[2] ReaLove

ReaLove2

Author: Hanwoo •Cast: Lee Hyukjae – Hanwoo – and Other Cameo • Genre : Straight – Romance • Length: 2

Author’s POV

——————-

“Choco-ya ~ Choco-ya salam pada onniemu..” ujar Hyukjae pada choco anjing cokelat khas pomeraniannya yang selalu setia menemani pria itu kemanapun dia pergi. Hanwoo cemberut memandang kelakuan Hyukjae terhadap choco. Hyukjae tahu bahwa dia sangat cemburu jika dia berdekatan dengan choco.

“Yak, kenapa kau membawa gadis kecil itu kerumahku, hah?” protes Hanwoo.

“Memangnya tidak boleh? Dia ini dongsaengmu.”

“Mwo? Dongsaeng?” desis Hanwoo tidak suka. Hyukjae tetap tidak peduli. Dia mulai membungkuk dan meniup-niup wajah choco hingga anjing itu berkedip-kedip menatap Hyukjae. Hanwoo tambah miris melihat kelakuan kekasihnya itu. Hanwoo bangun dari duduknya dan pindah ke sofa Hyukjae. Dia duduk di hadapan Hyukjae.

“Kau memangkas anjing ini?”

“Hmm aku memangkasnya. Kau tahu, dia mendengar ucapanmu. Kau harus memanggil namanya. Dia mempunyai nama. Lee Choco. Panggil dia choco jika kau merasa keberatan memanggil nama panjangnya, araseo.”

“Omo Omo Omo …” Hanwoo tidak bisa berkomentar. Dia malah mengangkat choco dan menatap mata bulat anjing betina yang selalu membuatnya cemburu dan merasa menjadi rival beratnya untuk urusan Hyukjae.

“Yaak, Lee Choco. Kurasa kita harus saling bekerja sama mulai hari ini. Kau harus mengawasi kekasihku. Jika dia membawa seorang yeoja selain diriku ke apartementnya, kau harus lapor padaku, araci.” Ujar Hanwoo membuat Hyukjae mendesis mendengarnya. Menurutnya kekasihnya sangat lucu berbicara seperti itu pada seekor anjing kecil.

“Mwoya… Dia tidak akan mengerti apa yang kau katakan.”

“Kau tadi bilang kalau dia akan mendengarkanku, oppa. Aiishh kau ini.”

————–

Hanwoo membawa mangkuk ramyeonnya ke atas meja makan. Hyukjae sudah menunggu disana sambil menyantap hidangan sampingan seperti kimchi, tauge dan sayur terong yang Hanwoo masak tadi. Hanwoo mengambil sumpitnya lalu mulai mengapit ramyeon membaginya setengah ke piring kecil Hyukjae dan setengah ke piringnya. Piring couple yang mereka beli empat hari yang lalu di sebuah toko peralatan rumah tangga.

“Eo? Bagaimana rasanya?”

“Hmm.. Enak. Aku seperti ingin menjadikanmu istri secepatnya.”

“Mwo.. Kau itu jangan bercanda.”

“Anio. Suatu saat hari itu akan tiba.”

Hanwoo tidak berkomentar. Dia memilih diam dan menyantap makanannya ketimbang menjawab ucapan Hyukjae karena dia benar-benar tidak ingin memastikan apa hari itu benar-benar tiba untuknya? Bisa saja bukan dia yang menjadi takdir seorang dancer super junior ini.

“Bagaimana konsermu di Thailand.”

“Hmm.. Ya seperti biasa berjalan lancar. Memang seharusnya lancar. Kami dan ELF saling berinteraksi. Aku sangat menyukainya.”

“Kau terlihat sangat baik untuk tahun ini. Sepertinya kau sudah tambah dewasa, oppa.”

“Yaak, kau memuji orang dewasa. Aku ini memang sudah dewasa.”

“Araseo.” Singkat Hanwoo. Dia malas harus meladeni panjang lebar ucapan Hyukjae.

“Bagaimana dengan laporanmu? Apa sudah selesai?”

“Ahaha .. Anio. Aku malas menyelesaikannya dan malah asyik menonton exo. Kau tahu, mereka terlihat tampan dan gentle. Kemarin Hyojin menjemputku dan memaksaku untuk bertemu para member saat mereka perfom di SBS..”

Flashback

“Kriiiissss !!! Kriiissss !!!! Omo omo!! Puji Tuhan benarkah itu dia?! Wu Yi Faaaan!!!” teriak Hyojin sambil membawa balon exo. Hanwoo yang menonton juga ikut terpana melihat ketampanan para member terutama Xi Luhan. Dia tertarik pada pria cina yang berasal dari Beijing itu.

“Hanwoo-ya aku ingin mati ! Tolong lempar aku ke atas panggung !”

Hanwoo terkejut mendengar ucapan Hyojin yang benar-benar membuatnya heran.

“Yaaak !! Apa kau berencana merusak recording mereka hah?”

“Bahkan aku kehabisan napas. Ooohh dimana akal sehatku?! Aku akan meminta Sooyoung onnie untuk menjodohkan Kriss denganku!!! Kau lihat saja nanti, aku pasti bisa sepertimu.”

Hyojin adalah adik sepupu Sooyoung SNSD. Kedekatan mereka sebagai saudara bisa diakui sangat dekat. Seperti kedekatan Sungmin dengan Hanwoo. Apalagi Hyojin dan Hanwoo satu line kelahiran. Berasal dari tahun kelahiran yang sama, tahun 1993. Hyojin dan Hanwoo menjadi dekat ketika tidak sengaja bertemu di salah satu acara yang di buat SM entertainment. Sungmin memperkenalkan Hanwoo pada Sooyoung dan Hyojin, sementara Sooyoung memperkenalkan Hyojin pada Hanwoo dan Sungmin. Disaat itu mereka akrab dan menjadi dekat.

Flashback end

Mendengar itu ekspresi Hyukjae berubah. Hanwoo mengetahui hal ini bahwa kekasihnya tidak menyukai ceritanya itu. Hanwoo tidak meneruskan ceritanya. Dia melihat Hyukjae menaruh sumpitnya lalu menarik tissue melapnya ke bibirnya.

“Siapa yang kau suka?” tanya Hyukjae.

“Mollayo. Semuanya tampan dan sempurna. Kai juga sempurna.”

“Yaak!! Kim Jongin?! Kau tidak bisa menyukainya. Kau tidak boleh menyukai dia.”

“Wae? Apa salahnya aku menyukai Kai? Dia satu profesi denganmu.”

“Justru itu Lee Hanwoo !!! Hhh..” Hyukjae terlihat menghela napas menahan kemarahannya.

“Ah ! Anio. Mungkin Kai yang ketiga.”

“Tiga? Memang siapa lagi selain dia?”

“Hmm.. Awalnya aku tidak bisa memilih. Tapi Baekhyun yang kedua kemudian Luhan. Luhan yang pertama.”

Ekspresi Hyukjae benar-benar berubah. Dia tidak berselera makan lagi mendengar Hanwoo mengatakan semua hal itu padanya. Entak kenapa ini menyakitkan hatinya. Nama Luhan masih terngiang-ngiang di kepalanya. Suara Hanwoo dan ekspresi wajah Hanwoo ketika menyebutkan Luhan, dia merasa pria yang berasal dari Beijing itu adalah saingannya untuk saat ini.

“Yaah, ceritamu menarik Hanwoo-ya. Aku harus cepat pulang.”

“Pulang?”

“Hmm.. Lee Donghae sudah menungguku di dorm.”

Hanwoo tidak yakin dia benar-benar bertemu Donghae. Hanwoo menaruh sumpitnya ketika melihat Hyukjae bangkit dari duduknya. Hanwoo mengikuti Hyukjae dan menarik tangan pria itu.

“Makananmu belum habis. Setidaknya habiskan dulu makananmu.”

“Anio, aku sudah kenyang.”

“Mwo? Jinjaeyo? Apa tidak ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?”

“Anio. Gwenchana. Kau jangan terlalu mengkhawatirkanku.”

“Apa kau marah padaku?”

“Marah kenapa? Anio. Aku tidak marah padamu.”

Hyukjae pergi begitu saja. Sementara Hanwoo mengernyitkan keningnya merasa ada yang aneh dengan kekasihnya. Dia kembali duduk di meja makan mengambil sumpitnya hendak melanjutkan makannya. Tapi dia memikirkan sesuatu yang mengganjal hatinya ketika dia bercerita tentang EXO, ekspresi Hyukjae yang tiba-tiba berubah dan memilih pulang bertemu dengan Donghae.

“Apa pria itu cemburu pada anak-anak baru itu?”

Hanwoo mulai pusing memikirkannya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Menurutnya tidak mungkin seorang sunbaenim merasa cemburu pada hobaenya.

———-

Hanwoo mencuci piring ketika sudah selesai makan. Dia membereskan semua peralatan dapurnya. Kemudian melangkah hendak masuk ke kamarnya namun dia terkejut ketika melihat choco masih tertidur pulas di atas sofa dengan selimutnya polkadotnya. Hanwoo menghela napas.

“Pria itu bahkan sampai lupa membawa gadis kecilnya.”

Hanwoo mengambil galaxy note nya di sakunya lalu mencoba menghubungi Hyukjae. Namun sepertinya dia tidak jadi menghubungi Hyukjae dan memutuskan untuk mengantarnya sendiri ke dorm. Dia sangat penasaran dengan apa yang kekasihnya lakukan. Apa benar dengan Donghae atau pergi dengan yeoja lain selain dirinya?

———————-

Sesampainya di dorm Hyukjae mendapati Donghae sedang duduk di sofa. Dia menghampiri Donghae yang sedang asyik bermain fruits ninja di ipadnya. Tapi sepertinya Hyukjae akan mengganggu semuanya. Dia mengambil ipadnya lalu menutup chase ipadnya dan menaruhnya di atas meja.

“Yaaak !!! Kau tahu aku sedang asyik menambah levelku !!!” teriak Donghae bangkit dari duduknya. Mungkin dia merasa menyesal mempunyai sahabat seperti Hyukjae. Donghae mengusap wajahnya berjalan linglung karena Hyukjae. Dia kemudian menghentikan langkahnya ketika melihat Hyukjae yang sedang duduk murung sambil melipat tangan di dada. Donghae mengerti sahabatnya itu sedang ada masalah.

“Yak, sesuatu telah terjadi?” tanya Donghae.

“Anio.”

“Kau masih bilang tidak terjadi apa-apa padaku setelah kau menghancurkan semuanya hah?!” Donghae berteriak sambil menunjuk ipadnya agar Hyukjae benar-benar tahu bahwa dia merusak permainannya. Donghae duduk disamping Hyukjae. Mereka diam dan tidak membuka pembicaraan satupun.

“Benar ..”

Donghae menoleh melihat Hyukjae. Dia tidak mengerti apa yang Hyukjae bisikkan tadi. Pria itu terlalu memelankan suaranya sehingga dia tidak mendengar.

“Mwo?”

“Benar katamu.”

“Mengenai apa?”

“Anaka-anak yang baru debut itu.”

“Benar kan. Predeksiku setelah mereka comeback akan menggemparkan hati para yeoja-yeoja di muka bumi ini. Aiiish, aku hanya merasa mereka itu mempunyai kesamaan dengan kita. Kesamaan untuk debut, persamaan watak dan sikap bahkan … persamaan fans yang mungkin akan seperti ELF fanatiknya. Apa kau menemukan ELF yang pindah hati dari kita.”

“Ne.” ujar Hyukjae pasrah.

“MWO?! KAU MENEMUKANNYA? NUGUYA? NUGUYA? Apakah salah satu admin dari fansitemu?”

“Anio. Mereka masih mencintaiku. Hanya saja … Aku ingin menangis ketika dia bercerita itu padaku. Kau tahu, aku cemburu. Selama ini aku rasa dia hanya menatapku saja sebagai pria. Tapi kini aku sadar bahwa di dunia ini banyak pria tampan selain diriku, Hae. Aku telah membuka mataku.”

“Ya, kau terlalu percaya diri Hyukjae-ya. Bahkan kau lupa kalau aku lebih tampan darimu.” Sambung Donghae. Hyukjae menghela napas mendengar saran Donghae yang lebih tidak masuk akal.

“Chakaman… Dari ceritamu.. Apakah dia Lee Hanwoo? Kekasihmu menyukai EXO?” tanya Donghae gelagapan.

“Lalu siapa lagi memang jika bukan dia seorang yang bisa membuatku berpikir bodoh seperti ini?!”

Oh My God. Siapa yang dia suka? Kyungsoo? Atau Chanyeol? ” tanya Donghae mulai berekspresi lebih.

“Kai.” Singkat Hyukjae. Donghae menggertakkan giginya terkejut mendengar nama itu.

“Bahkan dia bilang Kai yang ketiga.”

“Mwo?! Siapa yang kedua?” kejut Donghae menggeser posisi duduknya sedikit menjauh dari Hyukjae dengan ekspresi terkejut yang berlebih.

“Baekhyun yang kedua lalu Luhan yang pertama.”

Donghae membulatkan mulutnya. Dia memang sedikit berlebihan ketika bersama Hyukjae dan Hyukjae bisa memahami sahabatnya itu. Donghae menormalkan ekspresinya.

“Aku tidak terlalu akrab dengan Luhan. Tapi Luhan memang flower boy. Dia manis dan lucu. Bahkan dia bisa bermain rubik !”

“Yaaak babo kenapa kau malah memujinya?! Aku bisa dance.”

“Yak,, Yak,, yak,, sainganmu itu Kai. Kau harus menyingkirkannya. Dia satu profesimu denganmu jadi kau pasti mengerti bagaimana Kai. Ahahahaaaaa… Aku akan ikut gila jika Cho Yoora ikut menyukai mereka.”

“Kurasa Yoora serius denganmu Hae. Perbedaan umurmu dengan umurnya tidak terlalu jauh seperti umur kami. Lagipula umur Yoora sudah 23 tahun. Umur-umur yang siap akan menikah. Dia tidak akan bermain-main denganmu. Tapi … Hanwoo? Dia baru berumur 21 tahun dan aku 28 tahun. Perbedaan umur yang pesat. Dia masih muda, dan aku sudah tua. Kau mengerti kan pendapatku?” Hyukjae mulai merendah dan Donghae tidak suka melihatnya.

“Hmm .. Itu artinya kau harus mengawasi Hanwoo dengan baik.” saran Donghae sambil menepuk pundak Hyukjae.

Ting Tong Ting Tong

“Siapa yang datang tengah malam begini?” tanya Donghae.

“Kau tidak ada janji dengan Yoora kan Hae?” balik Hyukjae bertanya.

“Anio. Sepertinya para member tidak akan lupa dengan password dorm kita? Chakkaman aku akan melihat CCTV.

Donghae bangkit berjalan menuju sebuah TV. Disana ada beberapa kotak yang menggambarkan suasana tempat pemasangan CCTV. Donghae terkejut ketika melihat seorang yeoja sedang berdiri di depan pintu. Yeoja itu sedikit merapikan rambutnya yang berantakan.

“Hyuk .. Kurasa dia mencarimu.” Ujar Donghae.

Eunhyuk’s POV

———————–

Aku hanya melihat gadis itu tanpa ingin berkomentar terlebih dahulu. Gadis yang sangat sudah lama sekali tidak kulihat. Anio. Aku yang tidak ingin melihatnya karena dia yang tidak ingin melihatku lebih dulu. Kini dia kembali di hadapanku. Siku Donghae mendorong lenganku. Mungkin dia ingin aku menyapa gadis itu terlebih dulu. Untuk apa Ji Eun kembali?

“Oppa, dorm masih terlihat sama seperti dulu. Tidak banyak yang berubah. Donghae oppa, bagaimana kabarmu?”

Donghae sempat melirikku lalu mengambil sikap tegak dan sedikit berdehem ketika di tanyai seperti itu.

“Kabarku sangat baik, Lee Ji Eun.”

“Kalian pasti terkejut dengan kedatanganku. Tujuanku kesini untuk meminta maaf pada kalian semua atas kebodohanku di tahun kemarin. Tapi mana yang lainnya?”

“Mereka sedang ada kegiatan masing-masing, Ji Eun.” Donghae masih menyahuti gadis ini.

“Pulanglah. Kami semua sudah memaafkanmu.” Ujarku.

“Mwo? Kau mengusirku?”

“Biarkan dia tinggal dulu Hyukjae-ya. Mungkin kau mau duduk? Aku akan membuatkan teh. Kurasa kita bisa berbicara baik-baik.” Pinta Donghae. Aku melirik Donghae. Donghae balik mendelikkan matanya ke arahku.

“Biarkan dia. Aku hanya ingin mendengar alasannya secara langsung.” Bisik Donghae.

Donghae mengajak Ji Eun masuk ke dalam. Sementara aku? Entahlah. Perasaanku tidak enak ketika melihat gadis ini datang.

Author’s POV

——————-

Lee Hanwoo turun dari audi pinknya lalu menutup pintu mobilnya sambil menggendong Choco yang masih memakai hoodie adidasnya. Dia benar-benar heran kenapa kekasihnya lupa dengan anjing kesayangannya ini. Dia tidak ada meneleponnya membahas choco atau mencarinya kembali. Apa benar-benar sedang ada sesuatu yang penting yang dibahas dengan Donghae?

Sementara itu Ji Eun duduk di sofa putih berhadapan dengan dua pria yang sedang menunggunya berbicara. Gadis itu terlihat gugup dan sempat menelah ludahnya.

“Kedatanganku kesini adalah ingin meminta maaf dan memperbaiki semuanya terhadap kalian, oppa.” Ujar Ji Eun.

“Semua tidak akan bisa kembali dengan baik.” Bantah Donghae.

“Bisa. Hanya saja mungkin akan membutuhkan waktu yang sangat lama.” Ujar Ji Eun. Donghae menghela napas.

“Aku menyesal. Aku benar-benar menyesal ketika merasa egois dan tidak menuruti perkataan Hyukjae oppa mengenai uploadan photo itu.”

“Sudahlah. Aku sudah bilang berhenti ji Eun-ah. Kau tidak usah seperti ini.”

“Mmm .. Apa kalian ingin berbicara berdua? Aku akan meninggalkan kalian.”

“Kau ingin meninggalkanku Hae?” pertanyaan Hyukjae seperti mengancam. Ji Eun sempat menutup matanya mencoba menguatkan hatinya ketika berhadapan dengan Hyukjae. Donghae sungguh tidak bisa melihat suasana akward ini.

“Kau. Sampai kapan kau akan menjauhiku, oppa?” tanya Ji Eun pada Hyukjae. Matanya menatap kasar Hyukjae.

“Kau yang melarangku untuk meninggalkanmu tapi kau ! Kau yang meninggalkanku pada akhirnya dan memilih gadis itu. Oppa !!! Kau tidak tahu bagaimana hancurnya aku saat itu?!”

“Apa kau benar-benar mencintaiku Ji Eun? Tanyakan pada dirimu sendiri. Apa yang kau cari ketika bersamaku? Kau tidak mencintaiku.”

“Yaak hidup macam apa ini. Aku akan pergi.”

“Hae!” bentak Hyukjae membuat Donghae mengurungkan niatnya

“Aku tidak bisa makan dengan baik saat kau tidak ada. Aku tidak bisa melakukan aktifitasku seperti biasa karena terlalu mencintaimu, oppa.. Kau tidak memahamiku.”

“Ya, aku tidak memahamimu maka dari itu kita tidak akan cocok.”

“OPPA!!” Ji Eun berteriak.

Sementara itu seseorang sedang menangis di depan pintu. Pintu itu sedikit terbuka sedari tadi. Hanwoo belum membukanya malah mendengar percakapan mereka di dalam. Dia hanya merasa dikecewakan lagi oleh kekasihnya, Hyukjae.

Choco menjilat-jilat pipi Hanwoo sekaligus menghapus air mata Hanwoo yang membasahi pipi. Hanwoo tersenyum miris menatap choco. Dia merasa choco sedang berada di pihaknya saat ini. Dia merasa anjing ini sangat mengerti perasaannya. Hanwoo menepuk-nepuk tubuh choco setelah itu dia jongkok menurunkan anjing itu.

“Choco-ya kau masuk dengan tenang lalu temui pria itu. Jangan katakan aku yang mengantarmu. Anyeong.”

Hanwoo bangkit kemudian berlari pergi dari tempat ini. Choco berlari masuk ke dalam. Pantatnya bergoyang ke kanan dan ke kiri. Dia mencari Hyukjae. Hyukjae terkejut melihat choco.

“Cho.. Choco!” teriaknya

“Mwo?! Darimana anjing ini?” tanya Donghae.

“Hae..”

“Mwo?” Hyukjae dan Donghae saling tatap.

“Aku meninggalkannya di rumah Hanwoo.”

“Mwoya?! Apa Hanwoo kesini? Itu artinya..”

Dengan cepat Lee Hyukjae berlari mengambil hoodie, dompet dan kunci mobilnya. Dia terlihat tergesa-gesa dan sangat takut. Hyukjae menghela napasnya.

“Jaga Choco , Hae-ya. Aku akan pergi.”

“Yak ini sudah malam.”

“Aku harus mengejarnya. Jika tidak semua akan berakhir.”

Hyukjae sempat menatap Ji Eun lalu berlalu begitu saja. Ji Eun sangat sedih melihat kelakuan Hyukjae yang seperti itu terhadap gadis lain. Bahkan dia tega meninggalkan dirinya hanya untuk gadis lain. Ji Eun mulai sesak. Dia menangis dan memukul-mukul dadanya. Donghae mulai panik melihat Ji Eun.

“Ji Eun-ah .. Gwenchana?” tanya Donghae menghampiri. Ji Eun tidak menjawab melainkan hanya isakan tanpa air mata yang mengalir keluar dari matanya.

———-

Eunhyuk mengendarai mobilnya. Matanya terbagi menjadi beberapa pandangan. Terkadang dia melirik ke samping kanan-kiri bahkan ke spionnya untuk melihat ke belakang lalu melirik jalanan sekejap hanya untuk mencari kekasihnya. Dia mencoba menelepon Hanwoo berulang kali tapi handphonenya sengaja dimatikan.

Dia dalam perjalanan ke apartement Hanwoo. Sebentar lagi akan sampai. Dia sangat berharap Hanwoo ada disana.

Mobil Hyukjae sampai pada parkiran bawah tanah apartement Hanwoo dan dia sangat senang ketika melihat sedan pink dengan plat yang menunjukkan bahwa itu memang benar-benar mobil Hanwoo. Hyukjae berlari menaiki lift menuju lantai 4.

Sesampainya di lantai 4 dia hany perlu berjalan lagi sedikit. Hanya melewati 3 bilik ruangan dan di bilik keempat itu adalah kamar Hanwoo. Hyukjae berdiri menatap pintu itu. Pada akhirnya dia menekan bel. Dia mendekatkan mulutnya ke speaker.

“Hanwoo-ya .. Apa kau di dalam? Ah aku yakin kau sedang melihatku berdiri disini.. Apa kau tidak mau membuka pintu untukku?”

“…” Tidak ada jawaban.

“Hanwoo-ya ..”

Tiba-tiba handphonenya berbunyi. Sebuah pesan dari Hanwoo. Dengan cepat Hyukjae membukanya.

Pergilah, kumohon …

From: Honey

“Yak bagaimana aku bisa pergi dengan kea..”

Ucapannya terpotong ketika handphonenya berdering kembali. Hyukjae membuka pesan dari Hanwoo lagi.

Aku sedang tidak ingin berdebat. Pergilah..

From: Honey

Hyukjae menghela napasnya. Kepalanya menunduk. Hatinya begitu sakit. Dia hanya tidak menyangka akan mendapatkan sakit hati lagi. Dia merebahkan kepalanya sampai menyentuh daun pintu dan menangis terisak disana.

Hanwoo hanya cukup melihat Hyukjae dari CCTV nya. Melihat hal ini dia tambah terisak. Kepalanya perlahan menyentuh daun pintu sama seperti yang Hyukjae sedang lakukan. Mereka menangis bersama dibatasi daun pintu.

————

Ketika pulang Hyukjae menaruh hoodienya di atas sofa lalu merebahkan dirinya di sana. Hyukjae menutup kedua wajahnya dengan kedua tangannya. Hari ini sangat berat untuk dilalui. Dia menghela napas berharap hari ini terlewati dengan cepat.

Lee Donghae keluar dari kamarnya melihat sahabatnya sedang tertidur di sofa. Dia menghampiri Hyukjae lalu duduk disebelahnya. Hyukjae bangkit dan juga ikut duduk.

“Eo?” tanya Donghae. Hyukjae menggeleng. Donghae menepuk punggung Hyukjae lembut mencoba mengerti bagaimana perasaan sahabatnya.

“Gwenchana. Jika aku ada di posisi Hanwoo, aku juga pasti akan bingung melihatmu bersama IU.”

Hyukjae membungkuk menopang wajahnya ketika mendengar Donghae berkata mengenai dirinya jika berada di posisi Hanwoo.

“Ji Eun, eodiseo?” tanya Hyukjae.

“Ternyata kau masih peduli padanya. Dia sudah pulang. Dia sangat .. Sepertinya dia terlalu banyak memikirkanmu. Kulihat dia menangis.”

Hyukjae menegakkan badannya. Wajahnya menengadah menatap langit-langit dorm. Dia mencoba menghirup udara lepas lalu menghelanya lagi.

——————–

Hanwoo keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk pinknya. Hari dia bangun lebih awal karena tidak bisa tidur memikirkan masalahnya dengan Hyukjae. Dia masih tidak ingin bicara dengan pria itu. Hatinya selalu merasa dibohongi. Mungkin ini letak kesalahannya. Seharusnya dia tidak boleh berpacaran dengan seorang idol. Dia merasa pria itu begitu populer dikelilingi banyak yeoja.

Hanwoo mencari handphonenya. Dia ingin tahu apakah namja itu menghubunginya kemarin malam? Hanya ada satu pesan. Hanwoo berdebar ketika membuka pesan itu. Tapi lagi-lagi dia kecewa ketika tahu bukan namanya yang tertera di layar itu melainkan Choi Hyojin yang mengiriminya pesan.

Yaak!! Antarkan aku lagi ! Kali ini tidak boleh gagal bertemu Kriss Wu.

Aku sudah meminta Sooyoung onnie mengantarku ke SM building.

From: Hyojin

Dengan malas Hanwoo membalasnya mengiyakan ajakan Hyojin. Mungkin saja dengan ini dia bisa menghilangkan rasa kecewanya tentang Hyukjae. Apa dia harus mengencani salah satu member exo juga seperti yang dilakukan Hyojin?

TEEET … TEEET …

Hanwoo menoleh ke arah pintu. Menurutnya siapa pagi-pagi yang berkunjung ke apartement ini jika bukan Hyukjae? Bolehkah dia tidak berlari kea rah pintu untuk membukakan pria itu pintu? Hyukjae pasti mencarinya dan ingin meminta maaf. Bukan begitu yang sering dilakukan para pria ketika bertengkar dengan kekasihnya?

Hanwoo menaruh handphonenya kemudian melangkah sampai depan CCTV. Dia terkejut ketika ditahunya bukan Hyukjae yang datang melainkan seorang gadis yang dikenalnya berdiri di depan pintu. Gadis itu mengenakan pakaian casual dengan topinya menutupi wajahnya agar tidak diketahui orang-orang. Mau apa dia kesini?

Hanwoo’s POV

———————

“Kau mau minum apa?” tanyaku.

Lee Ji Eun menggeleng dengan senyum simpulnya. Itu artinya dia menolak kuberikan minum. Baguslah. Dengan penolakannya aku tidak perlu kehabisan soft drinkku yang tinggal lagi 3 kaleng. Karena aku sangat suka minum soft drink disaat sedang stress. Aku lagi stress maka dari itu aku membutuhkan banyak soft drink untuk kuminum. Tanpa meminum soju atau bir pun stress ku akan hilang jika sudah meminum satu kaleng.

Aku duduk di sofa satunya. Otakku rasanya sedang berputar. Kepalaku sedikit sakit memikirkan apa maksud kedatangan gadis ini? Perasaanku juga sedikit tidak enak ketika melihat wajahnya. Sudah pasti dia akan membahas masalahnya dengan Hyukjae. Bisa jadi dia memintaku untuk mengakhiri hubungan percintaanku dengan Hyukjae. Oouh.. Apakah aku harus mengikuti kemauannya jika benar itu terjadi?

“Ada apa kau datang? Tumben sekali.”

“Jika bukan karena Hyukjae oppa aku tidak akan datang kesini.”

Aku terdiam. Hanya saja aku merasa terketuk. Pikiranku mengenai kedatangannya benar. Aku tersenyum kecil. Gadis ini mudah ditebak.

“Kenapa dia?”

“Kemarin aku datang ke dormnya untuk meminta maaf.”

“Hmm.. Lalu?”

Dia diam sejenak. Mungkin sedang memikirkan kata-kata yang pas atau sedang memikirkan pria itu?

“Apa dia memaafkanmu?”

Ji Eun menggeleng kemudian mengedikkan bahunya. Apa artinya?

“Mollayo. Dia merindukan jika sedang jauh seperti ini.”

Apa-apaan dia? Dia bicara seperti itu seolah-olah tidak peduli denganku yang kini menjabat sebagai kekasihnya.

“Kenapa kau bisa mencintai pria yang sama? Ini lucu. Sudah berapa lama kau memendamnya, Hanwoo-ssi?”

“Apa maksud kedatanganmu? Apa hanya ingin berbasa-basi?” tanyaku tidak sabar. Rasanya aku ingin menendang gadis ini jauh-jauh pergi.

“Pria itu .. Apa kau tidak takut berpacaran dengannya?” tanyanya. Apa aku harus takut?

“Dia mengatakan sangat-sangat mencintaiku. Apa dia tidak mengatakan hal itu juga padamu? Tapi pada akhirnya dia meninggalkanku. Bagaimana perasaanmu jika itu semua terjadi padamu? Disaat dia pergi meninggalkanku saat itu juga aku merasa wanita ternyata bukan hanya aku di dunia. Ketika seorang super idol tampan dan kaya raya memacariku, aku berpikir betapa beruntungnya aku bisa memiliki dia. Tidakkah kau juga berpikiran seperti itu? Kau mengambilnya, Lee Hanwoo.”

“Kau menyalahkanku sekarang Ji- Eun-ssi? Tidakkah kau menyalahkan dirimu sendiri?”

“Untuk apa? Aku sangat-sangat mencintainya.”

“Jinjayo? Dia meninggalkanmu karena dia mendengar bahwa kau memacarinya agar bisa tenar. Tujuanmu memacarinya juga hanya karena dia kaya raya.”

“Apa kau yang menghasutnya? Kau begitu mengaguminya, aku tahu itu. Ketika melihatmu jika aku sedang bersamanya ekspresi wajahmu menunjukkan kalau kau sangat tidak welcome dengan hubungan kami. Kau pintar sekali memang, Hanwoo-ssi.”

“Kau berpikir aku menghasutnya? Aiishh gadis ini benar-benar.. Yak! Bagaimana kau bisa menuduhku seperti itu? Aku mendengarnya sendiri dia berbicara seperti itu padaku! Aku memang mengaguminya tapi dia yang sendirinya mencariku. Aku tidak pernah ada niatan untuk merusak hubungan kalian !!”

Ji Eun terdiam. Dia hanya menatapku yang sedang emosi. Apa yang sedang dipikirnya? Dia terlihat seperti memikirkan kata-kataku. Apa aku terlalu kasar? Apa dia merasa sakit hati?

“Dia memang mencintaimu Hanwoo-ya. Dia berpaling dariku. Dia meninggalkanku juga karenamu. Kau tidak menyadari hal itu? Secara tidak langsung kau sudah mengganggu kami. Kau kira aku tidak tahu ketika kau mendekatinya, ketika wajah pria itu terlihat lebih senang berada di dekatmu daripada didekatku. KAU KIRA AKU TIDAK TAHU SEMUA ITU?! Aku menjadi buruk seperti ini karena tidak ingin kehilangannya tapi semua caraku salah dan membuatnya menjadi membenciku! Apakah memang itu alasannya ketika dia memutuskanku? Karena aku ingin tenar dan aku menyukai pria yang kaya raya?! Kami sudah berpcaran dua tahun lebih. Apakah aku sepicik itu? Bagaimana dengan perasaanku?!”

Lee Ji Eun mengamuk. Dia benar-benar emosi kali ini. Bahkan dia berteriak keras tanpa peduli tetangga akan mendengar.

Sementara aku.. Aku memikirkan kata-katanya. Apa gadis ini bisa dipercaya? Apa Hyukjae oppa .. Benarkah? Benarkah dia sudah menyukaiku ketika hubungannya dengan gadis ini masih bersama? Ya. Benar katanya. Aku memang gadis nakal. Tidak peduli bagaimana aku menghubungi pria itu disaat dia masih bersama Ji Eun. Memintanya mengajari gerakan tarian untuk acara kampusku dimana aku yang diminta untuk mengisi acara tersebut. Seharusnya aku bisa menyuruh Shindong oppa, atau Sungmin oppa. Tidak dengannya yang masih berstatus hubungan dengan Ji Eun saat itu. Tapi aku tetap nakal. Aku menginginkannya.. Aku menyukainya. Karena itu aku .. Aku selalu memintanya untuk disampingku selalu. Lalu siapa yang salah disini? Apakah aku? Apakah semua masalah ini datangnya dariku?

Eunhyuk’s POV

———————-

Aku keluar dari ruangan Kim Sajangnim ketika menerima slip gajiku karena ATM ku rusak tidak dapat digunakan. Kuyakinkan bahwa managerku sedang mengurus kerusakan kartuku. Ternyata ada untungnya juga memiliki manager. Jika ada hal-hal yang seperti ini aku tidak perlu susah-susah untuk mengurus kartu ATM ku yang rusak.

Kumasukkan slip gajiku ke dalam tas. Hari ini sepertinya terasa panjang karena aku tidak mempunyai jadwal apapun hari ini kecuali menunggu beberapa jam lagi tiba karena super junior akan ada jadwal untuk premiere SS4 3D. Aku memilih duduk di bangku yang terdiri dari 3 deret kursi yang tersambung. Aku duduk di pinggirnya. Kuambil handphoneku. Menatap layar handphone dimana batu permata yang menjadi wallpaperku saat ini. Batu permata ini adalah lambangku untuk jewels. Dimana jewels adalah sebutan untuk para penggemarku. Aku sangat menyayangi mereka semua dan tidak ingin kehilangannya.

Tapi yang membuat kenapa aku begitu sedih menatap layar handphoneku dimana satu jewels diantara ribuan jewels sedang memusuhiku. Gadis itu sedang marah padaku dan aku tidak berniat untuk menghubunginya. Itu akan membuat hubungan kami semakin runyam. Mungkin jika tidak menghubunginya dia akan lebih tenang.

Aku tidak sengaja menoleh ke arah sebrang. Ada tiga orang gadis sedang melangkah di koridor. Sooyoung bersama Hyojin adik sepupunya dan juga seseorang yang kukenal dengan wajah baik-baiknya memasuki sebuah ruangan dimana aku kenal ruangan itu. Lee Hanwoo terlihat begitu senang dan itu adalah ruangan EXO. Untuk apa Sooyoung mengantar Hyojin dan Hanwoo kesana? Oh Lihatlah dia! Dia terlihat bersemangat masuk ke ruangan itu!!! Berbeda sekali dengan ekspresi wajahku pagi ini yang masih terlihat begitu memikirkannya !

Aku ingat!!! Aku sekarang ingat ketika kemarin dia sedang bercerita padaku bahwa dia menyukai hoobaenimku !!! Jadi begitu?

Aku berdiri di samping pintu. Menunggu mereka keluar dari ruangan itu dan Lee Hanwoo kau tertangkap. Tiba-tiba pintu terbuka. Aku hanya melihat Sooyoung keluar menutup pintu. Ketika dia menoleh ke arahku, dia benar-benar terkejut.

“Omo oppa kau benar-benar mengagetkanku!!!” teriaknya sambil mengelus dada.

Hanwoo’s POV

——————–

Hari ini aku ikut dengan Hyojin ke SM building. Ada Sooyoung onnie juga. Aku merasa pendek jika harus berjalan diantara mereka. Sooyoung onnie terus menceramahi Hyojin karena gadis itu memaksa kakak sepupunya untuk mengenalkan dia pada Kriss salah satu member Exo yang berasal dari Cina. Aku tidak mengerti kenapa dia bisa menyukai pria jangkung dengan bibir yang sedikit tebal.

Jika aku disuruh memilih, aku sangat menyukai pria manis berkulit putih susu dengan tatapan yang sejuk seperti Luhan atau Baekhyun. Terkadang aku juga menyukai pria yang sexy dan sedikit menggoda seperti Kai. Bukankah ini lebih baik?

“Silakan masuk Choi Hyojin.” Ujar Sooyoung.

Dengan mata berbinarnya Hyojin tidak mau masuk. Aku menyenggol lengan Hyojin agar dia sadar dan mau masuk. Hyojin menoleh ke arahku. Dia menggenggam kedua tangannya di dada seolah-olah benar-benar tidak percaya dia akan bertemu Kriss.

“Hanwoo-ya, apakah ini mimpi? Aku bisa bertemu Kriss.”

“Cepatlah masuk sebelum Sooyoung onnie merubah pikirannya untuk mempertemukanmu dengan pria yang membuatmu hampir sekarat gila ini.” Bisikku.

“Yaak kau mau masuk tidak?” Belum ada beberapa menit aku berbisik Sooyoung onnie sudah berteriak.

Dengan cepat Hyojin mendorong Sooyoung onnie membawanya masuk ke dalam.

“Kau harusnya masuk lalu memperkenalkanku dengannya. Katakan bahwa aku gadis yang baik, rajin menabung dan rajin membantu orang tua.” Pinta Hyojin. Ini sangat lucu dan membuatku tertawa.

“Aiishh apa-apaan itu..” ucap Sooyoung onnie.

Kami bertemu dengan EXO. Sooyoung onnie memanggil Kriss lalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan adiknya yang sudah sekarat ketika pria jangkung itu mengajaknya berkenalan. Aku tersenyum melihat pemandangan ini. Aku bisa mengerti perasaannya. Hyojin pasti sangat bahagia sekali. Itu yang kualami ketika aku bertemu Lee Hyukjae dulu. Lagi-lagi aku mengingat pria itu. Sepertinya pria itu sudah meracuni otakku untuk mengingatnya selalu.

Kudengar Hyojin menangis di hadapan Kriss. Sepertinya dia sungguh terharu dan merasa beruntung. Mereka banyak berbicara. Kriss juga terlihat ramah dan baik walaupun bahasa koreanya masih begitu buruk.

Ruangan ini terasa ribut.Mereka terlihat seperti oppa. Entah ada angin apa SM menemukan pria-pria ini lalu mengumpulkannya menjadi satu buah grup. Tiba-tiba Kriss melirikku. Aku tersenyum menyapanya. Hyojin tahu itu. Gadis itu menghapus air matanya lalu tersenyum cepat sambil memelukku.

“Dia ini sahabatku. Lee Hanwoo. Dia juga menyukai kalian. Bahkan dia bercerita bahwa dia mengagumi Xi Luhan. Kalian sama-sama berasal dari Cina juga kan?”

“Eum.. Ne. Anyeong haseyo, Lee Hanwoo.” Kriss menyapaku.

“A.. Anyeong Haseyo.” Balasku menyapa. Tapi aku kembali menoleh kea rah Hyojin. Dia tidak usah mengumbar-umbarkan privasiku tentang Luhan.

“Dia adik sepupun sunbaenim kalian, Lee Sungmin.”

Semua teriak mendengarnya merasa takjub atau merasa sedikit bangga karena bisa membuat sepupu Lee Sungmin sepertiku jatuh cinta pada mereka. Seorang pria berambut hitam dan sedikit lebih pendek dari Kriss datang menyapa kami.

“Anyeong haseyo. Kalian ternyata adik dari salah satu sunbaenim kami. Terima kasih sudah peduli dengan kami. Choneun Su Ho imnida. Aku leader disini.”

Hyojin mulai berbinar lagi. Dia melupas pelukannya dan dengan cepat menjabat tangan pria manis itu. Aku juga menjabat tangannya. Tiba-tiba pria berambut merah menyala mendatangiku.

“Tiapa yang kau tuka noona? Apa kau menyukai Tehun?”

Aku tahu siapa nama pria yang sedang berbicara padaku ini. Sehun begitu lucu. Dia terlihat seperti anak kecil padahal perbedaan umur kami tidak begitu jauh.

“Aaaa dia menyukai Luhan. Dia juga menyukai Baekhyun bahkan Kai juga.” Hyojin malah menjawabnya dengan bangga. Aku hanya tersenyum miris memasrahkan diriku yang dijadikan tameng hari ini.

Eunhyuk’s POV

———————

Harus ..

Harus berapa lama lagi aku menunggu kekasihku di dalam sana? Aku memikirkan banyak hal. Memikirkan dia yang mulai berhenti mencintaiku untuk hari ini. Memikirkan daun muda itu lebih menyegarkan dibanding pria yang sudah berumur 28 tahun sepertiku. Lee Hanwoo masih muda. Bahkan usia kami sangat berbeda jauh jaraknya. Waktunya masih panjang dibanding waktuku.

Karma …

Apakah aku sedang mendapatkan karma? Ketika aku meninggalkan Ji Eun hanya karena aku sudah benar-benar memastikan bahwa hatiku kini terbagi menjadi dua antara dia dengan Hanwoo. Apakah kini aku sedang menerima hukum karma itu juga? Apakah Hanwoo akan meninggalkanku?

Tiba-tiba pintu ruangan ini terbuka. Aku melihat beberapa hoobaenimku keluar. Kyungsoo, Chanyeol dan Baekhyun keluar dari ruangan ini. Mereka terkejut melihatku.

“Aaaaa Aku harap kita dapat bertemu lagi. Semangat un..” Hyojin terkejut melihatku. Gadis itu keluar bersama Kriss dan Su Ho. Dia tidak melanjutkan ucapannya ketika melihatku. Apa melihatku adalah suatu malapetaka?

Kini aku melihat Hanwoo. Dia sedang asyik mengobrol dengan Luhan dan Kai. Kini Hanwoo menoleh ke arahku. Dia melihatku dan terdiam. Aku memandang Luhan dan Kai. Apakah dua pria itu tidak tahu bahwa dia sedang berbicara dengan kekasih sunbaenimnya? Kamu tertangkap kali ini, Lee Hanwoo.

Author’s POV

——————

Lee Hyukjae menarik Hanwoo dan membawanya ke suatu tempat. Kini mereka sedang ada di atap. Hyukjae melangkah lebih dulu lalu berhenti di pembatas atap gedung ini. Dia memandang ke bawah. Tidak begitu tinggi namun tetap terlihat menyeramkan jika mencoba terjun dari atas sini.

Angin sepo-sepoi mulai ikut meramaikan atap ini. Hanwoo hanya menatap punggung Hyukjae yang kini sedang berbalik. Hyukjae berjalan ke arahnya.

“Jadi begitu ..”

“Mworago?” tanya Hanwoo.

“Kau benar-benar menyukai pria-pria itu dan berniat melupakan hubungan kita? Jadi begitu. Aku mengerti. Disaat aku tidak bisa tidur memikirkan hubungan kita kau sendiri sedang bermain-main dengan mereka tanpa memperdulikanku.”

Hyukjae sempat mengembungkan mulut kirinya dengan lidahnya. Langkah demi langkah Hyukjae mendekati Hanwoo. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Hanwoo. Gadis itu spontan menjauhkan jaraknya agar tidak terlalu dekat dengan Hyukjae. Sudut bibir kiri Hyukjae terangkat membentuk sebuah smirk.

“Araseo..”

Hyukjae membalikkan badan berniat meninggalkan Hanwoo seorang diri. Dia tidak meninggalkan sepatah katapun untuk Hanwoo. Dan bodohnya Hanwoo tidak bergerak untuk mengatakan sesuatu lebih dulu. Dia menyesal. Lee Hanwoo jongkok dengan lemas sambil menangis.

———

“Eotteoke? Aku tidak tahu kalau dia adalah kekasih Hyukjae hyung.” Teriak Kai.

“Yaaak !!! Bisakah kau diam sedikit? Nanti mereka mendengar kita. Kalian harus menjelaskan kalau kalian tidak sedang ada hubungan apa-apa walaupun Hanwoo menyukai kalian berdua. Tapi sepertinya Hyukjae oppa sedang cemburu. Sepertinya mereka bertengkar.” Hyojin terlihat begitu semangat mengintip dari celah pintu yang tidak begitu memperlihatkan suasana Hyukjae dan Hanwoo.

“Mworago? Apakah kita sedang mendapat masalah? Aiishh …” Luhan mulai frustasi.

Hyukjae membuka pintu hendak keluar dari atap dan dia terkejut ketika melihat Kai, Luhan dan Hyojin yang sedang berjalan mundur karena terkejut.

“Yaaak mau apa kalian? Kalian mengintip kami?” tanya Hyukjae.

“Anio oppa..” bantah Hyojin.

“Apa yang kau sebut anio sementara kalian ada disini. Kalian mengintip kami?” tegas Hyukjae.

“Eungg ini ..” ucapan Hyojin terhenti. Dia bingung mau mengatakan apa.

“Hyung, kami benar-benar merasa tidak enak. Kami tidak tahu bahwa kalian berpcaran.” Ujar Kai kemudian. Dia yang merasa paling bersalah dan tidak enak pada Hyukjae karena mereka satu profesi di dalam grup masing-masing dan sangat dekat dengan Hyukjae.

“Aku juga tidak tahu .. Mianhamnida. Mungkin jika kami terlihat lancang.” Sambung Luhan.

“Oppa, apa kalian bertengkar? Jangan salahkan mereka. Aku ! Salahkan aku saja! Aku yang mengajaknya kesini.” Ujar Hyojin menggenggam tangan Hyukjae. Pria terlihat lelah. Itu terlihat dari caranya meghela napas.

“Gwenchana. Kami memang ada masalah. Tapi bukan kalian penyebabnya. Kalian jangan khawatir. Aku pulang duluan.”

Hyukjae menepuk pundak Hyojin, Kai dan Luhan secara bergantian. Mereka bertiga membalikkan badan serempak menatap Hyukjae sambil menghela napas.

——-

Malam ini Hyojin mengajak Hanwoo ke sebuah kedai. Hyojin berjanji mentraktir Hanwoo karena sudah bersedia menemani dirinya hari ini untuk bertemu Kriss. Di kedai itu memutar acara TV dimana super junior terlihat di acara launching premiere SS4 3D. Hanwoo menunduk lemas. Dia tidak ingin melihat pria berambut merah itu. Tapi suaranya mampu terdengar selagi matanya tidak melihat Hyukjae.

“Yaak kau bertengkar dengan kekasihmu? Apa dia cemburu pada Luhan?”

Hanwoo menggeleng lemas. Dia tidak ingin banyak bicara.

“Mworago? Trus bagaimana? Kenapa kalian diam-diaman sepert tadi? Aku benar-benar tidak enak pada Luhan dan Kai. Mereka sama sekali tidak tahu kalau kau dan Hyukjae oppa berpcaran.”

“Gwenchana..”

Hanwoo tetap menyangkal semuanya sedang baik-baik saja. Namun tidak pada hatinya yang berkata ini adalah masalah buatnya. Masalah besar.

———-

Setelah launching SS4 3D para member super junior kembali ke dalam van. Disana Hyukjae sedang sibuk dengan dunianya sendiri. Dia mengamati style anak-anak exo. Dia mempunyai pikiran untuk mengubah dirinya agar Hanwoo berpaling lagi padanya. Karena besok dia akan pergi ke Taiwan. Dia harus merubah stylenya.

“Hmm.. Awalnya aku tidak bisa memilih. Tapi Baekhyun yang kedua kemudian Luhan. Luhan yang pertama.”

Hyukjae teringat dengan ucapan Hanwoo. Dia kembali mensearch nama Luhan di googlenya. Dia mulai melihat bagaimana model pria itu sehingga Lee Hanwoo bisa bisa menyukainya.

“Xi Luhan? Waeyo Hyuk? Kenapa kau mencarinya di google?” Sungmin yang duduk disebelah Hyukjae bertanya.

“Anio …… Hanya saja anak ini .. Hmm.. Kau tahu Hanwoo suka pada pria ini?”

“Mwo? Jinja? Dia suka exo?”

“Ne, dia dan Hyojin suka exo. Kau masih ingat adik sepupu Sooyoung yang cerewet dan gegabah itu?”

“Hmm.. Ne. Ne. Kurasa mereka berdua dekat.”

“Hmm.. Aku bertemu mereka di ruangan EXO tadi siang bersama Sooyoung. Sooyoung bilang Hyojin ingin dikenalkan pada anak-anak itu. Kau tahu, Hanwoo ada disana.”

“Kau cemburu pada mereka?”

“Kami memang sedang bertengkar.” Singkat Hyukjae. “Aha.. Kurasa rambut warna ini.. Aku belum pernah memakainya.” Seru Hyukjae. Sungmin mulai ikut mendekat melihat model rambut yang sedang diributkan Hyukjae. Pria itu tidak sabar mengganti rambutnya besok.

Hahhh… Finish. Ini ada exonya … Gatau deh comment kalian gimana. Soalnya aku lagi suka sama EXO. ehehhe.

Ini hanya karangan dan fiktif belaka *kayak ftv di sctv* jadi jangan dibawa serius ya.

kayak lagunya shinee tuh why so serius … ? wkwkkww.

semoga suka have fun and comment ya yang baca :))))

Iklan

27 thoughts on “[2] ReaLove

  1. APA INIIIIIIIIIIIIII
    KENAPA ADA WANITA ITU MUNCUL HAMPIR DI 75% PART INIIIII T_____T

    Heol gue emosi dan ingin menggeram di basement dengan lampu neon kedap kedip make seragam sekolah n diiringi satu kamera /eh
    Watak wanita “you know who” itu disini kok menyeramkan sekali =____=
    how can teriak2 dirumah orang =___=
    Abis nangis2 di dorm mantan trus teriak2 dirumah pacarnya mantan..bitch please~ udah km nonton aja ke bioskop sama cemceman baru lalalala~

    aduh ada exo..ada luhan..ada hyojin si fangirl heboh..ada kris yg jadi korban hyojin =___=
    seems gadis itu selalu perlu usaha keras buat dapetin apa yg dia suka..
    N luhan..ahahahaha ayo mainkan peranmu nak..
    APA ITU SEPUPU SOOYOUNG YANG CEREWET DAN GEGABAH???? =______=

    Hyuk..cemburumu berlebihan.. T____T
    But anyways…I LOVE YOUR COTTON CANDY HAIR KYAAAAAAAAA~
    /sepak jit kyuhyun

    Suka

  2. Aku sebenarnya suka dengan ceritanya, suka banget malah. Tapi aku sedikit tidak nyaman membacanya karena bb Rokie itu. Akhir2 ini aku sedikit sensitif klo berhubungan dgn itu BB. *MalahCurhat

    Gak tau kenapa diFF ini, aku lebih dapat feelnya antara Hyukjae-Jieun daripada HyukJae-Hanwoo.

    Suka

  3. wahahahahaha entahlah tp enak bgt bacanyaaa
    ada sedikit perubahan dari gaya nulismu lan.

    suka semua karakter. hyojiiiiin cinta dirimu disini.
    dan adegan jieun hanwoo ngobrol itu dpt bgt kkk

    pngn potong lidahnya sehun biar tmbh pendek xD

    ff cm ff, jgn dibawa serius kta author. good!

    Suka

  4. fun fun fun aku suka part iniiii xD
    kekekekeeee
    part donge main fruits ninjaa itu -___-”
    hadeh dan kenapaa si adek itu muncul lagi disiniii rawrrrrr~~
    eh buat ajaaa si yoora suka kai chanyeol biar dongek jg stresss

    Kkkk feels real johaaaaa
    Jiwa fangirlnya si hyojin ini keras!
    wkwk dan adegan bertengkar di atap dan hyukjae mengembungkan pipi kiri dg lidah itu aaaaaaaa arraseooooo :***

    suka part nyaa anak2 exoooo xD
    dapet sekali wahahahaaa
    hebohnya kai itu kkk polosnya luhan dan jiwa leader suho kkkk

    haaaahh yok next chapt nyaa xD

    Suka

  5. knflik makin panas,,dikira IU nya rada2 gimana,,ternyata ganas bgt..hyuknya kurang peka m hanwoo,, d tunggu bgt part hyuk yg manjaain bgt hanwoo,, kangen bgt moment ituu..kkk
    d tunggu lanjutannya saeng, daebak ^ ^

    Suka

  6. Sumpah kelakuan jieun itu iyuhhh bgt… Ada gt dateng kerumah mantan trus marah” kerumh pacarnya si mntan…??
    *tendang jieun ke planet mars…

    Cieee uda mulai Ada anak” baru debut itu nih…Joha….
    Meskipun ada konflik tapi ribut”nya Hanwoo hyukjae manis bgt (>̯┌┐<)•°♥

    Next chahpter thor….mumpung jadwal mreka blum banjir *eh

    Suka

  7. haduh c’abang cemburu ma anak2 exo
    Itu c’jieun ga tau malu bget udh ptus jg msih aja ngejar hyuk smpe nekad kya gtu lg ikh nyebelin..
    Hyuk cmburunya lucu,udh lah bang jdi dri sndri aja jgn mau niru2 gtu,wong kmu sgtu jg udh gnteng

    Suka

  8. Entah knp aku ngakak bc scene EunHae, mreka berasa real bgt jdi ngabyangin klo kseharian mreka kya gitu. Well dsini si jieun muncul lgi dan aku dongkol lagi 😦
    Hanwoo ya kita samaan bgt suka luhan no 1baekhyun kedua trs si jongin jdiin ketiga hhha.

    Suka

  9. masyaAllah gondog banget baca nya. si jieun gatau diri apa yak. ya emng salah sih hanwoo menginginkan hyukjae tpi kan hyukjae nya udh ga nyaman sma jieun mangkanya hyukjae berpaling…

    Suka

  10. masih ada juga cewek itu di part ini. duuh jadi kesel sendiri. tapi aku lupa sama rambut cotton candy nya hyukjae. kebanyakan ganti gaya rambut sih dia jadinya aku lupa deh wkwk

    Suka

  11. Wihh makin kmri makin bikin penasaran baca part selnjut nya ,, hyuk oppa kalo cembru gemesin bat dahh gak usah ikut gaya gaya luhan hyukk .. lu gitu aja udh bikin orng meleleh 😋😍😍

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s