[7] Your Guardian

Author: Minji ^_^

Cast: Cho Kyuhyun – Kang Minji – Lee Brother – Cho Yoora – Choi Hyojin – and Others Cameo ●

Genre: straight, romance ● Length: Part 7

 

—————————————-

AUTHOR POV

Minji nampak gelisah dan tidak fokus. Ia menekan-nekan dengan keras keyboard laptopnya dan menimbulkan suara berisik yang membuat dua orang di sebelahnya menarik kesimpulan jika gadis ini memang sedang tidak baik-baik saja. Sejenak ia berhenti, dan tatapannya benar-benar tidak fokus.

“Sebaiknya kau hentikan ini dan lanjutkan di rumah. Ayo kita pergi karaoke atau menonton film saja.” Ajak Eunhyuk.

“Minji ah, kau ikut kami ya..” Hanwoo menimpali.

Minji memandang dua orang yang sedang mengajaknya bicara secara bergantian. Ia tahu betul kedua orang ini sedang dimabuk cinta, dan keberadaannya di sini benar-benar mengganggu mereka.

“Aku akan pergi. Kalian bisa melanjutkan acara kalian tanpa terganggu olehku.” Minji berkata setelah merapikan barang-barangnya dan ia pun beranjak dari duduknya hendak pergi. Eunhyuk dan Hanwoo saling pandang untuk sejenak, dan mereka juga bangkit dari duduknya.

“Yaaa! Apa yang kau katakan? Aku tidak bermaksud seperti itu. Kau ini sebenarnya kenapa?” Hanwoo menarik tangan Minji dan menatap gadis itu. Minji hanya diam dan wajahnya terlihat kacau. Eunhyuk menghampiri sahabatnya itu, menarik tubuh Minji menghadapnya, dan menarik dagu gadis itu agar menatapnya.

“Temui dia. Mengapa kau membiarkan semuanya berlarut seperti ini? Kaulah yang harus bicara dengannya.” Ujar Eunhyuk, menatap Minji. Gadis itu menatap Eunhyuk. Matanya berkaca-kaca. Beberapa detik kemudian ia memeluk namja di hadapannya itu, menangis. Eunhyuk mengusap-usap rambut Minji, mencoba membuatnya tenang. Namja ini memandang Hanwoo dan mereka berdua sama-sama tidak mengerti harus melakukan apalagi.

“Sudah dua minggu ia mendiamkanku, tidak memberiku kabar, dan ia juga tidak muncul di kampus. Ia berubah. Aku rindu sekali padanya..” Minji mecoba mengungkapkan isi hatinya sambil terisak di pelukan Eunhyuk. Namja ini belum pernah melihat Minji bersikap manja dan cengeng seperti ini terhadapnya.

“Ne, aku mengerti perasaanmu. Ia juga tidak membalas pesan dan tidak menjawab telponku, Donghae, bahkan Sungmin hyung. Kurasa memang telah terjadi sesuatu.” Eunhyuk menanggapi apa adanya. Minji terisak makin kencang saat mendengar itu. Ia merindukan namja itu, dari lubuk hatinya yang paling dalam. Kyuhyun benar-benar berarti baginya.

——————————-

Kyuhyun nampak begitu frustasi. Sudah beberapa hari ini ia selalu pulang malam dan mampir ke bar untuk minum sendirian. Masih lengkap dengan setelan kantornya, Kyuhyun cukup menarik perhatian banyak orang di tempat ini terutama para yeoja. Wajahnya yang tampan, dan penampilannya yang seperti eksekutif muda tentunya membuat semua yeoja di tempat ini merasa penasaran mengapa namja semahal ini hanya duduk sendirian, dan membuat gadis-gadis ini berebut ingin mendapatkan perhatiannya.

“Apa kau ingin ditemani?” seorang yeoja cantik dengan dengan pakaian minim menghampirinya, duduk di sebelahnya. Ia menelusuri wajah tampan Kyuhyun namun namja ini tidak menghiraukannya. Merasa tak direspon, gadis ini mulai menempelkan tubuhnya di belakang Kyuhyun, meniup leher namja ini.

“Kau benar-benar dingin, tuan muda. Mau berkencan denganku? Sepertinya kau butuh sentuhan wanita untuk menghangatkanmu.” tawar gadis bertubuh seksi ini.

Kyuhyun akhirnya menatap gadis ini, lalu ia tersenyum seolah meremehkan.

“Nona, kasihan sekali dirimu. Kau bahkan menawarkan diri pada laki-laki yang baru kau temui.” Kyuhyun berkata dengan nada mengejek. Gadis ini sangat tersinggung dengan perkataan Kyuhyun.

“Ternyata kau ini namja yang sangat sombong. Pantas saja tidak ada yang mau menemanimu di sini.” Gadis ini berlalu dan ia berbisik-bisik dengan gadis lainnya, seolah Kyuhyun bukanlah hal bagus yang patut mereka incar.

Kyuhyun kembali menikmati minumannya, dan ia menghabiskan cukup banyak malam ini. Tak heran kepalanya pusing dan berat. Belum lagi ia kembali mengingat banyak hal.

Kyuhyun ingat bagaimana ia pertama kali bertemu gadis itu kembali, di pesta pernikahan Sungmin. Gadis itu sangat cantik, mengenakan gaun pesta yang sangat pas membalut tubuhnya. Gadis itu duduk di sebelah Donghae dan menatapnya dengan tatapan seolah tidak suka dengan kehadirannya malam itu.

Tak hanya itu, Kyuhyun makin terhempas ketika melihat Donghae menemani Minji ke makam kakeknya. Padahal dulu, ialah yang selalu menemani gadis itu diam berlama-lama di sana, menemani Minji berdoa dan bicara pada nisan kakeknya. Mata namja ini seketika perih dan memerah, seperih hatinya saat ini.

“Aku.. aku akan memilih, mungkin.. mungkin aku akan memilih Donghae.”

Kyuhyun kembali terngiang akan ucapan Minji ketika mereka mengikuti games saat malam terakhir di Phuket. Minji memilih Donghae sebagai namja yang ingin dinikahinya diantara mereka berempat. Kyuhyun juga kembali mengingat-ingat, Minji nampak cukup dekat dengan Donghae. Gadis itu selalu tersenyum saat berada di sebelah Donghae. Kehadirannya hanya mengganggu kebersamaan mereka berdua saat itu.

Tak hanya itu, Kyuhyun juga muncul saat Donghae dan Minji sedang memasang poster berdua. Ia merasa telah merusak suasana itu dan malah mempermalukan Minji dengan menyatakan cintanya di depan umum waktu itu. Pantas saja Minji terlihat begitu kesal padanya ketika itu. Bukankah ia telah merusak kebersamaannya dengan Donghae?

“Seharusnya dari awal aku sadar, semuanya memang sudah berubah. Saat ini Donghae jauh lebih bisa mengerti dirinya daripada aku. Aku hanya bisa membebaninya.. aku terlalu memaksakan kehendakku padanya.” gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia bicara sambil menatap gelasnya yang tinggal seperempat.

Kyuhyun kembali membayangkan foto yang diperlihatkan Yoora padanya, foto yang membuatnya sangat sakit hati dan berhasil mengabaikan gadis itu sampai saat ini. Kyuhyun masih tidak percaya jika Minji dan Donghae tega membohonginya hingga seperti ini.

Kyuhyun membuka handphonenya, melihat wajah Minji yang sedang tersenyum padanya di layar itu. Kyuhyun tidak bisa lagi menahan sakit hatinya. Minji adalah satu-satunya gadis yang diinginkannya sejak dulu. Baru beberapa saat ia sempat merasakan kebahagiaan memiliki gadis itu, namun kini kenyataan pahit harus dihadapinya lagi. Untuk kedua kalinya, Minji membuatnya patah hati, dan yang kali ini jauh lebih menyakitkan, karena yang dihadapinya saat ini adalah Donghae, sahabat baiknya.

—————————-

Yoora dan ommanya terkejut saat membuka pintu, Kyuhyun pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Yoora memapah tubuh kakak kandungnya itu ke dalam kamar, dan ommanya nyaris menangis melihat kenyataan putra sulungnya seperti ini.

“Omma, kembalilah ke kamar. Jangan sampai appa terbangun dan mengetahui hal ini. Biar aku saja yang mengurusnya. Lagipula ia sudah tidur.” Ujar Yoora.

Nyonya Cho menurut saja perkataan putrinya. Yoora benar, yang penting jangan sampai suaminya tahu hal ini karena itu pasti akan tambah memperburuk kesehatannya.

“Oppa, kau tidak seharusnya seperti ini. Gadis itu sama sekali tidak berhak membuatmu seperti ini. Bisakah kau berhenti untuk memberikan perasaanmu padanya? Carilah yeoja lain yang lebih pantas untukmu..” Yoora menatap Kyuhyun yang sudah tertidur dengan sedih. Dalam hati gadis ini menyesal. Ia baru saja bisa menerima Minji. Namun gadis itu kembali membuatnya merasakan kebencian, bahkan ia juga sangat kecewa dengan Donghae. Yoora membenci Minji karena dua hal, menyakiti oppanya dan juga merebut Donghae darinya.

—————————————

Minji makan malam dengan perasan kacau. Di satu sisi ia memikirkan Kyuhyun, sementara saat ini ia terjebak dalam suasana yang membuatnya merasa sangat aneh dan tidak nyaman. Minji sedang makan malam bersama kedua orangtua kandungnya. Bukankah seharusnya ia merasa senang bisa merasakan suasana seperti ini lagi?

“Sayang, kau makan sangat sedikit. Apa kau selalu seperti ini selama appa tidak ada?” Tuan Kang melirik putrinya.

“Ah, tambah nasi lagi ya. Kau harus makan yang banyak.” Minji merasa sangat heran ketika ommanya menambahkan nasi lagi ke piringnya. Ia sedang menghadapi ibu dan juga ayah kandungnya. Tapi mengapa ia justru merasa seperti ini?

“Benar-benar tidak peka. Jika aku tidak menyinggung terlebih dulu, mungkin kau akan membiarkan piringnya tanpa nasi seperti itu.” Sindir tuan Kang pada istrinya.

“Kumohon jangan memulai. Bukankah kita sudah berjanji tidak akan mengungkit-ungkit masalah pribadi di rumah ini?” balas Nyonya Kang.

Minji terkesiap dengan dialog orangtuanya ini. Baru saja ia hendak belajar meresapi dan menikmati kehangatan keluarga, mereka sudah kembali memulai pertengkaran. Gadis ini seketika bangun dari duduknya dan berlari ke lantai atas, menuju ke kamarnya.

“Mau kemana sayang? Kau bahkan belum selesai makan.” Ujar ommanya.

“Nafsu makanku sudah hilang.” Ujar Minji datar tanpa menoleh pada kedua orangtuanya.

MINJI POV

Hatiku sakit sekali. Rasanya ingin pergi dari rumah ini. Dulu setiap suasana seperti ini terjadi, aku akan berlari ke kamar kakek dan akhirnya menghabiskan waktuku di sana dengan bercerita padanya. Tapi saat ini aku tidak punya kakek di rumah ini. Aku sendiri. Benar-benar sendiri. Kurasa jauh lebih baik mereka tidak pulang bersamaan seperti ini, berpura-pura baik di depanku padahal mereka  tidak pernah mencoba untuk menyikapi masalah mereka secara dewasa. Lebih baik aku tinggal sendirian, bisa melakukan apapun yang kusuka tanpa perlu terganggu dengan pertengkaran mereka yang tidak akan pernah ada ujungnya.

“Minji ah, kau menangis lagi. Apa yang terjadi?” Kyuhyun duduk di sebelahku lalu melihatku.

“Aku takut. Appa membanting barang karena marah…. pada omma. Omma menangis. Aku takut… aku takut..” aku berkata sambil menangis. Kyuhyun menatapku lalu menepuk-nepuk punggungku.

“Aku tidak tahu mengapa orangtuamu suka bertengkar. Appa dan ommaku tidak pernah bertengkar. Aku tidak tahu urusan orang dewasa. Jika kau tidak berani bertanya pada orangtuamu, aku akan menanyakan mengapa orang dewasa suka bertengkar pada orangtuaku.” Ujar Kyuhyun.

Aku menatapnya dengan mata sembab. Wajahnya terlihat sangat sungguh-sungguh ingin membantuku.

“Minji ah, berhenti menangis. Wajahmu jadi jelek.” Kyuhyun mengusap air mata di wajahku. Ia kemudian tersenyum. Aku suka sekali melihatnya tersenyum. Dia tampan sekali. Tidak ada teman-temanku yang lebih tampan darinya.

Apa katanya? Ia bilang aku jelek? Kalau begitu aku harus berhenti menangis.

“Ayo ikut ke rumahku. Appa membelikan play station baru untukku. Kau bisa memakainya juga. Eunhyuk, Sungmin dan Donghae juga akan ke rumahku sore ini. Orangtuaku tidak akan bertengkar.” ajaknya lagi.

Kyuhyun menarik tanganku saat mobil jemputannya datang. Aku mengikutinya dengan mudah. Aku selalu mengikutinya dan menuruti kata-katanya. Entahlah, kata-katanya selalu bisa membuatku merasa jauh lebih baik. Lagipula aku memang suka mengikutinya kemanapun. Dengan mengikutinya aku merasa aman.

Ya Tuhan, aku rindu sekali padanya. Sudah dua minggu tidak melihat wajahnya, dan tidak mendengar suaranya. Jika saja aku bersamanya saat ini, ia pasti bisa membuatku tenang dengan mudah. Apa salahku? Mengapa ia mendiamkanku seperti ini? Apa ia terlalu sibuk hingga melupakanku? Ia bahkan tidak pergi ke kampus. Akulah yang seharusnya kesal padanya dan mempertanyakan ada apa sebenarnya antara dirinya dengan Hyojin. Aku tidak tahan lagi. To : KyuHyun ^^

bogoshippo.

Terkirim. Ada sedikit perasaan lega bisa mengungkapkan itu padanya. Dia pasti sedang membacanya saat ini. Aku berbaring sambil memegang handphoneku, menunggu balasan darinya. Namun hingga mataku terasa berat dan ingin terpejam, balasan itu tak kunjung datang.

——————————

AUTHOR POV

Minji memperhatikan seorang gadis yang tengah duduk sendirian di bangku panjang di depan ruang perpustakaan. Minji tersenyum dan berjalan perlahan mendekat, kemudian duduk di sana dan menyapa.

“Hai, Yoora.. mengapa kau duduk sendirian di sini?” Minji tersenyum.

Yoora yang sedang membaca sebuah buku seketika menoleh dan sangat kaget mengetahui orang yang sedang duduk di sebelahnya. Orang ini adalah orang yang sama sekali tidak ingin dilihatnya saat ini. Yoora hanya diam kemudian kembali memfokuskan diri pada bacaannya. Merasa tak mendapatkan respon yang bagus, Minji kembali mencoba mengajak gadis ini bicara.

“Ayo membaca di dalam saja. Aku juga hendak meminjam buku di dalam.” Minji kembali tersenyum. Di luar dugaan, Yoora tiba-tiba berdiri dan menatap Minji dengan tajam.

“Jangan berpura-pura baik di depanku. Aku sudah tahu isi hatimu yang sebenarnya.” Yoora berkata dingin. Sorot mata gadis ini penuh dengan kebencian. Minji tidak mengerti mengapa gadis ini kembali dingin padanya, bahkan sekarang terlihat sangat membencinya.

“Chakkaman~ apa maksudmu?” Minji membalas.

“Cih. Kau mendekati Kyuhyun hanya karena menginginkan sesuatu darinya. Sekarang saat keluarga kami sudah jatuh miskin, kau meninggalkannya dan mengkhianatinya. Kumohon berhentilah mempermainkan perasaannya. Orang tulus sepertinya tidak pantas menerima gadis nakal sepertimu.” Ungkap Yoora dengan lantang.

Minji menutup mulutnya sendiri saat menerima perkataan Yoora. Ketika gadis itu hendak pergi, Minji menahan tangan Yoora.

“Ige mwoya?! Aku sama sekali tidak mengerti dengan semua ucapan dan tuduhanmu. Aku tidak pernah meninggalkannya. Aku sangat sedih kau berpikiran seperti itu terhadapku.” Ujar Minji dengan nada bergetar.

“Baiklah. Kau bisa berkata apapun di depanku atau oppaku. Tapi, aku sudah tahu semua kelakuanmu di belakang kami. Kumohon jauhi Kyuhyun oppa. Jika memang Donghae oppa lebih bisa membuatmu nyaman, jauhi dia. Berhentilah menyakiti hati semua orang.” Ujar Yoora tegas. Gadis itu kemudian pergi dan Minji terduduk lemas di bangku tadi. Air matanya menetes begitu saja. Ada apa ini? Mengapa Yoora berkata hingga melukai perasaannya? Minji yakin Yoora salah paham terhadap dirinya. Ini pasti menyangkut masalah pribadinya dengan Donghae juga.

“Minji ssi? Apa yang kau lakukan di sini? Kau menangis?”

Minji buru-buru menghapus air matanya saat menyadari seseorang menyapanya. Ia sangat terkejut mendapati Hyojin tengah tersenyum padanya. Gadis itu duduk, kemudian menyerahkan tisu pada Minji. Minji sempat terhenyak ketika Hyojin mengulurkan tangannya, dan Minji masih berpikir ada sesuatu yang harus diluruskannya dengan gadis ini.

“Gomawo~” ujar Minji.

“Apa yang terjadi padamu? Aku terbiasa melihatmu ceria..”

“Aniyo~ aku tidak apa-apa, hanya sedikit pusing. Kau sendiri mengapa tiba-tiba muncul di sini?” Minji mencoba tenang. Hyojin tersenyum mendengar jawaban yeoja ini.

“Aku hendak meminjam buku, namun melihatmu duduk di luar dan sepertinya kau butuh teman. Apa yang terjadi? Kau bisa cerita padaku.” Hyojin meyakinkan gadis itu.

———————————

“Ah, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyembunyikan itu darimu. Aku bahkan baru tahu jika ternyata perusahaan keluarga Kyuhyun dibeli oleh appaku.” Ujar Hyojin.

“Kau tidak usah meminta maaf. Jadi memang itu sebuah kebetulan bukan?” Minji sedikit lebih tenang. Ia meminum jus melon yang dipesannya.

“Kyuhyun sepertinya sangat sibuk di kantor. Ia bahkan jarang menghadiri kelas padahal tinggal sedikit lagi yang harus diurusnya.” Gumam Hyojin.

Minji menatap gadis ini. Sepertinya memang tak ada yang harus dikhawatirkannya. Tapi jika mengingat mimpi dan juga apa yang dilihatnya saat pesta kemarin, kembali membuat gadis ini berpikiran buruk.

“Hyojin ssi, kau sering bertemu Kyuhyun di kantor?” Minji tiba-tiba memberanikan diri bertanya.

“Aniyo. Aku tidak pernah ke kantor. Aku hanya bertemu dengannya saat appa mengundangnya makan malam karena keberhasilannya saat meeting dengan klien. Itu juga menjadi kali pertama aku mengetahui jika ia bekerja pada perusahaan kami. Lagipula Kyuhyun sangat cuek. Kami jarang bicara, tidak seperti dulu.” Jelas Hyojin.

Minji sedikit bernafas lega. Mungkin memang hal ini hanya pikiran negatifnya saja.

“Hyojin ssi, aku ingin sekali bertemu dengannya. Apakah melanggar aturan jika aku ke kantor langsung dan menemuinya?” Tanya Minji.

“Hahaha, tentu saja tidak. Kau bisa menemuinya kapan saja. Asalkan tidak saat meeting-meeting penting. Datang saja saat waktu makan siang.” Ujar Hyojin sambil tersenyum.

Minji sedikit tenang. Ia sudah bicara secara langsung dengan Hyojin hari ini, dan gadis ini sendiri yang mengatakan jika tak ada hal spesial antara dirinya dengan Kyuhyun. Mungkin memang dirinyalah yang terlalu berpikiran negatif. Hyojin begitu baik padanya.

————————-

Yoora merasa kesal. Mengapa tak ada satupun taxi yang lewat saat ini? Di saat-saat seperti ini ia sangat menyayangkan mengapa Kyuhyun tidak ke kampus lagi. Seandainya saja ada Kyuhyun, oppanya itu pasti akan mengantarnya pulang.

Sebuah mobil Hyundai berwarna putih berhenti di depan Yoora, dan seorang namja keluar dari sana. Yoora cukup kaget mendapati Donghae tengah berdiri di depannya saat ini.

“Apa yang kau lakukan di pinggir jalan siang-siang seperti ini?” Tanya Donghae.

“Aku.. aku menunggu taxi.” Jawab Yoora. Ia merasa kesal pada dirinya sendiri, mengapa ia tetap saja merasa gugup di hadapan namja ini. Bukankah Donghae telah menyakiti hatinya?

“Menunggu taxi? Kau mau kemana? Jika kau mau pulang, ikut saja denganku. Aku juga akan pulang.” Donghae menawarkan bantuan.

Yoora berpikir sejenak. Ia harus bisa menolak Donghae kali ini.

“Tidak usah, terima kasih. Aku masih ada urusan. Aku tidak mau merepotkanmu, oppa.” Ujar Yoora.

Donghae sejenak terdiam, merasa ada yang aneh dengan gadis ini.

“Hmm, begitu rupanya. Baiklah. Kalau begitu aku pulang duluan. Berhati-hatilah.” Donghae menepuk bahu Yoora dan ia pun masuk ke dalam mobilnya.

Yoora menghela nafasnya ketika mobil putih itu menjauh. Mengapa Donghae tidak bertanya lebih lanjut dan menawarkan bantuan kemudian? Yoora sangat menyesal, padahal ia memang akan pulang ke rumah. Ia hanya terlalu sakit hati pada namja itu.

“Oppa, maafkan aku. Tapi kali ini kau benar-benar menyakitiku..” gumam Yoora lirih.

———————————

Kyuhyun baru saja menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Ia menutup laptopnya, merapikan meja kerjanya dan mengambil handphonenya. Kyuhyun masih saja menatap pesan terakhir yang dikirimkan Minji beberapa hari lalu.

“Kau tidak tahu betapa aku juga sangat merindukanmu, Kang Minji.” Gumam Kyuhyun.

Ingin sekali ia membalas pesan gadis ini, namun Kyuhyun selalu berhasil menahan dirinya untuk tidak melakukan itu. Akhir-akhir ini ia sengaja menyibukkan dirinya sendiri, bahkan ia sengaja tidak datang ke kampus  agar tidak bertemu dengan Minji juga Donghae.

Kyuhyun tahu, sikapnya ini mungkin mencemaskan semua orang. Ia yang bahkan terbiasa bercerita pada Eunhyuk dan Sungmin, kini mengabaikan juga panggilan dari orang-orang itu.

“Aku yakin kau pasti sedang memikirkan Nona Kang.”

Kyuhyun menoleh saat mendapati Hyojin muncul di depannya. Gadis itu membawa tas tangan bermotif leopard, dan ia menggunakan cat kuku yang senada dengan bajunya, merah. Gadis ini selalu tampil mencolok di matanya.

“Aku sedang tidak mood untuk melayanimu.” Ujar Kyuhyun ketus.

“Belum apa-apa kau sudah menjudgeku sebagai pengganggu. Hey, aku justru ingin mengabarimu. Gadis itu sangat merindukanmu. Ia berkata begitu padaku.”

Kyuhyun terkejut mendengar perkataan Hyojin. Minji merindukannya?

“Apa yang kau katakan padanya?”

“Aku tidak mengatakan apapun padanya. Ia sendiri yang bilang padaku. Kurasa ia benar-benar nyaris mati karena merindukanmu,” ujar Hyojin.

Kyuhyun kemudian terdiam. Hyojin selalu saja berhasil membuat moodnya kacau. Meskipun sekarang ia harus membiasakan diri dengan kemunculan gadis ini. Kyuhyun mencoba menahan dirinya. Benarkah Minji merindukannya? Untuk apa? Sementara ia juga merindukan namja lain di luar sana? Namja yang saat ini jauh lebih dari dirinya dalam hal  apapun.

“Kyuhyun ssi, aku  penasaran apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian. Tidakkah kau ingin bercerita sedikit saja padaku? Bukankah dulu kau selalu menceritakan apapun padaku, hum?” Hyojin berdiri di belakang tempat duduk Kyuhyun, meletakkan kedua tangan lentiknya pada pundak Kyuhyun. Hyojin sedikit membungkuk, membaui aroma parfum yang digunakan Kyuhyun.

Kyuhyun merasa risih namun ia tidak menepis sentuhan yeoja itu. Hal itu tidak ada gunanya, karena Hyojin pasti sengaja membuatnya merasa kesal. Kyuhyun tetap pada posisinya, hingga Hyojin mulai menurunkan tangannya perlahan, mengusap dada Kyuhyun yang masih ditutupi jas dan kemeja.

“Choi Hyojin.. cepat tinggalkan ruangan ini sebelum kesabaranku habis.” Kyuhyun berkata dingin. Ia menepis kedua tangan Hyojin. Yeoja ini benar-benar keterlaluan.

“Ups.. aku telah membuatmu marah. Mianhae..” Hyojin mengangkat kedua tangannya, lalu ia berjalan perlahan ke depan Kyuhyun.

“Pekerjaanku sudah selesai. Aku harus pulang. Jika kau masih ingin berada di ruangan ini, jangan lupa mematikan AC saat kau pulang.” Kyuhyun berdiri dan mengambil tasnya.

Hyojin memandang punggung tegap namja yang perlahan berjalan meninggalkannya. Gadis ini tersenyum senang, tidak menyangka dirinya akan seberuntung ini bisa bertemu Kyuhyun setiap saat.

“Kyuhyun ssi, mungkin appa tidak bisa membantuku. Tapi secara perlahan aku akan membuatmu  meninggalkan gadis itu.”

———————————–

MINJI POV

Taxi menurunkanku tepat di depan lobi tempat ini, gedung berlantai sepuluh dengan lambang CH-Corp yang mengkilat diterpa kilatan sinar matahari. Kurasa aku datang di saat yang tepat, saat jam makan siang. Ya Tuhan, mengapa rasanya gugup seperti ini? Aku akan bertemu Kyuhyun siang ini, tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Pasti ia akan sangat kaget dengan kemunculanku.

Petugas di lobi memberitahuku jika ruangan kerja Kyuhyun berada di lantai lima gedung ini. Saat lift membawaku ke lantai lima, aku cukup asing dengan suasana di sini. Setiap hari Kyuhyun menghabiskan waktunya di tempat ini.

“Maah, Nona. Kau ingin bertemu siapa?” seorang gadis menyapaku dari balik mejanya.

“Ah, Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Bisakah aku bertemu dengannya?” aku tersenyum.

“Ah, anda siapa?”

“Aku.. aku kekasihnya.” Jawabku malu.

“Ah.. Tunggulah sebentar. Saya rasa Tuan muda sebentar lagi akan keluar untuk makan siang. Mohon menunggu sebentar. Atau mungkin Nona ingin langsung masuk? Silakan saja.” Gadis ini tersenyum. Sepertinya ia adalah sekretaris Kyuhyun.

Aku mengetuk pintu kayu ini dengan pelan, dan kudengar seseorang menyuruhku untuk masuk dengan segera. Ah. Itu suaranya. Ia memang ada di dalam.

Aku membuka pintu dengan perlahan, melangkahkan kakiku dengan hati-hati. Kuharap aku tampil cukup sopan hari ini. Aku sudah memakai rok dan baju yang sopan karena aku tahu ini lingkungan kantor.

“K.. Kyu..” aku menyapanya. Kyuhyun yang sedang menulis sesuatu segera menoleh dan ia berdiri seketika saat melihatku berdiri di hadapannya.

“Kau? Untuk apa datang kemari?” balasnya. Ia sedikit dingin terhadapku.

“Aku.. aku hanya ingin membawakanmu makan siang. Bukankah sudah waktunya makan siang?” aku tersenyum, mencoba mengendalikan diriku. Ia menatapku tajam.

“Aku sedang tidak lapar. Lagipula aku sedang sibuk.” Ujarnya lalu kembali duduk. Ya Tuhan. Mengapa ia memperlakukanku seperti ini?

“Tapi.. tapi petugas di depan mengatakan sebentar lagi kau akan keluar untuk makan siang. Kau makan di sini saja.. aku sudah membawakan masakan kesukaanmu.” Jawabku mencoba tenang.

Kyuhyun tidak menghiraukanku. Ia tetap sibuk menulis seperti tadi dan aku tetap saja berdiri mematung tanpa dipersilakan duduk olehnya. Sudah hampir lima menit, hingga akhirnya kulihat ia menutup buku itu dan Kyuhyun menghampiriku.

“Kau hanya ingin mengantarkan ini bukan? Sekarang kau bisa pulang.” Kyuhyun mengambil bungkusan berisi kotak bekal yang kubawa.

“Kau… mengusirku? Kyu.. kau kenapa?”

“Kau bertanya aku kenapa? Mengapa kau sama sekali tidak pernah peka terhadapku? Kau bahkan tidak tahu jika aku sedang marah padamu, dan kau datang menemuiku tanpa perasaan bersalah sedikitpun?”

“Bagaimana aku bisa tahu kau marah padaku sementara kau tidak merespon apapun tiap kali aku menghubungimu? Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan.” Ujarku dengan nada sedikit tinggi. Dadaku sesak sekali, ia memperlakukanku seperti ini, seolah ia tidak menghargai usahaku sama sekali untuk menemuinya.

Kyuhyun kembali ke mejanya, mengambil sebuah amplop coklat dari tasnya dan memberikannya padaku. Ia memintaku membukanya, dan betapa terkejutnya aku melihat isi amplop yang sama sekali tak kusangka.

“Astaga.. K.. Kyu.. darimana kau mendapatkan foto-foto ini?” dadaku makin sesak. Inikah yang membuat Kyuhyun menghilang selama ini?

“Tidak penting darimana aku mendapatkannya, dan aku tidak mau mendengar sangkalan darimu bahwa gadis itu bukan kau.” Ujarnya tajam.

Aku diam dan melihat satu-persatu. Gadis ini memang aku, dan aku ingat betul dimana foto ini diambil. Kyuhyun pasti salah paham. Ia salah paham besar.

“Gadis itu memang aku. Aku memang bersama Donghae di salah satu ruangan musik saat itu. Tapi kurasa kau salah paham dengan foto-foto ini. Kenyataannya tidak seperti yang kau pikirkan!!!” aku sedikit berteriak. Kyuhyun menatapku. Sepertinya ia begitu lelah. Aku bisa melihat itu di matanya.

Kurasakan tubuhku terdesak ke dinding. Kyuhyun mendorongku dan menghimpitku. Ia menatapku dengan marah. Nafasnya sedikit memburu. Aku terpaksa harus menatap matanya yang penuh amarah itu.

“Mengapa kau tega sekali di belakangku?” ujarnya dengan suara bergetar.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, menangis menghadapi semua yang dituduhkannya padaku. Kyuhyun mencengkeram bahuku kuat, dan jujur saja, rasanya sangat sakit.

“Kyu.. aku.. aku bisa menjelaskannya jika kau mau memberiku kesempatan untuk menjelaskannya. Donghae tidak menciumku. Ia hanya..”

“Di dunia ini tidak ada pencuri yang mengakui perbuatannya.. apa menurutmu aku akan percaya pada perkataanmu jika aku sudah melihat langsung buktinya?” Kyuhyun menatapku.

Aku memejamkan mataku, menangis. Ini menyakitkan. Ia bahkan menyamakanku dengan seorang pencuri.

“Orang yang mengambil foto ini pasti sengaja ingin menjebakku.” Ujarku lemah. Aku tidak tahu lagi apa yang harus kukatakan untuk membuatnya percaya. Aku tak punya bukti apapun, bahkan menurutku foto itu memang nampak nyata seperti itu karena diambil dari belakang tubuh Donghae. Wajar saja jika Kyuhyun semarah ini.

“Aku sangat membutuhkanmu saat ini, kau sangat penting bagiku. Mengapa kau tega melakukan ini padaku?” Ujarnya lagi. Aku hanya bisa diam, bahkan tidak berani menatapnya. Aku takut.

Kyuhyun melepasku. Ia berbalik arah dan memegang kepalanya.

“Pergilah. Pergi sekarang sebelum aku menyakitimu di sini..” ujarnya tanpa melihatku.

Aku menangis. Inikah yang harus kuterima? Aku bahkan belum sempat mengatakan secara langsung jika aku sangat merindukannya. Aku menyesal mengapa aku kembali membuatnya merasa seperti ini.

——————————————–

AUTHOR POV

Donghae mengamati satu persatu foto yang ada di tangannya, dan namja ini hanya diam tanpa memberikan komentar apapun. Minji juga diam dan matanya masih sembab karena menangis. Eunhyuk tidak tahu harus berkomentar apa, ia ingin mendengar pendapat Donghae terlebih dahulu.

“Minum ini dulu, kalian pasti merasa lebih baik.” Hanwoo datang dan menyajikan empat gelas cappuccino dingin. Sore ini mereka berkumpul di café tempat Hanwoo mengambil kerja part time. Gadis kurus ini mengelap tangannya sebentar, setelah itu ia duduk di antara Minji dan Eunhyuk.

“Bagaimana menurutmu?” Eunhyuk menatap adik kandungnya.

“Orang ini sangat pintar memanfaatkan keadaan.” Gumam Donghae tanpa menoleh. Ia masih belum melepaskan pandangannya dari foto-foto di tangannya.

“Jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi.” pinta Eunhyuk.

“Tidak terjadi apa-apa. Aku hanya meniup mata Minji karena matanya kelilipan. Kami tidak melakukan apapun saat itu.” Jelas Donghae singkat.

“Aku percaya pada kalian. Lalu bagaimana caranya agar Kyuhyun juga percaya?” Hanwoo ikut berkomentar.

“Kurasa inilah yang menjadi masalah.” Gumam Eunhyuk.

Mereka bertiga kemudian sama-sama melihat Minji, dan gadis itu masih diam, menatap minumannya dengan pandangan kosong. Eunhyuk kemudian menatap Hanwoo dan Donghae secara bergantian, dan sepertinya tak ada yang bisa memberikan saran.

“Kyuhyun pastinya tidak akan percaya begitu saja. Ia pasti akan menuduh aku dan Donghae berkelit dan sengaja mencari-cari alasan.” Ujar Minji akhirnya.

“Aku tahu itu.” Balas Donghae.

“Kurasa satu-satunya jalan adalah mencari tahu siapa yang telah membuntuti kalian dan mengambil foto ini waktu itu.” Ujar Eunhyuk.

“Tapi siapa? Kyuhyun bahkan tidak tahu siapa yang memberikan ini padanya.” Tambah Hanwoo.

“Entahlah, aku mencurigai seseorang. Secara tiba-tiba.” Gumam Donghae.

Gantian kini mereka bertiga yang memandang Donghae. Namja itu menatap Minji, dan gadis ini menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak mengerti, atau mungkin tidak setuju dengan pemikiran Donghae.

Donghae memikirkan sesuatu. Ia merasa banyak hal berubah di sekitarnya. Ia yakin, perubahan sikap Yoora yang biasanya juga ramah terhadapnya juga karena hal ini. Yoora pasti mengetahui hal ini, dan pastinya gadis itu turut membencinya karena menganggapnya telah mengkhianati Kyuhyun.

“Ijinkan aku membawa foto-foto ini.” ujar Donghae.

——————————————–

Minji cukup kaget ketika sampai di rumahnya, ia mendapati kedua orangtuanya tengah berada di ruang tengah bersama Pengacara Park. Pengacara Park adalah pengara kepercayaan keluarganya, dan Minji sudah cukup lama tidak bertemu orang ini. Minji mengingat, terakhir kali ia bertemu Pengacara Park adalah sehari setelah pemakaman kakeknya.

“Nona Minji?” Pengacara Park menyapa gadis yang baru saja datang. Minji tersenyum.

“Sayang, rupanya kau sudah pulang. Ayo naiklah ke kamarmu dan beristirahat.” Tuan Kang meminta putrinya untuk naik.

Minji menurut karena ia tidak peduli sama sekali dengan apapun yang sedang dibicarakan mereka. Minji melangkah ke kamarnya, namun tiba-tiba ia merasa takut. Apa jangan-jangan pengacara Park datang karena mendapat panggilan khusus? Kedua orangtuanya tiba-tiba kembali ke Seoul, dan sekarang mereka  memanggil pengacara. Minji berpikir kedua orangtuanya pasti kembali untuk mengurus perceraian mereka secara jelas kali ini.

Gadis ini kembali membuka pintu kamarnya, dan berusaha untuk menguping pembicaraan dari lantai atas. Untung saja rumahnya cukup sepi dan tidak berisik sehingga ia bisa mendengar percakapan mereka meskipun sedikit samar.

“Jadi, apa tidak bisa dirubah? Anak itu tidak tahu-menahu soal ini. Kurasa ini tidak akan menjadi masalah nantinya. Lagipula ia bisa ikut denganku nanti. Apa bedanya dia atau aku? Dia adalah putriku.” Minji mendengar suara ayahnya.

“Maaf, Tuan. Tapi ini adalah keinginan mendiang Tuan besar semasa hidupnya. Beliau sangat menyayangi Nona Minji, jadi beliau ingin memberikannya pada Nona.” Ujar Tuan Park.

“Gadis itu masih terlalu muda. Kurasa ia pasti belum paham masalah ini. Tidakkah kau bisa sedikit memperjuangkannya?” Minji mendengar suara ibunya.

“Maaf Nyonya. Saya sudah berjanji pada Tuan besar. Beliau sangat menghargai dan mempercayai saya. Saya tidak mungkin merubah apapun dari isi surat ini. Lagipula di sini tercantum, syarat bagi Nona adalah ketika ia sudah melewati usia 20tahun. Saya rasa memang saatnya sudah dekat.” Jelas Tuan Park lagi.

Minji tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan orang-orang ini. Tapi gadis ini bisa menarik kesimpulan, bukanlah perceraian yang sedang mereka bahas. Minji tidak tertarik lagi, kepalanya terlalu penuh untuk menambah satu hal lagi di pikirannya. Saat ini ia hanya ingin memikirkan bagaimana agar Kyuhyun bisa kembali percaya padanya.

Minji merebahkan dirinya di atas ranjang. Ia memeluk boneka besar pemberian kakeknya, dan gadis ini tertidur karena lelah.

——————————————-

Donghae dihukum di depan kelas. Ia menulis penuh papan dengan tulisan “Saya janji tidak akan malas lagi”. Semua siswa sedang mendengarkan sonsengnim membacakan materi baru, sementara bocah ini dihukum sendirian. Setelah selesai memenuhi papan, Donghae masih harus melanjutkan hukumannya dengan berdiri di depan kelas sampai pelajaran habis. Meskipun demikian, wajah anak ini terlihat biasa saja.

“Donghae ya~ besok kau tidak boleh lupa membuat PR lagi. Jika kau lupa lagi, ibu guru akan memanggil orangtuamu ke sekolah.”

Donghae hanya mengangguk. Semua murid bersiap meninggalkan kelas, namun Kyuhyun, Eunhyuk dan Minji sengaja menunggu Donghae.

“Donghae.. maafkan aku .. seharusnya aku yang dihukum.” Ujar Kyuhyun.

“Gwaenchana, kau sedang sakit. Kasihan jika kau harus berdiri di depan kelas selama dua jam pelajaran.” Ujar Donghae. Bocah itu memasukkan alat-alat tulisnya yang berantakan di atas meja.

“Kyuhyun na~ besok jangan lupa lagi. Kasihan Donghae.” Ujar Minji. Gadis kecil itu memarahi Kyuhyun.

Eunhyuk kecil hanya mengamati teman-temannya. Mereka kemudian keluar kelas bersamaan.

Kyuhyun terdiam, mengingat masa kecilnya dulu. Donghae adalah salah satu sahabatnya yang pintar dan baik hati. Anak itu jarang bicara sejak kecil, namun ia sangat setia kawan dan rela berkorban demi sahabat-sahabatnya.

Kyuhyun ingat bagaimana ia lupa mengerjakan PR Bahasa Inggris karena sakit. Anak ini tetap bersikeras datang ke sekolah, dan akhirnya Donghae meminjamkan buku PRnya pada Kyuhyun agar anak itu tidak dihukum di depan kelas karena guru bahasa Inggris mereka waktu itu sangat galak. Donghae benar-benar baik hati. Kyuhyun sedikit menyesal mengapa saat ini ia justru merasa Donghae adalah saingannya, dan itu membuatnya tidak bisa mentolerir sahabatnya itu.

Kyuhyun tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Membayangkan Minji menangis di kantornya saat itu membuatnya merasa bersalah. Ia telah berlaku kasar pada gadis itu, dan Minji menangis karenanya.

“Ternyata sangat tidak enak melihatnya bersedih dan menangis. Jadi kumohon, kalau kau sampai membuatnya menangis lagi, mungkin aku tidak akan ragu lagi untuk mengambil posisimu.”

Kyuhyun terngiang akan perkataan Donghae. Ia seketika merasa was-was. Ia sudah membuat Minji menangis dan bersedih karena sikapnya yang kasar. Bagaimana keadaan gadis itu saat ini? Namun Kyuhyun masih sangat marah. Tidak ada satu orang pun yang tahu bagaimana sakit hatinya saat ini, tidak juga Minji. Kyuhyun kembali pada pendiriannya. Ia lebih mementingkan rasa egoisnya.

“Mengapa harus Donghae?” Gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri.

————————————–

Yoora terkejut karena seseorang menunggunya di depan ruang kelasnya. Ia kemudian berpura-pura untuk tidak melihat, namun Donghae mengikutinya. Yoora akhirnya menyerah dan membiarkan namja itu bicara dengannya.

“Segala sesuatu bisa dibicarakan. Aku harap kau tidak membenciku lebih lanjut karena kesalahpahaman ini. Begitu pula dengan Minji.” ujar Donghae.

Yoora mendengarkan perkataan Donghae, dan ia rasa namja ini memang tidak sedang berbohong padanya. Meskipun telah menyakitinya, Yoora tahu Donghae adalah orang baik. Tapi tetap saja, tak ada yang bisa membuat gadis ini percaya seratus persen hanya dengan mendengarkan sebuah pengakuan seperti ini.

“Aku tahu kau pasti berpikir buruk aku telah mengkhianati Kyuhyun. Itu adalah hakmu karena kurasa aku juga pasti akan berpikiran sama jika aku ada di posisi Kyuhyun. Tapi aku hanya ingin tahu, darimana Kyuhyun mendapatkan foto itu?”

Yoora terdiam. Ia tidak tahu apa yang harus dijawabnya. Ia sendiri juga tidak tahu darimana foto itu berasal.

“Aku.. aku tidak tahu siapa yang mengirimkannya. Amplop itu tanpa nama pengirim, dan sengaja ditujukan pada oppa. Akulah yang pertama kali membukanya dan aku sangat kaget melihat isinya. Terlebih … ada kau di dalamnya.” Ujar Yoora tanpa menatap mata Donghae.

“Begitu rupanya. Aku sudah menjelaskan yang sebenarnya padamu. Kau tidak perlu memberitahu Kyuhyun, kurasa aku akan bicara langsung dengannya.”

Yoora kembali terdiam. Ia tidak bisa berpikir lagi. Ia merasa kesal mengapa mengiyakan saja ketika Donghae mengajaknya bicara. Sekarang pikirannya kembali bimbang, padahal ia sudah menetapkan hatinya sendiri.

———————————————

Hari ini Kyuhyun tidak masuk kantor. Akibat selalu pulang malam beberapa hari terakhir, namja ini terserang demam dan masuk angin secara bersamaan. Dari tadi pagi ia hanya diam di kamar, meringkuk di balik selimut tebalnya. Nyonya Cho pun sedikit kewalahan karena harus memperhatikan dua orang sekaligus karena Yoora harus masuk kuliah.

“Demammu sudah turun. Setelah minum obat ini istirahatlah kembali. Omma harap nanti sore kau bisa lebih baikan.” Nyonya Cho mengganti kompres di kepala Kyuhyun dan bersiap meninggalkan kamar anak sulungnya itu.

Kyuhyun hanya diam tanpa menjawab apapun. Namja ini ingin mengetik sebuah pesan dan memberitahu seseorang jika ia sedang sakit. Namun pesan yang sudah diketik itu tak juga dikirim olehnya. Padahal jauh di dalam hatinya, ia sangat ingin orang itu datang menjenguknya. Kyuhyun sedikit menyesal mengapa ia tak memberikan sedikitpun kesempatan pada Minji untuk bicara saat itu di kantor.

“Ya Tuhan, jika saja saat ini ia ada di sini, kurasa aku bisa jauh merasa lebih baik daripada ini.” gumam Kyuhyun. Ia baru mencoba memejamkan matanya ketika kemudian ommanya kembali membuka pintu dan mengajak sorang gadis masuk ke dalam kamarnya.

“Kyuhyun ah, putri Tuan Choi datang untuk menjengukmu.”

Kyuhyun duduk di atas ranjangnya dan melihat gadis ini mendekat dan turut duduk di pinggir ranjang. Hyojin menatap Kyuhyun dengan sedikit khawatir.

“Aku dengar dari appa jika kau tidak masuk kantor hari ini karena sakit. Untuk itulah aku datang dan membawakanmu buah-buahan segar.” Ujar Hyojin.

“Gomawo~ sebenarnya kau tidak usah repot-repot seperti ini.” Ujar Kyuhyun. Kali ini ia bisa menerima kedatangan Hyojin karena ia tidak mungkin mengusir orang yang berniat baik datang ke rumahnya.

“Tak kusangka kau bisa jatuh sakit juga..” gumam Hyojin.

“Hhh.. aku ini manusia. Jika daya tahan tubuhku lemah aku bisa saja jatuh sakit kapanpun juga.” sahut Kyuhyun.

Kyuhyun hanya diam kemudian. Dalam hati ia merutuk mengapa justru Hyojin yang datang. Bukankah ia memohon pada Tuhan agar Minji yang datang? Ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang, suasana di kamar ini seketika membeku. Kyuhyun sedikit kaget ketika Hyojin menyentuhkan punggung tangannya pada leher serta keningnya. Ia hanya menatap gadis itu dengan tatapan heran.

“Badanmu tidak terlalu panas. Kurasa demammu memang sudah turun.” Gumam Hyojin.

———————————

Minji hanya diam ketika mobil sedan hitam milik ayahnya ini membawanya bersama Tuan Kang ke sebuah tempat. Ketika mobil mereka berhenti tepat di depan sebuah rumah besar dengan pagar besi dicat putih yang tinggi, Minji tertegun. Ia meremas kedua tangannya sendiri. Tuan Kang seakan paham dengan sikap putrinya.

“Ayolah turun. Apa yang kau pikirkan?” suara ayahnya menyadarkan Minji.

Gadis ini kemudian turun dari mobil dan mengikuti ayahnya untuk masuk ke dalam rumah. Minji semakin khawatir, karena ia melihat sebuah mobil yang sangat familiar terparkir rapi di depan halaman rumah yang luas itu. Mengapa ia merasa sangat gugup? Bukankah seharusnya ia merasa senang karena harapannya terkabul? Minji mau menemani ayahnya menjenguk Tuan Cho hari ini karena gadis ini berharap bisa bertemu Kyuhyun meskipun ia tahu jam-jam seperti ini namja itu tidak mungkin ada di rumah karena harus ke kantor. Namun saat menyadari mobil Kyuhyun ada, Minji sedikit takut. Apakah Kyuhyun benar-benar ada di dalam? Sejujurnya ia belum siap untuk bertemu namja itu lagi. Sepertinya Kyuhyun masih sangat marah padanya.

Ibu Kyuhyun nampak sangat terkejut mengetahui siapa yang datang ke rumahnya. Ia seketika memeluk ayah Minji dengan hangat dan mempersilakan mereka untuk masuk. Setelah membuatkan minuman, Nyonya Cho membawa suaminya ke ruang tengah untuk bertemu dengan Tuan Kang.

“Maafkan aku. Aku baru bisa datang mengunjungimu. Aku baru saja mendengar kabar tentangmu dari Minji.” Tuan Kang memeluk Tuan Cho yang masih duduk di atas kursi rodanya. Pria paruh baya yang masih belum bisa bergerak dengan bebas itupun perlahan tersenyum, tanda ia senang dengan kehadiran Tuan Kang.

“Mana istrimu? Mengapa kau tidak mengajaknya?” Nyonya Cho sedikit berbasa-basi.

“Tidak usah membahasnya. Aku memang sengaja tidak memberitahunya.” Ujar Tuan Kang. Minji sedikit terganggu dengan jawaban ayahnya. Memang semua orang sudah mengetahui hubungan orangtuanya tidaklah baik. Tapi apakah perlu menegaskan itu pada semua orang?

“Ah, Minji ah. Kebetulan sekali kau datang. Hari ini Kyuhyun ada di rumah, ia tidak masuk kantor karena sakit.” Ujar Nyonya Cho.

Minji seketika terhenyak saat mendengar itu, ia pun permisi untuk menjenguk Kyuhyun di kamarnya. Gadis itu berdiri di depan pintu kamar Kyuhyun. Kamar Kyuhyun masih saja di tempat ini. Terakhir kali ia masuk ke dalam adalah ketika menjelang ujian akhir SMA, mereka belajar bersama dengan yang lainnya juga. Minji sedikit gugup dan takut. Ia takut Kyuhyun akan kembali mengusirnya. Namun gadis ini sama sekali tidak bisa menahan rasa penasarannya, ia ingin melihat keadaan Kyuhyun yang menurut ommanya namja itu sedang demam.

Minji membuka perlahan pintu yang tidak terkunci itu, ia melangkahkan kakinya dengan hati-hati. Namun sesuatu membuatnya terdiam, berhenti pada posisinya saat melihat ada sosok yeoja lain yang Minji tahu pasti bukan Yoora, juga sedang berada di ruangan ini. Yeoja itu bahkan duduk di pinggir ranjang menemani Kyuhyun. Gadis ini sangat gugup hingga tanpa sengaja ia terbatuk dan membuat kedua orang itu menyadari keberadaannya.

“Min.. Minji ah?” Kyuhyun sangat kaget mengetahui gadis yang diharapkannya kini ada di dalam kamarnya. Ia menegakkan tubuhnya yang sedari tadi bersandar, dan Hyojin turut menatap Minji dengan tatapan tak kalah kaget. Namun perlahan senyuman mengembang dari bibir tipis yeoja itu.

“Hyo.. Hyojin ssi..” gumam Minji.

Minji mundur secara perlahan, ia keluar dari kamar Kyuhyun dengan perasaan hancur. Kyuhyun seketika bangun dan menyusul gadis itu keluar, meninggalkan Hyojin seorang diri di dalam kamar yang cukup luas itu.

“Ah, sepertinya aku terlalu beruntung~” gumam Hyojin.

Kyuhyun mencengkeram lengan Minji sebelum gadis itu menuruni tangga. Namja ini benar-benar takut Minji akan salah paham terhadapnya.

“Lepaskan tanganku. Itu sakit.” Ujar Minji dengan suara yang nyaris tak terdengar. Gadis ini berusaha menahan air matanya.

“Bisakah untuk melihat mataku?” Kyuhyun berusaha agar Minji menghadap ke arahnya. Ia menatap sedih gadis ini. Minji akhirnya melihat wajah Kyuhyun yang sedikit pucat. Namja itu seolah memohon agar dikasihani, sementara Minji tahu wajahnya saat ini juga sama menyedihkannya dengan Kyuhyun.

“Kyu, aku lelah. Aku mau pulang. Kumohon lepaskan aku.” Minji berkata sedih.

“Tapi kau datang untuk menjengukku bukan? Tidak sopan jika kau pulang sekarang.” Kyuhyun mencoba menahan emosinya.

Minji hanya menggeleng.

“Aku datang untuk menjenguk ayahmu, bukan untuk menjengukmu. Aku datang bersama ayahku.” Minji menepis tangan Kyuhyun di lengannya, kemudian gadis itu menuruni tangga. Kyuhyun mengikutinya masih dengan menggunakan piyama tidurnya.

“Kyuhyun? Cho Kyuhyun? Inikah anak sulungmu? Anak muda yang tampan..” Tuan Kang melihat Kyuhyun bersama putrinya.

“Minji ah, kau kenapa, Nak? Mengapa wajahmu juga tak kalah pucat dengan Kyuhyun? Kau sakit juga?” Nyonya Cho sedikit khawatir.

“Sayang, kau kenapa?” Tuan Kang melihat putrinya.

“Gwaenchana. Appa, jika appa masih lama di sini, aku akan pulang naik taxi. Mendadak ada sesuatu yang harus kuurus menyangkut tugas akhirku.” Ujar Minji. Gadis itu akhirnya pamit pulang terlebih dahulu.

Kyuhyun memandang gadis itu keluar dari rumahnya. Ia tahu, perasaan Minji kali ini sama hancurnya dengan perasaannya saat melihat foto itu.

——————————————–

Donghae menatap yeoja di hadapannya. Minji makin hari makin jarang bicara, dan Donghae tidak tahu apa yang bisa dilakukannya untuk membuat yeoja ini kembali seperti semula. Donghae sedikit merasa bersalah, secara tidak langsung masalah ini juga disebabkan olehnya.

“Masalah ini harus kita selesaikan. Bagaimana jika kita temui Kyuhyun bersama-sama? Kita jelaskan padanya semuanya.” Donghae memecah keheningan di antara mereka. Cafetaria kampus ini sudah mulai sepi, karena hari juga sudah sore. Hanya ada mereka berdua yang masih duduk di sini dan juga beberapa pelajar yang menikmati minuman.

Minji menggeleng lemah. Ia benar-benar sudah kehilangan niatnya untuk meluruskan ini semua.

“Untuk apa aku memikirkannya, sementara ia sendiri tidak pernah memikirkan perasaanku..” gumam Minji. Donghae sedikit tidak paham dengan maksud gadis ini.

“Jangan berkata seperti itu…”

“Sudahlah. Kurasa semuanya harus diakhiri dengan segera. Kyuhyun tidak akan apa-apa tanpa aku. Dia juga telah menemukan orang lain yang lebih baik dariku.”

Beberapa saat kemudian, Donghae berdiri dari duduknya karena ia melihat Kyuhyun tengah berdiri di hadapan mereka. Tak hanya Kyuhyun, Yoora juga turut muncul di belakang kakak kandungnya itu.

“Minji ah, aku mau bicara denganmu.”

Minji menatap Kyuhyun, namja itu masih saja nampak sangat sombong di depannya. Ia bahkan tidak bisa berkata lebih lembut.

“Bicara? Kau bahkan mengusirku saat itu. Lalu saat kau merasa posisimu sama sulitnya denganku sekarang kau mau mengajakku bicara?” Minji sedikit meninggikan nada suaranya.

“Jangan munafik. Kurasa kita sama-sama butuh penjelasan satu sama lain.” Kyuhyun berkata dingin.

Minji mengambil tasnya di atas meja dan bersiap pergi, namun Kyuhyun menahan tangan gadis ini dengan cepat. Minji sedikit meringis karena cengkeraman Kyuhyun cukup kuat dan membuat tangannya kesakitan.

“Kyu, jangan terlalu keras padanya.”

“Diam kau! Aku tidak butuh pendapatmu. Ini masalahku dengannya.” Kyuhyun menatap Donghae tajam.

“Tapi kau menyakitinya. Tolong bersikaplah lebih lembut padanya. Jangan samakan ia denganku atau laki-laki lainnya.” Ucap Donghae sedikit emosi.

Kyuhyun meradang mendengar ucapan Donghae yang seolah mengguruinya. Ia melepas lengan Minji kemudian melayangkan pukulan ke wajah Donghae hingga namja itu terduduk di atas kursinya.

“Opppaa! Apa yang kau lakukan?!” Yoora yang sedari tadi diam langsung mendekati Donghae dengan panik dan memeriksa namja itu. Kyuhyun berusaha menahan dirinya. Ia menatap Donghae tajam.

“Kau benar-benar keterlaluan. Kau tahu, Cho Kyuhyun? Aku benci padamu!!!” Minji berteriak dan seketika berlari. Kyuhyun mengejarnya. Pemandangan tak biasa itu membuat kaget orang-orang yang ada di cafetaria dan ini menjadikan Donghae dan Yoora sebagai pusat perhatian mereka.

“Oppa.. gwaencahana? Rahangmu memar. Ayo kuobati. Maafkan Kyuhyun oppa..” Yoora sedikit terisak.

Donghae menatap gadis ini. Yoora menangis?

Sementara itu, Kyuhyun berhasil mengejar Minji dan membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya. Minji berusaha untuk keluar namun Kyuhyun menahan tangannya dan memaksanya ikut. Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan kencang, membuat gadis ini takut. Ia tidak mungkin turun paksa dari mobil karena pasti akan sangat membahayakan nyawanya.

“Aku benci padamu. Kau sangat kejam!! Kau tidak pernah memikirkan perasaanku sejak dulu!!” teriak Minji. Gadis ini menangis.

Kyuhyun tetap memandang ke depan dengan tatapan dingin, ia tidak memedulikan teriakan gadis ini. Kyuhyun mengarahkan mobilnya ke luar kota, membuat Minji sedikit takut akan kemana namja ini membawanya.

“Kau mau membawaku kemana?”

“Ke tempat dimana tidak akan ada yang mengganggu kita.” Ujar Kyuhyun singkat.

Minji memutuskan untuk diam dan menyerah. Matahari sudah terbenam, sementara mobil ini masih belum jelas akan kemana membawa mereka. Minji akhirnya tertidur karena lelah. Hati, pikiran dan badannya sama-sama sakit.

————————————

MINJI POV

Aku terbangun karena suara yang asing mendekat padaku. Suara apa ini? Aku seperti mendengar deburan ombak sangat dekat di telingaku. Kubuka mataku, aku masih berada di dalam mobil Kyuhyun, namun namja ini tak ada di sebelahku. Kemana dia?

Aku memutuskan untuk turun, ternyata ia membawaku ke pantai. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan perutku mulai terasa perih karena lapar. Angin pantai menusuk kulitku, membuatku sedikit menggigil karena aku sama sekali tidak membawa mantel.

Kuarahkan pandanganku, tak juga menemukan sosoknya. Apa ia sengaja meninggalkanku seorang diri di sini?

“Kau sudah bangun rupanya. Ayo kita makan dulu..” Kyuhyun muncul dan membawa dua cup ramen pedas beserta minuman. Karena perutku benar-benar lapar, akhirnya kuputuskan untuk menerima pemberiannya dan makan dalam diam, melupakan sejenak jika kami sedang ada masalah.

Kyuhyun mengamatiku makan. Aku berusaha untuk mengabaikannya dan makan lebih cepat agar cup ramen ini segera kosong.

“Kau kelaparan ya? Kenapa makan terburu-buru seperti itu?” ia menatapku.

Namja ini benar-benar aneh. Terkadang ia sangat kasar dan menyebalkan, dan sekarang bisa berubah menjadi begitu lembut. Aku masih marah padanya, jadi aku mendiamkannya.

“Aku sudah mendengar penjelasan Donghae dari Yoora.” Ujarnya saat ia sudah selesai makan.

“Baguslah. Aku tidak perlu menjelaskan apapun lagi.” aku melihat ke arah lain.

“Tapi aku masih ingin mendengarnya darimu.”

“Untuk apa? Sama saja. Aku dan Donghae memiliki jawaban yang sama.” Aku sengaja mendinginkan nada suaraku.

“Kau benar-benar marah padaku? Apa kau marah karena peristiwa di rumahku tempo hari?” Kyuhyun menekankan suaranya.

“Jadi menurutmu siapa yang saat ini butuh penjelasan? Aku bahkan berusaha bersikap biasa saja di tengah-tengah sakit hati yang kupendam sejak mencium keanehan di pesta waktu itu.”

Kyuhyun diam, dan kudengar ia bernafas sedikit berat. Entah kenapa rasanya aku ingin pergi dari situasi ini. Namja ini sungguh membuatku kesal.

“Baiklah.. soal Hyojin, aku tahu ini agak susah dijelaskan. Pikiran negatifmu pasti berkembang lebih cepat. Tapi aku bersumpah aku tidak memiliki hubungan khusus apapun dengannya. Dia datang menjengukku waktu itu karena appanya yang memberitahu jika aku sakit.”

Aku diam mendengar penjelasannya. Hyojin juga mengatakan padaku jika tidak ada hal spesial di antara mereka. Tapi aku sedang kesal pada Kyuhyun, jadi kuputuskan untuk diam saja tanpa menanggapinya.

“Dan kau tidak memberitahuku bahkan saat kau jatuh sakit.”

“Mianhae.. aku minta maaf. Aku masih marah waktu itu” Ujarnya sambil merapatkan duduknya di sebelahku.

Aku menoleh ke arahnya, menatap mata coklatnya. Kurasa ia memang bersungguh-sungguh.

“Minta maaflah pada Donghae juga. kesalahan terbesarmu adalah kau memukulnya tadi sore tanpa alasan yang jelas.” Ujarku padanya.

Kyuhyun nampak menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, mungkin menyesali tindakan bodohnya.

“Ne, aku tahu aku sangat konyol. Aku.. aku emosi. Aku tidak suka melihatnya seolah sangat ingin melindungimu, dan memposisikanku sebagai ancaman bagimu.”

“Tapi kau tidak harus memukulnya. Kau tahu tindakan tadi sangat memalukan apalagi kau melakukannya di depan umum.” Marahku padanya.

Kyuhyun menghela nafasnya dengan berat. Angin semakin kencang menandakan hari sudah semakin malam. Aku merasa kedinginan sekaligus perih pada perutku. Entahlah, kurasa ini karena aku terlambat makan dan langsung menelan makanan pedas. Rasa sakit ini lama-kelamaan menggangguku.

“Akh..” aku memegangi perutku, membuat Kyuhyun menyadari jika aku tidak baik-baik saja.

Berikutnya kurasakan Kyuhyun melepas jas yang dipakainya, lalu menyampirkannya padaku. Ia membantuku berdiri dan membawaku masuk ke dalam mobil.

“Perutmu sakit? Ayo kita mencari apotik di sekitar sini.”

“Tidak usah..”

“Aku tahu perutmu sangat sensitif dengan makanan pedas sejak dulu. Jangan dibiarkan seperti ini.”

Kyuhyun melajukan mobilnya keluar dari areal ini dan ia berhasil menemukan apotik terdekat. Rasa sakitku belum juga hilang. Hal seperti ini sering kualami jika aku makan tidak teratur. Kyuhyun datang dengan membawa sekantung obat, air mineral, dan minyak. Ia memintaku pindah ke belakang agar lebih luas, lalu ia membantuku meminum obat.

“Kau merasa baikan?” Ia menatapku dengan khawatir.

“Bodoh. Mana bisa langsung bereaksi? Aku saja baru menelannya.”

“Hmm.. kalau begitu coba yang ini.” Kyuhyun membuka tutup minyak oles yang dibelinya.

“Mwo?! Kau mau apa?” aku sedikit panik ketika Kyuhyun mencoba mengangkat kaosku.

“Mengoles minyak ini di perutmu. Bukankah sejak kecil kau selalu memakainya? Pasti rasa sakitnya akan hilang sebentar lagi.”

Bodohnya, aku kembali menuruti perkataannya. Kyuhyun benar, sejak kecil jika aku merasa sakit perut minyak ini selalu bisa membuatku merasa lebih baik. Kyuhyun bahkan pernah membantu mengobatiku.

Kurasakan tubuhku sedikit menegang saat kurasakan jari-jari Kyuhyun mengusap kulit perutku. Mengapa rasanya seperti ini? Dulu waktu kecil rasanya biasa saja ketika ia mengoleskan minyak ini di perutku. Namun mengapa sekarang sungguh berbeda? Ada semacam getaran lain yang membuatku merasa gugup sekaligus senang saat ia menyentuhku seperti ini.

Kyuhyun menatapku, sementara tangan kanannya masih mengoleskan minyak di balik kaosku. Ukh, seharusnya aku bisa melakukan ini sendirian. Aku hampir lupa jika kami sudah dewasa, dan tentunya ada perasaan berbeda saat ia menyentuhku.

Aku bahkan bisa merasakan Kyuhyun bernafas di wajahku. Perlahan wajahnya semakin mendekat, dan bibir kami menempel satu sama lain. Tangan kanannya masih bekerja pada perutku, sementara tangan kirinya kini memegang kepalaku dan membantu gerakan bibirnya yang melumat lembut tiap sudut bibirku.

“Errnghh..” kurasakan mulutku mengeluarkan erangan kecil. Ciuman ini tidak biasa, rasanya ada hal lain yang muncul dalam diriku. Apa mungkin karena ia menyentuhku lebih dari biasanya?

Kyuhyun tidak berhenti. Tidak tangan juga bibirnya. Bahkan kini kurasakan tangannya bergerak naik ke atas, melampaui perutku. Hal itu membuatku merasa semakin gugup, bibirnya pun perlahan turun ke daguku, kemudian kurasakan leherku dijejali oleh gerakan bibirnya.

Posisiku terdesak, aku terbaring lemas karenanya. Kyuhyun menatapku dengan nafas sedikit terengah. Ia merapikan rambutku yang sedikit berantakan. Kemudian ia mengecup keningku, mataku, hidung, pipi, dan kembali lagi pada bibirku. Aku gila karenanya, tidak bisa menolaknya.

Aku mulai tersadar dan memegang tangannya ketika Kyuhyun mencoba untuk menarik kaos yang kupakai. Ia menatapku. Aku menggelengkan kepalaku lemah.

“Wae?” Kyuhyun menyusuri wajahku dengan jari-jarinya yang panjang.

“Mianhae.. aku tidak bisa.”

Kyuhyun tersenyum dan membantuku duduk kembali. Ia juga merapikan pakaianku yang berantakan karena ulahnya, dan ia memelukku kemudian, membawaku ke dadanya.

“Apa perutmu masih sakit?” kudengar ia bertanya sambil mengusap rambutku.

“Sedikit. Gomawo, kau membuatku merasa jauh lebih baik.” Balasku sambil memejamkan mataku. Aku memeluknya, menghirup aroma tubuhnya yang sangat kusukai.

Aku menyerukkan kepalaku di lehernya, menatap jakunnya yang bergerak. Aku senang bisa memeluknya lagi seperti ini, meyakinkan diriku bahwa Kyuhyun memang milikku. Namja inilah yang bisa membuatku merasa tenang dan melupakan semua beban yang ada di pikiranku.

TBC-

Hellooooo ELF uda siap diguncang 6JIB?!!

Kkkkk~

Maaf kalo storynya segini dulu..

Next part diharapkan bisa ngejawab kalo masih ada rasa penasaran dan pertanyaan dari reader yang belum kejawab..

Pelan-pelan dulu yah. Maaf kalo jadinya ngebosenin karena konfliknya ga berkembang~

ThanKYU for reading, jangan lupa komennya  yaaa ^^

Iklan

63 thoughts on “[7] Your Guardian

  1. Author!
    Diolas y kasi sy bakar hyojin!! (‾▿▿▿▿▿▿‾)
    Ish sumpah jahatny kebangetan x!
    Apa itu terlalu bruntung? Cih

    Ah mian kalo sy rada esmosi cmentny
    ~(˘▽˘~)(~˘▽˘)~
    Lanjtkan bo,
    Hope kyuminji n haeyoora kembli brsama dan keslahpahamanny sirna.

    Suka

  2. Eeeerrrr…
    Banak sekali yg pengen dina tumpahin di kolom komen ini..
    Tp bingung harus yg mana dulu..
    Syial
    -_____-

    Yaaaaa..stress sih boleh bang, tp jgn sampe keterusan n jadi langganan di bar gt donk..*bejek foto

    Choi hyojin, km, punya muka berapa sih? Lidah km itu cabangnya berapa sih?
    Ish ish..
    Kita tau kok yg sebenarnya itu gmn, pake boong pula..
    Yaaa..dirimu itu tiap hari ke kantor, n km bilang km gak pernah kekantor?
    Astaga, tolong jangan sia-siakan kesempurnaan yg udah susah payah di gambarkan author disiniiii..
    (marah2 ky gini kok rasanya jadi ky ngomelin diri sendiri ya? Akh molla .___. )

    “Orang tulus sepertinya tidak pantas menerima gadis nakal sepertimu.” akh tolong itu jleb sekaliiiii..
    Cho yoora, pandai pula kau bersilat lidah *kelelepin

    Eh..itu menangis di dada hyuk itu piye toh ceritanyaaaaa..
    Baaah..kang minji ingin merasakan dada eunhyuk juga rupanya nyahahahah

    Ehem, itu yg dimaksud sama pengacara itu apa? Warisan? Perjodohan? Atau apaaaah?
    Sumfe, masalah kyuhyun hyojin aje masih belum selese dina berspekulasi m skrg minji jugak?
    ;;______;;

    Quote yg patut di lituit papolit dari part ini itu “ah, sepertinya aku terlalu beruntung”
    XDDDDD

    Cho Kyuhyun, sejak kapan ente bermain adu jotos gt haaah?
    N yg pas di pante itu, yg makan ramen cup pedas itu, katanya tau kalo perut minji sensitif knp masih aja dikasi makan yg begonoooo..

    Baaaah, adegan menjelang akhir part itu ehem eotokke jinjja omona sekaliiii..
    Kyuuuu..jaga napsuuuu…
    Inget choi hyojin yg masih usaha buat ngerenut kamuuu..
    Nyahahahahahaha

    Yaaaaa..onnie yaaaa..part 8 ASAP peliiiisss

    Suka

  3. HHHHHH
    ASFDGKJLMCF
    AKU GAK TAU HARUS KOMENT APA ….

    1. Galau
    2. Nyesek
    3. Emosi
    4. Daebak!

    Konfliknya nusuk banget! Salah paham dan diem2annya itu entah kenapa bikin aku nyesek..
    Dan satu hal ! Aku pengen matahin lehernya hyojin !!
    Rawrrrrr~

    Kyuhyun.
    Selalu dan tetap dengan karakternya ! Dan itu sangat nyata. Aku suka part berantem minji di kantor , aku suka banget part kyu mukul hae di kantin , dan aku suka part ambigu dalem mobil di pante…

    Minji.
    Minji sang wanita galau.. Otohke?? Seriusan aku gatau harus komment apa kang minji , ini terlalu daebak…

    Donghae.
    Hae-ah wae ???!!!
    Dingin sekali, aku gedeg waktu adegan pinggir jalan nunggu taxi.. Boleh kok ya yooranya gak ditinggal.. Hae-ah!! Kamu belum juga liat yoora ??!! *crying like a river*

    Aku suka part donge kecil dihukum di depan kelass , berasa nulis ini ibu budi yaah ..
    Neomu neomu neomu neomu johaaaaaa !!!!!
    Minji-ah yg typo sudah diperbaiki?

    Part 7 sukses membuat saya kembali berasap!! Ini terlalu daebak…

    6JIB ! Can’t waiiitttttt

    Suka

    • kkk tengKYU adik ipar uda ingetin soal typo di last minutes u__u

      akh ini malah pengen patahin lehernya hyojin..
      huwoo saya juga suka part donghae dihukum. polos yaaah

      Suka

  4. hhh~
    this is crazy. FF nya yang Gila, tokohnya yg gila, author nya yang gila atau akunya yang gila -.-”
    ???

    thor, jangan siksa dirimu kalo masih cinta Kyuhyun.
    hhh nyesek bgt sama yoora.
    tumben saya membela yoora biasanya saya yang ga rela dia minjem suami aye si ayank ohae #eeh

    kyu jelek !!!
    bilang je yang sejujurnya siapa hyojin.
    wee suwud-suwud bash hyojin. semua kesel berarti tandanya hyojin sukses jadi pemeran antagonis. wkwkkww.
    LOL LMFAO.

    Eunhyuk sama Hanwoo gimana noh hubungannya?? gak ditembak2 bosen gue Hyuk. hhahahaa.
    dan masalah minji sama ortunya knp sih?? eerr~~
    dan itu kebetulan bgt ya minji nepukin i kyuhyun ajak hyojin bermesraan di dalam kamar. wkwkw.
    adegan favorut saya saat kyuhyun mendatangi cafe . ah itu siapa yang cewek?? apakah park hyena? -.-”

    MINRIN cple g kliatan. mreka pasti sedang asyik buat keponakan dan hanwoo akan segera menjadi calon tante2 ^^ kyaa~~

    6jib?? #sigh

    Suka

    • iya hanwoo, itu park hyena , *kibas tas kepoan leehanwoo*
      ee bukaaannn, park hyena berada dlm mobil donghae wktu ngeliat cho yoora dipinggir jalan ,, *ehh

      Suka

    • apa itu park hyena -___-

      haha kesimpulannya yg baca yg gila. wkwkkwkwk

      eunhyuk itu cuma godain hanwoo lan, ntar aja muncul dah tokoh wanita lain kkk

      Suka

  5. buadaaahhhhh ..
    konfliknya full ya di part ini ,errrrrr

    itu hyojin apaaaa semakin lama semakin jalang ahh~ *kibas tas leopard* terlalu beruntung? aseekkkkkkk

    aduuh dongeknyaa itu apa mobil putihhh???? aku ada didalem mobil pada saat itu, dongek sedang berkencan dgn park hyena *ngarang *abaikan .____.V

    dan itu yaa!!!!!! kenapa chokyuhyun pukul dongek padahal uda dikasi pinjem PR ?? anak tak tau diuntung! *lempar kapur*
    tapi tapi tapi disini kyuhyunnya antara kasian dan ngeselin luar biasa itu campur aduk jadi satu isshh isshh

    dan bagian akhir itu apa kok pake ensi 15(?) ?? napsuu deh kyuhyun nokk org minji lagi sakit perut yeee U,U

    kang minji buruan type trus post part 8 ASAP puhlisseu !! kalo bsa pas teaser poto 6jib kyuhyun keluar *lo?

    Suka

  6. akhir’a Kyu dan Minji baikan jga…
    Aigo Hae oppa masa kamu ga peka ma Yoora?
    Aku curiga yg foto ni pst Hyojin…
    Eh i2 ortu Minji berantam tentang warisan ya?,,kan Yoora yg dpt dr kakek’a *ortu edan*

    Suka

  7. suka adegan terakhirny,romantis….

    gapapa konflikny dikit2,ini udh pas bgt alurny gg kelamaan dan gg kecepetan..

    mauu ff kyuminji story dong… yg NC lebih baik,hehe 🙂

    Suka

    • Adoooohhhhh…Dioolaasssss,Ijinin saya Nyekek Hyo Jin dah…di part awal2 udah tertahan…tapi di part ini…??? eeerrrrrr….

      Donghae-ya…kapan kau akan berubah??? jek gak peka li nukzzz,kesian tuh Yoora dianggurin…

      Aeettttt….Minji pengen ngerasain juga dada Hyukkie…Kenyal tak???

      eehhhh…APA INI??? Kyuuuuu…Ojo nafsuan to yo Le…Aeettt…pasti MinJi pipinya bersemu merah dah tuh…mau deh jd stuntwoman pas adegan Dlm Mobil Tepi Pantai…pake’ minyak minyak….Aawwwww… *ditabok Minji*

      Udah sekian…. dr pd Saya makin Gila…. Part 8 Es Sun Es Posibel Yooo….LIKE THIS YOOO!!!!

      Suka

      • sabar onn jgn cekek dy saya masih butuh buat cast kkkk

        dada hyukkie??
        akh onni reader yg paling tau niat saya /kabur

        Suka

  8. baca dua part langsung bikin gregetan..
    agak lega akhir udah baikan..
    semoga gak dibikin ada salah paham lagi biar hubungannya semakin berkkmbang…

    hyuk kayaknya udah dapetin hanwoo tu…hahaha

    hyojin ya biangnya? dasarrrr…jadi penasaran banget buat part selanjutnya…

    Suka

  9. AKU MEMBENCI HYOJIN!!

    aaakkk pagi pagi buta harus menitikkan air mata membaca ini T_________________T
    Cho kyuhyun T____T
    Aku ngeri baca bagian terakhir itu, kyuhyun terlihat speti namja yang…… Hehee

    Eonnie minji aku tunggu crita selanjutnya. Gomawoe udh bkin crita sebagus ini. Kalo da novelnya aku bakal beli buat koleksi. Kkkkkkk ^^

    Suka

  10. Seperti biasa , selalu bikin penasaran .!!!!
    Itu ada part yg nyerempet” ke NC tuh, jiakakkakk . belum boleh kyuu ..
    Aku udh kirim email’a eon, PW’a klo bisa di sms yaa yaa, coz’a aku jrg buka email 🙂 .
    Ditunggu part selanjut’a ..!

    Suka

  11. syukur deh hubungan kyuhyun m minji dah akur lg….senang y….
    kyuhyun emosi y cepet bgt berubah nih,,,, dr marah n tiba2 baik gt…..
    part ni daebak feel y dapet bgt n perasaan pas baca y juga ikut turun naik y….
    kyu pake mukul donghae gt sih cuma gara2 cemburu padahal udah tau penjelasan y donghae……
    q kok ngerasa ada sesuatu sama ortu y minji ya???? yg diruangan tu ngomongin harta ya????
    Lanjut…….

    Suka

  12. eonnii next chap buruaan 🙂
    uhhhuuhhh gmn ini konfliknya makin rumit..gmn cara nyingkirin hyojin..susah sih dia bermuka dua gitu soalnyaa…jeongmal 😦
    untuunggg kebwhnya ada part kyuminji yg maniiisss bgt..sukaaa bgt ,,, huuaaahh daebak 🙂

    Suka

  13. Huaaaaaaa.. knp prasaan aq d aduk2(?) ky bgni ya ampe deg deg ser bacaNa *apalahh

    aq pkr konflikNa msh brljt trnyta udh ad dkt titik terang yaa, tp pasti itu hyojin gk bakal tggl diam liat makhluk tampan mesra lg ama minji *sotoyy

    kesian bgt bang ikan kena bogem si evil *puk puk , ksh pill kisu k hae biar cembuh xD xD
    jangan lama2 thor publisNa yaa. SEMANGAT !!!!!!!!!!!!! 🙂

    Suka

  14. Kayaknya hyojin emang hoki banget ya. Dia dateng di saat saat yang tepat buat bikin rusak hubungan minji kyuhyun. Aku ikutan galau waktu kyuhyun minji bertengkar. Tapi akhirnya baikan juga. Wah wah kyuhyun… Untung minji nyegah ya. Tapi biar mereka ngelakuin itu pun, aku nggak keberatan sih.. Hihi
    Semoga mereka bisa melewati semuanya dengan baik. Orangtuanya minji pengen warisan ya?

    Suka

  15. Aku jadi semakin kalau orang yg ngambil foto itu hyojin..
    Ya ampunnn tegang banget dech part ini..
    Itu si hyojin menyebalkan sekali..
    Huufffttt…

    Apakah ini awal hubungan mreka akan membaik??
    Semog ajja dech..
    Gak tahan lama” lihat mereka marahan

    Suka

  16. akhirnya mereka baikan,
    dr awal bca gk henti2 ny deg2 an ,gila kyu emosi,wajarkan!
    siapa jg gk salah paham dlm keadaan kyu jatug trus d t+ kslah pahaman donghe minji,
    ckkkk

    Suka

  17. ini tuh kaya kyuhyun kena batunya gitu ya hahaha untuk pertama kalimya kyuhyun donghae berantem kyaaaaahahaha ehhh itu sebelum tbc duhhh seneng bgt aku jhahahah lanjuuuuttt

    Suka

  18. Author msukin aku ke dlam cerita kamu dong, jdi tukang santet jugaa ngga apa” akuu pengen nyantet sihhh Hyojin, kesell bngett ngeiliatnya -_-
    tpii Syukur dehhh KyuMin udah baikan lagi 🙂 ditmbah lgii tdi mreka Hampir aja ehheemmm 😀 kyyuuuu ngga blehh gituu dlu tahann yaa:D

    Suka

  19. Sumpah ya aku kesel ke si Hyojin!
    Itu yg lg diomongin masalah harta warisan ya kayanya?
    Hm, udah mulai baikan nih XD
    Smga strusnya ya! ❤
    Aduh hampir aja ada bgian ence XD
    Daebak! Ada scene yg bkin aku ikut nangis :v *curhat
    Fighting author-nim! ^^

    Suka

  20. Hyojin yaaa.. Bener2 keterlaluan.
    Aku sebel sama kyuhyun yg gak dengerjn penjelasan minji , tp giliran minji yg salah paham dia yg kebakaran jenggot buat ngejelasin .
    Selaluu aja egois si kyuhyun ..
    Donghae nasibmuu bak menjadi orang baik, gak salah apa2 malah kena pukul ..
    Ckckk kyuhyun dilanda cemburu

    Suka

  21. Huahh hampir terjadi tuh kegiatan
    Ahhaha untung di cegah dari pada di obati
    Akhir masalah satu selesai tinggal masalah hyonji harus disingkirkan

    Suka

  22. Akhirnya kesalahpahamannya terselesaikan ..
    Percaya ama minjo dong kyuppa ..
    Uwaaa, dikirain bakalan ad adegan NC nya .. heheheheehe
    Seruuuu n bnyak bgd konflik, berharap hyojin cpet2 pergii

    Suka

  23. nemu titik terang kan sama kesalahpahamnyaa
    jadi ga marahan lagi kyu minjinyaaa

    Ga suka sama hyojin😈

    Orang tuanya minji napa sih ga perhatian gituu

    Suka

  24. Omooo….. Spot jantung reh di akhir2 part , untung ajaa yaaa gak jadiiii…
    Kasian bgt si dongek , selalu mengalah , sll bijaksana, tp tetep mlh kena pukulan , huft kyuhyun konyol ah pake mukul dongek segala ,
    Hyojiin….musnahlah kau

    Makin menarik ,
    Next part ,

    Suka

  25. omongan kyu pas marah sama minji agak sakit yah bacanya..
    kyu gampang banget percayanya si.. seharusnya awal-awal tuh minta pendapat dari yang bersangkutan…
    si hyojin juga.. muka dua banget… kesellll
    donghae jadi kena pukul kyu dah…
    tapi bagian akhirnya sweet…. suka…
    next chapt..

    Suka

  26. masalah ini sudah selesai jangan sampai si hyojin bikin masalah lagi sama hubungan mereka
    oh ya si hanwoo sama hyukjae masih pdkt atau udah ada kepastian?

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s