[7] Cinderella Boy -last episode

Author: ULan

Cast:

Donghae

Siwon

Cho Yoora

.and other cameo.

Length: Part 7

Genre: straight

Editing Photo : Octa Jung

Backsound: B1A4 – Only One

only you, if it’s not you, I can’t be fixed
I wouldn’t be able to breathe again
it’s only you my baby it’s only you

Donghae’s POV

———————-

Aku terbangun dari tidurku melihat cahaya sinar matahari yang sedikit masuk melewati jendela. Silau membuatku membalikkan badan dengan malas. Pasti yeoja itu yang sudah masuk ke kamarku untuk membuka gorden. Aku mencium bau harum yang menyengat seperti bau bawang putih yang baru dituangkan di penggorengan. Aku bangkit hendak mandi setelah itu sarapan.

Tidak lama kemudian aku sudah duduk di meja makan berdua dengan Kang Minji. Aku menginap di apartementnya semenjak kedatanganku ke Seoul untuk menjemput Yoora. Akhirnya Yoora tidak jadi menikah dengan namja itu.

“Tolong jauhi Yoora, aku hanya tidak ingin kau dekat dengannya ..”

Saat itu Siwon mendatangiku ke Mokpo malam-malam hanya untuk mengatakan agar aku menjauhi Yoora. Dia mengajakku bertemu di sebuah café dekat dengan tempat kerjaku. Jadi setelah pulang bekerja aku langsung menghampirinya ke café itu. Dia sudah duduk di sudut dengan secangkir kopi hangatnya. Aku memilih duduk dihadapannya dan mendengar langsung ucapannya untuk memintaku menjauhi Yoora.

“Aku akan menjauhi gadis itu, tapi apa kau yakin dia akan hidup bahagia tanpaku, Siwon-ssi?” tembakku membuat dia mengatupkan bibirnya.

“Aku akan membahagiakannya, kau tidak perlu khawatir.”

“Jangankan kau melihatnya nanti, sekarangpun kau belum tahu apakah dia benar bahagia menikah denganmu. Apa kau tidak bisa memahami perasaannya?”

“Apa alasanmu seperti ini?”

Aku terdiam tidak menjawab. Hanya menatapnya sayu kemudian melemparkan pandangan ke luar jendela. Disana aku menatap seorang yeoja sedang berciuman mesra dengan kekasihnya. Sakit sekali jika melihatnya. Melihat hal itu aku kembali teringat saat bibirku menyentuh bibirnya. Hangat.

Aku memandang nasi goreng buatan Kang Minji. Akhirnya aku menceritakan juga pada Siwon apa alasanku menjadi seperti ini. Namja itu benar-benar baik dan mau merelakan Yoora untukku. Tapi .. Bagaimana dengan Yoora? Semenjak kejadian kemarin dimana keluarga Cho dan Choi berkumpul dia tampak terpukul karena pengakuanku membuat mereka mengusirku.

“Oppa .. kau memikirkan apa?”

Kutatap Kang Minji yang sedang berusaha membuyarkan lamunanku. Wajahnya terlihat pucat dan ada lingkaran hitam di matanya. Apa dia hidup dengan baik selama aku pergi ?

“Ani. Minji-ah apa kau sedang sakit? Wajahmu terlihat pucat. Makanlah yang banyak.”

“Gwenchana oppa, aku selalu makan yang banyak. Oppa, kau tahu aku senang bisa bertemu denganmu lagi. Aku sangat – sangat merindukanmu. Kau kemana saja belakangan ini? Kau tahu, kau hampir saja telat oppa dan wajar saja kalau aku yang berada di posisi Yoora, aku akan memilih Choi Siwon itu.”

“Ada yang ingin aku katakan padamu Kang Minji . Ini mengenai kenapa aku tidak melamarnya seperti Choi Siwon. Ayahku difitnah hingga akhirnya hubungan keluargaku dengan keluarga Yoora tidak baik. Aku harus menunggu waktu agar semua ini bisa terungkap.” Ujarku.

“Ah ? Ngg .. Aku tidak menyangka ada masalah seperti itu diantara kalian. Kenapa kau tidak menceritakannya padaku oppa?”

“Aku tidak ingin membebanimu. Ah lupakan saja masalah ini. Bagaimana dengan Kyuhyun? Apa dia menjagamu dengan baik?”

Mendengar pertanyaanku mata Minji berkaca-kaca kemudian menitikkan air matanya yang menjadi sebuah tangisan. Bibirnya bergetar membuatku khawatir. Aku menaruh sendokku dan menatapnya takut.

“Ka.. Kau kenapa?”

“O.. Oppa .. K.. Kyuh ..” ujarnya terbata-bata. Aku bangkit melangkah untuk memeluknya. Ada apa dengannya? Apa yang sedang Kyuhyun lakukan hingga membuat Minji bergetar seperti ini? Dadaku basah karena merasakan air matanya yang mulai menyerap di bajuku. Dia menceritakan semuanya padaku apa yang menjadi masalahnya selama ini. Ternyata Kyuhyun sempat menidurinya. Wajar saja dia setakut ini.

“Mianhata oppa.. Mianhe .. Jeongmal mianhe..” bisik Minji masih menangis. Kuelus rambut panjangnya. Dia pasti takut sekali.

“Waeyo?”

“A.. Aku sudah bukan yeoja berharga lagi, aku takut jika terjadi sesuatu padaku dan bumo akan mengetahui semuanya.”

“Araseo, aku mengerti. Jangan khawatir lagi, sudah ada aku.” Aku menepuk-nepuk pundaknya membuat isakannya berkurang.

Siwon’s POV

—————–

Aku meneguk wineku kemudian menaruhnya lagi disamping. Kutatap gelas-gelas kecil disekelilingku dan dua botol wine di sampingnya. Aku menghela napas. Sudah seharian aku duduk di lantai kamarku bersandar di tempat tidur seperti ini. Aku tidak tidur, bahkan makanpun aku tidak. Bajuku juga belum kuganti masih mengenakan jas hitam pernikahanku.

Seharusnya pagi ini aku sedang melihatnya bangun dari tidur mendengar suaranya yang membangunkanku dari tidur lelapku. Melihat senyumannya di dekatku. Tapi kenyataanya aku harus menelan ludah lagi karena semua ini tidak seperti bayanganku.

Tiba-tiba Han Minmi datang menghampiriku. Dia berhenti berdiri menatapku. Yeoja itu pasti akan memarahiku lagi. Aku muak di posisiku. Semua orang menyalahkanku, tidak tahukah bahwa berada  di posisiku itu sangat sulit?

“Tolong jelaskan semuanya apa maksudnmu membatalkan semua ini? Bukankah ini kebahagiaanmu? Tinggal sedikit lagi kenapa kau melakukan hal ini? Kau tidak tahu kalau kau sudah mengorbankan perasaan orang lain untuk hal ini?”

Aku hanya diam tidak menggubris ucapannya sama sekali. Benar dugaanku bahwa dia akan memarahiku juga. Han Minmi melangkah duduk disampingku. Dia menatapku khawatir. Tolong jangan menatapku seperti itu..

“Kau yang selalu bilang akan berusaha membuatnya dia mencintaimu. Kau juga yang selalu bilang suatu saat nanti dia akan melihatmu. Tapi nyatanya apa? Kau menghancurkan semuanya tuan Choi? Tidak sadarkah kau sudah gila? Kau sudah berhasil mendapatkannya tapi kenapa kau merusaknya lagi?”

Hatiku tersentuh mendengarnya. Dia benar-benar yeoja yang hebat. Dia memperhatikanku sampai seperti ini. Dia masih mengingat perkataanku mengenai Yoora. Dia benar-benar memahamiku. Ternyata di dunia ini masih ada yang mengerti bagaimana aku. Aku memeluk Han Minmi. Sudah tidak tahan lagi aku menangis. Karena gagal aku menangis. Karena menyerah aku menangis. Karena salah aku menangis.

“Aku rasa aku adalah namja yang paling kasihan di dunia ini , benar begitu kan? Siapa yang peduli padaku..”

“Aku peduli padamu, sangat peduli malah. Kau saja yang tidak pernah melihatku.” Hanya itu jawabannya. Aku tidak mampu lagi untuk mengatakan sepatah kata untuk menjawab ucapannya. Hanya memeluknya seperti ini sangat membuatku nyaman.

Author’s POV

——————–

Seorang pria menelpon pengacara terlihat begitu panik takut akan terjadi sesuatu yang buruk menimpanya. Dia teringat peristiwa beberapa tahun yang lalu. Dia teringat dengan kata-kata seseorang.

 “Aku tidak menyangka kau akan tega melakukan ini padaku. Suatu saat perbuatanmu akan mendapatkan balasan yang setimpal.”

Sebuah suara menghiasi otaknya. Pria itu membuka laci mengambil kotak obat dan dengan gelagapan ia menelan sau tablet obat penenang. Napasnya berangsur-angsur.

“Aku anak dari Lee Jinhae. Aku Lee Donghae dari Mokpo.”

Pria setengah baya itu memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing. Bayang-bayang masa lalunya membuat dia tidak bisa tidur dengan baik. Apalagi setelah tau Lee Donghae datang mendatangi hidupnya. Dia yakin waktu yang akan membawanya ke tahap seperti ini.

Yoora’s POV

—————-

Semalaman aku tidak bisa tidur. Mengubah-ngubah posisiku hingga akhirnya aku sudah tidak sanggup lagi. Aku duduk sambil memeluk lututku yang kutekuk. Mataku sembab menangis seharian hingga aku lelah menangis membuat dadaku terasa sesak dan sakit.

Aku memikirkan semuanya. Memikirkan Donghae oppa. Apa maksudnya? Kenapa dia berani-beraninya muncul di hadapan appa dan eomma kemarin? Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Lalu kenapa Siwon oppa membatalkan pernikahan ini? Aku tidak mengerti dengan jalan hidupku. Aku sudah lelah.

Masih mengenakan gaun pengantin karena appa dan eomma mengurungku seharian di dalam kamar aku bangkit ketika melihat sebuah tali tambang di meja riasku. Tali yang pernah kugunakan untuk ospek ini ternyata masih kusimpan dengan baik di lemari dan kukeluarkan lagi kemarin malam karena saking frustasinya memilih jalan tetap hidup atau mati?

Dan sekarang kuputuskan untuk semuanya. Aku sudah lelah. Kuambil tali itu kemudian membuka tirai jendela yang memperlihatkan sedikit cahaya matahari yang memasuki ruang kamarku. Mataku mulai berkaca-kaca lagi yang tak lama menjadi buraian air mata jatuh berlinang di pipiku. Dadaku sesak sekali.

Aku menyeret kursi dan naik ke kursi itu pelan-pelan. Kukaitkan tali tambang itu dari celah ventilasi. Tanganku mulai membuka jendela menyimpulkan tali itu hingga menjadi sebuah lingkaran. Aku memejamkan mata kemudian membukanya perlahan melihat hasil karyaku.

“Karya?”

Aku menaikkan ujung bibir pelan-pelan memajukan kepalaku masuk ke dalam lingkaran itu. Sudah kuputuskan nasib Cho Yoora akan berakhir sampai disini. Aku benar-benar membenci kehidupanku. Bahkan aku tidak tahu siapa jodohku. Sebelum aku menjadi gila lebih baik orang-orang menemukan mayatku lebih dahulu.

“Yoora ..”

Suara Hanwoo tiba-tiba mengingatku. Aku menggigit bibir masih menangis.

“Cho Yoora hentikan ..”

Kini suara Kyuhyun oppa. Ada apa denganku? Aku ingin mati, tolong kalian semua jangan menghantuiku !!! Aku memajukan lagi kepalaku hingga wajahnya melintas di ingatanku. Senyumnya sangat manis. Aku mengeluarkan kepalaku dari ikatan itu dan terjatuh karena tubuhku sangat lemas. Aku bersimpuh di lantai. Aku merindukan namja itu.

Aku menangis sekencang-kencangnya tidak peduli appa dan eomma akan memarahiku. Mereka sangat jahat dan egois. Aku tidak diizinkan lagi untuk memegang fasilitasku seperti handphone, mobil, bahkan laptopku ditahan. Kunci kamarku juga sudah ditarik appa. Aku benar-benar gadis malang. Namja itu, aku yakin dia pasti belum kembali ke Mokpo. Tidak adakah yang akan menjemputku?

“Apa yang kau lakukan?!” appa tiba-tiba datang memasuki kamarku dan melihatku dengan keadaan seperti ini. Appa sempat melirik ke arah nampan yang tergeletak diatas meja begitu saja tanpa kusentuh sedikitpun.

“Kau tidak memakannya?! Kau mencoba untuk bunuh diri?!” marah appa. Aku tambah menangis sekencang-kencangnya.

“Biarkan aku menemukan kebahagiaanku appa .. Jebal ..” aku memeluk kaki appa. Tolong mengertilah appa, aku ingin bertemu namja itu. Aku tidak bisa banyak bicara lagi. Semuanya membuatku sakit. Kulihat appa sedang berusaha melepas simpul tali yang aku buat.

“Kau mengecewakan appa, Yoora. Kau telah membuat malu appa dihadapan keluarga Choi. Kebahagiaan? Kau sudah cukup menemukan kebahagiaan menjadi artis. Aku akan mengurus kepindahanmu ke Amerika. Imagemu di Korea sudah jatuh. Kurasa tinggal dengan nenekmu di Amerika akan membuat semuanya menjadi baik. Berhentilah menangis, eomma akan mengantarkan makanan untukmu.”

Appa melepas kasar pelukanku dikakinya dan berjalan pergi meninggalkanku. Aku menangis lagi tidak bisa berbuat apa-apa. Aku sungguh takut. Aku sungguh takut dengan semua ini. Aku akan tinggal di Amerika. Jodohku tidak jelas. Apa aku akan menikah dengan seorang bule disana? Ah Tuhan tolong aku. Tolong pertemukan aku dengan Donghae oppa. Aku membutuhkannya. Hanya dia yang mengerti bagaimana perasaanku. Kumohon …

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka lagi dan melihat Kyuhyun oppa sudah masuk ke kamarku dan mengunci kamarku lagi. Aku terkejut ketika melihatnya, darimana dia bisa mendapatkan kunci kamarku? Seingatku kemarin appa juga memarahinya karena telah lancang membawa Donghae oppa ke acara pernikahan dan tidak mengijinkan dia bertemu denganku. Aku benar-benar seperti pasien flu babi.

Kyuhyun oppa tersenyum ke arahku. Senyumnya membuat isakanku sedikit mereda. Matanya menatapku seolah-olah sedang menyuruhku tenang. Tangannya menghapus air mataku.

“Darimana kau mendapatkan kunci kamarku? Cepat keluar aku tidak ingin kau dikurung sama sepertiku.”

“Bukan Cho Kyuhyun namanya jika tidak bertindak licik. Sudahlah kau jangan menangis. Serahkan semua padaku. Aku sudah mengatur semuanya untukmu. Sekarang yang ingin aku tanyakan adalah apa kau masih mencintai Donghae? Atau justru malah sebaliknya kau kecewa karena Siwon membatalkan pernikahan ini?”

“Kenapa berbicara seperti itu?! Tentu saja aku sangat mencintai Donghae oppa !”

“Dasar babo bermain-main di hari pernikahan. Jika Siwon tidak membatalkan pernikahan ini aku yakin kau akan menjadi gila.” Kyuhyun oppa menyentil dahiku membuatku meringis tapi tidak bisa untuk banyak melawan. Kyuhyun oppa kemudian memeluk dan mencium keningku.

“Aku sangat menyayangimu Yoora. Jarang-jarang aku seperti ini padamu. Setelah ini eomma membawakan makanan untukmu, kau harus makan yang banyak. Kau jangan khawatir. Aku akan membantumu. Tidak akan ada yang membawamu ke Amerika. Bersabarlah sedikit lagi, araseo.”

Kyuhyun oppa. Dia sosok oppa yang sempurna di mataku. Terima kasih Tuhan.. Terima kasih sudah mengirimkan malaikat tampan dan baik hati sepertinya. Aku memeluk Kyuhyun oppa dengan penuh kepercayaan dan senyum yang perlahan mengembang.

Author’s POV

—————–

Kyuhyun mematikan mesin mobilnya kemudian mengambil handphonenya dan mulai menekan keypadnya menelpon Donghae. Donghae menyuruh Kyuhyun untuk menjemputnya ke apartement Minji. Hari ini mereka berencana bertemu pengacara mereka untuk mengambil berkas-berkas yang sudah disahkan.

“Hae-yah aku sudah dibawah cepatlah turun.”

“Ya ! Naiklah Kyu aku baru saja mau mandi.”

“Lama sekali kau, daritadi aku suruh kau untuk bersiap-siap !” bentak Kyuhyun.

“Mianhe. Tadi aku harus membenarkan lukisan yang jatuh karena pakunya tidak kuat. Kau keatas saja temui aku.”

“Ta.. Tapi hae ..”

“Mwo? Kau sudah biasa kan ke atas ? Aku tunggu di atas.”

‘KLIK’

Donghae mematikan telponnya membuat Kyuhyun memukul stirnya kesal. Merasa akan bertemu dengan gadis itu lagi dia belum siap. Setelah lama berdebat Kyuhyun akhirnya mengalah.  Dia membuka pintu mobilnya memutuskan untuk mencari Donghae di apartement Minji.

Semua akan baik-baik saja menurutnya. Dia juga ingin meminta maaf pada gadis itu karena dia yang salah. Gadis itu pasti akan memaafkannya.

Tapi saat Minji membuka pintu dan melihat Kyuhyun tengah berdiri dihadapannya dugaannya tidak berjalan lancar seperti apa yang ia bayangkan barusan. Minji mencoba menutup pintunya tapi Kyuhyun menahannya mencoba ingin masuk ke dalam.

“Mau apa kau muncul lagi dihadapnku ! Pergi !” usir Minji.

“Ya ! Aku ingin menemui Donghae bukan bertemu denganmu !”

“Minji-ah apa yang kau lakukan? Kyuhyun ingin bertemu denganku..” Donghae datang melerai mereka membuat Minji tidak bisa berkomentar apa-apa. Minji masuk ke dalam dengan perasaan kesal.

“Minji-ah tolong buatkan dia teh, aku mau ganti baju dulu.”

“Oppa, kau tahu kan kalau.. aiish .. baiklah.”

Tidak ada alasan bagi Minji untuk menolak perintah Donghae karena Donghae telah banyak membantunya. Ia melangkah ke dapur dan segera membuatkan teh untuk Kyuhyun. Sesudah itu ia melangkah menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk di ruang tamu. Minji menaruh teh buatannya di atas meja kemudian pergi begitu saja tanpa melirik sedikitpun ke arah namja yang sedang mencoba tersenyum padanya.

—————————————————————————–

Kyuhyun menyetir mobilnya sementara Donghae duduk disamping Kyuhyun. Donghae melirik Kyuhyun menatap namja yang sedang bersiul-siul itu.

“Ya, bagaimana kabar Yoora?”

Kyuhyun menoleh menatap Donghae kemudian melirik ke depan lagi. Tangannya sibuk memutar stir.

“Sudah jangan pikirkan gadis bodoh itu, dia sedang dihukum appa dan eomma.”

“Aiish benarkah tidak apa-apa? Apakah dia sudah makan?”

“Tenanglah. Mr. Kim telah memberimu apa saja? Berkas-berkasmu sudah dikembalikan dan ditandatangani kan?”

“Ne ..”

“Apa kau siap bertemu dengan appa, eomma?”

Kyuhyun menoleh menatap Donghae. Dia memberhentikan mobilnya karena terjebak lampu merah. Kyuhyun mencari keyakinan di mata Donghae.

“Aku sudah sampai tahap ini jadi aku harus siap.”

Kyuhyun tersenyum menatap Donghae kemudian menepuk pundak Donghae pelan.

“Calon adik ipar ahaha.”

Tawa Kyuhyun membuat Donghae ikut mendesis. Kyuhyun menjalankan mobilnya lagi ketika lampu hijau sudah menyala.

“Kyu ..”

“Mwo?”

“Apa kau menjaga Minji dengan baik?” tanya Donghae membuat Kyuhyun menoleh secara spontan. Ketika Donghae menatap balik Kyuhyun memalingkan wajahnya memfokuskan matanya pada jalanan.

“Te.. Tentu saja .. Dia selalu merepotkanku.”

“Mianhamnida dia telah banyak merepotkanmu..”

“Ya, kenapa jadi kau yang meminta maaf.”

“Kyu, apa kau mencintai Minji?” tanya Donghae membuat Kyuhyun tersedak tiba-tiba. Kyuhyun berdehem menetralkan suaranya yang kemungkinan akan serak dari sedakan spontannya.

“Kau bicara apa ..”

“Apa saja yang kalian lakukan selama aku tidak disini?”

Donghae masih berusaha memancing-mancing Kyuhyun. Kyuhyun mulai panas tidak tahu harus menjawab apa.

“Tidak ada. Kami seperti biasa, selalu bertengkar. Kadang dia memintaku membeli makan dan menyuruhku membawanya ke apartement, kadang dia menyuruhku untuk menjemputnya.”

“Lalu apa lagi?”

“Apa lagi? Tidak ada. Aku dan dia baik-baik saja.”

“sampai kau menidurinya?”

Tanya Donghae kemudian. Kyuhyun menoleh sekejap masih menyetir mobilnya. Kyuhyun terlihat diam. Matanya memerah dan kupingnya memanas.

“Dia bercerita banyak padaku. Bercerita bahwa kau menidurinya. Dia juga mengatakan bahwa dia telah jatuh cinta padamu..”

“M..Mwo? Jatuh cinta padaku?”

Kyuhyun terkejut tidak percaya ketika Donghae mengatakan hal itu padanya. Dia tidak menyangka Kang Minji yang menurutnya gadis bodoh benar-benar bisa menyukainya.

“Mianhata Hae-yah.. Mianhata .. Bukan bermaksud untuk menyakitinya, aku tahu apa yang harus aku lakukan” ujar Kyuhyun. Donghae hanya menepuk pundak Kyuhyun pelan.

Tak lama kemudian Kyuhyun membelokkan mobilnya memasuki sebuah rumah besar dan memasuki mobilnya ke garasi. Mereka melangkah memasuki rumah Kyuhyun dan berhenti di ruang tamu. Kyuhyun memanggil appa dan eommanya.

“Appa.. Eomma ..”

“Ahh anakku sudah pu .. k.. kau !” Mrs. Cho terkejut ketika melihat Donghae sedang menunduk menyapanya.

“Eomma aku ingin berbicara pada appa. Appa mana?”

“Ada apa mencariku Cho Kyu .. Kau? Berani-beraninya kau kemari !” Mr.Cho datang memukul bahu Donghae. Donghae meringis mengaduh keaskitan sementara  Kyuhyun mencoba memisahkan appanya agar berhenti memukul Donghae.

“Appa dengarkan aku, aku ingin membereskan semuanya sekarang juga.”

“Membereskan apa Cho Kyuhyun? Apa yang kau tahu ..?” tanya Mrs. Cho.

“Aku sudah menyiapkan pengacara untuk ini.”

Kyuhyun berlari ke lantai atas dan segera kembali menyeret Yoora yang sedang menangis. Donghae menatap Yoora tidak tahu harus bagaimana. Melihat Yoora kusut seperti itu membuat Donghae kehilangan akal.

“Kau berani-beraninya Cho Kyuhyun! Siapa yang menyuruhmu untuk membukakan dongsaengmu pintu hah? Kau berani membantahku?!” Mr. Cho mulai naik darah.

“Appa..”

“Kyu ..” Donghae menatap Kyuhyun memberi isyarat agar dia saja yang menjelaskan. Kyuhyun mundur selangkah bersama Yoora. Tangannya menggenggam tangan Yoora agar Yoora berhenti menangis.

“Paman .. Tolong kau lihat surat-surat ini, aku tidak mengerti apa isinya. Appa yang memberikanku.” Ujar Donghae. Suasana menjadi tegang. Mr.Cho mengambil berkas-berkas dari tangan Donghae dan mulai membacanya.

“Ini ..” kejut Mr.Cho ketika membaca semua berkas-berkas itu.

“Data-data itu appa masih menyimpannya dengan sangat baik. Appaku tidak salah paman. Dia dituduh melakukan korupsi, padahal orang yang menuduh appaku lah pelakunya. “

“A.. Apa kau bilang? Siapa pelakunya?! Katakan padaku ..”

“Coba kau ingat-ingat lagi paman kejadian waktu itu siapa orang yang pertama kali memberitahumu bahwa appa yang melakukan tindakan korupsi itu..”

Mendengar Donghae mengucapkan hal seperti itu, Mr.Cho mulai terdiam dan terpaku. Dia mulai mengingat dan mencari kebenaran.

Saat itu Mr. Cho sedang berjalan di koridor hendak memasuki ruangannya. Dia melepas jasnya dan menaruhnya di punggung kursi. Mr. Cho duduk di meja kerjanya sambil membuka kertas-kertas yang harus ditandatangani segera. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Sooman masuk sambil mendorong Lee Jinhae sampai pria yang hampir memasuki umur kepala tiga itu terjatuh di atas lantai. Mr.Cho berdiri terkejut memandang Sooman.

“Sooman apa yang kau lakukan terhadap Jinhae?”

“Hyung , dia pria pengkhianat ! Dia telah menyelundupkan berkas-berkas keuangan yang ada di perusahaan kita untuk dirinya sendiri ! Ini buktinya ..”

Sooman memberikan berkas-berkas itu di atas meja. Alis Mr.Cho terpaut penasaran dengan berkas-berkas yang diberikan adik iparnya itu. Sooman terkejut ketika membacanya dan melempar berkas-berkas itu ke arah Lee Jinhae yang sedang tertunduk. Mr. Cho sangat terkejut ketika membaca berkas-berkas itu tanpa perduli siapa yang benar dan siapa yang salah.

“APA YANG KAU LAKUKAN JINHAE?! Kau sahabatku, aku sangat-sangat mempercayaimu dan akan memberikanmu jabatan yang sama sepertiku ! Tapi apa yang kau perbuat?! Kau menyelundupkan uang perusahaan kita ke tabunganmu sendiri?!”

Jinhae berusaha memberikan alasan tapi Mr.Cho tidak mendengarnya dengan baik. Matanya tertutup dan akhirnya Jinhae didakwa sebagai tersangka korupsi. Mulai saat itu keluarga Cho memutuskan tali keluarganya dengan keluarga Lee. Mr. Cho juga tidak main-main, dia memutuskan kerja sama dengan relasi atas nama Lee Jinhae. Mr.Cho juga mencabut harta Lee Jinhae membuat pria beranak tunggal itu jatuh miskin.

Mr.Cho tersadar dari ingatannya. Dia sekarang tahu siapa pelaku dari semua ini. Berkas-berkas yang diberikan Donghae membuatnya tersadar akan kesalahannya yang dulu. Tiba-tiba napas Mr. Cho tersengal-sengal dan akhirnya Beliau terjatuh membuat semua yang ada di dalam sini panik.

Mr. Cho koma dirawat di rumah sakit. Melihat keadaannya menjadi seperti ini Kyuhyun sedikit menyesalinya. Dia duduk menggenggam jemari appanya. Mrs. Cho menangis ditemani Yoora.

“Kyu-ah apa yang kau lakukan? Seharusnya kau tidak mengatakan yang sebenarnya, bagaimana kalau appamu meninggal?!” omel Mrs. Cho.

“Eomma.. Andwe..” jawab Yoora. Kyuhyun hanya terdiam saja tidak bisa memberikan jawaban apapun. Donghae yang sedari tadi berdiri di sudut dengan tangan terlipat di dada tidak berani memberikan komentar apapun lagi. Pintu rumah sakit terbuka, Siwon dan Han Minmi datang untuk menjenguk Mr.Cho. Tak lama kemudian Sooman datang membuat suasana semakin aneh. Mrs. Cho yang menyadari hal itu bangkit kemudian memukul adik angkatnya.

“Apa yang kau lakukan Sooman ?!”

“Mianhamnida..” ujar Sooman pasrah yang sudah mengetahui mimpi buruknya selama ini akan menjadi kenyataan.

Mrs. Cho masih memukul Sooman sambil menangis. Kyuhyun yang sudah tidak tahan dengan semuanya bangkit memisahkan eommanya begitu juga Siwon memisahkan Sooman. Kyuhyun berdiri dihadapan pamannya itu.

“Ikut aku ..”

“M.. Mwo ..?”

“Ikut aku, paman. Donghae, kajja.” Kyuhyun menarik Sooman sambil sedikit melirik Donghae. Donghae berjalan di belakang Sooman keluar meninggalkan kamar ini.

Kyuhyun dan Donghae mengajak Sooman berbicara di lantai paling atas. Ketika membuka pintu mereka tengah disambut oleh angin yang semilir menerpa tubuh mereka.

“Paman, aku sudah mengetahui kejahatanmu sudah lama.” Ujar Kyuhyun.

“Kalian anak yang cerdas.” Sooman terdiam sebentar terlihat seperti merenung. “ Mianhamnida. Aku sudah tahu, cepat lambat kejahatanku pasti akan diketahui. Aku selalu dibayang-bayangi Jinhae. Jinhae membuatku iri. Dia bukan siapa-siapa di keluarga kami tapi appamu akan memberikan setengah saham perusahaanmu untuknya membuatku iri dan akhirnya melakukan hal jahat itu. Aku sudah menyiapkan semuanya, membuat berkas palsu, menyewa polisi agar semua ini berjalan lancar. Mianhamnida.”

Kyuhyun yang mendengar hal itu menjadi kesal dan hampir memukul Sooman. Donghae melerainya dan sedikit menggelengkan kepalanya ke Kyuhyun agar dia tidak melakukan hal itu. Sooman menangis kemudian duduk berlutut dihadapan Donghae. Donghae menjadi bingung diperlakukan seperti itu oleh Sooman. Dia duduk sejajar dengan Sooman.

“Paman apa yang kau lakukan? Ayo berdiri ..”

“Andwe.. Aku mengaku salah.. Ini kesalahanku. Aku sangat kejam dan jahat. Semenjak kejadian itu aku tidak bisa tidur dengan baik. Aku selalu mendapatkan mimpi buruk disetiap malam. Mianhamnida.. Mianhamnida.. Aku benar-benar minta maaf.”

“Paman, apa kira gampang meminta maaf seperti itu? Aiish, aku benar-benar malu.” tanya Kyuhyun.

“Aku memaafkanmu paman. Aku hanya ingin semua orang tahu bahwa appaku tidak salah.”

Mendengar hal itu Kyuhyun menatap Donghae dengan raut muka tidak terima.

“Ya! Hae-yah ..”

Donghae mengangkat tangan kanannya menyuruh Kyuhyun untuk tidak berbicara. Kyuhyun menghela napasnya berat dan memegang kepalanya tidak terima karena Donghae memaafkannya begitu saja.

“Aku ingin bertemu Jinhae..” ujar Sooman.

“Benarkah ingin bertemu appa?” tanya Donghae. Sooman mengangguk. Donghae menatap langit yang cerah dengan awan putih yang menghiasi langit.

“Paman, lihatlah ke langit, apa kau tidak melihat Lee Jinhae sedang tersenyum untukmu? Dia memaafkanmu paman.”

“Ma.. Maksudmu?” tanya Sooman tidak mengerti dengan perkataan Donghae. Donghae kembali menatap Sooman.

“Appa sudah meninggal semenjak kejadian itu. Dia menderita kanker yang cukup serius. Maka dari itu dia menitipkan berkas-berkas ini padanya tanpa sepengetahuan eomma. Aku sangat berterima kasih paman mau mengakui kesalahan paman yang sebenarnya.”

Mendengar hal itu Sooman menangis dan bersimpuh di kaki Donghae.

“Kau benar-benar namja yang baik seperti ayahmu, aku menyesal telah membuat orang seperti ayahmu menderita, dia bahkan pergi tanpa membalas dendam sedikitpun.”

“Ayahku tetap saja sudah pergi, kau tidak akan bisa mengembalikannya. Yang bisa dilakukan sekarang adalah memperbaiki yang sudah ada sekarang.”

“Aku berjanji aku akan memberikanmu apa yang dulu seharusnya menjadi hak ayahmu.”

——————————————————

Sepulang dari rumah sakit menjenguk Mr.Cho Siwon jalan di basement parking bersama Han Minmi. Mereka hanya diam dan diam membuat keadaan sedikit aneh.

“Bagaimana perasaanmu?” tanya Han mimni yang akhirnya memutuskan untuk berbicara duluan. Siwon menatapnya.

“Perasaan apa?”

“Melihat Donghae dengan Yoora dirumah sakit.”

“ah biasa aja.”

“Bohong”

Melihat Han Minmi yang mendesaknya seperti itu Siwon tidak mau kalah. Dia mengeluarkan sesuatu dari kantong hoodienya lalu memperlihatkannya pada Han Minmi. Han Minmi terkejut berusaha mengambil surat itu dari tangan Siwon tapi Siwon terlalu tinggi untuknya menyebabkan dia tidak bisa mengambil surat itu.

“Kembalikan Choi Siwon! Darimana kau bisa.. aiishh ..”

“Kau mau mengundurkan diri Han Minmi?” tanya Siwon.

“Itu .. Itu ..”

“Tapi karena pernikahanku batal kau tidak jadi mengundurkan diri hmm ?” Siwon terus memancing Han Minmi. Wajah Han Minmi sudah merah seperti kepiting rebus tidak bisa memberikan komentar apapun. Dia menunduk sebisanya.

“Ya ! A.. Aku tetap akan mengundurkan diri kalau pernikahanmu batal.” Han Minmi salah tingkah membuat Siwon sedikit tersenyum geli.

“Apa alasanmu ingin meninggalkanku? Jawbalah Han Minmi..”

Siwon mendorong tubuh Han Minmi ke punggung mobil dan sedikit mengangkat dagu gadis itu agar melihatnya. Siwon mengapitnya agar Han Minmi tidak bisa keluar.

“Jawablah ..” pinta Siwon lembut.

“Benar kau ingin mendengarnya?” tanya Han Minmi. Siwon mengangguk.

“Karena aku sudah lama menyukaimu..”

Siwon terdiam mendengarnya.

“Karena aku sudah lama mencintaimu, memperhatikanmu ..” Han Minmi menangis. “Melihatmu menangis dan berusaha untuk mendapatkan hati orang lain yang tidak mencintaimu, melihatmu tersenyum karena orang itu, selalu mendengar dengan baik apa yang selalu kam\u ucapkan, tapi kau sama sekali tidak sadar dengan kehadiranku.”

“Melihatmu menangis berusaha untuk mendapatkan hati orang lain, melihatmu tersenyum karena orang itu, Han Minmi, bukankah kita berada di posisi yang sama?” tanya Siwon kemudian. Han Minmi tercengang mendengarnya seolah-olah telah menemukan arti.

“Mulai hari ini aku akan melihatmu, apakah kau masih mau melihatku?” tanya Siwon.

“Tentu saja..” jawab Han Minmi. Siwon tersenyum kemudian memiringkan wajahnya ke wajah Han Minmi dengan cepat mencium bibir gadisnya dengan lembut. Tangan mereka saling terpegang seolah-olah tidak ingin lepas.

————————————————————

Sementara itu Kyuhyun mengantar Donghae pulang ke apartement Minji. Kyuhyun memasukkan mobilnya ke basement parking dan memberhentikan mobilnya tepat di sudut.

“Hae-yah, aku tidak ikut mengantarmu ya .. Aku sungguh lelah ..”

“Aku tahu itu hanya alasanmu saja Cho Kyuhyun. Cepatlah naik dan temuilah Minji.”

“M.. Mwo? Untuk apa aku bertemu dengannya?”

“Katanya kau ingin meminta maaf? Kau tau, kau telah menyakitinya Kyu-ah .. Cepat temui dia, aku akan menunggumu disini.”

“Aiish .. Baiklah .. Baiklah. Yeoja itu benar-benar merepotkanku saja.”

Kyuhyun akhirnya mengalah dan turun dari mobil meninggalkan Donghae. Dia masuk ke dalam apartement dan memencet tombol di lift. Ketika pintu lift terbuka Kyuhyun sedikit salah tingkah karena ada Minji di dalam lift masih memakai celemek dan menenteng tempat sampah. Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya salah tingkah dan langsung masuk ke dalam lift. Dia menekan tombol lift sembarangan membuat Minji mendorong tubuhnya.

You were really beautiful. When you smiled, I was blinded by the light
To that bright smile, I lost track of all thought
Oh~miss you baby, I really miss you so much

No can understand me, and also as of now
why to this day I still have a deep attachment to you
Oh~though they don’t get it, you have known it

“Apa yang kau lakukan? Aku ingin membuang sampah..”

“Diamlah Kang Minji, kau terlalu banyak merepotkanku.”

“Memang. Aku selalu merepotkanmu Cho Kyuhyun .. Untuk apa kau kembali lagi kesini? Tidak ingatkah atas perlakuanmu tempo lalu?” kesal Minji. Kyuhyun sedikit tersenyum.

“Kau masih mengingatnya. Cih. Kau menyukainya kan. Aku sangat hebat melakukannya.”

Mendengar hal itu Minji menitikkan air matanya perlahan. Kyuhyun yang melihatnya menjadi bingung tidak tahu harus bagaimana.

“Minji-ah .. Kenapa kau menangis? Minji-ah ..”

“Kau kira aku wanita seperti itu Cho Kyuhyun?”

“A.. Aku.. Aiish bukan seperti itu maksudku ..”

“Lalu apa?! Apa?!”

Kyuhyun membalikkan badannya berhadapan dengan Minji. Dia menaruh tangannya di pundak Minji membuat Minji sedikit lebih tenang dari isakannya.

“Kang Minji, aku datang kesini hanya ingin menagih hutangku. Terserah kau mau pergi ke Mokpo atau kemanapun aku datang hanya untuk menagih hutangku, itu saja ..”

“Hu.. Hutang apa? Aku tidak pernah berhutang pada lelaki sepertimu.”

“Mwo? Kau lupa siapa yang membayar apartement ini? Kau masih berhutang padaku Kang Minji dan hari ini aku akan memintanya sebelum kau pergi ..”

Mendengar hal itu Minji mengernyitkan keningnya karena ingat akan hutangnya pada lelaki ini.

“Ba.. Baiklah aku akan membayarnya nanti.”

“Jeongmalyo? Kau akan membayarnya?”

“Ne. Berapa juta? Kau tinggal katakan saja padaku.”

“Aku tidak memintamu untuk membayarnya dengan uang ..”

Kyuhyun mulai jalan pelan-pelan mendesak Minji sampai yeoja itu bersandar di tembok lift.

“Aku ingin kau membayarnya dengan .. ini ..” Kyuhyun menempelkan telunjuknya di dada Minji membuat Minji berteriak memukul lengan Kyuhyun dengan tong sampah yang dia pegang sedari tadi.

“Ya! Kenapa kau memukulku?! Sakit tahu..”

“Kau jangan menyentuhku ! Sembarangan sekali ! Aku tidak mau tidur denganmu lagi ! Jangan harap.. Katakan berapa juta yang harus aku bayar, aku akan melunasinya dan aku akan pergi secepatnya dari tempat ini.”

“Aiish .. Kenapa kau selalu salah paham? Aku memintamu membayarnya dengan hatimu, bukan payudaramu.” Ujar Kyuhyun. Minji terdiam memandang Kyuhyun.

“Aku mencintaimu Kang Minji. Bisakah kau melunasi hutangmu itu?”

“Aku bukan model seperti yang kau harapkan tuan Cho.”

“Tidak peduli..” Kyuhyun kembali jalan pelan-pelan sampai membuat Minji bersandar di tembok lift.

“Aku tidak sexy, dan kakiku juga tidak jenjang ..”

“Aku tidak peduli .. Aku hanya mencintaimu.. Aku sudah buta, tolong jangan tambah butakan aku lagi ..”

“Aku ..”

“Cukup Kang Minji ..”

Kyuhyun memiringkan wajahnya kemudian mencium  bibir Minji. Dia melumatnya perlahan menghilangkan rasa trauma Minji. Minji membalas ciuman Kyuhyun membuat tong sampah yang dibawa Minji terjatuh. Tangannya memeluk tubuh Kyuhyun. Begitu juga dengan Kyuhyun memeluk tubuh Minji.

————————————————————————————-

Keesokan harinya Donghae datang kerumah sakit bersama Kang Minji. Kang Minji berencana menjenguk Mr.Cho. Bukan itu juga alasannya datang kerumah sakit. Kyuhyun memintanya datang untuk membawakan sarapan untuknya, maka dari itu pagi ini dia sedikit berdandan datang menemui Kyuhyun di dalam.

Sementara Donghae sedang menyelimuti Yoora yang tertidur di ruang tunggu. Yoora tiba-tiba tumbang tidak bisa menjaga berta tubuhnya. Donghae menangkap tubuh gadisnya cepat. Yoora terbangun dan menatap Donghae yang sedang tersenyum.

“Bagaimana tidurmu?”

“Oppa .. Mianhe ..”

Yoora memeluk tubuh Donghae sambil menangis.

“Untuk apa meminta maaf Yoora?”

“Aku .. Aku telah mengkhianatimu .. Aku ..”

“Aku mengerti di posisimu Yoora. Aku yang seharusnya minta maaf karena lama menjemputmu.”

“Aku tidak tahu ada kejadian seperti ini . Maafkan aku, oppa.”

Donghae tidak bisa banyak lagi berbicara. Ia mengecup kening Yoora agar gadis itu tenang. Yoora masih dengan erat memeluk Donghae tidak ingin lepas begitu saja . Tiba-tiba mereka melihat dokter dan dua suster masuk ke dalam kamar membuat Yoora dan Donghae kebingungan. Kyuhyun membuka pintu memanggil Donghae dan Yoora mengatakan bahwa appanya sudah sadar dari komanya.

Mereka memutuskan untuk masuk ke dalam. Yoora menangis lagi dipelukan Kyuhyun. Melihat ayahnya sadar dia tidak bisa berpikir dengan baik. Menurutnya Tuhan masih baik padanya. Dokter dan suster-suster itupun keluar.

“Donghae ..” ujar Mr.Cho.

“Ne, paman ..” Donghae mendekati Mr.Cho.

“Aku .. Begitu banyak kesalahan yang aku buat. Saat itu keuangan perusahaan kami sedang menurun pesat ditambah lagi kejadian Jinhae yang dikatakan sebagai koruptor menyelundupkan uang perusahaan kami membuatku membencinya. Aku sangat-sangat meminta maaf. Aku tengah menyesalinya.”

“Tidak perlu seperti itu paman. Sebelum appa pergi, appa sudah mengatakannya padaku bahwa dia sudah memaafkan kalian. Dia hanya ingin membersihkan namanya saja, paman.”

“Lee Jinhae pergi kemana?”

“Sudah lama appa meninggalkanku dan eomma, paman. Dia tersenyum sambil menutup matanya.” Mendengar pernyataan bahwa sahabat baiknya sudah pergi jauh meninggalkannya Mr.Cho terbatuk-batuk membuat Kyuhyun dan Yoora panik. Minji yang akhirnya menenangkan Yoora.

“Gwenchana ..” ujar Mr.Cho ketika Kyuhyun memberikan minuman padanya.

“Apakah kau serius dengan anakku?” tanya Mr.Cho.

“Aku benar-benar mencintai putrimu sudah sangat lama, paman.”

“Benar-benar mencintainya tidak ada perasaan dendam sedikitpun?”

“eomma sudah menyetujuinya, paman. Hanya tinggal menunggu restu dari paman dan bibi.”

Mr.Cho tersenyum menggenggam tangan Donghae.

“Aku telah merenggut banyak kebahagian anakku. Tapi kali ini aku ingin melihatnya tersenyum dihadapanku. Bisakah kau menjaganya untukku?”

“Tentu paman.”

————————————————————

Dua tahun kemudian ..

‘CUT !’

Begitu kata sang sutradara setelah Kyuhyun berhasil menyelesaikan syuting iklannya dengan baik. Kyuhyun melangkah keluar dari tempat syuting dan tersenyum ke arah seorang yeoja yang sedaritadi setia menunggunya. Kyuhyun merangkul pinggul gadisnya dan mencium kening gadisnya.

“Jangan disini aku malu ..” bisik Minji pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum membalasnya.

Sementara itu Han Minmi sibuk menyuruh tukang-tukang dekorasi yang sedang mendesain tembok gereja ini. Siwon datang memeluknya dari belakang sambil membawa bunga yang ia tempelkan di dada Han Minmi. Han Minmi mengambil bunga itu kemudian membalikkan badannya menatap Siwon.

“Tolong sembuhkan aku dari rasa traumaku tentang pernikahan ..” pinta Siwon.

“Aku tidak akan menolakmu di Altar nanti tuan Choi seperti apa yang kau lakukan setahun yang lalu. Kau sangat memalukan.”

“Aku memang memalukan tapi jika ini semua tidak terjadi ..”

“Hentikan Choi Siwon. Dua hari lagi adalah pernikahan kita, kau harus tenang.”

“Kau mengkhawatirkanku hmmm? Kau takut aku masih mengingat Yoora?”

“Tentu saja ..”

Siwon hanya tersenyum menjawabnya.

“Tidak akan. Karena aku sudah berjanji akan menatapmu saja, nyonya Choi.”

Siwon mulai mencium bibir mungil Han Minmi lembut.

Yoora menghapus make-upnya di ruang ganti begitu juga dengan Hanwoo. Malam ini dia mendapatkan job berduet dengan Hanwoo yang baru saja masuk ke dunia tarik suara. Tak lama kemudian dia keluar bersama Yoora dari tempat ini dan bertemu dengan Eunhyuk yang tengah mencium bibir Hanwoo lembut. Mereka memutuskan untuk pisah karena Eunhyuk dan Hanwoo akan ke parkiran melewati pintu belakang sementara Yoora memilih lewat pintu depan.

Yoora melangkah di koridor gedung ini. Ketika dia sampai di loby depan, langkahnya terhenti melihat seseorang namja yang tengah tersenyum dengannya sambil memegang buket bunga mawar putih. Namja itu terlihat sedikit beda dengan stylenya yang mengenakan jas abu-abu dengan rambut hitam yang dinaikkan. Terlihat sangat sempurna. Ayahnya sudah mengembalikan saham Lee Jinhae kepada anaknya, Lee Donghae. Sudah setahun Donghae kuliah mengambil jurusan binis manajemen.

Donghae menyerahkan bunganya kepada Yoora. Yoora tersenyum menerimanya. Donghae meraih jemari Yoora mengajaknya pergi dari tempat ini. Ia menyetir mobil sedannya yang sekejap terus melirik ke arah Yoora.

“Suaramu masih tetap merdu seperti dulu Yoora..”

“Kau menyukainya, oppa?”

“Ne, nyanyikan untukku sekali lagi.”

“Ani..”

“Mwo? Weyo? Aku ingin mendengarnya.”

“Ani.. Aku tidak mau. Aku tidak mau.”

“Keras kepala sekali. Baiklah jika kamu tidak mau.”

Donghae menepikan mobilnya di tepi jalan dan sekejap melirik Yoora dengan senyumnya. Dia menghela napas sekejap.

“Sudah kubuktikan janjiku bukan, aku akan menjemputmu dan membahagiakanmu, Yoora.” Ujar Donghae sambil menggenggam jemari Yoora.

“Aku seperti Cinderella boy, bukan? Orang miskin yang jatuh cinta dengan gadis cantik dan kaya sepertimu..”

“Apa yang kau katakan oppa? Aku bukan ..”

“Diamlah .. Diam Cho Yoora..”

Donghae memejamkan matanya memajukan badannya ke badan Yoora. Dia memiringkan kepalanya kemudian melumat perlahan bibir Yoora. Yoora terpejam dan membalasnya perlahan-lahan. Tak lama kemudian mereka terlepas. Donghae mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Dia mengeluarkan kalung berbandul ikan merah dan mengalungkannya tepat di leher Yoora membuat Yoora tidak bisa berbicara banyak. Donghae tersenyum sambil telunjuknya bermain di pipi halus Yoora.

“Mulai hari ini aku tidak ingin melihatmu melepaskan kalung itu..”

Donghae mengecup kening Yoora dan menahan bibirnya lama di jidat Yoora.

Why can’t I let go of the memories that have already ended
why do I keep holding onto them alone
After letting that person left me, go, I live a new life
Oh~I know it too, that it’s the way it should be, I know it too

Though I couldn’t bring myself to believe it the first month,
After nothing but crying for the second month
And on the third month, holding onto my whole heart
I tried to meet other people
But I couldn’t bring myself to smile

THE END.

Huuaa chingedeul, mian aku lama sekali mublish Cinderella Boynya. Aku abis ospek, sudah hitam legam begini tidak sempat untuk melanjutkan FF ini. Dan sekarang saya menebusnya. Gak yakin juga bagus. Tolong dikomentarin yah. Suka gak suka tetap harus koment ^^

Huuaa akhirnya FF ini selese. Pengen nangis….. Tapi bakalan ada kejutan buat kalian ^^ ditunggu aja terus yah. Makasi buat selama ini yang sudah selalu ngecek FF di Blog ^^

Banyak-banyak terima kasih untuk kalian yang masih setia menunggu dan membaca. Semoga kalian suka sama endingnya dan gak bosan. Aaah gak tau deh .. T.T

Terima kasih buat suamiku Eunhyuk istriku Sunny, kalian adalah segalanya ! [kok jd kayak menang awards yah?]

Terima kasih banyak buat Kang Minji atas idenya. Awalnya aku mau buat nih FF sampe chapter dua saja tapi jadinya sampe banyak gini partnya. Ehehe. [Author kebablasan]

Terima kasih buat Kang Minhyuk dan Jung Yonghwa karena kali ini lagu kalian yang menemaniku untuk membuat nih FF. Terima kasih juga buat B1A4 yang sudah menemaniku, Taeyeon onnie.. Gamsahamnida.

Makasi buat Octa yang sudah relah ngebuang sedikit waktunya untuk mengedit poto ^^ Makasi atas kerjasamanya. SUKA BANGET SAMA EDITANNYA……! *popo*

Buat Cho Yoora mian edingnya jelek yah >.< semoga suka aja..

Mian buat semua lama udah gak mublish. Author Tavita dan Author Ulan lagi pergi menghilang untuk beberapa waktu. Author Ulan sudah kembali sih, tapi Author Tavita masih menghilang [apasih].

Ditunggu komentnya yah ^^

Terima kasih.

Iklan

45 thoughts on “[7] Cinderella Boy -last episode

  1. huaaaa~
    happy ending smua couple’nya..
    aku bela”in ni pnjem hp adk ku utk baca part akhir ini.. #abaikan

    Yoora akhirnya ga jd gila(?) akhirnya bhagia sm Donghae.. 🙂
    itu Kyu n Minji jg.. tp ngakak pas mreka dilift, pas kissing psti ada aroma” aneh gt ya dr tmpt sampah? 😀 kkeke~
    Han MinMi akhirnya bsa diterima Siwon.. *berbunga-bunga

    aku suka kok ending’nya!
    Author daebak!
    *kasi 4jempol

    Suka

  2. masihhhh…..masih ga percaya kalo ini udah part 7 dan ending. huwaaaaaaa baca apa lagi ntar yaa.hehehe
    hik hik hik ini baruuuu ending yang adil.hahaha
    yesssss, meskipun teringsrek-ingsrek (?) bacanya karna nangis. tapi puassssss banget. puasssss.
    akhirnyaaaaa pencerahan buat si ikan datang juga yaa di bulan ramadhan ini.hahahapasih

    nyah~ mau komen apa lagi yaa. udah lah mengait di hati (?) ini endingnya.
    tapi itu bapake siwone setuju kan yaa, kalo siwone sama minmine *kenapa jadi bahasa tegal gini?hahaha*
    eta gustiiii, unyuk dimana-mana maen clepak-clepok cup cup an aja ama hanwoo.ckckck *sekarang kenapa jadi logat sunda*

    emh, ngemeng apa lagi yaa?
    sukses deh buat epepnya. yaa, allhamdulilah yah akhirnya beres juga. –>slow motion syahrini version.
    allhamdulilah gitu yaa, jadi cinderella boy ini happy ending dan ceritanya greget banget gitu yaa. makasih juga buat editing photonya, yang dari awal bikin pic ffnya keren banget, bikin teduh gitu yaa.ehehe *ketawa ala syahrini*–> sssseeetttt, kibar rambut ala syahrini.
    ^
    |
    |
    lagi gila syahrini ni reader.hahahahahaha

    well, ehm ehm cikiciew…..kayanya nanggung kalo ga dilanjutin lagi. ayoo buatin sekuelnya dong.hahahahaha *nawar*
    yayaya???sipp? deal?
    kalo ga dibuatin…..LO-GUE END.
    *yaelah apadah. nambah stres aja nih*

    betewe, kok udah pada ospek? aku belon, ntar september.hehe 🙂

    Suka

    • kekeke sip sip nanti ada kejutan kok. ditunggu aja ^^
      ahhahaha selamat menunaikan ibadah puasa. stop NC.
      iya nih di kampusku udah ospek.
      waahh enaknyo kamu lama bisa menikmati 5jib…
      aku sudah gosong nih gara2 ospek.
      makasi udah setia yah chingu *popo*

      Suka

  3. Akhirnya tamatt..
    Semua bahagiaaa,,, seneng baca na..
    Donghae na kerreennn.. Siwon na juga,, kyu te2p nyebelin tp asyik bca critanya..

    Suka

  4. I’m comiiiing >.<
    hah good Job dah akhirnya tamat T^T
    mmmm KYUHYUN KAMU ITU PEGANG2 DADA GA BOLEH TAUUUUUUU. tp untung yah akhirnya jaDian di lift LOL

    aaaah saya lagi mabok donghae iiii
    khkkhkh akhirnya bersatu padu tak akan tercerai berai.. haaa
    kalo uda santai buat sequel dooonk laaan *kedip2

    Suka

  5. wuaaaahhh… lama gak buka blog ni…tnyta dah lse aj ni ff… tak terasa dan tak menyangka bisa jg berakhir bahagia smuana…hehe.. untung oppaku baik mau melepas yoora dengan ikhlas dan hanminmi pun turut bahagia… 😀 bngung nh mo ngoment apalagi… yg jelas suka bgt ama akhirna… !!!!!! >_< thx for your hardwork authors…good job!!! \(^0^)/

    Suka

  6. Yoora dataaaaaanngggggg….
    Ulan maaf ya lama ini ff 😦
    Endingnyaa huwoooooooo~ emejiiingggg !!!
    Kueleee,, yaampun suamikuu kenapa baik sekalii itu bahakan gak dimasukin penjara.. hmm

    Aeettt minji sama kyu nya kiiirr di lift ituu , ager gak ada yg buka,, klo ketauan bs masuk polisi atas tindakan mesum di tempat umum (?)

    Siwon hanminmi chukka,, siwonnya romantiss deh.. Akulah sang mantan.. Akulah sang mantaann…

    Yuhuuuu~ tau gak aku itu ikut ngerasain banget stress nya yoora nukk,, agett yoora gak masuk rumah sakit jiwa *jikpiingg..
    Ah happy ending, suka banget banget lan.. Maaf bacanya lama yah… Love you love you love you yeongwonhi..
    Suka bgt adegan pinggir jalan :* :* :*

    Ayuonn : hah? Mabuk donghae ??

    Suka

  7. Yah udah selesai ya ?? Untung aja hepi end smw,jd ga begitu nyesel ni ff selesai ^^ eh ini author yg nulis ff super generation ya ? Yg taeteuk itu ga ada masa pcrnya ya? Lsg kawin gitu ? Maap banyak bacot, wat authornya semangat ya!! Ayo buat ff baru lagi.

    Suka

    • eheheh iya chingu aku yang nulis ff supergeneration ^^ aaaa makasi atas idenya yah ^^ banyak yang minta dibuatin sekuel pas waktu mereka pacaran. kalo dapet feel aku buatin ^^ ehehe. ditunggu selalu yah chingu. masih buat projeck lain. makasi sudah mau baca ^^

      Suka

  8. Duu! Akhir ny aku baca juga (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ )
    Duu, kok epep mu luwung gak kyak punya q benyah gitu? Lain kali aku konsul sm km dulu deh duu :’)

    Asik ya, bahagia smua akhir ny ♪( ‘ ε ‘ )
    Minkyu ciuman d lift kok asik bgt. Ahaha..

    Kalo lanjutan ny NC tunggu ramadhan slesai dah duu , khekhe

    Suka

    • buakakak tenang2… nanti ada kok sekuelnya .. kekekeke…
      hahh? masa bagus nih?
      ini nih kerja sama sama ayu onnie..
      buakkakaa..
      FF mu udah bagussss kooook duu . beneran ^^ udah rapi juga. malah kalimatnya bagusan buatanmu daripada aku.
      thanks sudah baca duuu :**

      Suka

  9. annyeong ulan…
    huwaaa jeongmal mianhae…*nunduk2* baru bisa comment FFnya sekarang..
    daku ud lama g mampir k blog ini,,,lg mudik puasa laah ternyata sinyal dirumah ajep2 susah buat OL *lha koq curcol*
    *popo ulan* akhirnya Siwon ma han minmi…dr dlu ne pasangn y bner2 q harepn jadian…ayooo dibuat ceritanya siwon ma han minmi *maksa*
    gomaweoyo ulan ud buat ne pasangn…
    btw q masih bingung ma kelanjutan adegan d gereja koq g ada penjelasn lg yah???tiba2 ud pada pulang k rumah semua??
    q pikir bkln d bongkar semuanya d gereja…kekeke…*tapi okelah*
    yoora-donghae
    y ampun bner2 dah cocok bngt kata pepatah “kl jodoh g bkln kemana”,,,,tp knp ada adegan bunuh dirinya?????untung malaikat kyu datang…
    kang minji-kyuhyun
    aduuu sumprit dah adegan d liftnya ngena bngt, btw itu akhirnya nikah g mereka????
    hanmin mi-siwon
    *tabur kembang* gemes daku ma ne pasangan, suka adegan mereka d parkiran…tp kurang bnyk..hohoho
    rasanya jd kisah cinta y singkat…
    daku paling demen adegan sooman sembah sujud,,, keren bngt dah!
    pokoknya suka ma FF y ini,,,,konflik kerasa,,,emosi jg kerasa malah kadang2 pngn jitakin tokoh2 y nyebelin,,
    ok…saeng d tunggu FF selanjutnya…
    HWAITING!!!!!!

    Suka

    • kekeke..
      huuaa onnie aku kira udah lupa sama blog ini soalnya aku terlalu lama comeback gara2 ospek nih T.T gomawo yah.
      ehehhe,, wah syukurlah onnie suka sama FF nya.
      eumm yang urusan di gereja dipersingkat >.< #alasan
      huuuaa mian yah kalo gaje onn.
      ehehe iya aku pengen mainin cho yoora, kan nasibnya cho yoora ada ditangan author kekekee #PLAK.
      kekekkee… sekuel kangminji-kyu ditunggu yah onn :p
      pokoknya bakalan ada sekuel2nya deh ditunggu ajaaa ^^ ahhahahahaaaa #gayapahlawanbertopeng.

      Suka

  10. Uwaaah miaan ulaan bru smpet bacaa 🙂
    Yaah kx tamaat sh 😦
    Tp gpp ak skaa last part naa …
    *bnyax kissing scene na (otak yadong kumat) \(´▽`)/
    •◦°◦☺…нєέ… нєέ… нєέ…☺◦°◦•

    Dtunggu FF slanjut naa iaaa ((y)ˆ ³ˆ)(y)

    Suka

  11. good job thor,nice ff,sumpah tumben banget emosiq keaduk-aduk *emang bubur* pas baca ff,gemes ngliat donge yg hampir aja telat ngejemput yoora padahal ke2nya sama2 cinta,gemes ngeliat minji sama kyu,gengsian gak mau ngaku cinta padahal sama2 cinta,buktinya udah sampe bobo (?) bareng,gemes juga ngeliat siwon yg kekeuh berjuang ngedapetin yoora tapi ujung2nya malah sama managernya,hahaha

    tapi aq seneng akhirnya happy ending,walau aq sebenernya ngarep endingnya si donge sm yoora nikah,di altar gitu,hehe,tapi berhubung author lg ospek aq maklum aja ^^
    ditunggu ya next ffnya,hug kiss *chuu*

    Suka

  12. woah daebak thor kau membuat diriku jungkir balik rasax
    ckckck haeppa baik skali dirimu mo dg mudah maapin orng
    aigo emg kyu slalu susah ngomong romantis y. Slalu dg perbuatan hehehe
    hohoho nie agy wonnie always suka mendesak orng
    baca lnjutanx ah

    Suka

  13. Eaaaaa
    Akhirnya baca juga ini ending part nya #terharu #apasih
    Idih idih idih,
    Baguuus loooh
    Ga nyangka semuanya bakalan happy ending gini
    Masalah kelar semua, donghae-yoora happy together, siwon-minmi married, kyuhyun-minji fall in love, eunhyuk- hanwoo still together
    Wkwkwkwk
    Buat authornya, mian ya saya baru baca (╥ ﹏ ╥)
    Gara2 mengurus kepindahan dari bali tercintaaaa

    Suka

  14. aaaaaaaa….
    semua bahagia..semua senaaang..semua ceria…*jogettheboys

    jadi sooman dimaafkan..??
    begitu baiknya ntu donghae..
    yang di ending ntu..yang mau nikah siwon n minmi khan..??
    wkakakakaakakakakakaka

    saya suka..saya suka..
    fotonya juga..dari part 1 sampe 7…foto di part ini DAEBAKK..!!!
    lee donghaee..kenapa begitu tampan haaahh..????*teriak sembunyi2 dibelakang kyu (???)

    Suka

  15. Woaaah,, happy endiing buat semuanyaaa
    Tp plg lucu dg kisah kyuhyun dan minji sih,, mereka sama2 gengsi dan susah untuk ngungkapin perasaan jadilah minji smpt salah paham kan?? Untunglah mereka bisa sama2 dan jujur sma perasaan mereka msg2..
    Semoga siwon jg nemuin kebahagiaannya bersama minmi, krnnminmi tulus bgt cinta sma siwon..harusnya mudah buat siwonn berpaling ke minmi,,,
    Tp adegab paling mengharukan adalah disaat donghae memaafkan sooman dg mudahnya tanpa rasa dendam,,
    Luar biasa bgt,, dan itu jd pelajaran bahwa kita harus mengungkap kebenaran tanpa melibatkan rasa dendam krn yg sdh berlalu dan terjadi ga akan bisa kembali lg…
    Nice story…

    Suka

  16. Akhirya dapet happy endingnya masing2
    Koreksi tipis2 ya, itu td yg abis bapaknya Kyu sadar dan minta Hae buatbahagiain Yoora kan “dua tahun kemudian” kok pas percakapannya Siwon sama Minmi jadi satu tahun yg lalu? Harusnyakan dua tahun yg lalu “..Aku tidak akan menolakmu di Altar nanti tuan Choi seperti apa yang kau lakukan setahun yang lalu. Kau sangat memalukan.”
    Sama harusnya dikasih penjeda/penanda kalo ganti setting dan timing antar tokohnya, kaya pas KyuJi, SiMin, sama HaeYo jadi gk bingung pas abis ditempat pemotretan kok tiba2 di gereja trus langsung ke gedung nyanyinya Yoora, gitu aja masukannya 🙇🙇🙇

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s