[1] ReaLove

ReaLove1

Author: Hanwoo •Cast: Lee Hyukjae – Hanwoo – and Other Cameo • Genre : Straight – Romance • Length: 1

Halo. Authors Hanwoo balik lagi. Authors Hanwoo minta maaf karena sudah bekerja secara tidak professional karena belum bisa menyelesaikan FF How You Reminds Me. Aku mempersembahkan satu FF yang semoga saja kalian suka. Anggap saja ini hiburan di waktu kosong kalian. Apa kalian pengikut setia FF Sweet Namja?

Lupakan Sweet Namja hehehe. Aku tahu ini konyol. Mau buat blog sendiri untuk mempost FF yang aku buat ini juga tidak mungkin karena aku terlalu mencintai blog shinningstar ini beserta isinya. Kerja keras dan semuanya. Jadi aku upload cerita ini disini ya. ^^

Jadi… Yup ! Benar !!! Ini FF real kehidupan Eunhyuk yang aku buat berbeda dari kehidupan sweet namja. Jangan samakan ya ^^ Semoga suka ~~~~

Author’s POV

——————–

“Buka pintu.”

Suara Hyukjae bergeming di speaker CCTV nya. Dirinya sedang menunggu di depan pintu apartement kekasihnya, Hanwoo. Di dalam ruangan Hanwoo berlari membukakan pintu untuk Hyukjae. Tapi tangannya terhenti ketika tanpa sengaja dia menengok CCTV. Disana dia melihat wajah kekasihnya yang terlihat bosan menunggu.

“Kenapa orang ini benar-benar datang, aissh !” dumel Hanwoo pada dirinya sendiri.

“Yaaak Lee Hanwoo!” suaranya terdengar lewat speakernya.

Lee Hanwoo membuka pintu membiarkan Hyukjae masuk ke apartementnya. Hyukjae menutup pintu lalu menguncinya. Kemudian dia menatap punggung Hanwoo yang semakin menjauh. Tatapannya berubah dingin.

Hyukjae melangkah pelan. Tangannya menarik tangan Hanwoo membuat gadis itu menoleh menatapnya. Mereka saling tatap.

“Kau merubah password apartementmu, hah?!”

Hanwoo menghela napas. Sudah pasti Hyukjae akan marah karena hal ini. Dia tidak terima karena Hanwoo merubah password apartement tanpa sepengetahuannya.

“Ne, waeyo?!”

“Kau masih marah padaku? Berhentilah marah seperti itu, Hanwoo-ya. Berhentilah cemburu pada Ji Eun yang saat ini sudah bukan siapa-siapaku lagi.” Rengek Hyukjae. Hyukjae memeluk Hanwoo berharap Hanwoo tidak akan marah lagi padanya. Terdengar desahan napas Hyukjae menyentuh leher Hanwoo membuat gadis itu menggeliat geli hendak melepas pelukan Hyukjae namun tangan pria itu sangat erat memeluknya.

“Kau tahu, aku sangat merindukanmu. Jangan hukum aku seperti ini.”

Hanwoo’s POV

———————

Aku tidak tahu bagaimana takdirku nanti. Dengan siapa aku menikah, dengan siapa aku memasrahkan seluruh hidupku, sepanjang hidupku. Apakah pria ini? Pria yang hampir setiap hari membuatku ingin mati karena ketampanannya. Apakah dia takdirku? Aku hanya takut terlalu banyak mencintainya. Aku hanya takut ini hanyalah sebuah mimpi memacari seorang artis International-National seperti dirinya.

Pria yang awalnya hanya bermain-main denganku. Pria yang tidak memiliki perasaan apapun terhadapku. Pria yang kutahu hanya mencintai satu orang gadis selain diriku. Pria bodoh yang pada akhirnya lebih memilih diriku daripada gadis yang dicintainya.

Ya, pria bodoh yang aku cinta. Pria bodoh yang membuatku gila memikirkannya. Kulirik diam-diam dirinya yang sedang bercermin di cermin samping kamar mandi. Rambut merahnya.. Dia mengganti warna rambutnya lagi. Apa dia tidak tahu dengan seperti itu, dia membuat seluruh yeoja di muka bumi ini menjadi gila? Termasuk aku.

Hyukjae melirikku. Dia menyunggingkan smirknya. Sial. Dengan cepat kupalingkan mataku ke layar laptopku. Aku pura-pura mengetik di ms.word ku. Aku sedang tidak ingin bermanis ria dengannya hari ini. Aku sedang marah padanya dan sedang memberikan hukuman karena dia terlalu tampan. Hah, bukan. Pada intinya aku marah karena dia masih berhubungan dengan Lee Ji Eun gadis yang seumuran denganku. Dia adalah penyanyi solo terkenal yang orang-orang kenal dengan sebutan IU. Gadis yang pada tahun lalu membuat kehebohan karena uploadannya itu. Gadis yang membuat pria yang kukagumi sangat hancur dan kecewa.

Ya, mereka berdua sempat berpacaran. Tapi sayangnya kandas karena Hyukjae tidak tahan dengan sikap IU yang terlalu banyak menuntut dan pencemburu. Dia sangat tersiksa saat itu. Tersiksa dimana dirinya yang masih mencintai gadis itu namun terpaksa berhenti begitu saja. Aku benar-benar kasihan padanya. IU marah dan photo itu ter-upload juga karena kebodohannya. Itu juga membuatku marah tidak tahan karena Hyukjae masih bisa baik dengan gadis itu.

Aku memang menyukai Hyukjae oppa diam-diam. Bukan diam-diam. Sungmin oppa tahu hal ini. Tapi dia tidak pernah setuju dengan keputusanku yang menyukai pria itu karena waktu itu Hyukjae masih berhubungan dengan IU. Jadilah aku menyukainya secara diam-diam. Ini tidak adil. Aku sangat kesal ketika kami bertemu disaat yang tidak tepat dimana dia juga menggandeng tangan gadis itu. Dan lebih menyebalkannya juga jika kalian tahu, aku adalah teman satu sekolah IU ketika di SMA. Bukan satu sekolah tapi satu kelas ! Karena kami seumuran dan berasal dari satu kota kelahiran yang sama, Seoul.

“Yak, kau sedang apa?”

Aku tidak sadar dia sudah berada disampingku selama aku melamun. Dia merebahkan dirinya di pahaku. Aku terkesiap. Benar-benar … Apakah dia tidak sadar jika dia seperti ini, rasanya aku ingin cepat-cepat terjun dari lantai tertinggi. Jantungku berdegup kencang. Aku malu. Malu dengan diriku sendiri karena tidak ingin dia tahu tentang perasaanku.

“Kau tidak lihat aku sedang sibuk membuat laporanku? Sebentar lagi aku akan kembali ke kampus.”

“Jinchaeyo? Itu artinya kau akan sibuk. Hmm.. Apa kau sudah memaafkanku? Hey, aku minta maaf.”

Aku diam tidak menjawab. Haruskah aku menjawabnya? Kutinggalkan selama 6 bulan ternyata dia masih saja berhubungan dengan gadis itu. Bagaimana bisa aku mempercayainya untuk saat ini? Aku tahu saat tidak sengaja melihat dia bertemu gadis itu pada malam hari. Aku menangkap basah mereka di sebuah taman yang sepi saat aku pulang bekerja dari trainingku.

Kucoba untuk menelponnya dan menanyai dimana keberadaannya tapi dia malah berbohong. Aku benar-benar sangat marah waktu itu.

“Eodiseo, oppa?”

“Ngg.. Aku sedanng bersama Donghae.”

“Jincha? Donghae oppa sedang bersamaku. Kau sedang dimana? Katakan saja sejujurnya.” Aku balik membohonginya. Mati kau, Lee Hyukjae.

“M.. Mwo?”

“Oppa balikkan badanmu..”

Dia tidak menjawab. Badannya tiba-tiba berbalik lalu melihatku. Dia benar-benar terkejut melihatku. Kusunggingkan smirkku dan pergi meninggalkannya.

“Hanwoo-ya..” Hyukjae bangun dari pangkuanku. Tubuhnya menghadapku. Matanya menatapku. Dia merengek. Sangat-sangat tidak terlihat seperti pria yang sudah berumur 28 tahun. Apa dia tidak sadar dia sudah setua itu?

“Jika kau diam seperti itu terus aku akan membuang laptopmu. Ah bahkan aku akan membakarnya !” ancamnya. Dalam hati aku tertawa mendengarnya. Memang dia bisa melakukan hal itu?

“Lakukan saja seperti keinginanmu lalu jangan melihatku lagi.”

“Yak … Malam itu aku memang bertemu IU. Dia yang memintaku untuk bertemu. Dia mencoba meminta maaf …” ekspresinya kulihat berubah menjadi sedih. Aku mendesis.

“Wae? Kenapa kau sedih dia meminta maaf? Bukankah kau harusnya senang?”

“Molla. Dia hanya telat meminta maaf. Sudahlah, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu lagi. Kau tahu, kau membuatku sendiri di malam ketika aku menonton musical Wookie dengan yang lain. Shindong hyung bersama Nari terlihat serasi. Bahkan Donghae dengan Cho Yoora kekasih barunya terlihat sangat mesra. Sementara aku? Yeojachinguku sedang marah dan tidak ingin bertemu denganku.”

Dalam hati aku tertawa namun aku berusaha menyembunyikannya. Dia terlihat kasihan karenaku.

“Miane.” Ujarku. Hyukjae terlihat kejut mendengar suaraku.

“Mwo? Kau meminta maaf? Apa aku tidak salah dengar?”

Aku lanjut mengetik berusaha mengalihkan pembicaraan. Namun aku merasa dia menatapku tanpa berkedip. Ketika aku meliriknya bibirnya sudah mendarat di bibirku. Dia menciumku sangat lembut. Kubalas memeluknya. Aku sangat merindukan orang ini namun aku terlalu gengsi untuk menghubungi lebih dulu. Hyukjae melepas ciumannya. Senyum tipisnya tersungging seperti sedang mengulum bibirnya. Aku sangat menyukai senyumannya yang itu. Ketika matanya tertarik membentuk sebuah kerutan, dia malah terlihat tampan dan sexy. Aku suka.

“Baiklah, aku akan pergi. Haaah, aku sudah telat datang ke tous les jours hari ini. Mereka pasti sudah menungguku dari tadi.”

Hyukjae bangun. Hanya sebentar saja menemuiku? Ooh.. Tidak tahukah bahwa aku ingin dia tetap berada disampingku? Pekerjaannya membuatku sering terasa muak. Mungkin hanya belum terbiasa bersamanya. Aku bangkit ikut mengantarnya ke depan.

“Kau membawa porschemu?”

“Tentu saja. Apa kau ingin ikut?”

“Anio.”

Kami tiba di depan pintu. Hyukjae membalikkan tubuhnya kemudian menatapku.

“Aku.. Ingin sekali memperkenalkanmu ke publik.”

“Yak, kau sudah gila ! shireo !”

“Araseo, aku juga tidak mau. Tapi suatu saat, pasti.”

“Pergi sana.” Usirku. Dia benar-benar gila selalu ingin memperkenalkanku di depan publik bahwa aku adalah kekasihnya. Itu gila. Sudah cukup masalah kemarin membuatku hampir gila karena IU meng-upload photo mesranya dengan Hyukjae kini dia mau menambah masalah lagi? Ini gila.

“Lagi dua hari aku pergi ke Thailand.”

“Jinja? Kau akan jauh lagi.”

Hyukjae menatapku. “Hey, maka dari itu beri aku semangat.” Dia menunjuk bibirnya dengan telunjuknya menyuruhku untuk menciumnya. Dengan cepat aku menuruti kemauannya mengecup bibirnya kilas. Hyukjae tersenyum senang.

“Datanglah ke tous les jours hari ini.” Ujar Hyukjae padaku. Aku hanya diam tidak menjawab.

Hyukjae’s POV

——————–

Hari ini aku sangat senang. Ya, jiwaku kembali lagi sebagai manusia. Ini hanya dikarenakan Hanwoo yang sudah tidak memberiku hukuman. Gadis itu sangat marah dan sangat cemburu ketika melihatku datang menemui IU sebulan yang lalu ditambah satu variety show dimana gadis itu meminta maaf padaku. Jadilah dia menghukumku. Dia sangat marah dan tidak ingin melihatku untuk sementara.

Ya, aku mengerti. Aku mengerti perasaannya. Tapi selama dia menghukumku aku benar-benar seperti bukan manusia. Rasanya ada yang kurang tidak bertemu dengannya seharian. Rasanya ada yang aneh tidak bercerita mengenai satu hari yang terlewati padanya.

Hari ini aku datang telat ke Tous Les Jours bersama eomma dan choco. Aku janji datang di siang hari tetapi disini masih banyak jewels yang setia menungguku. Melihat mereka rasanya aku ingin menangis. Aku sudah banyak melukai hati kecil mereka. Mungkin di luar sana aku telah banyak kehilangan fans-fansku karena photo accident itu, tapi … melihat hal ini, siapa yang meninggalkanku? Semua baik-baik saja. Mereka masih mencintaiku seperti dahulu kala tidak peduli bagaimana aku. Siapa aku.

“oppa aku lapar karena kau datang telat !”

Seorang gadis mendatangiku dan berkata seperti itu. Kubulatkan mataku seolah-olah aku terkejut mendengarnya. Gadis ini sangat cantik dan benar-benar polos.

“Oh my God, kenapa aku?”

“Karena kamu bilang kamu akan datang siang hari.”

“Ai~ kamu tidak tahu aku saja.”

Tiba-tiba handphoneku berdering. Kulihat nama Hanwoo tertera di layar handphone. Ada apa? Aku memilih menjauh membiarkan eomma yang menghandle bersama Song Raerin asistenku yang selalu menjaga toko ini.

“Hmm? Aku sedang ada di Tous Les Jours. Kau tidak kesini?”

“Mm… Untuk apa aku datang? Pekerjaanku masih banyak.”

“Yak, lalu untuk apa kau menelponku?”

“Hanya ingin mendengar suaramu saja.”

“Kau itu menyebalkan.”

“Jinja? Untuk apa kau menjauh seperti itu? Katanya kau ingin memperkenalkanku di hadapan publik?”

Ucapannya membuatku curiga bahwa dia sedang ada di tempat ini. Kubalikkan badanku. Mataku mencari-cari sosoknya namun tidak ada. Gadis itu memutuskan sambungan teleponnya. Sial. Sepupu Lee Sungmin ini benar-benar pintar mengelabuiku. Aku kembali ke depan kasir dan mengetik beberapa pesan untuknya.

Kau dimana? Kau ada disini? Cepat keluar !

“Anyeong Haseyo, oppa!”

Kuhentikan gerakan tanganku mengetik sms. Aku mendengar suaranya sedang menyapaku. Kuangkat wajahku dan benar-benar melihatnya sudah berdiri di depanku. Hari ini dia menggunakan dress selutut berwarna pink. Dia sangat addict sekali dengan warna pink.

Aku tersenyum melihat gadis ini. Aku tidak menduga dia akan datang. Dia sering datang ke toko rotiku terkadang menyamar sebagai fans. Fans yang nakal. Dia selalu menggodaku ketika datang ke Tous Les Jours dan ini membuatku ingin cepat-cepat pulang untuk menemuinya di rumah.

“Anyeong Haseyo ajuhma.” Sapanya pada ibu. Ibuku tersenyum menunduk memberi salam pada calon menantunya itu.

“Eung, kau datang.” Ujar ibu.

“Ne, ajuhma.”

Khusus untuk berada di tempat umum dia memanggil ibuku dengan panggilan itu. Biasanya jika bertemu secara langsung di tempat khusus, atau aku mengajaknya datang ke rumah dia akan memanggil ibuku dengan sebutan eomma.

Melihat dandanan gadis ini, aku ingin mengajaknya kencan seperti pasangan lainnya yang bisa dengan bebas dan leluasa mengajak kekasihnya jalan di tempat umum. Jika seperti ini aku sering berpikir untuk melepas jabatanku tapi … Semua sudah terjadi dan untungnya Hanwoo tidak banyak menuntut.

“Oppa, aku sangat suka rambutmu. Kau tahu, kau terlihat sangat sexy dengan rambut seperti itu.”

Dia memujiku. Memuji rambutku yang baru saja aku cat merah. Itu artinya dia menyukai model rambutku.

“Kau tidak bilang mau datang. Apakah ini kejutan untukku?” tanyaku. Dia hanya tersenyum malu.

“Kejutan atau bukan, aku sudah memenuhi permintaanmu untuk datang. Lagipula aku sangat bosan mengerjakan laporan-laporan itu ditambah lagi kau akan pergi ke Thailand? Omo. Sungguh kasihan sekali aku mempunyai kekasih sepertimu.”

“Yak, jangan keras-keras ! Disini banyak gadis yang menggilaiku.”

“Omo, apa sekarang kau takut untuk memperkenalkanku ke depan publik? Ooh, Lee Hyukjae.”

“Sudahlah, diam. Aku hanya mempunyai trauma terhadap hal itu. Kau mau minum apa gadis manis? Jangan sampai kau membuat antrian semakin menjadi panjang.” Ujarku. Hanwoo menoleh ke belakang menatap antrian yang sudah melewati pintu utama.

“Omo! Aku tidak tahu antriannya sepanjang itu. Buatkan aku satu strawberry smoothie.”

“Baiklah. Tidak ada lagi yang ingin kau beli? Kau harus memborong semuanya.”

“Mwo? Kekasih macam apa kau ini?” aku bisa mendengarnya dia berbisik seperti itu membuatku cekikikan. Hanwoo bergeser kesamping sambil mendelikkan mata ke arahku. Sepertinya dia tahu aku sedang tertawa mengejeknya.

Hanwoo’s POV

———————

Kemarin menjadi hari yang paling menyenangkan. Tapi hari ini? Hari ini akan berakhir singkat karena aku sedang di dalam van hitam super junior. Atas permintaannya hari ini aku mengantar Hyukjae ke bandara menuju Thailand. Dia memaksaku untuk ikut karena dia benar-benar merindukanku selama 6 bulan aku mengurus masa trainingku di sebuah hotel bintang 5 ditambah lagi dengan hukuman yang aku berikan setelah masa training itu selesai.

“Yak, Lee Hanwoo kau datang?” tanya Cho Kyuhyun. Pria ini menanyaiku. Hubunganku dengannya tidak baik. Selalu saja tidak akur jika bertemu dengan Kyuhyun oppa. Dia sering sekali meledek dan mengerjaiku. Maknae itu benar-benar evil seperti fakta orang-orang mengenai dirinya. Dia memang suka menindas siapapun yang dianggapnya lemah. Tapi tenang saja, dia tidak akan sampai berani menindasku secara kasar, seperti dia menindas kekasihku. Karena aku adalah adik sepupu Lee Sungmin. Dia tidak akan berani dengan oppaku.

“Hmm..” jawabku singkat.

“Sangat lama tidak bertemu denganmu, bagaimana trainingmu?” tanyanya.

“Baik-baik saja, oppa.” Jawabku malas.

“Yak, kau sedang berada dalam mood yang tidak baik hah?”

Kyuhyun terus mengumpatku. Errr, rasanya aku ingin pulang saja jika harus bertemu pria cerewet ini. Kemana orang itu? Lama sekali dia datang dari kamar mandi !

“YAAAK CHO KYUHYUN DIAMLAH!!!” teriakku karena tidak tahan mendengarnya bertanya terus.

“Mwo?” bingung Kyuhyun.

Kulihat Hyukjae memasuki van ini diikuti Sungmin oppa yang dandanannya berbeda dari biasanya. Dia sangat tampan. Kurasa dia habis bertemu dengan calon tunangannya, Hwang Minrin. Dia tidak akan dandan seheboh ini jika tidak bertemu gadis yang dicintainya itu.

Dan, pria yang memakai sleeveless hitam dengan topi hitam yang menutupi rambut merahnya. Aku benar-benar ingin menciumnya detik ini juga.

——–

Van hitam ini berjalan. Mobil ini tidak sesepi yang kuduga. Mereka sangat ribut. Kudengar Donghae oppa sedang menelpon seseorang dengan suara lembutnya. Sepertinya dia sedang menelpon kekasih barunya setelah tahun lalu putus dari seorang gadis yang mungkin aku tidak akan menyebutkan namanya disini. Itu rahasia.

Kyuhyun oppa yang sedang bernyanyi ria dengan Shindong oppa dan membuat tidur nyenyak Wookie oppa terganggu. Sedangkan oppaku, Lee Sungmin tetap dengan dunianya sendiri membaca buku sambil mendengarkan lagu lewat headsetnya. Belum lagi kaca matanya yang membuatku menduga apakah dia benar-benar membaca atau tertidur? Kangin oppa yang sedang sibuk dengan ipadnya. Sepertinya dia sedang melanjutkan level angry birdsnya. Siwon oppa yang sedang mengutak-atik handphonenya. Mungkin dia akan meng-update status di twitternya. Banyak yang bisa kulihat disini yang belum tentu orang lain tahu tentang keadaan mereka jika berada di dalam van.

“Sebentar lagi akan sampai di Incheon. Kau akan diam seperti ini terus dan tidak ingin menanyaiku? Apa kau lelah?” tanyanya. Dia begitu perhatian dan membuatku merasa bersalah karena mendiamkannya sedari tadi. Aku mencoba tersenyum lalu menggenggam tangannya.

“Aku.. Aku hanya malu jika harus bermesraan di tempat seperti ini.” Ucapku gugup. Tiba-tiba kurasakan tangannya mencapai pundakku. Dia memelukku lebih erat.

“Gwenchana. Mereka akan mengerti. Kita bisa dengan bebas berciuman disini ..”

Mendengarnya aku menjadi takut. Kulepaskan pelukannya.

“Shireo! Kau gila, oppa.” Ujarku menatapnya dengan tatapan yang tidak ingin.

“Aku bercanda.”

Dahinya digosok-gosokkan ke dahiku. Dia benar-benar pria yang baik. Aku hanya heran kenapa gadis itu sangat tega kepadanya? Dia kembali memelukku mesra.

—–

Sampai pada Incheon Airport. Kulihat dia terus tersenyum. Dengan rambut merah yang menyala itu, sangat tampan. Kulitnya putih seperti susu. Kurasa jiwanya sudah kembali lagi. Dia terlihat lebih baik seperti itu ketimbang disaat aku melihatnya pada November tahun lalu. Dia sangat hancur. Aku masih memantaunya dari balik jendela hitam ini. Melihat dia memberikan wave pada ELF. Melihat senyum para gadis itu yang sangat senang melihat idolanya datang. Bisa dibilang aku sudah terbiasa dengan keadaan ini.

Aku gatau ini bersambung apa nggak. Tapi aku akan buat cerita ini menjadi oneshoot dan mungkin agak pendek biar readers setia gak bosen bacanya. Semoga kalian benar-benar suka dan menghibur J Tetep dimohon commentnya ya J thx.

Iklan

34 thoughts on “[1] ReaLove

  1. wuhuuu real laip jd suju member.
    duh ga usa bw2 mbak IUH *jiwa terbakar seketika*
    leehyukjae juragan roti.
    punya pacar sepupunya lee sungmin yg ternyata dulu tmn sekolah dek IUH.

    waah bakar saja mulutnya cho kyuhyun

    dan jd membayangkan lg krn ini epep realaip betapa asiknya menjadi pcr member suju melihat aktivitas balik layar T.T

    song raerin jd asisten hyuk wowww
    akankah luhan muncul? /eh

    iya lan ini lumayan pendek.
    buruan post lanjutannya mau luhaaaaan /eh

    Suka

  2. Hyojin datangs…

    Ahahahahaha ff real life..i hate but i still napsu baca T___T
    Heol boleh kan mbak bunga bakung ini gk ngeksis aja hing
    Hey hanwoo kurangi napsumu ke eunhyuk nak..dosa..dosa /eh /efek lebaran /atau efek zimbabwe

    Ini still terlalu pendek n masih perkenalan..ok aku lompat ke part 2 yg km mensyen barusan yuhuuuu~

    Suka

  3. komentnya ntaran yaa
    Lanjut part 2 dulu~

    Huapaaah itu donghae menggandeng kekasih baru bernama cho yooraaaaa
    Ofc gadis berkemeja putih dan rambutnya dikuncir dengan jantuk menyala itu adalah penjelmaanku titik.
    dan ada mbak IUh…..

    Suka

  4. ternyata konflik pertama karena jieun alias IU..kk sedikit inget yg sweet namja,,hehehe
    suka ceritanya,,hanwoo m hyuk karakternya tetep kaya ff dulu2 pas bgt,,sukaa,,lanjut baca part2..hehe

    Suka

  5. Yakkk Minrin datang (>̯┌┐<)•°♥
    Real life oppa…..ahhh manis sekali FF ini…

    Dapet lah feel member suju semuanya….
    Abaikan saja lee sungmin…kita lg marahan ( ˘͡ ³˘͡)

    Next mau baca part 2 dlu yah….
    Agak singkat sih critanya but Ga apa kalo emang betpart

    Suka

  6. knapa hyuknya so sweet aq bsa apa kalo gni..
    Ohh jdi realove ini nyritain tntang real life mreka gtu
    Ahh trnyata cerita dia dgn gdis itu huahua jdi keinget lg deh skit nya

    Suka

  7. akhirnya punya waktu buat baca realove dari awal!! hehehe udah penasaran banget mana ff yg diupdate jg realove terus disini hihi lanjutttt lagiiii

    Suka

  8. Anyeong, authornim. Ima imnida, aku reader baru. Dapet rekomendasi ff dari temen buat mampir ke blog ini~
    Wooa, unn. baru part 1 dan udah bikin aku kepo!^^ ijin baca part 2, ya unnie!

    Suka

  9. Ya ampunn. Aku hrs scroll le bwh buat nyari realove part 1 dan fiuhhhj akirnya ktmu. Aku suka cerita real life sprti ini, jdi bnr2 pke karakternya si hyuk. Tpi smpet males bgt pas ad nma si jieun 😦
    Dan itu posisi hanwoo adl idaman semua jewels diluar sna, ngiri bgt sm dia hhaha. Ok mau bc yg lnjutnya 🙂

    Suka

  10. dasar si hyukjae pas lagi berdua aja berani ngomong mau publikasiin hubungan nya dengan haewoo tapi kalo di depan umum dan di depan fensnya gkk berani wkwk

    Suka

  11. duh diingetin lagi sama skandal itu. masih gak nyantai sih kalo masalah itu diungkit lagi.
    tapi ini real life sih ya. gpp deh ditahan-tahan aja dulu wkwk lagian hyukjae makin ke sini makin ganteng kok 😄😄

    Suka

  12. hei author salam kenal ya, akhir2 ini aku lg suka bgd baca ff tentang lee hyukjae, dan akhir nya ketemu lah sama ff author yg ini… ijin baca ya… 😊

    Suka

  13. Haii author 😄 btw ku lagi suka ff eunhyuk parahh wkwkk nunggu next nya di blog sblh harus sabar banget, akhir nya iseng iseng cari cari di mbah google .. akhir nya ketemu blog ff nya author , ijin baca ya thorr .. btw cerita nya baru baca udh bikin ku gereget pen baca next part nya 😍

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s