[5] Cinderella Boy

Author: ULan

Cast:

Donghae

Siwon

Cho Yoora

.and other cameo.

Length: Part 5

Genre: straight

Editing Photo : Dessy


Author’s POV

——————-

Sepulang dari mini showcase Kyuhyun pulang bersama Yoora diantar oleh supirnya. Mereka berdua duduk di belakang. Yoora yang sudah berdandan normal kesal menatap Kyuhyun. Kyuhyun menyadarinya dan menoleh ke arah Yoora.

“Mwoya?” tanya Kyuhyun heran. Yoora menghela napas.

“Oppa, seharusnya tadi kau tidak boleh begitu terhadap Minji eonni. Seharusnya kau bersikap ramah padanya karena dia sudah mau datang ke acara kita.” Kesal Yoora.

“Siapa suruh mengundangnya.”

“Kau juga kenapa mengundang Siwon oppa?” balik Yoora.

“Wajar saja, dia kan temanku.” Singkat Kyuhyun.

“Lalu apa kau lupa akan tanggung jawabmu untuk menjaga Minji eonni?” tanya Yoora membuat Kyuhyun miris mendengarnya.

“Aiishh .. Aku terlihat seperti orang tuanya saja. Hhhh~ aku lapar sekali ingin segera cepat pulang.” Elak Kyuhyun.

“Kau mengalihkan pembicaraanku, menyebalkan. Tadi Minji onnie cantik sekali, oppa.” Yoora sengaja memuji Minji dihadapan Kyuhyun.

“Aku sedang lapar, jangan mebuatku marah.” Kyuhyun menoleh ke arah lain. Dia menoleh ke luar jendela pikirannya tidak fokus masih memikirkan adegan Minji yang bersalaman dengan Siwon. Tiba-tiba handphonenya berbunyi menandakan satu buah panggilan masuk dari eommanya. Dia mengangkat telponnya.

“Yeoboseyo ..”

“Kyu-ah kau dimana? Apa kau sedang bersama Yoora?”

“Ne eomma Yoora sedang bersamaku. Kami baru saja menyelesaikan kegiatan kami dan sedang diperjalanan pulang.” Ujar Kyuhyun. Mendengar namanya disebut Yoora ingin mendengarkan pembicaraan mereka. Ia mendekatkan dirinya pelan-pelan.

“Cepatlah pulang Kyu-ah, kalian lapar bukan? Eomma sudah memasakkan sesuatu untuk kalian. Lagipula sebentar lagi akan ada tamu datang mengunjungi rumah kita.”

“Nuguseyo eomma?” tanya Kyuhyun.

“Sudah cepat saja kalian pulang nanti kalian akan tahu sendiri.” Telponpun dimatikan. Kyuhyun menaruh handphonenya di sakunya lagi kemudian menyandarkan tubuhnya di jok mobil.

“Telepon dari siapa? Eomma?” tanya Yoora akhirnya.

“Ne..”

“Aku kira dari Minji onnie.” Sindir Yoora. Kyuhyun berdecak memandang Yoora yang sedang mengalihkan pandangannya kea rah lain karena tahu Kyuhyun meliriknya.

“Aiish .. aku lapar sekali” ujar Kyuhyun memegang perutnya.

“Bersabarlah sebentar lagi akan sampai.” Ucap Yoora. Mobil mereka kemudian belok ke sebuah rumah besar dan memasuki rumah itu ketika gerbangnya sudah dibuka. Kyuhyun dan Yoora keluar bersamaan dari mobil saat mobil mereka parkir di garasi. Mereka berjalan masuk ke dalam dan sudah disambut eomma, appa dan salah seorang ajussi yang sedang duduk menunggu mereka di meja makan.

“Sooman ajuhsi ..” sapa Yoora.

“Apa kabar Yoora?” tanya pria yang bernama Sooman.

“Ayo duduk dulu kalian,  kita kedatangan Sooman ajuhsi.” Suruh Mrs Cho. Yoora melangkah duduk di sebelah eommanya.

“Kyuhyun kenapa kau masih diam ayo duduk ..” ujar  Mr.Cho heran menatap Kyuhyun masih terdiam.

“Ani appa, aku sudah kenyang.” Ujar Kyuhyun membuat semua bingung melihatnya.

“Bukannya tadi kau ingin cepat-cepat pulang karena lapar?” tanya Yoora. Kyuhyun tidak menggubris pertanyaan Yoora dan langsung menaiki tangga menuju kamarnya. Mrs. Cho hanya bisa tersenyum melirik adik angkatnya yang bernama Sooman.

*

Kyuhyun berjalan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kaos oblong putih dan tipis memperlihatkan sedikit bentuk badannya yang lumayan berbentuk. Dia mengusap-ngusap rambutnya dengan handuknya karena habis keramas. Kyuhyun duduk di  sofa kamarnya sedikit terdiam tapi tidak tinggal diam begitu saja. Dia meraih handphonenya yang ia letakkan di atas meja kemudian menekan angka-angka di keypadnya hendak menelpon seseorang.

“Yeoboseyo ..” ujar suara di seberang .

“Hae-yah, orang itu datang mengunjungi rumahku ..” ujar Kyuhyun.

Siwon’s POV

——————

Aku duduk di bangku saat break time dari syutingku. Pikiranku mulai kacau lagi mengingat perkataan yeoja itu tentang hubungan Donghae dan Yoora. Kepalaku rasanya seperti mau pecah saja. Aku tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Daritadi aktingku kacau sampai sang sutradara sempat membentakku. Aku memikirkan bagaimana hidupku selanjutnya. Apa yang harus aku lakukan? Apa sebaiknya aku menyerah saja dan membiarkan Yoora bahagia dipelukan namja Mokpo itu? Tapi aku sangat takut sekali namja itu tidak bisa membahagiakan Yoora.

Apa yang tidak disukai Yoora dariku? Banyak yeoja yang sangat menginginkanku dan banyak orang yang memuji kesuksesan dan ketampananku. Tapi yeoja yang aku cinta tidak sama sekali pernah memikirkanku. Aku sudah tidak tahan lagi. Haruskah aku mengikuti egoku untuk mendapatkannya lebih cepat lagi.

“Siwon-ssi tolong ditanda tangan untuk kontrak iklan minuman ini ..” aku menoleh melihat Han Min Mi yang sudah berdiri menyodorkan sebuah map untukku. Aku menatapnya. Semenjak kejadian di mobil kemarin hubungan kami sedikit canggung membuat bebanku bertambah setiap melihat yeoja ini. Aku mengambil map dan pulpen dari tangannya membukanya lalu membaca isi dari pernyataan map itu. Aku benar-benar tidak fokus untuk saat ini. Apa yang aku baca? Tidak ada. Aku malah memikirkan wajah Yoora. Aku mendesah kemudian menatap Han Min Mi.

“Aku tidak ingin mengambil tawaran ini ..” ujarku menutup map kemudian menyerahkannya pada Han Min Mi yang mendelik menatapnya.

“Oh begitu? Jadi seperti ini dirimu yang sekarang, baiklah.. Baiklah Tuan Choi .” aku heran menatapnya yang merebut mapnya dari tanganku kemudian pergi meninggalkanku. Kenapa dia semarah itu? Padahal sebenarnya boleh saja aku menolak tawaran itu tapi kenapa dia semarah itu? Aiish ini akan membuatku cepat berada di Surga saja.

Aku terdiam masih bimbang dan sangat galau dengan keadaanku yang seperti ini. Kupandangi di sekelilingku. Tiba-tiba handphoneku berdering dari kantongku. Kuambil handphoneku dan ternyata yang menelponku adalah Yoora. Ah apakah aku sedang bermimpi? Apakah aku sudah menjadi gila? Apa benar dia menelponku? Ini kali pertamanya dia mau menelponku. Ada apa dengannya? Ah’ berlebihan sekali jika kalian tahu hatiku berdegup sangat kencang. Aku mengangkat telponnya.

“Yeoboseyo ..”

“Oppa ..”

“Ne Yoora-yah mworago menelponku?” tanyaku. Ouch , aku mendengar suara yeojaku. Aku tidak sedang bermimpi. Rasanya tubuhku terasa memanas ditelpon olehnya.

“Kau sedang sibuk?” tanyanya. Tumben sekali. Ini tumben sekali dia menanyakanku. Biasanya aku yang sering menghubunginya.

“Aku sedang berada di lokasi syuting tapi sedang break. Mworago? Apa kau ingin mengajakku keluar?” tanyaku memberanikan diri. Aku mendengarnya tertawa kecil.

“Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena kemarin malam oppa mau datang.”

“Mwoya? Gwenchana Yoora-yah.”

Kami mengobrol banyak. Jarang sekali kami seperti ini, ini membuatku yakin bahwa aku bisa merebutnya. Hari ini aku sangat bahagia sekali. Aku seperti mendapat banyak energi darinya bahkan aku menyelesaikan syutingku di episode tiga belas ini dengan baik. Setidaknya ada perubahan dari syuting yang kulakukan tadi. Dan aku juga sudah memutuskan untuk menerima tawaran iklan dari Han Min Mi tadi. Yoora membuat hidupku sangat berpengaruh.

Donghae’s POV

———————-

Malam dan kesendirian, itulah yang sedang aku alami saat ini. Duduk di atas jendela kamar yang terbuka menatap bintang yang bersinar terang di atas rumahku. Merasakan terpaan angin Mokpo menyentuh tubuhku seperti merasuki jiwa dan akal sehatku.

“Hae-yah, orang itu datang mengunjungi rumahku ..”

Suara kyuhyun masih terngiang-ngiang ditelingaku saat dia menelponku kemarin malam. Apa yang harus aku lakukan saat ini. Tiba-tiba bel rumahku berbunyi aku bangkit melangkah membukakan pintu dan kulihat Kyuhyun sudah berdiri di ambang pintu. Dia melangkah masuk mendorongku.

“Hyun-ah ..” sapaku.

“Hae-yah kau harus cepat bertindak.”

“Aku tidak yakin akan berhasil.”

“Sudah saatnya bertindak sekarang. Kau punya barang bukti kan ? Kau punya berkas-berkasnya kan?” desak Kyuhyun. Aku masih ragu. Berkas-berkas? Jangan ditanya lagi. Aku cukup banyak punya barang bukti, appa memberikannya padaku dua hari sebelum kepergiaannya dari dunia. Tapi aku hanya tidak yakin ini akan berhasil.

“Tapi apa aku berhasil? Ini masalah uang dan kau tau kan uang bisa membuat apapun akan terjadi.”

“Mau sampai kapan diam seperti ini? Mulai saat ini kita harus mencobanya. Aku akan membantumu Hae-yah, aku juga akan menghubungi pengacaraku. Kalau kau mencintai Yoora, berusahalah sedikit Hae dan juga ini untuk kebahagiaan keluarga kita bersama.”

Yoora. Aku benar-benar sangat mencintainya. Aku harus yakin ini semua akan berhasil. Nae appa tidak salah. Semua itu dialah penyebabnya. Dialah penyebab kenapa aku menjadi miskin dan juga bermusuhan dengan keluarga Cho. Kutatap Kyuhyun yang sedang mengulurkan tangannya ke arahku. Aku tersenyum mengangguk dan meraih tangannya.

“Deal.” Ujarnya. Mulai saat ini permainan akan dimulai. Tunggulah aku Yoora, aku pasti akan menjemputmu. Aku juga yang akan membahagiakanmu.

Yoora’s POV

—————-

Malam ini aku datang ke apartement Minji onnie. Kali ini Hanwoo tidak bisa datang karena dia sedang ada pembuatan iklan di Busan. Kami duduk berdua di atas sofa sambil menonton Tv.

“Bagaimana kabarmu dengan Donghae oppa, Yoora?” tanya Minji onnie.

“Baik-baik saja, onnie. Waeyo?”

“Ah ani, syukurlah baik-baik saja. Lalu bagaimana hubunganmu dengan Choi Siwon?” tanyanya lagi. Aku mengernyitkan kening menatapnya.

“Aku dan Siwon oppa hanya sandiwara saja onnie. Kenapa kau bertanya seperti itu?” jujur aku tidak suka jika Minji onnie bertanya seperti itu. Dia tersenyum membuatku tidak mengerti maksud dari senyumannya itu.

“Sampai kapan kau akan berhenti bersandiwara dengannya Yoora? Kau tidak boleh lupa juga bahwa dia juga sempat memiliki perasaan terhadapmu.”

Aku merasa tersentuh mendengarnya. Benar juga apa yang ia ucapkan. Sampai kapan aku harus berhenti melakukan sandiwara ini dengannya dan mengatakan pada eomma dan appa bahwa hanya Lee Donghaelah yang aku cinta.

“Ah mungkin hanya perasaan onnie saja, Siwon oppa sudah kuanggap seperti oppaku. Dia itu tipe kakak ideal untukku onnie. Dia sangat perhatian padaku akhir-akhir ini. Perhatiannya seperti seorang oppa yang sedang memperhatikan dongsaengnya.”

“Itu kan dari segi pandanganmu, kau tidak tahu kan bagaimana di posisinya.” Minji onnie terus mendesakku. Rasanya percuma saja malam ini aku berkunjung kesini. Tapi benar juga apa yang dikatakan Minji onnie. Sampai kapan aku harus melanjutkan sandiwara ini?

Sejam sudah aku mengobrol di ruangan ini bersama Minji onnie dan akhirnya aku memutuskan pulang ketika Siwon oppa menjemputku ke apartement Minji onnie. Siwon oppa sempat memberikan salam pada Minji onnie, tapi Minji onnie tidak menanggapinya. Aku rasa dia mulai tidak menyukai Siwon oppa. Aku merasa bersalah jika seperti ini. Orang sebaik Choi Siwon tidak pantas dibenci.

Aku pamit pada Minji onnie kemudian melangkah beriringan bersama Siwon oppa. Siwon oppa sempat meraih tanganku dan menggenggamnya. Ketika aku hendak melepas genggamannya dia mempererat lagi genggamannya. Kutatap dia yang tidak berani menatapku.

“Biarkan aku menggenggammu.” Ujarnya. Apakah perkataan Minji onnie benar? Eotteoke? Sampai saat di mobil dia memasangkan seat belt untukku kemudian menjalankan mobilnya. Kami terdiam dengan pikiran masing-masing.

“Oppa, mengenai sandiwara kita, aku ingin menga ..” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku tiba-tiba handphonenya berdering.

“Ah mian aku harus mengangkatnya dulu. Yeobseyo?” ujarnya sambil menyetir. Kutatap Siwon oppa yang sedang asyik berbicara di telepon. Tidak lama aku menunggu dia menutup telponnya kemudian menaruhnya di kotak dekat dengan cd player dia menatapku membuatku sedikit salah tingkah ditatap tiba-tiba seperti itu.

“Kau mau ngomong apa tadi?”

“Ah itu .. Mengenai sandiwara kita aku ingin me.. “

‘Ciiiiiiittttttttt…’

Aku berteriak tidak bisa melanjutkan perkataanku ketika Siwon oppa hampir saja menabrak orang yang sedang menyebrang. Jantungku berdetak kencang. Rasanya aku ingin mati saja saat ini.

“Aiishh mianhe aku tidak melihat jalanan tadi, sepertinya aku harus fokus tapi kau bisa mengucapkannya lagi Yoora.” Ujarnya. Apa perlu aku mengucapkannya untuk yang ketiga kali? Aku sudah lelah. Sepertinya Tuhanpun tidak mengijinkan sandiwara ini dihentikan. Apakah namja ini yang akhirnya akan menjadi jodohku? Tuhan tolong berikan jalan..

“Ani .. Aku lapar dan hanya ingin membeli sate tusuk di pinggir jalan.” Ujarku akhirnya. Sekejap dia melirik dan tersenyum ke arahku. Ah kuakui memang senyuman namja ini memang sempurna. Pantas saja banyak yang mengidolakannya dari kalangan remaja sampai nenek-nenek. Bahkan eomma mengidolakan namja ini.

“Baiklah nanti kalau lewat aku akan berhenti dan membelikannya untukmu.”

Author’s POV

——————

Di apartement Minji sedang mondar-mandir sendirian di dalam kamar. Dia tidak mengerti dengan arah pikirannya yang kecewa ketika melihat Siwon yang menjemput Yoora bukan Kyuhyun.

“Aiishh … Kemana namja itu akhir-akhir ini? Kenapa dia tidak pernah muncul di hadapanku lagi? Kenapa juga tidak dia saja yang menjemput Yoora setidaknya bukan namja itu yang menjemputnya. Dasar namja babo.” Umpatnya masih mondar-mandir. Akhirnya dia duduk di atas ranjang sambil memegang handphonenya.

“Apa aku menelponnya saja yah?” Minji kemudian mengecek kontaknya dan mencari nama Kyuhyun lalu menelponnya.

‘Tuut..’

Minji tampak cemas ketika tahu handphone namja itu aktif. Jantungnya berdegup kencang membuatnya tidak bisa bernapas dengan baik. Akhirnya dia memutuskan untuk memutuskan panggilannya. Minji menghela napas terlihat seperti frustasi. Tidak lama kemudian handphonenya berdering dengan cekatan Minji mengambil handphonenya dan mulas seketika tahu siapa yang menelponnya.

Omooo~~~ Omooo~~ apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanyanya pada dirinya sendiri ketika melihat ke layar handphone ternyata Kyuhyun yang menelponya balik. Dia menghela napasnya lagi lalu menjawab telpon dari Kyuhyun.

“Ye.. Yeoboseyo?”

“Ya ! Ada apa menghubungiku?”

“Mworago? Siapa yang menghubungimu, jangan besar kepala aku tidak akan pernah menghubungimu.” Elak Minji.

“Aiishh jelas-jelas kau menghubungiku Kang Minji.” tuduh Kyuhyun.

“Tidak ada, jangan bergurau Cho Kyuhyun aku tidak ada menelponmu. Mungkin aku salah tekan tadi aku berencana mau menghubungi Yoora.” Minji masih mengelak.

“Aygo alasan macam apa itu hah?”

“Berhentilah memojokkanku Cho Kyuhyun. Kau sedang dimana? “

“Apakah keberadaanku sangat penting Kang Minji? Kau merindukanku hmm ?” goda Kyuhyun yang membuat Minji mengembungkan pipinya sebal.

“Kenapa kau menyebalkan sekali Cho Kyuhyun? Memang kau dimana? Kau membiarkan Yoora berlama-lama dengan Siwon.” Minji mulai kesal. Kyuhyunterdiam mendengarnya.

“Oh aku sedang di lokasi syuting untuk iklan parfum. Kenapa Kang Minji? Kau tau kalau kau sedang menggangguku? Disini banyak sekali model-model wanita yang sangat cantik, kau menggangguku saja aygoo.” Dusta Kyuhyun padahal sebenarnya dia sedang berada di kamar tepatnya di rumah Donghae, Mokpo. Kyuhyun tersenyum-senyum sendirian mengerjai yeoja yang sedang ditelponnya. Sementara Minji mengernyitkan keningnya kesal mendengar Kyuhyun berbicara seperti itu seolah-olah dia memang benar mengganggu Kyuhyun.

“Oh begitu, baiklah. Dengarkan aku Cho Kyuhyun, aku tidak mengganggumu kau duluan yang menelponku, araseo.” Minji memutuskan telponnya dan membuang hp nya begitu saja di atas kasur. Minji bangkit melangkah ke ruang tamu masih kesal dengan perlakuan Kyuhyun.  Ia menghidupkan Tv nya hendak menonton sesuatu.

Pandangannya tidak fokus dan masih merutuk Kyuhyun dalam hati. Tiba-tiba ia memfokuskan pandangannya kearah Tv. Ia melihat seorang wanita dengan dress birunya lari di tepi pantai kemudian memeluk seorang laki-laki yang sedang mengenakan kemeja putih transparan memperlihatkan abs dan boxernya. Laki-laki itu mengangkat tubuh wanitanya menggendong kemudian mencium wanita itu mesra. Yang membuat Minji lebih shock lagi adalah bahwa iklan itu adalah iklan parfum. Dengan cepat Minji mematikan Tv nya dan membuang remotenya ke lantai tidak peduli akan rusak.

“Cih.” Minji melipat kedua tangannya di dada.

“Dia tidak seperti itu. Dia bukan namja murahan seperti itu. Aish eotteoke?” linglung Minji sambil mengulum bibir bawahnya lalu dia menghela napasnya. Perkataan Kyuhyun yang mengatakan dia sedang bersama model-model cantik masih terngiang-ngiang di pendengarannya.

“Aiish a.. aku ini kenapa sebenarnya? Apakah aku benar-benar menyukai namja itu? Jincaro ..” Minji mulai berdebat dengan dirinya sendiri memukul-mukul pelan kepalanya.

Yoora’s POV

—————–

Sepulang dari latihan musical, aku pulang sendirian diantar dengan sopir pribadiku. Eomma menyuruhku pulang cepat karena ada hal penting yang harus dibicarakan. Aku membuka pintu rumah dan mendapati Eomma, appa, dan Kyuhyun oppa sudah duduk di ruang tamu bersama Siwon oppa beserta keluarganya. Feelingku mulai tidak enak.  Mereka tersenyum ke arahku.

“Yoora kemarilah dan duduk di sebelah eomma, sini ..” suruh eomma. Aku menyeret kakiku pelan tersenyum getir ke arah mereka kemudian aku duduk disamping eomma.

“Anyeong haseyo Yoora-ssi ..” sapa Choi ajuhma padaku. Dia wanita  yang sepertinya umurnya sama dengan eomma. Cantik dan matanya sangat mirip dengan Siwon oppa. Sementara Choi ajuhsi.. Hmmm.. Jangan ditanya lagi, sepertinya Siwon oppa sangat banyak mengambil ketampanan dari appanya. Aku menunduk membalas sapaannya.

“Anyeong haseyo..” jawabku.

“Baru kali ini kami bertemu denganmu Yoora-ssi. Aku sering melihatmu di layar Tv dan ingin bertemu denganmu secara langsung tapi Siwon tidak mengijinkanku .” ujar Choi ajuhma. Aku mendengar eomma dan appa tertawa malu.

“Ya, Siwon-ssi kenapa kau tidak mengijinkan eommamu untuk bertemu dengan calon menantunya?” aku mendelik ke arah eomma yang sedang tertawa malu begitu juga dengan appa. Aku melirik ke arah Siwon oppa yang sedang menunduk tidak berani menatapku. Ada apa dengan mereka semua?

“Lebih baik kita langsung saja membicarakan semuanya, pernikahan ini kita percepat seminggu lagi, bagaimana keluarga Cho? Kami sudah menyiapkan gereja terbesar yang ada di Seoul.” Kali ini Choi ajuhsi angkat bicara. Eomma dan appa saling pandang. Aku hanya melongo mendengarnya. Apa-apaan ini? Ani. Aku tidak mau. Kenapa mereka egois sekali tidak pernah mau mendengarkan ucapanku? Aku melirik Kyuhyun oppa yang terdiam daritadi tapi dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia sebenarnya mendukungku berhubungan dengan siapa sih? Lee Donghae atau Choi Siwon? Cih, oke baiklah tidak ada yang mau membantuku. Bahkan Donghae oppa pun juga sama sekali belum menjemputku. Aku merasa dunia sedang mengkhianatiku.

Sejam sudah  kubiarkan mereka  berbincang-bincang. Sekarang terserah mereka saja mau membelikanku gaun bermilyar-milyaran, mau mengundang seluruh masyarakat Seoul, mau memakai gereja terbesar di Seoul, aku tidak peduli. Aku akan menolaknya. Mereka siapa mengatur-ngatur kehidupanku tidak bertanya sedikitpun mengenai bagaimana perasaanku apakah aku menyukainya atau tidak?

Akhirnya acarapun selesai ditutup oleh appa. Sudah seperti upacara bukan? Sangat lucu. Aku bangkit kemudian menarik Siwon oppa ke lantai atas menuju kamarku. Aku tidak peduli mereka berteriak memanggilku terserah apa pandangan mereka mengajak Siwon oppa ke kamarku. Sesampainya di kamar aku menutup pintu dan seidkit mendorongnya kesal.

“Kenapa? Kenapa kau membiarkan semua ini terjadi?! Kau membohongiku, oppa! Kau menyetujui sandiwara ini, tapi kau .. kau membiarkan semuanya terjadi begitu saja. Apa maumu?!” bentakku.

“Aku ..”

“Aiish .. Aku membencimu oppa. Tolong hentikan sandiwara ini aku tidak ingin.” Entah kenapa dadaku terasa sesak. Ingin sekali aku menangis tapi  tidak bisa.

“Kenapa kau sangat egois memandang dari segimu saja? Kenapa kau tidak pernah mau peduli dengan perasaanku? Kau tahu, aku mencintaimu sudah lama Yoora. Tidak bisakah kau melihat perjuanganku untuk membuatmu berpaling? Yoora, aku benar-benar mencintaimu. Kau tahu, kau itu seperti heroin. Aku akan sakit, aku akan gila, mungkin aku akan cepat mati kalau seharipun  aku tidak disampingmu. Mengertilah aku Yoora, aku juga manusia. Mianhe, aku tidak bisa menghentikan pernikahan ini karena aku juga mencintaimu.” Siwon oppa pergi meninggalkanku sendirian yang sedang terpaku. Aku melangkah mundur kemudian duduk di atas ranjang. Air mataku jatuh ketika melihat bingkai poto seorang namja yang sedang tersenyum ke arahku.

“Jemput aku sekarang juga, oppa..”

Semenjak kejadian kemarin berhari-hari aku tidak mau bertemu dengan Siwon oppa yang akhirnya membuatnya menyerah dan tidak pernah menghubungiku. Aku benar-benar pusing dengan semuanya. Hingga sore ini seorang yeoja tinggi berbadan kurus datang kerumah ingin bertemu denganku. Aku mengenalnya, Dia Han Minmi manajer Siwon oppa. Mau apa dia datang kesini? Pasti Siwon oppa yang menyuruhnya, cih.

“Bisakah kita bicara baik-baik Yoora-ssi?” tanyanya tersenyum denganku.

“Mau membicarakan apa? Apakah namja itu mengadu dan menyuruhmu datang kesini?” aku melipat tanganku di dada.

“Ani. Ini atas dasar keinginanku. Bisakah kita bicara di luar saja sambil makan? Aku sedang lapar.”

Hingga akhirnya ia mengajakku makan di sebuah restoran Italy. Kami duduk di sudut pojok dekat dengan kaca. Aku malas untuk memandang yeoja ini. Aku sudah yakin apa yang ia bicarakan nanti denganku. Pasti membahas masalah pernikahanku. Aku muak dengan semuanya.

“Mau apa bertemu denganku?” aku mencoba membuka pertanyaan.

“Yoora-ssi chukae atas pernikahanmu dengan Siwon oppa, aku tidak pernah menduga bahwa kalian jadi juga di pelaminan.” Ujarnya.

“Aku tidak mengharapkan pernikahan itu lagipula aku tidak mencintainya.”

“Tapi dia sangat-sangat mencintaimu Yoora-ssi. Kedatanganku kesini adalah ingin memberitahumu bahwa akhir-akhir ini kehidupan seorang Choi Siwon sangat hancur. Aku tidak tega melihatnya. Dia tidak melakukan syutingnya dengan baik, makanpun tidak teratur, aku hanya takut Yoora, takut dia melakukan sesuatu yang tidak-tidak. Setiap hari aku lelah hanya untuk mengetahuik keadaannya. Kau tahu saat ini di Seoul sedang gempar-gemparnya artis bunuh diri, aku hanya tidak ingin itu terjadi dengannya. Semoga kau bisa mengerti ucapanku Yoora-ssi. Dia benar-benar mencintaimu.”

Aku tertegun mendengarnya. Tuhan, serumit inikah perjalan cintaku? Sesampanyai aku dirumah lagi-lagi aku mendengar gossip tentang pernikahanku dengan Siwon oppa. Keluarga Choi mengumumkan jadwal pernikahan kami yang akan kami laksanakan seminggu kedepan. Aku terjatuh duduk di lantai membuat eomma cemas menghampiriku. Aku menangis. Menangis tanpa bisa mengucapkan sesuatu pada eomma. Aku menghela napas. Setidaknya eomma harus tahu aku sedang mempunyai kekasih.

“E .. Eomma ..”

“Ne chagiya, ada apa denganmu? Kenapa kau sepucat ini? Apa kau sakit?” eomma memelukku.

“A.. Aku hanya belum siap eomma .. Kenapa kau membiarkan semua ini terjadi?”

“Aku tahu bagaimana perasanmu. Kau pasti siap Yoora. Dulu saat appamu melamar eomma, eomma juga menangis sepertimu tidak percaya akan melaksanakan sebuah pernikahan dalam waktu dekat. Yoora, kau jangan membuat malu keluarga kita. Jika kita membatalkan pernikahan ini secara sepihak, mau ditaruh dimana muka kita? Kau harus melihat appamu juga, tidak ingin kan appamu menanggung malu yang sangat besar karena anaknya yang tiba-tiba membatalkan pernikahan itu? Kau tahu kan derajat keluarga Choi Siwon lebih tinggi dari keluarga kita? Lagipula Yoora, Siwon adalah namja yang bertanggung jawab. Kau tidak perlu khawatir menikah dengannya.”

Benar-benar membuatku sakit. Benar-benar tidak ada yang bisa menolongku. Aku membenci diriku. Benar-benar merasa bodoh dengan semua ini. Aku duduk di atas ranjang mencerna apa yang eomma dan Han Minmi katakan mengenai Siwon oppa. Bahkan aku tidak menggubris sama sekali telpon dari Donghae oppa. Aku benar-benar buta tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk untukku. Jodohku tidak jelas sama sekali bahkan aku tidak berani membayangkan jika ternyata aku berakhir di pelukan Siwon oppa. Siwon oppa adalah namja yang benar-benar baik yang selalu memperhatikanku berhari-hari. Saat aku berbicara tentang Donghae oppa dihadapannya dia sama sekali tidak pernah marah atau cemburu padaku membuatku berpikir bahwa dia benar-benar mau membantuku dalam sandiwara ini. Benar-benar licik. Tapi sekarang apa pantas aku menyakitinya? Tanganku bergerak ke leher untuk melepas kalung berbandul ikan merah pemberian Donghae oppa yang berhari-hari aku kenakan. Apapun keputusanku, inilah jalanku.

Siwon’s POV

—————–

Aku membuka pintu dan mendapati Yoora malam-malam datang berkunjung ke apartementku. Dia tersenyum ke arahku membuatku salah tingkah. Mau apa dia malam-malam datang kesini?

“Kau datang malam-malam hanya untuk protes Yoora?” tebakku tapi dia menggeleng dan mendorongku agar masuk ke dalam. Dia menutup pintu kemudian menatapku. Aku tidak mengerti apa maksud dan tujuannya mengunjungiku.

“Aku menyetujui pernikahan ini, oppa.” Ujarnya. Aku terdiam tapi kemudian tersadar dengan apa yang ia ucapkan. Yeoja ini mengatakan setuju dengan pernikahan ini. Apakah ini berasal dari hatinya sendiri? Apakah dia juga menyukaiku sama denganku yang menyukainya?

“Mwo? Mworago? Jeongmalyo? Apa aku tidak salah dengar? Atau aku sedang bermimpi?” tanyaku. Dia menggeleng.

“Bagaimana selama ini mencintaiku? Apakah sangat sakit? Mianhe oppa. Mianhe aku sangat egois.Aku tahu posisimu sangat sulit. Aku sudah berpikir panjang untuk hal ini memutuskan untuk belajar menerimamu dan melupakan Lee Donghae.”

Aku menatapnya. Tidak ada sorot keraguan di matanya. Aku melangkah maju untuk memeluknya. Kuelus rambut dan pungungnya. Aku menaruh daguku di kepalanya. Aku juga bisa mendengar detakan jantungnya yang berdetak sangat cepat menyatakan dia sedang gugup.

“Jika kau sudah memutuskannya seperti itu, gomawo Yoora.”

Bisa ditebak malam ini aku benar-benar bahagia. Aku tidak bisa menggambarkan bagaimana suasana hatiku saat ini. Aku bisa memeluknya seperti ini dan mendengarnya menyetujui pernikahan ini,  itu berarti dalam waktu dekat dia akan menjadi istriku. Menjadi milikku dan aku akan mendapatkan keturunan darinya. Aku juga akan menciumnya di Altar nanti disaksikan oleh semua tamu undanganku. Terima kasih Tuhan.

Author’s POV

——————–

The words I’m saying right now, I don’t know if they’ll hurt you
They’ll probably make you hate me forever
You, saying that I’m not the same as I used to be, is not completely untrue
This changed me is a stranger to myself as well
You are so kind but
That’s the way you are but oh

I don’t know I don’t know
Why I am like this
We were so in love, and you’re here now but oh
I don’t know
I want to find myself now

-2Ne1 – Lonely-

Kyuhyun lewat di kamar Yoora . Kebetulan disaat yang sama Yoora sedang terisak. Mendengar Yoora menangis seperti itu Kyuhyun menjadi emosi lalu masuk ke dalam kamar dongsaengnya. Yoora terkejut melihat Kyuhyun yang marah tiba-tiba seperti itu.

“Yoora, apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyetujui pernikahan itu? Kau bisa menolaknya !” marah Kyuhyun.

“Kenapa kau marah-marah dan memojokkanku? Tidak tahukah kau bahwa aku berada di posisi yang sangat sulit? Dan juga kau dengan gampang berbicara seperti itu bahkan kau membantuku pun tidak. Tidak ada yang membantuku, araseo.” Yoora tidak mau kalah membuat Kyuhyun menendang pintu dan keluar meninggalkan Yoora sendirian di dalam kamar.

Keesokan harinya Siwon menggenggam tangan Yoora mesra memasuki sebuah toko yang menjual baju pengantin. Yoora mulai fokus memilih-milih gaunnya. Ia melihat-lihat manekin yang menggunakan gaun-gaun putih dan panjang. Tiba-tiba handphonenya berbunyi menandakan satu panggilan masuk. Yoora mengambil handphonenya di tas dan melihat nama Kang Minji sedang menelponnya. Dia sedikit menjauh dari Siwon yang sedang sibuk memilih-milih jas bersama pramuniaga.

“Ne eonnie, waeyo?” tanyanya.

“Yoora apa yang kau lakukan? Tolong jelaskan tentang pernikahan kalian?” tanya Minji.

“Sudahlah eonni, aku lelah menceritakannya. Aku sedang bersama Siwon oppa sedang memilih baju pernikahan. Tolong mengertilah dengan keadaanku dan tolong dukung apa keputusanku, aku sudah lelah.”

“Yoora, tapi kau juga tidak bisa untuk tidak menjelaskannya pada Donghae oppa.”

‘KLIK’

Yoora mematikan telponnya. Dia benar-benar tidak ingin berbicara banyak. Lelah dengan semuanya. Akhirnya dia memilih satu gaun dan mencobanya di ruang ganti.

“Aku sudah siap ..” ujar Yoora masih dengan menatap dirinya di kaca. Tiraipun dibuka. Yoora bisa melihat Siwon dari balik kaca sudah mengenakan jas hitamnya. Sementara Siwon hanya bisa memandang punggung Yoora saja. Siwon tersenyum melangkah menghampiri Yoora yang termenung melihat dirinya di kaca.

Gaun putih yang sangat cantik. Gaun ini dirancang oleh perancang terkenal di Seoul. Gaun yang panjangnya menjutai sampai lantai diberikan aksen bulu-bulu merak dan sedikit diberikan hiasan mutiara di bagian tali dan di bagian pinggul tampak seperti jaring-jaring yang menutupi kain sampai lutut dan terlihat lebih bervolume dengan aksen bordiran.

“Kau sangat cantik Yoora.” Puji Siwon.

“Ne, benar aku sangat cantik apalagi jika Donghae oppa melihatku mengenakan gaun seperti ini.” Sedih Yoora. Seketika itu Yoora langsung tersadar dengan ucapannya. Dia membalikkan badannya menatap Siwon.

“Oppa, mianhe. Mianhe.. A.. Aku..” gugup Yoora tidak bisa berkata banyak. Yoora menangis. Siwon menarik tubuh Yoora kemudian mencium bibir Yoora dengan cepat. Yoora hanya mampu mengedipkan matanya saja. Siwon melepas ciumannya tidak peduli siapa saja yang akan melihatnya seperti ini.

“Gwenchana. Tidak perlu merasa bersalah. Perlahan-lahan kau pasti bisa melupakannya.”

*

Sementara itu Minji sedang bingung di apartementnya. Dia bingung dengan perlakuan Yoora. Tidak biasanya dia seperti ini. Menonton gossip pernikahan Yoora di Tv membuat hatinya sedikit miris teringat dengan Donghae. Donghae menelponnya berulang kali menanyakan kabar Yoora tapi dia tidak bisa berkata banyak karena ini terlalu tiba-tiba dan sebelumnya juga Yoora masih menolak tentang pernikahannya dengan Siwon.

Bel rumahnya berbunyi. Dengan cepat Minji membuka pintu rumahnya dan melihat Kyuhyun sedang berdiri di hadapannya. Mereka sama-sama terdiam. Sudah tiga hari Minji tidak bertemu dengan namja ini. Dia begitu merindukan Kyuhyun.

“Ikut aku …” Kyuhyun menarik yeoja ini keluar dari rumahnya.

Dua jam di perjalanan akhirnya Kyuhyun mengajak Minji ke pantai. Mereka duduk di atas pasir sambil memandangi sunset yang mulai muncul di pantai ini. Sedaritadi Kyuhyun hanya terdiam tidak mau berbicara membuat Minji merasa kesal diperlakukan seperti ini.

“Apakah tujuanmu menculikku hanya untuk mendiamkanku seperti ini hah?” tanya Minji.

“Aku tidak menculikmu. Lebih baik aku menculik Ivy Chen daripada aku harus menculik yeoja sepertimu.” Akhirnya Kyuhyun angkat bicara. Sudah lama dia tidak menjahili Kang Minji.

“Kenapa kau selalu saja menyebalkan Cho Kyuhyun?”

“Kalau tidak menyebalkan bukan Cho Kyuhyun namanya” ujar namja itu.

“Oh ya? Bagaimana syuting iklanmu?” tanya Minji.

“Syuting iklan?” Kyuhyun menoleh menatap Minji. Minji mengernyitkan keningnya menatap aneh Kyuhyun.

“Ne, iklan parfum.” Jelas Minji membuat Kyuhyun gelagapan.

“Ah itu, berjalan lancar tinggal tunggu saja perilisannya.” Lagi-lagi Kyuhyun mencoba berbohong. Minji mengangguk-ngangguk percaya.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Yoora tiba-tiba saja menyetujui pernikahan itu.” Ujar Minji. Kyuhyun menatapnya kesal.

“Aiish, kau merusak moodku saja Kang Minji. Kau tau, aku sedang muak membahas hal itu tapi kau malah membahasnya. Percuma saja aku ingin bertemu denganmu, aku kira akan memperbaik moodku tapi ternyata tidak. Baiklah kita pulang saja, aku sudah malas.” Kyuhyun bangkit melangkah ke mobilnya meninggalkan Minji yang sedang mendengus kesal.

“Ada apa dengannya? Kenapa dia tumben sekali membentakku seperti itu? Aiish rasanya semua sudah gila dan hanya aku saja sepertinya yang waras.” Berber Minji.

Donghae’s POV

———————-

Tell me Tell me, tell me about love, Tell me Tell me, share your love with me
Love me Love me, let me hug you, Kiss me Kiss me, I love only you

I’m like a fool when you smile, you’re like a pretty doll when I look at you
My heart beats so fast. My everyday becomes happy because of you.

I want you oh my love, please look at only me. Even when the world changes, I love only you,
Oh my love, my heart always beats whenever I see you. I’ll cherish only you.

CN BLUE – Love Girl

 

Aku menitikkan air mata dan mematikan panggilanku di telpon. Berhari-hari aku mencoba untuk menghubunginya tapi Yoora tidak menjawab satupun panggilanku. Aku benar-benar lelah. Akankah semua ini berakhir? Apakah dia benar-benar mencintai namja itu? Bahkan dia sama sekali tidak mau menungguku untuk menjemputnya. Yoora kau membuatku gila.

 

 

TBC.

Gimana untuk yang Part 5 chingudeul? Semoga suka ..

Ah semoga kalian gak bosan dengan nih FF.. >.<

Cho Yoora bagaimana FF nya? Kekeke. Ini sudah memasuki tahap rumit author sampe bingung buatnya.

Mian yah kalo lama nunggunya.

Tolong di comment yah ^^

Terimakasih .

Iklan

44 thoughts on “[5] Cinderella Boy

  1. Aku agak bingung bÀcanya,, tpi konfliknya uda mpepunçak nie..
    Kyumin na dkit ya,, pdhal q ngu bagian m®eka,,lucu alna klo mreka ud ktemu..

    D tgu part 6 nya..

    Suka

  2. Annyeong!
    Komen dari saya :
    1. Yoora~shi, tabahkan dirimu nak \( ´O` )>
    2. Author jgn kejam2 buat critanya, kasian donghae, yoora, siwon. Banyak hati yg tersakiti (?) #halah #plak
    3. Jujur ya, aku kurang suka sm kyuhyun di part yg ini. Berasa terlalu cuek dan sangat menyebalkan kyu nya.. Hehehe ^^

    Oke, sekian.
    Kamsahamnida *deep bow*

    Suka

  3. asiiiiiiikkkkk komen ke tiga.

    dan sumpah buat ff ini. kereeeeennnnn banget. te o pe be ge te eon.
    hik hik hik hik hik hik hik
    jujur aku yang bacanya nangissssssss. huwwwwwaaaaaaa hik hik hik beneran aku nangis eon. bikin galau yang baca nih. serba salah. serba bener. aaaahhhhh pusing. kalo aku jadi yoora, aku bakal lelah banget. mungkin tiap hari pingsan, bangun, pingsan, bangun. *itu ma ga ada kerjaan aja.wkwkwkwk*
    yoora ga salah, yoora ga bener. dia terpojok, dia tersakiti, di abingung, di sendiri,
    siwon ga salah, siwon ga bener. perasaan orang susah dimenegerti.
    donghae ga salah, donghae ga bener. donghae menderita, donghae takut, donghae malu, donghae kerja keras.
    han min mi *biar diceritainnya dikit* tapi kalo aku diposisi dia, bener-bener sakitttttt banget. nyelekit di hati.
    hik hik hik hik hik
    jadi,,,, siapa yang salah?
    author yang salah. bikin cerita bikin aku nangis gini.
    huwakwkwkwkwkkwkwwkkwkwkwkwkwkwk
    duuuaaaarrrrrrrr….. aaaaaaaa tidakkkkkk, aku dilempar bom sama author. <– gila sendiri.wkwkwkkwkwkwkwk

    pokonya buat part cinderella boy kali ini. sukses berat deh eon. mengoyak hati, merobek jiwa, memporak porandakan air mata. wwwwwiiiiissssss *catatan : setelah anda membaca kalimat di atas, silahkan muntah sepuasnya dan mencari obat ke matrial terdekat.wkwkwkwkkwkwwk*
    tapi asli eon, part yang ini nusuk banget lah. daebak! ditunggu part selanjutnya yang lebih mengejutkan lagi.

    cling….babay…aku mau usap ingus dulu ke baju kyuhyun. hik hik

    Suka

    • waah panjang sekalii commentmuu *takjub terjaru* makasi yah sudah mau terus dateng and comment, commentnya panjang lagi ehehehe. jangan lupa isi bio di ‘ruang kenalan’ yah ^^
      kok kamu malah nyalahin author sih >.<
      author kan gak salah…
      author aja gak tau kok si yoora malah milih siwon drpd donghae #plaaaak. kekeke.
      ditunggu kelanjutannya yah ..
      *suruh kyuhyun ganti baju*

      Suka

  4. LEE DONGHAE !!!
    Aduuh aku udah mau nangis ini bacanya donghae donghae yaampun aakkk yaampun aku pernah pernah ngerasain posisi donghaeyaampun speechless !

    KYUMINJI omo sincha aygooo couple ini satu2nya yg buat suasana tegang jd gak tegang lagi. Suka suka suka.
    Itu masak ada salah teken nomer mau nelp yoora malah ke kyu? Aisshh sincha minji ini jaim bgt. Kyuhyun kau harus perjuangkan iklan shampomu itu (?)

    Suka suka duu ayo lanjut part 6 nyaaa

    Suka

  5. hahai…
    cho yoora, kegalauanmu mencerminkan perasaan wanita jaman siti nurbaya (?)
    hihi ga rugi kita minjem tempat di dagang capcay smpe malem hoho

    choi siwon ini adalah sosok pria yg baik hati namun galaunya uda level dewa, haha hwaiting siwon ssi.. nasib anda di next chap (?)

    donghae!!! ayo ayo kamu buktikan pada dunia ….
    *bawa pom2

    dan cho kyuhyun saya harap iklan parfummu ga laku!!!

    lan sumpah adegan minji ntn iklan parfum itu ngakak.
    ngebayangin kyu digrepeh2 mana baju tranparan ad boxer2 pula *.*

    ayoo next chap 😀

    Suka

  6. APA APAAN INIIIIIIII ???????
    Sumpaaahhh konfliknyaaa ciiiee ! Mantepp bangettt !!
    Aku jungklang-jungkling bacanyaaa !!

    Hadoooh kalo gituu Yoora mau bunuh diri ngentung ibe aja yaa .. Pedalem sekali dongek sama siwonnya …
    Hadoooh hadoooh gimanaa inii …
    Pantesan aja ulan sama ayuonn gengges setiap bahas ini… Gyyyaaaa gimanaa nie lan ??
    Tanggung jawab kamuu sama kehidupan yoora !! Kkk
    Dot ngeliingg !! Huhuu tersiksa bgttt T.T

    Adooh kesel x sama kyu nyaa,, cuek bgtt hahaa udah seenaknya lg marah2 sama aku,, kkk~ Minji onnie ! Taklukan dia !!

    Dooohh !! Blengceekk !! Sukaa bgttt lan sukaa bangeetttt !!!!
    Part 6 enggal dik,, udah gengges gila inii …

    Dan itu sate tusuk? -.-”
    Yoora dot sate tusuk depan rumah okta..

    Suka

    • wakakkaa :p
      mianhe onn jd kayak gini ceritanya ..
      wakakakkaa….
      wowhoooooooo ditunggu aja kelanjtannya onn :p
      hidup haera ada ditangan kita berdua.
      sate tusuk?
      ayo mending kita tusuk jit yeobo masing2 *lirik hyuk*

      Suka

  7. Rasanya sama kayak suka sm sahabatmu terus sahabatmu ternyata udah punya pacar aishh sincha gueh curhat bgt yaaa 😀
    Duu cepet cepet! Kalo lama2 tar jitmu nambah bulenan!

    Suka

  8. hooaaaa akhirnya keluar juga part 5,,,,bner2 keren konfliknya makin digosok makin siip #halah#
    bner2 suka part ini cz siwon brani jg buat ngungkpn apa yg dia rasain k yoora,,,,paling g yoora g nyuekin siwon lg…duh tp bner2 ribet ada d posisi yoora tp enaknya dia d rebutin ama 2 cowok cakepp….bner2 keren konflik d part ini n sesuai realita bngt… emosi dr tiap2 tokoh dpt bngt,,,duuh authornya bertapa d mana buat part ini????
    penasaran bngt ma sooman???siapa dia??? apa hub. ma ayah hae y ud meninggal????knp dia jd penyebab rusaknya hubngn keluarga hae n keluarga cho????
    bner2 nyesek bacanya….pas siwon n yoora nyobain gaun pengantin…duh itu adegan paling miris dah. emmm….minji msh aja malu2 badak ma kyu kpn sih 2 orang ini bkalan ngungkpn perasaan masing2????
    duhhh q suka bngt ma karakternya han min mi d sni,,berharap bngt siwon ntar ma min mi…hahahaha
    suka bngt part ini kerasa emosinya,,,sampe2 q ikutan emosi bacanya…hahahaha
    cm bngt mau sebel ma tokoh y mana cz tiap2 tokoh emg egois tp mereka egois buat pertahanin cinta masing2…hoaaaa
    author y baik hati tolng d lanjutin y FFnya,,,hehehe…
    bner2 penasaran saya,,,,,
    HWAITING!!!!!!

    Suka

  9. haaaaah! *zoom 7x biar dramatis*
    siwon cium yoora?
    oooh, tdk bisa.. (╥﹏╥)

    aduh, kasian donghae..
    sini nak, sm minmi aj..
    *elus2 rmbut baru donge

    sumpah, emosiku kluar baca ini..
    *lebay dkit

    itu ada kata2 pas minmi nemuin yoora “yeoja tinggi brbadan kurus..” (ˇ_ˇ’!l)
    *udh bsa ditebak

    aaakk.. ff ini kyk heroin, bkin kcanduan(?)
    ayo jgn lama2 ya next chapter nya.. 😀

    daebak deh pkoknya! (งˆヮˆ)ง

    Suka

    • buuiikkk zoom 7x buakakaa jadi inget smensalahgaul deh.
      kekeke
      mianhe mik :* *popo*
      itu kan emang kenyataan .. ehehhe yah biar skripnya agak panjang jd agak basa basi gt deh…
      ditunggu yah miikkk….

      Suka

  10. Minjionn : iaah onn,, rese kan calon mertua onnie itu, masa anaknya diginiin?? Aku balik ke part satu aja deh kalo gt ya onn? Tenggelem naik kano… Stress bgt inii,, direbutin 2 cwo cakep.. Aduh pilihan hidup itu memang berat… *mecik pelengan*

    Hanwoo : adii mianhae ? Keren banget ! Diluar dugaan tau !! 🙂

    Shinri : aeettt ngerasain di posisi dongek.. Kiiir *colekjitnetyy*
    Sesujuu sama netyy, kalo chap 6nya lama, jit author bulenan *ditusuk*

    Nyit2 : author bertapa di dagang capcay tuh… Kkk~ 🙂

    Suka

  11. konflikny mkin memanas saja…..
    sumpah penasaran gmna jadiny ntar…sulit dtebak…
    itu sooman siapa????
    ayo cpt part6 ny lan…..

    Suka

  12. Aishhh! Wee Cho Yoora sana sana sm siwon aja! hush hush *usir pk sapu(?)
    Kok donghae menderita banget disini?? Huaaa udah yobo balik sm aku ajaa #plak

    Author, donghae ni sbenernya cinderella boy ato pity boy sih?? udah miskin, ditinggalin yoora, cemen(?) huhuhu apes kali hidupnya *reader galau*

    Next part ditunggu yaa, gomawo author ^^

    Suka

  13. Donghae ntar waktu pesta pernikahaannya yoora ma siwon..culik aja yooranya…kayak tuxedo bertopeng….hahahha 😛 g sabar nunggu lanjutannya…

    Suka

  14. soo man ahjussi,who are you?tega2nya buat keluarganya donge sm kyu musuhan,tsktsk
    lucu banget deh pas minji nontonin iklan parfum,kebayangnya malah kyuhyun,hahaha
    tapi kasian donge sama siwon disini,sama2 menderita,jadi pengen meluk tapi peluk siapa?*plakkk
    good job thor,i like this
    ke next chapter dulu yaaa :p

    Suka

  15. bingung mau komen apaan…
    -________-‘

    sooman…jadi dia yang bikin keluarga hae bgono..
    partnya hae kok dikit ye..
    yoora…galau dah dia ntu..
    kyuminji…no comment dulu dah..#PLAK

    Suka

  16. Kno siwon jg egois bgt sih ttp maksa buat lanjutin pernikahan itu? Knp jg yoora ga jujur sma org tuanya siapa yg dia cinta sbnrny,, kyuhyun jg knp ga nyoba buat bantuin yoora sih??
    Ngmg2,, si sooman itu siapa? Kyuhyun ga auka bgt gitu sma dia, apa ada hub ny sma hancurnya bisnis tn cho dan tn lee dulu? Klo iya, jahat jg berarti tuh org…
    Semoga aja donghae dan kyu bisa ngungkapin kebenaran nya

    Suka

  17. kenapa yoora harus setuju sama pernikahannya apa dia gkk memikirkan perasaan donghae…ini lagi pasangan kyuminji kapan mereka jadiannya jangan berantem mulu

    Suka

  18. Yaelaaahhhhh si kyu grmblung diem aja tetiba ngamuk, donghae jg knp gk menghubungi..
    Pepatah mengatakan yg dicinta kalah sama yg sabar dan perhatian,tp temenku bilang lah kalo Tuhan maunya kamu sama aku, kamu mau apa? Jd Hae, jgn putus asa 🙅🙆🙌

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s