[6] How To Keep Loving You

How to Keep Loving You [Chapter 6]

Author : tavita

Cast :

Kyuhyun-Minji Couple

Superjunior members

Kim Jungmo

Victoria f(x)

and another cameo ^^

Genre : romance

Length : chapter 6

A day feels like a year

 My heart continues to sink because it only looks for your trace for days

When I forcefully swallow a bite of food, it feels like a grain of sand.

The day without you has stopped. Just like this now.

My love, my kiss, my heart.

I’m only loving you~

………………………..

Minji Pov

Aku sudah mulai betah dan kerasan dengan tempat tinggalku. Ternyata hanya perlu waktu satu minggu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Nobu san memang sangat baik padaku. Ia tak hanya bertindak sebagai pendamping magangku, namun ia juga sangat memperhatikanku hingga memastikan bahwa aku hidup di tempat yang baik. Ya, apartemen kecil yang kutempati ini juga adalah rekomendasinya. Aku mendapatkannya dengan harga yang cukup murah. Menurutnya di kota sebesar Tokyo sangat sulit untuk mencari tempat tinggal dengan fasilitas yang cukup tapi harga terjangkau. Namun aku bersyukur, berkat bantuannya semuanya berjalan dengan lancar. Ah, bolehkah jika aku menyebutnya dengan panggilan oppa? Usia kami tidaklah jauh berbeda.

Aku mensyukuri segala sesuatu yang kujalani di sini. Hanya saja ada satu hal yang mengganjal. Berpisah dengan namja itu sangatlah melelahkan. Lihat saja, baru satu minggu dan ia begitu sibuk. Tentu saja ia sedang memfokuskan dirinya untuk comeback Superjunior dan juga kegiatan keartisannya. Tidak mungkin aku menuntut begitu banyak darinya, bahkan sehari pun kami belum tentu berhubungan. Sepertinya aku harus mulai membiasakan diri dengan situasi sulit ini.

“Minji chan!!” suara itu lagi. Ah satu lagi! ini adalah salah satu hal yang sama sekali tidak kusyukuri.

“Kenapa kau sudah muncul sepagi ini di depanku? Bukankah hari Minggu adalah waktu untuk bangun siang?” sahutku malas. Gadis manja ini tiba-tiba sudah duduk di hadapanku dan mengambil sandwich di atas meja.

“Minji chan, ini Jepang. Tidak ada seorang pun yang berniat untuk bermalas-malasan.” Sahutnya lalu bersiap memasukkan sandwich buatanku ke mulutnya.

“Yaaa! Itu bukan untukmu! Itu untuk Nobu san!” kurebut potongan sandwich yang nyaris digigitnya.

“Ah~ kenapa pelit sekali. Ayolah berikan sedikit jatah makan untukku. Kau hanya memikirkan Nobu san padahal dia belum datang. Jangan-jangan kau menyukainya ya? Atau kalian memang menjalin hubungan khusus?? Hmm…” gadis ini mulai berspekulasi.

“Yaa! Kim Yuri! Aku sudah punya tunangan dan kumohon berhentilah sok tahu tentang hidupku. Arasseo?!”

“Hahhaha~ kenapa kau serius sekali? Baiklah. Aku juga punya tunangan dan dia adalah seorang selebriti terkenal di Korea Selatan. Kau tahu? Cincin yang dipakai oleh Cho Kyuhyun itu adalah cincin pertunangannya denganku.” Oceh gadis ini lagi.

Aku kesal sekali. Penyakitnya kumat lagi. Yuri adalah tetangga apartemenku. Nobu san sengaja mencarikanku tempat yang memang dihuni oleh beberapa orang Korea. Gadis ini adalah pelajar asal Korea yang bersekolah di sini, dan sialnya dia adalah ELF. Oh, lebih tepatnya dia adalah pemuja Cho Kyuhyun, yang notabene adalah tunanganku saat ini. Enak saja ia mengatakan dirinya sebagai tunangan Kyuhyun. Andai saja dia tahu statusku yang sebenarnya, kurasa Yuri pasti akan membunuhku. Aku sendiri bahkan terkejut melihat reaksinya saat aku tiba di sini. Hal pertama yang ia ceritakan padaku justru masalah kebimbangannya karena Kyuhyun memakai cincin di jari manis tangan kirinya. Aku sangat takut menghadapinya saat itu, karena kenyataan cincin itu memang cincin pertunangan, cincin pertunangannya denganku. Kami memang sepakat untuk tidak melepas cincin itu, termasuk Kyuhyun. Aku pun hanya bisa menghibur Yuri dengan mengatakan bahwa mungkin saja cincin yang dipakai idolanya itu hanya perhiasan biasa yang tidak memiliki makna apapun. Sakit sekali rasanya harus menjadi orang munafik dan bertingkah seolah aku tidak tertarik pada Superjunior dan Kyuhyun. Tapi ini demi kelangsungan hidupku di tempat ini dan juga menjaga nama baik namjaku. Aku harus rela hidup berdampingan dengan gadis ini, lagipula ia sangat membantuku dalam mengupdate info terbaru tentang Superjunior dan pastinya memantau Kyuhyun.

Author Pov

Kyuhyun terlihat sangat tidak bersemangat. Matanya terus menatap ke arah luar sambil mengamati butir-butir air hujan yang menetes di kaca mobil. Sudah beberapa hari terakhir magnae Superjunior ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk merenung dan pikirannya selalu nampak kosong. Entah karena cuaca di Seoul memang sedang buruk belakangan ini, ataukah karena kesibukan yang meningkat secara drastis akibat comeback Superjunior yang dijalaninya saat ini.

“Makan ini.” Managernya menawarkan bungkusan berisikan sepotong roti daging besar.

“Aniyo. Aku tidak lapar. Lebih baik kau saja yang makan.” Sahut Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya pada suasana di luar mobil.

“Tapi kau belum makan apapun dari pagi. Kau harus tampil prima saat syuting nanti.”

“Aku baik-baik saja dan aku rasa aku masih bisa menyanyi dengan baik tanpa harus memikirkan masalah makan.” Kyuhyun beralih memainkan Iphonenya.

“Kyu, ini Immortal Song. Kau tidak bisa menganggap remeh program ini. Banyak orang yang sangat menantikan penampilanmu dan mereka sangat berharap banyak padamu. Apa kau mau mengecewakan fansmu jika seandainya hasilnya tidak baik seperti episode kemarin?”

“Tolong berikan aku ruang untuk bernafas, hyung..” Kyuhyun memandang wajah managernya.

“Kau keberatan dengan jadwalmu? Bukankah kemarin hari sebelum tawaran ini diambil aku sudah menanyaimu dan memintamu untuk berpikir matang-matang? Aku tahu kau sangat jenuh karena baru saja mengakhiri pementasan musicalmu. Tapi sekarang kau sama sekali tidak punya pilihan untuk menghentikan ini.”

“Aku tidak berkata begitu. Aku tahu ini sudah menjadi tanggung jawabku sejak awal karena aku memang seorang penyanyi. Dan aku pasti akan menjalankan semuanya. Aku hanya minta kalian mengerti keadaanku.” Kyuhyun memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya seolah ingin tidur.

“Kurasa aku paham. Baiklah. Aku percaya kau bisa mengendalikan emosimu. Kau bisa cerita padaku sewaktu-waktu. Dan jangan mengecewakan kami.” Si manager menepuk pundak Kyuhyun.

Flashback-

“Kyuhyun ssi, kau sudah mendengar rumor tentangmu itu kan?” Kim Young Min, salah satu pemegang kendali SM entertainment bertanya dengan nada pelan.

“Maaf, apakah  yang anda maksud soal hubunganku dengan salah satu personil Kara? Sudah. Tapi aku bisa memastikan itu hanya omong kosong belaka.” Jawab Kyuhyun dengan nada santai. Ia sedikit lega karena ternyata ia dipanggil hanya karena hal itu.

“Ne, arraseo. Aku tahu itu, karena managermu sendiri sudah mengatakan padaku jika kau sama sekali tidak memiliki kedekatan dengan member Kara. Tapi ada hal lain yang ingin kutanyakan padamu.”

“Tentang apa sonsengnim?”

“Jujur aku baru mengetahui kau menjalin hubungan dengan seorang gadis, bahkan sudah begitu lama. Jika aku boleh tahu, sudah sejauh mana hubungan kalian?”

Kyuhyun sedikit kaget mendengar pertanyaan yang dilontarkan padanya itu.

“Maksud anda?”

“Maafkan aku, mungkin bukan hakku untuk mencampuri usuran pribadi setiap artis di manajemen ini. Tapi kurasa kau harus melihat ini.”

Direktur Kim memberikan sebuah amplop coklat pada Kyuhyun, dimana di dalamnya terdapat beberapa foto hasil jepretan stalker yang berhasil mengabadikan momen ketika dirinya dan Minji sedang berkencan  di bioskop beberapa waktu yang lalu sebelum Minji pergi ke Jepang. Kyuhyun sangat terkejut namun ia berusaha menyikapi dengan tenang.

“Maksudnya, semua ini sudah terungkap, begitukah?” Kyuhyun bertanya dengan nada dingin.

“Syukurnya belum. Namun seseorang mengirimkan ini padaku. Aku tidak memiliki maksud buruk terhadapmu,  aku hanya ingin melindungi kehidupan pribadi para artis di sini.”

“Jadi apa yang harus kulakukan?”

“Jangan tersinggung dulu, Kyuhyun ssi. Superjunior sebentar lagi akan comeback, dan isu apapun tentang kalian, itu akan sangat mempengaruhi musik kalian. Itu tidak bisa dipungkiri.”

Direktur Kim menghentikan ucapannya, dan Kyuhyun pun masih menanti apa yang akan dikatakan selanjutnya.

“Kyuhyun ssi, aku yakin kau pasti mengetahui dengan sangat jelas, bagaimana popularitasmu dibandingkan dengan member lainnya akhir-akhir ini. Pementasan musicalmu, program Immortal Song yang sebentar lagi kau ikuti, semuanya akan membuat dirimu makin tersorot publik.”

“Ne, aku mengerti. Aku akan lebih berhati-hati lagi.” Kyuhyun menjawab dengan nada tenang.

“Tidak hanya itu, aku juga punya satu permintaan. Kumohon, kau bersedia untuk melepaskan cincin yang kau kenakan itu, karena itu sangat menguatkan segala macam rumor tentangmu dan itu akan mempengaruhi Superjunior secara tidak langsung.”

Kyuhyun seketika terkesiap dengan perkataan direktur Kim. Ia memandang mata ahjussi itu lekat-lekat.

“Kyuhyun ssi, kita butuh dukungan fans untuk membuat album ini meledak di pasaran, tidak hanya Asia namun internasional. Kau adalah salah satu harapan dan aset dari perusahaan ini. Kumohon bekerja samalah dengan kami. Hargailah kerja keras semua staff yang sangat berharap akan kesuksesan album ini.”

Flashback end-

Kyuhyun Pov

Peringatan Direktur Kim masih terngiang-giang di telingaku. Entah kenapa setiap kali mengingat hal itu kepalaku seakan mau pecah. Mungkin ini bukan masalah yang sulit bagi orang lain. Tapi bagiku, hal seperti ini terkadang sangat rumit. Apakah aku terlalu berlebihan dalam menyikapi kisah asmaraku sendiri? Gadis itu seperti starcraft. Ia mampu membuatku betah berlama-lama untuk berada di sampingnya. Setiap hari hanya gadis itu yang memenuhi kepalaku. Kuakui sejak mengenalnya hidupku jauh berubah. Aku merasa hidupku sangat sempurna dengan kehadirannya. Sudah kukatakan, ia menyamai level starcraft bagiku. Bahkan ia jauh lebih penting daripada game strategi itu. Dan sekarang ia jauh dariku, dengan keadaan yang serba menyulitkan, aku benar-benar ingin pergi ke Jepang untuk melihat keadaannya.

“Oppa, gwaenchana?” Hyorin menepuk pundakku. Gadis ini adalah salah satu rivalku di Immortal Song, namun ia sangat perhatian pada kami semua.

“Aku baik-baik saja. Hanya suaraku saja yang sedikit bermasalah.” Jawabku.

“Tapi kau tidak nampak baik-baik saja. Sebaiknya kau ke dokter, oppa. Bahkan wajahmu begitu pucat.”

“Gomawo Hyorin ssi~ aku memang sedikit stress jika suaraku tidak mendukung penampilanku.”

“Ini, sebaiknya kau minum air putih ini. Aku akan bersiap-siap dulu untuk penampilanku.” Gadis ini tersenyum lalu beranjak.

“Hwaiting!” kuberikan semangat padanya.

Suara Hyorin memang luar biasa. Tak salah ia menjadi main vocal Sistar. Dalam keadaan normal saja aku masih belum yakin bisa mengalahkannya. Terlebih dengan kondisiku yang tidak memungkinkan seperti ini. Aku pasti kalah telak. Kepalaku mendadak pusing.

Sambil menunggu giliran, kukeluarkan Iphoneku lalu menghubungi gadis itu. Kuharap ia sedang tidak sibuk.

“Yoboseyo~” kudengar suaranya. Lembut sekali.

“Minji ah~ bogoshippo..”

“Nado. Kau dimana? Kenapa suaramu berbeda?”

“Aku sedang di backstage, menunggu giliran tampil.”

“Immortal Song? Dalam kondisi suara seperti ini? Kau menyiksa dirimu..” nada suara Minji terdengar khawatir.

“Aniyo~ aku tidak apa-apa. Kau percaya padaku kan? Aku Cho Kyuhyun, aku bisa mengatasi semuanya.” Ujarku menenangkannya.

“Jangan membohongiku. Kenapa kau bisa begini? Apa kau tidak menjaga kesehatanmu? Jangan begadang dalam jadwal yang sibuk!”

“Baiklah, aku hanya sedikit kelelahan. Bagaimana dengan tugasmu di sana?”

“Baik-baik saja. Sudahlah jangan membahas masalahku. Lekas tutup telponmu dan konsentrasilah untuk penampilanmu..”

“Ne~ aku hanya merindukanmu. Beruntung sekali kau menjawab telponku. Gomawo sudah menyemangatiku.”

“Baiklah. Jaga kesehatanmu~ Annyeong..”

“Minji ah. Tunggu!”

“Apa lagi?”

“Ani.. saranghae..”

Kutatap layar iphoneku. Aku merasa sangat berdosa padanya. Aku seolah mengkhianati semuanya.

…………………………………………

Minji Pov

flashback

“Berjanjilah, kau tidak akan melepaskan cincin ini karena alasan apapun.” Ujarnya sambil memegang tanganku.

“Apapun? Dan kau juga akan melakukan hal yang sama untukku?” kutatap matanya yang masih sangat mengantuk. Aku tahu itu. Ia sengaja bangun sepagi ini hanya untuk mengantarku ke bandara.

“Ne. Kau milikku Kang Minji. Neomu saranghae. Jika ada namja yang mendekatimu di sana, katakanlah kau adalah tunangan Cho Kyuhyun Superjunior. Arasseo?”

“Oppa, akhir-akhir ini kau nampak sangat berlebihan padaku. Kau salah minum obat, hah?” kupegang kedua pipinya yang semakin chubby dengan kedua tanganku.

“Akan pergi meninggalkanku kau masih berani mengomentariku. Kau mau kucium di depan umum?” ia bersiap hendak menciumku.

“Yaaak! Kau gila.. ini airport! Aku tidak mau mati muda dibunuh fansmu.” Kudorong wajahnya menjauh.

Kyuhyun hanya tersenyum lalu merangkulku. Suasana Gimpo airport masih lenggang, mungkin karena ini masih pagi. Omma tak bisa turut mengantarku karena harus membantu appa mempersiapkan meeting besar di kantor. Namja inilah yang dengan kerelaan hatinya bersedia bangun pagi-pagi buta dan menjemputku ke rumah lalu mengantarku ke bandara. Hatiku menghangat, bersiap menghadapi kenyataan tak akan melihatnya selama sebulan penuh. Perlahan aku terisak di pelukannya.

“Yaa~ minji a kau menangis?” Kyuhyun mengangkat wajahku dan mengambil tissue dari saku jaketnya. Ia mengelap air mataku dengan pelan.

“Babo. Seharusnya aku berangkat sendiri tadi. Jika begini aku jadi ingin membatalkan niatku untuk pergi.” Jawabku jujur. Kyuhyun mengusap-usap kepalaku.

“Yang babo itu kau. Semakin cepat kau menyelesaikan ini semua, akan semakin cepat kau lulus dan itu pun akan mempercepat statusmu menjadi bagian dari keluarga Cho..” balasnya tersenyum. Kami saling menatap.

“Cium aku.” Pintaku padanya.

Kyuhyun memandangku sejenak dan tak lama kurasakan bibirnya mengecup keningku. Kupandang wajahnya dan kuletakkan telunjukku di bibir. Ia lanjut mencium bibirku dan kubalas perlakuannya. Kurasa nasibku benar-benar bergantung pada seberapa hebat penyamaran Kyuhyun pagi ini.

“Berangkatlah. Hati-hati di sana. Jika ada waktu aku pasti akan mengunjungimu. Saranghae..” Kyuhyun mencium tanganku.

Flashback end-

Kupandangi cincin yang melingkari jari manisku. Aku sangat merindukannya. Tapi saat ini aku sedang kesal. Entah apa yang membuatku begitu kesal padanya. Masa-masa awal aku di sini, komunikasi kami berjalan sangat lancar. Tapi lama-kelamaan ia makin susah untuk dihubungi. Aku tahu dan sangat mengerti dengan kesibukannya. Sialnya Kyuhyun selalu menghubungiku ketika jam-jam sibuk yang mengharuskanku untuk mematikan handphone. Hingga kini aku mendiamkannya. Sepertinya tak ada waktu yang tepat bagi kami untuk berkomunikasi meskipun hanya lewat telpon. Baru kemarin saat di backstage ia sempat menelponku meskipun hanya sesaat. Tapi aku sudah merasa sangat senang.

“Minji chan.. Kyuhyun oppa dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah tampil di Immortal Song kemarin. Huaaa aku khawatir sekali!!” Yuri tiba-tiba bercerita dengan panik.

“Jinja?! Kau tidak mendapat informasi yang salah kan??” aku sangat terkejut mendengarnya.

“Mana mungkin aku salah! Aku mengikuti perkembangannya setiap hari. Menurut info yang kudengar suaranya habis setelah memaksakan diri untuk tampil. Aku sangat khawatir. Apalagi dia masih dalam masa promosi albumnya..”

“Apa? Suaranya habis? Dia baik-baik saja kan?!” aku semakin panik.

“Minji chan, kenapa kau nampak begitu khawatir? Bahkan kau lebih panik dariku. Apa kau diam-diam juga mengidolakan Kyuhyun oppa? Iya?” Yuri mencurigaiku. Ah, aku makin tidak karuan. Aku harus menghubungi namja itu setelah obrolan bodoh ini berakhir.

“Engg~ tidak juga. Bukankah itu berita buruk? Bagi seorang penyanyi sekelas Kyuhyun oppamu itu, kehilangan suara adalah hal yang sangat buruk bukan?” aku mencoba menjawab dengan nada dan ekspresi sewajar mungkin.

“Ah, kau benar sekali. Aku bahkan sangat takut. Hmm, tapi di balik kabar buruk itu ada satu kabar baik yang cukup membuatku lega..”

“Mwo? Kabar baik apa?” tanyaku penasaran.

“Kyuhyun oppa sudah tidak mengenakan cincin mencurigakan itu lagi. Ia tampil bersih tanpa perhiasan dan kudengar memang cincin itu sudah semingggu ini tak dipakainya lagi. fiuh, untung saja..”

Apa? Apa yang barusan dikatakan gadis ini? Kyuhyun melepaskan cincin pertunangan kami? Semudah itukah ia melepaskannya?

“Yuri ssi~ apa.. apa kau memiliki bukti Kyuhyun oppamu itu melepas cincinnya?”

“Mwo?! Minji chan kau aneh sekali hari ini. Kenapa kau begitu peduli pada idolaku? Apa itu penting bagimu? Hmm tapi aku akan memperlihatkannya. Berita ini membuatku bahagia jadi kau harus tahu. Ini dia.”

Yuri memperlihatkan beberapa koleksi foto yang didapatnya dari aktivitas Kyuhyun beberapa hari terakhir. Ia memang tidak memakai cincin itu. Tidak hanya di atas panggung, namun off air pun ia tak memakainya. Hal ini membuatku sangat sakit. Entahlah, aku merasa aku bukanlah hal penting baginya. Apalagi komunikasi kami mulai semakin jarang. Apa sesuatu terjadi padanya? Pantas saja ia terdengar begitu gugup saat di telpon kemarin.

Apa sebaiknya aku menghubunginya untuk menanyakan hal ini? Tapi bagaimana jika jawaban yang diberikannya menyakitkanku? Jika memang itu tuntutan panggung, kenapa dalam acara off air ia melepasnya juga? Bahkan Sungmin oppa pun dengan bangga memakai cincin pertunangannya kemanapun. Apa Kyuhyun takut kehilangan fansnya? Lalu untuk apa dia meminta kami saling berjanji agar tidak melepasnya? Entahlah, aku enggan memikirkan semuanya.

…………………………………

Author Pov

“Jelaskan padaku apa yang menjadi masalahmu.” Tanya Yesung sambil meletakkan secangkir cappuccino di hadapan Kyuhyun.

“Sudah kukatakan aku baik-baik saja. Aku ke sini hanya ingin menyeruput cappuccino Handel and Gretel.” Jawab Kyuhyun lalu mulai menikmati cappucinonya.

“Jeongmalyo? Haha.. aku berterima kasih sekali pada kalian karena sering berkunjung ke tempat ini. Setidaknya kehadiran kalian pun memikat fans untuk mencicipi hidangan di tempat ini.” Yesung tersenyum.

“Kau lihat hyung? Kurasa tempat ini akan menjadi favorit para stalker. Hahhaha..” Kyuhyun menoleh ke luar kaca, memandang ke arah kerumunan kecil yang terbentuk di sekitar restoran. Kamera-kamera para fans pun berlomba-lomba mengabadikan moment dua vokalis utama Superjunior yang sedang bersantai itu.

“Hmm.. apa kau merasa kurang nyaman berduet dengan Sun Ho Young sunbaenim?”

“Aniyo. Duet bersamanya adalah salah satu pengalaman berharga. Aku saja yang kurang maksimal. Bahkan di putaran kedua aku tampil sangat memalukan dengan suara yang tidak enak didengar.”

“Ne, aku bisa melihat itu. Bahkan dalam comeback kita minggu ini kuperhatikan kau sedang tidak dalam kondisi terbaikmu. Untuk itu aku bertanya apa masalahmu.”

“Benarkah? Mianhae hyung. Aku akan lebih bersemangat lagi dalam live berikutnya.”

“Siapa yang kau rasa menjadi saingan terberatmu?”

“Sejak awal aku tak pernah berpikir soal saingan. Hyorin, GO, dan semua peserta memang mempunyai kemampuan vocal yang bagus. Kebetulan saja suaraku juga tidak memungkinkan. Aku tidak bisa meneruskan pamor baikmu di ajang itu.”

“Hahaha, Cho Kyuhyun, kau terlihat bukan seperti dongsaeng yang kukenal. Kau terlihat begitu depresi dan menyedihkan.”

“Benarkah? Ya. Begitulah kenyataannya.” Kyuhyun kembali menyeruput minumannya.

“Kau memikirkan Minji? Aku hanya melihat gadis itu di matamu.”

“Ia tak memberiku kabar. Sangat sulit untuk menghubunginya akhir-akhir ini. Padahal ia tahu dengan jelas aku tak bisa jika tanpa harus mendengar suaranya.”

“Kudengar aktivitas pelajar magang memang sangat menyita waktu. Apalagi dia memilih Jepang. Bersabarlah sebentar lagi. Kita sudah memasuki minggu kedua.”

“Aku merasa bersalah padanya. Aku sudah melepas cincin pertunangan kami.”

“Dia mengetahuinya?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi dan menunjukkan ekspresi lelahnya.

“Ini salah satu bentuk pengorbanan. Aku pernah ada di posisimu. Ah, kenapa kau tidak pernah menyadari popularitasmu?” Yesung menatap wajah magnae grupnya itu.

“Ah, rasanya aku ingin mundur dari karirku. Dunia ini sangat mengikatku.” Kyuhyun menarik nafas.

“Hei, kau hanya sedang jenuh dan kurasa ini akibat kepergian Minji. Tunggu gadis itu kembali maka semua akan baik-baik saja.”

Kyuhyun nampak menghubungi seseorang dan ekspresi kesal kembali memenuhi wajah magnae Superjunior itu.

“Ia memutus panggilanku. Sudah sejak dua hari ini ia tak meresponku, dan kali ini ia memutusnya. Apa menurutmu ia bosan dengan keadaan ini?” Kyuhyun memandang layar Iphonenya.

“Gadis mana yang berani berkata bosan untuk pria-pria seperti kita? Hahhahaha.. kau menanamkan begitu banyak hal negatif di kepalamu.”

…………………………………………………………

“Apa kau baik-baik saja? Sepertinya kau sedang banyak masalah.” Nobu menghentikan langkah dan menatap gadis di sebelahnya.

“Aku baik-baik saja. Memangnya aku nampak seperti orang yang penuh masalah?” gadis itu turut berhenti dan menatap balik pria yang berdiri di sebelahnya.

“Jangan berbohong. Kemarin hari kau nampak penuh semangat. Apa ada masalah dengan tugas-tugasmu? Beritahu aku. Kita selesaikan bersama.”

“Tidak ada kok. Semuanya baik-baik saja. Bukankah kepala bagian memuji laporanku?”

Nobu menggandeng tangan gadis itu dan tersenyum.

“Kalau begitu kita ke restoran ramen. Aku yang akan mentraktirmu.”

“Mwo? Untuk apa? aku sudah banyak sekali merepotkanmu.”

“Karena kepala bagian memuji laporanmu. Kau tahu? Wanita gendut itu sangat jarang memuji orang. Itu berarti kau luar biasa Nona Kang. Ayolah, jangan menganggapku orang lain.” Nobu menarik tangan gadis itu.

…………………….

Minji nampak menatap layar ponselnya yang terus saja menyala. Ramen yang tersaji panas di hadapannya sama sekali tak disentuhnya.

“Siapa? Kenapa tidak dijawab?” Tanya Nobu.

“Bukan siapa-siapa. Tidak penting jadi tak perlu kujawab.” Minji mulai memegang sumpitnya.

Nobu terus mengamati gadis di hadapannya dengan tatapan ingin tahu.

“Kurasa masalahmu ada pada orang yang terus menghubungimu itu. Dia orang penting bagimu kan?” pertanyaan Nobu membuat Minji menghentikan tangannya yang mengaduk-aduk ramen.

“Ya, dia sangat penting bagiku. Tapi mungkin aku sama sekali tak penting baginya.”

“Siapa orang itu?”

“Cho Kyuhyun Superjunior.”

“Hah~ kau bergurau. Sepertinya kau ketularan penyakit jiwa Yuri chan. Aku serius Nona Kang, kau bisa cerita padaku apa masalahmu.”

“Aku berkata serius. Kyuhyun oppa itu kekasihku. Dan cincin yang kupakai ini adalah bukti jika ia serius selama hampir lebih dari 2 tahun ini. Dia bahkan berpesan padaku agar mengatakan pada semua namja yang kujumpai bahwa aku adalah tunangannya. Kau pasti berpikir aku orang gila bukan?”

Nobu nampak kebingungan menghadapi gadis di depannya. Mata Minji mulai berkaca-kaca. Nobu mengambil ponsel Minji dan tertegun melihat wallpaper ponsel gadis itu.

“Kenapa kau memilihnya? Karena ia seorang selebriti? Nona Kang, aku sedikit tidak percaya setelah mengetahui siapa dirimu.”

“Aku tidak pantas untuknya kan? Aku hanya gadis biasa dan ia pria yang luar biasa. Dia selalu penting bagiku, tapi mungkin aku tak selalu penting baginya.”

“Apa kau memilihnya karena dia bukan orang biasa?” Nobu memelankan suaranya.

“Kami bertemu hampir 4 tahun yang lalu. Kau tahu? Ia menungguku cukup lama, dan ia tak pernah memanfaatkan statusnya untuk mendapatkan perhatianku. Dia menerimaku apa adanya. Aku bahkan butuh waktu untuk memikirkan perasaanku, hingga aku bisa memandangnya bukan sebagai seorang idola.”

“Dia menghubungimu hingga seperti ini itu berarti kau sangat penting baginya.” Nobu memberikan pendapatnya.

“Mungkin. Tapi ia selalu menyembunyikan sesuatu dariku. Aku merasa kali ini pun ada yang disembunyikannya. Kenapa ia enggan berkata jujur padaku?”

“Kisahmu begitu unik. Aku memang tidak mengikuti Superjunior apalagi mengenal mereka semua. Hanya saja kulihat anak ini memiliki karakter penyayang yang sangat besar.”

Minji memandang namja di depannya.

“Nobu san, kumohon rahasiakan hal ini dari Yuri chan.”

Minji Pov

Hari ini aku ijin untuk tidak masuk kantor. Badanku demam dan aku sama sekali tidak memiliki cukup tenaga untuk beranjak dari tempat tidur. Aku sudah menghubungi Nobu dan ia nampak begitu khawatir dan berjanji akan segera datang membawakan bubur dan juga dokter ke apartemenku. Aku begitu kaget mendapati sebuah panggilan masuk. Jungmo oppa. Dia sedang berada di Tokyo.

…………………………..

“Kyuhyun menerima warning dari direktur Kim.” Jelas Jungmo oppa.

“Aku tidak mengerti maksudmu oppa,, dia baik-baik saja kan?”

“Hal ini pernah terjadi pada Jonghyun. Tapi manajemen memilih untuk mengungkap status hubungannya dengan SeKyung. Sementara Kyuhyun, mereka melindungi Kyuhyun karena alasan album ke-5.”

“Darimana kau tahu itu? Dan kenapa Kyuhyun tidak memberitahuku?”

“Heechul hyung yang memberitahuku. Kyuhyun sedang tidak dalam kondisi terbaiknya akhir-akhir ini. Ia sepertinya frustasi melepas cincin pertunangan kalian. Masalah ini memang biasa terjadi pada setiap artis yang memiliki pasangan. Dan anak itu sepertinya belum bisa menyikapi masalahnya sendiri. Lebih baik kau segera pulang Minji a~”

“Masa tugasku tinggal seminggu lagi. Kapan kau kembali ke Seoul? Kumohon jangan beritahukan jika aku sakit. Ia pasti akan memarahiku.”

“Besok sore aku kembali. Itu juga karena aku ada jadwal mengisi instrument gitar pada Immortal song episode berikutnya. Jadi kemungkinan besar aku akan bertemu dengan Kyuhyun.”

“Jangan katakan perihal kepulanganku. Aku ingin memberikan kejutan untuknya.”

Jungmo oppa selalu menjadi penolongku. Ia bahkan menyempatkan waktunya untuk menjengukku padahal ia memiliki urusan pekerjaan terkait dengan kemunculannya di Tokyo. Setidaknya aku tahu apa yang dipikirkan Kyuhyun. Ah~ kurasa ia perlu lebih terbuka lagi padaku. Jika begini aku benar-benar merasa membebaninya. Memiliki kekasih ketika karir sedang di puncak mungkin adalah hal berat bagi selebriti manapun.

Seminggu kemudian…

Kyuhyun Pov

Hari ini benar-benar buruk. Bahkan recording Inkigayo pun membawa musibah. Luna harus digantikan oleh Song Qian karena ia cedera saat rehearsal dance bersama kami. Eunhyuk hyung sampai merasa sangat bersalah karena Luna cedera saat berpasangan dengannya. Sementara semua hyung terus mengejekku karena aku satu-satunya bukan dancer yang ikut dalam special stage hari ini. Song Qian bahkan memilihkan kostum untukku, dan mendadaniku seperti Justin Bieber. Untung saja jaket kuning menyala itu tidak membawa kesialan padaku sehingga aku bisa melakukan semuanya tanpa kesalahan.

Suara riuh para ELF memenuhi gedung SBS. Mr. simple akhirnya berhasil meraih posisi pertama. Eunhyuk hyung yang sedang tidak dalam mood bagusnya memberikan speech kemenangan. Dan aku merasa seperti bermimpi, karena tiba-tiba aku melihat wajah yang begitu familiar dari arah penonton.

“Kyuhyunnie, geser ke sana. Kenapa jarak kita dan Eunhyuk jauh sekali..” Teukie hyung berkata padaku. Mataku masih belum bisa lepas dari wajah yang sepertinya sangat kukenal. Tapi gadis itu mengenakan hoodie, bukankah ia tak suka mengenakan hoodie?

“Kyuhyunnie! Kau dengar aku tidak? Apa yang kau cari?” Teukie hyung sampai mengulang suruhannya.

“Ah, hyung mianhae. Aku seperti melihat Minji di depan. Tapi gadis itu malah menghilang sekarang. Kemana dia ya?”

“Kau berhalusinasi. Kurasa aku harus membawamu ke psikiater setelah ini.” Komentar Teukie hyung.

Minji Pov

Sial. Kyuhyun justru melihatku. Apa dia menyadari kalau yang tadi itu aku? Huh semestinya aku tidak usah ke sini dulu. Kenapa tidak langsung saja pergi ke dorm? Dan kemana pula Jungmo oppa? Ia malah tak bisa dihubungi padahal tadi dialah yang membawaku ke sini setelah menjemputku di bandara dan mengantar meletakkan barang-barangku di rumah. Omma dan appa sedang pergi ke Shanghai untuk urusan bisnis. Jahat sekali mereka tidak memberitahuku jauh-jauh hari. Aku kan bisa ikut untuk berlibur. Meskipun hanya seminggu tapi itu sangat lumayan untuk merefresh pikiran. Aku harus kemana sekarang?

“Minji ssi!”

“Victoria.. eonnie…”

“Bukankah kau sedang ada di Jepang? Wah! Kau pasti ke sini untuk mencari Kyuhyun. Ayo kuantar kau bertemu dengannya.” Vic onnie menarik tanganku. Sial. Aku salah jalan. Ternyata koridor ini menuju ke ruang artis. Semestinya tadi aku tidak lewat sini.

“Aah, eonnie. Aku ke sini tidak untuk bertemu Kyuhyun. Aku.. aku mencari Heechul oppa. Eh..” aku menggaruk-garuk kepalaku yang sama sekali tak gatal.

“Jeongmalyo? Aku tidak percaya. Kau tampak sangat berbeda hari ini, tidak seperti biasanya. Kenapa mengenakan hoodie? Apa kau punya tujuan khusus? Mana mungkin kau tidak punya urusan dengan Kyuhyun sementara kekasihmu ada di sini?”

“Onnie jangan mencurigaiku. Hmm.. aku.. aku tidak mengatakan padanya jika aku sudah kembali. Aku sedang mencari Jungmo oppa, tadi dia yang membawaku hingga ke sini. Apa kau melihatnya?”

“Aku bahkan tidak tahu jika Jungmo ke sini. Sudahlah lebih baik kau ikut aku. Kau pulang dengan kami saja.”

“Minji ah!!” aku menoleh. Yesung oppa.

“Kyuhyun a~ lihat siapa yang datang!! Ada Minji di sini!! Ternyata dia memang benar-benar di sini!!” Yesung oppa mulai berteriak.

……………………………………….

Jujur aku bahagia sekali bisa melihat situasi ini lagi. Malam ini semua member Superjunior nampak sangat bahagia dengan kemenangan pertama mereka di Inkigayo. Ryeowook oppa sampai memasak special untuk merayakannya, sekaligus menyambutku. Hanya Eunhyuk oppa yang nampak kurang bersemangat.

“Minji a~ aku mau cerita sesuatu padamu.. kau mau dengar ceritaku kan?” Heechul oppa duduk di sebelahku.

“Eh?”

“Ayolah~ mumpung Kyuhyun sedang mandi. Jika dia kembali aku tak akan bisa mendekatimu lagi.”

“Memangnya ada apa oppa?”

“Hmm.. aku hanya minta pendapatmu. Apa menurutmu keputusanku ini tepat? Aku sudah mendaftarkan diri untuk ikut wajib militer.”

“Oh, soal itu. Kau sudah tua oppa. Memang sudah waktunya.. hahhaha.. tentu saja itu keputusan yang tepat.”

“Kurang ajar. Kau sama saja dengan Kyuhyun! Bukan itu masalahnya. Aku akan mulai pelayanan tanggal 1 September depan.”

“Mwoya?!! Oppa kau gila?! Kau mau meninggalkan semuanya saat masa promosi belum berakhir? Kalau begitu ini bukan keputusan yang tepat.” Responku kaget.

…………………………………

Kyuhyun Pov

“Jahat sekali kau menyuruhku pulang. Aku masih rindu dengan oppadeul..” gadis ini memasang seatbelt dengan wajah cemberut.

“Kau rindu pada mereka tapi kau sama sekali tidak mengatakan kalau kau merindukanku..”

“Aku mau menginap di dorm.”

“Tidak ada tempat tidur untukmu. Kau mau tidur denganku? tapi Sungmin hyung pasti tidak akan mengijinkannya.”

“Pikiranmu kotor sekali. Ya sudah lebih baik aku pulang saja.”

“Ya, memang lebih baik kau pulang ke rumahmu daripada berada di dorm. Kau pasti akan meladeni semua hyung-hyungku tanpa peduli padaku.”

“Kau cemburu pada mereka?”

“Minji ah, kenapa kau tidak bilang padaku jika hari ini kau pulang? Dan kenapa malah meminta orang lain untuk menjemputmu?” aku bertanya sambil menatapnya. Minji nampak menghindari tatapanku.

“Aku.. aku sedang kesal padamu. Kau melepaskan cincin pertunangan kita kan?” Minji bertanya dengan nada malas. Ternyata dia sudah mengetahuinya.

“Maafkan aku. Kau sudah tahu rupanya. Ini memang kesalahanku. Panjang ceritanya jika kuceritakan.”

“Hmm.. kau tidak usah bercerita lagi. Aku sudah tahu semuanya dari Jungmo oppa. Aku mengerti posisimu. Maaf jika aku membebanimu..”

“Jungmo hyung memberitahumu?”

“Ne, dia mengunjungiku saat mengurus pekerjaannya di Tokyo kemarin. Aku hanya kesal kenapa kau tidak memberitahuku keadaan yang sebenarnya. Apa sangat sulit untuk berkata jujur padaku?” Minji menoleh ke arahku.

“Aku.. aku hanya takut kau tersinggung. Apalagi aku yang meminta perjanjian agar kita tetap memakai cincin itu dalam keadaan apapun.”

“Cih, aku tidak kekanak-kanakan. Bukankah dari dulu aku selalu berusaha untuk mengerti keadaanmu?”

Ya, dia benar. Aku terlalu berpikiran buruk. Minji menghela nafas dan membuang wajahnya ke arah lain.

“Minji ah~ lihat aku..”

Minji Pov

Ia menciumku ketika aku menoleh. Hatiku kembali tidak karuan karena sentuhannya. Kupegang erat seatbeltku saat Kyuhyun mulai memegangi wajahku. Aku membalas ciumannya karena aku begitu merindukannya. Perlahan tanganku melepas seatbelt dan menyentuh rambut halusnya yang di cat sangat indah. Aku menyukai rambutnya.

“Lekas antarkan aku pulang sebelum hari makin malam.” Aku menghentikannya.

Kyuhyun tersenyum dan mencubit sebelah pipiku lalu melajukan mobilnya keluar dari parkir apartemen mewah yang dihuni member Superjunior ini.

Di perjalanan hujan malah turun dengan sangat deras. Aku jadi menyesali keputusanku untuk mengikuti saran Kyuhyun agar aku pulang. Bukankah omma dan appa sedang tidak di rumah? Aku tidak yakin berani tinggal di dalam rumah sendirian dalam keadaan seperti ini. Namun meminta Kyuhyun untuk kembali rasanya akan membuat namja ini membentakku.

Author Pov

Hujan malah turun dengan deras disertai petir dan kilat. Minji dan Kyuhyun turun dari mobil tanpa menggunakan payung. Kyuhyun membuka jaketnya untuk melindungi yeojanya dari guyuran air hujan.

“Kau tidak apa-apa?” Kyuhyun bertanya setelah mereka sampai di dalam rumah. Bajunya lumayan basah karena kehujanan.

“Bajumu basah. Tunggulah sebentar aku akan mengambilkan baju ganti untukmu dan juga membuat coklat panas. Pakai saja kamar kosong di sana. Ini handuknya.” Minji bergegas ke kamarnya untuk mengambil baju sekaligus mengganti bajunya yang juga basah.

Tak berapa lama, Minji kembali ke kamar Kyuhyun sambil membawakan kaos ganti dan juga coklat panas yang dijanjikannya. Kyuhyun yang sedang mengelap rambutnya sambil bertelanjang dada menoleh saat merasakan ada seseorang yang masuk ke dalam kamar.

“Cepat pakai bajunya. Jangan berpose seperti itu di depanku.” Minji menyerahkan kaos dan meletakkan coklat panas di atas meja.

“Kenapa kau gugup seperti itu? Apa kau tidak pernah melihat pria bertelanjang dada?” Tanya Kyuhyun heran sambil memakai kaosnya.

“Aish. Jangan banyak komentar. Aku sedang tidak ingin berdebat. Lagipula ini semua karena saranmu yang memintaku untuk pulang.” Minji menyeruput lebih dulu coklat panasnya.

“Maksudmu? Jadi kau benar-benar ingin bermalam di dorm?” Kyuhyun mengambil posisi duduk di sebelah yeojanya.

“Bukan begitu! Kau pasti berpikiran buruk lagi terhadapku. Lebih baik aku menginap daripada harus tinggal sendirian di rumah.” Jawab Minji jujur.

“Apa kau takut?” Kyuhyun memandang Minji.

Minji hanya menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu aku bermalam di sini saja untuk menemanimu. Besok aku juga tidak ada jadwal.” Tawar Kyuhyun.

“Jinja? Tapi tetap saja. Kau tidur di bawah sementara aku di lantai atas. Aku takut suara petir. Apa kau mau menemaniku di atas?”

Kyuhyun menggenggam tangan Minji dan memeluknya. Merekapun pindah menuju kamar Minji yang ada di lantai atas.

Kyuhyun Pov

Sepertinya Minji benar-benar takut dengan petir. Hujan di luar memang sangat deras dan aku pun khawatir kalau-kalau nanti listrik ikut padam. Aku menemani Minji menonton TV dan ia terus memelukku. Gadis ini sudah tahu larut malam dan suasana mencekam masih saja belum mau tidur.

“Oppa, aku lapar.” Tiba-tiba Minji berdiri.

“Minji ah~ lebih baik tidur saja. Ini sudah sangat larut. Kau bisa sakit nanti.” Kutarik tangannya agar kembali duduk di sofa. Minji sedikit melawan tarikanku namun tenagaku lebih besar hingga ia jatuh di atasku.

Wajah kami terasa begitu dekat dan aku tidak bisa menahan diri untuk menyentuhnya. Saat bibir kami bersentuhan, ia membalas ciumanku. Aku menikmati pergerakannya dan makin terbawa suasana. Tanpa sadar kuangkat tubuh mungilnya dan tiba-tiba saja kami sudah berada di atas ranjang. Dengan sigap aku mengunci tubuhnya dan mencumbui wajahnya. Ia sama sekali tidak memberikan perlawanan, bahkan ia membalas setiap sentuhanku di bibirnya. Minji mulai menggapai wajahku hingga memainkan rambutku. Ia terus mendesah kecil sambil mengatur nafasnya. Hal ini semakin menarik bagiku. Setiap kali berciuman, sangat jarang ia mendesah hingga seperti ini. Mungkin karena ini adalah kali pertama kami melakukannya dengan posisi berbaring seperti ini.

Author Pov

Kyuhyun makin terbawa suasana. Ciumannya mulai berpindah ke leher Minji. Ia memberikan kecupan lembut dari leher hingga telinga yeojanya.

“Kyuuh~ oppa…ssshh hah..” desah Minji

“saranghae Minji ah~” Kyuhyun kembali melumat bibir Minji.

Tangannya kini bergerak mengelus paha mulus Minji yang hanya berbalut hot pants.Kyuhyun menggerakkan tangannya naik turun memijit paha Minji dan terus masuk hingga ke bagian dalam. Kyuhyun mulai tak tahan dan ia pun melepas kaos yang membalut tubuhnya.

“Oppa.. jebal.. jangan lakukan..” Minji menahan Kyuhyun yang sudah bertelanjang dada.

“Ijinkan aku menyentuhmu, chagi..” Kyuhyun berbisik lalu mencium telinga kanan  Minji hingga gadis itu mendesah lagi. Kyuhyun makin memuluskan pergerakannya dan ia mulai menelusupkan kedua tangannya ke dalam kaos Minji hingga terangkat. Kyuhyun menyentuh bebas sepasang dada yang masih dibalut bra itu. Minji sedikit kaget namun ia hanya bisa pasrah dan mengusap punggung Kyuhyun yang sudah tak berbalut apapun.

Kyuhyun terus menghujani Minji dengan ciuman dan kecupan di sepanjang wajah hingga lehernya, dengan tangan yang tak lepas dari dada gadis itu. Minji pun terus melahap bibir namjanya sambil mengeluarkan desahan-desahan yang beradu dengan suara hujan di luar.

Sesaat kemudian Minji melepaskan ciumannya dan dua pasangan yang baru saja kembali bertemu ini saling menatap satu sama lain.

“Oppa.. aku.. takut.. hhhhhh..” Minji mencoba mengambil nafas.

“Kau ingin melanjutkannya,?” Kyuhyun merapikan rambut Minji yang berantakan.

Diberikan pertanyaan seperti itu Minji malah memandang Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. Mereka masih berusaha mengatur nafas.

“Minji ah~ jika kau belum siap aku akan menghentikannya sampai di sini..” ujar Kyuhyun.

Minji menggeleng-gelengkan kepalanya dan mulai terisak. Kyuhyun mencium kening gadisnya lalu beranjak pergi sambil menarik bajunya yang terjatuh di lantai.

Minji Pov

Kyuhyun mencium keningku lalu ia pergi meninggalkanku ke kamar mandi. Aku menghela nafas sebanyak mungkin dan mencoba berpikir tenang. Apa yang baru saja terjadi? Suara hujan di luar masih sangat deras. Aku ingin menangis, tapi untuk apa? Bukankah saat ini aku sudah ditemani oleh namja yang sangat mencintaiku dengan tulus? Aku merasa bersalah. Merasa malu pada diriku sendiri. Aku seperti gadis bodoh. Aku menolaknya? Bukankah setiap gadis menginginkannya? Kyuhyun oppa pasti menyesal telah mengorbankan waktunya untuk yeoja sepertiku. Aku sudah mengecewakannya. Ia pasti mencoba menahan diri sedapat mungkin. Oppa.. mianhamnida. Aku meringkuk di bawah selimut, bisa kurasakan air mata membasahi bantal yang kutiduri.

………………………………….

“Minji ah~” kudengar Kyuhyun memanggilku. Bisa kurasakan kedatangannya dan ia duduk di pinggir ranjang.

“Oppa… gwaenchana? Mianhae.. jeongmal mianhae…” aku membalik tubuhku dan memeluk Kyuhyun yang sudah memakai kembali bajunya. Ia membalas pelukanku. Pelukan yang begitu hangat dan penuh kasih sayang.

“Aku tidak apa-apa. Apa kau masih merasa takut? Maafkan aku atas kejadian tadi.”

“Aniyo. Ini salahku. Aku yang seharusnya meminta maaf. Aku ini bodoh sekali. Kumohon jangan pulang.. temani aku tidur. Tidak apa-apa kau tidur saja di sebelahku.” Pintaku.

“Kau tidak takut berada di dekatku?” ia bertanya sambil menatapku.

Aku menggeleng dan memberikan senyumku, senyum sebagai tanda aku mempercayainya untuk menjagaku. Aku sangat mempercayainya, bahkan untuk memegang kebahagiaanku. Kebahagiaanku ada di tangannya, dan aku meyakini itu.

Kyuhyun oppa tersenyum dan ia kembali mencium keningku. Ia memelukku dan membawaku masuk ke dalam selimut bersamanya. Ia memelukku dan kudengar samar-samar suaranya di telingaku.

“Saranghae~”

Kyuhyun Pov

Aku sudah tenang, dan semua hasratku sudah kutinggalkan. Aku semakin menyadari bahwa gadis yang kini ada dalam dekapanku ini sangat berharga. Keinginanku untuk melindunginya sangatlah besar. Aku tidak akan menyakitinya dan membuatnya takut lagi seperti tadi. Suatu saat akan ada waktunya, dan mungkin memang Minji belum siap untuk itu.

Kuperhatikan wajahnya yang terlelap. Ia tersenyum dan kurasa ketakutan di wajahnya sudah hilang. Aku sangat bahagia karena gadis ini mempercayaiku dan aku akan melindunginya. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah melepaskannya.

TBC~

Gyaaaaaaaaa >.<

Maaf banget yah jadinya cerita ini geje banget!! Malah ada NCnya dikit!

Ini akibat saya hiatus kelamaan jadi kangen banget sama Kyuhyun oppa~

Part ini ngaret lumayan lama, maunya dipost waktu ini tapi ternyata ga dapet feel dan malah sempet ngulang lagi bikin konsep ceritanya T__T

Oh ya, thanKYU banget buat author ulan yang udah bantu mecahin masalah sampe FF ini bisa jadi cerita utuh~

Serius, bikin part ini muter otak setengah mampus gara-gara hiatus sebulan demi pendidikan *alah

Pokoknya suka ga suka tetep dicomment yah! Wajib! Hehe~

Kalo bisa sih comment jalan ceritanya ato kasi masukan apa gitu,,

Biar ada greget ceritanya ^^

Moga FF ini masih bisa diterima dan masih bersedia buat baca lanjutannya..

Next part mungkin bakal jadi finalnya.

ThanKYU ^^

 

 

 

 

Iklan

57 thoughts on “[6] How To Keep Loving You

  1. aku bingung mau komen apa, soal y aku lg galau liat SJ di variety SH tentang pengakuan kyu. . . .
    Aku jd mikir pasti kyu bakal ngelakuin sama kyk d ff ini ke pacar asli y lembut, perhatian ahk. . . .bikin iri. . . .
    Untung kyu ngak lepas kontrol, author cerita y bikin menuju konflik dong, orang ketiga atau pa gt yg bikin menengangkan suasana. . . . .

    Suka

  2. Masih TBC,,,
    Kyu mw nahan dri *tumben* ㅋㅋㅋㅋㅋ
    tambah serru nie,, ud ampir abis ya..
    d tgu klanjutan na lgee,,
    MinKyu slalu serru crita na ♥

    Suka

  3. huahhhh untung bisa tahan.. tumben banget dah, biasanya langsung sikaaaaaaaaaaaaatt abezzzzzzzzz. next part nya aku pengn mereka nikah hohohoho. smoga waktu udah nikah dan punya anak partnya agak dipanjangi dikit lagi, biasanya di ff kalo castnya unya anak bakal end deh -..- kan akyu penasaran *mulai nglantur komennya*

    Suka

  4. ONNIE…
    waaoow NC…nya … ku..rang.. onn….
    ehehhee…
    :p
    ahhh sama2 onn. bagus kok ceritanya. dapet banget.
    dapet banget karakternya yuri itu.
    itu siapa onn? yuri??
    alurnya sama kayak sweet namja yang ketiga T_T habs moment suju kan lagi pada yang itu huhuhu.
    yang di immortal songnya jugak kyunya dapet banget.
    good job onn gak usah galau2 lagi. ahhaha

    Suka

  5. wkwkwkwkkw gpp eon ada nc nya, biar lebih jedorrrr ni ff nya. *plakkkk yadong bener ni adanak.hahah*
    kalo menurut aku nih ya eon, konflik ff nya kurang ngait di hati (?) merobek jiwa (?) membesut hati (?) eon.wkwkwkwk
    emang cukup keliatan masalahnya itu kyu yang ‘ditekan’ ent nya buat mengerti profesionalitas kerja (lepas cincin tunangan maksudnya), tapi kurang manjanggg sama fokus ke satu masalah gitu kayanya.hehehe gimana yaa, ya gitu lah pokonya.wkwkwk
    jadi kerasanya di setiap part itu klimaksnya kurang sampe ke puncaknya, dan kerasa juga ganti-ganti klimaks, karna masalahnya beda-beda teyuss.hehe
    jadi *kadang* keliatan kaya curhatan gitu eon.hehehehe piss

    itu aja sih menurutku….
    over all, bagus kok…

    Suka

    • hehe tepat bgt yg km bilang say !!
      uda muter otak bgt mau diapain.. maunya dibuat jd dua part yg pas minji di jepang.. tp ga dpt feel ga match sm jadwalnya kyu. errrr~
      hehe makanya bnyakan curhat ini hehe\
      makasi yah sarannya.. next part may be final ini.

      Suka

  6. yeobo!!!!
    errr….ampe gigit bantal aku baca ni ff…
    Kyu~nya so sweet bgttttt
    Pas NC~nya bagus bgt…romantis dan pas Minji nolak itu, kyu nerima dengan ikhlas,,,,
    awwwwwwww

    Suka

  7. Adooh ituu adegan bandara nyaa ,, suka bgt bgt bgt …

    Dan onniee ini feel kyu nya penyayang dapett bgtt ..
    Yg biasanyaa dia nakal itu lho kok jadi sayang n brtanggung jwb gni , duuh aku sukaaa
    Itu onn ituu yecungnyaa jg dapett bgt hheee
    Duh mau jadi kang minjiiiiiii :*

    Suka

  8. eonniiiiiiii..
    masih mantap lah ceritanya ini hohoho.. walaupun hiatus sebulan tetep pooolll!
    mianhae aku baru sempat baca. wah NCnya mantap banget dah. ga nyangka Kyuhyun oppa bisa nahan diri hahaha..
    ditunggu final partnya, eon.. terutama adegan nikahan mereka 😀
    eonni, hwaiting!!!

    Suka

  9. chingu makin menarik ceritanya….
    tumben ada cewe yg nolak tuk gtuan hahaha…
    kyuppa pengertian bgt sihh…#makin cinta ckckck
    lanjutkan chingu…kerennn

    Suka

  10. Howaaaaa aku kirain mereka bakal begituan. Tapi ternyata masih bisa mereka tahan. Demi cinta sih ya, semua bisa dilakuin. Mereka tu udah cocok banget, mungkin juga mereka udah males buat cari pasangan lain saking udah nyamannya. Kereeeen

    Suka

  11. Hampir saaaajaaaah…

    Daebak kyu emng patut di ancungi jempol… Walopun udh hmpir sedikit lg.. Tp dia bsa buang prasaan itu.. Kekeke keep spirit lah buat kyu…

    Suka

  12. terharu sama kyu, dia menahan hasratnya agar minji tidak tersakiti… cowok gentle…
    moga aja mereka cepat nikah. huaaahhh ngga sabar…

    Suka

  13. Fiuuhhh 😱 Hampir aja Kyu kelepasan 😂
    Makanya cepetan nikah biar Kyu gak pake nahan2 (?) *eh … 😁
    Tapi salut sama Kyu rela nahan hasratnya gegara dia mau melindungi Minji. Keren… Keren … ❤️❤️❤️

    Suka

  14. eheeeee nc gajadi ini mah hahahah tp gimanapun seneng bgt kyuhyun ngehargain minki dengan ga ikutin nafsunya huhuhu senemg bgtttttt ah next is last chapter! lanjuuuuuttt

    Suka

  15. Uppssss yg hampir kelepasan(?) wkwkw
    syukur Kyuhyun bisa tahan tu nafsu. Bagus dehhh bisa ngehargai Minji dgn tidak menyentuhnya sebelum waktunya.

    Suka

  16. Terharu akhirnya mereka ketemu :”
    Sikapnya Yuri ituuu, jadi inget pas masih ‘gila’ *padahalsekarangmasih
    Hiks, baca pas bgian Heechul ngmong gtu. Jadi flashback :”
    Dan syukurnya! Kyu bisa nahan nafsunya, ayo Kyu ditahan ya. Biar nanti aja pas nikah, biar greget :3
    Fighting authornim!

    Suka

  17. Yaahh hampir aja tadi. Tinggal dikit lagi..
    Untung aja Kyuhyun dan Minji bisa nahan diri.
    Gue kira tadi Minji bakal marah bgt sama Kyuhyun soal cincin itu, ternyata dia cuma kesal aja.. untung dehhh

    Suka

  18. Untung kyuhyun masih bisa menahan dirinya memang kalo pria baik dia akan menjaga kehormatan wanitanya ,, dan kyuhyun termasuk kategori itu

    Suka

  19. beruntung kyuhyun masih bisa nahan diri, dia gak ngambil kesucian gadisnya meskipun di punya nafsu…
    tapi serius salut sama kyu dia bisa jaga kehormatan kaum wanita..

    laki2 kayak gini ni yang banyak di cari para gadis hehehe…

    authour sayang banget gak ada orang ketiga yg hancurin hubungan mereka, aku kira gyuri bakal jadi gadis yg hancurin hubungan mereka… atau nobu laki laki dari jepang itu…

    tapi keren autour meski orang ketiga muncul sebentar cerita ini tetep daebak…

    gak sabar ngeliat kyuminji nikah… hehehe

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s