[OneShoot] HARU

Author : @vaa_fishy

● Cast : Lee Donghae – Cho Yoora

Length : Oneshoot ● Genre : romance – straight

 

“Some people have a special way of brightening someone’s day..

And it’s with little things that mean so much

There is a phone call just at the right time,

 A hug when it’s needed,

Or a comforting word of encouragement..

Some people have a special way…

And, i have my special way… to love you…”

-Cho Yoora-

Author’s POV

“Eomma, bolehkah aku meminta alamat tempat abeonim dimakamkan?” ujar gadis yang sedang duduk di pinggir tempat tidur, kemudian ia mengambil kertas dan pulpen yang ada di atas mejanya, tangannya segera menuliskan sesuatu di atas kertas putih kecil tersebut.

“Ne, gwenchana eomma. Nanti jika aku mempunyai waktu aku akan ke Mokpo mengunjungimu. Gomawo eomma, annyeong” senyum tipis terpasang di bibirnya, ia meletakkan handphone dan memandangi kertas yang bari saja ia coreti tersebut.

…………

Gadis itu terbangun dan menggeliat di atas tempat tidur, sedikit mengerjap-ngerjapkan matanya membiasakan diri dengan sinar matahari yang masuk melalui celah-celah pintu dan jendela. Untuk hari ini ia tidak menggunakan waktu liburnya untuk bersantai dan berguling-guling di atas tempat tidur seperti biasanya, karena hari ini Yoora berencana pergi ke suatu tempat. Gadis tersebut membuka tirai yang menutupi jendelanya, kemudian membuka daun jendela tersebut membiarkan angin pagi yang segar menyentuh kulitnya.

“Bagus, hari ini cuaca begitu bersahabat denganku” gumamnya dalam hati.

Yoora menekan-nekan beberapa nomor di handphonenya, dan selang beberapa lama sebuah mobil menghampiri tempat ia berdiri. Yoora masuk ke dalam taksi tersebut dan kemudian menyerahkan kertas putih kecil yang ia tulis tadi malam kepada ahjussi yang sedang mengemudikan taksi tersebut. Ia lebih memilih menggunakan taksi, karena tidak ada seorang pun yang bisa diandalkannya untuk mengantarnya di rumah. Tuan Cho sudah berangkat pagi-pagi untuk mengurusi bisnisnya, sedangkan eomma Yoora sudah pergi ke Kona Beans tempatnya menghabiskan waktu sekarang, Cho Ahra sedang berada di luar negeri, dan sangat tidak mungkin ia meminta bantuan Kyuhyun karena ia yakin oppa-nya itu memiliki jadwal yang padat dan tidak akan mau mengantar Yoora pergi.

Yoora merogoh tasnya dan mengambil benda kecil yang sedang berdering menandakan sebuah panggilan masuk, ia tersenyum melihat nama yang terpampang di layar ponselnya, kemudian dengan segera menekan tombol untuk menjawab panggilan tersebut.

“Yeoboseyo oppa..” sapa Yoora dengan suaranya yang ceria.

“Kau dimana sekarang?” suara berat yang sangat ia kenal terdengar dari seberang sana.

“Sedang dalam perjalanan menuju rumah Hanwoo, aku menggunakan taksi jadi kau tidak perlu memarahiku karena aku mengangkat telepon saat di perjalanan” tawa renyah terdengar dari seberang yang membuat Yoora ikut tertawa mendengarnya.

“Aku sebentar lagi akan berangkat ke China untuk acara musik disana bersama para member, tidak lama hanya beberapa hari. Kemudian kembali lagi ke Korea dan berangkat ke Thailand untuk acara musik juga. Mungkin kita belum bisa bertemu, gwenchana? Jaga dirimu baik-baik” sebuah pesan hangat yang disampaikan untuknya, Yoora mendesah pelan mengingat jadwal yang sangat padat tersebut.

“Ne, gwenchana. Kau juga jaga dirimu baik-baik oppa. Sampaikan salamku untuk oppadeul yang lain, dan juga untuk setan itu. Donghae oppa, saranghae. Annyeong” Yoora menutup ponselnya dan meletakkannya kembali di dalam tas. Ia memejamkan mata, dan menghembuskan napas berat. Sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan kekasihnya tersebut, jadwal konser yang padat yang mengharuskan Donghae untuk selalu ke luar negeri membuat mereka menjadi jarang bertemu. Sebenarnya Yoora sudah sangat terbiasa seperti ini, namun ia tidak boleh egois dan mencoba mengerti pekerjaan Donghae seperti janjinya di awal ketika mereka baru memulai hubungan. Letak tujuan yang cukup jauh membuat Yoora tidak sadar hingga akhirnya tertidur di dalam perjalanan.

**

Maka disinilah Yoora sekarang, berada di sebuah bukit di daerah Mokpo dengan rumput-rumput hijau di sekitarnya. Gadis itu berjalan menuju ke sebuah makam yang terletak di seputaran bukit ini, dan setelah beberapa waktu berjalan ia akhirnya menemukannya. Seulas senyum terbentuk di bibir tipisnya, rapi dan bersih yang menandakan begitu terawatnya makam ini. Ya, ini adalah makam ayah Donghae, hari ini Yoora sengaja menyempatkan waktunya kesini untuk “bertemu” dengannya. Yoora melepas kacamata hitamnya, dan meletakkan sebuket bunga di atas gundukan tanah yang ada di hadapannya.

“Abeonim, annyeonghaseyo, apa kau sudah mengenaliku? Apa Donghae oppa pernah bercerita tentangku kepadamu? Cho Yoora imnida” sapa gadis tersebut kemudian menundukkan kepala layaknya benar mengobrol dengan seseorang yang ada di depannya.

“Hari ini aku datang sendiri, karena Donghae oppa ada jadwal ke luar negeri. Sudah lama sekali aku ingin kesini, namun ia tidak pernah sempat mengajakku kemari. Abeonim, tujuanku kemari..hmm..tidak ada.. hanya ingin memperkenalkan diriku. Aku kekasih Donghae oppa saat ini, dan ku harap kau menyetujuinya dan ku harap kami bisa bertahan sampai nanti”

Gadis itu tersenyum sesaat, kemudian menarik napas perlahan karena merasa sedikit gugup. Kemudian ia mulai melanjutkan kata-katanya kembali.

“Abeonim, aku hanya ingin berterima kasih, kau dan eomma bisa memiliki anak sepertinya. Lee Donghae, aku sangat mencintainya. Jika kau melihatnya, aku yakin kau akan bangga melihatnya saat ini. Dia tumbuh dengan sangat baik, dan menjadi bintang besar saat ini yang begitu digilai banyak yeoja dari seluruh dunia, yang kadang-kadang membuatku cemburu” kekehan pelan terdengar dari mulut gadis tersebut.

“Aku yakin kau selalu melihatnya dari atas sana, abeonim. Walaupun aku tidak mengenalmu, dan tidak mengetahui rupamu, aku yakin kau sangat tampan sama seperti dirinya. Lee Donghae saat ini sangat tampan. Aku beruntung bisa memilikinya, putramu memperlakukanku dengan sangat baik. Aku berjanji padamu akan selalu menjadi gadis yang baik untuknya, akan selalu mencintainya, dan akan selalu berada di sisinya saat ia membutuhkan, apa kau mempercayaiku?”

“Kau ingat, beberapa hari lagi adalah ulang tahunnya. Lee Donghae kita akan segera menginjak usia 27 tahun, abeonim eotteohke? Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tahu aku harus memberinya apa sebagai hadiah karena ia sudah memiliki apapun yang dibutuhkannya. Seandainya kita bisa merayakannya bersama-sama, aku yakin ia pasti sangat bahagia, karena menurutnya dirimu yang selalu berada di posisi teratas di hidupnya. Kau sangat berpengaruh dalam hidupnya. Kau tahu abeonim, aku juga menyayangi kalian, aku menyayangimu, aku menyanyangi eomma, aku menyayangi Donghwa oppa, sama seperti aku mencintai Donghae oppa. Abeonim, sepertinya hari ini aku sudah berbicara cukup banyak, nanti jika ada waktu aku akan mengunjungimu kembali, annyeong”

Yoora menundukan kepalanya kembali. Gadis tersebut kemudian mengambil botol dari dalam tasnya kemudian menuangkan cairan yang ada di dalamnya ke atas gundukan tanah tempat ayah Donghae dimakamkan. Sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu, gadis tersebut menangkupkan kedua tangannya, berdoa, kemudian menundukkan kepalanya kembali hingga akhirnya tubuhnya berjalan menjauh dari tempat tersebut.

…………………………………………………….

Yoora’s POV

Sial! Mengapa jadwal kampusku begitu padat minggu ini, tugas-tugas yang dibebankan oleh dosen tak punya hati itu pun begitu menyita waktuku. Aku tahu ini tahun terakhirku di kampus ini karena aku sudah berada di semester akhir, dan sebentar lagi harus menyusun laporan tugas akhirku. Tetapi, kenapa harus minggu ini? Waktu yang diberikan hanya sedikit sedangkan deadline untuk tugas-tugas ini benar-benar membunuhku membuatku tidak bisa bahkan untuk menarik napas untuk beristirahat. Semua rencana indahku membuat kejutan di hari spesialnya rusak sudah. Aku belum mempersiapkan apapun sedangkan waktu untuk memikirkan semuanya tidak ada. Eotteohke? Kukacak rambutku kesal dan menghembuskan napas berat ketika tugas yang kesekian diberikan oleh dosen tua di depanku saat ini.

Aku berjalan tergesa-gesa di koridor kampus ini, melihat mahasiswa-mahasiswa baru yang sedang berkumpul dan mengobrol di sepanjang koridor ini, mereka terlihat sangat bahagia. Tertawa dan sepertinya tidak ada beban berkuliah di kampus ini. Cih! Lihat saja beberapa tahun ke depan jika mereka sudah berada di tingkat akhir apakah mereka masih bisa tertawa lebar dengan wajah yang berseri-seri seperti itu. Akh memikirkan tugas-tugas itu dan ulang tahunnya yang tinggal beberapa hari lagi membuat kepalaku pusing dan sepertinya semua yang berada di sekitarku terlihat sangat menyebalkan. Ponselku yang sedari tadi berbunyi memanggil untuk dijawab pun begitu terdengar sangat menyebalkan.

“Yeoboseyo” sapaku singkat, melihat namanya yang terpampang di layar ponselku sama sekali tidak merubah mood-ku.

“Bogoshippeo nae Yoora…” ujarnya dengan suara yang ringan dan ceria. “Yaa! Wae geurae? Apa yang terjadi? Sepertinya suasana hatimu sedang tidak bagus chagiya..”

“Eo.. aku ingin cepat-cepat selesai kuliah oppa. Ini sangat membosankan dan menyebalkan. Dosen itu terus saja memberi tugas, ini sangat menyita waktuku” dan desahan berat pun keluar dari mulutku. Aku berhenti dan duduk di bawah pohon yang ada di kampus ini, menyelamatkan kulitku dari sinar matahari yang cukup menyengat hari ini. Dan beberapa saat kemudian, tawa terdengar dari seberang sana.

“Yaa!! Kenapa kau tertawa!” kesalku. Hari ini aku benar-benar kesal, aku tidak bermain-main, dan ia semakin memperburuk dengan tawa-nya yang ikut terdengar menyebalkan.

“Hei..hei, iya aku tidak akan tertawa lagi. Sudah, jangan cemberut lagi, wajahmu terlihat jelek sekali, aku bisa melihatnya dari sini. Kau tidak boleh mengeluh seperti itu Yoora sayang, sebentar lagi, tinggal sebentar lagi. Ayo selesaikan kuliahmu dan aku akan segera melamarmu, arraseo!” Dan kuakui ia memang cepat memperburuk mood-ku dan sesaat kemudian ia dengan cepat pula memperbaiki suasana hatiku. Mendengarnya berkata seperti itu, sedikit membuatku tenang dan sukses membuat bibirku sedikit tertarik.

“Hari ini aku tidak ada jadwal, hanya akan menemani Eunhyuk berbelanja. Ia ingin membeli jeans dan sepatu. Jika kau sempat datang saja ke dorm, tapi selesaikan dulu tugas-tugasmu”

“Sepertinya dua minggu ke depan aku akan sibuk sekali, tapi aku akan selalu meluangkan waktu untukmu, apakah Hanwoo juga akan ikut kalian berbelanja?”

“Anio, ia tidak ikut. Aku tahu jika ia ikut, kau pasti akan memaksa untuk ikut juga, dan pada akhirnya aku dan Eunhyuk yang akan menemani kalian berbelanja haha”

“Yaa! Tidak selalu seperti itu! Yasudah, temani saja Eunhyuk oppa, aku akan pulang. Ingat gunakan waktu luangmu untuk beristirahat juga. Annyeong oppa!”

“Ne! Jangan pernah mengeluh lagi, jalani saja. Aku yakin gadisku gadis yang kuat dan bisa melewati tugas-tugasmu dengan baik. Hwaiting chagiya, saranghae…”

Terdengar suara lembutnya berbisik di telingaku. Aku selalu menyukai saat ia mengatakan kata manis itu untukku, dan bodohnya aku selalu dan tidak bisa untuk tidak terbuai dengan kata-katanya. Ia memang pria yang suka menggombal dimana-mana, bahkan ia juga melakukan itu di negara-negara lain untuk fans-fansnya. Haah! Aku tersenyum setelah ia memutuskan sambungan telepon kami, mendengar suaranya sedikit membuat suasana hatiku baik kembali. Aku berdiri dan melangkahkan kakiku pulang ke rumah untuk segera menyelesaikan tugas-tugas ini, dan yah langkahku terasa ringan. Ia benar-benar penyemangatku yang terhebat!

**

Seperti biasa siang ini aku menghabiskan di depan layar datar ini, mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan oleh para dosen itu. Beginilah rutinitasku selama beberapa hari ini, duduk di depan laptop, dan berkutat dengan beberapa buku yang tebal, sungguh. Ini sangat memuakkan untukku. Waktuku untuk bersantai, menghabiskan waktuku untuk berguling-guling di tempat tidurku, menghabisakan waktuku untuk bertemu dan berbelanja bersama teman-temanku menjadi sangat berkurang, dan tentunya waktu ku untuk bertemu dengannya juga menjadi berkurang. Baik, aku memang sudah terbiasa untuk tidak bertemu dengannya dalam waktu yang cukup lama karena jadwal Donghae oppa yang sangat padat, tetapi biasanya aku selalu sempatkan diri untuk mengawasinya melalui internet, melihat video-videonya dan menangkap foto-fotonya saat di luar negeri, tetapi saat ini? Bahkan untuk membuka fansite nya saja aku tidak sempat. Aku begitu merindukannya. Kulirik kalender yang tergantung di sudut kamarku, tiga hari lagi ulang tahunnya dan aku belum menyiapkan apa-apa. Aish! Aku sudah tidak tahan lagi, akhirnya ku buka salah satu fansite nya dan melihat-lihat beberapa foto saat ia perform beberapa waktu yang lalu. Kupicingkan mataku untuk melihat dengan jelas, ige mwoya? Ia memotong rambutnya? Menyisakan rambut panjangnya di bagian depan, dan memangkas super pendek di bagian belakang. Dan terlihat, euhm agak aneh di mataku, namun tetap terlihat tampan.

Beberapa saat aku masih mengomeli fotonya karena ia memotong rambutnya tanpa mengabariku, namun bel rumah yang tidak berhenti sejak tadi memanggilku. Aish! Siapakah orang yang berani mengganggu kegiatanku ini! Aku beranjak dari kursi putarku menuju pintu kamar dan menuruni beberapa anak tangga untuk melihat tamu yang datang.

“Yaa Cho Yoora! Kau sudah tuli ya! Aku kepanasan dari tadi berdiri disini” belum sempat aku menyambutnya, ia sudah mengeluarkan kata-kata tajam untukku. Aish setan ini memang selalu berkata seenaknya.

“Mana aku tahu kau pulang hari ini, kau juga tidak mengabariku akan pulang hari ini” ucapku sambil menutup pintu. Ia melepas topi berikut masker hitamnya serta mantel panjangnya kemudian berjalan menuju dapur, membuka kulkas dan mengambil satu botol soft drink kemudian meneguknya hingga habis. Sepertinya benar, ia telah berdiri lama sejak tadi.

“Eomma dan Appa dimana?” tanyanya tanpa melihat ke arahku.

“Mollayo, aku di kamar sejak tadi. Jadi aku tidak tahu mereka kemana” jawabku datar, tanganku sibuk mengganti-ganti channel TV yang ada di depan kami. Entah sejak kapan Kyuhyun oppa sudah duduk di sofa sebelahku.

“Dasar bodoh! Bahkan rumah sepi pun kau tidak tahu, bagaimana jika ada pencuri masuk membobol rumah kita?”

“Yaa Cho Kyuhyun! Kau baru pulang sudah memarahiku seperti ini, lebih baik kau tidak usah pulang ke rumah. Bodoh!” aku melempar remote ke sofa tempat duduknya. Setan ini, beberapa minggu aku tidak melihatnya, dan sekarang ia pulang sudah memarahiku karena hal kecil. Ia sedikit terkejut karena reaksiku, tanpa mempedulikan Kyuhyun oppa memanggilku aku kembali menaiki tangga menuju kamarku.

Aku kembali melanjutkan aktivitasku seperti sebelum saat setan itu datang. Mengetik semua tugas-tugasku sambil sesekali melihat foto-foto Donghae oppa karena terlalu merindukannya. Aku mendengar suara riakan pintu, menandakan ada seseorang yang membuka, dan tubuh tinggi itu memasuki kamarku dan dengan seenaknya merebahkan badannya di atas ranjangku.

“Mianhae” ucapnya datar. Aku sedikit meliriknya, ia sedang membolak-balikkan majalah-majalah fashion yang berserakan diatas ranjangku. Kemudian mengembalikan fokusku pada layar di depanku, malas untuk berdebat dengannya.

“Gwenchana…” balasku datar.

“Sebagai permintaan maafku, kuantar kau membeli apapun yang kau mau” ucapnya berdiri dari tempat tidurku, mendekatiku membawa satu majalah yang ada di tangannya kemudian menunjuk-nunjuk salah satu casual dress yang ada di majalah tersebut. Rasanya ingin melompat dari tempat dudukku, tapi demi menjaga gengsi, aku menahan keinginanku dan menunjukkan wajah tidak tertarik, walaupun hatiku sudah berteriak ingin memeluk oppa-ku ini.

“Kau yakin tidak mau? Penawaranku hanya berlaku satu kali” ia menaik-naikkan alisnya berusaha menggodaku, dan menunjukkan senyum lebarnya yang sangat licik. Aish! Mengapa aku mempunyai kakak yang se-menyebalkan ini. Aku tidak menjawabnya, kemudian ia benar-benar berbalik berjalan keluar. Dan akhirnya, pertahananku runtuh..

“Oppa….” panggilku, kemudian menunjukkan senyum termanisku.

“Kau jangan senang dulu, aku hanya tidak mau Donghae hyung memarahiku, arraseo! Kkaja! Ah ya, ini oleh-oleh untukmu dari Yunani. Aku tahu kau tidak begitu tertarik dengan negara itu, dan aku juga bingung membelikanmu apa, jadi kubelikan ini untukmu, eomma, Ahra noona, dan juga Minji. Kau bisa pilih yang kau suka, mianhae aku baru memberikannya” ucapnya sambil meletakkan sesuatu di atas telapak tanganku, dan kulihat beberapa gantungan kunci bergambarkan khas negara Greece, cukup cantik. Kami berjalan bersama keluar dari kamarku, aku bergelayut manja di lengan oppa-ku yang lengannya semakin berbentuk ini. Masih juga berpikir mengapa ia bisa tumbuh begitu tinggi, sedangkan aku dan Ahra eonni bahkan tidak sampai melewati bahunya.

…………………………………………………..

Donghae’s POV

Minggu ini jadwal Super Junior tidak begitu padat. Rangkaian Super Show 4 dan kegiatan promosi album keenam pun sudah usai. Jadi kami hanya mendatangi beberapa acara musik saja, dan selebihnya adalah kegiatan individu. Aku menghabiskan waktuku untuk berdiam diri di dorm. Disaat Eunhyuk, Kyuhyun, dan Ryeowook menghabiskan waktu mereka untuk berlibur ke Yunani, aku lebih memilih diam di dorm, menulis beberapa lagu dan juga tetap berlatih gym. Rasanya ingin mengajak Yoora berlibur seperti Shindong hyung yang berlibur bersama Nari, tapi ini akan beresiko untukku dan juga Yoora. Namun aku berjanji pada diriku, suatu saat aku akan mengajaknya berlibur ke Maldives, tempat impiannya.

Seperti minggu ini, aku lebih memilih diam di dorm, beristirahat. Member yang lain pulang ke rumah masing-masing dan ada beberapa member yang masih ada jadwal untuk individu. Dan disaat-saat seperti ini aku sangat merindukan Yoora, aku mendapat waktu kosong tetapi Yoora sibuk, begitu juga sebaliknya. Jika Yoora memiliki waktu kosong, maka jadwalku akan begitu padat. Aku menghembuskan napas berat, sebentar lagi ulang tahunku. Ingin sekali menghabiskan waktu ku bersama Yoora, namun sepertinya aku tidak boleh memaksakan keinginanku disaat ia sedang sibuk seperti saat ini. Aku sedang merebahkan diriku di sofa ruang tengah dorm ini, hanya ada aku, Ryeowook dan Sungmin hyung di dorm, sepi juga tidak ada monyet itu karena ia sedang berlibur ke Amsterdam. Aku menatap gelang di pergelangan tangan kiriku, gelang pemberian Yoora satu tahun yang lalu. Aku sangat menyukai gelang tipis ini, sehingga aku selalu memakainya pada setiap event apapun. Tidak terasa waktu cepat sekali berlalu, ini tahun keduaku merayakan ulang tahun berada di dekat Yoora, karena tahun-tahun sebelumnya ia masih berada di China. Tapi aku tidak yakin, apakah tahun ini bisa merayakan bersama seperti tahun lalu lagi?

…………………………………..

Author’s POV

“Hyojin-ah, besok tolong absenkan aku. Aku tidak bisa mengikuti perkuliahan karena sedang demam” ucap gadis itu dengan suara yang dipelankan, ia menelepon salah satu teman kampusnya untuk membuatkannya tanda tangan palsu di absen perkuliahan.

“Mwooo? Anio, kau tidak perlu ke rumahku, karena setelah beristirahat besok pasti akan sembuh”

“Arraseo, aku akan meminum obat dan beristirahat. Ingat tolong absenkan aku, kau sudah pernah belajar membuat tanda tanganku kan!”

“Ne, gomawo Hyojin-ah, saranghaeyoo..”

Yoora menutup sambungan telepon yang menghubungkannya dengan seorang teman kampusnya yang bernama Choi Hyojin. Ia adalah teman sebangku Yoora di kelas dan gadis itu sering menyuruh Hyojin untuk membuatkan tanda tangan palsu jika ia sedang malas untuk pergi ke kampus.

“Ah.. Hyojin-ah mianhae, kau memang teman terbaikku” desah gadis itu, dan sesaat kemudian senyum mengembang di bibirnya. Ia kembali melanjutkan membuat tugasnya, Yoora menargetkan akan menyelesaikan semua tugasnya malam ini, karena besok banyak yang harus ia kerjakan dan hari yang sudah ditunggu-tunggunya.

Beberapa kali kegiatannnya terhenti karena mendapatkan pesan masuk di ponselnya, dan sesekali ia mendapat panggilan rata-rata dari oppadeul Super Junior, dan setiap selesai membaca pesan dan menjawab telepon senyum tipis terkembang di bibirnya. Sepertinya suasana hati gadis itu sedang baik malam ini.

**

Jam berbentuk buah apel berwana merah yang terdapat di samping ranjang Yoora sudah berdering sejak tadi, namun gadis itu belum juga membuka matanya, ia terlalu lelah karena semalaman mengerjakan tugasnya yang akhirnya ia selesaikan malam tadi. Sesekali tangannya meraih benda kecil tersebut, menekan salah satu tombolnya agar deringan jam tersebut berhenti, dan beberapa kali mematikan panggilan dari jam tersebut.

“Yoora-ya, ireona!! Yaa!!” Kyuhyun menepuk-nepuk pipi adik perempuannya tersebut untuk membangunkan gadis yang masih tertidur pulas menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.

“Yaa!! Ireona, ppaliwa!! Jadi tidak? Kau sudah terlambat!! Yaa!” Kyuhyun membuang selimutnya, kemudian mengambil jam kecil tersebut, mendekatkannya pada telinga Yoora dan membunyikan alarm-nya dengan volume yang tinggi.

“Oppa!!” Gadis tersebut berteriak dan terlonjak dari tempat tidurnya, melemparkan Kyuhyun dengan bantalnya, namun Kyuhyun segera menangkap bantal tersebut, melemparkan kembali ke arah Yoora, dan begitu tepat mengenai kepala yeoja itu.

“Yaa! Apa kau lupa hari apa sekarang? Kau bisa terlambat! Segera bersiap, jika kau lama aku tidak akan mau mengantarmu, ppali!”

“Heum?” Yoora melirik jam disebelahnya, dan seketika matanya melebar. “Oppa, kenapa kau tidak membangunkanku dari tadi? Aish! Tunggu sebentar aku akan bersiap!” gadis tersebut melompat dari tempat tidurnya, segera mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamarnya sedangkan Kyuhyun hanya mencibir perkataannya adiknya tersebut.

“Kau saja yang tidur seperti kerbau, aku sudah membangunkanmu sejak tadi, ppali!”

“Diam, aku bisa mendengar yang kau bicarakan dari sini!” teriak gadis tersebut dari dalam kamar mandi yang memang terdapat di dakam kamarnya. Kyuhyun merebahkan kembali tubuhnya di atas ranjang adiknya sambil menunggu gadis itu selesai bersiap.

“Jadi bagaimana rencanamu hari ini?” tanya Kyuhyun, saat ini mereka sudah berada di dalam mobil.

“Bodoh, mengapa bertanya lagi. Seperti yang sudah kita rencanakan kemarin, kau bagaimana? Setelah ini apakah langsung menjemput Minji eonni? Oppadeul yang lain juga sudah memberitahuku mereka sudah dalam perjalanan” Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Yoora, ia hanya mengangguk menanggapi. Yoora tidak henti-hentinya menunjukkan senyumnya sejak tadi, dan sepertinya hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan untuk mereka.

**

Yoora masuk ke apartemen tersebut berjalan beriringan dengan Kyuhyun disebelahnya. Sesampainya di depan lift, mereka berdua masuk dan Kyuhyun menekan beberapa angka-angka yang menempel di sebelah kanan lift tersebut. Dan tidak lama kemudian tubuh mereka berdua pun terangkat naik. Apartemen ini belum begitu ramai seperti biasanya karena hari yang masih pagi. Lift tersebut berhenti dan keduanya berjalan di salah satu koridor di dalam apartemen ini hingga sampai di depan sebuah kamar yang penuh coretan di kanan kiri temboknya.

“Kyuhyun oppa, gomawoyo~” bisik Yoora dengan menjinjitkan kakinya agar setara dengan telinga Kyuhyun, namun sia-sia juga karena tubuh namja itu terlalu tinggi. Kyuhyun masih menekan-nekan angka di depan pintu tersebut, agar bisa masuk ke dalam.

“Ne, kau jangan macam-macam di dalam, arraseo! Aku pergi dulu, sampai bertemu disana nanti”  ucap Kyuhyun sambil sedikit mengacak rambut depan Yoora, gadis itu pun mengangguk dan melambaikan tangannya ketika tubuh Kyuhyun menjauh,

Gadis yang sedang berdiri di depan pintu itu segera masuk ke dalam kamar yang ada di hadapannya. Suasana di dalam kamar tersebut sedikit berbeda dari biasanya, sepi seperti tak berpenghuni. Kemudian ia masuk ke salah satu kamar yang ada d dalam ruangan tersebut. Yoora membuka dan menutup pintu tersebut dengan sangat hati-hati agar pemiliknya tidak terbangun. Tangan Yoora terlipat di depan dadanya ketika melihat keadaan kamar bernuansa biru putih itu sedikit berantakan, di atas tempat tidur terdapat seorang namja yang sedang tertidur pulas dengan mulut setengah terbuka.

Gadis itu mulai merapikan kamar tersebut. Yoora mengambil dan menyusun dengan rapi kertas-kertas yang berserakan di atas meja. Kemudian mengambil satu persatu baju-baju kotor dan menaruhnya di dalam keranjang. Ia tidak membuka tirai penutup jendela di kamar itu agar tidak membuat sang pemilik kamar terbangun karena silau.

Setelah dirasanya bersih dan rapi, kemudian Yoora membuka bungkusan yang ia letakkan tadi di atas meja kecil di samping tempat tidur, mempersiapkan jika nanti pemilik kamar terbangun. Ia kemudian duduk di pinggir ranjang, sesekali tersenyum dan menahan tawanya melihat ekspresi lucu dari seseorang yang tertidur dan masih belum menyadari kehadirannya. Yoora masih memandangi wajah namja itu, memandangi wajah yang sedang tertidur dan menikmati mimpinya sendiri, wajah tertidur yang terlihat sangat damai.

…………………………………………………..

Donghae’s POV

Mataku masih terasa berat, namun karena panggilan dari perutku yang merasa sangat lapar dengan berat hati ku buka mataku. Aku bergerak menggeliat dan meregangkan otot-ototku, rasanya malas sekali beranjak dari ranjang ini, aku menoleh dengan mata yang masih setengah terpejam, namun tiba-tiba kurasakan sesuatu menempel di bibirku, apa-apaan ini?

“Saengil chukahamnida, Donghae oppa… Saranghaeyo~” bisik seseorang tepat ditelingaku, kemudian dengan cepat ia mencium pipi kananku.

Kurasa ini hanya mimpi karena terlalu merindukannya, aku kembali memejamkan mataku dan mengatur posisi kepalaku senyaman mungkin, namun beberapa saat kemudian kembali kurasakan pipiku dicium berkali-kali olehnya. Mataku terbuka lebar, mendapati sosok yeoja yang sedang membawa sebuah cupcake dan sebatang lilin kecil diatasnya. Aku mengusap mataku, masih belum percaya yeoja ini bisa berada disini. Dan setelah aku benar-benar sadar dan meyakinkan diriku bahwa ini nyata, aku tersenyum. Ia merentangkan tangannya, aku mengerti. Aku segera meraih tubuhnya, membawanya ke pelukanku.

“Yaa! Cepat tiup lilinnya, dan ucapkan permohonan” ujarnya setelah ia melepas pelukanku. Aku masih belum sempat mengatakan apapun, hanya menuruti kata-katanya, memejamkan kembali mataku mengucapkan sebuah permohonan, dan meniup lilin diatas kue kecil yang ada di tangannya.

“Chagiya! Gomawoyoo~ ah aku bahkan sampai tidak tahu harus mengatakan apa padamu, jinjja gomawo, nado saranghae..” tangan kiriku meraih kepalanya mendekatiku, dan dengan cepat bibirku menyentuh bibirnya. Kecupanku berubah menjadi sebuah lumatan-lumatan kecil dan ia pun membalasnya.

“Hentikan, cepat mandi dan pakai bajumu kemudian kita sarapan, aku sudah menyiapkannya untukmu.”

“Kau memasak?” aku mengerlingkan mataku, tidak percaya bahwa gadis ini memasak, dia hanya mengerucutkan bibirnya.

“Ppaliwa, kkaja! Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat setelah itu”

“Mwo kemana? Tapi aku masih betah seperti ini, bogoshippeo~” aku menarik tubuhnya hingga terjatuh di atasku, kemudian menciumnya kembali, tangannya memukul-mukul dadaku agar aku melepaskan pinggangnya.

Ia berdiri di samping ranjangku kemudian menarik tanganku dan menyeretnya hingga sampai di depan kamar mandi. Sepertinya ada yang sedikit berbeda dari kamarku semalam, lantainya bersih, baju-baju dan kertas-kertas seingatku masih berserakan tadi malam. Aku menoleh ke arahnya, dan ia tersenyum. Tidak tahan untuk tidak memeluknya, mengapa Yoora begitu manis hari ini, dan aku tidak bisa menggambarkan perasaanku saat ini, lebih dari sekedar bahagia, sangat bahagia. Dengan handuk yang masih tergantung di leherku, aku mendekatinya dan memeluknya dari belakang.

“Neoui harue..Naui harue.. seoro-ga itkiye nan modeun geo-shi areumdawo…”

Aku menyayikan lagu itu di samping telinganya, lagu yang kubuat untuk Yoora. Rasanya tidak ingin melepaskan, terlalu merindukan dan mencintainya.

**

“Yoora-ya, mengapa bisa masuk ke dalam? Member yang lain dimana?” tanyaku ketika melihat dorm begitu sepi tidak seperti biasanya.

“Mollayo~ sejak aku datang keadaan dorm sudah seperti ini. Hei, aku bisa melakukan apapun Lee Donghae, masuk ke dorm ini hanyalah masalah kecil untukku” jawabnya sambil menjulurkan sedikit lidahnya, sangat lucu. Kami berjalan menuju pintu basement, Yoora akan mengajakku ke suatu tempat hari ini. Entahlah, aku hanya mengikutinya hari ini, selama masih bersamanya.

“Oppa, mana kunci mobilmu?”

“Ne??”

“Mana kunci mobilku? Hari ini biarkan aku yang menyetir”

“Andwae~ Aku yang akan menyetir, kau tinggal sebutkan kita mau kemana” tolakku, tidak mungkin aku membiarkannya menyetir. Hari ini ia sudah melakukan banyak hal untukku. Dan beberapa saat kemudian, aku bisa melihat perubahan ekspresi wajahnya, aku sangat tahu ini jika keinginannya tidak dipenuhi.

“Arra..arra.. tapi kau harus berjanji jika merasa lelah, aku yang akan menyetirnya!” sorakan kecil tedengar dari mulutnya, aku mengacak rambutnya dan kami segera memasuki mobil putih ini, membiarkan ia membawaku kemanapun hari ini.

Yoora membuka blazernya hanya meninggalkan dress santai dengan model kemben tanpa tali, menunjukkan pundaknya yang mulus dan tulang selangkanya yang menurutku sangat indah. Ah yeojaku ini tidak kalah seksinya dengan girlgroup-girlgroup yang sering satu panggung denganku. Aku menelan ludahku, menghapus beberapa pikiran nakal yang sempat melintas. Aku benar-benar merindukan yeojaku ini.

“Yaa! Oppa, wae geurae? Mengapa kau menatapku seperti itu? Apakah ada yang aneh? Aish, wajahmu terlihat mesum sekali!” ujarnya ketika menoleh dan mendapatiku sedang tersenyum menatapnya.

Aku memiringkan sedikit tubuhku, menarik kepalanya, dan dengan cepat mencium pipinya.

“Anio, gadisku hari ini sangat manis” ucapku tulus sambil mengacak rambutnya yang sengaja digerainya.

“Hei, apa kau memotong rambutmu? Yaa! Kau bahkan tidak memberitahuku kau memotong rambutmu. Kau sempat pergi ke salon, tapi tidak sempat menemuiku” aku melihat sedikit perubahan pada rambutnya. Rambutnya terlihat lebih pendek sekarang. Dia hanya menunjukkan senyumnya ketika aku mengatakan seperti itu.

“Kau juga tidak memberitahuku kau memotong rambutmu! Aku tidak suka dengan model rambutmu yang sekarang, pendek dibelakang dengan poni yang begitu panjang, terlihat sangat jelek” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Benar juga, aku lupa memberitahunya hal kecil ini.

Sudah dua jam kurang lebih kami berada di dalam perjalanan dan belum juga sampai di tempat tujuan, sebenarnya ia akan mengajakku kemana. Ah chakkaman, sepertinya aku sangat mengenali jalan-jalan ini, ini jalan menuju ke rumahku. Apa gadis ini akan mengajakku pulang ke Mokpo? Apakah dia kuat menyetir sejauh itu? Kami sempat berhenti untuk membeli soft drink, dan beristirahat karena Yoora merasa lelah, namun gadis ini begitu keras kepala ingin tetap menyetir sampai di tempat tujuan.

Dan setelah beberapa lama kemudian, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Yoora meregangkan sedikit badannya, sebelum akhirnya menyuruhku untuk turun. Tempat ini….

…………………..

Yoora membuka bagasi mobilnya, mengambil beberapa buket bunga yang masih terlihat segar. Kami berjalan menyusuri bukit-bukit yang ada di tempat ini sambil berpegangan tangan, hari ini tempat ini cukup sepi dan aku yakin tidak ada fans yang akan mengikutinya hingga kemari.

Akhirnya kami sampai. Ya, ini adalah tempat makam appa. Aku tidak tahu harus melakukan apa, karena ini benar-benar diluar dugaanku, aku bahkan tidak berpikir ia akan mengajakku kemari karena aku belum pernah memberitahunya tempat ini. Aku menatapnya, ia tersenyum sambil membenarkan letak kacamata bening dengan bingkai coklatnya.

Aku dan Yoora menaruh buket-buket bunga ini di atas gundukan tanah tempat appa dimakamkan. Sudah lama sekali aku tidak mengunjunginya kemari, dan terakhir kulakukan saat promosi albumku bersama Eunhyuk, “Deottda Oppa”. Aku berdiam diri, tidak tahu harus mengatakan apa, masih terlalu belum percaya gadis ini mengajakku kemari.

“Annyeonghaseyo abeonim” suara riang itu begitu jelas terdengar ditelingaku, aku mengangkat kepalaku, menoleh ke arah Yoora yang sedang menundukkan kepalanya.

“Ah abeonim, bogoshippeoyo~” “Bagaimana, apa kau merindukannya? Aku berhasil mengajaknya kemari hari ini, dan beruntung hari ini ia sedang tidak ada jadwal. Bagaimana abeonim, apakah aku terlihat cocok mendampingi Donghae oppa?” ucapnya panjang lebar kemudian menoleh ke arahku.

“Yaa! Mengapa kau diam, kita sudah sampai disini” ujarnya lagi sambil menyenggol lenganku.

“Annyeonghaseyo abeonim…” ucapku pada akhirnya. “Aku tidak tahu bahwa kalian sudah saling “mengenal” dan hari ini dia menculikku dan menyetir sendiri hingga sampai disini” aku memotong perkataanku dan meliriknya yang masih bersimpuh manis disebelahku.

“Mianhae, aku belum sempat mengunjungimu. Dan hari ini aku tidak membawa apapun, ini dipersiapkan semuanya oleh Yoora. Otteo abeonim? Apakah kau menyukai gadis pilihanku? Ini dia. Cantik, bukan? Mianhae aku belum pernah mengajaknya kemari” aku meliriknya kembali, ia tersipu sangat jelas terlihat rona merah di pipinya. Yoora bergerak meraih tas besarnya.

“Abeonim, kau ingat ini hari apa? Kami berkunjung kemari aku harap kita bisa merayakannya bersama-sama” aku menatap Yoora tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya, hingga akhirnya ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

“Saengil Chukkahamnida.. Saengil Chukkahamnida.. Saranghaneun Uri Donghae.. Saengil Chukkahamnida…”

Ia tersenyum menatapku, menyanyikan lagu itu lembut dengan tangannya memegang sebuah kue kedua hari ini tanpa lilin karena angin disini tidak memungkinkan untuk menyalakan lilin. Aku tidak tahu bagaimana ekspresi wajahku saat ini, yang jelas aku tahu mataku basah dan menitikkan sesuatu. Untuk pertama kalinya… Untuk pertama kalinya semenjak appa meninggalkanku, semenjak aku debut, untuk pertama kalinya aku merayakan ulang tahunku disini.. “dihadapannya”. Aku tidak bisa mengekspresikan rasa di dalam hatiku saat ini. Aku sangat bahagia, sangat.. Namun disisi lain ada kerinduan yang begitu mendalam pada appa. Mungkin sekarang ia sedang berada disamping Yoora ikut bertepuk tangan menyanyikan lagu ulang tahun untukku, mungkin appa sedang melihatku dari atas sana dan tersenyum, mungkin appa sudah bersatu dengan angin yang sejuk dan menyentuhku kulitku lembut.

Aku menatap Yoora sesaat, matanya juga merah dan sedikit berair, gadis itu mengangkat kuenya tepat dihadapanku, kemudian ia mengambil pisau, menyuruhku memotong kuenya, dan meletakkan diatas piring kertas. Kue potongan pertama kuletakkan di dekat batu nisan appa, dan saat itu air mataku kembali menetes. Ingin sekali ia ada disini saat ini, mengucapkan selamat ulang tahun padaku, menjabat tanganku, memelukku, dan ingin ia melihat keberhasilan yang kuraih saat ini. Bahkan, aku belum sempat membahagiakannya dengan keringatku sendiri, appaku adalah orang yang paling berpengaruh dalam hidupku. Dan diulang tahunku saat ini, permohonanku bolehkah aku minta ia kembali?

“Appaa~ bogoshippeo.. Lee Donghae begitu mencintaimu. Jeongmal kamsahamnida appa…” bisikku dalam hati, dan tanganku bergerak mengusap-usap debu yang menutupi batu nisannya tempat namanya dituliskan.

Kami tidak menyadari, siang semakin berlalu. Aku mengajak Yoora berpamitan.

“Appa~ bagaimana aku tidak semakin mencintai gadis ini? Dia begitu baik, ceria, walaupun kadang sangat menyebalkan dan cerewet. Seandainya kau masih bersama kami disini, kalian pasti akan menjadi sangat dekat, appa pasti juga akan cepat menyayanginya. Appa, aku berjanji akan terus berusaha untuk membahagiakanmu dan eomma. Kami pergi dulu, aku akan kembali mengunjungimu di lain waktu” ucapku panjang lebar, dan menganggap appa benar-benar ada di hadapanku saat ini.

“Abeonim, terima kasih untuk hari ini.. Annyeong” Yoora membungkukkan badannya berpamitan.

Kami berbalik berjalan menuju parkiran. Aku menggenggam tangannya erat, tidak ingin melepaskannya semenit pun.

……………………………………..

Author’s POV

“Oppa, apa kau bahagia?” tanya Yoora ketika mereka sudah sampai di depan mobil. Donghae diam tidak menjawabnya, ia menarik tubuh Yoora memeluk gadis itu. Menjadikan tubuhnya menempel dengan tubuh Yoora, menghapus jarak diantara mereka. Donghae mencium kening Yoora lama, gadis itu memejamkan matanya mendapat ciuman tulus dari namjanya.

“Jeongmal saranghae~” bisik Donghae lembut.

“Yoora-ya, karena sekarang kita berada di Mokpo bagaimana jika langsung ke rumah? Aku ingin melihat keadaan eomma, apa kau tidak keberatan?”

“Yaa! Apa yang kau katakan! Tentu saja aku tidak keberatan, aku tidak menyukai caramu bertanya seperti itu” jawab gadis itu tajam, ia merogoh tempat kecil di tasnya tempatnya biasa menaruh kunci.

“Ne, mianhaeyo~ Ah bukan maksudku seperti itu.. Kalau begitu sekarang biarkan aku yang menyetirnya” ucap Donghae sambil merampas kunci yang ada di tangan Yoora dengan cepat.

“Kau bisa tidur jika kau mau, pasti kau sangat lelah hari ini” Donghae memasangkan seatbelt Yoora, kemudian memasukkan CD yang ada di dalam mobilnya, album keenam Super Junior.

Dan benar saja, belum beberapa lama di dalam mobil, gadis itu benar-benar sudah tertidur. Yoora memang bisa tidur di mana saja, apalagi jika sudah jam-jam siang seperti ini ditambah lagi ia mengerjakan banyak pekerjaan sejak pagi. Donghae tersenyum melihat gadisnya, ia merapikan rambut Yoora yang terjatuh menutupi wajahnya, dan sesekali membenarkan posisi kepala Yoora agar saat bangun nanti gadis itu tidak merasa kesakitan karena tidur dalam posisi duduk di dalam mobil.

Donghae memarkirkan mobilnya did epan salah satu rumah bercat krem yang dekat dengan pantai tersebut. Rumahnya…

“Chagiya ireona… Yaa! Chagiya” Donghae menepuk-nepuk pipi Yoora lembut, berusaha membangunkan gadis itu. Ia hampir saja menyerah dan berpikiran untuk menggendong Yoora masuk ke dalam rumah jika saja gadis itu akhirnya terbangun. Donghae sangat tahu, jika sudah tertidur, gadis itu akan sangat susah untuk dibangunkan dan ia akan marah jika merasa tidurnya diganggu.

Mereka turun dari mobil dengan membawa beberapa tas putih besar berisi banyak makanan yang sempat dibeli Donghae saat pulang dari makam tadi. Ia berencana memberikannya pada eomma dan hyungnya.

“Eommaaa…..” teriak Donghae dari luar pintu.

Pintu tersebut terbuka menampakkan seorang namja bertubuh lebih tinggi dari Donghae. Donghae dan Yoora masuk ke dalam rumah tersebut.

“Hyung, mengapa rumah sepi sekali? Eomma dimana?” tanya Donghae ketika melihat keadaan rumah yang sepi. Ia meletakkan barang-barang yang dibawanya di atas meja.

“Eomma sedang dipantai, ayo kita kesana. Aku yakin Yoora pasti merindukan pantai disini bukan?” Ucap Donghwa bersemangat, ia menarik tangan Yoora, dan gadis itu pun juga bersemangat sekali.

“Yasudah kalian kesana, aku menunggu di rumah saja”

“Waeyo oppaaa…. Aku bersemangat sekali hari ini. Ayolah..” Yoora menarik-narik tangan Donghae menyuruhnya untuk berdiri.

“Donghae-ah, kau sudah mengajak Yoora jauh-jauh kesini, dan sekarang kau tidak mau menemaninya melihat-lihat pantai. Yaa! Kau tidak mau bertemu eomma? Eomma ada di pantai. Ah! Tepat sekali, kau membawa banyak makanan, ayo kita piknik disana” Donghwa mengamil bungkusan-bungkusan yang diletakkan Donghae tadi sedangkan namja itu hanya mengikuti keinginan dua orang dihadapannya ini, apalagi Yoora sejak tadi menunjukkan wajah memohonnya, yang membuat Donghae selalu menurutinya.

“Donghwa oppa, Haeri onnie dimana? Mengapa dia tidak ikut kesini?”

“Ne, aku sudah memberitahunya. Tapi ia harus ke kembali ke Jepang untuk melanjutkan tugas akhirnya”

Mereka bertiga berjalan menyusuri pantai menuju ke suatu tempat yang ditunjukkan oleh Donghwa. Tawa tidak lepas dari bibir mereka, terlihat sangat bahagia.

……………………………………

Donghae’s POV

Kami berjalan menuju tempat eomma, seperti yang dikatakan oleh Donghwa hyung. Cih! Gadis ini mengapa tampak begitu bersemangat sekali, biasanya bangun tidur ia akan menyesuaikan mood-nya terlebih dahulu, tapi tidak untuk kali ini. Yoora terlihat begitu bersemangat, aku tahu dia sangat menyukai pantai disini tapi……

Dari kejauhan aku melihat segerombolan anak muda sedang berkumpul. Entah apa yang mereka lakukan. Wow! Bahkan di pantai ini sekarang juga bisa bermain voli, aku melihat net pembatas yang terbentang disana. Lama tidak pulang, aku begitu melewatkan banyak perubahan. Semakin dekat, perasaan tidak enak mulai menyelimuti hatiku.

Dan benar saja, begitu anak-anak muda itu berbalik mereka bersiap menyiramku dengan air. Aku berlari, namun jumlah mereka yang banyak mengalahkanku. 9 ember air laut tumpah diatas kepalaku, menyiram bajuku hingga seluruh tubuhku basah. Mereka terlihat begitu bahagia, tawa mereka begitu membahana mengalahkan ombak pantai ini. Ku ralat ucapanku, mereka bukan anak muda lagi, karena semuanya hampir menginjak usia kepala tiga.

“Donghae-aaah… Saengil Chukkaeyoooo~” teriak mereka berbarengan. Aku mengambil pasir dengan kedua telapak tanganku, mereka berlari dan aku mengejar mereka. Bagus sekali hari ini, semua member ada disini dan mengerjaiku.

Kami berjalan menuju ke tempat mereka berkumpul tadi, Kyuhyun dan Yesung hyung bahkan masih berniat menyiramku sedangkan yang lainnya masih belum puas menertawaiku. Aku begitu bahagia hari ini. Ah ternyata mereka semua ada disini, pantas saja di dorm sangat sepi tadi pagi.

“Bagaimana tulisanku, apa kau puas!” Eunhyuk dengan bangga menunjukkan tulisan “Happy Birthday”nya yang ia tulis di atas pasir pantai.

“Yaa! Monyet! Kau sudah kembali?”

“Sebenarnya aku masih sangat betah di Amsterdam, tapi mengingat ulang tahunmu, aku akhirnya memilih untuk pulang” jawabnya dengan intonasi seperti orang yang menyesal. Sungguh menyebalkan! Namun aku sangat bahagia hari ini! Aku baru menyadari, Yoora tidak bersamaku lagi. Sepertinya Leeteuk hyung mengerti, ia menunjuk ke arah yang berlawanan, aku menoleh kebelakang.

Betapa terkejutnya, disana sudah tersedia banyak makanan. Ada Hanwoo, Minji, Raerin, Yoora dan yang lainnya, dan juga ada Eomma disana. Gadis-gadis itu mengangkat tangannya membentuk hati di atas kepala ketika aku menoleh. Aish! Ternyata para pria tua ini mengajak kekasih mereka kesini.

“Donghae-ah, ayo kita bermain, ppaliwa!” ucap Siwon melempar-lemparkan bola di tangannya ke udara. Aku segera melepas bajuku yang basah, dan siap bergabung bersama mereka, bermain voli di pinggiran pantai Mokpo. Para gadis itu duduk di pinggir pantai memperhatikan kami yang sedang bermain voli, sesekali mereka bersorak menyemangati kekasih-kekasih mereka, aku sempat melirik Yoora yang entah sejak kapan sudah mengenakan bikini. Aish! Ini pasti suruhan Hanwoo kekasih Eunhyuk.

Kami bermain hingga sore, sedangkan Yoora dan para yeoja lainnya sudah mandi di pinggir pantai. Aku duduk beristirahat karena merasa lelah, memperhatikan Yoora yang terlihat begitu bahagia. Ia sedang saling melemparkan pasir dengan Ryeowook. Sungmin dan Minrin sudah berduaan sejak tadi, mereka memang pasangan yang sudah matang. Aku berlari-lari kecil menyusul mereka yang tengah bermain air. Eunhyuk, Yesung hyung, Leeteuk hyung, Kangin hyung, dan Shindong hyung menyusulku. Sedangkan Siwon dan Kyuhyun hanya duduk di pinggir pantai, melihat kami sambil memperhatikan matahari yang akan tenggelam.

Kami berlarian, saling memercikkan air, mencoba menantang ombak kemudian berlari ketika ombak mulai menghampiri. Semuanya terlihat sangat bahagia. Eunhyuk dan Hanwoo saling melumuri tubuh mereka dengan pasir basah,  entah apa yang ada dipikiran mereka. Aku melihat Leeteuk hyung menarik Raerin mengajaknya menjauh dan duduk berdua diatas karang, sepertinya Hyung sangat memanfaat waktunya sebelum ia akan pergi militer sebentar lagi. Aku mengangkat tubuh Yoora, mengajaknya agak ke tengah laut, membuat kakinya menendang-nendang di udara karena ketakutan.

“Yaa! Mengapa berpakaian seperti ini! Sebentar cepat ganti bajumu”

“Oppa, kamu menyuruhku memakai baju panjang ke pantai? Konyol sekali!”

“Tapi setidaknya kau memakai baju seperti Minji atau Minrin onnie saja. Kau mau menggoda member lain dengan berpakaian seperti ini hah” ucapku yang membuatnya mengerucutkan bibirnya, aku tertawa melihat ekspresinya, gemas.

“Shirreo, aku tidak mau! Oppa, badan Siwon oppa ternyata begitu bagus ya, baru kali ini aku melihatnya sedekat ini” ucapnya yang membuatku menarik telinganya.

Aku menempelkan hidungku dengan hidung Yoora, menggesekkannya sedikit sebelum akhirnya ombak besar menerjang kami.

……………………………………..

Author’s POV

Nyonya Lee menyiapkan semuanya di pinggi pantai. Ia meletakkan tikar kemudian menghidangkan banyak makanan diatasnya. Donghae, Yoora, dan yang lainnya duduk diatas tikar lain yang sudah disiapkan.

“Happy Birthday… Happy Birthday…..” Yesung bernyanyi dengan nada tinggi dan suara khasnya, membuat yang yang lain tertawa karena pelafalan bahasa Inggrisnya yang terdengar aneh. Kemudian mereka semua bersama menyanyikan lagu tersebut.

“Donghae-ah kau harus berterima kasih pada Yoora” ucap Leeteuk Hyung. Alis Donghae bertaut terlihat bingung.

“Ia yang menyiapkan semuanya ini dan menyuruh kami semua kesini” lanjut Sungmin hyung.

“Ne, bahkan ia merepotkanku sekali. Membangunkannya tadi pagi kemudian mengantarnya ke dorm, kalian benar-benar merepotkan saja” Minji memukul kepala Kyuhyun karena ucapan asalnya tersebut yang membuat member yang lain tertawa termasuk eomma Donghae.

Mereka semua makan makanan yang telah disediakan, makan dipinggir pantai ditemani suara deburan ombak. Tawa pun selalu menghiasi semuanya akibat lelucon dari Shindong dan Leeteuk. Berkumpul bersama seperti ini sekaligus menikati liburan membuat wajah-wajah para member nampak fresh, terlepas dari kegiatan mereka yang begitu padat. Semuanya begitu menikmati suasana pantai sebelum akhirnya nanti harus kembali dengan setumpuk kegiatan yang sudah menunggu.

……………………………………………..

Your one day, my one day..

Because of each other everyday can be beautiful

Don’t bring up, breaking up, such hurtful words

Just stay by my side like this

(Haru – LeeDonghae)

“Apalagi setelah ini?” tanya Donghae ketika akhirnya mereka hanya berdua di dalam kamar Donghae masih di Mokpo, sedangkan member lainnya memilih untuk kembali ke Seoul. Yoora yang sedang mengeringkan rambutnya yang basah hanya mengedikkan bahunya.

Donghae mendekati Yoora dan duduk tepat disebelah gadis itu.

“Jeongmal gomawo untuk hari ini, sayang! Kau membuat hari ini begitu sempurna” ucap Donghae lembut.

“Oppa, mianhae aku tidak bisa memberikanmu apapun”

“Hei, kau tidak memberiku apapun? Lalu semua kejutanmu sejak pagi kau sebut apa? Ini semua lebih berharga dari barang dalam bentuk apapun”

“Tapii…”

“Ssst! Aku tidak ingin mendengarkan apapun lagi”

Yoora melangkah menuju jendela kamar Donghae, menyibakkan tirainya. Rambutnya sedikit beterbangan karena angin yang berhembus, jendela ini berhadapan langsung dengan laut yang ada di depannya.

Donghae mendekatinya, ia memeluknya dari belakang.

“Yoora-ya…”

“Hmm?”

“Kali ini biarkan aku yang berbicara. Yang pertama, terima kasih untuk hari ini. Aku tidak tahu harus mengatakan apapun padamu. Aku hanya ingin meminta satu hal padamu, jangan tinggalkan aku. Jangan pernah berkata lelah untukku seperti waktu itu. Kau tahu ketika kau mengatakan itu aku rasanya hampir gila. Aku tahu itu kebodohanku memakai cincin kita di depan umum, lalu lagu “Y” itu memang untuknya, namun ia hanya masa laluku seperti yang kau tahu. Aku menegaskan padamu, jangan pernah dengarkan apapun yang bukan keluar dari mulutku. Apa kau mempercayaiku? Aku bisa menebus lagu itu dengan puluhan lagu yang kutujukan untukmu. Ah, sudahlah, lupakan! Jangan pernah berkata lelah lagi padaku, kumohon kau bertahan. Jangan pernah melepaskan genggamanku, jangan pernah melihat yang lain selain melihatku, arraseo?” Yoora yang berada di dalam dekapan Donghae hanya mengangguk.

“Baik, tidak perlu kau membahas itu lagi hari ini. Aku sakan selalu melihatmu, hmm..” jawab Yoora tersenyum, ia menyapukan tangannya di pipi Donghae lembut.

“Hari-hariku, aku tidak bisa berhenti mencintaimu, kumohon jangan, jangan pernah meninggalkanku..Saranghaeyo~” Donghae mengeratkan pelukannya di pinggang Yoora, bibirnya bergerak menyentuh pipi gadis itu.

“Saengil chukkaeyo, Donghae oppa.. kau tahu aku menyiapkan sesuatu lagi untukmu” Yoora berbalik, namun ia masih tetap berada di dalam pelukan namjanya.

“Mwoyaa? Apa lagi??”

Yoora dengan cepat menempelkan bibirnya tepat di bibir Donghae. Gadis itu melumat lembut dan tentu saja segera dibalas oleh Donghae. Saling melumat dan memagut, begitu tulus, lembut, dan mencoba mengungkapkan rasa di hati mereka lewat ciuman tersebut. Keduanya saling memejamkan mata, menikmati sensasi yang mereka ciptakan. Angin yang masuk melalui celah-celah jendela, seakan menjadi penetral suasana yang mulai memanas di dalam.

“Kau tahu, mata ini, hidung ini, bibir ini milikku” ucap Yoora sambil menyentuh lembut bagian-bagian tubuh Donghae yang menjadi favoritnya.

“Kau tahu, semua yang ada pada tubuh Cho Yoora adalah milik Lee Donghae” Donghae menunjukkan senyum segaris yang sangat disukai Yoora, kemudian ia mengangkat tubuh Yoora, merebahkannya diatas ranjang, melumat bibir gadisnya melanjutkan aktivitas mereka yang sempat tertunda tadi di malam yang spesial ini.

-END-

Yaayy!! Akhirnya selesai juga hutang saya.. Saengil Chukkae Lee Donghae yang tercinta…. ^^ Mianhae, mungkin ultahnya memang sudah lewat, niatnya ngepost pas ultahnya gabisa gara2 author sibuk kuliah. Untuk cerita harap dimaklumi ya, ini ff tanpa konflik, hanya ingin membuat sesuatu di ulang tahunnya aja. Jadi, yah jadinya sederhana, tapi diharapkan semuanya suka yah ^3^ Ini juga masih ada hubungannya sama ff “861015 special ultah Hae” tahun lalu juga 😀 Sebenernya, Haru, Can’t Stop Loving You, Plz Don’t, sama Don’t Say Goodbye itu untuk Cho Yoora *tebar confetti*

Hae-ah, Saengil Chukahamnida… Segala doa yang terbaik dariku untukmu. 27 tahun Donghae-ku. Dan semoga untuk tahun-tahun ke depan kamu dan aku masih tetap seperti ini. 15 oct 2012 – nv.cho – HaeRa Yeongwonhi !! ^3^

Author tetep butuh komen dari readers tercintah.. gomawooo ^3^

Iklan

24 thoughts on “[OneShoot] HARU

  1. Itu adegan endingnya aku butuh penjelasan /plaaaaaak

    Hahaha nice, manis, curcol, dan terharu bacanya. Kkk aku selalu sensi kalo ada adegan di makam bokapnya hae. Entahlah donghae dan appanya itu… Sesuatu, inget star life teater.

    Konsep real life oppa~ kangen..
    kyu, kau bahkan ngasi hadiah Minji cuma gantungan kunci plg dr Yunani?! Lol lu kira jogja!
    Pria2 tua,, sungmin dan minrin pasangan yg matang?! /choyoora kamu tidak tau kakakmu jg sangat matang memperlakukan saya/

    Image choyoora memakai bikini *kulik*
    bisa menebus dengan puluhan lagu lain,, aaaaaa dan kesibukan2 oppa yg tidak terjamah oleh keterbatasan wktu saya hikssss
    Cho yooraaa kita senasib. I hate real laip. FF ini ngobatin kangen…..

    Diolasss kangen nulis.. Wait me reader..

    Suka

    • hihi gomawo sudah baca onniyaaa~
      iyah cerita makam itu inget gara2 star life teather 😀
      iya ih demit sekali kyuhyunnya ngasihin gantungan kunci aja u,u

      hohoho adegan endingnya ntaran ya :*

      Suka

  2. makasi sudah menambahkan pasangan hanwoo dan Hyukjae disana.
    Manis sekali. Cho Yoora sok banget. Huuhh.. #colek.
    di FF rajin banget ke kuburan appa tiriku padahal di riilife kagak pernah #JLEB.
    hhhh ~~~~
    Like a Real onn. Hyukjaeee ~ kamu melupakan ultah dongek.
    Happy Birthday to naui oppa, Lee Donghae.
    Semoga tambah cakep bla bla bla #ckupberdoadalamhati.
    Dan Donghae .. tetep yah lembut sekali. Suka penggambarannya disini.
    kenapa bahas lagu “Y”disini? bukannya ini “Yoora?” xixixixixxxxiiiii~~~~
    paling suka pas waktu kalian ada di kuburan. Yooranya baik bgt . >///< terharu. dan suka sama penggamabaran yoora pas waktu sembahyangin kuburan appanya donghae sendirian. berasa banget sensasinya. besok daftar jadi asisten bapakku ya onn :***

    Suka

  3. Ada 3 typo yg aq tahu thor >w<
    1. Pas nyebutin album di awal, kenapa album ke 4? Kan ktny SS4?
    2. Hae pas dikuburan manggil ayahny abeonim(?), entah aq salah bc ato g xD
    3. Hae manggil Minra dg 'eonni' kkk

    ffny seru! Tp knp g jd 'the end' T__T #yadong kumat xD

    Suka

    • kyaah thankyou ^^
      yang album itu setelah dicek udah bener kok yang dibuat album keenam…

      untuk abeoji dan Minrin nya setelah author baca ulang ternyata emang typo..
      maksudnya pengen bikin appa sama noona 🙂
      kebawa Yoora pov wkwkwk

      tapi terima kasih banget untuk koreksiannya .. maaf kalo ada typo2 yg lain..
      sering2 main ke shinningstar yah ^^

      Suka

  4. awwww donge ini memang manis , ga salah jadi mitre
    eunhyuk hanwoo lumur2an pasir #mupengggg
    ceritanya sweet bgt onn 😉 ditunggu next ff nyaaa

    Suka

  5. alohaaaa..Dina datangssss.. *tebar obat sakit gigi*

    yah..emang sangat telat bacanya..tp mau gimana lagi..
    riil laip menguras semuanya..sampe waktu baca ff aja susah nyarinya *curcol

    aaawww..hadiahnya cho yoora ke donge soswit ajoselaaaaa
    morning shock..ke makam..beach party kyakyaaaa~~~

    cho kyuhyun..seminggu di yunani cuma ngasi gantungan kunci?
    -__________-
    akh..johaaaaaa..
    >//////<
    ayang ohae..ayo menghabiskan waktu malam ini../kulik2

    o iya..dina juga butuh penjelasan tentang adegan akhir ituuuu
    *kulik2 pake tombak*

    Suka

  6. Itu adegan di ending-nya harusnya lebih diperjelas. Wkwkwkwkw….

    Meskipun tanpa konflik tapi ff ini tetap menarik, apalagi ada si DongHae yg selalu menyebarkan virus keromantisannya. kkkkkkk

    Suka

  7. Baguus bgt ceritanyaa,, emg donghae itu maniiiis bgt
    Selalu ikutan sedih setiap donghae dan appanya dibahas,, ga tau knp bisa ikutan ngerasain gmn sayang nya hae oppa sma appanya dan gmn sedih nya dia ditinggal appanya
    Waktu nonton edisi hae, hyuk dan teuk oppa ke swiss jg sedih pas dia interview sendiri dan blg skr dia cuma sma eomma dan hyung nya jd mulai dr saat itu dia bakal bikin eomma dan hyung nya jg bahagia..terharu bgt sma sikap manis nya opa satu ituu…

    Haah,, semoga hae oppa selalu baik, penyayang dan lembut seperti itu yaa

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s