[2] Your Guardian

Author: Minji ^_^

Cast: Cho Kyuhyun – Kang Minji – Lee Brother – Cho Yoora – Henry Lau – and Other Cameo ●

Genre : Straight – Romance • Length: Part 2

—————————————–

AUTHOR POV

“Thailand, tidakkah itu terlalu jauh, oppa?”

“Memang, anggap saja kita liburan bersama sekaligus reuni. Eotte?” Sungmin menunggu balasan dari yeoja yang ada di hadapannya.

“Tapi, ini acara bulan madu kalian. Apa itu tidak akan mengganggu?” Minji masih nampak ragu. Sesungguhnya itu bukanlah alasan utama penolakannya, apalagi secara pribadi ia juga ingin berkunjung ke negeri gajah putih itu.

“Aku sudah merencanakan ini sejak awal menjelang pernikahan. Lagipula Minrin setuju dengan ini, kurasa ia sama sekali tidak keberatan.”

“Tapi..”

“Ayolah, kau tidak punya alasan untuk menolak. Segera siapkan dirimu dan kita akan berangkat lusa. Bersenang-senanglah sejenak.”

“Ah, bisakah aku membawa seseorang lagi untuk ikut serta? Tapi, apakah ia akan merepotkan?” Minji sedikit ragu dan tidak enak mengatakan itu.

“Aku mengerti siapa yang kau maksudkan. Tenang saja, satu orang tambahan tidak menjadi masalah. Yang penting kau ikut kami.” Sungmin tersenyum. Minji sedikit lega dan ia tak punya pilihan lagi.

“Gomawo, oppa..” Minji memeluk Sungmin. Meskipun sudah menikah, ia masih merasa nyaman untuk  berinteraksi dengan namja ini karena Sungmin memang tipikal yang penyayang dan perhatian. Rencana liburan bersama ini juga sengaja disatukan dengan bulan madunya agar Minrin istrinya bisa membaur lebih dekat dengan orang-orang terdekatnya. Beruntung tuan Lee keluar dari rumah sakit lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga bulan madunya bisa terlaksana dengan segera.

————————————-

“Cepatlah, nanti kita ketinggalan pesawat. Yang lain sudah menunggu di bandara.” Kyuhyun bertindak cepat dan membantu memasukkan barang-barang Yoora ke dalam mobil. Gadis itu masih saja sibuk memasukkan beberapa keperluannya yang di mata Kyuhyun itu bahkan tidak begitu penting.

“Kau benar-benar wanita yang rumit. Apa perlu membawa bawaan sebanyak itu?” Kyuhyun berkomentar saat mereka sudah berada di dalam mobil. Sementara dirinya hanya membawa satu tas saja, itu sudah cukup.

“Pria dan wanita memiliki keperluan yang berbeda.” Yoora menjawab sinis tanpa menoleh pada Kyuhyun. Namja itu merasa keheranan karena Yoora membawa begitu banyak bawaan padahal mereka hanya bepergian kurang dari seminggu. Hal ini mengingatkannya pada seseorang, yang ia yakini pasti jauh lebih simple daripada adik kandungnya itu. Kyuhyun tanpa sadar tersenyum sendiri karena menikmati pikirannya, hingga Yoora menyadari ada yang aneh dari oppanya itu.

“Mengapa kau tersenyum tiba-tiba?”

“Aniyo. Paman, ayo segera jalan. Semuanya sudah siap.” Kyuhyun berkata pada supirnya.

—————————————

Phuket, Thailand-

Sungmin memang orang yang berkepribadian loyal dan sangat mengutamakan kenyamanan orang lain. Ia pun tidak main-main dan memilih Phuket sebagai tempat tujuan mereka di sana. Sungmin juga telah menyiapkan sebuah penginapan yang khusus disewa untuk liburan kali ini dan bertempat di pinggir pantai sehingga pemandangan laut Thailand yang khas akan terlihat dari penginapan.

Sungmin dan Minrin khusus menempati kamar mereka berdua di lantai atas karena mereka datang memang untuk berbulan madu. Sementara yang lain, mereka menempati kamar luas  di bawah, apalagi dalam satu kamar memang sudah disiapkan tiga ranjang sekaligus.

Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun tentunya menempati satu kamar karena mereka sama-sama namja. Sementara Minji menepati kamar yang sama dengan Yoora dan Hanwoo yang diajaknya ikut serta.

“Yoora ya~ kau mau ikut jalan-jalan? Aku dan Hanwoo akan berkeliling di sekitar sini.” Minji berkata pada Yoora yang sedari tadi hanya diam sambil mendengarkan ipadnya. Ia bahkan tidak menggubris Minji.

“Yoora ssi? Kami akan keluar sebentar.” Hanwoo turut memberikan ajakan.

Merasa privasinya terganggu, gadis itu melepas headsetnya dan menatap Minji begitu pula Hanwoo.

“Kalian tidak usah sok akrab ataupun peduli padaku.” Ujarnya sinis.

Hanwoo yang sedikit emosional hendak menyahut perkataan gadis itu namun Minji buru-buru mengajaknya keluar kamar.

“Gadis itu sakit pikiran. Kau lihat? Wajahnya memuakkan sekali. Mengapa Kyuhyun bisa bersaudara kandung dengan gadis kasar macam dia.” Hanwoo menggerutu.

“Justru karena ia adik kandung Kyuhyun, maka aku tak heran lagi mengapa ia begitu ketus.”

“Maksudmu? Kurasa Kyuhyun tidak seperti itu. Pertama kali bertemu saja aku sama sekali tak punya pikiran negatif terhadapnya. Bukankah ia.. sempurna, hum?” Hanwoo menyatakan pendapatnya.

Minji hanya diam, ia yakin Hanwoo hanya terbius pesona Kyuhyun. Langkah kedua gadis itu kemudian terhenti ketika sesosok namja menyapa mereka.

“Mau kemana kalian? Sepertinya akan keluar..” Tanya Donghae sambil menunjukkan senyum segarisnya. Hanwoo dan Minji seketika saling pandang.

“Ah, ne.. aku hendak mengantar Minji mencari udara segar. Tapi sejujurnya aku sedang tidak enak badan. Apa kau mau menemaninya pergi?” Hanwoo mengucapkan sesuatu yang membuat Minji membelalakkan mata padanya.

“Oh ya? Tak masalah. Kau istirahat saja.. aku juga sedang bosan, ingin mencari udara segar.” Balas Donghae.

“Baiklah. Aku akan kembali ke kamar untuk istirahat. Selamat jalan-jalan yaaa..” gadis itu pun segera pergi sebelum sesuatu terjadi.

“Yaaa!! Hanwoo ya!!!” Minji berteriak kesal.

“Kau kenapa?” Donghae bertanya dengan sedikit heran.

“Kuharap kau tidak berpikir aneh-aneh. Gadis itu selalu saja sembarangan dan tidak bertanggung jawab.” Minji sedikit kaku.

“Justru kau yang aneh. Mengapa seolah menganggapku orang lain? Ayo kita pergi sebelum cuaca di luar berubah.”

————————————–

“Kyu, katakan padaku bagaimana tipe laki-laki ideal Yoora.”

Kyuhyun yang sedang memainkan PSPnya sambil bersandar di tempat tidur sedikit menoleh kemudian kembali berfokus pada benda favoritnya itu.

“Molla..” jawab Kyuhyun singkat.

“Aigooo! Aku bertanya serius. Tidak mungkin kau tidak tahu.. ayolah katakan padaku.” Eunhyuk mulai memasang wajah memelasnya yang menyebalkan, dan wajah tampannya itu seketika berubah menjadi pemicu tawa.

“Hal seperti itu bukanlah urusanku. Lagipula ia tak pernah berceritaku padaku soal tipe idealnya. Kau cari tahu saja sendiri.” sahut Kyuhyun masih memainkan PSP.

“Huh, mengapa gadis ini begitu rumit. Sekalinya aku berniat serius terhadap seorang gadis, justru Tuhan mempersulit niat baikku.” Gumam Eunhyuk.

“Oh ya mana Donghae? Ia bilang pergi mengambil minuman tapi sampai sekarang tidak kembali.” Kyuhyun mengalihkan pertanyaan lain namun matanya tetap tidak berubah fokus.

“Entah. Yang jelas ia sedang bersama Minji. Baru saja ia mengabariku. Mereka  sedang berjalan-jalan di sekitar sini.”

Mendengar itu Kyuhyun langsung mematikan PSP dan menyambar jaket kainnya lalu keluar kamar tanpa mendengar teriakan Eunhyuk lagi.

————————————-

Minji POV

Aku suka tempat ini. Negara yang sebelumnya hanya kuketahui lewat televisi dan ilmu geografi, sekarang aku bisa menikmati sedikit bagian darinya. Seoul sedang memasuki saat-saat terakhir musim dingin dan sungguh berbeda dengan Thailand yang tetap panas karena udara tropis. Sungmin oppa benar-benar tidak salah memilih tempat bagi bulan madunya. Phuket benar-benar eksotis dengan pantainya yang menawan.

Tak terasa sudah hampir dua jam aku dan Donghae menghabiskan waktu duduk di sini, memandang hamparan laut yang indah sambil menikmati angin yang berhembus. Kurasa Donghae juga merasa betah karena sedari tadi ia tak juga beranjak dan mengatakan ingin pindah ke tempat lain. Kami tenggelam dalam pikiran masing-masing, mendengar suara ombak yang menabrak karang di bawah gazebo ini. Sempat terpikir olehku bagaimana jika sebuah ombak besar menghancurkan karang ini dalam sedetik, itu berarti aku dan Donghae akan berakhir di sini.

Donghae memejamkan matanya dan sebuah senyuman terpahat dengan sempurna di bibirnya. Aku seringkali penasaran dengan apa yang dipikirkan namja ini. Sejak kecil kami sering bersama namun aku tak memiliki banyak kesempatan untuk bertukar pikiran dengannya. Aku tidak pernah menyangka Donghae menjadi pribadi yang cukup hangat ketika dewasa, dan ia tumbuh menjadi sosok pangeran berkuda putih yang tampan. Tak heran, begitu banyak yeoja yang menginginkan berada di sebelahnya. Kurasa mereka tak hanya tersihir dengan ketampanannya, namun juga kesopanan dan kebaikan hati Donghae. Jika bisa kubandingkan tiga Lee bersaudara ini, Eunhyuk bagaikan iblis licik sementara Donghae mewarisi jiwa malaikat Sungmin oppa meskipun ia lebih pendiam dari Sungmin oppa.

“Jangan melihatku dengan cara seperti itu.” Tiba-tiba Donghae memecah keheningan tanpa membuka matanya.

Aku mengubah fokus pandangku, kembali menatap hamparan laut dan menarik nafas tanpa bersuara. Sial. Apakah ia bisa membaca pikiranku?

“Bagaimana dengan kursusmu?”

Aku diam sejenak mencerna pertanyaannya.

“Rasanya ingin berhenti. Apa kau akan marah jika aku berhenti?”

“Hahaha~ itulah mengapa aku tidak mau mengajarimu. Sebaiknya kau lakukan apa yang memang kau suka.”

“Ah, aku bukannya tidak menyukai permainan piano, hanya saja kadang aku merasa begitu sulit pada beberapa bagian..” aku beralasan dan aku yakin ia pasti tidak sependapat denganku.

“Jika kau menjalani sesuatu dengan menggunakan hatimu, aku yakin apapun yang terjadi hasilnya tidak akan membuatmu menyesal.” Ujar Donghae. Ia menatapku.

“Jadi aku tidak menggunakan hatiku dalam bermain piano?”

“Hanya kau yang bisa merasakannya. Istilah mudahnya, kau akan senang jika melakukan hobimu.”

Hobi. Tentu saja ini bukan hobiku. Aku hanya tertarik pada Donghae yang terlarut ke dalam alunan pianonya, dan menjadikan hobi kakek sebagai alasan agar aku bisa mengikuti kursus. Aku sendiri tidak menikmati apapun saat melakukannya dengan tanganku sendiri. Sial, kurasa aku bahkan terlambat menyadari hal ini, dan orang itu justru memberikan pertanyaan sindiran ketika itu. Ya, dia menyindirku. Apakah ini karena ia begitu mengerti aku terlalu banyak?

“Waaah kalian di sini rupanya!” sebuah suara yang cukup familiar membuat kami berdua menoleh ke belakang. Mengapa ia bisa sampai ke sini?
“Mau bergabung? Di sini benar-benar tenang dan nyaman. Ayo duduk dan memikirkan masa depan.” Donghae berkata dan Kyuhyun mendekat kemudian duduk di sebelahku. Aku kini diapit dua makhluk ini. Sama sekali bukan posisi yang bagus dan ini tidak kuinginkan.

“Menarik sekali. Lalu apa yang harus kulakukan? Aku.. tidak mengganggu kalian bukan?” Kyuhyun bertanya. Ia mulai membuat suasana tidak nyaman lagi.

“Tentu saja tidak. Bukankah kita jarang berkumpul? Hal seperti ini akan membawa kita kembali mengingat masa-masa ketika bersama-sama dulu.” Balas Donghae.

Aku menoleh ke arah Donghae dan ia menatap lurus ke depan. Berikutnya aku menoleh ke arah Kyuhyun, dan namja ini justru sibuk memotret dengan kamera yang dibawanya.

Kyuhyun POV

Aku melihatnya sedang menatap Donghae. Entahlah, apa arti tatapannya, karena aku berada di sebelahnya itu membuatku tidak bisa memandang matanya. Hidup macam apa ini? Aku tetap menoleh ke arahnya namun ia justru melihat orang lain. Tiba-tiba ia menoleh ke arahku dan itu membuatku cukup gugup hingga menggunakan kamera di tanganku dan memotret objek secara acak. Entahlah, apakah tindakanku ini terlihat natural ataukah ia tahu aku baru saja sedang menatapnya tanpa berkedip.

“Aku pergi sebentar. Membeli minuman. Dua jam berada di sini membuat kerongkonganku kering.” Donghae bangkit dari duduknya.

“Aku ikut..” ujar Minji.

“Diamlah di sini. Matahari terik sekali dan itu bisa membakar kulitmu.” Ujar Donghae.

Minji sepertinya menurut. Aku cukup berterima kasih ia meninggalkan kami meskipun hanya sebentar. Tapi aku merasakan perubahan yang sangat besar. Dulu gadis ini begitu mendengarkan perkataanku.

“Gazebo kecil ini sangat bermanfaat bukan? Kita terhalang dari panas.” Aku memecah keheningan diantara kami.

“Bagaimana kau bisa sampai kemari?” ia berkata tanpa memandangku.

“Kenapa memangnya? Kau merasa aku menjadi pengganggu diantara kalian?” balasku tajam.

Ia tidak menjawabku. Kurasa ia begitu lelah karena terlalu membenciku. Aku menikmatinya kini, melihat rambutnya yang sedikit berantakan karena angin yang berhembus. Meskipun ia tidak membiarkan rambut indahnya tergerai seperti ketika waktu aku bertemu dengannya terakhir kali waktu itu, namun ia tetap cantik dan indah di mataku. Dan terus terang, aku lebih menyukai ia menggulung rambutnya seperti ini.

“Kurasa Donghae menjagamu dengan baik selama aku tidak ada.”

Pernyataanku membuatnya berhasil menatapku. Sepertinya ia tidak suka dengan apa yang baru saja kukatakan.

“Tidak ada yang spesial. Semua menjagaku dengan baik. Mereka semua memperhatikanku, tidak pernah meninggalkanku.” Kata-kata itu terlontar jelas dari bibir mungilnya. Kurasa ia berusaha memojokkanku.

Sejenak kami terdiam, dan Minji mengeluarkan ponselnya. Mungkin mengirimkan pesan agar Donghae segera kembali. Aku memanfaatkan kamera yang kubawa, memotret apa saja yang menjadi fokus kamera ini. Meskipun jauh di dalam hati, mengabadikan sosok indah di sampingku ini adalah hal yang paling ingin kulakukan. Aku tidak bisa membiarkan suasana tetap beku. Aku harus melakukan sesuatu.

Minji POV

Donghae begitu lama. Dengan begini aku semakin curiga jika namja itu bisa membaca pikiran orang-orang di sekitarnya. Kyuhyun tidak berkata apa-apa lagi, dan aku tidak akan menjatuhkan harga diriku hanya untuk memulai obrolan tidak penting dengannya. Akhirnya untuk membunuh rasa bosan kukeluarkan ponsel dan menekan-nekan layar tanpa tujuan. Kyuhyun mulai sibuk memotret lagi, dan aku mengabaikannya. Namun aku kaget tiba-tiba saja ia turun ke bawah dengan melipat celana panjangnya hingga selutut. Apa yang akan dilakukannya?
“Minji ah~ lihat ke sini. Aku akan memotretmu dari sini.” Ia sedikit berteriak karena suaranya pasti bersaing dengan suara air laut.

Aku diam saja tanpa menyahut teriakannya, dan entah aku sudah memasang ekspresi yang benar ataukah justru sebaliknya. Aku tidak ada alasan untuk berkelit, dan terus terang bukan masalah foto yang aku pikirkan. Aku takut Kyuhyun berada di sana sementara aku tidak bisa memprediksi akan sejauh mana ombak-ombak itu menabrak karang.

“Tersenyumlah. Gambarnya akan bagus sekali jika diambil dari sini!” Teriaknya lagi.

Ya, aku tahu gambar itu akan sangat bagus. Dan wajah tampannya benar-benar membuatku takut akan tidak bisa melihatnya lagi jika saja ombak datang dan melewatinya yang sedang berdiri di sana. Apa dia sudah gila? Ya Tuhan. Rasanya aku ingin berteriak juga padanya.

“Sudah kan? Cepat naik!! Jangan berlama-lama di sana.” Kuharap ia mendengarkanku kali ini.

Bukannya menjawabku, aku bahkan tidak yakin ia mendengarku karena wajahnya begitu senang dan sepertinya ia sedang memeriksa hasil jepretannya. Astaga. Detak jantungku bahkan sekarang melewati tempo yang seharusnya. Yang kuinginkan sekarang adalah ia cepat naik.

“Kyuhyun ah~ kumohon cepat naik. Di sana berbahaya!” teriakku lagi. Aku tidak peduli apapun lagi, yang kuinginkan Kyuhyun mendengarku dan menuruti perkataanku.

Kulihat ia menutup lensa kameranya dan setelah itu ia kembali memandangku lalu tersenyum dari sana. Dan teriakan itu keluar begitu saja saat kulihat ombak di belakangnya terpecah ke berbagai penjuru saat menabrak karang dan percikan airnya yang cukup banyak membuat Kyuhyun basah kuyup. Ya Tuhan. Aku ingin bersyukur tapi kumohon beritahu namja ini untuk segera naik.

“Wah! Daebak. Ombaknya membuatku basah. Tapi aku senang karena berhasil mengambil gambar yang bagus.” Ia berkata padaku sambil memasang senyuman lebar. Kini ia sudah berdiri di sebelahku. Rambutnya basah, seluruh wajahnya dipenuhi percikan air, dan sekujur tubuhnya juga basah. Untung saja kameranya tidak rusak karena lensanya sudah terlindung. Aku masih menarik nafas dengan berat, memperhatikannya. Wajahnya yang memang sudah sempurna sejak dulu kini makin terlihat mempesona di depanku. Aku terdiam sejenak ketika memandang kedua matanya yang seperti anak kecil, hidungnya yang lurus dan indah, serta garis bibir tebalnya yang membentuk senyuman. Belum lagi air terus saja menetes dari rambutnya dan turun ke wajahnya.

Hal itu membuatku refleks mengambil saputangan handuk yang syukurnya tak lupa kuselipkan di tas kecilku. Meskipun hanya berbentuk persegi yang tidak bisa mengeringkan sekujur tubuhnya, tapi ini setidaknya bisa bermanfaat. Tanganku seketika refleks mengelap wajahnya itu dengan perlahan dan kulihat ia memejamkan matanya karena perlakuanku. Ya Tuhan, haruskah ia terlahir dengan wajah sesempurna ini? Tubuhku yang memang hanya sejajar leher putihnya membuatku harus mendongak melakukan itu dan satu tanganku lagi sedikit menyentuh rahangnya.

Kyuhyun tiba-tiba membuka matanya dan ia menatapku, tepat kedua bola mataku. Aku bahkan bisa melihat jelas bayanganku dimatanya. Nafasnya menyapu keningku, dan entah sejak kapan kedua tangannya sudah bertengger di bahuku. Kurasakan wajahnya kian dekat hingga hidung kami bersentuhan, dan berikutnya kurasakan sesuatu menempel di bibirku, melumatnya lembut.

Matanya terpejam, namun aku masih berada dalam kesadaranku dan melihat jelas apa yang ada di depan mataku. Kyuhyun sedikit meremas bahuku, dan tanganku yang semula memegang rahangnya kini turun menyentuh lehernya. Aku masih belum menyadari apa yang sedang kami lakukan, ia terus menyapu bibirku, menguasainya dengan lumatan-lumatan lembut. Ciuman pertamaku. Namja ini merebut ciuman pertamaku.

Kyuhyun POV

Aku tidak tahu apakah aku sudah melakukan hal yang benar atau justru sebaliknya. Tapi memang sudah seharusnya seperti ini. Sentuhan tangannya pada wajahku, caranya yang lembut ketika mengelap wajahku, dan yang paling berharga adalah ia mengkhawatirkanku. Aku sangat bahagia melihat ekspresi paniknya tadi. Meskipun aku kedinginan, tapi ciuman ini membuatku sedikit merasa hangat. Aku sudah lama menginginkan bibir ini, dan meskipun ia tidak membalas sesuai keinginanku, setidaknya aku tahu ia tidak menolakku. Beberapa saat kemudian ia melepasnya terlebih dahulu dan kulihat wajahnya bersemu merah. Aku yakin ia malu.

“Lanjutkan sendiri.” ia memberikan saputangannya padaku. Minji melihat ke arah lain dan berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Sepertinya ia kembali menyibukkan diri dengan ponselnya. Apakah ia akan marah padaku setelah ini?

“Minji ah, untuk yang tadi aku…”

“Tidak usah dibahas. Aku mau pergi menyusul Donghae. Aku kehausan dari tadi.” Jawabnya datar. Ia kemudian pergi meninggalkanku. Langkahnya begitu cepat meskipun tidak berlari. Sepertinya ia ingin cepat-cepat menghilang dari hadapanku.

Aku menatap punggungnya yang semakin jauh. Rasanya ingin tertawa melihat ekspresinya yang jelas-jelas begitu malu di hadapanku. Setidaknya saat ini aku tahu ia tidak sepenuhnya membenciku. Setidaknya mulai saat ini, ia akan kembali memikirkanku. Aku yakin.

—————————————

“Tadi siang kau menghabiskan waktu dengannya?”

Kulihat Yoora melihat-lihat isi kameranya. Aku tahu ia pasti bertanya karena melihat foto Minji di dalamnya.

“Kami tidak berdua, namun ada Donghae juga.”

Gadis ini seketika menatap sinis ke arahku, dan kudengar tangannya menekan-nekan tombol di kameraku dengan kasar.

“Apa yang kau lakukan?”

“Rupanya kau meminjam kameraku tadi siang hanya untuk memotretnya.” Sahutnya enteng.

Aku bergegas menyambar benda itu dari tangannya.

“Jangan coba-coba menghapus fotonya dari sini. Aku nyaris mengorbankan nyawaku untuk mendapatkan itu.” Ancamku lalu pergi meninggalkannya untuk bersiap makan malam.

Author POV

Malam pertama di Phuket mereka habiskan dengan makan malam bersama di ruang tengah penginapan. Makan malam ini khusus dimasak oleh Minrin, istri Sungmin dengan dibantu oleh Minji dan Hanwoo. Mereka sengaja menyiapkan beberapa menu spesial hari ini, dan masing-masing mempunyai hidangan hasil masakan sendiri.

“Kalian harus menghabiskan semua makanan ini tanpa terkecuali, terutama kau, Yeobo..” Minrin tersenyum lalu duduk di sebelah Sungmin.

“Tidak menyesal aku menikahimu. Kau memasak semuanya?” Tanya Sungmin.

“Sebagian besar masakanku. Tapi Minji dan Hanwoo juga memasak khusus untuk kalian.” Ujar Minrin.

“Ayam goreng kimchi dengan saus hitam ini buatan Hanwoo, sementara aku hanya membuat sup ayam dengan asparagus karena aku tidak bisa memasak.” Jelas Minji.

Mereka kemudian berebutan untuk mencicipi hidangan. Eunhyuk bahkan sudah mengamankan tiga potong ayam buatan Hanwoo ke piringnya.

“Ternyata kehadiranmu di sini bermanfaat juga. Tak kusangka kau bisa memasak masakan seenak ini.” Ucap Eunhyuk pada Hanwoo. Gadis itu hanya mencibir ketika Eunhyuk berkata demikian.

“Kyuhyun ah~ bukankah kau tidak suka makan sayuran? Ataukah kau hanya makan sayur dan salad selama berada di Kanada?” Tanya Sungmin. Kyuhyun yang sedang menikmati sup buatan Minji sedikit menoleh.

Yoora mengamati oppanya. Ia tahu pasti Kyuhyun mendadak menyantap sayuran karena gadis yang memasak makanan ini. Yoora satu-satunya orang yang terlihat tidak bersemangat. Ia mengamati yang lain, semua nampak menikmati sup buatan Minji, bahkan Donghae juga sudah menyendok berkali-kali ke piringnya.

“Sudah kubilang masakanmu juga enak. Mereka pasti menyukainya.” Ucap Minrin pada Minji.

“Minji ah~ kau punya bakat memasak. Tapi sup ini kurang pedas. Bisa kau tambahkan cabe potong untukku?” Pinta Eunhyuk.

“Kau merepotkan sekali. Tapi tunggu sebentar, aku akan membuatnya.” Minji kembali ke dapur.

Minrin dan Sungmin terlihat begitu intim. Minrin bahkan menyuapi Sungmin dan momen itu diabadikan oleh Donghae. Mereka semua menggoda pasangan baru itu sambil menyantap hidangan.

“Aku jadi ingin menikah cepat. Yoora ya~ ayolah terima cintaku. Kau tidak ingin segera menyusul mereka?” Eunhyuk menggoda Yoora.

“Maaf oppa, aku akan menikah nanti, tapi tidak dengan playboy sepertimu.” Ucap Yoora. Semua tertawa mendengar jawaban gadis itu. Yoora menatap ke arah seseorang yang terlihat sibuk menyantap makanannya.

“Kyaaaaa!”

Semua menoleh ke arah dapur saat mendengar suara menjerit dari arah sana.

“Biar kuperiksa.” Donghae berdiri dengan sigap dan masuk ke dapur. Kyuhyun yang juga berniat bangkit akhirnya duduk kembali.

Minji meringis. Telunjuk kirinya teriris saat memotong cabe untuk Eunhyuk. Darah keluar dari lukanya, dan Donghae dengan sigap menolongnya. Ia menghisap darah di telunjuk gadis itu, dan Minji hanya diam menatap Donghae melakukan itu. Hal ini membuatnya mengingat sesuatu.

 “Yaaaa!! Mengapa kau menghisap darahku? Itu jorok.” Ucap Minji.

Kyuhyun tidak menghentikannya, setelah selesai ia mencuci tangan gadis itu. Rok sekolahnya sedikit terkena bercak darah.

“Besok-besok kau tidak boleh memegang pisau sembarangan. Kalau sampai jarimu terluka lagi, awas!” ucap Kyuhyun.

Minji hanya diam saat Kyuhyun membalut telunjuknya dengan plester. Namja itu kemudian mencium telunjuk Minji.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Minji heran.

“Menciumnya. Agar cepat sembuh.” Kyuhyun tertawa.

“Darimana kau belajar hal seperti itu?”

“Omma selalu melakukan itu jika aku terluka.” Jawab Kyuhyun asal.

“Bodoh.” Balas Minji.

“Jari ini sangat berharga tidak hanya bagimu tapi juga bagiku, jadi kau harus menjaganya baik-baik.” Ucap Kyuhyun.

Minji tertegun. Donghae bukanlah Kyuhyun. Namun gadis ini heran mengapa mereka melakukan hal yang sama. Minji menurut ketika Donghae membersihkan tangannya dan kemudian membalut lukanya dengan plester yang ada di kotak kesehatan di dapur ini. ia khawatir, jangan-jangan setelah ini Donghae akan mencium telunjuknya juga. Namun Minji bernafas lega karena Donghae tidak melakukannya.

“Lain kali hati-hati. Tangan seorang wanita tidak boleh terluka.” Ucap Donghae dan tersenyum. Merekapun keluar dari dapur bersamaan sambil membawa piring yang berisikan porongan cabe.

“Apa yang terjadi? Mengapa begitu lama?” Minrin bertanya.

“Jarimu kenapa?” Tanya Hanwoo saat mengamati telunjuk Minji yang dibalut plester.”
“Tidak apa-apa. Hanya teriris pisau, namun Donghae sudah mengobatinya.” Jawab Minji.

“Ah, syukurlah tidak apa-apa. Lain kali kau harus hati-hati.” Kata Sungmin.

Minji duduk di tempatnya, diantara Hanwoo dan Minrin. Ia melihat Kyuhyun, dan mata itu menatapnya tajam. Minji menyadari luka itu ada di tempat yang sama. Sementara itu, Yoora menatap Kyuhyun di sebelahnya. Ia tahu apa yang dipikirkan oppanya. Yoora membenci keadaan ini, meskipun di dalam hatinya juga ada hal lain yang membuatnya sangat kesal.

—————————————

“Apa yang terjadi? Kuamati kau lebih banyak diam sepulang dari jalan-jalan bersama Donghae tadi siang.” Tanya Hanwoo dari tempat tidurnya.

“Gwaenchana. Tidak ada apa-apa. Aku hanya merasa lelah.” Balas Minji.

“Apa saja yang kau kerjakan seharian bersamanya? Ayo ceritakan.” Hanwoo tiba-tiba menggoda Minji.

“Kau ini bicara apa? Sudah kubilang tak ada hal spesial antara aku dan Donghae.” Jawab Minji.

“Jangan berbohong. Pasti terjadi sesuatu bukan?” goda Hanwoo lagi.

“Berhentilah menggodaku. Aku mau tidur. Bukankah besok kita akan berada di luar seharian?” Minji menarik selimutnya.

Sementara itu Yoora yang juga ada di kamar itu mendengar obrolan Minji dan Hanwoo. Sepertinya kedua gadis itu mengira Yoora telah tertidur. Yoora pun tersenyum dan menarik selimutnya. Ia berharap besok akan menjadi hari yang beruntung dan membuatnya senang.

—————————————

Keesokan harinya, semua sudah menyiapkan rencana masing-masing. Sungmin dan Minrin memutuskan untuk turun ke laut dan berendam bersama. Minrin bahkan sudah mengenakan bikini yang disiapkannya khusus untuk liburan ini. Donghae masih tinggal di penginapan, ia berniat untuk memancing hari ini.

Minji dan Hanwoo memutuskan untuk berjemur. Hanwoo juga memakai bikini yang dibawanya. Minji sedikit heran mengapa wanita sangat bangga bisa mengenakan pakaian itu. Ia sendiri hanya memakai tank top hitam dan hot pants lengkap dengan topi dan kacamata hitam untuk melindungi wajahnya dari panas yang menyengat. Niatnya untuk sun bathing tidaklah besar, Minji hanya ingin menikmati suasana laut.

“Seharusnya kau juga memakai bikini.” Ujar Hanwoo sambil membenarkan letak kacamatanya.

“Aku tidak punya dan juga tidak membawa.” Balas Minji.

“Kau bisa meminjam punyaku.”

“Tapi aku tidak akan mengenakan pakaian menjijikkan itu disini.” Ucap Minji lagi.

Hanwoo pun memutuskan untuk diam dan menikmati sinar matahari yang menerpa kulit putihnya. Beberapa saat kemudian, Eunhyuk dan Kyuhyun muncul di tengah-tengah mereka. Sepertinya Eunhyuk juga ingin berenang, karena ia sudah bertelanjang dada. Sementara Kyuhyun, ia hanya mengenakan celana pendek dan kaos vneck berwarna biru laut.

Melihat kemunculan Kyuhyun, Minji merasa gugup dan memikirkan cara untuk pergi atau mengusir dua makhluk ini dari sini.

“Wow, Nona Lee~ kau juga hobi berjemur.” Ujar Eunhyuk. Ia duduk di tempat Hanwoo dan membuat gadis itu kaget dengan kemunculan Eunhyuk di depannya. Ia pun bergegas bangun, menutup bagian bawah tubuhnya dengan kain pantai.

“Apa yang kau lihat, hah?” Hanwoo sedikit kesal.

“Aniyo. Ternyata setiap wanita memang dianugrahi tubuh yang bagus oleh Tuhan. Hmm, Minji ah~ mengapa kau tidak mengenakan bikini seperti yang lainnya?” Tanya Eunhyuk.

“Dasar!! Kau kira aku akan mengumbar tubuhku di depan kalian?” Minji turut kesal.

“Ayo ikut aku.” Kyuhyun menarik tangan Minji hingga gadis itu terpaksa bangun.

“Mau kemana? Lepaskan.” Minji sedikit melawan.

“Biarkan Eunhyuk di sini. Dia diam-diam menyukai Hanwoo.” Kyuhyun berbisik.

Minji hanya menurut saja. Ia percaya dengan cerita bohong Kyuhyun.

“Hei, kalian mau kemana?” Hanwoo sedikit panik, padahal ia baru saja merasa senang karena Kyuhyun muncul di depannya.

———————————-

Donghae menyiapkan perlengkapan memancingnya. Menurut info yang didapatnya dari penduduk lokal, di daerah sini terdapat satu area yang sangat banyak ikannya. Hanya saja lebih baik duduk dan melakukannya dari deretan batu karang saja, tidak usah menggunakan perahu karena area ini cukup dalam dan bisa berbahaya.

Dengan menggunakan kaos oblong berwarna putih, celana pendek, dan kacamata hitam lengkap dengan topi, namja tampan itu duduk dan mengirup udara sejenak. Beberapa gadis lokal yang berjualan umpan pancing di sana sedikit ribut karena kehadiran namja tampan yang pastinya  mereka yakin itu bukan orang Thailand. Menyadari dirinya menjadi fokus pandang sedari tadi, Donghae sedikit menoleh dan melemparkan senyuman pada gadis-gadis pantai itu.

Minji POV

Ia terus menarik tanganku, membawaku menjauh dari yang lainnya. Entah kenapa aku selalu saja tidak bisa menolak ataupun berontak jika sudah bersentuhan dengannya seperti ini. Apakah aku terlahir memang untuk menurutinya?

“Kita mau kemana?” aku memberanikan diri bertanya padanya.

“Ke tempat dimana hanya ada kau dan aku.” Jawabnya tanpa melihatku.

Deg. Mau apalagi dia? Setelah apa yang dilakukannya padaku kemarin, sekarang dia mau apa? Apa jangan-jangan ia akan membawaku ke sebuah tempat yang gelap lalu berencana menjahatiku? Apa yang kupikirkan? Tentu saja Kyuhyun tidak mungkin berbuat sejahat itu padaku. Bukankah ia, menyayangiku?

“Jangan keluar dari wilayah pantai. Kau lihat pakaianku seperti ini.” aku mengingatkan.

Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu melihatku. Ia memperhatikanku dari atas hingga ke bawah seolah ingin menelanku hidup-hidup. Terus terang aku malu, mengenakan tank top dan hot pants lalu dipandangi dengan lekat oleh seorang namja seperti ini.

“Aku bersyukur kau tidak memakai bikini seperti yang lainnya.” Ujarnya datar.

Aku diam saja, tidak menanggapi ucapannya.

“Baiklah. Kita sampai di sini saja. Apa kau merasa haus? Tunggulah sebentar. Aku akan membeli minuman.” Kyuhyun beranjak dan mendekati kedai-kedai yang terdapat di pinggir pantai. Sekitar seratus meter dari sini. Kulihat punggung tegaknya berjalan menjauh. Kulit putihnya seakan bersinar diterpa cahaya matahari.

Aku memutuskan untuk duduk di atas pasir, memandang sekeliling. Di sekitar sini tidak begitu sepi, karena juga nampak orang-orang yang sedang berjalan-jalan di sana-sini meskipun tidak seramai tempat tadi. Aku sedikit bersyukur, setidaknya tidak akan terjadi hal seperti kemarin saat kami hanya berdua saja. Lalu apa yang akan kami lakukan? Kyuhyun benar-benar menyebalkan. Apa benar Eunhyuk menyukai Hanwoo? Ataukah ia hanya memanfaatkan situasi itu untuk bisa membawaku pergi?

“Ini..” Kyuhyun duduk di sebelahku dan memberikan sebotol soft drink. Ia membuka minumannya, meneguknya dengan sedikit terburu-buru. Aku hanya memandangnya, bahkan ketika minum pun ia terlihat sempurna.

“Lihat jarimu.” Kyuhyun tiba-tiba mengambil tangan kiriku dan ia mengamati telunjukku yang sudah diplester.

“Sudah kubilang kau harus menjaganya dengan baik. Bagaimana bisa terluka lagi bahkan di tempat yang sama.”

Aku kembali hanya diam. Apakah aku harus menjawabnya? Kyuhyun memiliki ingatan yang bagus. Kukira kepergiannya ke luar negeri telah membuatnya melupakan detail masa-masa dahulu yang kami lalui bersama. Apa aku harus bertanya?

“Mengapa kau melakukan ini semua terhadapku?” aku menatapnya. Ia pun menoleh dan menatapku.

“Apa yang kau maksudkan?”

“Semuanya. Kau pergi tanpa pamit padaku, merubah keputusan padahal kita semua sudah berencana akan memasuki perguruan tinggi yang sama.” Aku balas menatapnya. Ia sepertinya terkejut dengan pertanyaanku, dan Kyuhyun kembali menatap lurus ke hamparan laut di depan kami.

“Kau benar-benar ingin tahu alasanku?”

“Tentu saja.”

“Kau. Kaulah yang membuatku pergi. Aku tidak suka kau menghadirkan orang lain diantara kita.”

Aku sedikit bingung, siapa yang dimaksudkannya dengan orang lain. Donghae, Eunhyuk, atau Sungmin oppa?

“Siapa yang kau maksudkan dengan orang lain?”

Aku mengingat 4 tahun lalu. Mengingat hari dimana Kyuhyun masih seperti biasa. Hari kelulusan kami bereempat. Aku, Kyuhyun, Donghae dan Eunhyuk. Saat itu kami sudah mendaftarkan diri di Inha University, dan kami berempat diterima meskipun di jurusan yang berbeda-beda. Entah hanya perasaanku saja, sejak hari kelulusan aku merasa Kyuhyun memperlakukanku lebih dari biasanya. Donghae dan Eunhyuk bahkan tak pernah berlebihan seperti itu padaku. Saat itu, aku merasa seperti… Kyuhyun adalah kekasihku. Diantara yang lain ia memang yang paling dekat denganku. Aku pun merasakan sesuatu yang tidak wajar dan berbeda jika aku bersama Kyuhyun. Tidak hanya saat itu, namun sejak kecil. Kyuhyun berbeda. Ia bocah yang tampan dan aku selalu merasa senang dan menanti-nantikan saat dimana ia menggendongku di punggungnya. Ia selalu membelaku jika ada yang menyakitiku. Ia juga yang selalu memberiku semangat jika aku jatuh dan bersedih. Mudahnya, Kyuhyun selalu ada setiap aku membutuhkannya.
“Kang Minji, aku menyukaimu. Apa kau tidak pernah menyadari itu?” tiba-tiba Kyuhyun mengucapkan sesuatu yang benar-benar di luar dugaanku. Ia masih menatap lurus ke depan, memandang air laut.  Tanpa melihatku. Bagaimana aku bisa melihat matanya?

“Tapi.. tapi mengapa kau pergi, jika kau memang menyukaiku? Kau seharusnya bersamaku di sini, bersama yang lainnya.” Suaraku sangat pelan, takut akan membuatnya tersinggung.

“Jangan menyamakan perasaanku dengan yang lain. Apa yang kurasakan tidak sesederhana itu. Aku tidak ingin hanya dikenal sebagai sahabatmu. Aku ingin kau menghargaiku, seperti seorang wanita kepada pria.” Kyuhyun menatapku kini. Aku berusaha mencerna kalimat terakhir yang diucapkannya. Apa itu sama dengan perasaanku padanya?

“Jika memang begitu, mengapa kau baru mengatakannya sekarang? Kau membuatku menunggu.  Dan itu sangat lama, Kyuhyun ah..” mataku rasanya perih.

“Aku hendak mengatakannya ketika itu. Tapi kau membuatku mengubur harapan itu. Kau membiarkan orang lain mendahuluiku. Dan aku benci jika aku tidak menjadi yang pertama untukmu!” Kyuhyun sepertinya marah.

Aku menunduk, tidak berani lagi menatapnya. Aku sudah menemukannya. Menemukan alasan mengapa ia pergi waktu itu.

Malam itu, Kyuhyun mengajakku untuk bertemu di depan rumahku. Entah untuk apa, namun sepertinya ia terburu-buru dan sangat penting. Aku menunggunya di depan rumahku dengan perasaan was-was dan nervous. Aku memang selalu nervous jika akan bertemu dengannya apalagi hanya berdua. Tak berapa lama seorang namja muncul di depanku dan memarkir motornya. Aku begitu terkejut saat membuka helm, ternyata bukan Kyuhyun.

Namja itu turun dan mendekat, ia  membawa setangkai bunga mawar merah.

“Henry… ssi?”

“Sorry.. aku muncul tiba-tiba. Tak kusangka kau ada tepat di depan rumahmu. Haha, apa kita memang berjodoh? Aku bahkan tidak memberitahumu akan datang.”
“Tapi aku…”

“Minji ah.. sebelum nanti kita berpisah, aku hanya ingin mengatakan perasaanku. Apa kau mau menerimaku sebagai kekasihmu? Saranghae..” namja blesteran ini memberikan bunganya padaku. Aku menerima pemberiannya, namun aku masih shock dengan peristiwa tiba-tiba ini. Seorang namja, sedang menyatakan cintanya .. padaku? Aku justru berharap orang lain yang akan melakukan ini padaku.

Aku hanya menggelengkan kepalaku, tanda aku tidak paham dengan ini. Henry masih menungguku dan ketika itu Kyuhyun sudah muncul di hadapan kami. Ia melepas helmnya, menatapku tajam. Ia begitu tampan, seperti biasa.

Aku seketika menghampirinya, memberikan senyuman tanda aku memang sudah menunggunya. Kyuhyun melirik bunga mawar di tanganku, kemudian melirik Henry. Entah kenapa dalam hati aku berdoa Kyuhyun tidak akan berpikir aneh-aneh.

“Kau.. mau mengajakku pergi?” tanyaku padanya.

“Aniyo. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang penting, namun sepertinya sudah tidak perlu lagi.” ucapnya datar.

Aku heran dan tidak mengerti dengan ucapannya. Belum sempat mengatakan apapun lagi, Kyuhyun telah memakai lagi helmnya dan ia meninggalkan rumahku. Dan itu, adalah terakhir kali aku melihatnya sebelum ia pergi.

“Mianhae.. aku sekarang mengerti mengapa kau pergi waktu itu. Aku tidak menyangka kau akan semarah itu. Aku juga tidak merencanakan itu, ia muncul begitu saja, dan aku..”

“Kau tahu? Ketika itu aku benar-benar ingin membunuhnya karena telah mendahuluiku. Dan aku benar-benar membencimu karena kau… kau telah membuat namja lain tergila-gila padamu.” Kyuhyun menatapku. Suaranya melembut. Apakah ia memang sudah melupakan kemarahannya?

“Mianhae.. sakit hatimu pasti tidak akan terbayarkan oleh apapun..”

“Tidak.. tidak jika kau mau menjadi milikku mulai saat ini. Hanya milikku.” Ucapnya tegas.

Ia mendekatkan wajahnya lagi, sepertinya mengulangi hal kemarin. Aku sempat terlena untuk beberapa saat, dan ketika sedikit lagi ia menyentuh bibirku, aku buru-buru bangkit dari dudukku dan itu pasti cukup mengagetkannya.

“Wae?” ia menatapku heran, dengan suara yang nyaris tak bisa kudengar.

“Maafkan aku. Tapi kurasa aku harus memikirkan lagi. Banyak hal yang harus kupikirkan ulang.” Balasku singkat.

Kyuhyun terlihat kecewa, namun sedetik kemudian ia berkata lagi.

“Arraseo. Aku tidak akan memaksamu. Aku tahu banyak hal telah berubah. Aku akan menunggu, sampai kau mengatakan iya padaku.” Kyuhyun memelukku. Aku diam mematung dalam dekapannya. Aroma tubuhnya begitu khas, membuatku nyaman. Apa yang baru saja kukatakan? Membuatnya kecewa untuk kedua kalinya? Aku begitu bodoh.

———————————————

Author POV

Yoora berjalan menyusuri pantai seorang diri. Gadis ini bukan tidak memiliki tujuan, namun ia masih belum menemukan apa yang dicarinya. Dengan mengenakan hot pants dan tank top putih yang di luarnya dibalut cardigan coklat pucat lengkap dengan topi bundar agar melindungi wajahnya dari panas, sambil membawa kameranya gadis ini nampak seperti seorang turis yang sedang tersesat.

Setelah berjalan cukup jauh dan sedikit bosan, gadis ini tersenyum lebar ketika menemukan sosok namja yang sedang duduk menyendiri. Sepertinya ia sedang melakukan sesuatu, namun Yoora belum bisa memastikan apa yang sedang dikerjakan namja itu karena ia hanya melihatnya dari kejauhan.

Gadis yang membiarkan rambut sebahunya tergerai itu mengerti apa yang sedang dikerjakan si namja setelah ia memutuskan untuk naik ke atas karang menyusulnya.

“Oppa, lihat sini.” Donghae menoleh ketika sebuah suara lembut terdengar menyapanya. Ia tak sempat mengelak lagi karena Yoora sudah mencapture wajah tampannya.

“Kau sendirian?” Donghae tersenyum.

“Ne, memangnya kau melihatku mengajak orang lain?” Yoora duduk di sebelah Donghae. Ia mengamati namja ini yang sedang memasang kembali umpannya.

“Haha, kukira kau bersama Minji dan Hanwoo. Apa kau melihat mereka?” Donghae bertanya tanpa menatap gadis itu. Yoora seketika merubah air mukanya saat mendengar Donghae menyebut orang itu.

“Molla. Aku sendirian. Ah, oppa mengapa kau memancing sendirian dan tidak bersama yang lainnya?” Yoora mengalihkan pembicaraan.

“Kyuhyun dan Eunhyuk sepertinya memiliki rencana lain. Sementara Sungmin hyung, aku tidak mungkin merusak bulan madunya bukan? Dan Minji juga tidak menyukai hal membosankan seperti ini.” jelas Donghae. Ia masih terfokus pada peralatannya.

“Oh, begitu rupanya.” Yoora kecewa karena namja itu berbicara tanpa melihatnya. Bahkan di deretan nama yang disebut Donghae, Yoora merasa dirinya sama sekali memang tidak dianggap.

“Oh ya, lagipula, jika memancing dengan banyak orang, kurasa ikan-ikan tak akan mau mendekat.” Donghae menatap Yoora, dan gadis itu kaget Donghae menoleh padanya.

“Oppa, aku juga ingin belajar memancing..” ujar Yoora.

Donghae tersenyum dan mengambil satu lagi lalu diberikannya pada gadis itu. Ia juga mengajari Yoora bagaimana cara menggunakan alat tersebut, bagaimana cara memasang umpan, dan juga apa tanda-tandanya jika ikan memakan umpan yang dipasang. Yoora pun mencoba arahan Donghae. Gadis itu tidak pernah terlihat seceria ini sebelumnya.

“Wah, kau bahkan sudah mendapatkan banyak sekali ikan.” Puji Yoora.

“Ayo, kau harus mendapatkan paling tidak lima ekor saja.” Tantang Donghae.

Yoora menuruti dan menerima tantangan Donghae. Ia tak menyangka Donghae begitu baik dan mau mengajarinya memancing. Sudah hampir satu jam gadis itu duduk dan menemani Donghae, ia baru mendapatkan dua ekor ikan itu pun yang berukuran kecil.

“Yaaaa!! Lee Donghae!!” sebuah suara berteriak dan kedua insan yang sedang sibuk memancing itu pun menoleh ke belakang mereka.

Kyuhyun, dan Minji.

Kyuhyun POV

Rupanya ada Yoora di sini. Sejak kapan gadis bodoh ini menyukai hal-hal membosankan seperti ini? Bahkan wajahnya terlihat begitu senang.

“Darimana saja kalian? Mau ikut memancing?” Donghae bertanya.

“Aku mau mencoba.” Minji menawarkan diri.

“Jinja? Kau akan merasa bosan.” Ujar Donghae.

“Aku juga mau. Berikan satu padaku.” Ujarku lalu mengambil posisi di antara Yoora dan Donghae.

Minji duduk diantara aku dan Donghae, dan kulihat Donghae dengan sabar mengajari gadis ini bagaimana langkah-langkah memancing yang benar.

“Yaaa! Ikan-ikan ini sepertinya hanya mau mendekat padamu.” Gurau Minji.

Kulihat Donghae tertawa. Mereka terlihat begitu akrab. Kurasa aku tidak bisa menembus dunia mereka. Ada rasa cemburu yang sangat besar meliputi diriku, dan aku harus menerima kenyataan jika posisiku sudah tidak sekuat dulu.

Beberapa saat Minji menoleh ke arahku, namun aku memilih untuk memfokuskan diri pada ikan-ikan di bawah sana. Apa sekarang ia mulai berusaha untuk menjaga perasaanku? Apa ia tahu jika aku cemburu pada Donghae?

“Aku mau pergi.” Tiba-tiba Yoora berdiri dan memasang wajah masam.

“Mau kemana? Diamlah di sini.” Aku menahannya.

“Buat apa? Toh aku sudah tidak diperlukan lagi di sini.” Ujarnya aneh.

Gadis itu pergi dan menuruni karang. Apa yang ingin dilakukannya? Apa dia mau turun ke laut? Tapi bukan di sini tempatnya. Daerah ini cukup dalam, dan aku tahu pasti Yoora tidak bisa berenang, sama sepertiku.

“Apa yang kau lakukan di sana?” aku meneriakinya, namun gadis itu tidak menoleh dan malah semakin mendekati laut. Belum lagi ia memakai alas kaki yang tidak seharusnya dan di sana cukup licin. Aku khawatir sekali ia akan terpeleset di sana.

“Cho Yoora!!!” Donghae tiba-tiba bangkit dan berteriak begitu keras. Benar saja. Gadis itu terpeleset dan jatuh ke laut.

Aku hendak bangkit dan menolongnya namun Minji memegang lenganku erat. Hal itu membuatku sadar, tak ada hal lain yang bisa kulakukan selain diam dan melihat adikku meregang nyawa. Aku bahkan tidak bisa berenang.

Donghae seketika melempar topi dan melepas kacamata serta alas kakinya lalu turun dan melompat ke air. Pemandangan ini membuatku ingin menutup mata, dan aku mendengar tangisan Minji di sebelahku.

Yoora sepertinya berusaha agar tetap muncul ke permukaan namun aku yakin ia tidak mungkin terus melakukan itu. Donghae berenang ke arahnya dan berusaha menjangkaunya. Aku bersyukur ketika akhirnya namja itu berhasil merengkuh tubuh Yoora dan membawanya mendekati karang terdekat.

Aku turun dan mencegah Minji untuk ikut. Kubantu Donghae memindahkan Yoora dan setelah naik ia menggendong tubuh Yoora menuju tempat datar dan membaringkan  gadis itu.

Aku tahu ia pasti meminum begitu banyak air hingga tak sadarkan diri. Donghae terus menekan-nekan perut Yoora namun sepertinya tidak maksimal. Ia kemudian menempelkan mulutnya pada mulut Yoora dan hal itu berhasil membuat air keluar. Yoora menangis dan ia memeluk Donghae.

—————————————–

Author POV

“Kau sudah merasa baikan?” Kyuhyun menunggui adiknya. Hanya ada mereka berdua di kamar ini, sementara Hanwoo dan Minji di luar bersama yang lain melakukan makan malam mereka.

“Maafkan aku. Aku memang bodoh. Seharusnya aku tidak bermain-main dengan itu.” Ujar Yoora.

“Kau membuatku takut. Maafkan aku, aku bahkan tidak bisa menolongmu.” Sesal Kyuhyun.

“Kau tidak bisa berenang. Aku tahu itu. Tapi seandainya yang tenggelam tadi adalah Minji, kurasa kau pasti akan langsung terjun dan melupakan semuanya.” Ucap Yoora.

“Jangan berkata begitu. Aku merasa bersalah.”

“Gwaenchana. Setidaknya aku senang, akhirnya Donghae oppa melihatku. Ia menyelamatkan nyawaku. Setidaknya aku tahu masih ada orang yang peduli aku hidup atau tidak.”

“Kau bodoh. Tentu saja semua orang peduli padamu.”

“Kau tahu? Sejujurnya aku kesal dengan kehadiran kalian tadi, apalagi Minji. Donghae oppa seketika hanya memperhatikan gadis itu, dan ia bahkan melupakanku yang lebih dulu menemaninya di sana.”

“Jangan bilang jika kau..”
“Ne. Aku menyukai Donghae oppa. Dan aku kesal karena Donghae oppa selalu saja memperhatikan Minji. Aku benci melihat kedekatan mereka, terlebih aku tahu kau masih sangat menyukainya. Aku merasa ia selalu saja merebut orang-orang yang kusayangi. Dulu kau bahkan tidak pernah main bersamaku karena selalu bersamanya. Dan ketika aku mulai menyukai seorang namja, ia bahkan merebut perhatian namja itu dariku..”

“Yoora ya.. kau tidak seharusnya begini.. jangan salah paham dan berhentilah membencinya.”

“Jika kau mau, lakukan satu hal untukku. Jika kau mencintai Minji, buatlah ia selalu melihatmu. Buat ia melupakan Donghae dan berhenti berada di dekat Donghae..”

Minji POV

“Ne. Aku menyukai Donghae oppa. Dan aku kesal karena Donghae oppa selalu saja memperhatikan Minji. Aku benci melihat kedekatan mereka, terlebih aku tahu kau masih sangat menyukainya. Aku merasa ia selalu saja merebut orang-orang yang kusayangi. Dulu kau bahkan tidak pernah main bersamaku karena selalu bersamanya. Dan ketika aku mulai menyukai seorang namja, ia bahkan merebut perhatian namja itu dariku..” kudengar suara Yoora.

“Yoora ya.. kau tidak seharusnya begini.. jangan salah paham dan berhentilah membencinya.”

“Jika kau mau, lakukan satu hal untukku. Jika kau mencintai Minji, buatlah ia selalu melihatmu. Buat ia melupakan Donghae dan berhenti berada di dekat Donghae..”

Aku menutup mulutku, tak percaya dengan apa yang kudengar. Jadi itulah alasan mengapa selama ini gadis ini menunjukkan aura permusuhan yang begitu besar terhadapku. Sepertinya aku memiliki dosa yang begitu besar terhadap dua bersaudara ini.

Aku mengurungkan niatku untuk masuk ke dalam kamar. Yang lain masih membicarakan masalah ini di luar. Donghae yang menjadi saksi sibuk menceritakan ini pada Sungmin oppa dan yang lainnya. Saat ini aku benar-benar ingin bicara dengan Donghae. Aku butuh bertukar pikiran dengannya.

——————-

TBC-

 

Akhirnya kelar bikin part ini dengan jarak kurang dari seminggu *bow

Ini malah ada beberapa adegan yang melenceng dari yang seharusnya-

Ga tau nih, pas ngetik malah tangan nulisnya kemana-mana,,

Semoga belum bosan yah, buat semua tokoh juga maaf kalo jadinya kurang memuaskan ceritanya~

Next part semoga lebih dapet gregetnya.

Kalo masih ada beberapa hal yang ganjil n kurang jelas di sini, semoga next part bisa ngasi jawabannya..

TengKYU for reading ^^

Iklan

84 thoughts on “[2] Your Guardian

  1. Kya! Part ini manis bgt!
    Kisah2 romantis betebaran dimana2
    Suka bgt adegas kissu kyu~minji dipante. Fellny dpet bgt bo~

    Sungminny dsni milikku seutuhnya. ㅋㅋㅋ
    Penasaran sama sekelebat byangan henli?

    Endingny pedalem ama cho yoora, ga ada yg ngajak main T.T
    Lanjutin bo cpetan.

    Suka

  2. KAMPREEETTTTT !!!!
    Aduh aku gak tau harus komment apa iniih ..
    Huaahuaa yoboooo T______T

    aduh gimanaa nih T_T
    Ffnya bikin aku gak jadi mebanten , gak jadi mandii dan lupa ada kuliah hari ini T___T

    authornyaa mana nih authornya manaaaaa???????
    *jambaktendangbantingmeja*
    Apaa yaa ??
    Aku sukaaa onn walopun bacanya itu dengan kepala yang berasap T_T
    Aduuh phuket :**

    Sungmin-minrin errrrrr~~
    Nuaah semoga tambah mesraah dan langgeng sajaaa terima kasih sudah membawaku ikut ke phuket …

    Hyukjaeee-yaaa aku mau nerima cintamuu ee mauuuuu apalagi abis insiden medagang di tokyo dome ! Hayok malem iniii (?)

    Lee hanwooo~~ heh apa itu bilang sakit pikiraan haaah!! T__T

    Minji-kyuhyun …
    Akuu benci kaliiaan T___T hahahaha
    Ish ish mesum di tempat umum ish ish
    Dan aku gedek sekalii adegan memancing udah bagus berduaan kenapa kalian datengggg ??? T____T
    Genggess eh genggess TT
    Trus apa ya ? Aduh lupa TT
    Mih apaa qe kyu apaaa ????
    Aku dibiarin matii sama kakakkuu T__T

    Dan lee donghae….
    Isshh aku gedek sama qe jugak boo T__T
    Tapi cinta sekalii ..
    Liat yoora boo liat yoora T___T
    Asiik dapet napas buatan ahahaha

    Sing kene sing keto yuk cuss part 3 onn *jambakminji*

    Suka

    • sebenernya pas napas buatan itu donghaenya penjelmaan bisma smash wkwkwkwk

      ah cho yoora ni mudah mau sama hyuk juga -__-

      Suka

  3. yeobo emank Babo…gak sadar apa Yoora memendam rasa *aeettttt
    Aaarrgghhh…emank selalu suka baca Epep klo main cast nya Kyuhyun…
    Henlyyyyyy…ternyata dirimu yg jd biang kerok Kyu pergi…
    Sukaaaaa…bgt part ini,part selanjutnya jangan lama2 yaaa…heheheeee

    Suka

  4. waaahhhh…ini gmn????haepa yg jadi masalah ni..bener gak peka m yoora…
    kyuhyun makiinnn cool ajj..suka bgt….namja bgt…
    cepetan onn dlanjut 🙂 daebak 🙂

    Suka

  5. KURANG !!!
    WOW AUTHOR !!!
    GUE BUNUH NIHHH !!!
    APAAN TUH BIKINI??
    aarghhh !!! gak ada bikini2 suami lagi ngadep dirinya sendiri setelah pidio porno HanSora dan Eunhyuk sudah tidak laku lagi >.< kyaaa~~~
    minrinnnn !!!! #jambak
    itu kakakku umin.. hhuhuhu. enaknya sudah nikah sementara gue sama hyukjae dibuat terpisah dan haaah hyukjae memuji tubuhku yang indah #pamermelon #upps
    tolong satukan mereka author. Pahalanya banyak.
    iissh nyebelin sama eunhyuknya. ngapain juga suka sama yoora. hiiih menyebalkan. yoora itu bukan level eunhyuk aku tau itu.
    buat dongek…
    wuuuu kesempatan dalam kesempitan. Yoora juga sengaja banget. T_T
    Buat Minji jangan maruk2 !!! Kyu ya Kyu aja jangan donge , eunhyuk jugak. trus meluk2 umin aaaakhhhh #cekekauthor.
    Phukeeeet !!!

    Suka

  6. Minji sama Kyu aja… cocookk.. Jangan sama Donghae. Biar Donghae bahagia sama Yoora.. Kasian Yooraa..
    Dan Hyukjae-aahh.. Kamu memilih Yoora atau Hanwoo.. Aigoooo~ Playboy sekalii..

    Suka

  7. =..=
    baca komen2 diatas malah makin bikin pengen jambak hyukjae (??)
    yaaaa…cho yoora, komen macam apa itu haaah..*bantingkalkulator

    nyahahahhaah..phuket..pantai, karang, ombak.
    Td pas baca yg bagian pikirannya minji soal ombak yg nerjang karang tmpat dia n dongek nyante kok jd inget cinderella boy yg yoora kelelep itu ya..n success, yoora kelelep lagi disiniiii..
    Nyahahahahaha..
    Ayo tenggelamkan yoora disetiap ff..*ambilpelampung

    hanwoo dipisahin sama hyuk disini, ya udaaah. Hyuk sama aku ajaaaaa..hyojin-hyuk sepertinya bagus..*libashanwoo
    kyakya, hyuk iblis licik? Kebetulan aku suka yg berbau iblis2 gt *lho

    trus, ayam goreng kimchi saus hitam??????sampe detik ini n seterusnya aku masih berimajinasi gmn rupa itu makanan, tolong berikan pencerahannya XD

    yaaaa..gak cuma minji tauk yang nahan napas pas kyu dilibas (?) ombak..aku jugaaaaak ToT itu yeoboooooo..
    Eh, kok jd pengen ke waterblow yak..kang minji, ayo kesana lagi naek sarbagita..nyahahahaha
    eeerrr, no komenlaaa soal kissing scenenya..*garapyeobo

    akhirnya, minji tau apa yg bkin yoora ky gt, nyahahaha, silahkan galau..

    Yaaa..buruan bikin next part..!!!
    Dina pamit dulu, bos udah dateng lg..
    Nyahahahahaha
    *lambai2anggun

    Suka

    • ayam goreng kimchi saus hitam itu kebanyakan kecap din.. kan hanwoo yg buat wwwwwww

      iyaa jambak aja hyukjae! mari tenggelemin yoora! *tusuk pelampung

      Suka

  8. minji denger perbincangan yoora n kyuhyun pa yg bakal dilakuin ma minji ya n apa yg bakal d omongin sama donghae,,,,, minji jg lg bimbang ma perasaan y kan donghae or kyuhyun…..
    Lanjut……

    Suka

  9. mian baru sempet comment.

    makin rame aja minji-ssi,ehmm gmn ya bagus bgt dari segi cerita cast konfliknya penulisanny,bngung mau komen apa,,

    err..itu komen ku yg d part 1,mian komen gtu aku gatau kalo ff itu bkn author minji yg nulis.terus itu ff yg oneshoot2 dari kyuminji story mau dibikin sekuel kah?

    gomawoyo mau baca komen aneh gg jelas ini *bow

    Suka

    • hehe iya gpp ^^
      emg itu bukan aku yg buat kok..

      yup emg kyuminji stiry itu cerita kya serial gtu, tp ntar oneshoot aja hehe

      tengkyu yaah uda baca ^^

      Suka

  10. haaa..gak sabar sama kelanjutannya…
    cinta segi banyak ini namanya..
    enak banget sungmin hidupnya paling bebas konflik
    hyuk juga deh kayaknya…perannya ya cummn nyempil buat nurunin emosi jiwa pas.baca kyu – minji..hahaha *tapi banyakin juga hyuk nya ya….da kan favoritkuuuuu
    pertamanya ngirain kyu langsung diterima..ternyata nggak…gak papa deng..kalo langsng diterima habis dong ff nya padahal hyuknya masih dikit..# hehe balik lagi ke hyuk
    oke deh..saya sudah gak sabar sama next part

    Suka

  11. Yoora dibilang sakit pikiran,pdhl kan dy teraniaya *ehh –‘ kkkk
    dongek pangeran berkuda putih doyan mancing pndai berenang :3 yoboku sempurna sekalii

    merasa kehilangan eunhyuk dipart ini *loh?
    Baca part selanjutnya dulu yaa *ppyong

    Suka

  12. aduh ff’a seru…
    Yoora suka ma Haeppa,,Haeppa suka ma Minji,,Kyu suka Minji dan Minji kyk’a suka Kyu tuh…
    Adegan2 diatas jd ingat BBF…
    Tu si Hyuk oppa lucu ya godain Hanwook dan Yoora,,gimana mw diterima ma Yoora,playboy sih,,ayo Yoora p’juangkan cintamu ma Haeppa *cemburu,aku elfishy*…hahahahaha

    Suka

  13. aish.. ternyata dugaanku bener kalo yoora suka ma donghae.
    ckckck..
    gimana sikapny minji ya kalo tnyta yoora suka ma donghae?sebenarny si minji it sukany sama donghae apa kyuhyun sih?
    wkwkw..

    Suka

  14. Akhirnya kyuhyun jujur juga sama minji, tapi kenapa minji nolak?? Padahal aku pikir dia juga cinta kyuhyun. Mungkin dia emang harus memikirkan segala hal dulu kali ya. Wah wah.. Suka banget kyuhyun minji ciuman. Semoga dengan denger ucapan yoora, minji jadi nggak deket deket sama donghae lagi. Semoga minji sama kyuhyun bisa bersama. Huwaaa pasangan ini bener bener bikin aku wow. Sukaaaaa

    Suka

  15. Penghuni baruu datangg..
    Hahayyyy *lambaikantangan

    Wahhh ceritanya keren eon..
    Awalnya tak kira si donghae yg jadi alasan kyu pergi ternyata ehh ternyata si henry toh..

    Sebenernya si donghae suka sama minji gak sih??
    Apa mank dasarnya ikan mokpo baik ya??
    Jadi bingung akunya..
    Kalau mank gak suka jangan terlalu perhatian dong sama minji kan kasian kakak beradik cho..

    Si minji juga nie..
    Suka kyu atau donghae??
    Masa semua diembat juga..

    Sekarang kan udah tau thu yoora suka ma donghae..
    kira” minji jauhin donghae gak ya??
    Lagian dy juga udah tau kan perasaan kyu dan alasan kyu pergi..
    Berarti dy bisa dong nentuin pilihan??

    Buat sungmin-minrin selamat menempuh hidup baru..
    semoga langgenggg..

    Buat eunhyuk selamat berjuang dech..
    sampai kiamat juga gak bakal direstuin sama si setan..
    masa dy rela ngasi adiknya ke buaya darat..
    Hahahahahaha

    Suka

  16. Hueeeeeeeeeeeey minji denger omongan mereka berdua.. Dan apa yg akan dilakukannya? Menerima kyu itu harus!!!
    Wkwkwk nmbah seru ceritanya….

    Suka

  17. Iiih tmbh gemes aja ma kyu..

    Trnyt yg bkin mereka saling bnci n kyu pergi itu krn minji da yg nyamperin n ngasih bunga tooo…
    Ah kamu kyu,knp dlu asal pergi n g tny alasane dlu.
    Hehhhh…
    Part slnjutnya gmn ya?.kisah cnta ne kyu n minji berjln mulus kah?

    Moga aja

    Suka

  18. konfliknya bikin aku gregetan…
    kyuhyun suka sama minji…
    minji juga suka sama kyu, tapi dia ngga tau mau gimana…
    yoora suka sama donghae…
    eunhyuk suka sama yoora..
    donghae ?? ngga tau dia suka sama siapa….
    penasaran, gimana jalan ceritanya… oke lanjut

    Suka

  19. Bener kan ternyata Yoora suka sama Donghae 😱
    Minji itu sebenernya juga suka sama Kyu tapi dia gak sadar Dan gak tau harus gimana 😔
    Konfliknya makin seru😍😍😍 Semoga Kyu sama Minji cepet jadian deh.

    Lanjut baca next part…

    Suka

  20. akhirnya kyuhyun berani ngomong ke minji… yoora ambisius banget kayaknya… tapi tetep dukung kyuhyun minji aku…. ayo donk minji bales perasaan kyuhyun.. udah setia banget 4 taun kepisah tapy tuh cinta gx pudar juga
    ..

    Suka

  21. Yoora.. Ga gitu caranya nyari perhatian si donge :((
    Kalo kamu ada apa2 kasian juga sama kyu, gt2 jg kyu sayang kamu -..-

    Ga nyantei nih sama minji, jangan2 dia juga suka sama si donge ? Kyu bener2 akan jadi objek penderita aja disini?

    Ok, pasangan hyuk hanwoo case closed deh, semoga jadian 😁😁😁

    Suka

  22. ah ga nyangka kalo masalah kyuhyun minji bakal dikeluarin disini hahahaha seneng bgt. kyuhyun masih ngejaga perasaanya buat minji dana gak ngakak sebenernya karena kyuhyun marah cuma gegara henry nembak minji yg sebenernya bahkan ga minji respon hahahaha mungkin karena emg udah geer atau berharap lebih jd kyuhyun semarah itu. aaaahh yoora kan ternyataaaaa ih! bakal gimana minji pas udah tau kalo ternyata yoora suka donghae… lanjuuuuuttt btw padahal mau baca realove malah jd baca ini hahaha seru sihhhh

    Suka

  23. Eunhyuk suka ama yoraa, yoraa suka ama donghae, donghae dan kyuhyun sukanya sama minji truusss yg suka ama aku siapa?? 😀 #abaikan -_-

    Di part 2 ini bbrpa hal mulai terngkap…
    Kyuhyun pergi karena salah paham sama hendry -_- hhhh namja klau cemburu emang mngerikan, kyuhyun hrusnya ngedengerin penjelasan minji dulu bru prgi klau udah kaya’ gini mau gmna lgi minji dan kyuhyun hruss berpsah dlam wktu yg lama truss keduanya ngga jadi jadiann….
    Yoraa yg mmbnci Minji krna cintanya bertepuk sebelah tngan??? Aku suka ama yoraa biarin ajaa dia bnci sma minji 😀 , moga ajaa dgan mndngar curhatan Yoraa tdi Minji jdi menjauh smaa Donghae dan merejut cinta Bersma kyuhyun 😀
    hhhh Minji kok ngga lngsung nerima Kyuhyun ajaaa sihh?? Apa susahnya sihh blang iya!! #Maksa 😀 -.-

    Suka

  24. Hyukjae! Sumpah aku kesel >< segala dilirik dia mah XD
    Wah! Ceritanya si KYU lg nembak lg tapi masih dgantung jwbnnya hihi :3
    Oh, jadi itu alasan Yoora bnci ke Minji? Gara-gara Hae? XD
    Nah, ini juga Minji mau tuker pikiran apa ya sama Hae? XD

    Fighting author-nim! ^^

    Suka

  25. Ada sedikit pencerahan… Tinggal tunggu donghae, sebenernya donghae ada rasa ga sama minji. Secara kyuhyun udh ngungkapin perasaannya sama minji. And yoora udh jujur sama kyu kalo dia suka donghae…

    Suka

  26. yah udah curiga sih si yoora suka am slah satu lee brother dan trnyta dongekk.. yah emg nih si ikan bkin klepek”. hobiny aj jga mancing. haha.. smoga slh faham yoora minji bsa klar deh. donghae jg biar tau klo yoora suka sma dia. gmna reaksiny?? hu..

    Suka

  27. klu aku jadi yoora sihh aku juga bakal keselll, punya kaka malah merhatiin cwe lain dan cwe itu juga deket ama cwo yg disukanya kann kesel, bakal bencin mendadak
    yaudah eunyuk ma hanwoo ajah koclak kayanya

    Suka

  28. kyu benci sama minji karna dia salah paham sama henry dan minji juga benci sama kyu karna kyu gkk pamit ke dia pas mau kuliah ke luar negri dan buat yoora dia benci sama minji karna dia suka sama donghae jadi dia cemburu pas donghae perhatian ke minji

    Suka

  29. Tu kn trnyta yoora suka sama donghae.
    Kyuhyun sudah mnyatakan prasaannya sma minji.
    Apa minji msih ragu sma kyuhyun krna donghae. N bgaimna dng donghae?? Pilih siapa??
    Hyukjae cocok sma hawoon. Hihihihihi

    Suka

  30. kalo kata orang sunda mah pagujut…. hehehehehehe
    sebnernya ga rumit rumit amat asalkan mereka sadar akan hati masing2 … untuk siapa hati mereka….. tp mereka terlalu ga pd peka aja….

    Suka

  31. Wuahhh trnyta bner
    Ayolahh yoora kmu jgn kknakan
    Klo kmu suka sma donghae hrus nya kmu tnjukin n berusaha buat donghae liat kmu
    Jgn malah musuhin org yg gk tau apa2

    Suka

  32. mas cho ga bisa renang

    ternyata kyu dulu cao ke canada karena dulu henry bilang cinta ke minjinyaaa

    aaaa..kirain hal yang fatal tapi sekarang sudah tau kan kalo mereka sama sama sayang

    .aaaaa..minji ke donghae gimana sih?
    donghae suka yaa ke minji?

    donghae misterius disini
    susah ditebak

    Suka

  33. Wahh kayaknya bakalan sulit buat minji sama kyuhyun..
    Yah semoga aja mereka bisa balikan kayak dulu..
    Kasiann kan kyuhyunnya udah lama bgt suka sama minji

    Suka

  34. wahaa.. ketahuann dahh knpaa slama inii yoora bencii minji…
    jdii apaa setelah inii minji bakl ttp nempel gae gk???
    sm9gaa ajaa enggak…
    adaa kyuu yg slalu siap menjaagamuu

    Suka

  35. Kenapa cho bersaudara ini merasa tersakiti oleh minji , kasian… Sebenernya lbh kasian ke kyuhyun nya sih ,
    Aq suka sifat donghae yg sepertinya suka minji cm g terlalu diperlihatkan dan cenderung cuek , hahaa
    Lucu pas tau si kyuhyun cemburu ,
    Dan yoora, menurutq dia terlalu rendah diri,

    Oke next part ,
    Gomawo

    Suka

  36. Ternyata benar, Yoora suka sma Donghae.
    Dan Minji menguping pembicaraan Cho bersaudara, semoga di part selanjutnya Minji menjauhi Donghae dan selalu dekat dengan Kyu.. 😀
    Hanwoo sma Enhyuk sering bertengkar, tpi lama2 jdi cinta kayaknya nantinya.. 😀
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    next part: Kyu melamar Minji (I wish) 😀

    Suka

  37. oh….. ternyata karna itu……
    ya ampun kyu cuma karna kesalahpahaman kaya gitu menderitanya sampe bertahun-tahun kan…
    kecewa lah sama sikap kyu… wajar kalo minji nya juga ga yakin..
    dan dugaan saya benar yah.. si yoora ga suka sama minji karna dia suka sama donghae..
    wkwkwk cinta segi empat kah ??wkwk
    next chapt…

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s