[5] Your Guardian

Author: Minji ^_^

Cast: Cho Kyuhyun – Kang Minji – Lee Brother – Cho Yoora – Choi Hyojin – and Others Cameo ●

Genre: straight, romance ● Length: Part 5

 

——————————————-

AUTHOR POV

Kyuhyun duduk di sebelah ranjang, mengamati sosok di depannya yang tidak bergerak. Selang-selang infus masih melekat dan belum ada tanda-tanda lelaki paruh baya itu akan sadarkan diri. Dalam hati namja ini menangis, berusaha untuk menahan dan meredam hal itu agar air tidak keluar dari matanya. Ommanya dan Yoora adalah wanita, dan mereka berdua juga telah lelah menangis. Tidak mungkin dirinya yang seorang laki-laki justru menunjukkan hal yang sama sekali ditentang oleh appanya. Seorang laki-laki pantang untuk menangis. Begitulah Kyuhyun mengingat kata-kata yang diajarkan ayahnya itu.

“Kumohon, bukalah matamu.. aku janji, aku akan menuruti apapun yang kau minta.” Gumam Kyuhyun, mengusap pipi dengan sedikit keriput milik laki-laki  yang tubuhnya tidak bergerak itu.

—————————

“Mengapa semua ini bisa terjadi?” Kyuhyun bertanya pada ommanya.

“Entahlah. Sepertinya ia stres dan terlalu memikirkan semuanya. Omma rasa appamu belum merelakan hal ini terjadi.”

“Keputusan apa yang akan kita ambil sekarang?” Kyuhyun menatap wanita yang dari kemarin nampak begitu lemah. Sejenak ommanya berpikir, menyiapkan jawaban untuk Kyuhyun.

“Kita harus bicara pada mereka. Appamu tidak mungkin bekerja dan mengurus semuanya dalam keadaan stroke seperti ini.” Nyonya Cho berusaha menahan tangis.

“Jika memang semuanya harus diselesaikan dengan cepat, aku akan mengambil alih tanggung jawabnya.” Kyuhyun berkata tegas. Sang ibu memandang putra sulungnya dengan mata berkaca-kaca, dan ia menangis di pelukan anak kandungnya itu.

“Maafkan omma, Nak. Omma tidak bermaksud membebankan ini padamu..”

“Jangan meminta maaf. Lagipula ini adalah kewajiban seorang anak bukan? Kita harus kuat, demi appa. Kitalah yang harus menguatkannya dan mendukungnya agar kembali sadar dan bersemangat. Jangan pernah pesimis pada apapun.” Kyuhyun memeluk ibu kandungnya.

—————————————-

“Kau yakin dengan keputusanmu?” Sungmin memastikan.

“Apa kau sudah bicara dengan pihak mereka? Jangan lupakan statusmu.” Donghae turut memberi saran.

“Tidak ada jalan lain lagi. Appa pasti butuh waktu lama untuk sembuh, dan aku tidak mungkin membebankan ini semua pada omma. Aku ingin dia fokus merawat appa. Biarkan untuk sementara aku mengalah dulu.” Ujar Kyuhyun.

“Kuharap dalam hal ini kau bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan. Jika kau butuh bantuan, jangan segan-segan menghubungiku. Aku akan membantu apapun sebisaku.” Janji Sungmin.

“Kyu, sebentar lagi kita semua akan lulus. Kau juga harus pikirkan kuliahmu, aku ingin kita lulus bersamaan.” Tambah Eunhyuk.

Kyuhyun diam, memikirkan semua ucapan sahabat-sahabatnya. Ia tahu hal ini adalah keputusan besar, dan ia harus membuang egonya jauh-jauh. Ia berpikir inilah saatnya untuk membalas budi baik appanya dan membuktikan bahwa ia adalah anak yang bisa diandalkan. Kyuhyun bertekad untuk mempertahankan nama baik keluarganya, ia tidak mau mereka jatuh miskin dengan cara yang tidak terhormat.

————————————–

“Jangan terlalu banyak melamun.” Minji dikagetkan oleh sebuah suara. Ia tersenyum mendapati Donghae berdiri di belakangnya sambil membawa dua kaleng soft drink. Minji menerima salah satunya dan membuka tutupnya perlahan.

“Kau tidak masuk ke kelasmu?”

“Aku sudah selesai. Kau sendiri mengapa hanya duduk sendirian di sini? Tempat ini kurasa bukanlah tempat yang baik untuk belajar.” Ujar Donghae. Ia menatap Minji yang sedang memandang kota dari balkon lantai tiga gedung perkuliahan ini.

“Dan kau selalu berhasil menemukanku bahkan di tempat-tempat seperti ini.” balas Minji tanpa menoleh.

“Sudah kubilang, aku punya alarm khusus yang selalu berbunyi jika kau merasa kesulitan.”

Minji menoleh dan terkekeh pelan. Ia tahu namja ini tidak pintar melucu.

“Kau terlalu skeptis terhadapku. Aku baik-baik saja, jangan mengada-ada.” Minji menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap Donghae. Namja itu hanya tertawa pelan, kemudian ia turut memandang view di hadapannya sambil merasakan angin yang berhembus.

“Kau tenang saja, Kyuhyun sudah cukup dewasa untuk menghadapi masalahnya.” Gumam Donghae. Minji seketika menoleh saat Donghae membahas hal itu. Namja ini benar-benar tahu betul apa yang sedang ia pikirkan.

“Tapi aku tidak yakin. Jika ini kau, atau Sungmin oppa, mungkin aku tidak meragukan kalian. Terkadang ia masih saja seperti anak kecil. Bahkan menurutku ia sering tertekan karena keegoisannya sendiri.” Balas Minji.

“Kau harus tahu, semua orang memiliki titik balik dalam hidupnya. Mungkin ini saatnya bagi Kyuhyun untuk belajar serius dan bertanggungjawab.”

Minji menatap Donghae. Dalam hati ia berusaha mencerna perkataan namja itu.

“Tapi tetap saja. Aku tidak yakin ia sekuat itu. Dan bukan begini caranya.” Ujar Minji.

“Kyuhyun tidak sendiri. Ia memiliki kita sebagai sahabat yang akan selalu membantunya. Dan kau, kau harus bisa menyemangatinya dan menjadi kekuatan utama baginya.” Ujar Donghae.

Minji kembali memikirkan ucapan Donghae. Donghae benar, tak ada yang bisa dilakukannya untuk membantu Kyuhyun selain menyemangatinya. Gadis itu menghela nafasnya sejenak.

“Donghae ya, bisakah kau mengantarku ke rumah sakit nanti sore? Aku ingin menjenguk paman dan ingin bertemu dengannya.” Ujar Minji.

“Tentu saja. Kita ke sana bersama-sama, dengan yang lain juga.” Donghae tersenyum.

——————————–

Minji memandang lekat namja yang sedang memejamkan mata sambil bersandar pada bangku yang sedang mereka duduki. Ia tahu, namja ini pastinya sangat lelah dan mendapat goncangan batin yang kuat. Perlahan gadis ini meletakkan tangannya di atas tangan namja itu, kemudian menggenggamnya erat. Kyuhyun membuka matanya menyadari hal itu. Ia tersenyum tipis menatap gadis yang ada di sebelahnya.

“Gomawo kau telah datang menjenguk appa..”

“Kau tidak perlu berterimakasih untuk itu. Jika orangtuaku ada di sini, mereka pasti akan sangat kaget dan prihatin mengetahui kondisi paman.”

“Kau rindu pada mereka?” Kyuhyun mengamati ekspresi wajah Minji.

“Tentu saja iya. Tapi aku sudah mati rasa, menunggu kasih sayang sebenarnya yang sudah lama sekali tidak kudapatkan. Terkadang aku iri pada kalian.” Minji menundukkan kepalanya.

Kyuhyun membawa gadis itu agar bersandar di bahunya. Ia meletakkan tangan kanannya di bahu Minji dan mengusapnya pelan. Ia tahu betul perasaan gadis itu.

“Bahkan selama kurun waktu 4 tahun terakhir mereka tidak menemuimu?”

“Hanya appa. Appa sempat pulang setahun yang lalu dan aku tidak tahu apakah aku bahagia dengan segala yang diberikannya padaku. Kurasa ada hal lain yang kuinginkan namun ia tidak pernah memberikannya.”

“Jangan bersedih. Kau punya aku. Aku akan berusaha dengan segala kemampuanku untuk membuatmu bahagia.” Janji Kyuhyun.

Minji menatap Kyuhyun. Namja ini telah menjanjikan sesuatu padanya.

“Aku bahagia. Dan hal itu benar-benar terasa saat mengetahui kau kembali ke Seoul. Kau, dan juga yang lainnya, sudah membuatku merasa memiliki keluarga yang utuh.” Minji merapatkan lagi tubuhnya, bersandar dan memainkan kerah kemeja putih yang dikenakan namja itu. Gadis ini merasa sangat nyaman, hanya dengan berada di dekat Kyuhyun dan menghirup wangi parfumnya. Ia mendongak, melihat senyum tipis yang mengembang di bibir tebal namja ini.

“Minji ah, kau mencintaiku?” Kyuhyun menatap mata gadis itu.

“Mengapa kau bertanya begitu? Pertanyaan itu terdengar sangat aneh di telingaku..”

“Aniyo. Aku hanya ingin tahu, sekian lama aku ingin menanyakan hal ini padamu. Apa yang membedakanku dengan yang lain di matamu.” Kyuhyun menatap lekat gadis itu. Minji merasa gugup dengan tatapan maut itu, dan ia memutuskan untuk mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Kalian semua.., sudah kuanggap saudaraku. Sahabat terbaikku. Aku tidak mau kehilangan siapapun lagi dari kalian.” Minji tersenyum sambil memejamkan matanya, kembali bersandar.

“Aish. Kau membuatku gemas. Bukan itu yang mau kudengar, dasar gadis bodoh.” Kyuhyun mencubit pipi gadis itu. Minji terkekeh geli. Gadis itu mengambil tangan kiri Kyuhyun, kemudian menahannya tepat di tengah dada gadis itu.

“Cho Kyuhyun, kau ada di sini. Sejak dulu.” Gumam Minji.

Kyuhyun tersenyum lebar, menatap gadis itu.

“Kalau begitu.. Katakan sekarang, kau mencintaiku.” Ujar Kyuhyun, nyaris berbisik.

“Aku tidak mau.”

“Wae? Aku ingin dengar kau mengatakan itu.”

“Untuk apa?”

“Buat aku yakin. Cepatlah katakan.” Kyuhyun mendesak dengan manja.

“Aniyo. Aku tidak mau.” Minji bersikeras dan kembali bersandar, menempelkan telinganya di sana, mendengar detak jantung namja itu.

“Kau itu memang keras kepala dari dulu. Hilangkan sifat itu kumohon. Aku ingin kau menurutiku.” Gumam Kyuhyun.

“Donghae tidak pernah memintaku untuk mengubah sifat keras kepalaku.” Tukas Minji.

“Kau sebut namanya sekali lagi, maka aku akan menciummu di sini.”

Minji tahu Kyuhyun tidak pernah bermain-main dengan ucapannya. Ia tentunya tidak mau menjadi tontonan orang di taman rumah sakit ini hanya karena Kyuhyun. Minji memilih diam dan tidak mau menggoda namja itu lagi.

“Kau tahu? Kedatanganmu hari ini, dengan kau memelukku seperti ini, aku jadi merasa jauh lebih baik. Gomawo..” Kyuhyun mencium kepala gadis itu.

Untuk sesaat mereka bertahan dalam posisi seperti itu, hingga akhirnya Yoora muncul dan membuat Minji dengan gugup melepaskan pelukannya. Ia masih merasa tidak enak dengan gadis itu.

“Maaf aku mengganggu kalian. Tapi omma memintamu ke dalam.” Ujar Yoora dengan wajah dingin.

“Lain kali kau bisa menggunakan telponmu untuk menghemat waktu.” Jawab Kyuhyun dengan wajah kacau lalu bangkit dan menggandeng Minji bersamanya. Yoora menatap pasangan yang berlalu itu. Segaris senyuman terbentuk di bibir gadis itu.

“Kurasa ia tidak buruk untuk oppaku..” gumam Yoora lalu menyusul Kyuhyun dan Minji ke dalam.

————————————

Minji menepikan mobilnya dan memastikannya terparkir dengan baik. Gadis ini sangat jarang membawa mobil sendiri ke kampus. Ia lebih sering meminta diantar oleh supir keluarganya atau meminta jemput Hanwoo. Setelah merapikan cardigan dan sedikit melihat wajahnya di cermin, dengan menenteng tas tangannya, Minji keluar dari mobil dan berjalan perlahan menuju ke kelasnya yang masih akan dimulai satu jam lagi.

“Minji ssi?” Minji menoleh ke belakang dan mendapati seorang gadis cantik dengan penampilan yang begitu modis sedang tersenyum padanya. Gadis itu juga membawa tas tangan sama sepertinya, hanya saja ia begitu feminin dan anggun dengan heels yang makin mempertinggi tubuh moleknya itu.

Minji tersenyum membalas sapaan gadis itu.

“Ne, kau siapa? Maaf, aku baru pertama kali melihatmu. Apa.. kita pernah bertemu sebelumnya?” Minji bicara dengan hati-hati.

“Haha, ayo kita bicara sambil makan di cafetaria. Bukankah kelasmu masih satu jam lagi?”

MINJI POV

Aku tertegun sejenak, merasa terpukau dengan gadis ini. Ia berbicara dengan santai dan kurasa ia tipe gadis yang tidak membosankan. Namanya Hyojin, Choi Hyojin, yang ternyata juga adalah mahasiswa pindahan dari Kanada. Tak kusangka ia ternyata juga adalah teman Kyuhyun di sana, karena itulah ia mengenalku.

Aku cukup tersipu karena Kyuhyun banyak bercerita tentang aku pada gadis ini. Dari cerita Hyojin, sepertinya Kyuhyun memang menjaga dirinya sangat baik di sana, dan kurasa ia benar-benar menjadikan negeri itu sebagai pelarian karena kesalahpahaman yang membuatnya menghilang sementara kala itu.

“Haha, kau gadis yang menyenangkan dan sangat manis. Wajar saja jika Kyuhyun begitu tergila-gila padamu.” Ujar Hyojin sambil menyantap makanannya.

“Jangan terlalu berlebihan. Aku bukan benda yang bisa membuatnya sampai tergila-gila..” sahutku apa adanya.

“Kenyataannya memang begitu. Tapi kurasa ia sedikit keliru mengatakan jika kau adalah gadis yang tomboy.”

“Dulu aku memang seperti itu. Itu karena aku selalu bermain bersamanya dan juga yang lainnya.” Aku tersenyum.

“Oh ya? Haha tapi kurasa wanita manapun pasti akhirnya akan memunculkan sisi feminin mereka. Itu sudah kodrat.” Ujar Hyojin lagi.

“Ya, kurasa kau benar. Aku hanya merasa bosan dengan penampilanku yang cuek..”

“Dan kurasa Kyuhyun pasti makin menyukaimu yang sekarang.” Gadis ini tersenyum.

Aku heran mengapa Kyuhyun tidak pernah bercerita jika ia memiliki teman wanita yang cukup dekat di sana. Tapi ia memang tertutup dan cukup jarang membagi cerita jika baginya hal itu tidak terlalu penting. Hmm, aku hanya  merasa sedikit aneh, bagaimana bisa Kyuhyun hanya berteman dengan gadis secantik ini? Kurasa jika ini Eunhyuk, gadis ini pasti sudah dipacarinya.

“Ah, Hyojin ssi, lalu apa yang membuatmu kembali ke Seoul?” tanyaku sedikit penasaran.

“Hmm, itu.. itu karena ommaku sakit. Ia sangat menyayangiku, bahkan ketika dulu aku memutuskan untuk kuliah di luar ia menentang keinginanku begitu keras. Aku hanya ingin lebih dekat dan merawatnya. Keluargaku begitu sibuk.” Gadis itu tersenyum.

“Jinja? Kuharap ibumu cepat sembuh.” Ujarku sambil tersenyum.

Kami bercerita banyak hal lagi ketika akhirnya aku disadarkan dengan kelasku yang akan segera dimulai. Aku pun bangkit lebih dulu dan pamit padanya.

“Hyojin ssi, senang sekali bertemu denganmu hari ini. Aku harus masuk ke kelas dulu.”

“Ah, kuharap kau jangan terlalu formal padaku. Kurasa kita bisa menjadi teman yang akrab.” Ia tersenyum.

“Ne..” ujarku sebelum pergi.

“Ah, satu lagi. Kuharap kau tidak bercerita banyak pada Kyuhyun soal apa yang kuceritakan. Kurasa ia tidak suka jika aku membocorkan sesuatu tentangnya.” Ujar Hyojin lagi.

“Ne, arraseo..” aku tersenyum dan segera pergi.

———————————–

AUTHOR POV

Kyuhyun duduk dan menunggu sambil mengamati pria di depannya. Pria itu masih membaca dan memeriksa beberapa berkas yang diserahkan Kyuhyun. Kyuhyun menarik nafasnya perlahan dan ia mencoba tenang, berharap semuanya akan baik-baik saja dan tidak ada lagi masalah baru. Saat pria itu menutup berkas yang diberikannya, Kyuhyun bersiap untuk mendengarkan keputusan.

“Jadi kau putra sulung tuan Cho?” ujar pria yang memegang jabatan sebagai direktur utama perusahaan ini. Ia mengamati Kyuhyun. Baginya, anak muda ini cukup rapi, tampan , bersih dan sepertinya memang bertanggungjawab dan bisa diandalkan.

“Ne, saya harap semuanya bisa dipermudah.” Ujar Kyuhyun sopan.

“Berapa usiamu?” Tanya pria itu sambil tersenyum penuh wibawa.

“23 tahun.”

“Masih sangat muda.. apa kau yakin bisa membantuku di sini?”

Kyuhyun berusaha untuk tetap tenang, ia tahu pria ini meragukannya.

“Anda bisa mengandalkan saya selama ayah saya masih sakit. Saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik.” Ujar Kyuhyun.

“Apa kau paham betul bagaimana kondisi perusahaanmu?”

Kyuhyun terdiam sejenak mendengar pertanyaan itu. Ia berpikir sebelum menjawab.

“Ne, saya tahu bagaimana kondisi perusahaan saat ini. Untuk itu, kami memohon dengan sangat kerjasama dengan anda.”

Pria itu diam sejenak, sebelum akhirnya ia menjawab.

“Baiklah, kau bisa menggantikan posisi ayahmu. Aku harap kau bisa melakukan yang terbaik dan tidak mengkhianati perusahaan ini. Bagaimanapun juga, perusahaan kalian sudah menjadi hak kami sepenuhnya.”

“Ne, saya mengerti. Kamsahamnida.” Kyuhyun sedikit membungkukkan badannya. Dalam hati ia sangat sakit mendengar pernyataan sekaligus penegasan terakhir dari direktur. Ia memang harus menerima kenyataan pahit, perusahaan keluarga mereka sudah menjadi milik orang lain.

————————————-

“Maaf, bisakah aku duduk di sini bersama kalian? Sepertinya tidak ada tempat lagi untukku..”

Kyuhyun dan Eunhyuk menoleh secara bersamaan dan melihat seorang gadis sedang tersenyum pada mereka.

“Tentu saja, Hyojin ssi.. duduklah..” Eunhyuk tersenyum lebar.

Gadis itu kembali tersenyum dan duduk di sebelah Eunhyuk, berhadapan dengan Kyuhyun. Namja yang sedang sibuk membuat laporan itu memasang wajah dingin, dan Hyojin memperhatikan setiap detail wajah Kyuhyun, berusaha menangkap perubahan ekspresi dari sana. Jangankan berekspresi lain, Kyuhyun bahkan tidak mengucapkan sepatah katapun.

“Bagaimana? Apakah kau merasa nyaman kuliah di sini?” Tanya Eunhyuk.

“Nyaman? Tentu saja. Ada satu hal yang membuatku sangat nyaman di sini.” Jawab Hyojin.

“Oh ya? Mengapa kau memutuskan untuk pindah? Bukankah di sana jauh lebih baik daripada di sini?” Tanya Eunhyuk lagi dengan wajah ramah.

“Ne, kau benar sekali Eunhyuk ssi, di sana jauh lebih bagus daripada di sini. Tapi, alasanku untuk bertahan di sana sudah tidak ada, jadi aku pulang ke Seoul.” Hyojin tersenyum. Kyuhyun sedikit bereaksi dan melirik gadis itu, hanya sedetik.

“Kyuhyun ah, tidak ada yang mau kau tanyakan? Mengapa kau diam saja dari tadi?” Tanya Eunhyuk.

“Aku harus segera pergi. Laporanku sudah selesai.” Kyuhyun merapikan barang-barangnya dan ia pun berdiri kemudian berjalan keluar dari cafetaria. Hyojin memandang punggung namja yang menjauh itu.

“Hyojin ssi, maaf Kyuhyun memang seperti itu. Kau tidak tersinggung bukan?” Eunhyuk merasa tidak enak.

“Tenang saja. Aku sudah biasa diperlakukan seperti itu.” Hyojin tersenyum, dan Eunhyuk merasa heran dengan jawaban gadis itu.

“Haha, kadang aku berpikir Kyuhyun itu tidak normal. Ia bahkan tidak pernah mengencani seorang gadis pun. Hanya ada seorang gadis yang bersamanya sejak dulu, dan kurasa ia hanya berniat dengan gadis itu. Tapi bukan berarti juga dia anti sosial terhadap teman wanita lain bukan?” Eunhyuk tertawa.

“Oh ya? Jadi Kyuhyun ssi sudah memiliki kekasih?” Tanya Hyojin.

“Kira-kira seperti itu. Dia sahabat kami sejak kecil. Mungkin suatu hari kau akan bertemu dengannya juga karena dia juga ada di kampus ini.”

Hyojin menanggapi cerita Eunhyuk dengan antusias. Sementara tanpa disadari Eunhyuk, seseorang tengah berjalan ke arahnya.

“Ehem. Maaf mengganggu. Eunhyuk ssi, ternyata kau di sini. Pantas saja sedari tadi kau tidak menjawab pesanku.”

“Ah, Hanwoo..? Maaf, aku tidak sadar jadi..”

“Tidak usah berdiri. Kau duduk saja di situ, tidak sopan ada seorang gadis cantik di sebelahmu. Aku hanya ingin mengembalikan ini.” Ujar Hanwoo lalu meletakkan sebuah bungkusan.

“Hanwoo ssi..”
“Gamsahamnida sudah meminjamkan jasmu tempo hari. Itu sudah bersih dan kucuci. Aku pergi dulu.”

Hanwoo melangkah dengan cepat, sementara Eunhyuk terdiam menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh. Ia kemudian melihat bungkusan di depannya tanpa berkedip.

“Nugu ya? Kekasihmu?” Tanya Hyojin, membuyarkan lamunan Eunhyuk.

“Eh? Mengapa kau bicara begitu?” Eunhyuk nampak gugup.

“Oh, jadi bukan? Entahlah, hanya saja tatapan gadis itu seolah ingin menerkamku karena aku bersamamu.”

———————————

Siang itu Minji mengemudikan sendiri mobilnya menuju ke sebuah tempat yang akhir-akhir ini jarang dikunjunginya. Seperti biasa, ia membawa karangan bunga dan berdoa di makam kakeknya. Setelah merasa cukup, barulah ia mulai bercerita, karena baginya hanya sang kakek yang bisa mengerti dirinya meskipun lelaki itu sudah ada di tempat lain.

“Kek, maafkan aku terlambat memberitahumu. Sekarang aku sangat bahagia, karena aku bisa melihatnya lagi seperti dulu. Dia sudah kembali padaku, kek.. aku tahu, kakek juga pasti menginginkan ini bukan? Maka dari itu aku bisa memilih jalan yang tepat. Kakek pasti menginginkan aku bahagia.”

Sejenak ia terdiam, mengamati nisan sang kakek. Terkadang Minji berpikir ia nampak seperti orang bodoh. Seandainya saja orangtuanya ada di sini, mau meluangkan waktu mereka untuk sekedar mendengarkan keluh kesahnya, mungkin saja dirinya tidak akan ada di tempat ini sekarang. Perasaan itu kembali menyeruak di hatinya. Ia merindukan orangtuanya.

“Kek, aku merindukan omma dan appa..” gadis itu menangis perlahan. Ia rindu masa kecilnya ketika mereka masih berada di bawah atap yang sama. Terlebih ommanya, yang bahkan tidak pernah ditemuinya selama empat tahun terakhir.

“Ah, kakek jangan khawatir dan mencemaskanku. Aku bahagia, karena ia berjanji akan membuatku bahagia. Meskipun sekarang ia ada masalah besar, apa menurut kakek ia akan bisa melalui semuanya?” Minji menghapus air matanya, dan kembali bercerita. Ia mencurahkan semua isi hatinya pada nisan kakeknya yang ia yakini kakeknya pasti mendengar semua keluh kesahnya itu.

———————————

Minji mengelap dengan perlahan tangan lelaki yang berbaring di hadapannya. Laki-laki itu sudah membuka matanya, hanya saja ia belum bisa banyak bicara dan belum bisa bergerak dengan leluasa. Dalam hati gadis ini membayangkan, mungkin ketika sudah tua nanti wajah Kyuhyun juga akan seperti ini. Ia begitu mirip dengan ayah kandungnya ini.

“Nak, kau bisa berhenti. Aku akan melanjutkan memandikannya.” Nyonya Cho tiba-tiba muncul dan mengagetkan Minji.

“Bibi.. sudah selesai? Tidak apa-apa, aku akan menyelesaikannya. Bibi istirahat saja.” Minji tersenyum.

“Aku akan menelpon Kyuhyun agar ia menjemputmu dan mengantarmu pulang. Ini sudah hampir malam.”

“Bibi.. jangan menganggapku orang lain. Bukankah aku sudah mengenal kalian sejak kecil? Lagipula Kyuhyun pasti masih sibuk. Aku tidak mau merepotkannya. Biar nanti aku naik taxi saja.” Minji kembali tersenyum.

“Nak, maaf ikut merepotkanmu.” Ujar wanita paruh baya itu lirih.

“Aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Siapa yang tega melihat paman seperti ini? Padahal sebelum ini beliau benar-benar laki-laki yang tegas.”

“Aku hanya bisa berdoa untuk kesembuhannya..” Ujar Nyonya Cho sambil memandang prihatin keadaan suaminya.

—————————

“Oppa, gomawo sudah mengantarku.” Yoora tersenyum.

“Gwaenchana. Aku juga sekaligus ingin menjenguk paman.” Donghae memastikan mobilnya sudah terkunci dan ia melangkah bersama gadis itu ke lantai tiga tempat tuan Cho dirawat.

Yoora tersenyum senang, akhir-akhir ini ia mulai bisa dekat dengan Donghae meskipun sejauh ini namja itu memperlakukannya seperti seorang adik. Tapi gadis ini bertekad suatu saat Donghae pasti akan melihatnya seperti seorang pria kepada seorang wanita.  Gadis ini selalu mengingat setiap kata-kata yang diucapkan Donghae, agar ia bisa menjadi gadis seperti yang diinginkan namja itu.

“Minji ah, kau juga di sini?” Donghae terkejut karena mendapati Minji ada di ruangan sedang memandikan tuan Cho. Yoora tak kalah terkejutnya, dan ia cukup kesal mengapa gadis ini harus ada di sini ketika Donghae juga ada di sini.

“Omma, mana Kyuhyun oppa?” Tanya Yoora.

“Ia masih di kantor. Ada Donghae juga, ayo kalian duduk dulu.” Jawab Nyonya Cho.

Minji merasa tidak enak, ia mengerti betul apa yang dirasakan Yoora saat ini. Ia yakin gadis ini pasti menganggapnya sebagai pengganggu di sini.

“Mengapa tidak bilang akan kemari, kita bisa pergi bersama..” ujar Donghae.

“Ah, aku kemari sebenarnya ingin bertemu Kyuhyun juga, tapi ternyata ia masih sibuk. Aku mendadak.” Minji berbohong. Yoora menatapnya sinis. Ia mulai mengamati Donghae, dan melihat namja itu sepertinya senang Minji juga berada di sini.

“Maaf, aku ingin ke toilet sebentar.” Ujar Minji.

Gadis itu pergi ke toilet dan mencari jalan agar bisa keluar dari situasi sulit ini. Ini bukan lagi masalahnya dengan Donghae, karena ia yakin semua sudah teratasi. Ia hanya tidak ingin membuat Yoora tidak nyaman dengan ketidaksengajaan ini.

“Bibi, sepertinya aku harus pulang sekarang.” Ujar Minji saat kembali dari toilet.

“Mau kuantar?” Donghae menawarkan.

“Ah, tidak usah. Kau baru saja tiba, lagipula aku sudah membawa mobil sendiri.” ujar Minji sedikit panik. Yoora terus saja mengamatinya.

“Bukankah tadi kau bilang datang kemari naik taxi?” Nyonya Cho tiba-tiba mengucapkan sesuatu yang membuat Minji terpojok.

“Ah, iya.. bibi. Maafkan aku, maksudku.. aku bisa pulang sendiri sekarang. Aku akan naik taxi. Banyak hal yang harus kuurus sebelum pulang jadi lebih baik aku pulang sendiri.” jelas Minji dengan cepat.

“Oh, ya sudah. Hati-hatilah.” Ujar Donghae.

“Gomawo, Nak. Sudah membantu hari ini.” Nyonya Cho tersenyum dan memeluk Minji. Gadis itu merasa lega karena berhasil membuat Donghae tidak memaksanya lagi.

Minji terkesiap saat lift yang membawanya ke lantai satu terbuka. Di hadapannya, sosok namja yang sangat dikenalnya sedang menatapnya sambil menyeringai kecil. Namja itu seketika masuk dan kembali membawa mereka naik ke lantai tiga.

“Yaaa! Mengapa kau menahanku di sini?” Minji gugup karena hanya ada dia dan Kyuhyun di dalam lift ini. Namja itu merapatkan tubuhnya ke dinding. Minji bisa mencium aroma kesukaannya itu dengan jelas. Kyuhyun masih dengan kemeja dan jas kantornya.

“Mengapa tidak bilang kau mau datang?” Kyuhyun menatapnya.

“Aku.. aku sudah mau pulang. Kukira kau ada di rumah sakit. Aku tidak mau mengganggumu.” Minji berkata pelan, tanpa menatap Kyuhyun di depannya. Kyuhyun tetap menahannya, dan jarak mereka sangat dekat.

“Kyu.. aku tidak mau ada yang berpikiran macam-macam saat lift ini terbuka.” Minji berkata pelan, berharap agar Kyuhyun melepasnya.

“Memangnya kenapa? Aku juga tidak mungkin berbuat macam-macam di sini.” Balas Kyuhyun.

Lift kembali terbuka, namun Kyuhyun justru kembali membawa mereka turun ke lantai satu.

“Apa maumu sebenarnya?” Minji curiga.

“Aku akan mengantarmu pulang. Ini sudah malam.”

———————————–

MINJI POV

Kami sama-sama terdiam, menikmati burger yang dibeli Kyuhyun di tengah jalan tadi sebagai makan malam karena aku tidak mau makan di restoran. Kami duduk si atas kap mobil, memandang danau buatan dari jembatan sambil mengunyah makanan cepat saji ini.

Aku memperhatikannya, melihat lumeran mayonnaise di pinggir bibirnya. Dalam hati aku merasa geli, namja ini bahkan tidak bisa makan dengan rapi. Kuambil tisu dari tas kecilku lalu membersihkan bibirnya dengan pelan.

“Gomawo. Aku malu bahkan tidak menyadari jika aku makan begitu berantakan.” Ujarnya dengan suaranya yang rendah.

“Bagaimana di kantor? Kau menyukai pekerjaanmu? Apa kau betah?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Tidak menyenangkan.” Jawabnya singkat.

“Wae? Kau harus suka dan betah. Demi appamu..” balasku heran.

“Bagaimana aku bisa betah jika aku tidak bisa melihatmu seharian?” balasnya santai, namun ucapannya itu membuat kerja otakku berantakan. Aku sampai tidak tahu apa yang harus kukatakan untuk menanggapinya. Kurasa wajahku memerah.

Kyuhyun melihatku, burger di tangannya sudah habis. Aku kembali berfokus untuk menghabiskan milikku, sekaligus mencari alasan agar aku tidak usah menanggapinya. Kyuhyun menyeruput minumannya.

“Jika setiap pulang kantor aku bisa bertemu denganmu seperti ini, pasti aku punya semangat lebih untuk menyelesaikan pekerjaanku dan waktu akan berjalan cepat.” Ujarnya.

“Datanglah ke rumah sepulang bekerja jika kau sempat. Aku akan mendengarkan ceritamu.” Ucapku mencoba santai. Akhirnya aku bisa menghabiskan milikku, dan aku pun menyeruput minumanku.

“Bogoshippo..” ia menatapku.

Aku tertawa mendengarnya mengucapkan kata itu. Kyuhyun memasang wajah heran, seolah tidak terima aku menertawainya.

“Aku berkata serius. Kau tidak percaya?” ujarnya lagi.

“Baru beberapa hari kau sudah seperti ini. Aku jadi ragu bagaimana kau bisa bertahan hampir empat tahun saat berada di Kanada.” Aku meledeknya.

“Gadis nakal. Kau meledekku?” Kyuhyun menarik leherku dan merapatkan tubuhku padanya. Aku diam dan membiarkan saja ia memelukku seperti ini.

“Ayo kita berdoa, supaya appamu cepat sembuh dan keadaan bisa cepat kembali seperti semula.” Ujarku.

Kyuhyun menatapku. Ia memegang wajahku dengan kedua tangannya. Kurasakan tangannya yang lebar mengusap-usap wajahku. Dan ia menciumku. Lembut.

Aku membalas ciumannya, merasakan setiap sudut bibirnya yang melumat lembut bibirku. Kyuhyun memegang kendali, dan aku menikmatinya. Inikah yang dinamakan rindu? Kurasakan ia terus mencecap habis setiap sudut bibirku, dan nafasnya menabrak kulit wajahku. Tangannya perlahan turun ke pundakku, kemudian mengambil tanganku dan meletakkannya di lehernya. Aku melingkarkan tanganku disana, dan kembali berfokus pada ini, yang aku tidak tahu kapan akan berakhir. Mungkin jika nanti kami sudah sama-sama kehabisan nafas.

Tiba-tiba ia menghentikan semuanya dan tersenyum menatapku. Aku malu, tidak bisa mengatakan apapun.

“Jangan malu seperti itu. Kau juga menginginkannya.” Ia mengusap kepalaku.

“Kyu, aku bertemu dengan temanmu di Kanada.” Aku mengalihkan pembicaraan, tidak tahu apalagi yang harus kukatakan. Kyuhyun sepertinya tidak mengerti ucapanku.

“Hyojin ssi, dia baik sekali. Mengapa kau tidak cerita padaku punya teman Korea di sana?” aku tersenyum.

Wajahnya tiba-tiba berubah, dan sepertinya ia tidak suka dengan apa yang sedang kubicarakan.

“Mengapa kau mengenalnya? Apa Eunhyuk yang mengenalkanmu? ” Kyuhyun menatapku dan sepertinya ia… sedikit panik.

“Eunhyuk? Tidak. Aku berkenalan langsung dengannya. Ia yang menghampiriku.” Jawabku lagi.

Kyuhyun hanya diam. Ia melemparkan wajahnya ke arah lain.

“Kyu, kenapa? Apakah ada yang salah?” tanyaku penasaran.

“Ah, aniyo. Apa saja yang diceritakannya padamu?” Tanya Kyuhyun. Ekspresinya kembali seperti biasa.

“Hmm, tidak ada. Ia hanya bilang padaku jika ia temanmu di sana dan ia terpaksa pulang karena ommanya sedang sakit.” Jawabku jujur.

“Jinja? Ah, menurutku.. lebih baik kau jangan terlalu dekat dengannya.” Kyuhyun berkata dengan sungguh-sungguh. Entah kenapa ia berbicara seolah ia juga ingin melindungiku, seperti dulu ia melarangku untuk dekat dengan namja lain.

“Aku tidak mengerti ucapanmu.” Balasku heran.

“Hmm, lupakan saja. Aku sedang banyak pikiran jadi suka bicara sembarangan.” Ujarnya lagi.

—————————-

AUTHOR POV

Malam itu keluarga Lee makan malam dengan suasana yang begitu hangat, karena hari itu mereka merayakan ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya Lee. Suasana rumah itu terasa lebih ramai, karena kini Sungmin telah menikah dan mengajak istrinya turut tinggal di sana.

“Haha, senang sekali. Dari dulu aku selalu melihat tiga namja di meja makan, dan mereka bahkan selalu ribut saat makan karena berebutan ayam. Tak kusangka sekarang kalian sudah besar, dan Sungmin telah menikah.” Ujar Tuan Lee.

“Nanti rumah ini akan semakin ramai jika cucu pertama kita sudah lahir, yeobo..” ucap Nyonya Lee tersenyum. Minrin dan Sungmin saling pandang dan mereka sama-sama tersenyum.

“Hyung, apa Minrin sudah hamil? Aku juga tidak sabar ingin mendengar tangisan bayi di sini..” desak Eunhyuk.

“Kau tanyakan sendiri pada kakak iparmu.” Jawab Sungmin. Minrin hanya tersipu malu.

“Kalian berdua, nanti juga pasti akan membuat rumah ini lebih ramai jika kalian sudah menikah. Ah, omma jadi bersyukur juga melahirkan tiga bayi laki-laki. Manfaatnya sangat terasa di masa depan.” Gurau Nyonya Lee. Donghae tetap melanjutkan makannya dengan tenang, sementara Eunhyuk hanya tertawa menanggapi ucapan ommanya.

“Oh ya, bagaimana dengan Kyuhyun? Appa merasa sangat bersalah belum bisa menjenguk keluarga mereka.” Ujar Tuan Lee.

“Kyuhyun menggantikan tugas ayahnya sementara waktu. Aku sudah bilang padanya agar menghubungiku jika ada sesuatu yang perlu dibantu.” Jawab Sungmin.

“Baguslah. Kau harus membantunya, kalian juga. Mereka sudah seperti keluarga kita sendiri.” ujar Nyonya Lee.

“Aku kasihan sekali pada anak itu. Dia jadi lebih pendiam akhir-akhir ini.” ujar Eunhyuk.

“Kalian semua sudah besar. Omma jadi teringat dulu saat masih kecil kalian selalu bersama. Tak kusangka kalian masih berhubungan baik hingga sekarang. Untuk itu bantulah Kyuhyun, berikan ia dukungan.” Ujar Nyonya Lee lagi.

——————————————

Minji mengamati gadis di sebelahnya. Hanwoo terlihat begitu aneh dan pendiam beberapa hari terakhir ini. namun karena Minji juga sibuk, ia jadi malas untuk bertanya ada apa dengan Hanwoo. Namun hari ini ia benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.

“Hei, jangan bilang kau baik-baik saja. Apa yang dilakukan playboy itu padamu?” Minji menyelidik. Hanwoo seketika menoleh mendengar pertanyaan Minji.

“Apa maksudmu? Aku tidak sedang memikirkannya.” Hanwoo sedikit ketus.

“Mengapa jadi ketus begitu? Oh, berarti kau memang tidak sedang ada masalah dengannya. Jadi aku bisa memberitahunya.” Ujar Minji santai.

“Memberitahu apa? Dia cerita apa padamu?” Hanwoo seketika antusias. Minji seketika terkekeh melihat tingkah Hanwoo. Dimana-mana orang yang sedang jatuh cinta pasti nampak bodoh seperti ini.

“Kau penasaran padanya bukan? Huuh jangan berbohong padaku. Aku sudah mengenal Eunhyuk sangat lama dan aku hapal betul penyakitnya.”

“Kau jangan meledekku terus. Aku terperangkap sepertinya.”

“Hahhaha.. Hanwoo ya~ Eunhyuk tidak pernah sesibuk ini dalam mengurusi gadis incarannya. Kurasa.. ia memang sedang jatuh cinta. Ya, kali ini kurasa ia jatuh cinta. Ia bahkan selalu menggangguku dengan pesan-pesannya yang isinya hanya menanyakan kau.”

Hanwoo terdiam dan berusaha menangkap apa yang dikatakan Minji. Ia tidak ingin salah dengar dan ia ingin apa yang dikatakan Minji memang benar.

“Kau bicara fakta? Tapi ia masih saja mencari gadis lain. Bahkan tempo hari aku memergokinya sedang duduk di cafetaria bersama seorang gadis yang sangat cantik. Bagaimana kau bisa bilang ia sedang jatuh cinta?” Hanwoo berkeluh kesah.

“Seorang gadis cantik?” Minji menaikkan alisnya.

“Itu! Gadis itu!!! Gadis yang memakai rok coklat dan atasan hitam. Itu dia gadis yang duduk bersama Eunhyuk!” Hanwoo seketika menunjuk saat gadis yang dimaksudnya berjalan ke arah mereka.

“Hyojin ssi?”

“Kau mengenalnya?”

“Ne, ia teman Kyuhyun sewaktu di Kanada. Ia juga berada di kelas yang sama dengan Kyuhyun dan Eunhyuk sekarang.”

“Minji ssi.. senang melihatmu lagi.” Hyojin tersenyum.

“Hyojin ssi,, oh ya.. kenalkan ini Hanwoo, temanku.” Minji tersenyum.

Hanwoo dan Hyojin berkenalan. Sepertinya Hanwoo masih kesal.

“Oh ya, Hanwoo ssi, aku ingin minta maaf. Kurasa kemarin kau salah paham. Aku tidak ada hubungan spesial dengan Eunhyuk. Kami hanya kebetulan duduk bersama setelah keluar dari kelas.” Hyojin tersenyum. Minji terkekeh geli dan Hanwoo merasa sangat malu.

“Maaf, kurasa kau tidak perlu mengatakan itu padaku. Lagipula Eunhyuk bukanlah siapa-siapaku.” Tegas Hanwoo.

“Oh ya? Haha jika begitu maafkan aku yang terlalu sok tahu. Tapi wajahmu saat itu begitu meyakinkan, Hanwoo ssi..” balas Hyojin. Hanwoo dian saja, dan Minji berusaha mncairkan suasana tidak enak itu.

“Minji ah, terus terang, aku tidak suka gadis itu..” jawab Hanwoo ketika Hyojin sudah meninggalkan mereka.

—————————————

Donghae membukakan pintu mobil dan membantu menggendong Tuan Cho hingga duduk di kursi roda. Yoora bergegas mendorong kursi roda appanya dan mereka sama-sama masuk ke dalam rumah. Hari itu tuan Cho diperbolehkan pulang dari rumah sakit, dan karena Kyuhyun tidak bisa maka dari itu Yoora meminta Donghae untuk menjemput mereka di rumah sakit.

“Bibi sangat berterima kasih karena kau berbaik hati sudah mengantar kami pulang. Apa kau sudah makan siang? Ayo kita makan bersama-sama. Bibi akan masakkan sesuatu.”

“Bibi jangan khawatir. Paman sudah seperti orangtua kami sendiri. Lagipula kami juga sudah berjanji pada Kyuhyun akan membantu apapun yang kami bisa lakukan.” Ujar Donghae.

“Oppa.. aku senang oppa datang ke rumah..” ujar Yoora pada Donghae. Namja itu hanya tersenyum singkat.

“Yang terpenting sekarang adalah kesembuhan paman. Kami yakin semua masalah pasti akan terlewati satu-persatu.” Ujar Donghae.

Merekapun menunggu di ruang tengah untuk makan siang. Sementara Tuan Cho beristirahat di kamarnya, Nyonya Cho memasak makan siang. Yoora terlihat sangat bahagia, karena Donghae ada di sini memperhatikan keluarganya.

“Ayo kita makan siang bersama. Semuanya sudah siap.” Nyonya Cho memberikan tanda agar mereka bersiap di meja makan.

“Bibi, maaf merepotkan. Sebenarnya tidak perlu menjamu hingga seperti ini.” ujar Donghae sopan.

“Oppa, jangan sungkan-sungkan. Masakan omma sangat enak. Kau pasti suka.” Tambah Yoora.

Nyonya Cho tersenyum senang memandang putrinya. Beberapa hari terakhir putri bungsunya itu juga selalu nampak murung dan stress akibat masalah yang menimpa keluarga mereka. Kini ia senang Yoora sudah kembali tersenyum.

“Aku akan sangat senang seandainya memiliki menantu yang baik sepertimu.” Nyonya Cho memuji Donghae sambil melirik putrinya dan gadis itu merona sambil melotot ke arah ibunya.

“Ommaa!” Yoora merasa malu. Donghae hanya tersenyum tanpa berkata apapun.

————————————-

KYUHYUN POV

Akhir-akhir ini firasatku tidak enak. Gadis itu ada di Seoul, dan ia bahkan telah mencuri start dan mendekati Minji. Seharusnya sejak ia muncul di sini aku langsung mengingatkan Minji agar tidak usah menanggapinya. Aku sama sekali tidak berfikir jika ia akan menemui Minji dan aku bahkan tidak tahu apa saja yang telah diceritakannya pada gadis itu. Namun sepertinya ia tidak seburuk yang kupikirkan, karena sepertinya Minji baik-baik saja.

Hal ini membuatku tidak konsentrasi bekerja. Aku telah mengatur waktu kuliahku menjadi dua kali dalam seminggu dan itu saja tidak cukup untuk mengontrol gadis itu. Apa aku harus memberitahu Eunhyuk? Tapi bukan Eunhyuk orang yang tepat. Lalu Donghae? Aku takut Donghae akan berpikir yang tidak-tidak terhadapku.

Suara telpon mengagetkanku. Aku bergegas menjawab dan segera menyiapkan diriku menuju ke ruangan direktur.

“Kyuhyun ssi.. tolong kau selesaikan berkas ini. Aku membutuhkannya segera.”

Aku menerima berkas data keuangan itu dan sepertinya hal ini akan merepotkanku malam ini. Tapi aku sama sekali tidak mau mengecewakan appa. Aku pasti bisa mengerjakan ini semua.

Setelah menerima dan meyakinkan diriku mengerti atas perintah direktur, aku segera keluar dari ruangan direktur menuju ke ruanganku. Sejenak mataku terpaku tak percaya, aku melihat seseorang yang kukenal sedang berjalan ke arahku, ah.. mungkin ke ruangan direktur. Aku harap mataku salah menangkap ini semua karena ia mengenakan kacamata hitam. Namun saat makin dekat, kurasa mataku tidak salah.

“Kyuhyun ssi, sepertinya kita memang berjodoh.” Ia berhenti tepat di depanku dan tersenyum, melepas kacamata hitamnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Pardon? Semestinya aku yang bertanya begitu. Ini kantor appaku, aku berhak datang dan pergi ke tempat ini sesukaku.” gadis ini tersenyum bangga.

Rasanya aku dilempar ke dasar laut dan kehabisan nafas menghadapi kenyataan ini. Ini sama sekali bukan permulaan yang bagus. Bagaimana bisa perusahaan induk kami adalah milik ayah gadis ini? Tuan Choi. Ini mimpi buruk. Aku sama sekali tidak menyangka ada sebuah kebetulan yang sangat buruk seperti ini.

“Kyuhyun ssi, kau baik-baik saja? Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang kau lakukan di sini?”

“Maaf, bukan urusanmu. Aku terburu-buru.”

“Chakkaman.” Ia menahan tanganku. Aku menatap lurus ke matanya.

“Saengil Chukkahamnida.. jika ingatanku tidak buruk.” Ia tersenyum.

Aku mencerna ucapannya, dan baru ingat jika hari ini adalah tanggal 3 Februari. Gadis ini bahkan mengingat ulang tahunku? Apakah aku harus tetap bersikap dingin pada orang yang bahkan peduli padaku hari ini?

“Gomawo. Aku bahkan lupa ulang tahunku hari ini.” aku melepaskan tangannya.

Aku meninggalkannya ke ruanganku. Ini benar-benar seperti mimpi. Firasat burukku semakin menjadi-jadi. Aku sama sekali tidak tahu apa isi pikiran gadis ini. Kuharap ia memang tidak seburuk yang kupikirkan. Aku tidak mau jika ia tahu keadaanku yang sebenarnya, ia akan memanfaatkan keadaan ini dan membuat keluargaku semakin sulit.

AUTHOR POV

Hari ini Minji benar-benar sibuk. Kyuhyun berulang tahun, dan gadis ini sengaja menyiapkan sebuah surprise untuknya. Minji  sengaja tidak mengucapkan apapun, dan mereka  juga belum saling menghubungi satu sama lain hari ini. Gadis ini  memang bukan tipe orang yang suka menghubungi Kyuhyun setiap saat, paling sering Kyuhyunlah yang menghubunginya terlebih dahulu. Dan karena kesibukan baru Kyuhyun akhir-akhir ini, membuatnya jarang  menghubungi gadis ini.

Ketika memastikan semuanya sudah siap, Minji mengirimkan sebuah pesan padanya dan meminta namja itu untuk menjemputnya. Mereka cukup jarang bertemu akhir-akhir ini dan Kyuhyun pasti tidak akan menolak untuk bertemu.

Tepat pukul 7 malam Kyuhyun sudah siap di depan rumah gadis itu. Minji bergegas turun dan menemuinya sambil memberikan senyuman lebar.

“Apakah ini hanya perasaanku saja atau kau memang terlihat lebih bersemangat malam ini?” Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap gadis ini dari atas hingga bawah sambil bersandar pada mobilnya.

“Oh ya? Tentu saja aku bersemangat. Bukankah hari ini adalah hari spesialmu?” balas Minji.

Kyuhyun memandang gadis ini dengan curiga, namun senyuman tak berhenti mengembang dari bibir tebalnya.

“Jadi kita mau kemana? Dinner? Menonton film?” tawar Kyuhyun.

“Aniyo. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Berikan kunci mobilmu.” Minji menengadahkan tangannya.

“Mwo?!”

“Iya berikan padaku. Aku yang akan mengemudikan mobilmu karena kau harus menutup matamu selama perjalanan.”

Kyuhyun menyeringai kecil.

“Hmm, baiklah. Sepertinya ini menarik.” Kyuhyun memberikan kunci mobilnya pada gadis itu.

KYUHYUN POV

Aku tidak tahu kemana Minji membawaku. Tak kusangka ia bahkan menyiapkan sebuah surprise hari ini. Padahal hanya dengan bertemu dengannya saja kurasa rasa lelah dan kesalku hari ini terbayarkan. Seketika aku teringat akan Hyojin, gadis itu yang pertama kali menyadarkan aku jika hari ini adalah ulang tahunku. Ah.. sebaiknya aku tidak usah mengingatnya, membuatku merasa kesal dan tidak nyaman. Aku sedang bersama kebahagiaanku saat ini.

“Mengapa belum sampai? Kau mau menculikku kemana?” aku bercanda.

“Bersabarlah sebentar lagi. Kau cerewet sekali.” Ucapnya.

Tak berapa lama, kurasakan mobil berhenti dan Minji memintaku tetap diam dan bersabar sampai ia membimbingku turun dari mobil. Kalau bukan ia yang meminta, aku tidak akan mau menuruti ini semua.

“Aku akan membantumu. Kau berjalanlah pelan-pelan.” Bisiknya.

Minji menggandeng tanganku dan memberitahuku jika ada tangga dan sebagainya. Entah surprise macam apa dan tempat apa yang dipersiapkannya untukku. Tapi rasanya, sekelilingku begitu gelap.

“Aku akan membuka ikat matamu. Hitungan ke-tiga, kau bisa membuka matamu.”

Aku menuruti suruhannya, dan tepat di hitungan ke-tiga, aku membuka mataku.

Lampu menyala seketika dan aku melihat Yoora sedang membawa kue tart. Di sini juga ada  Sungmin hyung, Minrin,  Eunhyuk, Donghae dan juga Hanwoo. Mereka semua menyanyi selamat ulang tahun untukku dan entahlah.. aku merasa terharu dan ingin menangis untuk pertama kalinya.

“Oppa, kau harus meniup lilinnya. Sebelumnya ucapkan permohonan.” Ujar Yoora.

Aku memikirkan sebuah permohonan yang tiba-tiba terlintas di kepalaku. Setelah mengucapkan itu aku meniup lilin dan mereka semua memelukku satu-persatu. Mereka juga memberikan kado ulang tahun untukku.

“Kyu, kau harus berterima kasih pada Minji. Ia begitu sibuk menyiapkan ini semua.” Ujar Eunhyuk.

“Ia menelponku seharian selama berada di kantor, mengganggu pekerjaanku agar aku datang malam ini.” Lanjut Sungmin hyung.

Aku melihatnya, ia sedang tersenyum senang. Ia mengumpulkan orang-orang terdekatku, bahkan ia menghubungi Yoora? Kuharap hubungan mereka akan segera baik.

“Oppaa.. saengil chukkahamnida.. kau kakak yang terbaik bagiku.”Yoora memelukku.

“Minji ah! Ayo peluk dia! Hanya kau yang belum mengucapkan itu padanya..” desak Hanwoo.

Aku melihatnya, dan melebarkan kedua tanganku untuk memeluknya. Gadis ini membalas pelukanku hangat.

“Saengil chukkahamnida. Kau bertambah tua.” Ucapnya.

“Gomawo.. jeongmal gomawo..” aku mengusap punggungnya tidak tahu lagi harus mengucapkan apa.

“Ayo sekarang kita bersenang-senang. Siapa yang mau menyanyi pertama kali?” Donghae menyadarkanku.

Aku baru sadar kami sedang berada di sebuah ruang karaoke. Mereka bahkan menyiapkan begitu banyak minuman dan sengaja menyewa kamar ini hari ini. Aku melihat Yoora, gadis itu mulai bisa membaur dengan yang lainnya. Aku tahu dia sedang berupaya untuk menarik perhatian Donghae meskipun Donghae tidak terlalu menunjukkan hal spesial padanya.

Eunhyuk menyanyi sebuah lagu cinta dan Hanwoo menimpalinya. Sepertinya kedua orang ini juga semakin dekat. Haha, untuk pertama kalinya aku melihat Eunhyuk mengeluarkan sisi seperti ini di depan seorang gadis. Apa otaknya sudah berubah?

“Ayo minum.” Minji menuang wine ke gelasku.

“Baiklah, temani aku minum.” Jawabku sambil tersenyum. Untuk kali ini aku membiarkannya minum karena kadar wine ini juga tidak terlalu keras.

Selanjutnya kami menyanyikan berbagai macam lagu, bersenang-senang hingga lelah. Di detik-detik terakhir, Sungmin hyung memutar sebuah lagu romantis dan ia berdansa dengan istrinya. Sementara yang lain, duduk karena kelelahan.

Aku melihat Minji, ia bersandar dan memejamkan matanya meskipun mulutnya terkadang masih ikut bernyanyi. Gadis ini pasti sangat lelah hari ini karena mempersiapkan ini semua. Setelah waktu habis, kami pun memutuskan untuk pulang.

“Donghae ya~ kumohon antarkan Yoora pulang. Aku akan mengantar Minji.” Pintaku pada Donghae.

“Jangan khawatir. Aku membawa satu mobil bersama Eunhyuk.” Ucap Donghae tersenyum.

“Jinja? Kalau begitu kumohon antarkan juga Hanwoo pulang. Bukankah kalian searah?” Minji yang sudah kelelahan tiba-tiba ikut bicara.

“Dengan senang hati..” jawab Eunhyuk.

Akhirnya kami semua pulang, dan di perjalanan gadis ini terus saja menyanyi dengan mata terpejam. Aku mengusap kepalanya, sepertinya ia benar-benar kelelahan dan terlalu senang hingga ketiduran. Ketika sudah sampai di rumahnya, aku tak tega membangunkannya jadi kuputuskan untuk menggendongnya dari mobil hingga ke kamarnya. Wajahnya polos sekali saat tertidur. Aku melepaskan sepatu dan mantel yang dipakainya, lalu menarik selimut.

“Gomawo, Minji ah.. aku sangat bahagia hari ini..” ujarku sambil merapikan poninya yang berantakan.

Aku mematikan lampu dan menutup pintu kamarnya lalu bersiap pulang.

MINJI POV

Aku tidak tahu aku ada dimana. Tempat ini sepi sekali, entah kenapa aku bisa terjerumus ke tempat ini. Aku melihat handphoneku, berusaha untuk menelpon Hanwoo. Yeoja itu tidak mengindahkan panggilanku sama sekali. Dan buruknya, ketika aku berusaha untuk menghubungi yang lainnya, tiba-tiba jaringanku menghilang dan itu berarti aku tidak bisa menghubungi siapapun via handphone ini.

Seketika aku menangis, teringat pada omma dan appa. Jika saja ada mereka di sini pasti aku tidak akan kesepian. Mana Donghae, Eunhyuk, dan Sungmin oppa? Mengapa tidak ada mereka di tempat ini?

Aku duduk dan menekuk kedua lututku. Air mataku jatuh, terisak sendirian. Tiba-tiba saja sebuah tangan menyentuhku, membuatku membuka mataku dan kulihat wajah tampan itu tersenyum padaku. Ia mengulurkan tangannya.

Aku menyambut uluran tangannya dan ia memelukku. Akhirnya aku menemukan orang yang bisa membuatku merasa aman di tempat ini. Ia memelukku erat sekali hingga aku merasa akan sangat terlindungi jika bersamanya.

“Kau jangan khawatir. Kau pasti akan bahagia bersamaku. Akulah yang memegang kebahagiaannmu..” ia berbisik di telingaku.

Aku hanya diam tak menjawabnya, namun aku tahu aku percaya penuh padanya. Sepertinya aku sangat mengenal orang ini, hanya saja aku tidak tahu siapa namanya. Aku lupa. Namun aku berusaha mengingat di mana pernah bertemu orang ini sebelumnya. Mengapa aku merasa sangat nyaman saat berada di dekatnya?

Aku membuka mataku. Di belakangnya, seorang gadis menatap kami yang sedang berpelukan. Wajahnya terlihat begitu angkuh, dan ia tersenyum licik ke arahku. Aku takut. Tiba-tiba sebuah ketakutan besar menyelimutiku. Gadis itu tiba-tiba berjalan mendekat, dan melepaskan paksa pelukan kami.

“Ikut aku sekarang..” gadis itu berucap sambil menarik tangan namja ini.

“Tapi..”

“Pilih aku atau dia..” gadis ini menatap dengan tatapan marah. Aku tidak bisa melakukan apapun ketika akhirnya namja itu pergi bersamanya.

Aku kembali sendirian. Dunia ini benar-benar menyeramkan. Apa yang harus kulakukan sekarang? Sepertinya langit luas di atasku ini akan jatuh menimpaku, atau tanah yang kupijak ini seketika terbelah dua dan membawaku ikut ke dalamnya.

Aku terbangun. Mimpi buruk. Sangat buruk. Keringat dingin memenuhi wajahku, dan aku menyalakan lampu. Namja tadi adalah Kyuhyun. Aku tahu dia Kyuhyun. Dia pergi dibawa oleh seorang gadis. Aku pun mengenal sosok gadis itu. Apa iya? Wajahnya memang tidak jelas, tidak sejelas namja itu di mimpiku. Namun dari sosoknya dan juga ekspresi wajahnya, aku sepertinya juga mengenal sosok gadis itu di dunia nyata.

Aku mengambil handphoneku dan ini masih jam 2 pagi. Sungguh tidak enak bermimpi buruk dan terbangun di jam-jam seperti ini. Dua jam yang lalu aku masih bersama Kyuhyun,merayakan ulang tahunnya. Sekarang aku malah sudah berada di atas ranjangku.  Ya Tuhan.. ini benar-benar mimpi buruk yang seperti kenyataan.

Kuambil handphoneku dan menekan sebuah nama di kontakku. Aku menunggu sekian lama, namun sepertinya ia sudah tertidur. Rasanya ingin menangis di saat-saat seperti ini. Beberapa saat sebelum aku memutus telpon, tiba-tiba sebuah suara berat menjawab panggilanku.

“Minji ah~ mengapa menelponku jam segini?”

“Donghae ya….”

“Waeyo? Kau kenapa?”

TBC-

Maafkan atas kedataran di part ini..

Tunggu next part yah,,

Semoga masih mau nunggu dan belum bosen sama ceritanya..

ThanKYU buat yang uda mau baca dan menyisipkan komen kalian ^^

Iklan

62 thoughts on “[5] Your Guardian

  1. aduh jd takut bca mimpi Minji jd takut Hyojin manfaatkan keadaan…
    Duh sbnr’a Kyu punya hub apa ma Hyojin d Kanada?
    Hae oppa ayolah tatap Yoora ksihan Yoora cma dianggap adik ma Hae oppa…

    Suka

  2. Yaa! Itu knp dongek yang ditelpon ??? .-.
    Dan dongek masih juga blm menunjukkan tanda” ama yoora baahh *pukpukyoora hwaitiing duu! :3

    lanjut cpt ya kang minji :*

    Suka

  3. yoora udah baik 🙂

    aah hyojin ini naksir kyu tp kyu nolak terus ya?dia obsessed bgt kayaknya.aah jd kebayang junpyo jandi sama itu yg dijodohin ama junpyo *lupa syp namanya..

    part ini gg datar kok,seru bgt bnyk adegan kyuminji yg romantis

    ditunggu bgt next part,oya aku jg nunggu kyuminji story yg lainnya.suka bgt married life mereka 🙂

    Suka

  4. kok yang ditelpun donghae? kan yang dimimpiin kyuhyun
    semoga appanya cepet sembuh…aminnnn
    masing2 couple udah mulai pedekate..saya tetep dukung hanwoo-eunhyuk haha

    Suka

  5. huaaaa.. Kenapa harus Donge yang ditelepooonn??!! Harusnya telepon Kyu ajaa..
    Kasian Yoora cuma dianggap adik.. Ayo Yoora fighting!! Kamu harus bisa dapatkan Donge..
    Ciee Hanwoo mulai cemburu-cemburuan sama Hyuk..
    Dan siapa itu Hyojin? Aish! Pengganggu baru..
    Konflik baru..

    Ditunggu next partnya yaa.. 🙂

    Suka

  6. Alohaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    Dina dataaaaang LMAO

    Stroke….??
    Akh..papa mertuaaaaa
    Hikseu…

    Aduh choi hyojin kamu bermuka duaaaa…
    #eh
    Kamu manis sekali didepan anak2 yaaaaa
    Tapi bagus2..Kelicikan itu harus dipertahankan kalau bisa ditingkatkan lol
    Kyakyaaaaa makin Sukarno Dana penggambaran hojin disini..modis Dan anggun n high heels itu emang gak bisa Ketinggalan yaaaa lol
    Onnie Dina sukaaaaaa…hyojin ya di bikin lick sekaliiiii…deketin “korbannya” secara halus n manis buat nyiapin Kejahatannya di masa depan #halah
    Nyahaha /slapped
    Kang minji tunggu Ajaaaaaa choi hyojin pasti beraksi

    Aeeet lee hanwoo jeleeees
    Akh sebaiknya mulai milih, kyuhyun atau Eunhyuk yaaaaaa.
    Aiissh…yeobo ini lhooo..jgn je dingin gitu ke hyojin…
    Ramah gt ke hyo..hikseu

    Kyu…mikirin hyojin ky mikirin “the next biggest disaster” ajeeee
    Aku gak sejahat itu kok booo..tergantung authr aje bikinnya gimane kkkkkk

    Aet cho yoora sudah mulai bisa menerima kang minji yaaaXD

    Eh?
    Yg beli perusahaannya kyu itu babehnya hyojin tah? Asiiikk..ntar ada scene kawin paksa gak onn?? Nyahahaha /kicked

    Akh, johaaaaa

    Suka

    • Aduh kpk bisa ada typo yg melencengnya jauh melebihi jarak ke mars tii?
      Aisssh..pasti gr2 spell check -___-
      itu yg ada sukarno2nya itu typooooo
      Syial

      O iya ada yg kelupaan..
      Kissing scenenya HADGHGDSJSBSJSJA manis sekaliiii hikseu

      N mimpinya minji, itu pasti hyojin kan?
      Ehem, suka sekaliiiiii…
      But, wae dongek yg ditelpun? O,o

      Suka

      • KKK ADEGAN KAWIN PAKSA???
        emgnya jaman siti nurbaya din wkwwkwkwk
        iya dong donge ditelpun soalnya minji sm donge sma2 pake m3 🙂

        Suka

  7. Knapa makin ksini…ni cerita makin banyak misteri. Makin bikin gengges dan romansa kyuminji itu lho….ishhhh
    *mana author? Mau tak cekik…#eh

    Ga datar ko bo..ini mah makin seru…
    Aits Hanwoo uda cemburu ma hyuk…yoora makin dket ma dongek…
    Dan kyaaa! Minrin Hamil? ( ˘)з┌◦◦◦ ♥

    Kyuhyun itu lho…aduh daebak sekali….panutan bgt dah dirimu….
    Dan khadiran minji bner2 jd obat bahagia buat kyuu…
    Ahhh so swett pkokny adegan di kap Mobil itu….

    Lanjutkan booo

    Suka

  8. huwaa sudah banyak yg komment , gueh ketinggalaan~~ aaaaah finallyy part 5 !!

    aduh mau komment apa yaak ? huaahuaa
    *ganyante*
    papaaaah~~ :'((
    dan di part ini aku seneng , yoora mulai diajak main yes yes ! Aku seneng adegan ulang taaun xD

    eh kang minji gueh sukaak gaya loe di rumah sakiiitt~ gak mau dianter hae pulang .. jangan dekati dia lagi !! *acungkanpisau*
    tapi tetep jeles yaa masalah alarm2an itu T,T
    ehya dan ada adegan random naik turun (?) di lift … Kkkk~~ lucuuuu xD kyu bgt !

    euhm kyuhyunnya pedalem bgt disini , stressnya dia kerasa bgt 😦 huaa kakak maaf yoora ga bs bantu apa2 T..T
    dan ngakak waktu ngegap org ciuman di taman rumah sakit hihii ah yoora manis sekali entah kenapaa ..
    Tapi DONGHAE LIAT YOORA HAEEE~~ jeyek ajum qee ish ish

    abuik sungmin minrin mule jeee~ cepetin hamil !
    euhm masalah kissing scene dan adegan romantiss no comment lah yaa kang minji mule ratunyee kkkk~~
    sukaa cemburu2nya hanwoo cieh2 gimana sama playboy cacingan ?

    eh hyojin itu pengen tak cetik ! Ahaha dapet bgt penggambaran wanita2 jalang dan licik itu disini onn !! Hyojin kasik jin ajaa sanaaah~~
    wuah konflik semakin memanass !! Hanwoo ayo dekati hyuk, hyuk dekati yoora, yoora dekati hae , hae dekati minji , minji dekati oknum a (?) *eh? Abaikan!!!
    Hyojinaaah~~ giliran kamu digedegin nak sabar ya, yoora sudah pernah merasakannyaa .. Kkk

    Dan mimpi buruk itu :'(((
    Et kenapaa hae yg diteleponggg ??
    Hayok lanjutaaannn~~ *tenggelamkandiri*

    Suka

  9. huwaa sudah banyak yg komment , gueh ketinggalaan~~ aaaaah finallyy part 5 !!

    aduh mau komment apa yaak ? huaahuaa
    *ganyante*
    papaaaah~~ :'((
    dan di part ini aku seneng , yoora mulai diajak main yes yes ! Aku seneng adegan ulang taaun xD

    eh kang minji gueh sukaak gaya loe di rumah sakiiitt~ gak mau dianter hae pulang .. jangan dekati dia lagi !! *acungkanpisau*
    tapi tetep jeles yaa masalah alarm2an itu T,T
    ehya dan ada adegan random naik turun (?) di lift … Kkkk~~ lucuuuu xD kyu bgt !

    euhm kyuhyunnya pedalem bgt disini , stressnya dia kerasa bgt 😦 huaa kakak maaf yoora ga bs bantu apa2 T..T
    dan ngakak waktu ngegap org ciuman di taman rumah sakit hihii ah yoora manis sekali entah kenapaa ..
    Tapi DONGHAE LIAT YOORA HAEEE~~ jeyek ajum qee ish ish

    abuik sungmin minrin mule jeee~ cepetin hamil !
    euhm masalah kissing scene dan adegan romantiss no comment lah yaa kang minji mule ratunyee kkkk~~
    sukaa cemburu2nya hanwoo cieh2 gimana sama playboy cacingan ?

    Suka

  10. ya tu mimpi y minji oasti tanda bakal ada apa2 dwh sama hubungan dia m kyuhyun……
    pa jgn2 nanti hyojin nyari gara2 n tau kyuhyun jadi bawahan appa y n minta kyuhyun jadi pacar y n tunangan pake cara ngancem keluarga kyuhyun……..
    jangan sampe kasuan minji y jadi sakit hati nanti n pisah ma kyuhyun trus yoora jadi makin benci ma minji gara2 donghae lebih perhatian lg……* maaf imajinasiku mulai kambuh nih jadi nerka2 deh…..*
    Lanjut…….

    Suka

  11. mian hanwoo lama2 balas koment soalnya dari hp gabisa koment nih jadi harus nunggu OL dulu. ah gpp yg penting udah koment daripada jadi silent reader’s #upps.

    eeea makasi buat author karena di part ini eunwoo couple masih keliatan. hanwoo sudah cemburu tuh sama hyojin. iish hyojin tuuu buat penasaran aja !!! minrin sama sungmin juga adem ayem aja kekeke.
    suka bagian yang di karaoke.
    haaahh minji sama kyu mulai deh romantisnya keluar.
    kyuhyunnya ada apa sama hyojin?
    #cekekhyojin.
    dapet banget deh persahabatan mereka.
    dan yoora sama ayank ohae semangat yah ^^
    asik.
    lanjutin thor~~~

    Suka

  12. Mimpinya minji T,T bikin aku ikut takut. Ditambah hyojin itu anak pemilik perusahaan kyuhyun, dia pasti bisa berbuat apa aja yang dia mau. Dan kyuhyun nggak punya pilihan buat nolak. Haaaaak kayaknya bakalan nyesek nih. Minji bakal terlunta lunta. Tapi asal akhirnya mereka bisa bersama, bersusah susah dahulu nggakpapa. Tapi tetep aja sedik. Feelnya keren banget soalnya

    Suka

  13. Part ini aku gak bisa ngerasaain bahagia sama sekali..
    Yg ada cuma ketakutan dan waspada ajja..
    Kayaknya bner dech ada yg direncanakan hyojin??
    Jangan” kegagalan proyek itu mank disengaja ya buat ngejatuhin tuan cho??
    Wihhh aku jadi gak tenang selama ada hyojin..

    Minji mimpi buruk??
    Koq bisa kebetulan banget mimpinya dy…
    Aku yakin pasti yeoja dimimpi itu hyojin dech??
    Ahhh jadi makin gak tenang kan..

    Suka

  14. Hyojin masih gajelas disini okeokee dan kenapa author ini selalu meletakan tbc disaat saat yang tepat:( rasanya mau baca akhirnya langsung aja tapi harus sabar oke 6 part lagi!!! Beneran deh thor masih keren ceritanya:D

    Suka

  15. aaahhh kyiminji udah blak2an gitu walaupun belom ngomong cinta aaaakkk gemes sendiri gasihhhh huhu btw seneng bgt sama kekeluargaan mereka disiniii parah mereka berlima plus hanwoo yoora udah paling perfect deh aaaahh seneng huhu tuhkan hyojin! apa2 jangan2 masalah keluarga kyuhuun ada hubungannya sama hyojin?! trs itu mimpi minji kyuhyun sama hyojin kan? cewenya hyojin kan? ah udah emosi aja hahaha lanjuuuuuuuttt

    Suka

  16. Omo??? Apa arti mimpi minji???? Oohh tdaakkk akuu yakin itu pasti adalah ssutu yg sngat burukkk ;( sepertinya untuk part” selanjutnya aku harus nyiapin tissu 😀

    Suka

  17. Gak tau kenapa aku ngerasa nanti Hyojin bkal manfaatin keadaan deh.
    Nah! Sbnernya masih penasaran juga, ada apa antara Kyu sama Hyojin waktu di luar sana.
    Nah, ini nih Minji udah mulai ngerasa ada ‘sesuatu’. Semoga aja Kyu sama Minji tetep sama-sama! ^^
    Fighting author-nim! ^^

    Suka

  18. haduh padahal makin sweet ajja hubungan minji sama kyu
    malah ada masalah yang buruk lagi yang bakalan dateng
    si hyojin pasti manfaatin momen ini
    duh….kok yaaa orang orang yang kerjasama sama appanya kyu satupun ga ada yang bantuin malah pada hilang

    seneng deh kalo donghae dkk masih dukung keluarganya kyuhyun

    Suka

  19. Firasat aku dri pertama.. pasti kyuhyun bakalan sama cewe lain, kyak hal yg saling menuntungkan kyak cewe kasih apa yg dibutuhkan oleh keluarga kyuhyun dan pda akhirnya kyuhyun gak bisa nolak karna demi ortunya.. #sookkTahu #maaf

    Suka

  20. aahhhh.. siapaa sihh hyojin ituu…
    kok ganjeng.. diaa sukaa ama kyuu kahh dan ingin kyuu jd miliknya…
    plis jangan sampee ada perjdodohan d sinii

    Suka

  21. aku rasa seperti nya akan ada terjadi sesuatu yg buruk terhadap hubungan Kyuhyun dan Minji gara² Hyojin,,,

    tapi mudah-mudahan ngaklah ya,,,

    Suka

  22. hyojin apa maksudnya coba deketin minji,,
    aduh jangan sampe kyu di jodohin sama hyojin yah.. secara sekarang kyu udah kerja sma bapanya hyojin..
    terharu keluarga lee masih ngedukung cho’s fam..
    suka sama kebersamaan kyu dan minji… so sweet…
    dan untuk mimpinya minji semoga bukan pertanda buruk yah…
    tapi kenapa mesti hubungin donghae????
    ok next chapt..

    Suka

  23. minji mimpi buruk, mimpi buruk sekali
    apa lagi ada si hyojin , kok jadi takut sendiri ya
    kalau itu perusahaan ayah hyojin , aku taku hyojin minta dijodohin sama kyu (jgn sampai terjadi).

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s