[OneShoot] KyuMinji Story : Surprise

surprise

 

Author: Minji ^__^

Cast: Cho Kyuhyun – Kang Minji – Cho Jino and others ●

Length: Oneshoot ● Genre: Romance – straight- Family

————————————


 

AUTHOR POV

Kyuhyun berjalan sambil mendorong troli yang berisikan sebuah koper besar berwarna hitam dan juga beberapa tas kecil lainnya. Sementara di sebelahnya nampak Minji yang berjalan sambil menelepon. Pasangan ini berjalan beriringan keluar dari terminal kedatangan internasional Incheon airport, berusaha menemukan supir keluarga Cho yang akan datang menjemput mereka sore ini. Tak berapa lama, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam yang cukup familiar di mata Kyuhyun pun nampak.

“Selamat datang Tuan dan Nyonya muda.. kalian pasti sangat lelah.” Supir keluarga Cho yang biasa dipanggil paman Kim oleh Kyuhyun, menyapa pasangan ini kemudian bergegas membukakan pintu lalu membantu Kyuhyun memasukkan barang bawaan mereka.

“Paman, antarkan kami ke rumah appa saja.” Perintah Kyuhyun ketika mobil sebentar lagi melaju.

“Gomawo, yeobo..” Minji tersenyum senang lalu bersandar pada lengan suaminya itu. Kyuhyun mengusap-usap rambut panjang istrinya.

Sebenarnya Kyuhyun berencana  pulang ke apartemen mereka secara langsung setelah satu minggu berada di Paris bersama Minji istrinya. Namun Minji sepertinya sudah tidak kuat lagi menahan hasrat untuk bertemu dengan Jino, buah hati mereka yang dititipkan di rumah orangtua Kyuhyun selama mereka pergi. Akhirnya Kyuhyun mengabulkan permintaan istrinya itu, karena ia sendiri juga sudah sangat merindukan jagoan kecilnya itu. Sepertinya mereka berdua juga akan menginap di rumah keluarga Cho untuk malam ini karena kelelahan.

**

“Bagaimana perjalanan kalian? Menyenangkan?” Nyonya Cho menyapa anak dan menantunya sambil tersenyum senang. Mereka kini duduk di ruang tengah rumah orangtua Kyuhyun yang besar, masih dengan bawaan yang belum sempat dipindahkan.

Minji nampak memangku sambil mencium Jino penuh kerinduan, dan Kyuhyun duduk di sebelahnya sambil mengamati kegembiraan yang tengah meliputi istrinya. Pertemuan ibu dan anak itu membuat Kyuhyun tersenyum senang.

“Tentu saja menyenangkan. Bisa dibilang ini sekaligus bulan madu karena Minji menyertaiku pergi.” Jawab Kyuhyun.

“Itulah mengapa aku memberikan kesempatan ini padamu. Bukankah menyenangkan tugas dinas sambil liburan?” Tuan Cho tertawa lalu menyeruput teh yang dihidangkan di atas meja.

“Omma, aku membelikan beberapa cardigan dan koleksi musim dingin untuk omma dan juga Ahra onnie.” Ujar Minji. Ia mengambil tas-tas berisikan oleh-oleh untuk mertua dan kakak iparnya itu, sementara Jino kini dipangku Kyuhyun.

“Minji begitu bersemangat mencarikan semua itu untuk kalian.” Ucap Kyuhyun. Nyonya Cho mendekat pada Minji dan mereka berdua sibuk membongkar-bongkar isi belanjaan Minji selama di Paris. Kyuhyun dan ayahnya saling pandang lalu tersenyum.

“Ya~ Jino ya.. apa kau nakal selama appa dan omma pergi?” Kyuhyun bicara pada Jino.

Anak laki-laki itu menggeleng dan menatap wajah appanya. Sepertinya Jino sedikit mengantuk. Biasanya ia akan banyak bicara.

“Dia tidak rewel sama sekali. Sepertinya Jino tidak akan tumbuh menjadi anak yang cengeng. Kurasa hal  ini karena kalian juga sibuk dan sering meninggalkannya.” Ujar Tuan Cho.

“Baguslah. Anak baik. Oh ya, appa dan omma membelikanmu baju dan sepatu baru untuk masuk sekolah nanti.” Ujar Kyuhyun. Jino nampak berbinar mendengar hal itu, karena ia sangat bersemangat mengetahui dirinya sebentar lagi akan masuk sekolah untuk pertama kali. Selama ini Jino giat belajar menulis dan berhitung juga menyanyi baik dari Minji, Kyuhyun, ataupun kakek neneknya.

**

“Oppa kemarilah ..” Minji memanggil Kyuhyun tanpa menoleh ke arah suaminya itu. Ia masih saja sibuk membongkar hasil buruannya selama di Paris, dan kali ini tengah memfokuskan pandangnya pada sebuah jas pria berwarna hitam. Tak ada jawaban dari Kyuhyun, dan Minji berdecak sambil menggeleng-geleng ketika mengetahui Kyuhyun tengah terlelap sambil memeluk Jino.

Minji membangunkan Kyuhyun, lalu dengan setangah kesadaran yang tersisa Kyuhyun mencoba untuk berdiri seperti suruhan yeoja itu, di depan cermin. Minji memakaikan jas berwarna hitam pada tubuh Kyuhyun, namja bertubuh tinggi itu memejamkan matanya. Sepertinya ia benar-benar mengantuk karena kelelahan. Tak peduli dengan itu, Minji tetap memutar-mutar tubuh Kyuhyun, mengamati, dari samping, depan, dan belakang hingga akhirnya ia merasa puas dan merasa jika jas itu memang layak dipakai.

“Hmm.. sebenarnya akan lebih bagus jika saja kau tidak memakainya di saat mengantuk seperti ini.” ujar Minji, memeluk tubuh Kyuhyun, dan mereka sama-sama menatap ke arah cermin.

“Hmm, kau membelikanku lagi?” Kyuhyun membalas sekenanya. Wajahnya masih terlihat mengantuk. Ia bahkan hanya diam dan membiarkan tubuh mungil yeoja itu mengurungnya.

“Bukan. Ini bukan untukmu. Aku membelikan ini untuk Siwon sajangnim, sebagai oleh-oleh karena ia telah berbaik hati memberikan aku cuti menemanimu.” Minji tersenyum bangga.

“Mwo?! Jadi ini bukan untukku? Beraninya kau membeli hadiah untuk namja lain.” Kyuhyun seketika membuka matanya, lalu menatap Minji.

“Hehe, ampuni aku. Tapi kau sudah punya banyak, dan kali ini aku benar-benar berniat membelikan satu untuknya. Ia atasan yang begitu baik.” Minji menyeringai.

“Hmm, aku cemburu.”

“Jangan seperti anak kecil. Kau lihat Jino tertidur begitu pulas? Sebentar lagi  ia  akan masuk sekolah. Sudah sampai begini masa iya aku berniat macam-macam lagi..” Minji sedikit mendongak lalu mengecup pipi kiri Kyuhyun. Yeoja itu kemudian melepaskan jas dari tubuh Kyuhyun dan merapikan barang-barangnya yang masih tersisa.

Kyuhyun hanya tersenyum, menatap istrinya, lalu mengusap kepala yeoja itu dan menariknya untuk tidur.

“Biarkan anak ini tidur di tengah-tengah kita untuk malam ini..” ujar Kyuhyun, dan pasangan itu pun tertidur sambil memeluk Jino yang ada di antara mereka.

————————————-

Minji terlihat cukup sibuk di ruangannya. Gadis itu mengenakan kacamata minusnya dan sangat terlihat jika ia tengah menikmati pekerjaan yang sudah sekian lama tidak disentuhnya karena cuti kemarin. Wanita ini merindukan semua klien yang biasa dihadapinya, ia rindu berbicara dan melayani konsultasi dari para costumer yang memakai jasa asuransi perusahaannya. Tak heran jika Siwon cukup mengandalkan dan mempercayai wanita ini untuk membantunya karena Minji tidak pernah mengecewakan perusahaan. Untuk itulah Siwon dengan mudah memberikan cuti bagi wanita itu ketika menemani Kyuhyun dinas ke Paris beberapa waktu lalu.

“Nyonya Cho, kau hampir melewatkan jam makan siangmu karena terlalu serius.”

Minji menoleh dan seketika berdiri saat mendapati Siwon tengah berada di ruangannya. Wanita itu tersenyum ramah. Ia sangat senang jika ada orang yang menggodanya dengan sebutan marga suaminya itu. Hal itu  membuat Minji bangga, ia bersuamikan seorang Cho Kyuhyun. Sekilas ia melihat jam tangan di pergelangan tangan kirinya dan ia baru menyadari jika memang sudah waktunya makan siang.

“Rupanya sudah waktu. Apa sajangnim ingin makan siang bersama?” tawar MInji.

“Aku sekaligus ingin berterima kasih karena ternyata aku menyukai jas yang kau pilihkan untukku.”

“Kau menyukainya? Syukurlah. Aku memakai ukuran Kyuhyun hanya sedikit lebih panjang karena kau lebih tinggi darinya.”

“Jinja? Apa Kyuhyun tahu jika kau memberiku hadiah?”

“Tidak masalah. Bodoh sekali jika dia memutuskan untuk cemburu padamu, Sajangnim.” Minji tersenyum.

“Hahaha. Benar juga ya. Ah,, aku semakin iri dengan rumah tangga kalian. Jika aku menikah nanti, aku harap bisa memiliki keluarga kecil yang bahagia sama sepertimu.” Siwon tertawa.

“Maka dari itu cepatlah menikahi kekasihmu. Aku yakin akan lebih menyenangkan hidup berdua, bisa mendiskusikan apapun bersama-sama.” Saran Minji.

“Hmm,, mungkin kau benar. Aku akan mempertimbangkan saranmu. Bukankah kau memang pintar mempengaruhi orang?” ujar Siwon.

———————————–

Kyuhyun memarkir mobilnya dengan rapi di halaman sekolah Taman Kanak-kanak Nowon. Minji kemudian keluar lebih dulu sambil menggandeng Jino yang sudah rapi memakai seragam dan juga tas gendong. Dari kemarin malam, anak itu begitu bersemangat dan terus tersenyum senang hingga ia tidak bisa tidur. Jino baru mau tidur ketika Kyuhyun menemaninya dan mengarang cerita palsu agar anak itu mau tidur dan besoknya bisa bangun pagi untuk sekolah. Daritadi selama di mobil, Jino juga banyak bicara dan menanyakan bermacam-macam hal yang membuat Minji dan Kyuhyun hampir kewalahan meladeni anak itu. Jino membayangkan bermacam-macam hal tentang sekolah. Ada hal yang membuatnya takut, dan ada juga yang membuatnya merasa senang. Minji berusaha memberikan gambaran positif dan menarik bagi buah hatinya itu agar Jino tetap bersemangat dan tidak berpikiran macam-macam lagi.

“Ayo masuk ke dalam. Appa menunggumu di sini. Annyeong..” Kyuhyun tersenyum lebar dan mengusap kepala anak itu. Mereka kini sudah ada di depan ruang kelas yang akan dimasuki Jino.

“Hei, lihatlah.. di sana banyak teman-temanmu. Nanti kau akan berkenalan dengan mereka, dan akan ada ibu guru yang mengajarimu. Apa kau sudah siap, Nak?” Minji berjongkok di depan anak itu sambil tersenyum. Ia sedikit merapikan pakaian Jino dan mengusap pipinya. Anak ini tampan sekali, mirip appanya.

“Ne. Omma dan appa menunggu di luar kan? Jangan pergi.” Ujar Jino.

“Ne. Jino ya.. Hwaiting!” Minji mengepalkan tangan kanannya.

Anak itu akhirnya masuk ke dalam kelas, dan di sana sudah ada beberapa staff yang membimbingnya. Ia dimasukkan ke dalam satu kelompok meja besar seperti anak-anak lainnya. Minji dan Kyuhyun melambaikan tangan dari jendela dan Jino tersenyum melihat orangtuanya.

“Akhirnya fase ini datang juga. Jino masuk sekolah, dan ia akan memiliki dunia baru yang tidak hanya mengenal kita.” Ujar Minji. Ia dan Kyuhyun tengah duduk di salah satu bangku bersama dengan para orangtua lain yang juga menunggu putra-putri mereka. Diantara semuanya, hanya Minji dan Kyuhyun yang masih terlihat muda dan segar. Orangtua lainnya tersenyum pada mereka.

“Memang sudah seharusnya begitu bukan? Sekolah akan membantu kita mendidiknya.” Balas Kyuhyun.

“Tapi kadang pengaruh buruk juga datang dari lingkungan sekolah. Aku khawatir.” Wajah Minji menunjukkan kecemasan.

“Ya~ Jino masih kecil, baru taman kanak-kanak.  Jika nanti ia sudah menginjak remaja, kita harus lebih berhati-hati mengawasinya. Yang terpenting kita harus terus berkomunikasi dengannya.” Kyuhyun menatap Minji dan merangkulkan tangan kanannya di bahu wanita itu.

“Sejak kapan kau jadi bijak, hah?”

“Sejak aku menikah denganmu.” Kyuhyun terkekeh.

“Huh, yang jelas satu hal yang tidak boleh ditirunya darimu. Menghamili gadis sebelum lulus kuliah.” Ledek Minji.

“Tak masalah. Yang terpenting ia bisa menjanjikan masa depan yang lebih baik untuk gadis yang dihamilinya, seperti yang kulakukan padamu.” Kyuhyun membalas dengan santai.

Minji memukul lengan Kyuhyun. Ia kalah telak dengan pria itu. Dulu saat mengetahui kenyataan dirinya mengandung anak Kyuhyun, Minji begitu takut dan putus asa. Ia bahkan takut Kyuhyun tidak akan bertanggung jawab. Namun ternyata Kyuhyun adalah pria berhati malaikat. Minji benar yakin jika pria itu sangat mencintainya. Dan setelah lima tahun hidup bersama, Kyuhyun masih menjadi  sosok yang sangat pengertian terhadapnya. Pria itu tidak pernah mengekang kebebasannya, bahkan ia selalu mendukungnya. Kyuhyun tidak hanya menjalankan perannya sebagai suami dan ayah untuk Jino, namun juga sebagai sosok ayah bagi Minji. Di balik sifatnya yang terkadang masih kekanak-kanakan, Kyuhyun bisa menjadi orang yang cukup bijak. Bahkan di setiap pertengkaran kecil mereka, namja itulah yang lebih sering mengalah ketimbang dirinya.

“Kyuhyun ah~”

Pasangan itu menoleh ke arah sumber suara. Kyuhyun dan Minji sama-sama berdiri saat mendapati seorang yeoja berpenampilan rapi dengan membawa beberapa map di tangannya, tengah menatap mereka, ah menatap Kyuhyun tepatnya sambil tersenyum.

“Ah.. aku.. aku kenapa bisa lupa namamu?” Kyuhyun sedikit memejamkan matanya, mencoba mengingat-ingat sosok yang cukup familiar di kepalanya itu.

“Jinja? Jahat sekali kau melupakanku.” Yeoja cantik itu kembali bicara sambil tersenyum.

“Ah! Hyojin ah! Maafkan aku. Apa kabarmu? Lama sekali tidak bertemu.” Kyuhyun akhirnya mengingat nama yeoja itu. Yeoja bernama itu Hyojin tersenyum, dan mereka berpelukan sejenak. Minji hanya diam saja menyaksikan itu. Sepertinya mereka adalah dua teman lama yang kembali dipertemukan.

“Aku baik-baik saja. Sekarang aku staff pengajar di sekolah ini. Dan kau? Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Hyojin.

“Ah jinja? Kau guru di sini? Aku.. haha. Aku mengantar anakku. Dia baru masuk sekolah hari ini.” Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Wajahnya bersemu merah. Minji kini tak lagi memperhatikan gadis di hadapan mereka, namun melihat ke arah Kyuhyun. Ia sedikit kesal melihat sikap Kyuhyun yang seperti itu di hadapan yeoja lain.

“Anakmu? Anak kandungmu? Itu berarti kau.. kau sudah menikah?” yeoja itu sedikit menutup mulutnya tanda ia terkejut.

“Hehe. Begitulah. Oh ya.. Hyojin ah,, ini Minji. Dia istriku.” Kyuhyun kemudian menatap ke arah wanita yang sedari tadi ada di sebelahnya. Hyojin melihat Minji lalu tersenyum dan membungkukkan badannya.

“Choi Hyojin imnida.” Hyojin tersenyum.

“Cho Minji imnida. Istri Kyuhyun.” Minji tersenyum tipis.

“Ah, kalau begitu aku masuk dulu. Kurasa anak kalian ada di kelas ini. Kyuhyun ah~ lain kali kita bertemu. Ada satu hal penting yang ingin kuberitahukan padamu. Oh ya, bisa kau berikan nomor handphonemu?”

“Ah, ne. tentu saja.”

Minji melihat ke arah lain. Seorang pria yang sudah beristri memberikan nomor teleponnya pada seorang wanita yang masih lajang. Ia sungguh tidak tertarik dan saat ini perasaannya berkecamuk. Kyuhyun terlihat begitu bersemangat hingga wajahnya bersemu.

“Aku ke toilet sebentar.” Minji pamit tanpa menoleh pada Kyuhyun.

**

Kyuhyun mendengarkan cerita Jino yang sangat gembira sambil melajukan mobilnya. Mereka akan mampir untuk makan siang sebelum pulang ke apartemen. Sementara Minji, wanita itu hanya diam dan hanya menanggapi cerita Jino sekenanya.

“Minji ah~ kau mau makan apa?” Tanya Kyuhyun sambil menoleh pada Minji.

“Apa saja.” Jawab Minji singkat.

“Jino ya~ kau mau makan apa? Bagaimana kalau kita makan Chinese food saja?”

“Mau! Aku lapar. Aku mau makan Chinese food. Nanti beli es krim juga ya..” jawab anak itu.

Kyuhyun mengusap-usap kelapa Jino yang duduk di pangkuan Minji. Kyuhyun sedikit merasa aneh pada istrinya. Minji jadi pendiam sejak Jino masuk kelas tadi. Apa yeoja ini sedang sakit?

——————————

Minji memasak sambil terus memasang wajah masam. Sudah satu jam lebih  Kyuhyun menelepon di ruang tengah dan belum selesai juga, padahal ia meminta namja itu untuk menemani Jino belajar. Beberapa kali menengok ke ruang tengah, keadaan masih tetap sama. Kyuhyun masih berbaring santai di sofa dengan kaos rumahan dan celana pendeknya sementara Jino sibuk mencorat-coret kertas yang sedikit berserakan di atas lantai.

Terus terang, Minji tidak pernah keberatan jika Kyuhyun mengobrol berlama-lama di telepon. Yang menjadi masalah bagi wanita ini adalah teman bicara Kyuhyun, yang tidak lain adalah Hyojin, wanita yang baru ditemuinya hari ini di sekolah. Menurut kesimpulan yang ditariknya, Hyojin dan Kyuhyun adalah teman lama yang cukup dekat. Terlihat dari ekspresi keduanya ketika baru bertemu tadi pagi. Hal itu membuat Minji cukup pusing dan tidak enak hati. Tidak biasanya Kyuhyun seperti itu jika berhadapan dengan wanita. Kasarnya, Minji cemburu.

“Ah jinja?! .. hahahha.. mengapa tidak memberitahuku? Ah.. kau sungguh tega padaku!!”

Minji kembali merasa terganggu. Kali ini suara Kyuhyun cukup keras, dan ketika menengok ke ruang tengah lagi kini namja itu sampai merubah posisinya dari berbaring menjadi duduk. Sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan?

Wanita ini kemudian menata semua masakannya dan memindahkannya ke meja makan sendirian tanpa memedulikan Kyuhyun. Biasanya, Kyuhyun akan membantunya jika memang namja itu melihat Minji kerepotan melakukan itu sendirian. Namun kali ini, Kyuhyun bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arahnya.

“Jino ya~ makan malam sudah siap. Ayo letakkan alat tulisnya, kita makan dulu.” Minji menghampiri Jino dan anak laki-laki itupun menurut perkataan ommanya. Kyuhyun yang merasa ada Minji di dekatnya sedikit menoleh ke arah wanita itu.

“Hyojin ah~ nanti kita mengobrol lagi. Aku harus makan malam. Annyeong.” Kyuhyun menutup telepon. Ia kemudian berjalan ke meja makan dan duduk di tempatnya seperti biasa. Kyuhyun sedikit aneh melihat apa yang tersaji di atas meja makan, sementara Minji hampir selesai menyendok porsi makanan untuk Jino. Anak itu sepertinya lapar, ia pun makan sendiri dengan lahap.

“Minji ah, kau tidak salah? Mengapa menu yang ada malam ini sayuran semua? Dan hanya ada telur dadar.” Tanya Kyuhyun pada Minji dengan nada pelan sebagai tanda protesnya.

Minji yang baru saja duduk dan hendak menyendok makanannya melihat ke arah suaminya itu dengan tatapan kesal.

“Biasanya kau tidak pernah protes dengan apa yang kumasak.” Suara Minji sedikit ketus.

“Bukan begitu, kau tahu aku tidak begitu menyukai sayuran.”

“Terserah kau mau makan atau tidak. Yang jelas hanya ada itu di dapur dan aku sudah membuatnya seenak mungkin.” Sahut Minji lagi lalu bersiap menyantap makanannya. Kyuhyun menghela nafas ringan.

“Mengapa tidak berbelanja jika persediaan daging habis?” Kyuhyun melanjutkan lalu menyendok makanannya sendiri. Biasanya, Minjilah yang melakukan itu untuknya. Namun sepertinya mood wanita itu memang sedang tidak baik sehingga Kyuhyun mencoba mengerti.

“Oppa, kau tahu sendiri jika hari ini semua terfokus pada Jino. Belum lagi aku harus menyelesaikan pekerjaanku. Besok aku harus bekerja dan tugasku tidak hanya memasak di rumah ini.” sergah Minji.

“Kenapa kau jadi marah begitu?” Kyuhyun sedikit emosi.

Minji diam saja. Ia sedang kesal, bahkan Kyuhyun seolah tidak memahami jika ia sedang kesal. Biar saja, biar saja mood bahagia Kyuhyun yang baru saja bertemu teman lamanya itu menjadi rusak karenanya, begitu pikir Minji. Mereka pun menyelesaikan makan malam dalam diam, hanya terkadang ada suara Jino yang meminta ini dan itu pada ommanya.

**

Pukul 2 pagi, dan Minji terbangun dari tidurnya. Sebenarnya dari awal ia tidak bisa tidur. Ia terlalu memikirkan rasa cemburunya yang tiba-tiba muncul hari ini. Minji membalik tubuhnya dan mendapati Kyuhyun masih terlelap. Biasanya, namja itu akan tidur memeluknya dan ia sendiri baru bisa tidur lelap jika berdekatan dengan Kyuhyun. Dan karena rasa kesalnya pada Kyuhyun hari ini, Minji tidur memunggungi suaminya itu. Bisa jadi hal itu pula yang membuatnya susah untuk memejamkan mata.

Dengan hati-hati, Minji mengambil Iphone milik Kyuhyun yang terletak di atas meja kecil di samping tempat tidur mereka. Yeoja itu kemudian memeriksanya, memenuhi rasa penasarannya. Tak ada pesan. Hanya ada panggilan yang terakhir masuk sekitar pukul 8 malam tadi. Minji semakin penasaran, siapa sebenarnya wanita itu? Apakah ia memiliki hubungan khusus dengan Kyuhyun di masa lalu?

“Sudah kuduga hal ini penyebabnya.”

Minji terlonjak kaget ketika mendengar suara dan menyadari lampu kamarnya kembali terang. Kyuhyun tengah menatapnya. Namja itu kemudian mengambil Iphonenya yang berada di tangan Minji dan kembali menatap wanita yang sudah lima tahun ini menemani tidurnya. Minji terlihat panik, namun ia jauh lebih merasakan malu karena tertangkap basah oleh suaminya sendiri.

“Aku tidak suka jika ada yang kau sembunyikan dariku. Apa begitu sulit untuk bertanya padaku tentang hal yang memang ingin kau ketahui?” ujar Kyuhyun.

“Aku..”

“Minji ah~ katakan saja jika hari ini kau cemburu.” Ujar Kyuhyun.

Minji diam saja. Ia menjatuhkan kembali tubuhnya di atas kasur lalu memeluk bantal guling membelakangi Kyuhyun. Sial. Kyuhyun benar-benar menangkap basah dirinya. Apakah ia harus mempertahankan gengsinya di hadapan suaminya ini?

Kyuhyun mendekat, mencium telinga Minji. Yeoja itu sedikit bergidik dengan perlakuan mesra Kyuhyun yang tiba-tiba. Ia pun tidak tahan untuk bicara dan akhirnya membalik tubuhnya untuk berhadapan dengan Kyuhyun.

“Ada hubungan apa kalian di masa lalu?” Minji bertanya masih dalam posisinya yang berbaring, menatap mata Kyuhyun. Ia ingin menemukannya jika saja kebohongan itu memang dilakukan oleh Kyuhyun.

“Ia teman SMAku.”

“Hanya itu? Hingga membuatmu begitu tersipu ketika kau menjumpainya lagi tadi pagi?” serang Minji lagi.

Kyuhyun menyeringai tipis. Ia sangat bahagia karena Minji memperhatikannya hingga seperti ini. Apakah begitu terlihat? Kyuhyun sendiri tidak menyadari jika wajahnya tersipu karena bertemu Hyojin.

“Jangan tersenyum licik. Aku sedang tidak ingin melihat seringaianmu itu.”ujar Minji.

“Baiklah. Ia adalah mantan pacarku.”

“Akhirnya kau mengaku juga.”

“Tapi sekarang aku sudah punya istri.”

“Tidak usah merayuku. Pastikan saja jika kau tidak memiliki perasaan macam-macam lagi terhadapnya.”

Kyuhyun tertawa. Ia mengusap lembut pipi yeoja itu dan masih menatapnya dengan tatapan yang dalam. Minji tahu, Kyuhyun tidak akan berbohong terhadapnya. Pria itu tidak bisa berbohong padanya, dan itu pula yang dilihatnya di mata Kyuhyun.

“Aku punya sebuah cerita untukmu.” Ujar Kyuhyun.

Kyuhyun merubah posisinya. Ia bersandar pada tempat tidur lalu membawa Minji agar mendekat padanya. Yeoja itu memeluk Kyuhyun seperti biasa.

“Dulu waktu SMA, aku punya dua sahabat. Mereka adalah Hyojin dan seorang lagi adalah namja bernama Changmin.”

“Barusan kau mengatakan Hyojin adalah mantan kekasihmu. Mana yang benar?”

“Dengarkan dulu ceritaku.” Kyuhyun mengusap rambut Minji.

“Jadi kami bertiga sangat dekat, selalu bersama kemanapun dan pernah suatu ketika aku memacari Hyojin karena kami terlalu dekat. Namun hal itu tidak lama, hanya bertahan tiga bulan. Sepertinya terjadi keanehan dengan persahabatan kami.”

“Oh..”

“Dan tadi di telepon, Hyojin mengatakan padaku jika sebentar lagi ia dan Changmin akan menikah.”

“Mwoya?!” Minji terkaget dan menatap Kyuhyun. Apa namja ini sedang mengarang cerita palsu untuknya?

“Makanya dengarkan aku dulu. Kau ini tidak sabaran sekali.”

Minji kembali tenang dan mendengarkan cerita Kyuhyun.

“Sejak lulus SMA, kami pisah kuliah. Changmin ke luar negeri sementara aku dan Hyojin juga jarang bertemu karena kami kuliah di tempat yang berbeda. Aku pun berganti nomor ponsel, dan tak ada lagi kabar di antara kami. Untuk itulah tadi pagi aku begitu takjub ketika bertemu kembali dengan salah satu di antara mereka. Hyojin juga begitu terkejut mengetahui kenyataan aku sudah menikah dan mempunyai seorang anak yang hampir berusia lima tahun. Dan tadi di telepon, giliran aku yang terkejut karena mendapatkan kabar mereka akan menikah.” Jelas Kyuhyun panjang lebar.

“Jadi sekarang Changmin ada di Korea?”

“Kata Hyojin seperti itu. Dan kami berencana untuk bertemu lagi. Kalau bisa kau dan Jino harus ikut, karena aku ingin mengenalkan kalian berdua pada mereka khususnya Changmin yang belum pernah bertemu kalian.”

“Hmm,, oppa.. apa aku bisa mempercayaimu?” Minji menatap Kyuhyun. Terus terang setelah mendengar cerita Kyuhyun, hatinya sangat lega.

Mendapat pertanyaan dan tatapan seperti itu dari istrinya, Kyuhyun justru mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat bibir yeoja itu.

“Kau sendiri pernah bilang padaku, sudah seperti ini apa bisa berniat macam-macam lagi. Kurasa akupun sama, aku tidak mungkin berniat macam-macam lagi.” ujar Kyuhyun pelan.

“Tapi kau itu pria. Pria itu berbeda dengan wanita. Lagipula Hyojin begitu cantik. Bisa saja kau tergoda kan?” ujar Minji lagi. Kyuhyun menghela nafasnya berat, lalu meletakkan kedua tangan lebarnya di wajah Minji.

“Tidak peduli aku akan bertemu wanita secantik apapun lagi, aku sudah memiliki yang kuinginkan. Wanita-wanita itu tidak bisa memberiku anak laki-laki yang tampan seperti Jino.” Kyuhyun mencubit gemas pipi istrinya. Wajah yeoja itu seketika bersemu merah. Di saat-saat seperti ini, ia merasa dirinya dan Kyuhyun masih seperti orang pacaran saja. Rayuan dan pujian laki-laki ini terhadapnya memang selalu yang paling tulus dan membuat hatinya senang. Minji mengusap-usap dada Kyuhyun yang tertutupi piyama tidurnya.

“Sudahlah, sekarang saatnya tidur. Jangan menggodaku.” Ujar Kyuhyun.

Minji tertawa. Kyuhyun menarik selimut untuk mereka berdua dan keduanya kembali tidur seperti biasa. Minji tersenyum di pelukan Kyuhyun. Ternyata hari ini dirinya sungguh kekanak-kanakan. Kyuhyun nampak jauh lebih dewasa daripada dirinya, dan pria itu selalu bisa menenangkannya dengan mudah.

————————————

Minji tertawa mendengarkan cerita Hanwoo. Dua sahabat ini sudah cukup lama tidak bertemu karena kesibukan keduanya. Saking kerasnya tertawa, pengunjung café lainnya sampai ada yang menoleh ke arah mereka berdua. Minji dan Hanwoo pun merasa malu kemudian memelankan sedikit suara mereka.

“Hahahha,, kau serius? Aku jadi membayangkan wajah bodoh Eunhyuk oppa ketika mengetahui kehamilanmu.” Minji masih tertawa.

“Yaa! Ini bukan hal lucu. Hal ini membuat kami harus mengambil keputusan cepat.” Kesal Hanwoo.

“Arasseo arasseo. Itu juga yang kualami dulu. Ah, Eunhyuk oppa mengapa begitu bodoh. Setelah terjadi begini baru bisa berpikir serius untuk menikahimu.”

“Entahlah. Namun aku bersyukur akhirnya ia juga orang yang akan menikahiku dan bukan orang lain. Awalnya aku sempat khawatir kami akan putus setelah berpacaran sekian lama. Eunhyuk orang yang mudah bosan.” Ujar Hanwoo.

“Lalu kapan tanggal fixnya? Begitu banyak orang yang merencanakan pernikahan dalam waktu dekat ini.” ujar Minji.

“Tanggal 4 bulan depan. Kau dan Kyuhyun oppa harus datang. Kami juga mengundang banyak teman kuliah dulu.”

“Pastinya.” Sahut Minji lalu mencicipi pancake yang sedari tadi belum disentuhnya karena terlarut mendengar cerita Hanwoo.

“Oh ya, apa rumah tanggamu baik-baik saja? Bagaimana kabar Jino? Ia sudah masuk sekolah bukan?” Tanya Hanwoo.

“Iya, Jino baru saja masuk sekolah. Aku dan Kyuhyun menitipkannya pada kakek neneknya sepulang sekolah. Seperti biasa salah satu dari kami menjemputnya saat baru pulang bekerja. Dan karena aku bertemu denganmu, jadi Kyuhyun oppa yang menjemputnya.”

“Bahagia sekali kedengarannya. Apa aku terlambat baru menikah sekarang? Apa jarakku dan anakku nanti akan sangat jauh? Jino bahkan sudah berusia hampir lima tahun.” keluh Hanwoo.

“Jangan terlalu dipikirkan. Aku dan Kyuhyun oppa yang menikah muda. Sementara untuk usiamu saat ini adalah usia yang wajar.”

“Jujur, aku takut tidak bisa menjaga suamiku nanti. Aku bisa gila jika ia meninggalkanku karena wanita lain sementara kami sudah menikah. Apa kau tidak pernah mengalami ketakutan itu?” Hanwoo bertanya penasaran.

“Aniyo.” Minji menggeleng sambil tersenyum.

“Kyuhyun oppa itu tampan. Kau yakin tak ada gadis-gadis yang berusaha menggodanya?”

Minji berpikir sejenak. Hanwoo ini benar-benar menyebalkan. Mengapa ia justru membuat ketakutan pribadinya untuk mempengaruhi pemikiran sahabatnya sendiri. Minji kembali teringat bagaimana ia cemburu terhadap Hyojin yang katanya adalah sahabat sekaligus mantan pacar Kyuhyun.

“Hanwoo ya~ jika seandainya Kyuhyun oppa bertemu kembali dengan mantan pacarnya, apa akan ada sesuatu yang berubah?” Minji melontarkan pertanyaan bodoh pada Hanwoo.

“Memangnya dia punya mantan pacar?”

“Tentu saja. Kau pikir aku wanita pertama yang berjumpa dengannya.” Sergah Minji kesal. Hanwoo ini benar-benar membuatnya kesal. Gadis ini yang memulai dan menyeretnya ke dalam pemikiran memuakkan semacam ini.

“Nah, itulah maksud ketakutanku. Apalagi mantan kekasih, orang yang pernah sangat berpengaruh bagi mereka. Memangnya Kyuhyun oppa bertemu mantannya lagi?” Hanwoo menanggapi dengan polos. Hal itu membuat Minji semakin kesal. Ia ingin sekali menghentikan obrolan bodoh dan menakutkan ini.

Kyuhyun mengatakan padanya Hyojin sebentar lagi akan menikah dengan sahabat mereka juga. Apa yang perlu dikhawatirkannya? Minji merasa dirinya bodoh sekali terpengaruh ketakutan bodoh Hanwoo. Bukankah gadis itu memang terlalu banyak kekhawatiran dalam hidupnya?

———————————-

Minji meletakkan pudding cokelat yang baru saja dibuatnya di atas meja. Melihat camilan favoritnya sudah datang, Kyuhyun dan Jino berlomba-lomba mengambil sendok dan bersiap menghabisinya. Minji tersenyum melihat kelakuan suami dan anaknya itu. Game yang mereka mainkan berdua pun seketika ditelantarkan begitu saja.

“Jino ya~ makannya pelan-pelan. Dan setelah makan pudding berhentilah main game, waktunya tidur. Besok harus sekolah pagi.” Minji duduk dan mengamati dua namja berbeda generasi yang tengah menikmati pudding buatannya.

“Ne, omma. Puddingnya enak. Aku mau lagi.” ujar Jino.

“Omma masih menyimpannya di lemari es. Dimakan besok saja sepulang sekolah.” Minji mengusap kepala anak itu.

Kyuhyun kemudian mengalah dan duduk di sebelah Minji, membiarkan Jino menghabiskan sisa puddingnya. Anak itu terlihat lebih berisi sekarang. Pasangan ini bersyukur Jino jarang sakit dan mereka selalu memperhatikan kesehatan anak ini.

“Jino ya~ ceritakan pada appa, apa yang kau lakukan di sekolah hari ini.” ujar Kyuhyun.

Jino seketika bersemangat saat ditanya soal sekolah oleh Kyuhyun. Ia pun menghambur dan duduk di pangkuan appanya.

“Hari ini, sonsengnim meminta kami bercerita tentang keluarga.” Ujar Jino.

“Oh ya? Lalu apa yang kau ceritakan? Apa kau sudah tahu apa itu keluarga?” Minji bertanya antusias. Ia ingin mengetahui sejauh mana Jino paham tentang pelajaran yang didapatnya di sekolah.

“Aku tidak tahu. Tapi kata sonsengnim, keluarga itu ada appa, omma, kakak dan adik.” Jelas Jino.

“Jinja? Lalu kau bercerita tentang keluargamu?” Kyuhyun ikut antusias.

“Kata sonsengnim, appa dan omma adalah keluargaku. Jinyoung yang duduk di sampingku bercerita keluarganya adalah appa, omma, kakak dan adik. Mengapa aku tidak punya kakak dan adik?” Tanya Jino polos.

Kyuhyun dan Minji saling pandang, dan mereka sama-sama tertawa mendengar pertanyaan Jino.

“Minji ah~ sungguh. Anak ini lucu sekali. Apakah aku waktu kecil juga sebodoh ini?” Kyuhyun masih tertawa.

“Bukan bodoh, tapi polos, hahhahha…” Ujar Minji masih terkekeh.

“Hahahha, Jino ya~ dengarkan appa ne? Jino tidak akan punya kakak. Kakak itu adalah anak pertama dari appa dan omma. Adik adalah anak kedua. Arra?”

Jino nampak bingung dengan penjelasan Kyuhyun.

“Ah Jino ya~ nanti, kau akan punya adik. Dan Jino akan menjadi kakak dari adik.” Minji tersenyum.

Jino terdiam. Dia memandang wajah Minji yang berusaha memberikan pengertian padanya.

“Aku akan menjadi kakak? Tapi dimana adikku?”

Kyuhyun kembali meledakkan tawa mendengar pertanyaan anak ini.

“Jino ya! Jika kau mau adik, kau harus meminta pada omma.. hahhahha..” Kyuhyun masih tertawa.

“Yaa!! Jangan mengajari anak kecil hal yang bukan-bukan. Kau ini bisa membuatnya berpikir yang tidak-tidak.” Minji mencubit lengan Kyuhyun hingga namja itu meringis.

“Omma, mana adikku?” Jino benar-benar percaya akan ucapan Kyuhyun.

“Begini sayang, kau akan punya adik. Tapi nanti.. tidak sekarang. Maka dari itu Jino harus belajar yang rajin, pasti akan ada adik di rumah ini.” Minji tersenyum mencoba memberikan pemahaman pada anak ini. Kyuhyun masih saja tertawa. Memang tidak ada yang bisa mengalahkan kepolosan anak kecil.

——————————————

Kyuhyun tersenyum lebar ketika melihat sosok yang ditunggunya akhirnya muncul juga. Ia bergegas berjongkok dan mengusap kepala anak kecil yang tiada lain adalah anak kandungnya ini. Jino terlihat begitu senang setelah keluar dari kelas bersama teman-temannya. Sepertinya anak itu sudah punya banyak teman, begitu pikir Kyuhyun.

“Hari ini Jino pulang dengan appa ya.” Ujar Kyuhyun. Ia hendak membuka pintu mobilnya ketika seseorang memanggil namanya.

“Kyuhyun ah~”

Kyuhyun menoleh dan wajah yang tidak asing itu sudah mendekat ke arahnya.

“Shim Changmin!!” Kyuhyun langsung memeluk sahabat lamanya itu, namja yang sedikit lebih tinggi dan lebih kurus darinya.

“Hahhaha,, kau pasti datang menjemput anakmu.” Ujar Changmin.

“Dan kau pasti datang untuk menjemput Hyojin.” Balas Kyuhyun.

“Wah, sepertinya Hyojin sudah bercerita banyak padamu.” Changmin tersenyum.

“Kau tidak bekerja? Kulihat pakaianmu benar-benar santai siang ini. Sangat berbeda denganku.” Ujar Kyuhyun.

“Ne, aku memang sengaja datang untuk mengajak Hyojin pergi hari ini. Dan kau? Pastinya menyempatkan waktu luangmu di kantor untuk menjemput jagoan ini.” Changmin tersenyum pada Jino.

“Ah, aku sudah tidak ada pekerjaan jadi langsung menjemputnya. Biasanya neneknya yang datang menjemput. Jino ya~ ayo beri salam. Ini Changmin ahjussi, teman appa.”

Jino menuruti perintah appanya dan tersenyum senang. Tak berapa lama, Hyojin muncul di antara mereka.

“Sonsengnim, annyeong.” Sapa Jino sopan seperti saat bertemu di kelas.

“Jino ya annyeong.” Hyojin tersenyum.

“Wah,, Jino bahkan tidak lupa memberi salam. Kurasa ia belajar dengan baik selama di sekolah.” Ujar Kyuhyun senang.

“Ne, dia anak yang pintar. Tak diragukan lagi karena ia memiliki seorang ayah yang juga pintar.” Ujar Hyojin.

**

Minji berbelanja dengan semangat. Hari ini sepulang bekerja ia berencana untuk memasak makan malam yang enak. Kesibukannya akhir-akhir ini membuatnya tidak sempat memasak yang banyak dan hanya itu-itu saja. Untuk itulah ia membeli banyak bahan makanan sekaligus sebagai persediaan, terutama makanan kesukaan Kyuhyun dan Jino.

Minji merasa tenang karena hari ini tidak usah repot menjemput Jino ke rumah mertuanya. Kyuhyun mengatakan jika ia pulang siang dan langsung bisa menjemput Jino di sekolah. Minji sedikit heran, Kyuhyun tidak menjawab panggilan juga pesannya dari tadi padahal ini sudah sore. Namun ia berpikir pasti dua orang itu sudah berada di rumah dan bermain game seperti biasa. Membayangkan hal itu, Minji semakin semangat untuk segera pulang dan memasak makan malam. Ia bahkan menunda janjinya untuk menemani Hanwoo melihat gaun pengantin.

**

“Kalau begitu, nanti aku ingin anak perempuan saja, supaya ketika dewasa bisa dijodohkan dengan Jino. Hahahhaha..” tawa Changmin.

“Baguslah, kurasa nanti jika perempuan, anak kalian akan cantik seperti ibunya. Ujar Kyuhyun.

“Kyuhyun ah~ kau tidak terlalu banyak minum. Apa kau sudah berhenti?” Tanya Hyojin.

“Ah, aniyo. Aku hanya menguranginya semenjak menikah. Minji yang memintaku. Jadi jika bersamanya, aku sebisa mungkin tidak akan minum banyak.”

“Istrimu itu benar-benar perhatian. Aku jadi ingin bertemu dengannya juga.” ujar Changmin.

“Hahahaha, semestinya ia bisa ikut pergi dengan kita hari ini. Sayangnya ia begitu sibuk dengan pekerjaannya. Lain kali aku akan mengajaknya ikut, dan tentunya di pernikahan kalian nanti.” Ujar Kyuhyun.

“Kyuhyun ah~ sepertinya Jino sudah lelah dan mengantuk. Tidakkah sebaiknya kau membawanya pulang?” Hyojin melihat Jino yang memeluk Kyuhyun. Anak itu hanya diam saja sedari tadi. Sepertinya ia mulai bosan dan mengantuk setelah seharian berjalan-jalan.

“Ya ampun. Aku bahkan lupa waktu dan sudah malam. Baiklah, aku akan pulang. Hubungi saja aku jika kalian membutuhkan bantuan.” Kyuhyun tersenyum lalu menggendong Jino dan bergegas pamit.

**

Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan pikiran khawatir. Jino tertidur di sebelahnya, dan Kyuhyun menyesal mengapa ia meninggalkan Iphonenya di mobil selama jalan-jalan tadi. Dan kini, ia juga tidak bisa mengabari Minji karena batre Iphonenya habis dan benda itu mati total.

**

Kyuhyun masuk ke apartemennya dengan menggendong Jino. Pria ini terkejut ketika melihat seorang yeoja sedang tertidur di sofa yang tidak lain adalah Minji. Kyuhyun membawa Jino ke kamarnya, membaringkan anak itu, kemudian bergegas ke ruang tengah menemui Minji. Pukul 9 malam, Minji pasti menunggu mereka untuk makan malam bersama. Terbukti meja makan terlihat penuh karena makanan hasil masakan Minji.

“Minji ah~ Ireona. Aku pulang.” Kyuhyun menepuk lembut pipi yeoja itu.

Minji seketika tersadar, sedikit mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu berhasil mengumpulkan kesadarannya.

“Mana Jino?” Tanya Minji ketus. Kyuhyun sadar, hari ini ia melakukan kesalahan besar.

“Sudah di kamarnya. Maafkan aku,, aku pergi dengan Changmin dan Hyojin seharian. Kami bertemu di sekolah jadi..”

“Apa tidak bisa mengabariku? Kau bahkan tidak menjawab satupun panggilan ataupun pesanku.”

“Maaf, itulah masalahnya. Aku meninggalkan Iphoneku di mobil, dan ketika kembali benda itu sudah mati karena batrenya habis.” Kyuhyun menyesal. Minji benar-benar marah kali ini.

“Aku sengaja pulang cepat dan memasak makanan kesukaan kalian. Tapi aku justru tidak menemukan siapapun di rumah. Aku menunggu dan kalian tidak juga datang padahal sudah lewat jam 7 malam. Omma dan appa tidak ada yang tahu kalian kemana. Apa kau pikir aku tidak cemas? Oppa kau jahat sekali padaku!” Minji mengungkapkan kekesalannya dengan mata berkaca-kaca. Setelah itu ia meninggalkan Kyuhyun yang masih duduk mematung di atas sofa.

Kyuhyun menyesal. Sangat jarang Minji marah sampai seperti ini, apalagi sampai menangis. Ia sudah membuat istrinya menangis, dan Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana agar membuat Minji membaik kembali.

—————————————

Kyuhyun menandatangani semua berkas di mejanya tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Hari ini ia benar-benar tidak fokus bekerja. Suasana di apartemen kecilnya yang biasanya ramai menjadi sepi sejak pagi tadi. Mereka sarapan dalam diam, dan Minji langsung berangkat ke kantor sekaligus mengantar Jino ke sekolah tanpa mempedulikan keberadaannya. Kyuhyun tahu, semalam adalah seratus persen kesalahannya. Minji bahkan tidak tidur di kamar bersamanya semalam, namun tidur bersama Jino. Ia sampai menangis begitu, bukankah kesalahannya memang sulit dimaafkan?

“Sajangnim, apa semua berkas ini sudah bisa saya ambil?” Hyorin sekretaris Kyuhyun menyadarkan lamunan atasannya itu.

“Ah,, mianhae. Aku belum membaca semuanya.” Kyuhyun berkata lesu.

“Apa sajangnim sedang ada masalah? Sepertinya anda sedang tidak baik-baik saja. Mau saya buatkan secangkir teh hangat?” tawar Hyorin.

“Tidak usah. Hyorin ssi, semalam aku bertengkar dengan istriku.” Kyuhyun tiba-tiba bercerita.

“Jinja? Pantas saja anda seperti ini. Bukankah anda jarang bertengkar?”

“Itulah. Aku membuatnya menangis semalam. Ia bahkan tidak mengajakku bicara, tidak membalas panggilanku dan juga pesan permintaan maafku padanya.” Sesal Kyuhyun.

“Apa istri anda terlalu marah? Biasanya seorang wanita jika sudah marah memang seperti itu. anda harus bersabar untuk menunggu moodnya baik kembali.”

“Ne, kau benar. Mungkin aku harus bersabar.”

——————————-

Minji mengamati Jino yang tengah makan malam. Berbeda dengan anak itu yang sangat lahap memakan masakan neneknya, dirinya justru sama sekali tidak bernafsu makan. Ia memikirkan seseorang di apartemen, apakah ia sudah makan malam atau belum. Tidak ada yang menyiapkan air hangat untuknya mandi sepulang bekerja, dan tidak ada yang menemaninya tidur seperti malam-malam sebelumnya.

“Sebaiknya kau pulang. Sikapmu yang seperti ini sama sekali tidak dewasa.” Ujar Tuan Kang.

“Aku tidak mau. Dia bahkan tidak berusaha mencariku untuk meminta maaf secara langsung padaku.” Ujar Minji.

“Tentu saja, appa sudah memberitahu Kyuhyun jika kau dan Jino ada di sini, dan memintanya agar tidak mengganggu kalian dulu. Appa bilang kau masih marah.”

“Appaa.. kenapa bicara begitu padanya..” Minji terlihat kesal.

“Minji ah,, pertengkaran dalam rumah tangga itu hal yang biasa. Tapi jika kau kabur dan mencari perhatian Kyuhyun dengan cara seperti ini, itu sama saja kau lari dari masalah dan tidak dewasa. Omma tahu kau sangat marah pada Kyuhyun. Tapi jika begini sama saja kau lari dari kewajiban dan tanggung jawabmu sebagai seorang istri.” Nasihat Nyonya kang.

Minji terdiam. Ia tidak suka jika disebut lari dari kewajiban dan tanggung jawab. Bukankah selama ini ia selalu mengusahakan yang terbaik untuk Jino dan Kyuhyun? Ia mencoba membagi waktunya sebisa mungkin agar ketiga perannya sebagai wanita karir, ibu bagi Jino, dan istri bagi Kyuhyun bisa berjalan seimbang. Kyuhyun saja yang tidak bisa menghargainya. Memikirkan itu semua, tiba-tiba kepalanya pusing dan ia merasa ingin memuntahkan makanan yang ditelannya.

“Aku ke belakang sebentar.” Ijin Minji. Tuan dan Nyonya Kang hanya saling pandang dan menaikkan bahu mereka.

———————————

Kyuhyun menutup rapat lebih cepat dari biasanya. Percuma saja rapat berlama-lama jika pikirannya sedang tidak fokus seperti ini. Tuan Cho sedikit heran melihat perubahan Kyuhyun. Ia pun segera mengajak putra bungsunya itu untuk bicara setelah ruangan hanya menyisakan mereka berdua.

“Kau kenapa? Wajahmu lesu sekali.”

“Appa maafkan aku. Aku sedang tidak berkonsentrasi.” Jawab Kyuhyun singkat. Ia melihat Iphonenya.

“Kau sedang ada masalah?”

“Dua hari lalu aku dan Minji bertengkar. Dan semalam ia tidak pulang, kata appanya ia pulang ke rumah mereka dan membawa Jino menginap di sana.”

“Yaa! Mengapa bisa ada masalah seperti ini? Kau lekas temui dia dan suruh dia untuk pulang. Jangan membiarkan istrimu seperti itu.”

“Tapi kurasa Minji masih sangat marah padaku. Aku yang salah,..”

Obrolan mereka seketika terhenti karena ada panggilan masuk ke Iphone Kyuhyun. Siwon?

——————————————

Kyuhyun berjalan cepat menyusuri lorong Seoul National Hospital. Ia ingin segera bertemu Minji dan melihat keadaan istrinya itu. Kyuhyun benar-benar kaget ketika mendapatkan telepon dari Siwon yang mengatakan jika Minji tiba-tiba pingsan saat akan masuk ke dalam lift. Minji memang cepat sekali drop jika pikirannya sedang stress atau mengalami goncangan. Setelah menemukan Siwon berdiri di depan ruang ICU, Kyuhyun berhenti dan bertanya pada atasan istrinya itu.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi, dokter belum selesai melakukan pemeriksaan.” Ujar Siwon.

“Gamsahamnida, Siwon ssi. Kau cepat membawanya ke rumah sakit.” Ujar Kyuhyun. Ia panik sekali, namun ia berusaha terlihat tenang.

Setelah menunggu sekitar satu jam, dokter pun keluar dan menghampiri dua namja tampan yang sama-sama mengenakan setelan kantor tersebut.

“Maaf, apa di antara kalian ada yang keluarganya?”

“Saya. Saya suaminya.” Kyuhyun berkata cepat.

“Oh, baiklah. Mohon ikut saya sebentar.”

**

Jino duduk di sebelah ranjang rumah sakit, menemani Minji yang masih tertidur karena efek obat. Yeoja itu belum sadar betul hingga kini berada di ruang rawat inap. Minji mengalami demam karena stres yang dialaminya akhir-akhir ini. Kyuhyun ikut duduk di sebelah Jino, dan ia mengamati wajah Minji yang berubah pucat.

“Appa,, omma lama sekali tidurnya.” Ujar Jino menatap appanya.

“Sssst. Biarkan omma beristirahat. Jino ya~ ayo ikut nenek. Kita beli es krim.” Ajak Nyonya Kang.

“Aniii. Aku mau menunggu omma sampai bangun.” Anak itu bersikeras.

“Jino ya~ ikut nenek dan kakek ya. Nanti kalau omma bangun, appa akan memanggilmu.” Ujar Kyuhyun. Setelah Kyuhyun berkata demikian, Jino baru mau menuruti neneknya.

Setelah semuanya keluar, tinggal Kyuhyun saja di dalam ruangan. Ia memegang tangan Minji yang tidak diinfus, mengusap-usapnya dan menciumnya. Wajah Minji yang biasanya selalu bersinar kini berubah pucat dan hal itu membuat Kyuhyun semakin merasa bersalah.

“Mianhae. Karena aku kau jadi sakit begini.” Gumam Kyuhyun.

“Tuan Cho?” Dokter yang tiba-tiba sudah masuk ke ruangan ini memanggil Kyuhyun.

“Ya, saya sendiri.”

“Bisa anda ikut ke ruangan saya lagi? Ada hal lain yang ingin saya sampaikan.”

**

Minji tersenyum pucat saat mendengar cerita Jino yang duduk di ranjang menemaninya. Dari tadi, ruangan yang semestinya tenang ini menjadi ramai karena semua tertawa mendengar celotehan Jino tentang sekolahnya. Nampak Kyuhyun yang masih menyuapi Minji bubur, lalu Nyonya Cho dan Tuan serta Nyonya Kang yang duduk di sofa.

“Jino ya~ kau pintar sekali. Siapa yang mengajarimu bicara seperti itu?” Nyonya Cho masih terkekeh melihat cucunya.

“Tentu saja pintar. Jino anaknya omma.” Minji menanggapi dan Jino mencium pipi ommanya.

“Minji ah,, bagaimana bisa kau tidak menyadari kehamilanmu?” Tanya Nyonya Kang.

“Sebenarnya sejak bulan lalu aku sudah tidak mendapatkan jatah haidku. Namun aku tidak terlalu memikirkannya karena terlalu sibuk bekerja.” Ujar Minji pelan.

“Kyuhyunnie~ kau sama saja. Kau harus lebih memperhatikan istrimu. Jika dia tidak pingsan, kita tidak akan tahu jika cucu baru omma sudah tumbuh di dalam rahimnya.” Ujar Nyonya Cho.

“Kalian berdua benar-benar membuat omma gemas. Sudah mau punya dua anak jangan seperti anak kecil lagi.” tambah Nyonya Kang.

Kyuhyun tersenyum menatap Minji yang tengah menciumi Jino. Dokter baru saja memberitahunya bahwa ternyata selain karena demam, kondisi yeoja itu menjadi lemah juga karena ia tengah hamil dan usia kandungannya hampir menginjak dua bulan.

“Jino ya~ jangan duduk di atas perut omma. Dan hati-hati dengan selang infus.” Ujar Kyuhyun ketika teringat Minji tengah mengandung anaknya lagi.

“Di dalam perut omma ada adikmu. Jadi harus hati-hati.” Kyuhyun kembali tersenyum. Jino menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak mengerti. Hal itu spontan membuat semua orang termasuk Minji kembali tertawa menyaksikan dialog bodoh ayah dan anak itu.

Kyuhyun merasa sangat lega. Akhirnya semua berakhir seperti ini. Ia justru mendapatkan berita luar biasa yang baginya sungguh merupakan kejutan besar. Sepertinya ia dan Minji memang sudah diharuskan memasuki satu fase baru lagi. Dengan adanya Jino, dan kini satu calon bayi lagi, tentunya mereka tidak boleh egois dengan keinginan masing-masing. Kyuhyun pun mulai berpikir serius untuk masa depannya. Ia benar-benar akan memiliki sebuah keluarga seperti yang diimpikannya.

 

END-

Fiuh,, akhirnya KyuMinji Story hadir lagi setelah setengah abad tenggelam. Ada yang merindukan cerita inikah? Semoga bisa terobati saking lamanya~

FF ini maunya dipublish bertepatan sama ultahnya Kyuhyun kemaren, makanya judulya ‘surprise’. Kkk tapi karena sayanya telat dan sok sibuk akhirnya lewat waktu dan endingnya seperti ini aja tetap dengan judul yang sama.

Keep comment yah ^^ buat reader baru semoga menikmati dan jangan lupa baca juga series lain dari story ini. nyahahahhaa maaf jika banyak kegejean di dalam story kali ini. maklum uda lama ga nulis ini semoga feel mereka belum ilang xD

Eh sebelum lupa,, tetep mau ngucapin HAPPY BIRTHDAY MY DARLING CHO KYUHYUN~ KYAAAA uda tua lu bang! Uda siap beranak dua ni? Kkkkk stay healthy, murah rejeki, cepetin bikin album solo biar kita banyak duitnya xD

OKAY then ga ada babibu lagi. Don’t forget to put your comment. Silent reader yang masuk kesini kena kutukan special loh dari author2 di sini. Bye!

ThanKYU ^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

134 thoughts on “[OneShoot] KyuMinji Story : Surprise

  1. Choi Hyojin imnida~~~

    ueheheheheeheheheh
    Sebenernya mau cekek hwang minrin yg ngebocorin pasangannya hyojin disini..
    KYAAAAAA CHANGMINAAAHHH NEO NAEKKOYAAAAAA

    Aet cemburunya ya huhuuu
    Sampe gt banget ke kyuhyun..emang ya kalo istei udah cemburu efeknya ke perut (?) tau kenapa? Krn nasib perut suami ya ada di basib sang istri..kalo gk ya dompet -_______-
    Jino..kyeoptaaaaa >.,.,<
    dan ngomong2 soal sahabatan bertiga..jadi inget FF sebelah..EHEM TOLONG YA YG ITU DILANJUTKAN KARENA SAYA UDAH KEBELET INI -____- kangen mas manis

    Hanwoo hamil..dan eunhyuk baru punya rencana nikah gr2 hanwoo hamil..bah!! Pasangan tak berencana (?)

    Jino bakalan punya adik..KYAAAAAA~

    Suka

    • bahahahha ga seru ya kalo couple dibocorin kkkkk
      iyaaaa FF sebelah menyusullll
      itu beneran butuh mood super ><

      lol pasangan tak berencana xD

      Suka

  2. Ciiieeee mau ada anggota keluarga baru yg mau debut nih…
    Chukhae ya bapake Jino…mau punya dedek lg \(´▽`)/

    Yah seperti biasa story ini menyebarkan kemesraan dmana-mana Dan menyeruakkan rasa envy bagi yg baca T.T
    Fiuhh apa itu berhati malaikat tp bkin anak orang mba? ( ˘͡ -˘͡)

    Khkhkh ngambul”nya Minji bleh juga…gemes liat pasangan ini kalo uda saling cemburu kayak gni….

    Ohh ya si hyojin…random bgt idupmu nak…dsni ama Kris..dsana ama yesung…dsitu ama changmin…awas kena HIV ntar…
    ~(˘▽˘~)(~˘▽˘)~

    Dan Hanwoo mba juga ama hyuk? -_-”
    Weee siapa kekasih abang siwon blum terungkap?

    Last…lanjut ama story lainnya bo….bkin yg daebakida lagi….
    Kyakyakya…( ˘)з┌◦◦◦ ♥
    *tebar bunga mawar

    Suka

    • dia malaikat pembuat nyawa booo ❤
      hahhahahha gak ngambul ga eKsis xD

      dan ngakak baca soal HIV…
      kaya dina itu flexibility of Hyojin's couple …

      Suka

  3. Awww kyuminji balik lg~

    benernya rada boring part awal2 hohoho trus kn emg kalo kyuminji story tuh ringan2 gitu critanya… Brasa rada lebay sih waktu minji-nya marah ma kyu ampe nangis, ngambek, pingsan lg taunya hamil lageee… Mood swing~ muahahahaha

    jiah, hanwoo-enyuk ikut tersesat… Hamil duluan -_-

    benernya ngarep edisi ultahnya ada nc wakakakakak *tepok jidat ndiri*

    *ps. 2 kyuminji series nya cepet di update yah~ xixixi ❤

    Suka

  4. kyaaa….kyaaa >< ige mwoyaaaa???
    siwon datanglah pada saya… kkekekeke~

    kuleeee cemburunya minji daebak lebenya,
    tapi manis sekali,,
    jino bakal punya adik..
    aahhh kyopta~~~

    selalu ada hyojin yg cantiks itu dmn-mana

    hanwoo?? dalam resepsi pernikahannya harus ada pisang yang banyak, kkkk~

    minrin : HIV tidak akan terjadi ketika sudh memakai pengaman bukk.. *kone

    Suka

  5. aaahhhh finally…. kyuminji story thanks alot to tavita aka minji… kecup basah deh karna udh publish ini ff (^3^)

    makin menarik niii jino punya dede… wow hyojin jg makin ngeksis nih muncul terus dimana mana…

    what a surprise is hanwoo hamil duluan juga ternyata, ckckckkck…

    entah kapan ini ff kyuminji story akan muncul lagi, tp saya akan selalu nunggu cerita cerita dari couple ini ∩__∩

    Suka

  6. huwa…. udah lama gak mampir kesini. udah banyak banget FF baru ><
    yang ini romantissssssssssss banget. touched deh.
    soal bahasa penulisa, udah gak usah dikomenlah ya. bagus banget.
    kalo yang komen cuma dikit, let it flow aja^^ yang penting masi ada yang baca.
    bagus2 ddeh cerita disini.

    haha. hanwoo~ ya. ken ajuga akhirnya. hyukjae uncontrol. gak apalah daripada gak jelas arahnya ^^.
    jino asik ni, akirnya ppertanyaa adiknya ada dimana, kejawab deh^^ .

    lanjut mau baca yang bawah2 ah~

    Suka

  7. kyaaaa….. ff ini membuatku ingin cepat2 lulus kuliah lalu setelah itu MENIKAH!!!!

    lucu skalii Jino ~ gemes,
    yang aku bayangkan lebih banyak Jino nya bukan kedua orang tuanya, wkwkwk
    ayolah cepat beranjak dewasa jino-ya,, ajumma menunggumu ~kkkkkkkkkkkkk

    Suka

  8. cho yoora comiiiingggggg~~~
    saya komen setelah insiden telat dateng ke pizza (¬_¬”)
    Kyakyaa ff ini sukses bikin saya mekeneh untuk nikah muda dan punya anak TK >..<

    Dan disini image kyunya yg tak bayangin itu waktu dia make kemeja putih dan super super tampans~
    Peh hyojin pasti mebunga2 dikopelin sm changmins~

    Hei itu kok main udah hamil aja ?
    Kapan bikinnyaa ??
    Waktu "bikin" itu "dibikin" jugaks dongsss~
    #ketauan reader bejat#
    *buka baju donghae*
    *pelorotin celana*
    *bikin deh*
    #abaikaaaaan~ kyaakyaa

    Suka

  9. Annyeong… aku reader baru, bangapta….

    KyuHyun, salah satu cast fav aku di stiap FF. Btw, emngnya Minji hamil sebelum mnikah?

    ijin ubek2 dsni yh..

    Suka

  10. yehaa! aku datang…
    ada eunwoo couple.
    asik asik asik pengen buatin sekuelnya. :p
    ceritanya sweet yah . pasti authornya lagi kangen sama kyu. kekeke.
    jino subesar yaa.. hhhihi.
    selalu aja ada hyojin. hyojin sama changmin :p wkwkkww.
    hyojin si wanita jalangs perebut kekasih orang ahahhaa. #tertawabangga.
    kyu nya dewasa banget disini dan suka pas kyu sama minji pas waktu bercakap2 di luar nikah itu loh. bahasanya sweet.
    oke good job la~

    Suka

  11. Keren ^^

    sweet banget

    bikin sequel-nya ya thor 😀 mau tau nanti adiknya Jino gimana, laki/perempuan, dll ^o^ plus kehidupan pernikahan Hyojin dan Changmin XD

    Suka

  12. seri paling awal dari cerita ini apa thor?? hehe.. rada kurang seru kalo bacanya ga dari awal awal. seandainya kyuhyun suamiku *umur aja baru 17 wkkwwk :D. sweet banget. dan percakapan kyuhyun bareng jino bikin ngakak. asli polos banget si jino 🙂

    Suka

  13. Annyeonghaseo*^▁^* chingu aku reader baru disini… aku udah baca smw ff.y
    keren chingu*^▁^*. aku boleh minta PW [OnwShoot] KyuMinji
    Story : I’am Pregnant gk?! soal.y aku suka kyuMinji couple
    hehee #mianhae baru comment*^▁^*

    Suka

  14. Ciyee… Padahal rasanya baru kemarin jino tanya tanya tentang keluarga, mereka udah dikasih kado sama tuhan. Ntar jino jadi oppa.
    Mungkin kalo minji nggak pingsan, mereka baikannya bakal lebih lama lagi ya. Woooaaaah suka bangeeeeeeeet yakin deh! Daebak!!

    Suka

  15. keluarga yang bahagia 😀 walaupun bayak pertengkaran kecil tapi bisa terselesaikan dengan baik sama mereka 😉
    wah jino udah mau punya adik 😀

    Suka

  16. omo mereka harmonis sekali…walaupun sama-sama sibuk tapi masih memikirkan untuk membagi waktu untuk putra mereka…
    hmmm minji cemburu nih ceritanya…heeee cemburu memberikan berita bahagia. ..

    Suka

  17. kyuhyun, suami idaman semua wanita. hahahaha
    so sweet kali lah keluarga satu nih…
    apalagi mau dapat anggota keluarga yang baru…. yeyyyyyy jino dapat dedek baru… selamat yaaaaaa

    Suka

  18. Chukkae Cho junior ke 2 akan segera hadir ^^
    mereka udh mo pnya 2 anak, jd egonya harus dikurangin ,sedih lyat ini keluarga ada msalah …

    Suka

  19. Akhirnya jino punya ade juga hihi jd permasalahan nya kyu ama minji kelar gtu aja? Ga ada acara maaf2an (?) Haha itu berkat cho junior yg kedua haha

    Suka

  20. yaa seperti biasa, pasangan yg ga ada capeknya untuk menyebar keromantisan dimana saja dan kapan saja wkwk no wonder lah jino bisa cepet dpt dedek baru lol

    Suka

  21. ahhhhh;suka bangett sama kyuhyun, bener bener suami idaman banget. di ff chapter ini sukses bikin baper nya bertambah,wkwk. yeee akhirnya jino mau punya adik, ga sabar baca chapter selanjut ny ^^

    Suka

  22. Hihi xD sbuah pertengkaran berakhir dngan brita yg sangat membahagiakan! ❤
    Kayanya Minji kalau hamil ketahuannya pas udah 2 bulan terus ya? XD

    Suka

  23. wah minji cemburu, siapa juga sih yg ga cemburu kalau suami ketemu temen lamanya cewe pula dan mantan nya
    kyu kalau udah ketemu temen lama ga inget waktu jino aja sampe ketiduran
    asik jino punya adik

    Suka

  24. kyuhyun sihhh emang agak keterlaluan sihh ampe ngelupain minji klo udah ketemu hyojin pantas istrimu cemburuu untung masalh nya ga berlarut” dannn masalah terselesaikan berkattttt uri aegy yg masih d perut minji chukaeee unt keluarga kecil cho

    Suka

  25. Fiuh pokonya bikin iri dan bikin bapeeer hahahahahaha 😀😊
    Kepingin deh kehidupan yang kayak gini
    Semangat ya nulisnya eonnnn 😃

    Suka

  26. cie… yg mau punya baby lagi… jino mau punya adek…
    suka banget sama kyuminji story ini…
    ceritanya ttg kehidupan sehari2 yg banyak orang ngalamin… ga ada permasalahan yg terlalu rumit…
    bikin iri… pengen deh punya keluarga kaya kyuminji…

    Suka

  27. second child! congratssss
    ada hikmah di balik pertengkaran hahaha
    lagi berntm malah dpet berita bahagia
    kyuhyun klo udh ktmu tmn suka lupa wktu sii hahaha
    minji cmbru ama hyojin, kyuhyun udh nebak tapi sngja diem, mw liat ampe kapan minji bgtu hehehe
    sweet couple!

    Suka

  28. selalu suka cerita yg engga banyak konflik, serta cerita yang penuh keromantisan sebuah keluarga..

    cieee Jino mau punya adik lg..
    chukkae kyuppa,minji eonnie 🙂

    Suka

  29. ga banyak konflik tp feel’a dapet bgt, jino pny debay nih.. bakal rame dh klrg kyu^^ btw minji tipe yg cemburuan jg y:-D:

    Suka

  30. as always, our couple story lovey dovey kyu minji selalu menyenangkan untuk di baca, jd gak sabar mau baca lanjutannya. baca dh kya kejar tayang aja nii, hehehehe. semangat berkarya sista, ku doakan selalu dpt inspirasi dan selalu sehat. Aamin….

    Suka

  31. Duh rada deg2an juga sih
    baru di part kemaren aku nyinggung orang ketigaa
    ehhh, ada, itu baru asumsi awal
    tapi akhirnyaa… syukurlah ternyata sang mantan kyu yg bakal nikah sma sahabat kyu ahhahahah
    duh rada kesel jga sih, suami klo udah telponan ama cwe udah deh lupa kalo istri dmn hahahahhaha kebanyakan sih gitu, tpi gak semua hahahha
    ah, new family? uwaaaa, penuh berkat yaa ni keluarga aminnn hahahhahha
    rasanya bru kmren liat kyu baru neghamilin minji
    eh skrg udah ada calon anak lagi
    daebak kyu hahhha
    nice story
    fighting^^

    Suka

  32. hufftt… kirain hyojin itu suka sama kyuhyun. ternyata udh mau nikah sama changmin 🙂
    wihiii… hamil lagii minji. jadi baikan deeh. tapi aku pengen deh, percakapan jino lebih banyaakk hehehe pengen liat dia lebih lucuu

    Suka

  33. hmm sempet khawatit pas ada temen sma ny khyuhyun tp lega mereka baikan lg
    wahhh seneng dengernya minji hamil, akhitnya jino mau punya adik juga buat temen mainnya hihhihi

    Suka

  34. kyuhyun sabar banget padahal secara terang”an minji membelikan sesuatu unt siwon dia ga cemburu haaa daebakk malah minji yg cemburu sama hyojin habisnya kyuhyun agak berbinar gitu lihat hyojin ternyata hyojin sudah punya kekasihh changmin sahabag mereka heehee dan juga udah mau menikahh percuma deh minji cemburu nyaa heehee.. daan fakta terakhir yg bikin meletup dan gembira minji hamil anak keduaa yippi heehee

    Suka

  35. minji jarang jarang cemburu sekali cemburu kyuhyun nya di cuekin banget sampe dibiarin makan sayur padahal kan kyuhyun gak suka sayur kekekeke

    sekali kali liat kyuminji berantem seru juga kali haha

    Suka

  36. Jadi surprise nya itu kehamilan Minji,aku kirain emang kyuhyun menyiapkan surprise pada minji tapi aku bingung dalam rangka aps traktiran ini

    Suka

  37. surprise beneran
    akhirnya jino mau punya adik lagi

    duh…..Mereka berantem pada akhirnyaa dapet kejutan ttg kehamilannya si minji

    aaaaa….ga sabar ama anak kedua mereka deh

    Suka

  38. nahhh…. akhirnya momen ini yang ditunggu-tunggu saat adanya kecemburuan wkwk…. emang cemburu itu tanda cinta kan ya wkwk… si minji belakangan sering sensitif akibat hormon kehamilan yaaa… yeyyy jino mau punya adik, ponakan gue nambah nih yeeee … penasaran, lanjut baca boleh lah yaaa

    Suka

  39. Ah dasar si embul gimana minji gak cemburu tlponan sampe 1 jam gitu sama mantannya kkk kalau aku jadi minji udh suruh tidur di luar aja si kyu >.< jino yaampun km gemesin banget sih sini jadi anak nuna aja hihi yay akhirnya jino punya adek 😆

    Suka

  40. Cieee cieee yang mau dapet keluarga baru.. Buat jino juga selamat ya mau punya dede baru…
    Ya ampun kasian banget kyuhyun, minji lagi sekalinya cemburu sampe nyiksa kyuhyun begitu masak cuma sayur doang padahal kan kyuhyun itu ga suka sayur… Tapi gapapa deh minji cemburu itukan tanda nya dia cinta sama kyuhyun kekeke….

    Suka

  41. ngeri juga klo disiksa sama minji, kyu jadi makan apa klo masak cuma sayur aja. lagian sih kyu tlefon nan sama mantan aja lama pakek bgt. tau klao minji jd pecemburu,
    duh jino cute bgt, selamat jino bkal kd kakak….. hehehehe
    jino jd anak tante aja gmna ^^

    Suka

  42. Lucu liat tingkahnya Jino..
    Emang salah Kyuhyun sih, wajar aja kalo Minji marah sampe nangis kaya gitu. Kenapa nggak diceritain wkt Changmin, Hyojin, Kyuhyun, Minji ketemu? Padahal aku pengen tau gimanaaa..
    Fighting buat next postnya !!!

    Suka

  43. How lucky you are cho minji 😂😂 sempet dagdigdug pas hyojin muncul di depan kyuhyun. Kirain bakalan jadi peran antagonis, huhu beruntungnya ga terjadi.
    Minjinya sensitif ternyata hamil anak kedua, akhirnya jino jd kakak. Pdahal baru kemarin di singgung pengen punya adek.
    Figthting thor!

    Suka

  44. Kyuhyun kok gk ngasih kbar ke minji klo pulng telat kan ksian minji nungguin ank dan suami pulng gk dteng2.. Baru tau kan kyuu g mna marahnya minji… Dan ternyta minii hmil tp kgak sdar klo dya hmil mlah udh dua nulan lgi… Yeee akhirnya jeno pnya.afik… Jdi klo bsok2 d tnya soal kluarga lgi… Jdi bsa critain adeknya…. Ah… Jeno…. Unyu unyu deh ngegemesin… Dan minji baru tau dehg mna rasanya cmburu saat liat suami ktemu mntan…. Tp minii tenang aj… Kyu always love you…
    Fighting nulis terus…

    Suka

  45. Minji cemburunya parah, sampe pergi dari rumah ninggalin kyuhyun sendirian, tapi ahirnya tetep bahagia karna berita kehamilan minji yg ke2

    Suka

  46. Jadi surprisenya anak kedua??? Jino baru aja ngomongin soal adik eh langsung dapet adik kkk. Pas awal2 gelagat kyuhyun emang pantes dicurigain, dari senyum2 aneh pas pertama ketemu hyojin, trus nelpon sampe berjam2 pula, malah aku sempet ngira dia selingku. Pantes kalau minji juga curiga kkk.
    Minjinya marah sampe kabur, apa itu sebenernya udh tanda2 kesensitivan ibu hamil ya

    Suka

  47. well surprisenya gk terduga.. q kira sperti surprise yg kmrin minri ultah ternyata hamil… 😄 nice story👍kee up the good wrok authornim

    Suka

  48. Spti biasa … Mereka so sweet sekali. Tambah jino yg memaniskan hubungan mereka , e mlh ada satu lagi ,
    Nikah muda jd enak ya kedengerennya…
    Tp kyk nya cm di ff aja… Hahahaha

    Oke thanks author ..

    Suka

  49. cukkae kyu minji akhirnya kalian akan memiiki anak lg
    dan jino akan memiliki seorang adik yang akan menjadi teman bermainnya nati …
    untung dahhh minji cemburunya ketahuai sama kyu jd kyu cepat menjelaskan siapaka hyorin itu, jd minji tdk perlu cemburu lg …

    Suka

  50. wah aku kira kehadiran hyojin bakal rumah tangga kyumin berantakan, eh ternyata ngga toh karna udh ada changmin di sisi hoji.

    ciyee jino punya adek baru… hahaha

    Suka

  51. Nohhh Jino, mentahan(?)nya calon adekmu dah ada di perut eomma, sebentar lg adekmu datang 😊 jd jangan bingung lg kalo disuruh cerita ttg keluarga 😁😂

    Suka

  52. akhirnya punya bayi lagii wkwkww
    ciee jino ada temennya trs ntar keluarga kang sama keluarga cho ga rebutan cucu lagi dong ihihihihii

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s