[2] Kasanoba Wangja

Author: Hanwoo

Cast: Hyukjae- Hanwoo – Changmin ●

Length: Part 2 ● Genre: Straight – romance

“Sepertinya sudah benar, aku mencintaimu tanpa tanda tanya dan titik koma”

[dikutip dari: Dear You]


Hyukjae’s POV

——————–

Tepat jam tujuh malam kuparkirkan audi putihku di tepi jalan. Di depan sebuah rumah yang sangat kuyakin ini adalah rumahnya. Choi Siwon membantuku dalam menemukan alamat rumah yeoja yang sedang kucari saat ini. Kumatikan mesin mobilku lalu keluar dari mobil sambil membawa setangkai bunga matahari yang kusembunyikan di balik punggung.

Kuberanikan diri untuk menekan bel. Mataku sempat mengerjap-ngerjap saking gugupnya. Aku tidak percaya pada diriku sendiri. Apakah ini perasaan gugup yang sebenarnya ketika mengencani seorang yeoja? Selama ini aku sering bermain-main dan tidak serius terhadap yeoja-yeoja yang kukencani. Tapi kali ini ..

‘KLEK’

Entah kenapa merasa berbeda dari biasanya ….

“Hi !”

Itu kata pertama yang kuucapkan kepadanya ketika kulihat dia sudah berada dihadapanku untuk membukakan pintu.

Bodoh.

Hal bodoh yang pernah kulakukan. Aku tidak pernah mengatakan salam seperti ini pada seorang yeoja. Biasanya aku akan langsung memulai dengan skinship karena aku tidak pernah menyukai yeoja-yeoja itu lebih dulu. Yeoja-yeoja yang kukencani biasanya karena mereka yang memintaku. Mereka menyukaiku karena ketampananku. Maka dari itu aku memulai dengan skhinship karena mereka pasti akan terima-terima saja dan tidak keberatan dengan perlakuanku. Terkadang aku sangat menyukai dunia itu hingga aku ketagihan dan menjadi seorang playboy.

Dia terkejut untuk pertama kalinya ketika melihatku. Ah, entah dia sudah terkejut untuk yang keberapa kalinya karenaku, aku tidak tahu. Yang jelas dia sedang terkejut melihat kedatanganku. Aku memperhatikannya. Dengan keadaan biasa tanpa make-up pun dia sudah nampak cantik dan anggun. Shim Changmin tidak pantas mendapatkan yeoja ini.

“Ini untukmu.. Kuharap kau menyukainya. Aku tidak tahu bunga kesukaanmu jadi aku membelikan bunga matahari untukmu.”

Aku menyerahkan setangkai bunga matahari yang sedari tadi kusembunyikan dari balik punggungku. Mulutnya ternganga entah dia kagum dengan caraku atau tambah membenciku.

“Bunga yang kukirimkan tadi pagi itu juga dariku. Semoga kau menyukainya.”

Kuraih tangannya lalu menaruh bunga itu dalam genggamannya. Jemarinya sungguh hangat dan lembut. Sepertinya dia sangat merawat tubuhnya dengan baik. Aroma mawar dari parfumnya mulai menyeruak masuk ke dalam hidungku karena terkena desiran angin yang mampu membuat hasratku meningkat. Tubuhnya benar-benar wangi. Yeoja ini seperti membiusku.

Dia meraih tanganku kemudian mengembalikan bunga matahari yang kuberikan tadi pada genggamanku. Dia menolak pemberianku.

“Pulanglah. Untuk apa kau kesini?”

“Aku ingin bertemu denganmu.”

“Bertemu untuk apa? Pulanglah dan jangan menemuiku lagi. Kau salah orang.”

Salah orang? Benarkah? Apakah aku salah mencintai seseorang? Apakah aku salah jatuh cinta? Kurasa ini sudah benar dari awal, aku menyukainya tanpa tanda tanya. Dengan cepat kutarik tangannya ketika dia hendak masuk ke dalam meninggalkanku.

“Aku menyukaimu..”

Dia terdiam menatap mataku. Tatapannya tajam seolah-olah dia sedang menuduhku bahwa aku sedang berbohong. Kudengar dia tertawa pelan.

“Ajuhsi, kau salah orang. Bukan aku. Pasti bukan aku.”

Mataku benar-benar terbelalak mendengarnya. Dia mengatakan namja tampan sepertiku ini ajuhsi? Berapa umurnya? Baru kali ini ada seorang yeoja yang mengataiku ajuhsi. Bahkan dia adalah yeoja yang kusukai. Tidak ada sopan santunnya sama sekali yeoja ini, tapi kenapa aku bisa gila karenanya?

“Ajuhsi?”tanyaku padanya. Kupastikan bahwa telingaku tadi tidak salah dengar dengan ucapannya.

“Ne, ajuhsi. Kau lebih tua dariku tuju tahun. Jangan mendekatiku. Jangan mengganggu hubunganku dengan Shim Changmin.”

“Apakah Shim Changmin terlihat seperti namja yang baik dimatamu?”

“Ne. Dia adalah namja yang baik dan aku sangat percaya padanya. Tidak sepertimu, tuan casanova.”

‘BLAM!’

Dia berlari masuk ke dalam menutup pintu tanpa memperdulikanku sama sekali. Aku tersenyum. Baru kali ini aku bertemu seorang yeoja yang benar-benar menolak pesonaku. Ini sungguh menarik.Hari ini kau dikalahkan oleh yeoja, Lee Hyukjae. Kau harus lebih bersemangat lagi. Lee Hanwoo, tunggu. Tunggu sampai membuatmu jatuh ke dalam pelukanku. Sungguh licik bukan?

Author’s POV

——————-

Hanwoo masih berdiri di daun pintu. Wajahnya menunduk menatap ke bawah tanpa fokus sedikitpun. Matanya sempat mengerjap-ngerjap. Tangannya mulai mencengkramt erat meremas kerah bajunya. Dia merasakan ada yang aneh dengan dirinya entah apa itu sampai tidak menyadari Hyojin datang menghampirinya. Hyojin tersenyum mengetahui bahwa sahabatnya sedang dilema.

“Hanwoo-ya, apakah tadi Lee Hyukjae?” tanya Hyojin.

Hanwoo terkesiap. Dia mengangkat wajahnya menatap Hyojin dengan gugup. Hanwoo kemudian mengangguk mengiyakan bahwa tebakan asal Hyojin tadi benar. Bukan tebakan asal, dia hanya sedikit berbasa-basi pada Hanwoo. Karena sedari tadi Hyojin mengintip mereka dari dalam.

“Dia menyukaimu?”

“Mollayo, dia seorang playboy.”

Hanwoo melangkah meninggalkan Hyojin. Dia duduk di sofa memangku bantalnya di paha. Hyojin memutar matanya seakan meremehkan ucapan Hanwoo. Hyojin membalikkan badannya melangkah mendekati Hanwoo dan duduk disamping sahabatnya.

“Wae? Playboy juga manusia. Ketika dia sudah menemukan yang tepat dia akan menjaga yeoja itu layaknya putri yang tinggal di sebuah istana.”

Cih. Lalu kau menyuruhku untuk bersamanya dan meninggalkan tunanganku, begitu?”

Hyojin terdiam. “Jadi jika kau tidak bersama Changmin lebih dulu, kau bisa saja menerimanya kan? Jika kau suka pada Hyukjae oppa, katakan saja sebelum menyesal. Kau hanya baru bertunangan belum menikah jadi jangan sia-siakan hidupmu.” Hyojin mencoba menggoda Hanwoo. Namun sepertinya Hanwoo tidak suka Hyojin berkata seperti itu padanya.

“Yak !” protes Hanwoo.

“Waeyo?” Hyojin hanya memasang tampang innocent sambil tersenyum mengedip-ngedipkan matanya membuat Hanwoo muak. Hanwoo tidak menanggapi Hyojin.

———–

“Jadi kau sudah malas bertemu denganku?” tanya Changmin lewat teleponnya ketika malam ini Hanwoo menelpon kekasihnya.

“Anio.. Anio, bukan seperti itu. Aku hanya ..”

“Hanya apa? Besok MV ku akan keluar dan aku ingin kau melihatnya yang pertama.”

“Tidak bisakah kau datang kerumahku saja atau bertemu di tempat lain? Aku tidak mau ke gedung latihan itu lagi.”

“Waeyo? Apa ada hal yang mengganggumu?”

Hanwoo tidak menjawab. Bagaimana dia bercerita bahwa ada seseorang yang mengganggunya jika dia pergi ke gedung itu. Jika dia mengadu bahwa Hyukjae selalu mengganggunya yang bisa saja akan berefek pada karir mereka jika Changmin tahu. Changmin tidak mungkin membiarkan semua itu. Dia hanya takut Hyukjae dan Changmin bertengkar hanya karena ini. Apalagi tahu dengan sifat tunangannya yang sedikit gengsi dan keras kepala.

“Hanwoo-ya?” panggil Changmin ketika merasa kekasihnya terdiam cukup lama.

“Ah ne, aku hanya merasa disana seperti ada makhluk halus. Terakhir kali aku datang ke tempatmu, aku merasa selalu merinding. Aku takut. Kau tahu sendiri kan, aku sangat takut dengan hal-hal mistis?” dusta Hanwoo. Changmin tertawa. Menurutnya ini adalah alasan terlucu yang pernah ia dengar dari kekasihnya.

“Baiklah, besok aku akan kerumahmu walaupun sebenarnya aku agak malas jika harus berpacaran dihadapan orang-orang rumahmu.”

Akhirnya. Hanwoo merasa lega ketika Changmin mengatakan mau datang kerumahnya. Selalu begitu alasannya Entah apa yang membuat  Changmin sangat jarang mau datang kerumahnya. Dia merasa bersyukur karena Changmin tiba-tiba menyetujui sarannya untuk menonton MV dirumah. Dia selalu susah untuk diajak datang kerumah dengan alasan karena malu, atau malas dan sebagainya. Mungkin Changmin tipe orang yang pemalu. Tapi tidak apa-apa. Yang penting dia sudah berusaha sekeras mungkin menghindar dari si playboy itu.

“Kau masih tetap saja malu seperti itu padahal kau sudah menjadi tunanganku. Apa kau malu mengakuiku sebagai tunanganmu?” tanyaku padanya.

“Bukan begitu, jagiya. Aku..”

“Sudahlah, aku tidak ingin berdebat. Aku lelah dan ingin tidur. Kau jangan begadang. Tidurlah sekarang.”

“Baiklah. Jaljayo, aku akan tidur sekarang. Mari kita tidur bersama.”

“Ne, jaljayo.”

Hanwoo menutup teleponnya. Dia menghela napasnya bangkit dari duduknya di kursi kerjanya. Hanwoo menarik tirainya bersiap mematikan lampu untuk tidur namun matanya tidak sengaja menangkap sesosok namja yang berdiri di depan gerbangnya.

Hyukjae’s POV

——————–

Aku masih tetap berdiri di depan gerbang. Tepatnya di depan gerbang rumah Hanwoo. Tidak peduli jika seandainya Changmin datang ke tempat ini dan mendapatiku melamun seperti orang bodoh. Awalnya aku berencana pulang, namun entah mengapa hatiku terasa sakit. Ini kali pertamanya kurasakan hatiku sakit karena seorang yeoja.

Entah sudah berapa jam berdiri, aku sangat berharap dia akan melihatku kemudian menghampiriku. Bahkan aku masih mengingat wajahnya ketika membukakan pintu untukku. Apakah kesan awal bertemu denganku tidak bagus dimatanya sehingga membuatnya tidak melihatku seperti yeoja-yeoja lainnya yang tanpa henti selalu memandangku?

Dia yeoja yang berbeda. Dia bukanlah yeoja yang sama seperti yeoja-yeoja yang pernah kukencani sebelumnya. Mengapa harus ku bandingkan dirinya dengan yeoja-yeoja itu?

Aku tidak mempunyai nomernya satupun yang bisa kuhubungi. Aku hanya bisa menunggu .. dan menunggu. Aku seperti namja bodoh. Bahkan tubuhku bergetar ketika merasakan angin yang mulai menusuk masuk ke kulitku menyapa persendianku yang mulai merasa nyeri. Kutatap ke atas langit. Mendung. Angin ini semakin terik membawa Awan hitam yang mulai menggantikan awan putih secara perlahan-lahan. Apakah aku masih bisa bertahan?

Hanwoo’s POV

———————

“DUAR!”

Aku membuka mata terbangun karena mendengar sebuah suara. Petir. Aku bangkit karena teringat sesuatu. Jujur, aku memang tertidur tapi otakku sama sekali tidak bisa beristirahat karena memikirkan seseorang. Kubuka tirai jendelaku dan benar saja melihat sosoknya yang masih berdiri di depan gerbang dan disebelah audi putihnya membuatku ingin mencacinya saat ini juga.

Aku berlari membuka pintu kamar lalu berjalan ke bawah. Aku merasa ada seseorang yang sedang membuka pintu tapi aku tidak peduli. Entah kenapa aku harus cepat-cepat membawa pergi Hyukjae sebelum ada orang yang tahu bahwa seorang artis Lee Hyukjae sedang menunggu tunangan Shim Changmin pada saat hujan yang deras di tengah malam. Ini akan membuat masyarakat berpikiran negative terhadapnya dan aku tidak mau Shim Changmin mencurigaiku dengan terus menanya-nanyakanku kenapa aku bisa membuat namja itu menunggunya di depan rumah pada saat hujan deras di tengah malam. Namja itu benar-benar bodoh!

Aku membuka gerbang lalu menutupnya kembali. Kuperiksa kantong celananya dengan cepat hingga menemukan sebuah kunci mobil. Kutekan sebuah tombol untuk membuka pintu mobilnya hingga lampu itu menyala dan sedikit menimbulkan bunyi alarm pertanda bahwa pintu mobil itu sudah terbuka. Semoga saja tidak membangunkan siapapun karena bunyi mobil sialan ini.

Air hujan masih terus turun membasahi kami. Bahkan terkedang bunyi petir masih menguasai langit. Dengan cepat aku menarik tangannya mengajaknya masuk ke dalam mobil. Aku berlari pelan kesebelah lalu masuk ke dalam. Kunyalakan mesin mobil itu sambil memasang sabuk pengaman di tubuhku dan memasangkannya juga di tubuh Hyukjae lalu mengajaknya pergi dari sini.

Aku tahu pergi bersama seorang cassanova sangat berbahaya namun aku juga ingin menyelamatkan hubunganku dengan Changmin. Aku akan menyelesaikannya sekarang juga dengan namja ini dan sedikit membuat perhitungan.

“Kenapa kau mencariku?” tanyanya.

“Katakan dimana apartementmu, aku akan mengantarmu.”

“KENAPA KAU MENCARIKU? Kau belum menjawab pertanyaanku. Apakah kau sudah menyukaiku? Apa kau memikirkanku? JAWAB AKU!” suaranya mulai menegas.

Aku benar-benar emosi karena ucapannya. Kubanting stirku menepi kepinggir jalan. Suara mesin penghapus hujan yang bergesek di kaca mobil bagian depan menemani kami dalam sunyi. Jalan ini sungguh sepi. Aku menoleh ke arahnya dan menatapnya tajam.

“Kau! Kau sendiri yang mencariku, bukan aku yang mencarimu. Kau mencari seseorang yang sudah memiliki tunangan dan mau menghancurkannya, begitu? Apa tujuanmu? Apa aku pernah melakukan kesalahan padamu hingga membuatmu seperti ini? Bagaimana jika wartawan tahu keberadaanmu yang bodoh ini. Menunggu tunangan Shim Changmin di tengah hujan deras. Apa kau tidak memikirkan masa depanmu dan masa depanku? Bagaimana jika ada fans yang lewat kemudian membuat berita yang tidak-tidak? Kau tahu, aku sudah bertunangan dengan Shim Changmin. Jangan menggangguku kumohon.”

“Aku tidak peduli !!”

“Yak, kau gila, ajuhsi. Kau setir saja mobilmu sendiri jika kau tidak mau menurutiku. Aku akan pergi.”

Aku membalikkan badan membuka pintu hendak turun dari tempat ini. Tempat ini benar-benar memuakkan. Dia menarik tubuhku dan memelukku. Aku mencoba meronta namun dia tambah mengeratkan pelukannya membuat dadaku sesak.

“Ajuhsi !! Lepaskan !! Jangan samakan aku dengan yeoja-yeoja yang pernah kau kencani !!”

“Kapan aku pernah menyamakanmu dengan yeoja-yeoja yang pernah kukencani?” tanyanya lembut. “Kapan aku berkata bahwa kau pantas untuk kupacari lalu kutinggalkan? Bahkan kau mampu membuatku menunggu di tengah hujan deras.”

‘BLUK’

Aku merasakan kepalanya terjatuh di pundakku. Pelukannya mengendur. Aku memegang tubuhnya yang lemas dan menyandarkannya ke jok mobil. Kusentuh wajahnya dengan kedua tanganku mencoba mengukur suhu tubuhnya. Benar saja. Tubuhnya menghangat. Sepertinya dia demam.

“Hyukjae-ssi !! Hyukjae-ssi !!”

Aku mencoba menepuk-nepuk pipinya namun dia tidak mendengar untuk terbangun. Dia benar-benar namja yang bodoh. Bukankah lagi dua hari dia akan debut dengan duetnya bersama Changmin? Kenapa dia melakukan tindakan bodoh seperti ini? Ini akan membuatku semakin merasa bersalah karenanya.

Kubenarkan posisi dudukku untuk menyetir kembali. Sesaat aku terdiam ketika mesin mobil sudah kunyalakan. Kutepuk keningku ketika teringat sesuatu.

“Baboya! Aku tidak tahu dimana tempat tinggalnya. Eotteoke? Apa aku mengajaknya kembali ke rumah? Ah anio, Hyojin dan Sooyoung onnie akan tahu dan mereka bisa berpikir bahwa aku akan berslingkuh. Lagipula Changmin akan kerumah besok, eotteoke?”

Kulirik namja disampingku. Dia tertidur pulas tanpa memikirkan diriku yang sedang gundah. Aku tidak membawa uang, tidak membawa handphone. Apa yang bisa kulakukan sekarang?

Hyukjae’s POV

———————

Aku membuka mata mencoba mendiamkan penghliatanku yang masih kabur sampai berhasil melihat langit-langit kamar dengan jelas. Kurasakan ada sesuatu yang menempel di keningku. Kuambil benda itu yang ternyata lap basah.

Aku mencoba mengingat kejadian kemarin malam. Aku menunggu Hanwoo sampai malam. Waktu itu hujan turun dengan sangat deras hingga entah kapan sosoknya keluar dari gerbang membawaku masuk ke dalam mobil lalu … Bagaimana aku bisa kembali ke apartementku? Dimana yeoja itu? Aku tidak ingat.

Aku bangkit keluar dari kamar mencari-cari Hanwoo siapa tahu saja dia masih disini. Namun ruangan ini terlihat bersih dan kosong. Bersih? Siapa yang membersihkan ruanganku? Karena kesibukanku aku sangat jarang membersihkan ruangan ini.

Aku masuk ke dalam kamar lagi untuk mencari handphoneku. Segera aku menelepon Choi Siwon managerku. Mungkin saja dia tahu apa yang sedang terjadi padaku kemarin malam.

Hanwoo’s POV

——————–

Kusambut Changmin sore ini saat datang kerumah. Akhirnya dia benar-benar datang kerumahku dan tentu saja Sooyoung onnie yang baru saja pulang bekerja menggodanya. Dia masih terlihat malu-malu apalagi dengan Hyojin. Mereka sungguh akward terlihat dari cara mereka saling menyapa dan tersenyum. Itu selalu terjadi ketika Hyojin dan Changmin bertemu jadi sudah biasa melihatnya.

Aku mencarinya di taman belakang. Ini menjadi tempat favorite kami berdua ketika dia datang kerumahku. Kutaruh orange juice yang kubuat tadi di atas meja di samping ayunan yang berbentuk seperti kursi setengah lingkaran. Aku duduk disamping tunanganku yang sedang menutup ipadnya. Dia tersenyum menatapku.

“Apa kau sudah makan?” tanyaku.

“Ne, kau bagaimana?”

“Hmm.. sudah.”

“Bogoshipo..”

Changmin merangkulku lalu mengecup keningku. “Nado..”

“Sesuai dengan janjiku aku akan memperlihatkan MV duetku padamu. Asal kau tahu, kau yang pertama.”

“Aku yang special?”

“Tentu saja.”

“Baiklah, mana aku ingin melihatnya. Kau pasti sangat tampan disana. Bagaimana kostummu?”

“Lihat saja..”

Changmin mulai mengutak-atik ipadnya sementara itu aku mengambil orange juice. Bersamaan dengan itu handphoneku bergetar. Aku melihat sebuah nomor yang tidak kukenal sedang menelponku. Nuguya?

“Yeoboseyo?” sapaku ketika mengangkat telepon. Kuteguk orange juiceku karena haus.

“Hanwoo-ya.. Aku Hyukjae.”

‘BRUUUSHHH’

Orange Juice yang kuteguk kusemburkan kembali. Namja itu benar-benar tidak menginginkanku dengan Changmin sepertinya. Kenapa dia selalu menjadi perusak acara kencanku dengan Changmin setelah kemarin malam membuatku repot. Apa dia mau membuatku repot lagi kali ini?

“Gwenchanayo? Nuguya?” suara berat Changmin mungkin mampu dia dengar sekarang. Aku tidak menggubris pertanyaan Changmin. Aku benar-benar panik saat ini.

“Kau sedang bersama Changmin? Tidak bisakah kau mengunjungiku sekarang? Aku sedang sakit.”

“Kenapa harus aku?”

Aku tidak bisa mencacinya sebebas kemarin karena ada kekasihku disini. Aku benar-benar kesal. Lebih baik kumatikan saja telponnya.

“Jangan mematikan teleponku atau aku akan menelpon Changmin mengatakan bahwa kau adalah yeoja yang sangat baik mengantarkanku ke apartement malam-malam karena aku sakit dan aku akan mengatakan pada kekasihmu bahwa kau menemaniku sampai larut pagi merawatku hingga aku sembuh dari demamku. Benar begitu Lee Hanwoo?”

Aku ingin menangis rasanya. Dia mengancamku. Apa maunya sekarang?

“Apa maumu?”

“Datang ke apartementku sekarang ada sesuatu hal yang harus kuperlihatkan padamu.”

Changmin’s POV

———————–

Baru saja aku datang ke rumahnya untuk memperlihatkan sebuah MV yang akan keluar besok padanya tapi dia sudah pergi lagi karena sebuah pekerjaan. Dari caranya menerima telepon sepertinya ada sesuatu yang terjadi di kantornya. Dia mengatakan bahwa asistennya menelponnya untuk menyuruhnya datang ke kantor padahal ini adalah hari liburnya.

Hanwoo sempat menitikkan air matanya dihadapanku karena dia kesal dengan kantornya yang mengganggu jadwal kencan kami. Ya, memang ini sungguh mengganggu. Namun apa boleh buat, dia harus professional dalam pekerjaannya bukan? Tentu Saja aku juga harus mengerti pekerjannya itu sebagai kekasihnya.

Aku terkejut ketika melihat seseorang sudah duduk disampingku tanpa sadar. Seorang yeoja yang akhir-akhir ini kukenal sangat baik. Yeoja itu berbeda dengan Hanwoo. Kedewasaannya, cara dia berbicara padaku, cara menatapku, sama sekali tidak pernah kutemui di sosok Hanwoo. Hyojin. Choi Hyojin. Tidak ada yang tahu mengenai hubungan kami.

Tangannya menggelut mesra di lenganku. “Dia sudah pergi ..”

“Kau berani sekali ..” Aku mencoba melepaskan pelukannya.

“Tentu saja aku berani. Bukan Choi Hyojin namanya jika aku tidak berani melakukan apapun yang kuinginkan.”

Aku tersenyum tipis. Aku tahu dia adalah yeoja baik-baik. Dia memang memutuskan untuk berselingkuh denganku tapi bukan berarti dia adalah yeoja nakal yang bisa dengan mudahnya melakukan hal seperti ini dengan banyak namja. Aku yakin, hanya aku yang bisa membuatnya seperti ini. Apakah aku jahat?

“Bagaimana kalau onniemu melihat kita?”

“Dia sedang tidur.  Kau tahu jika onnieku tertidur dia terlihat seperti mayat.”

Aku menghela napas. Yeoja ini sungguh pintar. Tidak tahu seberapa jahatnya kami, namun selama ini aku dan Hyojin juga saling mencintai. Bahkan kini rasa cintaku terhadap Hanwoo sedikit berkurang karena aku terus bersama Hyojin. Hyojin rajin menemuiku di lokasi syuting. Dia sungguh yeoja pemberani tidak sepertiku yang masih sedikit memikirkan bagaimana perasaan Hanwoo jika dia tahu bahwa aku berselingkuh di belakangnya.

“Perlihatkan padaku. Aku ingin kau memperlihatkan mv itu padaku lebih dulu dari yeojamu.” Ucapnya.

Pada akhirnya bukan Hanwoo yang kuperlihatkan lebih dulu tapi yeoja ini. Yeoja yang bisa dibilang bukan apa-apa bagiku, tapi entah kenapa dia selalu berhasil menjadi nomer satu dari yeoja yang sangat istimewa untukku.

Author’s POV

——————

Hyukjae menarik Hanwoo mengajak yeoja itu masuk ke ruangannya. Ia mengunci pintu lalu menyandarkan Hanwoo di daun pintu. Hanwoo sedikit meringis karena tubuhnya membentur keras di pintu.

“Aakhh ! Apa yang kau lakukan?! Jangan menghimpitku, awas !!!” Hanwoo berusaha meronta. Dia sungguh takut karena dirinya belum pernah bertemu casanova seperti Hyukjae. Namja itu menatap mata Hanwoo.

“Kata Choi Siwon kau diam disini sungguh lama, mengompres keningku hingga aku sudah agak mendingan. Gomawo..”

“Hanya itu?”

“Ne?”

“Kau menelpon hanya untuk itu?” Hanwoo mempertegas kembali.

“Ne.”

“Baiklah aku pulang..”

Hanwoo membalikkan badannya hendak keluar dari tempat ini. Tangannya dengan cepat memutar kunci hingga pintu itu terbuka. Langkahnya terhenti ketika melihat seseorang sedang berdiri di depan kamarnya. Hyukjae menatap sesosok yeoja yang ia kenal sudah berdiri dihadapan Hanwoo. Dengan cepat Hyukjae menarik Hanwoo ke dalam pelukannya. Dia tahu Hanwoo juga sedang panik karena dia tidak ingin ada orang yang mengenalnya di tempat ini bersama orang lain.

“Hyuk..”

Cho Yoora datang menemui Hyukjae. Yeoja itu terkejut ketika dia hendak menekan bel, pintu itu dengan mudahnya terbuka begitu saja dan memperlihatkan Hyukjae yang sedang bertelanjang dada dengan seorang yeoja yang hendak pergi dari ruangan ini.

“Kenapa kau datang kembali? Bukankah semua sudah berakhir?” tanya Hyukjae masih memeluk Hanwoo erat.

“Kau benar-benar !!”

Yeoja itu marah. Dia tidak tahan dan tidak percaya bahwa namja yang ia cintai sampai saat ini memang benar-benar playboy. Yoora menangis mendorong tubuh Hyukjae membuat namja itu mengeratkan pelukannya di tubuh Hanwoo agar yeoja itu tidak jatuh akibat dorongan Yoora. Yoora berlari meninggalkan ruangan ini meninggalkan keheningan dari Hanwoo dan Hyukjae.

Hyukjae’s POV

———————

Hanwoo benar-benar pergi meninggalkanku. Padahal tujuanku memanggilnya karena aku ingin memperlihatkan MV ku yang keluar besok. Aku ingin dia yang menjadi orang pertama yang melihat MV ku. Aku juga tidak ingin Changmin yang lebih dulu memperlihatkannya pada Hanwoo. Tapi belum selesai aku mengatakannya dia sudah pergi begitu saja meninggalkanku. Jangankan mau mengajaknya menonton, mengobrol sebentar denganku saja dia enggan.

Dia sungguh tidak tertarik padaku? Bagaimana aku dapat hidup dengan baik jika seperti ini? Beginikah rasanya sakit ketika patah hati? Ketika merasa ditinggalkan, beginikah yang yeoja-yeoja itu rasakan ketika aku meninggalkan mereka semua ketika aku sudah mendapat mangsa baru?

Tapi Hanwoo bukanlah mangsaku. Dia yeoja yang berbeda. Bahkan hanya melihatnya sebentar aku sudah merasakan hal lain di dalam diriku. Aku seperti mengenalnya sangat lama. Ada kenyamanan ketika aku menatap mata teduhnya dan mengintip senyuman yang terlihat dari jauh ketika setiap kali aku memergokinya tersenyum dan tertawa. Walaupun senyumnya bukan untukku melainkan namja itu.

Apakah ini karma untukku? Aku tidak bisa untuk berhenti memikirkannya. Dia marah padaku dan membentakku setelah Yoora pergi agar jangan mengganggunya lagi. Dia pergi meninggalkanku hanya karena seorang namja bernama Shim Changmin. Kini aku merasa bahwa Shim Changmin sungguh beruntung dan Lee Hyukjae sangat merana hanya seorang yeoja. Apa aku harus menyerah? Mungkin aku akan berhenti saja. Kurasa dia tidak pantas denganku. Dia terlalu keras kepala dan susah untuk kutaklukkan. Sepertinya perlu dicatat dan di garis bawahi bahwa Si playboy Lee Hyukjae menyerah karena seorang yeoja bernama Lee Hanwoo. Lee Hanwoo !!

Hanwoo’s POV

———————

Aku kembali masuk ke dalam rumah dan melihat rumahku kosong. Kubuka sandalku lalu masuk ke dapur untuk mengambil minuman kaleng di kulkas membawanya ke ruang tengah. Kuteguk minuman kaleng itu sampai habis setengah kemudian menaruhnya di atas meja. Kurebahkan tubuhku di sofa merasakan sedikit ketenangan dari semua masalah-masalahku.

Aku benar-benar lelah dan akan gila jika seperti ini terus. Namja itu terus mengejarku. Dia terus menggangguku disaat aku bersama Shim Changmin. Kenapa aku harus bertemu dengan namja itu? Apakah ini sebuah ujian dari Tuhan agar hubunganku bersama Changmin oppa berjalan lama? Bahkan Tuhanpun tidak percaya padaku bahwa aku benar-benar serius dengan Shim Changmin.

“Kau pergi kemana kemarin malam?” tanya Hyojin.

Aku hanya menoleh lemas. “Aku tidak pergi kemana-mana.”

Sepertinya yang membuka pintu kemarin adalah Hyojin dan dia mengetahuinya. “Kau bohong. Apa kau sudah tidak mempercayaiku sebagai sahabat lagi? Kenapa kau pergi malam-malam tidak mengunci pintu rumah? Kau mau membuat rumah kita kemasukan maling hah?”

“Jinja? aku lupa menguncinya?”

Bodoh ! Kenapa aku bisa lupa mengunci pintu rumah hanya karena menyusul si playboy itu? Bila bertemu lagi aku ingin membunuhnya. Menusuknya dengan pisau lalu aku akan masuk penjara gara-gara namja itu dan memunculkan masalah baru yang lebih dahsyat dari ini. Kau bodoh Lee Hanwoo. Mungkin kau sudah gila. Benar-benar gila.

“Ne. Bahkan benar dugaanku bahwa kau yang pergi di tengah malam. Pergi kemana kau?”

Haruskah aku berkata jujur pada Hyojin mengenai semua ini? Gwenchana. Dia adalah sahabatku. Aku mempercayakan dia sepenuhnya jadi untuk apa harus takut menceritakan semua ini? Hyojin juga tidak begitu dekat dengan Changmin jadi dia tidak akan memberitahu bahwa Hyukjae sedang mendekatiku. Lagipula Hyojin bukan tipikal orang yang suka menyebarkan rahasia.

“Setelah aku menolaknya saat datang kerumah kemarin, namja itu menungguku sampai tengah malam di depan gerbang. Kemarin hujan keras dan dia terlihat begitu bodoh. Hyojin-a, aku tidak mungkin tidak bercerita padamu. Bahkan sampai sekarang aku masih menolaknya karena aku sudah memiliki tunangan.”

Hyojin terdiam. Dia tampak antusias mendengarkanku. Sepertinya saat ini dia sedang memikirkan dan mencerna ucapanku mengenai Hyukjae yang selalu menggangguku.

“Yang kutahu Hyukjae bukanlah seorang namja yang suka mengejar yeoja, tapi dia yang dikejar oleh yeoja-yeoja manapun. Kau apakan dia sampai dia berbuat seperti itu? Apakah dia memutuskan untuk berhenti menjadi seorang cassanova?”

Kini aku yang terdiam mendengar Hyojin. Hyojin tahu banyak sepertinya tentang Lee Hyukjae, bahkan akupun tidak tahu. Benarkah Hyukjae adalah orang yang seperti itu? Setampan itukah dia di mata para yeoja?

“Lalu kau pergi kemana tadi sampai-sampai meninggalkan Changmin oppa seorang diri. Dia Changmin oppa sangat memikirkanmu, aku sunggih iri padamu bahkan ingin cepat-cepat mencari kekasih seperti tunanganmu itu.”

“Jeongmal? Mungkin aku akan menelponnya nanti malam. Aku tidak sempat melihat MVnya padahal dia datang dengan tujuan untuk memperlihatkan MV nya padaku. Tapi sayangnya karena namja itu semua ber..”

Aku menutup mulut karena keceplosan. Rencananya aku tidak ingin memberitahu bahwa Hyukjae bisa membuatku meninggalkan seorang Shim Changmin tadi siang. Tapi semua itu terjadi dan kulihat Hyojin tersenyum. Sepertinya rasa ingin tahunya saat ini sudah terbayar karena mulut dan pikiranku yang tidak sejalan.

“Hyukjae benar-benar hebat, bahkan dia berhasil membuatmu meninggalkan Changmin oppa karenanya.”

“Anio bukan begitu ! Kau kira aku yeoja apa? Aku masih mencintai Changmin. Aku dan Changmin tidak akan terpisahkan. Hyukjae mengancamku. Aku hanya tidak ingin merusak hubunganku hanya karena namja itu.”

“Jika begitu kenapa tidak kau berkata terus terang saja pada Changmin?”

“Lalu kau akan melihat mereka bertengkar setelah aku mengucapkan itu dan merusak karir mereka yang sebentar lagi akan debut? Banyak yang kupikirkan. Aku tidak memikirkan diriku sendiri saja. Aku sangat lelah. Rasanya ingin mati.”

Aku bangkit meninggalkan Hyojin ke dalam kamar. Sepertinya tidak baik berdebat dengan Hyojin saat ini. Entah kenapa aku merasa dia lebih menyetujuiku dengan Hyukjae dibanding menjadi tunangan seorang Shim Changmin.

Di dalam kamar aku merebahkan diri di atas ranjang. Kutatap langit-langit kamar dan saat itu juga air mataku terjatuh. Ketika merasakan bahwa aku benar-benar merasa benci sekali dengan namja itu. Apakah namja gila itu mau menghancurkan hubunganku dengan Changmin?

Author’s POV

——————-

Sudah tiga hari terlewati semenjak hari kemarin. Hanwoo bisa dengan tenang menjalani harinya karena Hyukjae tak lagi mengganggunya. Dia bisa dengan bebas berkencan dengan Changmin, menonton mini showcase comeback terbaru Changmin walaupun disana ada Hyukjae tapi dia sungguh lega. Namja gila itu tidak mengganggunya sama sekali.

Tempat duduk di stadium ini sudah dipenuhi oleh ribuan fans yang tak sabar menanti mini konser Changmin dan Hyukjae. Begitu juga dengan Hanwoo. Malam ini dia datang untuk melihat aksi panggung kekasihnya. Setelah MV nya keluar, dua namja ini mendapatkan perlakuan hangat dan banyak dukungan dari para fans. Mereka telah sukses.

Lagu pertama mereka muncul dengan lagu utama membuat para fans berteriak senang karenanya. Mereka melakukan sebuah gerakan dance yang selama ini Hanwoo pernah tahu dan pernah lihat. Tiba-tiba seseorang menghalangi jalannya ketika dia tahu Changmin sedang melihat ke arahnya. Orang itu duduk disebelahnya dan membuatnya terkejut bahwa orang itu adalah Choi Hyojin, sahabatnya sendiri.

“Aku telat ya?” tanya Hyojin santai.

“Hyojin-a! Bagaimana kau bisa duduk di tempat ini?” tanya Hanwoo karena tempat ini adalah VVIP khusus undangan dari para artis atau undangan dari para staff.

“Apa kau mempunyai teman yang menjadi staff?”

“Tentu saja . Aku kesini ingin melihat Hyukjae.”

“Kau benar-benar mengidolakan casanova itu.”

“Sepertinya dia sudah menghapus titlenya karenamu.”

Hanwoo hampir tersedak karena mendengar Hyojin berbicara seperti itu. Belum sempat ia menjawab ucapan Hyojin, Hyukjae melintas di depannya. Namja itu tidak meliriknya bahkan sepertinya menganggapnya tidak pernah ada. Padahal dia sangat yakin bahwa Hyukjae tahu dia datang ke konser ini.

Hyukjae tepat berdiri didepan Hyojin. Dia meraih tangan Hyojin membuat para fans berteriak karena kelakuan Hyukjae. Hanwoo melihatnya. Rasa kesal itu masih ada ketika dia benar-benar berpikir dan tahu bagaimana seorang Lee Hyukjae itu. Dari semua itu dia dapat menyimpulkan bahwa Hyukjae adalah namja yang cepat sekali berpaling dari seorang yeoja. Hanya dia orangnya, Lee Hyukjae.

———-

“Apa kau bisa pulang sendiri?” tanya Changmin saat Hanwoo menghampirinya ke backstage. “Setelah ini aku harus ke Daegu menginap selama dua hari untuk pembuatan CF mobil.”

“Kau sibuk sekali. Jangan lupa makan. Tubuhmu semakin kurus, oppa. Tenang saja, aku bisa pulang sendiri. Aku kan kekasihmu yang mandiri.” Ucap Hanwoo sambil membenahi dasi yang dipakai kekasihnya.

“Apa kau yakin bahwa kau adalah yeoja yang mandiri, Lee Hanwoo?”

Changmin tersenyum. Tangannya menepuk kepala Hanwoo sembari mengelus rambutnya. Changmin mengangkat dagu Hanwoo. Ia menatap mata yeojanya kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Hanwoo.

‘KLEK’

Pintu terbuka dengan cepat membuat Hanwoo dan Changmin terkejut menjauhkan diri masing-masing. Hyukjae datang dengan jalannya yang selengekan. Ia menatap pada kedua pasangan yang ia tahu jika dirinya tidak datang Changmin pasti berhasil mencium yeoja polos itu. Changmin berdehem mencoba membiasakan diri begitu juga Hanwoo.

“Changmin-a, tidak baik bermesraan di depan kamar mandi.” Ujar Hyukjae kemudian masuk ke toilet namja.

“Baiklah aku pergi dulu sebelum ajuhsi itu menggangguku.”

“Ajuhsi?” tanya Changmin bingung.

“Ah anio. Sampai jumpa.”

Hanwoo mencoba mengecup bibir Changmin kilat lalu berlari keluar meninggalkan Changmin. Changmin menatap kepergian Hanwoo.

Tak lama Changmin keluar dari ruangan ini. Sesorang datang memeluknya dari belakang. Changmin membalikkan badannya menatap Hyojin yang tersenyum menatapnya.

“Yak, jangan disini..” ujar Changmin.

“Gwenchana disini sepi. Lagipula kau lama sekali bermesraan dengan Hanwoo. Tidak bisakah kau membaginya padaku juga?”

“Kau sudah mendapatkan lebih darinya, Choi Hyojin.”

“Tapi aku selalu merasa kurang. Hari ini aku sudah siap ikut mengantarmu ke Daegu. Aku sudah mengatakan pada Sooyoung onnie bahwa aku sedang ada penelitian, tapi kukatakan bahwa aku pergi ke Busan bukan ke Daegu.” Hyojin menyeringai.

“Kau banyak berbohong, itu tidak baik.”

“Lalu kau ingin aku berkata jujur bahwa malam ini aku sedang pergi menemani Shim Changmin ? Kau gila.”

Changmin tersenyum. Dia memeluk Hyojin erat kemudian mengecup bibir Hyojin dengan lembut. Disisi lain ada dua sosok manusia yang sudah tahu apa yang sedang mereka perbuat. Dua sosok manusia itu sama-sama terkejut dan tidak percaya. Walaupun mengintip di tempat yang berbeda, Lee Hyukjae dan Lee Hanwoo tahu.

Hanwoo’s POV

———————-

Sakit.

Aku merasakan sakit yang begitu dalam. Aku sungguh sial. Apa dosaku di masa lalu hingga aku mendapatkan karma yang membuat hatiku sakit seperti ini? Aku tidak punya kekuatan untuk memukul atau menamparnya. Rasa sakit hatiku tidak bisa dibayar dengan semua itu. Aku dibohongi dan dibodohi.

Kenapa aku tidak menyadari hal itu? Hyojin dan Changmin. Choi Hyojin sahabatku. Bagaimana bisa dua orang yang didepan mataku selalu terlihat akward dan kini di dalam tempat yang berbeda aku menemukan mereka menyatu, bersatu, bersama dan segala kata yang mengatakan bahwa mereka satu.

Jika kuingat-ingat lagi, jika kusimpulkan semua itu, ketika Hyojin tersenyum ke arah Changmin dihadapanku, ketika Hyojin terlalu bersemangat menggodaku tentang Hyukjae, ketika Hyojin .. Ketika Hyojin datang ke tempat ini. Bagaimana dia bisa masuk ke backstage jika bukan Changmin yang menyuruhnya? Mereka mengkhianatiku. Hyukjae hanya modus untuknya agar aku tidak curiga padanya. Berpura-pura menjadi fans Lee Hyukjae, kau sungguh pintar Choi Hyojin. Bahkan kau sangat ahli untuk mengelabuiku.

Setelah lama taxi ini mengantarku, aku turun dari mobil dan membayar ongkos ketika sampai di depan rumah. Aku membuka gerbang lalu menutupnya kembali. Langkahku sungguh pelan karena kakiku benar-benar lemas tidak sanggup menyeret langkahku.

“Kau sudah pulang?” tanya Sooyoung onnie yang sedang menulis di meja makan. Entah apa yang sedang ditulisnya yeoja dewasa bernama Choi Sooyoung ini selalu terlihat sibuk dengan buku biru yang menyerupai agenda yang selalu dibawanya kemana-mana. Apakah itu buku diary atau agenda pekerjaannya, aku tidak mengerti. Yang jelas aku sangat tahu dia adalah seorang sekretaris di sebuah kantor domestik milik pemerintahan Seoul.

Aku mencoba tersenyum kepada onnie dari sahabat yang sedang mengkhianatiku. Melihat senyuman yeoja yang mirip dengannya membuatku ingin menjatuhkan diri ke jurang.

“Aku baru pulang onnie.” Jawabku.

“Bagaimana konsernya?”

“Sangat daebak onnie.”

“Ah begitu. Hyojin hari ini pergi ke Busan. Dia tinggal selama dua hari katanya  ada sebuah penelitian. Aku sangat rindu dongsengku itu.”

Busan? Penelitian? Dua hari? Entah kenapa otakku begitu pusing terlalu banyak berpikir hari ini. Mendengar hal ini, apakah keberadaannya masih begitu penting untukku? Aku tidak apa jika dia tidak muncul dari hadapanku. Kenapa dia tidak tinggal selamanya saja di Busan?  Aku seperti mendapat mimpi buruk. Mungkin aku harus beristirahat hari ini dan berharap ini hanya mimpi buruk

“Kalau begitu aku tidur dulu, onnie. Aku sungguh lelah.”

“Araseo, jaljayo Lee Hanwoo.”

Kucoba menyunggingkan senyumku ketika mengatakan itu penuh cinta padaku. Aku melangkah meninggalkan Sooyoung onnie. Namun sesuatu mengingatkanku hingga aku mampu menghentikan langkah yang menggebu ini.

“Tapi aku selalu merasa kurang. Hari ini aku sudah siap ikut mengantarmu ke Daegu. Aku sudah mengatakan pada Sooyoung onnie bahwa aku sedang ada penelitian, tapi kukatakan bahwa aku pergi ke Busan.”

Mataku mendelik rasanya ingin ku keluarkan dari dalam ketika mengingat hal ini. Napasku mendadak sesak mengingat ucapan dan suara Choi Hyojin yang seperti alarm membawaku pergi ke tempat dimana aku mengintip tadi. Kenapa aku baru mengingatnya? Lalu apa jadinya jika seorang yeoja dan seorang namja menginap satu sama lain? Kakiku melangkah mundur kemudian membalikkan badan berlari keluar dari rumah ini secepatnya. Kuenyahkan suara Sooyoung onnie yang memanggilku.

Air mataku keluar merasa sangat lelah untuk menyeret kaki ini. Tapi aku ingin datang menemui mereka. Aku ingin datang menemui Changmin. Aku ingin melihat seberapa mampu Choi Hyojin mengkhianatiku.

Kucoba untuk menghubungi Shim Changmin berulang kali namun dia tidak mengangkat handphonenya. Kini aku baru menyadari bahwa aku benar-benar bodoh.

Perutku mulai terguncang dan membuatku ingin memuntahkan semua isinya keluar. Kepalaku sangat berat. Kukuatkan diriku sekali lagi ketika tanganku menyentuh gagang pintu untuk membuka gerbang namun seseorang mendorongnya dari luar hingga tubuhku sedikit terhuyung ke belakang dan orang itu berhasil mendekapku.

Aroma ini …

Aroma strawberry dari busana yang dikenakan namja yang sedang mendekapku mampu membiusku ke dalam ketenangan. Walaupun dia berhasil membiusku ke dalam ketenangan namun tidak mampu membuat rasa sakit dan air mata yang mengalir ini berhenti. Tanganku menggenggam kerah bajunya mencoba mencari topangan karena rasanya aku ingin mati malam ini.

“Gwenchana?”

Mendengar suaranya membuatku tambah sesak. Apa yang harus kujawab? Aku hanya bisa menangis saat ini. Lidahku benar-benar kelu. Shim Changmin mengkhianatiku. Selama ini dia mengkhianatiku disaat aku mencoba mempertahankan hubungan ini. Lalu apa bedanya dia dengan namja yang sedang mendekapku saat ini?

“Gwenchana?” suaranya menanyaiku sekali lagi.

“Antarkan aku ke Daegu..”

-TBC-

Part 2 sudah berhasil kubuat dengan lancar. Terima kasih untuk kalian yang sudah memberikan semangat di Part 1. Bagaimana untuk part 2?

Shim Changmin mengkhianati Hanwoo, sedih sekali. Apakah sudah berasa sedihnya? Kalau sudah berasa berarti aku berhasil dalam tulisan ini. Ditunggu untuk selanjutnya bagaimana kisah Hanwoo dengan dua namja itu. Gomawo.

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktu untuk membaca part 1 dan tidak lupa juga untuk mengcomment 😉

Iklan

19 thoughts on “[2] Kasanoba Wangja

  1. daebak..terasa bgt saeng 🙂 stiap karakternya juga terasa bgt lewat kata per katanya,,,enak bgt bacanya,,tuuh kan malah yang changmin manis di depan yang khianat,,mending hyuk dia apa adanya ,, wlopun telihat bad , nappeun,, tapii dia tipe yang jujur apa adanya..huhhu hyuk makin suka 🙂
    hanwoo terpuruk dateng k hyuk tepat bgt..waahh gk sabar nunggu kisah selanjutnya..:) over all daebak saeng 🙂

    rumor hyuk-iu gimana saeng???tabah ya..heheh hwaiting ^ ^

    Suka

  2. serunya part ini, *selanjutnya ikut koment diatas, tulisan bagus, feelnya jg dapet*
    jiahhh makin suka sama casanova— gila ya pdhl ni cowo lgi ngerayu cewe org tp kok keren gtu sih..wakakakaka
    akhirnyaaa..jln hanwoo dan hyukjae kebuka juga..
    ayooo kaliann cepet jadiannn..trs merit-punya anak deh.. *stress*
    changmin bolehlah, sekalinya baca ff yg ada dy-nya malah selingkuh ni cowo.
    isshh tp gpplah ya biar hanwoo cpt jadian sama hyukie :p
    hanwoo ini abis kejatohan tangga malah kejatohan duren.. kyaaa— lepas dr changmin dapet hyukie, huaaaa mauuu..
    nextnya makin g sabar.. “antarkan aku ke Daegu..” —–aaaa *ikutttt*
    *sabar menanti…*
    poto itu mah no coment g pntg juga, kl emank pacaran yowesss yasudah aku ikut dy aja. yg bahagia. :p

    Suka

  3. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
    TT_____________________________________TT

    ajhajskhzjxskdcljklgkoufrplkxdlmjfkjlkjlkowjfjitoejjamksskjaopjhjmjaj’

    IGE MWOYA????????
    PERAN MACAM APA INI YAOLOOOOOOOOH..
    Good job lee hanwoo ssi..

    ekspektasiku salah seratu persen..totally salah..
    aku inget percakapan di WA sebelum part 1 rilis soal kita bakalan berantem di FF barumu..ok I’m looking forward bcs I think we will fight bcs of Hyukjae..HYUKJAE..not CHANGMIN..
    TT____TT
    jadi ini maksudnya Hyojin di part 1 yang katanya dia suka sama namja yang sayangnya udah punya pacar..
    aku sempet ngira kalo itu Kyuhyun..kyuhyun yang suka ngegodain dia kalo dikampus padahal jelas2 udah punya cewek..dia pura2 gak suka gt misalnya..
    tp ternyata..salah lagi..
    dan pas baca part 1..dimana peran hyojin bener2 sebagai sahabat baik..tinggal serumah..apalagi kata2nya pas pesta pertunangan itu..aku bener2 udah ngira kalo Hyojin gadis baik2 disini..berarti bukan FF ini yang km maksud soal kita berantem,,tapi ternyata..salah lagi jugaaaaakk *jambak hanwoo

    ini jahat..jahat sekali..gak ada yang lebih nyakitin daripada dikhianatin sahabat sendiri.. TT___TT
    jahatnya hyo bahkan lebih jahat disini daripada di your guardian..ah..memang imej wanita jalangs itu sudah melekat erat pada choi hyojin..kykakyaaaaaaaa~~ *kibas gaun merah

    tapi yang sebenernya paling jahat disini itu changmin..changmiiiin..teganya dikau..
    T____T
    pedalem sebenanya hyojin..status hubungannya sama changmin gak jelas..padahal kayanya udah diapa-apain sama changmin.. “kau sudah mendapatkan lebih darinya, choi hyojin” raaawwrr..berarti udah apa-apa kaaaan TT__TT kyuhyunaaaa mianeeeee… *siram kebun melati

    no komen dulu soal hyuk..fighting aja buat membongkar kejahatan changmin hyojin..

    aku gak minta banyak…CEPET BIKIN PART 3 N KASI KABAR PAS UDAH DIPOST!!!
    TT____TT
    bikin sejahat mungkin yaaaa..
    wkakakkakakkaa

    *pada akhirnya aku ol pc buat komen gara2 komenku gak masuk pas komen via hape..
    -____-

    Suka

    • din , commentmu panjang banget. tapi makasi ya , aku terharu :’)
      pinjem sooyoung yah din. hhihihi~~~
      ditunggu part 3 [kayaknya] makin seru hhhihihi.
      aaa makasi sudah bela2in ol pc buat komenin ini. semoga kamu suka ^^ kita rivalan hhihi. aku baca semua komen2mu, sekali lagi makasi ya ^^
      ehehhe.

      Suka

  4. aigoo. rumit banget hubungan manusia-manusia ini..
    tapi btw kenapa sebelumnya Hyuk jadi dingin sm Hanwoo?

    daebak ceritanya.. ga sabar nunggu next part 🙂

    Suka

  5. tuh kan bener tebakkan q changmin maun belakang kan ma hyojin udah ketawan dari gerak gerik y…..
    jujur q ngak sanggup baca y,,,, hanwoo yg dihianatin mungkin krn q suka cerita y n kebawa suasana di ff n kasian ma hanwoo jadi y nyesek bgt baca y n sebel rasa y mau cincang2 changmin n hyojin n mau teriakkin mereka…. kyk y q harus ngonteol emosi q nih baca ff yg gaje n komedi biar mood sebel q ilang baru baca lanjutan y….
    sumpah q kebawa suasana bgt daebak mpe buat q mau maki2 dua irg tu krn dah berkhianat……
    pa lg baca kata hyojin udah dapet yg lebih dr yg changmi kasi ke hanwoo n dijawab masi kurang……akhhhhhhhhhhhhhhh….
    q ngak bisa komen apa2 lg krn rasa kesel mendominasi….
    maaf ya hehhehehee…q ngedumel tu krn ff y daebak bikin suasana hati q ijut kebawa cerita di ff n ngerasain perasaan yg hanwoo rasain…
    buat changmin nyesel nanti n ngemis2 minta balik lg ke hanwoo…

    Suka

  6. ternyata changmin jauh lebih jahat dikira bkal dia yg trsakiti eh mlah hanwoo yg mris bnget nsibnya udh d’hianatin pacar orng yg udh d’anggp shabat jg nusuk dia dri blakang..
    Tnang hanwo pangeran mu sgera datang hahaaa…lee hyukjae nekad bgt ya klo udh cnta gtu

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s