[3]ReaLove

6803bf27gw1e7i1hnt301j21400p0djw_zpsa0b8c8dc

Author: Hanwoo •Cast: Lee Hyukjae – Hanwoo – and Other Cameo • Genre : Straight – Romance • Length: 3


Hanwoo’s POV
———————
Aku membuka jendela kamar yang sudah seminggu lebih hampir tidak pernah kubuka. Udara kamar yang pengap membuat ruangan kesayanganku tidak mendapatkan udara segar selain AC. Namun apakah AC bisa disebut udara yang segar?
Mataku mulai melirik kebawah memandang setengah perkotaan Seoul yang terlihat dari apartement. Angin siang mulai menyentuh kulitku perlahan. Membuat mataku terpejam secara perlahan. Merasakan angin seperti sedang menyelimuti tubuhku. Udara Seoul yang dingin.
Ketika angin ini menyentuhku aku mulai tersadar akan kesendirianku selama ini. Mengingat terakhir kali dia benar-benar marah padaku hanya karena aku bertemu Luhan sewaktu aku mengantar Hyojin menemui Kriss di SM building. Dia marah sampai kurun waktu yang pada akhirnya tidak pernah mempertemukan kami lagi. Apalagi semenjak perpindahanku ke Bali untuk melakukan observasi dihotel yang menjadi tugasku selama seminggu karena aku kuliah di bidang pariwisata. Tugas itu yang akan menjadi tugas akhirku nanti dan mau tidak mau aku harus mengikuti aturan kampus dimana aku bersekolah.
Hingga kini aku kembali ke Seoul aku benar-benar merasa sendiri. Apa yang harus kulakukan? Apakah dia masih mencintaiku? Aku tahu dia sedang sibuk dan aku sedang sibuk, mungkin ini membuat kami tidak bisa saling mengabari. Lagi-lagi aku mengaku salah dan kalah .. Pada intinya aku tidak bisa kuat jika tidak melihatnya sedetikpun.
***
Eunhyuk’s POV
———————
“Ming ..”
Di dalam pesawat aku uring-uringan memeluk lengan Sungmin. Hari ini keberangkatanku ke Instanbul untuk acara Music Bank.
“Ige Mwoya?” tanyanya menoleh melihatku karena kami sering sekali dapat satu seat di pesawat.
“Aku merindukan Hanwoo.”
“Kenapa kau tidak menelponnya saja atau sekedar memberikan selca lewat kakao talk. Dia pasti akan senang.”
“Bukan itu masalahnya, kami diam-diaman hampir satu bulan.”
Sungmin terkejut menatapku. Sepertinya dia tidak percaya bahwa kami bisa bertengkar selama itu. Habisnya kami jarang sekali bertengkar. Hanya sekali saja Hanwoo benar-benar marah padaku ketika masalahku dengan IU menyebar di media. Dan kini … Apakah aku bisa yang dibilang sedang marah karena kecemburuanku terhadap hobaenimku?
Sudah hampir sebulan kami tidak saling menghubungi. Aku sangat merindukannya. Benar-benar merasa kesal ketika tahu dia tidak menghubungiku sama sekali sejak kejadian aku memergokinya sedang bersama anak-anak EXO di SM building.
“Apakah aku harus menghubunginya lebih dulu?” ujarku dengan volume suara yang pelan. Kutolehkan kepalaku ke luar jendela sekadar menatap awan putih yang tersibak oleh pesawat ini.
Hanwoo’s POV
——————–
Aku memasukkan buku-bukuku ke dalam tas setelah Kim Dong In dosenku menyudahi pelajarannya. Helaian rambut panjangku mulai terjatuh perlahan-lahan ketika aku menunduk. Kuselipkan helaian rambut di telinga. Mataku kemudian melihat sebatang cokelat dengan bungkusan merah diatas meja yang membuatku menghentikan kegiatan memasukkan bukuku.
Kuangkat kepala dan sedikit terkejut melihat Kim Dong In berdiri di depanku dan kusadari hanya tinggal kami berdua yang tersisa di dalam kelas. Aku mulai salah tingkah dibuatnya. Bukannya karena aku mempunyai perasaan pada dosen muda yang rumornya masih single ini. Tapi karena kudengar-dengar Kim Dong In menyukaiku.
Aku hanya mendengar dua orang temanku menggosipkan hal ini sewaktu aku masih di kamar mandi. Sangat lama berada di dalam bilik karena kurasa jika aku keluar suasana pasti akan menjadi canggung jadi kuputuskan untuk menguping percakapan mereka walaupun aku tahu ini perbuatan yang tidak baik Mereka terus bercakap seolah-olah sirik denganku karena Kim Dong In menyukaiku. Tahu darimana mereka Kim Dong In menyukaiku? Sepertinya mereka salah satu penggemar dosenku itu.
Memikirkan lagi perkataan mereka. Tidak tahu apakah benar atau tidak, tapi sepertinya benar juga karena aku merasa ada yang aneh dengan pria itu akhir-akhir ini yang menjadi lebih perhatian padaku.
Dia mengembangkan senyumnya yang sangat manis. “Ini untukmu ..”
Dengan gugup aku membalas senyumnya kemudian mengambil cokelat itu lalu memasukkannya ke dalam tas pinkku yang bergaya Jestina. Aku tahu cokelat itu cokelat import. Hanya tidak enak saja jika menolaknya. Dia sudah berbaik hati memberikanku cokelat.
“Kamsahamnida.” Ujarku sambil berdiri hendak pulang.
“Apa kau ingin pulang bersamaku?” tanyanya langsung. Apa yang harus kujawab?
***
Aku menundukkan kepala ketika Kim Dong In hendak pulang sekadar memberi hormat padanya. Oh ya, aku lupa menjelaskan bahwa Kim Dong In ini sedikit mirip Kim Min Jong versi muda. Artis pemeran Gentleman Dignity itu. Bentuk wajah dan matanya yang membuatnya mirip dengan actor yang pernah main di drama yang ratingnya sangat tinggi itu. Tubuhnya tinggi dan sedikit atletis mungkin dia rajin membentuk badannya setiap sore.
“Kau tidak usah formal seperti ini. Umur kita hanya beda lima tahun, kan?”
“Tapi kau tetap dosenku walaupun umur kami berbeda lima tahun.” Jawabku.
“Hmm.. Baiklah jika di kampus mungkin aku memang dosenmu, tapi jika berada di luar areal kampus, seperti ini misalny, panggil aku Dong In. Kita bisa berteman.”
“Kau aneh, mana bisa seperti itu, Dong In-ssi.” Aku meledek membuatnya malah tertawa. Apakah dia mengerti dengan ucapanku? Aku mulai memanggilnya Dong In-ssi.
“Itu kau bisa menyebut nama kecilku..”
“Haha. Terima kasih sudah mengantarku.”
“Lain kali aku boleh mengantarmu lagi, ya !”
Aku tersentak. Ingin menolaknya tapi aku malah iba. Kepalaku mengangguk secara perlahan tapi pasti membuatnya tersenyum lebar. Aku hanya tidak enak menolaknya karena dia adalah dosenku. Mungkin saja dia ingin berteman. Tapi disisi lain aku juga iba karena aku mempunyai kekasih rahasia yang orang lain tidak boleh ada yang tahu bahwa aku berpcaran dengan seorang idol.
Eunhyuk’s POV
———————
2013 Instanbul
Aku tengah sibuk menjepretkan diri di depan camera handphoneku hendak membuat selca untuk kukirimkan pada Hanwoo. Tapi aku tidak mendapat moment yang bagus hingga aku lelah sendiri dan membuang handphoneku ke sembarang tempat. Kurebahkan diri di atas kasur. Lalu uring-uringan lagi.
“Begitukah kau ketika Hanwoo tidak menghubungimu, Hyuk? Apa aku perlu menghubungi Hanwoo mengatakan bahwa dia telah membuat sahabatku uring-uringan seperti ini?” Donghae datang menanyaiku dan ikut merebahkan diri disampingku. Kebetulan aku sekamar dengannya.
“Yak!! Kau tidak perlu ikut campur, Hae. Biarkan seperti ini. Aku sedang menikmatinya.”
Kudengar Donghae mendesis. Dia meledekku. Bahkan desisannya lebih buruk dari seekor kucing.
“Apa kalian masih bertengkar?”
“Mmm..”
“Karena IU?”
“Anio.”
“Lalu?”
“Aku memergokinya dia bersama Luhan dan Kai.”
“MWOYAAAA?! Sudah sejauh itu? Hanwoo benar-benar akan melupakanmu?”
“Mollayo. Kami tidak ada saling menghubungi semenjak saat itu.” Aku terdengar pasrah.
“Kau harus menghubunginya lebih dulu Hyukie. Apa susahnya hanya menghubunginya saja .. Mana ponselmu? Aku yang akan menghubunginya !” Donghae bangkit untuk mencari handphoneku. Aku juga ikut bangkit mengambil handphoneku terlebih dulu lalu menyembunyikannya di kantong celanaku.
“Anio. Kau tidak boleh ..”
“Aiishh … Kau keras kepala Hyuk. “
Hanwoo’s POV
——————–
Hampir beberapa hari ini Kim Dong In terus mendekatiku. Ini membuatku sedikit risih karena teman-temanku berkomentar yang tidak-tidak mengenaiku. Apalagi nilai mata kuliahku yang diajarkan olehnya akhir-akhir ini meningkat. Mereka tidak tahu bahwa aku belajar keras untuk itu. Mereka pikir aku memanfaatkan pria ini?
“Oppa, mulai besok aku akan berangkat sendiri. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku.” Begitulah aku menyapanya akhir-akhir ini sesuai dengan permintaannya yang memintaku memanggilnya dengan sebutan oppa.
“Ah jinja? Apa kau merasa tidak enak karena aku mengantarmu pulang selalu? Jika iya aku..”
“Ah anio anio .. Bukan seperti itu maksudku hanya saja aku..”
“Ah jangan bergerak! Cakkaman.. Kecoa hinggap di bahumu, pssst..”
“K-kecoa..?”
Aku tidak berkedip masih tidak bisa membayangkan bagaimana kecoa itu hingga di bahuku. Kenapa bisa ada kecoa. Kulihat tangannya menyentuh bahuku tapi kurasakan kecoa itu mulai merayap di bagian leherku. Aku memeluk Kim Dong In oppa sambil berteriak karena aku merasa jijik sekaligus takut jika kecoak itu menggigit kulit halusku.
“Oppaaaa tolong singkirkan kecoak itu secepatnya !!” rengekku. Kudengar dia tertawa.
“Mwoya? Kau setakut ini? Kecoanya sudah hilang.”
Kulepas pelukanku lalu menutup wajahku dengan kedua tanganku. Aku benar-benar malu jika seperti ini. Kecoa memang binatang yang paling tidak aku sukai selain hewan melata. Melihatnya saja sudah enggan apalagi harus menerima mereka hinggap di salah satu bagian tubuhku. Sebenarnya ini sedikit menyimpang dengan umurku yang sudah menginjak 21 tahun.
“Kau sangat lucu.” Ujarnya dengan senyuman. Melihatnya aku benar-benar tahu bahwa dia tertarik padaku. Tatapannya menyiratkan bahwa aku adalah gadis tercantik baginya. Aku bisa membacanya ketika matanya berbinar-binar menatapku. Tangannya menepuk pundakku.
“Apanya yang lucu? Kau meledekku.” Elakku mengalihkan pembicaraan. Tiba-tiba tanpa sadar seseorang telah menarik tanganku kasar hingga badanku sedikit berbalik menghadap seorang namja yang sedang menatapku marah. Lee Hyukjae sedang berdiri di hadapanku saat ini dengan raut muka yang tidak bersahabat menatapku. Kenapa dia ada disini?? Eotteoke? Bagaimana jika Dong In tau yang sesungguhnya? Belum lagi masalah kami sebulan yang lalu ketika dia merasa cemburu dengan hobaenimnya. Apa yang harus kukatakan?!
Author’s POV
——————-
Sepulangnya dari Instanbul Lee Hyukjae memutuskan untuk datang ke apartement Hanwoo. Dia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Hanwoo. Masalah bagaimana sebenarnya hubungan mereka saat ini. Jujur dia sangat merindukan yeojanya dan ingin melihatnya sebelum besok kembali harus menjalani tugas sebagai seorang penyanyi dari boyband yang masih Berjaya di dunia.
Sambil menggenggam buket bunga mawar yang dipinggirnya diberi sedikit hiasan bunga baby breath kesukaan Hanwoo. Dia ingin menjadi namja yang manis malam ini. Kakinya dengan cepat berjalan di lorong menuju kediaman Hanwoo.
Tapi sampai disana dia melihat sepasang namja dan yeoja sedang berbicara di depan pintu. Mereka terlihat asyik tanpa tahu atau mendengar derap langkah Hyukjae yang datang. Hyukjae memelankan langkahnya ketika melihat sikap namja itu terlalu berlebih kepada sang yeoja. Dalam hatinya dia bertanya siapa namja asing yang seenaknya menyentuh tubuh kekasihnya, Hanwoo. Dalam hati dia sangat marah dan kesal ketika melihat reaksi balik Hanwoo yang malah memeluk namja itu. Apa yang mereka lakukan? Hyukjae dengan cepat menarik tangan Hanwoo hingga yeoja itu menatap Hyukjae dengan kejut yang tiba-tiba berubah menjadi gugup.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Hyukjae.
“Kita bisa bicara di dalam, oppa. Kuharap kau tidak salah paham.” Hanwoo mencoba menjawab dengan tenang. Kim Dong In mulai mengernyitkan keningnya. Dia hanya tidak terima Hyukjae mencengkram kasar lengan Hanwoo. Dia bisa melihat dari raut wajah Hanwoo yang sepertinya menahan rasa sakit.
“Jeosong Hamnida, kau bisa bicara baik-baik dengannya tanpa perlu mencengkram tangannya. Hanwoo-ssi terlihat sakit.” Ujar Kim Dong In menyentuh pundah Hyukjae. Mengetahui hal ini Hyukjae mulai terpancing dengan emosinya. Dia tidak ingin disentuh oleh pria ini. Hyukjae mulai melepas cengkramannya dan membenarkan pakaiannya menunjukkan bahwa dia merasa jijik dengan sentuhan Kim Dong In.
“Aku akan pergi jika kalian butuh bicara. Hanwoo-ssi, jika pria ini mengganggumu kau bisa menghubungiku kapan saja. Aku akan pergi jeongmal gomawoyo untuk hari ini.”
“Eumm, oppa cheonmaneyo maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang.”
“Gwenchana.” Kim Dong In hanya tersenyum ketika menatap Hanwoo. Namun ketika dia tak sengaja menatap Hyukjae senyumnya berubah datar. Kim Dong In membenarkan jasnya lalu pergi dari hadapan mereka berdua.
Kepergian Kim Dong In masih membuat suasana di lorong apartement menjadi aneh dan dingin. Hanwoo membalikkan badan hendak membuka pintu tapi Hyukjae menarik tangannya hingga yeoja itu membalikkan badannya lagi mendekat ke arah Hyukjae. Mereka saling tatap. Hanwoo yang menatap Hyukjae lemah sementara Hyukjae menatap Hanwoo dengan tatapan tajam seperti mata serigala.
“Jadi begitu ..”
“Tidak bisakah kita membahasnya di dalam? Aku peduli pada privasimu.” Ujar Hanwoo datar.
*
Suasana di dalam apartement semakin menjadi ketika Hanwoo dan Hyukjae hanya berjalan beberapa langkah setelah pintu ini tertutup dengan sendirinya karena bantingan Hyukjae yang begitu keras. Hanwoo sempat memejamkan matanya entah perasaan takut yang mulai menyelinap ke dalam dirinya. Hyukjae mulai mendekati Hanwoo lalu menarik tangan yeoja itu secara kasar. Dia tidak pernah lembut jika seperti ini. Dia sedang berpikir panjang mengenai bagaimana perasaan Hanwoo terhadapnya. Dia hanya merasa dipermainkan.
“Dengarkan aku.. Selama ini aku selalu bertanya-tanya pada diriku, apakah aku benar mencintaimu ketika belakangan ini kita tidak pernah saling menghubungi. Aku mencari tahu dari hari ke hari dan terus memikirkanmu hingga akhirnya aku mengerti dengan diriku sendiri bahwa aku masih mencintaimu sama seperti dulu. Dengan percaya diri aku datang hari ini untuk memastikan bagaimana tentang hubungan kita, dan juga mengenai bagaimana perasaanmu kepadaku apakah masih sama, aku ingin tahu. Tapi apa yang kudapat? Malah sebaliknya. Kau mengkhianatiku dua kali. DUA KALI !!!” emosi Hyukjae. Dibentak seperti itu Hanwoo membesarkan pupil matanya. Mencoba bertahan dengan prinsipnya untuk tidak mengeluarkan air matanya walaupun dia tahu dia sedang gugup dan takut karena mendengar ucapan Hyukjae.
“Lalu kau menyalahkanku, oppa? Kau tidak bertanya baik-baik padaku tapi malah membentakku? Namja macam apa kau?!”
Hyukjae melepas cengkramannya dengan kasar lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya bahwa dia benar-benar lelah.
“Baik, kalau begitu aku bertanya padamu. Siapa pria itu? Ada hubungan apa dia denganmu? Apakah dia pacar barumu?” Lee Hyukjae tersadar akan ucapannya dan menyeka Hanwoo yang hendak mengucapkan sesuatu. “Ooh cakkaman..! Pacar baru? Pantas saja kau tidak menghubungiku selama hampir sebulan setelah dari perselingkuhanmu dengan Luhan.”
“Berhentilah menuduhku !! Aku tidak berselingkuh dengan Luhan, aku juga tidak ada keinginan untuk berselingkuh dari namja lain !!”
“Tidak ada? Lalu yang tadi itu apa?! Kalian begitu dekat seolah-olah kalian saling menyukai.”
“Oh ya? Bagaimana jika pendapatmu salah?”
“Aku sangat mengenalmu, Lee Hanwoo !”
Lee Hanwoo mendesis mendengarnya. Dia merasa hatinya sangat sakit. Sebenarnya dia merasa tidak enak dengan ucapan Hyukjae yang mengatakan bahwa dia mengetahui dirinya dengan baik, tapi pada kenyataannya pikiran kekasihnya mengenai dirinya salah.
“Kenapa kau tidak menjawab? Apakah semua itu benar? Benar bahwa kau menyukainya? Kau sudah bosan denganku?”
Hanwoo benar-benar tidak menjawab. Dia hanya memandangi wajah Hyukjae dengan lelah. Wajah yang terlihat sangat kurus. Mata yang terlihat lebam bukan karena dia suka berkelahi namun karena penyakit imsomnianya yang pasti kumat lagi akhir-akhir ini. Style nya juga tidak pernah terlihat baik belakangan ini. Hyukjae tidak mengganti pakaiannya beberapa hari dan terlihat memakai baju yang sama, Hanwoo tahu itu. Walaupun dia tidak menghubungi Hyukjae belakangan ini, walaupun dia terlihat sibuk akhir-akhir ini, namun tetap dia tahu siapa dirinya yang telah menjadi kekasih dari seorang dancer itu.
Tapi ketika masalah ini datang, tiba-tiba rasa sayang itu sedikit sirna. Dia mengingat bagaimana Hyukjae terlalu cemburu padanya belakangan ini. Dia merasa Hyukjae tidak mempunyai kepercayaan terhadapnya. Melihat dia menahan sakit karena merindukan namja ini hampir sebulan, itu membuatnya berpikir ulang, apakah hubungan ini terlihat baik jika dilanjuti?
“Kita hentikan saja..” ujar Hanwoo. Hyukjae terdiam. Entah apa yang ada dipikirannya. Kepalanya begitu berat mencerna ucapan Hanwoo barusan.
“Aku lelah, oppa. Aku senang jika kau cemburu seperti ini. Kau terlihat manis karena terlihat sangat-sangat menyayangiku. Bahwa aku adalah satu-satunya yeojamu yang tidak boleh sama sekali mengenal namja lain selain dirimu. Tapi disisi lain aku merasa tersakiti karena ucapanmu. Manismu menghilag seketika karena kau sedikit kasar hari ini. Dia adalah dosenku, Kim Dong In, mengajar kepariwisataan. Pria itu memang menyukaiku tapi aku bertahan disisimu. Aku juga merasa iba belakangan ini bertanya-tanya pada diriku sendiri kenapa kau tidak menghubungiku. Dan hanya karena kecoa yang menempel di tubuhku kau bisa semarah ini padahal aku dan dia tidak ada keinginan buruk. Hanya saja waktu yang tidak pas. Kau datang disaat yang tidak tepat dan aku juga salah disaat yang tepat.”
“Jadi sekarang aku yang salah?”
“Aku tidak ada menyalahimu!”
Kini gantian Hyukjae yang diam. Pria itu memperhatikan wajah Hanwoo dengan sangat baik. Dia hanya berpikir bagaimana untuk membuat yeoja ini berhenti menangis. Wajahnya sudah basah. Hyukjae menarik napas dan mengambil sebuah kesimpulan.
“Baiklah. Kita hentikan saja hubungan kita sampai disini.”
Hanwoo benar-benar tidak percaya bahwa ucapan itu keluar dari mulut Hyukjae. Kepalanya campur aduk. Rasanya dia seperti ingin memuntahkan semua isi kepalanya. Perutnya terasa mual. Membayangkan jika hari esok dia terbangun tanpa status seseorang yang tengah memiliki kekasih. Bukan masalah status yang dipikirkannya, tapi masalah hatinya yang sejujurnya masih mencintai Hyukjae dengan sangat. Masalah keinginannya yang berharap Hyukjae akan mengalah lalu memeluk dan menciumnya tapi malah berbanding terbalik. Dia tidak bisa menangis lagi. Hyukjae meninggalkan senyum sebelum akhirnya dia memilih pergi meninggalkan tempat ini tanpa kata.
Hanwoo terjatuh lemas di lantai. Dia mencoba menangis sekeras-kerasnya. Meremas kuat kerah kemejanya erat-erat bahwa dia tidak tahu harus berpegangan pada siapa lagi. Sementara itu Lee Hyukjae masih bersandar di daun pintu apartement Hanwoo. Hanya mencoba mendengar tangisan Hanwoo yang sangat keras. Hatinya juga masih terasa sakit. Dia hanya lelah saja. Matanya terpejam hingga membuat setitik air mata mengalir membasahi pipinya.
*
Hyojin melangkah di sepanjang jalanan Seoul. Wajahnya juga terlihat sangat lelah. Bahkan dia menunduk tidak melihat jalanan yang justru akan membahayakan dirinya. Setelah bertemu seseorang yang membuatnya patah hati, kebetulan Lee Hanwoo juga menelponnya menyuruhnya untuk datang ke apartementnya. Akhirnya dia memutuskan untuk berdiam diri di apartement Hanwoo.
Sesampainya disana dia benar-benar heran melihat Hanwoo yang kacau balau. Seperti baru saja mengalami bencana alam. Hanwoo seperti dihempas angin tornado. Dia terlihat sangat-sangat kacau dengan mata sembabnya yang sepertinya kebanyakan menangis.
“Apa yang sedang terjadi?” tanya Hyojin. Mereka berdua duduk di sofa panjang berwarna merah saling berhadap-hadapan.
“Aku dan Hyukjae oppa baru saja mencari sebuah keputusan yang mungkin sangat baik.” Kenang Hanwoo. Dia tidak menatap mata Hyojin. “Aku dan dia sudah putus.”
Saat itu juga Hyojin mengerti bagaimana mata Hanwoo yang sembab. Dia merasa hari ini Hanwoo terlihat seperti dirinya. Patah hati. Hyojin tidak tahu apa masalah mereka kenapa bisa putus begitu saja, tapi yang dia tahu adalah Hanwoo benar-benar mencintai Hyukjae selama ini. Hyojin memeluk Hanwoo dengan tangis. Entah dia menangisi Hanwoo karena terlalu kasihan atau dia menangisi dirinya yang ditolak seseorang tadi.
“Kenapa kau menangis Hyo? Kau tidak mungkin menangisiku kan, jika tidak terjadi sesuatu padamu?” tanya Hanwoo yang langsung tahu Hyojin sepertinya juga sedang mengalami sesuatu.
“Aku berpikir bahwa semua pria itu begitu kejam.. Kriss menolakku.”
Hanwoo hanya memikirkan ucapan Hyojin yang mengatakan bahwa pria begitu kejam. Sementara Hyojin tetap menangis layaknya wanita jika patah hati. Hanwoo memeluk Hyojin erat. Dia sangat mengerti dan menyadari bahwa di dalam ruangan ini ada dua yeoja yang sedang sakit hati karena namjanya masing-masing.
*
Kangin sedang asyik merebahkan diri di sofa. Dengan hanya memakai singlet biru dongker dan boxer hitam matanya terpejam tanpa terusik sedikitpun dengan kegaduhan yang dibuat Cho Kyuhyun dan Lee Donghae yang sedang asyik bermain wii Mario cart. Mereka berdua duduk di lantai tanpa sadar bahwa Hyukjae masuk dengan langkah gontai memegang hodienya di tangan.
“Yaaak Yaak Yaak mati kau Lee Donghae, nyiahahaa!!” Dasar Kyuhyun memang evil dia sangat senang melihat avatarnya mengeluarkan senjata pamungkas dan menyerang Donghae membuat avatar Donghae dengan mobilnya berputar-putar terhuyung-huyung karena terkena serangan dari Kyuhyun. Donghae yang tidak terima membanting stick wii nya ke lantai lalu mendorong Kyuhyun.
“Kau curang ! Kau selalu curang dalam hal ini Kyu !” Donghae tidak terima.
“Yak hyung ! Apanya yang curang? Aiiish kau sungguh memalukan bermain secara tidak sportif” Kyuhyun tidak terima dirinya dituduh curang dan malah mengumpat hyungnya. Sementara Kangin masih nyenyak dengan tidur dan dengkurannya yang sama sekali tidak terusik dan sepertinya malah bermimpi yang sangat indah. Donghae tidak sengaja menoleh kea rah Hyukjae yang melewatinya.
“Hyuk ..” sapa Donghae. Tapi Hyuk tidak menjawab malah masuk ke dalam kamarnya. Dia membanting pintu dengan keras membuat Kangin terbangun dari tidurnya.
“YAAAAK KALIAN BERDUA BERHENTILAH BERMAIN DAN LEKAS TIDUR!!!” teriak Kangin yang malah menyalahkan Kyuhyun dan Donghae yang tidak bersalah.
*
Di dalam kamar dengan lampu yang redup Hyukjae merebahkan dirinya di atas ranjang. Sungguh dia lelah sekali mengingat hari ini. Mengingat bagaimana dia cemburu terhadap pria yang bernama Kim Dong In itu dan pertengkarannya dengan Hanwoo yang membuat suatu keputusan tanpa duga bahwa hari ini mereka sah untuk tidak bersama lagi.
Sementara itu Hanwoo tidur bersama Hyojin dengan arah berlawanan. Hyojin sudah mematikan lampu mejanya sementara lampu Hanwoo masih menyala. Itu tandanya Hanwoo belum tertidur. Bahkan dia lupa bagaimana cara tidur yang baik. Pikirannya terlalu berat untuk hari ini.
Hyukjae membuka handphonenya kemudian membuka galeri. Jemarinya bergerak menyentuh layar ke atas dan ke bawah. Dia memperhatikan sebuah foto seorang wanita yang tak lain adalah Hanwoo. Jemarinya dengan cepat mencoba menghapus foto tersebut, namun gagal.
Sementara pagi-pagi sekali Hyojin terbangun karena terusik dengan suara-suara yang membuatnya tersadar dari bunga tidurnya. Hyojin duduk di ranjang mengucek-ucek matanya yang tidak gatal namun agar dia bisa melihat dengan baik. Kepalanya celingukan melihat Hanwoo sedang duduk di lantai memandang sebuah lukisan dengan gambar dirinya dengan Lee Hyukjae.
“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Hyojin. Hanwoo sempat menoleh setelahnya dia memasukkan kanvas itu ke dalam kardus.
“Eum.. Kau sudah bangun?”
“Mmm.. Aku mendengar suara-suara yang ternyata kau.”
“Miane. Silakan tidur lagi.”
“Hmm.. Kurasa aku akan tidur lagi, aku masih ngantuk.” Hyojin kemudian merebahkan dirinya di kasur tanpa memperdulikan kesibukan Hanwoo di pagi buta.
*
Tepat pukul 9 siang, di dalam bis..
“Gwenchana?” tanya Hyojin menatap Hanwoo yang sedari tadi menoleh kea rah jendela. Hanwoo menoleh ke arah Hyojin. Dia mencoba tersenyum agar sahabatnya itu tidak terlalu mengkhawatirkannya.
Hanwoo menunduk menatap kotak berwarna shappire blue yang dia bawa. Di dalamnya berisi kenangan-kenangan dia bersama Hyukjae. Rencananya dia akan datang ke dorm Suju untuk membawa kotak kado yang dipangkunya pada pria itu. Dia rasa dia harus menghentikan kisah cintanya mulai saat ini.
“Jika kau sedih kau harus mendengarkan ini..” ujar Hyojin memberikan salah satu kabel headsetnya yang berwarna hitam.
“Kau ingin aku menangis lebih banyak? Anio. Aku tidak ingin mendengarkan lagu.” Tolak Hanwoo sambil menggeleng-geleng. Tangannya menepis pelan pemberian Hyojin. Yeoja yang lebih tinggi dari Hanwoo itu mengedikkan bahunya lalu memasang headsetnya di kuping kanannya.
“Baiklah.” Ujar Hyojin.
Sesampainya di dorm Suju. Ryeowook yang membukakan pintu dan disambut hangat Lee Sungmin yang hendak pergi mandi. Berbeda dengan Ryeowook yang sudah sangat harum. Hanwoo dan Hyojin dipersilakan duduk oleh Ryeowook di sofa. Ryeowook menceritakan bahwa member lain masih tidur termasuk Hyukjae. Hanwoo bangkit dengan tidak enak hati.
“Tidak usah dibangunkan.. Aku hanya menitip ini pada Hyukjae oppa. Tolong berikan padanya. Aku hanya sebentar saja. Hyojin memintaku untuk mengantarnya belanja di Myungdeong.”
“Ooh.. Baiklah. Aku akan menyampaikannya nanti jika hyung sudah bangun. Kalian tidak ingin makan dulu? Aku membuat toast egg, sangat enak. Kau terlihat pucat, Lee Hanwoo.”
“Anio gwenchana oppa. Lain kali aku janji akan mencicipi masakanmu. Kami harus pergi.”
*
“Mengantarkan aku belanja ke Myungdeong? Lalu disinikah kita sekarang?” protes Hyojin. Mereka kini sedang berada di kedai langganan yang terletak di dekat area apartement Hanwoo. Hanwoo hanya menunduk menatap caffucino hangatnya. Kedai ini pagi-pagi terlihat sangat sepi berbeda jika malam hari tiba. Hanya suara TV yang menyesakkan isi ruangan yang tidak terlalu besar ini. Tiba-tiba salah satu acara TV memutar MV terbaru EXO-GROWL. Hyojin menggeprak meja membuat Hanwoo terkejut.
“Kau itu kenapa?” tanya Hanwoo.
“Aku benci MV ini ! Aku benci ketika dia menolakku! Awas saja jika suatu saat dia menyukaiku!”
Tiba-tiba Handphone Hyojin bergetar. Hyojin memeriksa handphonenya dan dia sangat gembira sekali tahu-tahu mendapat pesan dari Kriss.
“Kau bisa datang ke dorm ku jam 8 malam. Aku harap kau mengenakan pakaian yang cantik. Dia mengirimkan pesan ini padaku Hanwoo-ya!! Aku ingin menangis !!”
“Apakah dia secepat itu mengakui kesalahannya?” tanya Hanwoo yang sedikit curiga dan merasa aneh.
“Gwenchana.. Aku sangat bahagia.” Hyojin memeluk Hanwoo. Sementara Hanwoo tidak menjawab panggilannya sedari tadi. Kim Dong In sedang mengkhawatirkan dirinya. Dia sedang berdiri menunggu di depan apartement Hanwoo. Dia merasa tidak enak dengan kejadian kemarin dan ingin meminta maaf jika itu mengganggu Hanwoo. Namun Hanwoo tidak mengangkat teleponnya sedari tadi.
*
Lee Hyukjae hanya menatap benda-benda yang diberikan Hanwoo padanya. Sebuah boneka minions berwarna kuning yang baru-baru ini dia belikan untuk Hanwoo karena yeoja itu sangat menyukai tokoh minions dalam film despicable me. Sebuah cincin yang dia lepas begitu saja. Cincin yang Hyukjae berikan untuk dijaga dengan baik dan kini dia menyerahkannya begitu saja. Sebuah handphone strap berbentuk hati yang juga pernah dia berikan, sebuah jepit rambut, lipstick merah, bunga mawar yang sudah mongering, novel..
“Baiklah! Baiklah jika kau ingin melupakanku! Jika kau bisa mengacuhkan seorang Lee Hyukjae!” kesal Hyukjae pada dirinya sendiri yang melempar kotak shappire blue pemberian Hanwoo ke lantai.
*
Hanwoo pulang sendirian tanpa Hyojin karena yeoja itu sedang prepare untuk ke dorm EXO. Entah kenapa Kriss mengundang Hyojin untuk datang ke dorm jam 8 malam. Namja itu apakah benar ingin berbaik hati pada yeoja yang ditolaknya?
Dari kejauhan Hanwoo melihat sosok pria yang sedang berdiri di depan pintu. Kim Dong In menatapnya ketika mendengar derap langkah seseorang. Hanwoo yang berniat membalikkan badannya untuk kabur tidak jadi.
Di café Z&M disinilah Hanwoo dan Kim Dong In berada. Hanwoo menatap oolong teanya. Sementara Kim Dong In tidak henti-hentinya menatap yeoja dihadapannya. Dia hanya penasaran pada Hanwoo yang penuh kejutan. Dia hanya tidak menyangka bertemu Lee Hyukjae penyanyi dari boyband super junior itu di apartement Hanwoo kemarin.
“Gwenchanayo?” tanya Dong In. Hanwoo mengangkat wajahnya sekadar untuk menatapnya sebentar lalu menunduk lagi sambil tersenyum. Kepalanya mengangguk pelan.
“Umm. Gwenchanayo.”
“Kau tidak mengangkat telponku. Apa terjadi sesuatu padamu?”
“Anio ..” Hanwoo menggeleng.
“Hey, kau masih bisa mengatakan anio padaku? Siapa namja itu kemarin? Ya aku tahu dia Eunhyuk Super Junior, tapi … Tidak bisakah kau memberitahuku? Apa.. Apa kalian berpacaran?”
Ditanyai seperti itu tentu saja Hanwoo berpikir keras apakah dia harus mengumbar hubungannya pada namja yang baru dikenalnya.
“Baiklah jika kau masih belum ingin memberitahu. Tapi aku yakin kau dan dia ada sesuatu.. Apa kau takut aku akan menyebarkannya? Jika ternyata kau berpacaran dengannya mungkin aku harus menemui namjamu itu agar dia tidak salah paham. Apa dia memarahimu? Dia memukulmu?”
Mendengar ucapan Kim Dong In, hati Hanwoo seperti teriris mendengarnya. Pria dihadapannya begitu baik. Begitu bertanggung jawab. Hanwoo menggeleng mencoba menatap mata Kim Dong In.
“Miane oppa, sebelumnya aku tidak jujur padamu. Tapi apa yang harus aku lakukan jika kau tahu namjachinguku adalah seorang artis papan atas?”
“Umm.. Aku mengerti. Kau tidak mungkin merusak privasinya.”
“Miane..”
“Gwenchana. Kau baik-baik saja? Aku sangat khawatir. Mungkin aku akan pergi meminta maaf padanya.”
“Anio, tidak usah. Kami baik-baik saja.”
Kim Dong In terdiam. Dia merasa menyerah dan berpikir untuk yang kedua kalinya apakah dia harus merusak hubungan seseorang demi kebahagiaannya?
*
Dorm EXO , 8PM
“Aku bingung ! Sangat bingung !” teriak Kriss.
“Waeyo?” tanya Yixing.
“Kenapa yeoja itu tidak membalas pesanku?”
“Nuguya? Choi Hyojin?”
Kriss mendelikkan mata. “Jangan sebut yeoja agresif itu !”
“Lalu siapa? Manager hyung?” tanya Yixing penasaran.
“Siapa lagi kalau bukan yeoja yang disukainya. Trainer bernama Seulgi itu.” Beber Luhan yang sedari sibuk dengan ipadnya. Tiga pria itu sedang duduk di meja makan. Sementara member lainnya mempunyai kegiatan sendiri. Ada yang sedang tidur di kamar, ada yang sedang pergi gym.
“Yak ! Bukannya dia menyukai kyu sunbaenim? Hati-hati kau jangan seperti kisah Luhan yang tertangkap basah sedang berbicara dengan kekasih Hyukjae hyung!” Entah angin apa yang membawa Kai datang dan ikut duduk disamping Kriss.
“Jinjayo?” Kriss mendelik dengan logatnya.
“Ne. Ternyata Hanwoo-ssi menyukai Luhan dan Hyukjae hyung cemburu berat. Bukankah kau juga ada di tempat sebulan yang lalu?”
“Aku tidak tahu.” Bantah Kriss.
“Kau mana pernah peduli.” Mulailah Kai dan Yixing bergosip sementara Kriss dan Luhan tidak ingin bergabung. Luhan sedang asyik melanjutkan permainannya sementara Kriss beranjak untuk membukakan seseorang pintu karena bel pintu dorm ini berbunyi.
*
Dua jam Hanwoo pergi bersama Kim Dong In. Pria itu akhirnya kembali mengantarkan Hanwoo sampai apartementnya. Hanwoo membuka seatbeltnya dan hendak bergegas.
“Kau tidak usah mengantarku lagi, oppa. Terima kasih untuk hari ini dan pengertiannya. Aku minta maaf untuk yang kemarin.”
“Gwenchana. Setidaknya aku bisa menjadi temanmu. Jika kau butuh bantuanku jangan sungkan-sungkan untuk mengatakannya padaku.”
Sejenak Lee Hanwoo sempat terpesona pada Kim Dong In karena merasa pria itu sangat baik dan merasa nyaman karena rasa terlindungi itu ada jika disebelahnya. Namun apa daya dia tidak bisa menerima cinta Kim Dong In. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan Lee Hyukjae secepat ini seperti kereta api express yang berjalan sangat cepat ke tempat tujuan. Dengan cepat bibir Kim Dong In mengecup pipi kanan Hanwoo. Merasa pipinya basah karena dugaan bahwa Kim Dong In menciumnya, yeoja itu terkejut sampai mendelikkan matanya. Mulutnya ternganga.
“Tidak usah terkejut. Anggap saja itu semua hadiah karena kau menolakku. Sayangnya kau menolakku. Jika kau menerimaku kau akan merasakan yang lebih lagi.” Ujar Kim Dong In sambil tertawa. Dia berencana menggodai Hanwoo. Hanwoo menoleh ke arahnya. Tatapannya berubah sangat tajam seperti harimau yang siap menerkam mangsanya. Kim Dong In tahu sesuatu akan terjadi. Tangannya mengacak-acak rambut Hanwoo.
“Pulanglah.”
“Yaaaak Kim Dong In !!! Kau jangan kurang ajar!!!” Hanwoo memukul Kim Dong In membuat pria itu mengaduh-aduh antara sakit dan risih.
*
Hyojin duduk di atas rumput. Mata sendunya menatap air yang mengalir di sungai Han. Hari sudah sangat gelap. Bintang-bintang bertaburanpun terlihat di langit menemani sang bulan. Mereka bersinar seperti tersenyum. Tersenyum pada seseorang yang ingin merasakan kematian untuk saat ini. Dia mengambil handphonenya lalu mengetik pesan untuk seseorang.
Setelah berhasil mengirim pesan dia membuang Samsung galaxy note 3 nya ke dalam sungai tanpa peduli bagaimana hari esok. Dia merasa kekecewaan yang sangat besar. Dia merasa amarahnya memuncak karena seorang pria yang sangat dia sukai namun tidak memiliki manner yang dia pikir dia adalah seorang pangeran di negri dongeng, impiannya selama ini.
“Kriss.. Aku membencimu..”
Hyojin menunduk memeluk pahanya. Dia menangis dalam dekapannya sendiri. Dia tidak ingin beranjak dari tempat ini. Dia tidak ingin bertemu siapapun kecuali dirinya sendiri. Dia tidak peduli akan bahaya yang menghadangnya jika ada seseorang penjahat datang untuk menculik atau membunuhnya. Justri dia ingin semua itu terjadi.
*
Hanwoo menyetir mobilnya dalam keadaan gawat. Sesaat dia hendak tertidur lalu terbangun karena mendapat pesan dari Hyojin yang mengatakan dia ingin mati. Dia mencoba menghubungi handphone Hyojin namun tidak aktif. Dia yakin yeoja itu pasti sedang bermasalah dengan Kriss. Hanwoo tidak tahu harus menghubungi siapa lagi kecuali datang ke dorm superjunior untuk meminta alamat dorm exo.
Dia mencoba menelepon Sungmin tapi handphonenya tidak aktif. Dia mencoba menghubungi Ryeowook manajernya mengatakan bahwa dia sedang siaran di sukira. Keputusan terakhir demi Choi Hyojin sahabatnya yang paling baik. Sebelum kematian itu terjadi .. Dia berjanji akan rela jika harus bertemu Lee Hyukjae mantan kekasihnya itu.
*
Sungmin sedang menghapal skrip musical di ruang tengah. Dia sedang fokus dengan poninya yang dijepit kebelakang dengan jepitan hitam membuatnya terlihat seperti seorang yeoja. Dorm suju terlihat sepi hanya ada Eunhyuk dan Sungmin.
Eunhyuk sedang duduk diseberang Sungmin. Dia mendengarkan headsetnya. Mendengarkan lagu yang belum tentu dia dengar. Dia hanya ingin menutup dirinya dengan cara itu agar Sungmin tidak terlalu khawatir pada dirinya yang sedang tidak baik.
“Hyuk ..” panggil Sungmin.
“Heum??”
“Bukakan pintunya.”
“Mwo?”
“Kau tidak mendengar suara bel berbunyi? Aku sedang menghapal.”
Eunhyuk melepas headsetnya dan mulai mendengar suara bel yang tadi tidak didengarnya. Eunhyuk bangkit kemudian membuka pintu. Kedua orang ini sama-sama terkejut dan tidak bisa berkata apa. Hanya memori kenangan masa lalu yang terlintas ketika mata mereka saling pandang. Hanwoo tiba-tiba menunduk.
“Aku ingin mencari Sungmin oppa.”
“Benarkah kau ingin mencari Sungmin? Atau alasanmu untuk menemuiku?” tebak Eunhyuk.
“Maksudmu?”
Eunhyuk berdecak malas menjawab ucapan Hanwoo. Kepalanya menoleh ke arah Sungmin lalu menoleh lagi ke arah Hanwoo.
“Dia sedang sibuk dan tidak bisa diganggu. Besok saja kau kesini.”
“Kau jangan bercanda ! Jika tidak dalam kondisi serius aku tidak akan kesini dan bertemu denganmu! Memuakkan!”
“MWO?!”
“Menyingkirlah!”
Hanwoo mendorong pelan tubuh Hyukjae dengan sikunya lalu melangkah masuk ke dalam dan melihat Sungmin yang sedang sibuk membaca di beberapa lembar kertas putih yang dijepit dengan jepitan hitam.
“Opppaaa!” teriak Hanwoo berlari ke arah Sungmin. Sungmin menoleh ke arah Hanwoo.
“Ige mwoyaaa? Kenapa kau mencariku Hanwoo-ya?” tanya Sungmin.
“Memangnya aku tidak boleh mencarimu?” tanya Hanwoo pura-pura marah. Tangannya dilipat ke dada. Sungmin memincingkan matanya ke arah Hanwoo.
“Kau kan bisa datang pada orang diseberangmu.” Kepala Sungmin tertuju pada seseorang yang duduk di sofa lagi satunya. Eunhyuk dan Hanwoo mulai salah tingkah.
“Tapi aku sedang ingin meminta bantuanmu. Oppaaaa tolong aku, berikan aku alamat dorm exo. Aku ingin mencari seseorang.”
Sungmin menatap Eunhyuk tapi namja itu malah memalingkan wajahnya.
“Hey Hyukjae, apa aku harus memberikan alamatnya pada yeojamu?”
“Oppaa.. Aku benar-benar serius. Kenapa kau tanya padanya? Aku bertanya padamu..”
“Berikan saja. Aku sudah tidak ada hubungannya lagi dengannya.”
Eunhyuk bangkit lalu berjalan keluar dorm meninggalkan dua orang yang tersisa di dalam ruangan. Sungmin menatap Hanwoo.
“Kau bertengkar lagi dengannya? Kau tahu, dia terus memikirkanmu.”
“Buat apa aku memikirkannya? Dia yang meminta mengakhiri hubungan ini.”
“Kau masih saja suka berselingkuh. Sekarang siapa yang kau cari di grup hobaeku itu hah?”
“Oppaaa! Aku tidak menyukai siapapun selain orang itu ! Aku hanya ingin mencari Hyojin. Kau tahu dia menghilang dan mengirimiku sms ingin mati karena sebelumnya dia pergi ke dorm Exo untuk bertemu Kriss. Aku takut Kriss membuatnya patah hati lagi. Kau tidak ingin menolongku?”
*
Eunhyuk bersandar di dinding disamping pintu utama dorm. Tujuannya keluar hanya ingin berbicara pada Hanwoo secara tatap mata tanpa ada yang mengganggu. Mendengar Hanwoo menanyakan alamat dorm exo pada Sungmin benar-benar membuat kepalanya panas. Pintupun terbuka. Dia menoleh kea rah Hanwoo. Mereka saling tatap. Hanwoo menutup pintu membiarkan semuanya berlalu namun Eunhyuk memeluknya dari belakang.
Hanwoo tidak mungkin membiarkan ini terjadi. Dia menepis tangan Eunhyuk dengan kasar. Tapi lagi-;agi Eunhyuk menangkap tubuhnya kemudian memeluknya dari belakang.
“Kau benar-benar memilih Luhan daripada aku?”
“Apa maksudmu?”
“Kau bisa bertanya pada Hyojin masalah dorm exo. Kurasa dia lebih tahu banyak. Lalu apa tujuanmu datang kesini? Karena merindukanku kan?” bisik Hyukjae. Hanwoo merasa geli namun dia tidak ingin main-main untuk saat ini.
“Oppa hentikan semua ini. Aku sedang bergegas.” Hanwoo berhasil menepis Hyukjae kemudian berlalu dari sini.

TBC
Huhuhu special buat Hyojin yaaa. Tanpa kalian cerita ini ndak rame kayaknya.
Nggih monggo di comment yaaa.
Jangan ada yang saling bash loh aku ndak suka.
Oke.
Ini Cuma karangan fiktif belaka yang direkayasa.

Iklan

27 thoughts on “[3]ReaLove

  1. huwarsssssss
    sukak bgt sama jalan ceritanya…nyaman bacanya….
    ini part saling cemburuan n marah2an ya??

    aduh gmana blngnya ya? meskipun bahasanya ngedrama banget….lee hanwoo you’re jjang deh pokoknya. ngedrama tapi bagus…….kyaaaa>///<

    ada bbrapa kalimat yg bikin ngakak. trutama saat hyojin mulai muncul…bahahaha pedalem li dtolak ama kris…..dan apa itu gaya banget isi lempar note 3 ke sungai……buikkkkkk *tangkep pake jaring

    sukak bgt adegan akhir waktu hanwoo nyari sungmin. dapet bgt karakter sungmin..hyukk..n hanwoo dsana…T.T

    cepet lanjutin lan…bikin hyojin hanyut disungai han karna bensin mobil km habis…g ada dagang bensin buka…n telat nyampe sungai han…..

    Lee Hanwoo Saranghae ^^

    Suka

  2. =____________=
    lan..bahasa di part ini kenapa drama banget..
    N HOW COME ADA KECOAK MAMPIR DI BAHU HANWOO HAAAAHHH EEWWWWWWW
    jangan bilang itu kecoak dari nenek yulia -_-
    Kim dong in..role modelnya siapa men ya biar dapet banget…untung km gk pake muka jang dong gun wakaakaka
    Hemeh pedalem hyojin..pedalem..
    KRIS SINI KHE TAK BUNUH ITU PASTI KM SALAH KIRIM KAN? Bete XDDDD pehape

    Itu hyojin dateng pas hanwoo kena badai bukannya ngehibur malah ikutan nangis gr2 patah hati -____-

    Suka

  3. Hyuk itu emosian, cemburuan, tapii jg gengsian..gampang bgt bilang putus pdhl lemah bgt ketika gk ada hanwoo..lucu kekanak kanakan heheh
    Hyuk nya cuekin ajj dulu , mau liat sampe mana dia kuat tanpa hanwoo..trus apa yg bakal dia lakuin (bayangin sendiri lanjutan ceritanya..haahh efek drii kurang panjang ceritanya masih pengen baca..heheheh)
    Jangan lama2 saeng lanjutannya ^ ^

    Suka

  4. hahh akhrnya mreka hrus ptus juga sbenernya mreka tu sma2 egois aja,dan itu knapa kmu hyuk ga mau mndengarkan pnjelasan mlah mnyimpulkannya sndri…kmu cmburunya kterlaluan deh

    Suka

  5. Yakk! Yak! Kenapa putus sih?!
    Lee hyukjae salah paham >.< kadar ‘kecemburuan’mu semakin bertambah kayaknya.
    kasian Hyojin, hanwoo juga~ Fighting!

    Suka

  6. Part ini feelnya dapet bgtttt! Mreka putus dan itu sbnrnya hny krn msalh sepele. Sm2 keras kpala dan hyuknya cemburuan minta ampun. Si hyojin ksian bgt psti dia bnci bgt sm kriss. Author aku jtuh cinta bgt sm realove. Pliss jgn bosen liat id ku yg bkal mncul lgo stlh ini hhehe

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s