[1] Sky + Smile + Love = You!

Author: Sora

Cast: Lee Hyukjae – Han Sora

Genre: Romance ● Length: Chapter 1/2


Kupandangi kalung salib di tanganku.
Ukiran huruf H & S masih tercetak jelas.
Di kalung itu juga ada sebuah cincin bermata batu mungil warna biru laut.
Kusentuh perlahan.
Kenangan itu masih membekas jernih..

Hyukkie-ah..
Apa kabarmu?
2 tahun berlalu sejak kejadian itu..

Zrrrrrrssss~
Zrrrsssss~
Suara ombak yang lembut.
Langit biru cerah. Secerah senyummu.
Persis seperti hari itu..

……………………………………………………………………………….

“aaaaa Soraaa!! Kangeeeeeeen!” Jooeun memelukku

Aku hanya nyengir
“bagaimana liburanmu? Ahhh~ liburannnya cepat sekali yaa.. huhh malas sekolah.. tapi kalau tidak sekolah, tidak bisa sering-sering bertemu denganmuuu aa aku kangeen!” dia memelukku lagi. Lebih erat.
“mana Hyukkie? Dia tidak bareng denganmu?” lanjutnya
“huhh dia telat bangun lagi. Aku malas menunggunya tadi jadi kutinggal saja.”
“harusnya kau siram pakai air~ hahaha”

Bruuum bruum bruum~ suara deru motor menghentikan tawa Jooeun
“nah itu dia! Pacarmu datang, Sora..”
“ara..” aku merengut
Cih anak itu tidak kapok-kapok yaa. Dia pasti dimarahi guru lagi.
Kenapa mesti bawa motor ke sekolah sihh? -…-

“Sora sayaaaaaang”
Aku menoleh. Hyukjae duduk santai di motornya dengan helm lucu di kepalanya. Cengiran lebarnya makin lebar ketika menyapaku
“Sora, pagiii!”
“hyukkie-ah! Haduu kenapa bawa motor lagi ke sekolah! Kau mau dimarah pak guru lagi hah?” aku menceramahinya
“loh? Daripada aku telat? Lebih baik bawa motor kan? Hehehe~ lagipula pacarmu ini keren kan kalau begini?” gigi-gigi besarnya tersenyum ke arahku
“terserahmu lah..”

Han Sora. Kelas 3 SMA.
Lee Hyukjae. Kelas 3 SMA.
Kami sudah berpacaran hampir 3 tahun.
Kami merupakan pasangan terkenal di sekolah ini.
Dia, Hyukkie, berandalan paling manis dan baik yang pernah dikenal teman-temannya.
Aku? Gadis biasa. Hanya gadis biasa yang sangat menyukai Lee Hyukjae.

“Hyukkie-ah kau dipanggil Shindong songsaenim tuhh”
“ahh dipanggil lagi yaa?” dia cengengesan
“yaaah~ Sora sayang, Jooeun-shii.. kalian duluan saja ke kelas yaa.. aku mau ke ruang guru dulu.. hehe mungkin saja Shindong songsaenim mau memberiku hadiah.. hehehe dadaaah” dia berlalu dari hadapan kami
“hadiah? Iya hadiah hukuman, bodoh! Gara-gara kau ketahuan bawa motor, tahuu!!” aku berteriak
Dia masih sempat nyengir sambil melambaikan tangan padaku.
Haaah~ bocah itu.. kenapa aku bisa sangat menyukainya ya..

“kyaaa Hyukkie oppa.. oppa.. oppa..”
Belum jauh aku dan Jooeun berjalan, teriakan-teriakan khas itu sudah terdengar.
“oppa.. oppa keren sekali.. kyaaaaa”
Adik-adik kelas kami mulai mengerubungi pacarku
Dari kejauhan aku bisa melihat anak bodoh itu malah nyengir lebar, bangga.
“ahh aku keren yaa? Heheheheh gomapta…” dia menggaruk-garuk kepalanya.
Salah tingkah yang sangat manis.
Haih!! Bisakah dia tidak bersikap manis pada gadis-gadis itu?!!
“oppa.. oppa, bolehkah kami minta nomor handphone oppa? Yaa? Yaa? Please?”
“ohh tentu.. tentu sajaa..” dia tersenyum ramah.
Oh yaa, apa aku lupa menyebutkan satu hal yang sangat penting? Dia itu berandalan paling ramah dan polos di dunia ini -……-
Tidak salah jika dia merupakan idola gadis-gadis di sekolah ini. Bahkan bukan cuma gadis, teman-temannya yang laki-laki pun mengaguminya. Menyayanginya.

Tanpa sadar kakiku sudah kuseret ke arah kerumunan itu.
“Hyukkie-ahh.. katanya kau mau ke ruang guru hah?” aku memasang aura setan dan memelototi gadis-gadis penggemar itu.
Kuseret leher bajunya menjauh dari kerumunan
“aa aa aa Sora…” dia menggeliat
Masih bisa kudengar, bisikan gadis-gadis tak tahu malu itu
“tuh kan.. memang tidak bisa kan.. Hyukkie oppa dan Sora unnie sudah tidak bisa diganggu lagi. Hahh padahal Hyuk oppa itu keren sekali yaa.. ckck beruntung sekali Sora unnie bisa mendapatkan cinta oppa. Sudah hampir 3 tahun kan mereka pacaran. Huhuh sudah tidak ada harapan untuk kita.”
Dan masih banyak bisikan lain yang menggema di telingaku
Cih baguslah kalian sadar.

Aku melepaskan cengkramanku pada leher baju Hyukkie
“sana cepat ke ruang guru. Jangan menambah banyak masalah lagi..” aku merengut dan meninggalkannya.
“Sora, tunggu..”
Aku tak memedulikannya
Aku sebenarnya agak kesal pada diriku sendiri, selalu saja terbakar api cemburu dan mulai ngambek karena hal-hal seperti ini.
“Sora.. hanya Sora kok..”
Tiba-tiba Hyukkie sudah berhasil menyusulku dan memelukku dari belakang
“yang aku suka cuma Sora kok. Berhentilah mencemaskan adik-adik kelas tadi. Cuma Sora..”
Aku bisa mencium bau khas seragamnya. Hangat.
“sudah, cepat ke ruang guru sana..” aku mendorongnya, malu.
“hehehehe iyaa.. jangan marah yaa..”
“iiyaa iyaa! Sana pergi!”
“oh yaa.. nanti pulang sekolah aku mau main sama geng motorku. Kita kencannya nanti malam saja yaa.. maaf ya sayang..”
“selalu saja begitu. Kau juga tahu kan, appa sangat melarangku keluyuran malam-malam.. huhhh..”
Aku berlalu meninggalkannya

“Sora..”
“apa lagi sih?”
Cup~ dia menempelkan bibirnya sekilas di bibirku.
“Hyukkie-ahh!! Ini di koridor sekolah, bodoh!!”
“anggap itu sebagai permintaan maaf.. aku benar-benar minta maaf..”
“hahhh dasar.. jangan kira dengan begini aku bisa memaafkanmu, bodoh..” wajahku memerah, masih mengingat kecupannya tadi.
“aku mencintaimu, sayang.. dadaaaaahhh” dia akhirnya benar-benar pergi ke ruang guru.

Bodoh. Dia sungguh-sungguh bodoh.
Melakukan hal-hal seperti itu dengan begitu ringan.
Apa dia tahu efek yang dia timbulkan padaku?
Aku menyentuh bibirku dan merasa panas sendiri
Menoleh sekeliling, ramai anak-anak yang menyaksikan kami dari tadi.
Tampak sedikit terpesona, melihat kelakuan kami

See? Inilah yang membuat kami jadi pasangan terkenal di sekolah ini.

……………………………………………………………………………..

Aku masih mengingat jelas 3 tahun lalu saat baru masuk sekolah ini.
Aku punya teman sebangku yang hebat. Tampan. Manis. Tapi bodoh.
Kerjaannya sepanjang hari adalah tidur.
“ayo dekati dia sana.. sanaa..” aku bisa mendengar bisik-bisik teman-teman perempuan di kelasku.
“haduu tapi dia masih tidur tuh.. ottohke? Kau saja yang duluan, sanaaa..”
Aku memelototi pria di sampingku ini. Aku mengamati wajahnya.
Bisa-bisanya yaa dia tidur di tengah keramaian kelas seperti ini.

Sreeet~
Tiba-tiba matanya terbuka dan menangkap basah aku yang sedang memperhatikannya
Aku tak mengalihkan pandangan darinya
“kau sering melihat ke arahku yaa?” tanyanya. Suara serak khas bangun tidur itu masih kuingat jelas
“ehh?”
“kau menyukaiku, ya?”
Apa-apaan dia? Aku tidak memedulikannya dan kembali membaca novel di hadapanku.
Masih dari posisi tidurnya dengan kedua tangan menyangga kepalanya, dia kembali mengoceh
“jangan menyangkal kalau kita berdua saling menyukai..”
“kau ngomong apa, sih?!”
Aku menoleh ke arahnya dan siap menyemburkan kata-kata.
Tapi kemudian aku menyadari wajahku memerah sendiri. Dia begitu manis, menyurukkan kepala ke tangannya, tersenyum ke arahku.
Senyum yang sangat cerah. Senyum seindah langit.

“kau ngomong apa? Mana mungkin aku menyukaimuu!”
“eh begitu yaa? Ahh sayang sekali..” dia akhirnya mengubah posisi tidurnya dan menggeliat
“aaaa Hyukjae-shii, kau sudah bangun..”
Gadis-gadis itu.
“eh kau benar bisa dan suka naik motor ya?”
“eh? Eh? Iyaa..” anak itu menyahut
“aaa keren sekali.. sekali-sekali aku juga mau dibonceng..”
“ohh boleh..”
“aaa asiik!”
“aku juga mauu! Aku juga doong” murid laki-laki ikut menghampirinya
“yee tidak bisa. Aku cuma mau membonceng anak perempuan. Hahahaha”

Cih berisik sekali mereka.
“tuh kan, kau melihat ke arahku lagi.” Katanya padaku.
Dia tersenyum. Lagi.

Tak lama setelah itu, kami berpacaran.
Sesederhana itu. Begitu alami. Seperti sesuatu yang memang seharusnya terjadi.
Sampai kini aku tak pernah mengerti, mengapa aku tidak bisa melepaskan pandangan dari senyumannya.

………………………………………………………………………………

“Sora.. bagaimana Hyukkie?” Jooeun bertanya padaku begitu aku sampai di kelas.
“yaah.. begitulah..” sahutku sekenanya
“ckck pacarmu itu keren yaa..”
“keren apanya coba?”
“gadis yang bilang dia tidak keren, berarti dia buta, Sora. Hahaha apalagi kalau dia naik motor. Tampak keren sekali. Haha~”
“berhenti memujinya seperti itu. Kalau dia dengar, dia akan terbang..”
“aku sudah terbang nih! Hahaha” Hyukkie muncul di pintu kelas kami

“yaa! Kau sudah datang. Cepat sekali. Apa kata Shindong songsaenim? Ahh itu.. rambutmu..” aku tersenyum melihat rambutnya. Rambut depannya dikuncir sehingga memperlihatkan dahi lebarnya.
“hahahahah~ Shindong songsaenim itu sekutuku. Tadi dia cuma menasihatiku saja, jangan bawa motor lagi ke sekolah. Hehehe~ rambutku? Ini.. ini.. kata dia rambutku sudah kepanjangan, jadi dia bantu mengikatnya.. hihi lucu yaa?” dia menggoyang-goyangkan wajah di depanku, sehingga kuncir poninya ikut bergoyang

“hahaha cocok sekali! Manis!” aku mencubit pipinya
“benar? Tumben kau memujiku? Masa sih?” dia bercermin pada kaca jendela
“aku suka rambut panjangmu. Biarkan saja panjang begini.. hihi lucuu~”
“jinja? Baiklah aku tidak akan potong rambut! Biar gondrong saja.. hehe”
“tapi aku tidak bertanggung jawab kalau kau dimarahi guru yaa..” aku mencubit pipinya lagi.

Dia tertawa. Tersenyum. Cerah.
Sangat suka. Sangat suka. Aku sangat menyukainya.
Walau aku selalu cemburu pada hal-hal kecil, walau dia terkadang membuatku kesal karena kepolosannya, aku tidak mau berpisah. Tidak mau. Tidak mau.
Tidak mau berpisah sedikitpun.
Dia lah yang kucintai sekarang maupun di masa yang akan datang.

Tapi tahukah kalian kalau masa mendatang itu tidak berada di tangan kita?

Dia tertawa. Tersenyum. Cerah.
Sangat suka. Sangat suka. Aku sangat menyukainya.
Walau aku selalu cemburu pada hal-hal kecil, walau dia terkadang membuatku kesal karena kepolosannya, aku tidak mau berpisah. Tidak mau. Tidak mau.
Tidak mau berpisah sedikitpun.
Dia lah yang kucintai sekarang maupun di masa yang akan datang.

Tapi tahukah kalian kalau masa mendatang itu tidak berada di tangan kita?

…………………………………………………………

Waktu terus berjalan. Tak ada yang bisa mencegah.
Aku masih ingat jelas saat itu awal tahun baru.
Suasana natal masih kental terasa~
“Sora.. ayo makaan~ sarapan sudah siap..” suara umma.
“ne! aku turun sekarang!” aku menyahut sambil menguncir rambut

“Sora.. jangan sering-sering keluyuran. Belajar yang benar. Dua bulan lagi tes masuk universitas kan?” appa mulai ceramah paginya sambil membaca koran
Aku hanya bisa mengangguk-angguk lemah sambil mengunyah roti.
“apa kau masih jalan dengan berandalan itu?”
“appa, dia bukan…” aku memotong kata-kataku sendiri.
Appa juga tidak akan percaya kalau kubilang Hyukkie bukan berandalan, kan?! Anak geng motor begitu -….-
Aku kembali mengangguk lemah.
“pokoknya appa tidak mau kau keluyuran dengannya liburan ini. Belajar yang benar di rumah!”
“arasso!!”
Aku cepat-cepat menghabiskan sarapanku lalu naik ke kamar

Brugh~ aku menjatuhkan diri di atas kasur.
Hah kesaaaaal~ masa liburan tahun baru begini aku mesti belajar di rumah? Appa memang menyebalkan!
~Saranghandan neoui mare sesangeuk da gajin nan You & I, you’re so fine neo gateun saram isseulkka~
Ponselku berbunyi.
SMS.
Ahh dari Hyukkie.
‘sora sayang.. kau sedang apa? Belajar?’
Hyukkie-ah..
“aaaaaaaaaaaaaaa ingin ketemuuuuu!!” aku berteriak sambil membekap wajah dengan bantal.

Ceklek ~ suara pintu dibuka
“Sora..”
“ne? umma? Ada apa?” aku membuka bantal yang menutupi wajahku
“appa baru saja pergi memancing tuh. Kau mau jalan-jalan? Sana, umma beri ijin kok.. asal jangan lama-lama yaa..”
“ummaaaa!! Asiiik! Aku cinta umma!!” aku bangkit dan memeluknya erat.

…………………………………………………………………………………

Brrm~ brrrrmm~ bunyi motor kesayangannya
“selamat tahun baruuuuu!” dia berseru sambil tersenyum begitu sampai di depanku
“kau terlambat~” omelku sambil memasukkan tangan ke saku jaket. Angin tahun baru memang dingin.
“masa sih? Padahal aku ngebut ke sini!” dia melepas helmnya. Angin membelai rambutnya. Lembut
“sudah, ayo berangkat..” aku naik ke sadel belakang
“eh tunggu dulu. Aku lupa bawa helm. Kau pakai saja helm ku. Aku tidak usah pakai.” Dia memakaikan helm ke kepalaku
“eh? Tidak apa-apa begini?”
“iya.. tidak apa-apa.. tenang saja..”

Brrrrmm brrrmm~ dia menghidupkan mesin motor.
“pergi ke mana kita?”
“lauuuut!” teriakku di telinganya
“hahh? Laut? Kalau ke laut sekarang pasti dingin sekali, Sora..”
“pokoknya ke laut! Ayo ayo ke lauuuuut!!” aku memeluk pinggangnya
“kau serius?”
Brrrmm brrrm~
Motor itu melaju. Angin dingin menerpa wajah panasku. Wajah dan tubuhku selalu bereaksi begini setiap memeluk badan Hyuk dari belakang.
Rasanya.. nyaman sekali..

……………………………………………………………………………

Hyuuuuu~ bunyi angin bergemerisik.
Zrrrssss zrrrrsss~ deru ombak lembut di telinga.
“DI.. DI.. DINGIIIIIIIN~” kami menggigil bersamaan
“hyukkie-ah.. ini dingin sekali..” aku menempelkan kedua tangan pada pipiku.
“apa kubilang kan? Kau ngeyel sih..”
Sedetik kemudian dia sudah merangkulkan tangannya. Memelukku dari belakang.
“kalau tidak ada aku, kau pasti sudah masuk angin..” tangannya makin erat memelukku, melingkupiku. Wajahnya diletakkan di pundakku
“hihh dasar.. kau itu.. kebiasaan deh~ manja begini, seperti anak kecil sajaa..” aku menikmati pelukannya
“aku seperti ini kalau hanya sama Sora kok..” wajahnya makin terbenam di lipatan jaket, di pundakku.
“ihh apaan sih~”
Tuk~ aku mengetukkan sekotak bingkisan kecil ke jidatnya
“aduh..” dia terkejut
“uwaaaa~ apa ini? Hadiah natal yaa?” dia melepaskan pelukannya dan terpesona pada kotak di tangannya. Kotak kecil berpita dengan tulisan ‘merry christmass’
“iyaa.. waktu malam natal kan kita tidak sempat ketemu..” aku tersenyum
“boleh aku buka?” senyumnya girang

Cring~ bunyi gemerincing kalung itu
“aaaaa kalung yaaa? Ya ampun, kalung salib pula.. Sora, kau memang ingin aku bertobat yaa.. hahahaha”
“hei, perhatikan baik-baik.. ada tulisannya tuhh~”
“ahh iya! H & S.. aaaa manis sekali, sayaang! Tolong pakaikan..”
Aku mengalungkan salib itu di lehernya. Menghirup aroma badannya yang khas.

“Sora.. terima kasih. Akan kujaga baik-baik..”
“iyaa..”
“bweeehhhh~” dia tiba-tiba menjulurkan lidah
“hmm? Waeyoo?”
“aku lupa menyiapkan hadiah untukmuuuu~ ehehehehe” dia nyengir dan menggaruk kepalanya
“hah?? Apaa?!”

“hyukjae jeleeek!! Bukannya aku mempermasalahkan hadiahnya.. tapi.. tapi.. tapi.. aku juga ingin punya sesuatu yang bisa aku simpan untuk mengingatmu.. saat kita tidak bersama, saat aku sedang belajar dan rindu padamu, aku juga ingin punya barang seperti ituu~ hyukkie jeleeeeeeek!!”
Di sela omelanku dia menarik kepalaku mendekat lalu merangkulku
Tangan kirinya menutup mataku dan tangan kanannya menggenggam jari kiriku.
Saat menutup mata pun aku dapat merasakan napasnya yang sangat dekat di wajahku.
“hyu.. hyukkie-ah?”

Sruut~ aku merasakan sesuatu meluncur masuk ke jari manisku
“apa? Hei apa? Kau sedang apa? Lepaskan tanganmu.. aku tidak bisa lihat” aku menggeliat
“iya.. iya.. lihatnya pelan-pelan yaaa..”
Dia melepaskan tangannya dan aku membuka mataku perlahan.
Terpukau.
Mengangkat tangan kiriku ke atas.
Membiarkan pesona cincin bermata batu mungil biru itu bersinar, bersatu dengan cahaya langit yang cerah.
“i.. i.. ini..”
“teruslah berada di sisiku. Aku mencintaimu..” bisiknya lembut. Senyumnya bercahaya.
“hyukkie-ahh.. i.. iyaa.. terima kasih. Kau juga.. tetaplah berada di sisiku yaa..”
Aku menyurukkan kepala ke dadanya. Dia membelai rambutku.
Dan aku mulai terisak. Tiba-tiba merasa sangat sesak karena keindahan ini. Kesempurnaan perasaan kami ini.
“yaa! Sora.. sora.. kau menangis yaa..”
“hiks.. aku tidak menangis kok.. Cuma kesal gara-gara kau bohong.. hiks..”
“kau menangis! Ya ampuuun!! Dasar..”
Dia memelukku makin erat
“Sora.. jangan menangis.. juga jangan bicara dulu. Dengarkan aku baik-baik.. aku mau bicara..”
“he? Mau bicara apa?” aku menengadahkan kepala
“sudah kubilang jangan bicara!” dia mendorong kepalaku kembali ke dadanya yang hangat.
Aku menutup mulut dan menikmati kehangatannya
“Sora, sudah hampir 3 tahun. Hidupku selama masa SMA ini adalah hidup terindahku. Aku merasa semua berjalan dengan begitu baik.. begitu nyaman jika aku bersamamu..”
“hyukkie.. bicara apa kau? Serius sekali..”
“sudah kubilang tutup mulut dulu, Han Sora.. aku sudah menghapal kalimat-kalimat ini semalaman. Jangan sampai aku lupaa..”
Aku tertawa kecil dalam pelukannya
“aku.. aku.. aku mau.. aku mau menjadi lebih baik demi dirimu. Pulang dari tempat ini, aku akan berubah, akan rajin belajar sehingga lulus tes masuk universitas. Lalu aku juga akan belajar dengan baik saat kuliah nanti. Setelah tamat, aku akan mendapatkan pekerjaan yang bagus. Lalu.. lalu.. lalu.. aku akan menikahimu.. kita akan.. kita akan memiliki anak-anak yang lucu.. kita..”
“Lee Hyukjae..” aku memotong kalimatnya, tidak tahan
“Hmm?”
“kau sedang melamarku?” aku menengadahkan kepala, memandang matanya
“iyaa..” dia menunduk
“aku menerimamu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Saranghae..”
Kata-kataku teputus karena bungkaman bibirnya di bibirku
Rasanya manis. Hangat.
Aku menggenggam erat kalung salib di lehernya. Dia menggenggam erat tanganku.
Dia menciumku dalam-dalam. Sambil tersenyum.
Senyuman terakhirnya.

………………………………………………………………..

“ayo pulang..” dia memakaikan helm padaku
“aku masih tidak mau pulang..” aku cemberut
“nanti appamu bisa membunuhku, Sora.. kau tidak lihat ini sudah hampir malam hah? hehehe~”
Aku hanya bisa diam ketika dia membimbingku naik dan duduk di sadel motornya.
Brrrrm brrrrmm~
Aku memeluk pinggangnya erat-erat.
“hyukkie-ah.. cinta.. aku cinta..”
“apa kau bilang? Aku tidak dengar..”

Sruut sruut~ aku mengencangkan pelukanku pada pinggangnya
“Sora, apa tadi? Kau bilang apa?” dia menoleh ke belakang
“cinta.. aku sangat mencintaimu.. sangat..” bisikku sambil memejamkan mata menikmati punggungnya.
“Soraa!!!!” tiba-tiba Hyuk berteriak
Brrrm~ aku tiba-tiba tersentak dan membuka mata saat tangan Hyuk menarikku ke satu sisi
Mobil itu dekat sekali.

Ckiiiiiit~braaaaaak
Wrrr~ wrrrrr~ telingaku menangkap bunyi roda berputar
“nghh.. hhh.. Hyukkie..ahh..” aku membuka mata
Lalu yang selanjutnya kuingat hanya darah. Kepala. Darah. Kepala berlumuran darah

TBC

Anyeong haseyo ..

Maaf author lama comeback . Ini ada FF spesial dari saya. simpel tapi semoga suka.

Hanya dua part saja :))

Maaf terlalu pendek. Ini FF lama saya .. saya ingin berbagi bersama kalian.

Tolong di komentar yah …

Iklan

8 thoughts on “[1] Sky + Smile + Love = You!

  1. wiw sora bikin ff…….
    jangan bilang c’kunyuk mati y di part 2, onni pites km klo gt caranya…

    bener” simple, tp unyuk nya lucu…. ditunggu lanjutannya

    Suka

  2. syalala~ banget tbc nya…wkwkwk
    ckit brak duak, ga taunya motor hyukie cuma nabrak gerobak tukang sate kok. heem cuma gitu kok. ga terima galau ah. syubidu~

    Suka

  3. kok keputusnya di bagian adegan gak enak sih?
    jangan bilang ini endingnya sedih T.T

    aq jewer kuping authornya kalau sampe endingnya sedih 😦

    kan ngarepnya happy ending ffnya

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s