[Oneshoot] Memories


Author : Tavita

Cast :

Kang Minji

Cho Kyuhyun

Cho Yoora

Lee Donghae

Genre : romance

Length : oneshoot

We used to love during the many days we were together

We used to hurt together- making each other’s pain our own

Where are you? Can’t you hear my voice?

My pained heart is looking for you

Is calling out to you- crazily

(Superjunior-Memories lyric)

…………………………………

Kyuhyun Pov

“Oppa, bangunlah. Kau belum makan dari kemarin malam.” Sebuah suara membangunkanku. Perlahan kubuka mata dan kusadari posisiku masih belum berubah dari kemarin malam.

Kuperhatikan tubuh yang sedang terbaring lemah di hadapanku. Selang infus dan kepalanya yang diperban, membuatku sangat hancur. Aku tidak bisa menjaganya dengan baik hingga membiarkannya berada dalam keadaan seperti sekarang ini. Jika saja  bisa, aku sangat ingin menggantikan posisinya. Sepertinya memang belum terjadi perkembangan yang berarti.

“Apa dia sempat siuman selama aku tidur?” tanyaku sambil menggenggam jemari yang tak bergerak ini.

“Belum. Dan kusarankan lebih baik sekarang kau pulang dan makan. Aku tahu kau belum makan dari kemarin malam. Aku akan menggantikanmu menjaganya.” Yoora memperingatkanku.

“Tidak. Aku mau menemaninya di sini sampai ia sadar.”

“Oppa, aku akan memberitahumu jika ia sudah sadar. Percayakan semuanya padaku dan Donghae. Semua akan baik-baik saja.” Yoora masih meyakinkanku.

Aku tahu rumah sakit ini adalah rumah sakit terbaik bertaraf internasional di Seoul. Tentunya aku sangat percaya dengan perkataan adik kandungku, karena ia adalah tenaga ahli yang bisa kupercaya. Ya, mungkin sebaiknya aku pulang dan menenangkan pikiran sejenak.

……………………………

Hari ini hujan turun sangat deras. Hujan selalu mengingatkanku akan seseorang, seseorang yang sangat menyukai hujan dan bau tanah, yang bisa membuatnya betah berlama-lama duduk di teras tanpa menghiraukan perintahku untuk menyuruhnya masuk ke dalam rumah agar tidak kedinginan dan masuk angin. Kurasa Minji sangat berjodoh dengan hujan, karena ia kembali sadar dari komanya ketika hari hujan.

“Apa? Kau tidak mengatakan hal bohong bukan?” aku tidak percaya.

“Tapi begitulah kenyataannya. Minji mengalami amnesia. Awalnya aku khawatir ia akan menderita lumpuh permanen karena benturan keras pada kaki kirinya. Namun puji Tuhan, kakinya tidak apa-apa. Ia hanya perlu memakai kursi roda sampai dua pekan ke depan. Setelahnya ia akan baik-baik saja.” Donghae  terlihat serius. Aku tahu seorang dokter tidak mungkin berkata bohong.

“Oppa, bersabarlah. Ini cobaan untuk kita.” Yoora memelukku dan aku tidak tahu harus seperti apa bersikap. Tubuhku rasanya ikut beku mendengar kenyataan ini.

……………………………………

Hari ini Minji pulang ke rumah. Aku sudah mempersiapkan segala yang terbaik untuk menyambut kepulangannya. Aku sengaja tidak masuk kantor dan menyiapkan masakan kesukaannya. Bagaimanapun juga, Minji harus merasa nyaman pulang ke rumah dan sebisa mungkin aku akan mencoba agar ia mengingat kembali segala sesuatu yang ada di rumah kami.

“Gomawo. Kau boleh pulang sekarang..” ucap Minji padaku.

Bahkan dia mengira aku adalah orang lain. Kurasa tak ada hal yang lebih menyedihkan daripada ketika orang yang sangat kau cintai melupakan siapa dirimu.

Yoora memberi isyarat agar aku tenang dan ia mendorong kursi roda Minji ke dalam rumah. Aku bergegas memasukkan mobil ke dalam garasi dan segera menyusul mereka.

“Ini kamarku? Kurasa ini terlalu luas untuk ditempati oleh satu orang.” Ujarnya takjub melihat sekeliling, masih duduk di atas kursi rodanya.

“Ah, ini bukan hanya kamarmu. Tapi ini kamar kita. Kau tidak ingat? Begitu banyak waktu yang kita habiskan bersama di ruangan ini.” Aku menjelaskan sambil tersenyum padanya. Minji hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus menatap sekeliling kami.

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.” Balas Minji dengan nada seolah tak peduli.

“Oppa, kurasa untuk sementara waktu kau harus tidur di kamar lain.” Ujar Yoora dengan suara pelan agar Minji tak mendengar kami.

“Untuk apa? bukankah dengan semakin sering aku bersamanya akan mempercepat ingatannya untuk  pulih?”

“Tidak mudah untuk mengembalikan ingatan seseorang. Donghae sendiri tidak bisa memastikan kapan ingatan Minji eonnie akan kembali. Aku sudah pernah menangani pasien seperti ini sebelumnya, dan kurasa memaksanya untuk mengingat semuanya dengan cepat akan semakin memperburuk keadaannya.”

Baiklah. Ini semua demi kebaikannya dan aku akan menurutinya. Kurasa aku akan sangat merindukan Minji. Terlebih Yoora juga menyarankan agar foto-foto kami yang terpasang di rumah ini lebih baik dilepas untuk sementara waktu agar Minji tidak terlalu shock.

“Oppa, aku keluar sebentar.” Yoora meninggalkan kami. Aku bergegas mengangkat Minji  dari kursi roda dan menggendongnya ke tempat tidur.

“Gamsahamnida. Sudah kukatakan kau tidak usah terlalu repot mengurusku. Bahkan kau mengikutiku hingga ke kamar ini.” Minji memandangku. Wajahnya terlihat sedikit berbeda. Bukan wajah seorang Kang Minji ketika memandangku.

“Minji ah, aku ini su… ah. Tidak, maksudku.. kau harus istirahat sekarang. Bukankah sangat melelahkan seharian berada di atas kursi roda?” ujarku sambil menarik selimut untuknya.

“Ne, dan entah kenapa aku lupa kenapa aku membeli ranjang yang sangat besar seperti ini. Kurasa ini terlalu berlebihan untuk ditiduri satu orang.” Ucap Minji sambil membenarkan posisi tidurnya.

Rasanya aku ingin menangis saja. Aku termasuk pria yang sangat jarang menangis. Entahlah, rasanya hari ini aku ingin menangis sejadi-jadinya karena yeoja ini. Aku tidak bisa melihat penderitaannya, bahkan wajahnya begitu polos seakan ia baru saja lahir ke dunia dan belum mengetahui apapun juga di sekitarnya.

“Oh ya, apa kau tahu dimana dokter Lee? Aku benar-benar rindu pada dokter tampan itu.” Minji tiba-tiba bertanya padaku.

“Eh? Maksudmu Lee Donghae?” responku sedikit kaget.

“Emmm.. ya, kurasa dia. Aku lupa siapa namanya, tapi dia dokter Lee, yang merawatku saat masih di rumah sakit. Bisakah aku minta tolong padamu? Kau sangat baik padaku.” Minji memegang tanganku.

“Katakan saja apa yang kau inginkan. Aku akan berusaha membantu memenuhi keinginanmu.”

“Bisakah kau menghubungi dokter Lee dan memintanya untuk datang kemari? Atau jika tidak, aku ingin diantarkan bertemu dengannya sewaktu-waktu. Jika kau tidak sibuk.” Ujarnya meminta padaku.

“Tentu, aku pasti akan mengantarmu. Lagipula ia akan sering-sering datang kemari untuk memeriksa keadaanmu.” Ujarku sambil memberikan senyuman terbaikku. Kurasa Minji menyukai kehadiranku. Setidaknya ini adalah awal yang sangat baik untuk mengembalikan ingatannya.

“Oh ya, siapa namamu? Aku bahkan tidak tahu namamu, tapi kau sangat baik padaku sejak kita pertama bertemu di rumah sakit.”

“Kyuhyun. Cho Kyuhyun.” Jawabku singkat dan pelan agar ia mudah mengingatnya.

Kulihat Minji sedikit bingung dan menatapku.

“Wae yo? Ada yang aneh?” tanyaku berharap besar ia akan mengingat sesuatu.

“Ah, entahlah. Aku tidak suka mendengar nama yang kau sebut itu. Itu membuat kepalaku sakit. Sakit sekali. Maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu, tapi bisakah aku memanggilmu dengan oppa saja? Kurasa kau lebih tua dariku.” Ujar Minji sambil memegang sebelah kepalanya.

Aku mengangguk tanda setuju. Oppa, bukankah ia sangat benci memanggilku dengan kata itu? Berapa kalipun aku memintanya untuk memanggilku dengan sebutan itu, hanya akan melahirkan umpatan dari mulutnya. Tapi kali ini ia berniat memanggilku oppa. Entahlah, aku bingung bagaimana harus mengembalikan isi kepalanya.

…………………………………….

Flashback-

Minji Pov

Aku ingin cepat sampai di rumah. Sebisa mungkin aku harus sampai di rumah sebelum ia tiba di rumah. Namja itu licik sekali. Ia bisa saja membohongiku dengan mengatakan jika ia pulang telat dan ada lembur atau apalah alasannya. Tapi bagaimana jika tiba-tiba ia sudah muncul di rumah terlebih dahulu? Bisa-bisa rencanaku berantakan. Aku sudah menyiapkan semua ini dari jauh-jauh hari. Kupandangi kado di jok sebelahku. Aku tersenyum membayangkan bagaimana ia akan memelukku karena hadiah yang akan diterimanya dariku. Tak hanya kado ini. Aku punya sebuah kabar yang akan membuatnya sangat senang. Sungguh tidak sabar menanti malam tiba. Belum lagi aku sudah belanja begitu banyak bahan makanan terutama sayuran. Apapun alasannya, di hari ulang tahunnya ini Kyuhyun harus mendapatkan yang terbaik. Aku juga akan mengubah pendapatnya tentang sayur dan aku akan memastikan ia mengkonsumsi sayuran dengan baik mulai malam ini.

“Yoboseyo… ne.. aku istrinya… mworago?!!! ”

Darahku serasa mengalir dengan sangat cepat. Apa? Apa yang dikatakan polisi barusan? Sulit kupercaya. Aku tak bisa berpikir lagi karena kepalaku hanya dipenuhi oleh satu nama. Aku harus segera tiba di rumah sakit. Aku tak tahu apakah ada hal terbaik yang bisa kuusahakan selain menginjak pedal gas dengan kecepatan semaksimal ini. Tanpa kusadari, semuanya.. gelap di mataku.

Flashback end-

…………………………………..

Author Pov

“Onnie, makanlah yang banyak. Setelah ini kita akan pergi ke rumah sakit.” Yoora mengambilkan makanan untuk Minji.

“Ke rumah sakit? Bertemu dokter Lee?” Minji terlihat sangat antusias.

“Ne, maka dari itu kau harus makan sekarang.” Tambah Yoora lalu mengambil posisi duduk di sebelah Minji.

“Ah, ini semua makanan kesukaanku. Kau masih ingat Yoora~ dan bagaimana jika nanti sepulang dari rumah sakit kita belanja bersama lagi? Sudah lama rasanya tidak pergi belanja denganmu.” Minji tersenyum lalu menyantap makanannya.

“Chakkaman. Oppa! Dia ingat semua makanan kesukaannya. Barusan dia memanggil namaku.. dan,, bahkan dia hapal kebiasaan belanjanya denganku. ini artinya.. dia masih ingat semuanya!!” Yoora sedikit berteriak pada Kyuhyun yang duduk di hadapannya.

“Ah sinca? Minji ah~ itu artinya kau juga ingat aku? Suamimu. Aku suamimu!!” Kyuhyun segera berlari dan pindah di sebelah Minji. Ia menatap mata yeoja itu lekat-lekat.

“Suami? Oppa kau gila? Aku belum pernah menikah..” Minji sedikit kaget. Ia menatap mata Kyuhyun.

“Lalu bagaimana bisa kau mengenal Yoora jika tidak mengenalku? Kau kenal dia karena aku.. kau tidak ingat? Dia adikku.” Kyuhyun sedikit kecewa namun masih mencoba menjelaskan.

“Tentu saja aku mengenal Yoora. Aku tinggal satu rumah dengannya dan kami sering pergi belanja bersama. Dia teman dekatku.”

“Minji ah jebal.. apa kau tidak ingat sesuatu?! Kau ingat Yoora, tidak mungkin kau tidak mengingatku!” Kyuhyun mulai emosi dan mengguncang-guncangkan bahu Minji. Minji merasa terganggu dan menepis kasar kedua tangan Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan? Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakan. Sudahlah, nafsu makanku mendadak hilang. Aku lebih baik ke kamar saja.” Minji beranjak dan melangkah ke kamarnya. Kyuhyun berusaha mengejar namun dicegah oleh Yoora.

“Oppa, biarkan dia. Ada yang janggal di sini. Kurasa aku akan memberi tahumu sesuatu setelah kami kembali dari rumah sakit.”

“Apa aku ikut saja ke rumah sakit? Aku benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaannya. Kau tahu? Rasanya sangat sakit ia tidak mengenaliku. Aku tidak mungkin terus-terusan berpura-pura di depannya.”

“Oppa, kau harus kuat menghadapi ini. Pergilah ke kantor seperti biasa. Minji eonnie akan baik-baik saja bersamaku. Donghae akan memeriksa perkembangannya dan kuharap ia akan menemukan jawaban atas apa yang terjadi pada istrimu.”

………………………………………

Minji Pov

Hari ini aku sangat senang karena bertemu dokter tampan ini lagi. Aku sangat menyukainya sejak pertama kali aku melihatnya di rumah sakit. Entah apa yang terjadi, namun aku belum pernah melihat namja setampan dia. Matanya yang teduh dan penuh air, senyumnya yang lembut, dan sikapnya yang sangat menunjukkan jika ia adalah namja yang supel dan memiliki latar belakang bagus. Aku juga sangat suka caranya menyapa semua orang, dan aku sangat suka caranya memperlakukanku. Lain kali aku harus sering-sering meminta Yoora mengantarku ke rumah sakit untuk bertemu dengannya. Apakah aku jatuh cinta pada dokter ini? Entahlah. Tapi aku merasa tidak nyaman saat ia bicara banyak dengan Yoora dan nampak begitu dekat dengan gadis ini.

“Minji ssi, apa kau senang sudah kembali ke rumah?” Tanya dokter Lee dan seperti biasa ia tersenyum. Ia duduk di depanku dan juga Yoora. Kami sedang menikmati makan siang bersama setelah selesai pemeriksaanku hari ini.

“Aku lebih senang tinggal di rumah sakit.” Balasku sambil menyantap makananku.

“Waeyo? Haha.. aku baru menemukan pasien sepertimu. Banyak pasien yang tidak betah berlama-lama di rumah sakit. Tapi kau justru betah.” Dokter Lee meneguk minumannya. Bahkan saat makan dan minum pun ia nampak begitu tampan.

“Ah~ bagaimana aku tidak betah? Jika setiap hari aku dirawat oleh dokter sepertimu..” aku mencoba mengungkapkan isi hatiku dengan sedikit malu. Yoora melirik ke arahku dan kemudian mereka saling menatap satu sama lain. Sekali lagi aku tidak senang dengan cara mereka saling menatap. Aku tahu Yoora hanyalah suster yang selalu membantu dokter Lee. Tapi cara dokter Lee melihatnya sungguh berbeda.

“Ah, Minji ssi. Apa kau pernah dekat dengan seorang pria sebelumnya?” dokter Lee tiba-tiba mengajukan pertanyaan yang membuatku tersipu.

“Pria? Maksudmu semacam kekasih atau teman dekat?”

Dokter Lee mengangguk. Yoora melihat ke arahku.

“Tidak. Aku bahkan lupa apakah aku pernah berkencan sebelumnya. Kurasa terakhir kali aku berpacaran adalah waktu di SMA Yumkwang.” Jawabku jujur.

“Jinja? Siapakah kekasihmu waktu itu?” dokter Lee kembali menanyaiku.

“Dia,, dia teman sekelasku. Ah aku lupa. Yang jelas dia pacar pertamaku saat SMA.”

Author Pov

“Dia,, dia teman sekelasku. Ah aku lupa. Yang jelas dia pacar pertamaku saat SMA.”

Yoora menggelengkan kepalanya ke arah Donghae. Dokter muda tampan itu mengangguk kecil lalu kembali mengajukan pertanyaan lainnya.

“Saat ini kau tinggal di rumah dengan siapa?” Donghae kembali bertanya.

“Hmm, seingatku aku hanya tinggal dengan Yoora. Namun entah kenapa sejak aku pulang dari rumah sakit ada seorang namja yang juga tinggal di rumahku. Aku sendiri tidak tahu darimana asal orang itu. Tapi ia baik sekali padaku, meskipun terkadang kehadirannya sedikit menggangguku.” Jawab Minji. Gadis itu nampak memutar mata seolah mengingat sesuatu.

“Yoora ya~ kurasa dugaanku kali ini tidak salah.” Donghae berkata sambil tersenyum menatap  Minji.

“Ne, kurasa pendapat kita sama. Kyuhyun oppa bukan teman sekelasnya namun kakak kelasnya. Kurasa ia benar-benar hanya melupakan oppa.”

………………………………….

“Tapi mengapa ia hanya melupakanku? Ia bahkan mengingat semuanya.” Kyuhyun bertanya dengan sedikit emosional.

“Sudah kukatakan, ia hanya kehilangan memori terpenting di hidupnya. Penyebabnya bermacam-macam, namun kurasa kau adalah hal terakhir yang diingatnya sebelum kecelakaan itu terjadi.” Donghae menjelaskan.

“Hal terakhir? Maksudmu?”

“Ne, Minji sedang memikirkanmu saat itu, dan kurasa ia mengalami sedikit depresi karenamu. Menurut Yoora, kecelakaan itu terjadi tepat di hari ulang tahunmu. Bukan begitu?”

……………………………………

Kyuhyun Pov

Where are you? Can’t you see my tired body?

My pained heart is looking for you

Is calling out to you – crazily

“Kecelakaan itu terjadi tepat di hari ulang tahunmu. Bukan begitu?”

Ucapan Donghae kemarin malam terngiang-ngiang kembali di telingaku. Ini semua kesalahanku. Sepenuhnya salahku. Jika saja ketika itu aku tidak membohonginya. Jika saja aku tidak membuatnya panik, kurasa ia tak akan mengalami kecelakaan itu. Lagipula aku sama sekali tidak tahu jika saat itu ia sedang mengemudi.

Laptopku masih menyala dengan laporan kosong yang sama sekali belum kusentuh. Biasanya jika aku sedang suntuk seperti ini, Minji selalu menghampiri dan memberikan kecupan hangat di pipiku. Ia akan membuatkan coklat panas dan aku bisa melanjutkan pekerjaanku sambil mendengar ceritanya seputar anak-anak yang diajarnya di sekolah, dan keinginannya yang sangat besar untuk menimang seorang bayi dengan segera.

Minji sangat sibuk dengan aktivitasnya sebagai seorang pengajar di sebuah sekolah dasar dan juga sebagai konsultan di salah satu lembaga yang menangani masalah sosial di Seoul. Sementara aku juga sibuk dengan perusahaanku, kami hanya bertemu di pagi hari dan juga malam hari saat sudah sama-sama kembali pulang ke rumah. Sekalipun sibuk, Minji sangat mencintaiku. Ia selalu meluangkan waktunya untuk menelponku, begitupun sebaliknya. Ia selalu membangunkanku karena Minji selalu terbiasa bangun pagi. Minji memang tidak jago memasak, namun ia selalu meluangkan waktunya untuk membantu Yoora menyiapkan sarapan pagi ataupun makan malam. Kami hidup bahagia meskipun sama-sama sibuk. Dan aku tidak menyadari air mataku menetes membayangkan itu semua. Aku tak bisa memikirkan apapun. Di rumah, di kantor, bahkan ketika aku sedang bergulat dengan pekerjaanku seperti ini, aku hanya menginginkan kesembuhan Minji.

“Kemungkinan untuk sembuh selalu ada, namun itu tergantung bagaimana usaha Minji untuk mengingat memori yang hilang dalam kepalanya. Mungkin ia harus lebih sering didekatkan dengan segala sesuatu tentangmu, tentang kalian, meskipun itu tidak bisa dipaksakan.”

Kata-kata Donghae membuatku pesimis. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 12.05 malam. Kututup laptop dan berjalan menuju ke luar ruang kerjaku.

Minji sedang terlelap. Ia sepertinya tertidur setelah membaca buku yang ada di tangannya. Buku itu, buku pemberianku. Buku tentang bagaimana menjadi seorang calon ibu. Haha, mengingat bagaimana Minji mendiamkanku selama sehari karena aku memintanya membaca buku itu.. membuatku tersenyum.

Kutarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Aku menahan diri agar tidak berbaring di sebelahnya, dan kupandangi wajahnya yang sangat lelah. Aku mencium keningnya dan membaui wangi rambutnya. Masih sama. Ia tidak merubah apapun yang dipakainya. Bahkan bau rambutnya  ini masih sama. Ia hanya merubah sikapnya terhadapku. Kurasa hanya hal ini yang bisa kulakukan setiap malam, mendekatinya diam-diam.

………………………………………..

Minji Pov

Dokter Lee berkunjung ke rumah hari ini. Seperti biasa, ia sangat tampan dan lembut. Ketika aku muncul, ia sedang bersama Yoora di ruang tengah, dan.. mereka duduk sangat dekat dan nampak begitu akrab satu sama lain. Saat aku muncul di tengah-tengah mereka, mereka menjaga jarak.

“Apa aku mengganggu kalian?” sindirku.

“Ah, tidak. Tidak ada hal serius yang sedang kami bicarakan. Bagaimana kabarmu hari ini?” dokter bertanya padaku sambil memberikan senyuman terbaiknya. Aku jatuh cinta karena senyum dan mata namja ini.

“Aku baik. Meskipun aku merasa sedikit tidak nyaman dengan keadaan rumah beberapa hari terakhir ini.”

“Oh ya? Apa yang membuatmu tidak nyaman?” Tanya dokter.

“Entahlah.. makin lama rasanya semua ruangan di rumah ini membuatku sakit kepala. Aku tidak.. aku tidak tahu harus bagaimana. Sepertinya ada yang mengganjal.” Aku mencoba menjelaskan perasaanku.

“Lalu bagaimana dengan pria yang tinggal di rumah ini? Apa kau berinteraksi  baik dengannya?”

Namja itu. Aku hanya bertemu dengannya saat makan pagi dan makan malam tiba.  Ia nampak begitu sibuk. Siapa sebenarnya dia? Untuk apa dia tinggal di rumah ini? Ah aku kesal! Bayangan namja itu membuatku membandingkan dirinya dengan dokter Lee. Aku benci jika ada namja lain yang melintas di pikiranku selain dokter Lee.

“Aku, tidak mengenalnya dengan baik. ah, dokter.. apa kau mau menemaniku jalan-jalan hari ini? Begitu banyak hal yang ingin kuberitahu padamu.” Pintaku padanya.

……………………………….

Author Pov

“Oppa, ini susunya. Kau harus habiskan ini. Akhir-akhir ini tubuhmu semakin kurus. Jaga kesehatanmu juga. Jika kau ikut jatuh sakit bagaimana?” Yoora meletakkan segelas susu panas di meja kerja Kyuhyun dan ikut duduk melihat kakak laki-lakinya itu sedang berkutat dengan laptopnya. Kyuhyun melirik sekilas ke arah gadis di hadapannya lalu kembali melarutkan pikirannya ke dalam laporan keuangan yang hendak dibuatnya.

“Hmm, sudah lama sekali aku tidak melihatmu bermain game. Kenapa kau tidak mencoba untuk menyegarkan pikiranmu? Lama-lama kau bisa stress.” Yoora kembali bicara sambil menatap Kyuhyun.

“Kau tahu? Aku kehilangan banyak kebiasaan di rumah ini. Semestinya Minji yang membuatkan susu panas ini untukku. Dia juga yang menantangku bermain game hingga larut malam. Aku tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Kau pasti paham maksudku.” Jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.

“Oppa, sebegitu besarkah rasa cintamu pada Minji eonnie?” Yoora kembali bertanya.

“Apakah aku perlu menjawabnya? Aku menikahinya karena aku mencintainya. Seperti apapun dia, aku akan tetap mencintainya.” Kyuhyun menatap adik perempuannya sambil tersenyum. Ia kemudian mengangkat gelas berisi susu hangat dan meneguknya perlahan.

“Aku tahu, sangat susah menjadi dirimu. Jika saja bisa, aku sangat menginginkan kesembuhan Minji eonnie, agar kau kembali pada dirimu yang dulu. Yah, setidaknya aku ingin melakukan itu sebelum aku meninggalkan rumah ini.”

“Haha, Yoora-ya~ aku masih membutuhkanmu di rumah ini. Apa Donghae sudah bicara dengan appa?” Kyuhyun mulai santai dan tersenyum.

“Aniyo. Donghae ingin menunda pernikahan kami. Dia bilang tidak mungkin melangsungkan pernikahan di saat situasi sulit seperti ini. Setidaknya aku ingin kau dan Minji eonnie turut merasakan kebahagiaanku.” Yoora menggelengkn kepalanya.

“Yaa! Menikah ya menikah. Tak ada hubungannya denganku. Jika memang kalian sudah siap, buat apa ditunda lagi? Aku jadi tidak enak dengan Donghae, karena telah menambahkan beban dan merepotkannya begitu banyak.” Ujar Kyuhyun.

“Oppa, jeongmal aku tidak bisa melepas tanggung jawab. Anggap saja kami adalah tenaga medis yang selalu siap siaga di rumah ini. Appa dan Omma tinggal di Belanda, lalu aku meninggalkanmu sendirian dengan istrimu dalam keadaan seperti ini, bukankah aku adik yang durhaka? Hah?” Yoora menggoda oppanya.

“Gomawo yo.. aku masih sangat menyesali kecelakaan itu. Kurasa ini karmaku, dilupakan oleh wanita yang sangat berperan penting di hidupku. Aku yang secara tidak langsung telah menyebabkan kecelakaan itu.”

“Jangan menyalahkan dirimu lagi. ini sudah kehendak Tuhan.”

“Yoora ya~ aku sangat rindu padanya. Aku ingin memeluknya, aku ingin berbaring di sebelahnya dan menyentuh rambutnya saat tidur. Sangat sulit menahan diri untuk tidak mendekatinya. Dia istriku. Dia milikku. Apakah salah jika aku ingin berada di dekatnya?” Kyuhyun berujar pelan dan perlahan mata namja tampan itu mulai dipenuhi air.

“Oppa, kumohon bertahanlah. Aku dan Donghae sangat yakin Minji eonnie akan sembuh dan dia akan kembali padamu. Menurut Donghae, sudah saatnya kita mulai mendekatkan kalian lagi. Kurasa aku akan memindahkan kembali foto pernikahan kalian ke ruang tengah agar eonnie bisa senantiasa melihatnya dan ia akan kembali mengenalimu.”

…………………………………………….

Minji Pov

Hari ini aku bosan sekali, seharian hanya berada di kamar dan menghabiskan waktu dengan menonton TV. Aku ingin sekali jalan-jalan ke luar rumah. Kemana Yoora? Jam-jam ini dia selalu menghilang dan berpesan agar aku baik-baik berada di rumah. Apa yang harus kulakukan? Membaca buku? Aku sudah bosan.

Sudah lama rasanya aku tidak membuka lemari pakaianku. Selama ini aku terlalu cuek dan melupakan apa saja isi lemari besar ini. Ah, baju-bajuku. Dan aku heran kenapa selalu saja ada barang-barang pria di sekitarku. Termasuk baju-baju pria yang kini kutemukan di sisi kanan lemariku. Appa, bukankah ia sedang berada di desa dan mengurus perkebunan keluarga kami yang berhektar-hektar luasnya?

Aku membuka laci yang ada di dalam lemari. Begitu banyak dokumen penting. Ini, surat tanda kelulusanku, dan juga lembaran yang susah payah kuraih, demi gelar sarjana yang kuperoleh sekarang. Dan ini, tanganku tak tahan untuk membuka sebuah amplop coklat yang aku tak tahu apa isinya. Namun aku tertarik untuk membukanya karena di luarnya tertuliskan namaku. Mataku membaca dengan sangat hati-hati huruf demi huruf dan kata-demi kata yang ternyata menghiasi surat keterangan itu. Apakah benar dokumen ini milikku? Aku sama sekali tidak merasa seperti berada dalam keadaan yang dituliskan dalam dokumen ini. Apakah ini milik Yoora? Tapi kenapa justru dengan jelas tertampang namaku di dalamnya? Mendadak kepalaku pusing.

“Minji eonnie, apa kau sudah makan siang dan minum obat?” suara Yoora. Namun aku merasa kepalaku begitu berat hingga sekelilingku nampak gelap gulita.

………………………………………………

Kyuhyun Pov

“Ya, apa yang tertulis di dokumen ini memang benar. Nona Kang memang sedang dalam kondisi hamil yang baru berusia 3 minggu saat itu. Ia memeriksakan kondisinya kira-kira 2 bulan yang lalu.” Jelas dokter Han.

“Oppa, kau sungguh tidak tahu hal ini?” Yoora menanyaiku. Aku benar-benar kaget dan hanya bisa diam mendengar semuanya.

“Jadi anda suaminya? Dia tidak memberi tahu anda soal kehamilan ini?” Dokter Han kembali menegaskan.

“Saya tidak mengetahui apapun. Dia tidak pernah memberi tahu apapun soal ini.” Jawabku pasrah.

“Eonnie memeriksakan keadaannya tanggal 1 Februari. Bukankah itu 2 hari sebelum hari ulang tahunmu? Kurasa ia menyembunyikan hal ini karena ingin memberimu kejutan. Buktinya dokumen ini ada di dalam lemari kamarnya. Ia pasti sengaja menyembunyikannya darimu.” Yoora bicara dengan nada yakin.

“Begitukah? Dan karena kecelakaan itu juga Minji kehilangan calon bayinya? Ya Tuhan. Aku telah membunuh anakku. Bahkan aku juga juga nyaris membunuh istriku.”

“Oppa!! Berhentilah menyalahkan diri sendiri. Kecelakaan itu terjadi dengan sendirinya. Ayo kita pulang! Dokter, gamsahamnida atas keterangannya. Kami pamit dulu.” Yoora menuntunku ke luar ruangan.

Minji ah~ aku yakin jika kau mengingat semuanya nanti, aku adalah orang yang paling kau benci.

Aku benar-benar orang yang tidak berguna. Aku hanya menuruti keinginanku untuk mengerjainya, tanpa pernah memikirkan bagaimana istriku dengan bersusah payah mempersiapkan semuanya. Ia pasti ingin memberiku banyak kejutan di hari itu. Tapi aku telah menghancurkan semuanya. Impiannya untuk menimang seorang bayi, bahkan aku sendiri yang menghancurkannya. Tidakkah lebih baik aku saja yang menggantikan posisinya saat ini?

Sekali lagi kubaca kalimat demi kalimat dalam surat keterangan ini. Surat keterangan  ini memang milik Minji. Ia hamil. Dan sekarang kandungan usia muda itu gagal hanya karena kebodohanku. Suami macam apa aku ini?

…………………………………………

Minji Pov

Hujan deras sekali di luar sana. Aku ingin ke luar dan memandang hujan turun, tapi sepertinya ini terlalu berbahaya. Angin sangat kencang dan kurasa sebentar lagi ini akan menjadi badai. Mungkin lebih baik aku diam di rumah saja. Yoora seperti biasa pergi entah kemana. Ah, bukannya aku tidak tahu, ia pasti ke rumah sakit. Bukankah ia bekerja sebagai seorang kepala perawat? Menyenangkan sekali menjadi Yoora. Ia bisa bertemu dokter Lee setiap hari. Dokter itu tampan dan baik sekali. Benar-benar sosok namja yang sempurna. Tapi sepertinya ia hanya menganggapku teman. Aku sudah berusaha untuk memintanya menemaniku dengan harapan kami bisa mengobrol banyak hal. Namun ia selalu saja mendadak jadi menyebalkan dan selalu saja membahas topik yang sama. Namja aneh itu. Ia selalu saja menanyaiku soal namja aneh yang sama sekali aku tidak tahu dia siapa, namun ia tinggal di rumahku. Sebenarnya ia sangat baik, dan ia tak pernah menjahatiku. Entahlah, aku merasa aneh jika ia mendekatiku. Berbeda dengan dokter Lee.

Jujur, terkadang aku merasa aku begitu dekat dengan namja itu. Aku merasa telah mengenalnya begitu lama namun aku tidak bisa memaksakan untuk merasa nyaman berada di dekatnya. Bagaimana bisa? Kami hanya bertemu di meja makan saat sarapan pagi dan makan malam tiba. Selebihnya ia akan menyibukkan diri di dalam ruangannya sendiri. Apakah dia mempunyai hubungan khusus dengan Yoora? Tapi mengapa Yoora mengajak kekasihnya untuk tinggal serumah? Ah, apa yang kupikirkan? Yoora bahkan terlihat lebih dekat dengan dokter ketimbang namja itu. Itu kadang membuatku cemburu.

Aku merasa haus dan menuruni tangga menuju ke dapur. Ah, ruang tengah, ruang keluarga. Kurasa aku bisa menyetel dvd di sana. Aku sudah lama tidak menghabiskan waktuku di ruang itu. Akhir-akhir ini aku terlalu sering menghabiskan waktuku di kamar. Tapi itu anjuran Yoora, karena memang menurutnya aku masih sakit. Sakit? Aku bahkan merasa diriku baik-baik saja.

Sambil membawa minuman aku melangkah memasuki ruang tengah. Aku duduk dan mengambil remote. Apa yang sebaiknya kutonton?  Waktu masih menunjukkan pukul 4 sore dan suara hujan di luar masih kencang. Yoora baru akan pulang jam 6. Masih lama.

Suara petir tiba-tiba menggelegar keras dan membuatku terkaget. Mendadak rasa takut menyelimutiku. Sebaiknya aku kembali ke kamar saja. Sejak kapan aku takut petir? Saat hendak berbalik, mataku tertuju pada sebuah gambar besar di dinding. Ah, itu bukan gambar. Itu foto. Sebuah foto pernikahan, dan di dalamnya ada aku. Aku pernah menikah? Dan wajah di sebelah wajahku adalah wajah yang cukup familiar. Wajah tampan yang tersenyum dan merengkuh pinggangku. Kupejamkan mataku. Rasa sakit itu datang lagi bahkan terasa lebih dalam seolah menghabisi kepalaku.

“Chagi.. kau cantik sekali dengan gaun ini.”

“Jangan memujiku dulu. Bisakah kau untuk diam sejenak? Jangan salahkan aku jika nanti aku lupa apa yang harus kukatakan di depan pastur.”

“Hihihi beberapa menit lagi kau sah menjadi istriku..”

“Yaa! Cho Kyuhyun diam sebentar! Aku sedang mencoba menarik nafas..”

Namja itu. Aku pernah menikah dengannya. Aku memang pernah menikah dengannya. Perasaan macam apa ini? Apa yang aku pikirkan?

“Kriiiiiiiiinggggg… kriiiiiiingggg… kriiiinggggg..”

Suara telepon itu menggangguku. Haruskah aku menjawab telepon dalam keadaan kepala seakan mau pecah? Perlahan aku bergerak sambil memegangi sebelah kepalaku. Masa bodo dengan foto itu.

“Yoboseyo…”

“Ah, syukur akhirnya ada orang menjawab telepon ini..”

“Ne, maaf karena sedari tadi aku berada di atas. Ini siapa?”

“Kami dari rumah sakit…”

………………………………………………………………………………..

“Ne, aku istrinya..”

“Maaf, nona. Dengan sangat menyesal kami harus mengabarkan jika saat ini suami anda Cho Kyuhyun sedang berada di rumah sakit. Ia mengalami kecelakaan parah. Kami membutuhkan keluarganya untuk segera datang dan memberikan persetujuan jadi kami bisa mengambil tindakan.”

“Mworago????”

……………………………………………………………………………..

Author Pov

“Apakah Minji eonnie sudah sadar?” Yoora bertanya masih dengan isakan. Matanya sembab. Sepertinya gadis itu terlalu banyak menangis.

Donghae menggelengkan kepalanya.

“Appa dan ommamu sebentar lagi akan tiba di sini. Jangan menangis lagi, akan ada yang menemanimu chagi.” Donghae memeluk yeojanya.

“Kau tahu? Aku sangat menyayangi Kyuhyun oppa. Jika dia tak sadarkan diri selamanya bagaimana?”

“Hey, lihat aku. Kau ini seorang suster. Kenapa kau mengatakan hal yang seharusnya tidak boleh kau katakan? Seorang tenaga medis harus optimis. Kau percaya padaku kan? Dan aku tidak sendiri. Aku punya tim dan kami akan menyelamatkan Kyuhyun.” Donghae memegangi dagu Yoora dan menghapus air mata gadis itu dengan tangannya.

“Kumohon, usahakan yang terbaik untuk Kyuhyun oppa. Bangunkan ia dari komanya..” Yoora kembali menangis di pelukan Donghae.

………………………………………..

“Kau sudah sadar?”

“Kyuhyun. Mana Kyuhyun? Apa dia baik-baik saja?”

Donghae mengernyitkan sebelah alisnya menatap yeoja yang masih terbaring di hadapannya. Ia bergegas duduk di sebelah yeoja itu dan memeriksa lagi kesehatannya.

“Siapa Kyuhyun? Kau mengenalnya?” Donghae bicara dengan hati-hati.

“Dokter, dia suamiku. Dia kecelakaan. Katakan padaku dimana dia sekarang. Aku ingin menjaganya!”

Donghae tersenyum singkat.

…………………………………………..

Minji Pov

My heart, my tears, my memories of you

Drop by drop, they are falling against my chest

Though I cry and I cry, the memories won’t erase

And again today, I drench my empty heart

We used to like each other- you laughed at my smile

We used to cry together- you were pained by my tears

Minji ah,

Apa kau baik-baik saja? Kau bisa merasakan dan mendengar suaraku?

Haha, aku si bodoh yang mengharapkan tulisan akan menjadi suara yang bisa kau dengar.

Tapi kali ini kau harus percaya padaku. Mengungkapkan perasaan melalui tulisan adalah hal yang sangat sulit dilakukan dan cenderung.. bodoh.

Baiklah, aku menulis kebodohanku.

Kau, satu-satunya wanita yang aku nikahi dan tidak akan pernah kuceraikan.

Kau, satu-satunya wanita yang mau menerima semua kebiasaan burukku, tidak pernah menangis karena aku menggodamu.

Kau, satu-satunya wanita yang menjadi alasan aku hidup.

Bisakah aku meminta sesuatu padamu? Kumohon sebut namaku dan katakan kalau kau adalah istriku. Apakah sangat susah bagimu untuk mengatakan itu? Apa kau tidak ingat sesuatu apapun tentangku?

Baiklah, mungkin aku sudah sepantasnya menerima ini. Aku tidak pernah tahan untuk mengerjaimu, menggodamu, dan membuatmu tertawa. Tapi sama sekali tidak pernah terlintas di pikiranku, membuatmu kehilangan hal terpenting dalam hidup.

Aku menyesal sangat dalam saat ini. Bisakah kita merayakan ulang tahunku bersama-sama? Aku ingin kau menungguku di rumah dan memberikan sebuah kejutan untukku. Ah, bukan sebuah. Kau pasti menyipkan banyak kejutan untukku. Kenapa aku merasa begitu yakin ya?

Istriku, berhari-hari aku menyesali diriku karena kau tidak mengenaliku. Aku suamimu, namun kau menyukai pria lain yang bahkan baru saja kau kenal. Tidakkah aku bisa menyebut ini perselingkuhan? Ataukah sebuah kesalahan? Ah, lebih tepatnya ini adalah kesalahanku.

Kurasa aku hanya ingin mengingatkanmu hal ini. Jika nanti kau sembuh, jika nanti ingatanmu tentang aku sudah kembali, segeralah datang padaku dan kita akan membicarakan impian kita yang tertunda. Kita harus menjadi sepasang orangtua yang akan membesarkan anak-anak kita nantinya. Kata ommaku, tidak baik jika kita terlalu sibuk dan hanya mencari uang saja. Kebahagiaan kita yang sebenarnya adalah bukan uang, namun pada anak-anak kita nantinya ^_^

Aku menggelikan bukan? hahahha.. ini hanya curahan hati seorang suami yang dilupakan oleh istrinya. Kurasa kau akan terbahak-bahak dan balik megejekku setelah membaca ini semua. Tak peduli apa reaksi dan penilaianmu terhadap ini, aku sangat mencintaimu. Sampai kapanpun.

-Kyuhyun-

Aku tak kuasa menahan tangisku setelah membaca surat yang ditulisnya sebelum kecelakaan. Rasanya aku ingin mencabut semua selang infus di tubuhnya dan ingin sekali berbisik di telinganya bahwa sekarang aku sudah kembali padanya. Aku punya begitu banyak kabar baik yang ingin kuberitahu padanya.

Hey,yeobo! Aku hamil! Aku ingin memberitahumu bahwa sebentar lagi masa depan kita akan terwujud dengan sempurna. Kau akan menjadi seorang ayah dan aku juga akan menjadi seorang ibu. Maka dari itu cepatlah sadar dari komamu.. aku akan memberitahumu sayang.

“Yoora .. aku tidak percaya ia mengalami kecelakaan ini. Aku menerima dua kali kabar seperti ini.”

“Ketika kau mengalami kecelakaan itu, ia membohongimu eonnie.. tapi kali ini semuanya nyata menimpanya.”

“Terkadang aku benci akan hasrat bercandanya yang berlebihan.” Aku terisak dan menghapus air mataku. Yoora memelukku.

“Kau tahu? Aku sangat ingin memberitahunya kalau saat ini aku sedang hamil. Kyuhyun akan sangat bahagia mengetahui hal ini..” aku mengusap perutku sendiri. Yoora menatapku dan matanya kembali berkaca-kaca.

“Eonnie.. mianhae…”

……………………………………………………….

6 bulan kemudian..

“Minji ah~ seharusnya aku bisa berdiri di sebelah Yoora dan menemaninya, menyerahkannya pada Donghae sampai di depan altar..”

“Kau jangan berkata begitu. Apa bedanya kau dan appamu? Yoora diantar oleh laki-laki yang sangat penting dalam hidupnya.”

“Ne, seandainya aku tidak bodoh. Aku ini bukan kakak yang baik.” Kyuhyun menggenggam tanganku erat.

“Tempo hari kau mengatakan kau bukan suami yang baik. Sekarang kau bilang kau bukan kakak yang baik. Tidak ada yang berkata begitu padamu. Jadi jangan pernah mengucapkan hal-hal itu lagi di depanku.” Aku bersimpuh di depannya dan menatap wajah tampan namja ini.

“Aku tidak bisa membahagiakanmu seperti dulu lagi..” Kyuhyun menatapku. Aku membalas tatapannya dengan tersenyum sembari menggenggam tangannya.

“Oppa, aku ini istrimu. Apapun yang terjadi padamu, aku akan terus berada di sebelahmu. Aku bahagia menjadi istrimu. Itu sudah bukti nyata kau bisa membahagiakanku.”

“Kau memanggilku oppa?”

“Waeyo? Bukankah kau senang dipanggil oppa?”

“Kemarilah. Aku ingin memelukmu.” Kyuhyun menarik tanganku dan aku memeluknya.

“Oppa, apa kau akan percaya jika kukatakan sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah?” Aku berbisik di telinganya.

“Jeongmal?! Kau tidak berbohong?” Kyuhyun melepas pelukannya dan menatapku. Wajahnya terlihat sangat gembira. Kyuhyun sepertinya masih diliputi rasa bersalah karena kegagalan kandunganku saat kecelakaan yang menimpaku beberapa waktu lalu.

Aku mengangguk sambil tersenyum.

“Ne, aku bisa hamil lagi. Gomawo yo.. sudah membuatku bahagia. Kita akan mempunyai keluarga yang utuh. Kau sebagai ayah, aku sebagai ibu, dan tentunya kehadiran seorang anak.  Kita bahagia bukan?”

Kyuhyun menggenggam tanganku lebih erat lagi. Aku mendorong kursi rodanya ke dalam rumah karena cuaca begitu dingin. Rumah ini sekarang sepi karena mulai hari ini Yoora resmi menjadi istri dokter Lee. Tapi aku sangat bahagia, karena sebentar lagi rumah ini akan kedatangan satu penghuni baru lagi.

Sulit kupercaya aku sempat hilang ingatan. Buruknya lagi, aku hanya kehilangan memori terpenting di hidupku. Tapi aku benar-benar berterimakasih karena kini Tuhan telah mengembalikan ingatanku yang hilang, dan Ia mengembalikan kebahagiaanku dengan lebih sempurna lagi. Aku memiliki Kyuhyun, dan juga anak kami, dalam perutku ini.

THE END-

Huaaaa FF apa ini? >.<

Maaf Kyuhyun oppa saya menjahatimu..

kepikiran buat ini gara-gara kepincut lirik memoriesnya Suju ..

Hehehhe.. coba aja dengerin, jadi suka sama lagunya *curcol

Suka ga suka tetep dicomment yah~

Ga baik Loh jadi silent reader! Kkkkkk

Ntar biasnya saya bawa kabur..

ThanKYU ^^

 

 

 

Iklan

69 thoughts on “[Oneshoot] Memories

  1. Hiksss…
    Nyebak dua kali malam ini T___T

    Hmm idenyaa baguss onn , dan ini aku nunggu ffnyaa darii seminggu yg laluu akhirnyaa ke publish jg hahaha
    Heii kang minji wanita jalang sukaa sama dokterr :p
    Sayang sekali sama kyuhyunnyaa ,, dan surat ituu.. Aahh kyuhyun bgt !

    woaa dan itu lee donghae dan cho yoora pasangan abadi . HaeRa yeongwonhiii !!
    Jadi kepala bidang keperawatan ?? Madak jadii nyataa , amiiin … Apalagi nganten jak dokter lee …
    Kekeke

    Sayang cm oneshoot T__T
    Eh dan itu , biin hamil ? Sing cukup jino jak mochi ? Ckckckck
    Ne be testoteron berlebih .
    *kabur

    Disukai oleh 1 orang

    • apa itu HaeRa yongwonii =.=

      nangis 2 kali? kok?

      haha ini lain cerita dengan henry jino.. kan ini lepas va..
      hahahhahhahaa jangan salahkan testosteron LOL

      Suka

  2. FF brengsek ! #jambakangminji .. Onnie ! Iiiish .. #injek2 . Berhasil buat aku nyesek di kelas . Aaah bete duhhh nyesek gmn yah , oouhh my kyuu #plak . Good job onn . Bagus bgt ff nya . Susah diungkapkan . Tp pas endingnya hmmm kok kurang puas aku ya ? Apa aku yang salah ya ? Hmmm.. Knp tumben buat cerita kayak gni onn?

    Suka

    • haha setuju lan!
      onn jg sebenernya kmren mau edit dikit endingnya tapi keburu..
      kkkk
      makasii uda baca *popohyuk

      itu apa oh my kyu????

      ini lg pengen aja buat FF bikin kyu derita dikit
      kan biasanya dy hidupnya enaak

      Suka

  3. kok kyuhyunnya jadi cacat,hiyeeee authornya jahaaaaaattttt *lebe*

    tumben ffnya rada2 kayak gini ya,sedih bacanya T__T

    dokter lee jarang keliatan tapi tetep bikin penasaran yah,jadi terpesona,hahahahahaha

    btw gimana kalo bikin ff yg sad ending?biar readersnya pada kompak mewek semua :’)

    Suka

  4. hiks….hiks…
    nyesek..
    walopun hepi ending,,tp nyeseknya tetep terasa..

    authooor..kenapa kyu menderita amet disini…
    huweeeee…*nangis di dada kyu

    daebakk..sampe mewek gini…
    bT.Td

    Suka

  5. huaaaa huaaa huaaa *ngusap air mata* *gigit bantal biar ga jerit2*
    ceritanya baguusss~~ emosinya nyampe, aaaarrgghh~~
    kebetulan, Memories emang lagu fave gue di 5jib :p

    kenapaaaa… Oppa setanku jadi baik, lembut, manis romantis begituu? tidak.. gue bisa jatuh cinta beneran sama dia -_-‘
    kasian,pasti stres banget ya ga dikenalin sama belahan jiwa dan istrinya keguguran secara ga langsung karna salahnya dia 😦
    untung akhirnya bisa hamil lagii… 😀

    Suka

  6. Aku masih agak bingung 😮 . Kyu, dikursi roda ? itu gara2 kecelakaan yg dlu ?
    Tapi, biarpun aku bingung, ff’a bagus eon 😀

    Suka

  7. duh.. rasany nyesek deh pengen nangis.
    kenapa akhirny sad gitu walaupun happy ending?
    nda nyangka krn hal b’candaan menyebabkan hal fatal seperti it.
    ckckck..
    nyesek deh ma kyu.

    Suka

  8. huaaaaaa sedih, dulu minji yg kecelakaan sekarang kyuhyun yg kecelakaan sampai lumpuh pula….
    ff yg ini feelnya juga dapat… kyuhyyn merasa bersalah banget sama minji, karena menurutnya minji kecelakaan dan mengakibatkan amnesia dan keguguran gara” dia…. huffffttt maunya kyuhyun juga sembuh dari lumpuhnya…

    Suka

  9. sedih 😥 pas bagian minji ingatannya udah kembali trus malah dapet kabar kyuhyun kecelakaan bahkan koma, itu rasanya kayak denger langit runtuh /apadeh/ tapi serius, udah speechless, pikirku sad ending, eh ternyata……….ya walau kyuhyun lumpuh, gak masalah asal bukan cinta mereka yg lumpuh /eaaaaaa

    Suka

  10. Sedih ceritanya kasian Kyuhyunnya di lupakan sama istrinya sendiri niat bercanda malah membawa petaka
    Ketika Minjinya udah inget semuanya malah Kyuhyunnya yg kecelakaan
    Jodoh pasti kembali kekeke

    Suka

  11. setiap dengerin Lagu Memoriesnya SUJU.. aq pasti tersentuh dn brkaca kaca..
    dan seteLah mmbca story ini.. aq menangis oenni.. feeLnya dapet. Gomawo
    Fighting!!

    Suka

  12. Kyu emag evil,,,bngt,,,,bngt,,,bngt malah,,,,,
    Tp kaalo keevilannya sampe kayak gini,,,duch,,,bnnr2 merubah kehidupan mereka.
    Tp untungnya happy ending n semuanya baik2 z.
    Kyu mudah2n bs sembuh.
    Ffnya makin keren saeng,,,,,^^

    Suka

  13. Menguras airmata….
    Paling menyedihkan emang kalo dilupakan oleh orang yang dicintai apalagi yang dicintai malah suka sama orang lain dalam waktu cepat…
    Disini ngasih pelajaran kalo mau buat kejutan atau ngerjain orang jangan berlebihan ya…hehe

    Suka

  14. kasian kyu…… itu sih becanda ga kira2… minji amnesia dn keguguran jadinya
    bersukur minji pulih lagi walaupun keadaannya terbalik kyu yg kecelakaan….
    tp d balik itu smua ada hikmahnya minji bsa mengandung lagi dn yoora&hae menikah…

    Suka

  15. yakk author apa yg kau lakukan?
    kau membuatku menangis saat jga toko.. huft untg lg engga ada org…klau ada,biaa dibilf org gila aku.

    aishhh cinta kyumin memang abadi…meskipun banyak rintangan yg dtang tp mereka ttp bersama….

    Suka

  16. kyu bercandanya keterlaluan ih, smpe minji kecelakan plus amnesia & kehilangan janin mrka..

    aq rada bngung kak, bgian minji angkat telp smpe kyu koma…tp surat kyu manis mskipun nyesek

    Suka

  17. aku kira kyuhyun nya tadi mati soalny udah pkk surat segala, bersyukur masih hidup walaupun lumpuh, minji tabah bangrt ya 😭😭

    Suka

  18. hmmmmm…minji sempet amnesia dan parahnya lagi tuh kecelakaan atas keisengannya si kyuhyun
    mana si minji lagi hamil pula

    tapi kyuhyun kan sudah menyesalinyaa

    duh….malah sekarang kecelakaan beneran deh
    itu kyu lumpuh kah??

    aaaaa…minji hamil lagiiii

    Suka

  19. yaampun kyu, becanda ampe bikin istrinya kecelakaan-_- wkwk kirain td kyu juga hilang ingatan(?) wqwqwq yg paling nyesek pas bayangin minji keguguran itu sih, yaampun ;(

    Suka

  20. ini ceritanya lumayan sedih. rasanya orang yang paling kita sayang malah lupa sama kita itu sedih banget

    tapi aku rasa feel nya kurang dapet. tapi bagus kok ff nya 😊😊

    Suka

  21. Ceritanya sedih,istri yang sangat kita cintai,poros hidupnya malah melupakannya bahkan menyukai pria lain. Aduh,nyesek banget bikin baper

    Suka

  22. Huwaaaa eonni mewek baca.n 😭😭 knpa kyuppa kasian bnget nasib.n dsini. . Tpi keren eonni 😊😊 semngat terus ya eonn bikin ff.n 👌👌

    Suka

  23. Sedih pas baca surat dari kyuhyun. Pasti sakit bgt di lupain sama istri sendiri. Kyuhyun juga sabar ngadepin minji, I know they’re love each other. Walaupun Minji kehilangan separuh ingatannya tentang kyuhyun.
    Over all, makin suka sama ffnya ka! Semangat terus nulisnya.

    Suka

  24. Kenapa bahagia nya cm dikit…
    Sedih liat mereka sakit gantian , minji sembuh eh si kyuhyun mlh yg koma smpe pake kursi roda.. Si kyu g bsa berdiri kah ?
    Kyuhyun juga… yg ulang taun dia , dia jg mlh yg ngerjain istrinya ,,
    Tp untunglah , happy ending

    Thanks …

    Suka

  25. ya ampun… complicated bgd sii cerita nya…

    niat mau bikin kejutan malah berujung minji lupa ingatan,, truss kyu jg jd kaya kena batu nya sndiri karna dlu ngerjain minji kecelakaan eh malah kecelakaan beneran… hadeh…

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s