[ONESHOOT] KyuMinji Story : a Mother for My Children

a mother for my children

Author: Minji^__^ •Cast: Cho Kyuhyun – Kang Minji – Cho Jino and others • Genre : Straight – Romance – family • Length: Oneshoot

Kyuhyun turut menarik nafasnya dalam-dalam. Keringat membanjiri sekujur tubuhnya, dan jantungnya ikut berdegup sangat kencang. Entah mengapa, hatinya terasa sakit dan ia tidak pernah merasakan panik sampai seperti ini. Demi Tuhan, dalam hati pria ini terus mengucap doa agar semua proses menegangkan ini segera selesai dan penderitaan wanita ini bisa segera berakhir.

“Jangan berteriak. Berteriak hanya akan membuat energi anda habis. Ayo berjuanglah sedikit lagi.”

“Sedikit lagi, ayo Nyonya.. sedikit lagi. Tarik nafasmu dalam-dalam..”

“Yeobo, ayo bersemangatlah. Sedikit lagi. Aku tahu kau wanita hebat.” Kyuhyun berbisik di telinga wanita ini, menimpali ucapan tim medis yang membantu persalinan Minji hari ini. Wajah lelah dan sayunya terlihat begitu menderita, membuat Kyuhyun semakin ingin mengakhiri ini dengan cepat. Namun benar-benar tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini selain memegang erat tangan Minji dan mempercayakan semuanya kepada tim medis.

“Aaaaaaaaaaah..”

Bersamaan dengan teriakan kencang dari wanita ini, terdengar suara tangis bayi. Kyuhyun hanya bisa menatap takjub ketika salah seorang tim yang membantu persalinan mengambil bayi mungil yang nampak normal itu dari bawah tubuh Minji. Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Minji, wanita ini terlihat menitikkan air mata, memejamkan matanya sambil menarik nafasnya. Meskipun demikian, Kyuhyun bisa melihat senyuman kecil di bibir wanita yang sangat dicintainya itu. Anak kedua mereka baru saja lahir.

“Tuan dan Nyonya Cho, selamat. Bayi kalian laki-laki.” Ucap wanita yang menggendong nyawa baru itu. Mendengar hal itu, Minji membuka matanya, tersenyum ketika mengetahui Kyuhyun tengah menatapnya sambil tersenyum penuh haru. Ia merasakan sesuatu menggenggam tangannya makin erat.

“Kau hebat sekali, Minji ah~ gomawo karena telah melahirkannya dengan normal dan selamat.”

“Nado. Gomawo karena telah menemaniku menjalani saat-saat yang sangat berat.” Minji menjawab lemah.

Kyuhyun tersenyum lagi, mengusap rambut istrinya. Ini adalah pertama kali baginya menemani Minji dalam persalinan karena wanita itu yang meminta keberadaannya. Minji juga menginginkan ibu kandungnya, namun mertua Kyuhyun itu tidak bisa hadir karena sedang berada di luar kota menghadiri pernikahan saudaranya. Jadilah Kyuhyun benar-benar meluangkan waktunya dan tidak pergi ke kantor dari kemarin pagi demi menemani persalinan istrinya. Beruntung, proses menegangkan itu berjalan lancar.

“Kedua matanya begitu besar. Omo.. anak yang lucu.” Kyuhyun terlihat terharu menggendong putra keduanya untuk pertama kalinya.

6 bulan kemudian…

Minji masih sibuk di dapur bersama dengan bibi Jung yang membantunya ketika akhirnya suara tangis terdengar dari lantai dua. Ya, sejak Minji mengandung anak kedua Kyuhyun, pria itu akhirnya memutuskan untuk membeli rumah sendiri dan mengajak seorang pelayan untuk membantu mengurus rumah yang kini memang jauh lebih besar dari apartemen mereka dulu. Apalagi saat itu Minji tengah  mengandung dan ia juga harus mengurus Jino yang masih kecil. Apartemen kecil tidak lagi layak untuk keluarga baru mereka, lagipula Kyuhyun memang sudah berencana dari lama untuk membeli sebuah rumah pribadi dan memboyong keluarga kecilnya untuk tinggal di sana. Rumah itupun berlokasi strategis, dekat dengan rumah orangtua Minji dan juga orangtua Kyuhyun agar dua keluarga itu bisa dengan cepat menjangkau apabila mereka rindu pada Jino cucu mereka.

“Bibi, tolong lanjutkan. Nanti langsung saja dibawa ke meja makan. Oh ya, jangan lupa sup untuk Kyuhyun jangan terlalu pedas. Aku akan naik melihat Kyungsoo. Sepertinya ia lapar.” Minji mencuci tangan kemudian bergegas naik ke kamarnya, menghampiri keranjang bayi dan benar saja. Ia mendapati bayi kecilnya dengan wajah memerah karena terlalu lama menangis.

“Astagaa.. anak omma sampai begini. Di mana appamu. Kenapa dia malah mencampakkanmu begini.” Minji duduk di ranjang kemudian menyusui Kyungsoo. Benar saja, bayi itu pasti sangat lapar. Terbukti setelah mendapatkan susu dari ibunya, ia seketika diam. Karena suasana sudah hening, Minji mendengar suara tawa dan suara air dari kamar mandi mereka. Sepertinya Kyuhyun dan Jino sedang mandi bersama-sama. Pantas saja Kyuhyun tidak sadar jika Kyungsoo menangis begitu kencang.

Setelah berhasil menenangkan Kyungsoo, Minji membuka pintu kamar mandi dan mendapati Kyuhyun juga Jino tengah berada di bathtub bersama, bermain air dan busa, tertawa bersama. Kyuhyun yang menyadari kemunculan Minji di pintu hanya menyeringai.

“Sayang, kau mau bergabung?” Kyuhyun menawarkan.

“Ani. Jino ya~ ayo berhenti main. Cepat selesaikan mandi kalian dan turun untuk makan malam.” Minji menghampiri ayah beranak itu lalu menuntun Jino keluar dari bathtub. Jino hanya bisa menurut ibunya dan membiarkan wanita itu memandikannya dengan benar.

“Oppa, lain kali kau harus lebih peka. Kyungsoo menangis kencang sekali aku sampai kasihan melihat wajahnya sampai memerah. Kalian sibuk bermain sampai tidak sadar ia menangis.” Minji berkata pelan masih sambil memandikan Jino.

“Astaga. Aku lupa. Mian. Aku terlalu asyik bermain dengan Jino hingga tidak mendengarnya.” Kyuhyun sedikit merasa bersalah.

“Cha.. sekarang ke kamarmu ganti baju, lalu turun ke bawah dan tunggu omma juga appa untuk makan. Arachi?” Minji melilitkan handuk di tubuh Jino dan anak itu keluar kamar mandi. Jino sudah mulai bisa melakukan hal-hal kecil untuk dirinya sendirian tanpa bantuan ommanya lagi.

“Kau tidak memandikanku juga?” Kyuhyun menggoda istrinya. Ia masih saja betah berendam.

“Oppa, tugasku di rumah ini sudah cukup banyak. Aku tidak mau menambahnya dengan memandikan pria yang hampir berusia tigapuluh tahun. Itu akan sangat merepotkan dan melelahkan.” Minji menekankan kalimat terakhirnya dan tersenyum, menjawil hidung Kyuhyun  kemudian keluar dari kamar mandi. Kyuhyun hanya tertawa mendengar ucapan istrinya.

**

Kyuhyun memeluk Minji, melingkarkan tangannya posesif di perut wanita itu. Minji membelakanginya, dan mereka berdua sudah berada di dalam selimut bersiap untuk tidur. Kyuhyun membenamkan wajahnya di kepala wanita ini, membaui aroma shampoo favoritnya. Wanginya benar-benar menggoda hasrat Kyuhyun namun ia menahan mati-matian keinginan itu karena Minji sedang dalam fase -tidak bisa disentuh-. Apalagi jika bukan karena siklus bulanan yang sedang menghampirinya. Semenjak Minji mengandung lagi dan melahirkan, Kyuhyun menjadi lebih pengertian akan hal itu. Dia sudah terbiasa menerima penolakan dan mengerti akan kehidupan rumah tangga mereka yang sudah mulai dewasa. “Istri bukan hanya sosok yang menemani tidur seorang suami, namun juga pihak yang memegang besar kelangsungan rumah tangga.” Itulah yang pernah Kyuhyun dengar dari ayahnya. Lagipula sejak anak kedua mereka lahir, Kyuhyun merasakan  banyak hal lain yang bisa membuatnya bahagia selain hanya keinginan egois untuk selalu bersama Minji.

“Jadi kapan kau mulai masuk kantor lagi?”

“Minggu depan. Gwaenchana?”

Kyuhyun menarik nafasnya. Sesungguhnya ia cukup keberatan dengan keputusan Minji yang memilih untuk kembali bekerja setelah cuti panjangnya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana sibuknya wanita ini nanti. Mengurus dua orang anak, rumah, pekerjaan, belum lagi urusan lainnya. Dalam hati kecilnya, Kyuhyun ingin Minji berhenti dan fokus pada keluarga mereka. Bukankah gajinya saja sudah sangat cukup untuk menghidupi keluarga kecil mereka. Namun ia paham, bukanlah uang masalah utamanya. Minji yang ia kenal sejak dulu adalah tipe wanita pekerja keras, cerdas, dan bertanggung jawab. Kyuhyun juga selalu ingat janjinya pada ayah Minji jika ia tidak akan melarang karir wanita itu dan membiarkannya berakhir sebagai ibu rumah tangga biasa. Namun sekarang keadaan sudah jauh berbeda. Minji harus memilih karena ia tetap saja seorang ibu. Begitu pikir Kyuhyun.

“Sayang, kau yakin akan kembali bekerja?”

Minji merasakan ada sedikit keanehan dengan arah pembicaraan Kyuhyun. ia pun membalik tubuhnya dan menatap suaminya itu.

“Wae? Oppa meragukanku? Aku janji semua akan baik-baik saja dan terkendali.”

“Ani, bukan begitu. Aku percaya penuh padamu. Hanya saja aku memikirkan anak-anak, terutama Kyungsoo.”

“Aku akan mempekerjakan baby sitter untuk membantuku. Oppa jangan khawatir.” Minji tersenyum, mengusap rahang Kyuhyun.

Kyuhyun membatin dalam hati. Baby sitter katanya? Minji yang ia kenal bukankah lebih memilih menjaga miliknya sendiri. Dulu ketika membesarkan Jino saat masa-masa sulit sekalipun Minji bersikeras untuk tidak mempekerjakan pembantu. Sekarang karena rumah mereka memang agak besar, akhirnya Minji setuju untuk mempekerjakan pembantu dan sekarang ia juga mau menghadirkan baby sitter?

“Aku hanya tidak mau melihatmu terlalu lelah. Tolong pikirkan sekali lagi. Aku yakin Siwon akan mengerti sebagai atasanmu.” Kyuhyun berkata pelan. Ia mencoba menata kalimat serapi mungkin agar tidak terdengar egois dan tidak sampai membuat Minji tersinggung. Mendengar kesungguhan ucapan Kyuhyun yang sepertinya tidak main-main, Minji menghela nafasnya. Ia merasa sedikit kesal, perkataan Kyuhyun mulai mempengaruhi pikirannya. Kyuhyun adalah suaminya. Bukankah sebagai istri yang baik ia harus setidaknya mempertimbangkan ucapan suaminya?

“Oppa ayo tidur. Aku lelah sekali. Jalja~” Ucap Minji akhirnya. Ia mengecup kilat bibir tebal Kyuhyun kemudian membalik tubuhnya. Wanita ini mencoba memejamkan mata, namun ia memikirkan ucapan pria yang tengah memeluknya ini.

———————————-

Minji terlihat menggendong bayi perempuan lucu yang hampir berusia satu tahun. Sang ibu dari bayi itu nampak sedang sibuk menelepon dan sepertinya wajahnya sedikit kesal. Sepuluh menit kemudian, wanita itu kembali ke meja tempat mereka duduk dan memesan makanan.

“Apa yang terjadi? kau terlihat begitu kesal.” Ujar Minji.

“Eunhyuk. Apalagi kalau bukan dia. Dia membatalkan lagi acara kami karena ibunya yang sungguh menyebalkan itu.” gerutu Hanwoo. Minji terkekeh geli melihat Hanwoo langsung memotong steaknya dengan kesal.

“Eungee-ya. Lihat ommamu. Jika sudah besar kau jangan seperti dia.” Minji bicara pada bayi di pangkuannya. Hanwoo hanya mencibir kesal.

“Sebenarnya ada masalah apa antara kau dengan mertuamu? Sepertinya kalian kurang akur.” Tanya Minji. Ia kemudian menyeruput cappucinonya.

“Ani. Sejak kami menikah omonim semakin cerewet dan terlalu ingin menguasai Eunhyuk. Aku harus terus mengalah. Mungkin aku akan memintanya untuk pindah ke apartemen lagi jika Eungee sudah lebih besar.” Hanwoo mulai mencurahkan isi hatinya.

Minji bersyukur dalam hati. Ia tidak sampai memiliki permasalahan yang demikian dengan orangtua Kyuhyun. Keluarga Kyuhyun sungguh baik padanya sejak awal, dan mereka tidak pernah terlalu ikut campur masalah rumah tangganya. Berbeda dengan Hanwoo, sejak menikah hingga Eungee sebesar ini, wanita ini selalu saja mencurahkan hal yang sama padanya. Masalah ketidakcocokan dengan mertua perempuan.

“Sudahlah lupakan saja. Kau sendiri bagaimana? Jino dan Kyungsoo baik-baik saja? Kyuhyun oppa juga apa kabar? Aku ingin sekali berkunjung ke rumah kalian namun selalu saja tidak sempat.” Hanwoo mulai mengalihkan pembicaraan.

“Anak-anak sehat, Kyuhyun oppa juga. Hanya saja ada sedikit hal yang mengganjal.”

“Mwo? Kenapa? Ada sesuatu dengan rumah tangga kalian?” Hanwoo terlihat antusias.

“Bukan begitu. Hanwoo ya, sepertinya Kyuhyun oppa tidak mengijinkanku untuk kembali bekerja. Aku jadi tidak enak padanya. Tapi aku tidak mau meninggalkan pekerjaanku. Aku mencintai pekerjaanku. Dia beralasan soal anak-anak. Aku harus bagaimana? Beberapa hari lagi cutiku berakhir.”

“Ah, aku mengerti. Kurasa aku paham apa yang Kyuhyun oppa pikirkan. Kyungsoo masih kecil. Kau mau meninggalkannya? Pekerjaanmu begitu sibuk. Dan Jino juga masih membutuhkan perhatianmu.”

“Aku tahu. Masalah Jino bisa kurundingkan dengan appanya. Kekhawatiran terbesarku ada pada Kyungsoo. Kyuhyun oppa tidak bisa menenangkan bayi yang menangis. Aku berpikir untuk mencari baby sitter, namun sepertinya ia menentangku. Eotthoke?”

“Ah, cara berpikir kita sedikit berbeda. Jika aku di posisimu, aku jelas akan memilih keluargaku. Maaf sebelumnya, tapi apa lagi yang kau takutkan jika tidak bekerja? Kyuhyun oppa sangat mapan. Kurasa saham perusahaan kalian masih bisa menghidupi hingga tujuh keturunan keluarga Cho. Ia juga bukan tipe suami yang pelit bukan?” Hanwoo memberikan pendapatnya. Minji terlihat diam sejenak, memandang Eungee di pangkuannya.

“Aku tahu. Segala kebutuhanku masih bisa terjamin meskipun aku hanya diam di rumah. Selain karena aku terlalu mencintai pekerjaanku, sesungguhnya aku juga membutuhkan uang itu. Aku menabung dan membutuhkan itu untuk mewujudkan impianku. Aku juga ingin memiliki bisnis sendiri suatu saat nanti, setidaknya saat kami tua nanti aku tidak selalu merepotkan suamiku namun aku juga bisa membantunya. Dengan begitu aku juga bisa memberi lebih pada kedua orangtuaku. Kau tahu sendiri aku adalah satu-satunya anak mereka. Mereka akan terus bertambah tua.” Minji menghela nafasnya.

“Ah, pantas saja. Jika begitu sebaiknya kau bicarakan secara serius dengan Kyuhyun oppa. Kang Minji, sifat ambisiusmu sejak kuliah tidak kunjung berubah.” Hanwoo menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Setidaknya aku ingin mencoba menjalani dulu. Jika memang semua masih bisa kutangani dengan baik, mengapa tidak?”

—————————————-

Siwon tersenyum senang, karena mulai hari ini salah satu staff kepercayaannya sudah kembali ke sisinya. Minji mulai bekerja lagi hari ini, setelah melewati banyak pertimbangan dan pertengkaran kecil dengan Kyuhyun. Wanita ini sungguh merindukan suasana kantor, ruang kerjanya, para kliennya, dan banyak hal yang membuatnya bangga menjadi seorang wanita karir.  Siang ini, Siwon mentraktirnya makan siang untuk merayakan kembalinya Minji bekerja. Pria yang baru saja menikah itu juga mengajak beberapa staff terdekat lainnya untuk menyambut Minji kembali.

“Jeongmal gamsahamnida, sajangnim. Semestinya tidak usah sampai seperti ini. Kau terlihat sangat menspesialkan aku dibandingkan yang lainnya.” Minji tersenyum ketika mereka dalam perjalanan pulang ke kantor.

“Kenyataannya kau memang spesial, Minji ssi. Kinerjamu selama ini terbukti membawa perusahaan ke arah yang sangat baik. Tercatat jumlah klien pengguna asuransi kita sangat banyak ketika kau menghandle semuanya. Aku tidak mengerti strategi apa yang kau gunakan sehingga semua klien puas. Hahahha.” Siwon menanggapi.

“Itu bakat sejak lahir, sajangnim.” Minji bercanda.

“Oh ya, Kyuhyun ssi apa kabar? Aku harus berterima kasih padanya karena ia masih mengijinkanmu untuk kembali. Tolong sampaikan salamku padanya.”

Minji sedikit merasa bersalah. Kali ini Kyuhyun tidak terlalu setuju dengan keputusannya. Kyuhyun bahkan sempat mengatakan jika ia ingin bertemu secara pribadi dengan Siwon untuk memohon agar pria itu bisa melepaskan Minji tanpa harus membuat wanita itu merasa tidak enak, namun Minji melarangnya. Ia hanya bisa menjanjikan tidak akan mengambil jam lembur dan juga menjamin semuanya akan baik-baik saja. Karena pada dasarnya Kyuhyun tidak bisa menolak apalagi jika istrinya itu sudah bersikeras, pada akhirnya ia mengijinkan juga.

“Ah, Kyuhyun oppa baik-baik saja. Aku akan sampaikan salam darimu untuknya.” Minji tersenyum.

———————————-

Kyuhyun, Minji, dan Jino terlihat menikmati makan malam mereka. Sudah dua minggu berlalu sejak Minji mulai kembali bekerja lagi, dan wanita ini merasa lega sejauh ini semuanya berlangsung baik-baik saja tanpa masalah yang cukup berarti. Ia mencoba membatasi diri dan tidak mengambil jam lembur jadi wanita itu sudah berada di rumah ketika jam 6 sore. Ia bisa memasak untuk makan malam sekalipun ada pelayan yang membantu mereka. Minji juga bisa menemani Jino mengerjakan tugas sekolahnya dan ia bisa bertemu Kyungsoo lebih cepat. Kyungsoo dijaga oleh seorang baby sitter namun seringkali baby sitter itu akan ikut ke rumah orangtua Kyuhyun karena Nyonya Cho hampir setiap hari ingin melihat cucu keduanya. Jino pun lebih sering berada di rumah neneknya karena Kyuhyun juga sangat sibuk akhir-akhir ini.

“Oppa, kau mau tambah?” Minji menuang lagi nasi goreng buatannya ke piring Kyuhyun yang hampir kosong. Ia tahu Kyuhyun cukup sibuk belakangan, dan hari ini juga pria itu terlihat begitu penat sepulang dari kantor. Yang Minji dengar, perusahaan suaminya tengah mengembangkan sebuah proyek mall baru di Busan dan Kyuhyun sangat sibuk karena harus bertemu dengan banyak pemilik saham setiap harinya. Dalam hati, wanita ini sangat bangga karena Kyuhyun sudah menjadi begitu hebat di usianya yang muda, meskipun ia masih ditemani oleh ayahnya.

“Jino ya, karena besok hari Minggu malam ini boleh main game. Tapi jam 9 harus sudah tidur arasso?” Minji menyapa Jino sebelum anak itu kembali ke kamarnya. Kyuhyun sudah kembali lebih dulu. Sepertinya pria itu ingin segera beristirahat.

**

Minji keluar dari kamar mandi dengan mengenakan gaun tidur tipis berwarna soft pink  yang merupakan hadiah pernikahan dari Ahra onnie dulu. Sudah lama sekali ia tidak memakai benda ini, ternyata ia masih terlihat cocok memakainya. Kyuhyun terlihat duduk di atas ranjang dengan piyama tidur dan kacamata bacanya, membaca sebuah buku. Minji sedikit merasa malu, ia bahkan berniat menggoda Kyuhyun ketika pria itu terlihat –sedang tidak ingin- sementara di malam-malam sebelumnya ia seringkali menolak permintaan Kyuhyun.

Minji mencoba mengabaikan gengsinya. Ia tidak peduli apapun reaksi Kyuhyun, toh besok adalah hari Minggu, hari bersantai bagi mereka. Minji hanya ingin membuat Kyuhyun senang dan memberikan semacam “hadiah” karena akhir-akhir ini Kyuhyun terlihat sangat lelah dan sibuk. Hal itu juga sebagai permintaan maafnya karena sudah menentang saran Kyuhyun soal kembalinya Minji bekerja. Mungkin Kyuhyun tidak menyadari, istrinya terlihat sedikit berbeda malam ini. Minji duduk menghadap cermin, menyisir rambut panjangnya kemudian menyampirkannya ke kiri, hingga bagian kanan leher jenjangnya terlihat jelas dan seksi. Wanita itu mengoles lotion beraroma vanilla pada kulitnya, dan bau lotion yang sudah lama tidak tercium hidung Kyuhyun mulai menggelitik pria itu hingga akhirnya ia menoleh ke arah Minji dan melihat ada yang sedikit berbeda.

Kyuhyun tersenyum kecil, kembali mengalihkan pandangnya pada buku di tangannya sekalipun kini pikirannya sudah tidak pada rentetan kalimat-kalimat itu lagi. Dalam hati pria ini menghitung mundur, hingga Minji mendekat dan benar-benar duduk di atas pahanya. Tepat sesuai dengan perkiraan Kyuhyun. Minji melepas kacamata baca yang menyamarkan sedikit wajah tampan suaminya. Ia kemudian juga merampas pelan buku bisnis yang dipegang Kyuhyun, kemudian meletakkan kedua benda itu di nakas samping tempat tidur mereka. Minji meletakkan kedua tangannya di pundak Kyuhyun, menatap intens mata pria itu.

“Mau apa?” Kyuhyun menatap balik wanita yang malam ini terlihat berniat ini. Dalam hati Kyuhyun ingin tertawa. Minji adalah sosok yang penuh kejutan kadang-kadang.

“Oppa mau apa? Aku akan mengabulkannya. Khusus untuk malam ini.” Minji tersenyum, mengaitkan kedua tangannya di leher Kyuhyun kemudian mencium bibir penuh pria itu.

“Kau tahu? Gaun tipis ini membuatku ingin memakanmu.” Kyuhyun berkata pelan, masih menatap istrinya kemudian menarik perlahan kedua tali gaun tidur yang dipakai Minji.

Kyuhyun tahu, ia tidak harus menolak wanita ini dan berpura-pura sedang –tidak ingin- untuk membuat Minji kecewa. Kyuhyun menyambut perlakuan Minji, dan melakukan kebiasaannya memperlakukan wanita ini.

——————————-

Hari Minggu, dan kali ini Kyuhyun mengajak Minji serta kedua anaknya mengunjungi kedua orangtua Minji. Nyonya Kang terlihat sangat senang menggendong Kyungsoo ditemani Jino yang terus saja bercerita banyak tentang adiknya pada sang nenek. Jino terus bercerita, seolah ia ingin sekali menunjukkan pada sang nenek jika itu adalah adiknya. Minji hanya tertawa sambil menjahit syal, hal yang sering dikerjakan ommanya beberapa waktu belakangan.

“Bagaimana dengan Minji? Apa semuanya baik-baik saja? Kudengar ia sudah mulai bekerja lagi.” Tuan Kang bertanya setelah menggerakkan kudanya, mengincar benteng milik Kyuhyun. Dua pria ini tengah bermain catur di teras depan rumah orangtua Minji. Bermain catur bukanlah keahlian Kyuhyun, namun ia ingin menyenangkan ayah mertuanya karena pria ini sangat hobi bermain catur. Sayangnya, tuan Kang tidak memiliki lawan bermain lagi kecuali jika kebetulan menantunya ini datang berkunjung.

“Sejauh ini iya. Meskipun sebenarnya aku khawatir, aboji.” Jawab Kyuhyun tanpa melihat ayah mertuanya. Ia fokus untuk menyelamatkan bentengnya terlebih dahulu. Sekalipun Kyuhyun tahu ia pasti akan kalah pada akhirnya, namun ia ingin membuat permainan ini terlihat sepadan jadi ia tidak akan kalah dengan mudah seperti sebelum-sebelumnya.

“Permainanmu semakin baik.” Komentar tuan Kang.

“Itu karena aku banyak belajar berpikir darimu.” Jawab Kyuhyun setelah berhasil menyelamatkan bentengnya.

“Kyuhyun ah~ apa kau takut? Jangan takut. Seorang suami tidak boleh berada di bawah kendali istri.”

Kyuhyun menatap wajah sedikit keriput yang sangat dihormatinya ini. Selama ini, Kyuhyun mencoba memegang janjinya pada tuan Kang untuk menjaga Minji, termasuk membiarkan Minji berkarir sesuai keinginannya. Minji adalah anak tunggal, dan Kyuhyun pernah merasa sangat bersalah karena telah merebut gadis itu jauh lebih awal dari kehidupan orangtuanya. Minji bahkan belum banyak memberi untuk orangtuanya ketika itu, meskipun sekarang semuanya sudah berjalan seperti biasa.

“Putriku berjiwa keras dan ambisius. Sifat itu mungkin menurun dariku. Dulu ia adalah tanggung jawabku. Aku membesarkannya agar mengikuti semua kata-kataku. Tapi sekarang, dia adalah tanggung jawabmu. Sudah menjadi tugasmu untuk mengubahnya menjadi wanita yang lebih baik. Sudah saatnya dia tahu, untuk apa seorang wanita dilahirkan ke dunia.” Tuan Kang berujar, dan Kyuhyun sedikit heran dengan ucapan mertuanya. Ia berusaha mencerna apa yang dimaksud dengan “untuk apa seorang wanita dilahirkan”.

“Aboji.. aku tidak bermaksud melarangnya. Hanya saja, Kyungsoo masih membutuhkannya bahkan  setiap menit. Aku.. aku tidak berbakat mengasuh bayi.”

“Hei. Mana boleh lelaki menyerahkan kodratnya sebagai pengasuh bayi. Kau ini sepertinya lemah menyikapi istrimu.”

“Aku hanya tidak bisa keras padanya. Minji sangat perasa dan mudah salah paham, aku tidak tega jika harus marah atau berkata keras  padanya.”

“Aku mengerti. Maka kuberitahu agar kau bisa mengarahkannya. Ini masalah kalian, pikirkanlah secara dewasa, dan carilah jalan tengah jika memang masih ada.”

“Aboji.. Skak, mat.” Ujar Kyuhyun tiba-tiba. Tuan Kang terlihat bingung, karena tamat sudah riwayatnya. Ini adalah kali pertama Kyuhyun mengalahkannya selama mereka bermain catur, namun kali ini Tuan Kang harus mengakui jika Kyuhyun mengalahkannya dengan cara yang tepat. Menantunya ini sudah mulai mahir dalam permainan ini.

—————————————

Kyuhyun menuang soju ke gelasnya, lalu meneguk minuman itu. Sore ini ia menyempatkan diri untuk bertemu dengan Donghae, salah satu sahabatnya ketika kuliah dulu. Selain karena sudah cukup lama tidak bertemu, ada alasan pekerjaan yang membuat Kyuhyun harus bertemu dengan pria ini. Donghae adalah seorang kontraktor sukses saat ini, dan ialah yang dipercaya Kyuhyun untuk menghandle pembangunan mall baru di Busan.

“Cho Kyuhyun, kau semakin hebat saja. Aku iri padamu. Hidup mapan dan sudah memiliki dua orang anak dalam pernikahanmu.” Donghae berkata sambil menyesap rokoknya.

“Berhentilah iri dengan hidup orang lain. Kau sendiri juga sudah sukses. Jika kau ingin punya anak segeralah mencari pendamping hidup dan berhenti menipu wanita.” Balas Kyuhyun lalu tertawa.

“Aku tidak menipu wanita. Mereka saja yang selalu datang padaku. Apa aku harus menolaknya? Kita tidak boleh menolak rejeki. Hahahha..” Donghae berseloroh.

“Setidaknya kau harus pilih satu. Pilih satu untuk menjadi sandaran hidup. Percaya padaku, kehadiran seorang wanita benar-benar akan berpengaruh besar dalam hidupmu.”

“Cih~ gaya bicaramu seperti ahli filsafat. Dulu kau juga bajingan tapi kau benar-benar berubah setelah bertemu wanita itu. Apa kabar wanitamu, istri atau apalah namanya, Minji ssi?”

“Dia baik, semakin cantik, meskipun sedikit mengkhawatirkan akhir-akhir ini.” Kyuhyun menuang soju lagi. Donghae menawarkan rokok namun Kyuhyun menolak halus. Donghae hampir lupa jika Kyuhyun memang tidak bisa merokok.

“Apanya yang mengkhawatirkan? Apa dia belajar berkhianat? Apa ada pria lebih hebat yang dijumpainya?”

“Aish. Bicara sembarangan lagi kupatahkan lehermu.” Kyuhyun mencibir kesal. Donghae tertawa.

“Lalu apa? Bukankah hanya perselingkuhan yang mengkhawatirkan dan mengancam sebuah pernikahan?”

“Makanya menikah dulu baru kau akan tahu jika masalah bukan hanya tentang hubungan pria dan wanita.”

“Kau cerewet. Di kehidupan yang akan datang aku akan menikah lebih dulu darimu. Masalah apalagi selain itu?”

“Aku ingin Minji berhenti bekerja. Mengurus anak-anak dan juga rumah. Tapi ia tidak mendengarkan permintaanku. Aku tidak bermaksud untuk menyuruhnya diam di rumah saja. Hanya saja saat ini kami memiliki seorang bayi lagi. Pekerjaan yang dijalaninya saat ini membuatnya harus konsentrasi penuh.”

“Apa pekerjaan istrimu?”

“Ia staff konsultan sebuah perusahaan asuransi terkenal.”

“Wow, kurasa wajar ia tidak mau melepaskan pekerjaannya. Tapi, kurasa aku bisa memberitahumu sesuatu.” Donghae kemudian mengeluarkan sebuah majalah agak tebal dari tasnya. Seperti majalah wanita, namun tidak juga. Kyuhyun menerima benda itu.

“Istrimu tidak akan mungkin bertahan tanpa penghasilan karena ia sudah terbiasa sekalipun kau menjamin semuanya. Jangan hentikan dia, tapi cobalah temukan hal yang lebih santai untuk dijalaninya.”

Kyuhyun membuka majalah itu sambil mendengarkan Donghae. Peluang berbisnis bagi wanita. Kyuhyun tersenyum kecil. Sepertinya ia tahu apa yang harus ia lakukan. Lagipula bukankah ayah mertuanya sendiri juga sudah mengijinkan Kyuhyun untuk bertanggungjawab terhadap Minji? Kyuhyun hanya perlu bicara lebih baik agar Minji tidak salah mengerti maksud baiknya.

—————————————

“Oppa sebenarnya apa yang kau pikirkan?” Minji mengernyitkan alisnya heran. Ada apa gerangan tiba-tiba suaminya memberikan sebuah majalah seperti ini padanya. Apa Kyuhyun mau berjualan pakaian? Membuka catering atau mungkin membuka restoran?

“Baca saja dulu. Siapa tahu kau tertarik.” Ujar Kyuhyun terlihat antusias. Ia masih menunggu respon yang lebih baik dari Minji. Wanita itu membuka dan melihat-lihat lagi.

“Kau ingin membelikanku sesuatu? Tapi ini bukan katalog.” Minji memandang wajah Kyuhyun yang hanya beberapa centi darinya, seolah ia meminta penjelasan lebih.

“Kau masih tidak mengerti juga?” Kyuhyun menjawil hidung mancung milik Minji.

“Aniyo. Sama sekali.” Minji menggeleng polos. Kyuhyun menghela nafas kemudian meletakkan tangannya di bahu wanita ini, merangkulnya.

“Jika kau tertarik, pilihlah satu bisnis yang kau minati. Aku akan membantumu.”

Minji memandang lagi kedua mata Kyuhyun, mencoba menangkap lebih dalam apa sesungguhnya maksud Kyuhyun. Ia hanya melihat jika Kyuhyun rela melakukan apapun untuknya. Bersiap atas apapun.

“Mian, oppa. Aku belum tertarik. Mungkin suatu saat aku akan membutuhkan ini. Tapi tidak sekarang. Aku masih punya tanggung jawab besar di kantor dan aku tidak mungkin menambah kesibukan lagi.”

Kyuhyun menghela nafas, ia sudah menduga akan muncul respon seperti ini. Apakah ia harus jujur sekarang dan meminta Minji untuk memilih penawarannya dan berhenti dari pekerjaannya yang sekarang?

“Minji ah~ dengarkan aku. Aku minta maaf, jika mungkin ini terdengar sedikit egois. Hanya saja, aku ingin kau mempertimbangkan lagi soal kembali bekerja. Aku tidak mau kau kehilangan kesibukan dan dengan berbisnis lebih santai kurasa kau tetap bisa menjaga anak-anak tanpa harus kehilangan penghasilan.”

“Oppa. Ternyata kau belum menyerah.”

“Ini demi kebaikanmu juga. Cobalah pikirkan lagi, kumohon. Aku jarang meminta darimu kan?”

“Hhhh. Tapi aku juga tidak akan menyerah dengan keputusanku. Aku akan tidur duluan.” Minji menyerahkan majalah itu kembali pada Kyuhyun, kemudian berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimut, mendahului Kyuhyun yang masih diam. Ia jadi makin serba salah. Istrinya ini benar-benar keras kepala.

——————————-

Minji kelihatan tidak konsentrasi bekerja. Draft di laptopnya bahkan belum disentuh sama sekali. Sedari tadi ia hanya merenung dan terus memikirkan saran Kyuhyun yang menurutnya sedikit berlebihan. Apa yang salah dengan pekerjaannya? Toh Jino tidak merepotkan dan Kyungsoo aman bersama baby sitter. Lagipula neneknya juga kadang membantu mengawasi. Kyungsoo juga sudah diberikan susu formula. Kyuhyun benar-benar membuatnya tidak habis pikir. Tidak biasanya suaminya itu sampai seperti ini, apalagi melarang apapun yang disukainya. Apa Kyuhyun punya kekhawatiran lain? Dia sampai menawarkan bisnis lain dan bersedia menjamin permodalan.

Minji tahu, suatu saat ia akan sampai pada tahap itu, karena memiliki bisnis sendiri juga merupakan salah satu mimpinya. Tapi ia ingin semua itu menggunakan uangnya, bukan uang Kyuhyun. Mereka memang tidak pernah mempermasalahkan finansial sejauh ini. Namun Minji sedikit takut, bagaimana jika Kyuhyun tersinggung apabila mengetahui rencananya. Mereka jarang bertengkar soal uang. Dan soal benar-benar meninggalkan pekerjaannya yang sekarang, Minji sangat tidak siap. Perhatian wanita ini sedikit terbagi ketika ponselnya bergetar dan sebuah panggilan masuk dari rumahnya.

“Yoboseyo~”

——————————

Akhirnya Kyungsoo tertidur. Minji menidurkan bayi yang belum genap berusia delapan bulan itu di ranjangnya. Jino ikut duduk di sisi kiri Kyungsoo, mengamati adiknya. Bocah itu kemudian mengamati Minji, ia sedikit khawatir melihat ommanya sedikit panik dari tadi.

“Omma, gwaenchana?” Jino bertanya dengan wajah polos. Minji tersenyum lalu mengusap kepala anak sulungnya, lalu membawa Jino ke pelukannya. Anak kecil berusia 6 tahun ini mungkin mengerti sedang terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.

Tadi siang, bibi Jung menelpon dan mengabarkan jika Kyungsoo demam. Minji benar-benar panik karena ini pertama kalinya Kyungsoo sakit tanpa pengawasannya. Anak itu memang hampir tidak pernah sakit. Minji sampai ijin mendadak pulang demi Kyungsoo karena Kyuhyun juga tidak bisa dihubungi. Sepertinya ia sangat sibuk, karena Kyuhyun pasti akan mensilent bahkan mematikan ponselnya jika ia sedang sibuk dan tidak bisa diganggu. Namun Minji sudah mengirim pesan, berharap Kyuhyun akan segera pulang jika sudah membaca pesannya.

Demamnya cukup tinggi, dan dokter keluarga yang dipanggil ke rumah mengatakan jika Kyungsoo harus lebih diperhatikan asupan nutrisinya, dan sebaiknya lebih sering diberikan air susu ibu daripada susu formula. Mungkin Kyungsoo memiliki ketidakcocokan dengan jenis susu formula yang diminumnya. Baby sitter mengatakan jika Kyungsoo sudah menangis sejak Minji dan Kyuhyun berangkat ke kantor, dan anak itu beberapa kali muntah ringan. Barulah ketika si baby sitter merasakan ada perubahan pada suhu tubuh Kyungsoo dan tangisnya tak kunjung berhenti, akhirnya ia menyuruh bibi Jung menelepon Minji.

Minji akhirnya berbaring di sisi kanan bayinya, dan Jino ikut berbaring di sisi kiri adiknya. Ia berharap saat bangun nanti panas Kyungsoo sudah turun dan tidak mengkhawatirkan lagi.

**

Suasana makan malam di rumah Kyuhyun terasa sedikit sunyi. Minji dan Kyuhyun makan dalam diam, dan nyaris tidak ada dialog di antara mereka. Kyuhyun terkejut setelah membaca pesan tentang Kyungsoo dan ia bersyukur demamnya sudah turun saat ia tiba di rumah. Minji memberitahu jika anak itu sudah diberikan obat.

“Minji ah, setelah ini ada yang ingin kubicarakan.”

“Ne, oppa.”

**

“Berapa lama kau akan pergi?” Minji bertanya dengan hati-hati. Sepertinya suasana hati Kyuhyun sedang tidak enak.

“Mungkin lima hari. Tapi akan kuusahakan kembali secepatnya.” Ujar Kyuhyun. Minji hanya diam, tidak bisa menanggapi banyak. Kyuhyun menghela nafasnya.

“Tidak ada yang bisa menggantikanku pergi. Aku bertanggung jawab penuh atas proyek ini jadi aku harus turut ke Busan. Mereka membutuhkanku. Aku tidak bermaksud mementingkan bisnis dan mengabaikan Kyungsoo. Hanya saja aku juga terkejut menerima kabar hari ini ketika aku baru akan memberitahumu soal kepergianku.”

“Iya. Aku mengerti. Aku tidak apa-apa. Aku akan fokus menjaga Kyungsoo sampai ia benar-benar sembuh. Kau tidak usah khawatir.” Minji mencoba tersenyum.

“Kau tahu apa yang seharusnya kau lakukan bukan? Kau ibunya.” Kyuhyun berkata pelan.

“Ne. Aku mengerti. Aku tidak akan meninggalkannya.”

“Kau bisa menelpon omma atau Ahra onnie jika kau membutuhkan sesuatu. Aku harap Kyungsoo cepat sembuh.” Ujar Kyuhyun.

Setelah berkata demikian, terdengar lagi suara tangisan bayi. Minji dan Kyuhyun sama-sama memeriksa, Minji menggendong Kyungsoo dan merasakan suhu tubuhnya memanas lagi.

“Oppa, sepertinya ia demam lagi.” Minji terlihat sangat cemas.

———————————–

Minji memasangkan dasi Kyuhyun, kemudian membantu pria itu memastikan jika semua bawaannya sudah masuk ke dalam koper kecil ini. Kyuhyun berangkat ke Busan pagi ini untuk tinjauan lokasi proyek mall barunya. Ayahnya tidak ambil andil karena untuk hal ini Kyuhyun diserahkan tanggung jawab penuh.

“Hati-hatilah. Kabari aku jika kau sudah sampai.” Ujar Minji.

“Tentu. Aku titip rumah dan anak-anak. Dan tolong awasi terus Kyungsoo, jangan tinggalkan dia. Jika memungkinkan untuk kembali lebih cepat akan kulakukan.”

“Ne, jangan khawatirkan itu.”

“Kau juga jangan lupa makan. Kebiasaanmu jika stress pasti lupa makan.” Kyuhyun memelankan suaranya, dan mengusap lembut pipi istrinya. Minji tersenyum kecut. Mereka berciuman sejenak sebelum akhirnya Kyuhyun benar-benar masuk ke dalam mobil yang akan membawanya menuju airport.

**

Minji terpaksa tidak masuk kantor dan mencari pengganti untuk pertemuan dengan kliennya hari ini. Ia tidak tahu sampai kapan akan seperti ini, namun yang jelas ia tidak mungkin meninggalkan Kyungsoo dan mengutamakan pekerjaannya. Kyuhyun bisa saja menceraikannya jika hal itu terjadi. Belum lagi ia harus mengurus Jino dan mengantar jemput anak itu ke sekolah. Ia mulai merasakan efek dari kekhawatiran Kyuhyun. Mungkin hal seperti inilah yang dimaksud pria itu.

Secara tidak langsung, Minji merasa bersalah karena kelalaiannya maka Kyungsoo sampai jatuh sakit. Ia tidak memberitahu Kyuhyun soal masalah nutrisi, karena pria itu bisa jadi marah padanya dan benar-benar memintanya berhenti bekerja. Kyuhyun hanya tahu anaknya demam biasa dan tidak stabil.

“Apa tidak sebaiknya Kyungsoo dibawa ke rumah sakit saja?” Hanwoo yang hari ini mengunjungi Minji terlihat khawatir. Badannya kembali panas, dan kali ini cukup mengkhawatirkan. Setiap malam, suhu tubuhnya pasti akan naik lagi.

“Entahlah. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Kenapa masih seperti ini ya padahal aku sudah menstop penggunaan susu formulanya dua hari ini.” Minji terlihat cemas.

“Maka dari itu lebih baik dibawa ke rumah sakit saja. Jadi akan jelas apa sebenarnya penyakitnya.” Saran Hanwoo lagi.

“Lalu bagaimana? Aku belum memberitahu Kyuhyun oppa dan keluarganya.”

“Kau ini bodoh atau bagaimana? Periksa saja dulu. Kau berhak bertanggung jawab atas anakmu.”

————————————

Kyuhyun terlihat tidak fokus. Donghae yang dari tadi menemaninya tinjau lokasi sedikit khawatir dengan Kyuhyun. Apa gerangan yang menjadi beban pikiran pria ini. Apakah masih seputar masalah istrinya?

“Apa sebenarnya yang terjadi? Kau tidak seratus persen mengerti apa yang kujelaskan daritadi, kurasa.” Donghae mulai bertanya.

“Anak keduaku sakit. Dan baru saja Minji memberitahuku ternyata anakku terkena typus. Aku tahu rasanya pasti tidak enak sekali. Aku yang dewasa saja pernah mengalami itu dan tidak bisa kubayangkan dia yang sekecil itu juga menderita hal yang sama.” Kyuhyun mencoba tenang.

“Astaga. Apa tidak sebaiknya kau pulang saja? Kita bisa selesaikan tinjauan hari ini dan hal lain kurasa bisa kau urus di Seoul saja.”

“Ne, aku akan pulang besok. Aku khawatir. Minji pasti panik apalagi dia sendirian.”

—————————-

Minji tidak meninggalkan Kyungsoo barang sedetikpun. Ia terus mengawasi anaknya, takut kalau-kalau Kyungsoo terbangun dan membutuhkannya. Hatinya sedih sekali melihat selang infus pada Kyungsoo. Anak sekecil ini harus sudah merasakan sakit. Minji rasanya ingin menukar agar dirinya saja yang terbaring lemah di ranjang ini. Nyonya Cho baru saja pulang, dan ia membawa Jino ikut serta untuk menginap di rumahnya agar beban Minji lebih ringan.

“Oh ya, tidakkah sebaiknya kau berhenti bekerja? Daripada seperti ini. Omma juga kasihan melihatmu, konsentrasimu terbagi.” Ucapan Nyonya Cho membuat Minji sedikit tersentak. Mertuanya tiba-tiba juga bicara masalah ini. Apakah Kyuhyun bercerita sesuatu pada ommanya? Minji hanya diam dan tersenyum.

“Maaf, omma tidak bermaksud mencampuri urusanmu. Tapi inilah yang terjadi pada Ahra dulu. Menurut omma, nikmatilah  dulu saat-saat menjadi seorang ibu. Pertimbangan seperti itulah yang omma berikan padanya waktu itu.”

“Ne, omma. Aku akan memikirkannya. Mungkin benar perkataan omma. Ada saat di mana kita harus menikmati peran sebagai seorang ibu.”

“Biarkan Kyuhyun saja yang mencari nafkah dulu. Sebagai istri dan seorang ibu, dukung saja dia. Omma yakin wanita luar biasa sepertimu akan menemukan lagi nanti hal baru yang bisa menghasilkan. Cucu-cucuku masih kecil dan membutuhkan kasih sayang penuh.” Nyonya Cho kemudian terkekeh, mencoba mencairkan suasana. Bagaimanapun, ia menyayangi Minji seperti anak kandungnya sendiri.

Minji terdiam memikirkan ucapan mertuanya. Jika dipikirkan lagi, Kyungsoo jatuh sakit karena kelalaiannya sebagai ibu. Ia tidak bisa mengawasi Kyungsoo karena sibuk bekerja dan mempercayakan semuanya pada baby sitter. Ia egois. Tidak mendengarkan perkataan Kyuhyun, dan tidak mengerti maksud baik suaminya.

“Kau sudah makan?”

Minji menoleh, tersadar akan lamunannya dan mendapati Kyuhyun tengah berdiri di sampingnya. Ia seketika berdiri dan memeluk pria itu. Rasanya sangat senang mengetahui Kyuhyun sudah pulang.

“Maaf aku tiba terlalu sore. Aku kehabisan tiket penerbangan pagi.”

“Gwaenchana. Yang penting kau sudah pulang.”

“Kau belum jawab pertanyaanku, kau sudah makan atau belum?”

“Ayah macam apa kau ini. Seharusnya kau menanyakan keadaan Kyungsoo dulu.”

“Aku sudah tahu keadaannya dari omma dan juga sudah melihat kondisinya yang diinfus. Yang tidak bisa diketahui itu adalah kau, kau sering menipuku dan berkata semua akan baik-baik saja.”

Minji sedikit tersipu, Kyuhyun bahkan sangat memperhatikannya.

“Aku sudah memesan makanan. Omma bilang kau tidak makan seharian karena terus-menerus menjaga Kyungsoo.”

——————————

Kyuhyun terlihat mengobrol begitu lepas dengan Siwon. Dua  pria tampan ini terlihat begitu mencolok dan menarik perhatian banyak wanita yang juga sedang berada di café ini. Sudah satu jam lebih mereka mengobrol, hingga akhirnya seorang wanita menghampiri meja mereka. Minji terlihat sedikit kaget, Kyuhyun memintanya menyusul dan ternyata ada atasannya di tempat ini.

“Oppa, ige mwoya?” Minji sedikit berbisik sambil menyenggol lengan Kyuhyun di sebelahnya. Ia pun mengambil tempat untuk duduk. Siwon hanya tersenyum menanggapi kedatangan Minji, ia terlihat cukup terkejut.

“Apa kabar Minji ssi? Maaf jika membuatmu terkejut.”

“Sajangnim, aniyo maksudnya bukan…”

“Kau tenang saja. Kyuhyun sudah bercerita banyak padaku juga soal keputusanmu. Karena kami teman lama, yah.. kurasa aku bisa memberikan permakluman. Meskipun sebenarnya aku akan sangat kehilangan salah satu orang kepercayaanku…” Siwon terdengar sedih saat mengucapkan kalimat terakhir.

“Sajangnim, aku benar-benar minta maaf. Tapi rasanya tidak adil juga jika harus terus-menerus mengesampingkan pekerjaan. Mohon pengertiannya.”

“Gwaenchana. Pengabdian dan kerjasamamu dengan perusahaan sudah cukup lama. Terima kasih karena sudah sangat banyak membantuku memajukan perusahaan. Oh ya, jangan menyalahkan suamimu. Aku yang memintanya meneleponmu untuk datang. Surat pengunduran dirimu bisa kau berikan besok, tapi besok aku harus berangkat ke Amerika untuk sebuah meeting. Jadi aku memaksa Kyuhyun agar kau datang hari ini.”

“Ah, begitu rupanya. Ne, aku mengerti. Mungkin lebih enak juga jika bicara seperti ini daripada secara formal di kantor.” Minji terlihat sedikit lega.

“Kau tenang saja. Kita semua tetap adalah teman. Jika suatu ketika ada yang bisa aku bantu, aku akan melakukannya untuk kalian.” Siwon tersenyum.

Kyuhyun merasa lega. Ia mengamati percakapan kedua orang ini dan melihat betapa Minji dengan sangat berat dan sungkan harus menghadapi Siwon seperti ini. Ia terpaksa harus turun tangan, karena Minji masih terlihat takut dan sungkan.

————————————

Kyuhyun sibuk memasang dan menghias pohon natal, ditemani Jino yang sebenarnya lebih banyak bermain daripada membantu. Meskipun kecil, setidaknya pohon natal ini terlihat cantik dan menarik. Jino sangat menyukai pohon natal karena baginya benda itu terlihat unik dan ia melihatnya ada di mana-mana. Di supermarket, di rumah nenek, di televisi, Jino melihatnya dan ia sangat senang karena di rumahnya juga ternyata ada. Natal setahun lalu, Minji sedang hamil besar dan mereka tidak bisa banyak mempersiapkan banyak hal untuk merayakan natal. Berbeda dengan tahun ini, Kyuhyun ingin keluarga kecilnya benar-benar bisa merayakan natal dengan sempurna.

“Omma bawa kue. Ayo siapa yang mau coba?” Minji datang dengan membawa kue hasil buatannya. Ia sengaja membuat beberapa jenis kue untuk persiapan natal, dan ia juga ingin membagikan kue-kue ini pada orangtuanya dan juga keluarga Kyuhyun.

Jino sudah tidak sabar dan langsung saja menyambar kue yang terlihat paling mencolok. Anak kecil memang penyuka makanan berwarna dan manis.

“Buatan omma? Enak. Seperti yang dijual di toko-toko.” Komentar Jino.

“Oppa eotte?” Minji menunggu respon Kyuhyun.

“Ini enak. Seperti yang Jino katakan, rasanya seperti kue yang dijual di bakery. Kau belajar dari mana?”

“Aku membeli beberapa buku resep kue dan masakan. Aku mencobanya selagi bosan.” Ujar Minji. Ia merasakan kue buatannya sendiri. Memang enak. Ada kebanggaan tersendiri kini ia bisa membuat kue yang enak.

“Sekarang omma di rumah setiap hari. Bisa makan kue enak setiap hari.” Ujar Jino. Anak ini senang karena sekarang ommanya selalu ada di rumah, dan Jino selalu diantar jemput ommanya.

“Yeobo, kau belum memikirkan penawaranku tempo hari? Kurasa usaha bakery  bisa dijadikan bisnis yang bagus.” Gumam Kyuhyun.

“Molla. Aku belum tertarik. Nanti saja. Akan kupikirkan apa yang menarik. Saat ini aku mau melihat Kyungsoo tumbuh dan berjalan. Bukankah itu yang lebih penting saat ini?” Minji tersenyum, lalu mengambil Kyungsoo dari kereta bayi dorongnya.

Kyuhyun mendekat dan duduk di sebelah Minji yang tengah memangku Kyungsoo. Jino ikut merapat pada appanya, melihat adiknya yang semakin tumbuh besar.

“Minji ah, kurasa kedua mata besarnya menurun darimu. Hanya bibirnya yang mewarisiku.” Ujar Kyuhyun.

“Omma.. nanti aku mau adik perempuan.” Celetuk Jino tiba-tiba.

“Mwoya.. Jino ya, punya adik itu tidak mudah.”

“Tapi appa bilang mudah. Katanya aku hanya harus bilang pada omma.” Kyuhyun hanya menyeringai saat Minji mendelik ke arahnya. Kyuhyun benar-benar keterlaluan. Ayah macam apa mengajari anaknya bahkan hal-hal yang seperti itu. Namun di balik itu, Minji sangat bersyukur dan bahagia. Sampai saat ini, rumah tangganya dan Kyuhyun masih berjalan harmonis. Memiliki dua orang anak laki-laki dan seorang suami yang penyayang membuat Minji merasa sebagai wanita paling bahagia.

END

MERRY CHRISTMAS SEMUANYAAAAAA!!! (biarpun telat) hehe~

Rasanya sudah sekian abad gak nulis series ini. Akhirnya berkesempatan juga bikin ini meskipun masih seperti cerita sebelum-sebelumnya, datar dan tanpa konflik.

Author sedang dalam mood yang baik buat ngecengin Kyuhyun hihi

Oh ya, rasanya benar, mengutip omongan seseorang, Kyuhyun lebih banyak jual fantasi ke fans ketimbang jual suara nyahahahhahahahha

Well, semoga pembaca lama masih suka ya sama story ini, dan buat reader baru, selamat menikmati. Jangan lupa luangkan waktu buat komen yah.

ThanKYU ^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

111 thoughts on “[ONESHOOT] KyuMinji Story : a Mother for My Children

  1. Jino yaaaa suruh appa mu buat adik sama aku aja XD kamu mw adik yg yeppo seperti apa?! Nuna bisa mengabulkan nya kkkkk kyuuu nge-bathub ama aku aja yuukk jgn ama istri mu itu.. Dia sudah sangat kendor XD *kabuurrr

    Suka

  2. ahhh baby kyuuung jadi adek nya jino.. kirain bakal make nama anak sm rookies

    jeeh hidupnya hanwoo kasian.. jd pengen baca kisah rumah tangga mereka deh.. tp yg masih berhubungan dgn ff ini..

    jinoo makin pinter aja mau aja disuruh bapak nya minta adek lagi, kkk~~

    yuu sekali sekali kasih konflik yg agak berat dong.. biar berwarna aja ff ini

    terima kasih sudah bikin seneng dgn baca ini ff aja hehe: )

    Suka

  3. Aaahhhh akhirnya sekian lama nunggu keluar juga ff nya. Eonnie syuukkaaaaa suka bgt sm kopel ini apalagi jino udh punya adik makin swe etlah meskipun minji berhenti bekerja 🙂 eonnie sering sering post ff family gini yahh kekeke mau deh ga nunggu lama lanjutannya hueheheh *plak. Eonnie fightingggg^^

    Suka

  4. Cieee jino ama kyu co cweet bgt isi mandi bareng….kyakya…

    as always cerita kayak gini bagus bgt…ringan n menghibur bo…johaaa

    suka karakter kyu yg udah mulai kebapakan n minji yg bner2 omma tangguh bgt…kekeke

    itu yg pake baju2 tipis malem hari napa diskip sih? Buat yg special version nae bo…bahahaha

    ok lanjutkan…

    Suka

  5. AAAAAAAAKKKHHHHHH ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
    ciyeeeeeee yg akhirnya debut wakakakakak

    Minji =____= wae so stubborn laaaaa..ngerti deh gimana bingungnya kyuhyun ngebujuk minji biar berenti aja..pada akhirnya emang hrs dihukum kan biar bener2 sadar
    HEEEOOOLLLL GUE KHAWATIR BERAT PAS KYUNGSOO DEMAM TERUS2AN ITU TTTTTTTT
    hati2 kalo bayi demam tinggi TT bisa ngemunculin penyakit lain atau kalo ‘gk beruntung’ bisa ada disfungsi di beberapa poin pertumbuhan *abuik bahasa gue

    Kleeee pengen gampar donghae..KASI GUE GAMPAR DONGHAE AKDKCKCKDKDKFJSJD
    istri atau apalah itu? Camvah =.= gampar pake cinta dulu neh

    Uhuhuuuu~~

    Suka

  6. onnie jeongmal gomawo sudah memilih Hanwoo untuk menjadi cast ya ^^
    kekeke senang sekali walaupun Eunhyuk cuma nama doang.
    disini Hanwoonya dibuat ga akur ya sama mertuanya >///< kyaaa~~~
    suka banget sama FF ini …
    finaly ..
    welcome Kyungsoo ^^
    ah -.-" kyuhyun sama jino suka banget daaah ^^
    kyu disini dwasa bgt ga kekanak2an. suka pas adegan kyu diranjang yang minji pake lingering. wkwkwkwkwkkww.
    trus juga … kang minji ini dikasi jantung mintanya hati mending menikmati harta dan kekayaan kyuu~~~ wkwkwkw.
    Good Job thor ji !

    Suka

  7. akhirnyaaa main main kesini lagi…kkkkkkk… dan CHO KYUHYUN !!! HOT DADDY !!!
    Sumpah ane beneran ngakak sama “FASE TIDAK BOLEH DISENTUH” LMAO dapet dari mana itu??? selalu suka dengan cerita after marriage begini… Dan LEE DONGHAE !!! Sialan,,,frase macam apa itu???CAMPAH TO THE MAX !!! Sini TJIPOK duyuuuu…hahhahaaa… Keep writing Yuu, dan tolong adegan setelah Gaun tidur tipis2 dan Kyuhyun baca di tempat tidur itu dibikinin special vers, dunk…HAHAHAHHAAAAA

    Suka

  8. annyeong…q new reader dsni, sy kebetulan baru baca ini dan sneng bngt baca ff yg ber cast kyu oppa, ini ceritanya seru tpi agak aneh masa 6 bulan kemudian tpi diakhir2 anaknya yg pertama uda 6taun, pa wktu kyu oppa nemenin lahiran itu anak yg kedua ya?

    Suka

  9. Wah, akhirnya minji berhenti kerja juga. Emang harus pelan pelan caranya. Dan kyuhyun tu bijaksana banget ya, dari usul donghae. Dia ngasih solusi buat minji, bukan cuma minta minji berhenti kerja gitu aja. Ah, anak anak mereka pasti ganteng ganteng banget ya. Hahaha mereka bakal punya anak lagi nggak ya? Keluarga mereka harmonis banget pokoknya. Ngiriiiii

    Suka

  10. aq bingung mesti ngomong apa??? Ini critanya aduh gmna ya ahh ga tau gmna ngungkapinnya…kyunya penyabar bget atau mungkin dia tipe2 suami yg tkut istri 😀 ga bsa tegas nglarang minji tpi mungkin emang dsni mnjinya aja yg keras kpla dan egois kli ya hahaa… #sotoyaq
    Ksian kan tuh anaknya ampe kyngsoo hrus d’rwat gtu..tpi hahaa kocak min pas endingnya jino minta adik lgi ahh mungkin itu tu maunya kyuhyun aja dan manfaatin kplosan anaknya aja hihi 😀

    Suka

  11. Duhhh si evil magnae jd bijak bgt..
    Kayagnya tanduknya uda di pangkas ama minji.. Hehehe :J
    ada typo, bukannya sebutan kakak perempuan buat adek laki” itu nuna?? Di atas dialog kyu di tulis eonnie, tp secara keseluruhan ttp bikin senyum” ff nya 🙂

    Suka

  12. Kyaaaa pasangan ini selalu romantis><
    Minji akhirnya berhenti bekerja dan fokus ke anak2 nyaaaa Kyuhyun juga menjadi appa yg sangat perhatian dan bertanggunb jawab.
    Jino penhen punya adek cewek tuuhhh<3 Dan yg menyuruh bilang kalau membuat adik itu Appanya ~kkkk

    Suka

  13. hidup itu sebuah pilihan … akhirnya minji memilih keluarga dan anak2nya dibandingkan kerjaannya…*eomma the best deh* ya walaupun itu pilihan tersulit tapi untuk melihat perkembangan anak itu lebih mahal dan indah jika dibandingkan uang sekalipun *itupun menurut temen aku* hihihi

    Suka

  14. emanglah ya minji tuh keras kepala orangnya… tapi tak apalah akhirnya dia mau mengalah juga demi anak dan suaminya…
    suka dengan karakter kyu, penyabar, penyayang, dan masih banyak lagi kebaikannya…
    pokoknya the bestlah… mudah”an aja keinginan jino punya dedek cewek terkabul. hahahaha

    Suka

  15. Minji gak perlu kerja deposit kyuhyunkan udah banyak jd gak bakal kelaparan meskipun minji berenti kerja…

    Jino mau2nya di suruh sama kyuhyun minta adek lagi

    Suka

  16. /_\ hahhhhh. Senang nya …. Rasanya aku nonton perjalanan keluarga kecil dari bawah sampai sekarang ini.
    Ini bagusssss bgt 😭😭😭😭😭 aku jd punya bayangan gimana nnt kalau aku punya anak dan jd istri. Haha memang itu yg aku pikirin

    Suka

  17. Minji keras kepala yahh. Lebih baik ngurusin anak n suami dulu yg di utamain. Lagiankan Kyungsoo masih kecil. Kasian kalo pake baby sitter. Yahh tp mau gimana, namanya juga jiwa pekerja keras. Susah emg mau bagi waktunya.

    Suka

  18. KYAAAAAAA !!! oppa anak kedua mu udah lahir kkk~ aku kira anaknya cewe eh cowo lagi, jino-ya pesen yeodongsaeng dong, biar lengkap.. oppa selamat bekerja keras hahahaha *evillaughnyakyuppa

    Suka

  19. udah ngelahirin aja minji wkwkwk
    akhirnya minji berhenti kerja juga da lebih fokus ngurusin anak anaknya
    jino baru juga punya ade udah minta ade lagi wkwkwk

    Suka

  20. agak sedikit kesel dg kekerasan hatinya dan egonya minji… sakitnya kyungsoo ada hikmahnya juga sifat keras kepala dan ambisiusnya perlahan runtuh ketika ingat kodratnya sebagai seorang ibu dan istri baby kyungsooo selamat datang dalam dunia imajinasi akau

    Suka

  21. kyahahahahah~ stalking cerita dari keluarga ini xD bikin senyumsenyum aneh sendiri gimanaa gitu. dan selalu ada jejak kemesuman kyuhyun hahahaha xD keep writing authornimzzz ❤

    Suka

  22. Kyuhyun pengertian bangeet yah.. walau dia sibuk dan ada di luar kota tapi tetep kyu lebih mentingin anak dan keluarga kecil ya hah kyuuu

    Suka

  23. kasian bgt Kyungsoo masih kecil, masihh bayi gtu udh kena typus, agak nyesekk part ini.. tapi tetep seru bgt, couple ini emg bner2 harmonis

    Suka

  24. sungguh terharu keLuarga keciL ini oenni ..
    SaLing mencintai .. menyayangi .. mengasihi .. menghormati ..
    bisakah aq nntinya punya keLuarga seperti KyuMinji ini??
    😄😄😄 pokonya Fighting oenni untuk karyamu .. The Best dh ..

    Suka

  25. minji bimbang, antara kerja dan rumah tangga… kalo diliat dari sudut pandang lain memang minji agak egois karna dia bersikeras buat ttp berkarier. tapu kalo diliat dari sudut pandang minji mungkin ini berat buat minji sendiri. di satu sisi dia pengen berkarier kana mungkin karna dia blm punya kesempatan ngejar apa yg dia inginkan karna menikah muda. tapi di sisi lain kodratnya jadi ibu juga dia ga bisa lepas gitu ajah, dia ttp pengen ngurus anak2nya.. dan dgn berjalannya waktu akhirnya minji bner2 tau mana yg lebih dibutuhin & apa keputusan yg seharusnya dia ambil.. salut sama kyu oppa yg bisa sabar bimbing minji…

    Suka

  26. yaahhh dd bayi’a sakit
    yaa nama’a juga msh bayi, jdi masih sensitip, ga bsa smbrng masuk makann’a, apalagi sbnr’a msh hrus ASI dri ibunya
    minji trll ambisius, ga mau ngalah wlwpun demi anak’a
    wlwpun ga bsa nyalahin minji sepenuh’a, gmnpun nama’a udh pnya jabatan yg lumayan di ktr, psti susah lepasin’a, wlwpun pnya suami yg udh mapan
    cma aku ga trllu suka, krna minji ttp kekeh ga mau pertimbangin pendapat’a kyuhyun
    tpi ttp smw masalh terpecahkan hahaha

    Suka

  27. uuhhh suka sama ff yg seperti ini..

    engga banyak konflik,ringan dan alurnya tertata rapi…
    suka dengan gaya penulisan author,sangat mudh dinikmati..

    uhhh jd iri sama Minji eonnie..punya suami yg perhatian dan cinta banget sama keluarga…

    ahh ditunggu karya selanjutnya.. 🙂

    Suka

  28. Hhmmm Minji, knp dikasih susu formula dd Kyung nya? Knp nggak nge pompa asi lalu ditaruh kulkas waktu mau dikasih ke dd Kyung baru dipanaskan lagi? Itu jauh lebih aman drpd susu formula yg malah bikin dd Kyung typus 😦

    Suka

  29. finally minji lahiran ahhahahha
    welcome anak kedua kyuhyun hhhehhe
    hot papa hot mama
    “Istri bukan hanya sosok yang menemani tidur seorang suami, namun juga pihak yang memegang besar kelangsungan rumah tangga”
    suka banget kata2 ini, kadang orang pikir istri cuma dirumah ngurus anak, masak dll tapi gak bener
    paling suka juga liat appa minji, walaupun yaa katakanlah keras, tapi kalo udah anak punya suami brrtu tanggung jawab suami
    ah suka suka suka
    nice story
    fighting^^

    Suka

  30. kasian bgt sii kyungsoo masih kecil dh sakit kya gt, qta yg org dewasa kalo sakit gt gak enak apalagi dia. KyuMinji Story emang bed time story yg sweet bwt di baca, menghalau mimpi buruk saat tdr, doa kaleeee. hehehehe….
    Buat author nya, makasih dh buat ff ini dan udh nge share ama qta2 para reader. Semoga selalu diberi inspirasi dan semangat untuk berkarya

    Suka

  31. kyungsoo lahiiirr… emg yg hamil pertama kyu gak nemenin minji lahiran??
    minji keras kepala sekalii 😦 tapi akhirnya dia mengerti apa yg kyuhyun maksudd.. 🙂
    kyuhyun bisa banget ya ngasut anaknyaa wkwkwk

    Suka

  32. sebentar banget si minjinya udah lahiran. 🙂

    kasian sikecil kyungsoo udah ngerasain sakit karna kelalaian minji. tapi gak papa. dan akhir ceritanya selalu happy ending. 😀
    oiya, ceritanya juga makin menarik. saya suka. (y)

    Suka

  33. baby kyungsoo kasian dia sakit, tp sekarang minji udah mau bisnis sendiri gak ngantor lg bisa ngeluangkan waktu ny buat keluarga kecil mereka

    Suka

  34. akhirnya minji berhenti kerja juga tp apa harus nunggu kyunssoo sakit dulu? kasiann apapun itu sekarang mereka mencoba menurunkan ego unt meprioritaskan keluarga d atas segalanyaa…. heehee jino g cukup y punya adik satu mau lg? kayaknya ini hasutan appa nya dehh mesum haahaa

    Suka

  35. setiap aku baca cerita ini kagum banget sama kyuhyun disini,pengertian dewasa, baik banget kan jarang jarang pnya karakter gini hahaha

    Suka

  36. pada akhirnya harus ada yang dikorbanin

    Jinoya napa kamu terus minta adik sih 😂😂😂😂
    efek bapaknya nafsu bnget yaaa

    mss siwon pengertian banget sih bisa mahamin karyawannya

    Kyungsoo makin sehat yaaa jangan sakit mulu
    kasian ibumu

    Suka

  37. ya ampuuunnnn…. jino-ya adekmu kamu belom bisa jalan mau minta nambah ???? tapi tante dukung kamu kok sayang wkwk… aku setuju sih akhirnya minji resign dari perusahaan dan fokus ke urusan rumah tangga dulu, bukannya gak setuju kalau wanita itu boleh bekerja, tapi kalau situasinya kayak minji yang punya 2 anak yang masih perlu ibu dan punya suami yang kekayaannya gak habis 7 turunan sih gak usah kerja juga gak papa wkwk… setuju sih kalo mending dibikinkan usaha sampingan tapi tetep harus fokus ke anak… bener gak eonn ???

    Suka

  38. Mengalah demi perkembangan anak – anak tak masalah kan minji. Lagian kyuhyun mampu menghidupimu dengan anak – anakmu sampe tujuh turunan apalagi yang kau harapkan. Anak – anakmu masih butuh perhatian ekstra darimu dan ini saatnya masa – masa emas dalam pertumbuhannya

    Suka

  39. eonni izin baca ffnya ya…. bagus banget alurnya juga bagus.. kyuhyun keren banget jadi ayah yang perhatian dan jadi suami yg pengertian banget…

    Suka

  40. Haduhh jino kyungsoo nya aja belum bisa jalan eh udah minta adik baru lagi… Akhirnya minji resign juga dari perusahaan nya siwon kasian juga kan kyungsoo nya masih kecil udah di tinggal-tinggal terus

    Suka

  41. duh kyuhyun suami yang baik,
    jino adek mu aja baru 6 bulan umurnya mau minta nambah. jelas sih soal nya jino namja pantes biar ada yang manggil ‘oppa’. mau aja sih jino dengerin ucapan kyuhyun yg aneh”

    akhirnya minji seluruhnya milik keluarga

    Suka

  42. Aaaaaaaa awal.n kesal jga sma minji keras kepala banget kn kasian adek kyungsoo. . Tpi untung minji.n mau brhrnti kerja. . Kyuhyun itu suami idaman banget ya 😊😊 ❤❤❤❤❤

    Buat author smbgt terus y buat ff kyuminji ny. .fighting 👍👍👍👍

    Suka

  43. Untung aja Kyuhyun nggak tau soal Kyungsoo yang kuramg nutrisi. Kalo nggak masalahnya bakal tambah gede aja tuhh..
    Paling suka sama sifatnya Kyuhyun di ff ini. Biasanya Kyuhyun itu selalu digambarkan cowok yg egois. Tp di sini dia sabar bgt.. Makin sukaaa sama Kyuhyuuunn
    Fighting buat next postnya !!!

    Suka

  44. kyuhyun bener bgt. Jino kyungsoo masih terlalu kecil buat di tinggal2 sama ibunya.
    Lebih baik punya kerjaan yg bisa luangin waktu lebih banyak di rumah untuk anak sama suami. The important thing is your family, right?

    Jino-ya, bikin ade emang enak tapi kasian eomma yg ngejalanin prosesnya. Huhu

    Suka

  45. keluarga bahagia bgt mereka, si minjinya dingin2 peyayang, dan bertanggung jawab bgt sama keluarga tau apa yang harus di lakuin demi keluarganya kyuhyun juga ngerti kondisi istrinyaa jd gak mementingkan ego. adakah suami yang seperti ini buat aku ? ada kali yaaaaa mudah2an hehehe …..
    daebak authornim chotaaaaa ^^

    Suka

  46. Kyuminji story a mother for my children… Tadinya aku kira kyuhyun itu udh pnya anak trus cari ibu yg baik buat anaknya… Eh ternyta itu ank mreka yg d tnggal sbuk urusan kerja… Dan d titipkan pda babby sitter… Keluarga adlah segalanya…
    Mksd kyuhyun baik buat nyruh minji berhenti bkrja sruh jgain ank2 mreka… Gk selmnya suami bisa urus ank dngan bsik sebaik seorang istri… Suka deh akhirnya minji ngerti mksd kyuhyun….. Kyuhyun emng the best minji juga pngertianmau bngt ma kyuhyun… Meski awal2 agk kras kpla sih…. Pokok.nya kyuminji top dah…. I like it…. Fighting buat nulis terus eon… He he hehe he

    Suka

  47. Ahirnya minji sadar juga mau berhenti bekerja dan fokus untuk mengurus keluarganya, kasian kyungso masih bayu udah sakit typus, bahagianya punya keluarga kaya kyuhyun minji

    Suka

  48. astagaaa..emank kyuu ituu yaa biangnyaa mesummm….
    gmnaa biaaa dia blg k aanknyaa gituuu…
    huhhh….
    lagiann loo kyunsoo ituu masihh kwcill bangett dahh…
    haahah.. yaa gak banget jugaa sihh.. hihi…

    Suka

  49. Ffnya benar-benar bisa buat refreshing. Konfliknya ringan dan saran-sarannya bisa dipakai di dunia nyata. Motivate fanfiction. Aku juga suka sama sifatnya Minji & Kyuhyun disini. Pas baca juga bisa dibayangkan, suka juga sama Kyungsoo + Jino. Semoga ada cerita lain dari KyuJi family ini. Semangat terus kak buat karya baru yang lain. Fighting !!

    Suka

  50. Kyuhyun suami pengertian bgt:’) dia bahkan mikirin bisnis buat minji biar minji masih tetep ada kerjaan walaupun udh ngga kerja di kantor.
    Aku suka caranya kyuhyun ngebujuk minji walaupun selalu gagal kkkkk, dia mikirin perasaan minji bgt. Apalagi waktu kyuhyun baru nyape di rumah sakit, dia khawatirin minji bgt.
    Suami idaman kkk

    Suka

  51. seandainy suami sperti karakter Kyu disini ada bnran wah udh jdi rebutan semua cwek2 y.. hahahaha.. 😂 sxlee lgi kehidupan nyata tak seindah di cerita FF 😂✌😆 *malah curcol
    sll bilng “keep up the good work authornim” 😊👍💪

    Suka

  52. Hai… salam kenal.
    Wah cerita keren .. akunya telat banget yah bacanya … ff fi postinh thun 2013 sekarang 2017 … tapi tak apa.. sangat suka ff yg temanya ttg marriage life bgni apalagi cho kyuhyun yg tkoh utama.
    salam kenal yg utk authornyaaaa

    Suka

    • *ID Comment : chintiaraihkasih12gmailcom*

      *Judul Fanfic : Kyuminji Story*

      *Mengetahui Blog Ini Dari : Pencarian di google*

      *Screenshot Comment :* *[image: Gambar sisip 1]*

      2017-01-10 7:48 GMT+08:00 shinningstar13ff :

      > raffy commented: “msih tetap romantis kyuminji ny, suka banget ma ff ny > Jjang deh buat author ny” >

      Suka

  53. Akhirnya minji mau ngalah… Heuuuh leganya masalah selesai..

    Kyuhyun pengertian sekali yaaa… Siwon juga gak egois utk mempertahankan minji, salut,
    Ff ini kyk menggambarkan kehidupan yg sebenernya, yg sebenernya tu g ada org yg jahat2 amat.

    Suka

  54. minji ikhlas kn ya berenti dr kerjaan nya???
    harus ikhlas lah pasti nya apalagi demi anak2 dan suami tercinta…
    kasian denger ceritanya hanwoo, eunyhuk oppa blm keliatan wujud nya ya? hhee

    Suka

  55. kyuhyun perhatian ya, mau ngalah sama minji. dan akhirnya jg minji berhenti kerja. gapapa, yang penting bisa jadi ibu yg baik utk anak anaknya;)

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s