rambutmu kusut sekali kau pasti tidak menyisirnya dengan baik. Kau tahu, aku sangat menyukai rambut panjangmu. Sangat indah.”

“Kau berlebihan oppa.” Jawabnya sambil tersipu malu. Aku membuka laci untuk mengambil sisir kemudian aku bangkit menyisir rambutnya pelan hingga menjadi rapi. Kami sama-sama terdiam. Setelah kulihat rambutnya sudah rapi aku menaruh sisir di atas meja kemudian memeluknya dari belakangdan sedikit mengambil tempat disampingnya. Kubenamkan wajahku dipundaknya.

“Mianhe.. Mianhe aku tidak pernah menghubungimu.Jeongmal bogoshipo.”

“Na do bogoshipo.. Aku selalu memikirkanmu.”

“Mianhe.. Apa kau sudah makan?” tanyaku.

“Nanti saja kalau suster sudah datang membawakannya untukku.”

“Bagaimana pekerjaanmu, oppa?” tanyanya.

“Tenang saja, aku sudah mengambil cuti, bosku sangat baik.” Aku berusaha tersenyum untuknya.

“Oppa, bawa aku ke Mokpo hari ini juga.. Jebal ..”

“Ani ..”

“Wae? Oppa, kau tahu aku akan dijodohkan dengan Choi Siwon, aku tidak mau. Aku hanya ingin menikah denganmu jadi tolong bawa aku ke Mokpo sekarang juga! Apa kau merelakanku dengan namja itu ?” tanyanya panjang lebar. Aku mengangkat dagunya agar ia melihatku.

“Aku tahu semuanya Cho Yoora. Tapi bukan begini caranya. Sembuhlah dulu. Kalau kau tidak sembuh bagaimana aku bisa membawamu? Bersabarlah Cho Yoora, aku akan menjemputmu suatu saat tapi bukan saat ini. Kau mencintaiku kan? Kalau kau mencintaiku, bisa kan untuk menuruti perkataanku? Tugasmu hanyalah makan dengan baik saja dan jangan membuat Lee Donghaemu ini mengkhawatirkanmu, araseo?” ujarku. Dengan mudah aku membuatnya menganggukkan kepala setuju akan pendapatku.

“Sampai kapan aku harus menunggu?”

“Sampai aku yang menjemputmu lebih dulu.”

Author’s POV

——————-

Siwon menunduk menutup pintu dengan pelan agar tidak mengganggu orang yang sedang berada di dalam sana. Dia melihat namja itu dari balik kaca kecil yang menempel di permukaan pintu. Siwon menghela napasnya mematung di depan pintu tidak tahu harus berbuat apa. Hatinya sangat sakit ketika mendengar percakapan yang ada di dalam ruangan itu

Yoora’s Pov

—————

Kutatap lagi wajah namjaku. Sangat tampan. Aku baru sadar ada yang berubah di wajahnya. Rambutnya. Dia memblonde rambutnya.

“Kau mengecat rambutmu?” tanyaku. Dia mengangguk sambil memonyong-monyongkan mulutnya membuatku semakin gemas. Entah kenapa rasa sakitku hilang seketika ketika tahu dia datang menjengukku. Aku kira ini hanya mimpi, ternyata dia benar-benar nyata.

“Ne. Apa terlihat jelek? Aku mengecatnya sebelum berangkat ke Seoul sengaja memperlihatkannya untukmu. Semoga kau menyukainya.”

“Aku menyukainya. Tapi mungkin aku akan merindukan rambut hitammu.” Ujarku jujur kemudian dia mengelus rambutku. Dia  tampak mengulum bibirnya didepanku. Sengaja sekali.

“Ya !” aku menjewer pipinya. Dia malah tertawa.

‘Kleeek’

Tiba-tiba pintu kamar ini dibuka dan terlihat Kyuhyun oppa dengan seorang yeoja datang memasuki ruangan ini sambil menenteng beberapa tas belanjaan. Yeoja itu tersenyum padaku. Sepertinya aku mengenalnya. Tentu saja, dia yeoja yang menyelamatkanku saat di Mokpo kemarin. Kulirik Kyuhyun oppa sedang sibuk menaruh barang belanjaannya di atas meja.

“Minji onnieee !” ujarku.

“Kau masih mengingatku?”

“Tentu saja. Kalian kenapa bisa datang bersamaan? Kalian .. Pa..”

“Jangan berbicara yang tidak-tidak. Yeoja ini akan tinggal di Seoul.” Ujar Kyuhyun oppa.

“Oppa, kau kemana saja ?” tanyaku pada Kyuhyun oppa. Kyuhyun oppa menghampiriku dan memelukku kemudian melepasnya. Ia menatapku. Tangannya mengelus lembut kepalaku.

“Kenapa kau bisa jatuh sakit Cho Yoora? Ingat kau aka nada pemotretan bersamaku kau harus tampak segar. Wartawan belum mengetahui keadaanmu jadi jaga imejmu.”

“Seseorang bisa saja kan sakit.” Jawabku. “Jadi Minji onnie akan tinggal di Seoul?” tanyaku lagi melirik Minji onnie.

“Ne, Yoora-ssi. Aku akan kuliah di Kyunghee mengambil jurusan desain.”

“Mwo? Kyunghee? Itu kampusmu kan oppa?” tanyaku melirik Kyuhyun oppa.

“Jangan banyak omong.” Jawabnya singkat. Ada apa dengannya? Dia sedikit terlihat kaku hari ini. Yah walaupun dia memang kaku di mataku tapi kali ini kakunya berbeda.

“M.. Mwo? Kampusmu? Ya, kenapa kau tidak bilang dari awal?” ujar Minji onnie. Sepertinya mereka akrab sekali. Kyuhyun oppa terdiam tidak menjawab pertanyaan Minji onnie.

“Kalau begitu apa kau juga akan tinggal di Seoul, oppa?” tanyaku pada Donghae oppa.

“Mianhe, untuk saat ini belum bisa.” Sedihnya.

“Gwenchana. Sudah ada Minji onnie yang menemaniku. Onnie, kau harus menemaniku setiap hari. Nanti akan kukenalkan pada sahabatku, Lee Hanwoo. Anti kita pergi shopping bersama.” Ujarku senang. Entah kenapa hari ini aku bahagia sekali dan tidak merasa sakit sedikitpun.

“N.. Ne..” jawab Minji onnie begitu gugup.

Siwon’s POV

—————-

Aku memasuki kamarnya ketika tahu kamarnya sudah sepi. Namja itu sepertinya sudah pulang. Aku kembali duduk disampingnya melihatnya terbaring sambil menonton Tv. Tidak kulihat raut wajahnya yang pucat lagi. Tampaknya namja itu sudah sukses membuatnya senang hari ini. Siapa dia?

“Kau mau makan roti? Kenapa banyak sekali ada barang belanjaan di atas meja?” tanyaku melirik beberapa tas belanjaan yang ada di atas meja.

“Tadi Kyuhyun oppa menjengukku.”

“Apa sudah pulang dari Mokpo? Bukannya dia sedang berlibur ke Mokpo? Kau mau membohongiku?” dia terlihat terdiam.

“Aku tidak tahu dia pergi ke Mokpo. Tapi tadi dia datang bersama kekasihnya.”

“Kekasih?”

“Ahaha aku bercanda.” Tawanya. Aku terdiam menatapnya penuh arti. Dia tertawa. Sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Ini sangat berbeda sekali.

“Cepatlah sembuh Yoora. Dokter mengatakan kondisimu semakin menurun.”

“Aku sudah tidak apa-apa, oppa. Kau seperti suamiku saja.” Ujarnya. Bukankah aku sebentar lagi akan menjadi suamimu?

“Namja yang tadi, dia siapa?” tanyaku akhirnya. Aku tidak mungkin untuk tidak bertanya. Aku sangat penasaran sekali dengan namja yang tadi. Yoora bangun dari tidurnya dan bersandar di papan.

“Kau melihatnya tadi?” tanyanya. Aku mengangguk.

“Ne..”

“Oppa, apakah kau mau mendengarkan ceritaku?”

“Cerita saja Yoora, aku akan mendengarnya.” Ujarku. Aku agak sedikit takut mendengarnya.

“Kau tau kan kalau aku menolak pertunangan ini oppa? Mianhe. Tapi aku benar-benar menyukai namja itu. Namanya Lee Donghae. Dia cinta pertamaku sejak kecil. Dan ini ..” dia menunjuk kalung yang dari dulu terlihat melingkar di lehernya.

“Aku selalu memakainya sudah lama bukan? Ini kalung pemberiannya sebelum aku pindah ke Seoul. Jadi, apakah kau mau membantuku oppa?”

“Membantu.. apa?” tanyaku.

“Membantuku menlanjutkan sandiwara ini ?” sambung Yoora membuat lidahku tercekat.

TBC

Hoooaahh mian TBC. Akhirnya finish juga.

Awalnya aku buntu banget gadapet ide, tapi aku tertarik buat ngelanjutin ini.

Ini semua gara2 Kimchi setelah aku bertemu dengan yang namanya LEE HYUKJAE,

Aku tidak dapat memikirkan Lee Donghae dengan baik kekekeke.

Untung saja ada Kang Minji yang mau membantu memikirkan ide ini …

Ide ini baru terpikir kemarin malam dan untung cepat selesai.

Mian kepanjangan yah ..

Bagaimana Cho Yoora? Mian TBC …

Kekeke.

Semoga suka yah. Mian lama. Dan buat yang udah baca makasi yah sudah mau baca ..

Semoga tidak bosan. Nanti sekuelnya akan saya buat NC . kekeke.

Jadi ditunggu yah …

Yang sudah comment gomawo yah.

Yang gak comment semoga sial melulu [amin]

Iklan

70 thoughts on “[2] Cinderella Boy

  1. Sukaaa bgt laan ! Suka bangeett !!
    Klee senyum2 sendirii sampe temen2 disampingku bilang “minta traktiran” , dikiraa lg jatuh cintaa , hahaha

    Ya Tuhaaaan,,, semua adegan semuaa dialognyaa bikin matii…
    Akkk sukaaa bangaettt !!

    Hadoohh eh kang minji ajak cho kyuhyun enggal dik metunangan jeg mejajal gend !
    Cho yoora sudah merestui :p

    Akk akhirnya mamah mertua setujuu …
    Jegg tetep hanwoo narsis :p
    Tapii sukaaa bgttt !

    Duuh sayang bgtt samaa donghae 🙂

    Suka

  2. Hmm, pantes aja. Pas d tengah2 aq mikir lg td author ny siapa ya? Ntah kenapa feel ff ny onni ayu juga masuk ._.v

    Uwoo, siwon ayo bantu cho yoora. Khekhe, ngebayangin bgt so yoora itu onni nova ƪ(ˇ▼ˇ)¬

    Makasi author jegeg masih menyebut2 label saya (walau kurang Triple- ny) (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ )

    ok, d tunggu next part nyaaa \(´▽`)/

    Suka

  3. huwooo~
    Cho yoora, knp kau jatuh sakit? Kurang dicipok sm hae oppa? #plaaak
    Siwon msh kasihan dsini, hwaiting siwon oppa!!
    Karakter cengengnya hae dpt bgt.. Wkwkwk
    Ad adegan lucu, wkt Hae yah dan Hyun ah memancing bersama.. Sumpah ngakak mreka nampak seperti pasangan kekasih (?)

    Huwoo kyuhyun minji ayook cepet nganten.. Minji suka lo sm km,, ntar dibuatin capcay kya yg di genteng biru psti suka deh.. #plaak

    Ayo enggal part 3 lan..
    Andaikan saya gayus tambunan, bakal tak buatin drama ni FF dg cast mereka lgsung (?)

    Suka

  4. uwooooo!
    bagus, lan! ( ืε ืʃƪ)
    ahhh… romantis skali donghae & yoora..
    kyuhyun sm minji jgn brantem trs.. 😀
    eh, siwon sm minmi aj, deh.. ㅋㅋㅋㅋ
    lumayan ada aku’nya, lan.. 😀
    lanjutin dong, lan.. 🙂

    Suka

  5. howaaa………y ampun siwon tabah sekali…..#peluk siwon#
    bner2 berhati malaikat dah kl siwon mau bantu yoora..
    kyu n minji konyol bngt….berantem mulu kerjaannya….
    d tunggu next part…part ini rasannya part y menyedihkan buat siwon…T____T

    Suka

  6. kyuminji udah…
    sungmin ama minrin nmpang jd cameo jg lan #plakkk

    suka bgt jlan critany…pnjang tp g ngebosenin…..
    lanjutkan lan..^^

    Suka

  7. hahahaha,gemes deh bacanya,apalagi part kisseunya,aq baca berulang2 *dasar otak kotor*
    donghae romantis amat sih,jadi senyam senyum sendiri pas ngebayangin X)
    btw next partnya NC y?mau dong,mau banget!!!makin ketahuan deh otak yadongq :p
    ffnya daebak thor,lanjutkan!!!

    Suka

  8. Huwoooo aku baca komen2 kaliaan jadi ikud gengges lagii…

    Dessy : badaaah kamu korban Pak Prabu dah nee.. Hahaha

    Ayuonn : bhahaha pasangan kekasih yg sedang memancing… :p
    Yaampun prejani aku bedoaa semogaa onn gayus tambunan , biar dibikin drama dg CAST LANGSUNG !!! Hahaha

    Ajaaan nyen madan cho yoora ahh? Lebian aget !

    Cinta bgtt samaa ff ini , lalalala muah muah

    Suka

  9. o.O Seoul ama Mokpo brapa jauuh? ..ampe naeg pesawat :O
    , bacaa part ini aku banyak Ngakak .. hhahaa XD

    Manaaa Part 3 Lan ?? *nodong ..
    hha ..

    Suka

  10. mian baru baca y..hehehe *digetok author* X)
    ngakak banget di adegan first meet na kyumin (kyuhyun-minji)…baru ketemu udah saling ngerjain! hahah.. really love this evil couple! 😛
    entah knapa.. aq merinding pas part na minmi nahan tangis bgtu denger wonpa mo nikahin yoora! aigoo… kasian oppa q…kasian minmi..! >,_< *getok yoora*

    author ulan… part 2 ni pas banget karakternya… makin bikin gregetan jalan ceritanya, makin bagus jg cara penulisannya! 4 jempol hyuk deh bwt kamu!!! hehe.. ditunggu next part y..^^

    Suka

  11. ” Dia terdiam menatapku. Tidak terlihat lagi senyum yang mengembang di wajahnya. Matanya menyratkan kesengsaraan. Apa sebegitu mengerikan menikah dengan seorang Choi Siwon?” aigoo…Cho yoora!!! itu INDAH! bukan mengerikan!!!! >,< *getok yoora lagi*

    Suka

  12. Bgus onn, siwon sengsara disini. Bhahaha xD #jahat

    lanjuut dulu baca part 3nya baru komen lagi 🙂 dulu baca part 3nya baru komen lagi 🙂

    Suka

  13. sama sperti yg laen laaann…
    Senyum” sndiri baca nh ff, brasa gilaa mendadak 😀

    miaan bru bca yaak 🙂
    lnjutt baca part 3 na 😀

    Suka

  14. sebegitu menderitakah menikah dengan choi siwon.???
    kasian banget hidupmu nak…*elus kepala siwon #bletaaakk

    suka scenenya kyuhyun minji…minji malu2 ye..nutupin sukanya pake acara judes begono..
    sandiwara..???

    Suka

  15. Haah,, yoora mau dijodohkan sma siwon? Krn ga mau yoora smp sakit gitu, dia bnr2 cinta bgt sma donghae
    Tp agak sedih jg sih liat siwon ditolak, krn dia jg cinta bgt sma yoora…hmm tp kira2 gmn reaksi tn dan ny cho klo tau yoora cinta sma donghae? Direstuin ga ya??
    Lucu bgt kyu sma minji, kayaknya mereka udh mulai tertarik satu sma lain deh tp sma2 msh gengsi bgt
    Bakal seru sepertinya nanti kisah kyuji pas minji udh pindah ke seoul…

    Suka

  16. orang tua yoora bner” egois deehh bahkan appanya tega nampar yoora gara” yoora gkk mau di jodohin..apa mungkin siwon mau membantu yoora…kyu sama minji udah kaya tom and jarry berantem mulu

    Suka

  17. eaaaa..sampe beli pulsa aja ndak bisa…oh my…….itu apa coba..mas hae yaaa….#tepok jidat#
    nah kalo minji sama kyuhyun di mnapun always kyak tom and jerry..heoll

    keep healty..

    Suka

  18. Kasihan siwon cintanya berakhir dengan bertepuk sebelah tangan. Dan yoora siwon tuk membantunya tapi membantu apa ? Dan sandiwara apa yang dimaksud oleh yoora pada siwon ?

    Suka

  19. Untung ajaaa semua dapet couplenya masing2 😄😄😄
    Yahh abang Choi, jgn terlalu melihat kedepan lihat disampingmu,ada cinta yg menunggumu, jgn mengejar cinta milik org lain.. Kalo cintanya bertepuk sebelah tangan sih masih ada harapan lahh kalo bertepuk tangan(?) ya mending situ belajar menerima dan memberi cinta ke orang yg care sama situ..
    Koreksi dikit ya, pas bagian ini “Kyuhyun oppa dan eomma bangkit memisahkan appa, sementara Siwon oppa bangkit memisahkanku.” menurutku bakal lebih pas kalo kata “memisahkan” diganti sama “menarik” soalnya ada dua pihak berbeda yg melakukannya,kecuali kalo “kyuhyun oppa dan eomma bangkit untuk memisahkanku dg appa”, kayanya lebih nyaman aja pas dibacanya.. Thankyu

    Suka

  20. part ini udah mulai keliatan feel nya yoora dan donghae..
    emm.. menurut saya orang tua yoora wajar kalo nantinya khawatir kalo yoora sama donghae karna donghae pun kkerjanya hanya seorang ob orang tua mana yang ga khawatir terlebih mereka dari orang berada, tapi saya ga tau juga kelanjutannya atau misteri di balik hub keluarga cho dan lee.. ok next chapt yah…
    ah dan untk minji kyu… kalo dibagian mereka serasa castnya tuh kyu-minji wkwk

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s