[Oneshoot] Sweet Guardian

Sweet Guardian

Author: Hanwoo •Cast: Lee Hyukjae – Hanwoo – and Other Cameo • Genre : Straight – Romance – Family – Nc17 • Length: Oneshoot [sekuel from Your Guardian. This is Love Story from Eunwoo Couple. Please Enjoy ;*]

“Aku malu untuk mengungkapkannya duluan bahwa aku menyukainya. Aku menunggu dalam waktu yang lama. Menunggu dia yang mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Tapi pada akhirnya aku yang mengungkapkannya lebih dulu. Aku yang jatuh terlebih dahulu.”

-Lee Hanwoo-

 

“Seorang playboy sepertiku bisa jatuh pada gadis sepertinya. Seorang playboy sepertiku bisa berubah hanya karena gadis ini. Saat bersamanya aku hanya bisa memandang satu gadis. Satu gadis yang sedang kutatap matanya saat ini. Mata yang sangat indah.”

-Lee Hyukjae-

 

Author’s POV

——————-

Keluarga Lee sedang berkumpul untuk makan malam di meja makan. Tuan Lee, Nyonya Lee, Lee Sungmin yang duduk disamping istri dan anaknya kemudian Eunhyuk yang duduk disamping nyonya Lee. Lee Sungmin menatap Eunhyuk dengan serius seperti ada yang ingin dia bahas dengan adiknya itu.

“Hyuk, apa kau sudah bersiap untuk besok? Kau harus menyiapkan pidato-pidatomu.” Ujar Sungmin.

“Kau tenang saja, Hanwoo sudah membantuku.”

“Aku percaya pada gadis itu.”

Eunhyuk menancap garpunya di buah semangka yang sedang ingin dia habiskan. Mengingat gadis itu, Lee Hanwoo. Akhirnya hubungan mereka berjalan sampai dua tahun lamanya dan sudah melangkah pada tahap yang serius yaitu pertunangan yang dilakukan setahun yang lalu di hotel milik keluarga Lee.

“Bukankah dua hari lagi adalah hari ulang tahun Hanwoo?” Tanya Hwang Minrin sembari menyuapi Sandeul anak laki-laki sulungnya itu.

“Jinjayo?” Tanya nyonya Lee.

“Kau harus memberikan dia kejutan Hyuk.” Ujar tuan Lee.

“Tentu saja appa. Jangan khawatir. Dia sangat menyukai Negara Paris. Mungkin aku akan mengajaknya berlibur ke Negara itu.”

“Terserahmu saja. Berikan dia kebahagiaan.” Komentar tuan Lee.

***

“Anyeong Haseyo, Eunhyuk imnida. Pertama-tama marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa bla bla bla..”

Begitulah Eunhyuk hari ini berbicara di depan podium dengan bijaksana. Hari ini adalah pelantikannya menjadi direktur utama pemilik  saham keluarga Lee setelah Lee Sungmin. Dia yang akan membantu Lee Sungmin untuk ikut menjadi tokoh utama yang berperan di dalam perusahaan. Dia diberikan kepercayaan pemegang salah satu saham milik keluarga Lee yang berada di sekitaran Seoul.

Semua mata menyaksikan. Para undangan juga terpukau melihat ketampanan dan juga ketegasan Eunhyuk dalam mengutarakan topik pidato. Ini membuat kedua orang tuanya bangga yang terlihat dari raut wajahnya.

Pria yang baru saja berulang tahun itu kini sudah tumbuh menjadi pria yang dewasa, mapan dan matang. Terkadang para gadis masih banyak yang datang merayunya. Namun hanya satu gadis yang dia pilih dan semua orang tahu siapa gadis itu. Gadis yang setahun yang lalu berada di atas podium terikat cincin satu sama lain di dalam sebuah acara pertunangannya. Seorang gadis yang sedari tadi mengambil tempat duduk disamping Hwang Minrin saat ini dengan gaun hitamnya.

Eunhyuk tak henti-hentinya melirikkan matanya ke arah gadis itu. Gadis yang selalu bisa dibuatnya merona hanya sekali lirikannya.

Lee Hanwoo meneguk air putihnya dan membuang pandangannya ke arah lain. Di dalam hatinya dia mengumpat kenapa pria itu selalu melirik ke arahnya. Memang orang lain tidak tahu dengan lirikannya yang sembunyi-sembunyi, Tapi hatinya tidak bisa menerima lirikan matanya yang seperti itu. Ini membuat jantungnya berdegup kencang tidak karuan karena pikirannya sedari tadi hanya bisa memuji kekasihnya yang hampir menuai kata sempurna.

“Sepertinya Eunhyuk melirikmu sedari tadi.” Ujar Hwang Minrin menyiku lengan Hanwoo. Gadis itu terbatuk-batuk dibuatnya membuat Hwang Minrin cekikikan pelan. Hwang Minrin menyadari Eunhyuk sempat mencuri-curi pandang ke arah mejanya dan melirik gadis yang duduk disampingnya.

“Segeralah meminta dinikahkan dengannya, Lee Hanwoo. Kau lihat gadis itu? Song Raerin. Orang tuanya adalah pemilik saham terbesar di Jeju. Kulihat sedari tadi dia tidak hentinya tersenyum terpesona ke arah Eunhyuk. Kau tahu, malam ini kuakui tunanganmu itu sangat tampan dan sempurna.”

Hanwoo menatap gadis yang sedang duduk di pojok. Gadis yang menggunakan blouse putih transparan dengan kaos warna senada sebagai dalamannya. Rambut panjangnya dikuncir kuda membuat dia nampak cantik dan terkesan. Hanwoo memperhatikan sekali lagi gadis itu. Memang benar, tatapannya hanya tertuju pada Eunhyuk saja. Hanwoo menaruh gelasnya dan meremas gaun hitamnya dengan gugup. Ada perasaan marah dan sedikit cemburu mengetahui semua ini.

Walaupun dia tahu tunangannya sudah tidak pernah bertingkah seperti playboy lagi, tapi tetap saja hatinya kesal setiap kali dia terlihat tampan seperti ini. Ini membuat para gadis dimanapun yang melihatnya akan mati terpesona.

“Kurasa sekian pidato yang saya berikan. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih.”

Semua undangan berdiri memberi tepuk tangan yang meriah pada Eunhyuk. Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun yang duduk bersebelahan tersenyum sumringah dengan bangga memberi applause pada pria itu. Dua MC pria dan wanita datang disela-sela acara lalu menyuruh Lee Sungmin dan Direktur besar tuan Lee untuk maju memberikan penghargaan kepada Eunhyuk atas pelantikannya.

Melihat senyum Eunhyuk, Hanwoo merasa sangat bahagia melihatnya. Dia tidak menyangka tunangannya akan menjadi direktur di masa mudanya. Ini membuatnya ragu, apakah pantas dia menjadi tunangan dari seorang Lee Hyukjae?

***

Seusai acara Eunhyuk mengantar Hanwoo pulang. Dia melirik jam sedari tadi. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Itu artinya dia harus memberikan ucapan selamat pada Hanwoo karena hari ulang tahunnya. Sementara gadis itu saking lelahnya tertidur di dalam mobil. Eunhyuk tidak sabar untuk membangunkan gadisnya jika sudah sampai nanti. Karena dia ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat padanya.

Eunhyuk mematikan mesin mobil ketika sampai di depan apartement Hanwoo. Tubuhnya bergerak ke samping menatap gadisnya yang masih nyenyak tertidur. Eunhyuk menempelkan bibirnya di telinga Hanwoo hendak membisikkan sesuatu disana.

“Tuan putri, bangunlah. Pangeranmu sudah mengantarmu pulang dengan kuda putih ini.”

Dalam hati Eunhyuk tertawa geli. Bagaimana bisa mobil posrche putih yang hanya menyediakan dua kursi penumpang itu bisa berubah menjadi seekor kuda putih?

“Hmm..”

Perlahan-lahan Hanwoo membuka matanya ketika mendengar bisikan lembut dari kekasihnya. Hanwoo melayangkan pandangannya keluar dan menyadari bahwa dia sudah berada di depan apartementnya. Tangannya mulai merapikan rambut panjangnya yang berantakan karena tertidur tadi.

“Aku tertidur, miane.”

“Kau pasti lelah.”

Hanwoo menoleh menatap Eunhyuk. Dia menghela napas lega bahwa ketampanan kekasihnya masih sama saat berpidato tadi.

“Waeyo?” Tanya Eunhyuk.

Tanpa sadar tangan Hanwoo merapikan kemeja hitam yang Eunhyuk kenakan. Kemeja itu tampak pas di tubuh kekasihnya. Kemeja yang ia belikan sebagai kado ulang tahun Eunhyuk tanggal 4 April kemarin ternyata pria itu mengenakannya di hari yang penting ini.

“Kau terlihat sangat tampan. Kau tahu, aku membencimu jika kau setampan ini.”

“Wae?”

Mereka saling berhadap-hadapan. Tangan Eunhyuk merangkul mesra di pinggang Hanwoo. Keningnya menempel di kening Hanwoo membuat tubuhnya sedikit membungkuk menyetarakan tinggi mereka.

“Karena aku tidak suka melihat gadis lain memperhatikanmu. Kau hanya milikku tuan Lee.”

“Kalau begitu kau juga tidak boleh berdandan yang sangat cantik nona Lee. Aku juga tidak ingin mata laki-laki lain memilikimu. Kau hanya milikku, araseo.”

Dengan cepat Eunhyuk mencium bibir Hanwoo lalu melepasnya lagi. Hanya sebuah kecupan sederhana. Ini yang selalu mereka lakukan sebagai pasangan yang sudah bersama dua tahun lamanya. Mereka tidak pernah melakukan hal-hal yang terlalu intim.

“Happy Birthday, Hanwoo-ya.”

Hanwoo terkesiap mendengarnya dan benar-benar tidak menyadari bahwa hari ini sudah hari ulang tahunnya. Hanwoo melirik jam di mobil yang sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Dia tersenyum menutup mulutnya dengan tangan kanannya lalu melepasnya lagi.

“Omonaa, aku tidak tahu sudah jam segini. Kali ini kau membawaku pergi terlalu malam, tuan Lee. Jika eomma tahu kau pasti ..”

“Beliau tidak akan memarahi calon menantunya yang akan menjamin kebahagiaan putrinya. Taraaa~~~”

Eunhyuk mengeluarkan sebuah gelang perak dengan  liontin yang bergambar Paris yang tergantung bebas di gelang itu. Tangannya memakaiakan gelang itu di tangan kanan Hanwoo.

“Bersiaplah untuk tiga hari ke depan karena aku akan mengajakmu berlibur ke Paris.”

Hanwoo membulatkan mata mendengar semua itu. Ini begitu tiba-tiba. Sementara Eunhyuk tertawa puas melihat raut wajah Hanwoo yang masih terkejut.

Hanwoo’s POV

——————-

Suasana Incheon Airport sangat ramai dan padat ketika kami memasuki bandara ini. Eunhyuk merangkulku mesra. Hari ini adalah hari keberangkatan kami ke Paris dan aku masih tidak percaya dan menyangka bahwa aku akan pergi ke Negara itu dengan seorang pria yang berperan sebagai tunanganku saat ini.

Dengan pemikiran panjang dan penuh perdebatan dengan diri sendiri akhirnya aku menyetujuinya untuk berlibur ke Paris berdua dengannya. Aku hanya takut dia akan melakukan hal yang aneh-aneh padaku. Setelah meminta pendapat Kang Minji, wanita itu malah mendukungku untuk pergi berlibur dengan Eunhyuk. Mentang-mentang dia sudah menikah dengan Cho Kyuhyun setahun yang lalu, jadi dia menyarankanku untuk sekali-sekali berbuat intim dengan pasangan karena dia tahu aku adalah wanita yang penuh dengan prinsip.

Dengan gugup aku duduk disamping Eunhyuk ketika sudah berada di pesawat. Bisa dilihat aku sangat gugup dan takut. Masih tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada malam pertama di Paris. Apakah dia memesan satu kamar?

“Hyuk..”

“Hmm..?”

Apa yang harus kukatakan? Ini memalukan! Kami sudah dewasa, dan pertanyaan yang akan terlontar di pendengarannya nanti adalah hal yang bodoh yang mungkin pernah terdengar di telinganya.

“Wae?” tanyanya sekali lagi.

“Kau memesan kamar yang terpisah denganku kan?”

“Mwo? Tentu saja nanti kita berada dalam satu kamar yang sama. Kau bodoh.”

Aku menelan ludah. Jantungku berdegup kencang dikarenakan mendengar ucapannya yang memesan satu kamar yang sama. Pikiranku mulai melayang-layang. Itu artinya kita berdua berbagi ranjang bersama?

Author’s POV

——————-

Pesawat Korea Airlines mendarat di Charles de Gaulle Airport yang membawa Hanwoo dan Eunhyuk untuk berlibur ke Paris. Mereka melangkah beriringan keluar dari pintu kedatangan Internasional . Hanwoo tampak lelah namun dia terlihat sangat takjub masih tidak percaya bahwa dia menginjakkan kaki di negeri fashion ini.

Hanwoo melangkah seorang diri meninggalkan Eunhyuk yang masih sibuk dengan handphonenya mengirimkan beberapa pesan untuk seseorang agar segera menjemputnya. Gadis itu sangat takjub melihat banyak turis yang tidak banyak terdapat di negaranya sendiri.

Eunhyuk mulai menyadari kekasihnya tidak ada sedari tadi disampingnya. Dia mulai menaruh handphonenya di kantong celananya dan fokus mencari Hanwoo di antara ribuan pengunjung Bandara. Setelah menangkap sesosok gadis yang memakai legging hitam dan sweater abu-abu yang menyerupai dress, Eunhyuk langsung berlari menarik tangan Hanwoo.

“Yaak!! Kau kira ini Korea?! Jika kau hilang mereka tidak akan mendengarmu karena kau berbicara dengan bahasa Korea. Jadi jangan pernah jauh-jauh dariku, araseo!” marah Eunhyuk membuat Hanwoo cemberut. Eunhyuk tahu jika kekasihnya memperlihatkan raut wajah seperti itu, itu artinya Hanwoo tidak suka dengan sikapnya. Eunhyuk lalu memeluknya erat.

“Miane. Aku hanya takut jika kehilanganmu.”

Eunhyuk’s POV

——————–

Kami sudah sampai hotel. Salah satu hotel berbintang 5 di Paris yang viewnya bisa melihat menara Eiffel dari jendela kamar kami menginap. Perkotaan Paris yang penuh dengan gedung-gedung klasik pencakar langit dan langit biru yang sangat cerah. Ini pertama kalinya aku dan Hanwoo berada dalam satu ruangan berdua.

“Kenapa kita tidak memesan dua ranjang yang terpisah saja?”

Kubalikkan badanku ketika mendengar suaranya bergeming. Lee Hanwoo sudah berdiri dihadapanku. Kusunggingkan senyumku menjawab pertanyaannya.

“K-kau .. K-kau bisa tidur di sofa.” Ujarnya lagi kali ini dengan nada yang gugup.

“Aku yang membayar semuanya kenapa harus aku yang tidur di sofa, hmm?” Kurengkuh pinggangnya mesra. Dia sangat takut. Lucu sekali raut wajahnya. Aku tahu apa yang sedang dia takutkan. Dia hanya takut aku akan merenggut miliknya yang paling berharga.

Dia ini gadis yang paling berbeda diantara gadis-gadis jaman sekarang yang pernah kutahui. Gadis pemalu dan penuh prinsip, itulah dia. Gadis keras kepala dan selalu menjaga gengsinya di hadapanku, itulah dia. Dan lebih anehnya lagi, seorang playboy sepertiku bisa jatuh pada gadis sepertinya. Seorang playboy sepertiku bisa berubah hanya karena gadis ini. Saat bersamanya aku hanya bisa memandang satu gadis. Satu gadis yang sedang kutatap matanya saat ini. Mata yang sangat indah. Kupeluk tubuhnya erat seolah-olah tidak ingin membuatnya khawatir.

“Kau tidak usah takut, aku akan menjagamu.”

Hanwoo’s POV

——————–

“Kau tidak usah takut, aku akan menjagamu.”

Sampai malam tiba kata-katanya masih terngiang-ngiang di telingaku. Ini menyebalkan. Aku tidak bisa tidur. Bagaimana aku bisa tidur sekarang? Setelah hari ini kita berdua menghabiskan waktu hanya di dalam kamar hotel. Tidak berbuat apa-apa. Hanya makan malam di hotel, mengobrol, lalu tidur.

“Sesekali kau harus memberikan pasanganmu kasih sayang. Dia itu playboy, kalau dia bosan denganmu, apa kau mau ditinggalkan olehnya?”

“Ka-kasih sayang ?”

“Kau tidak mengerti juga? Dia mengajakmu berlibur hanya berdua dengan menyewa satu hotel dan satu tempat tidur, itu artinya …”

Begitulah kata-kata Kang Minji saat aku meminta saran padanya. Tapi dia malah memberikan saran yang menurutku tidak berguna sama sekali. Aku harus bagaimana? Kali ini aku dengannya tidur hanya dibatasi bantal guling. Haruskah dia pria yang memang pantas kuberikan kesucianku? Haaah!! Apa yang aku pikirkan?! Kubalikkan badanku dan menatap tubuhnya yang sedang tertidur menghadap ke arahku. Bantal guling ini membatasi kami.

Kutatap wajahnya dalam lelap. Ini pertama kalinya aku melihat dia tertidur di hadapanku. Dua tahun kami berpacaran, kami tidak pernah berbuat hal yang aneh-aneh. Dia benar-benar sangat menjagaku. Playboy ini sepertinya sudah berubah. Dia tidak pernah membuatku marah atau cemburu. Walaupun aku yang sering mencari-cari kesalahannya. Dia pria yang baik.

Daya tariknya kuat sekali. Aku tidak mengerti. Sebelum kami berpacaran dengan hubungan yang tidak jelas aku sering menangis menahan rindu jika tidak melihatnya. Aku malu untuk mengungkapkannya duluan bahwa aku menyukainya. Aku menunggu dalam waktu yang lama. Menunggu dia yang mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Tapi pada akhirnya aku yang mengungkapkannya lebih dulu. Aku yang jatuh terlebih dahulu.

Flashback’s Story

Saat itu di dalam mobil. Aku sedang marah padanya karena seorang gadis yang mendekatinya saat dia mengajakku pergi menonton di bioskop. Gadis yang duduk disampingnya masih muda dan sangat cantik. Lebih cantik dariku. Awalnya aku biasa saja. Tapi lama-kelamaan mereka malah terlihat asyik mengobrol berdua. Bahkan dia tidak menyaksikan film yang dia tonton. Aku merasa marah dan cemburu. Rasanya ingin menangis. Bahkan aku mendengar ketika gadis itu berbicara padanya, apakah dia sudah punya pacar? Dan tahu apa jawabannya? Dia menjawab belum. Itu membuatku merasa sakit hati. Lalu apa hubungan kami selama ini? Memang kami tidak berpacaran, tapi tidak bisakah dia mengatakan pada gadis itu bahwa dia sedang dekat dengan seorang gadis disampingnya? Saat itu aku terkejut dan merasa sakit hingga aku meninggalkan bioskop seorang diri.

Dia mengejarku dan bertanya ada apa denganku tapi aku malah menangis. Aku gadis bodoh yang cengeng. Kenapa harus menangis disaat yang tidak tepat? Dia mengajakku masuk ke dalam mobil dan berbicara disana. Namun aku masih belum bisa berbicara karena jika aku sedang marah aku tidak bisa melakukan banyak hal untuk mencurahkannya. Aku akan lebih banyak diam. Jika dipaksa mungkin aku akan berteriak karena tidak kuasa menahan rasa sakit hatiku.

“Hanwoo-ya ..” ujarnya saat itu sambil menyentuh lenganku. Aku menepis tangannya lalu menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

“Mwo?! Kau mengatakan pada wanita tadi bahwa kau sedang tidak punya pacar. Memang.. Memang kau sedang tidak punya pacar. Lalu apa artinya aku di matamu Hyuk? Hanya mainanmu? Jadi kau mempermainkanku selama ini? Aku butuh penjelasanmu sebelum aku meninggalkanmu!”

“Yak .. Kau salah paham ..”

“Kurasa aku tidak salah! Setidaknya katakan padanya bahwa kau sedang dekat dengan seorang gadis ! Kau tidak bisa menghargai perasaanku sedikitpun? Kau benar-benar playboy brengsek! Kau hanya mempermainkanku dan memperlakukanku sama seperti wanita-wanita yang pernah kau pacari! Kenapa aku bisa jatuh cinta padamu? Kau tahu, aku sangat sakit hati. Aku menunggu.. Aku menunggumu untuk mengungkapkannya padaku. Tapi apa? Aku hanya mainanmu!”

Aku menangis. Tidak ada jawaban darinya. Dia hanya menatapku iba. Tidak banyak yang bisa dia lakukan. Aku sudah mengungkapkannya namun dia tidak menjawab sama sekali ucapanku. Kau tidak mendengarnya, Lee Hyukjae? Aku sudah mengungkapkannya lebih dulu! Kau kira aku tidak malu untuk mengatakannya pada playboy sepertimu!

“Aku pergi ! Jangan mendekatiku lagi !”

Dia menarik tanganku keras hingga aku membalikkan badan lagi sebelum pergi dan menatapnya dengan tajam.

“Beginikah jika kau marah? Kau tidak bisa mendengar dan mempercayaiku? Aku sudah mengatakan pada gadis disampingku tadi bahwa aku sedang dekat dengan seorang gadis yang sedang duduk disamping kiriku tapi kau malah pergi meninggalkanku. Kau bisa mempercayaiku?”

Benarkah? Benarkah seperti itu? Perlahan-lahan aku menelan ludah. Kini aku baru tahu apa yang dinamakan rasa malu itu.

“Bohong! Kau pembohong!”

“Aku berani bersumpah akan mati besok jika aku berbohong.”

“Kenapa tidak mati sekarang saja !”

“Kau ingin aku mati?”

Aku terdiam tersadar dengan ucapanku barusan. Apa yang baru saja kuucapkan? Kenapa aku malah berbicara seperti itu? Aku menyesal. Sejak kapan aku menjadi wanita yang pencemburu? Bisa saja dia akan hilang rasa atau berpikir ulang untuk menjadikanku pacar lalu dia akan meninggalkanku memilih wanita lainnya yang lebih baik dariku mulai detik ini. Ya, mungkin saja itu terjadi.

“Aku tidak ingin kau mati. Mianeyo.”

Hanya itu yang bisa kuucapkan. Aku menyesal dan berharap dia tidak merubah keputusannya seperti apa yang aku pikirkan tadi. Rasanya sangat lega ketika tahu dia memelukku erat dan mengelus punggungku.

“Mian telah membuatmu menangis seperti hari ini. Aku tidak bermaksud mempermainkanmu. Mian telah membuatmu mengatakannya terlebih dahulu. Ini terlihat tidak gentle. Ahaha.”

Dia melepas pelukannya lalu menatapku. Jemarinya dengan lembut mengusap air mataku yang membasahi wajahku sedari tadi.

“Ternyata hidup tanpa ikatan seperti ini sangat menyebalkan. Aku ingin terikat denganmu. Mempunyai satu hubungan yang serius denganmu tanpa main-main. Maukah kau berpacaran denganku?”

Akhirnya pertanyaan itu keluar dari bibirnya. Aku mengangguk mengiyakan. Dia mencium bibirku lembut dan menggenggam erat tanganku. Kami berciuman untuk pertama kalinya. Berciuman disaat pertengkaran usai. Dan hari itu juga kami berpacaran.

Flashback’s End

“Kau belum tidur?”

Aku tersadar ketika mendengar suaranya. Sejak kapan bantal guling itu hilang dari tatapanku?! Apakah dia memperhatikanku daritadi selama aku memikirkan masa laluku bersamanya?

“Kau tidak bisa tidur karenaku?” tanyanya lagi.

“Anio. Kenapa kau terbangun?”

“Aku terganggu karena ada seseorang yang sedari tadi memperhatikanku..”

Dia menyindirku. Membuatku malu saja! Kenapa dia jujur sekali? Seharusnya dia tidak usah mengatakan hal yang seperti itu padaku.

“Aku hanya memikirkan kenapa aku jatuh cinta pada orang sepertimu.”

“Tentu saja. Kau harus selalu jatuh cinta padaku, jika tidak kau akan menyesal menyia-nyiakan pria tampan dan baik hati sepertiku.”

“Bahkan kau tidak pernah mengatakan bahwa kau sedang jatuh cinta padaku. Apa aku terlalu jujur?”

Dia meraih tanganku lalu menempelkannya di dadanya. Kurasakan ada debaran yang sangat cepat di dadanya. Apakah dia berdebar berada di dekatku?

“Kau tahu, aku selalu gugup jika berada di dekatmu.”

Kupandangi matanya. Dia serius mengucapkan itu. Ada keseriusan yang tersorot di matanya. Jemarinya mulai mengelus wajahku dan aku menikmati sentuhannya.

“Kau cantik ..” pujinya. Ini pertama kalinya dia memujiku selama kami berpacaran selama dua tahun baru kali ini dia memujiku dengan setulus hati. Aku tidak tahu bagaimana tubuhnya yang berkisar lima centi itu kini sudah menempel di tubuhku. Perpindahannya sangat cepat.

Dengan cepat dia menciumku lembut. Entah kenapa perasaan takutku hilang begitu saja. Aku mulai merasakan kenyamanan dengannya. Sentuhan tangannya sangat lembut menjalar turun ke pinggangku.

Lama kami berciuman dia menindihku. Bibirnya mengecup sekujur leherku. Ini membuatku menggelinjang geli. Tanganku tanpa sadar meremas rambutnya. Bibirnya menempel di telingaku.

“Aku mencintaimu, Hanwoo-ya.”

Setelah membisikkan kata seperti itu di telingaku dia kembali mencium bibirku. Darahku seperti berdesir. Perasaan apa ini? Rasanya aku juga ingin memilikinya malam ini.

Eunhyuk’s POV

———————

Setelah kami berkeliling Champs-Elysees, kami berdua merasa lelah dan memilih makan siang di sebuah café. Kami memilih duduk di pinggir jalan menikmati jalanan Paris sambil menyantap makan siang kami. Gadis ini akhirnya jatuh juga ke tanganku. Malam kemarin tanpa sengaja kami melakukannya. Padahal aku tidak bermaksud untuk menyakitinya. Tapi keadaan kemarin sangat terdesak dan membuat kami berdua harus melakukannya …

Aku terus meminta maaf padanya. Merasa tidak enak. Karena selama ini dia selalu menjaga kesuciannya dengan baik dan aku dengan mudah merusak semuanya.

“Kita pasangan yang dewasa..”

Hanya itu ucapannya ketika aku meminta maaf. Dia tidak marah. Kini aku bisa melihat bahwa dia benar-benar dewasa dan bijaksana. Pantaskah aku menyakitinya?

“Kenapa kau diam saja? Kau harus makan yang banyak.” Ujarnya sambil memotong hot dognya lalu menyuapkannya ke mulutku. Aku tersenyum. Baru kali ini aku merasa bahagia. Bahagia mendapatkan seorang gadis yang tepat.

Malamnya kami menghabiskan waktu di menara Eiffel. Kami berdua berdiri menatap menara yang menjulang tinggi itu. Dan pemandangan itu buyar ketika sepasang bule pria dan wanita yang sedang berkencan lewat berciuman di hadapan kami. Ini membuat suasana menjadi kikuk. Bagaimana mereka bisa berciuman sambil jalan di tempat umum seperti ini? Apa aku harus mencobanya juga?

“Ahahaha !” tawanya membuatku menoleh ke arahnya.

“Kenapa kau tertawa?”

“Lucu saja pasangan yang tadi.”

“Kau mau? Kita juga bisa melakukannya.”

“Andweyo, aku malu.”

“Kenapa harus malu? Kita bisa membuat kenangan berciuman di Paris. Kau benar tidak ingin?”

“Anio !”

“Hanwoo-ya kau be..”

‘CUP!’

Dia menciumku. Hanya sekilas. Senyumku terkembang. Sejak kapan dia jadi agresif seperti ini? Tapi tidak apa, aku menyukainya. Aku menyukai apapun yang dia lakukan untukku.

“Yak! Jangan lari !”

Dia tertawa saat aku berhasil menangkap tangannya.

“Jeongmal.. Ahaha Hyuk..”

“Kau ! Berciuman itu seperti ini …”

Dengan cepat kurengkuh kepalanya, mendesaknya dengan bibirku yang menyentuh di bibirnya. Berciuman di bawah kaki menara Eiffel, berciuman di taman malam yang indah ini, dihadapan orang-orang yang artinya kami serius dengan hubungan kami.

***

Sepulang dari Paris, aku sibuk melihat-lihat hasil jepretanku selama di Negeri metropolitan itu. Semua foto-foto ini harus dicetak. Apalagi aku banyak mengambil gambar Hanwoo. Dia sangat cute dengan wajahnya yang innocent.

“Direktur Lee Hyukjae ..”

Aku menoleh ke arah Sungmin yang sedang berjalan menghampiri meja kerja dimana aku duduk. Aku kembali fokus pada pekerjaanku selagi tidak ada pekerjaan.

“Apa yang kau lakukan? Ah iya, bagaimana liburanmu dengan Hanwoo? Apa kau sebentar lagi akan membuat Hanwoo menjadi adik iparku, hah?”

Aku tertawa. Kurasa Sungmin sangat mengerti dengan kepribadianku. “Secepatnya.” Singkatku. Dia tertawa lalu menepuk pundakku.

“Baiklah, bagaimana kalau kita rayakan dengan makan siang bersama?”

“Baiklah.”

Aku bangkit membiarkan komputerku yang masih menyala membiarkan folder-folder itu masih terbuka memperlihatkan wajah Hanwoo yang akan menjaga kantorku selama aku pergi makan dengan Sungmin.

cats

Hanwoo’s POV

———————

1 bulan kemudian

“Jangan pernah menemuiku lagi, Hyuk ..”

Apakah itu penyesalan? Ketika sepulang dari Paris sebulan kemudian aku menyadari diriku positif hamil. Masa kehamilanku sudah beranjak 2 minggu. Secepat itukah? Aku membencinya. Kenapa dia melakukan ini padaku?! Kenapa dia tega?! Apa yang harus kukatakan pada eomma, appa? Eotteoke? Mereka pasti memarahiku.. Mereka pasti kecewa padaku.

Aku tidak keluar rumah selama seminggu ini. Aku hanya makan seadanya saja menghabiskan sisa bulanan yang hanya tersisa.

“Apa yang sudah kulakukan di Paris bersamanya?”

Handphoneku berdering menandakan sms masuk. Aku mencoba membuka sms itu dengan malas. Malas jika pria itu yang mengirimkan pesan. Tapi ternyata Kang Minji yang mengirimkan pesan.

Buka pintunya, aku di luar sekarang.

Jika tidak persahabatan kita berakhir!

From: Minji

“Haruskah aku membuka pintu demi persahabatan kita, Kang Minji?” aku beribcara pada handphoneku seolah tidak ingin membuka pintu.

***

“MWO?! Kau hamil lebih dulu dariku?!” Kang Minji berteriak histeris. Teriakannya ada memenuhi seluruh ruangan. Memekik telingaku.

“Aku harus bagaimana? Aku membencinya ! Kenapa dia melakukan hal itu padaku? Eomma, appa pasti kecewa padaku!”

“Bodoh, kau memikirkan dirimu sendiri ! Hubungi Eunhyuk sekarang juga mengenai masa kehamilanmu!”

“Andweee … Aku tidak ingin bertemu dengannya !”

“Kau tahu, dia mencarimu ! Dia memintaku datang untuk menemuimu hari ini dia sungguh mengkhawatirkanmu. Bagaimana kau bisa mengakhiri hubunganmu dengan orang yang akan menjadi calon appa dari bayimu ini !”

“T_T Kang Minji, aku benar-benar akan gila. Aku tidak pernah terbayang akan hamil di luar nikah ini sama sekali bukan impianku.. Dia merusaknya. Dia merusak semuanya !”

“Lalu kenapa kau mau tidur dengannya?”

“Jangan salahkan aku! Aku tidak tahu tiba-tiba kami sudah .. kami sudah melakukannya T_T” sesalku.

“Haah entah kau gadis polos atau bodoh, Lee Hanwoo.” Ujarnya sambil memainkan handphonenya. Kang Minji nampak seperti sedang menelepon seseorang. Apakah dia akan menelepon Kyuhyun? Tapi untuk apa dia menelepon Kyuhyun?

“Anyeong, kau dimana? Apa yang kau perbuat pada sahabatku selama di Paris? Dia sedang mengandung anakmu ! Mwo???? Anyeong?? Hyuk!! Eunhyuk !!!”

“Yaak!! Kau jangan meneleponnya !!” kesalku ketika dia menatap handphonenya.

“Bodoh !! Seharusnya aku memang jangan menelponnya! Apa dia kecelakaan?”

“Apa maksudmu?!”

Kang Minji tidak menjawab dan sibuk dengan handphonenya. Ini membuatku benar-benar kesal hingga merebut handphonenya.

“Yaak!!”

Aku tidak peduli dengannya yang sedang berusaha mengambil handphonenya. Kutekan tombol-tombol keywordnya hendak menelpon Eunhyuk tapi handphonenya tidak aktif. Ada apa dengannya? Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Dari Sungmin oppa? Apa dia baik-baik saja?

***

Aku tidak kuasa lagi ketika Sungmin oppa meneleponku mengatakan bahwa Eunhyuk sedang dilarikan ke rumah sakit karena kecelakaan mobil yang terjadi. Tubuhku terasa lemas. Rasanya seperti terbang melayang. Kang Minji sedari tadi menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh karena aku tidak hentinya menangis dan mengumpat.

Saat kami berdua sampai di rumah sakit dengan cepat aku berlari menuju UGD tempat Eunhyuk dimana sekarang. Aku memasuki sebuah pintu dan mendapati pria itu sedang duduk di atas tempat tidur seorang diri di salah satu bilik. Kulihat tangan kirinya tertekuk karena perban yang mengikat di lehernya.

Aku berdiri menatap matanya. Tidak banyak yang bisa kulakukan. Janjiku di dalam mobil tadi bahwa jika bertemu akan memarahinya berubah begitu saja ketika bertemu dengannya. Aku tidak bisa bicara banyak.

“Eotte? Kenapa bisa terjadi?”

“Aku terkejut saat mendengarmu hamil sampai tidak melihat lampu merah yang menyala. Aku menginjak rem mendadak dan itu membuat tanganku kiriku terbentur stir. Gwenchana.”

Dia menyentuh tanganku dan menggenggamnya. “Kau hamil lalu berniat meninggalkan calon appanya?”

“Aku marah padamu, kenapa kau membuatku hamil?!”

Eunhyuk mulai memelukku erat. “Mianeyo. Kau pasti sangat takut. Kau tidak usah takut. Aku akan bertanggung jawab. Kita akan segera menikah. Kau mau bulan madu kemana? Paris? Singapore? Maldives?”

“Babo, ini bukan masalah bulan madu. Tapi ini masalah bagaimana siapnya kita menjadi orang tua.”

“Aku siap jika bersamamu. Apa lagi?”

Dia berhasil membuatku bungkam. Apa dia sesiap itu? Wajahnya tampak tenang sekali. Bahkan tidak seperti kekhawatiranku yang sebentar lagi akan menjadi calon eomma.

“Chukkaeyo untuk kalian, bahkan lebih duluan kau yang hamil dari pada aku.” Aku dan Eunhyuk menoleh ke samping. Disana Minji sudah berdiri disamping Sungmin oppa.

“Aiishh jinja, kau benar-benar mengambil tindakan yang cepat Hyuk.” Ujar Sungmin oppa entah dia memuji atau mengejek.

Dan pada akhirnya kisah kami berakhir di pelaminan. Pernikahan yang terbilang mewah yang dirayakan di sebuah kastil di daerah Seoul dengan acara resepsi yang dihadiri oleh para undangan kelas atas. Dua hari kemudian kami bersiap untuk bulan madu kami. Paris adalah tempat yang tepat untuk dijadikan tempat bulan madu kami. Kami ingin mengenang masa-masa saat dimana kami kali pertama menghabiskan waktu di atas ranjang.

Eunhyuk’s POV

———————-

10 tahun kemudian …

Entah seperti apa aku di tahun ke sepuluh saat umur anak laki-laki pertamaku berumur 10 tahun. Lee Jaejin. Sudah 9 tahun aku dan Hanwoo bersama. Kami tetap seperti dulu. Tidak ada yang berubah dari kami. Hanya saja perhatian kami terbagi untuk dua anak kami.

Tiga tahun setelah melahirkan Jaejin, Hanwoo mengandung anak kedua kami yang ternyata lahir perempuan. Kami beri nama Lee Eun Gee. Rumah keluarga Lee tambah ramai dengan kehadiran cucu-cucu di rumah besar yang menyerupai seperti Istana.

Sungmin hyung dan Hwang Minrin akhirnya dianugrahi dua anak laki-laki bernama Sandeul dan Suho. Sedangkan Lee Donghae setelah lama menuai konflik dan kisah cinta yang rumit, akhirnya dia menikah dengan seorang gadis dari adik Cho Kyuhyun yang bernama Cho Yoora. Mereka di anugrahi satu anak perempuan yang sangat imut bernama Lee Haera.

Bukan itu sebenarnya yang ingin kubahas. Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahanku dengan Hanwoo yang ke 9 tahun. Aku mengajaknya ke suatu tempat. Ke sebuah gedung yang kini bangunannya terlihat lebih modern. Sebuah kampus dimana aku bertemu dengan Hanwoo untuk pertama kalinya. Kugenggam erat tangan Hanwoo berjalan di sepanjang jalan setapak areal kampus. Tanpa mengajak kedua anak-anak kami yang kami titipkan pada Hwang Minrin, aku berharap acaraku berdua dengan Hanwoo berjalan dengan lancar. Kami ingin mengenang masa lalu ..

“Aku rindu tempat ini, yeobo.” Ujarnya. Matanya tak luput dari areal kampus. Senyumnya mengembang. Beberapa orang melangkah melewati kami dari arah yang berlawanan.

“Sudah lama .. Tempat ini menyimpan banyak kenangan kita berdua. Ah, tidak. Kurasa kenangan kita bersama yang lain juga.” Imbuhnya. Kuhentikan langkahku dan membalikkan badan ke arahnya.

“Aku ingin membuat kenangan untukmu, kau pasti tidak akan pernah melupakannya untuk hari ini. Apa kau ingin mendengarnya?”

“Tentu saja. Aku selalu mendengar ucapanmu.”

Aku sempat terdiam mengembangkan senyumku. Angin disini mulai menghampiri menyentuh tubuh kami berdua.

“Aku tidak pernah mengucapkan ini sebelumnya. Bahwa sampai saat ini playboy Eunhyuk jatuh ke tangan wanita cantik bernama Lee Hanwoo. Aku adalah guardianmu.”

Ini bukan sebuah godaan biasa. Tapi dia pasti tahu bahwa aku serius dan bersungguh-sungguh. Pipinya merona dan memerah. Kakinya berjinjit pelan. Tangannya mulai melingkar di leherku. Entah apa yang dia lakukan, bibirnya sudah menempel di bibirku. Kami berciuman mesra tidak peduli dengan orang-orang disamping kami yang sedang berlalu-lalang.

THE END.

Yuhuuu ~~~ Ini dibuat singkat dari tanggal 25 April – 27 April 1:55 AM baru selese di revisi. Ini sekuel dari Your Guardian Eunwoo couple version. Setelah baca FF Your Guardian yang sudah dibuat sama Tavita Cho dan berbagai pertimbangan dengan mengadakan rapat [tapi aku g ikut rapat] + telpon dadakan habis pulang kerja, akhirnya saya jadi juga pakai system MBA [married by accident] kekeke~~ Entah bagus atau bagaimana yang penting saya sudah menyelesaikannya. Nanti juga ada sekuel dari couple lainnya >///< ditunggu!!!

Sekedar cuap-cuap, sudah lama saya tidak menulis lagi. Mohon maaf karena saya sedang sibuk training dan susah untuk mendapatkan idea tau feel menulis. Pulang training langsung tepar, ngantuk dan capek. Dan …. Hari ini tepat hari sabtu, 27 April 2013 saya ulang tahun. Happy Birthday untuk diri saya sendiri. Kekkeekeke #applause.

Okela saya tidak mau berkepanjangan. Tolong komentarnya seperti biasa. ~~~~ thx.

Iklan

37 thoughts on “[Oneshoot] Sweet Guardian

  1. Sweet guardian!
    Hahahahhahaa baru bangun cek blog ada ini dan adsghdjfjgkhkhk

    Sukaaaaaaa bgt.
    Akhirnya bagaimana sejatinya couple ini terungkap. Pasangan jaim dan bego. Serius ini jauh dari eunwoo style yg biasanya. Adegan knp bs jadian, adegan hanwoo natap hyuk pas pertama kali seranjang brg, dan adegan kissing di menara eifel itu…. ToT aku mau digituin…. /tarik kyuhyun

    Minjinya ikutan bego disini yg adegan nelpon hyuk itu sukaaaaa >< trus entah knp ketawa pas bayangin hyuk di rumah sakit itu.

    Hmm kritik dan sarannya, apa ya?
    Ya namanya jg lee hanwoo, ada aja bhs aneh nyelip macam 'podium' pas pertunangan, trus… Ah! Kalian ga asik masa bulan madu ke paris terus?? Wkwkwkk

    Overall aku sukaaa. Makasi uda bantu bikin perfect cerita aslinya yg aku buat. Terharu serius ToT come on author lain dibikin jugak yaaaaa :*

    Happy bday hanwoo sii~
    Saranghae!

    Suka

  2. aaah manis sekali…
    gak tau deh aku suka semua adegan disini, apalagi yg waktu di dlm mobil sama waktu di kamar *uhuk!

    eunhyuknya manis banget aaaaaaa mau juga digituin syiit ah *jambak donge*

    sungmin as always dong yah, jek pragat makan2 gen haha
    ah suka juga endingnyaa, dan haera nyempil yuhuuu

    hmm sukses bikin aku suka banget sm hyuknya disini, dan ini dibuat dlm wktu 2 hari kyakya daebakidaa :3

    and, happy birthday Lee Hanwoo :3
    with love donghae, yoora, dan haera kecil ♥

    Suka

  3. ini ff ke 2 yg aq bca stelah dirty dancer,dirty night yang ga tau endingnya gmna krna d’proteck:( *mlahcurhat
    Sweett bget pas lburan k’parisnya tpi knpa enyuku tak lput dri hal yadong hehee^^v,smpet deg2n pas hanwoo ga mau ktmu dkira bkalan sad ending tpi happy ending\(^v^)/udah dpet bnus 2 lgi hwaa chukae eunwoo..

    Suka

  4. Huweee, so sweet bgt!!!
    aku jadi ngebayangin kunyuk 10 thn yg akan datang, akan jd kayak gimana dya nanti ya???

    ok, ditunggu karya lainnya ya,

    Suka

  5. hanwoo polosnya keluar lgii..hyuknya sweet bgt,,,
    emang couple eunwoo ini polos tapii romantiiss,,hyuk bikin hanwoo hamil lagii..kkk
    daebak saeng,, d tngguu eunwoo ff nya.. ^ ^

    Suka

  6. “aku akan menjagamu” eunhyuk bohong deh. tetep aja ngelakuin itu -_- hahaha.. seru banget liburan ke paris berdua gitu.. mauuuuuuu >< donghae kapan kita bulan madu?? kkk 😀

    Suka

  7. ckckck.. aigo.. hanwoo hamil d luar nikah?
    hmm. untung aja eunhyuk mau bertanggungjawab.
    eh ini sequel ya? trus ff yg berkaitan ma ff ini yg mana ya?

    Suka

  8. karakter eunhyuk emang identik sama playboy yadong. tapi aslinya dia manis banget deh
    kirain pas hanwoo pengen pisah sama eunhyuk bakalan rumit masalahnya. tapi ternyata gak lama langsung baikan lagi

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s