[4] Your Guardian

Author: Minji ^_^

Cast: Cho Kyuhyun – Kang Minji – Lee Brother – Cho Yoora – and Other Cameo ●

Genre : Straight – Romance • Length: Part 4

————————————-

AUTHOR POV

 

“Aku akan dibelikan pesawat yang besar oleh appa. Nanti kita bisa jalan-jalan dengan menggunakan pesawat itu.” Ujar Sungmin dengan bangga.

“Appa juga bilang padaku ia akan membelikan mobil balap yang mahal jika nanti aku bisa menjadi seorang dokter. Kalian pasti akan iri dengan mobil balapku.” Eunhyuk tidak kalah sombong.

“Donghae ah, kenapa diam saja? Ayo katakan apa yang akan appa berikan padamu.” Eunhyuk mendesak adik kandungnya itu.

“Apa ya? Oh ya! Appa janji akan mengajakku keliling dunia jika nanti aku sudah besar.” Jawab Donghae akhirnya.

“Kalau aku, appa akan membelikanku pulau di tengah laut dan membuat rumah yang besar seperti istana di sana. Kalian bisa bermain-main ke sana.” Kyuhyun juga tak mau kalah.

“Wah! Aku akan ke sana dengan pesawatku!” Sahut Sungmin antusias.

“Aku juga akan ke sana naik mobil balapku.” Sahut Eunhyuk.

“Yaa! Mana bisa? Mobilmu pasti akan tenggelam di lautan luas. Jangan bermimpi.” Tukas Kyuhyun.

Sementara yang lain larut dalam obrolan dan khayalan mereka, Minji hanya diam mendengarkan cerita teman-temannya. Ia juga ingin menyampaikan keinginannya, namun sayangnya ia sangat jarang mengobrol dengan orangtuanya karena mereka terlalu sibuk.

“Minji ah, bagaimana denganmu? Ayo ceritakan apa yang akan diberikan appa dan ommamu..” Tanya Eunhyuk.

Gadis itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Omma dan appa tidak pernah bilang hal-hal seperti itu padaku.” Jawab gadis itu dengan nada sedih.

“Minji ah, kalau begitu nanti kau bisa tinggal di pulau bersamaku. Di sana akan ada istana megah kita nanti. Jangan bersedih.” Janji Kyuhyun lalu menepuk punggung gadis itu.

“Ne, kau juga bisa naik pesawatku. Kita keliling dunia bersama Donghae juga.” ujar Sungmin.

Kyuhyun terbangun. Nafasnya sedikit berat dan ia mengacak-acak rambutnya sendiri. Rupanya ia sedang bermimpi dan melihat masa lalu mereka di mimpi itu. Kejadian itu sudah begitu lama, ketika mereka sama-sama masih duduk di bangku sekolah dasar. Kyuhyun sedikit tersenyum  mengingat masa kecilnya yang selalu diwarnai mimpi bersama dengan sahabat-sahabatnya itu. Bagaimana bisa hal itu masuk ke mimpinya saat ini?

“Di mana aku?” Kyuhyun seketika menyadari saat ini ia tidak berada di kamarnya sendiri. Tata ruang dan letak serta benda-benda yang ada di ruangan ini sangat berbeda. Namja ini kemudian menyalakan lampu, melihat handphonenya. Ada belasan miscall dari rumahnya dan juga dari Yoora. Mengetahui kepalanya masih terasa pusing dan berat serta kenyataan ia yang tak memakai baju saat ini, Kyuhyun sadar ia baru saja mabuk.

Ia menoleh ke arah dinding yang tepat menghadap sisi tempat tidur, persis di depannya. Sebuah foto keluarga, seorang laki-laki, seorang wanita, dan di antara mereka seorang gadis kecil sedang tersenyum manis, ke arahnya. Kyuhyun kembali mengingat mimpinya tadi. Ia menyadari betapa ia sangat mencintai gadis kecil yang ada di dalam pigura keluarga bahagia itu. Sedikit rasa marah, kesal, dan didominasi kesedihan yang dalam merasuki pikirannya. Apakah ia benar-benar akan jatuh miskin setelah kenyataan yang baru saja diketahuinya?

“Sepertinya.., impianku untuk membawamu ke istana megah itu akan terhambat, atau mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang seharusnya. Mianhae..” Kyuhyun bergumam sendiri. Ia terisak dalam hati dan mencoba untuk memejamkan matanya kembali. Ini masih pukul 3 pagi.

MINJI POV

 

Aku diam dan berusaha untuk tidak mengamatinya. Sedari tadi ia hanya duduk dan memainkan PSPnya dengan wajah datar yang tidak biasanya. Entahlah, sepertinya keberadaanku juga tidak dianggapnya di sini. Tapi apapun yang terjadi, aku tidak suka melihatnya seperti ini. Sejak menjadi tamu dadakan di rumahku terlebih dalam keadaan mabuk semalam, Kyuhyun belum juga membuka mulut dan bicara hal yang penting padaku. Bahkan tadi pagi pun ia bersikap seolah tidak terjadi apapun, sebelum akhirnya kami sama-sama berangkat ke kampus hari ini. Aku juga tidak berani menanyakan apapun padanya, namun sepertinya hal yang serius telah terjadi. Aku tahu, Kyuhyun tidak mungkin seperti ini tanpa alasan.

“Aku mau pergi. Ada hal yang harus kukerjakan.” Akhirnya aku berani mengeluarkan kalimat yang membuatnya berhasil menoleh padaku. Ia menatapku.

“Mau kemana?”

“Mengerjakan tugasku. Mungkin di perpustakaan.”

“Aku ikut denganmu.”

“Jangan, kau hanya akan membuat tugasku tidak selesai.” Ucapku jujur. Sejenak Kyuhyun kembali diam dan menatap benda di tangannya. PSP yang selalu ada di mobilnya dan dibawanya kemana-mana.

“Jadi kau tidak mau menemaniku?”

“Bukan begitu. Tapi dari tadi pagi kau tidak bicara sepatah katapun padaku. Untuk apa aku diam di sini?”

“Mianhae.. aku sedang tidak ingin melakukan apapun, dan juga bicara apapun.” Balasnya dengan suara pelan.

“Jika begitu pulanglah. Akan lebih baik kau berada di rumah dan istirahat.” Saranku padanya.

Kyuhyun meraih tanganku tiba-tiba dan menatapku, membuatku gugup untuk sesaat. Matanya lelah sekali. Aku tahu ia sedang ada masalah. Tapi apa?

“Mianhae sudah merepotkanmu. Dan Gomawo karena kau sudah mengurusku dan menemaniku. Pergilah, aku akan menghubungimu nanti.” Ujarnya pasrah. Namun aku melihat sedikit senyuman di wajahnya, meskipun terpaksa.

Aku pergi dengan banyak pertanyaan di kepalaku. Ia bahkan tidak masuk ke kelasnya hari ini, namun ia datang ke kampus bersamaku dan menunggu hingga kelasku yang memang hanya satu mata kuliah selesai. Apa yang sebenarnya sedang dipikirkannya? Dari kecil kami terbiasa terbuka satu sama lain, dan terus terang kali ini aku tidak suka jika ada yang disembunyikannya dariku.

————————————

KYUHYUN  POV

Aku membawa mobilku tanpa arah. Minji memintaku pulang, tapi justru hal itu akan membuatku lebih muak lagi. Aku tidak bisa membayangkan perasaan omma dan juga Yoora yang tidak tahu apa-apa. Memang, hal ini bukanlah vonis mati bagi keluarga kami. Tapi keputusan yang ingin diambil appa menurutku membuat kami tidak punya harga diri. Aku tahu dengan pasti appa adalah orang yang sangat tegas dan pekerja keras. Ia menerima warisan kakek sepenuhnya, dan semuanya mengalami perkembangan pesat di tangannya. Tak kusangka semuanya akan berakhir hanya karena sebuah kejadian yang notabene juga bukan kesalahan appa sepenuhnya. Para pemegang saham itu benar-benar keparat dan tidak bertanggung jawab. Seharusnya mereka ikut menanggung kerugian ini karena mereka ambil andil dan ikut bertanggungjawab di dalamnya. Para pengecut itu hanya ingin mengambil keuntungan saja.

Apa yang harus kulakukan? Aku merasa sangat berdosa pada appa. Aku anak laki-laki yang tidak bisa diharapkan. Apa yang bisa kulakukan untuk membantunya sekarang? Belum lagi appa sedang kesal padaku, dan ucapannya tempo hari membuatku makin merasa bersalah dan tidak berguna. Aku hanya bisa membuang-buang uang dan merepotkan.

Handphoneku kembali bersuara, sebuah panggilan masuk lagi, dari Eunhyuk.

“Yoboseyo~”

“Ya! Kau dimana?” Eunhyuk sedikit berteriak.

“Entahlah. Ada apa?”

“Jawaban macam apa itu? Ayo bertemu di tempat biasa.”

Kurasa ini lebih baik daripada tidak memiliki tujuan. Aku memutar arah dan melajukan mobilku untuk bertemu Eunhyuk.

———————————

“Kau sedang ada masalah?” Tanya Eunhyuk.

“Mengapa kau seolah sedang mengintrogasiku?” aku meliriknya, kemudian Donghae yang juga ternyata ada di situ.

“Sebenarnya, Minji yang memintaku untuk menghubungimu. Ia bilang padaku semalam kau mabuk dan terlihat seperti orang mati. Belum lagi Yoora juga menanyakan keberadaanmu terus. Katanya ommamu khawatir.” Jelas Donghae.

Aku tersenyum. Rupa-rupanya gadis itu peduli padaku.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Donghae.

“Sepertinya aku akan berakhir.”

“Apa maksudmu? Sepertinya kau punya masalah berat.” Eunhyuk cukup khawatir.

“Kalian tahu? Proyek amusement park yang dirancang appa di Shanghai gagal. Para pemegang saham meninggalkannya dan kini appa harus menanggung kerugian yang sangat besar. Bisa kukatakan, kami bangkrut.”

“Kyu, ini mimpi buruk…” potong Eunhyuk lagi. Sementara Donghae hanya diam masih menanti kelanjutan ceritaku.

“Kuharap aku juga sedang bermimpi buruk. Namun ini kenyataan.”

“Lalu apa keputusan appamu?” Tanya Donghae.

“Inilah yang membuatku kacau. Ia berencana menjual perusahaan pada pemegang saham utama yang bisa dibilang, perusahaan kami berhutang besar pada mereka sejak awal proyek ini dibangun. Mereka akan menyabotase semuanya. Hutang ini sepertinya sangat besar. Kurasa appa benar-benar kehabisan akal hingga mengambil jalan ini.”

“Ini sulit dan rumit. Aku mengerti mengapa ia melakukan itu. Jika tidak.., maka kalian benar-benar akan jatuh miskin.” Eunhyuk nampak bingung.

“Amusement Park itu, bukankah sangat luas dan kudengar itu sudah nyaris rampung. Apa yang membuatnya tiba-tiba seperti ini?” Donghae seolah bertanya pada dirinya sendiri. Aku hanya bisa diam tanpa menanggapi ucapannya.

“Kumohon, rahasiakan ini dari Yoora, dan juga.. Minji.”

“Yoora tidak tahu?” potong Eunhyuk.

“Omma berpesan agar jangan memberitahunya dulu. Kurasa omma tidak ingin anak itu sedih. Yoora sangat mudah stress jika ada hal yang dipikirkannya dengan serius.”

“Tapi Yoora sudah besar. Ia bisa mengerti keadaan dengan mudah. Kurasa cepat atau lambat ia pasti akan menyadari perubahan ini.” ujar Donghae.

“Entahlah. Aku tidak bisa berpikir lagi.”

“Baiklah, Yoora itu urusanmu dan keluargamu. Tapi Minji? Kurasa merahasiakan ini darinya bukan hal yang baik. Ia begitu mengkhawatirkanmu. Apa tidak sebaiknya kau cerita padanya?” saran Eunhyuk.

“Aku belum siap. Aku takut ia akan menjauh dariku karena hal ini..”

“Bodoh sekali cara kerja otakmu. Mana mungkin ia akan meninggalkanmu hanya karena hal ini? kita semua sudah seperti saudara.” Balas Eunhyuk.

“Eunhyuk benar. Kurasa sebaiknya kau beritahu Minji, sebelum ia tahu hal ini dari orang lain.” ujar Donghae.

———————————————–

AUTHOR POV

Donghae mengamati gadis di hadapannya, namun sepertinya yang diamati tidak sadar, ia terlalu sibuk mengerjakan not-not balok yang baginya lebih mirip seperti biji kecambah. Donghae tersenyum mengamati pemandangan di depannya.

“Gadis ini benar-benar berusaha keras.” Gumamnya dalam hati.

Merasa diamati sedari tadi, Yoora menoleh dan melihat Donghae tersenyum ke arahnya. Wajah gadis ini seketika memerah, lalu ia kembali melanjutkan tugasnya. Baginya, namja di hadapannya ini terlalu spesial.

“Kurasa kau cepat mengerti dan bisa dengan baik menempatkan di mana letak kres dan mol. Apa yang menurutmu susah sebelumnya?” Donghae bertanya dan membuat Yoora seketika membenarkan posisi duduknya.

“Ah, ne. Ternyata tidak sesulit yang kukira. Kurasa aku hanya tidak menyukai cara dosen mengajari materi ini sehingga sangat susah untuk kumengerti.” Balas Yoora.

“Jinja? Jadi kau lebih mudah mengerti penjelasanku daripada dosen yang seorang professor sekalipun?” Donghae tersenyum.

Pertanyaan Donghae membuat gadis itu malu. Apakah ini sebuah sindiran? Ia takut Donghae mengetahui perasaannya.

“Oppa, mengapa kau bicara begitu? Mungkin denganmu aku bisa lebih bebas dan leluasa dalam bertanya. Sementara di kelas aku merasa seperti satu-satunya orang bodoh ketika yang lain sudah mengerti dengan baik.” Yoora merasa ia perlu membela dirinya.

“Haha baiklah, baiklah. Oh ya, semalam kudengar Kyuhyun tidak pulang. Apa yang terjadi dengannya?” Donghae mengalihkan pembicaraan.

Yoora seketika meletakkan pensil yang dipegangnya. Ia baru ingat Kyuhyun belum juga menjawabnya sejak kemarin malam. Ia bahkan lupa hendak menemui Kyuhyun di kampus hari ini. Ia melupakan segalanya karena hanya ingat janjinya bertemu Donghae hari ini.

“Molla. Aku tidak tahu ketika ia pergi. Yang kuingat ia bicara dengan omma sebelumnya. Sepertinya sangat serius karena omma hanya bicara berdua dengannya dan melarangku untuk ikut. Mungkin saja masalah kuliahnya, karena appa sedang kesal padanya akhir-akhir ini.”

Donghae menatap gadis itu. Sepertinya memang Yoora tidak mengetahui apapun.

“Oh ya? Apa kau tidak melihatnya hari ini di kampus?”

“Aku ada quis sejak pagi dan tidak sempat ke gedung bisnis. Tapi yang jelas omma mengatakan ia belum juga pulang ke rumah.” Kesal Yoora.

Mereka kemudian sama-sama terdiam. Yoora kembali menyibukkan dirinya dan tidak ingin masalah Kyuhyun mengganggunya hari ini.

———————————————-

Kyuhyun pulang dan disambut oleh ommanya dengan wajah khawatir. Ia hanya menyapa wanita paruh baya itu seadanya kemudian bergegas masuk ke kamarnya di lantai atas. Nyonya Cho mengerti, putra sulungnya itu sedang tidak dalam mood yang baik. Untuk itulah ia memilih diam dan menunggu saja.

“Omma akan memasakkan makanan kesukaanmu. Makanlah jika kau lapar.” Ujar wanita tua itu namun tak mendapatkan respon dari Kyuhyun.

“Kemana saja kau semalam?” Kyuhyun menoleh dan mendapati adiknya sudah ada di ambang pintu.

“Masuk dan jangan berdiri di situ.” Sergah Kyuhyun.

“Mengapa semalam kau tidak pulang?”

“Bukan urusanmu..”

Yoora tahu mood kakaknya itu sangat tidak bagus, ia pun memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam.

“Apa kau bertengkar lagi dengan appa?”

Kyuhyun memandang adiknya dengan tatapan kesal. Ia sedang tidak ingin mendengar apapun terlebih yang menyangkut appanya. Hal itu membuatnya sedih dan merasa tidak berguna.

“Tidak terjadi apa-apa di antara kami. Kau tidak usah khawatir.” Balas Kyuhyun singkat.

Yoora masih tidak puas dan ia duduk di ranjang mengamati Kyuhyun.

“Akhir-akhir ini kau sangat jarang di rumah. Apa saja yang kau kerjakan? Pasti kau selalu pergi untuk menemui gadis itu bukan?”

“Apakah itu masalah bagimu? Aku menyukainya dan aku harus memastikan agar ia selalu melihat ke arahku, bukan pada namja lain.” Kyuhyun menekankan kalimat terakhirnya dan itu membuat Yoora sedikit kesal.

“Oh, begitu rupanya. Baiklah. Kau harus tetap memastikan agar ia selalu jauh dari Donghae.” Tegas Yoora. Hal itu membuat Kyuhyun tersenyum dalam hati. Ia berniat mengerjai gadis ini. ia benar-benar lupa Donghae telah membuat adik kandungnya ini mabuk cinta.

“Bagaimana jika.. Donghae ternyata juga menyukai Minji?” Kyuhyun menggoda adik semata wayangnya itu. Mendengar hal itu Yoora seketika memasang wajah kesal.

“Mengapa tiba-tiba kau mengajukan pertanyaan yang sangat menyebalkan?” Yoora sedikit berteriak.

“Bisa saja bukan? Karena aku masih merasakan ancaman dari sahabat baikku itu.”

“Aku tidak peduli. Donghae oppa pasti akan melihatku. Ia pasti akan menyadari jika aku menyukainya dan aku jauh lebih baik dari gadis plin plan itu.” Yoora bertekad pada dirinya sendiri. Melihat hal itu, Kyuhyun tersenyum gemas.

“Baiklah, sekarang aku mau istirahat. Keluarlah dan pikirkan cara-cara agar kau bisa memikat hati pangeranmu itu. Ingatlah satu hal, Donghae itu tidak menyukai gadis yang kasar.” Ujar Kyuhyun lalu mendorong Yoora keluar dari kamarnya itu.

——————————————

“Kyu, Hanwoo itu sangat berbeda dari gadis-gadis kebanyakan. Ayolah, kumohon bantu aku. Aku bahkan tidak bisa mengajaknya untuk pergi berkencan.”

Kyuhyun hanya diam dan tetap asyik dengan laptopnya saat Eunhyuk terus saja menceritakan isi hatinya ketika mereka tengah menunggu kedatangan dosen di kelas.

“Kyu, kau mendengarku kan?”

Kyuhyun menoleh dengan wajah malas.

“Lalu apa yang bisa kubantu? Soal Yoora aku masih paham karena aku tinggal serumah dengannya, tapi Hanwoo? Lebih baik kau bertanya pada Minji.”

“Nah, itulah maksudku! Aku butuh bantuan kalian berdua.” Eunhyuk berbinar-binar.

“Apa maksudmu?” Kyuhyun  mengerutkan alisnya.

“Hmm begini. Kita berkencan bersamaan, yah, semacam double date, tapi seolah itu adalah acaramu dengan Minji. Kau harus meminta Minji agar ia mengajak Hanwoo ikut serta, lalu aku juga muncul di tengah-tengah kalian. Bukankah ia tidak mungkin menjadi pengganggu ketika kalian sedang berdua? Jadi secara otomatis ia akan bersamaku.” Eunhyuk menunjukkan senyum lebarnya.

“Cih, pengecut. Itu akan membuatmu nampak sangat murahan di matanya.”

“Lalu aku harus melakukan apa lagi? Gadis itu sangat tinggi harga dirinya. Ia membalas pesanku hanya dengan sepatah dua patah kata. Padahal jika kubandingkan, masih banyak gadis lain di luar sana yang lebih cantik dan seksi daripada dia. Huh, bahkan aku melepaskan Yoora karena gadis bodoh ini.”

Kyuhyun tertawa geli melihat Eunhyuk sibuk dengan pikirannya sendiri. ia tidak pernah melihat sahabatnya itu memusingkan seorang gadis hingga seperti ini, bahkan melebihi saat ia mengejar-ngejar Yoora.

“Lalu mengapa kau tetap mengejarnya? Tinggalkan saja jika memang ia tak lebih baik dari gadis manapun.” Komentar Kyuhyun singkat.

“Mwo? Kau benar. Tapi entahlah, aku belum puas. Aku sendiri tidak tahu mengapa aku begitu penasaran pada gadis ini. Ah, seharusnya Minji mendekatkanku sejak awal.”

“Perhatian semuanya..” sebuah suara membuat kelas yang hanya berisi duapuluh orang mahasiswa itu tenang seketika. Kim sonsengnim masuk kelas dengan membawa seorang gadis cantik semampai yang sedang tersenyum.

“Hei, siapa dia? Aigoo.. yeppo daa..” Eunhyuk tak berkedip. Sementara Kyuhyun, ia juga sangat terkejut karena merasa aneh dengan kehadiran gadis ini di kelas ini.

“Akhir-akhir ini kampus kita banyak menerima transfer studi dari universitas di luar negeri. Hal ini menunjukkan jika nama kampus kita memang cukup diperhitungkan.”

Semuanya diam namun tak ada satupun yang berkonsentrasi pada ucapan Kim sonsengnim kecuali para gadis. Sementara semua namja, secara otomatis memfokuskan bola mata mereka pada objek indah di depan.

“Gadis ini adalah mahasiswa baru di program bisnis dan kelas ini. Silakan memperkenalkan diri secara singkat, dan duduklah di tempat yang kau suka.” Ujar Kim Sonsengnim pada gadis cantik itu.

Matanya bening kecoklatan, rambutnya yang panjang dan sedikit bergelombang dibiarkan tergerai rapi. Kulitnya mencerminkan jika ia memang gadis Korea asli, dan tubuhnya semampai bagaikan seorang model catwalk.

“Namaku Hyojin, Choi Hyojin imnida. Mohon bantuannya..” gadis itu tersenyum dan sedikit membungkukkan badannya.

Ia pun melangkah mencari tempat duduk, diiringi mata semua namja yang mengharapkan gadis itu akan duduk di dekat mereka. Suara heels yang dipakainya turut memenuhi ruang kelas yang mendadak sepi suara karena kedatangannya. Setiap orang terutama namja di kelas ini mengekorinya dengan mata mereka, ingin tahu akan dimana yeoja cantik itu duduk. Siapa tahu merekalah yang beruntung bisa duduk di dekat yeoja itu.

“Kyu, pindahlah. Lihat gadis itu berjalan menuju ke arah kita. Biar dia duduk di sebelahku.” Bisik Eunhyuk. Kyuhyun hanya diam saja dan sesaat ia melihat gadis itu menatapnya lalu tersenyum.

“Aigoo! Ia tersenyum padamu!” Eunhyuk kembali berisik. Kyuhyun memilih untuk kembali sibuk dengan laptopnya kemudian gadis itu duduk di kursi tepat di sebelah Kyuhyun.

“Bolehkah aku duduk di sini?” Tanya gadis itu lembut lebih pada Kyuhyun yang tepat berada di sebelahnya.

“Sst! Kyu, dia bicara padamu.” Eunhyuk menyenggol Kyuhyun. Namja tampan itu pun menoleh ke arah si gadis.

“Oh, tentu saja. Bukankah Kim sonsengnim membebaskanmu untuk duduk di manapun kau mau?” ujar Kyuhyun.

“Gamsahamnida, Tuan Cho.” Gadis itu tersenyum. Semua namja kini bertanya-tanya, mengapa gadis itu mengenal Kyuhyun?

—————————————–

Minji nampak sangat kerepotan membawa banyak sekali tumpukan poster beasiswa yang harus ia sebar. Dosen memintanya untuk membantu menyebarkan ini di seantero sekolah, namun gadis ini kebingungan bagaimana agar ia bisa mengangkut semua poster ini bersamanya agar ia tidak usah bolak-balik lagi.

“Hmm, sepertinya kau butuh bantuan.” Suara seseorang menyapa gadis yang sedang kebingungan itu.

“Donghae..”

“Sejak kapan kau melupakanku? Bukankah kau selalu memintaku datang jika kau perlu bantuan, hum?” Donghae tersenyum dan menyilangkan kedua tangannya di dada. Minji yang merasa tersindir menggaruk-garuk kepalanya. Ia merasa canggung.

“Bukan begitu, aku pikir aku bisa mengerjakan ini sendirian, tapi ternyata..”

“Sudahlah.. ayo kubantu..”

Minji tersenyum dan akhirnya ia membagi dua tumpukan poster itu dan memberikan setengahnya ke tangan Donghae. Mereka pun berjalan memasang poster-poster itu di tengah keadaan kampus yang sudah agak sepi karena telah banyak kelas yang dibubarkan. Hanya ada beberapa mahasiswa yang mengisi waktu luang mereka dengan bermain basket, dan ada juga yang masih sibuk dengan kegiatan klub.

“Bagaimana dengan Kyuhyun?” Tanya Donghae, membuat gadis itu menghentikan pekerjaannya sesaat.

“Apa maksudmu?” Minji sedikit kikuk.

“Hahaha, apalagi yang kau tutupi dariku? Kyuhyun sudah cerita semuanya padaku.”

“Mwo? Apa saja yang diceritakannya padamu?” Minji seketika terpancing dan ingin tahu.

“Aniyo. tidak ada yang penting. Hahahha..” Donghae tertawa dan kembali menempel poster, dan Minji merasa kesal karena Donghae mempermainkannya.

“Kau menyebalkan..” Minji kembali bekerja sambil memasang wajah masam.

“Tapi ia bilang ia tak bisa berhenti memikirkanmu.”

Minji menoleh lagi, dan wajahnya bersemu merah.

“Ia.. berkata begitu?”

Donghae hanya tertawa.

“Kau ini bodoh atau berpura-pura bodoh? Dari kecil ia sudah menunjukkan hal itu. Bahkan hingga kita tumbuh besar, tak ada satupun namja yang berani mendekatimu karena kau selalu bersamanya.”

“Huh, berhentilah membahas namja egois itu.”

“Siapa yang kau bilang egois?” Minji dan Donghae tersentak karena Kyuhyun seketika muncul di dekat mereka bersama Eunhyuk. Wajah Minji sedikit panik mengetahui namja itu muncul tiba-tiba. Kemeja hitam lengan panjang  yang polos tanpa motif dan lengannya digulung hingga siku, membuat gadis ini hampir sesak nafas. Kyuhyun menatapnya sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

“Jadi kau tetap berselingkuh di belakangku nona Kang? Bahkan dengan sahabatku sendiri?” Kyuhyun menyeringai. Donghae hanya tertawa dan Eunhyuk juga ikut tertawa.

“Kau ini bicara apa? Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.” Minji bangkit dan bermaksud kembali memasang poster. Wajahnya merah padam. Kyuhyun turut mengambil beberapa poster yang ada di tangan Donghae, lalu mengikuti gadis itu yang mengambil langkah cepat.

“Hei, apa susahnya mengakui di depan mereka kalau kau sudah menerimaku sebagai kekasihmu, hah?” Kyuhyun sedikit berteriak saat mengejar Minji. Hal itu membuat beberapa orang yang ada di sekitar mereka menoleh, dan Minji berhenti kemudian membalik badannya. ia berjalan dan mendekati Kyuhyun, berdiri tepat di depan namja itu.

“Kau bicara tidak pernah menggunakan otak. Bisakah untuk memelankan suaramu, bodoh?” Minji menggertak dan wajahnya benar-benar kesal. Donghae dan Eunhyuk tertawa mengamati mereka.

“Wae? Lagipula aku tidak berkata bohong.” Tantang Kyuhyun. Ia sedikit membungkuk menatap lekat wajah gadis yang lebih pendek darinya itu. Ia bahkan nyaris tertawa melihat wajah Minji yang tidak bisa lagi didefinisikan dengan kata-kata, antara kesal namun bersemu merah karena malu.

“Mengapa kau diam? Ekspresi wajahmu itu membuatku ingin menciummu.” Ujar Kyuhyun lagi.

“Cho Kyuhyun ini tidak lucu. Aku tidak pernah mengatakan aku menerimamu dan kau juga tidak pernah memintaku untuk menjadi kekasihmu.” Minji membela dirinya.

“Oh ya? Bagaimana jika sekarang aku memintamu menjadi kekasihmu?”

“Gila..” Gumam Minji kesal.

“Yaaa! Semuanya yang ada di sini, dengarkan aku!” Minji seketika panik karena tiba-tiba Kyuhyun berteriak dan membuat beberapa orang di lapangan basket dan di sekitar mereka menoleh. Donghae dan Eunhyuk juga menatap mereka.

“I… Ige Mwoya?! Kyu.. apa yang akan kau lakukan?” Minji mulai tidak sabar.

“Memintamu menjadi kekasihku.” Jawab Kyuhyun singkat.

“Tapi tidak perlu seperti ini. kau gilaa..”

“Aku ingin ada orang yang mendengar dan menjadi saksi, jadi tak alasan bagimu untuk berkelit lagi dariku.” Potong Kyuhyun.

Minji baru saja akan menjawab lagi tapi Kyuhyun sudah terlanjur melanjutkan ucapannya.

“Kalian semua dengarkan aku. Siang ini, aku, Cho Kyuhyun, mahasiswa semester akhir jurusan bisnis ingin meminta gadis di sebelahku ini untuk menjadi kekasihku. Kalian semua harus menjadi saksi. Bukankah kami berdua sangat cocok?” Kyuhyun berkata kemudian merangkul gadis yang masih dipenuhi ekspresi kacau itu. Donghae dan Eunhyuk bertepuk tangan. Sementara beberapa orang yang lewat hanya tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala.

“Nee!! Kalian sangat cocok!!” Donghae berseru keras.

“Ayo cium kekasihmu Cho Kyuhyun!” Seru Eunhyuk.

“Bagaimana ini? Ada yang memintaku untuk menciummu.” Kyuhyun menyeringai.

“Jika kau berani melakukan itu aku akan membunuhmu.” Ancam Minji.

“Wah, gadis ini bilang ia akan membunuhku jika aku menciumnya di sini. Kurasa ia malu..” ujar Kyuhyun lagi pada semuanya.

Wajah Minji semakin merah padam. Ia tidak menyangka namja di sebelahnya ini begitu nekat dan sukses menjadikannya bahan tertawaan semua orang. Minji akhirnya menurunkan tangan Kyuhyun yang melingkari bahunya, dan ia berusaha agar ekspresinya tampak seperti semula.

“Jadi kau menerimaku atau tidak?” Kyuhyun menatap Minji.

“Kau atur sendiri saja..” Minji berkata ketus dan mengambil kembali posternya yang tadi sempat diletakkannya.

“Baiklah, karena ia berkata terserah, itu berarti ia menerimaku. Kalian saksinya, jadi aku berterima kasih kalian sudah mau mendengarkanku. Maaf mengganggu kesibukan kalian..” Kyuhyun menundukkan kepalanya dan orang-orang tersenyum bahkan berbisik-bisik.

“Cho Kyuhyun, kau orang gila.” Minji menatap kesal.

“Ya, aku memang gila, bahkan sudah lama. Kau yang membuatku gila.” Kyuhyun tersenyum licik lalu ia kembali mengambil poster-poster itu.

———————————————–

“Kyuhyunnie, aku harap kau bisa mengerti keputusan yang kuambil.” Tuan Cho berkata dengan tegas, namun nada bicaranya sedikit melemah. Kyuhyun hanya diam saja. Baginya percuma saja bicara dengan appanya karena toh itu tidak akan pernah mengubah apapun.

“Katakanlah sesuatu. Aku tidak suka jika anak laki-lakiku tidak mau ambil pusing terhadap masalah ini. Kau laki-laki, dan kaulah penerusku kelak.”

“Aku menerima, aku menerima semua keputusan ini. Jika nanti appa butuh bantuanku, tinggal beritahu aku. Aku akan berusaha membantu semampuku.” Ucap Kyuhyun.

“Maafkan aku. Aku tidak bisa memberikan apa yang kujanjikan padamu. Tidak bisa menyelamatkan dan memberikan apa yang seharusnya menjadi milikmu.” Tuan Cho mendekati Kyuhyun yang tengah duduk dan menepuk bahu anak sulungnya itu. Kyuhyun sangat terpukul dan sakit hati ketika appanya mengatakan itu.

“Gwaenchana. Lagipula tidak selamanya manusia ada di atas bukan? Mungkin ini adalah ujian yang harus kita jalani.” Sahut Kyuhyun.

“Baguslah. Kuharap kau mengerti dengan keputusan ini. Aku janji, selama aku masih bisa berjuang untuk kalian, aku akan mengusahakan yang terbaik untuk kalian. Kau bisa konsentrasi untuk menyelesaikan studimu.”

Sementara itu, di balik pintu seorang gadis tengah menitikkan air mata saat mengetahui apa yang sedang dibicarakan ayah dan kakak kandungnya itu. Yoora benar-benar shock dengan apa yang terjadi pada keluarganya, dan ia merasa kesal karena tak ada satu orang pun yang memberitahunya. Gadis itu pergi, masuk dan mengunci kamarnya dari dalam. Ia menangis sendirian, belum siap menghadapi kenyataan pahit yang mungkin sebenarnya sudah ada di depan matanya, hanya saja semua orang tidak memperlihatkan itu di depannya.

———————————-

Minji ah, aku tidak seharusnya ada di sini..” Hanwoo berkata kesal.

“Tunggulah sebentar lagi. Aku tidak mungkin datang sendirian, karena namja menyebalkan itu selalu berbuat seenaknya padaku.” Ucap Minji sambil melihat sekeliling.

“Mengapa Kyuhyun tidak menjemputmu langsung?”

“Aku tidak mengijinkannya. Tentu saja agar aku punya alasan mengajakmu.”

“Aish. Jujur saja kau itu sangat aneh. Seharusnya kau bersyukur bisa mengencani namja setampan dia, mengapa harus membawa-bawa aku?”

“Hanwoo ya. Diamlah. Kau berisik sekali daritadi. Biasanya juga kau tidak pernah ribut jika kuajak kemanapun.”

Tak berapa lama, sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan mereka. Minji tersenyum simpul.

“Ya! bukankah ini mobil playboy cacingan itu?” Hanwoo sedikit panik.

Kyuhyun turun dari dalam mobil lalu melepas kacamata hitam yang dipakainya. Namja ini benar-benar tampan, mengenakan luaran jas hitam dan vneck putih di dalamnya. Celana jins yang dipakainya benar-benar membalut tubuh dan kakinya dengan sempurna. Yeoja manapun tak akan bisa menolak kencan dengan namja macam ini. Untuk sesaat Minji terdiam, memandang namja di depannya. Kyuhyun begitu tampan dengan rambut kecoklatan yang sedikit bergelombang. Apakah ia benar telah mengambil keputusan untuk berkencan hari ini?

“Maafkan aku terlambat. Mobilku ada masalah, jadi aku menelpon Eunhyuk untuk menjemputku di jalan. Minji ah, kau tidak apa-apa bukan jika Eunhyuk ikut kita hari ini?”

“Bukankah memang menyenangkan jika pergi beramai-ramai?” jawab Minji.

“Ah, Hanwoo ya~ untung saja kau ikut. Aku tidak tahu jika Minji juga mengajakmu.”

Hanwoo hanya tersenyum, miris. Dalam hati ia sedikit bersyukur ada Eunhyuk, setidaknya ia tidak menjadi pengganggu pasangan ini.

“Ayolah, masuk.” Kyuhyun membukakan pintu belakang.

“Hei, nona Lee. Kau pindah ke depan. Biarkan Kyuhyun di belakang bersama Minji.” Sergah Eunhyuk yang menjadi supir dengan nada sedikit dingin. Hanwoo berdecak kesal padahal ia sudah merasa nyaman dengan posisinya itu. Gadis itu dengan gerakan ketus pindah ke depan dan duduk di sebelah Eunhyuk, sementara Kyuhyun masuk dan duduk di sebelah Minji. Minji menjadi gugup, padahal ia tahu hari ini bukanlah harinya. Kencan yang sudah mereka rencanakan ini adalah untuk memenuhi permintaan Eunhyuk. Gadis ini meletakkan kedua tangan di atas pahanya yang terbalut legging hitam. Kyuhyun begitu dekat di sebelahnya, sangat rapat hingga ia bisa mencium aroma parfum maskulin dari tubuh Kyuhyun. Bau yang sangat disukainya dan itu membuatnya sangat nyaman, seperti aroma therapy tersendiri baginya.

“Hey nona Lee, tolong geser sedikit. Aku ingin mundur dan tidak bisa melihat spion.” Ujar Eunhyuk. Hanwoo benar-benar kesal dan… gugup. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Mengapa bisa seperti ini ia juga tidak mengetahuinya. Ia merasa Tuhan terlalu baik, eh?

———————————–

“Cho Yoora, apa sesuatu mengganggu pikiranmu? Kuperhatikan ada yang salah dengan wajahmu.” Ucap Donghae. Hal itu membuat gadis yang sedari tadi sibuk dengan pikirannya sendiri, panik dan mengusap wajahnya, takut ada yang aneh.

“Haha, maksudku bukan ada sesuatu itu di wajahmu. Tapi kau nampak murung dari tadi. Kau bosan? Jika bosan kita bisa berhenti dan aku akan mengantarmu pulang. Belajar memang tidak bisa dipaksakan seperti ini.”

Yoora sangat malu karena ia nampak bodoh di depan Donghae. Ia kembali memfokuskan pikirannya pada tugas ini.

“Aku tidak apa-apa. Aku belum bosan.”

“Jika memang ada masalah, kau bisa cerita padaku.” Donghae kembali berkata dan Yoora menatapnya. Gadis itu kemudian terisak perlahan.

“Apa yang terjadi padamu? Tidak baik menyimpan masalahmu sendirian.”

“Oppa.. aku takut.. aku kesal dan aku benci mereka semua..” isak gadis itu.

“Mereka? Siapa yang kau maksud?”

“Semuanya. Appa, omma, dan Kyuhyun oppa.. keluarga kami sedang mengalami masalah berat, namun mereka semua sama sekali tidak memberitahuku. Aku.. aku selalu merasa seperti ini. Selalu tidak pernah dianggap di manapun aku berada, bahkan keluargaku sendiri berbuat seperti ini padaku.” Yoora mulai menangis. Donghae mengerti masalah apa yang dimaksud gadis ini. Ia juga mengerti alasan mengapa keluarga gadis ini memilih untuk merahasiakan masalah itu.

Donghae kemudian duduk di sebelah Yoora, menyentuh bahu gadis itu.

“Mereka tidak pernah mengabaikanmu. Tidak ada keluarga yang tidak mempedulikan anak mereka. Mereka pasti punya tujuan baik, kau percaya padaku kan?” Donghae menatap gadis di sebelahnya, namun Yoora masih menangis. Untung saja Tuan dan Nyonya Lee sedang tidak ada di rumah sehingga tidak ada yang akan bertanya mengapa gadis ini menangis.

“Oppa.. kau tidak tahu masalah kami. Ini bukan hal yang biasa, ini mimpi buruk..” Yoora menutup wajahnya dengan kedua tangan. Donghae menarik Yoora ke dalam pelukannya, memberikan sedikit kehangatan agar gadis ini tidak merasa sendirian. Di sanalah tangis Yoora mulai meledak, dan Donghae membiarkan gadis itu mengeluarkan semuanya.

MINJI POV

Aku tahu hari ini bukanlah acaraku, namun entah kenapa aku juga merasa menjadi korban. Aku melirik ke arah Eunhyuk yang ada di sebelah kananku, ia tengah asyik menikmati drama yang sedang tayang di bioskop ini. Aku tidak bisa melihat Hanwoo di sebelah Eunhyuk, apakah gadis itu nyaman atau tidak. Demi apapun aku merasa benar-benar jahat justru menjebloskan sahabat baikku sendiri pada namja sial macam Eunhyuk. Jika sampai Eunhyuk bermain-main lebih dari yang seharusnya, aku janji akan membunuh Eunhyuk sekalipun persahabatan kami sejak kecil menjadi rusak.

Aku tersentak dan menoleh ke sebelah kiriku saat kurasakan sesuatu mengambil tanganku. Tangan ini, jari-jarinya yang panjang menyatu dengan jemariku. Ia melakukannya tanpa menoleh dan meminta persetujuanku. Apakah ini terjadi secara alami pada setiap orang yang pergi berkencan? Entahlah. Aku bahkan tidak pernah berkencan sebelumnya. Namun kuakui, ini membuatku nyaman, aku bisa merasakan telapak tangannya, sepertinya aku akan terlindung dari apapun jika tangan ini terus menyentuhku. Hal itu membuatku refleks menggenggam tangannya makin erat, dan aku bisa melihat dari ekor mataku jika Kyuhyun menoleh ke arahku karena perbuatanku itu.

“Kau menyukai filmnya?” Kudengar suaranya yang berat.

“Biasa saja. Bukankah kau tahu aku tidak begitu suka menonton di bioskop?” jawabku jujur tanpa menoleh padanya.

“Hey, tatap mataku jika sedang bicara.”

Tiba-tiba tangan Kyuhyun menyentuh daguku dan mengalihkan wajahku agar menoleh padanya. Sial. Demi apapun, pemandangan di depanku ini jauh lebih menarik daripada pertunjukan di big screen. Untuk sesaat aku menghirup nafas dengan hati-hati, tidak ingin ia merasa terganggu dan menjauhkan jarak di antara kami. Namun Kyuhyun memang tidak melakukannya, ia justru makin menatapku lekat dan hidung kami nyaris bersentuhan. Aku merasakan tangan kami menyatu makin erat. Tidak ada kata ataupun kalimat yang menghantarkannya, kurasa apa yang kami rasakan adalah sama.

Aku hampir memejamkan mataku saat kemudian sesuatu mengagetkanku. Eunhyuk mengambil popcorn yang ada di atas pahaku tanpa menoleh ke arahku.

“Minji ah, berikan semuanya padaku. Toh kau tidak menyentuhnya sama sekali.” Ujar Eunhyuk.

Kyuhyun tersenyum dan menarik wajahnya. Aku terbatuk-batuk kecil tanpa bisa menahan rasa maluku. Eunhyuk benar-benar brengsek. Entah aku harus menyebutnya sebagai penyelamat ataukah perusak dari semuanya.

“Nona Lee, kau mau popcorn?” kudengar Eunhyuk menawarkan Hanwoo. Demi apapun kuharap Eunhyuk tidak berlaku aneh-aneh pada Hanwoo. Sepertinya tempat macam ini dengan situasi seperti ini sangat potensial menyebabkan hal-hal aneh terjadi. Terus terang, aku bahkan terlarut dengan suasana ini, seperti tadi. Siapa yang peduli pada apa yang kau lakukan dalam keadaan gelap?

————————————

“Jadi mereka tiba besok pagi?” Kyuhyun berkata kemudian memasukkan tofu ke mulutnya. Kami sedang makan malam setelah menonton film tadi sore di bioskop.

“Ne, namun sudah supir kami yang menjemput. Ah, kuharap Sungmin hyung dan Minrin membawa kabar bahagia. Aku ingin cepat-cepat punya keponakan.” Ucap Eunhyuk.

“Mana bisa langsung ketahuan? Mereka saja baru berbulan madu.” Tukas Hanwoo.

“Kau mengerti apa? Atau jangan-jangan kau sudah pernah hamil sebelumnya?” balas Eunhyuk.

“Yaa! Bicara apa kau?!” Hanwoo mulai mengamuk pada Eunhyuk. Aku benar-benar terhibur dengan suasana seperti ini sedari tadi. Sepertinya mereka cocok dengan pertengkaran-pertengkaran kecil mereka, dan jujur saja justru aku dan Kyuhyun yang tidak banyak bicara. Aku tidak tahu apa yang harus kubicarakan dengannya apalagi sejak kejadian di bioskop tadi. Aku benar-benar malu, dan entah kenapa Kyuhyun yang biasanya banyak mulut juga tidak bicara apapun.

“Hyuk ah, nanti kau langsung saja antarkan Hanwoo pulang. Aku akan mengantar Minji. Kita berpisah di sini saja.” Ucap Kyuhyun

Aku kaget mendengarnya, bukankah ini di luar rencana?

“Tapi, kalian naik apa?” Tanya Hanwoo.

“Kami jalan kaki saja. Bukankah rumah Minji tidak jauh dari sini? Daripada kau memutar arah mobilmu, rumah Hanwoo agak jauh.” Ujar Kyuhyun lagi.

“Oh, begitu. Ya sudah.. hati-hatilah..” Eunhyuk menerima saja. Tentu saja ia mau karena situasi ini menguntungkannya. Lalu aku dan Kyuhyun bagaimana? Aku masih belum tahu apa yang harus kubicarakan berdua dengannya nanti.

“Hyuk ah- antarkan Hanwoo langsung ke rumahnya. Awas jika kau aneh-aneh.” Ancamku pada Eunhyuk. Makhluk itu hanya nyengir dan kulihat wajah Hanwoo merah padam.

KYUHYUN POV

Minji berjalan dengan pelan, tak ada suara di antara kami semenjak peristiwa di bioskop tadi. Kurasa ia masih malu. Benar-benar tak ada suara, bahkan aku bisa mendengar nafasnya. Udara begitu dingin, namun gadis ini hanya mengenakan sweater lengan panjang berbahan woll, namun aku tahu itu tetap  membuatnya merasa kedinginan.

“Pakai ini..” kulepaskan jasku dan menyampirkannya pada bahu gadis ini. Minji sedikit kaget.

“Kau bagaimana? Nanti kau yang kedinginan.” Ucapnya.

“Gwaenchana. Aku sudah merasa hangat. Begini saja..” aku menjawab kemudian kugenggam tangannya. Kami kembali berjalan di sepanjang trotoar yang sudah mulai sepi. Untuk beberapa saat suasana kembali hening.

“Kyu, apa yang terjadi padamu waktu itu?” ucapnya tiba-tiba. Sudah kuduga ia pasti akan menanyakan hal ini. Haruskah aku berkata jujur padanya?

“Aniyo. Aku hanya sedang suntuk. Maafkan aku sampai mabuk dan merepotkanmu.” Jawabku seadanya.

“Jangan bohong padaku. Aku tahu ada masalah yang kau sembunyikan dariku.”

“Apa Donghae atau Eunhyuk memberitahumu?”

“Tidak ada yang memberitahuku. Tapi aku tahu mereka mengetahui itu dan kau juga menyembunyikan itu. Wae? Aku tidak suka ada yang kau sembunyikan sementara yang lain mengetahuinya.” Minji sepertinya memang kesal.

“Mianhae.. aku hanya tidak mau kau mengubah penilaianmu tentang aku..” kami berhenti. Minji memandangku dengan wajah bingung.

“Minji ah, perusahaan appaku akan dijual pada orang lain. Kami bangkrut. Terus terang aku tidak bisa menerima ini semua, namun kenyataannya itulah yang terjadi.”

Minji menatapku dengan wajah kaget, ia sepertinya belum paham.

“Appa memiliki proyek besar di Shanghai. Sebenarnya pembangunannya sudah rampung, namun tiba-tiba terjadi permasalahan yang aku sendiri juga tidak paham betul, proyek itu digagalkan dan para investor menarik modal mereka dan para karyawan juga menuntut ganti rugi. Sialnya, appa sendirian dalam hal ini dan aku sendiri sangat prihatin ia menanggung semuanya seorang diri.”

“Kyu..”

“Kau sudah tahu semuanya sekarang..”

“Tidak ada dampaknya bagiku. Sebelumnya aku tidak tahu dan sekarang aku tahu, benar-benar tidak masalah bagiku. Mengapa kau berpikir untuk menyembunyikan itu dariku?” Minji menatapku.

“Aku hanya.. aku malu padamu. Aku bukan lagi Cho Kyuhyun yang bisa seenaknya lagi seperti dulu..”

“Picik sekali pemikiranmu. Dari kecil kita bersama, aku tidak pernah memandang status sosial siapapun. Kau, Donghae, Eunhyuk, dan Sungmin oppa. Aku menyayangi kalian karena kalian selalu ada di sampingku.”

“Ne, aku tahu..” ujarku sambil memasukkan kedua tanganku ke dalam saku celanaku. Aku tidak tahu lagi harus bicara apa, bahkan menatap mata gadis ini saja aku tidak sanggup. Kami berdiri mematung di jalanan, dan angin malam menyentuh kulitku.

Minji memelukku. Untuk pertama kalinya, ia memelukku terlebih dahulu. Ia menyimpan wajahnya di dadaku, melingkarkan tangannya erat di punggungku, mengurung tubuhku dengan tubuh kecilnya.

“Tidak akan ada yang berubah, Cho Kyuhyun. Kau tetap Cho Kyuhyun bagiku.  Aku tidak menginginkan apapun, asalkan kau terus ada bersamaku seperti ini.” ujarnya pelan.

Hatiku seketika menghangat saat mendengar ucapannya. Aku tahu gadis ini sangat tulus mengatakan itu. Dan aku menyadari, kebahagiaanku adalah hal ini. Kata-katanya tadi benar-benar memberikan semangat bagiku. Aku membalas pelukannya, meletakkan daguku di atas kepalanya.

“Gomawo Minji ah.. gomawo.. aku senang dan lega sekarang..”

Minji menatapku, lucu sekali melihatnya mendongak menatapku. Aku bisa melihat bola matanya yang coklat, ia begitu cantik. Aku tidak tahu bagaimana ia memulainya, namun tiba-tiba ia sudah menarik leherku dan menciumku lembut.

——————————————

“Kau terlihat begitu serius, tuan muda..” sebuah suara membuatku menoleh. Darimana ia bisa menemukanku di sini?

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku singkat.

“Hahaha, ya Tuhan. Ini perpustakaan, siapapapun yang datang ke sini pastinya ingin belajar. Seperti yang kau lakukan..” jawabnya lalu duduk di depanku.

“Maksud pertanyaanku adalah, apa yang kau lakukan di Seoul?” aku menatapnya tajam. Ia tersenyum mendengar pertanyaanku. Senyumnya sangat cocok berada di wajah cantiknya itu.

“Mengapa kau ingin tahu? Ini tanah kelahiranku, sama sepertimu. Apa masalah bagimu? Atau kau peduli padaku?” ia memancingku.

“Baiklah. Aku tidak akan bertanya apapun. Semuanya bukan urusanku.” Aku kembali menyibukkan diri dengan laptopku.

“Kyuhyun ssi, mengapa tempramenmu begitu keras? Ataukah kau hanya menunjukkan sikap seperti ini padaku?” Ia mulai lagi.

“Choi Hyojin. Aku tidak ada hutang ataupun masalah denganmu. Jadi kumohon pergilah dan jangan menggangguku.”

Gadis itu tersenyum licik mendengar perkataanku. Bukannya pergi, ia justru duduk dan mendekat padaku. Aku tahu, gadis ini tidak akan pergi sebelum mendapatkan apa yang ia mau.

“Mungkin kau memang tidak ada hutang denganku, tapi kita punya masalah yang belum selesai..” bisiknya di telingaku.

Aku bangkit dan merapikan laptopku. Semuanya harus kuakhiri sebelum akhirnya gadis ini merusak moodku siang ini.

“Mau kemana?” tanyanya sambil menahan tanganku.

“Bukan urusanmu.” Aku menepis tangannya, kemudian meninggalkannya.

“Aku tahu kau begini karena gadis itu. Aku tahu.. kita lihat saja nanti..” ujarnya. Perkataannya membuat langkahku terhenti. Mau apalagi dia? Dia mengenal Minji? Jika sampai ia menyakiti Minji, aku bersumpah akan merusak wajah cantiknya dengan kedua tanganku.

—————————-

AUTHOR POV

“Makanan ini semuanya kalian berdua yang bayar..” Ujar Sungmin.

Minji dan Kyuhyun saling pandang, sementara yang lain hanya tertawa.

“Wae?” Kyuhyun bertanya dengan nada heran.

“Tentu saja karena kalian berpacaran tanpa persetujuanku.” Ucap Sungmin.

“Aku setuju denganmu, Hyung!” sergah Eunhyuk. Donghae hanya diam saja dan terus menyantap makanannya.

Hari ini Kyuhyun, Minji, Sungmin, Eunhyuk dan Donghae makan malam di luar, di sebuah restoran sushi. Sudah lama mereka tidak berkumpul hanya berlima seperti waktu dulu. Sungmin telah kembali dari bulan madunya di Paris, dan namja ini jauh terlihat lebih sehat setelah menikah.

“Hyung, kurasa menikah membuatmu jauh lebih baik.” Gumam Kyuhyun.

“Ya, karena ada yang mengurusku.” Sungmin tersenyum.

“Wah, siapa diantara kita bertiga yang akan menyusul lebih dulu?” Donghae berandai-andai.

“Kyuhyun ah, kau dan Minji harus cepat-cepat lulus, lalu menikah.” Goda Sungmin. Kyuhyun melirik Minji yang ada di sebelahnya, dan wajah gadis itu bersemu merah.

“Minji ah, ayolah, kulihat kau banyak berubah. Jadi jarang bicara. Apa Kyuhyun melarangmu untuk bicara banyak?” Goda Sungmin.

“Hyung, kumohon berhentilah menggoda kami.” Ucap Kyuhyun.

“Oh ya, bagaimana dengan appamu, Kyu? Aku mendengar masalah kalian dari Eunhyuk.”

Kyuhyun sejenak terdiam. Ia mencoba untuk tidak memikirkan itu, namun rasanya tidak enak jika tidak berbagi masalah ini dengan Sungmin. Minji melirik ke arah Kyuhyun, ia tahu namja itu tidak baik-baik saja.

“Aku tidak tahu, kita lihat saja nanti. Semoga pihak penguasa mau mentoleransi appa. Appa bilang padaku ia tetap akan bekerja di perusahaan meskipun nantinya sudah bukan milik kami lagi.”

Tak lama kemudian, Kyuhyun melihat ke arah handphonenya yang bersuara. Yoora.

“Ne..”

“Oppa kau dimana?” gadis itu panik dan sepertinya menangis.

“Aku sedang ada di luar. Kau kenapa?” Kyuhyun menaikkan nada bicaranya.

“Oppa, pulanglah. Aku takut… Appa jatuh pingsan..”

Kyuhyun segera menutup telponnya dan bergegas.

“Wae?” Tanya Sungmin.

“Appa pingsan. Aku harus pulang. Donghae ah, kumohon antarkan Minji pulang.” Kyuhyun langsung keluar tanpa peduli pada apapun lagi.

“Kyu..” gumam Minji.

“Apa sebaiknya kita ke sana saja?” Tanya Sungmin.

Semuanya terdiam. Suasana hangat yang tadinya mereka rasakan seketika mencekam. Mereka hanya bisa berdoa agar semuanya baik-baik saja.

TBC

 

Maaf sedikit terlambat ngepostnya.. hehe..

Semoga belum bosen yah sama ceritanya~~

Need your comment pastinya ^^

Jangan lupa, commentnya di kotak di bawah yaah, jangan di twitter, FB, apalagi di BM. Kkk

Pokoknya di sini biar saya juga bisa baca komen dan penilaian kalian terhadap FF ini.

Mau dihujat, mau ga suka sm tokoh mana juga silakan asal komennya di sini..

ThanKYU ^^

 

Iklan

66 thoughts on “[4] Your Guardian

  1. Ish ish selalu aja kata TBC bikin gregetan!

    Adegan pembuka, percakapan bodoh 4 bocah laki2. Kya! Pngen nyulik mreka.
    Trus aq suka hyuk dsnini. ㅋㅋㅋ tengal2ny dia dpet bgt. Apalagi adegan konyolny sama hanwoo.

    LOL, not balok mirip kecambah? Wkwkwkwk

    Adegan masang poster itu lho..
    Ish ish~dapet bgt suasanany
    *bc sambil senyum plus gigit bantal
    Kyuminji eman TOP dah

    Dan tlong jelaskan knp ada choi hyojin?

    Ah~kata2 sungmin “tentu saja sdh ada yg menjagaku” kyaa! Yeobo kau membuatku malu. Saranghae *popo

    FF ini sukses bikin nangis n ngakak dlm wkt yg bersamaan.
    Cho yoora pedalem T.T aq simpatik padanya. Ah author jng uyak lg dy dpart selanjtny
    *hugyoora

    Lanjutkan bo! Jng lama2~ u.u

    Suka

  2. appa Kyu knp ya?
    Choi Hyojin punya mslh apa ma Kyu?
    Please Jgn ada p’jodohan antara Kyu dan Hyojin,,klo seandainya appa Hyojin yg akan bantu appa Kyu…
    Eh tuh Eunhyuk ma Hanwoo lucu ya…

    Suka

  3. Kyaaaah !! Finally !!
    wah hasil nyetik jadi kayak gini niih , hyojinaah chukkae yaa kkkk~

    Aaah konfliknya makin menjadi2 ..
    Orang ketiga , perusahaan ,, dan cinta2 disekelilingnya ..
    Aah aku takut sekali bergerak ke bawah dan nemuin tulisan -TBC- .. Mau cpt lanjutannyaah~

    Aaah aku sukaa part kyuhyun nembak minji itu lol lemao sumpah kyunya daebakidaa…
    Hanwoo eunhyuk aeeet playboy cacingan !! Aku juga suka couple inii tapi aku lebih suka couple eunhyuk yoora *eeeeaaaa

    Ah akhirnyaa yoora tau masalahnya , dan sedikit nyesek yah haeku lembut sekalii~~ :'(((
    Tanpa basa basi hayook part 5 onniee~~

    Ohya dan buat author hwaiting yaa dengan kerjaan barunyaa !! Semangaat dan jgn tinggalin kyuhyun *kommentpenting!!

    Suka

  4. lagi satu yg ketinggalan !!!
    author demi apaa ! Aku cinta biji kecambaaaaahhhhh~~

    Eh baru baca kommennya minrin onnie , ah iya jgn siksa yoora lagii ..
    Hihii
    *hugggminrin*

    Lagi satu , aku sayang sekali sama kyuhyun~

    Suka

  5. Ah aq mw cment lagi

    Fakta yg tdak bsa dpungkiri, kemeja item emang bs bikin sesak nafas. Apalagi yg make kyuhyun. Ah ngebayangin tampangny ~ mahasiswa bisnis.
    *kasisayaoksigen

    Suka

  6. Ehem, akhirnya saya tau apa yg bikin nova onnie sms suruh buka blog secepatnya..

    KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..KOK BISA ADA CHOI HYOJIN TIIII??
    antagonis ya?
    Nyahahahahahahaha, onnie tau aja yg dina suka *popo

    eerr, percakapan 5 bocah itu rasanya pengen tak simpen dikantong deh..
    Percakapan bocah2 baru lahir (?) itu emang ngegemesiiiiiin.
    Pedalem kang minji gk tau harus ngomong apa..lololol

    abuiik, apa-apaan itu nembaknya kyuhyun kok gituuuuu..jeg nakal sekali dia lhoooo, tapi sukaaaa. Itu manissss.

    Eunhyuk licik sekaliiih, masa mau kencan sama lee hanwoo harus pake siasat gitu dulu. Mana jiwa playboymu jog? Kkkk..semahal apa lee hanwoo disini heh?
    *todong kang minji

    eeerr, tolong ya, gaya berpakaian kyuhyun gak pake dijelaskan onn. Dina sesak napas ngebayangin dia pake kemeja hitam lengan digulung sampe siku, v-neck putih n jas. Boleh kok yg bukan pembunuh teratas gt yg dipake onn TToTT
    dia itu tampan sekaliiiii..syial..makin cinta kan jadinyaaaaaaa XD

    buiiik, mata coklat, rambut panjang bergelombang, tinggi layaknya model.
    Sampe sekarang masih ngebayangin wujud choi hyojin itu gimanaaaa..se-perfect itukah?
    Nyahahahaha *dilindes

    cuman yg agak bingung, pas dikelas pas hyojin baru masuk itu kayanya kyuhyun gk kenal atau emang gr2 kyu gk perhatiin? Soalnya yg di perpus itu jelas sekali keliatan kalo kyu sama hyojin itu kenal n punya hubungan yg kurang baik, entah apa itu yg bikin kyu bersikap kurang baik gt ke hyojin.
    Kalo sampe macem2in minji, bakalan dirusak muka hyo dgn tangan sendiri???? Nuaaaaah bo, tega bener yak sama istri sendirih TToTT

    cho yoora, emang sepertinya harus nerima sebagai peran yg bnyak kesiksa batinnya yoo..
    Kkkkk..
    Tp wlpn disembunyiin ky ap aja tetep jg kan akhirnya yoora tau..
    Adooh, cepet bikin kaya lagi keluarga kyu peliiiss..pedalem yobo kismin onn hikseu

    akh, banyak yg harus dijelaskan pokoknya, next paaaaaaarrttt!!!!!

    Suka

  7. kenapa saya jadi lebij penasaran sama eunwoo ya??? haha mian maklum hyikjae shipper

    bagus..untung kyu gak minder duluan trus jauhin minji…..aman aman….
    tapi kayaknya udah mulai muncul orang ketiga niiii gaswattt.

    tp udah mulai jelas nih alur couple masing masing..
    hehe

    oke..ditunggu kelanjutannya

    Suka

  8. yaakk ^^ hanwoo koment hanwoo koment . pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada author ^^tolong pertahankan cast untuk eunwoo couple.
    never mind i find fanficts like this~ #nyanyikayakadele.
    kecambah~
    kecambah~ Hey Cho Yoora ! Mai duwel jak lee hanwoo !
    enak aja eunhyuk yoora. yang ada itu eunhyuk hanwoo itu sudah yongwonhi forever together~ :p apa itu biji kecambah?!yak cho yoora ! jgn sok lembut sama ayank ohae [donghae] #hugohae. ohae hanya milik hanwoo #kibasrambut.

    Hyukjae, kamu bilang ke Hanwoo kalo harga diri hanwoo itu tinggi dan susah skali dikejar, kamu jg bilang kalo kamu tertarik TAPI KENAPA pas ada Hyojin playboymu kumat lagi ?! haaah jagiya kau tega sekali ~ takdir kita disini seperti itu jalannya yah >.< aku bagaikan ga-eulnya BBF asik asik asik.
    dan kamu disini kayak cowok babo T_T ahh jagiya mana bisa mobil keliling dunia , ke istana megah yang ada mobilmu kelelep. dan disini karakter eunhyuknya dapet banget. aku suka.

    dan kyu-minji~ kyaa~ romantis sekali kalian. bikin ngiri. Authornya narsis. suka pas kalian jalan bareng berdua sepulang dari taman bermain. kya kya. dan kalian baik skali mau membantu eunhyuk untuk mendekati hanwoo #terharu. dan cara nembak kyunya pas banget #dooaar. joha !

    dan buat hwang minrin. ah sudah pulang dari bulan madu. bagaimana? puas puas??? mana enakan umin atau chansung [?]. cepet buatin hyuk keponakan dia sudah mintak tuuhh!!! wkwkkw.

    Dan Hyojin !!! apa hubunganmu datang? untuk merebut kyu dari minji atau merebut eunhyuk dri hanwoo?! sampek kau merebut hyuk dari hanwoo. kyu malam ini tidak aman !!! #tebarsuratkalengkeauthor~

    ah joha sekali.
    koment saya panjang ya? kekeke. ini karena hati saya sedang berdebar ketika membaca tulisan ini. ^^
    good job unn ^^

    Suka

  9. sukaaa bgt….eonnii kyu minji romantis bgt..huuuaaahhh jyu namja bgt ,,, cool bgt pas terangterangan nembak minji d kampus..ituuu hanwoo m hyuk lucu bgt disini,, mereka pasangan penghibur sekali..kyeooptaaa….
    hyojin…jgn2 yg ngancurin pershaan appanya kyu rencana hyojin lagii,, takut bgt nnti kyu d peres m hyojin..huhuuhuuuu
    d tunggu bgt next chapnya..daebak onn:)

    Suka

  10. Kenapa TBC itu nampang dengan sangat tidak indah disana???????
    Aaahhhhh…Saya paling suka adegan trotoar itu…wkwkwkkkkk…..

    Suka

  11. yah makin rumit nih masalah keluarga kyuhyun…makin bikin pusing…
    kasian ma kyuhyun n yoora tapi agak sedikit kesel ma yoora klo udah berau hal tentang hae bikin kesel ma sifat yoora to klo begini kasian juga…..
    n mana dateng pengganggu hubungan lagi,,, pa jangan2 nanti kyuhyun ujung2y d jodohin sama dia……..
    Lanjut…….

    Suka

  12. Aigoo itu awal” anak SD terutama eunhyuk kok lucu kalii ishhh jeg cipok ampe abis (?)
    Ciaaahh ada choi hyojin muncul aseekk, ada tokoh wanita jalang *ehh

    dan kang minji mulai melunak(?),marah”nya sdikit berkurang LOL
    itu eunhyuk hanwoo nya dibanyakin yaak haha ak hanwoostar *tebarbojog
    klo donghae yoora nya blm kliatan ada tanda” dr donghae yak , cho yoora fightiingg!!!

    Ditunggu part 5 , buruan ngepostnyaa :3

    Suka

  13. Seharian ngebut baca ff ‘your guardian’ masih sampai part ini….
    hehe maklum bru mulai bca a.k.a reader baru, maap part2 sbelum.a gak komen (silent)
    mulai dari part ini smpai seterusnya aku akan ngomen, tp karna aku msih baru, jdi, aku cmn bru bsa bca ff ‘your guardian’
    komen;
    wah t’nyata enyuk ska ama hanwoo.. hahaha LOL
    kenapa gak jdi sih “waktu di bioskop itu” dasar hyukjae, ngeganggu aja @@

    Suka

  14. Sebenernya buanyak banget scene yang aku suka. Tapi permasalahan perusahaan ayahnya kyuhyun bikin aku kepikiran. Belom lagi ada hyojin. Jangan jangan kyuhyun bakal dijodohin sama hyojin buat nyelametin perusahaan. Ini imajinasiku doang sih.
    Di saat kayak gini emang keberadaan minji yang bisa agak menghibur kyuhyun. Semoga semuanya bisa beres ya..

    Suka

  15. Aduhhh itu choi hyojin siapa lagi??
    Kayak”nya dy penggangu hubungan kyuji dech..
    Tapi koq dy kenal kyuhyun??
    Apa mreka dulu punya masalalu di kanada ya??

    Jangan bilang kalau nanti cuma choi hyojin yg bisa menyelamatkan perusahaan keluarga cho??
    Ahhhh aku tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi..

    Akhirnya haera bisa deket juga..
    Tapi kenapa harus disituasi seperti ini??
    Kan jadinya kurang gimana g2..

    Wehhh makin mulus ajja nie jalannya si eunhyuk..
    Tapi masa playboy kelas atas gak bisa menaklukan seorang hanwoo???
    Sampai pakai cara yg gak banget g2..
    Hahahahahaa…
    Turun pangkat ajja hyuk…
    Kayaknya gelar playboy udah gak cocok lagi..
    ㅋ ㅋ ㅋ

    Suka

  16. Omo!!!! Knp hyojin ada disituh…
    Kyu gk bkl di jodohin sm hyojin kan?????

    Dan aduh kok udg mulai nyesek yah????
    Huaaaaaaw mau baca yg lanjutannya….

    Suka

  17. kasihan bgt keluarganya kyu harus menerima cobaan ini, semoga bisa bertahanlah. Kyu bekerjakeraslah. Penasaran hubungan kyu sama hyojin semoga gak ganggu hubungan kyuminji.

    Suka

  18. Gak suka Hyojin !!! Pokoknya gak suka !!! 😭
    Sebenernya Ada hubungan apa antara Kyu sama Hyojin dulu,jangan sampai gara gara itu malah merusak hubungan Kyu Minji …

    Suka

  19. yah ada orang baru dateng. choi hyojin, siapa dia? apa dia cewe yg bermasalah sama kyuhyun di kanada??? huftttt masalah keluarga kyuhyun mulai pelik, ada feeling nantinya kyuhyun minji jadi jauh gegara masalah ini, belom lagi ada hyojin yg pastinya bakal ngerusak semuanya huhu lanjuuiuuutttt

    Suka

  20. Yaahhhh Akhirnya Si Hyojin nongol jgaa -_- padahal sihh akuu berharapnya Hyojin nggaa nongol”, tpii ehhh akhirnya dia nongol hmmm klau dilihat perannya disni jdi wanita licik dehh -_-
    Poor Kyu masalah mulai menghamprinya moga ajaaa Appanya baik” ajaaa

    Suka

  21. Kyuhyuuuuun kelakuannya bkin degdegan terus XD
    Haha judulnya Hyukjae lg pdkt nih :v
    Tapi dia sumpah, ngeganggu bnget pas lg momentnya KyuMinji-…..-
    Minji pengertian bngeeeet{}
    Heh! Ada orang ke3 critanya ini?!
    Fighting author-nim!^^

    Suka

  22. Mulai dateng pengacau. Jangan bilang nnt sang penguasa diperusahaan appa kyu itu appanya hyojin, udh gitu appa hyojin bakalan balikin or bantuin perusahaan dgn syarat kyu mesti sama hyojin kkkk… Sotoy banget yah aku… Main seru ni ff nya

    Suka

  23. Huaaa suka cara nembaknya kyuhyunnn . hahhahaa
    Lebih suka lagi responnya minji yg cuek2 gmn gt . bikin gemeeeeesss .
    Wahh pengacau mulai dtg nih .
    Kyuhyun jg mulai uring2an terus gara2 perusahaannya .
    Ceritanya makin seruuu!!

    Suka

  24. siapa hyojin?? cw kyu pas dikanada ap?? si minji msih gengsi pdahal mau tuhh.. kk.. ya lah emg ad yg ga mau sma kyu kk.. tpi kek nya bkal complicated mna ayah kyu pake segala. gmna kdpan nih kyuhyun

    Suka

  25. Jgn blg yg bsa nyelametin perusahaan kyuppa a/ hyojin ?
    Trs mereka hrs menikah tp.a … atau lebih tepatnya d.jodohin?
    yoora sma haeppa dh ad perkembangan, begitu plg dg coule eunwoo ..
    Pengen baca selanjutnyaaa …
    Seruu thor,

    Suka

  26. ada masalah baru
    choi hyojin

    semoga masalah dikeluarga kyu baik baik saja yaaa
    masak iyaaa nanti ada perjodohan???

    dan lega deh kalo kyu udah bilang ke minji…

    donghae gimana ???

    Suka

  27. Ada hubungan apa kyuhyun sama hyojin..?? Jangan sampe dah hyojin nyakitin kyuhyun apa lagi sampe bikin huhungan merek kandas di tengah jalan..
    Gak suka sama kehadiran hyojin.. 😕

    Ya tuhan cobaan apa lagi ini untuk keluarga kyuhyun.. Semoga semuanya baik” aja yaa..

    Suka

  28. wahh hyojin..seseorang yang suakaa maa myuu kahh.. tp tdk pernah dpt hatinyaa??
    apaa slama d kanada.. kalo misal d korea pasti sahabatnyaa ud padaa tauu smuaaa

    Suka

  29. Jujur , kasian bgt wtu appa kyuhyun bilang maaf ke kyu krna g bsa menyelamatkan dan memberikan apa yg jd hak nya kyuhyun,,
    Kyuu yg tabah ya yang, minji bukan org picik yg mandang kekayaan kok ,
    Dan hyojin, omo , ancaman sekali rasanya dia… Lenyap saja deh,

    Apps kyuhyun kenape lg nii…
    Next part .
    Thanks

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s