[OneShoot] KyuMinji Story: Being a Good Wife

Author: Minji ^_^

Cast: Cho Kyuhyun – Kang Minji – Cho Jino – Choi Siwon – and Other Cameo ●

Genre : Straight – Romance • Length: Oneshoot

 

Halooo~ ini story lanjutan dari cerita sebelumnya yaah yang judulnya I’m Pregnant-

Aku sengaja bikinnya format oneshoot aja biar ga terikat xD

Happy Reading!! This part is still using Minji pov ^^

 

————————————

“Hanya tiga hari, jebal..” aku mencoba merayunya, berbaring di dadanya dan mengusap-usap bagian tubuhnya yang selalu membuatku nyaman itu. Bukannya meresponku, ia malah membalik tubuhnya membelakangiku.

“Yaaa! Oppa!!” aku merasa kesal dan mengguncang-guncang bahunya. Kyuhyun tetap tidak bergeming. Jadi malam ini ia mau tidur membelakangiku? Huh-

“Kau egois. Menyebalkan.” Ucapku akhirnya. Aku juga membalik tubuhku membelakanginya, memeluk bantal.

Baiklah. Aku tidak akan menyerah. Aku akan terus memohon padanya sampai ia mengijinkanku. Jika sampai aku tidak jadi berangkat hanya karena keegoisan suamiku, bagaimana bisa karirku berkembang? Lagipula penawaran ini sangat khusus dan belum tentu semua karyawan dipercaya mengemban tugas ini. Aku berhasil mendapatkan kesempatan ini, bukankah itu berarti aku cukup berprestasi dan dipercaya atasanku?

————————

Kubuka mataku yang masih sangat berat. Tangan ini, melingkari pinggangku. Huh! Dasar laki-laki. Ujung-ujungnya dia tetap saja memelukku padahal jelas-jelas kemarin malam ia memutuskan untuk tidur lebih dulu bahkan memunggungiku. Aku mendengar nafasnya yang berat di leherku, nyaris mendengkur. Sepertinya ia kelelahan karena semalam lembur lagi di kantor.

Ya, saat ini Kyuhyun telah mendapatkan jabatan di perusahaan appanya, menjadi manajer keuangan. Aku tahu betul bagaimana usaha kerasnya menyelesaikan pendidikan magisternya sambil bekerja sekaligus menjalankan tugas sebagai suami dan juga ayah yang baik bagi malaikat kecil kami, Jino. Kini anak itu sudah berusia tiga setengah tahun dan aku pun lebih leluasa meninggalkannya kemanapun hingga aku bisa menyelesaikan studiku dan kini baru diterima bekerja sebagai salah satu public speaking di salah satu perusahaan asuransi ternama di Korea.

Dan kali ini, direktur menunjukku sebagai salah satu representatif kantor untuk menghadiri meeting besar di Busan. Aku sudah mencoba mengungkapkan hal ini pada Kyuhyun sejak dua hari lalu, namun sepertinya ia cukup keberatan tanpa mengungkapkan alasan yang menurutku rasional. Huh, kami juga jarang bertemu akhir-akhir ini kecuali di pagi hari dan saat sudah sama-sama pulang bekerja. Apalagi Kyuhyun hampir setiap hari pulang malam satu minggu ini. Mungkin saja ia lelah, dan sebaiknya aku memilih hari libur untuk bicara dengannya.

“Yeobo, nanti sore aku akan belanja bulanan sekaligus menjemput Jino di rumah omma. Kau mau menitip sesuatu?”

Kyuhyun hanya diam sambil mengunyah nasi goreng buatanku. Apa ia masih marah karena aku terus saja meminta ijin padanya? Tapi jika marah mengapa semalam ia tidur memelukku? Merasa tak direspon, aku memutuskan untuk membantu Jino sarapan. Bocah kecil ini sudah bersih dan berpakaian lengkap, tapi tetap saja mengotori dirinya dengan remah-remah biskui di tangannya.

Kami sarapan dalam diam. Setelah semuanya beres, aku merapikan meja, mencuci piring sejenak lalu menghampiri Kyuhyun yang siap berangkat kerja. Seperti biasa aku merapikan dasi dan membantunya memakai  jas, mencium bibirnya kilat dan Kyuhyun berangkat lebih dulu. Setelah ia pergi, barulah aku mengunci rumah lalu menggandeng Jino ke mobil untuk kuantar ke rumah omma. Ya, setiap hari kami menitipkan Jino di rumah ommaku karena aku tak diperbolehkan membawa anak saat bekerja. Untung saja neneknya itu dengan senang hati mau membantuku mengurusnya. Untungnya juga, Jino bukan anak yang rewel.

————————————

“Jadi kapan kau berangkat ke Busan?” Tanya appa.

“Jadwalnya minggu depan. Tapi Kyuhyun belum juga memberiku ijin.” Ujarku sambil memakaikan celana ganti pada Jino. Aku sedang menjemputnya dan bersiap-siap mengajaknya belanja bulanan.

“Bicaralah baik-baik pada suamimu. Jika ia khawatir pada Jino, bukankah bisa dititipkan pada kami?” omma turut memberikan pendapat.

“Inilah mengapa dulu aku sedikit ragu dengan pernikahan kalian. Belajarlah menahan keegoisan masing-masing. Kyuhyun harus belajar untuk mengerti kepentinganmu juga.” Ujar appa tegas.

Dalam hati aku menyesal menceritakan masalahku pada appa. Dia adalah orang yang tentunya sangat mendukung karirku dan menginginkanku menjadi wanita yang membanggakan. Tapi aku juga tidak suka jika appa mulai mengait-ngaitkan semuanya dengan pernikahan kami apalagi sampai menyalahkan Kyuhyun.

“Ah, appa tenang saja. Aku hanya belum sempat bicara lebih mendetail pada Kyuhyun oppa. Dia juga sibuk terus, mungkin hari Minggu besok saat ia di rumah aku akan menjelaskannya lagi. aku yakin ia pasti mengerti.” Ucapku sambil tersenyum.

————————————–

“Kau membeli banyak sekali.” Ujar Kyuhyun.

“Gwaenchana. Bukankah aku sudah lama tidak membelikanmu kemeja kantor? Hari ini aku membeli tiga pasang. Warna hitam, putih, dan biru. Plus dasi yang cocok untuk setiap pasangnya.” Aku tersenyum sambil mengancingkan kemeja hitam di tubuhnya.

“Lihat, kau tampan sekali memakai ini. Sangat pas di tubuhmu.” Aku tersenyum dan memandang bayangan kami di cermin yang berdiri bersebelahan. Kyuhyun begitu tampan. Ketampanannya sejak masih kuliah dulu tetap tidak berubah hingga sekarang. Kadang aku berpikir ia akan tetap gagah seperti ini selamanya, sementara aku bisa saja berubah menjadi tua dan mengeriput kapanpun juga. Seperti saat selesai melahirkan kemarin, aku berusaha agar bisa tampil cantik lagi di depannya. Aku bersyukur bisa menikahinya.

“Gomawo, aku menyukai apa yang kau belikan untukku.” Kyuhyun mencium bibirku kilat kemudian kembali mengamati dirinya.

“Aku juga membelikan Jino pakaian baru, dan selimut baru untuk kita.” Aku merapikan kantung-kantung plastik yang berserakan.

“Habis berapa semuanya? Aku akan mentransfernya ke rekeningmu.” Kyuhyun tersenyum.

“Tidak usah. Ini gaji pertamaku. Tidak apa-apa kan jika kugunakan untuk membahagiakan keluarga kecilku? Lagipula aku senang dan ikhlas melakukannya.” Sahutku lagi dan kembali menghampirinya. Kyuhyun merengkuh pinggangku dan menatapku.

“Semenjak bekerja kau jadi semakin cantik. Tapi aku justru tidak bisa menghabiskan banyak waktu denganmu.” Ia memelukku, dan kutempelkan telingaku di dadanya.

Proud to you, my wife..” ia berbisik di telingaku.

Kurasakan ia mencium telingaku kemudian turun melewati pelipis hingga sampai di leherku. Berkali-kali ia mengecup leherku membuatku merasa geli dan mendorong dadanya perlahan, namun ia menahan tanganku.

“Jangan sekarang. Kau belum mandi, dan Jino belum makan malam.” Aku menatapnya dan mengusap rambutnya yang bergelombang.

“Haha, oke, fine. Aku tidak akan melakukannya. Lagipula malam ini terlalu banyak yang harus kukerjakan. Besok saja kita bersenang-senang.” Ucapnya lembut sambil menyeringai kecil.

Aku tersenyum dan memberikan kecupan pada bibir tebalnya. Sebuah ide melintas di benakku. Kuharap ini akan berhasil.

———————————-

Hari minggu. Semenjak bekerja, hari minggu menjadi hari yang sibuk bagiku. Sibuk membersihkan rumah, sibuk memanjakan Jino dan juga Kyuhyun. Di hari-hari minggu sebelumnya Kyuhyun biasanya mengajak kami sekeluarga pergi ke taman hiburan atau ke tempat-tempat yang bisa mengenalkan Jino pada sesuatu yang baru. Namun hari ini kami sengaja mengosongkan  rencana, ingin menikmati suasana di rumah seharian.

Aku bangun lebih pagi dari biasanya, meninggalkan Kyuhyun yang masih terkapar di tempat tidur. Yang pertama kulakukan adalah membereskan cucian, membersihkan rumah, dan memasak. Berikutnya kubangunkan Jino dan memandikan anak itu. Terakhir, barulah membangunkan Kyuhyun yang memang selalu bangun siang jika hari minggu tiba. Terus terang, aku sangat menikmati tugasku sebagai ibu rumah tangga yang masih muda.

“Kyaaa~ lepaskan! Aku sudah mandi!” aku meronta saat Kyuhyun menarikku dan memelukku.

“Selamat pagi, istriku..” ucapnya lembut masih memejamkan matanya. Ia mengatakan itu sambil menunjukkan senyum khasnya yang membuatku selalu luluh.

“Ya! Berhentilah bermalas-malasan! Cepat mandi dan sarapan. Aku sudah memasak makanan kesukaanmu.” Aku memukul lengannya.

“Aniyo. Ini hari minggu, aku mau sarapan yang lain, yang lebih spesial dari biasanya. Aku mau kau..” Kyuhyun menggodaku.

Aku memutar otak bagaimana agar namja ini mau bangkit dari tempat tidur. Sudah menjadi ayah, namun sifat manjanya masih saja seperti ketika baru menikah.

“Tidak sekarang.. ayo lekas bangun!” aku menarik tangannya.

“Hei, kau sudah berjanji kemarin. Aku menagihnya.” Ujarnya licik.

“Baiklah. Jika kau mau sekarang, hanya sebentar dan tidak ada lagi untuk hari ini karena kau sudah membuat jadwal yang kususun berantakan.” Ancamku.

Benar saja, dasar laki-laki. Ia akhirnya mau menuruti kemauanku. Ya Tuhan, semoga aku bisa menjaga mood suamiku agar tetap baik hari ini. Aku harus membuatnya berkata iya dan mengijinkanku berangkat ke Busan minggu depan.

—————————-

Kubuka mataku perlahan dan melirik jam di dinding. Sudah pukul tiga sore, dan aku masih saja meringkuk di dalam selimut bersama Kyuhyun. Aku lelah sekali, kuharap ini tidak akan berlanjut lagi karena aku tentunya harus membereskan rumah lagi dan .. astaga! Apa Jino baik-baik saja tanpa pengawasanku? Seingatku tadi sehabis menemaninya main aku menemaninya sebentar dan anak itu sudah tertidur. Apa iya Jino tidur selama itu sepanjang aku menemani Kyuhyun oppa hari ini?

Badanku rasanya lengket sekali, namun AC di kamar ini lumayan mengurangi gerah. Kulirik namja di sebelahku, ia masih betah dengan posisinya, memelukku dan tidur dengan lelap. Aku tersenyum melihat wajahnya, sepertinya ia kelelahan sendiri. Siapa suruh terlalu bersemangat hingga lupa waktu? Aku takut ia akan tidur sampai malam dan tidak bisa dibangunkan.

“Oppa..” aku menepuk pipinya. Tak ada reaksi darinya.

“Kyuhyun oppa.. ayo bangun.. ini sudah sore..” aku berbisik di telinganya sambil tetap menepuk pipinya yang semakin berisi.

Masih tetap sama. Astaga.. ia tidur seperti orang mati. Jika saja ia tidak bernafas, mungkin aku bisa panik sendiri karena meniduri sesosok mayat tampan. Ya Tuhan, namja ini benar-benar hobi tidur. Apalagi jika kelelahan, ia bisa tahan tidur berlama-lama jika tidak kubangunkan.

Akhirnya seperti biasa, kuputuskan untuk bangun dan meninggalkannya. Baru saja hendak bangun dan melepaskan pelukannya, kurasakan justru tubuhku makin terkunci dan ditahan. Spontan aku melihat ke arahnya, dan senyuman iblis terukir di wajah tampannya itu.

“Aigooo~ jadi kau berpura-pura tidur dari tadi..”

“Mau kemana? Kau tidak boleh kemana-mana.” ujarnya masih memejamkan mata.

“Ini sudah sore. Kau kira pekerjaanku hanya menemanimu di ranjang ini seharian? Aku harus melihat Jino, memasak makan malam, belum lagi menyiapkan bahan untuk pekerjaanku besok, apalagi..”
“Ssssst! Kau ribut sekali. Kesempatan seperti ini hanya ada satu minggu sekali. Kau tidak tahu aku rindu sekali padamu? Aku ini stres setiap hari pulang malam. Yang kulihat hanya layar PC dan ahjumma-ahjumma di kantor. Ijinkan aku merasakan kebahagiaan sebagai seorang suami.” Ia menepuk keningku. Ngomong-ngomong soal ijin, hmm.. aku lupa. Apakah sekarang saat yang tepat meminta ijin padanya.

“Oppa.. mmm aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Aku kembali mengusap dada putihnya, dan sedikit bermain-main di sana. Kurasa Kyuhyun mulai terpancing lagi.

“Apa yang ingin kau katakan, hum?” ia memandangku sejenak, tangannya mengusap-usap punggungku.

“Soal itu, minggu depan. Ayolah, aku mohon. Mengapa kau tidak mengijinkanku?”

“Hmm, kau benar-benar ingin pergi ya?” Kyuhyun menatapku.

“Ne. karena hal ini berkaitan dengan prestasiku di kantor. Ini adalah salah satu point agar aku bisa naik jabatan.” Balasku sambil mencium jari-jari panjangnya yang mengusap wajahku.

“Sejujurnya aku bosan kau membahas ini terus.”

“Maka dari itu ijinkan aku pergi. Jebaal..” kupasang wajah memelas. Kulihat Kyuhyun tertawa kecil dan ia kembali memelukku. Kurasakan ia mencium puncak kepalaku, menghirup udara dari sela-sela rambutku. Apakah ini artinya ia akan mengijinkanku?

“Jika aku mengijinkanmu pergi, kau harus membayar royalty untuk itu.” Ucapnya lagi.

“Jinja?! Baiklah. Aku akan memberikan apapun. Kau mau apa?” spontan aku menindihnya dan menatapnya sambil tersenyum.

“Benarkah? Kau akan memberikan apapun?” ia sedikit megerutkan alisnya, tanda ia ragu padaku.

“Kau tidak percaya padaku? Aku janji. Apapun yang kau minta, aku akan memberikannya.”

“Hmm, baiklah. Aku tidak akan minta macam-macam. Hanya temani aku sampai malam hari ini. Eotte?” Kyuhyun mengeluarkan senyum iblisnya. Gila. Suamiku benar-benar gila. Tapi demi sebuah ijin darinya, hal ini tidak masalah bagiku.

“As your wish, yeobo..” aku mencium bibirnya. Dalam sekejap ia kembali menguasaiku dan aku harus menemaninya lagi. Tak kusangka hari ini akan kulalui seharian bersama dengannya, tanpa keluar dari kamar kami. Untuk sejenak kami berhenti karena kehausan dan mengambil air, kemudian semuanya berulang lagi.

Tiba-tiba pintu kamar kami terbuka, dan itu membuatku cepat-cepat menutup tubuhku dengan selimut. Kulihat sosok anak kecil melangkah masuk, lalu berdiri di pinggir ranjang. Kami berdua memandangnya.

“Omma, aku lapar..” ujarnya dengan wajah datar.

“Astaga. Oppa aku harus benar-benar keluar sekarang. Kau mau anak kita mati kelaparan?” aku segera bangkit dan melangkah ke kamar mandi, sementara Kyuhyun tertawa dan menaikkan Jino ke atas ranjang.

“Aku akan membeli makan di luar. Kau jaga Jino di sini. Kalau perlu mandikan dia..” ucapku kemudian.

————————————-

“Jadi kau benar-benar bisa pergi? Ah syukurlah. Aku turut senang mendengarnya.” Siwon Sajangnim tersenyum padaku.

“Ne, sajangnim. Maaf karena menunggu keputusan saya semuanya jadi sedikit terlambat. Tapi saya benar-benar tidak bisa berangkat tanpa ijin suami saya.” Ujarku dengan sopan.

“Hahhaha, tidak apa-apa. Aku mengerti posisimu, justru aku salut karena ternyata kau bukan wanita yang egois hanya mementingkan karir saja. Aku sendiri juga pasti akan mempertimbangkan seandainya istriku meminta ijin yang sama padaku. Sayangnya aku belum menikah.” Siwon sajangnim bergurau. Aku senang ia memujiku.

“Saya akan mempersiapkan semuanya dengan baik. Saya akan membawa nama baik perusahaan.” Janjiku pada sajangnim.

————————————-

“Kau tidak capek seperti ini setiap hari?” Hanwoo bertanya padaku.

“Sudah terbiasa. Kau sendiri kapan menikah? Pastinya akan merasakan hal yang sama sepertiku.” Ujarku sambil menyuapi Jino bubur.

“Hey, Kyuhyun oppa gagah sekali di foto pernikahan kalian itu. Kau tidak takut suamimu melirik yeoja lain di luar sana? Apalagi kau bilang ia selalu pulang malam.” Hanwoo mengomentari foto pernikahan kami yang terpasang di ruang tengah ini.

“Jika ia berani melakukan itu, aku akan menceraikannya sekarang juga. hahhaha..”

“Kau santai sekali. Awas jika itu menjadi kenyataan.”

“Hanwoo ya, aku percaya padanya. Aku selalu memastikan ia betah jika bersamaku apalagi sekarang ada Jino. Dulu sewaktu pacaran saja ia tak pernah bermain-main. Apalagi jika ia sudah bertanggungjawab terhadap dua nyawa seperti sekarang.” Aku mencium malaikat kecilku.

“Hahahha, aku sungguh iri padamu. Kuharap kalian akan selamanya seperti ini. Wah, jadi ingin cepat-cepat menyusul kalian.”

“Susul saja. Apalagi yang kau tunggu? Bukankah kalian sudah sama-sama bekerja?”

“Ne, aku hanya ingin melihat keseriusan Eunhyuk oppa dulu. Sepertinya ia harus sering-sering bertukar pikiran dengan Kyuhyun oppa, agar ia juga belajar bertanggungjawab.

—————————

Hari ini Kyuhyun pulang jauh lebih awal, dan aku juga sudah bersiap menunggunya karena kami akan menghadiri resepsi pernikahan salah satu kolega Kyuhyun di kantor. Sebelum berangkat ke tempat tujuan, sebelumnya kami mampir terlebih dahulu di rumah orangtua Kyuhyun untuk menitipkan Jino. Ya, ibu mertuaku itu sangat rindu pada cucunya, dan kebetulan rumah orangtua Kyuhyun searah dengan tempat diadakannya acara resepsi itu.

Ketika tiba di tempat acara, tak ada satupun orang yang kukenal. Aku memang jarang bergaul dan tidak terlalu kenal dengan teman-teman kerja Kyuhyun yang sekarang. Aku hanya mengenal teman-teman kuliahnya karena kami kuliah di tempat yang sama. Beberapa orang mulai menyapa Kyuhyun dan ada rombongan gadis-gadis yang sepertinya juga merupakan teman kerja Kyuhyun. Mereka berhenti dan menyapa Kyuhyun saat melihatnya, dan terlihat jika suamiku ini memang orang yang cukup familiar dan dikenal di kantor.

“Ehem.. ternyata banyak juga ya gadis-gadis cantik di kantormu. Pantas saja kau selalu betah lembur. Kukira kau benar-benar merasa bosan karena selalu ditemani karyawan-karyawan tua yang berstatus ahjumma.” Sindirku pelan ketika gerombolan gadis-gadis itu sudah berlalu.

Kyuhyun menatapku sambil tersenyum jahil.

“Kau cemburu? Astaga. Hanya begitu saja kau cemburu?” Kyuhyun tertawa.

“Aniyo. Hanya ingin meluruskan pendapatmu tempo hari soal kantormu yang membosankan karena dipenuhi ahjumma.” Aku memasang wajah tak mau kalah.

“Chagiya~ mereka itu adalah receptionist dan front office yang bertugas di bawah. Sementara kantorku berada di lantai tiga. Aku tidak bekerja langsung dengan mereka. Paling juga hanya bertemu di pagi hari saat aku baru tiba di kantor karena memang harus selalu lewat depan.”

Aku tetap diam dan tidak menanggapinya. Tapi aku tahu, ia tidak berkata bohong.

“Astaga. Dengarkan aku. Sekalipun mereka masih muda dan belum menikah, toh aku sudah tidak bisa melihat wanita manapun lagi. Menurutku tetap istriku yang paling cantik dan sexy.” Ucapnya lagi.

Aku melirik ke arahnya dan perlahan tawaku pecah karena melihat wajahnya yang sok serius menanggapiku. Aku merangkul lengannya lagi dan kami bergegas menuju tempat hidangan untuk mencicipi makanan.

“Minji ssi?” sebuah suara yang cukup familiar memanggilku ketika aku baru saja mengambil tempat duduk. Kyuhyun masih mengambil salad untuk kami.

“Sajangnim.. wah! Kebetulan sekali kita bertemu di sini. Silakan duduk.” Ujarku senang.

“Jadi kau juga kenalannya Tuan Park? Ah sungguh dunia memang sempit.” Siwon sajangnim tersenyum sambil memperlihatkan lesung pipitnya.

“Ah, aniyo, bukan aku. Tapi aku menemani suamiku. Ia kolega suamiku.” Jawabku.

“Oh ya? Mana suamimu? Aku ingin bertemu.”

Tak lama kemudian Kyuhyun muncul dan sedikit heran melihatku sedang mengobrol dengan seorang namja. Ia duduk di sebelahku, dan terkejut ketika menyadari siapa yang sedang duduk bersamaku.

“Kyuhyun? Kau Cho Kyuhyun bukan?” Siwon sajangnim melihat Kyuhyun.

“Ah, tunggu sebentar. Aku lupa, dimana pernah berbicara sangat dekat denganmu sebelumnya.” Kyuhyun mengingat-ingat.

“Aku Siwon. Choi Siwon! Kita bertemu di Amerika ketika mengikuti ujian pertama untuk penerima beasiswa magister!”

Aku memandang ke arah mereka berdua secara bergantian, dan kurasa ini benar-benar kebetulan. Kyuhyun sepertinya juga mulai mengingat Siwon dan kami akhirnya mengobrol berbagai macam hal. Kyuhyun cukup kaget karena ternyata Siwon adalah salah satu atasanku di kantor.

“Tak kusangka Siwon Sajangnim adalah temanmu ketika di Amerika..” aku memulai obrolan di perjalanan pulang karena sedari tadi kami hanya diam saja.

“Tak kusangka juga ia adalah atasanmu di kantor. Pantas saja kau betah dan ngotot untuk pergi ke Busan.” Ujarnya singkat dengan pandangan lurus ke jalan.

Aku mencium nada sindiran dari ucapan Kyuhyun. Sepertinya ia cemburu.

“Jadi sekarang giliran kau yang cemburu padaku?” aku menoleh ke arahnya, dan ekspresi wajahnya biasa saja.

“Pria mana yang tidak was-was jika wanita yang dicintainya hidup berdampingan dengan pria tampan dan kaya macam dia?” Kyuhyun berkata santai sambil memutar stirnya, tetap tanpa melihatku.

Aku tertawa geli dalam hati. Sepertinya ia benar-benar cemburu. Aku pikir dia baik-baik saja karena sedari tadi mereka berdua mengobrol begitu banyak bahkan aku hanya menjadi pendengar setia. Kurasa sedikit seru jika bermain-main dengannya.

“Hmm, memangnya kau tahu banyak tentang Siwon sajangnim? Ceritakan padaku bagaimana ia di Amerika dulu.” Aku bertanya seolah mengalihkan pembicaraan.

“Aku tidak mengenalnya baik, hanya bertemu hari itu dan aku kembali ke Seoul lagi karena harus menikahimu.” Jawabnya singkat dan padat.

“Oh..”

“Tapi kau juga harus hati-hati padanya. Dulu Siwon itu memikat banyak sekali yeoja. Apalagi ia punya dua modal utama. Tampan dan mapan.”

“Oh ya? Mengapa aku harus berhati-hati?” aku memancingnya lagi.

Kyuhyun menoleh ke arahku.

“Kau harus hati-hati agar jangan sampai kau terpikat padanya. Apalagi dia itu bertubuh tinggi, bahkan lebih tinggi dariku. Kurasa semua kriteria yang kau cari ada padanya.”

Tawaku tiba-tiba meledak saat Kyuhyun mengucapkan itu tapi masih dengan wajah santai. Ia terheran-heran melihatku tertawa.

“Wae? Apanya yang lucu?” Kyuhyun memasang wajah bodoh dan entahlah tiba-tiba ia menepikan mobil kami ke pinggir jalan dan berhenti tiba-tiba.

“Yaa! Ah.. Hahhaha.. Kenapa.. kau berhenti?” tanyaku masih dengan tawa yang belum putus.

“Katakan padaku apa yang membuatmu tertawa. Kau menertawaiku, huh?” Kyuhyun mendekat.

Aku berhenti tertawa dan menatapnya. Astaga, wajahnya tampan sekali bagaimana bisa aku melirik namja lain?

“Ehem.. jadi begini..” aku menarik nafas sejenak. Kyuhyun masih menatapku.

“Oppa, kau lucu sekali.” Aku melihatnya dan justru ingin tertawa lagi.

“Kau membuatku kesal dan tampak bodoh.” Ia menarik dirinya dan duduk bersandar di tempatnya.

“Hey, dengarkan aku baik-baik. Siwon tampan, Siwon kaya, dan Siwon juga tinggi. Baiklah, itu benar.”

Kyuhyun melihatku dengan wajah serius.

“Aku menyukai pria tinggi, itu juga benar.”

Aku menarik nafasku lagi, berusaha menahan tawa. Kyuhyun masih menungguku.

“Dan kau tahu? Untuk apa aku mencari sosok lain jika aku sudah sangat puas dengan apa yang kumiliki sekarang? Kau juga tampan, bahkan menurutku kau jauh lebih tampan darinya. Tubuhmu tinggi dan proporsional untukku, meskipun tidak seperfect dia. Dan di mataku kau sudah cukup mapan karena bisa menghidupiku. Dan Yang paling penting…,” aku mendekat ke arahnya dan ia masih menunggu ucapanku.

“Kau sudah memberikan apa yang tidak bisa diberikan namja manapun padaku. Kau memberiku Jino, seorang anak laki-laki yang tampan.. seperti appanya. Itu sudah lebih dari cukup dan membuatku sangat bahagia.” Aku mengecup bibirnya dan Kyuhyun hanya diam mendengarkanku. Aku kembali duduk di tempatku dan Kyuhyun masih saja diam.

“Kau membuatku tersanjung malam ini. Itu pujian paling indah dan paling tulus yang pernah kudengar dari seorang yeoja padaku.” Ujar Kyuhyun.

“Syukurlah kau mengerti ucapanku. Ayolah, kita harus segera menjemput Jino. Ini sudah malam.”

Kyuhyun tersenyum dan melanjutkan perjalanan. Kulihat senyuman terpasang di bibirnya sepanjang perjalanan.

——————————————-

Dua hari lagi aku akan berangkat ke Busan dan rasanya semua pekerjaan menumpuk, baik pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor. Sebenarnya Siwon sajangnim telah mengurangi pekerjaanku di kantor karena ia memberikanku kesempatan untuk fokus dan mempersiapkan slide serta presentasi untuk kubawakan di sana nanti. Namun tetap saja aku kekurangan waktu. Bahkan hal-hal kecil yang terjadi di sekitarku tidak bisa kutanggapi dengan baik malah menyulut emosiku dengan cepat. Contohnya saja Jino, anak ini terus saja menangis dan menjadi korban ketidaksabaranku.

“Sayang, kau tidak bisa diam sejenak? Omma sedang sibuk. Jika kau lapar, ambil camilan yang kau mau di kulkas.” Aku mendekatinya dan menunjuk ke arah kulkas. Aku memang sengaja mengajarkannya hal-hal kecil terutama yang bisa menolong dirinya sendiri, selama hal-hal itu tidak berbahaya baginya. Jino juga sudah mengerti cara membuka, mengambil makanan, dan menutup kulkas dengan baik. Apalagi aku memang meletakkan camilan favoritnya di tempat yang mudah terlihat dan tidak berbahaya sehingga ia dengan mudah bisa mengambilnya. Tapi entah kenapa anak ini tiba-tiba menjadi rewel dan minta ditemani terus. Sungguh menyebalkan.

Kulirik jam dinding, sudah jam 6 sore. Sebentar lagi Kyuhyun pulang  dan aku belum menyiapkan makan malam. Rasanya tidak akan sempat karena aku sudah mentargetkan semuanya harus selesai malam ini jadi besok aku tinggal packing saja.

“Yoboseyo..”

“Oppa.. kau dimana?”
“Aku baru saja akan pulang. Masih di kantor. Wae? Tidak biasanya kau menelponku di jam-jam ini.”

“Aniyo. maafkan aku, sepertinya aku tidak memasak hari ini karena pekerjaanku belum selesai. Bisakah kau membeli makan malam di luar? Nanti kita makan bersama-sama.”

“Ah, arrasseo. Tentu saja. Sebentar aku akan mampir ke restoran fast food. Kau jangan terlalu memforsir dirimu. Istirahatlah jika merasa lelah. Jaga kondisimu sebelum berangkat.” Kyuhyun berkata lembut.

“Ne, hati-hati di jalan. Saranghae..”

Akhirnya satu masalah terselesaikan. Berarti aku hanya tinggal menyiapkan air hangat untuk Kyuhyun mandi nanti.

———————————

“Apakah semuanya sudah beres?” Kyuhyun meletakkan PSPnya lalu berbaring di sebelahku. Aku segera merapat dan memeluknya.

“Hampir. Kurasa aku terlalu berlebihan, iya kan?” aku meminta pendapatnya.

“Bukankah kau selalu seperti itu? Kau memang wanita yang perfeksionis. Aku tidak heran.”

“Ini tugas keluar kota pertama kali bagiku. Wajar saja aku seperti ini. Kau tahu? Aku bahkan membuat Jino menangis hari ini karena ia menggangguku terus.” Kumainkan kerah piyama Kyuhyun.

“Oh ya? Biar nanti aku menjaganya selama kau pergi. Ah, apakah Siwon ikut pergi?”

“Jangan khawatir. Hanya aku yang akan pergi bersama seseorang dari bagian keuangan. Dan ia juga seorang yeoja.”

“Tidak usah semendetail itu. Aku percaya padamu..” Kyuhyun mengusap-usap rambutku.

“Jadi tiga hari kau harus terbiasa untuk tidur tanpa memelukku.” Aku menatapnya. Mata Kyuhyun sepertinya begitu lelah dan sayu. Ia juga terlihat lebih pucat.

“Aku bisa memeluk guling. Hahahha.. oh ya, jam berapa pesawatmu? Aku ingin mengantarmu.”

“Jam satu siang. Kurasa kau masih sibuk di kantor. Tidak usah pergi mengantar juga tidak apa-apa.” Aku tersenyum.

“Ya sudah.. sekarang tidur saja. Besok kau harus menyiapkan hal lain lagi bukan? Jaljayo..” ia menarik selimut, mencium keningku dan mematikan lampu.

———————————–

Hari ini aku akan di rumah seharian dan tidak pergi ke kantor karena harus mempersiapkan untuk besok. Pagi ini aku bangun lebih awal, sarapan bersama Jino dan juga Kyuhyun oppa yang akan berangkat ke kantor.

“Jadi kau tidak ke kantor hari ini?”

“Ani. Aku akan tinggal di rumah. Kau pulang jam berapa hari ini?” ujarku sambil merapikan dasinya.

“Seperti kemarin.”

“Hati-hatilah.”

Aku memeluknya sebentar kemudian memberikan morning kiss seperti bisanya. Entahlah, kurasa ada yang berbeda dengannya hari ini saat aku menyentuh lehernya.

“Oppa, badanmu sedikit panas. Kau baik-baik saja?” aku melihatnya.

“Wae? I’m fine. Jangan terlalu mengkhawatirkanku.” Ia tersenyum.

Aku percaya dan melihatnya masuk ke dalam mobil. Ya, sejauh ia masih merasa baik-baik saja, kurasa tak masalah. Semoga memang benar ia baik-baik saja. Karena menurut pengamatanku sendiri, Kyuhyun sangat minim waktu untuk beristirahat akhir-akhir ini.

“Jino ya~ besok omma akan ke Busan. Kau harus baik-baik bersama appa juga dengan nenek dan kakek. Jangan sering menangis. Nanti omma bawa oleh-oleh yang banyak untukmu.”

Anak ini hanya menatapku dan tertawa. Ia memelukku dan sepertinya ingin digendong.

“Baiklah. Hari ini kau temani omma packing. Nanti kita makan dan main lagi. Arachi?” aku mengendongnya ke kamar.

————————————-

“Oppa, sebaiknya kau ke dokter. Lihatlah wajahmu pucat begitu. Bahkan makananmu hanya kau habiskan setengah.” Aku memandang Kyuhyun yang menyisakan makan malamnya. Ia hanya diam saja, dan kurasa tak ada alasan lagi baginya untuk mengelak dan berkata ia baik-baik saja.

“Aniyo. tidak perlu. Aku hanya sedikit pusing dan mual. Mungkin masuk angin biasa.” Jawabnya.

Aku menghampirinya dan menyentuh kening juga lehernya. Badannya tidak sehangat tadi pagi. Kurasa ia memang sudah membaik. Tapi mengapa sekarang jadi pusing dan mual?

“Cepatlah masuk ke kamar dan jangan memainkan PSPmu. Aku akan menidurkan Jino sebentar dan memijitmu kemudian.”

Kyuhyun menurut ucapanku. Ia pun melangkah ke kamar dengan langkah gontai dan aku tidak bisa mengatakan ia baik-baik saja.

“Minum ini. Kurasa ini karena kau jarang minum susu sekarang, jadi mudah sakit.” Aku memberikan segelas susu hangat padanya. Kyuhyun meminumnya namun tidak langsung habis.

Aku memintanya untuk berbaring telungkup dan aku mulai memijat punggungnya.

“Apa lebih enakan?”

“Minji ah, tidurlah sekarang. Besok kau harus pergi, malah masih sibuk mengurusku. Apa semua persiapanmu sudah beres?” ia memakai kembali piyamanya dan menatapku.

“Kau harus janji padaku untuk sembuh besok pagi. Maka aku akan tidur.”

“Ne, aku janji. Sekarang tidurlah.”

———————————–

Aku tersentak pagi ini. Hal ini membuatku bangun tiba-tiba dan seketika melihat Kyuhyun. Benar saja. Wajahnya berkeringat, sekujur tubuhnya juga. Pantas saja dari tadi aku memeluknya rasanya badannya hangat sekali.  Aku segera turun dan mencuci muka lalu ke dapur mengambil es batu. Aku mengelap keringat di wajahnya dengan saputangan, lalu meletakkan kompres di kepalanya. Dengan cepat kupasangkan termometer dan aku terkejut begitu melihat panasnya. 39 derajat. Apanya yang baik-baik saja?

Mendadak aku panik dan menelpon dokter keluargaku. Aku segera menelpon appa mertuaku dan juga menelpon ke kantornya untuk mengatakan jika Kyuhyun tidak bisa masuk kerja hari ini. Tubuhnya panas sekali.

“Dia terserang typus. Ini bisa jadi karena ia terlalu lelah dan tidak makan dengan teratur. Apa mau dirawat di rumah sakit saja?”

Aku terdiam. Bukankah hari ini aku harus ke Busan? Bagaimana ini? Aku mencemaskan Kyuhyun. Siapa lagi yang akan merawatnya kalau bukan aku? Ahra onnie pasti sibuk. Dan aku bisa dicap sebagai menantu yang tidak baik jika lebih mengutamakan pekerjaan daripada nyawa suamiku sendiri.

“Iya, Dokter. Lebih baik rawat inap sementara agar kondisinya membaik.” Ucapku pada akhirnya.

———————————–

“Minji ah, lebih baik kau pulang dulu bersama Jino. Makan, mandi dan istirahat. Semalaman kau tidak tidur menjaganya. Biar omma saja yang hari ini menunggunya.” Ujar ibu mertuaku.

“Gwaenchana, omma. Aku sudah membawa baju ganti. Lagipula kami bisa mandi dan makan di sini.” Balasku.

“Kau tidak pergi bekerja?” Tanya omma lagi.

“Aku sudah meminta izin selama dua hari. Mungkin mulai lusa jika Kyuhyun oppa sudah lebih baik aku baru bisa meninggalkannya ke kantor.”

“Minji ah, Kyuhyun memanggilmu. Sini biar Jino bersama appa saja.” Ayah mertua keluar dari kamar Kyuhyun. Aku pun menyerahkannya pada appa dan bergegas masuk menemui Kyuhyun.

“Good morning~ apakah enak rasanya diinfus?” aku mengecup kilat bibirnya.

“Duduklah di sini.” Ia tersenyum pucat dan memintaku duduk di ranjangnya.

“Syukurlah, demammu sudah turun. Apa kau sudah merasa baikan?”ujarku setelah memeriksa kening dan lehernya.

“Berkat kau. Mianhae.. aku hanya bisa merepotkanmu. Kau sampai tidak jadi pergi ke Busan karena aku..”

“Gwaenchana. Siwon sajangnim mengenalmu, dia baik sekali dan mau mencarikan pengganti untukku kurang dari sehari. Aku hanya tinggal memberikan slide presentasiku saja.”

“Syukurlah. Aku benar-benar tidak enak padamu..” Kyuhyun memegang tanganku.

“Kau jauh lebih penting dari apapun..” aku menatapnya sambil tersenyum.

“Aku sayang sekali padamu. Kau benar-benar istri yang baik dan bertanggung jawab.”

“Untuk itu kau harus cepat sembuh dan kau harus menebus ganti rugi karena aku tidak jadi pergi. “

“Hahahha, kau juga meminta royalty? Baiklah, apa yang kau minta?”

“Tidak berat. Aku hanya ingin kau menghabiskan ini.” aku mengambil bubur dan juga sayuran yang disiapkan petugas rumah sakit untuk makan pagi Kyuhyun.

Kyuhyun menutup matanya sambil tertawa seperti anak kecil. Ia anti sekali dengan sayuran-sayuran ini.

“Ayolah, habiskan. Sayuran ini akan memberikanmu tenaga. Masa kau kalah dengan Jino? Anakmu saja mampu menghabiskan satu mangkok sayuran tanpa sisa.” Aku menanti mulutnya terbuka dan bersiap memasukkan suapan pertama.

“Aigoo. Haruskah aku menelannya?” ujar Kyuhyun lagi.

Aku tertawa melihatnya. Suamiku ini memang sempurna, bahkan di satu sisi ia tetap saja masih punya jiwa kekanak-kanakan. Aku bersyukur sekali, masih bisa melihatnya tersenyum seperti ini. Sekalipun sedang sakit dan wajahnya pucat, ia tetap saja tampan. Tentu saja, karena ia Cho Kyuhyunku. Aku bahagia menikah dengannya, menjadi ibu dari anaknya dan berusaha keras untuk memberikan kasih sayangku pada mereka berdua. Being a good wife is really hard. But I’m happy for it!

END-

tengKYU for reader yang masih mau baca story tanpa konflik dan membosankan ini..

haha aku ga bisa deh bikin Kyuhyun sama Minji nangis-nangis darah,

karena dari awal emang berencana KyuMinji Story ini ga berat-berat..

Itu dia kenapa aku bikin format oneshoot juga.

Don’t forget to put your comment habis baca yah-

Bagusnya si tulis komen di kotak yang uda ada di sini,

Jangan komen di FB, twitter, apalagi bm soalnya author ga pake bb~ *katrok*

Kan saya ga bisa baca jadinya.. hehe J

I really appreciate your comment karena jadi tau kalian enjoy atau ga sama story yang aku tulis..

Okay deh uda kebanyakan speech-

Arigatou pokoknya for reading ^^

Iklan

159 thoughts on “[OneShoot] KyuMinji Story: Being a Good Wife

  1. Kyaaa..
    Aku sukaa..
    Critanya simple dan menarik..
    Minji skr sibuk ya, kerja trs ngurus ruma.. =P
    Kyuhyunnya uda sukses sekarang..
    Kapan nambah anak lagiii eon? Hahaha

    Aku mau oneshot kyk gini lagii.. *marukk*
    Hahaha..
    aku tunggu ff Kyu-minji selanjutnyaaaa~~..

    Suka

    • nambah anak?????
      huaaa ini ngurus Jino aja masih belum becus si kyuhyun TT

      kkk nantik yan next sequelnya siapa tau mau nambah lagi /loh
      tengkyu for reading ^^

      Suka

  2. Ishhhh epep jitt…
    Err…gigit bantal baca nih FF…aigooo…

    Boleh tak jambak authornya!
    Boleh kok gak romantis bgtt, errhgrr
    Daebak dah pkokny ni kyu~minji story, ayo bo buat episod laennya, biar tambah seru.

    Saran aja yah, itu kyuappa n minjiomma mohon kadar ke buwanganny dikurangi dkt, kasian jinony ampe kelaperan. ㅋㅋㅋ
    Siwon sajangnim blm nikah ya? Jodohin aja ama cho yoora~biar hae blik ama aq lg
    ~(˘▽˘~)(~˘▽˘)~

    Beautifull life dah pkoknya~
    Lanjut!!

    Suka

  3. hiyaaaa !! aku ngakak bacaa kata2 author setelah ending lol lol -____-”

    hadeeh seSUJU sama minrin ah ah diolass kadar kebuwangannya dikurangin oii pedalem ponakanku kelaperan nok ahaha

    eh iyaa onn ini saranku sihh nyambung sama minrin onnie..
    Bener tuh katanyaa , Siwon belom nganten kan ya ?? Nah jodohin aja sama cho yoora
    Tapii hwang minrinnya bikinin sama chansungg huauauahaha *kaburtakutdilemparbatang(?)*

    FFnya manis~ kyuhyunaaaah~~

    Suka

  4. akhirnya publish juga ff ini,ditunggu banget 🙂

    gapapa gg ada konflik,ini tuh alternatif buat yg udah capek sama ff yg bnyk problematika nya,hehehe 🙂

    pokokny ff buatan minji dgn cast kyuhyun selalu kunanti,thnks for make great fanfict 🙂

    Suka

  5. uuuhhh onnie rajin bgt post ff skrg…joahae 🙂
    iiinniiii suka bgt,,, rumah tangga muda yang so sweet bgt…jadiii pengeennn hehehe
    minji m kyu emang cocok bgt….gppp gk ada konflik..ini lebih suka..jadi kaya baca kjalan kehidupan seseorang kaya gini lebiih enak….soalnya minji kyuu karakternya dapet bgt///d tunggu next story nya 🙂

    Suka

    • hehe tengkyuuu
      iya ini msih rumah tangga baru,
      ntar makin lama moga ceritanya ga basii
      hehe

      ya ni lg byk wktu luang
      tp skrg uda mule sibuk lg TT

      Suka

  6. Aku sukaaa~
    Asik yaa bacanyaa. Adem-ayem gituu~

    Aku kira Minji tetep berangkat, ternyata setia bersma Kyu :”>

    Daebak ffnya chingu. Ditunggu ff yang lain.

    Suka

  7. Aaak..
    Aku suka.. Aku sukaa..
    Asik gitu yaa bacanya.. Adem-ayem..

    Aku kira itu Minji bakal tetep berangkar dan terjadilah konflik dahsyat. Tapi ternyata tetep setia. *peluk Minji*.

    Daebak ff, chingu.
    Ditunggu Kyu-Minji selanjutnyaaa~^^

    Suka

  8. hhkkk authoorr !!!hanwoo sama eunhyuk sudah nikah !!!
    wkwkkw.
    maunya author nih. si kyuhyun manja bgt >.<
    aakhh jino ganggu org bercinta aja deh sini sama tante #upps.
    minjinya kalem yah disini ehm ehm.
    #bashingauthor
    dasar pasangan buwang. wkwkkww.
    good job eonn.
    akhirnya saya baca juga ^^ kya kya.

    Suka

  9. Alohaaaaa..dina’s here..
    Saya mengobati hati yg lara disini krn baca ff diblog tetangga yg bikin sooyoung mati mengenaskan..syial..
    *curcol

    eeerrr…KANG MINJI, BOLEH KOK SEBENERNYA GAK DIBIKIN SEMANIS INIIIIIII..
    akh, saya enpi pemirsah..*bejek hyukjae
    sama kaya yg laen, kok rasanya yg ini kadar kebuwangan meningkat drastis yoo..
    Cho kyuhyun, you kuat ye, seharian gt, sini sama ai lolololol

    yaaak, anak tiriku kelaparan gr2 emak-bapaknya sibuk bercinta, sini sama mama tiri aja, tak kasi makan percobaan masak *eh

    onnie, diolas onn, dina gk kuat ngebayangin adegan yg abis minji belanja ituuuu..kemeja item, ucapan terima kasih..
    ;A;

    aigoooo..kalo gt udah dulu kali ya dina komen, melanjutkan menikmati kelaraan saya, merenungi nasib choi hyojin yg blm jelas kejahatannya di ff sebelah (???)

    Suka

  10. untung deh mereja ngak ada konflik yg serius cuma bumbu2 kecil ja….
    seneng mereka mesra2 an n q kira siwon bakal jd pengganggu d sini n kyuhyun bakal ada salah paham tentang kyuhyun minji selingkuh krn ada perbincangan hanwoo n minji,,, tau y ngak ada bagus deh adem ayem n harmonis ja…..

    Suka

  11. hwaaaaa,…. sweet banget. ceweknya bener-bener cewek yang daebak. di kerjaan oke, di keluarga juga oke. wah.. jadi pengen baca yang sebelumnya. aku udah kirim permohonan paswordnya. moga diterima ya? 😉

    Suka

  12. Yak Tuhan… Knp saya harus nemu ne ff ini.
    Kuleee buwang ti jak ne dua ne!!

    Sajan jee authorne nyem.. 😀
    Tapi totwittLah yahh..
    Bisa gak ini di film kan?
    Adegan yg suir-suirnya jgn di cut.
    Hahahahaha~

    Jinoyaaa~
    Jgn sampe dia puber sblom wktnya tuh sie jino..
    *bawakaburjino

    Suka

  13. woaaa kereen ff nya simple dan mudah di mengerti jinja daebak ,,
    ga bisa bayangin gimna ada istri sebaik itu mengurus suami,anak dan pekerjaan sekaligus dengan seperfect itu aigooo neoumu neoumu daebak.. pas begitu muncul lg di blog ini langsung di suguhkan ff menarik ini seneng banget
    wah pengen baca part awalnya nya ….

    Suka

  14. Anyeong salam kenal ya, aku baru aja nyasar kesini, 🙂

    panggil apa nih eoni, saeng, apa chingu aja? 95line,
    keren critanya yg baca bisa tanpa beban jadinya,

    ditunggu ya karya lainnya, gomawo

    Suka

  15. Anyeong.. reader baru..

    Langsung aja deh..
    Aku seneng dengan ff genre kayak gini.. happy ending.. nggak kebanyakan konflik dan yang pasti santai banget..
    Penggambaran karakternya juga menarik, kalimatnya juga nggak rumit..to the point dan nggak berbelit-belit..
    Bagus deh eonnn… ^_^

    Suka

  16. gatau mau komen apa lagi. aku lebih suka cerita yang ga berkonflik kaya gini thor. lebih tenang dan bikin senyum senyum ga jelas 😀 mereka romantis banget omg :3

    Suka

  17. wah.. keren deh. minji bener-bener seperti cwe impian namja saja.
    dia sabar terhadap kyuhyun n jino..
    aigo.. romantis bgt deh rasany. 🙂

    Suka

  18. ehh aku baru nyadar pas baca tulisan di bawahnya end, cerita tanpa konflik. hahahh
    aku juga baru sadar lohh -.-”
    tp ceritanya bagus kokk XD
    minji hebat, dia udh susah payah buat dapet ijin dr kyuhyun, ehh kok gara2 kyuhyun minji gak jadi ke busan
    dasarr evil kyuhyun -.-“

    Suka

  19. Good job minji! Gitu tu istri yang baik. Rela ninggalin pekerjaannya demi ngerawat suami. Ah…. Kyuhyun juga lovable banget sih. Iriii to the max sama keluarga ini
    Suka suka suka

    Suka

  20. Duhh authornya mank paling bisa dah buat envi readersnya..
    Ya ya boleh koq gak romantis2 banget…
    Akhhhh bikin ngenes sendiri..
    Lagi juga si om buangnya kelewatan..
    Kuat amat seharian g2 sampe anaknye kelaperan thor..
    Plisss dech kasian anaknya nanti terkontaminasi kalau sampai melihat adegan yg tidak seharusnya secara live.
    Hahahahha

    Suka

  21. yaampun, ngebayangin gimana repotnya Minji ngurus rumah, ngurus Jino dan ngurusin pekerjaan. ini keluarga sweet banget, saking sweet nya anak sendiri jadi terlantar ckckck. salut sama minji yang bisa handle semua nya

    Suka

  22. wuah minji istri idaman, ngga salah kalau kyu sangat mencintainya…
    padahal dia udh prepare buat tugas keluar kota, tapi karena kyu sakit dia rela meninggalkam tugasnya demi kyu.. wuah minji emang daebak…

    Suka

  23. Wah minji benar” patut diacungin jempol…..dia lebih memilih merawat suaminya yg sedang sakit daripada pergi ke busan…..pantes aja kyuhyun cinta bgt ma minji 🙂

    Suka

  24. Ahhhh couple ini pasti so sweer deh, hahaha g tergantung selesa yah, abang kyu jgn cemburu aku jg klo disuruh milih bakal pilih kamu kok daripada abang siwon wkwk…. untung aja yah ga ada kesan cinta segitiga disini sama abang siwon jd mrk tentram ^^

    Suka

  25. Aduhhh suka bgt ama keluarga kecil ini. Padahal baru baca 2 short story nya merekaaaa~ biarpun mereka nikah krn kecelakaan, tp mereka bisa sama2 ngejaga, emg dasarnya sama2 cinta sih yaaa hihi

    Suka

  26. sweet banget nih keluarga… pembuktian cinta minji ke kyuhyun…moment.nya sama jino kurang…pengen dech liat aktifitas mereka bertiga di hari libur ..acara rumahan gitu..

    Suka

  27. haii, aku reader baru . Pas lagi nyari ff cast kyuhyun nemu blog ini.
    ff nya bagus , apalagi disini kyuhyun ceritanya jadi good boy hehe… Minji juga jadi istri siaga pas suaminya sakit dia rela gk jd pergi keluar kota, bisa dicontoh kalo nanti
    sdh berkeluarga..
    Keep writing buat authornya… Salam Kenal ^^

    Suka

  28. I apologize for late comment…
    Sorry ya…
    Ya biasa anak sekolah…enak enaknya baca ehh guru masuk…nda sempat komen jdinya….
    seperti biasa ff nya bagus
    Peace…

    Suka

  29. sumpah suka banget sama sifatnya Kyu disini >< omg Kyumbul disini itu bener" bertanggungjawab dan minji bener" istri yang baik, dua jempol buat author

    Suka

  30. minji sweet bgt yaa rela mengalah dan merelakan kepentingannya demi sang suami,sumpah keluarga ini itu sempurna bgt jadi bikin envy tauu haha

    Suka

  31. Aku suka sama cerita yg ringan kya’ gini. Yg buat aku salut sama kakak yaitu walaupun tdk ada konflik yg benar” konflik tp gak ngebosenin.
    Kakak jjangg ^^

    Suka

  32. Si Kyu hebat bnget ya, dari pagi sampe malem -…….-
    Hihi, Minji kereen dia lebih milih suami daripada pekerjaannya :))
    As always, this couple is very sweeeet as sugar XD

    Suka

  33. 😍😍 si kyuhyun itu ya, meskipun lg ngerajuk tapi kalo tidur ah tetep aja meluk kkkk… Minji bener bener istri yg pengertian yah, sakit sayang dan khawatirnya sama kyuhyun dia sampe rela gak jadi ke busan demi ngejagain kyuhyun,

    Suka

  34. Bener-bener keluarga yg harmonis trus terbuka lgi…
    Tp tetap jja ya kyuhyun oppa tuh lg marahan jg gg bsa jauh dri minji…
    Minji bener istri yg pengertian dan gg egois tetap mementingkan keluarga…

    Suka

  35. dikirain aku siwon bakal jadi org ketiga di rumah tangga kyu sama minji tetapi engga ternyata
    ceritanya simple ga terlalu banyak konfllik yang ribet ribet
    ga kebayang ribetnya jadi minji harus kerja, ngurus rumah, ngurus suami, ngurus anak dan jadi menantu yg baik

    Suka

  36. bisa d bilang mereka bener” perfect couple saling posesif dalam artian positif saling memahami dan tidak mementingkan ego masing”. .. ehh tunggu aku agak kasian lihat jino klo liht hobi emak sama bapakny bekurung beduan mulu haahaa

    Suka

  37. Maaf ya eon..bkn maksud komentar jelek.. cuma mw blang klo ceritanya agak dtar… kurang konflik
    Maaf ya eon..
    Cuma mw kasih saran aja..😀

    Suka

  38. aku kurang suka ama sifat’a bapak’a minji
    entah kenapa kya’a terlalu gmn gtu, kok kya’a nyalahin kyuhyun bgt soal minji ga bole tugas ke luar kota
    kan kyuhyun suami’a,wajar donk klo kyuhyun nge larang
    tapi akhir’a ga pegi juga krna kyuhyun sakit..
    rumah tangga mereka harmonis, saling melengkapi
    kyuhyun ama minji patut di jdiin cth hahhaha

    Suka

  39. aigoo so sweet banget sih kyu family…
    apa lg pas scan jino masuk kekamar org tuanya kekkk terjesan gimana.gitu….

    aigoo kyuppa sakit typus..kasian dia.

    semoga cpat sembuh oppa kekk…

    Suka

  40. Suka sukaaa ceritanya berkonflik ringan, disini semua bersikap dewasa, suka bgt! >< h~ someday juga pengen kayak minji, karir dan keluarga berjalan seimbang :')

    Suka

  41. Wah kyuminji story ceritanya bahaya, membawa virus, dan ketagihan. Bikin yg baca pengen tau terus kelanjutan kehidupan pernikahan mereka, konflik ringan seputar pernikahan. Sista pake riset ya, kok konflik nya bnyk di alami ibu2 muda, kya kk aq. hehehehe. di tunggu kyuminji story yg lain. Semangat berkarya sista

    Suka

  42. its not easy to be a good wife, sometimes needs much more times for member of family then her self, yg paling hebat adlh sabar’a minji in facing her problem, berfikir rasional jg pk feeling jd everybody happy^^ thats needs mature indeed

    Suka

  43. Finally, setelah lama mendekam di memo hp
    uwaa, nth harus ngmong apa sama keluarga ini
    mngkin awalny aja karena “kecelakaan” tapi syukurlah sampe dsni mereka bisa melalui itu semua
    ya, walaupun banyak beberapa hal yg menjadi pemanis kehidupan rumah tangga mereka
    ah, siwon? kyuhyun mah kalo d lawan sama siwon seimbang
    sama2 tamvan hehehe
    eh? si bos belum nikah? hahahahahaha
    mangkanya keburu gtu
    yaa, untung lah minji menjadi istri yg the best rela ninggalin pkerjaan demi kyuhyun hehhehe
    nice story
    fighting^^

    Suka

  44. aku suka sama ceritanyaa.. awalnya emang kecelakaan, tapi abis itu happy family. trs kyuhyunya itu lhoo.. sweet.. pengertian bgt.. tapi minji kurang2in kerjanya yaa. kasian jino 😦

    Suka

  45. haiii, aku reader Baru disini
    Baru nemu saat list rekomendasi blog lain
    wahhh..minjin beneran jadi wife yang baik buat kyuhyun Dan jadi istri idaman
    semoga aja langgeng terus keluarga ini

    Suka

  46. Wahh aku kayanya mulai ngerti sift minji, dia pasti pengen mengerjar cita2 nyaa, walau Kyu demote gk ngizinin tapi akhirnya di izinin jugaaa dan yahh akhirnya gk jadi pergi, minji so sweet banget ke kyuhyun sebagai seorang istri, bagus authorr konfliknya Ringan tapi tetap kerenn

    Suka

  47. aigo~ so sweet bgt keluarga kecil ini
    tp setelah menikah kyuhyun jadi mesum dan kekanakan gini ya hahahah tp gpp deh jd suka sifat kyu yg itu tuh 😀

    Suka

  48. obsesi minji tenyata masih ada terhadap cita citanya tapi walau bagaimana pun klo udah menikah pasti harus punya prioritas yaitu keluarga untung minji Puny kyuhyun yg bisa mengerti

    Suka

  49. ha!! kyuhyun sok jual mahal sama minji tp ujung ujung nya deleti minji juga kan hahaha salut banget sama minji udah kerja ngurusi rumah sma orng orngnya mana sabar bangrt lagi gak pakek ngomel 👍👍

    Suka

  50. Siapa bilang jadi istri itu gak berat. istri itu mempunyai pekerjaan 24 jam karena banyak yang akan diurusnya. Kalo suami pulang kerja dia bisa berleha – leha istirahat karena tak ada pekerjaan yang menantinya di rumah sedangkan istri sesibuk apapun dia dengan pekerjaannya diluar rumah sesampainya di rumah,pekerjaan rumah tangga setumpuk menunggu.
    Contohnya aja,bila suami sakit rumah akan baik – baik saja,tetap rapi,tetap bersih,makanan tetap tersedia. Tapi bila istri sakit apalagi sudah memiliki anak rumah pasti berantakan dan ujung – ujungnya istri juga yang akan membereskannya disaat dia sehat nantinya

    Suka

  51. duh jinoya sudah gede yaaaaa

    Duh kyuhyun terlalu kerja keras jadinya dia kena typus deh
    untung si minji disisinyaa

    Jinoya sampe jadi korban emosinya minji gegara mau ditinggal ke busan

    Suka

  52. huahhhhh… so sweet bangeetttt, minji ama kyuhyun itu tipikal suami istri idaman banget, meski nikah di umur muda mereka itu dewasa banget. Kalau kebanyakan orang kalau nikah muda itu mempertahankan ego masing-masing terutama untuk pekerjaan kalo mereka itu nggak. Applause deh buat author-nim yang sukses menciptakan dua insan ini #plakk. Btw jino udah gede aja ya, mau dong main ke rumah tante haha… semangat terus yahhh

    Suka

  53. emang paling seneng deh baca ff yg ceritanya kyu orang biasa aja bukan artis. minjii nya good wife paraah. dabest lah ff nya

    Suka

  54. Minji istri idaman banget beruntung banget km chombul kkk biarpun nikah muda tp si minji enjoy banget ngjalanin kesehariannya ngurus rumah tangga dan bekerja hebat banget >.<

    Suka

  55. Aigoo kyuhyun sama minji romantis bingits…
    Minji harus banyak bersabar kaya nya buat ngadepin kyuhyun yang mesum nya nga ketulungan…

    Suka

  56. ah..envy envy envy…aku envy setiap kali baca story pasangan ini…
    rasanya aku juga pengen satu yang seperti kyuhyun, mungkin kalimat ini akan jadi kalimat yang akan sangat sering keluar setiap kali selesai membaca ff mu tentang mereka authornim..

    Suka

  57. Semoga nanti aku punya keluarga kecil seperti ini. . Pngin punya suami kya kyuhyun oppa.pekerja keras bertanggung jawab lagi kurang apa coba 😙😙😙. . Minji beruntung banget. Kyuminji story daebakk 👍👍👍👍👍

    Suka

  58. Suka ceritanya. Simple, ringan, so sweet. Pokonya enak dibaca..
    Tp aku lebih suka kalo ceritanya nggak cuma fokus di Kyuhyun-Minji aja, tp juga ke Jinonya.
    Fighting buat next postnya !!!

    Suka

  59. Being a good wife the most important more than anything.
    Salut banget sama minji. jadi ibu muda yang bisa ngurus suami, anak, dan rumah dgn baik.
    Still be an awesome wife and mother!

    Suka

  60. Walaupun nikah muda karna kecelakaan masih bahagia terus, kasian tu jino sampe kelaparan karna kyuhyun minta ditemani minji terus2san, yah ahirnya g jadi pergi deh minji, demi menjaga suami tercinta

    Suka

  61. lama2 kok gemes ya lihat tingkah mereka. sejujurnya kedepannya pengen dibanyakin part jino. tapi secara keseluruhan udah suka sama alurnya.

    Suka

  62. aduhhh kurang bahagiaaa apaa lgii nii keluargaa..
    udaa suamiinya pengertiann.. istrinyaa pulaa…
    biasanyaa masih mementingkan ego masing2…
    inii dah kecampur benran dah mrekaa…
    haha…

    Suka

  63. Dasar laki2…….. kkkk suka bgt pas adegan itu, pas malemnya kyuhyun ngacuhin minji tapi paginya dipeluk juga.
    Aku suka sama ceritanya, bagus! Gak ribet konfliknya, malah bener2 kayak kehidupan sehari2 jadi bacanya sambil senyum2^^

    Suka

  64. ini ff nya ringan bgt.. konfilknya gk trll ribet dn well.. don’t you know that married life isn’t just simple in real life 😄✌ keep up the good work.. dn semoga bikin konflik yg sdikit berat y😉✌ fighting💪

    Suka

  65. Luar biasa Minji, ngurus anak, suami, pekerjaan rumah, dan jg pekerjaan kantor bersamaan tanpa keluhan.
    Kalok eonni enggak sanggup bikin mereka nangis2 darah, aku juga enggak sanggup eonni bacanya hihi.

    Suka

  66. Suka bgt baca kisah mereka, easy tp ttp keren alurnya..
    Rasanya kalo baca kisah mereka cuma bisa gigit jari, abis so sweet bgt
    Fighting buat next post !!!

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s