Secret About Us [1]

Secret About Us

Author : Tavita

Cast :

Eunhyuk

Lee Hanwoo

Kim Ryewook

Han Sora

Kang Minji

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Cho Yoora

Choi Siwon

Genre : straight, romance, friendship

Length : chapter 1


………………………………………….

Hanwoo POV

Myongji University. Aku tidak pernah menyangka pada akhirnya bisa menjadi bagian dari sekolah ini. Sekolah yang megah, besar, dan berisikan kumpulan orang-orang yang sangat mengerti seni dengan baik. Aku sendiri tidak begitu yakin mengapa dengan percaya diri memutuskan untuk melanjutkan pendidikanku ke sekolah ini, sementara aku paham betul diriku sama sekali tidak mengerti seni. Menyedihkan bukan? Gadis seperti aku, seolah mengambil pilihan yang sia-sia. Menyerahkan masa depan pada ketidakpastian. Apa yang aku cari sesungguhnya?

Namja itu. Aku datang jauh-jauh dari Goyangshii ke Seoul demi namja itu. Sejak awal aku menyukainya, aku sudah bertekad akan ada di sampingnya untuk seterusnya. Setidaknya itu cita-citaku. Itu tujuan hidupku. Aku sangat terobsesi dengan namja itu. Untung saja aku suka menari, jadi ada alasan bagiku untuk berada di sekolah ini. Aku tidak peduli dengan bakat dan semacamnya, karena  menurutku  bakat bisa tumbuh dengan sendirinya jika kita memiliki niat kuat untuk menekuninya. Itu prinsipku. Dan aku akan bertahan di sini, tentunya dengan namja itu sebagai penyemangatku.

“Lee Hanwoo imnida.”

“Annyeong.. Han Sora imnida.” Gadis manis ini memperkenalkan dirinya. Dia adalah kakak kelasku, setahun di atasku. Dia juga anak jurusan tari di sini.

“Ne, Sora onnie..” aku tersenyum.

“Baiklah, kalian sudah saling kenal sekarang. Hanwoo ssi, kalau begitu kau kutugaskan untuk membantu Sora dalam hal penyediaan kostum. Apa kau bersedia?” Yoora onnie, dia adalah ketua klub dance di kampus ini. Tak hanya bagi anak-anak kelas tari, namun bagi seluruh mahasiswa yang ingin belajar menari. Hanya saja memang sebagian besar ditangani oleh anak-anak tari termasuk Yoora onnie, Sora onnie, dan aku yang baru saja memutuskan untuk bergabung.

“Aku bersedia onniedeul. Mohon bantuannya.” Jawabku sambil menunduk.

…………………………………….

Author Pov

Sekolah seni Myongji selalu memiliki kesibukan setiap tahunnya. Salah satunya pada saat menyambut natal. Menjelang perayaan natal mendekati akhir tahun, anak-anak akan mengadakan pagelaran seni yang memadukan semua cabang ilmu yang ada di Myongji. Tari, vocal dan musik, akting, seni rupa dan lukis, semua anak-anak bisa berpartisipasi. Untuk cabang seni rupa dan lukis, biasanya akan diadakan pameran selama sepekan untuk memamerkan hasil karya mereka. Sementara pagelaran utama berupa panggung pementasan, akan diadakan di akhir minggu dengan menyuguhkan penampilan musik, tari, orchestra, menyanyi, bahkan drama musikal. Benar-benar luar biasa.

“Minji ah, apa kau sudah memikirkan konsep pagelaran untuk akhir tahun ini?” Siwon bertanya pada gadis yang sedang sibuk dengan kameranya itu.

“Hmm?” gadis itu sedikit mendongakkan kepalanya melirik ke arah namja yang sedang berdiri dengan tangan bersedekap di dada sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, tersenyum dan memperlihatkan lesung pipitnya.

“Ah, mianhaeyo. Aku kira kau bicara dengan siapa..” Minji menggaruk-garuk kepalanya sambil meletakkan kameranya di meja. Ia kemudian mengambil sebuah map dari dalam tas ranselnya.

“Yaa! Memang kau kira aku bicara dengan siapa lagi? Aku sengaja mencarimu ke ruang fotografi memang untuk mencarimu. Dan hanya ada kita berdua di ruangan ini.”

“Hihi, maafkan aku. Kau tahu jika sudah berurusan dengan kamera, fokus duniaku hanya satu.” Jawab Minji sambil menyerahkan map merah itu.

Siwon membuka map itu lalu membaca dengan cermat dan teliti. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya dan menyunggingkan senyum yang berbonus lesung pipit itu.

“CKREK!”

Siwon menoleh ke arah gadis di hadapannya yang kembali hanya bisa menggaruk-garukkan kepalanya.

“Hey, nona Kang. Kau mengambil fotoku tanpa ijin dan itu akan kukenakan biaya.” Ujar Siwon kembali tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya.

“Jangan khawatir. Fotomu ini akan kujual pada semua yeoja di kampus ini jadi aku bisa membayarmu kemudian.” Gurau Minji. Gadis itu tertawa renyah.

“Minji ah, aku selalu suka pekerjaanmu. Setelah membaca konsep darimu ini, kurasa aku bisa memberi tahu semua divisi seni untuk bersiap-siap.  Baiklah, mulai minggu ini aku sudah bisa merekrut panitia untuk pagelaran akhir tahun ini. Gomawo yo~”

Minji hanya tersenyum sambil memasang tangan kanannya di kepala sebagai tanda hormat.

“Siap kapten Choi!”

……………………………………………..

Hanwoo Pov

Perutku terasa lapar dan aku benar-benar lelah. Kukira aku hanya akan belajar menari di sini, namun ternyata ada mata kuliah yang mengharuskan kami masuk ke dalam kelas dan duduk manis. Salah satunya adalah kelas bahasa Inggris. Aku benci sekali bahasa Inggris, dan kini aku harus menghadapi kembali pelajaran itu sebagai salah satu mata kuliahku. Ah, sudahlah, yang jelas aku harus menemukan toilet secepat mungkin sekarang.

“Maaf, kurasa kau salah masuk toilet.” Seorang namja berperawakan agak kecil menyapaku.

Aku kesal sekali dan mendiamkannya. Kupikir namja ini pasti hanya mau menggodaku.

“Nona, sebaiknya kau cepat keluar sebelum yang lain masuk kesini. Ini toilet laki-laki. Toilet wanita di sebelah sana.” Ia kembali bicara padaku sambil menunjuk ke arah luar. Aku baru menyadari ucapannya benar ketika akhirnya kulihat dua orang namja tampan masuk ke dalam toilet ini.

“Yaa Ryeowook~ah! Kau mengajak seorang yeoja ke dalam toilet ini. Kau mau mesum ya?” salah satu yang tampan dan lebih tinggi berbicara pada pria yang menyapaku tadi.

“Ya! Cho Kyuhyun diam kau. Kurasa gadis ini salah masuk toilet.” Bela namja bernama Ryeowook itu.

“Nona, kau salah masuk toilet. Ini toilet namja.” Yang tampan satu lagi bicara padaku namun dengan cara yang lebih lembut dan tatapannya menyejukkan sekali. Aku nyaris lupa dengan pria yang menjadi tujuanku berada di sini.

“Ah~,ne oppa.. mianhamnida.” Ujarku sambil berlari cepat ke luar dari toilet naas ini. Tentunya aku sudah mempermalukan diriku sendiri di hadapan namja-namja itu.

………………………………………..

Ternyata makanan di kantin sekolah ini benar-benar enak. Mungkin karena perutku begitu lapar hingga aku terlihat menyedihkan seperti ini. Kulihat sekeliling, dan memang semua namja yang ada di kampus ini rata-rata begitu tampan. Hmm, mungkin karena ini adalah sekolah seni, jadi begitu lulus nanti kurasa mereka semua akan menjadi seorang artis.

“Hanwoo ssi, kenapa sendirian? Ayo makan bersama kami.” Yoora onnie muncul dan duduk di sebelahku.

“Bukankah kau juga sendiri onnie?”

“Ne, tapi aku baru hendak mencari teman-temanku. Ayo ikut! Akan kukenalkan kau pada mereka.” Yoora onnie mengedipkan sebelah matanya dan aku mengikutinya sambil membawa mangkok ramenku untuk pindah tempat duduk.

Ternyata yang dimaksud “teman-teman” olehnya adalah namja-namja yang kutemui di toilet tadi. Ya Tuhan! Aku malu sekali dan kurasa wajahku sebentar lagi akan memerah seperti tomat. Melihat kedatanganku, namja-namja ini juga sepertinya heran dan salah satu dari mereka tertawa terbahak-bahak.

“Yaaa! Kyuhyun oppa kenapa kau tertawa?” Yoora onnie sedikit kesal.

“Chagi, yeoja ini tadi salah masuk toilet. Ia masuk ke toilet pria saat kami juga sedang ada di toilet.” Ucap namja tampan yang menarik hatiku tadi. Ah, sepertinya dia adalah kekasih Yoora onnie, karena kudengar ia memanggil Yoora onnie dengan sebutan chagi.

“Hai.. kau duduk saja di sini. kau temannya Yoora ya?” namja yang kalau tidak salah bernama Ryeowook tadi mempersilakan aku duduk di sebelahnya. Aku jadi ragu duduk di situ karena di sebelahku ada namja setan yang menertawaiku itu.

“Hanwoo ssi, kenalkan ini Ryeowook oppa, Kyuhyun oppa dan Donghae oppa. Donghae oppa ini adalah kekasihku, dan mereka semua adalah mahasiswa tahun ketiga disini. ”

“Annyeong, Lee Hanwoo imnida, mahasiswa baru dari jurusan tari.” Ujarku sambil menundukkan kepalaku. Mereka semua tersenyum padaku.

“Aku Kim Ryeowook, mahasiswa tahun ketiga jurusan seni musik, konsentrasi piano. Bangapseumnida.”

“Lee Donghae, dari jurusan Tari. Wah, kau juniorku.” Donghae oppa tersenyum padaku.

“Cho Kyuhyun, aku dari jurusan musik konsentrasi vocal.” Oppa yang nakal itu turut memperlihatkan senyumnya yang cukup unik dan kurasa bisa membuat semua yeoja terhipnotis. Jurusan vocal katanya? Ya Tuhan. Tapi satu hal positif yang bisa kutangkap dari Kyuhyun oppa selain wajah tampannya memang suaranya yang bagus. Terlihat dari caranya saat berbicara. Ah, aku jadi ingin mendengarnya menyanyi.

Kami akhirnya makan bersama. Donghae oppa terlihat begitu mesra dengan Yoora onnie, membuatku iri saja dan makin ingin menemui namja itu. Sementara itu, Ryeowook oppa sangat ramah dan bercerita banyak hal padaku. Entah kenapa aku nyaman sekali berada di dekat namja ini. Ia sangat sopan dan bisa memperlakukan seorang yeoja dengan baik.

“Yaaa! Kalian kenapa makan duluan? Tidak menunggu kami..” Sora onnie muncul bersama seorang namja yang seluruh rambutnya habis dicat putih. Aku seperti mengenal namja itu. Mungkinkah? Tapi kenapa aku tidak yakin? Tapi aku kembali yakin saat ia melihatku dan terus menatapku.

“Ah, Eunhyuk oppa! Kau belum berkenalan dengan Hanwoo..” ujar Yoora onnie.

Deg! Ini memang Eunhyuk oppa! Tidak mungkin ada kebetulan yang begini ajaibnya. Yang berbeda hanya warna rambutnya yang seperti monyet uban, namun tak kupungkiri itu membuatnya terlihat sangat keren. Belum lagi ia tersenyum dan memperlihatkan gusi serta giginya yang rapi itu.

Flashback

“Jeongmal? Tapi haruskah seperti ini?”

“Hanwoo~ya maafkan aku. Kurasa kita harus fokus untuk pendidikan masing-masing dulu. Jika nanti aku sudah lulus, aku akan pulang dan menemuimu kembali. Kau mau menungguku?”

“Oppa, tapi tidak harus putus kan?”

“Sekarang aku ingin kau menjawabku. Apa kau bisa menjalani hubungan jarak jauh? Aku akan sibuk. Prinsipku adalah selesaikan satu hal baru hal yang lain. Aku akan mengingatmu, menyimpan sementara rasa yang meluap-luap ini.” Eunhyuk mengelus rambutku. Aku jadi ingin menangis. Ya, aku bahkan sudah menangis dan mengeluarkan air mataku.

“Ne, aku akan menunggumu kalau begitu. 4tahun. Aku pasti bisa menunggumu.”

“Ne, berjanjilah kau akan menjadi gadis pintar yang juga mengejar cita-citamu. Jika aku pulang aku akan mengabarimu..”

Flashback end

“Hanwoo ya~ kenapa diam saja? Ayo kau juga cerita! Kau tidak punya cerita menarik tentang seorang namja?” Yoora onnie mendesakku. Sora onnie juga menatapku tersenyum. Mereka sangat antusias mendengar ceritaku, tapi aku sama sekali sudah kehilangan bahan untuk kuceritakan.

“Haruskah aku bercerita?” tanyaku tersenyum miris.

“Memangnya tidak ada pria yang menarik hatimu? Kau tidak punya namjachingu? Ah, ceritakan apa saja tentang kisah cintamu. Kita ini wanita, dan ini menarik bukan?” Sora onnie terlihat begitu bersemangat. Gadis ini selalu penuh semangat dan berbinar-binar.

Aku jadi bersyukur karena bukan aku yang pertama menceritakan kisah cintaku. Tak bisa dibayangkan jika tadi aku bercerita di awal. Rasanya aku ingin pulang ke Goyangshi saat ini juga.

“Mmmm.. Ryeowook oppa itu baik sekali yaa..” ujarku akhirnya.

“Hahhaha! Hanwoo ya~! Sudah kuduga kau akan bercerita pada akhirnya. Kau menyukainya? Hmm.. ini sesuatu..” Yoora onnie menggodaku. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Yoora ya~ kurasa kita bisa mulai untuk menjodohkan mereka. Bukankah Ryeowook oppa saat ini sedang sendiri?” Sora onnie turut menggodaku.

…………………………………………….

Eunhyuk Pov

Aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat kemarin. Gadis itu berada di Seoul, dan dia kuliah di tempat ini, bahkan satu jurusan denganku. Itu berarti, aku akan sering-sering bertemu dengannya. Aku heran mengapa ia bisa memutuskan untuk melanjutkan sekolah di tempat ini, padahal anak itu tidak punya bakat seni sama sekali. Apa mungkin karena aku? Ah~ tidakkah ia bisa bersabar untuk menungguku? Kenapa harus mengorbankan masa depannya?

Donghae dan Kyuhyun sibuk merebut bola basket untuk dimasukkan ke ring masing-masing. Ryeowook sepertinya sibuk mendengarkan lagu dari headphonenya. Ah, tak ada yang bisa mendengarkan ceritaku. Lagipula apa aku harus menceritakan masa laluku pada orang-orang ini? Kurasa tidak. Mereka tak harus mengetahui itu.

Hanwoo ya~ kau kembali dan membuat pikiranku kemana-mana. Mengapa memilih untuk berpura-pura? Apa kau sudah berubah? Ataukah kau sengaja bersikap seperti ini padaku? Berbagai pertanyaan hadir di kepalaku sejak kemarin. Aku akan menanyakan semuanya pada gadis itu langsung. Apa yang menjadi alasannya berada di sini. Dan aku, akan menjadikannya milikku lagi.

“Siwon ssi! Akhirnya kau datang!” kudengar Donghae berseru dan kulihat Siwon muncul bersama seorang gadis di sebelahnya.

Donghae dan Kyuhyun menghentikan permainannya dan kami berkumpul di pinggir lapangan.

“Jadi bagaimana? Kau bersedia menjadi drummer kami?” Tanya Donghae.

“Hey, biarkan dulu dia duduk dan bernafas. Kau ini benar-benar ya..” ujar Ryeowook.

“Haha gwaenchana.. ah ya, tidak apa-apa kan jika Minji ikut mendengar dan berada di sini? Lagipula ia adalah kordinator untuk pagelaran bulan depan.” Ujar Siwon.

“Aku akan pergi jika memang ada sesuatu yang tidak harus kuketahui..” Gadis berkacamata minus itu tersenyum manis sambil memutar kameranya.

“Gwaenchana.. kau di sini saja. Tidak ada rahasia kok..” ujarku.

Donghae tersenyum dan menyenggol Kyuhyun. Aku mengerti apa yang ada dalam pikiran mereka.

…………………………………

Mataku berusaha mencari-cari sosok gadis mungil itu. Kemana dia? Kuharap aku akan bertemu dengannya. Aku ingin sekali memeluknya dan menanyakan kabar padanya. Kuakui, perubahan fisik gadis itu mulai terlihat. Ia sedikit lebih tinggi daripada sebelum aku meninggalkannya dulu. Tubuhnya juga sudah bermetamorfosis menjadi gadis remaja seutuhnya.

Akhirnya aku menemukannya. Ia sedang berjalan sendirian. Apa yang dilakukannya? Apa ia sama sekali tidak punya teman?

“Hanwoo ya~”

Ia menoleh dan matanya sedikit melotot kaget saat mengetahui aku yang memanggilnya, namun ia dengan cepat membuat semuanya normal kembali. Tapi di luar dugaanku, ia malah mengacuhkanku.

“Ya, Hanwoo ya! Jangan pergi dulu aku mau bicara denganmu..” kutarik tangannya hingga ia berhenti dan terpaksa menghadapiku.”

“Kau ini kenapa? Muncul tiba-tiba dan sekarang bersikap  seolah tidak mengenalku. Apa kau sengaja melupakanku?”

Hanwoo hanya diam dan sedikit menunduk. Ia kemudian menatapku.

“Tolong lepaskan tanganku, oppa..”

“Ah, syukurlah. Aku kira kau tidak mengenalku. Maaf, aku takut sekali kau lupa padaku karena saat bertemu di kantin kemarin kau juga mendiamkanku.”

“Lalu apa aku harus bertanya mengapa kau juga tidak menyapaku?” potong gadis itu cepat. Raut mukanya sedikit sinis. Terus terang, aku merasa terpojokkan oleh pertanyaannya. Tapi saat itu aku benar-benar shock melihatnya, hingga aku lupa harus mengucapkan apa. Tapi aku mengenal Hanwoo, dan alasan semacam itu tentunya tidak akan membuatnya begitu saja mempercayaiku.

“Eng.. soal itu, aku minta maaf. Aku tidak menyangka kau ada di sini dan.. yah, aku bingung harus berkata apa..” jawabku jujur. Lebih baik jujur daripada membohonginya.

“Oh.., aku juga kaget karena kau sangat berubah. Seingatku dulu warna rambutmu hitam,” balasnya singkat. Raut wajahnya masih sinis.

“Ah, ini.. jelek ya? Kau tidak suka? Jika kau tidak suka aku bersedia mengecatnya lagi menjadi hitam.” Kuacak rambut putihku sambil menunjukkan senyuman di hadapannya.

“Tidak perlu. Apa hakku untuk mengatur kesenanganmu? Hmm, aku ada kelas setelah ini. Jika tidak ada yang dibicarakan lagi aku mohon pamit.” Gadis itu pun berlalu dari hadapanku. Entahlah. Rasanya agak sesak ia memperlakukanku seperti ini. Dia Lee Hanwoo? Ataukah seseorang yang hanya mirip dengannya? Tapi mengapa dia mengenaliku sekalipun aku mengubah penampilanku?

………………………….

Ponselku berbunyi dan kurasa ini benar-benar mengganggu tidur siangku. Dengan malas kuambil ponsel dan membaca pesan yang tertulis di dalamnya. Acara menonton ke bioskop? Aku lebih tertarik untuk memikirkan konsep tari yang akan dipentaskan divisi kami pada pagelaran nanti. Kubiarkan saja ponselku tergeletak begitu saja tanpa membalas pesan gadis itu. Namun tak lama kemudian benda itu bordering lagi dan menandakan sebuah panggilan masuk.

“Yoboseyoo~” jawabku malas.

“Yaaa! Oppa kenapa tidak membalas pesanku? Kami semua menunggumu!”

“Kami?”

“Ne, kau kira apa?”

“Kukira kita akan pergi berdua.”

“Tentu saja tidak. Donghae oppa yang mengajak kita hari ini. Apa dia tidak memberitahumu, huh?”

“Mmm, kalian dimana? Aku akan kesana sebentar lagi”

“Langsung bertemu di bioskop. Setengah jam lagi mulai, dan kau hanya punya waktu 15 menit untuk bersiap-siap.”

“Baiklah, aku meluncur..”

Hanwoo pov

Aku bingung kenapa aku harus mengiyakan semua ini. Tapi mengingat pesan omma, carilah teman sebanyak mungkin. Kurasa dengan sering-sering bergaul apalagi mengiyakan ajakan seperti ini akan membuatku punya banyak teman.

Kulihat Donghae oppa sedang memegang es krim dan tangan satunya lagi menggenggam tangan Yoora onnie. Ah, beginikah kencan ala pasangan Seoul? Romantis sekali.

“Senang sekali kau akhirnya datang, Hanwoo ssi..” Ryeowook oppa menyapaku. Jujur aku sangat senang dia juga berada di sini.

“Ne, oppa. Aku juga senang bisa bertemu denganmu di sini.”

“Haha, kalian mengobrol saja dulu. Kita masih menunggu satu orang lagi..” kata Sora onnie.

“Satu orang? Memangnya Kyuhyun oppa tidak jadi ikut?” Yoora onnie bertanya.

“Aku sudah menelponnya tapi ia menolak. Katanya malas wajah setampan dia tidak menggandeng seorang gadis.” Ujar Ryeowook oppa dan itu membuatku sedikit tertawa.

“Hmm, memangnya Kyuhyun oppa tidak punya kekasih? Jinja?” tanyaku heran.

“Dia itu terlalu pemilih dan perfeksionis. Itu membuat semua gadis yang mendekatinya menyerah.” Jawab Yoora onnie.

“Haha, tapi sementara dia bisa menggandeng Sora onnie dulu daripada tidak jadi ikut..” ujarku lagi mencoba berkomentar.

“Hmm, aku juga sedang menunggu seseorang. Ah! Itu dia!” Sora onnie melambai-lambai ke arah seorang namja yang berjalan ke arah kami.

Jantungku seketika berdetak sangat cepat dan aku merasa darah di seluruh tubuhku berlomba-lomba ingin melarikan diri. Aku lupa jika namja itu adalah salah satu dari kawanan orang-orang ini. Ia juga terlihat kaget melihatku berada di sini, hingga ia membenarkan jaketnya berkali-kali. Pertemuan tadi siang kembali terngiang di benakku.

“Sudah semuanya kan? Ayo kita masuk.” Ujar Donghae oppa.

Aku tak punya pilihan lagi apalagi untuk melarikan diri, karena Ryeowook oppa sudah menggandeng tanganku masuk ke dalam bioskop. Sementara mataku mencoba lepas dari apa yang ada di hadapanku, perasaan tetap saja tidak bisa dibohongi. Ini sangat tidak lucu.

………………………………………….

Hari ini aku benar-benar malas menghadapi hari. Bolehkah aku menyesal? Aku ingin sekali mengatakan jika aku menyesal sudah mempercayakan masa depanku di sekolah ini. Aku ini gadis bodoh, dan hanya karena dibutakan oleh rasa cinta yang tidak jelas aku sampai rela melakukan hal yang menjadikan masa depanku sebagai taruhannya. Apakah sebaiknya aku menyerah dan keluar saja? Mumpung ujian semester pertama belum berlangsung jadi aku tidak akan merasa membuang-buang waktuku. Tapi apa kata omma dan appa jika aku pulang karena alasan bodoh seperti itu? Mereka akan sangat kecewa dan pasti aku akan dicap jelek oleh orangtuaku sendiri. Belum lagi mengetahui ia satu jurusan denganku, membuatku sakit hati. Aku tidak tahu apa yang saat ini ia rasakan terhadapku. Apakah perasaan itu masih ada? Tapi kenapa dia melakukan itu di depanku jika memang ia masih menganggapku?

“Hanwoo ya~ giliranmu..” Yoora onnie memintaku untuk mencoba. Jujur aku tidak punya rasa percaya diri yang cukup, namun aku cukup menyukai gerakan balet dibandingkan tarian jenis lainnya.

Aku mulai menggerakkan tubuhku sesuai alunan musik. Aku berusaha membuang semua pikiran burukku dan menikmati setiap gerakanku. Yoora onnie memintaku untuk bergerak sesuai dengan keinginanku. Bebanku sedikit berkurang, dan aku menemukan sedikit kepercayaan diri untuk bisa menari di depan orang lain.

“Bagaimana menurut kalian?” Yoora onnie bertanya pada yang lainnya.

Kulihat beberapa berbisik dan ada yang mengangguk-angguk. Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang mereka pikirkan ataupun bicarakan, dan aku rasanya juga tidak ingin tahu. Bisa menari seperti tadi adalah kesenangan tersendiri bagiku.

“Baiklah, aku sudah putuskan. Kurasa kalian juga sependapat denganku. Hanwoo ya~ ayo ganti bajumu, setelah itu kita bicara.” Yoora onnie tersenyum padaku.

……………………………….

“Onnie kau serius? Aku tidak yakin. Aku tidak..”

“Waeyo? Kau bisa dan kau mampu. Apa ada yang salah?”
“Tapi aku baru dan aku tidak punya bakat. Kenapa bukan Sora onnie? Kenapa bukan yang lain?”

“Kenapa harus Sora? Hanwoo ya~ Sora memang pintar namun ia lebih bagus jika diarahkan pada jenis dance. Sementara pementasan ini membutuhkan unsur balet dan kau bisa membawakannya dengan sangat baik.”

“Tapi onnie.. aku..”
“Sudah ya, kau tidak punya hak untuk menolak. Ini sudah kesepakatan dari klub dance. Arraseo?” Yoora onnie tersenyum namun sama sekali tidak membuatku tenang. Ini justru masalah bagiku. Masalah besar.

………………………………………………….

Hal yang ingin kulakukan saat ini adalah mandi dan tidur secepat mungkin. Aku ingin melupakan apa yang sudah terjadi beberapa hari belakangan ini. Sejak turun dari bis kupercepat langkah agar aku bisa segera tiba di apartemen. Rasanya capek ini mengalahkan rasa lapar yang melilit di perutku. Jika aku ingin kenyang, otomatis aku harus memasak lagi dan aku sangat malas untuk melakukannya saat ini. Membuang-buang waktu dan tentunya tidak enak. Yah, aku sangat paham akan kekuranganku dalam hal meracik bumbu di dapur.

Baru saja aku menginjakkan kaki di lantai dasar tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras. Untung saja aku sudah tiba di apartemen. Kamarku ada di lantai 3 dan aku harus menaiki tangga untuk mencapainya. Huh, risiko mencari tempat tinggal murah adalah kau harus rela susah seperti ini. Seandainya aku orang kaya, mungkin aku bisa menyewa tempat tinggal dengan fasilitas lift di dalamnya.

Aku meraba saku celanaku. Ada kejanggalan hingga aku mulai membuka tasku. Merasa tak menemukan apa yang kucari, akhirnya kuputuskan untuk mengeluarkan seluruh isi tasku begitu saja di lantai di depan pintu kamarku. Astaga! Aku benar-benar sial sepertinya hari ini.

“Hei, apa ada yang bisa aku bantu?” seorang gadis dengan rambut sebahu  menyapaku.

“Ah, kunci kamarku hilang. Aku tidak bisa masuk.” Jawabku jujur.

Gadis itu ikut berjongkok di sebelahku sambil menurunkan plastik belanjaannya. Dia turut memeriksa isi tasku bahkan membalik tasku untuk memastikan tak ada lagi barang yang tersisa di dalamnya. Aku menarik nafas.

“Hmm, kurasa memang benar hilang. Bagaimana jika kau menginap di kamarku saja?”

“Tapi kan…”

“Ini sudah hampir jam 10 malam. Tidak ada tukang kunci yang buka di sekitar sini. Lagipula berbahaya jika kau keluar malam dalam keadaan hujan begini.”

Aku tak punya pilihan. Akhirnya aku mengikuti ajakan gadis yang bahkan belum aku ketahui namanya ini.

…………………………….

“Ah, mianhae, tadi kau bilang siapa namamu?” Tanya Minji onnie sambil membawa dua gelas air putih.

“Hanwoo, Lee Hanwoo. Kau bisa memanggilku Hanwoo saja onnie.” Jawabku lalu memakan bubur buatannya. Kami pun menikmati makan malam dengan kikuk dan sedikit kaku.

“Onnie, bubur buatanmu enak sekali.” Aku memulai pembicaraan. Tapi ini memang jujur, bubur yang kumakan sungguh enak. Bahkan lebih enak dari buatan ommaku.

“Jeongmal? Aku tidak bisa memasak. Hanya mencoba beberapa resep yang aku temui di majalah.” Jawab Minji onnie.

“Senang sekali mengetahui tetanggaku adalah anak Myongji juga. Kau jurusan apa onnie?”

“Aku? Seni lukis. Tapi aku tak bisa melukis. Hahhaha..” Minji onnie menjawab singkat sambil tertawa. Ia melepas kacamatanya karena uap bubur memenuhi kacanya. Kami terdiam lagi setelah itu.

“Ah, Hanwoo ssi, jangan memanggilku onnie. Panggil saja Minji. Aku tidak suka kau terlalu formal begitu.” Minji onnie berujar lagi.

“Tapi aku sudah terbiasa. Lagipula aku senang karena bisa menganggapmu seperti kakakku sendiri.” Balasku tersenyum.

Ternyata hari ini tidaklah seburuk yang kukira. Setidaknya saat ini aku punya teman baru. Mengenal Minji onnie benar-benar membuatku senang. Ia mengijinkanku menumpang mandi, makan, bahkan tidur di rumahnya. Meskipun ia sedikit aneh karena tidak terlalu banyak bicara, namun aku merasa nyaman di dekatnya. Aku ingin sekali menceritakan seluruh isi hati dan pikiranku padanya meskipun ia baru saja aku kenal. Aku benar-benar  butuh teman bicara. Aku tidak bisa menyimpan ini sendirian. Andaikan saja omma ada di sini bersamaku. Mungkin ia bisa menyemangatiku.

…………………………

Sebuah nomor tak dikenal. Siapa yang menelponku tengah malam begini?

“Yoboseyo~” jawabku pelan-pelan agar Minji onnie tidak terbangun.

“Kau belum tidur?” ujar suara yang cukup kukenal.

“Ah, ne.. nuguseyo?”

“Aku Ryeowook. Haha, maaf, aku mengganggumu? Kau belum menyimpan nomorku ya?”

Aku tersenyum. Namja itu ternyata.

“Oppa menelponku malam-malam ada apa?”

“Hanya memastikan ini nomormu.. hahhaha.. tak kusangka kau belum tidur juga..”
“Ne, aku tidak bisa tidur. Banyak hal yang ada di kepalaku sekarang..” jawabku jujur.  Sekali lagi, aku mencoba untuk jujur pada orang yang bahkan baru aku kenal.

“Hmm, begitukah? Sebaiknya kau tidur sekarang. Kau bisa cerita padaku besok jika kau mau.. Jaljayo~”

Baik sekali Ryeowook oppa. Ia peduli padaku, aku tahu itu. Aku kembali teringat perkataan Yoora onnie tadi siang yang menyemangatiku, dan apa yang harus kuhadapi ke depan. Kurasa Tuhan tidak mengijinkanku untuk menyerah. Aku harus bertahan. Buktinya banyak orang yang peduli padaku, dan aku harus menunjukkan padanya jika aku bisa bertahan tanpa harus memikirkannya.

TBC

Bagaimana? Aneh? Terlalu pendek? Terlalu rame tokohnya? Hehehhe

Mungkin ceritanya masih belum berkembang tapi semoga next chap bisa lebih dinikmati.

Lee Hanwoo~ beruntungnya karaktermu berhasil menjadi cast utama kali ini u.u

Reader yang baik akan selalu menghargai karya authornya biar jelek ato bagus kan?

Caranya yah gampang aja sih, tinggal komen jika anda membaca ini maka saya pastikan satu pahala masuk ke kantong pahala anda 😀

ThanKYU ^^

 

 

Iklan

34 thoughts on “Secret About Us [1]

  1. Onnie.. Aku udah baca..
    Aku mau komen!
    Bagus onnie! Tp knp hanwoooo *jambak ulan* kkk
    next chap kayaknya bakal seru niii huaa
    rame tokohnya tp krn aku udah kenal semua jadi gpp, baguuus.. Khas anak kuliahan kyk di arti sahabat tp lebih dpt feel-nyaaa..
    Knp gak jadi lover soul judulnya onnie?
    Editannya jg keyen 😀
    ah asik battle sama hanwoo huo huoooo *plak
    yoora kok jaen udah jadian aja ama donge huuu
    kang minji potograper? *hening*

    Suka

  2. Haaa onnie ini pendek skali (˘̩̩̩╭╮˘̩̩̩) aku mau lagi lanjutannya. Disini aku menderita skali .. Ahh lee hanwoo .. Pilihlah yang benar2 kau cinta, lee hyukjae or kim ryeowook ? Ahh aku mau cho kyuhyun aja onn .. dia bisa menyanyi sperti changmin oppa #plak. Ditunggu lanjutannya onn. Aah aku bisa menari balet. Lalalala ~(˘.˘~) ~(˘.˘)~ (~˘.˘)~

    Suka

  3. ehhhm annyeong ! Cho Yoora dataaaaaangsss !!
    ketua klub dance ?? kaget bangett nokk *kibasrambuttt

    Jambak minji, jambak sora , jambak hanwooo
    Ini nyataa ini nyataaaa onn !!
    Caranyaa kang minji nya , caranya Sora ngomong , lengeh2nya Hanwoo , campahnya kyuhyun , baiknya wookie , sikapnya eunhyuk , lembutnya dongeee, kharismanya siwon ! Semuanyaaa
    Kyaaaaa aku genggesss !!

    Adoooh bener kata sora onn ,, khas anak kuliahan dan harus dilanjutkan !!
    Aku nunggu next chap ini secepatnyaaaa

    Mati cang genggess adegan di bioskopp ish ish ishhhh dongeknyaa :* :*

    Ayoo soraa , hanwoo ! Fighting !!
    Dan untuk pagelaran kita , hanwoo kau harus melakukan yg terbaik , de galau2 ! Khkh

    Cepeeet next chap !
    Maaf koment ga nyante panjang lebar 😀

    Soraa : ehmm ajan nok gak sombong ya yoora be jadian jak dongekh .. Yuhuuu
    *kibas ekor 9*

    Suka

    • haha karena tokohnya sudah dikenal jd terasa nyata .. *timpug es krimnya donge
      ga usah kibas ekor va,, LOL
      hehe semoga next part bisa lebih dapet gregetnya..
      ini pendek skalai T^T

      Suka

  4. omooo ….
    Soraeon jak hanwoo rebutan unyuk nh crita na eon ??
    Pasti seruuu …. *lempar pisang

    next chap na jgn lama” iaa eonn :*
    gidarilke

    Suka

    • kkkk
      iyah mur ini beneran emang kurang panjang.. hehe habisnya buru2 ngetiknya takut idenya keburu ilang~
      tunggu bntar yah masi bertapa onn post next partnya ^^\
      gomawo dah bacaaa

      Suka

  5. rame looh, kayak di pasar (?) critanya kereeennn! cuma kurang panjang aja. ada cinta bersegi nih kyknya. hyuk vs wook, hanwoo vs sora. asiik asiik ^o^

    Suka

  6. yuhuuu…dina dataaang…#telat

    tadi malam ada post yg part 2..baru nyadar ternyata belum baca yang part 1nya..u,u

    pas pertama baca..baru baca castnya..ajegilee..banyak cyiinn..tp kereen..
    onni…ayo bikin hanwoo menderitaaa….*PLAK

    aaakkh…langsung kepo part 2…caaaawwww

    Suka

  7. annyeong ><
    telat bgt yah aku bacanya, haha 😀
    waa asik nii rame, aku kira minji ada apa" ama siwon (?)
    aku baca lanjutannya dulu ya onni 🙂
    hwaitiiing !!

    Suka

  8. Semua cast favorit aku ngeksis disini. Kekekekeke…. Dan tampaknya akan ada kisah cinta segitiga, segiempat, trapesium atau jajargenjang sekalian. Wkwkwkwkw

    Karena masih part 1 jadi konfliknya masih belum nampak, klo gitu mending aku ke next part

    Suka

  9. Nggak ngerti mau coment kaya gimana
    Masih bingung sama ceritanya
    Mungkin karna masih part awal ya
    Eunhyuk nya di ganti hyukjae aja thor
    Pasti ntar di kisah cinta mereka ryewook jadi orang 3??haha ngarang banget ya

    Suka

  10. Haha, lg nyoba baca ff yg castnya slain WonHaeKyu. Dan cerita ini bener” rame XD
    Hyukjae rada plinplan juga ya orgnya, Wookie baik bngeeeeet. Udah Hanwoo sama Wookie aja (0.0) haha
    Disini ada Minji juga, sama ada Kyu. Janganjangan nanti mereka jadian juga? XD
    Fighting Author-nim! ^^

    Suka

  11. Yahhh kyanya ada cinta bersegi2 nih nanti hehe si sora suka sama hyuk gak ya, klo dr sikapnya ryeowook bakal suka sama hanwoo kyanya, duh si hyuk jg sih sama hanwoo dr ktm di kampus knp gak saling tegor coba jdnya ruwet deh, penasaran kyuminji disini

    Suka

  12. yaakk… knp jg mesti ryeowookk, namja yg udh kaya malaikat iti yg jd saingan nya hyuk… bikin gegana aja deh… 😀
    cerita nya selalu keren apalagi dgn cast yg menurut aku sempurna… hahahaa

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s