[OneShoot] If I Marry (Donghae Version)

Author: @vaa_fishy

Dan anganku tak henti bersajak tentang bayangmu

Walau kutahu kau tak pernah anggapku ada

Ku tak bisa menggapaimu, takkan pernah bisa

Walau sudah letih aku, tak mungkin lepas lagi

Kau hanya mimpi bagiku, tak untuk jadi nyata

Kan selalu kurasa hadirmu

Antara da dan tiada…..

Aku merasakan tangannya melingkar memeluk pinggangku erat. Dia memelukku begitu lama, kurasakan dagunya menempel di bahu kiriku. Aku sangat menikmatinya, berada dalam pelukannya adalah harapanku selama ini. Sejenak, aku menutup mataku menarik napas dalam  mencoba menghafal dan membiasakan hidungku mencium aroma tubuhnya. Ia melepaskan pelukannya pada tubuhku, aku membuka mataku dan ia menatap mataku lekat. Tidak ada kata-kata yang diucapkannya, tangannya mencengkeram kedua lenganku. Aku balik menatap matanya mencoba mencari arti dari tatapannya yang selalu teduh ini. Bibirnya mulai bergerak, tertarik dan membentuk sebuah senyuman. Senyum segaris kesayanganku, senyum yang selalu kusukai, senyum yang sudah sangat melekat di memoriku.

Aku ingin tersenyum melihat wajahnya, melihatnya kini ada dihadapanku. Namun entah mengapa hatiku dan mataku berkata lain. Hatiku terasa sesak melihatnya, dan mataku terus mengeluarkan air mata. Aku juga tidak mengerti dengan reaksi dari tubuhku, karena ini semua diluar kendaliku.

Kurasakan tangannya bergerak menghapus air mataku, sangat lembut, tangannya ketika menyentuh kulit wajahku.

“Gomawo…” ucapnya pelan hampir berbisik, kurasakan cengkeraman tangannya di lenganku mulai melemah, dan senyumnya mulai memudar seiring dengan tubuhnya yang mulai menghilang dari hadapanku.

“DONGHAE!!!!” teriakku dengan suara serak. Aku bangun dari tidurku, kurasakan napasku tidak beraturan, mataku terasa panas, kuraba wajahku dan mendapati air yang menempel pada telapak tanganku. Jadi itu semua hanya mimpi? Sebuah mimpi penuh arti yang membuatku menangis di alamnya, dan benar menangis ketika kembali ke alam sadarku. Ku gerakkan kepalaku, menoleh ke kanan dan mendapati wajahnya sedang menatapku, kembali dengan mata teduh itu. Aku kembali menangis, melihat poster-poster yang tertempel di semua sudut kamarku. Poster yang kutempel sejak sekian tahun yang lalu, kini gambarnya sudah menjadi sedikit buram dan ada robekan di beberapa bagiannya. Namun semua  ini tidak mengurangi pesona tubuh yang ada di poster tersebut. Tubuh tiga belas namja, dan tubuh dari namja yang begitu aku cintai.

Aku tidak pernah berpikir suatu saat aku akan meninggalkan kamarku yang nyaman ini. Namun dalam hitungan hari, aku sudah tidak akan berada disini lagi. Aku akan pindah dan tidur di kamar baru, bersama seseorang yang mencintaiku sebenarnya. Tidak ada lagi poster-poster yang akan tertempel di dinding kamar tersebut, tidak akan ada lagi tulisan “Super Junior” di bagian kamar tersebut, dan aku akan tidur menghabiskan siang dan malam dengan menatap mata yang berbeda, senyum yang berbeda, dan tubuh yang berbeda.

Aku adalah seorang fans dari suatu grup boyband yang memiliki tiga belas member pada awalnya. Entah mengapa aku bisa begitu mencintai mereka, bukan hanya satu atau dua dari mereka, namun aku begitu mencintai ketigabelas membernya. Aku juga tidak tahu bagaimana awalnya ketika menyukai mereka, yang aku tahu aku selalu tersenyum ketika melihat mereka, aku selalu merasa terhibur ketika melihat ulah mereka, dan mereka selalu bisa mengubah mood-ku menjadi lebih baik. Super Junior, mereka begitu berarti untukku. Dan ketika menemukan mereka aku merasa ada di dunia lain, dan memutuskan mereka-lah yang akan kusukai sampai akhir.

Dan namja itu, namja tampan bersuara hidung dengan dialek khasnya, namja yang seperti bersifat kekanakan, namja yang memiliki mata teduh dan senyum segaris yang sangat kusukai, namja yang mempunyai hati yang hangat dan sangat mencintai ayahnya, dan namja yang begitu peduli pada setiap membernya, Lee Donghae membuatku jatuh cinta. Bukan sekedar menyukainya, namun sangat mencintainya. Selalu berusaha mendukung apapun yang dilakukannya, selalu memperhatikan gerak-geriknya sehari-hari meskipun hanya melalui video. Sulit kupercaya aku bisa mencintainya sampai saat ini, sampai detik-detik terakhir aku akan menjadi milik namja nyataku. Hatiku sepertinya sudah sangat mengerti hingga ia mampu membelah diri. Hatiku menyediakan tempat lain untuk Donghae dan menjadikannya nomor satu dihatiku, dan berikutnya hatiku menyediakan tempat untuk namja nyataku menjadikannya nomor satu juga namun di sisi hatiku yang lain.

Aku merindukan saat-saat itu.. Benar-benar merindukannya..

Merindukan saat-saat dimana aku dan teman-temanku berkumpul di suatu tempat dan berteriak bersama ketika menonton idolaku. Merindukan saat-saat ketika aku berada di atas panggung dan mencoba menarikan tarian milik idolaku. Merindukan saat-saat dimana aku berjuang untuk mengejar konser mereka bersama teman-temanku. Kami begitu nekat pada saat itu, bukannya mendapatkan uang dengan gampang, namun kami menabung dan mengusahakan apapun demi sebuah keinginan..”Superhow”.

Kami bersama, hampir bertemu setiap hari benar-benar sudah seperti sebuah keluarga. Bahkan aku sempat berfikir aku rela membagi Donghae bersama teman-temanku jika ia benar-benar menjadi milikku. Super Junior begitu berarti untukku, mereka memberiku sebuah keluarga baru, mereka mempertemukanku dengan orang-orang dari segala belahan pulauku, mereka membuatku menyadari segala sesuatunya akan bisa kita raih dengan doa dan kerja keras.

Masa mudaku yang begitu dipenuhi dengan khayalan, namun ini sangat indah untukku.

Menjadi seorang fangirling adalah keputusan terberatku namun aku tidak pernah menyesalinya. Berat? Sangat berat. Mendapat tentangan dari orang tuda dan sindiran dari teman-teman setiap harinya. Menahan keinginan untuk membeli barang-barang yang biasanya para yeoja sukai seperti baju dan sepatu yang modelnya selalu berganti setiap musimnya. Menghabiskan banyak uang karena harus membeli segala sesuatu yang berhubungan dengan Super Junior, menghabiskan banyak uang ketika ingin mengejar mereka, merasa sakit hati ketika salah satu membernya digosipkan sedang menjalin hubungan dengan seseorang, merasa lelah ketika harus menangkap video dan foto-foto yang bertebaran, merasa rindu yang teramat ketika Donghae tidak pernah mengabari dan menghilang dari pemberitaan. Ingin selalu ada disamping mereka, ingin selalu berada di dekatnya, namun apa yang ku bisa? Aku tidak bisa apa-apa, mereka jauh, sangat jauh dan sulit untuk ku jangkau.

Namun aku tidak pernah menyesali semuanya karena mereka memberikanku dunia khayal yang begitu indah. Mereka mengajarkanku untuk menjadi lebih kuat, mereka membuatku bekerja keras dalam meraih sesuatu yang kumau, mereka memberikanku keluarga dan pengalaman baru yang sangat berharga untukku. Mereka mengajarkan banyak hal untukku.

Donghae, sesungguhnya ia bukanlah tipe pria idealku. Lagi-lagi entah apa alasanku begitu mencintainya. Aku mencintainya bukan lagi karena ia adalah Super Junior Donghae, namun aku sudah mencintainya karena ia adalah seorang Lee Donghae. Aku begitu menyukai semua hal tentangnya, semua bagian-bagian tubuhnya, semua yang ada pada dirinya, semua yang berkaitan dengannya, bahkan aku juga begitu menyayangi ayah, ibu, dan kakaknya, walaupun aku tidak tahu bagimana rupa sebenarnya ayahnya. Aku menikmati setiap chemistry yang ada diantara kami, aku merasa Donghae selalu ada untukku setiap aku membutuhkannya.

Aku menyukainya ketika berada diatas panggung, bernyanyi dengan suara hidungnya, desahan rapp nya, dan dance nya yang begitu bebas. Aku menyukai setiap apapun pergerakan tubuhnya. Aku menyukai ketika ia kembali menjadi Lee Donghae. Donghae-ku yang diam, Donghae-ku yang tidak menyukai gelap dan kesendirian, Donghae-ku yang menangis dengan mudahnya, Donghae-ku yang masih seperti anak-anak ketika bermain dengan sahabatnya, Eunhyuk.

Merasa sakit hati ketika melihatnya mengenakan cincin dan gelang misterius yang membuat aku mulai berpikiran negatif ketika itu. Merasa sakit hati dengan setiap status harian yang ia ganti melalui twitter dan kakaonya. Merasa sesak ketika mendengar lagu-lagu ciptaannya yang menyedihkan dengan lirik yang selalu patah hati. Dan merasakan sakit yang teramat ketika mendengar pemberitaannya dengan yeoja lain. Saat itu aku benar-benar merasa dikhianati, merasa dibohongi olehnya, namun apakah aku meninggalkannya? Tidak!

Kuakui ketika itu aku sangat egois, tidak mengijinkannya bersama wanita lain, selalu marah dengannya ketika ia melakukan suatu hal yang aneh, namun bukan itu maksudku. Aku hanya..aku hanya belum siap dengan semuanya. Hari ke hari aku selalu mencoba untuk menyiapkan hati takut-takut jika suatu saat ia benar-benar akan mengumumkan kekasih yang sebenarnya. Lalu sekarang, apa aku egois ketika harus mendahuluinya menikah dengan namja lain? Hae-ah, mian-hae….

Aku mencoba memejamkan mata lagi, namun wajahnya yang tersenyum dalam mimpiku tadi terus terbayang di kepalaku. Dia sepertinya memberikan isyarat untukku mengatakan bahwa ia rela aku dimiliki oleh namja lain. Aku bangkit dari tempat tidurku berjalan menuju rak hitam beberapa meter dari tempat tidurku. Aku membukanya begitu banyak koleksiku. Album, lighstick, baju, poster, photobook, bahkan tiket ketika aku menontonnya dan handbanner dan balon berwarna biru yang kudapat ketika konsernya masih tersimpan dengan rapi di kotaknya. Ini merupakan benda-benda yang sangat berharga untukku. Tidak ada satu anggota keluargaku yang berani menyentuhnya ataupun membuangnya, karena aku akan sangat marah jika itu terjadi.

Apakah ini akhir dari masa mudaku yang indah dan penuh khayal? Apakah ini pemberhentianku menjadi seseorang yang mencintai namja bodoh yang jauh disana? Aku menangis. Donghae telah merelakanku bersama orang lain, mengapa aku terus menahannya dengan keegoisanku? Bahkan cintaku sama sekali tidak berkurang untuknya sampai saat ini.

Inilah hidupku yang belum tentu dirasakan oleh wanita lain. Pernah mencintai seseorang yang sangat jauh disana. Jika orang-orang mengatakan kisah Romeo dan Juliet adalah kisah cinta yang tragis, lalu bagaimana dengan kisah cintaku bersama idolaku? Apakah kata tragis cukup menggambarkannya? Kurasa tidak.

Hatiku begitu luas, mencintai dua orang sekaligus, dan di sudut-sudut hatiku yang lain masih tersedia dua belas tempat lagi. Aku menarik napasku, memejamkan mata, menyimpannya baik-baik dalam ingatanku, dan menceritakan pada anakku nantinya bagimana ibunya pernah memiliki dunia yang begitu indah, pernah mencintai laki-laki menyamai dengan cintaku pada ayahnya yang sebenarnya. Dan mungkin aku akan memaksa anakku nantinya menyebut laki-laki tampan dengan senyum segaris itu dengan sebutan “appa”.

Baik, aku siap. Aku siap untuk memasuki dunia baru yang akan datang menyambutku. Tentunya tanpa melupakan, tanpa meninggalkan sosok idolaku yang kucintai selama ini. Mereka memiliki kehidupan tersendiri, begitu pula denganku. Aku akan selalu menngingatnya, mengenangnya sebagai bagian dari masa laluku yang begitu indah.

………………………………………….

-Jalani apapun yang menurutmu benar, Lee Donghae. Lakukan apapun yang membuatmu bahagia, Lee Donghae. Namja bodohku, namja ikanku yang tampan, aku akan selalu mendukungmu–Sakit hati karenamu, tidak sebanding dengan semua rasa yang kau berikan selama ini–Aku lebih sakit ketika melihatmu diam, dan menghilang tanpa kabar–Aku mohon, untuk selalu tersenyum dan tertawa bebas yang membuatku ikut merasakan kebahagiaanmu–Maka dari itu, buatlah dirimu bahagia. Untukku–

–Seseorang yang sangat mencintaimu_HaeRa yeongwonhi J -861015^911114-

Iklan

12 thoughts on “[OneShoot] If I Marry (Donghae Version)

  1. nangiss habis baca ini T^T
    Kalimat2 blkgnya bikin nyesek-
    Fangirling itu emg ga gampang,
    Bahkan ada yg blg itu seperti gangguan psikologis TT

    Tp siapa peduli?
    ntar kita smua bakal nemu namja nyata dan pengen bgt terus bisa suka mreka T^T

    Vaaaa hwaiting!
    Dudang hwaitiing!
    Meskipun sbnrnya saya jg ikutan patah hati gara2 rumor itu~
    Tp balik lg, kita emg sama2 manusia, meskipun garis jodoh kita ke mereka cm sebatas idola dan fans- /nangis lagi/

    Suka

  2. onnie . aku sudah baca …
    hhhh ~~~ nyesek.
    kata-katanya buat aku nyesek.
    oke kmaren aku yang buat tapi sekarang dibuatin yang versi donghae lebih nyesek.
    ujung2nya pada nikah kan ..
    susah paya mencintai mereka tapi seperti ini balasanya, tapi kita tetep suka juga apapun yang mereka lakukan tidak peduli dengan apapun yang sudah terjadi.
    Chemistry ini benar-benar ada apa mungkin karena kita bersama-sama atau gimana? T_T apa ELF lain juga merasakan hal yang sama kayak kita?
    Memikirkan bagaimana esok kita akan menikah T_T lalu perhatianku kebagi antara suamiku dan mantan suamiku [?] ah tidak, mreka tetap suamiku yang paling tampan. Lee Hyukjae.

    Suka

  3. KRAAAAAAAAAYYYSSSSSSSS
    WAT IS DIIIIIIIIIIISS..

    Dina cinta mereka..dina ngekhayal tiap harinya tentang mereka..dina ketawa gr2 mereka..nangis..marah..seneng..
    Segala ekspresi keluar gr2 kyu n oppars.
    Nganggep suami n juga gak rela bias sama yeoja nyatanya..itu juga pasti dialami sama fangirl2 lain..

    Tp pada akhirnya..title kita gak akan berubah..tetep aja jadi fansnya..
    Nikah sama namja nyata yg tentunya cinta sama kita..

    Ah..can’t say more laaaaa..
    T_____T

    Suka

  4. Duuuuuuuuuuuu T.T
    nyesek duu, bukan krn yobo udah punya cewek nantinya atau apa, tapi krn waktu ‘itu’ pasti ntar bakal dateng.
    Ntah brapa tahun dr sekarang mesti siap” buat gak liat dy sesering skrg,
    siap” buat jarang ketemu kalian,
    siap” klo ntr gak ada waktu buat teriak” lagi,
    siap” buat ngeduain LeeDongHae sama suamiku nanti, yoboyaa T.T

    duuuu, yobo pasti ketemu cewek baik” buat pengganti kita(?) nantinya, cewek yg bikin dy senyum setiap hari..
    tetep cintai yobo apapun yg terjadi, dudang selamanya miliki lee donghae, uyak aja terus kita bo,selama itu yg bikin kamu seneng..

    Donghae oppa saranghae
    duu cho yoora saranghae :3
    dudang saranghae!!
    Dudang hwaitiiiing!!!

    Suka

  5. thorrr… serius nangis kejer 😥 donghae.. ga bisa bayangin gimana kalo ntar dia nikah atau ngumumin pacarnya. ya ampunn.. aku suka banget sama kata kata ini thor..
    “Menjadi seorang fangirling adalah keputusan terberatku
    namun aku tidak pernah menyesalinya.” bener banget.. aku ga pernah nyesel walaupun kadang harus sakit hati..
    “Jika orang-orang mengatakan kisah Romeo dan Juliet adalah kisah cinta yang tragis, lalu bagaimana dengan kisah cintaku bersama idolaku? Apakah kata tragis cukup menggambarkannya? Kurasa tidak.” tragis, menyedihkan, penuh perjuangan, pengorbanan. semuanya jadi satu 😥 😦
    keren thorrrr.. daebak!!

    Suka

  6. ommo ommo,, berasa bgd sii baca nya…

    aku akui aku emang bkn elf sejati, aku kenal super junior dr tmn ku yg emang fans berat mereka… entah knp aku jd ikutan suka ngeliat 13 namja keren itu, aku mulai suka lagu2 mereka, mulai browsing2 tentang mereka, dan aku lebih tertarik lg baca ff tentang mereka…

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s