[4] Kasanoba Wangja

Author: hanwoo

● Cast: Hyukjae-Hanwoo-Changmin-and others cameo ●

Length: Part 4 ● Genre: Romance-Friendship

 

Because I’m blind, I only see you
Because my heart is frozen, I hug you
When my trembling lips touch your ears
I say the words I dreamed of since I met you, I love you

[trans Blind For Love- Yesung]

 

Author’s POV

——————–

Sudah dua hari Sooyoung terpaku di meja makannya setiap pulang bekerja. Dia menatap ruangan ini. Kosong. Tidak ada satupun yang mengusiknya malam ini. Perkataan Hyojin membuatnya berpikir berulang-ulang kali.

Hyojin benar-benar pergi dari rumah ini tanpa membawa barang-barang serta uang untuk kehidupannya. Air matanya menitik lagi ketika merasakan sesak pada pernapasannya. Sooyoung memukul-mukul pelan dadanya mencoba menenangkan diri.

Dia sangat merindukan dongsengnya itu. Entah harus bagaimana caranya meminta maaf pada Hyojin bahwa sepertinya dia bukanlah seorang onnie yang baik. Sooyoung menatap handphonenya. Darimana Hyojin bisa tahu bahwa dia sedang menjadi selingkuhan seorang Yo Youngjin penulis lagu terkenal di Korea Selatan yang mampu menciptakan lagu-lagu terhebat?

Sudah dua hari Hanwoo tidak pulang ke rumah. Rumah besar ini terlihat sepi dan sunyi. Sooyoung menyeka air matanya lalu menarik napas. Mencoba berbenah diri pergi untuk melupakan hari pahit ini.

———-

Hanwoo melepas ciumannya menatap Hyukjae tanpa melepas rangkulan di lehernya. Tangan Hyukjae turun melingkar ke pinggang Hanwoo dan satunya lagi menyentuh lembut pipi Hanwoo. Senyum mereka sama-sama mengembang.

Mereka berdua duduk di sofa. Hyukjae memeluk Hanwoo dari belakang. Entah mimpi apa yang di dapatnya semalam. Akhirnya Hanwoo menerimanya walaupun hanya menjadi selingkuhan. Dia tidak akan melupakan masa-masa ini. Hari ini dia sangat bahagia. Energinya terkumpul lagi.

Hanwoo menoleh ke belakang tersenyum pada Hyukjae. Hyukjae mencoba mendekatkan wajahnya lagi namun Hanwoo memundurkan wajahnya menolak perlakuan Hyukjae.

“Ajuhsi ..”

“Setelah kau mau membalas ciumanku, kau masih memanggilku ajuhsi? Cih. Apa kau mau berpacaran dengan seorang ajuhsi?”

“Kau hanya selingkuhanku. Memang kau ingin aku memanggilmu apa?”

“Memangnya berselingkuh itu tidak berpacaran, hmm?” Hyukjae mencubit gemas hidung Hanwoo. Yeoja itu menyipitkan matanya. “Berhentilah memanggilku ajuhsi karena aku ingin mendengarmu memanggilku jagiya..”

“M.. Mwo? Jagiya?”

“Ne. Waeyo?”

Hanwoo tersenyum menatap wajah namja dihadapannya. Rahang yang begitu tegas dan kuat seolah-olah dia adalah namja yang tidak suka ditentang. Mata yang begitu menggoda dengan keriput yang terlihat. Sepertinya mulai saat ini keriput itu adalah keriput favorite nya. Keriput terseksi yang pernah dimiliki manusia yang pernah ditemuinya.

Hyukjae menyelipkan rambut Hanwoo ke telinga sadar karena Hanwoo memperhatikannya sedari tadi.  Dia penasaran dengan apa yang dipikirkan Hanwoo mengenai dirinya. Seandainya dia Edward Cullen [salah satu tokoh vampire karangan Stephenie Meyer] dia pasti sudah tahu isi pikiran Hanwoo yang sesungguhnya.

“Berjanjilah padaku agar kau menuruti semua perintah Choi Siwon, memperbaiki sikap playboy mu, aku juga tidak suka kau mabuk. Baru aku bisa berjanji untuk memanggilmu jagiya. Eotte?”

“Baiklah aku akan menuruti semua perintahmu asal kau setiap hari menjengukku kesini.”

“Aku masih memiliki Changmin..”

“Baiklah kalau begitu aku tidak akan menuruti ucapanmu.” Hyukjae membuang mukanya. Dia merasa panas dan cemburu ketika nama namja itu tersebut lagi. Kadang dia tidak bisa habis pikir dengan Hanwoo yang begitu setianya dengan namja yang sudah mengkhianatinya selama ini.

Okay, aku juga tidak akan memanggilmu jagiya lagi.” Hanwoo ikut membuang muka. Mendengar hal itu Hyukjae menoleh menatap Hanwoo seolah-olah dia tidak menginginkan harapan yeoja dihadapannya. Hyukjae membalikkan tubuh Hanwoo membuat yeoja berambut panjang sepunggung itu menatapnya.

“Yak, aku akan menurutimu. Mulai besok aku akan bekerja. Aku juga tidak akan minum lagi. Minuman-minuman itu terasa pahit.”

“Jeongmal?” Hanwoo sungguh senang. Entah kenapa dia sangat senang sekali. Rencananya berhasil. Choi Siwon pasti akan senang mendengarnya dan dia harus membayar mahal karena namja ini sudah berulang kali menciumnya.

————

Changmin membuka pintu kamarnya. Matanya menangkap sesosok yeoja sedang berdiri di beranda kamarnya. Changmin menghela napasnya kemudian melangkah pelan menghampiri yeoja berambut panjang tergerai itu. Rambutnya berterbangan akibat angin yang menghembusnya.

Changmin memeluk Hyojin dari belakang. Bibirnya mengecup lembut pundak Hyojin kemudian beralih mengecup leher jenjang yeojanya.

“Kau belum tidur?” tanya Changmin.

Hyojin menggeleng sembari membalikkan badannya tersenyum lemah. Changmin mengerti bagaimana perasaan kekasih keduanya itu.

“Kajja, aku akan menemanimu malam ini, kupastikan tidurmu malam ini sangat nyenyak.” Ucap Changmin mendorong tubuh Hyojin menjadi paling depan lalu menuntun yeoja itu berjalan masuk ke dalam kamar. Changmin menutup pintu beranda dan menarik tali tirai hingga tirai putih itu tertutup rapat.

Hanwoo tersenyum getir melihatnya. Air matanya kembali mengalir ketika melihat lampu ruangan itu meredup. Hanwoo menekan turn up pada kaca taxi hingga kaca itu naik tertutup rapat. Tubuhnya bergetar lagi ketika ia memutuskan untuk pergi mencari Changmin ke rumah namjanya tapi malah pemandangan yang tidak enak itu dilihatnya.

———-

Siwon menekan bel pintu rumah Hanwoo berniat malam ini datang untuk memberikan sebuah pujian dan hadiah karena yeoja kepercayaannya melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia sangat senang ketika Hyukjae menelponnya dan memberikan kabar gembira itu bahwa dia sudah bisa mulai bekerja besok.

Tiba-tiba pintu rumah ini terbuka secara perlahan memperlihatkan sesosok yeoja tinggi bertubuh kurus dengan rambut panjang sebahu tersenyum ke arah Siwon. Siwon mencium aroma chocolate dari tubuh yeoja itu.

“Anyeong Haseyo ..”

Siwon memperhatikan gerakan tubuh yeoja dihadapannya yang sedikit membungkukkan badan memberi salam. Dia terlalu terpesona dengan aura yeoja ini. Rasa penasarannya bertambah dan dia mulai bertanya-tanya di dalam hati. Siapa orang ini?

———-

Hyukjae memasukkan baju-bajunya ke dalam koper. Sedari tadi dia sibuk berkemas. Besok dia akan memulai aktivitasnya bekerja lagi. Ini semua karena seorang yeoja yang mampu merubahnya secepat mungkin. Choi Siwon sangat senang mendengarnya dan mungkin akan memberikan hadiah yang banyak untuk Hanwoo.

Hyukjae mengapit handphonenya diantara telinga dan pundaknya. Senyumnya tidak berhenti mengembang daritadi. Hari ini dia sudah sehat. Sangat sehat bahkan melebihi orang normal. Mungkin dia sedang gila. Gila karena cinta.

“Yeoboseyo?” terdengar suara dari sebrang namun Hyukjae belum menjawabnya. Dia hanya tersenyum entah bagaimana cara mengungkapkannya. Kali ini dia menelpon Hanwoo meminta ijin pada yeoja itu bahwa besok dia akan berangkat.

“Ajuhsi ..” suara disebrang itu sepertinya tidak terima Hyukjae tidak menjawab sapaannya. Hyukjae menutup kopernya lalu menarik resleting koper itu.

“Yak, kau masih tetap memanggilku ajuhsi. Besok aku akan berangkat ke China selama dua hari. Jangan salahkan aku jika kau merindukanku.”

“Mmm..” ujar Hanwoo lemah. Ekspresi Hyukjae langsung berubah ketika mendengar suara Hanwoo yang bergetar.

“Waeyo? Kau sakit?”

Hanwoo terdiam tidak menjawab. Dia berusaha menahan tangisnya agar Hyukjae tidak khawatir padanya.  Hanwoo menarik napas pelan mencoba tersenyum memikirkan kesenangan ketika namja ini menelponnya.

“Gwenchana. Kalau begitu kenapa kau belum tidur? Kau harus tidur agar para fansmu senang melihamtmu tetap fresh.”

Kini gantian Hyukjae yang terdiam. Hyukjae tiba-tiba tersenyum. Dia sangat kagum terhadap Hanwoo yang bisa merubah moodnya dengan cepat.

“Aku sedang beres-beres.”

“Jeongmal? Malam sekali.”

“Kau tahu, aku tidak pernah mengepak barang-barangku sehari sebelum hari keberangkatanku. Biasanya aku akan mengepaknya besok. Kau tahu, ini pertama kalinya aku membawa koper. Besok aku yakin Choi Siwon pasti akan menertawakanku.”

“Kenapa begitu?”

“Karena aku jatuh cinta padamu. Karena sudah tidak ada lagi kasanoba wangja sepertiku lagi. Kau menghapus gelarku, nona Lee. Kau membuatku melakukan hal-hal yang positif dan menambah energiku. Kau pil energiku.  Aku serius.”

Hanwoo terpana mendengarnya. Memang beda sekali ucapan lembut seorang Casanova dibanding dengan laki-laki normal. Changmin sangat jarang sekali menggoda dan merayunya. Namja itu begitu senang dengan kesibukannya. Senang dengan aktivitas berselingkuhnya mungkin.

Dan dia masih belum menyadari bagaimana seharusnya dengan Hyukjae. Apakah dia harus mempercayai namja itu atau tidak? Dia sedikit kurang percaya pada Hyukjae. Baginya ini terlalu cepat. Dan dia sangat tidak suka proses yang terlalu cepat dan menggebu-gebu. Apakah itu yang sering dia lakukan dengan yeoja-yeoja lainnya juga?

“Hanwoo-ya, ada yang mencarimu di bawah.”

“Ne!!” teriak Hanwoo. Dia sangat senang ketika Sooyoung memanggilnya itu berarti dia bisa menutup telpon dari namja ini. Bukan karena dia enggan ingin bicara dengan Hyukjae namun dia ingin membatasi perasaannya agar tidak luput dari ucapan-ucapan manis seorang Casanova.

“Aku kedatangan tamu, kau juga harus tidur. Tutup telponmu tuan Lee.”

Hyukjae melirik jam dinding putihnya. Sudah jam sebelas malam bukanlah waktu normal seorang pengunjung.

“Nuguya?”

“Shim Changmin.”

Hyukjae menggertakkan giginya hingga memperkuat bentuk rahangnya. Entah kenapa mendengar nama itu ingin sekali dia marah. Namun statusnya disini hanyalah sebagai seorang selingkuhan. Dia tidak berhak ikut campur dengan urusan Hanwoo. Tak lama kemudian mereka saling menutup telepon.

“Kau menyuruhku tidur lalu bagaimana caraku tidur kali ini Hanwoo-ya?” gumam Hyukjae pada dirinya sendiri ketika membenamkan tubuhnya di ranjang. Dia tidak bisa tidur dengan baik. Bahkan memejamkan matanya pun enggan. Perasaannya campur aduk antara senang dan gelisah memikirkan hubungannya dengan Hanwoo.

——–

Hanwoo menatap Choi Siwon yang sedang menunggunya di teras depan rumahnya. Bukan Shim Changmin, tentu saja. Dia berbohong pada Hyukjae karena jika dia tidak berbohong dia yakin Hyukjae akan mengintrogasinya lagi.

“Oppa ..” panggil Hanwoo hingga namja tinggi itu mebalikkan badannya.

Siwon duduk di teras depan ketika Hanwoo mempersilakannya duduk. Hanwoo datang membawa secangkir kopi hangat lalu menaruhnya di atas meja. Hanwoo duduk di samping Siwon. Dia tahu maksud kedatangan namja ini malam-malam seperti ini.

“Kau tahu kan maksud kedatanganku malam ini?” tanya Choi Siwon.

Hanwoo mengangguk. “Mmm..”

“Kau sudah melaksanakan tugasmu dengan baik. Kau mau aku bayar berapa? Aku akan membayar sebisaku.”

Hanwoo terdiam kemudian menggeleng menoleh ke arah Siwon. “Tidak usah, oppa. Kau tidak perlu membayarku.”

Siwon sedikit membuka mulutnya tidak percaya dengan ucapan Hanwoo yang dulunya begitu antusias meminta bayaran jika rencananya berhasil tapi sekarang dia mendengar penolakan dari yeoja itu. Ini berarti ..

“Apakah kau jatuh cinta padanya? Kau menolakku untuk membayarmu karena kau sudah berhasil membuat namja gila itu mau bekerja lagi padahal dulu kau antusias sekali meminta bayaran padaku.”

“Jatuh cinta atau tidak, aku bukan yeoja yang seperti kau kira. Senang membantumu oppa.”

Siwon tersenyum. “Cih, namja itu. Pantas saja dia mempertahankanmu.”

“Mwo?”

“Sepertinya dia akan menghapus gelar casanovanya hanya karena yeoja yang sudah memiliki tunangan sepertimu. Baiklah aku akan pulang. Kupastikan besok namja gila itu tidak akan merepotkanku. Jika dia merepotkanku, kau bersedia membantuku kan?” tanya Siwon sambil tertawa. Hanwoo tersenyum kecil. Entah dia menolak atau tidak.

‘PRANG!’

Tiba-tiba terdengar suara pecah belah dari dalam. Hanwoo sedikit terkejut kemudian bangkit masuk ke dalam. Choi Siwon tidak tinggal diam. Dia menyusul Hanwoo ikut masuk ke dalam dan melihat Sooyoung yang sedang terduduk di lantai sehabis memecahkan gelas. Pecahan gelas itu berserakan di lantai. Sooyoung menunduk menangis sambil menyentuh kepalanya yang ia rasa sangat sakit.

Dengan cepat Hanwoo menghampiri Sooyoung memegangi tubuh yeoja itu. Hanwoo mencoba mengangkat Sooyoung namun tidak bisa. Yeoja itu terlalu berat padahal tubuh Sooyung sangat kurus. Atau karena Sooyoung tidak bisa bangun? Dia menoleh ke arah Siwon mencoba meminta bantuan pada namja itu. Siwon yang ditoleh seperti itu langsung mengerti.

“Bantu aku mengangkatnya..” pinta Hanwoo.

Siwon bergerak pelan-pelan agar tidak tertusuk pecahan kaca walaupun ia sudah memakai pantofel. Siwon mengambil posisi disamping Sooyoung. Memperhatikan mata yeoja itu yang terpejam beberapa saat yang lalu. Dia mengangkatnya mengikuti Hanwoo memasuki sebuah ruangan dimana itu adalah ruangan Sooyoung yang memang terletak di lantai satu.

Hyukjae’s POV

——————–

Tepat jam delapan pagi aku sudah tiba di Incheon Airport bersama Choi Siwon dan beberapa staf dari manajement. Pagi ini aku akan pergi ke China untuk konser soloku yang akan di gelar selama dua hari setelah itu aku bisa bebas menemui Hanwoo lagi.

Kemarin malam aku benar-benar tidak bisa tidur memikirkan Hanwoo. Lee Hanwoo. Aku seperti tertarik kepadanya untuk terus berada disampingnya. Aku juga tidak mengerti kenapa aku seperti ini dan apa yang mendorongku hingga aku tergila-gila padanya. Padahal dia sudah memiliki tunangan. Walaupun tunangannya berselingkuh, tunduk pada seorang yeoja bukanlah gaya khas seorang Lee Hyukjae.

Bahkan aku masih bisa merasakan deru napasnya saat kami berciuman kemarin. Aku masih tidak percaya bahwa dia membalas ciumanku. Entah kenapa aku merindukannya. Kuambil handphoneku lalu menekan tombol satu. Hebat. Bahkan nomornya sudah kutetapkan di panggilan otomatis. Terdengar nada ‘tut’ untuk beberapa saat membuatku tambah berdebar berharap dia mengangkat telponku. Tapi ternyata tidak. Harapanku sia-sia. Dia tidak mengangkat telponku.

Aku tidak menyerah. Tentu saja. Lee Hyukjae bukanlah seorang yang lemah. Aku mencoba menelponnya berulang kali hingga akhirnya terdengar suara dari seberang. Suaranya.. Suaranya yang memekik telingaku membuatku harus menjauhkan telponku.

“YAAAKK!!! Kau mengganggu tidurku saja !!! Kenapa menelponku?” tanyanya yang terdengar keras dari speaker handphone. Kutempel lagi handphoneku di telinga.

“Aiiishh Lee Hanwoo, kau yeoja apa belum bangun jam segini? Apa kau tidak bekerja?”

“Aiguu !! Aku sampai lupa bekerja ! Menyebalkan sekali.”

Aku tertawa mendegarnya. Aku yakin dia pasti sedang panik saat ini. “Kau harus berterima kasih padaku. Cepatlah mandi. Sebentar lagi aku akan berangkat. Jaga dirimu baik-baik. Jika kau sedih karena Changmin, ingatlah aku.”

“Hmmm ..”

“Tidak bisakah kau berkata lebih banyak lagi? Ucapkan hati-hati untukku atau apapun. Ah tapi sudahlah, gwenchana. Mmm .. Hanwoo-ya ..”

“Ne?”

“Gomawo karena sudah mengijinkanku pagi ini untuk mendengar suaramu..”

Hanwoo’s POV

———————

“Gomawo karena sudah mengijinkanku pagi ini untuk mendengar suaramu..”

‘DEG ! DEG ! DEG !’

Aku menatap roti tawarku yang kutumpuk menjadi dua. Kugigit bibirku ketika mengingat ucapan namja itu saat menelponku tadi. Entah aku harus senang atau sedih ketika dia mengucapkan hal itu. Senang karena ada seseorang yang membuatku semangat karena ucapannya itu.

Sedih karena ..

Aku tidak tahu. Apa yang membuatku sedih? Seperti ada perasaan sedih dan kecewa ketika dia mengucap hal itu dan aku belum menemukan hal apa yang membuatku sedih seperti ini.

Tiba-tiba seseorang menyentuh pundakku dari belakang. Aku menoleh melihat Sooyoung onnie sudah duduk disampingku. Wajahnya masih terlihat lemas padahal aku yakin dia akan bekerja setelah ini karena melihat pakaian rapi yang dikenakannya. Setelan kemeja cream dengan celana panjang hitamnya. Rambut sebahunya digerai seperti biasa membuatnya tambah sempurna dengan polesan make-up tipis.

“Kenapa kau melamun pagi ini?” tanyanya.  Aku menggeleng dan mencoba tersenyum.

“Anio ..” ucapku sambil menggigit roti tawarku. “Apa kau sudah baikan, onnie?”

“Ne.”

Sooyoung onnie mengambil satu roti tawar lalu memasukkannya ke mulutnya. Aku sangat tahu porsi makannya. Dia adalah salah satu orang yang makannya paling banyak di rumah ini tapi pagi ini dia hanya mengambil satu roti saja membuatku sedikit ragu padanya apakah dia benar-benar sudah baikan.

Walaupun tubuhnya sangat kurus dia sangat kuat sekali makan. Aku juga tidak mengerti kenapa dia kurus seperti itu. Berbeda dengan Hyojin yang sangat suka sekali diet.

Hyojin? Aku teringat lagi dengan yeoja itu. Apakah dia tidak tahu onnienya sedang sakit seperti ini? Tapi dia malah menginap dirumah Changmin. Dan sudah beberapa hari ini Changmin tidak menghubungiku. Namja itu benar-benar lupa bahwa masih memiliki tunangan.

“Jeongmal? Jika kau sehat, kau akan menumpuk roti itu menjadi dua sepertiku lalu mengolesinya dengan selai kacang kesukaanmu, onnie. Apa kau benar baik-baik saja? Lebih baik jangan bekerja dulu. Umm.. Aku tidak melihat Hyojin dari kemarin, Hyojin kemana?”

Kulihat raut wajah Sooyoung onnie berubah seperti membeku. Yeoja itu mematung namun untuk beberapa saat berubah normal kembali.

“Hyojin.. dia bilang sedang ada penelitian lagi.” Ucapnya singkat.

Dalam hati aku mengeluh dan merutuki Hyojin. Yeoja disampingku begitu kasihan memiliki dongseng seperti Hyojin. Mungkin aku akan membuat perhitungan padanya.

“Hanwoo-ya ..”

“Ne onnie?”

“Miane”

Aku mengernyitkan kening menatapnya. “Untuk apa?”

“Karena sudah menolongku kemarin malam.”

“Kenapa meminta maaf? Apakah kau sudah membuat kesalahan?”

Sooyoung onnie malah terdiam. Dia benar-benar aneh. Untuk apa meminta maaf? Seharusnya dia mengucapkan terima kasih bukan meminta maaf.  Mungkin hatinya sedang tidak baik pagi ini. Kuelus pundaknya.

“Lebih baik onnie jangan bekerja dulu.”

Author’s POV

——————-

Malam ini Hyojin sedang duduk di meja makan menunggu Changmin datang dari pekerjaannya. Hyojin bangkit ketika mendengar suara mobil memasuki rumah. Bisa dipastikan bahwa mobil itu milik Changmin. Hyojin bangkit cemas menunggu Changmin.

Changmin masuk ke dalam dan mendapati kekasihnya yang sudah berdiri cemas menunggunya. Dia tidak mengerti kenapa Hyojin memasang ekspresi seperti itu. Tangannya meraih pinggang Hyojin lalu mengecup kening dan bibir Hyojin secara bergantian. Mereka berciuman sangat mesra. Deru napas mereka bersatu saling mengerang karena sentuhan-sentuhan satu sama lain. Changmin melepas ciumannya menatap Hyojin. Mengelus lengan yeoja itu lembut.

“Gwenchana?” tanya Changmin. Hyojin mengangguk menandakan dia sedang baik-baik saja namun tatapannya tidak fokus. Changmin tahu bahwa yeoja itu sedang menyembunyikan sesuatu. Changmin menghela napas. Tangannya mengangkat dagu Hyojin agar mata yeoja itu menatap matanya.

“Gojimal. Apa yang sedang kau pikirkan?”

Hyojin melepas tangan Changmin pelan-pelan kemudian membalikkan badan membelakanginya. Changmin tidak menyerah. Tangannya merangkul pinggang Hyojin dari belakang kemudian mengecup leher Hyojin memberikan ketenangan. Hyojin mengedikkan bahunya bahwa dia sedang merasa geli.

“Apa yang sedang terjadi padamu saat aku bekerja?”

“Changmin-a, apa cara kita benar? Ngg.. Maksudku apa kita sudah melakukan yang terbaik?” tanya Hyojin.

“Kenapa kau berkata seperti itu, nona Choi?”

“Aku merasa bahwa aku yeoja yang sangat buruk.”

“Tidak ada yang seperti itu. Kau tidak buruk.”

“Tapi itu dimatamu. Tidak tahu bahwa bagaimana aku dimata orang-orang, dimata Sooyoung onnie dan dimata sahabatku sendiri Lee Han..woo..” ujar Hyojin terbata-bata saat menyebutkan nama Hanwoo.

Changmin menghela napas menderukan napasnya di leher jenjang Hyojin. Namja itu menaruh dagunya di pundak Hyojin untuk sesaat. Mereka sama-sama mengeratkan tangan dalam genggaman.

“Semua akan baik-baik saja. Percayalah padaku. Kau tidak perlu resah.”

“Bagaimana jika Hanwoo tahu?”

“Kenapa kau melemah Hyojin-a? Bukankah kau sangat senang menantangku untuk memberitahu Hanwoo mengenai hubungan kita?”

Hyojin menangis. Air matanya mengalir. Dia tidak menyangka akan seburuk ini keadaannya. Dia juga benar-benar tidak bisa lepas dari Shim Changmin. Tiba-tiba Handphone Changmin berbunyi. Mereka saling lepas dan saling tatap.

“Hapuslah air matamu..”

Changmin merogoh kantong celananya untuk mengambil handphonenya. Terlihat satu panggilan masuk dari seseorang yang sudah lama tidak pernah ia hubungi lagi. Dia menatap Hyojin ragu antara mau mengangkatnya atau tidak.

Hanwoo’s POV

———————-

Malam yang indah. Aku harap malam ini akan menjadi malam yang indah. Melangkah sambil menatap bintang-bintang yang menyertai jalanku disepanjang jalan setapak sebuah perumahan. Aku mencoba menyunggingkan senyumku ketika merasakan desiran angin musim gugur menyentuhku. Kurapatkan coat biru tosca ku. Aku hampir sampai di rumah seseorang.

Rumah bertingkat dua yang gentengnya dicat merah diantara genteng-genteng yang berwarna hijau sudah terlihat dari jarak beberapa meter dari arahku. Hanya rumah itu saja yang gentengnya berwarna merah diantara rumah-rumah yang ada di jalanan ini. Rumah itu milik Shim Changmin.

Aku menyentuh pintu gerbang ini. Rumah ini terasa asing bagiku setelah lama tidak pernah berkunjung kemari. Dia juga tidak pernah menghubungiku. Bukankah kita masih sepasang kekasih? Kulihat mobil Hyundai merah miliknya. Sepertinya dia juga sedang ada di rumah.

Aku tersenyum. Ya, tentu saja dia sedang ada di rumah bersama yeoja itu. Choi Hyojin. Aku melihatnya. Aku bisa melihat mereka saling bercumbu mesra. Bayangan mereka terlihat dari balik tirai putih jendela rumahnya.

Hatiku masih terasa sakit. Namun kucoba untuk berpikiran baik. Kini aku bisa merasakan rasa cinta mereka berdua. Mereka adalah dua insan yang saling mencintai, apakah salah untuk bisa bersatu? Apakah aku hanya penghalang saja selama ini. Begitukah?

Kulihat gerak-gerik mereka. Hyojin menjauh dari Changmin tapi Changmin mengejar dan mendekapnya lagi dari belakang. Aku mendesis tidak tahan. Lebih sialnya lagi air mataku jatuh. Tidak ada yang memegangku. Tidak ada yang menguatkanku disini sendirian.

Aku terasadar. Saatnya datang untuk menyelesaikan semuanya. Jika memang itu yang mereka inginkan aku datang untuk mengalah. Kuraih handphoneku dilanjutkan menekan tombol angka satu. Dia masih menjadi yang pertama sampai malam ini. Tapi tidak tahu setelah ini siapakah yang berhasil menggantikan posisinya untukku.

“Yeoboseyo..” ucap suara diseberang. Aku mencoba menahan air mataku yang hendak jatuh. Hatiku seperti teriris ketika mendengar suaranya. Suara yang pernah kukagumi.

“Jagiya ..” ucapku serak.

“Ne?”

“Apa kau sesibuk itu sekarang sampai-sampai tidak sempat menghubungiku selama tiga hari?”

“Kau yang tidak pernah menghubungiku.”

“Aku menunggumu yang menghubungiku duluan, oppa. Kau sedang dimana sekarang? Aku merindukanmu. Bolehkah aku datang menemuimu? Banyak yang ingin aku ceritakan padamu. Bolehkah aku datang kerumahmu?”

“Aku masih di lokasi syuting, mungkin besok biar aku yang menemuimu. Kau baik-baik saja kan?”

‘DEG!’

Kakiku lemas dan hampir saja jatuh tidak bisa menjaga keseimbanganku. Dia membohongiku. Dia benar-benar akan membuatku gila malam ini. Jika seperti ini apa yang harus kujawab? Mulutku terbuka lebar tidak lagi mengatup. Air mataku sudah mengalir sejak tahu dia membohongiku. Hatiku sangat sakit. Tahu kenyataan yang pahit seperti ini, bagaimana cara aku menelan semua ini? Aku sakit hati Shim Changmin.

‘Naega Shim Changmin imnida ..’

Bahkan suaranya untuk pertemuan pertama kami masih bisa kuingat dengan jelas. Dia benar-benar seperti namja yang sangat baik hari itu. Namja tinggi dengan ketampanan yang luar biasa masih tidak menyangka bahwa dia juga meminta nomerku kemudian menghubungiku setiap saat hingga dia mulai berani mengajakku berkencan. Pergi ke Restoran, menunggunya berlatih, sampai bertemu dengan keluarga kami.

‘Aku menyukaimu..’

Kusunggingkan senyumku ketika mengingat ucapannya pada hari jadi kami. Aku hanya bisa menatapnya tidak percaya dan berpikir bahwa aku benar-benar yeoja yang sangat istimewa sampai membuat seorang artis besar bernama Shim Changmin menyatakan cintanya padaku. Dia menyukaiku itu artinya dia menginginkanku.

Dengan bodohnya saat itu aku hanya bisa mengangguk disertai dengan dekapannya bahwa dia sangat bersyukur beruntung malam itu karena aku menerima cintanya. Setiap hari kami semakin dekat dan tidak pernah menunjukkan pertengkaran-pertengkaran apapun karena dimataku Shim Changmin adalah namja dewasa yang selalu menuntunku dengan baik. Aku sangat mempercayainya. Dulu aku sangat mempercayainya sampai-sampai aku tidak tahu kapan ada yeoja lain yang sudah menggantikan posisiku diam-diam.

Kumatikan telponku. Sudah jelas semua Shim Changmin. Kumasukkan lagi handphoneku di kantong coat. Tanganku menyentuh pintu gerbangnya hendak membukanya pelan-pelan. Aku sukses masuk dan berdiri di depan pintu rumahnya. Kuhapus air mataku dan mencoba menghirup napas. Kutatap bel itu lalu menekannya.

——————

Seusai konser aku kembali pulang bersama Choi Siwon. Tapi bukannya pulang aku sudah berada di tempat ini. Di sebuah mall besar yang terletak di kawasan Beijing. Aku hendak membeli sesuatu untuk seorang yeoja yang membuatku semangat akhir-akhir ini. Sudah kukatakan pengaruh yeoja itu sangat besar untukku.

Aku memasuki sebuah toko perhiasan. Pramuniaga yang menjaga toko ini tersenyum menyapaku dengan bahasa china yang mungkin artinya sebuah sapaan ‘selamat datang’. Aku kembali melihat-lihat cincin yang berada di dalam rak kaca. Seseorang datang merangkulku. Aku terkesiap menoleh ke belakang. Ternyata Choi Siwon.

“Apa kau berniat melamar seorang yeoja dan mengakhiri status casanovamu itu?”

“Hmm.. Mollayo.”

“Lee Hanwoo. Apakah dia orangnya?”

Aku tersenyum dalam diam. Mendengar namanya disebut aku merasa seperti pertama kali aku jatuh cinta pada waktu SMP. Bukan. Rasanya aku pernah memiliki rasa ini sangat lama entah pada abad keberapa. Apakah aku saja yang mempunyai perasaan seperti ini bahwa aku sudah mengenalnya sangat lama entah di dunia mana.

Yeoja itu tidak menghubungiku. Apa yang sudah dia lakukan tanpaku disana? Apakah dia hidup bahagia tanpaku? Aku tidak sabar untuk menemuinya.

Author’s POV

——————–

Hyojin mendelikkan matanya tidak percaya ketika didapatinya Hanwoo sedang berdiri dihadapannya. Mereka saling tatap dan saling diam. Hyojin sudah tidak tahu arwahnya melayang pergi kemana setelah merasa tubuhnya melemas.

Hanwoo menaikkan sudut bibir kirinya lalu mendesis. “Melakukan sebuah penelitian, membohongi Sooyoung onnie yang sedang sakit. Itukah kebahagiaanmu Choi Hyojin?”

Hyojin berusaha menguatkan kakinya. Tubuhnya sangat lemas. Hanwoo melangkah maju mendekati Hyojin namun Hyojin melangkah mundur.

“Apa yang kau lakukan disini? Berduaan dengan tunangan orang lain, APA YANG KAU LAKUKAN DISINI HYOJIN-A ?!” teriak Hanwoo tidak tahan. Suaranya bergetar. Changmin datang terkejut melihat siapa yang sudah ada dihadapan Hyojin. Changmin menarik tangan Hanwoo mengajaknya keluar. Air mata Hanwoo keluar begitu juga dengan Hyojin. Hanwoo melepas cengkraman Changmin ketika sampai teras depan.

‘PLAK!’

Dengan cepat Hanwoo menampar pipi Changmin. Dia baru mengerti bagaimana berada di posisi seorang yeoja yang berani menampar tunangannya seperti yang ada di drama-drama yang pernah ia tonton. Seperti ini rasanya. Terdesak jika memang ada kesempatan karena sakit hati yang ia tanggung.

“Pintar. Kau memang pintar Shim Changmin. Kau kira aku tidak tahu semuanya selama ini? Kau menutupinya dengan sempurna. Mengatakan syuting, tidak ada di rumah, kau sudah membohongiku terlalu banyak.”

“Hanwoo..”

Changmin menarik tangan Hanwoo namun Hanwoo menepisnya. Hanwoo menatap mata Changmin tajam tidak peduli sebasah apapun wajahnya karena tangisannya.

“Jangan menyentuhku lagi..”

“Kau sudah tahu semua..” Changmin mendesis.

Mata Hanwoo membesar. Changmin berkata seperti ringan sekali tanpa ada rasa takut sama sekali. Hanwoo mengepalkan tangannya berusaha menahan emosinya.

“Semua tidak seperti yang ada di bayanganku selama ini mungkin dibayanganmu juga..”

“Ck! Apapun itu tidak ada yang perlu dijelaskan lagi Shim Changmin.”

Hanwoo melepas cincin pertunangannya lalu menaruhnya pada tangan Changmin yang ia kepal perlahan-lahan. Hanwoo membalikkan badannya namun Changmin menarik tangannya. Hanwoo berusaha menepis tangan Changmin. Changmin tetap masih tidak mau kalah.

“Hanwoo! Dengarkan aku dulu !”

Hanwoo memejamkan matanya sambil melangkah menepis Changmin. Ia menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit hatinya. Dia tidak ingin mendengar suara mantan tunangannya itu. Orang-orang yang penuh kepalsuan, dia akan sangat membenci semua itu.

“Kau juga berselingkuhkan?”

Hanwoo berhenti membuka matanya ketika mendengar ucapan itu. Apakah dia tidak salah dengar?

“Jawab aku. Kau selalu meninggalkanku ketika aku menunjungimu dirumah karena seorang Lee Hyukjae kan?”

Hanwoo membalikkan badan menatap Changmin yang sedang menuduhnya berselingkuh. Dia yakin-seyakin-yakinnya bahwa Changmin akan menyesal jika menuduhnya nanti.

“Apakah Hyojin yang mengatakannya? Hyojin-a, apakah benar aku berselingkuh? Bukankah aku pernah bilang padamu bahwa aku mempertahankan hubungan ini xmati-matian, apa kau tidak menyampaikan hal itu pada Changmin oppa? Apakah kau sebuta itu Hyojin-a? Haha, benar. Benar sekali. Cinta itu membuat kita buta.” Ucap Hanwoo pada Hyojin kemudian membalikkan badannya pergi keluar dari rumah ini.

‘Pada akhirnya hubungan yang kupertahankan selama ini ternyata sia-sia. Mulai malam ini aku harus mencoba hidup sendiri tanpanya. Bangun pagi tanpa mendengar suaranya, tidak ada pesan-pesan penyemangat lagi darinya. Semua yang sudah kupertahankan selama ini hilang perlahan-lahan. Mencoba membiasakan diri bahwa bukan aku yang dicintainya. Selamat tinggal, Shim Changmin..’

—————–

Hyukjae menyeret koper birunya melewati lorong-lorong yang menghubungkan ke ruangan kamarnya. Hari ini dia sudah sampai di Korea setelah melaksanakan tugas-tugasnya selama dua hari di China. Dia sungguh lelah dan tidak sabar untuk menunggu hari esok ketika dia memutuskan untuk menyatakan cintanya pada Hanwoo.

Dia berbelok dan melihat sesosok yeoja sedang duduk bersandar sambil membungkuk memeluk lututnya di depan ruangannya. Tubuh itu seperti tubuh mungil yang dikenalnya. Tubuh mungil Hanwoo dengan rambut panjang sepunggung. Apakah yeoja ini sedang menunggunya pulang?

Berbagai imajinasi dan pikiran-pikiran keluar karena mendapati Hanwoo di depan ruangannya. Semburat senyuman tersungging di bibirnya.

Hanwoo mengangkat kepalanya ketika mendengar derap langkah menghampirinya. Hanwoo terkesiap ketika tahu siapa yang sudah berdiri dihadapannya. Yeoja itu bangkit menatap Hyukjae sayu.

Hyukjae merogoh kotak cincin di kantong celananya hendak mengeluarkan untuk diperlihatkan kepada Hanwoo. Namun lagi-lagi ia mengurungkan niatnya setelah melihat air mata menetes dari mata Hanwoo.

“Changmin-a ..” Suara Hanwoo bergetar.

“Ne? Kau bilang apa?” tanya Hyukjae.

“Aku sudah putus.”

——-

Pagi-pagi sekali Siwon datang ke sebuah rumah dan menunggu seseorang di depan pintu rumahnya. Pagi ini dia sudah berjanji setelah pulang dari China untuk datang menjemput orang itu. Terlihat Sooyoung dari balik pintu menatap Siwon yang tersenyum ke arahnya.

“Siwon-ssi”

“Aku sudah menepati janjiku kan? Bagaimana kabarmu?”

“Gwenchana.”

Sooyoung masih tidak percaya dengan namja yang ada dihadapannya ini. Semenjak hari pertama mereka bertemu entah darimana Siwon mendapatkan nomer handphonenya. Siwon mulai menghubunginya sejak saat itu. Rajin menanyakan keadaannya dan berjanji setelah pulang dari China dia akan mengantarnya bekerja.

“Baguslah jika kau sudah baik-baik saja. Mau berangkat sekarang?”

“Ne?”

“Mau berangkat bekerja sekarang? Aku siap mengantarmu.”

“Kau mau mengantarku? Aku sudah memiliki kekasih.”

Siwon terdiam tapi tak lama kemudian namja itu menyunggingkan senyumnya. Manis sekali hingga Sooyoung sempat sesak karena melihat ketampanan namja ini.

“Apakah kekasihmu itu akan marah jika aku mengantarmu? Apa yang bisa dia lakukan jika aku menginginkanmu? Apakah kau yakin dia akan meninggalkan istri dan anaknya hanya karenamu? Apakah dia pernah bilang seperti itu padamu?”

Sooyoung terkesiap tidak percaya. Siwon melacaknya? Darimana dia tahu bahwa kekasihnya memang benar-benar tidak akan mau meninggalkan istri dan anaknya demi dia.

“K-kau ..”

“Apa yang kau cari Choi Sooyoung? Aku namja berpendidikan, mapan dan tampan. Aku bisa membahagiakanmu. Apa kau tidak berniat untuk memperhitungkanku?” tanya Siwon sambil menyentuh tangan Sooyoung. Sooyoung belum bisa menjawab ucapan Siwon yang mendadak seperti ini.

———

Seorang namja berperawakan kurus keluar dari dalam mobil. Namja itu mengambil kacamata hitam yang ditarunya di celah kemejanya kemudian mengenakannya. Tubuh kurusnya bersandar pada audi putih miliknya.

Namja itu menyunggingkan senyum tipisnya. Dia merogoh kantong celananya untuk mengambil handphonenya. Tangannya menekan-nekan keypad dihandphonenya lalu menaruhnya di telinga. Matanya melirik perkotaan Seoul yang lumayan ramai di pagi hari ini.

“Anyeong sahabat lama, kau masih ingat aku? Aku.. Aku Lee Donghae namja tertampan dan terkaya dari Mokpo . Bisakah kita bertemu?”

———–

“Aku .. Aku Lee Donghae namja tertampan dan terkaya dari Mokpo. Bisakah kita bertemu?”

Siwon terpaku mendengar kalimat itu. Dia menghentikan aktivitasnya yang hendak menyalakan mesin mobil. Dia berencana mengantar Sooyoung ke tempat kerjanya. Seseorang menelponnya dan membuatnya terpaku seperti ini membuat Sooyoung heran melihatnya.

“Waeyo? Kau baik-baik saja?” tanya Sooyoung.

Donghae tersenyum tipis mendengarnya. “Yak, kenalkan yeoja yang ada disebelahmu padaku. Aku tidak mau tahu kita harus bertemu secepatnya. Aku tahu kau dan Hyukjae juga sama-sama sibuk. Tapi sempatkanlah waktumu untuk bertemu denganku.” Ujar Donghae panjang lebar.

Siwon mendesis sambil tersenyum menatap Sooyoung. Senyumnya begitu khas dengan lesung pipinya yang nampak. Sooyoung benar-benar terpaku menatapnya. Walaupun dia tidak mengerti kenapa namja ini tersenyum seperti itu dihadapannya.

“Nanti aku akan menghubungimu. Kau tahu, kau menelponku disaat yang tidak tepat tuan Lee.”

“Ahaha, jadi kedatanganku juga tidak tepat begitu? Baiklah tuan Choi aku mengerti dan tidak akan mengganggu.”

‘KLIK’

Siwon masih tersenyum bahkan tertawa pelan sembari memasukkan handphonenya ke dalam kotak dashboard dibawah music playernya. Siwon membenarkan posisi duduknya ketika dia melirik Sooyoung yang masih menatapnya heran.

“Teman lamaku datang. Dia mendengar suaramu dan ingin bertemu denganmu. Tapi mungkin kau tidak boleh ikut.”

“Mmm..? Memangnya kenapa aku tidak boleh ikut?” tanya Sooyoung.

Senyum Siwon memudar berganti menatap Sooyoung dengan serius. “Karena aku tidak ingin kau jatuh cinta pada siapapun kecuali aku.”

“Kau sedang merendah tuan Choi? Apakah temanmu tampan-tampan?”

“Choi Sooyoung-ssi aku serius. Pikirkan kata-kataku.”

Siwon mendekatkan wajahnya kea rah Sooyoung. Jarak mereka berkisar 3 cm. Sangat dekat. Bahkan mereka berdua bisa merasakan deru napas satu sama lain. Sooyoung memundurkan tubuhnya lalu sibuk menarik seat beltnya.

“Ehmm nanti aku bisa terlambat karenamu tuan Choi.” Sooyoung menormalkan duduknya. Tangannya sibuk memasang seat beltnya. Siwon meraih tali hitam itu kemudian memasangkannya dengan benar. Sooyoung menatap Siwon yang kini sedang menstarter mobilnya. Mungkin sebentar lagi dia berniat akan memikirkan semua perkataan Choi Siwon.

Hyukjae’s POV

———————

Aku mengulum bibir menatap yeoja yang sudah terdiam dari isakannya. Dari tadi posisi kami hanya seperti ini. Duduk di sebuah sofa rumahku. Dia menekuk lututnya. Memeluk lututnya dengan kedua tangannya. Matanya membengkak akibat menangis lama. Dia sama sekali belum bercerita tentang apa yang terjadi padanya. Yang jelas terakhir kali dia bersuara, dia menyebutkan nama namja itu. Shim Changmin.

Aku bangkit meninggalkannya untuk mengambil air minum setelah itu kembali duduk disampingnya menyerahkan segelas air putih dingin.

“Minumlah dulu.”

Hanwoo menggeleng menolak pemberianku. “Yak, minumlah sedikit saja. Aku tahu ini sangat berat untukmu. Setelah kau meminum ini hatimu akan sedikit tenang, percayalah padaku.” Ucapku masih tidak mau menyerah. Kulihat Hanwoo sedikit tersenyum dalam tangisnya.

“Kenapa kau tidak mengajakku minum vodka saja seperti yang kau lakukan kemarin. Itu sangat menyenangkan bukan?”

“Kau kira aku peminum yang baik? Lagipula aku seperti itu kan karenamu. Cepatlah minum.”

Tak lama Hanwoo mengambil gelas itu lalu meneguknya. Dia menaruh gelasnya di atas meja ketika airnya sudah cukup untuk diminum.

“Jika kau ingin bercerita, aku siap menjadi pendengarmu.” Ucapku.

Hanwoo terdiam menatapku. “Sudah kukatakan aku putus dengan Changmin..”

“Hmm .. Lalu?”

“Dia berselingkuh dengan sahabatku.”

“Lalu kau memaafkannya?”

Hanwoo menggeleng. “Tentu saja tidak. Bagaimana caranya aku bisa memaafkan mereka berdua?”

“Kau tahu, bagaimana jika kau membalikkan semuanya?”

“Ne?”

Sepertinya dia tidak mengerti maksudku. “Begini. Kau dan Changmin adalah sepasang kekasih. Lalu Changmin berselingkuh mencintai yeoja lain yang nyatanya cintanya ke yeoja itu lebih besar daripada dirimu. Jika kau balikkan kenyataan, kaulah yang menjadi penghalang sebenarnya. Kaulah yang menjadi pihak ketiga mereka.”

“Mana ada seperti itu ! Babo !” makinya padaku. Sepertinya dia tidak terima. Aku tertawa pelan memandangnya membuatnya mengernyitkan kening. Kuelus rambutnya lembut.

“Kau tahu, jika kau marah seperti ini kau terlihat sangat sangat cantik daripada harus melihatmu menangis dan murung karena namja yang sudah mengkhianatimu. Jika kau tidak bisa melupakan Changmin, berpeganglah padaku maka aku akan menarik dan menuntunmu sampai kau bisa berdiri dengan baik lagi. Eotte?”

Ini benar-benar dari lubuk hatiku. Kuharap dia mau memikirkan perkataanku yang serius ini. Kuharap dia tidak lagi mempercayaiku bahwa aku memang seorang Casanova yang benar-benar ahli dan tahu bagaimana cara merayu yeoja. Mulai saat ini gelar itu tidak penting lagi buatku.

TBC-

Temannsss gimana episode yang sekarang?? Apakah cara penyampainku sudah jelas? Bagaimana menurut kalian? Buat teman-teman yang sudah baca dan agak kecewa mungkin karena disini ada penambahan sugennya [bagi yang ga suka sugen] mian ya aku g bermaksud. Tapi aku harap kalian benar-benar pembaca yang professional dan have fun dengan cerita ini. Karena tanpa Sooyoung dan Siwon kayaknya ceritanya kurang pas dan greget ehehe. Buat Dina … Makasi buat poto-potonya Sooyoung. Sudah mengirim banyak tapi yang terpakai hanya satu itu juga yang menunduk. Mungkin saya akan menyimpannya siapa tahu di FF selanjutnya ada moment yang pas. Disini saya menyimpulkan bahwa menjadi seorang sutradara dalam pemilihan cast itu tidak semudah yang saya kira . hhihihi. #soksekali.

Saya ucapkan terima kasih buat Awan yang sudah memperbaiki keadaan blog sehingga sedikit menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Thanks so much. Aku suka ^^ Untuk cassie pinjem Changminnya jugak ya.. Bukan bermaksud bagaimana tapi aku juga suka sama Changmin kok. Dia termasuk salah satu biasku di SM. #curcol. Terima kasih atas pengertiannya. Tetap dukung Choi Hyojin juga hhihihi. Disini aku menambahkan satu orang cameo, welcome Lee Donghae ehehehe. Baiklah-baiklah saya tidak mau panjang-panjang semoga kalian suka. Terima kasih sudah membaca dan jangan lupa ditunggu episode berikutnya. Tetap saya minta koment kalian ya :* terima kasih.

Iklan

25 thoughts on “[4] Kasanoba Wangja

  1. Tambahan cast gk masalah saeng 🙂 tapi hanwoo hyuk moment nya tambahin saeng…masih kurang panjang momentnya…
    Hyukjae..jeongmal bikin org jtuh hati m dia…,,,dia manly bgt,,,lembut bgt tapi terkesan namja bgt+jujur bgt 🙂
    Pkonya hanwoo hyukjae nya banyakin saeng,,,
    Daebak:) akhirnya hanwoo mutusin changmin jg ,,, d tunggu next chapnya 🙂

    Suka

  2. aawwwww Hyukjae+Hanwoo ini sukses balikin mood hari ini…

    Panggilan Hanwoo ke Hyuk jgn dgnt ya, biarin dy ttp manggil Ajusshi.. Lucu bgt, abis ciuman gtu ttp manggil ajusshi. Hahhaah, cute!!
    Pas Hyuk ngerajuk juga manly+manja bgt. Sukaa!!
    Pokoknya ttp ajushhi ya jgn jagiya…
    Aku cinta Ajusshi…:*
    Banyakin moment Hyukjae-Hanwoo….

    Changmin-Hyojin ya wlpun selingkuh ttp aja romantis. Tp kenapa hyojin jd plinpan gni, kmrn2 dy oke2 aja tp dsni dy ngerasa bersalah gtu. Tp gpps sih biar berasa sahabatannya.

    Dan si pria dan wanita dr keluarga Choi, bau2nya mau jadian ni ya…??? Wakakak

    Hmmmm…. Welcome to my prince lee donghaeeeee… :*

    Suka

  3. HANWOOYAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH
    *cekek*
    Pedalem li nasib kakakku..huhuuuu dia sayang banget sama aku sampe ky gitu down-nya ditinggal Hyo.
    Syoo banyak nangis disini..ndak tegaaahh..
    Eh? Siwon – Sooyoung? Sugen? Hemeh, aku juga kadang kurang dapet feel kalo sugen tp aku usahakan kyakyaaa~ (suruh bli kadek baca muh, dia kan suka jodohin sooyoung sama siwon wkakakakakka)
    At least syoo gak sama pencipta lagu terkenal yang sampe sekarang kita gak tau bentuknya gimana..kalo ganteng kaya Yesung (soalnya suaranya rada-rada mirip) mah gpp *eh* Tp kalo bangkotan ky Lee Sooman atau absurd kaya Kang Hodong gimanah?
    TT____TT aku yg makan Changmin ntar kalo sampe gitu.
    Hyojin-ah, kok kamu malah goyah? Kok malah takut? SEKALI JAHAT YA JAHAT AJA. KONSISTEN DONGSSEEE ~(=3=)~ XDDDDDDDDDDDDDDDDD *ngewave meliuk-liuk jalangs*
    Kemaren2 nantang buat ngasi tau hanwoo tp sekarang malah takut huh..
    Tp tunggu dulu..itu changmin udah sentuh2 hyo, cium2 leher pundak raba2 jugaks aaaaaaaa..
    Hyojinaaaah kamu sudah tidak sucih lagiiiiiihh *kertisin tirta* *mandi pake air bunga melati + jepun dari kebun hadiah pernikahan*
    Tapi sukaaak setiap scene Hyojin-Changmin..too sweet to be. Thanks beibeeehhhh..
    Eh.. changmin sama hyojin gak bakalan berantem kan? Sebelum hanwoo ninggalin rumah changmin itu kan ada dialog yg bilang kalo hyojin gak ngasi tau kalo hanwoo berjuang mati-matian buat pertahanin hubungannya sama changmin. Takutnya changmin salah paham n malah marah sama hyo yg emang kondisinya udah menyedihkan gt -____-
    Kalo sampe changmin mutusin hyojin trus ngejar hanwoo lg, tunggu aku dirumah keluarga lee, aku mau cekek jaejin atau suho buat pelampiasan n bawa Haera main kesana buat makan apa aja yg ada disana =___=
    Hanwoo – Eunhyuk..ehem..seneng bener baru jadi selingkuhan. Tp masih manggil ahjussi itu epic..lololololol
    Beli cincin..beh serius dah noks..tidak bisakah hyojin mengganggu hubungan hanwoo eunhyuk jugaks *lho* nyahahahahahahh
    Aku masih belum terlalu banyak komen soal hanwoo eunhyuk..huhuuu..yg jelas hyuk fighting beibeeeh..kalo emang hanwoo terlalu jual mahal ya udah sama hyojin ajaaaa *senyum kedip2 nista*
    Buiiikk apa itu terkaya dan tertampan dari Mokpo? Nyahahahahhaha..
    Cepetin post part 5! *ngilang ke kebun melati bawa sonais *

    Suka

  4. KYAAA! Yoora dataaaanggssss :*
    hohooo apa itu keriput terseksi ??
    buik gaya sekali gak mau dicium, padahal udah ngerespon gituu ih moduss deh -_-

    duh pedalem sebenernya Hyojin nok …
    pedalem banget T.T

    wooaa apa itu lelaki kurus??
    kuren cange adi norak sajan, tertampan dan terkaya dari mokpo #hoeek!!!!

    aeeet choi couple kir kir mantankuuh ^^

    enggal dik part 5!

    Suka

  5. huhuhuhuhu akhirnya putus juga sama Changmin muahahaha *ketularan evilnya Kyu*
    tapi part Hanwoo-Eunhyuknya kurang banyak, nanti lebih bnyakin lagi yaa di part 5nya *dikeplak author*
    cieeee ada Choi couple, mau jadian nih kayaknya. terus si Ikan itu fungsinya apa di sini?

    ditunggu next partnya 😉

    Suka

  6. Ping balik: Eye-Catching Living Room Designs That Will Make You Say Wow

  7. Ping balik: تصاميم “غرفة المعيشة” مذهلة ستجعلك تقول “وااااااااااو” | ملتقى المحبةملتقى المحبة

  8. Dudududdu akhirnya perkara udah selesai.
    Ini temanya pada selingkuh wkwkwk. Serumah pada jadi selingkuhan/selingkuh Poor them.
    Songhae sama siapa dong? Stok cewek kan udah habis wkwkwk

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s