[7] How To Keep Loving You END

Author : Tavita

Cast :

Kyuhyun-Minji couple

Superjunior members

And another cameo ^^

Genre : straight-romance

Length : chapter 7

“Aku akan mencintaimu hingga salju turun di musim panas…”

 


……………………………….

Author Pov

Beijing, 2015

“Gege, seseorang ingin bertemu denganmu.” Seorang gadis membuka pintu dan memanggil seorang pria yang sedang sibuk membersihkan make up dibantu oleh cordynya.

“Siapa? Kau lihat dia sedang sibuk. Dan aku sudah katakan berulang kali jangan coba-coba memberikan kelonggaran pada fans untuk masuk hingga mendekati tempat ini.” Si manager justru menyahut dengan tegas.

“Maaf, Pak. Tapi dia bukan fans. Dia adalah sahabat lama gege.”

“Sahabat lamaku?” pria yang dituju segera menghentikan aktivitasnya dan menoleh melihat gadis itu dari cermin di depannya.

“Xiao Guixian ingin bertemu..”

………………………

“Hangeng gege..”

“Ah, Guixian!! Cho Kyuhyun!! Kau rupanya!!” Hangeng seketika memeluk dongsaengnya yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

“Apa kabarmu hyung? Aku mengumpulkan keberanianku untuk menemuimu.. hahhaha..” Kyuhyun menatap pria tegas yang ada di depannya.

Hangeng hanya tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menepuk pundak Kyuhyun.

“Kenapa? Kau menganggapku orang lain?”

“Bukan begitu. Hyung, kau superstar negeri ini. Aku ini fansmu, jadi aku merasa was-was ingin bertemu denganmu.” Kyuhyun tertawa renyah membalas gurauan Hangeng.

“Kau sendiri sangat sukses dengan album barumu. Kau tahu? Xiao Guixian, penyanyi solo asal Korea Selatan adalah salah satu solois muda yang sangat sukses di Cina. Kemanapun aku pergi, aku selalu menjumpai fansmu.” Hangeng menggoda Kyuhyun.

“Hyung, itu semua karena nama besar Superjunior. Aku bukanlah apa-apa.”

“Ya, aku tahu. Pernah menjadi bagian dari kalian adalah hal yang sangat penting dalam hidupku. Semua yang kudapatkan saat ini juga tak lepas dari nama besar kalian.” Hangeng berbicara dengan nada lebih serius sambil mengingat masa-masa lalunya saat masih bersama Superjunior.

“Hyung, maafkan aku karena tidak menemuimu selama ini. Percayalah, tidak ada yang berubah. Kami sangat merindukanmu.” Kyuhyun berujar dengan nada pelan dan merangkul sahabat lamanya itu.

“Ah, kau menemuiku bukanlah hal yang biasa. Aku nyaris berpikir kau sangat sombong padahal kau berada di atas tanah yang sama denganku. Pasti ada sesuatu yang luar biasa bukan? Maka dari itu kau menemuiku.” Hangeng melanjutkan sambil meneguk kopi yang disajikan oleh pelayan.

Kyuhyun tersenyum penuh makna. Ia mengeluarkan sebuah benda berbentuk persegi panjang dengan warna perak yang menyala dan bertuliskan Hangeul.

“Undangan pernikahan?” Hangeng menerima benda itu lalu menatap namja di depannya.

“Kau tepat sekali. Aku akan menikah.” Kyuhyun menjawab sambil mengambil cangkirnya.

“Jinja?!!!”

“Hahhahaha.. kau masih tidak melupakan bahasa Korea. Aku sangat suka padamu hyung..” Kyuhyun kembali tertawa.

“Katakan padaku, siapa wanita yang berhasil merebut hatimu. Lekas katakan! Aku ingin menemuinya.”

“Hyung.. bersabarlah. Saat ini dia sedang berada di Korea. Hmm, apa kau ingat? Dulu saat masa promosi sorry-sorry, aku tergila-gila pada seorang yeoja yang sama sekali tidak mengenalku sebagai member Superjunior.”

“Ah.. gadis itu? Kau menikahinya? Dia putri kolega appamu bukan? Aku bahkan tidak menyangka hubunganmu dengan gadis itu bertahan hingga sekarang.”

“Ne, banyak hal terjadi selama kau pergi hyung. Tapi sekarang aku benar-benar menyadari bahwa dialah wanita yang memang dipersiapkan Tuhan untuk menjagaku.”

“Ah Guixian, menurutku kau adalah dongsaengku yang paling tidak bisa memahami masalah seperti ini. Mendengarmu akan menikah entah kenapa membuatku begitu bangga. Aku yakin dia bukan wanita biasa karena dia mendapatkanmu.”

“Bukan, hyung. Akulah yang beruntung mendapatkannya. Kau harus datang ke hari pernikahanku dan kau harus bertemu dengannya.”

…………………………………..

Flashback

“Apa ini?” Kyuhyun menatap gadis di depannya penuh selidik. Ia mengambil map yang disodorkan gadis itu.

“Surat permohonan cutiku. Aku menerima lamaranmu, tuan Cho.” Gadis itu bergerak ke belakang kursi dimana Kyuhyun duduk, dan ia segera merangkul leher tunangannya itu kemudian memberikan kecupan mesra di pipi kanan Kyuhyun.

“Minji ah~ kau yakin? Aku tidak ingin memaksamu.” Kyuhyun menangkap tangan gadisnya lalu menggenggam jari-jari yang sangat ia rindukan belakangan ini.

“Ne, aku sudah membuatmu menunggu terlalu lama. Aku juga tidak mau membuang-buang waktu lagi. Apalagi yang kubutuhkan? Aku hanya butuh seorang suami untuk menyempurnakan hidupku.” Minji tersenyum menatap namja tampan ini.

“Hmm.. yakinkan aku jika kau berkata jujur saat ini.” Kyuhyun menengadah menatap yeojanya.

“Humm.. kau kira untuk apa aku datang jauh-jauh ke Beijing? Aku ingin bertemu langsung denganmu dan menyampaikan maksud baikku ini.” Minji setengah menunduk dan berbisik di telinga Kyuhyun.

Kyuhyun berdiri dan merangkul pinggang yeojanya. Mereka saling berhadapan dan menatap satu sama lain.

“Aku akan mengambil satu bulan cuti untuk mempersiapkan semuanya, dan tambahan satu bulan cuti lagi untuk bulan madu kita. Jangan khawatir, kau bisa menyelesaikan konsermu dengan tenang..” Minji memainkan telunjuknya di hidung Kyuhyun.

“Mwo? Bagaimana bisa? Aku ingin kita melakukan semuanya bersama-sama. Cincin, busana pernikahan, gereja, undangan, bahkan semuanya. Aku ingin menemanimu layaknya pengantin-pengantin lain.” Ujar Kyuhyun.

“Tapi kau masih harus meyelesaikan pekerjaanmu. Bukankah konser tunggal ini adalah impian terbesarmu? Jangan khawatir, aku selalu mendukungmu.”

“Kenapa kau mau melakukan semuanya untukku?” Kyuhyun menatap Minji.

“Untukmu? Ini untuk kita. Hahhaaha.. kau lucu oppa. Tentu saja karena aku sangat sangat sangat mencintaimu. Begitu konser tunggalmu selesai, kau milikku sepenuhnya.”

“Minji ah~ kau tahu? Aku sangat beruntung memilikimu. Gomawo.. karena kau sudah membuatku menjadi namja yang paling bahagia hari ini.”

“Ini belum di hari pernikahan kita. Lebih baik kau simpan dulu perasaanmu yang berlebihan itu.” Minji mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun, dan namja itu bergegas mencium bibir gadisnya dengan lembut.

Flashback end-

……………………………………………..

Minji Pov

Akhir-akhir ini aku sangat lelah dan beban pikiranku bertambah. Entahlah, aku sendiri tidak tahu apa yang aku pikirkan. Mungkin benar kata omma, hal seperti ini biasa terjadi pada setiap wanita yang akan menikah. Hatiku berdebar-debar setiap hari, dan aku rasa aku sangat gugup menghadapi semuanya. Sepertinya rasa gugup ini berubah menjadi stress yang membuatku cepat emosi. Belum lagi beban karena aku terpisah jauh dari Kyuhyun. Karirnya sebagai penyanyi solo di China sangat melejit dan aku tahu itu adalah impiannya. Aku sudah berjanji akan menunggunya.

“Nona, semua undangan sudah terkirim.” Paman Lee menyerahkan list padaku dan aku memeriksa semuanya dengan jeli tanpa mau ada yang tercecer.

“Paman, kenapa Nona Shinri tidak ada dalam list ini? Bukankah kemarin hari aku sudah mengingatkan agar menambahkan namanya? Tolong jangan membuatku berpikir dua kali.” Ujarku dengan nada sedikit ketus.

“Maaf nona, tapi nona Shinri masih berada di Amerika.”

“Kirimkan saja undangan ke rumah keluarga besarnya. Aku ingin semuanya cepat selesai. Lagipula dia sudah berjanji akan kembali ke Seoul minggu depan.” Tambahku.

“Minji ah, santailah sedikit. Masih ada banyak waktu. Kau tidak perlu terburu-buru, lagipula Shinri adalah teman dekatmu. Menurutku tidak masalah dengan secarik kertas undangan. Yang terpenting ia mengetahui kabar bahagia ini.” Ahra onnie menenangkanku.

“Mianhae onnie, aku hanya ingin satu beban berkurang. Huh, rasanya aku ingin berendam air panas saja.” Ujarku sambil menutup wajahku dengan kedua tangan. Seketika kulemparkan tubuhku di sofa. Kudengar Ahra onnie mempersilakan Paman Lee untuk pergi.

“Ne, jika kau lelah istirahat saja dulu. Bukankah masalah undangan sudah fix? Aku akan membantumu mengurus yang lainnya. Lebih baik kau telpon Kyuhyun. Kalian perlu bicara.”

“Tidak usah. Aku tidak mau mengganggunya. Biarkan saja Kyuhyun menyelesaikan jadwalnya dengan tenang. Lagipula minggu depan semuanya sudah selesai jadi kami akan segera bertemu.” Ujarku sambil menghela nafas.

“Kyuhyun perlu tahu. Ia pasti akan bertambah semangat jika mendengar kabar darimu. Percayalah, bicara dengan calon suamimu akan membuat segalanya terasa lebih baik. Aku pun merasakan hal yang sama menjelang pernikahanku dulu. Bedanya kau terpisah dengan calon suamimu. Kau hanya merindukannya..” Ahra onnie menepuk pundakku.

Ahra onnie baik sekali. Begitu banyak orang baik yang membantuku mempersiapkan pernikahan ini. Bahkan Ahra onnie yang sudah menikah, serta orangtua Kyuhyun maupun orangtuaku, nyaris selalu mengontrol kesiapan semuanya. Sebenarnya aku tidak menginginkan pernikahan yang mewah. Namun pernikahan ini adalah salah satu impian Kyuhyun. Ia ingin semuanya tersetting dengan sempurna.

“Aku menikah hanya sekali seumur hidup dan dengan orang yang spesial. Jadi pernikahanku juga harus spesial, setidaknya bagiku dan pasanganku..” Begitulah ia selalu berkata.

Mungkin Ahra onnie benar. Aku sangat merindukan Kyuhyun. Kesibukannya di China membuatku harus mengalah sementara. Lagipula rangkaian konser ini adalah penampilan terakhirnya sebelum cuti pernikahan kami. Minggu depan ia pulang. Dan aku gugup menyambut kedatangannya.

……………………………………..

Author Pov

“Bagaimana perasaan anda bisa menghelat konser tunggal di hari ini?” MC bertanya dan suara ribuan  fans mulai membahana memenuhi Hall tempat konser ini berlangsung.

“Luar biasa. Aku bukan warga China tapi begitu banyak orang mencintaiku di tempat ini. Rasanya aku masih bermimpi, karena sebelumnya aku selalu tampil bersama member lain.” Kyuhyun  menjawab dengan bahasa Chinanya yang sudah sangat fasih.

“Ah, kuyakin semua orang disini mengagumi kemampuan bahasamu.” MC mulai bergurau.

“Hahaha~ China sudah sangat familiar bagiku karena karir grup dan soloku bergantung pula di sini. Aku jadi teringat saat fanmeeting beberapa tahun lalu ketika aku belum fasih berbahasa China. Aku merasa ada beban berat sebagai idola. Fans mencintaiku hingga mereka belajar bahasa Korea. Aku pun harus melakukan hal yang lebih dari itu untuk mereka bukan?” jawaban Kyuhyun kembali membuat seisi gedung riuh dengan teriakan dan atribut sapphire blue yang menyala dimana-mana.

“Lihatlah betapa mereka sangat merespon setiap kata yang kau ucapkan..” MC kembali berkomentar.

“Haha, aku bukan leader Teuk yang pandai bicara.” Kyuhyun sedikit bergurau.

“Ah, satu pertanyaan penting. Kudengar setelah konser ini kau akan kembali ke Korea untuk mempersiapkan sesuatu yang spesial. Kurasa kau harus berbagi dengan semua fans dan media yang ada di tempat ini.”

Kyuhyun tersenyum menanggapi pertanyaan MC, disusul dengan teriakan fans yang semakin tak terkendali. Berita pernikahannya memang sempat beredar di publik, namun Kyuhyun sama sekali tidak memberikan konfirmasi apapun karena alasan konser ini. Ia hanya mengatakan kepada media jika saat ini ia memang sedang menjalin hubungan yang serius dengan seorang gadis yang bukan dari kalangan selebritis. Sementara ia mempersiapkan jawabannya, fans makin meneriakkan namanya.

“Xiao Guixian! Cho Kyuhyun!! Xiao Guixian!! Cho Kyuhyun!!”

“Hahahha, bersabarlah.. ia sedang menarik nafasnya..” Gurauan MC membuat tawa fans memenuhi hall konser.

“Ah, Aku memang sedang mempersiapkan sesuatu untuk masa depan kami.” Kalimat pertama dari Kyuhyun kembali meledakkan teriakan fans.

“Bisakah kau menceritakan sedikit, bagaimana wanita itu di matamu?”

“Haha, yang jelas aku tidak akan menikahi wanita yang biasa-biasa saja.” Kyuhyun bergurau dan sebagian fans tertawa mendengarnya. Ia pun melanjutkan.

“Maafkan aku. Tapi dimanapun dia berada sekarang, mungkin dia tidak tahu aku akan mengatakan hal ini. Hey wanita, kau beruntung memilikiku.”

Seisi gedung konser bertepuk tangan dan tertawa. Kyuhyun memang dikenal sebagai sosok yang sangat suka bicara apa adanya. Sebagian fans ada yang menangis, namun Kyuhyun selalu berusaha meyakinkan mereka bahwa ini adalah salah satu fase yang harus ia jalani dalam hidupnya sehingga fans akan mengerti dan memahami pilihannya.

“Untuk kalian semua, aku Guixian sangat berterima kasih dan mencintai kalian lebih dari apapun. Kalianlah alasan utama aku bertahan di atas panggung ini. Kalian yang mendukungku sejak debutku di grup hingga karir soloku, aku yakin kalian akan mendapatkan yang terbaik. Kita akan terus bersama-sama sampai kapanpun. Terima kasih atas segala dukungan kalian. Saranghae ! Wo ai ini!!!” jawab Kyuhyun lalu membentuk lambang hati di atas kepalanya.

……………………………………..

“Chukkahamnida~ Guixian kau luar biasa!” Zhoumi menyalami Kyuhyun saat pria itu baru saja tiba di backstage untuk mengganti kostumnya seusai konser. Kyuhyun nampak kaget, bukan karena Zhoumi namun karena gadis di sebelah Zhoumi.

“Ne, oppa~ aku turut menontonmu.. kau hebat.” Ujar gadis itu setelah mengetahui Kyuhyun memandangnya.

“Song Gyuri. Lama sekali tidak bertemu. Kau di Beijing hanya untuk menonton konserku?” Tanya Kyuhyun sambil menyambut ucapan selamat dari Gyuri.

“Hei, kau lupa? Dia ada di Beijing karena satu alasan.” Zhoumi menjawab sambil menepuk dadanya. Kyuhyun hanya tersenyum.

“Ne.. ne. kenapa kalian tidak menikah saja?” ujar Kyuhyun.

“Kami ingin melihatmu dulu, setelah itu baru kami akan menyusul. Hahahha.. Guixian, aku tidak sabar melihat kau dan Minji menjadi sepasang suami istri.” Sahut Zhoumi dan merangkul pundak sahabatnya itu.

Kyuhyun hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, dan ia tertawa kecil menanggapi gurauan Zhoumi dan Gyuri.

“Kajja! Aku mentraktir kalian makan malam ini!” Ajak Kyuhyun.

Minji Pov

Aku gugup sekali. Hari ini Kyuhyun akan menjemputku ke rumah karena kami akan pergi untuk fitting baju pernikahan. Semalam ia baru saja tiba di Korea dan sudah harus disibukkan dengan urusan pernikahan. Omma nampak begitu sibuk menyiapkan masakan untuk menyambut kedatangannya. Maklum saja, ini akan menjadi kunjungan pertamanya ke rumahku setelah kesibukannya di China. Omma juga mengatakan bahwa ia sangat merindukan calon menantunya itu. Kemarin saja saat Kyuhyun menelponku dan mengatakan ia akan datang ke rumah untuk menjemputku, ommalah yang lebih banyak bicara dengan Kyuhyun di telpon. Aku jadi bingung, siapa yang akan menikah sebenarnya? Bahkan appa juga ada di rumah saat ini karena ia ingin bicara dengan namja babo itu.

“Kyuhyun~a.. ah.. calon menantuku akhirnya datang juga.” Omma memeluk Kyuhyun dan menyeretnya masuk. Aku bahkan belum sempat memeluk namjaku sendiri. Kyuhyun hanya mengedipkan sebelah matanya saat melihat wajahku yang sedikit kesal.

“Duduklah. Kita makan dan mengobrol dulu sebelum kalian pergi.” Appa langsung memberi arahan agar kami semua berkumpul di meja makan.

Suasana makan kali ini benar-benar berbeda. Kurasa Kyuhyun sangat berhasil merebut hati kedua orangtuaku. Lagipula tak ada alasan untuk menolak namja sesempurna Kyuhyun. Hari ini ia datang dan membawa banyak oleh-oleh dari China. Bukankah biasanya namja ini sangat pelit? Aku tak bisa berhenti memandangnya. Ia tampan sekali dengan kemeja hitam yang lengannya dilipat hingga siku, serta rambutnya yang cukup rapi karena lurus dan berwarna sedikit pirang. Kyuhyun terus saja tersenyum menanggapi semua obrolan appa dan ommaku. Ia bahkan tak melirikku sama sekali hingga aku merasa tak ada gunanya  berada di ruangan ini. Ah, kenapa namjaku terlihat begitu dewasa? Apakah ini hanya pikiranku saja karena membayangkan sebentar lagi ia akan menjadi suamiku?

“Kau tidak rindu padaku?” ia bertanya saat kami baru saja masuk ke dalam mobil. Aku menyibukkan diri dengan memasang seatbelt, berpura-pura mengacuhkannya.

“Hei, apa salahnya memelukku lebih dulu dan mengatakan kalau kau rindu padaku? Dasar wanita. Tidak baik memelihara gengsi terlalu tinggi.” Kyuhyun memainkan rambutku hingga aku menoleh menatapnya.

“Aish. Kau menyebalkan. Bisakah untuk tidak meributkan hal-hal yang tidak penting seperti itu? Ayo pergi. Jangan membuang waktu.” Sahutku gugup.

“Hah~ Kang Minji.. sudah mau menjadi istriku kau masih saja merasa sungkan. Kau kira aku tidak melihat wajahmu dari tadi? Bahkan kau tidak rela berbagi dengan omma dan appamu.”

Sial. Ia meledekku. Namja ini benar-benar setan. Aku diam saja tidak menanggapi ocehannya. Lebih baik seperti ini daripada aku bicara, ia akan memancing emosiku lebih dalam lagi, dan aku hanya akan mempermalukan diriku sendiri di hadapannya.

Melihatku tak bereaksi tiba-tiba jari-jarinya yang panjang itu sudah menggapai wajahku dan membuatku berhadapan langsung dengan wajahnya. Sedetik kemudian kurasakan sentuhan bibirnya di bibirku. Kyuhyun menciumku dengan lembut dan dalam, terasa kami saling merasakan kerinduan  masing-masing. Aku gugup melakukan ciuman ini. Ia memberikan tekanan pada tubuhku, membuat aliran darahku berdesir cepat dan hasratku semakin menjadi-jadi membalas ciumannya lebih dalam lagi. Kyuhyun mulai menggigit bibir bawahku dan itu berhasil membuatku membuka pertahananku.

“Kau bodoh sekali. Menungguku memulainya begitu?” ujar Kyuhyun lalu lanjut lagi menghabisi bibirku.

Aku merasa bodoh sekali. Ia tahu semuanya. Ia tahu kelemahanku. Posisiku saat ini adalah aku kalah karena aku merindukannya. Aku tak bisa menolak bahkan terus menginginkan sentuhan namja tampan ini. Kami berhenti saat merasa kehabisan nafas dan udara dalam mobil mulai memanas. Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya dan menatapku. Aku balas menatapnya, menatap matanya, meskipun dengan keberanian yang kupaksakan dan detak jantungku yang berpacu sangat kencang.

“Mulai sekarang belajarlah mengutarakan isi hatimu padaku. Tak baik memendam kesal dalam diam seperti ini. ” Ujar Kyuhyun. Ia pun memasang seatbeltnya dan membawa mobil keluar dari halaman rumahku.

…………………………………………………

“Tolong lebih dekat lagi. Nona, sedikit menoleh ke arah tuan muda agar wajah kalian berdekatan… Ne, seperti itu.”

Aku sedikit bergidik saat Kyuhyun merengkuh pinggangku dari belakang. Akupun menolehkan sedikit kepalaku ke arahnya sesuai arahan fotografer. Bisa kurasakan Kyuhyun bernafas di leherku. Rasanya aku ingin mengeluarkan keringat dingin. Bahkan wajah kami nyaris saja akan bersentuhan jika saja ada salah satu diantara kami yang bergerak lebih.

Entahlah, Kyuhyun namjaku, dan dia bukan orang lain bagiku. Sudah berapa kali ia menciumku, aku tidak pernah merasakan seperti ini. Aku gugup. Semoga saja keringatku tidak menetes dan menghancurkan makeupku. Apakah karena di sekeliling kami ada orang lain?

“Kau gugup? Rileks saja. Aku tidak akan menggigitmu.” Kyuhyun berbisik di telingaku.

“Ne, aku gugup. Tolong bantu aku untuk merasa nyaman.” Balasku.

Bisa kurasakan kemudian Kyuhyun lebih merapatkan tubuhnya dan ia meletakkan kedua tangannya di pinggulku, dengan lebih lembut.

“Saranghae..” ia berbisik.

Aku memejamkan mataku dan memegang tangannya di pinggulku. Bisa kurasakan Kyuhyun tersenyum.

“Ya, bagus! Seperti itu. Kalian harus tetap bertahan dalam posisi dan ekspresi seperti itu.” Seru fotografer.

Untuk selanjutnya kami diminta berfoto dalam berbagai pose ala pasangan pengantin. Sujujurnya aku tidak terlalu mementingkan foto pra wedding ini. Tapi ini semua ide gila para member Superjunior terutama Donghae oppa. Ide ini berasal darinya dan semua member menyetujuinya termasuk Kyuhyun. Alasannya adalah ia ingin melihat banyak hal menarik sebelum masuk militer. Dasar mokpo! Menurutku itu karena isi pikirannya saja yang terlalu romantis dan akhirnya dilampiaskan pada dongsaengnya. Tepatnya aku tahu, oppadeul hanya ingin menertawai Kyuhyun. Tapi kurasa Kyuhyun sangat senang dan ikhlas melakukannya. Entahlah, seketika ia menjadi namja romantis yang tertarik pada hal-hal seperti ini. Belum lagi orangtua Kyuhyun. Ommanya sangat ingin melihat anak laki-laki satu-satunya itu melakukan sesi prawedding ini.

……………………………………….

November, 2015

Aku merasa cantik. Untuk pertama kali aku merasa bahwa diriku sangat cantik. Bahkan omma mengatakan akulah yeoja paling cantik hari ini. Setidaknya aku harus menanamkan hal itu pada diriku sendiri terhitung mulai hari ini, dan juga hari-hari setelah ini. Tentu saja, istri seorang Cho Kyuhyun, adalah wanita paling beruntung di dunia ini. Beberapa saat lagi semua itu akan terwujud, aku akan sah menjadi pendamping hidup namja itu.

Berulang kali aku mematut diriku di depan cermin, dan hasilnya masih sama. Aku cantik. Gaun panjang tanpa tali berwarna putih yang membalut tubuhku, membuatku nampak jauh lebih tinggi. rambut panjangku yang ditata sedemikian rupa, membuatku sangat puas. Make up yang juga kuminta agar tetap membuatku nyaman, sempurna. Aku tersenyum dan aku sangat ingin ia melihatku detik ini, membayangkan Kyuhyun dengan setelan jas hitamnya, berdiri di sebelahku, sesuai busana yang kami pilih saat fitting baju kemarin hari.

“Areumdawo~ pilihanmu benar-benar bagus.” Ahra onnie muncul di belakangku. Wanita cantik yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparku ini tersenyum dan terus memperhatikanku. Ia sangat menyukai gaun ini.

“Gamsahamnida, onnie.. aku nyaris tak bisa bernafas.” Ujarku sambil memejamkan mata.

“Kau belum melihatnya. Setelah melihatnya kau pasti akan merasa lengkap. Kalian seperti pangeran dan putri.”

“Jeongmalyo? Onnie, aku gugup.”

“Ne, dan semua sudah menunggu. Ayo, bergegaslah. Semua sudah siap.”

Kyuhyun Pov

Berkali-kali aku mengembungkan pipi dan menghembuskan nafasku lewat mulut. Haruskah aku tampak bodoh di depan banyak orang hari ini? Kulihat deretan paling depan di sisi kananku. Appa, omma, noona dan suaminya, serta beberapa kerabat dekatku. Di sisi kiri, keluarga Minji dan di belakang mereka nampak wajah-wajah yang membuatku kesal. Teukie hyung dan kawan-kawan, sedang berbisik-bisik sambil tersenyum jahat ke arahku. Mereka selalu akan bisa menjadi perusak utama tanpa disangka-sangka. Ah, seharusnya orang-orang ini datang saat resepsi nanti malam saja. Kenapa aku harus mengundang mereka ke gereja juga?

Suasana seketika hening dan semua orang menoleh ke satu fokus. Yeoja itu tiba, dengan appanya, mereka berjalan ke arahku. Apakah ia benar Kang Minji, gadis yang selama ini kupacari? Kenapa hari ini dia nampak seperti seorang dewi? Seluruh tubuhku bergetar hebat saat meraih tangannya dan membawanya turut di depan altar bersamaku.

“Yeppo daa..” ujarku padanya. Aku menarik nafas lagi dan Minji tersenyum sebelum akhirnya ia sedikit terbatuk-batuk kecil.

“Kalian sudah siap?” pendeta memandang kami dan kami pun mengangguk.

“Cho Kyuhyun ssi, bersediakah anda, dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh semua yang hadir, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, wanita di sebelah kanan anda yang sekarang sedang anda pegang, berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi suami yang baik dan beriman, menjadi tempat bergantung baginya, dan hanya baginya, menjadi ayah dari anak-anaknya, menjadikannya istri yang sah, selama-lamanya hingga akhir hidup anda, bersediakah anda?”

“Ya, saya bersedia.” Jawabku mantap. Aku menari nafas sesaat sebelum menjawab dan kembali bernafas panjang setelah menjawab pernyataan pendeta.

“Kang Minji ssi, bersediakah anda, dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh semua yang hadir, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, pria di sebelah kiri anda yang sekarang sedang anda pegang, berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi istri yang baik dan beriman, menjadi tempat bergantung baginya, dan hanya baginya, menjadi ibu dari anak-anaknya, menjadikannya suami yang sah, selama-lamanya hingga akhir hidup anda, bersediakah anda?”

“Ya, saya bersedia.” Suara Minji juga terdengar mantap dan mendengar itu hatiku benar-benar bahagia.

Setelah beberapa pernyataan dari pendeta, kami pun bertukar cincin, cincin  emas polos yang kupilihkan untuk pernikahan ini, cincin yang mengikat kami sebagai pasangan seumur hidup di hadapan Tuhan dan semua orang yang hadir di gereja ini. Dan kebahagiaanku hari ini terasa begitu sempurna saat mencium istriku di depan semua orang. Ya istriku. Kini aku memiliki seorang istri.

……………………………………

“Berhenti memandangku seperti itu.” Ujar Minji.

Aku hanya tersenyum memandangnya tanpa melepaskan sedikitpun jemarinya dari genggamanku. Tamu-tamu masih terus berdatangan, dan kami masih menunggu beberapa tamu spesial.

“Ada yang salah? Kau milikku sekarang.. jadi aku berhak penuh mau berlaku apapun terhadapmu.”

“Tapi jangan melihatku seperti itu. Aku jadi malu, seharusnya kau tidak membuatku merasa tambah gugup di hari ini.” Minji sedikit cemberut dan menghela nafas. Aku mengerti sekali perasaan wanita. Tepatnya, aku baru saja belajar mengerti apa yang dirasakan wanita di sebelahku ini. Setelah upacara di gereja, ia lebih banyak diam dan tidak fokus. Saat aku memegang tangannya bahkan ia gemetar. Ia hanya mengatakan jika ia terlampau gugup. Tidak siap menghadapi banyak orang, dan kurang percaya diri.

“Semua orang dan fansmu mungkin berpikir aku terlalu beruntung mendapatkanmu..”

“Lalu? Aku sudah merasa sangat beruntung bisa menikahimu hari ini.”

Minji kembali diam. Sikap dewasanya tiba-tiba hilang. Aku sedikit cemas bagaimana harus membuatnya merasa nyaman berada di dekatku. Kurasa Ahra noona tidak segugup ini saat menikah dulu.

“Oppa!!! Wah kau tampan sekaliiii…” Sulli berteriak saat melihatku.

Tampak anak-anak f(x) dan SNSD namun tidak semuanya. Yoona dan Jessica menertawaiku. Kulihat Amber berbisik pada Minji.

“Yaaa! Kau bilang apa padanya?” kutarik gadis tomboy itu. Minji hanya tersenyum melihat kami.

“Aniyo~ urusan wanita. Aku hanya memberinya resep untuk menghadapimu.” Amber tertawa.

“Sejak kapan kau mengakui dirimu wanita? Cepatlah menikah maka baru aku bisa mempercayaimu.” Sungutku kesal.

“Kyuhyunnie chukkaeyoo~ ternyata kau yang lebih dulu menikah daripada aku.” Song Qian memelukku.

“Gomawo~ mana Changmin? Kalian tidak bersama?”

“Kami berangkat dengan rombongan terpisah. Changmin oppa ikut dengan oppadeul. Sementara Shinee tidak bisa hadir karena sedang berada di Jepang.” Ujar Jessica.

“Ah, ne.. aku tahu. Tadi Minho sudah menelponku.”

Setelah gadis-gadis itu berlalu, kulihat Siwon hyung bersama dengan gege. Ya Tuhan dia benar-benar hadir memenuhi undanganku. Minji nampak kaget dengan kehadiran Hangeng.

“Oppa..”

Hangeng memberikan sebuah kado pada Minji dan kulihat gadis itu tersipu menerimanya.

“Aku  memberikan hadiah ini hanya untukmu, sebagai hadiah perkenalan dariku. Jadi jangan biarkan suamimu membukanya.” Hangeng gege tersenyum sambil melirikku.

“Hahhaha!! Kyuhyunnie… aku tidak bisa berhenti tertawa!” Siwon memukul lenganku.

“Tertawalah sepuasmu. Aku sudah tidak peduli dengan respon kalian..” balasku.

“Minji ah~ rawatlah magnae kami. Kurasa ia hanya akan mendengarkan ucapanmu.” Gurau Siwon sambil mencolek dagu istriku.

“Yaaa! Hyung kau bahkan berani menggodanya.” Kesalku. Hangeng gege menahanku dan Siwon hyung malah sibuk mengambil selca dengan Minji. Sungguh mereka sepertinya sudah berencana membuatku kesal. Mereka pasti punya banyak rencana buruk hari ini. Aku bisa meyakini itu dan rasanya semuanya menjadi lengkap saat kulihat Kangin hyung datang diikuti yang lainnya berjalan ke arah kami.

“Kang Minji, kurasa Kyuhyun sudah bosan sekian tahun tidur sekamar denganku. Dia punya kebiasaan yang sangat buruk ketika tidur, jadi kau harus selalu siap siaga menghadapinya.” Sungmin hyung menggoda Minji.

“Ah jinja hyung,, lebih baik kau tutup mulut dan pergi mencari hidangan untuk kau santap!” kudorong Sungmin agar menjauh dari istriku. Tidak baik jika gadis ini berlama-lama dikelilingi makhluk-makhluk seperti ini.

“Oh ya, Kyuhyunnie, kau sudah siap untuk nanti malam? Jika terjadi sesuatu kau bisa menelponku. Aku siaga 24 jam dalam rangka pernikahanmu.” Ujar Eunhyuk dan semua tawa pun pecah. Semua tamu nyaris menoleh ke arah kami namun kurasa mereka semua sangat mengerti karena kami adalah Superjunior. Di manapun kami berada, suasana seperti ini sudah pasti akan terjadi.

Kangin hyung menatapku lalu memelukku. Aku sudah bersiap akan menghadapi ocehannya hari ini, namun sepertinya ia tak mengucapkan hal yang menakutkan.

“Bersyukurlah kau bisa menikah hari ini. Akan ada sedikit perbedaan setelah kau menikah. Aku bangga padamu, ternyata kau dongsaengku yang paling berkembang.” Ia kemudian menepuk-nepuk punggungku.

Kangin hyung sepertinya berubah banyak dan menjadi lebih bertanggung jawab setelah keluar dari camp militer. Ia pun sudah menikah dengan gadis pilihan hatinya setahun yang lalu, meskipun tidak banyak yang mengetahuinya.

Aku melihat Minji. Ia sedang sibuk mengambil selca dengan Donghae, Heechul, dan Wookie. Hanya Yesung hyung yang tidak ada di sini, karena ia sedang menjalani wajib militernya. Padahal aku baru saja hendak memintanya untuk menyanyikan sebuah lagu di pernikahanku ini. Namun ibunya turut hadir dan menyampaikan salam dari Yesung hyung padaku dan Minji.

Minji Pov

Kehadiran para member cukup membuatku nyaman. Kyuhyun sedang menemani mereka dan aku memilih untuk menunggu beberapa tamuku. Jungmo oppa dan Kim Ji Ah kekasihnya juga turut hadir. Namun mereka juga sudah berlalu ke meja hidangan saat kuputuskan untuk mengusir Jungmo oppa karena ia terlalu banyak mulut menggodaku. Kini Omma turut menemaniku dan bertanya apakah aku merasa lelah atau tidak.

“Minji ah!!!” sebuah suara mengagetkanku dari belakang dan terkejut melihat siapa yang hadir.

“Shinri yaa~! Ya Tuhan tak kusangka kau bisa hadir juga. Kenapa tidak mengabariku hah? Mana suami dan anakmu?”

“Aku datang sendiri. Suamiku tetap di Amerika karena ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Anakku  di rumah bersama neneknya. Lagipula aku tidak mau direpotkan hari ini, karena aku ingin melihatmu.” Shinri memelukku. Sudah cukup lama sekali kami tidak bertemu karena Shinri memilih untuk ke Amerika meneruskan magisternya setelah lulus. Ia pun bertemu namja Korea di sana dan memutuskan untuk menikah.

“Mana Kyuhyun oppa? Aku tidak sabar ingin melihat setampan apa dia hari ini. Mencapai batas maksimalkah? Membuatmu sesak nafas? Hahhaha..”

“Jangan menggodaku. Ia sedang bersama para member, menemani mereka makan. Kau mau bertemu Eunhyuk oppa, huh?”

“Haha, aku bahkan lupa pernah sangat mengidolakan namja itu. Sudahlah, nanti saja bertemu mereka. Oh ya, bagaimana perasaanmu? Kalian akan langsung berbulan madu? Akan tinggal dimana setelah menikah?”

“Huh, bisakah kau jangan memberondongku dengan banyak pertanyaan seperti ini?”

“Haha, mianhae.. aku terlalu bersemangat. Akhirnya kau menikah..”

“Hmm, kami akan berbulan madu sesegera mungkin. Sebentar lagi musim dingin dan menjelang natal, kau tahu pasti tempat yang sangat ingin aku kunjungi berdua dengannya. Dan Kyuhyun sudah membeli rumah untuk kami tinggali di daerah Incheon. Yaaaa~ Shinri ya~ Aku mencintainya.”

“Wah, itu berarti kalian akan merayakan natal berdua di sana? Kurasa hidupmu akan sangat menyenangkan. Oppa sangat mapan dan ia memutuskan untuk berkeluarga. Kau harus menjadi istri yang baik nanti, dan kurangi sifat egoismu.” Shinri menasihatiku.

“Ne,  aku tahu aku bukan pasangan yang sempurna baginya. Aku dan dia sama-sama memiliki banyak kekurangan. Kau tahu Kyuhyun oppa orang seperti apa, dan aku bukanlah figur wanita yang bisa menjadi ibu rumah tangga dengan sangat baik. Tapi aku akan berusaha yang terbaik untuk membuatnya senang. Begitu kan seharusnya?”

“Minji ah~ aku ingin memelukmu. Rasakan nanti, menjadi seorang istri dan seorang ibu adalah hal yang paling membahagiakan bagi wanita manapun di dunia ini.” Shinri memelukku.

“ehgeh uhn-jen-gah watt-dun, nuh-yeh uhl-gool-reul giyuk-heh
mum chwuh eetdun neh-mahm eul, meebgehdoh gojangnan neh gahseum eul
nuh-yeh hwa-nan misoga shweebgehdo yun-guh-ya”

(It always appeared before me
Your face, I remember
My heart that stopped short
You spitefully took my disfunctional heart
And with your bright smile
That’s how you easily opened my heart)

Aku mendengar sebuah suara yang sangat khas, menyanyikan sebuah lagu yang sangat aku suka diiringi alunan piano. Bersamaan dengan itu suara tepuk tangan memenuhi tempat ini. Mataku tertuju ke satu fokus, dan melihatnya. Dalam balutan tuxedo putihnya, ia menyanyi.. dan Ryeowook oppa yang memainkan piano itu. Pantas saja terdengar begitu rapi.

“geureh geu-ruht-keh nehgah, nuh-yeh saram-ee dwen guh-ya
moht-natt-dun neh-choo-wuk deuree, eejen giyuk-joh-cha ahn-nah
nahreul kkokjahbeun sohn-ee bohm-chuh-reum tta-tteut-hehsuh”

(It’s true, that is how I became your man
All my unpleasant memories, I no longer recall
Because the hand that holds me tight
is as warm as spring)

“eejae kkoom chureum neh mahm-eun
geudeh gyuh-teh, gah-mahn-hee mumchwuh-suh yo
han soon-gan-do kkeh-jee ah-neun “kkeut-ubbneun” kkeum-eul kkwuh yo”

(And now like a dream my heart
has gradually stopped by your side
Without awakening for a single moment,
I dream an endless dream)

“eejae soom chuh-reum neh-gyuhtteh
hangsang shwee myuh, geu-ruht-keh eessuh joo myun
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you”

(And now like breathing,
if you were to always rest by my side
if you were to always remain this way
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you)

Sesaat aku terpukau, terpukau akan suara indah serta falset namja ini. Berani-beraninya ia menyanyi lagu ini di hari pernikahannya sendiri dan tanpa memberitahuku. Permainan Ryeowook oppa masih bergulir, dan kurasakan Kyuhyun makin dekat. Ia berjalan ke arahku, menuruni panggung kecil tempatnya berdiri. Nafasku serasa terhenti saat ia berdiri tepat di depanku dan semua orang tentunya menjadikan kami sebagai pusat pandang mereka saat ini.

“Ikut aku..” ujarnya sambil membimbing tanganku. Akupun mengikutinya ke panggung dan entahlah, rasanya wajahku memerah seperti kepiting rebus. Sambil menggenggam tanganku, ia kembali meneruskan lantunan lirik manis milik Brown Eyed Soul itu.

“eejae kkoom chuh-reum neh mahm-eun
geudeh (poom-eh) “gyuhteh” , gahmanhee (ahngyuheetjyoh) “mumchwuh-eet-jyo”
hansoon gando kkeh jee ahneun kkeuttubbneun kkoom eul kkoo jyo”

(And now like a dream, My heart
in your embrace, is held still
Without awakening for a single moment,
I dream an endless dream)

“eejae soomchureum neh gyuhteh
hangsang shwee myuh, geu-ruht-keh eessuhjoo-myuh
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you”

(And now like breathing,
if you were to always rest by my side
if you were to always remain this way
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you)

“nothing better.. nothing better..”

Kyuhyun berhenti menyanyi lalu berjalan mendekati Ryeowook oppa, dan eternal magnae Superjunior itu mengambil setangkai bunga mawar putih yang ada di saku jasnya untuk diberikan pada Kyuhyun. Ia kembali mendekatiku, menyanyikan baris terakhir lagu ini.

“than you…..”

(Brown Eyed Soul-Nothing Better)

Kyuhyun memberikan bunga itu padaku, dan karena tak bisa menahan lagi air mata ini menetes begitu saja. Apa yang dia lakukan? Apakah baik membuat seorang pengantin wanita seperti ini? Seharusnya ia membayar seseorang agar menyanyi untuk kami. Apakah ia sengaja menyiapkan ini untukku?

“Kau tahu, hyung-hyungku tahu, dan mungkin semua orang-orang yang mencintaiku juga tahu. Tak ada hal yang bisa kulakukan dengan baik untuk menyenangkan hati seorang gadis, selain menyanyi. Bahkan aku masih meminta Wookie hyung untuk menemaniku.”

Seusai mengucapkan itu, Kyuhyun menutup wajahnya sendiri. Ia pasti malu akan tindakan yang sudah dibuatnya sendiri. Ia sering sekali seperti itu. Sementara itu semua undangan bertepuk tangan memuji penampilannya, ataukah merasa terhibur menyaksikan kami.

Aku bahagia. Bahagia sekali. Aku bangga Kyuhyun bisa menyanyi dengan sangat baik tanpa dibayar di hari pernikahannya sendiri. Aku mendekatinya dan merangkul lengannya. Kami sama-sama menunduk dan mengucapkan terima kasih atas semua yang sudah hadir. Hari ini benar-benar membuatku bahagia.

Kyuhyun Pov

Minji bersandar di bahuku saat mobil yang menghantarkan kami ke rumah belum juga sampai. Sepertinya ia sangat kelelahan. Tahu seperti ini semestinya aku mengikuti saran omma agar kami pulang ke rumah orangtuaku dulu. Tapi aku benar-benar ingin memulai kehidupanku, berdua dengan yeoja ini, jadi aku memilih untuk pulang ke rumah baru kami secara langsung. Upacara dan juga resepsi hari ini benar-benar melelahkan, namun sangat menyenangkan. Aku sengaja membuatnya dalam satu hari karena kami ingin fokus pada liburan sekaligus bulan madu setelah ini.

……………………

“Kau melihatku seperti itu lagi. Aku benci sekali, kau tahu? Niat jahatmu sangat terlihat jelas malam ini.” Ujar Minji sambil menyisir rambut panjangnya.

“Hahhaha~ waeyo? Aku harus menunggu apalagi? Kau tidak bisa mengelak lagi sekarang. Di rumah ini hanya ada kita berdua.”

“Aku lelah sekali. Jadi kita akan langsung tidur. Oke?” Minji beranjak dari duduknya lalu merebahkan tubuhnya yang berbalut gaun tidur tipis itu.

Aku hanya bisa menyeringai kecil memandangnya. Kang Minji, kau ini bodoh atau malu? Jika ingin langsung tidur mengapa memakai baju tidur yang tidak biasa? Seharusnya kau memakai piyama dan celana panjangmu. Aku yakin gadis ini sudah mempersiapkan hari ini. Sangat terlihat dari gerak-geriknya.

Aku mengikutinya, berbaring di sebelahnya. Ia membelakangiku, memperlihatkan bagian punggungnya, dan tentu saja aku tidak mungkin menahan diri lagi untuk tidak menyentuhnya.

…………………………………

Minji Pov

Aku membuka mataku perlahan. Belum pernah rasanya bangun pagi dalam keadaan seperti ini. Kepalaku sedikit pusing, dan seluruh tubuhku rasanya remuk dan sakit. Aku sedikit menyibak selimut yang menutupi tubuhku dan mendapati Kyuhyun masih polos terlelap dengan kepalanya yang tertidur di atas perutku dan tangannya masih memeluk pinggangku. Pantas saja rasanya sangat susah bergerak. Aku lupa, sekarang aku sudah milik namja babo ini. Aku tak mungkin marah-marah dan mengusirnya dari tempat tidur ini karena memang ini sudah menjadi haknya.

Kurapikan rambutnya sambil tersenyum mengingat apa yang baru saja kami lakukan kemarin malam. Aku bahagia  sekali. Sangat bahagia, sekalipun badanku rasanya sakit semua karena ulah namja setan ini. Dan satu lagi, ada rasa sakit yang sangat mengganggu. Mungkin karena ini kali pertama bagiku melakukannya.

Lihatlah wajahnya saat tertidur seperti ini. Bibir tebalnya itu sedikit terbuka dan itu membuatnya terlihat sangat lucu. Aku sedikit memiringkan tubuhku untuk mengambil iphone di atas meja agar tidak mengganggu tidurnya. Kucari angle yang pas dan rasanya senang sekali melakukan ini.

“CKREK!”

“YAAA!!! CHO MINJI APA YANG KAU LAKUKAN??!”

Tiba-tiba saja wajah Kyuhyun sudah kembali berada di atas wajahku dan aku hanya bisa menahan nafas terkaget menatapnya, sambil menggenggam iphoneku.

“Ani…yo~ hanya mengabadikan.. sebuah moment bagus..” jawabku terbata-bata.

Kyuhyun tiba-tiba menyeringai dan mengambil iphoneku.

“Nakal sekali kau memfoto wajahku dalam keadaan seperti itu. Jangan-jangan kau juga mengabadikan yang lain?? Iya?” Kyuhyun kembali mendekatkan wajahnya padaku. Posisi kami benar-benar seperti kemarin malam, dan aku cukup khawatir akan terjadi sesuatu lagi mengingat kami masih sama-sama polos, tanpa sehelai benang pun kecuali selimut acak-acakan ini.

“Jangan bicara sembarangan! Aku sama sekali tidak memfoto yang aneh-aneh. Aku hanya suka melihat wajahmu saat tertidur tadi. Kau jangan berpikir yang macam-macam.” Aku sedikit mengancamnya. Ya Tuhan, bahkan aku baru sadar saat ini ia bernafas tepat di depanku.

Kyuhyun memandangku tanpa berkedip. Dengan jarak sedekat ini, aku merasa sangat gugup hingga aku terpana melihatnya. Mungkin inilah perbedaan selebritis dengan namja biasa. Seorang selebritis, ketika baru bangun tidur pun wajahnya tetap mempesona. Ia mendekatkan wajahnya, makin dekat, dan dekat.. seolah ingin menciumku.

CKREK!!

“Yaa! Kau mengerjaiku oppa!! Berikan padaku!” ujarku kesal sambil berusaha menggapai iphoneku yang ia sembunyikan di balik punggungnya.

Kyuhyun hanya tertawa dengan senangnya sambil terus berusaha menyembunyikan benda itu. Aku tetap bersikeras agar benda itu kembali ke tanganku dan aku bisa menghapus fotoku yang bodoh tadi. Hal itu membuat tempat tidur kami makin berantakan hingga akhirnya Kyuhyun menahanku lagi.

“Menyenangkan sekali bisa bermain-main di pagi hari.. tapi…, aku lapar..” Kyuhyun menyentuh hidungku dengan telunjuknya.

“Uhm? Kau mau kumasakkan sesuatu? Aku istrimu. Jadi aku akan melakukannya untukmu.” Jawabku.

“Ah, sangat menyenangkan mengetahui kenyataan kau adalah istriku. Baiklah, aku ingin melihat bagaimana kau menyelesaikan tugas keduamu sebagai seorang istri..”

“Tugas kedua? Kurasa aku belum melakukan apapun. Memasak hari ini akan menjadi tugas pertamaku.” Balasku heran. Kyuhyun mengeluarkan senyum khasnya dan mengecup bibirku cepat tanpa bisa kutahan.

“Semalam kau sangat hebat. Itu berarti kau sudah melakukan tugas pertamamu dengan sangat baik.” Kyuhyun berbisik di telingaku dan ia kembali menyentuh kedua ujung dadaku dengan telunjuknya. Kurasa wajahku memanas dan memerah. Aku malu. Malu sekali.

Kuputuskan untuk bangkit dan bergegas sebelum namja ini membuatku sesak nafas karena rayuannya.

“Hei, mau kemana?” Kyuhyun menarik selimut yang kugunakan untuk menutupi tubuhku.

“Aku mau mandi dan menyiapkan sarapan untuk kita. Jangan menggodaku lagi. Jika kau masih mengantuk,  tidur saja. Aku akan membangunkanmu jika semuanya sudah siap.”

“Hmm tapi aku punya satu syarat. Makanan yang kau siapkan harus enak.”

“Jika tidak?”

“Jika tidak, lebih baik aku mencari seorang bibi untuk memasak dan aku akan menculikmu karena akan lebih berguna jika kau menemaniku di kamar saja. Bagaimana?” Kyuhyun memasang wajah yang sangat menyebalkan dengan alisnya yang terus bergerak-gerak.

“Kau punya ini untuk menemanimu sepanjang hari!” kulemparkan bantal ke arahnya dan segera berlari ke kamar mandi lalu mengunci pintu.

Haha, namja itu mengejarku dan terus menggedor-gedor pintu. Biarkan saja.  Ini baru pagi pertama. Aku akan melewati pagi-pagi berikutnya dengan orang yang sama. Sanggupkah aku melewati pagi seperti ini setiap harinya? Menatapnya saat terlelap di sebelahku, melihatnya membuka mata, dan menghabiskan sebagian besar waktuku bersamanya. Cho Kyuhyun, berikan aku lebih banyak lagi kesempatan untuk mencintaimu dan menunjukkan itu di depanmu, karena perasaan ini tidak akan pernah habis untukmu, sampai kapanpun ^^

END~

Yaaap! Tepat 2 bulan sudah FF ini terlambat dipublish. Hahhaha..

Wah, ceritanya makin ga jelas yah padahal uda nyampe final? LOL

Tapi demi langit dan bumi dah, ini muter-muter Seoul-NewYork buatnya..

Uda mau tamat saya mau bikin konflik apa coba =.=

Ada ide, ilang lagi, jadi mendekam di dokumen. Dan ketika menyadari sudah mau dua bulan barulah saya ketar-ketir lembur ngetiknya dan jadilah yang seperti ini.

Murni khayalan tanpa adanya realita Kyuhyun seperti chapter-chapter sebelumnya..

Makasi bgt buat Kyuhyun sendiri (loh?) yang uda berbaik hati mau menyanyikan lagi Brown Eyed Soul yang ini di konser Jungyup kemarin.. SAYA JATUH CINTA LAGI SAMA ANDA DAN PENGEN PACARAN DARI AWAL GA NIKAH KAYA GINI~ LOL- hahaha intinya jadi semangat buat FF ini lagi gara-gara si magnae nyanyi ini sih ^____^

Hmmm… apalagi yah?

Nanti saya ada rencana sih bikinin sekuel-sekuelnya.. (biar couple ini tetep eksis LOL)

Habis ini mau hiatus bentar nulis FF buat ngerjain proposal skripsi ,, kkkk~

Doakan saya yaaaah ^^

Dan jangan lupa, jika anda sudah membaca fiksi ini WAJIB HARUS KUDU KOMEN!!!!

Yang ga komen sama dengan pencuri 😀

Setuju? Hehehe ..

ThanKYU ^^

Iklan

59 thoughts on “[7] How To Keep Loving You END

  1. alhamdulillah ya publish juga,kok gg diprotect ya?
    biar ada nc ny gtu,wkwkwk
    iya aku juga nunggu sequel ny ya unn^^
    keep writing and dreaming

    Suka

    • haha iya yah?
      kkkkk kmren keburu ngepostnya jd ga keprotect hihi
      menurutmu itu masuk NC yah ?
      iyaaa ini bakal dipost skuel mumpung ada ide 🙂

      Suka

  2. Adooohh ff brengsek brengseeekkkkkkkk !!!!
    Sukaa bgt onn !!! Manis bgt ceritanyaaa …
    Dan KASI TAU AKU SIAPA YANG BAKAL NIKAH SAMA MEREKAAAAAAAAA ????? >…<
    #ganyante

    Paragraf pertama sedikit mengharukan ada Gege 😦
    Aura2 super juniornyaa kerasa dan dpt bgt …
    Semoga mereka terus ky gt smpe kapanpun diolasss tetep bawa nama Super junior :*

    Pkonyaa aku mau mau koment Kang Minji kampreettt ,, semuanyaa onn semuanya !
    Dari yg gege , trus kyu jadi solois ngadain konser , ngrencanain pernikahan , gerejanya , proses nikahnya , resepsinya , jailnya oppadeul , suasana di rumah baru ..
    Dapet bangeeettt~

    Aaakkh shiriii-yaaa bogoshippeoooo !
    HaeRa yeongwonhi !

    Suka

    • onn juga gengges buatnya T____T
      gmn jdnya kalo bneran kya gini..
      hihii itu critanya Hae mau wamil loh di situu.. *ngayal
      thankyu vaa msh mau baca..
      hahhaha mau bikin sekueeel

      Suka

  3. Hup! Hup!
    Selesai baca chapter 7 tanpa baca chapter sebelumnyaaa
    Kyaaaaaaa, akhirnya nikah jugaaa
    Chukkae onnie, hahahaha
    Gileee, pas adegan nikahnya itu, yg dinyanyin lagu itu romantis abiiiis
    Gileee, ampe terharu loh ngebayanginnyaaa
    Hahahaha
    Eh, eh, onn, kalo mw buat next partnya, aku ada ide looh *ting-ting*

    Suka

  4. wohooo ada yang baru tp udh tamat, g bakal ada lagi donk ;______; g nyangka kyu bkl jd penyanyi solo di cina. teriak minta NC NC NC kan udah sah tuh,,hahahhahahah XD *otak yadong kumat* akhirnya nikah juga, persiapannya aja romantisbgt si kyu,,, jd pngn nikah -_-v

    Suka

  5. Perfect..huaah…,, smpe nikah juga,,sekian lama banyak rintangan d kisah cinta mereka…huuuaah onnie ni kaya nyata bgt d kehidupan oppadeul nntinya..joahe :))

    Suka

  6. Eonny daebak..
    Aku nangis wktu Kyu nyanyi Nothing Better.. T.T

    Aku org baru disini hehe..
    di part” sebelumnya aku belon comment soal’na ga sabar bwt nyelesai’in baca FF ini..

    Ayoo eon, bikin after story’na donk.. Ya ya ?
    Hehehe..

    Fighting~!!

    Suka

    • thankyu say ^^
      hehe uda baca part2 sblumnya ya.. haha
      iya gpp baru yg pntg keep comment aja FFnya~
      iyah emg ntar bakal dibuatin sekuel ditunggu yaak ^^

      salam kenal 🙂

      Suka

  7. Yuhuuu…
    onnie aku baru comment tepatnya. ehehe
    gak rela the end :((
    ini beda dari yang tak duga.
    kyuhyunnya solo dan .. ah aku seneng dan ingin memuji changtorianyaaaaa
    aaahhh chukkae kang minji and cho kyuhyun…
    good job eonn. buat lagi .. sekuel NC nya :p

    Suka

  8. WOOOOOOOOOOOW
    3 hari aku baca ngebut dari pertama kereeeeeen keceeeeeeeee bikin lagi one shoot tapi judulnya sama cum beda2 cerita (?) pasti ga ngerti deh hahahahahahha!!!!
    Aaah kerennnn

    Suka

    • Hehe new reader kah? Kkk
      Waah daebak 3hari baca dr part 1? Kkk
      Mmm mungkin mksudnya ad sekuel?
      Sekuel emg mau dibuat hihi oneshoot msh satu cerita tp judulnya beda 🙂
      Thx yah uda baca ^^

      Suka

  9. yahhh ending…
    tugas pertamanya thor…kenapa gak diceritakan hahaha…
    ahhh cho khuhyun…envy bgt ma minji, bisa nikah ma kyu….
    manteppp….

    Suka

  10. Terharuuu huwaa… Setelah banyak hal, masalah, pertengkaan, ciuman, akhirnya merela sampai ke jenjang ini. Pernikahan itu awal dari dunia baru. Baru awal, belom final. Tapi mereka pasti bisa menjalani dgn baik.
    Suatu saat kyuhyun bakal menikah beneran. Itu cuma masalah waktu. Entah kayak apa perasaanku nanti, yg pasti, walaupun sakiit dan sedih, aku harus tetep dukung dia. Yah kenapa curcpl ya?
    Hahaha
    Keren deeeeh. Suka sukaaaa. Sweet ending

    Suka

  11. Suka sma ending nyaaaa sweet bgt… Huhuhuhu daebak deh story dan author nya… Bikin cinta sma kyuminji couple niiih… Hihihihihi… Ttp semangat buat para author disini.. Hwaiting.

    Suka

  12. wuahhhh daebak…
    pernikahannya berjalan lancar….
    oh so sweet kyuhyun nyanyiin lagu buat minji di hari pernikahannya..
    banyak orang orang special yg datang, hanggeng pun datang, tapi aku herannya shinri udh menikah dan punya anaknya ? kok ngga ada ceritanya, tiba tiba aja dia udh nikah… atau aku yang kelewatan bacanya ? #bingung
    tapi untuk semuanya kereeennnn….

    Suka

  13. Happy Ending !!! 💙💙💙
    Di bagian2 ini bikin kangen sama Hangeng oppa 😭
    Satu kata buat FF ini “DAEBAK” !!! 😍😍😍 Bikin makin jatuh cinta sama couple ini ❤️

    Suka

  14. Ikut bahagia akhirnya mereka nikah XD
    Smpet ikut deg”an pas bgian lg wedding day nya, org aku ngebayangin jadi Minji LOL
    Suka bnget sama ffnya, karena feelnya juga ikut kerasa 😉
    Fighting for Author-nim

    Suka

  15. Akhirnya tiba di part ending. Okay, sorry br coment di part akhir karna aku rasa tanngung kalo di tiap chapter padahal ffnya udah end. Ceritanya bagus simpel tp bermakna hahaha bahasanyaaa. Okay itu aja keep writing^^

    Suka

  16. Akhirnya pasangan ini nikah juga..
    Pagi2 udah so sweet aja, bikin iri.
    Kyuminji ini couple favorit akuu.. suka bgt, apalagi ini happy ending

    Suka

  17. huwa……..
    akhirnya final juga…

    gak nyangkah kyuhyun bisa bersikap romantis juga ya….

    pengen di nyanyiin juga sama kyu oppa… hehehe

    daebak tour ceritanya like banget ….

    buat minji chukee atas pernikahannya dengan kyu oppa semoga langgeng terus ya….

    eh tapi aku pikir shinri bakal sama eunhyuk oppa tapi ternyata nikah sama orang lain
    ..

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s