[3] Your Guardian

Author: Minji ^_^

Cast: Cho Kyuhyun – Kang Minji – Lee Brother – Cho Yoora – and Other Cameo ●

Genre : Straight – Romance • Length: Part 3


————————————-

Author POV

Malam ini adalah malam terakhir mereka di Phuket, karena besok siang rombongan ini akan segera bertolak ke Seoul kecuali Sungmin dan Minrin yang melanjutkan bulan madu mereka ke Paris. Semestinya malam ini mereka mengadakan garden party kecil-kecilan di belakang penginapan, namun karena peristiwa tidak mengenakkan yang menimpa Yoora akhirnya rencana itu dibatalkan dan diganti dengan acara makan malam biasa. Suasana makan malam juga tidak seramai biasanya, bahkan Eunhyuk yang biasanya bercerita banyak hal turut mengunci mulutnya.

“Ah, suasana tidak bisa dibiarkan seperti ini. Bagaimana jika sekarang kita pindah ke teras depan? Kita bermain game.” Usul Sungmin.

“Game? Game apa yang kau maksudkan, yeobo?” Tanya Minrin.

“Nanti akan kujelaskan aturannya. Yang jelas semua dari kalian harus ikut, tanpa terkecuali. Ayolah. Biarkan istriku membereskan dulu meja ini, yang lain bisa ke depan.” Ujar Sungmin.

“Aku akan membantu Minrin.” Ujar Minji.

Yang lain segera menuju teras depan sementara Minji dan Hanwoo membantu Minrin membereskan meja makan.

“Oppa..” Yoora menahan tangan Donghae. Namja itu menoleh dan tersenyum.

“Ne, ada apa nona Cho?”

“Engg.. aku.. aku hanya..”

Donghae menunggu ucapan gadis di depannya dan Yoora masih belum melepaskan tangannya dari lengan Donghae.

“Ah Mianhae..” Yoora melepaskan pegangannya setelah menyadari Donghae sempat melirik ke arah tangannya.

“Kau kenapa? Sepertinya ingin menyampaikan sesuatu.” Donghae berkata tenang.

Yoora menatap namja yang sudah cukup lama dikaguminya ini. Donghae memang baik hati dan memiliki wajah malaikat penyelamat. Ia merasa dirinya tidak pantas mengharap lebih dan berpikiran macam-macam hanya karena Donghae menyelamatkannya. Sekalipun yang jatuh kemarin adalah Hanwoo, namja ini pasti akan melakukan hal yang sama.

“Oppa, jeongmal gamsahamnida. Kau sudah menyelamatkan nyawaku kemarin.” Yoora sedikit menunduk. Ia menanti respon Donghae.

“Haha, tidak usah berterima kasih begitu. Aku tidak mungkin membiarkan orang lain tenggelam di depan mataku.” Donghae tersenyum dan mengusap-usap kepala Yoora.

Yoora tahu jawaban Donghae sedikit membuatnya kecewa, karena ia semakin sadar dirinya memang tidak dianggap spesial oleh namja itu. Namun gadis ini merasa senang ketika Donghae menyentuh kepalanya.

“Hei, kalian berdua mengapa masih mematung di sini? Ayo ke teras.” Eunhyuk muncul dan membubarkan momen berharga itu.

—————————————-

“Kalian mengerti?” Sungmin memastikan setelah menjelaskan aturan game ini.

Kali ini mereka akan memainkan permainan yang sangat sederhana, hanya menggunakan sebuah botol. Botol itu akan diputar secara random dan ketika botol berhenti berputar maka orang yang duduk tepat di depan arah moncong botol itu diam harus rela menjawab pertanyaan apapun dari yang lainnya. Dan bagusnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk bertanya jika memang ada hal yang ingin ditanyakannya, namun hanya satu pertanyaan dari setiap orang.

Setelah memastikan jika semuanya paham dengan aturan yang dibuatnya, Sungmin meminta semuanya untuk duduk melingkar dan mengelilingi botol. Sungmin mulai memutar botol untuk ronde pertama, dan semua wajah merasa sangat tegang menyaksikan akan ke arah mana moncong botol itu menghadap.

“Eunhyuk ah!!! Kau yang pertama!” Kyuhyun berteriak senang dan yang lain turut memojokkannya. Namja itu hanya menggaruk-garuk kepalanya.

Kyuhyun memiliki satu pertanyaan, disusul oleh Hanwoo. Yang lain sepertinya belum tahu apa yang akan mereka tanyakan pada Eunhyuk.

“Yaaa! Aku hanya ingin tahu, berapa jumlah mantan pacarmu?” Kyuhyun mengungkapkan pertanyaannya. Yang lain tertawa saat mendengar pertanyaan itu, dan Eunhyuk mulai mengingat-ingat siapa saja yeoja yang pernah dikencaninya.

“Hmm.. aku lupa. Mmm.. Song Raerin, Lee Junsi, Park Hyena, Choi Haeri, Jung Dongri, Han Sora, Kang Rigi, Choi Rihwa, Han Minmi, Kim Ji Ah, aaaaah.. Minji ah! Kau selalu tahu siapa gadis yang kuajak kencan. Ada berapa lagi?” Eunhyuk meminta pendapat Minji.

“Astaga. Kau benar-benar playboy kelas teri.” Hanwoo melongo.

“Hyuk-ah, seingatku kau mengencani limabelas gadis selama masa kuliah. Dan itu tidak pernah ada yang bertahan lebih dari sebulan. Bahkan kau pernah mengencani seorang gadis hanya sehari.” Minji menambahkan.

“Jika appa tahu kelakuanmu ini kurasa tekanan darahnya bisa naik lagi.” Sungmin menggeleng-geleng melihat adiknya itu.

“Yeobo, kau tidak seperti itu kan?” Minrin memastikan Sungmin, dan namja itu masih menatap Eunhyuk heran.

“Baiklah. Lebih dari lima belas gadis jika dihitung sejak SMA.” Eunhyuk memberikan jawaban. Semua bertepuk tangan. Berikutnya giliran Hanwoo.

Gadis itu masih cukup shock dengan fakta yang diketahuinya baru saja, dan akhirnya ia mengubah pertanyaan yang justru sudah disiapkannya sejak awal.

“Awalnya aku ingin bertanya, bagaimana tipe gadis idealmu.. namun setelah mendengar hal tadi, kurasa kau menyukai semua tipe gadis dan tidak mempunyai standar sama sekali.” Ujar Hanwoo. Minji tertawa dan yang lain juga merespon dengan tawa.

“Lalu apa yang ingin kau tanyakan hah? Jangan menjatuhkan imageku lagi.” potong Eunhyuk.

“Mmm.. aku hanya ingin tahu, sudah berapa gadis yang kau tiduri?” ujar Hanwoo. Semuanya bertepuk tangan mendengar pertanyaan gadis itu. Eunhyuk nampak berpikir keras saat menerima pertanyaan ini. Bukan masalah menghitung lagi siapa saja, namun ia justru takut imagenya jatuh lebih dalam karena dari kesemua gadis yang dikencaninya, belum pernah ada satupun yang berhasil tidur dengannya. Predikatnya sebagai playboy tentunya akan diragukan jika ia mengungkapkan hal itu.

“Hyuk-ah, jika angka yang kau sebutkan tidak jauh berbeda dari yang tadi maka aku akan membunuhmu.” Ujar Donghae.

Hanwoo menunggu jawaban Eunhyuk dengan wajah sedikit tegang. Setelah beberapa saat, akhirnya Eunhyuk mengungkapkan jawabannya.

“Aku bersumpah, belum ada satupun yeoja yang kutiduri.”

Semua terkejut mendengar pengakuan Eunhyuk, termasuk Hanwoo. Namun gadis itu bernafas lega. Tak ada yang menyangka jawaban Eunhyuk akan seperti itu.

“Jika kalian tidak percaya, aku bersedia melakukan tes keperjakaan.” Ujar Eunhyuk.

Donghae seketika meledakkan tawanya hingga berguling-guling di lantai. Yang lain juga masih terbahak-bahak.

“Dasar bodoh! Kau pikir ada tes semacam itu? Baiklah. Aku percaya.” Ujar Hanwoo dan akhirnya sesi untuk mengadili Eunhyuk berakhir sudah.

Botol kembali diputar dan berikutnya yang mendapatkan giliran adalah Donghae. Yang bertanya kali ini adalah Yoora, dan Kyuhyun kembali memiliki pertanyaan. Yang lain belum juga memiliki hal yang ingin mereka ketahui dari seorang Lee Donghae.

“Baiklah, Yoora ya~ kau bisa mulai bertanya..” ujar Sungmin.

“Oppa,, aku.. ingin tahu. Tipe gadis idamanmu seperti apa.” Gadis itu sedikit malu saat mengungkapkan itu. Ia bahkan tidak menatap mata Donghae ketika mengungkapkannya. Sungmin dan Minrin saling pandang, dan Minrin mengangguk pada Sungmin.

“Tipe gadis idamanku?” Donghae berkata dengan suara rendahnya.

“Jangan bilang kau juga menyukai semua tipe gadis..” potong Hanwoo. Donghae hanya tertawa.

“Aku menyukai gadis yang tampil apa adanya. Jujur, dan mau berbagi serta bertukar pikiran denganku. Aku juga menyukai gadis yang mau berusaha mengubah dirinya menjadi lebih baik. Dan aku, menyukai gadis yang selalu tersenyum setiap bertemu denganku.” Donghae tersenyum. Hanwoo melirik ke arah Minji. Gadis itu hanya menunduk.

Yoora mengerti, sosok yang disebutkan Donghae sama sekali tidak ada padanya. Namun setidaknya ia tahu tipe gadis idaman Donghae sekarang.

“Baiklah. Giliranku. Hmm, menyambung pertanyaan Yoora, apakah saat ini ada gadis yang sedang kau sukai? Dari dulu aku tidak pernah melihatmu dekat dengan seorang yeojapun.” Tanya Kyuhyun.

Donghae menatap Kyuhyun, dan semua orang juga sepertinya menunggu jawaban Donghae.

“Ya, ada.” Jawab Donghae.

Kyuhyun merasa tersentak mendengar jawaban Donghae, begitu pula dengan yang lain. Hanwoo menyenggol lengan Minji di sebelahnya, dan gadis itu ternyata juga sedang menatap Donghae. Sementara Yoora, ia meremas tangannya. Siapapun gadis itu, ia yakin bukan dirinya.

“Siapa gadis itu? Apakah ia berada… di sini?” Kyuhyun melanjutkan.

Donghae menatap Kyuhyun makin tajam, dan Sungmin kembali bertatapan dengan Minrin, namun Minrin tidak bisa membaca situasi kali ini.

“Wow~” Hanwoo menggumam kecil. Ia melirik ke arah Minji sedari tadi.

“Ah! Kyuhyun ah! Kau tidak bisa bertanya lagi. Hanya boleh satu pertanyaan saja. Sudah ya, kita lanjutkan lagi ronde berikutnya.” Eunhyuk menepuk punggung Donghae lalu mengambil botol dan bersiap memutarnya lagi.

“Minji ah!! Yaaa! Ini giliranmu!” Hanwoo berteriak. Minji hanya diam dan berharap tidak akan mendapatkan pertanyaan yang sampai membuatnya harus berbohong. Berbohong katanya? Tentu saja ia tidak mungkin akan melakukan itu.

“Aku punya satu pertanyaan.” Ujar Sungmin.

“Aku juga punya.” Lanjut Donghae.

“Baiklah, yang lain masih ada? Kyuhyun ah, kau tidak memiliki pertanyaan?”

Kyuhyun hanya diam. Lagi-lagi ia merasa dirinya didahului. Karena tidak ada yang ingin mengajukan pertanyaan lagi, akhirnya Sungmin memulai.

“Minji ah~ sebenarnya ini bukan pertanyaan yang penting. Namun anggap saja ini hanyalah rasa penasaranku padamu. Kau jarang dekat dengan namja manapun selain kami. Tapi aku hanya ingin tahu, jika kau diharuskan untuk memilih salah satu diantara kami untuk dinikahi, siapa yang akan kau pilih?”

“Hei, kau tidak masuk hitungan hyung. Kau sudah menikah.” Komentar Eunhyuk.

“Anggap saja aku belum menikah. Bukankah Minji berhak memilih siapa saja? Ini hanya permainan. Aku yakin istriku tidak akan marah.” Sungmin melirik Minrin dan istrinya itu hanya tersenyum mengiyakan.

Hanwoo dan Yoora menatap Minji tajam. Hanwoo merasa Minji pasti akan memilih Donghae. Bukankah selama ini Minji dekat dengan Donghae? Yoora pun merasa pertanyaan ini adalah hal yang menarik. Ia sangat yakin Minji akan berpikir keras untuk memilih. Memilih satu diantara dua pilihan, bukan empat. Minji nampak berpikir keras, terlihat dari wajahnya. Ia tak menyangka Sungmin akan bertanya hal ini padanya.

“Aku.. aku akan memilih, mungkin.. mungkin aku akan memilih Donghae.” Ujar Minji.

Hanwoo tersenyum dan ia tidak ragu lagi mengapa Minji mengatakan itu. Sungmin dan Eunhyuk melihat ke arah Donghae, dan Kyuhyun hanya diam saja.

“Aku punya alasan. Bukankah oppa bilang untuk dinikahi? Aku berpikir bagaimana masa depanku jika kulewati bersama Eunhyuk. Kurasa dia akan meninggalkanku setiap hari. Sementara Donghae selalu bisa mengendalikan dirinya dan kurasa dia tidak akan mengambil keputusan yang gegabah hanya karena sebuah hal kecil.” Minji melirik ke arah seseorang.

Sungmin mengangguk dan ia merasa suasana sedikit tidak enak.

“Ah, baiklah kalau begitu. Aku puas dengan jawabanmu.” Ujar Sungmin.

Selanjutnya Donghae.

“Minji ah, apakah kau melakukan ciuman pertamamu dengan namja yang kau sukai?”

Semua orang tercengang dengan pertanyaan Donghae, termasuk Kyuhyun dan Yoora.

“Ini menarik. Aku juga ingin tahu.” Ujar Eunhyuk.

Minji tercekat. Darimana Donghae bisa melontarkan pertanyaan seperti itu? Ciuman pertamanya baru saja terjadi dua hari yang lalu, dan itu bersama Kyuhyun. Bagaimanapun juga, semuanya terjadi begitu cepat. Minji kembali mengingat bagaimana hal itu bisa terjadi, dan ia merasa malu pada dirinya sendiri. Mengapa pertanyaan yang harus dijawabnya malam ini begitu berat?

“Aku.. aku tidak akan melakukannya jika aku tidak menginginkan itu terjadi.” jawab Minji. Kyuhyun menatapnya. Donghae hanya tersenyum mendengar jawaban Minji. Minji harap jawabannya akan memuaskan semua orang.

Kyuhyun POV

Malam ini aku tidak bisa tidur. Saat ini aku benar-benar yakin jika Donghae juga menyukai Minji. Aku merasa dihempaskan ke tempat yang sama untuk kedua kalinya, dan yang kali ini lebih menyakitkan. Mulai dari pilihan gadis itu yang jatuh pada Donghae, lalu pertanyaan mengejutkan untuk Minji soal ciuman pertama. Apakah mereka pernah berciuman sebelumnya? Kurasa Donghae hanya ingin memastikan apakah Minji juga menyukainya melalui pertanyaan jebakan itu.

Aku tidak suka berada di posisi ini. Sekarang aku benar-benar menyesal mengapa aku memutuskan untuk pergi ke Kanada. Aku kehilangan banyak hal. Donghae masuk di saat Minji membutuhkan orang untuk membangkitkan hatinya. Lalu apa yang harus kulakukan sekarang?

Belum lagi masalah Yoora. Aku tidak bisa membiarkan gadis itu bersedih karena hal ini. Aku juga sangat yakin Yoora pasti makin membenci Minji dengan apa yang terjadi malam ini.

“Jika kau mau, lakukan satu hal untukku. Jika kau mencintai Minji, buatlah ia selalu melihatmu. Buat ia melupakan Donghae dan berhenti berada di dekat Donghae..”

Aku kembali terngiang-ngiang dengan ucapan Yoora kemarin malam. Sepertinya aku tidak boleh menyerah begitu saja. Aku harus mencari tahu kebenaran ini semua dari mulut Minji langsung. Aku tahu, Minji masih memberiku kesempatan karena ia tidak sepenuhnya menolakku waktu itu. Ya! Aku harus merebut hati gadis itu kembali. Aku tidak akan membiarkan gadis itu menjadi milik orang lain, termasuk sahabat baikku sendiri.

——————————————-

Author POV

Minji duduk sendirian di sudut perpustakaan, membaca buku sambil mengerjakan tugas yang belum dikerjakannya akibat liburan kemarin. Pikiran gadis ini tidak fokus, ia memikirkan hal-hal yang dialaminya selama di Phuket. Hal itu membuat tugasnya tidak kunjung selesai padahal sudah hampir tiga jam gadis ini berada di sini.

“Apa aku mengganggumu?” sebuah suara membuat gadis itu mendongak. Donghae tengah berdiri di hadapannya sambil tersenyum. Namja tampan itu kemudian mengambil kursi di depan Minji dan duduk di sana.

“Kau mengagetkanku..” ujar Minji.

“Sepertinya kau banyak pikiran. Apa ada yang bisa kubantu?” Tanya Donghae.

Minji membatin dalam hati. Namja ini sepertinya memang bisa membaca pikiran orang. Dalam hati gadis ini bersyukur Donghae menghampirinya di saat yang tepat, karena ada hal yang ingin dibicarakannya.

“Kau muncul di saat yang tepat.” Gumam Minji.

“Hahaha, sirine di otakku berbunyi dan mengatakan jika kau memang sedang ingin bicara denganku. Ayo katakan, apa yang membuatmu resah.” Balas Donghae membuat gadis ini kembali tertegun.

“Mengapa kau menanyakan hal itu waktu itu padaku? Apa kau peduli dengan ciuman pertamaku? Jika jawabanku kemarin itu adalah bohong,… apa..”

“Aku yakin kau tidak berbohong.” Donghae tersenyum. Minji merasa tertusuk.

“Lalu.. darimana kau tahu jika aku pernah..”

“Tentu saja aku tahu. Kau bahkan melakukannya dengan tulus.” ujar Donghae lagi.

Flashback-

Donghae tersenyum dalam hati. Ia merasa keputusannya untuk pergi sendirian tanpa Minji adalah hal yang tepat. Sangat terlihat Kyuhyun begitu ingin bicara dengan gadis itu, dan ia rasa dengan membiarkan mereka tinggal berdua adalah hal yang pasti diinginkan keduanya. Donghae berjalan dengan pelan mencari penjual minuman dengan menyusuri pantai. Ia menghirup aroma laut yang khas dan hal itu membuatnya sedikit lebih tenang.

Donghae kembali dan membawa tiga botol minuman untuk dirinya, Minji, dan Kyuhyun. Matahari Phuket begitu menyengat membuat ia ingin cepat sampai di tempat tadi. Namun entah kenapa, Donghae melambatkan langkahnya, bahkan ia merasa memang sebaiknya ia memberikan waktu lebih lama pada dua sahabatnya itu untuk bicara.

Panas makin menyengat, Donghae akhirnya memutuskan untuk kembali. Namun sepuluh meter dari gazebo, ia berdiri, mematung melihat pemandangan di hadapannya. Kedua orang itu sedang melepaskan rindu mereka. Bahkan dari jauh, Donghae bisa melihat jika hal itu tidak terjadi secara paksa. Sesaat namja itu tertegun melihat semuanya. Namun entah kenapa hatinya berkata lain, hal itu memang sudah seharusnya. Ia pun memilih untuk berbalik arah dan meninggalkan mereka berdua.

Flashback end-

“Maafkan aku..” gumam Minji. Ia tidak berani menatap mata Donghae.

“Untuk apa meminta maaf? Apa kau melakukan kesalahan?” balas Donghae.

“Aku.. tidak seharusnya melakukan itu. Aku malu.. padamu..”

“Bukankah sudah pernah kukatakan padamu, lakukanlah apa yang menjadi kata hatimu. Aku yakin tidak akan ada penyesalan setelah itu.”

Minji hanya diam, meremas tangannya sendiri.

“Minji ah, aku tahu perasaanmu yang sebenarnya. Jangan pernah membohongi dirimu sendiri, karena hal itu tidak akan berguna. Hatinya memang tidak pernah kemanapun, dan aku tahu kau juga seperti itu. Ia menunggumu.”

———————————-

“Bagus sekali, kau meninggalkan kuliahmu dan pergi meninggalkan rumah untuk berlibur. Apa kau pikir tindakanmu itu tepat? Kewajibanmu saat ini hanya belajar dengan benar. Bukan membuang-buang uang.”

Kyuhyun diam saja, mencoba menahan diri atas ucapan ayahnya. Ingin rasanya ia melawan, namun Kyuhyun mengakui jika keputusannya meninggalkan kuliah di Kanada adalah kesalahan besar di mata orangtuanya.

“Maafkan aku. Aku begitu merindukan semua orang sehingga kuputuskan untuk ikut pergi ke Thailand.”

“Baiklah, hal itu bisa kuterima. Tapi apa yang kau pikirkan dengan meninggalkan studimu yang bahkan tinggal sebentar lagi?”

“Dosen-dosenku sudah menyetujui masalah transfer studiku. Aku akan melanjutkannya di Inha.”

“Mudah sekali mulutmu bicara. Dulu kau yang mengambil keputusan secara mendadak untuk kuliah di sana. Lalu sekarang setelah menghabiskan biaya banyak untuk hidup di sana, kau seenaknya saja mengambil keputusan lain.”

“Kyuhyunnie, katakan pada omma apa yang membuatmu ingin melanjutkan studimu di sini.” Nyonya Cho berkata lembut.

“Aku bosan.”

“Kau lihat? Anakmu bicara seolah-olah ia bisa menciptakan uang dengan mudah.” Balas tuan Cho.

“Lalu bagaimana sekarang? Sudahlah, kita biarkan saja dia menjalani apa yang dipilihnya. Lagipula Kyuhyun sudah besar, ia tahu apa yang dilakukannya.”

“Terserah kau saja. Kau bebas mengatur hidupmu sendiri.” Ujar Tuan Cho pasrah.

—————————————

Kyuhyun meminum teh yang disajikan pelayan café, lalu menatap namja di depannya. Donghae nampak begitu santai dan menanti apa yang akan dikatakan Kyuhyun.

“Sudah lama tidak mengobrol berdua denganmu seperti ini..” ujar Kyuhyun, berbasa-basi.

“Haha, dulu kau hanya datang padaku jika ada tugas musik yang tidak kau mengerti.” Donghae menanggapi.

“Bukan begitu. Kurasa aku terlalu sibuk. Hahahha..” Kyuhyun tertawa.

“Kau terlalu sibuk dengan satu orang hingga mengabaikan kami.”

Kyuhyun terdiam sesaat. Ia kembali meneguk teh hijaunya dan memandang Donghae.

“Ceritakan padaku, apa saja yang terjadi selama aku pergi.”

“Maksudmu Minji bukan?”

“Apa saja. Apa saja yang tidak kuketahui..”

“Kau salah paham padanya. Henry bukanlah siapa-siapa. Mungkin namja itu sudah lama menyukai Minji, hanya saja ia tak pernah mendapat kesempatan untuk mendekati gadis itu karena ia selalu bersamamu.”

“Kurasa aku sangat egois di mata kalian. Dan sepertinya kalian pasti sudah tahu mengapa aku seperti itu.”

“Jangan khawatir. Ia hanya bercerita padaku, tidak Eunhyuk, dan bukan juga Sungmin hyung. Karena itulah aku mulai sering bersamanya. Kurasa ia terlalu kesepian dan selalu membutuhkan teman sebagai tempatnya bersandar.”

“Gomawo kau sudah menjaga dan menemaninya. Ia bahkan bisa mendandani dirinya sendiri sekarang. Semua berkat kau.”

“Kau tenang saja. Tidak pernah ada cerita spesial tentang kami, kecuali..”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Ia was-was Donghae akan mengatakan hal yang sama sekali tidak ingin didengarnya.

“Kecuali jika kau terlambat menemuinya kembali.. hahhahahha..” Donghae tertawa.

“Apa menurutmu kami bisa dekat lagi?  Aku tidak bisa berhenti memikirkannya.”

“Aku percaya kau bisa mengembalikan semuanya, Kyuhyun ah. Tapi kau harus berjanji satu hal padaku..”

“Mwo?”

“Ternyata sangat tidak enak melihatnya bersedih dan menangis. Jadi kumohon, kalau kau sampai membuatnya menangis lagi, mungkin aku tidak akan ragu lagi untuk mengambil posisimu.”

Kyuhyun menatap Donghae sambil tersenyum, lebih seperti sebuah seringaian.

“Lee Donghae.. ini terdengar seperti sebuah ancaman di telingaku.”

“Tidak. Tentu saja tidak. Hanya peringatan. Karena kurasa ia akan bahagia jika kau bersamanya.”

—————————————

Minji POV

Aku meminta taxi berhenti tepat di depan club ini. Dasar Eunhyuk, ia pasti ingin melihat gadis-gadis sexy makanya mengajakku untuk bertemu di sini. Setelah memastikan jika mobil Eunhyuk memang benar sudah terparkir rapi di halaman tempat ini, aku segera turun dan membayar taxi.

Tempat ini tidak memiliki pencahayaan yang bagus, makanya aku tidak pernah suka pergi ke club malam semacam ini. Mataku mulai mencari-cari sosok Eunhyuk, namun sepertinya ia tidak ada di depan bar. Aku sedikit risih karena beberapa pria menyebalkan melirikku dan menggodaku. Huh, aku lupa jika tempat ini dipenuhi manusia berotak mesum. Semestinya aku memakai celana panjang, bukan hot pants seperti ini. Ketakutan akan disentuh pria-pria menjijikkan ini membuatku ingin segera menemukan Eunhyuk. Ah.. akhirnya aku menemukannya sedang duduk ditemani seorang wanita yang tak kukenal dan beberapa botol wine di salah satu meja dengan sofa merah.

“Yeongri ah~ kau boleh pergi. Temanku sudah datang.” Eunhyuk berkata dengan sangat manis sambil memberikan flying kiss pada wanita yang bahkan menurutku jauh lebih tua daripada Eunhyuk. Namun kuakui, ia bertubuh sexy. Wanita itu pun melirik ke arahku dengan tatapan tidak suka, seolah aku telah merebut Eunhyuk darinya.

“Yaaa! Mengapa kau datang sendiri?” tiba-tiba Eunhyuk berkata seperti sedang kesal.

“Wae? Kau hanya bilang ingin bertemu denganku lalu mengapa kau bertanya? Dasar sinting.” Ucapku.

“Huh, kukira kau akan datang bersama gadis bodoh itu. Padahal aku sengaja mengajakmu bertemu di tempat seperti ini dengan harapan kau akan malas datang sendiri dan mengajaknya ikut menemanimu.” Ia meminum winenya.

“Ternyata begitu rupanya cara kerja otak seorang playboy sepertimu. Yaa! Kau tidak bisa seenaknya saja mengincar sahabatku. Apa kau pikir dia gadis yang mudah didekati dan mudah termakan rayuanmu itu?”

“Hahhahaha, Minji ah, kau tidak tahu jika sahabatmu itu diam-diam sangat menarik.” Eunhyuk berkata dengan wajah menyebalkan.

“Huh, terserah kau saja. Lalu ada urusan apa mengajakku bertemu? Jangan bilang jika kau hanya memanfaatkanku untuk bisa bertemu Hanwoo.”

“Aku tidak selicik itu. Justru aku yang merasa sedang dimanfaatkan seseorang. Tunggulah sebentar, lebih baik kau minum dulu.” Tawar Eunhyuk.

Aku menuang wine ke gelasku lalu meminum minuman beralkohol itu. Entahlah, sejak kuliah aku jadi bisa meminum minuman ini. Tapi tentu saja aku tidak bisa meminumnya dalam kadar yang tinggi, karena aku tidak cukup kuat.

Lima belas menit kemudian, seorang namja nampak mendekat ke meja kami menembus cahaya remang-remang. Namun semakin dekat, sepertinya aku mengenal sosok namja tinggi yang menggunakan jaket kulit hitam itu. Kyuhyun.

“Mianhae, kalian menunggu lama.” Ucapnya lalu duduk di sebelahku. Aroma parfum yang begitu khas menguar dari tubuhnya, dan itu sangat kusukai. Baunya membuatku nyaman. Kyuhyun sepertinya telah merubah parfumnya, dan aku lebih menyukai yang ini.

Ia mengambil gelas di meja dan menuang red wine yang beralkohol cukup tinggi. Aku tahu, Kyuhyun memang sangat kuat minum. Ia bisa mengalahkan Eunhyuk, Sungmin oppa, dan juga Donghae. Aku hanya menatapnya diam-diam, sedang malas untuk berkomentar. Lagipula aku sama sekali tidak tahu jika Kyuhyun akan datang. Jika aku mengetahui hal ini sebelumnya, mungkin aku tidak akan datang. Aku meminum isi gelasku untuk menghilangkan rasa gugupku. Namun sepertinya aku salah, karena Kyuhyun seketika menatap tajam ke arahku.

“Sejak kapan kau belajar minum, nona Kang?” Kyuhyun bertanya.

Sial. Ia pasti akan marah padaku sekarang. Tapi apa peduliku, dia bukan orang yang berhak mengatur hidupku dan menciptakan aturan-aturan bodoh untuk kutaati seperti dulu.

“Sejak aku mulai menyadari jika minuman ini sangat enak..” jawabku seadanya.

Kyuhyun hanya menyeringai kecil mendengar jawabanku.

“Baiklah. Kurasa tempat ini tidak cocok untuk kita bicara. Hyuk-ah~ gomawo sudah membawanya kemari. Kami pergi dulu. Bersenang-senanglah.” Kyuhyun bangkit dari duduknya dan ia menarik tanganku.

“Yaa! Kita mau kemana? Apa maksudnya ini semua?” tanyaku bingung.

“Minji ah, pergilah. Tapi sebelumnya aku ingin meminta sesuatu darimu.” Eunhyuk tiba-tiba mengambil ponselku. Sepertinya ia sedang menyalin sesuatu. Semenit kemudian ia mengembalikan benda itu padaku.

“Gomawo~ bersenang-senanglah di tempat lain.” Eunhyuk tersenyum lebar.

Kyuhyun mengajakku ke luar dari club malam yang bising ini dan ia menggandengku seolah aku adalah kekasihnya. Bau asap rokok dimana-mana membuatku ingin muntah dan aku hanya bisa merapatkan tas tangan yang kubawa agar tidak terlepas. Ia membawaku ke mobilnya, kemudian mengajakku pergi entah kemana.

Kyuhyun memberhentikan mobilnya di pinggir danau buatan yang ada di tengah kota Seoul. Pemandangan malam di tempat ini memang sangat bagus, dan aku sedikit menyesal tidak membawa jaket. Tentu saja kaos polos yang kupakai tidak bisa melawan udara malam, apalagi kakiku gemetar karena aku hanya mengenakan hot pants. Musim dingin memang baru saja berakhir, namun tentu saja udara belum berubah drastis.

“Apa yang akan kita lakukan di sini?” tanyaku memberanikan diri.

Kyuhyun hanya menatap ke arah danau dengan latar pemandangan kota yang gemerlap di malam hari. Aku menatapnya dari samping, sepertinya orang ini begitu bahagia malam ini. Entahlah, aku melihat senyuman tak berhenti terukir dari bibirnya sejak tadi, meskipun tidak begitu terlihat.

“Tidak ada.” Ujarnya.

Kyuhyun POV

Aku gugup sekali, namun sangat senang karena tidak akan mungkin ada yang mengganggu kami saat ini. Mengetahui gadis ini berdiri di sebelahku dengan wajah bodohnya, membuatku tertawa geli dalam hati. Aku yakin gadis ini pasti akan membunuh Eunhyuk besok.

Aku melihat ke arahnya, dia benar-benar cantik meskipun tampil apa adanya seperti ini. Kaos coklat polos dan hot pants yang begitu pas di tubuh mungilnya, makin memperlihatkan jika gadis ini memang seorang wanita. Minji bukan lagi gadis yang cuek seperti dulu. Jauh dalam hati kecilku, aku menyukai perubahannya yang semakin feminin, terlebih jika ia hanya bersamaku seperti saat ini.

“Mengapa kau menatapku seperti itu?” ia bertanya sedikit sinis.

“Hmm.. besok jika kau keluar malam lagi jangan pernah memakai pakaian seperti ini. Kau pikir enak kedinginan seperti itu?” balasku tak kalah sinis.

“Huh! Seharusnya jika kau namja yang baik, kau pinjamkan jaket kulitmu itu padaku.” Ujarnya lagi tanpa menatap ke arahku.

“Hey, kau kira ini drama? Lagipula aku bukan pria romantis seperti di drama-drama itu. Aku juga kedinginan.” Jawabku egois, membuatnya kesal.

Minji kemudian maju ke depan dan meletakkan tangannya pada besi pembatas jembatan, menatap ke danau sambil merutuk sendiri. Aku tertawa geli melihatnya.

“Aku memang bukan pria romantis, tapi aku punya cara lain bagaimana agar kita berdua tidak merasa kedinginan.” Ucapku sambil memeluknya dari belakang. Aku tahu Minji terkesiap saat tubuh mungilnya berada dalam dekapanku, namun sama sekali tak kurasakan energi penolakan darinya. Aku yakin ia merasa hangat, apalagi tubuhku yang jauh lebih tinggi darinya pasti bisa menghalangi angin yang menerpanya dari belakang.

Kupererat tanganku di perutnya, dan Minji melepaskan tangannya dari besi pembatas. Perlahan kurasakan ia meletakkan tangannya di atas tanganku. Kuletakkan daguku di kepalanya, aroma rambutnya yang wangi bisa kucium dengan sangat jelas.

“Aku rindu sekali saat-saat seperti ini, di mana hanya ada kau dan aku.” Ujarku pelan.

“Cho Kyuhyun, kau berubah banyak..” balasnya.

“Oh ya? Aku tahu aku semakin tampan dan itu membuatmu makin jatuh cinta padaku bukan?” ucapku percaya diri.

“Aku tidak pernah mengatakan jika aku jatuh cinta padamu.”

“Tapi itu terlihat jelas, nona Kang. Bukankah kau mengatakan sendiri waktu itu,  kau tidak akan berciuman jika kau tidak menginginkan itu terjadi? ”

Minji memberontak saat aku mengatakan itu namun kupererat pelukanku hingga ia tak bisa bergerak lagi.

“Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan waktu itu. Jangan menjebakku dengan pernyataan bodohku itu! Aku tidak tahu harus menjawab apa waktu itu!” ia berkata dengan kesal.

“Hahaha, kau kira aku bodoh? Aku mengenalmu sudah sejak kecil. Ayolah, katakan saja jika kau memang sudah menungguku. Jika tidak, mengapa kau begitu sedih saat aku meninggalkanmu?” aku berusaha memancingnya lagi.

“Kau licik dan jahat. Mengapa kau begitu percaya diri?” balasnya lagi.

Aku melepaskan pelukanku, lalu membalik tubuh mungilnya agar menghadapku, meletakkan kedua tanganku di bahunya. Hembusan angin membuat rambutnya sedikit berantakan, bahkan menutupi sebelah mata indahnya. Aku menyingkirkan poninya itu agar bisa melihat matanya dengan jelas. Aku bisa melihat mataku di matanya.

“Hei, nona manis.. apakah kau serius akan memilih Donghae untuk kau nikahi? Jangan lupa, dulu kau selalu bilang jika tak ada namja yang merebut hatimu sampai akhir, paling tidak kau akan menikah denganku.” Aku menatapnya. Kulihat wajah putihnya mulai bersemu merah, dan ia membuang mukanya ke arah lain.

“Sejak saat itu, aku semakin yakin jika suatu saat kau pasti akan jatuh ke tanganku. Aku akan pastikan tidak ada seorang namjapun yang akan merebut hatimu, sampai akhir.”

“Cho Kyuhyun, kau sangat sombong. Bagaimana jika kini sudah ada namja lain yang merebut hatiku?” ia kembali menatapku. Haha, gadis ini menantangku.

“Aku akan merebutmu kembali. Kau tidak boleh melirik siapapun.” Aku berkata pelan, menegaskan kalimat terakhirku. Minji hanya diam, sepertinya ia tak punya kata-kata lagi untuk membalasku.

“Minji ah, mulai malam ini, kau tidak boleh melirik namja manapun lagi. Aku sudah kembali, dan aku akan melindungimu untuk seterusnya.”

Minji menatapku tanpa berkata apapun. Kuanggap tidak ada penolakan lagi darinya. Aku memegang wajahnya, lalu mencium keningnya perlahan.

—————————————

Minji POV

“Bukan aku! Aku tidak pernah memberikan nomor orang sembarangan tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Dia merebut ponselku tiba-tiba dan sepertinya ia menyalin kontakmu dari situ.” Aku membela diri. Hanwoo menduga akulah yang memberikan nomor ponselnya kepada Eunhyuk secara cuma-cuma.

“Huh, namja menyebalkan itu merayuku dengan kata-kata manis. Padahal sebelumnya ia selalu mengataiku ini dan itu.” Ujar Hanwoo.

“Hahahha.. bersiaplah menjadi korban kesekiannya. Ia bahkan mengira aku akan mengajakmu kemarin malam. Dasar lelaki hidung belang penuh modus.” Gumamku lagi.

“Entahlah. Kurasa Eunhyuk tidak seburuk itu.” Hanwoo seolah bicara pada dirinya sendiri.

“Jangan bilang kau sudah terbius pesona palsunya!” aku berkata.

“Hei, jangan sembarangan. Jika boleh kubandingkan, ia tak ada apa-apanya dibandingkan Kyuhyun. Huh, Kyuhyun itu begitu tampan, dan misterius. Hah, tapi percuma saja jika aku berkata seperti itu padamu. Kurasa tetap yang terbaik bagimu adalah Lee Donghae. Iya kan?” Hanwoo malah menggodaku.

Aku hanya diam saja. Aku bahkan tidak mengerti dengan pikiranku sekarang. Sejak kemarin malam, aku terus saja memikirkan Kyuhyun. Aku merindukan aroma tubuhnya dalam sekejap, merindukan suaranya dan kata-katanya yang sombong namun membuatku melayang. Aku ingin bertemu dengannya lagi.

“Minji ah, kau melamun. Apa yang kau pikirkan? Donghae?”

“Kumohon Hanwoo ya~ aku dan Donghae tidak ada apa-apa. Kami hanya bersahabat, seperti Eunhyuk, dan juga Sungmin oppa.”

“Kau selalu saja begitu setiap aku menggodamu. Padahal jelas-jelas kau dan Donghae menyiratkan kalian memang memiliki sesuatu yang spesial saat games malam itu. Kau tahu? Kurasa Yoora yang sombong itu bahkan juga terpikat pada Donghae. Aku melihatnya sangat antusias saat bertanya tipe ideal Donghae dan dia begitu kesal saat kau memilih Donghae waktu itu.”

Aku terdiam menanggapi perkataan Hanwoo. Haruskah aku menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada gadis ini? Kurasa ia harus tahu yang sebenarnya agar ia berhenti menggodaku dan Donghae.

“Hanwoo ya~ berhentilah menggodaku. Yoora memang menaruh hati pada Donghae..”

“What?! Hei! Kalau begitu kau harus merebutnya! Lagipula kau yang dekat dengan Donghae, bukan dia..”

“Bukan masalah itu, lagipula aku mulai sadar jika kedekatanku dan Donghae memang hanya sebatas sahabat. Ia sudah seperti kakakku. Ternyata perasaanku memang bukan untuknya.”

“Chakkaman. Itu berarti, kau menaruh hati pada orang lain?” Hanwoo merapatkan tubuhnya ke arahku.

“Minji ah, ayo pulang.” Tiba-tiba sebuah suara mengagetkanku. Kyuhyun. Bagaimana ia bisa muncul di sini?

“Ka., kau? Mengapa kau selalu muncul tiba-tiba? Apa maksudmu mengajakku pulang?” aku berkata gugup, mengingat ada Hanwoo di sebelahku.

“Oh ya, sebelum mengantarmu pulang sebaiknya kita makan siang dulu. Aku lapar sekali, kau juga belum makan bukan?” ia menggandeng tanganku. Seperti kemarin, menggandengku paksa.

“Kyuhyun ah~ kau ini.. aduh lepaskan aku. Ini kampusku..”

“Memangnya ada larangan di kampus ini seorang namja menggandeng kekasihnya sendiri? kau ini ada-ada saja..”

Aku memejamkan mataku, membayangkan bagaimana ekspresi Hanwoo saat mendengar ini semua. Kyuhyun sudah keburu mendorongku menuju ke mobilnya dan Hanwoo memasang wajah seolah ia butuh penjelasan dengan apa yang baru saja dilihatnya.

———————————-

Author POV

Yoora membanting PSPnya, merasa bosan. Seharian ini ia hanya ada di rumah, karena memang jadwal kuliahnya kosong. Appa dan ommanya sedang menghadiri sebuah jamuan makan malam, dan ia merasa heran karena Kyuhyun sudah dua hari ini selalu pulang malam.

“Huh, dia tak menjawab telponku..” kesal Yoora. Berkali-kali ia menghubungi Kyuhyun bahkan mengirimkan pesan namun tak ada tanggapan dari namja itu.

Yoora kemudian berpikir untuk menghubungi Donghae. Ia menekan-nekan kontaknya mencari nama Donghae, namun keraguan menyelimuti gadis itu.

“Apa yang sedang dikerjakan Donghae oppa ya? Ataukah mungkin Kyuhyun sedang bersamanya juga?”

Akhirnya Yoora menjawab rasa penasarannya dengan menghubungi Donghae. Gadis itu meremas bantal di pelukannya, tanda ia benar-benar nervous.

“Yoboseyo.” Suara berat Donghae membuat gadis itu menghela nafas lega.

“Oppa.. aku mengganggumu?”

“Tidak juga.”

“Kau sedang apa?”

“Aku baru saja makan malam.”

“Apa Kyuhyun bersamamu? Dia tidak menjawab telpon dan juga pesanku.”

“Oh, dia tidak di rumah? Ah, aku tidak bertemu dengannya sejak kemarin.”

“Oh, begitu rupanya. Iya, dia tidak ada di rumah. Aku.. kesepian. Aku sendirian di rumah.”

“Hmm.. begitu ya.. sebaiknya kau tunggu saja. Lebih baik kau menonton film atau mengerjakan tugasmu.”

Yoora sedikit kecewa karena Donghae tidak menangkap maksudnya. Padahal ia sangat berharap Donghae akan menawarkan diri untuk menemaninya. Tapi sepertinya itu memang tidak mungkin. Siapa dirinya? Ia berpikir Donghae bahkan tidak meliriknya. Jika saja Minji yang menelponnya, mungkin saja Donghae akan bergegas meluncur menemani gadis itu. Namun Donghae berpesan agar dirinya mengerjakan tugas saja. Yoora merasa ada angin segar.

“Ah, oppa.. hmm.. bolehkah aku meminta bantuanmu? Ada tugas yang tidak kumengerti. Bukankah kau sudah pernah mempelajari ini sebelumnya?”

“Tentu saja. Datanglah ke perpustakaan jika kau mau belajar. Kau bisa menemuiku kapan saja.”

Yoora tersenyum karena ternyata Donghae tidak menolaknya. Ada untungnya juga Donghae adalah kakak kelasnya di jurusan yang sama.

“Baiklah. Gomawo atas bantuannya oppa.”

Yoora menutup telponnya dengan senang hati. Ia merasa sangat bahagia, akhirnya ada kesempatan untuk dekat dengan namja yang sangat disukainya itu.

“Aku menyukai gadis yang tampil apa adanya. Jujur, dan mau berbagi serta bertukar pikiran denganku. Aku juga menyukai gadis yang mau berusaha mengubah dirinya menjadi lebih baik. Dan aku, menyukai gadis yang selalu tersenyum setiap bertemu denganku.”

Yoora kembali terngiang-ngiang akan ucapan Donghae waktu itu. Gadis ini akan berusaha untuk menjadi apapun yang bisa membuat namja itu merasa senang.

—————————

“Aku mulai pindah ke Inha lusa. Jadi kita bisa sering bertemu.” Ujar Kyuhyun. Gadis di sebelahnya tak bergeming, tetap asyik dengan novel yang sedang dibacanya. Kyuhyun menoleh dan tersenyum. Ia tahu meskipun Minji tidak melihatnya, gadis itu pasti mendengar apa yang diucapkannya.

“Hey, kau tahu? Kau tidak berubah dari dulu. Jika membaca buku, seolah kau hanya hidup sendiri dan tidak peduli pada apapun.” Ucap Kyuhyun. Mendengar Kyuhyun mengomentari hobinya, Minji menoleh pada namja itu.

“Jika tidak suka, kau bisa meninggalkanku sekarang.” Ujar Minji.

“Hei, aku tidak bilang tidak suka. Lagipula melihatmu saja walaupun hanya diam sudah membuatku nyaman.” Balas Kyuhyun.

Sekali lagi, Minji merasa melayang dengan ucapan namja ini. Ia mengalihkan perhatiannya dengan kembali membaca buku, meskipun konsentrasinya telah buyar.

“Kau kira empat tahun waktu yang singkat? Aku pergi ke sana membawa sakit hati yang dalam. Harus menahan diri untuk tidak menghubungimu, tidak mengabarimu, dan yang paling menyiksaku adalah tidak bisa melihat wajahmu dan mendengar suaramu. Itu bayarannya mahal, nona Kang.” Kyuhyun meletakkan tangan kanannya di bahu gadis itu. Minji tetap tak bergeming.

“Untuk itu, ijinkan aku berada di dekatmu untuk berlama-lama, itu akan membayar kerugianku selama berada di sana.” Lanjut Kyuhyun lagi.

Kali ini Minji menatapnya lagi, lalu gadis itu menutup bukunya.

“Lakukan saja apa yang kau suka. Aku mau pulang sekarang. Besok aku ada quis pagi.” Kata Minji akhirnya. Gadis itu lalu bangkit dari duduknya.

“Aku antar kau pulang.”

“Mengapa kau selalu memaksa?”

“Sudah kubilang, aku akan memanfaatkan waktu agar bisa berlama-lama bersamamu.”

———————————-

Kyuhyun POV

Akhirnya mulai hari ini aku resmi melanjutkan semester akhirku di Inha University. Karena Eunhyuk mengambil jurusan yang sama denganku, aku mengikuti program dan kelas yang sama dengannya. Kuakui suasana belajar di sini dan di Kanada memang jauh berbeda, tapi setidaknya sekarang aku merasa nyaman karena berada di rumahku sendiri, dan yang paling penting aku bisa melihatnya setiap hari.

“Kau lihat, mata semua yeoja di gedung ini tertuju padamu.” Ujar Eunhyuk saat kami berjalan ke luar kelas hari ini.

“Aku tidak heran. Bahkan Miss Jung menyukaiku. Bukankah begitu?” balasku dengan bangga. Ya, aku merasa dosen muda yang mengajarkan kelas bahasa Inggris tadi selalu saja mencuri pandang ke arahku.

“Sepertinya kau bisa menjadi ancaman bagiku. Kau bisa merebut pamorku.” Eunhyuk menepuk bahuku.

Memang, kuakui mata setiap gadis di kampus ini melihat ke arahku dengan tatapan lapar. Seandainya saja aku memiliki otak yang sama dengan Eunhyuk, kurasa akan sangat mudah untuk mengencani mereka satu persatu. Mungkin hal inilah yang dirasakan Eunhyuk selama ini sehingga ia memutuskan untuk bermain-main dengan banyak gadis.

“Bagaimana dengan Minji?” Eunhyuk bertanya saat kami baru saja memesan makan di cafeteria kampus ini.

“Kurasa ia sudah memaafkanku.” Jawabku singkat.

“Baguslah. Memangnya kau membawanya kemana malam itu? Apa yang kau lakukan hingga akhirnya ia memaafkanmu?” Eunhyuk ingin tahu.

“Menjadikannya milikku.”

Eunhyuk nyaris tersedak saat mendengar jawabanku. Ia meminum isi gelasnya lalu kembali melihatku.

“Kau jangan macam-macam. Katakan terus terang kalian pergi kemana?”

“Tidak kemana-mana. Aku hanya mencoba mengutarakan perasaanku saja padanya.”

Eunhyuk semakin tidak mengerti. Kurasa aku harus memberitahu sesuatu.

“Hyuk-ah. Jika aku memiliki perasaan lebih padanya, apa kau akan marah?”

Namja ini seakan bingung dengan apa yang kukatakan.

“Aku tahu posisi kita berempat adalah sama-sama sahabat baiknya. Tapi ternyata aku memiliki perasaan lain, seperti seorang pria pada wanita.”

“Arrasseo. Aku tahu baginya kau jauh lebih spesial dibandingkan dengan kami. Dari dulu kaulah yang paling dekat dengannya. Aku tidak heran jika memang ada sesuatu pada kalian. Hanya saja..”

“Wae?”
“Kuharap Donghae tidak merasakan hal yang sama sepertimu. Karena semenjak kau pergi, ia nampak begitu nyaman dengan Donghae.”

“Aku tahu itu. Maka dari itu aku meminta pendapatmu. Aku hanya ingin kau memberiku kesempatan dan ruang untuk berlaku lebih padanya.”

“Tentu saja. Lagipula gadis itulah yang akan menentukan siapa pilihannya. Kuharap Donghae tidak menempatkan dirinya pada posisi yang sama sepertimu.”

—————————————

Entah ini hanya perasaanku saja, namun sepertinya sesuatu sedang terjadi pada appa. Ia hanya diam saja bahkan makan malam ini terasa hambar karenanya. Aku dan Yoora saling pandang, namun kurasa gadis ini juga tidak tahu apa yang terjadi. Hanya omma yang kurasa paham apa yang sedang terjadi pada appa. Apa jangan-jangan appa sedang sakit?

“Kyuhyunnie, setelah makan malam ini kau temui omma di ruang tengah. Yoora, kau langsung ke kamarmu.” Ujar omma.

Aku menurut dan menemui omma. Kukira appa juga ada di sana, namun memang hanya ada omma di sana. Aku duduk di depannya dan omma hanya diam saja. Sepertinya sesuatu yang serius telah terjadi.

“Ada yang ingin omma katakan?”

“Kyuhyunnie, ada hal penting yang ingin kami sampaikan. Tapi omma mohon jangan beritahu Yoora. Omma rasa kau sebagai anak sulung wajib mengetahuinya.”

Aku diam dan menunggu, entahlah, kurasa ini bukan kabar yang bagus.

“Perusahaan sedang mengalami kerugian besar. Proyek kita di Shanghai gagal dan para pemegang saham sepertinya tidak percaya lagi pada kita. Appamu menanggung semua kerugian ini sendiri, dan jumlahnya sangatlah besar.” Omma menatapku.

Apakah aku sedang bermimpi? Tapi kuharap iya karena ini benar-benar buruk. Aku tahu appa mempunyai proyek besar yang sudah menghabiskan biaya banyak, meskipun aku tidak terlalu ambil pusing.

“Hal ini membuat perusahaan berhutang besar, bahkan para karyawan mulai menuntut ganti rugi atas kerja keras mereka.”

“Lalu bagaimana?” lidahku kelu.

“Kemungkinan besar appamu akan menjual perusahaan pada pihak yang lebih berkuasa.”

“Andweee! Ini tidak bisa!”

“Kyuhyunnie, tidak ada jalan lain lagi..”

“Tapi ini satu-satunya aset kita omma! Apa tidak ada cara lain? Aku bahkan sengaja belajar bisnis agar kelak bisa membawa perusahaan ini ke arah yang lebih baik!”

“Maafkan kami, Nak. Omma rasa appamu juga tidak menginginkan ini. Tapi hanya ini satu-satunya cara agar terbebas dari hutang dan bertahan hidup. Kita tetap bisa mengelola perusahaan, hanya saja namanya sudah bukan atas nama kita.”

“Sama saja omong kosong. Itu artinya kita bekerja untuk orang lain..” ujarku pasrah.

“Appa berpesan agar kau bisa menerima ini. Kita mulai lagi dari awal. Kau masih muda, kami yakin kelak kau bisa membangun sesuatu yang lebih besar dari apa yang sudah appamu raih.”

Aku tidak kuat lagi mendengar ini semua. Kuputuskan untuk meninggalkan ruang tengah tanpa pamit. Segera kuambil jaket dan juga kunci mobil. Aku butuh sesuatu untuk menenangkan pikiranku. Pasti ada cara lain. Aku yakin pasti ada cara lain.

—————————-

Minji POV

Aku terbangun karena suara gaduh di depan rumahku. Kunyalakan lampu, ini masih jam 1 pagi. Ya Tuhan makhluk apa yang begini tidak punya kerjaan membuat kekacauan saat jam-jam seperti ini?

Aku turun dan membuka pintu rumahku. Di pagar depan satpamku tengah bergumul dengan seseorang. Chakkaman! Aku sepertinya mengenal mobil itu. Bukankah itu mobil Kyuhyun?

“Paman, bantu aku membawanya masuk.”

Aku mengelap wajahnya dengan air hangat setelah semuanya membaik. Apa yang terjadi padanya hingga mabuk seperti ini? Daritadi ia terus saja muntah, dan itu benar-benar merepotkan. Akhirnya Kyuhyun mulai tenang dan ia terbaring lemas di kamar appa. Wajahnya kelihatan begitu lelah, rambutnya berantakan.

Aku melepas jaket kulit yang dipakainya, melepas juga kaosnya yang basah dan kotor karena muntahannya sendiri. Aku membuka sepatunya. Dari tadi ia menggumamkan sesuatu yang tidak jelas. Aku masih bersyukur ia bisa selamat sampai di rumahku. Kyuhyun memang cukup kuat minum, namun sangat jarang ia sampai mabuk seperti ini. Kurasa ia memang sedang ada masalah, tapi mungkin besok saja aku mencari tahu darinya.

Aku duduk di sebelahnya, mengusap keningnya dengan tanganku. Kurapikan rambutnya, kurasa aku belum bosan memandang wajah tampannya yang terlelap ini. Kutelusuri hidung mancungnya dengan jariku, dan terhenti saat menyadari bibir tebalnya sedikit terbuka saat tidur. Aku menyadarkan diriku sendiri. Sudah jam 3 pagi. Kutarik selimut menutupi tubuhnya yang setengah telanjang, lalu mematikan lampu dan melangkah ke kamarku sendiri.

“Jaljayo, Kyuhyun ah..”

TBC-

Kayaknya ini kependekan deh.

Tapi beneran uda ga kuat ngetik lagi, otak mandek daripada kebablasan ntar malah jadinya ga nyambung kemana-mana.

Gimana menurut teman-teman reader?

Ini lebai -__-

Tapi thanKYU masi mau baca

Don’t forget to put your comment

Iklan

79 thoughts on “[3] Your Guardian

  1. Ff macam apa ini?
    Eh lee sungmin, kamu tidak tahu berhemat! Ah yeobo kurang dipopo~

    Makin penasaran, meskpun kyu~minji telah brsatu dan tanda2 kdekatan hae-yoora mulai trlhat, bgtu jg dng hyuk-hanwoo.
    Tapi..tapi masalah kyuu bgaimana? Knp jd makin cmplicated? T.T

    Cpt lanjutkan!

    Suka

  2. daebakkida!!!

    iya agak pendek dikit,err kok aku ngebayangin pas mereka liburan kyk di bbf ya…
    err…. itu knp akhirnya complicated bgt?trus kyu gmn jadinya?mending gg usah jual perusahaan,nikah aja ama minji terus ‘merger’ perusahaanny deh..

    Suka

  3. author mana author ?????
    Kependekan iniiiih iyaaa T__T

    aduuh gimana yaa FFnya ini sukaa sekaliii … Kembalii membaca dengan kepala yang berasap waktu main botol2an itu hadooh ..

    aeet eunhyuk ajak hanwoo ae ?? Kiirrkirrr
    Dapet banget playboynya hyuk apalagi waktu di club ituu ! Aah~
    Lol lol lol aku ngakak ada ngabsenin song raerin , han sora , jung dongri, kim ji ah , adi ade konyangan kitaa ?? Hahaha

    tapi kenapa donghae gak pernah sadaar T_T yobo liat yoora bo hadooh kok dia gak peka sekali, sumpah pedalem yooranyaa …
    *menenggelamkandirilagi*
    dan sumpah onn demi apaa dongek baik sekali disiniii errr~ gimana yah ? Haduuh~

    Kampreet aku bacanya sambil gigit selimut nok !!!
    Suksess !! Part 4 manahh ??
    Aduh apa lagi ini kerugian perusahaan ?? TT
    Kyuhyun aku suka sombong2nya kyuhyun suka sekalii ..
    Aku suka adegan pas di pinggir danau ..

    Klee FF ini kebayang sekalii nok huahuah oksigen manaah oksigen ??

    Isshishii sungmin minrin nuah tawang be bulan madu kepariss T__T
    Oleh2 !!!

    Suka

  4. Yah malah iklan lg deh.. Hehe :p udh seru pdahal. Tp , semangat yah, kuharap critanya bsa cepet berlanjut. Dan kuharap lee donghae dg yoora. Aku suka kisah cinta diam diam itu.

    Critanya gak alay koq. ^^

    Suka

  5. Imiiihhhh…yeobo saya adi Malaikat sekali disini nukkkzzz…Iiisshhhh…tapi tetep Babo !!!! Kurang peka ma perasaan perempuan…muakakakkkk…

    Iiissshhhhh….apalagi ini???? KyuHyun Bangkrut ?? Aaiihhh…

    Part 4 mana ini????

    Suka

  6. waaaahhhh kyuuu..maniiis bgt~~~~~~goo jun pyoo versi dua…sukaaa bgt……
    minji knp masii canggung m kyu ,,, bilang suka kan jauh lenih baik…yoora pun tidak akn tersakitiii…huuhhhhuuu

    kyuuuu…jatuh miskin onn???gmn terus…takuttakut nanti sibuk perjuangin perusahaan lupa ma minji lagiiiii…hhuhuhuhuhuhu

    cepetan next chapnya y onn:) daebak 🙂

    Suka

  7. Entah dina urutan keberapa ini yg komen..syial..

    Yaaa..author mana author..ini pendeeeek yu know laaaaaaa..

    Apa itu sungmin-minrin lanjutin honeymoon ke paris? Hey, sekarang itu jaman susah, masih banyak org2 yg melarat di ethiopia sanah (??????)
    nyahahaha..
    Yg itu tuh, selese makan malam n mau main botol itu, “biar istriku yg merapikannya” sungmin, teganya nyuruh istri seperti itu, biasanya kalo honeymoon istrinya dimanjain bgt, tp dina setuju aja sih, ayo suruh2 minrin lebih sering lg..nyahahha

    kyakyaaaa,,playboy hyuk, tp kok cuma 15 tii..baaah, hyuk blm expert berarti playboynyaah..
    Absen mantannya hyuk itu =..= nyahahaha..

    Beeeh, sepertinya mulai menjurus ke pasangan masing2 yoo..
    Hyuk mulai ngincer hanwoo..kyuminji jadian..haera aja yg belum berkembang, pedalem cho yoora berjuang dari nol buat narik perhatian dongek. Lololol *kelelepin cho yoora*

    ah..bangkrutidaaaaaaa..
    Jd cho fam bakalan jd keluarga sederhana aja gt..??
    Ngefek gk ya sama cerita selanjutnya..
    Ish ish..buruan post part 4nyaaaaa..!!!
    Gak harus secepatnya sih, TAPI DINA MAKSA..XD

    Suka

      • Yakkk…jangan salahin sungmin din…author yg membiayai ke Paris tuh…author lg banyak uang ㅋㅋㅋ

        Suka

  8. Uda mulai kliatan nii dongek yoora ama unyuk hanwoo nya..
    Ahh,dongek kurang sensitip deh, –‘

    minji malu tapi mau nii yaa, kkkk
    bener thor, mending dihentikan smpe situ dulu, sblm meluber kmana”,
    ayoo part 4 palli :3
    kyuhyunnya pedalem hukkss T.T

    Suka

  9. aiguuu kenapa bisa saya belum koment di FF ini???
    authooorrr !!! #tereaakkk
    itu apaaa?! pertama2 saya mau ngomentarin diri saya sendiri dulu dengan pasangan setia saya, request nih wookie nya mana?? seperti bayam tanpa garam T_T hhkkk. saya mau wookie wookie wookie. #plaaak.
    ah hyukjae !!! kamu playboy cap modus !!! itu apa-apaan rihwa, raerin, dll -.-” daaaan ah kamu namja playboy cap modus yg polos yg saya suka yg tdk pernah meniduri siapapun yeoja. baiklaah kita MBA aja :* suka bgt kejadian di klub wkwkw.

    iiishh yoora nyaru2 deh. kalo mau deketin dongek bukan gitu caranya !!! pake cara MBA kayak eunwoo couple kan keren !!! wkakaka.

    buat kang minjii sama kyuhyun kapan nikahnya? biar damai. saya capek liat minji dibashing yoora. mih pedalem san.

    buat minrin sama sungmi eeaaaa … thor buatin mereka konflik cerai gitu trus nikahin sungmin sama hanwoo. kan mumpung hanwoo disana g jadi adiknya umin :p

    thor lanjutin jgn lama2. okay. #mwah !

    Suka

  10. Eunhyuk dah suka ma Hanwoo tuh…
    Pantasan Kyu ga mau bantu dy jdan ma Yoora,,blm apa2 dah suka ma cwe lain lg,,tp bgus deh…
    Ortu Kyu bangkrut? Ayo bangkit lg…
    Donghae oppa kok ga nyadar klo Yoora suka ma dy…
    Ayo terima cinta’a Kyu,,jgn gantung lg ntar nyesal loh…

    Suka

  11. konflik y mulai muncul nih,,,, yah kyuhyun keluarga y bangkrut jgn2 nanti kyuhyun d jodohin lagi sama relasi appa y…..
    padahal hububgan yoora n kyuhyun udah mulai lancar….
    hyuk dasar playboy semua cwe mau d pacarin,,, sekarang target y hanwoo…
    Lanjut…

    Suka

  12. kyuhyun kasihan, sampe depresi mabuk-mabukan lagi.
    semoga kyu-minji cepat bersatu dan perusahaan appa kyuhyun masih bisa ditangani

    Suka

  13. Aku seneng banget kyuhyun udah mulai posesif dan mesra sama minji lagi,walaupun belom kayak dulu sih. Tapu aku jadi khawatir sendiri sama perysahaan cho. Wah, bakal terjadi apa ya? Semoga nggak memperkeruh hubungan kyuhyun minji deh…

    Suka

  14. Behhh eunhyuk nie jeg modus kali..
    Duhhh pantesan tumben”nya dy ngajak minji ketemuan ditempat kyak begono..
    Ada maunya tohh…
    Udah menyerah sama cho yoora hyuk~ah??

    Eonnie aku sukaaa bangettt adengan dipinggir danau itu..
    So sweeetttt
    “Aku memang bukan pria romantis, tapi aku punya cara lain bagaimana agar kita berdua tidak merasa kedinginan.” 
    Yeehheyy akhirnya mereka bersatu juga..

    Untung ajja donghae bisa ngerelain minji..
    Cho Yoora sekarang waktunya kamu yg berjuang..
    Ayoo berusahalebih keras lagi merebut perhatian donghae..
    Buat si ikan mokpo tidak bisa berpaling lagi..
    Hahahahahahha

    Aduhhh ini masalah apa lagi…
    Perusahaan kyu bangkrut??
    Andweeeee..
    Trus nanti nasib oppa gue gimana??
    Gak ada ajang perjodohan untuk menyelamatkan perusahaan kan??
    Awasss ajja kalau ada ya thoorrrr😈
    tapi kalau orangnya minji sihh aku relaa dech😊

    Suka

  15. Dlu kyu bljr romntis n ngegombal tu dimna too?kok lancar bnget gt…
    S
    Eh seneng deh dnger kata2 lne donghae tntng perasaane minji ke kyu…tpi bener kah lo donghae g da apa2?

    Part msh pnjang tpi tbir misteri dah mulai terbuka satu2…

    Suka

  16. Sebenarnya berharap minji sama donghae sekali-kali. Tapi emg couple kyuminji yg bisa dipisahkan hehe. Kasihan bgt keluarganya kyuhyun.

    Suka

  17. Kasian banget sama Kyu😭😭😭
    Terus gimana sama Kyu nanti ?
    Jangan sampe Ada acara perjodohan untuk menyelamatkan perusahaan Appanya Kyu …
    ANDWE …. !!! 😭😭😭

    Suka

  18. aaaahhh kyuhyun minji akhirnya aaaaaahhh huhu ga nyangka loh donghae sebaik itu huhuhuhuhuhu kirain donghae bakal ttp keukeuh jg tp pastinya dia tau kan kalo minji ga punya perasaan lebih buat dia. btw kenapa tiba2 perusahaan appa kyuhyn jd masalah? pasti ada something nih aaaahh jangan bikin kyuhuun monji berpisah lagi huhu lanjutttt

    Suka

  19. Yaaa emang kependekan siihh -_- tpi ora popo kok 😀
    waahhhh Hyukkk benar” Playboy cap(…)?mantan.y ad udah 15 blumm dihitunggg yg dia PHPin 😀 😀
    cieee yg udahh nyatainn perasaannya cieee yg blangg dirinya bkan pria romantis tpii ternytaa romantis banget ciiee #LirikKyu
    hmmm menurutKu minjii sok jual mahal banget -_- tpi diam” dia mrindukan sosok kyuhyun 😀

    Suka

  20. Haha si Hyuk udah mulai suka ke Hanwoo >\\< dikira mamanya Kyu ngomong gtu si Kyu mau dijodohin, ternyata(!)
    Hebat juga si Kyu lg mbok tetep aja inget alamat Minji XD
    Makin menarik!

    Fighting authornim! ^^

    Suka

  21. huaa.. kluarga kyu mo bangkrut?? kyu emg rada ktrlaluan sih udah ngabisin bnyak uang bukanny di selesain dlu kuliahny mlah mager. hadeh gmna klnjutanyy ini?? curious.

    Suka

  22. Donghae jg mnyukai minji, tpi mnentukan pilihannya sma minji mau milih ia or kyuhyun.
    Kyuhyun spertinya mmpunyai ksempatan lebar untk mndapatkan minji, minji hnya butuh wktu mndalami prasaannya.
    Hyunjae sdah kpincut hawoon.
    Disaat kyuhyun akan mnata hidupnya mngambil hati minji lagi, cobaan dtang. Prusahaan cho colaps, apa yg akan kyuhyun lkukan ya….

    Suka

  23. disini makin jelas deh
    jadi sejauh ini hubungan kyu.minji aman

    Permainannya bikin ga bisa bohong
    kenapa kyuhyunnya ga kena juga???

    haduh….masalah lagi
    masak perusahaanya kyu bangkrut sihhh

    Suka

  24. Ini terlalu pendek eonni.. 😦
    Ciyeh.. Akhirnya mereka berempat udah ada tanda” kedekatan wkkwkwkw

    Kasian sama keluarga ny kyuhyun.. Semoga kyuhyun dengan otaknya yg cerdas bisa bangun lagi perusahann keluargaa..

    Suka

  25. Perusahan appanya kyuhyun bangkrut? Apa kyuhyun bakalan dijodohkan dgn anak perusahaan lain spya perusahaan gak jadi bangkrut? Mudah”an gak dijodohkan. .
    Kenapa gak minta bantuan dri ortu sahabat”nya, bukannya mereka juga org kaya?

    Suka

  26. kyu sabar yah….
    akhirnya ada kemajuan hubungan kyu dan minji.. walaupun sedikit.. wkwk
    semoga pikiranku engga bener yah… (kyu dijodohin )(atau setidaknya kalo emang bener ama minji aja) (sotoy…wkwk)
    dan pas mereka lagi main … kecewa sama jawaban minji ( yang milih donghae untuk kemungkinan dinikahin…)

    Suka

  27. tetap semangat Kyu untuk meyakinkan Minji walau masalah besar menghampiri mu kini
    Eunhyuk sudah mengalihkan perhatiannya dari Yoora ke Hanwoo dan Yoora juga mulai menarik perhatian Donghae
    semoga perjuangan mereka g sia-sia

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s