[OneShoot] Your no.1 Jewels

Author : @vaa_fishy

● Cast : Lee Hyukjae-Lee Hanwoo-Lee Jieun (IU)-And another cameo

Length : oneshoot ● Genre : romance

 

Don’t try too hard to get far away

My body has already broken into pieces

Just like you wanted

I can’t go a step closer to you..

-Hyukjae-

Hanwoo’s POV

Entahlah, ini begitu indah. Hari-hariku berlalu dengan begitu indah semenjak mengenal dirinya dan hal yang lebih indah dari ini ialah dia telah menjadi bagian hidupku. Aku tidak tahu bagaimana awalnya, aku tidak ingat bagaimana proses ini terjadi, satu yang aku tahu aku sangat mencintainya. Mungkin memang usia kami terpaut jauh, dunia kami begitu berbeda, namun itu tidak menghalangiku untuk tetap melangkah karena ia telah meyakinkanku. Dan aku juga semakin menyadari bahwa “dialah orangnya”, namja ini yang akan ku lihat sampai akhir.

Walaupun hubungan ini baru berjalan beberapa bulan, walaupun dia selalu meninggalkanku berlama-lama ke luar negeri karena tuntutan jadwalnya, walaupun aku selalu merasa sakit hati dan cemburu melihat dia bermain peran menjadi orang lain di atas panggung dan dunianya yang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik, namun aku tetap bertahan. Sekuat itukah aku? Tidak, aku selalu menghabiskan waktuku untuk menangis jika sudah seperti itu.

Dialah, Lee Hyukjae. Lee Hyukjae yang dikenal dengan Eunhyuk salah satu member dari Super Junior yang merupakan rapper dan dancer utama di grupnya. Sesungguhnya namja “pecicilan” dan terkenal sedikit jorok itu bukanlah tipeku. Jika saja bisa memilih, aku lebih memilih Changmin dari DBSK, atau Siwon oppa dari grup yang sama dengan namjaku untuk menjadi kekasihku, namun lagi-lagi entah mengapa aku bisa terperangkap dalam pesona dancer sialan itu. Senyum lebarnya, sifatnya yang manis terhadapku, leluconnya yang selalu membuatku tertawa bahagia, lantunan rapp nya yang rapi yang selalu membuatku merinding jika mendengarnya, dan terlebih lagi saat dia menarikan tariannya di atas panggung, aku sudah tidak bisa lagi mendeskripsikannya dengan kata-kata. Dan dimataku saat ini, dialah namja yang paling sempurna.

“Yaa! Lee Hanwoo… Kkaja!” aku menoleh mendengar suara melengking itu, siapa lagi kalau bukan Choi Hyojin. Sahabatku, teman sekelasku, yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Kulihat ia sudah rapi dengan menggendong tasnya dan mengetuk-ngetukkan heelsnya di lantai. Aku baru menyadari aku masih duduk di tempat dudukku, dengan buku yang masih berhamburan di atas meja.

“Yaa! Aku tahu kau hubunganmu dengan Eunhyuk oppa sedang berada di bulan-bulan bahagia, tapi berhentilah melamun setiap hari Lee Hanwoo. Aish! Dulu saja, kau selalu mengataiku ketika aku mengagumi Kyuhyun oppa, sekarang nyatanya siapa yang menjadi gila huh! Menyebalkan..”

Aku meremas kertas melemparkannya pada Hyojin, dan tepat mengenai keningnya membuat gadis bertubuh tinggi ini mendelik ke arahku.

“Pelankan suaramu sedikit, Hyojin-ah!!” geramku.

Hyojin melemparkan pandangannya ke seluruh kelas dan mendapati masih ada beberapa mahasiswa di kelas ini.

“Ah! Ne, arraseoo~ aku lupa” Ia menutup mulut, dan menunjukkan cengiran tidak bersalahnya.

Kami berdua berjalan di koridor kampus ini, hari ini aku berencana pergi berbelanja bersama Hyojin dan mengunjungi dorm Eunhyuk oppa. Rasanya tidak sabar sekali bertemu dengannya, aku benar-benar merindukan namja itu karena beberapa minggu ini ia sibuk sekali untuk menyiapkan comeback Super Junior untuk album keenam mereka. Tidak sabar rasanya melihat penampilan barunya nanti, bagaimana gerakan tubuhnya, kostum apa yang dikenakannya, rasanya hatiku saat ini meledak-ledak. Hyojin benar, namja itu benar-benar membuatku menjadi gila.

………………………………….

Author’s POV

Sexy Free and Single~

Konsep sekaligus judul album Super Junior tahun ini. Lagu ini cukup menggebrak dunia industri musik Korea Selatan, dan comeback boyband ini adalah salah satu yang paling dinanti dan cukup diwaspadai oleh grup-grup yang melakukan comeback bersamaan dengan mereka, karena awards yang diberikan program musik di setiap minggunya sudah pasti dimenangkan oleh King Of Kpop tersebut.

Saat ini suasana dorm sedang ramai, para member baru saja melakukan perform terakhir mereka untuk promosi album keenam ini. Mereka melakukan party kecil-kecilan untuk merayakan kesuksesan album keenam yang cukup banyak memenangkan penghargaan, yang membuat ruangan khusus untuk menempatkan awards di dalam dorm semakin bertambah koleksinya. Ratusan piala dan medali menghiasi ruangan tersebut, bahkan mutizen pertama yang mereka dapatkan setelah debut masih bertengger dengan cantiknya disana. Sepertinya para member sangat memperhatikan ruangan itu, dengan sekian banyaknya penghargaan yang sangat ditata dengan rapi, sebagai bukti kerja keras dan pencapaian yang telah mereka lakukan selama hampir tujuh tahun ini.

Leeteuk tersenyum berkacak pinggang memperhatikan hasil yang mereka peroleh selama ini. Ia keluar dari ruangan tersebut, dan bersandar di salah satu tembok yang memperlihatkan suasana di ruang tengah dorm ini. Namja tampan yang menjadi leader dari awal debut ini menarik napas lega dan merasa ini adalah saat yang tepat untuk meninggalkan grup yang mereka besarkan bersama ini untuk sementara, anak-anak yang telah bersamanya berjuang dari awal hingga kini telah tumbuh menjadi pria-pria dewasa yang ia yakin bisa menjaga grup ini dengan baik walaupun tanpa dirinya. Tanpa ia sadari, sebulir cairan itu jatuh dari pelupuk matanya, ia segera menghapusnya dan kemudian berjalan mendekati para member lain yang sibuk di ruang tengah tersebut, kembali memasang wajah ceria dan senyum yang selalu menghiasi wajah lelahnya.

Perayaan yang diadakan saat ini sama seperti perayaan-perayaan yang lain yang mereka lakukan sebelumnya, apalagi kalau bukan makan-makan diringi minum dari beberapa member yang memang sangat suka “minum”. Para member saat ini turut mengundang kekasih mereka untuk membantu menyiapkan segala macam perlengkapannya dan makan bersama-sama di ruang tengah dengan suasana yang begitu hangat dan penuh kebahagiaan.

Eunhyuk yang sedang menikmati makan malamnya, mengambil ponsel yang sejak tadi terus bergetar di saku celananya. Dilihatnya nomor yang menghubunginya adalah nomor yang tidak ia ketahui membuatnya memilih untuk tidak mengangkatnya. Namun semakin lama, ponsel tersebut terus bergetar, sepertinya orang yang menghubunginya tersebut tidak menyerah, hingga akhirnya Eunhyuk berdiri dari tempat duduknya, sedikit berbisik pada Hanwoo yang duduk disebelahnya, gadis itu mengangguk. Eunhyuk melangkah ke arah teras dorm meninggalkan suasana ruang tengah yang begitu gaduh dan ramai. Ia kembali menatap ponselnya yang terus bergetar membuat layarnya menyala dan meredup kembali, hingga akhirnya ia menjawab panggilan tersebut.

“Oppa~~” sapa suara di seberang, terdengar lembut dan sangat bersemangat. Eunhyuk sedikit menajamkan pendengarannya, suara yang tidak asing lagi ditelinganya.

“Nuguseyo?”

“Haha.. Belum beberapa bulan kau sudah melupakanku, Oppa? Chukhae atas comeback kalian..” ucapnya.

Tidak salah lagi, ini suara yang benar-benar dikenalnya. Suara yang sangat dikagumi oleh Eunhyuk selama ini.

……………………………………………….

Eunhyuk’s POV

Aku berdiri di teras dorm kemudian mengangkat telepon yang sejak tadi sangat mengganggu kenyamananku. Aku memilih untuk mengangkatnya, hingga akhirnya aku mendengar suara orang yang meneleponku diseberang.

“Oppa~” sapa suara itu ramah, ceria, namun tetap lembut terdengar ditelingaku.

DEG!

Sepertinya aku mengenal suara ini, suara yeoja yang tidak asing asing lagi ditelingaku.

“Haha.. Belum beberapa bulan kau sudah melupakanku, Oppa? Chukhahae atas comeback kalian..” ucapnya, dan semakin meyakinkanku dengan pemilik suara ringan ini.

“Ada apa lagi menghubungiku, Lee Jieun?” ucapku setelah lama berdiam diri. Dan kata-kata itulah yang berhasil keluar dari mulutku.

Lee Jieun.. Nama itu. Yeoja itu. Yeoja dengan suara emas yang selalu terdengar indah ditelingaku yang membuatku menyukainya bahkan dari awal ia debut. Gadis yang mampu membuat “dancing machine” Super Junior ini tergila-gila. Gadis yang terlihat sangat polos sehingga membuatku ingin melindunginya. Gadis yang membuatku berusaha untuk mendapatkannya dan menjadikan dia milikku.

Dia menghubungiku. Setelah sekian lama, setelah semua yang ia lakukan padaku, dan dia yang menghubungiku seperti sekarang  ini, membiarkan aku mendengarkan suaranya. Suara yang sangat kukagumi, suara yang membuatku benar-benar jatuh cinta padanya. Kami mengobrol cukup lama di telepon, membiarkan ia mengucapkan apapun yang ia ingin katakan, dan aku hanya mendengarkannya. Hanya mendengarkan.

Bisakah aku mengatakan jika aku merindukannya? Yeoja yang menemaniku hampir dua tahun ini. Yeoja yang membuatku hampir lupa bahwa diriku adalah “Super Junior Eunhyuk” karena ketika melihatnya, aku tidak bisa menyembunyikan kekagumanku sehingga dengan otomatis aku akan menirukan ketika ia bernyanyi dengan suara indahnya diatas panggung. Gadis yang membuatku selalu tertawa, hingga akhirnya membuatku menangis, membuatku sempat kehilangan semangatku.

Aku hampir saja lupa dengan diriku lagi, ketika kudengar suara Donghae memanggilku dari dalam, disusul dengan mendengar suara-suara yang lain. Suara tawa khas dari para hyung dan dongsaengku, hingga suara teriakan-teriakan para yeoja, entah apa yang sedang mereka kerjakan di dalam. Yeoja?

Aku kembali menguasai diriku, berusaha menutup dan mengakhiri percakapan kami dengan sopan. Jieun sempat menolak untuk menghentikan obrolan kami namun aku memberikan beberapa alasan hingga akhirnya ia mau memutuskan sambungan teleponnya. Lee Hanwoo. Baik, kini semuanya sudah berbeda. Semuanya sudah berubah. Aku sudah memiliki Hanwoo, dan harus mulai menghapuskan nama Jieun di hatiku. Walaupun Hanwoo tidak seperti Jieun, tidak memiliki suara indah seperti Jieun, namun aku yakin ia tulus padaku. Aku yakin Hanwoo mencintaiku dengan tulus dan percaya ia tidak akan menyakitiku seperti gadis itu. Aku melangkahkan kakiku ke ruang tengah, dan ketika kulihat ia, Hanwoo juga balik menatapku, menyambutku dengan tatapan hangatnya.

*

Eunhyuk melangkahkan kakinya memasuki sebuah mobil. Hari ini ia akan berencana menyusul member lain yang sedang menikmati hari-hari mereka berada di Los Angeles sebelum konser SMTown beberapa hari lagi. Baru saja ia duduk di jok depan di sebelah kemudi, hanpdonenya berdering. Ia tersenyum ketika melihat nama yang tertera layar handphonenya.

“Yeoboseyo…”

“Oppa..Eodiseo?” ucap suara di seberang.

“Sedang di dalam mobil, akan menyusul member lain yang sedang bersenang-senang. Yaa! Tumben sekali. Ada apa menghubungiku, Jieun-ah?”

“Oppa, sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini” jawab Jieun langsung ke inti pembicaraan, dengan cepat dan tegas. Eunhyuk terdiam, dan beberapa saat kemudian tawanya pecah.

“Yaa! Kau jangan bercanda! Jangan mengerjaiku saat kita jauh seperti ini, jebal. Ini tidak lucu, Jieun-ah”

“Aku serius, Eunhyuk Oppa. Mulai sekarang jangan menghubungiku lagi”

“Chakkaman, wae? Waeyo? Apa yang membuatmu seperti ini? Katakan padaku, apakah kau mendapat tekanan dari seseorang atau manajemenmu? Atau siapapun yang menekanmu hingga kau memutuskan seperti ini?”

“Ani. Ini mauku. Ini keputusanku. Mianhae Eunhyuk Oppa, tetapi mungkin selama ini aku tidak bisa menyanyangimu, menjadi seperti yang kau mau, membalas semua perlakuan baikmu padaku. Aku sudah berusaha namun tetap tidak bisa. Kau tidak pernah bercerita padaku, tentang temanmu yang kau berikan surat cinta ketika itu. Rasanya aku seperti dibohongi, mungkin banyak hal yang aku tidak tahu tentangmu oppa, dan mungkin aku juga tidak berniat untuk mencari tahu tentangmu” Jieun berbicara panjang lebar diseberang, membuat Eunhyuk terdiam, ekspresi wajahnya berubah sedih dengan wajah yang memerah, entah menahan kemarahan atau menahan agar air matanya tidak jatuh.

“Mereka dengan riangnya membaca surat itu dan ditayangkan di stasiun TV, aku ada disana dan tidak mengetahui apa-apa. Apakah kau tidak memikirkan perasaanku?” Tambah Jieun yang semakin membuat Eunhyuk terdiam.

“Jieun-ah, chakkaman.. Dengarkan aku” tanpa disadarinya, Eunyuk mulai terisak. Mengetahui hal itu, supir yang tadinya duduk di kursi kemudi dan bersiap mengantarkan Eunhyuk menyusul para member yang lain akhirnya keluar dari mobil, dan memberikan ruang untuk Eunhyuk sendiri.

“Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan oppa. Aku sudah memutuskan ini, jadi kau tidak perlu menghubungiku dan berhentilah untuk menyukaiku. Terima kasih sudah memperhatikanku dengan sangat baik selama ini. Mulai sekarang kita jalani kehidupan kita masing-masing, annyeong Oppa”

Jieun memutuskan sambungan teleponnya sebelum memberikan kesempatan untuk Eunhyuk berbicara menjelaskan masalah mereka, bahkan Eunhyuk belum mengiyakan atau menolak keputusan yang diambil Jieun secara sepihak. Namja itu menatap nanar handphone yang dipegangnya. Ia mencoba menghubungi Jieun kembali, namun nomor yang ia tuju sudah tidak aktif. Eunhyuk memang merasa jika perhatian yang diberikannya pada Jieun selama ini tidak mendapatkan timbal balik yang setimpal dari gadis itu, namun ia tidak menyerah, namja itu benar-benar telah jatuh dalam pesona seorang penyanyi muda, Lee Jieun.

Eunhyuk menengadahkan kepalanya, dan air mata itupun kembali menetes. Bahunya mulai bergetar, ia menutup wajahnya, berusaha mengatur napasnya yang dirasanya sangat berat. Deras dan ia menangis semakin kencang. Bagaimana tidak, ia sangat menyanyangi gadis itu, mengagumi Jieun bahkan sejak awal gadis itu debut, mengagumi suaranya yang lembut, perjuangannya hingga akhirnya ia benar-benar menjadikan Jieun miliknya. Berusaha menutupi hubungan yang ia jalin selama dua tahun dari publik, berusaha menjaga agar hubungan mereka tetap berjalan meskipun keduanya sangat sibuk. Dan sekarang gadis itu mengakhiri hubungan yang sangat dijaganya secara sepihak dengan alasan yang tidak jelas membuat Eunhyuk begitu frustasi.

*

Kejadian itu masih terekam jelas di memoriku, tidak akan pernah aku lupakan. Aku merasa sangat kecewa dan sakit hati karenanya. Aku masih mengingat saat itu aku berdiam diri di dalam mobil, rasanya untuk keluar dari dalam mobil pun berat. Seorang gadis yang mampu membuatku menangis berjam-jam hingga hidungku memerah dan mataku menjadi bengkak. Saat itu aku membatalkan niatku untuk menyusul para member yang sedang bersenang-senang menikmati kota LA. Aku diam dan mengurung diri di hotel. Tidak pergi kemanapun hingga saat itu member lain panik mencariku yang menghilang.

Untuk memulihkan diri dari rasa terpuruk itu sangat tidak mudah, begitu besarkan pengaruh gadis itu padaku? Beruntung aku berada di sekeliling member yang semuanya terdiri dari orang-orang yang tidak waras hingga mereka berhasil membuatku tersenyum dan tertawa kembali. Memiliki seorang sahabat seperti Donghae yang di depannya tanpa malu aku bisa menangis dan mengeluh apapun, ia akan tetap merangkulku. Memiliki seorang leader seperti Leeteuk hyung yang mengerti masalah-masalah yang sedang kuhadapi. Dan benar, berada di hadapan ELF dan dikelilingi lautan sapphire blue merupakan salah satu energiku. Aku bangkit karena mereka, aku harus kembali mempesona dan membunuh satu persatu ELF yang menontonku dengan tarianku, aku harus melakukan yang terbaik untuk mereka, maka dari itu aku merasa terselamatkan dengan adanya jadwal konser yang padat sehingga sedikit mampu membantuku melupakan sakit hatiku.

 “Eunhyuk-ah, kau tidak boleh seperti ini terus. Hidup seorang Super Junior Eunhyuk masih panjang. Kau mau mati hanya karena putus dengan gadis itu? Bodoh!”

“Kau lihat saat kita konser? Kau lihat berapa gadis yang menunggu berjam-jam, berdiri, rela berpanas-panasan hanya untuk melihatmu? Kau lihat berapa banyak yeoja yang mengangkat bannermu saat kita melakukan perform? Kau ingat bagaimana mereka meneriakkan namamu? Ayolah, dunia ini luas Eunhyuk-ah, dan jangan menyerah hanya karena satu wanita, apalagi kau namja yang baik, aku percaya padamu”

“Yaa! Kau boleh menangis untuk menenangkan dirimu atau untuk melampiaskan kecewamu, tapi kau harus ingat diluar banyak sekali gadis yang menunggumu. Gadis yang lebih tulus dari Jieun”

Kata-kata itu selalu terngiang di telingaku. Berhenti mengurung diri dan menangis hanya karena seorang gadis. Aku sadar dan menuruti kata Donghae, mencoba menata hatiku kembali dan mencari gadis yang lebih baik darinya. Disaat dengan susah payah aku melupakannya, dia dengan mudahnya datang kembali ke hidupku. Dan disaat aku menemukan kembali gadis yang berhasil memulihkan hatiku, Jieun kembali.

………………………………………………

Hanwoo’s POV

Aku tersenyum membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh Eunhyuk oppa. Berulang kali aku membacanya dan masih belum percaya bahwa member dari boyband “papan atas” ini adalah kekasihku. Banyak orang yang begitu mengidolakan dia, banyak fans-nya yang cantik dan kaya, tapi entah mengapa ia memilihku. Berawal dari pertemuan yang konyol dan hingga akhirnya aku benar-benar menyukainya.

Aku akan mengunjungi dorm, untuk bertemu dengan Eunhyuk oppa dan member yang lain. Hari ini adalah hari kepulangannya setelah meninggalkanku berlibur ke Yunani bersama Kyuhyun dan Ryeowook oppa, sekaligus merayakan hari ulang tahun Donghae oppa. Sedikit ragu ketika aku akan memasuki dorm ini, terdengar beberapa suara dari luar tempatku berdiri di depan pintu. Masih terasa agak canggung ketika harus bertemu dan berada di sekeliling mereka semua. Jika saja Hyojin tahu aku kesini maka ia pasti akan mengomeliku panjang lebar karena aku selalu berbohong mengatakan aku tidak pernah berkunjung ke dorm.

“Hyojin-ah, mianhae aku membohongimu. Kau tenang saja akan kuberikan foto Yesung oppa yang terbaru nanti” batinku.

Aku sedikit terkejut dan segera menundukkan kepala ketika mendengar pintu akan dibuka, aku mendongak dan mendapati seorang yeoja yang membukakan pintu untukku. Jika ingatanku tidak salah, sepertinya ini adalah kekasih Kyuhyun oppa, aku masih lupa namanya karena baru bertemu dengannya beberapa kali.

“Annyeong, Hanwoo-ssi senang akhirnya kita bertemu kembali. Mana Eunhyuk oppa, apakah dia sudah kembali? Aish~ mengapa makhluk-makhluk itu betah sekali berada di Yunani” ucap gadis disebelahku ini ketika kami berjalan beriringan menuju ruang tengah.

“Ah..ne, eonni. Jika sudah liburan mereka akan lupa segalanya” jawabku seadanya, bingung bagaimana harus menanggapinya.

“Minjia-ah, ppali. Bantu aku menyiapkan ini” teriakan seseorang terdengar dari dalam dapur.

Ah iya, Kang Minji. Aku menepuk kepalaku menyadari diriku begitu lemah dalam mengingat sesuatu. Minji eonni menyeretku ikut serta ke dalam dapur dan melihat Minrin eonni sedang memasak. Aku bisa mengingat gadis yang sedang mengaduk sup ini karena ia adalah kekasih dari member yang kusukai, Sungmin oppa.

Dorm masih sepi hanya ada Yesung dan Kangin oppa yang sedang bermain game di ruang tengah, sepertinya member yang lain sedang ada jadwal pribadi, dan tiga namja yang sedang bersenang-senang itu sampai saat ini belum juga menampakkan diri mereka. Berulang kali aku mengambil handphoneku menunggu kabar dari Eunhyuk oppa.

“Hanwoo-ssi, bisakah kau bawa ini ke meja makan?” ucap Minrin eonni sambil memberiku nampan yang berisi tiga piring makanan diatasnya. Aromanya begitu menusuk hidungku membuat perutku menjadi lapar. Sepertinya yeoja ini sangat pintar memasak. Aku mengangguk dan mengambil alih nampan itu dari tangannya.

Aku berjalan ke meja makan hendak menaruh makanan dan mengatur meja makan. Kulihat gadis yang sedang membungkus sebuah kado besar duduk di salah satu kursinya.

“Anyeonghaseyo” sapaku. Ia menoleh, dan tersenyum kemudian segera berdiri untuk membantuku.

“Ah, gwenchana aku bisa sendiri. Silakan dilanjutkan saja eonni” ujarku.

“Ne, gomawo Hanwoo-ssi sudah membantuku menyiapkan ini dan terima kasih sudah bersedia datang hari ini” ucapnya sambil memotong ujung kertas pembungkus kado itu. Entah apa isinya, kado ini terlihat sangat besar. Aku mengamatinya, gadis yang lembut dan manis, pantas saja Donghae oppa begitu menyayanginya. Yeoja yang pernah aku curigai menjadi kekasih Eunhyuk oppa. Aku menjadi malu sendiri setiap bertemu dengan Yoora eonni.

“Aku tidak menyangka akhirnya Eunhyuk oppa memilihmu. Terima kasih membuat namja itu kembali bersemangat” ujarnya sambil tangannya masih tetap berfokus membentuk pita-pita untuk menghiasi kadonya.

“Ah ne eonni, terima kasih juga kalian telah menerimaku dengan baik disini. Ini semua juga berkat dirimu eonni. Benar-benar menyenangkan ada di tengah-tengah kalian” ucapku jujur.

Kami melewati hari ini dengan penuh sukacita. Rasanya aku belum pernah merasa sebahagia ini. Kami berhasil memberikan surprise party pada Donghae oppa yang membuatnya terharu, hari ini Eunhyuk oppa pulang dari Yunani dan memberiku banyak oleh-oleh dan itu semua merupakan barang-barang yang kusukai. Suasana ini, keceriaan ini, bisakah aku merasakannya sampai akhir?

…………………

Author’s POV

Seorang gadis sedang berlatih vokal sendiri di ruangannya, kemudian melakukan beberapa tarian untuk menyempurnakan performnya nanti. Kaca besar yang ada di hadapannya tersebut memantulkan bayangan keseluruhan tubuhnya. Ia menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinga, kemudian tersenyum pada dirinya. Yeoja itu berjalan ke sebuah meja untuk mengambil sebuah handuk kecil berwarna putih kemudian menghapus beberapa keringat di lehernya. Ia memandang handphonenya yang tergeletak diatas meja, menekan beberapa nomor, dan detik berikutnya ia menempelkan benda tipis tersebut di telinganya menunggu jawaban dari seberang.

“Yeoboseyo, oppa” sapanya bersemangat ketika suara yang diharapkannya tersebut terdengar.

“Eodiseo oppa?” masih dengan senyum yang terpasang di wajahnya, ia duduk di lantai sembari mengusap beberapa keringat yang membasahi dahi dan sebagian wajahnya.

“Sedang di Incheon airport, waeyo?” jawab namja itu.

“Ah, arraseo. Kau baru kembali dari liburanmu? Bagaimana, apakah menyenangkan?” Tanya gadis itu.

“Emm…”

“Oppa, bisakah kita bertemu?” nadanya terdengar lebih lembut dan sedikit dipelankan. Gadis itu terlihat tidak sabar menunggu jawaban yang akan di dengarnya.

“Baiklah, dimana?”

“Di tempat biasa kita bertemu dulu. Bogoshippeo, Eunhyuk oppa..”

Suara di seberang terdengar sunyi, Eunhyuk menutup teleponnya terlebih dahulu membuat kening Jieun berkerut. Gadis itu merasa ada perubahan pada Eunhyuk, ia tidak manis seperti dulu lagi ketika berbicara dengannya, terkesan lebih cuek dan tidak peduli. Saat mereka berada dalam satu acara pun Jieun merasa Eunhyuk berbeda, ekspresi yang ditunjukkannya ketika melihat Jieun berbeda, tidak hangat seperti dulu. Eunhyuk lebih sering berdiam diri di ruangan khusus untuk grupnya daripada menghampiri Jieun ke ruangannya untuk memberikan gadis itu semangat. Ia tidak lagi melihat Eunhyuk memperhatikannya ketika ia melakukan perform, tidak lagi melihat Eunhyuk bertepuk tangan untuknya ketika selesai melakukan perform, tidak lagi melihat wajah ceria yang biasanya paling bersemangat untuk meneriakinya. Namun gadis itu percaya, Eunhyuk masih mempunyai perasaan terhadap dirinya.

**

Jieun duduk sendiri di pojok café tempat biasa mereka menghabiskan waktu dulu ketika masih menjalin hubungan. Gadis itu sedikit merindukan tempat ini, bagaimanapun ia dan Eunhyuk dulu sangat sering mampir ke tempat ini setelah mereka melakukan perform bersama ataupun saat mereka ada waktu luang dan jadwal kosong. Jieun merasa aman berdiam diri di café ini karena café ini begitu eksklusif dan sangat menjaga privasi pengunjungnya sehingga mereka datang dan pergi bersama ke café ini tanpa takut diketahui oleh fans. Jieun menggenggam gelas tinggi di hadapannya yang berisi susu hangat, bersabar menunggu orang yang ditunggunya.

Gadis itu sedang mengamati dan bermain-main dengan handphone di tangannya hingga tidak menyadari seseorang sudah duduk di hadapannya.

“Jieun-ah…” suara itu memecah keheningan di café tempat mereka berada saat ini. Hari ini café cukup sepi, dan memang selalu seperti ini. Karena café ini biasanya dikunjungi oleh para artis ataupun orang-orang penting lainnya. Jieun mendongakkan kepalanya, ia mencoba tersenyum sedangkan wajah namja yang ada di hadapannya terlihat tegang, bahkan namja itu lebih memilih melihat pemandangan di luar café daripada harus melihat gadis yang sedang menjadi lawan bicaranya saat ini.

“Oppa…” hanya itu yang keluar dari mulut gadis itu. Sesungguhnya Jieun merindukan namja yang ada di hadapannya saat ini, namun melihat respon yang diberikan Eunhyuk saat ini, ia mengurungkan niatnya untuk memeluk namja itu. Ternyata ini berbeda dari perkiraannya.

“B..Bogoshippeo… Kau terlihat lebih kurus dari sebelumnya..” ucap Jieun pelan dan mencoba mencairkan suasana. Eunhyuk mendesis, menarik setengah bibirnya kemudian menunduk dan menghembuskan napas.

“Apa maumu, Lee Jieun?” ganti Eunhyuk sekarang menatap gadis yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam.

“Mianhae… Aku hanya merindukanmu..” balas gadis itu singkat. Merasa terpojok dengan tatapan yang diberikan oleh namja yang dulu dikenalnya sangat menyayanginya.

“Jeongmalyo? Apa aku tidak salah mendengar? Ch! Bahkan ini pertama kalinya aku mendengar kata-kata ini darimu..” jawab Eunhyuk tegas membuat gadis itu tidak mampu mengucapkan kata-kata lagi, karena merasa yang diucapkan Eunhyuk adalah benar.

“Bukankah ini kemauanmu, Lee Jieun? Kau yang menyuruhku untuk melupakanmu, kau yang menyuruhku untuk tidak menghubungimu lagi, dan aku sudah melakukannya. Kau yang memutuskan untuk menjalani hidup kita masing-masing. Dan sekarang kau seperti ini. Kau sendiri yang memilih pergi dari hidupku dan sekarang kau kembali dengan tiba-tiba. Sebenarnya apa maumu? Mencoba untuk bermain-main denganku?”

“Anio, oppa. Tidak seperti yang kau pikirkan. Baiklah aku mengaku, ini semua salahku. Aku tidak melakukan tugasku dengan baik sebagai kekasihmu dulu. Aku tidak mempedulikanmu, aku tidak membalas semua perlakuan baikmu. Aku salah, maka dari itu. Aku ingin meminta maaf padamu. Dan sekarang aku ingin memulai semuanya dari awal kembali, apakah salah jika aku merindukanmu? Aku merasa kehilanganmu. Kau seperti berubah, oppa” balas gadis itu, sedangkan Eunhyuk hanya tersenyum dengan tangannya terlipat di depan dadanya. Mengamati dan mendengarkan setiap perkataan dan pengakuan dari gadis yang dulu pernah memenangkan hatinya ini.

“Lalu, apa maumu?”

“Kau bertanya mauku?” Jieun berhenti sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya. “Mauku kita kembali seperti dulu. Kembali menjadi Eunhyuk oppa yang lembut padaku. Kembali menjadi Eunhyuk oppa yang paling bersemangat untuk mendukungku, menjadi Eunhyuk oppa yang selalu ada saat kubutuhkan, menjadi Eunhyuk oppa yang siap datang ke apartemenku untuk menyemangatiku ketika aku mengatakan lelah. Kembali menjadi Eunhyuk oppa milik Jieun. Dan kali ini aku berjanji, aku akan berubah oppa, aku tidak akan menyia-nyiakanmu seperti dulu. Yaksokhae..”

“Apakah setelah kejadian itu, kau mengalami masa-masa sulit karenaku? Maafkan aku…” ucap gadis itu lembut menunjukkan wajah bersalahnya, ia.terisak. Hal itu membuat hati Eunhyuk melunak. Ia tidak lagi melayangkan tatapan membunuh itu, dan air mukanya pun berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Eunhyuk paling tidak tega jika melihat yeoja menangis seperti ini dihadapannya, apalagi itu adalah yeoja yang pernah mengisi hatinya. Namun ia sudah terlalu sakit hati dengan tindakan sepihak Jieun memutuskan hubungan mereka beberapa bulan yang lalu, yang membuatnya frustasi hingga sempat jatuh sakit. Eunhyuk benar-benar mengalami masa sulit saat itu seperti yang dikatakan Jieun, namun namja itu tidak mau mengakuinya. Eunhyuk menggenggam kedua tangan Jieun diatas meja membuat gadis yang sedang menunduk itu mengangkat kepalanya, menatap Eunhyuk.

“Jieun-ah, sepertinya perkataanmu saat itu benar. Kita harus menjalani hidup masing-masing. Mianhae karena saat itu aku memaksa masuk ke hidupmu, yang mungkin membuatmu merasa tidak nyaman. Aku tahu perasaanmu terhadapku tidak sedalam perasaanku kepadamu” ucap Eunhyuk lembut, menatap gadis itu tepat di kedua bola matanya. Pernyataan yang membuat gadis itu menggeleng kuat.

“Andwae, oppa. Tidak seperti itu, sungguh!” Eunhyuk hanya tersenyum menanggapinya.

“Memang seperti itu Jieun-ah, gwenchana. Untuk kembali seperti dulu lagi, maaf.. Aku tidak bisa. Tapi kita tetap bisa berteman bukan?” mata gadis itu membulat, terkejut benar-benar tidak seperti perkiraannya, Eunhyuk menolaknya.

“Waeyo?”

“Aku sudah memiliki orang lain. Seandainya kau lebih dulu mengatakan ini padaku mungkin aku bisa mempertimbangkannya dan semuanya bisa kita perbaiki, tetapi aku bertemu dengannya lebih awal, aku tidak ingin menyia-nyiakan gadis yang sedang bersamaku saat ini”

“Nugu? Siapa dia orang yang menggantikanku itu?” nada gadis itu semakin melemah. Butiran-butiran air mata itu masih tetap berjatuhan dari sudut matanya.

“Seseorang. Mungkin suatu saat nanti aku akan mengenalkannya padamu. Mungkin kalian bisa berteman dengan baik, kau tahu, umur kalian hampir sama. Tidak ada siapa yang menggantikan siapa disini, Jieun-ah. Hanya saja mungkin saat ini aku merasa sudah menemukan orang yang tepat dan tulus padaku” ucap Eunhyuk, tangannya bergerak naik menyentuh pipi gadis itu. Mengusap beberapa air mata yang mengalir disana.

“Maaf jika aku terlalu keras padamu, uljima….”

Jieun menyingkirkan tangan Eunhyuk yang masih mengusap pipinya. Gadis itu sedikit menarik napas dan mengangguk.

“A, geurae.. Aku akan membuat kau kembali padaku oppa, bagaimanapun caranya. Aku yang telah membuatmu jauh dan aku sendiri yang akan menarikmu kembali” ujar gadis itu yakin.

“Kau tidak akan mungkin melakukan itu, Jieun-ah..”

…………………………………………..

Seharusnya kau pergi dengan sederhana, mungkin dengan itu aku bisa menerimamu kembali dengan sederhana. Seharusnya…

Eunhyuk’s POV

Sejak saat itu Jieun tidak pernah menghubungiku kembali, begitupun denganku. Setelah hari itu manajernya sempat menghubungiku mengatakan jika Jieun dalam keadaan sangat buruk. Ia berdiam diri di kamarnya dan tidak mau mengikuti schedulenya. Namun apa yang bisa kuperbuat, kedatanganku hanya akan membuat semuanya menjadi lebih buruk. Begitulah Jieun, jika ada yang tidak mengikuti keinginannya maka ia akan melakukan apapun yang dianggapnya benar. Aku tidak bisa mengikuti keinginannya untuk kembali seperti dulu, aku sedikit takut Jieun akan bertindak bodoh dari ucapannya yang bisa kusebut sebagai ancaman ketika bertemu beberapa waktu yang lalu. Umurnya yang jauh berbeda denganku membuatku harus menjadi dewasa untuknya. Saat ia bingung dengan apa yang harus dipilihnya, saat ia ragu mana yang baik dan buruk untuk dirinya, maka disitulah peranku. Menjaga dan mengarahkannya. Tapi semuanya sekarang sudah berbeda.

*

“Naneunyo oppaga.. Joheun geol, eotteohke…..”

Aku diam-diam memperhatikannya dari arah backstage dan tersenyum. Jieun-ku.. Lagu ini, tarian ini pernah menjadi favoritku dulu. Saat ini kami sedang berada di satu acara yang sama, yang turut mengundang IU dan Super Junior menjadi pengisi acaranya.

Saat kembali ke backstage aku berpapasan dengannya. Jieun sama sekali tidak menyapaku. Jangankan menyapaku, bahkan melihatku pun tidak. Baiklah, mungkin aku sudah membuatnya kecewa. Ia yang meminta padaku, namun sekarang dia yang bersikap seperti ini. Aku sudah mencoba baik padanya, namun ia mengacuhkanku, sebenarnya apa yang ia rencanakan. Selama performku, hal ini saja yang kupikirkan dan melintas di kepalaku, membuat moodku menjadi menurun sehingga mempengaruhi performku.

Selesai melakukan perform, kami kembali keruangan masing-masing yang memang sudah dipersiapkan untuk para pengisi acara. Aku membuka kostumku hingga hanya menyisakan sleeveless hitam yang melekat dengan pas ditubuhku. Setelah meneguk satu botol air, aku keluar dari ruangan untuk menyusul Donghae ke samping panggung yang sedang menonton perform artis-artis lain.

“Eunhyuk oppa…”

Aku sedang berjalan di koridor untuk menyusul Donghae ketika kudengar suara yang memanggil namaku. Aku menoleh dan mendapati seorang yeoja sedang berlari-lari kecil menuju tempatku berdiri. Aku tersenyum dan melambaikan tangan.

“Yaa! Mengapa tidak menghubungiku jika akan menyusul kesini? Aku bisa menunggumu di dalam ruangan” ucapku ketika ia sudah berada di hadapanku. Ia masih mengatur napasnya yang sedikit terengah karena berlari mengejarku.

“Ne, aku sudah ke ruangan tadi dan kata Sungmin oppa kau keluar. Aku menghubungimu kau meninggalkan ini, bodoh!” ujarnya memukul kepalaku pelan dan menyerahkan handphoneku. Aku bahkan lupa aku menaruh handphoneku dimana tadi.

“Apa kau haus? Ini aku bawakan minuman dingin untukmu. Aigoo~ lihatlah wajahmu penuh dengan keringat” sambungnya. Ia mengambil satu tanganku dan meletakkan sebotol air mineral dingin. Kemudian mengambil tissue dari dalam tasnya, ia merapikan rambutku dan mengusap keringat-keringat yang menetes di wajah dan leherku. Hari ini kami melakukan tiga perform tanpa jeda membuatku sedikit lelah.

“Gomawo, Hanwoo-ya” aku mengacak sedikit poninya. “Kkaja kita ke tempat Donghae..” ucapku kemudian menarik tangannya. Menggenggamnya, dan berjalan beriringan keluar dari koridor ini. Sesekali kuletakkan tanganku di bahunya dan menempelkan kepalanya di bahuku.

…………………………………

Jieun’s POV

Aku sedang berada di ruanganku dan memperhatikan layar datar di depanku yang menayangkan kegiatan-kegiatan dan performer yang sedang tampil diatas panggung. Mataku tidak terlepas darinya saat melihatnya menari dan bernyanyi ketika giliran grupnya untuk tampil. Kali ini aku benar-benar merasa menjadi gadis yang paling bodoh, telah membuang namja seperti Eunhyuk oppa.

Aku memperhatikan sekelilingku, sepi. Hanya aku sendiri di ruangan ini. Dancer dan manajerku entah pergi kemana. Aku berjalan keluar hendak mencari manajer oppa karena aku membutuhkan sesuatu tetapi ia tak kunjung kutemukan. Aku berjalan kembali ke ruanganku, namun langkahku terhenti ketika kulihat dari kejauhan namja yang sangat kukenal sedang menutup pintu ruangannya. Ia hanya memakai kaus hitam tanpa lengan yang terlihat begitu pas di tubuhnya yang tampak kurus namun padat itu. Ia berjalan membelakangiku. Aku tertegun.

Tubuh yang sedang berjalan itu, pernah memeluk diriku begitu erat, tubuh yang selalu menjadi tempatku bersandar, tubuh seorang penari berbakat yang kusia-siakan. Aku merindukannya. Aku melangkah mengikutinya, bermaksud untuk mengejarnya namun kulihat seorang gadis telah mendahului langkahku. Gadis itu berhenti tepat di depan Eunhyuk oppa. Dan tiba-tiba perasaanku menjadi tidak enak.

Terlihat sangat mesra. Gadis itu begitu memperhatikan Eunhyuk oppa. Ku lihat wajah Eunhyuk oppa yang tersenyum dan berseri. Senyum itu seharusnya milikku. Dan tatapan itu, tatapan hangat yang hanya boleh ia berikan padaku. Entah mengapa, hatiku begitu sakit melihat pemandangan itu. Padahal dulu saat ia masih menjadi milikku, entah dia melakukan apa ataupun dekat dengan siapa, aku tidak pernah peduli. Tetapi mengapa kali ini rasanya begitu berat. Aku mengusap air mataku yang sempat menetes beberapa kali, aku benar-benar tidak bisa melihat pemandangan itu lebih lama, sampai akhirnya kulangkahkan kakiku gontai kembali menuju ruanganku.

Aku menangis sebebasnya di dalam ruanganku, merasa seperti apa yang seharusnya menjadi milikku direbut oleh orang lain. Aku tidak bisa membiarkannya, aku harus mendapatkannya kembali, mendapatkan keinginanku. Entah bagaimanapun caranya…

**

Sejak kejadian itu, hatiku sungguh tidak tenang. Sudah beberapa hari berlalu dan perasaanku masih tidak enak. Aku meremas sprei hijau yang melapisi tempat tidurku. Semua karena gadis itu! Aku harus melakukan sesuatu. Cih! Bagaimana bisa Eunhyuk oppa menyuruhku berteman dengannya sedangkan melihat gadis itu saja hatiku sudah terasa panas. Semua kenangan-kenangan yang lalu berputar di kepalaku. Aku mencoba memejamkan mata, namun tetap tidak bisa. Bayangan Eunhyuk oppa tetap muncul di kepalaku. Entahlah, aku mencintai atau membenci namja itu. Dia membuatku merendahkan harga diriku di hadapannya untuk membuatnya kembali, namun ternyata ia menolakku. Aiish~ Kulirik jam dindingku, dan sudah menunjukkan larut malam. Aku meneguk segelas air yang tersedia diatas rak disamping tempat tidurku kemudian meninggikan kepalaku dengan bantal yang menjadi sandaranku, melihat-lihat kembali selca-selca yang pernah kuambil bersama Eunhyuk oppa ketika kami masih bersama dulu, dan tiba-tiba tanganku berhenti pada satu foto.

“Tidak ada siapa yang menggantikan siapa disini, Jieun-ah. Hanya saja mungkin saat ini aku merasa sudah menemukan orang yang tepat dan tulus padaku”

“Jeongmalyo? Kita lihat seberapa tulus gadis itu padamu, oppa…” batinku, dan sedikit tersenyum.

Entah apa yang sedang kupikirkan, aku membuka akun twitter pribadiku kemudian mengunggah foto tadi dan foto tersebut berhasil ter-upload dengan sukses. Kurasa dengan ini Eunhyuk oppa akan tahu jika aku benar-benar menginginkannya kembali, dan aku tidak pernah main-main dengan ucapanku.

Aku menepuk kepalaku. Bagaimana jika fans melihatnya? Aku bisa mati! Aigoo~ Jieun-ah mengapa kau sungguh bodoh! Mungkin memang ini sudah larut malam, bagaimana jika Eunhyuk oppa sudah tertidur dan tidak melihatnya? Bagaimana jika justru fans yang terlebih dahulu melihat dan menjadikannya berita. Aku kembali membuka twitterku dan dengan segera menghapus foto yang kuunggah tadi sebelum semuanya melihat.

Dan saat ini aku semakin tidak tenang. Aku menggigiti handphoneku. Bagaimana jika fansku tahu? Bagaimana jika fans Eunhyuk oppa tahu? Kami akan mati. Aiishh~ Apa yang sedang kupikirkan tadi, bodoh! Jieun-ah, kau sungguh bodoh!

**

Aku mengerjapkan mata ketika terbangun dari tidurku karena suara berisik yang berasal dari handphoneku. Kulihat 25 panggilan tak terjawab, dan itu semua berasal dari manajer oppa. Aku mengernyitkan alis, jiwaku masih tertinggal di alam mimpi, mataku masih ingin terpejam karena kurasa aku tidur hanya satu jam.

Bel apartemenku berbunyi saat aku mencoba memejamkan mata kembali. Aish~ Siapa yang bertamu pagi-pagi begini. Aku melangkahkan kakiku untuk membuka pintu apartemen dan terkejut melihat manajer oppa dan beberapa orang dari manajemenku berdiri di depan pintu apartemen dengan ekspresi wajah yang tidak bisa kutebak.

“Jieun-ah, apa yang sudah kau lakukan!” sambar manajer oppa saat kami semua sudah duduk di sofa ruang tamuku. Wajah-wajah mereka tegang, dan mengeliliku seperti tersangka yang akan diadili. Aku masih bingung dengan kedatangan mereka, kukira ini akan membicarakan tentang comeback-ku, sampai akhirnya manajer oppa menunjukkan sesuatu melalui ipad-nya.

Terlambat! Dan yang kutakutkan terjadi sudah! Aku menutup mulutku ketika melihatnya. Foto yang kuunggah semalam telah menyebar ke seluruh belahan dunia. Berita-berita tersebut menyebar dari berbagai media dan sumber. Eotteohke? Apa yang harus kulakukan?

“Jieun-ah! Kau sungguh tidak memikirkan dirimu? Karirmu? Manajemen? Aiish!”

Aku tidak tahu siapa yang berbicara, benar-benar terkejut dan tidak menyangka jika tersebar sejauh ini. Air mataku terus menetes, aku menangis tanpa bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan orang-orang disekitarku saat ini.

“Jieun-ah, foto itu bukan sekedar foto biasa. Apa komentar para netizen pada dirimu nantinya? Kau egois! Tidak memikirkan bagaimana nasib perusahaan kita nantinya? Eunhyuk-ssi berasal dari manajemen besar Jieun-ah, apa yang harus kita lakukan sekarang!”

Aku hanya menggeleng, masih menangis. Menyesal. Bingung, apa yang harus aku lakukan, apa yang harus ku jawab? Bagaimana karirku?

“Bagaimana jika kita melakukan konfirmasi?”

“Tapi kita belum ada komunikasi dengan pihak SMEnt, bagaimana ini? Apa tidak apa-apa kita melakukan konfirmasi tanpa menghubungi mereka terlebih dahulu dan mendapat persetujuan mereka?”

“Aish~ Tidak peduli, kita harus memberikan konfirmasi secepatnya!”

Aku tidak mau mendengar pernyataan-pernyataan dari orang-orang yang sedang berdebat di sekelilingku ini karena mendengarnya akan semakin menambah pikiranku, semakin membuatku tidak bisa berpikir, saat ini aku merasa menjadi gadis yang paling bodoh. Aku masuk ke dalam kamarku, menguncinya dari dalam. Tidak peduli dengan teriakan-teriakan yang memanggilku…

…………………………..

Author’s POV

“IGE MWOYA!!!” teriak Ryeowook yang baru saja membuka matanya.

Hari masih gelap, namun ia sudah terbangun dan hal pertama yang dilakukannya adalah memeriksa handphonenya yang ia letakkan di sebelah bantal tidurnya. Niat awalnya adalah untuk mengucapkan selamat pagi dan memberi semangat kepada para fans, namun yang dilihatnya begitu banyak mention dari orang-orang yang tidak ia mengerti. Ia mencari tahu dengan membuka salah satu situs, Ryeowook begitu terkejut dengan pemberitaan yang sudah ramai di luar sana. Ia mengusap kedua matanya, untuk memastikan apakah benar yang dilihatnya. Ryeowook membaca salah satu artikel di bawah foto yang membuatnya shock pagi ini. Setelahnya, ia segera bangkit dari tempat tidurnya, wajahnya terlihat begitu tegang dan untuk saat ini ia tidak bisa untuk tidak panik.

“Yaa! Wookie-ah ada apa kau membangunkan kami dan menyuruh kita berkumpul disini? Ini masih terlalu pagi, aku mengantuk..” ujar Shindong sambil mengusap-usap kedua matanya.

Semua member saat ini sedang berkumpul di kamar Eunhyuk dan beberapa dari mereka masih terlihat sangat mengantuk, bahkan Kangin melanjutkan tidurnya kembali di ranjang Eunhyuk.

“Hyung, sepertinya kita mendapat ujian lagi..” ucap Ryeowook pelan. Ia menunjukkan berita yang ada di handphonenya kepada seluruh member, dan mereka mulai berebut untuk membaca artikel tersebut.

“Apa-apaan ini!!!” seru Yesung marah, dan saat ini semua mata mengarah pada Eunhyuk, namja itu pun tidak kalah terkejutnya dengan member yang lainnya.

“Hyung, aku tidak tahu apa-apa tentang berita ini, sungguh!” ucap Eunhyuk membela diri. Matanya mulai memerah.

“Eunhyuk-ah, apa benar yang ada di dalam foto ini adalah kau?” Tanya Sungmin tetap lembut, namun terdengar sangat tegas.

“Eunhyuk-ah! Katakan sesuatu!” sambung Donghae yang duduk di lantai bersama Kyuhyun.

Eunhyuk tidak menjawab, hanya mengangguk lemas membenarkan pertanyaan Sungmin, namja yang ada di dalam foto tersebut adalah dirinya. Fotonya yang topless bersama seorang gadis, dengan pose yang sangat intim.

“Tapi itu foto sudah lama hyung, kalian tahu kan aku sudah lama berpisah dengan Jieun. Itu foto yang kuambil setahun yang lalu saat aku bermain ke apartemennya”

“Sial! Bagaimana ini bisa terjadi! Aish~ Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi fans, bagaimana manajemen..”

“Eotteohke, hyung? Aku tidak tahu akan menjadi seperti ini..” jawab Eunhyuk lemas, air matanya mulai berjatuhan.

Ia merasa bersalah. Takut karena dirinya Super Junior akan mendapat hinaan, takut karena dirinya merusak citra baik grupnya yang telah mereka bangun dari awal, takut karena mengecewakan semuanya apalagi dengan posisinya yang ditunjuk sebagai leader sementara. Eunhyuk benar-benar takut.

“Apa yang harus kita katakan kepada manajemen? Aish~ Seandainya Leeteuk hyung masih berada disini…”

“Gadis itu sungguh keterlaluan!”

Eunhyuk hanya diam mendengar perkataan hyung-hyungnya, ia diam namun air matanya tetap menetes. Ia tidak menyangka Jieun benar-benar membuktikan ucapannya. Gadis polos yang dulu ia kenal ternyata tidak seperti bayangannya. Ini untuk yang kesekian kalinya ia menghancurkan Eunhyuk, namun kali ini gadis itu tidak hanya menghancurkannya saja, tapi menghancurkan semuanya. Semuanya.

Beberapa jam kemudian para manajer datang ke dorm mereka untuk membicarakan masalah ini, dan tindakan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

“Baru saja aku mendapat telepon, besok semuanya harus datang ke SM building, terutama kau Eunhyuk-ah, membahas dan bertanggung jawab tentang masalah ini. Kalian semua jangan ada yang memberikan statement apapun saat ini, jangan menyentuh jejaring sosial jika akan membicarakan ini, arraseo?” ucap Junghoon memberikan arahan kepada semua member. Mereka semua mengangguk, wajah-wajah itu masih terlihat tegang, dan suasana dorm benar-benar berubah menjadi panas. Ingin marah, tetapi tidak ada yang bisa disalahkan atas kejadian ini.

“Terima kasih Jieun-ah, jeongmal gomawo. Ini yang kau inginkan? Kehancuranku? Terima kasih karena kau melakukannya dengan sangat baik. Bahkan tidak hanya menghancurkanku, namun semua yang ada di sekelilingku. Begitu banyak cara untuk menghancurkanku, tetapi mengapa kau juga melibatkan dirimu sendiri, Jieun-ah? Apa kau tidak peduli dengan karirmu nantinya? Jika ditanya, kau tidak boleh mengatakan apa-apa, tetap diam agar tidak semakin mempersulit posisimu. Arraseo?”

Eunhyuk menyentuh tombol send, dan akhirnya pesan itu terkirim. Ia membuka akun twitternya, banyak dukungan dan hinaan yang datang padanya. Ia meremas rambutnya sendiri, marah dengan kejadian ini. Marah dengan dirinya sendiri mengapa bisa membiarkan hal ini terjadi. Bagaimana karirnya, bagaimana pandangan orang terhadap dirinya, bagaimana keluarganya, bagaimana nama Super Junior, bagaimana pandangan fans. Begitu banyak orang-orang yang ia kecewakan. Dan Hanwoo! Eunhyuk bergegas mengambil handphonenya kembali dan secepat mungkin menghubungi yeoja itu.

………………………

“Hanwoo! Yaa! Lee Hanwoo! Buka pintunya!!” gadis itu berulang kali memanggil nama Hanwoo dan menggedor pintunya. Namun sama sekali tidak ada reaksi apapun dari dalam. Sejak tadi pagi Hanwoo mengurung dirinya di kamar yang membuat Hyojin khawatir gadis itu akan melakukan hal-hal bodoh.

“Yaa! Hanwoo-yaa! Kau jangan bersikap seperti anak kecil begini! Ini tidak lucu! Hanwoo-ya! Buka pintunya!” Hyojin kembali berteriak-teriak dan mengetuk pintu yang ada di depannya, masih tidak ada respon dari Hanwoo. Hyojin mencoba menghubungi Hanwoo namun ternyata gadis itu mematikan teleponnya.

Hyojin tidak menyerah, ia masih memanggil-manggil nama Hanwoo untuk memastikan gadis itu masih bernyawa atau tidak karena Hyojin takut Hanwoo akan berpikiran pendek hingga mengakhiri hidupnya karena masalah ini. Hyojin tahu karena mereka tinggal satu apartemen, oleh karena itu dari awal Hyojin membuka mata terbangun dari tidurnya dan melihat berita yang tersebar, ia segera menuju ke kamar Hanwoo dan mendapati pintu kamar itu sudah tertutup rapat.

“Hanwoo-ya, gwenchana? Ppaliwa. Kita hampir terlambat ke kampus. Aku menunggumu di meja makan, sudah kusiapkan sarapan”

Sementara itu di dalam kamar, Hanwoo sedang mengusap air matanya yang terus berjatuhan. Ia hanya mengenakan pakaian kampus seadanya, tidak seperti biasanya yang sangat memperhatikan penampilan. Wajahnya sangat terlihat lesu, hidungnya memerah dan kedua matanya bengkak, handphone di tangannya masih terpasang foto yang membuatnya terkejut pagi ini. Gadis itu berjalan keluar, menghampiri Hyojin di meja makan.

“Astaga! Lee Hanwoo!” teriak Hyojin kaget saat melihat sahabatnya keluar dan duduk di sebelahnya dengan pakaian sederhana, rambut yang sedikit berantakan dan kedua matanya sembab. Hanwoo hanya diam tidak menanggapi Hyojin, tidak cerewet seperti biasanya. Hyojin menatap gadis itu prihatin, ia sangat mengerti perasaan Hanwoo.

“Hanwoo-ya, jika kau tidak bisa sebaiknya jangan memaksakan dirimu pergi ke kampus hari ini” ucap Hyojin lembut, sedangkan gadis itu hanya menggeleng.

“Arraseo! Jika kau tetap memaksa, cepat habiskan sarapanmu kita berangkat bersama” dan kembali Hanwoo hanya menggeleng yang membuat Hyojin kalah. Ia mengerti Hanwoo begitu keras kepala.

Mereka berdua pergi ke kampus, selama perjalanan Hyojin berkali-kali menatap ke jok disebelahnya. Hanwoo hanya diam memandanga lurus jalanan dengan tatapan kosong. Sepertinya gadis ini sangat hancur, banyak yang sedang dipikirkannya. Hyojin mencoba mencairkan suasana dengan memutar lagu di mobil mereka, namun seketika Hanwoo mematikan playlist yang sedang terputar yang saat itu sedang memutar salah satu lagu Super Junior.

“Hanwoo-ya, jangan seperti ini. Kau tidak mencoba menghubungi Eunhyuk oppa? Ia pasti sangat membutuhkan dukunganmu” ujar Hyojin pelan. Lagi-lagi gadis itu tidak mendapatkan respon apapun.

Sesampainya di kampus mereka berdua menuju tempat duduk seperti biasanya. Banyak sekali anak-anak di kelas mereka yang membicarakan tentang skandal Eunhyuk yang membuat hati Hanwoo bertambah sakit. Gadis itu mengepalkan tangannya menahan marah dan air matanya yang mendesak keluar.

“Hanwoo-ya, aku yakin kau sudah mengetahui tentang berita ini, dan aku tahu kau begitu menyukai Eunhyuk oppa. Teman-temanku banyak yang meninggalkannya karena skandal ini, namun kuharap kau tidak demikian” ujar seorang teman Hanwoo.

“Gwenchana Raerin-ah” ucap Hanwoo. Hanya itu tanggapannya, Hanwoo kembali diam berusaha menyibukkan diri dengan buku-buku yang ada di depannya walaupun pikirannya sama sekali tidak disana. Hyojin menggeleng kearah gadis yang bernama Raerin tersebut memberi tanda agar gadis itu tidak menanyakan hal lain lagi kepada Hanwoo, Raerin mengerti, ia menepuk pundak Hanwoo pelan memberi dukungannya pada Hanwoo. Memang sudah tidak asing lagi, seluruh kelas tahu bahwa Hanwoo sangat mengagumi Eunhyuk, walaupun pada kenyataannya lebih dari itu.

*

Hyojin yang sedang menyetir menoleh, mereka sedang dalam perjalanan kembali kerumah setelah perkuliahan hari ini yang cukup melelahkan. Hanwoo sama sekali tidak ada berbicara sepanjang hari ini, ia hanya duduk diam di bangkunya, bahkan tidak menyentuh roti dan susu yang Hyojin belikan untuknya. Hanwoo menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dan perlahan terdengar isak tangis disana.

“Hanwoo-ya, aku lebih baik melihatmu seperti ini daripada diam seharian seperti tadi. Kalau kau ingin menangis, menangislah sepuasnya tidak apa-apa. Aku tahu kau sangat terkejut dengan kejadian ini. Apakah kau sudah menghubungi Eunhyuk oppa, bagaimana keadaannya?” tanya Hyojin.

Hanwoo menggeleng. Tidak menjawab pertanyaan Hyojin. Ia masih terus menangis, dan Hyojin membiarkan sahabatnya tersebut meluapkan perasaannya. Hyojin tahu keadaan Hanwoo saat ini sungguh tidak baik.

“Hyojin-ah, aku lelah” ucap Hanwoo lemas. Turun dari mobil yang Hyojin parkirkan ia langsung menuju ke kamarnya.

“Hanwoo-ya makanlah sedikit, sejak pagi perutmu belum terisi apapun” teriak Hyojin, namun gadis itu tidak mengindahkannya. Ia tetap berjalan menuju kamarnya. Hyojin benar-benar prihatin dengan keadaan Hanwoo, untuk pertama kalinya ia melihat Hanwoo seperti ini.

Hanwoo menutup pintu kamarnya. Ia sungguh lelah hari ini. Wajahnya terlihat sangat pucat dan hari ini ia benar-benar tidak bisa melakukan apapun dengan baik. Pikirannya masih dipenuhi dengan foto dan berita-berita yang semakin ramai dibicarakan di luar sana. Hanwoo membuka laptop hijaunya tersebut, ia meringis memperhatikan wallpaper laptopnya, menunjukkan wajah Eunhyuk yang tersenyum dengan manis. Hanwoo membuka berbagai macam artikel, dan fansite Eunhyuk.

Gadis itu terkejut mendapati berita yang mengatakan jadwal wajib militer Eunhyuk akan dimajukan karena skandalnya, kemudian yang lain mengatakan bahwa semua jadwal Eunhyuk di cancel,  dan ternyata ucapan Raerin tadi pagi benar. Banyak fans yang sakit hati dan tidak terima dengan kejadian ini hingga akhirnya memilih untuk meninggalkan Eunhyuk. Hanwoo semakin marah, ia tidak menyangka jika pengaruh berita ini begitu besar. Hanwoo kembali menangis. Ini bukan kesalahan Eunhyuk namun mengapa namjanya yang mendapatkan hukuman seberat itu. Banyak fans yang meninggalkannya. Hanwoo menarik napas berat, ia bisa saja melakukan hal yang sama jika saja cintanya tidak lebih besar dari itu.

Hanwoo mengaktifkan handphonenya, banyak terdapat panggilan yang tak terjawab dan pesan dari Eunhyuk. Namja itu meminta maaf kepada Hanwoo. Hanwoo kembali menangis, apakah ia harus menyerah sekarang disaat Eunhyuk sedang membutuhkannya? Jika ia meninggalkan Eunhyuk maka apa bedanya dirinya dengan Jieun? Hanwoo menggeleng.

“Oppa, kau tidak usah khawatir, aku baik-baik saja. Aku hanya ingin sendiri. Aku percaya padamu, kau harus kuat!”

Hanwoo mengirim pesan itu kepada Eunhyuk, kemudian ia mematikan kembali handphonenya. Hanwoo merebahkan diri di atas ranjang empuknya, hari ini benar-benar hari yang melelahkan untuk gadis itu.

…………………………..

Hanwoo’s POV

Aku mengerjapkan mataku, terbangun karena suara teriakan Hyojin. Aku merasa sesuatu yang kemarin bersarang di dadaku hari ini terasa lebih ringan, walaupun setiap mengingatnya aku benar-benar ingin membunuh gadis polos itu.

Aku bersiap-siap untuk pergi ke kampus dan baru merasakan perutku begitu lapar. Aku baru menyadari jika sejak kemarin aku tidak menyentuh makanan dan hebatnya penyakit lambungku tidak kambuh. Aku menghampiri Hyojin dan sedikit menyunggingkan senyumku padanya, merasa sedikit bersalah karena sejak kemarin aku mengabaikannya.

“Apa kau sudah baikan?” tanyanya. Aku mengangguk.

“Jangan lagi bersikap seperti kemarin, kau membuatku takut, bagaimana Eunhyuk oppa?”

“Mianhae Hyojin-ah” jawabku. Hyojin mengangguk.

“Geurae, jika kau sudah benar-benar baikan, aku siap menjadi tempat ceritamu. Hwaiting Lee Hanwoo!” balasnya dengan menaikkan tangan kanannya dengan telapak yang mengepal. Aku hanya tersenyum, Ia begitu mengerti diriku.

Kami kembali ke kampus, entah mengapa mendengar teman-teman membicarakan hal ini lagi membuatku sedih. Rasanya ingin berteriak agar mereka berhenti membicarakan Eunhyuk oppa, tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Aku menarik napas dalam berusaha menenangkan diriku, Hyojin menggenggam tanganku. Aku menoleh ke arahnya, ia menggeleng. Dan tanpa kusadari, cairan bening ini kembali menetes tanpa bisa kukendalikan. Aku menangis. Mengingat hukuman yang diberikan untuknya, mengingat banyak fans yang kecewa dan meninggalkannya membuatku sedih karena aku tahu Eunhyuk oppa sangat menyayangi fans-fansnya dan tidak ingin mengecewakan mereka. Aku terdiam dalam tangisku, menyadari aku benar-benar mencintai namja itu.

“Hyojin-ah, kau tunggu aku di mobil saja, aku masih ada urusan dengan Park seonsaengnim” ucapku, Hyojin mengangguk kemudian berlalu meninggalkanku. Aku masuk ke ruang dosen, Aish~ ada-ada saja. Nilai ujianku kemarin benar-benar buruk karena aku tidak fokus mengerjakan soal-soal yang membuatku hari ini harus menghadap salah satu dosen muda yang cukup tampan itu.

Aku menghembuskan napas lega setelah keluar dari ruangannya, kemudian berjalan menuju parkiran melewati koridor-koridor kampusku yang cukup panjang. Aku melewati mobil-mobil yang terparkir rapi, tiba-tiba ada seseorang yang menarikku, memaksa masuk ke dalam mobilnya yang membuatku hampir berteriak, siapa yang berusaha menculikku di siang hari seperti ini.

Ia masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelahku. Aku mengerutkan dahi berusaha mengenali wajah seseorang yang berada di depanku saat ini. Aku menegang saat ia membuka topi dan masker penutup wajahnya. Rambutnya yang panjang kembali tergerai, yeoja ini! Aku segera membuka pintu untuk keluar dari mobil ini, namun ia menahan tanganku.

“Anyeonghaseyo, Hanwoo-ssi.Aku tidak salah orang, bukan?” sapanya. Aku memperhatikan wajahnya dengan sinis, wajahnya terlihat sama buruknya denganku. Pucat dengan kedua mata yang juga sembab, apakah dia juga menangis?

“Kau? Bagaimana bisa kau mengenaliku dan tahu aku disini?” tanyaku, bahkan tidak berniat untuk menjawab sapaannya.

“Itu tidak penting, yang kuinginkan hanyalah menemuimu. Kurasa kita perlu bicara” jawabnya.

“Apa maumu?” tantangku, yang kuinginkan hanyalah segera keluar dari mobil ini sebelum kalap ingin menampar wajah mulusnya.

Ia tidak menjawab pertanyaanku, aku mendesis memalingkan wajah. Kemarahanku ketika melihatnya kembali memuncak, rasanya darahku sudah naik hingga ubun-ubun ketika melihat wajahnya menampakkan diri di depanku.

“Kau ingin menertawakanku? Kau ingin menertawakan kami? Apa kau sudah puas, Lee Jieun-ssi?” aku menggeram, mencoba menahan emosiku. Ia masih menggeleng, terisak dengan kedua tangannya memegang stir di depannya.

“Aku tidak peduli apa statusmu. Aku tidak peduli kau adalah mantan kekasih Eunhyuk oppa yang begitu dicintainya, bahkan aku tidak peduli kau seorang artis sekalipun. Sudah puas dengan semua tindakanmu? Jika kau dendam, kau boleh saja menyakitiku, namun jangan lakukan semua itu pada Eunhyuk oppa. Kau tidak berpikir apa hasil dari perbuatanmu, Jieun-ssi?” sambungku. Masih menahan emosi, menahan nada suaraku agar tidak meneriakinya walaupun sudah sedikit meninggi. Aku menengadahkan kepala, menahan agar air mataku tidak jatuh dihadapan yeoja ini.

“Mianhae.. Jeongmal mianhae Hanwoo-ssi, aku menyesal” ucapnya disela-sela tangisannya. Aku mendesis sinis menatapnya, benar-benar kesal melihat wajah polosnya yang kini tepat berada di hadapanku.

“Lalu sekarang apa yang bisa kau lakukan? Bisakah kau mengembalikan nama baik Eunhyuk oppa? Bisakah kau mengembalikan fans-fansnya yang meninggalkannya?” tuntutku yang membuatnya terpojok tidak bisa menjawab apa-apa.

“Hanwoo-ssi, apakah dengan kejadian ini kau akan meninggalkan Eunhyuk oppa?” tanyanya yang membuatku ingin mencakar wajahnya. Bagaimana bisa ia menanyakan hal itu disaat ia sendiri sudah tahu jawaban apa yang akan keluar dari mulutku.

“Tentu saja tidak! Aku bukan gadis bodoh yang akan meninggalkan dia hanya karena masalah seperti ini. Aku percaya padanya” jawabku dengan menekankan beberapa kata-kata disana. Jieun terdiam. “Bahkan dengan kejadian ini membuatku sadar, aku semakin mencintainya, kamsahamnida, Jieun-ssi” sambungku menatapnya tajam dan menyunggingkan sedikit senyumanku.

“Baiklah, Hanwoo-ssi aku mengaku bersalah. Itu foto lama yang kuambil bersama Eunhyuk oppa setahun yang lalu. Aku hanya cemburu melihat kalian di acara musik beberapa waktu yang lalu. Aku cemburu melihatmu yang begitu menyayangi Eunhyuk oppa. Aku ingin membuatnya kembali namun sepertinya caraku salah. Aku menyadari itu. Hanwoo-ssi, jika kau menyayangi Eunhyuk oppa maka jangan tinggalkan dia. Dia namja yang begitu baik. Bahkan disaat aku melakukan kesalahan besar seperti ini ia tetap baik padaku memberitahuku untuk tidak memberikan statement apapun agar tidak mempersulit posisiku. Jangan tinggalkan dia jika kau tak ingin menyesal sepertiku” ujarnya yang membuatku semakin meringis. Kami seumuran namun sepertinya cara berpikirku lebih baik dari dirinya.

“Tanpa kau ingatkan, aku juga akan melakukan hal itu” jawabku tegas.

“Bagaimana keadaan Eunhyuk oppa? Pasti dia sangat membenciku saat ini. Mungkin semua member juga seperti itu” ujarnya dengan wajahnya yang pucat.

Aku terdiam, bahkan aku sendiripun tidak tahu bagaimana kabar Eunhyuk oppa saat ini. Bodoh!

“Jika tidak ada yang ingin kau sampaikan lagi, maka aku akan pergi, aku masih ada urusan” ia tersenyum dan menggeleng.

Entahlah tiba-tiba aku merasa kasihan pada yeoja ini.

“Anio, tidak ada yang ingin kusampaikan lagi. Terima kasih karena kau sudah mau mendengarkan aku. Tolong sampaikan permintaan maafku pada Eunhyuk oppa dan Super Junior sunbaenim, Lee Hanwoo-ssi!” ucapnya saat aku membuka pintu untuk keluar dari gadis itu. Kulirik gadis itu sekali lagi, wajahnya benar-benar pucat, pasti saat ini ia sedang mengalami masa sulit.

“Hanwoo-ya! Kau darimana saja? Mengapa lama sekali?” sambar Hyojin ketika aku membuka pintu mobil. Kudapati ia sedang merebahkan dirinya di jok kemudi dengan headset terpasang di telinganya.

“Jieun menemuiku!” jawabku singkat.

“Mwooo??” Hyojin hampir memuncratkan susu strawberry yang sedang disedotnya dan membuatnya sedikit tersedak, aku tertawa.

**

Dari kejauhan aku melihat dua sosok yang sedang berdiri di depan pintu apartemenku. Aku memicingkan mata, menajamkan pandanganku melihat mereka.

“Hanwoo-ya!” teriak mereka bersamaan saat aku sudah berada di dekat mereka. Aku melemparkan senyum, merasa senang dikunjungi seperti ini. Aku melirik Hyojin yang memasang wajah ‘sangat penasaran’ dengan dua gadis yang sedang berdri di hadapan kami. Aku mempersilakan mereka masuk, dan mengajaknya duduk di ruang tamu.

“Eonni-ya, ada apa mengunjungku hingga kemari, tumben sekali” ujarku dengan meletakkan dua jus jeruk di hadapan mereka.

“Hanwoo-ya, gwenchana? Kau membuat kami khawatir”

“Ne, aku baik-baik saja Minji eonni seperti yang kau lihat” jawabku tersenyum.

“Yaa! Mengapa kau tidak bisa dihubungi? Kau tahu Eunhyuk oppa sangat merindukanmu, ia takut jika kau marah dan meninggalkannya. Seperti yang kita tahu posisi Eunhyuk disini hanyalah korban, jadi kau jangan mendiamkannya seperti itu, yang lebih mengerti Eunhyuk oppa adalah dirimu Hanwoo-ya. Eunhyuk oppa memaksa kami kesini untuk melihat keadaanmu, ia sangat takut dengan kondisimu”

“Gwenchana Yoora eonni, kemarin juga aku sudah mengiriminya pesan. Dan nanti jika aku merasa sudah siap, aku pasti menemuinya. Yaa! Namja itu benar-benar merepotkan kalian, mianhae” jawabku merasa tidak enak dengan dua yeoja ini karena aku mereka jauh-jauh datang kesini menemuiku.

“Yaa! Besok adalah hari pertama opening toko bakery milik Eunhyuk oppa, kami yakin pasti kau sudah tahu. Apakah kau akan datang?” Tanya Minji eonni. Aku menepuk keningku, lagi-lagi lupa dengan acara besok, sejak jauh-jauh hari yang lalu Eunhyuk oppa sudah memperingatkanku.

Kami mengobrol hingga sekian lama. Yoora dan minji eonni menceritakan bagaimana keadaan dorm sejak kejadian ini, aku sedikit miris mendengarnya. Baiklah, ini sudah resikoku menjadi kekasih seorang selebritis.

“Kau berhutang cerita banyak padaku, Lee Hanwoo!!” kudengar bisikan ditelingaku. Hyojin menyenggol lenganku ketika kami berjalan beriringan mengantar Yoora dan Minji eonni hingga sampai ke depan pintu saat mereka akan pulang.. Aish~ aku hampir lupa dengan keberadaan gadis ini. Ia pasti sangat bingung mendengarkan obrolan kami sejak tadi, baiklah, nanti aku akan bercerita semua kepadanya.

………………………..

Author’s POV

Keadaan di dorm sudah kembali seperti semula, setelah beberapa hari ini suasana panik dan menegang. Kecuali namja yang mengenakan beanie putih dan sweater tebalnya, perubahan besar begitu tampak pada dirinya. Ia menjadi lebih pendiam, tidak banyak bicara seperti biasanya. Eunhyuk menggigit sarapan rotinya, member yang lain sedang bermain dan membicarakan banyak hal di meja makan pagi ini, bahkan banyak yang menggodanya karena memiliki bisnis baru, namun Eunhyuk hanya tersenyum menanggapi mereka. Apalagi ketika berbicara dengan Kangin, Eunhyuk merasa sedikit awkward dan takut dengan hyung-nya itu, ia membuat Kangin sangat marah hingga mengupdate status hariannya di twitter karena pemberitaan itu. Sesungguhnya Kangin tidak marah dengan Eunhyuk, ia hanya takut kesalahan yang dilakukannya dulu akan terjadi pada dongsaengnya ini. Kangin takut citra Super Junior bertambah buruk setelah kesalahan yang dilakukannya dulu ditambah lagi dengan skandal seperti ini. Hari ini adalah pertama kalinya Eunhyuk muncul di depan umum kembali setelah kejadian buruk yang menimpanya beberapa hari lalu. Ia berdiam diri di dorm dan tidak muncul di pemberitaan manapun.

“Ini bukan Eunhyuk yang ku kenal, bersemangatlah” ucap Donghae menepuk pelan pundak Eunhyuk. Namja itu tersenyum mendapatkan dukungan dari sahabatnya itu.

Eunhyuk keluar dari dorm setelah menyelesaikan sarapannya, ia mengendarai sedan putihnya menuju sebuah bakery miliknya. Hari ini adalah hari pertama pembukaan toko tersebut. Seharusnya tidak seperti ini, seharusnya ia berangkat dengan hati yang bahagia karena memiliki bisnis baru, seharusnya ia bisa sedikit pamer kepada para member yang lain, namun karena kejadian yang menimpanya semua menjadi berubah.

Sesampainya di Tous Les Jours, suasana sudah sangat ramai. Bakery itu sudah dipenuhi oleh para ELF yang hadir dan mengantri untuk mencoba makanan yang dijual disana. Eunhyuk merasa sedikit lega, ternyata masih banyak orang yang begitu peduli padanya. Eunhyuk masuk lewat pintu belakang dan mendapati eommanya dan Lee Sora sudah berada disana. Eunhyuk memeluk eommanya, sangat merasa bersalah dengan wanita paruh baya yang selalu mendukungnya tersebut. Dan ketika Eunhyuk menampakkan dirinya di hadapan para pembeli, semuanya seketika berteriak. Bahkan ada beberapa fans yang menangis, bahagia melihat bahwa Eunhyuk baik-baik saja. Mereka mulai mengantri untuk mendapatkan makanan disana, dan sebagian dari mereka mulai mengeluarkan kamera untuk mendapatkan gambar dan video Eunhyuk yang saat ini ikut menangani pembeli. Ia juga turut melayani pembeli dan memberikan mug gratis untuk pembeli yang datang hari ini.

“Oppa.. Selamat atas dibukanya bisnis ini. Ini untukmu” ucap salah satu fans ketika membayar makanan yang dibelinya. Ia menyerahkan sebuket bunga dan tas pada Eunhyuk.

“Ah, kamsahamnida…” jawab Eunhyuk menerima buket bunga itu dan memeriksa tas yang ternyata di dalamnya berisikan topi hitam dengan tulisan ‘one love’ di depan topi itu dan replika gambar ‘jewel’ di bagian belakang. Namja itu menerimanya dengan tersenyum, matanya sedikit berbinar mendapatkan topi tersebut, karena Eunhyuk begitu suka memakai topi.

“Yaa! Neomu johaa~ kamsahamnida” ucapnya sekali lagi.

“Aku senang melihatmu baik-baik saja oppa. Bisakah aku mendapatkan tanda tanganmu?” tanya fans tersebut.

“Ah, aniyo. Mianhae, aku tidak bisa memberikannya untukmu” jawab Eunhyuk sambil membungkuk meminta maaf.

“Jika aku tidak bisa mendapatkan tanda tanganmu, bisakah aku meminta gantinya?” Tanya yeoja itu lagi. Eunhyuk mengerutkan dahinya bingung tidak mengerti dengan ucapan fans ini, terasa sedikit aneh untuknya.

“Bisakah aku meminta seluruh hatimu, untukku?” ucap fans tersebut kemudian membuka sedikit masker yang dikenakannya. Mata Eunhyuk melebar. Ia memperhatikan fans yang ada di hadapannya tersebut, namun yeoja itu hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan Eunhyuk yang masih terkejut di tempatnya.

Eunhyuk tampak tidak tenang, matanya mencari-cari gadis yang mengenakan coat merah marun dengan syal yang melilit di lehernya, topi dan masker pink yang menutupi sebagian wajahnya. Seoul memang sedang memesuki musim dingin di akhir tahun seperti ini. Eunhyuk menemukan yeoja itu, ia memperhatikan keadaan disekelilingnya. Setelah dirasanya waktu yang tepat ia segera menarik yeoja itu menuju ke ruangan belakang.

“Aku tidak menyangka kau ada disini, bogoshippeo!” ucap Eunhyuk memegang tangan gadis itu. “Kau tidak marah padaku, Hanwoo-ya?”

“Yaa! Kau tidak melakukan kesalahan apapun untuk apa aku marah padamu? Bagaimana keadaanmu? Kurasa kau tidak baik-baik saja” ucap gadis itu melepaskan masker dan topinya. Eunhyuk menatap wajah yeojanya dalam.

“Aku baik-baik saja, seperti yang kau lihat”

“Ani, Eunhyuk oppa-ku tidak lesu seperti ini, Eunhyuk oppa-ku selalu bersemangat” ucap gadis itu. “Oppa, apakah kau merasa sedih dengan berita yang mengatakan banyak fans yang meninggalkanmu?” tanya Hanwoo sambil memainkan ujung sweater Eunhyuk. Tangan Eunhyuk masih melingkar di pinggang gadis itu. Eunhyuk tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan menunduk.

“Kau tidak melihat begitu banyak orang di depan? Mereka masih peduli padamu oppa. Fansmu yang meninggalkanmu tidak seberapa dibanding dengan gadis-gadis yang masih diam di tempatnya untuk mendukungmu, masih dengan bangga meneriakkan namamu. Kau tidak akan pernah kehilangan mereka” ucap Hanwoo tersenyum.

“Dan ada aku, aku fansmu. Aku fansmu yang selalu siap mendukungmu, yang siap menemanimu sampai nanti jika kau benar-benar memberikan sepenuh hatimu untukku. Maka aku dengan senang hati menjaganya dengan baik”

Eunhyuk tertawa mendengarkan pernyataan Hanwoo. Baginya gadis itu terlalu jujur dan polos.

“Yaa! Mengapa tertawa? Aku siap berdiri paling depan untuk meneriakkan namamu. Hei! I’m your number one Jewel, Eunyuk oppa!” teriak gadis itu dengan pelafalan Inggrisnya yang terdengar lucu di telinga Eunhyuk. Eunhyuk merasa tersentuh dengan ketulusan gadis itu.

“Tentu saja! Aku tidak peduli berapa banyak fans yang meninggalkanku jika aku masih melihat satu gadis yang tulus sepertimu masih berdiri menyambutku, bersedia menerimaku. Kau memang permataku, Jewel-ku yang nomor satu! Kau tahu, aku takut sekali kehilanganmu karena kejadian itu. Dan aku tidak akan pernah melepas Jewel-ku yang satu ini!” ucap Eunhyuk.

Ia menarik tubuh Hanwoo mendekat ke arahnya. Memeluk erat gadis itu. Gadis yang sangat dirindukannya. Gadis yang tulus kepadanya. Eunhyuk memegang wajah Hanwoo dengan kedua tangannya, perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu. Hanwoo menutup matanya, hingga akhirnya dirasakan bibir Eunhyuk menempel tepat di bibirnya. Perlahan dan melumatnya dengan sangat lembut. Hawa dingin diluar ruangan berubah menjadi hangat yang mengalir di seluruh tubuh gadis itu. Begitu pula dengan Eunhyuk, ia merasa hatinya begitu ringan dan lega. Ia memperdalam ciumannya di bibir gadis itu. Menyalurkan rasa rindunya, menyalurkan cinta untuk yeojanya melalui ciuman lembut yang diberikannya. Yeoja ini, yang ternyata mampu memenangkannya dan membantunya berdiri dari masa lalunya.

It’s amazing how someone can break your heart..

And the another one at the same time, can love you too much..

Saranghaeyo.. Lee Hanwoo.

[Lee Hyukjae]

………………………………

*tebarconfetti* Akhirnya hutang saya terlunasi. Hanwoo-ya, mianhae kalo jadinya lama dan ceritanya mungkin mengecewakan. Disini juga banyak adegan random dan gaje hehe. Aku ga ngerti harus bikin apa, ini dibuat hanya berdasarkan dengerin ceritamu. Ah entahlah Eunhyuknya dapet apa enggak karakternya mohon dimaklumi ya, ini ff Eunhyuk pertamaku. Dan sebelumnya, buat Lee Jieun (IU) maaf author bikin dirimu seperti ini disini ya *bow*. Thankyou juga buat Minji eonni yang menyumbangkan beberapa ide untuk ff ini. Hanwoo-yaaaaa…. Otteo? Huhuhu

Dan untuk reader tercintah, tetap minta komennya ya ^^ nobash untuk castnya~ karena ini hanya cerita fiksi. Kamsahamnidaaa ^^

Iklan

23 thoughts on “[OneShoot] Your no.1 Jewels

  1. Hi ..
    Lee Hanwoo datang.
    Makasi sudah membuatkan saya FF ini. Boleh saya memuji bahwa FF ini benar-benar sempurna. Walaupun kurang panjang, tapi sudah cukup mewakilkan rasa cinta saya terhadap namja itu.
    Karakternya Hanwoo dapet banget disini. Hyojin juga. Hyukjaenya juga dapet banget bagaimana dia mencintai seorang Jieun-ssi. Penggambarannya sangat jelas. Aku suka kata per-kata-nya,

    Sakit bacanya. Semoga readers lain juga bisa menikmati FF ini dengan baik. Inget kejadian kemarin yang ngebuat aku ‘agak’ hancur karena mendengar kabar-kabar buruk bahwa dia mau wamil, atau apalah yang ternyata semua itu adalah hoax. Menyebalkan sekali. Melihatnya datang di Tous Les Jours untuk pertama kali, wajahnya sangat murung. Bukan Hyukjae yang kukenal dan disini penggambarannya jelas dan sempurna.

    Mungkin komentku seperti paragraf yang tersusun rapi. Aku suka FF ini. Favorite karena aku sendiri belum tentu bisa membuat ini. Terima kasih karena sudah membuatkannya untukku [formal banget bahasa gue] . Aku gak nyangka si Jieun nyulik Hanwoo… Jieun-ssi, tentu saja aku tidak akan meninggalkan namja itu. Seneng banget pas adegan Jieun sama Hanwoo di dalam mobil. Seneng banget Eunhyuk oppa bilang bahwa umurnya Hanwoo sama Jieun itu sama #mirissebenernya.

    FF ini tidak akan membuat kalian yang membacanya untuk membeci Jieun. Authornya baik banget bisa menggambarkan Jieun dengan karakter seperti itu. Hihihii. Hanya saja aku kembali mengingat masa-masa suram ituuuuu #jedotinkepala.

    Donghae-Yooranya kenapa sedikit??? Aku suka bagian Ryeowook teriak. Dia banget dan penggambaran author mengenai bahwa aku sangat mengagumi Sungmin oppa. Hihhihii. Hyojin-Yesung??? Aku kasian sama Hyojin. Sebenarnya dia suka kyuhyun tapi di setiap FF dia dipasangkan dengan namja manapun. Sebenarnya yang jalang ini aku atau dia? hihihiihi. T_T

    Semoga pada suka sama FF ini dan mohon jangan bash siapapun. Tidak ada maksud untuk menjelek-jelekkan siapapun. Hanya sebuah cerita yang … mungkin kejadiannya seperti ini [?] Setiap orang mempunyai pendapatnya masing-masing mengenai hub Hyukjae-IU. Ada yang mendukung, ada juga yang tidak. Ada yang bertahan mencintai Hyukjae, ada juga yang meninggalkan namja itu. Akupun punya pendapat sendiri.

    Kalau aku, karena masa-masa suram sudah lewat.. Sebenarnya aku tidak begitu menyukai IU. Apalagi gadis itu sampai menyakiti Hyukjae… Karena aku tahu Hyukjae benar-benar mengaguminya sejak awal debut. Jika Hyukjae maunya IU , ya aku bisa apa? Asal jangan buat ketenaran Hyukjae meredup. Jewels pasti sudah tahu kan bagaimana kerja kerasnya dia untuk menjadi seorang ‘bintang’? Dia namja yang berbakat tidak pantas untuk ditinggalkan oleh siapapun. Good Job, Cho Yoora. :* Longlast with Donghae. Buat siapapun jangan tinggalin oppa ya . Siapa lagi yang mencintai mereka kalau bukan kita ^^ #fansakut

    Saranghae.
    [jadi curcol]

    Suka

    • HUWOW! koment nya hanwoo ini ga nyante >//<
      terima kasih sudah menyukai , huhu maaf kalo mengecewakan atau tidak sesuai dengan harapanmu..

      donghae yoora nya sedikit karena ini ff hyuk hanwoo~ kalo tak banyakin ntar jadinya ff HaeRa -___-"
      hoho tetap mencintai Hyuk dan jangan tinggalkan dia ^^

      Suka

  2. aaah lupa lagi satu. Aku suka endingnya. Akuuu sukaaa banget… Boleh kok kita bareng2 ke Tous Les Jours eeee aku envy sama orang-orang yang bisa menginjakkan kaki disana.
    Pengen ketemu Hyukjaeee…. Pengeeeeen…
    #mendadakbarbar.

    Suka

  3. Baca ff ini jadi inget hari itu, hari dmn masih terlelap tdr dan tiba-tiba d bangunin ubed, d kasi liat artikel itu (╥﹏╥)

    “Tentu saja tidak! Aku bukan gadis bodoh yang akan meninggalkan dia hanya karena masalah seperti ini. Aku percaya padanya” Oppaa kita tdk akan meninggalkan mu T,T

    “Eunhyuk-ah, kau tidak boleh seperti ini terus. Hidup seorang Super Junior Eunhyuk masih panjang. Kau mau mati hanya karena putus dengan gadis itu? Bodoh!”

    “Kau lihat saat kita konser? Kau lihat berapa gadis yang menunggu berjam-jam, berdiri, rela berpanas-panasan hanya untuk melihatmu? Kau lihat berapa banyak yeoja yang mengangkat bannermu saat kita melakukan perform? Kau ingat bagaimana mereka meneriakkan namamu? Ayolah, dunia ini luas Eunhyuk-ah, dan jangan menyerah hanya karena satu wanita, apalagi kau namja yang baik, aku percaya padamu”

    “Yaa! Kau boleh menangis untuk menenangkan dirimu atau untuk melampiaskan kecewamu, tapi kau harus ingat diluar banyak sekali gadis yang menunggumu.” (TERMASUK AKU YG MENUNGGU MU OPPA)

    Kata-kata ini kita banget (╥﹏╥) gomawo cerita’nya 🙂 nt aku mampir lagi kl ada ff baru ^^

    Suka

  4. Huhuhu. Indah. Nangis bole gk thor??
    Suka suka suka endingnya. Lomancek cekayi lho… Jadi rindu heechul (??)
    Ini hanwoo terpuruk nya d sini cepat ya. Bak lamain dkit biar seru (??) kkk

    Miapa gk sanggup baca komen hanwoo saking panjangnya –“

    Suka

    • boleh duu, boleh banget >///<
      hhu kangen ichul jugaks T..T
      bhahahaggs ayoo di ff selanjutnya buat hanwoo terpuruknya lebih lama wkwkwk

      Suka

  5. *ambil tisu* /sobs/ T_T
    penggambarannya dapet banget 😥

    haaaaaaaa itu beneran gak sih hyuk sama IU udah 2 tahun? T,T soalnya udah pernah baca yg kaya gini 😦

    pokoknya ffnya bagus!! :”)

    Suka

    • kyaah gomawo sudah bacaa cho ^^
      gatau nih mereka berapa taun, itu cuma denger2 aja sih..
      coba neh tar tak wawancarin hyuk dulu ya (?)
      rajin main2 ke blog yaa ^^

      Suka

  6. ini lebih ke klarifikasi scandal hyuk iu yg cukup bikin nenangin,,mudah2n ajj,,wlopun dulu nya gtau punya hubungan apa,,yg penting skrg udah clearrrrr,,gk ada apapun,,lebih baik lagi hyukpa sama hanwoo skrg..kkk
    hanwoo nya tenang bgt disini,,sifatnya dewasa ..heheh
    bagus ff nya 🙂

    Suka

  7. Onnie nopa…jangan bilang ini yg onnie ketik sampe jam dua kemaren itu ya?
    -______-
    Kyakyaaaaa~ johaaaaaaaa~
    *tinjak lili*
    Hiiihh..licik yah..tp pedalem..
    u.u
    ngemis-ngemis padahal dulu mencampakkan itu sesuatu..n alasannya Cuma gr2 surat absurd -__-
    kyakyaaa kali ini hyojin bener2 jadi sahabat baik hanwoo *lirik ff sebelah*
    hanwoo sering ke dorm yah. Dan wanita wanita lainnya..
    ehem ini dah yg dina takutin kalo baca ff real gini huhuuu..apa wanita-nya mereka emang sering ke dorm..ah molla lupakan .____.
    Yunaniiiiiiiii..ai hate that trip jebaaall..huhuuuu
    Pada akhirnya jieun nyerah juga..huh coba ada adegan tampar-tamparan, dina datang kesitu dah buat jd penonton terdepan *eh
    Aakkhh..adegan di TLJ ituh manis yah pemirsah,, sukaaaakksss..
    Yg dimobil itu..awalnya dina ngira hanwoo sikapnya cool gt..tp ternyata marah2 ya XDDD
    Pada intinya hanwoo terlalu baik -___- *belah lele*
    Okesip..project sukseeessss

    Suka

    • hooh dinaa.. aeet Yooragolic detected ! tau ngetik sampe jam berapa u,u
      hihi iyaah mbak lily agak disini ,, huhu mianhae~
      maunya sih ada adegan tampar-tamparan, bila perlu tusuk-tusukan (?)
      terus abis itu keduanya tewas dan hyukjae jatuh ke tangan Yoora, yuhuuuu~

      Suka

  8. Good Job cho yoora, perfecto 8D
    Ah tak merugi kita meeting di warung steak kkk
    suka bgt FF ini karena hanwoo bgt, Hyuk bgt, dan Iu bgt lol
    salut deh buat jewels yg masih bertahan after insiden ini xD
    Adegan endingnya tergambar jelas, dan galau2nya IU hanwoo jg kyknya pas biarpun kurang tau si IU galaunya gmn kkkk
    Good job! FFmu makin bagus vaaa
    Ayo buatin kakak iparmu satu /smirks/
    Special request nih :3

    Suka

    • kyyaaah ^^ iyaa onnie gak rugi meeting .. hoho
      tengkyu untuk sarannya benar-benar sangat membantu :*
      ah jinjja gomawoo ^^

      hohoho ff ape kakak ipaar?? *winkeu*

      Suka

  9. Yah nangis lagi baca cerita ff ini ㅠ.ㅠ jadi inget hari itu dimana dibangunin pagi2 buta oleh berita itu.

    Cho yoora kamu pinter menggambarkan semuanya dengan baik. T.T
    Daebak.

    Aku harap semua elf bsa sperti ini. Ttp mendukung oppars, ada disamping oppars dimanapun dan sampai kapanpun itu.

    Dan satu lg aku suka kata2 ini “Seharusnya kau pergi dengan sederhana, mungkin dengan itu aku bisa menerimamu kembali dengan sederhana. Seharusnya ”

    Ah mau comment apa lagi, suasananya jd mengharu biru gini /HIDUP BIRU!/ T.T
    Lanjutkan FF daebak2 lainnya ya.

    Suka

  10. Ff nya bkin aku sedih,,stiap kta2 nya tuh “nyentuh bngt”
    palagi pas bca tntng “foto”,,huhu ..aku smpe nangis krna trus2an ke ingtan sma “pose”hyukppa yg kmren#curcol
    (aku juga salh stu Jewels dan ju2r aku juga smpet kcewa sma hyukppa.tpi aku sadar,,dia/kta adlh manusia yg psti nya pernh mlakukn kslhn.apapun itu.)
    ff nya Bagus Bngt Kak,,mksih udh bwt ff tntng hyukppa 🙂
    gomawo 🙂

    Suka

  11. Ff nya bkin aku sedih,,stiap kta2 nya tuh “nyentuh bngt”
    palagi pas bca tntng “foto”,,huhu ..aku smpe nangis krna trus2an ke ingtan sma “pose”hyukppa yg kmren#curcol
    (aku juga salh stu Jewels dan ju2r aku juga smpet kcewa sma hyukppa.tpi aku sadar,,dia/kta adlh manusia yg psti nya pernh mlakukn kslhn.apapun itu.)
    ff nya Bagus Bngt Kak,,mksih udh bwt ff tntng hyukppa 🙂
    gomawo 🙂

    Suka

  12. Baca ff ini emng bner2 mngingatkan pada fto scandal itu. Tapi sm skali ga berpengaruh buatku. Ttap sj aku mngagumi seorang Lee HyukJae. Bahkan tiap liat fto itu, bkin aku senyum2 gaje, alnya aku Eunhyuk-IU Shipper. hhohoho…

    and aku sk ff ini krn tdak menyudutkan IU sprti kbyakan ff lainnya. *Bow

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s