[1] Kasanoba Wangja

Author: Hanwoo

Cast: Lee Hanwoo – Lee Hyukjae – Shim Changmin – and another cameo ●

Length: Part 1 ● Genre: Romance

PROLOG

————-

 “Jae Won !!!” teriak roh seorang yeoja di akhirat. Dia terlihat berkaca-kaca ketika dia dikawal dan dipisahkan oleh lima roh pengawal. Wajahnya basah karena tangisannya yang tidak henti-hentinya keluar dari dua jam yang lalu dimana hari ini adalah hari terakhir mereka berada di Kahyangan. Sang eksekusi tersenyum ke arah dua pasangan yang telah terpisahkan ini.

“Tolong kami, kami mengaku kami salah di masa lalu kami. Tapi kumohon jangan pisahkan kami !” ujar namja bernama Jae Won yang juga dikawal oleh lima roh pengawal. Malaikat eksekusi yang bertugas untuk mengeksekusi para roh  ke dunia tersenyum memandang namja bernama Jae Won.

“Mati karena minum racun di atas batu karang di pantai Selatan Korea, meninggalkan orang-orang yang mencintai kalian hanya karena hubungan kalian berdua tidak di restui, itu termasuk hal yang bodoh. Bagaimana aku bisa menyatukan kalian di masa mendatang? Kalian akan dipisahkan. Setelah terjun ke dunia ingatan kalian tentang di masa lalu akan terhapus. Kalian berdua harus melewati fase-fase menjadi seorang bayi yang dirawat oleh kedua orang tua kalian di masa mendatang. Hukuman adalah hukuman. Kalian tidak bisa bersatu.”

“Aku akan melakukan apapun ujian yang Kau berikan disaat aku menjadi manusia nanti, namun jangan pisahkan kami.”

“Aku juga, kumohon..”

“Aku masih banyak tugas dan tidak sedang ingin berdebat atau bernegoisasi dengan kalian. Lihatlah ke belakang. Disana ada jutaan roh yang menunggu untuk kusidang. Pengawal masukkan mereka ke dalam lorong yang terpisah !”

Jae Won melihat sekumpulan parah roh yang menunggu untuk disidang hari ini. Tiba-tiba lima roh pengawal itu menarik lengan Jae Won. Dia melihat yeojanya yang menangis memanggil namanya berkali-kali.

“ANDWE !!! Lee Han Yul !”

“Jae Won !!! Hentikan !! Hentikan!! Lee Jae Won, kau harus menemukanku kembali !”

‘BLAM’

Kedua pintu lorong itu tertutup entah kemana perginya mereka. Tidak ada suara apapun yang terdengar dari dalam membuat takut para roh yang mengantri di belakangnya. Mereka seperti tenggelam di lorong itu. Yang jelas dua roh itu akan menemukan kehidupan baru di dunia. Sang eksekusi menyunggingkan smirknya.

“Bermain-mainlah dengan takdir kalian di masa mendatang, Lee Hyukjae. Temukan gadismu, Lee Hanwoo.” Ujarnya menyebut nama Jae Won dan Han Yul di masa yang akan datang.

Bagaimanakah takdir seseorang di masa lalu jika ia dilahirkan kembali?

Di masa lalu hidup bersama , mengatakan sumpah setia akan bersama selamanya sampai ajal menjemput

Namun apa yang terjadi jika kelak mereka dilahirkan kembali di masa mendatang?

Jika dua insan yang saling setia dipisahkan pada kehidupan masa datangnya?

Seperti hal nya seorang roh yang bereinkarnasi kembali menjadi seorang manusia

Melalui tahap menjadi bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, kemudian lansia

Bagaimanakah mereka hidup untuk menemui takdir mereka masing-masing di masa mendatang?

 

——

Seorang gadis memutar lipstick merahnya lalu memolesi bibirnya dengan lipstick itu sama rata. Gadis itu mengulum bibirnya lembut kemudian menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. Dia memandang wajahnya yang sudah terlihat cantik dengan rambut panjang yang dia jalin kesamping. Tidak menyangka bahwa malam ini dia sedikit terlihat dewasa.

Seorang namja tersenyum melangkah masuk ke sebuah rumah. Matanya menunduk tersenyum menatap buket bunga mawar merah yang dipegangnya. Dia merapikan kemeja hitamnya kemudian menekan sebuah tombol yang menimbulkan bunyi dari dalam. Tidak ada yang membuka dia menekan sekali lagi.

‘KLEK’

Pintu itu terbuka pelan-pelan memperlihatkan heels merah senada dengan warna gaun yang dikenakan yeoja yang keluar dari dalam. Yeoja itu tersenyum memandang sang namja yang terlihat seperti malu-malu ketika ia menyerahkan buket bunganya.

“Wooaa ..” seru sang yeoja. Yeoja itu sedikit terharu.

“Aku masih belum berhenti mencintaimu sampai saat ini, Happy anniversary Lee Hanwoo.”

Gadis bernama Hanwoo itu menutup mulutnya terharu dan nampak tidak percaya apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Hanwoo mengambil buket bunga itu kemudian mencium harum bunganya. Sangat harum. Kekasihnya sangat tahu apa yang dia suka. Hanwoo sangat menyukai bunga mawar merah.

“Nado, Shim Changmin..”

Shim Changmin mengulurkan tangannya berharap Hanwoo meraihnya. Dengan senang hati Hanwoo meraih tangan itu kemudian menggenggam telapak tangan Shim Changmin erat yang mulai menuntunnya keluar. Hari ini adalah hari dimana mereka akan merayakan anniversary mereka yang ke tujuh bulan. Shim Changmin akan mengajak Hanwoo pergi ke sebuah tempat yang romantis.

——-

“Mari kita bersenang-senang Song Raerin ..” ujar seorang namja penuh percaya diri.

Sang yeoja hanya tersenyum menatap perkotaan Seoul dari sudut jendela membiarkan sang namja menyentuhnya menggelutnya dari belakang. Bibir sang namja mulai menjelajahi leher yeojanya. Tangan yeoja itu mencoba melepas pelukan namjanya.

“Hyukjae-ya ..” panggil seseorang terhadap namja yang sedang bermesraan disudut sana. Namun sepertinya sang namja tidak mendengar. Dia masih asyik dengan kegiatannya yang hendak mencium bibir yeojanya.

“LEE HYUKJAE !” teriak yeoja yang melangkah mendekati namja bernama Lee Hyukjae. Yeoja itu menarik Hyukjae agar berhenti melakukan kegiatannya.

Seorang yeoja memandangi seorang namja dengan mata nanar. Keningnya menyatu dan memperlihatkan kerutan-kerutan di kulitnya. Air matanya mulai berkaca-kaca membasahi retinanyamengalir hingga membasahi kedua pipinya. Tubuh yeoja itu bergetar meremas rok pink yang dikenakannya dengan tangan kirinya.

Sang namja mencoba menggenggam tangan sang yeoja namun yeoja itu menggeleng berusaha menepis tangan namja itu pelan-pelan.

“Cho Yoora ..” panggil namja itu pelan.

“Hyukjae, hentikan semua ini. Kau memanfaatkanku.”

“Anio .. Bukan seperti itu.”

Cho Yoora menangis. Yeoja itu berusaha tetap tegar menghapus air matanya dihadapan namja yang bernama Hyukjae. Cho Yoora menggeleng.

“Jika aku tidak mengikutimu, sudah berapa kali kau berciuman dengan yeoja lain di belakangku?”

“Dia menjebakku.”

Lidahnya benar-benar seperti lidah buaya yang akan menyerang mangsanya. Kata-kata itu sudah sering ia ucapkan kepada yeoja-yeoja yang sudah pasrah karena mengetahuinya berselingkuh.

“Kau mau membohongiku lagi Lee Hyukjae?”

“Aku tidak mungkin mengkhianatimu, Cho Yoora. Kita baru saja memulainya bagaimana bisa aku mengkhianatimu?”

“Jujurlah dengan dirimu sendiri Lee Hyukjae. Kau tidak bisa membohongiku. Kita akhiri saja hubungan ini.”

Cho Yoora bangkit dari duduknya diikuti dengan Hyukjae. Ketika Yoora membalikkan badannya Hyukjae dengan cepat menyentuh pundak Yoora. Yoora mencoba menahan kakinya yang tidak ingin berbalik menatap namja yang ia cintai namun yang mengkhianatinya juga.

“Tuan Lee, tolong hentikan perbuatanmu terhadap apa yang menimpa sahabatku.” Ujar seseorang yang melangkah menghadapinya. Yeoja yang mengaku sahabat Yoora memeluk tubuh yeoja yang sedang menangis itu.

“Raerin..” ucap Hyukjae tidak percaya.

“Sebelum kau menjebak Yoora, kami yang akan menjebakmu terlebih dahulu tuan Lee. Tolong jangan ganggu sahabatku lagi.”

Hyukjae merasa kalah. Lidahnya kelu. Matanya menatap kepergian yeoja yang sedang ia manfaatkan namun dengan mudahnya yeoja itu menjebaknya. Hyukjae hanya tersenyum menarik sudut di bibir kanannya. Dia berusaha sabar menghadapi ini. Dipermalukan oleh yeoja bukanlah tujuan hidupnya.

“Lihat saja nanti, dia akan berlutut memohon kembali padaku. Siapa yang bisa menolak pesona dancer, rapper sekaligus penyanyi solo tampan seorang Lee Hyukjae? Belum lagi aku ini adalah salah satu orang terkaya di Seoul. Aku memiliki banyak uang. Dengan sekali tunjuk aku bisa memilih yeoja yang kusukai untuk kujadikan kekasih.”

Hyukjae penuh ambisi mengatakan hal itu. Dia tahu dan yakin bahwa dirinya benar-benar sanggup dengan perkataannya.

——

Hanwoo menatap sebuah gedung yang menjulang tinggi di hadapannya kemudian menoleh pelan ke arah Changmin. Tubuhnya sedikit tertarik ke belakang menatap Changmin yang tersenyum nakal sambil mematikan mesin mobilnya.

“Yak, Shim Changmin ! Kau mau mengajakku tidur di hotel ini? Pikirkan reputasimu, apakah kau benar-benar serius dengan pikiranmu? Kau tidak memikirkan fans-fans mu? Apa kau mau menikah di usia muda? Denganku? Aigo !! Tapi aku tidak mau dengan cara seperti ini.. Ini .. Ini.. Memalukan !” ceroscos Hanwoo panjang lebar.

Changmin membalikkan badannya menatap kekasihnya. Senyumnya tidak berhenti mengembang entah apa yang sedang dipersiapkannya.

“Kau jangan takut seperti itu. Aku tidak akan melakukannya sekarang. Cakkaman.”

Changmin membuka pintu mobil kemudian keluar meninggalkan Hanwoo yang sedang memejamkan matanya. Yeoja itu benar-benar takut membayangkan jika kekasihnya kali ini sedang khilaf. Hanwoo mengatur napasnya. Dia menarik dan menghembuskan napasnya sedari tadi. Bahkan dia merasa perutnya mulai tidak enak karena takut dan gugup. Pintu mobilnya terbuka. Hanwoo sedikit terkesiap.

“Silakan turun tuan putri.” Changmin tersenyum.

“Ne..” Hanwoo turun dari mobil masih menggenggam buket bunga pemberian Changmin.

Mereka melangkah beriringan menaiki lift hingga lift ini mengantarkan mereka sampai pada restoran. Changmin menggenggam tangan Hanwoo mengajak kekasihnya memasuki restoran yang terlihat bercahaya dari luar karena kesan cahaya lampu yang memantul dari keramik-keramik yang melapisi.

Mereka sampai pada sebuah meja yang dilapisi kain berwarna merah menutupi kaki meja. Sang pelayan datang menarik kursi Hanwoo mempersilakan yeoja itu untuk duduk kemudian beralih dengan menarik kursi untuk Changmin. Pelayan itu bergerak membuka napkin memasangkannya di paha mereka masing-masing.

Pelayan itu memberikan sebuah menu kepada mereka berdua lalu menunggunya sampai Changmin dan Hanwoo siap untuk memesan makanan. Tak lama kemudian mereka mengatakan sesuatu pada pelayan yang sedang sibuk mencatat pesanan mereka. Pelayan itu pergi sambil membawa menu tadi.

“Apa kau bahagia?” tanya Changmin menatap Hanwoo.

Apa yang ada dipikiran yeoja itu mengenai malam ini? Jarang sekali namjanya akan bertingkah seromantis ini dihadapannya.  “Tentu saja. Aku bahagia. Gomawo, Shim Changmin.”

“Kita baru saja memulai semua ini selama tujuh bulan. Ini mungkin memang terlalu cepat. Tapi aku berencana menghabiskan masa lajangku denganmu. Aku ingin melamarmu, apa kau mau menjadi tunanganku?” tanya Shim Changmin.

Hanwoo tak bisa menahan rasa senangnya. Wajahnya memanas dan mulai merona. Ia mencoba mengatur napasnya yang berderu kencang akibat detak jantungnya yang bergerak cepat.

“Aku ..”

“Shim Changmin !”

Hanwoo menghentikan ucapannya ketika seseorang memanggil kekasihnya dari depan. Mereka berdua menoleh menatap seorang namja yang sedang berdiri dihadapan meja yang mereka duduki. Hanwoo mengatupkan bibirnya. Senyumnya hilang ketika seseorang yang menurutnya sedang mengganggu acara lamaran ini.

“Hyukjae hyung !”

Changmin bangkit tersenyum menjabat tangan Hyukjae dengan cepat. Hanwoo ikut bangkit dengan terpaksa. Yeoja itu membungkukkan badannya memberi salam pada Hyukjae. Walaupun dengan hati terpaksa. Hyukjae menatap Hanwoo memperhatikan yeoja itu dari bawah sampai atas. Hanwoo menyadari hal itu karena dia juga sedang memperhatikan namja aneh dihadapannya.

Hyukjae dan Changmin adalah teman. Teman satu manajement. Seorang partner yang sama-sama memiliki ketenaran dalam satu bidang, yaitu menjadi seorang entertainment yang memiliki berjuta-juta fans di Asia. Mereka adalah dua namja yang sedang naik daun dan di kagumi oleh banyak yeoja. Si Cassanova Lee Hyukjae dan si Prince Shim Changmin. Begitulah fans menjuluki mereka berdua.

“Aaa kalian sedang kencan juga ternyata? Apakah aku mengganggu kalian? Kebetulan aku tadi sedang disini juga tapi ketika aku mau pulang, aku melihatmu dan tidak enak untuk tidak menyapa walaupun aku tahu ini akan mengganggu kalian.” Jujur Hyukjae.

“Ah anio hyung. Hari ini kita sedang kencan seperti biasa. Kau kenapa murung begitu hyung? Apa yang terjadi?”

“Anio .. Gwenchana.”

“Apa kau sedang ditolak cewekmu?”

Hyukjae tertawa sembari menepuk pundak Changmin seolah-olah Changmin sudah berbuat kesalahan dihadapan seorang yeoja. Namun yeoja yang dimaksud benar-benar jengkel melihatnya. Moodnya sudah tidak bagus karena kedatangan namja ini.

———-

Selama perjalanan pulang menuju rumah Hanwoo, ekspresi yeoja itu tertekuk karena kesal. Dia hanya merespon sedikit-sedikit ucapan Changmin ketika namja itu mengajaknya mengobrol selama perjalanan. Hanwoo sangat kesal dengan Hyukjae namja yang mengaku senior kekasihnya itu. Ia juga kesal dengan kekasihnya mengapa ia mengajak Hyukjae untuk duduk kemudian menyantap makan malam bersama dan merusak acara mereka berdua.

Hingga sampai di depan gerbang rumah Hanwoo, Changmin menghentikan mobilnya. Hanwoo bergegas turun dari mobilnya namun Changmin mencegatnya. Changmin tau kekasihnya sedang marah padanya. Dia merasa bersalah karena sikap peduli terhadap orang lainnya yang begitu dominan.

“Miane..”

“Untuk apa?”

“Aku tahu kau sedang marah padaku.”

“Anio.”

“Lalu kenapa kau tidak meresponku dengan baik saat aku berbicara panjang lebar selama di perjalanan tadi?”

Hanwoo tidak menjawab. Dia hanya tidak bisa menjawab karena wajah kekasihnya semakin mendekati wajahnya. Hanwoo mengerjapkan matanya. Dia bisa merasakan deru napas seorang Shim Changmin.

“Kau marah.” Ucap Changmin lembut. Matanya menelusuri wajah Hanwoo memandang Hanwoo dengan penuh kelembutan. Menyentuh pipi yeoja itu kemudian mengelusnya.

“Shim Changmin, aku akan turun.”

Hanwoo bergegas membuka pintunya namun dengan cepat Changmin menarik tangannya kemudian mendekap yeojanya erat.

“Tinggallah sebentar. Kau belum menjawab lamaranku tadi.. Aku tidak akan mengucapkannya lagi. Bagaimana menurutmu?”

“Kau tidak romantis.”

“Tapi kau menyukainya.”

“Anio.”

“Kau bohong.”

“Aku tidak bohong.”

“Lalu apa kau bisa lepas dari pelukan seorang Shim Changmin, hmm?” bisik Changmin lembut di telinga Hanwoo. Yeoja itu terlihat menarik napasnya perlahan. Hanwoo melepas pelukan Changmin. Dia menatap kekasihnya. Tangannya menelusuri perlahan garis wajah Changmin.

“Ne.. Bagaimana aku bisa lepas dari pelukanmu? Tidak akan ada seseorang pun yang memisahkan kita.” Ujar Hanwoo. Changmin tersenyum. Tak butuh waktu lama untuk mengerti ucapan kekasihnya bahwa Hanwoo menerima lamarannya. Bibirnya mulai mencium lembut bibir Hanwoo. Dia ingin memberikan kesan yang indah untuk malam ini. Malam yang indah di anniversarynya dengan yeojanya.

——–

Hanwoo’s POV

———————

“Kenapa kau tersenyum-senyum seperti itu?”

Lamunanku buyar ketika Hyojin temanku datang menemuiku. Bahkan aku lupa dengan acara TV yang sedang kutonton. Hyojin duduk di sebelahku. Dia adalah sahabatku. Sahabat dekat. Dia sudah tinggal lama ditempatku ketika ditinggalkan oleh eomma dan appanya pergi mencari nafkah ke New York. Dia mempunyai onnie yang juga tinggal bersama kami. Sooyoung onnie.

“Hyojin-a kapan kau datang?”

“Baru saja. Pelajaran di kampusku sangat menyebalkan. Belum lagi namja yang bernama Cho Kyuhyun selalu merusakku. Sudah punya kekasih masih saja menggodaku. Memuakkan. Sepertinya kau sedang senang. Ada apa?”

Aku tertawa merasa senang Hyojin sangat tahu perasaanku. “Ne, aku sedang bahagia.”

“Hmmm… Aku tahu, apakah Changmin oppa melamarmu?”

Aku terbelalak merasa takjub dengan tebakan Hyojin yang ternyata benar. “Darimana kau tahu?”

“Apalagi kalau bukan? Kalian itu serasi sekali. Aku sangat mengagumi kekasihmu dan tahu betul bagaimana caranya memperlakukanmu dengan sangat baik. Apakah benar kau dilamar olehnya?”

Aku tersenyum ditambah mempererat pelukanku di bantal sofaku yang berwarna pink. Tiba-tiba kudengar suara seseorang dari TV. Aku menoleh kemudian melempar bantalku.

“Orang itu !!” tunjukku pada Lee Hyukjae yang sedang terlihat meliuk-liukkan badannya di TV.

“Mwo? Ada apa dengannya?”

“Dia yang tadi membuat moodku rusak!”

“Kau bertemu dengannya?”

“Ne. Dia adalah senior Changmin oppa.”

“Berhati-hatilah dengannya. Tidak ada satupun yeoja yang tidak luluh jika bersamanya. Dia seorang cassanova.”

“Cih. Muka seperti itu menjadi cassanova?”

“Jangan salah, akupun menyukainya. Dia sangat lembut. Wajar yeoja-yeoja banyak yang menyukainya.”

“Ka.. Kau menyukainya?”

“Ne, aku salah satu fansnya. Senangnya kau bisa bertemu dengannya.”

“Apa yang membuatmu menyukainya?” tanya Hanwoo penasaran.

“Mungkin pada pandangan pertama dia memang tidak terlihat tampan. Tapi dia memiliki aura yang bisa membuat dirinya tampan, entah apa itu. Dia sangat ahli dalam dance. Berhati-hatilah. Dia bisa membuatmu berpaling dari Changmin.”

“Itu tidak mungkin.”

“Sudah kukatakan berhati-hatilah.” Hyojin terus menggoda Hanwoo.

“Anio !!!”

Aku tidak terima. Segera aku bangkit meninggalkan Hyojin sendirian. Ini benar-benar gila. Bagaimana bisa dia merebutku dari Changmin? Dunia seperti mau kiamat rasanya.

Author’s POV

——————-

Hari ini Changmin dan Hyukjae bangun lebih pagi karena mereka berdua mendapat telepon dari pihak manajement untuk mengikuti rapat mendadak hari ini.

Changmin menuruni tangganya menuju lantai satu. Dia mengancingkan kemeja hijaunya lalu membuat roti bakar di dapur. Mengambil roti lalu mengolesi rotinya dengan butter dan strawberry sauce kemudian menaruh rotinya di pemanggang. Changmin beralih membuka kulkas mengambil susunya lalu menuangkannya ke dalam gelas.

Sementara Hyukjae sedang menerima telepon dari seseorang. Senyumnya mengembang. Tangannya sibuk menyisir rambutnya lalu menyemprotkan parfum ke tubuhnya.

“Sepertinya aku tidak bisa menemuimu hari ini, gwenchana? Aku akan menebusnya besok malam. Besok kita bersenang-senang lagi, jagiya.”

“Hmm.. Gwenchana-yo. Asal kau mau menebusnya besok malam.” Ujar seorang yeoja disebrang sana.

Tak lama kemudian Hyukjae menutup telponnya kemudian berkaca di cerminnya. Pagi ini dia menjadi lebih percaya diri setelah dia putus dari Cho Yoora dia mendekati Hwang Minrin kekasih dari seorang Lee Sungmin pemilik kolam renang terbesar di daerah Jeju. Dia selalu yakin dengan keputusannya untuk menjadi seorang cassanova.

———–

“Ada beberapa hal yang harus disampaikan untuk pembuatan project baru di manajament kita.”

Hyukjae menyilangkan kakinya. Matanya menatap direktur Park Jungsoo berbicara. Bibirnya sibuk mengunyah permen karet. Sementara itu berbeda halnya dengan Changmin. Namja itu terlihat kalem dan serius mendengarkan apa yang dikatakan direkturnya di depan.

“Karena Hyukjae-ssi dan Changmin-ssi sangat terkenal kami mempunyai sebuah project untuk kalian yaitu kalian berkolaborasi bersama.”

Hyukjae melirik Changmin lalu menormalkan pandangannya kembali. Gantian Changmin yang melirik Hyukjae.

“Maksud tuan Park kita berduet, begitu bukan?” tanya Hyukjae.

“Ne. Kalian berdua melakukan sebuah duet. Karena fans kalian sangat banyak ini akan membantu kami untuk menambahkan modal. Grup Silver Jet akan debut dan kami membutuhkan modal banyak untuk itu. Apa kalian bisa membantu kami? Tentu saja bayaran kalian akan banyak. Apalagi kalian sangat terkenal di seluruh Asia. Mungkin akan banyak tawaran show setelah ini.”

“Tunggu dulu, apakah kau mengontrakku untuk membiayai hobaeku? Ah anio …” tolak Hyukjae.

“Mereka butuh modal untuk debut. Menurut persaingan yang sangat ketat apakah kau tidak mau melihat hobaemu sukses? Vanvounter, Celera, Micro, itu adalah new Rookie saingan mereka nanti.”

“Hyukjae, tidak ada salahnya kau menyetujui project itu. Ini demi perusahaan dan nama baikmu.” Ujar manager Choi. Choi Siwon adalah namja yang bertugas mengatur jadwal Hyukjae selama ini. Dia adalah manager Hyukjae.

“Aku menyetujuinya. Ini menyangkut hobae kami. Bagaimanapun juga aku pernah debut lebih dulu dari mereka dan merasakan susahnya dalam persaingan hingga aku merasakan bagaimana ada di posisi atas. Tidak ada salahnya, bukan? Lagipula aku sangat menyukai kesibukanku jadi aku menyetujuinya.”

“Shim Changmin !” Hyukjae tampak tidak terima dengan keputusan Changmin. Park Jungsoo tersenyum ketika tahu Changmin menyetujuinya. Kemungkinan kecil project ini akan berjalan sangat lancar. Mengenai Hyukjae, dia tahu anak didiknya itu memang angkuh seperti itu. Namun dia yakin Hyukjae akan menandatangani kontrak tersebut.

—–

“Aiiish ! Ini menyebalkan ! Bagaimana bisa Shim Changmin itu menyetujui kontrak tersebut?” kesal Hyukjae di dalam mobil seusai rapat. Choi Siwon menoleh menatap Hyukjae.

“Dan kenapa kau menandatanganinya juga, Lee Hyukjae?”

“Itu karena aku butuh uang ..” bisik Hyukjae pada Siwon. Siwon tertawa pelan mendengarnya. Baginya Hyukjae memang sedikit konyol. “Tapi aku tidak setuju jika aku bekerja untuk orang lain.” Sambung Hyukjae yang sepertinya masih belum terima.

“Anggap saja pemasukanmu masuk ke dalam perusahaan.”

“Aigo! Itu berbeda Choi Siwon !!!”

“Tidak boleh menolak rejeki, tuan Lee.”

Hyukjae terdiam memandang keluar ketika mobil ini berjalan naik keluar dari parkiran bawah tanah. Matanya tidak sengaja memandang seorang yeoja yang sedang memeluk seorang namja di dekat mobil.

Seperti kupu-kupu betina yang sedang menari dihadapan seekor kumbang jantan. Entah kenapa sepertinya dia pernah melihat yeoja itu sebelumnya. Atau kecantikan yeoja itu yang mampu membuatnya ber-dejavu ria? Mobil itu melaju menjauh dari gedung ini.

“Sudah kubilang rapatku akan sedikit lama, kau masih saja mau ikut denganku.” Ujar Changmin ketika menemui kekasihnya di loby. Mereka melangkah beriringan keluar gedung.

“Karena malam nanti adalah acara pertunangan kita, kau harus menemaniku memilih gaun.”

“Bukankah kau banyak memiliki gaun? Pakai saja salah satunya.” Jawab Changmin singkat.

Hanwoo menghentikan langkahnya dan pura-pura kesal pada namjanya. “Bilang saja kau tidak mau mengantarku, tidak usah panjang lebar seperti itu. Baiklah, aku akan belanja sendirian.”

Hanwoo melangkah dengan cepat meninggalkan Changmin namun namja itu dengan cepat menarik tangan Hanwoo. “Aku hanya bercanda. Mana mungkin aku membiarkanmu pergi seorang diri.”

“Tidak usah. Aku bisa belanja sendiri. Kau pasti sedang banyak pekerjaan. Aku lupa.” Elak Hanwoo.

“Benarkah kau bisa sendiri?”

“Ne, tidak usah mengkhawatirkanku. Seharusnya aku mengajak Hyojin tapi dia sedang kuliah. Aku akan meminta Sooyoung onnie saja. Gwenchana, jangan mengkhawatirkanku.”

Hanwoo mencoba mengerti kali ini. Dia berusaha mengerti bahwa Changmin bukanlah orang biasa yang tidak mempunyai banyak pekerjaan. Pekerjaan namjanya begitu banyak bahkan bisa untuk menghasilkan satu CF yang berdetik-detik lamanya dia harus merelakan waktunya berhari-hari untuk syuting.

“Hari ini aku sungguh sibuk. Sebelum acara pertunangan nanti aku harus menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu.”

“Baiklah, gwenchana aku mengerti.”

“Gomawo..”

Changmin menarik Hanwoo ke dalam pelukannya. Bibirnya menyentuh kening yeoja itu menciumnya dengan sangat lembut. Dia sangat menyesal tidak bisa mengantarkan Hanwoo berbelanja kali ini. Dia tahu Hanwoo sedang kecewa padanya. Dia tahu yeojanya sedang berbohong mengenai Sooyoung yang akan diajaknya pergi berbelanja. Karena ada sesuatu yang harus ia siapkan untuk nanti malam jadi dia harus merelakannya. Dia yakin Hanwoo bisa berbelanja sendirian kali ini.

Hyukjae’s POV

——————–

“Untuk apa kau mengajakku ke mall?” tanyaku pada managerku.

“Sepertinya kau harus memilih busana untuk nanti malam.”

“Aku akan show dimana lagi? Aiish bagaimana bisa aku lupa dengan jadwalku. Jadwalku sungguh padat.” Ucapku sambil memperhatikan sebuah jas abu-abu yang sedang kuambil. Tak lama kemudian aku menaruh jas itu lalu lanjut melihat-lihat lagi diikuti Choi Siwon di belakangku.

“Malam nanti kau tidak akan show dimanapun..”

“Lalu? Aku harus mengikuti event apa lagi?”

“Shim Changmin memberikan sebuah undangan tadi malam padaku. Kau diundangnya dalam acara pertunangannya nanti malam.”

Kuhentikan langkahku. Shim Changmin? Dia akan bertunangan? Berarti dia akan bertunangan dengan yeoja itu?

“Anio. Aku tidak akan datang. Antarkan aku pulang saja.” tolakku.

“Yak, waeyo?”

Aku membalikkan badan hendak melangkah keluar. Entah kenapa aku tidak begitu menyukai Shim Changmin kali ini. Ya, aku tidak akan datang ke pesta pertunangan itu. Aku tidak akan datang. Lebih baik aku menghabiskan waktuku bertemu Hwang Minrin nanti malam. Yeoja itu selalu menelpon untuk kuboking. Lagipula sudah lama aku tidak dipuaskan. Jadi malam ini aku tidak akan datang.

Tapi, apa alasanku untuk tidak menyukai Shim Changmin? Apakah karena da menyetujui kotrak duet itu, atau karena ..

“Benarkah kau tidak akan datang?”

“Katakan saja bahwa aku sedang ada urusan. Besok aku akan mengatakannya pada Changmin jika aku bertemu dengannya nanti.”

“Akhhh !!!”

Aku mengaduh bersamaan dengan yeoja yang kutabrak. Ah, tidak. Bukan aku yang menabraknya tapi dia yang menabrakku. Benar-benar tidak disangka dia ada disini. Yeoja ini ada dihadapanku. Dia menabrakku. Aku terdiam. Entah kenapa matanya seperti menyiratkan sesuatu dari masa lalu. Masa lalu?

Aku melirik ke belakangnya mencari-cari sosok seseorang yang selalu dan pasti akan menemaninya. Namun sosok itu tidak ada disekitarnya. Apakah ada Shim Changmin disini?

“Nona Lee, anyeong haseyo. Kau tidak apa-apa?” Sapa Choi Siwon membungkukkan badannya memberi hormat kepada yeoja di hadapanku. Yeoja itu membungkuk lalu tersenyum menyapa Siwon.

“Anyeong haseyo. Gwenchana. Apakah kau mengenalku?” tanyanya.

“Aku Choi Siwon manager dari Lee Hyukjae. Siapa yang tidak mengenalmu? Berita-berita di TV bahwa kau akan bertunangan dengan Shim Changmin sudah tersebar.”

Yeoja itu mengangguk seperti mengingat-ingat kembali dengan gosip-gosip yang beberapa hari ini bermunculan mengenai pertunangannya dengan Shim Changmin.

“Kenapa kau sendirian nona Lee? Kau tidak bersama tuan Shim?”

“Aaa jangan memanggilku nona. Umurku masih dua puluh tahun. Changmin-a sedang sibuk jadi dia tidak bisa mengantarku kali ini.”

Dia sempat melirikku membuatku sedikit gugup. Kupalingkan pandanganku agar dia tidak mengetahuiku yang sedang gugup. Berbelanja sendiri? Apa yang dilakukan Shim Changmin hingga dia tidak mengantarkan calon tunangannya itu dan membiarkan yeoja ini berjalan sendirian di kawasan mall elit ini.

“Aku akan pergi melihat-lihat sebentar.”

“Ah ne, silakan.”

Yeoja itu benar-benar pergi. Dia tidak meresponku. Ah, tidak. Lebih tepatnya dia seperti tidak menyadari keberadaanku. Ini kali pertamanya ada yeoja yang acuh tak acuh kepadaku. Setiap yeoja yang kudekati akan langsung mengalami love syndrome karena pesonaku yang begitu memikat. Aku benar-benar tidak mengerti apakah syaraf wanitanya sedang rusak? Atau pesonaku sudah hilang? Itu tidak mungkin. Aku tidak meminum obat apapun atau aku tidak habis memakan-makanan yang bisa menghilangkan pesonaku.

Hanwoo’s POV

———————

Aku tidak tahan lagi. Sedari tadi kemanapun aku pergi namja ini selalu mengikutiku. Gayanya seperti cassanova kelas atas. Bukan seperti lagi tapi memang benar cassanova ! Dari caranya dia memandang baju-baju yang ada di butik ini, kemudian cara melirikku, cara bersiulnya dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam kantong. Sungguh membuatku ingin menendangnya jauh-jauh dari hadapanku.

Kubalikkan badanku. “Hyukjae-ssi berhentilah mengikutiku!” perintahku.

Kepalanya menunduk namun matanya berhasil menatapku. Dia melangkah dengan senyum nakalnya menghampiriku.

“Mwo? Mengikutimu?”

“Ne. Kau mengikutiku sedari tadi. Sudah tiga toko aku masuki dan kau juga mengikutiku.”

“Aku mempunyai kaki untuk berjalan, mata untuk melihat, tangan untuk menyentuh. Jadi apa salahnya aku memasuki tiga toko yang sama denganmu, nona? Hmm.. nuguya? Siapa namamu?”

Dasar playboy. Ujung-ujungnya menanyakan namaku. Memangnya dia bisa mengibuliku? Jangan-jangan aku juga menjadi korbannya saat ini? Jangan harap tuan Lee.

“Apakah kau benar tidak mengetahui namaku?”

Kulangkahkan kakiku untuk melihat-lihat kembali. Kudengar ada helaan napas di belakangku. Rasakan. Aku tidak sama seperti yeoja-yeoja yang pernah kau pacari. Sudah tiga toko aku masuki namun tidak ada satupun gaun yang pas dengan seleraku.

“Gaun ini sepertinya pas di tubuhmu..”

Aku membalikkan badan ke arah suara. Namja itu memperlihatkan sebuah gaun merah di atas lutut dengan bagian rok yang mengembang. Gaun ini dibuat tanpa tali dan sedikit terbelah di bagian dada. Mungkin akan memperlihatkan kesan seksi dengan belahan di bagian dada itu. Warnanya merah menggoda dan aku sangat tertarik untuk mencoba gaun yang dipegangnya. Namun mengingat aku tidak ingin dekat dengannya jadi kuputuskan untuk menyimpan hasrat ini jauh-jauh. Mungkin aku akan pergi meninggalkannya tapi nanti akan kembali ke toko ini sendiri lagi untuk menyelamatkan gaun itu.

Author’s POV

——————-

Petikan gitar yang terdengar dari sebuah sound dengan suara namja yang sedang bernyanyi malam ini. Changmin bernyanyi dengan gitarnya sebuah lagu dari westlife “more than words” sudah ia persiapkan hanya untuk seseorang yang dia cintai.

Hanwoo hanya bisa takjub mendengarkan suara kekasihnya yang sangat merdu. Dia ditemani kedua orang tuanya yang jauh-jauh datang dari New York ke Seoul hanya untuk menemani hari bahagia anak sulungnya, Lee Hanwoo. Tepuk tangan menyertai ruangan ini ketika Changmin megambil nada tinggi membuat para undangan terkesima dengan kemampuan bernyanyi Changmin.

….

What would you do
If my heart was torn in two
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say
If I took those words away
Then you couldn’t make things new
Just by saying I love you

….

Changmin memasukkan cincinnya di jari manis Hanwoo begitu juga dengan Hanwoo secara bergantian. Tepuk tangan diiringi senyuman terdengar dari arah para tamu yang sedang berdiri menyaksikan acara ini. Hyojin dan Sooyoung tersenyum turut bahagia melihat Hanwoo malam hari ini.

“Terima kasih saya ucapkan untuk para undangan terhormat yang sudah datang pada malam hari ini. Pihak keluarga Shim dan keluarga Lee, para undangan dari manajement serta teman-temanku dan Hanwoo. Malam ini dengan acara yang berjalan sangat lancar serta mendapat doa dan dukungan dari banyak pihak, aku Shim Changmin melamar Lee Hanwoo malam ini untuk menjadi tunangan. Terima kasih.” Ujar Shim Changmin tegas. Tepuk tangan mulai terdengar riuh lagi setelah Changmin selesai mengucapkan beberapa patah kata.

“Terima kasih juga untuk para undangan, terutama teman-teman yang sudah datang. Malam ini aku sangat bahagia. Shim Changmin melamarku. Dengan mendapat dukungan dari kalian semua untuk hubungan ini, kuharap kami dapat melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih lanjut. Kamsahamnida.”

Para undangan menepukkan tangannya sekali lagi. Kilauan blits dari kamera para wartawan yang diundang memenuhi ruangan ini.

Hanwoo dan Changmin turun dari atas panggung menghampiri para udangan. Banyak yang menyalami mereka sekadar memberi selamat dan dukungan. Changmin seperti tidak ingin melepaskan genggamannya di tangan Hanwoo. Ini membuat Hanwoo merasa sedikit dihargai dihadapan para undangan.

Hyojin mencoba menghampiri Hanwoo bersama Sooyoung. Mereka berdua memeluk Hanwoo dan menyalami Changmin bergantian.

“Hanwoo-ya, Changmin-a, Chukkaeyo.” Ujar Sooyoung.

“Chukkaeyo, aku turut bahagia.” Sambung Hyojin.

Hanwoo tersenyum merasa sangat senang Hyojin dan Sooyoung memberikan selamat padanya. Ini membuatnya akan lebih berusaha keras untuk mepertahankan hubungannya sampai ke jenjang pernikahan.

“Gomawo. Gomawo, aiish aku ingin menangis.”

“Yak, baboya ! Kenapa kau menangis? Nanti saja menangisnya.” Marah Sooyoung.

Hyukjae’s POV

———————

Apakah aku telat? Aku membatalkan janjiku bertemu Minrin malam ini hanya ingin melihat yeoja itu. Aku datang ke pesta pertunangannya. Choi Siwon mengejekku sedari tadi karena sebelumnya kukatakan padanya bahwa aku tidak akan pergi kesini. Tapi pada akhirnya aku menginjakkan kaki di tempat ini. Di tempat yang penuh wartawan dan para undangan. Aku bisa melihat yeoja itu di atas panggung bersama Shim Changmin dengan senyum bahagianya dari kedua belah pihak.

“Terima kasih juga untuk para undangan, terutama teman-teman yang sudah datang. Malam ini aku sangat bahagia. Shim Changmin melamarku. Dengan mendapat dukungan dari kalian semua untuk hubungan ini, kuharap kami dapat melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih lanjut. Kamsahamnida.”

Aku tersenyum ketika melihatnya berbicara. Cih. Bagaimana dia bisa berdiri dengan gaun merah yang kupilihkan tadi untuknya? Pergi meninggalkanku secara tiba-tiba dan tanpa pamit. Seolah-olah dia tidak menyadari keberadaanku. Tapi apa nyatanya? Dia membeli gaun itu juga dan mengenakannya di hari penting ini.

Kulihat mereka berdua menuruni panggung menghampiri para undangan dan sedikit bercengkrama. Entah apa yang sedang mereka bicarakan. Kudekati mereka berdua lalu menyapanya saat tamu-tamu itu pergi meninggalkan mereka.

“Shim Changmin, Chukkaeyo, akhirnya kau bertunangan juga. Ternyata kau sudah dewasa.” Kutepuk pundak Changmin sambil melirik yeoja disampingnya yang sedang menunduk berusaha memalingkan wajahnya dariku. Sepertinya dia takut melihatku. Atau dia tidak ingin terpesona karena kharismaku?

“Gomawo hyung. Aku berharap kau juga akan menyusulku dengan cepat.”

“Tenang saja, aku masih sedang ingin bermain-main. Aku bisa memilih seribu yeoja di dunia ini untuk kujadikan istri.” Candaku namun masih tetap mencuri-curi pandang ke arah yeoja itu. Ah aku lupa siapa nama yeoja ini?

“Itu menyeramkan hyung. Ah sekali lagi gomawo karena sudah meluangkan waktumu untuk datang ke acara ini.”

“Tidak usah seperti itu. Aku sangat senang kau mengundangku. Shim Changmin, kenapa yeojamu diam sedari tadi? Apa dia tidak ingin mengucapkan terima kasih padaku juga? Setelah dia menolak gaun merah ini ..” sindirku yang sempat membuat matanya mendelik ke arahku. Changmin melirik Hanwoo menatap gaun yang dikenakan tunangannya.

“Kau mau ucapan terima kasihku tuan Lee?”

“Tidak juga. Tapi kau mengenakan apa yang kurekomendasikan disaat kau menolaknya tadi.”

“Kalian ini berbicara apa ?”

“Aku juga tidak mengerti apa maksudnya, jagiya. Apa maksudmu tuan Lee, ada apa dengan gaunku?”

Benar-benar mengesalkan. Yeoja ini mempunyai seribu kepribadian sepertinya. Dia bersikap manis di depanku disaat sedang bersama Changmin tapi saat tidak ada Changmin dia sangat acuh tak acuh terhadapku. Ini sungguh menarik.

——

Sebulan kemudian ..

Semenjak di hari pertunangan itu, sudah hampir sebulan. Hampir sebulan dari kejadian itu. Yeoja itu mampu membawa pesonanya masuk ke dalam pikiranku sehingga aku terus memikirkannya berulang-ulang kali.

Aku pernah mengenyahkan yeoja itu dan memulai lagi bermain-main dengan yeoja yang kuinginkan. Belum lagi aku terus berlatih dan berlatih demi debut duetku bersama Shim Changmin. Nampaknya tidak ada kesusahan dalam proses ini. Shim Changmin adalah namja yang cerdas dan dia mampu menguasai koreo dan lagu dengan cepat. Namun ada satu kendala ..

Author’s POV

——————-

Hyukjae menatap Hanwoo dari kejauhan. Dia masih berusaha mengatur napasnya seusai latihan. Dia hanya memandang yeoja itu dari atas sampai bawah. Bagaimana dandanannya, senyumannya, dia perhatikan semuanya.

Hanwoo menggelut Changmin. Hampir setiap hari dia datang menemui tunangannya. Semakin hari semakin dekat saja. Mereka melangkah keluar dari ruangan ini hendak pulang.

“Hyung, aku duluan.” Ujar Changmin.

Hyukjae tidak menjawab. Entah apa yang mendorongnya untuk tidak menjawab ucapan namja itu. Dia kira namja itu sungguh beruntung memiliki sang yeoja. Dan entah kenapa hasrat ingin memilikinya juga begitu tinggi. Apakah dia benar-benar ingin mendapat gelar cassanova? Matanya terus terfokus pada yeoja yang sebulan ini selalu ia temui di ruang berlatih.

Dia berusaha berkoreo dengan baik bahkan berusaha lebih baik dari Changmin. Entah apa yang mendorongnya untuk berambisi seperti itu. Tidak seperti biasanya yang akan terlihat biasa-biasa saja jika ia berlatih dihadapan para kekasih-kekasihnya. Namun kali ini beda. Semangat itu timbul karena dia ingin terlihat bagus dimata seseorang. Agar orang yang dimaksud melihatnya bahwa dia lebih baik dari kekasihnya. Walaupun dia tahu, mata yeoja yang diharapkannya tidak pernah melirik ke arahnya melainkan selalu fokus memperhatikan Shim Changmin.

Keesokan harinya Hanwoo datang lagi. Namun kedatangannya kali ini sia-sia karena Changmin tidak sedang berlatih. Hanwoo merasa kesal dan marah pada kekasihnya yang menghilang tidak bisa dihubungi hari ini.

Hyukjae merasa senang. Tentu saja dia memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Sebelum Hanwoo memutuskan untuk pergi, Hyukjae memintanya untuk tinggal sebentar.

“Aku ingin pulang ..”

“Tinggallah sebentar dan lihatlah aku menari..”

“Anio, aku tidak punya banyak waktu.”

Hyukjae membiarkan Hanwoo pergi dari hadapannya. Hyukjae membuka mulutnya mencoba menarik napas mengontrol emosinya yang hendak keluar ketika ia merasa prustasi tidak tahu bagaimana cara agar dia dan Hanwoo bisa menjadi dekat.

Hanwoo’s POV

——————–

Hari ini benar-benar hari yang sial ! Kemana perginya Changmin oppa? Kenapa dia tidak meng-aktifkan handphonenya? Membiarkanku seorang diri datang ke gedung latihan dan bertemu dengan Lee Hyukjae itu sangat memuakkan.

Dia benar-benar seorang cassanova ! Dari cara menyentuhku tadi, cara memintaku untuk menemaninya benar-benar menunjukkan bahwa sudah beribu yeoja yang ia pernah kencani dan manfaatkan. Jangan harap dia dapat memanfaatkanku.

‘drrtt.. drrtt..’

Handphone ini terus bergetar sedari tadi. Changmin oppa berulang kali menelponku namun aku tidak mengangkatnya. Aku sungguh kesal padanya. Kemana dia? Kulirik jam dinding di kamarku yang berdetak. Menunjukkan sudah pukul dua pagi. Kenapa jam segini baru menelponku?

Kumatikan iphoneku lalu kupejamkan mataku membiarkan tubuh ini sedikit rilex di atas ranjang. Semoga hari esok moodku kembali normal. Biasanya disaat aku sedang marah seperti ini pasti aku akan menghindari Changmin oppa terlebih dahulu. Beginilah caraku untuk mencoba mempertahankan hubungan ini. Semoga dia mengerti.

Hingga sinar matahari mulai membias melalui kaca jendela kamarku yang tertutup tirai putih. Mendengar kicauan burung-burung perkutut yang sudah mulai terdengar melalui telingaku. Saatnya syaraf-syaraf di tubuhku mulai bekerja lagi disaat tubuhku tertidur lelap entah berapa lama aku sudah tertidur, aku tidak tahu. Yang jelas aku tidak ingin merusak hari liburku. Mataku terbuka secara perlahan menatap iphoneku yang tergeletak disampingku begitu saja dengan posisi tubuh yang tengkurap.

Sejam kemudian aku menuruni tangga. Disana aku melihat Hyojin sedang duduk di sofa sambil meminum segelas susunya yang terlihat di gelas bening favoritenya. Hyojin sangat suka minum susu baik di pagi hari maupun malam hari. Tidak sepertiku yang harus memakai mood untuk meminum susu. Hyojin mengangkat tangannya menyapaku dari balik sweater panjang berwarna cokelat yang hampir menutupi tangannya itu.

“Hi, Hanwoo-ya.” Sapa Hyojin.

“Hi.. Kau sudah datang dari perkemahanmu? Bagaimana, apakah menyenangkan?” tanyaku.

Hyojin masih berkuliah sudah hampir semester akhir dan hari-harinya mulai dipenuhi kesibukan-kesibukan yang sulit kumengerti. Mungkin seni bukanlah bidangku. Hyojin pandai melukis. Tangannya saat menyatukan kuas dan cat di sebuah canvas itu benar-benar seperti sebuah sihir. Karyanya sepertinya nyata dan sangat indah. Bahkan dia bisa melukis wajahku dengan sangat mirip.

Berbeda halnya denganku. Aku yeoja yang tidak begitu peduli dengan pengetahuan. Aku lulusan diploma dari jurusan fashion. Aku sangat menyukai fashion. Bertemu dengan Changmin juga tidak sengaja. Saat itu aku diminta oleh atasanku untuk bertemu Shim Changmin untuk mau dijadikan sponsornya dalam sebuah event.

“Aku baru sampai jam satu pagi dan entah kenapa aku tidak bisa tidur lagi.”

“Pasti karena namja yang kau sukai membuatmu senang?”

Hyojin hanya tersenyum. Dia pernah bercerita bahwa dia tengah mengagumi seseorang yang sudah mempunyai kekasih. Sudah kularang dia untuk menyukai namja itu lebih lanjut karena aku takut dia akan patah hati. Namun aku tidak tahu apakah dia akan mengindahkan ucapanku atau tidak.

 Aku menghampiri Sooyoung onnie yang sedang duduk di meja makan menyantap roti bakarnya. Keningku berkerut melihat sebuah buket bunga matahari tergeletak di atas meja makan ini.

“Hanwoo-ya tadi ada kiriman buket bunga untukmu tapi tidak ada namanya. Mungkin Changmin yang mengirimkannya. Dia sungguh romantis. Onnie, sangat menyukai namja itu. Kuharap kau jangan menyia-nyiakannya.” Ujar Sooyoung onnie.

Keningku berkerut memperhatikan buket bunga itu. Ini sungguh aneh.  Matahari? Tumben sekali. Dia harusnya tahu apa bunga kesukaanku. Apa ada artinya dari bunga matahari ini? Apa dia sedang meminta maaf karena seharian penuh dia tidak ada menghubungiku.

“Kenapa bunga matahari? Dia tahu apa kesukaanku, onnie.”

“Mwo? Mungkin dia ingin memberikan sesuatu yang berbeda untukmu.”

Aku terdiam. Tentu saja aku terdiam. Ini sungguh aneh buatku. Bunga kesukaanku adalah bunga mawar merah dan dia tahu itu. Akhir-akhir ini Changmin sedikit aneh. Dia tidak mengangkat telpon atau bagaimana. Aku sungguh kesal padanya.

“bunga matahari itu mengisyaratkan sebuah makna kesetiaan sebuah pengharapan cinta yang bertepuk sebelah tangan, tegar menunggu dalam  kesendirian, mencoba ceria dalam kesendirian, mencoba tegar dalam rasa cinta yang menyakitkan, berjiwa besar dengan pengharapan yang menggantung, dan ternyata bunga matahari itu rapuh. Jadi, jika seseorang menyukai bunga matahari atau memberimu bunga matahari maka dia adalah orang yang tegar dalam kerapuhannya, yang menyembunyikan kerapuhannya dalam keceriaan dimana dihatinya hanyalah menunggumu, karena cinta yang bertepuk sebelah tangan itu sangat menyakitkan.. Dia, rela menukar senyumannya sendiri demi senyumanmu, mengharap senyumanmu walau dia tau itu bukan untuknya. Dia ada saat kau membutuhkannya, mendengar segala keluh kesahmu. Ketika sadar, dia telah mati akan cintamu…..”

Aku menoleh kea rah Hyojin. Yeoja itu membantuku mencari arti dari bunga matahari lewat ipadnya. Mulutku terbuka karena sedikit takjub mendengarnya.

“Wooah ! Sungguh romantis. Dia begitu tegar menunggumu. Mungkin dia berencana akan menikahimu dalam waktu dekat ini !” teriak Hyojin.

Benarkah? Benarkah seperti itu? Changmin oppa .. Kau berada dimana?

Author’s POV

——————–

Changmin datang menemui Hanwoo kerumahnya siang ini. Mereka berdua duduk di ayunan kebun belakang rumah Hanwoo yang dipinggirnya terdapat pohon besar dan rindang yang mampu menyelamatkan mereka dari panasnya terik matahari.

Hanwoo masih memasang muka kesal kepada kekasihnya. Tentu saja Changmin mengetahuinya. Maka dari itu Changmin datang kerumahnya hari ini berencana untuk meminta maaf. Perlahan tangan Changmin menggengam tangan Hanwoo.

“Aku tahu kau marah ..”

“Jelaskan saja padaku, kemana saja kau kemarin? Kau tidak memberi kabar. Apa kau sudah bosan denganku?” tanya Hanwoo yang sepertinya sudah tahu apa tujuan Changmin datang kerumahnya hari ini.

“Kemarin aku melakukan syuting CF sampai malam dan baru sampai pagi hari. Karena aku syuting di kawasan tebing tidak ada sinyal saat itu jadi kau dan aku tidak bisa saling menghubungi. Kau juga tidak mengangkat teleponku malah lebih memilih mematikan teleponku daripada mendengarkan suaraku.”

Hanwoo melirik Changmin berusaha mencari kepastian dan kejujuran di mata namjanya.

“Jeong..mal?” tanya Hanwoo memastikan.

“Ne.. Jeongmal bogoshipunda~”

Changmin memeluk Hanwoo dari belakang. Hanwoo mulai tersenyum menikmati pelukan kekasihnya. Dagunya bersandar di pundak Hanwoo. Mereka terdiam menikmati angin yang mulai menyentuh kulit mereka.

“Gomawo atas kiriman bunganya. Aku sangat menyukainya. Tapi kenapa kau memberikanku bunga matahari? Apa ada makna lain yang tersembunyi di balik bunga matahari?” tanya Hanwoo.

“Mwo? Bunga matahari? Apa yang kau bicarakan? Aku tidak ada mengirimkan bunga matahari untukmu.”

Hanwoo menoleh ke belakang menatap Changmin dengan penuh tanda tanya. Dia sedikit terkeut dan ini sungguh aneh baginya. Lalu siapa yang mengirimkan bunga untuknya tadi pagi?

———

Hyukjae mengenakan arlojinya lalu memasang hoodie biru di tubuhnya. Ia mulai menyemprotkan sedikit parfum di tubuhnya. Sore ini dia sedikit berdandan. Bukan untuk show, ataupun menghadiri event-event lainnya. Namun sore ini dia berencana menemui seseorang.

‘Drrtt.. Drrtt.. Drrrt..’

Hyukjae mengangkat telponnya sambil menyunggingkan smirknya. Dia masih berdiri menatap dirinya disebuah cermin meja riasnya.

“Chagiya ..”

“Hmmm.. Ada apa menelponku Hwang Minrin?” tanya Hyukjae berusaha lembut.

“Bogoshipunda~ Kau menolak bertemu denganku lagi. Aku merindukan sentuhanmu.”

“Berhentilah menelponku Hwang Minrin. Aku akan berubah. Aku bukan Hyukjae seperti dulu lagi. Sampai jumpa.”

‘KLIK’

Hyukjae mematikan telponnya lalu memasukkannya ke kantong hoodienya. Dia melangkah mendekati ranjangnya. Bibirnya bergerak melengkung membentuk senyuman ketika menatap setangkai bunga matahari yang tergeletak di atas blanket birunya.

Hanwoo’s POV

———————

“Hi !”

Aku terkejut. Aku terkejut ketika melihat namja aneh ini ada dihadapanku. Dia ada dihadapanku dengan hoodie birunya. Rambutnya yang biasanya naik kali ini ia turunkan nampak terlihat lebih muda dari usianya. Dan lebih terkejutnya lagi ketika kedua tangannya mulai keluar dari balik punggungnya dan memberikanku setangkai bunga matahari. Aku tidak bisa mengatupkan mulutku.

“Ini untukmu.. Kuharap kau menyukainya. Aku tidak tahu bunga kesukaanmu jadi aku membelikan bunga matahari untukmu.”

DEG!

“Bunga yang kukirimkan tadi pagi itu juga dariku. Semoga kau menyukainya.”

DEG! DEG!

Tangannya mulai menyentuhku menaruh setangkai bunga mataharinya di telapak tanganku yang mulai dia tutup perlahan agar aku menggenggam bunga itu.

Entah ini perasaan apa, marah atau senang. Mengetahui dengan jelas siapa pengirim bunga yang membuatku penasaran sedari tadi. Dan apakah aku kecewa atau tidak ketika orang itu berkata jujur dihadapanku bahwa dialah si pengirim bunga itu, aku tidak tahu.

Yang kutahu saat ini bahwa hatiku sedikit tersentuh melihatnya. Inikah yang dinamakan seorang playboy? Mempunyai wajah yang tampan, berani dan tangguh untuk memecahkan batu yang terganjal dalam jiwaku.

-TBC-

Kyaaaa >///<

AAAANYEONG apa kabar semuaaaanyaaa???? Semoga baik-baik saja. Dunia semakin panas saja, gak kalah sama bias yang semakin goyang dombret di Tokyo Dome ahaha #lirikhyukjae.

Part pertama sudah selesai. Buat cassie pinjem Changminnya dulu ya :* Cerita ini hanyalah fiktif belaka dan direkayasa oleh saya bukan semata-mata real atau bagaimana. Ini hanya cerita yang saya buat berdasakan ide saya tanpa menjiplak, mong-copas atau mencotek karya orang lain. Jangan keburu menebak-nebak dulu bagaimana ceritanya karena di part 2 saya buat berbeda dari yang biasanya … kekeke~~~ semoga kalian suka ya sama ceritanya biar saya semangat buat di part-part selanjutnya. Memikirkan ide ini benar-benar luar biasa sampai saya membawa catatan kecil ke kampus, pergi ke pantai untuk mencari-cari ide bahkan mendalami karakter seorang Shim Changmin demi FF ini. Sepertinya sangat special. Terima kasih untuk cast-cast yang rela menjadi pemeran di part 1.

Untuk pemilihan judul “KASANOBA WANGJA” yang saya ambil dari google translete [katanya mbah google nih] itu arti dari Prince of Casanova. Jika salah tolong dibenarkan yah, saya kurang mendalami bahasa korea 🙂 kekeke~~~

Maka dari itu mohon komentnya yah, teman-teman :)) agar penulis termotivasi dalam pengerjaan FF. Bila ada yang kurang atau bagaimana dikomentarin saja biar saya bisa memperbaikinya di part-part selanjutnya. Thx for Sorry-sorry answer Hyukjae version at Tokyo Dome Concert yang membuat saya semakin semakin semakin mengembangkan cerita ini.

Saranghae~

Iklan

24 thoughts on “[1] Kasanoba Wangja

  1. hyukjae hanwoo baruuuuuu
    yipppieee….

    casanova???? hmmmm….cocok.banget tuuu ..
    lawannya sim changmin…wkwkwk gak usah takut
    pesonamu masih lebih kuay abang ..

    hihihi … tetap ditunggu sweet namjanya … #ngeyel

    Suka

  2. suka..sukaa..suka bgt:)
    hyuk pesona casanova nya dapet bgt..huuuaahh sang namja bgt deh 🙂
    ini ceritanya keren bgt saeng …hanwoo bentar lagi berpaling m hyuk,, suka bgt karakter hyuk yang playboy tapii playboynya bermutu kkkk
    d tunggu lanjutannya 🙂 daebak ^ ^

    Suka

  3. Hi…
    Sang pelukis daebakida dicerita ini namun pada kenyataannya adalah kebalikan 180derajat dataaaangss..

    Awwww..CHANGMIN-AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    Wae yu so manly dimanapun km berada hah?? /jilats
    Eunhyuk-a..yu cassanova..ai tidak heranlaaaaa..
    Mukamu cocok n km menggodakuuuuhh..

    Dan..apa itu hwang minrin kok jalangs sekaliiiii
    >////<
    Ah..sooyoung debut disini sebagai kakak hyojin kyakyaaaa~~~
    hyojin si gadis peminum susu yuhuuu~~
    whoa..raerin yoora daebakida..
    Tp tetep aja..raerin telah disentuh hyukjae..
    /setrikain seragam tentara teuk

    Suka

    • yakkk yakkkk… kenapa setrikain seragam teuk ? -.-”
      ditunggu ya din.. ahahahahhahaa~~~~’
      changmin memang manly..
      aaa disana hyojin kubuat pintar melukis maaf maaf saja jika melenceng ;p

      Suka

  4. hanwoo y mulai ngelirik hyukjae n mereka ngak bakal bisa nyangkal daya tarik masing2 krn masa lalu mereka…..
    seru…. penasaran ma cara hyukjae ngerebut perhatian y hanwoo ke dia n jadiin hanwoo milik dia….
    q kok q curiga ya ma huojin yg dia bilang tertarik ma cwo tp cwo y dah punya kekasih n changmin jg ngak ada seharian,,,, jgn2 org yg dimaksud hyojin tu changmin lg n mereka ada affair di belakang hanwoo *ini imajinasi q ja*
    Lanjut…..

    Suka

  5. mantannya Hyukjae dataaaaangggggss~~ hih jaen sekali song raerin dapet grepe2 sama hyuk hiihh~~

    seruuu! aku ga banyak komen dulu disini yaa, mau cus part 2 dulu ah~
    *tebar bunga matahari*

    Suka

  6. aigo aigo aigo emang bener-bener kasanoba ini si Hyuk. sampe pacar orang dideketin. kkk~

    seru nih ffnya. mau minggat ke part 2 dulu aah~ ;;)

    Suka

  7. wahhh jdi mreka dlunya jga spasang kekasih krna mreka bnuh dri jdi dhukum gtu..min aq ketawa2 pas yg nyeritain mreka mau d’hukum ga tau knapa pkiran aq lngsung inget filmnya sun go kong yg pas adegan pnglima tuan feng ama adik cang eu (aduh ga tau nulis nmanya) ko aq kpikiran ksana ya hihii…
    Emang ya hyukjae pnya pandangan maut aq aja smpe yg lngsung ngbiasin dia slain kyuhyun gara2 pndangan dia wktu di ss4 jkarta gila ya dia tuh maut bgt dh pkonya…spertinya bkalan susah hyukjae dpatin hanwo klo udh tnangan ama chngmin

    Suka

  8. annyeong,, aku baru mampir lg nih ke sini…
    tetep ya hyukjae mah,, pesona ya itu loh.. 😍😘
    aku suka cerita nya,, secara keadaan nya hanwoo yg udh tunangan ama changmin.. penasaraan liat nanti perjuangan hyuk 😉

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s