[ficlet] Hug Me!

page

Author: Minji^__^ •Cast: Cho Kyuhyun – Kang Minji

• Genre : Straight – Romance • Length: Oneshoot

All Minji POV

 

Kubenamkan kepalaku pada bantal hingga rasanya aku kesulitan untuk bernafas. Kupeluk erat boneka Tedy Bear berwarna cokelat yang besarnya kira-kira setengah dari tubuhku ini. Semestinya aku tidak memeluknya, melainkan memukulnya bahkan jika perlu saat ini aku sangat ingin memotong leher boneka ini, mencabik-cabiknya kemudian membuangnya ke luar jendela hingga tedy bear malang ini akan merasakan kedinginan di luar sana.

“Jika kau kesal padaku, kau bisa memukul atau melakukan apapun pada boneka ini agar rasa kesalmu hilang. Sebaliknya jika kau merindukan aku, peluklah dia dan rasakan kehangatannya. Aku menamainya Kyuhyun. Jadi anggap saja dia adalah penggantiku jika aku tidak ada di sisimu.”

Begitulah ia berkata padaku. Dan saat ini, aku sangat-sangat membencinya jadi aku begitu ingin melakukan hal paling buruk pada Tedy bear malang ini. Sayangnya, aku tidak bisa melakukannya. Aku justru sangat ingin memeluknya, merasakan kehangatannya seperti perkataan Kyuhyun bodoh itu. Pada akhirnya, aku memang hanya mampu memeluk tedy bear yang ia bilang adalah penggantinya itu. Sungguh pria yang kekanak-kanakan. Apa dia pikir aku anak kecil yang bisa ditipu? Tapi kenyataannya aku memang melakukannya. Memeluk boneka ini dengan erat, dan merasakan kehangatan seolah itu adalah sosoknya.

Baiklah, mungkin aku akan berbagi tentang masalahku. Bagi Kyuhyun, mungkin ini bukan masalah. Sebaliknya bagiku, ini adalah masalah yang tidak pernah menemukan solusinya. Kurasa Kyuhyun bahkan sudah bosan bertengkar denganku, menghadapi sifat egoisku yang selalu menuntut banyak darinya. Sesungguhnya aku tidak meminta banyak. Aku hanya, meminta agar ia lebih menghargaiku sebagai kekasihnya. Datang tepat waktu ketika berjanji denganku meskipun ia tidak bisa sering menemuiku, mengabariku atau setidaknya membalas pesanku meskipun terlambat, itu saja sudah cukup bagi orang biasa yang memiliki kekasih seorang yang luar biasa seperti dirinya. Bukankah itu sederhana?

Pertengkaran terakhir kami, itu adalah tanggal 4 februari kemarin, tepat sehari setelah ulang tahunnya yang ke 27. Ketika itu kami berjanji untuk pergi berkencan merayakan ulang tahunnya meskipun terlambat satu hari karena Kyuhyun terhalang aktivitasnya di luar negeri. Ia bahkan pergi bermain ski di hari ulang tahunnya tanpa memberitahuku padahal ia mengatakan lelah setelah kembali dari luar negeri. Saat hari kami akan berkencan, ia juga masih memiliki jadwal pementasan musical dan menemuiku dengan sangat terlambat hingga aku menggigil kedinginan menunggunya. Aku tahu, ia bisa datang tepat waktu dan kami sudah menyesuaikan itu. Namun kepalaku mendidih dan air mataku ingin keluar, ia beralasan terlambat karena hampir lupa diri mengobrol dengan rekannya di belakang panggung seusai pementasan.

 Dan hari ini tanggal 13, sudah hampir sepuluh hari kami bertengkar dan ini tidak seperti biasanya. Maksudku, Kyuhyun cukup bisa mengendalikanku dan menghadapi aku yang sedang marah. Kami biasanya akan berbaikan dengan segera. Namun entahlah, pria angkuh itu tidak kunjung menghubungiku. Aku tahu dari salah satu manajernya yang kupegang nomor ponselnya jika Kyuhyun memiliki banyak jadwal minggu ini. Oh baiklah. Mungkin ia begitu sibuk jadi ia melupakanku. Sepertinya, Kyuhyun menikmati statusnya sebagai pria ‘single’ ketika berhadapan dengan fansnya.

Aku menangis memeluk lututku sendiri, mengabaikan tedy bear ini di sebelahku. Kenapa hidupku menyedihkan sekali. Besok adalah hari valentine dan semua teman-temanku bahkan punya rencana dengan pasangan mereka. Aku ingin merasakan punya pacar seperti gadis lainnya. Apa sebaiknya aku mengakhiri kisah pahit ini? Kurasa aku terlalu berlebihan. Merelakan pria sebaik Kyuhyun hanya karena keegoisanku. Baiklah, hanya aku yang egois. Dari sudut pandang manapun kecuali sudut pandangku, Kyuhyun lah yang mendapat pembenaran bahkan dari keluargaku sendiri. Karena statusnya. Karena pekerjaannya. Akulah yang harus lebih mengerti dia.

**

Aku menonton TV dengan mata sembab akibat menangis sejak pagi. Niat awal hendak menyaksikan drama favoritku, aku justru terjebak di stasiun TV yang menayangkan siaran ulang variety pria menyebalkan itu. Tampan, pintar, supel, humoris, bahkan banyak kelebihan yang pria itu tunjukkan di layar kaca hingga membuat penggemarnya semakin banyak saja. Kurasa ia akan memiliki kesempatan besar untuk menjadi MC nasional sekelas Yoo Jaesuk oppa. Aku spontan membanting remote TV ke sofa di sebelah kiriku ketika melihat Kyuhyun tengah menggoda seorang bintang tamu perempuan yang notabene adalah seorang aktris muda terkenal. Aish~ apa kau senang hah? Belum cukup kuberikan ijin mencium bibir setiap lawan mainmu di musical, kini ditambah menebar perkara baru di acara lainnya. Apa kau mau kekasihmu ini mati muda? Haih. Baiklah. Tapi setidaknya perlakukan aku dengan baik, Kyuhyun ssi.

Sebenarnya, bukan kedekatan dengan rekan kerjanya itu yang membuatku makan hati. Namun setiap kali Kyuhyun mengungkapkan di depan umum jika ia masih belum memiliki seorang kekasih, itu rasanya bagaikan ancaman untuk harga diriku. Entahlah, aku tahu pasti alasannya, namun tetap saja akhir-akhir ini aku tidak bisa berdamai dengan hal itu. Faktanya, Kyuhyun punya kekasih.

**

“Aku mau putus.”

Ia diam, memandangku dengan datar, dan terlihat sedikit menarik nafasnya. Kemeja putih dan jas hitam yang dipakainya, ia bahkan sempat berpikir untuk sedikit terlihat rapi. Tampan. Kami duduk berhadapan untuk makan malam di restoran yang sudah kupesan dan kini aku lebih memilih menatap hamparan salju di luar kaca ketimbang melihat wajah datarnya yang seolah memohon maaf dariku itu. Percuma saja aku berdandan jika semuanya hanya membuat moodku berambah buruk seperti ini. Ia membuatku seperti orang bodoh, membiarkan seorang gadis spertiku menunggu lama sendirian.

“Aku tidak mau putus.”

“Menjadi single yang sebenarnya akan membuatmu lebih nyaman. Kau tidak perlu menipu penggemarmu lagi.”

“Bicara apa sih?” kyuhyun terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Hal ini membuatku kesal.

“Kau tidak dengar? Aku mau putus dan berpisah denganmu.” Aku terpaksa menatapnya karena pria ini berlagak bodoh dan tidak mengerti ucapanku.

“Kalau kita putus maka aku akan mencari gadis lain untuk kupacari. Apa kau tidak akan menyesal?”

“Aish. Jangan bercanda denganku.”

“Kalau kau menganggapku bercanda maka aku juga menganggap permintaanmu sebagai candaan. Ini sudah yang ke sekian ratus kali kau meminta putus dariku. Tapi pada akhirnya kau tetap saja kekasihku.”

Aku menghindari tatapannya. Wajahku memerah karena malu. Bukankah aku terlihat plin plan dan selalu tidak konsisten dengan ucapanku di depannya? Kudengar ia tertawa kecil. Membayangkan bibirnya tersenyum saja membuat hatiku menghangat di tengah-tengah udara musim dingin ini.

“Kali ini, aku serius. Cho Kyuhyun, kita harus putus demi kebaikanmu dan juga demi kebaikanku.” Aku menoleh lagi padanya, dan senyumnya menghilang, wajahnya kembali dipenuhi  ekspresi datar yang menatapku. Beberapa detik kemudian, ia terkekeh geli. Ya Tuhan. Makhluk ciptaanmu yang ini, hamba sungguh tidak kuat menghadapinya. Aku merasa dilecehkan. Apa dia pikir kemarahanku ini hanya isapan jempol?

“Kang Minji, kau tidak akan bisa lepas dariku.”

“W..wae? Percaya diri sekali kau mengatakan itu.” aku berkata gugup, meskipun dalam hati aku menyetujui tuduhannya terhadapku.

“Omma, appa, noona, hyungdeul, semua menyukaimu. Dan aku, aku sangat menyukaimu.”

“Kalau begitu, kau yang tidak bisa lepas dariku. Bukan aku yang tidak bisa lepas darimu, oppa.”

“Dasar gadis plin-plan.”

“W.. wae?”

“Beberapa detik yang lalu kau menyebut namaku dan meminta putus dengan wajah tegang. Dan baru saja kau kembali memanggilku oppa dengan jawaban yang melembut. Apa kau luluh dengan ucapanku? Tidak mungkin kau tidak terpesona dan luluh. Aku bukan pria sembarangan.”

“Yaaaaaaa!!!!” aku berteriak di depannya. Apa maunya sebenarnya? Klise sekali. Selalu memanfaatkan kelebihannya untuk mengalahkanku. Aku harus melawan kali ini.

“Oppa. Dengarkan aku. Terus terang, aku memang menyukaimu tapi aku juga ingin menjalani kehidupan seperti gadis lain. Aku ingin pergi berkencan secara bebas, bisa memelukmu dengan bebas di depan umum, mengakui jika kau adalah milikku pada orang-orang. Aku tidak bisa terus seperti ini, bahkan kau tidak bisa menghargaiku di sedikit waktu yang kita punya untuk bertemu seperti hari ini. Kau datang terlambat. Selalu begitu.”

“Lalu bagaimana? Kurasa ini bukanlah masalah. Konsekuensi pacaran denganku, seharusnya kau sudah tahu dan tidak mengungkitnya.”

Astaga. Pria ini melelahkan dan payah ternyata. Bahkan ia tidak meminta maaf atas semua kesalahan yang baru saja kutuduhkan padanya. Mungkin dia tidak mengerti di mana letak kekesalanku.

“Aku mau putus. Aku.. sesungguhnya ada pria lain yang mengejarku sejak lama. Jika aku bersamanya, kurasa aku bisa merasakan menjadi gadis normal. Mian.”aku meremas kedua tanganku. Dasar Kang Minji bodoh.

“Kemarin ulang tahunku. Seharusnya hari ini kau memberiku kado. Bukan terus bercanda seperti ini.”

“Mian oppa. Aku sudah sejak lama memendamnya. Tapi karena sekarang kau seperti ini lagi, jadi aku harus mengatakannya.”

“Oh. Aku mengerti.” Kulihat ia sedikit menunduk. Baiklah. Kurasa aku menang. Apakah ia terluka? Atau paling tidak cemburu?

“Aku  memberikan kesempatan pada pria itu untuk mendekatimu, tapi..jangan harap ada kata putus dariku.”

“Mwoya ige?!”

**

Aku membuka mataku, dan merasakan kehangatan di sekujur tubuhku. Ini bukan kehangatan karena demam, namun karena selimut dan semacam energi baik yang menyelimutiku. Ketika menoleh, kulihat Kyuhyun tersenyum tipis dengan kedua tangannya yang menggenggam hangat tangan kananku. Jadi dari sini sumber rasa hangat itu.

“Aku mau air.”

Kyuhyun menurut kemudian mengambil gelas yang sepertinya telah disiapkan untukku. Ia membantuku minum hingga tiga perempat dari isi gelas itu berhasil kutelan meskipun masih dengan rasa mual. Aku menarik nafas dan menatap selang infus yang tersambung dengan tangan kiriku. Aku baru menyadari jika aku tengah berada di rumah sakit.

“Semalam kau pingsan sebelum dibawa kemari. Dasar nakal. Berani tidak makan seharian. Kau mau mati ya?” Kyuhyun mulai mengomeliku.

“Aku mati itu lebih baik untukmu kan.” ujarku lemah.

“Ehemm.. Jadi mana pria itu? Bukankah sudah kuberi kesempatan sepuluh hari untuknya mendapatkan hatimu. Wae? Mengapa Ia bahkan tidak menampakkan batang hidungnya? Bukankah semestinya ia menjagamu di saat kau sedang sakit? Pria macam apa dia? Bahkan tidak peduli pada gadisku, tapi sok sekali mau merebutmu dariku. Atau, jangan-jangan ia tidak muncul karena tidak percaya diri berhadapan denganku? Aku bisa menjamin wajahku seribu kali lebih tampan…” alih-alih menanggapiku, pria ini justru mengoceh mengganti topik dan mengeluarkan sifat narsisnya. Segera saja kuletakkan telunjuk kananku di bibirnya untuk membuatnya diam.

“Berisik sekali. Kau mengganggu pasien yang sedang sakit.”

Kyuhyun menatapku. Ia tampak khawatir.

“Mianhae~ apa sebegitu merindukanku hingga kau jatuh sakit seperti ini?”

“Cih~”

Kurasa wajahku memerah karena tuduhannya. Ya, aku sekarat karenamu. Karena kau tidak kunjung menghubungiku setelah kita perang mulut malam itu. Aku merindukanmu sampai rasanya aku lebih baik mati saja.

“Maaf karena mengabaikanmu. Aku hanya bercanda, karena kau bilang akan meninggalkanku untuk pria lain yang mengejarmu. Ternyata pria itu hanya fiksi.”

“Aish! Aku tidak bercanda. Pria itu memang..”

“Untuk apa berbohong? Aku sudah mengecek handphonemu dan tidak ada satupun pria yang mendekatimu. Omonim juga bilang jika kau tidak pernah keluar dengan teman pria. Harusnya kau bersyukur, hanya aku yang mau menerimamu dengan sepenuh hatiku. Dasar gadis jelek.”

Aku memukul lengannya. Pria ini membuatku kesal dan marah bahkan ketika ia ada di dekatku seperti ini. Kyuhyun kembali menggenggam tangan kananku dengan kedua tangannya, kemudian menciumnya lembut. Aliran darahku rasanya berhenti karena ulahnya.

“Dokter bilang kau hamil.”

“MWO?!!!!” aku seketika duduk dan Kyuhyun melepaskan tanganku karena terkejut dengan reaksiku.

“Tidak mungkin. Bagaimana mungkin. Kau bohong kan?” aku terkejut saat ini. Rasanya sebentar lagi aku akan menerima serangan jantung. Aku kembali mengingat-ingat kapan terakhir kali melakukan itu dengannya, itu sekitar sebulan yang lalu. Bagaimana bisa? Astaga. Apa perutku yang mual sejak kemarin  itu berarti….?

“Kenapa kau panik begitu? Kau tidak suka mengandung anakku? Makanya kau sengaja tidak makan agar sakit dan anakku mati di dalam perutmu? Kau jangan khawatir. Aku akan bertanggungjawab. ”

“Oppa.. kau.. tidak sedang bercanda kan?”

“Omo. Minji ya~ wajahmu mendadak pucat.” Kyuhyun mendekatkan wajahnya padaku. Pria ini kenapa begitu santai. Jika aku hamil, bagaimana dengan karirnya. Tanpa terasa air mataku menetes. Mendadak aku takut. Rasa takut itu menyelimutiku.

Kyuhyun memelukku. Mengusap-usap punggungku. Rasanya lebih baik saat dipeluk olehnya, namun tetap saja ini tidak akan menyelesaikan masalah.

“Oppa.. aku takut.”

“Apa yang kau takutkan? Aku hanya bercanda. Mana mungkin aku seceroboh itu?”

Aku melepaskan pelukannya, menatapnya tajam. Kyuhyun memasang wajah datar, menatapku yang sepertinya wajahku saat ini sangat potensial untuk ditertawakannya. Pria ini sepertinya sakit jiwa. Baiklah, kurasa ia yang sangat stress dan merindukanku maka membuat lelucon macam ini. Kyuhyun terkekeh geli. Ia mengusap pipiku.

“Andai saja kau benar-benar hamil.”

“Oppa, ini tidak lucu.”

“Mian. Aku hanya ingin bercanda denganmu. Aku sudah banyak membuatmu marah dan kesal karena terus mengingkari janji dan membuatmu cemas serta curiga. Aku minta maaf untuk semuanya.” Kyuhyun meraih lagi tanganku dan menatapku. Wajah tampannya menyihirku lagi. Aku pasti akan memaafkannya sekarang.

“Kumohon jangan katakan hal seperti itu lagi. Putus, kehadiran pria lain. Aku tidak mau mendengar itu. Hal itu membuatku tidak fokus dan kesal. Aku tidak mau berpisah dengan gadis yang selama dua tahun ini sangat pengertian terhadapku. Kurasa aku tidak akan menemukan sosok sepertimu lagi jika kau benar-benar putus denganku.”

“Oppa..”

“Minji ya~ aku minta maaf karena membuatmu sampai sakit seperti ini. Aku minta maaf karena terlalu cuek dan selalu egois terhadapmu. Aku tidak pernah bisa memahami hati seorang gadis dengan baik. Aku bukan pria yang romantis. Aku tidak bisa memelukmu dengan bebas di depan umum. Tidak bisa menunjukkan keberadaanmu pada orang-orang. Semua itu, karena membuatmu tidak bisa merasakan kebahagiaan sebagai gadis normal yang kau katakan, aku minta maaf.” Aku terdiam dan terharu. Tidak biasanya Kyuhyun mau berterus terang dengan perasaannya seperti ini.

“A.. aniyo. Sebenarnya bukan itu masalah sebenarnya. Aku hanya terbawa emosi jadi mengatakan hal yang tidak semestinya. Kau pikir aku mau mati muda dengan memintamu melakukan semua hal itu? Aku tidak pernah benar-benar berpikir agar kau melakukan hal-hal bodoh seperti itu. Itu tidak mungkin. Itu akan membahayakan karirmu. Aku.. aku hanya..”

“Hanya apa?” Kyuhyun menatapku sambil mengusap rambutku. Betapa lembut sesungguhnya pria ini.

“Aku hanya ingin kau memperhatikanku, tidak mengabaikanku dan jangan menggunakan alasan lupa untuk tidak membalas pesanku. Hanya itu. Aku hanya ingin kau menunjukkan perasaanmu meskipun hanya aku dan oppa yang tau. Tidak perlu orang lain mengetahui itu. Yang penting aku tahu.” Aku membalasnya dengan tersenyum. Kuharap penjelasanku bisa membuatnya mengerti. Kulihat ia tersenyum, lalu mengecup bibirku. Kyuhyun adalah pria yang pintar dan cerdas. Kurasa ia pasti mengerti maksud ucapanku tadi.

“Baiklah, Nona Kang. Aku berjanji untuk memenuhi permintaanmu mulai detik ini. Aku akan lebih memperhatikanmu agar kau tahu aku juga mencintaimu. Dan aku juga berjanji, suatu hari nanti, aku akan memelukmu di depan orang-orang, aku akan mengatakan pada dunia jika gadis manja dan cengeng ini adalah kekasihku. Apa kau senang?”

Aku tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalaku, lalu kembali merasakan pelukan hangatnya serta tepukan lembutnya di kepalaku. Dengan pelan aku membalasnya karena tangan kiriku terkait infus. Kurasakan bibir tebalnya yang hangat mencium keningku, membuatku merasa jika oppa tampan ini adalah milikku.

“Oh ya, hari ini adalah hari kasih sayang. Aku akan menginap di sini hari ini untuk menjagamu.”

“Tapi jadwalmu..”

“Aku tidak ada jadwal hari ini. Jadi hari ini aku sepenuhnya adalah Cho Kyuhyun kekasih Kang Minji, bukan Cho Kyuhyun Superjunior.” Ia melonggarkan pelukannya kemudian menatap wajahku.

Kyuhyun kembali mendaratkan kecupan di keningku, lama dan hangat, seolah memberikan kesembuhan dan tenaga untukku hari ini. Aku hanya perlu seperti ini, dipeluk erat olehnya. Itu saja sudah cukup untuk membuatku sadar jika Kyuhyun mencintaiku.

Cho Kyuhyun, pria ini. Mungkin saat ini ia belum bisa memberikan apa yang aku inginkan. Namun, ia selalu bisa memberikan apa yang benar-benar aku butuhkan, misalnya… pelukan dan kasih sayangnya. ^^

-END

Hai readers! Maafkan kekurangan FF tidak jelas ini. Happy Valentine ya! baik yang memiliki pasangan ataupun sebaliknya, semoga semakin bisa berbagi kasih sayang dengan orang-orang terkasih, tidak hanya hari ini namun seterusnya. Story pendek ini hanya ungkapan kangen author pada si magnae~  kkk thankyu for reading!

 

 

 

 

Iklan

45 thoughts on “[ficlet] Hug Me!

  1. gg tau kenapa kata2 ini bikin aku menitihkan air mata… “Aku ingin merasakan punya pacar
    seperti gadis lainnya. Apa
    sebaiknya aku mengakhiri kisah
    pahit ini? ” mengakhiri kisah pahit sebagai fans …
    pengen fokus ke kehidupan sendiri..
    :”( tapi tiap mikir mau lepas siwon dan kyuhyun gg bisa… sebagian kata2 di ff ini mewakili perasaan aku juga…
    maaf komen galau: “

    Suka

  2. Okeehh sya memang rindu dengan couple ini… Dri waktu ini authornya bilang pngen nulis dan akhirnya kesampaian kkkkkkk seketiga saya ingin menukar lee donghae dan cho kyuhyun untuk sehari apa anda setuju ? Kasikk kisssuu deh buat authornya 😘😘😘😘

    Suka

  3. kyaah happy valentine author tercintaah ;_;
    *tebarbuketbunga*

    kangen baca ff..
    kangen kyuminji
    kangen donghae ToT

    gimana ya?? hmmm emang yg paling kasian tu sebenernya pacar aslinya oppars..
    ;_;

    *grrr gue ngomong apaan siiihhh ;_;*

    Suka

  4. FF REAL LIFE KAMPRETAAAAAAAAAAA
    AKSKDKFGKKDKFFKDPLSKEFLCKDKFKCLLSFLROFKEKSKDIXJA /berbusa
    T________T
    “single” didepan fans..NUAAAHHHH SELAMA BELUM ADA NEWS N KONFIRMASI SM YU OLANG MASIH SINGLE TTTTTTTTTTTTT
    mau sampe kapan elu nipu gue..sampe kapaaaannn /nyebur ke kolam renang alila yg belum jadi

    Aduh rasanya baru kali ini baca minji yg jadi se-childish ini wakakakaka biasanya minji selalu keibuan dewasa and yada yada yada
    Hih cho kyuhyun emang sakit jiwa gak usah dah dirambang..
    N BERCANDA SOAL HAMIL ITU GAK LUCU TTTTTTTTTTTTTT
    Iam kangen TTTT

    Suka

  5. argh…..bikin galau…suka bgt ma kyu disini…santai bgt dia mah…blg hamil sembarangan…ahahahahaha…
    argh…cow ky gini itu ngegemesin

    Suka

  6. Kasih sayangnya menyebar luas nih. Bisa paham gimana kyuhyun sayang banget sama minji. Minjinya juga sayang banget sama kyuhyun. Aaaaah bikin hati menghangat baca ini. Aku juga pengen punya pacar yang sayang ke aku kayak kyuhyun sayang minji. Aaaah bikin iriiiii

    Suka

  7. astaga bohong kyuhyun keterlaluan, aku kira ia pula minji hamil, ternyata ????
    tapi aku suka ff ini, walaupun kyuhyun banyak bercanda namun ada so sweet nya…. kereeeennnn..

    Suka

  8. ubek” library dapet bacaan lg..ato gx baca ulang jg… ff kyuminji itu ngangenin..walo udah baca brkali” tetep aja pas inget jadi pengen baca …

    apalagi yg happy begini.sweet bgt.sederhana tapy bikin aku ikut happy..

    Suka

  9. Ficlet terpanjang yang pernah kubaca…
    Soalnya gak terlalu suka klo.bca crita yg manis-manis tpi nnti lagi asik2 bca malah udahan…huhhh…
    Hebattt
    Peace…

    Suka

  10. cerita ff yg ini nyelekitin ati para fans banget yaa berasa ketampar karna kehidupan idol yg lo liat bahkan cuma seujung kuku yg ada benernya wkwkwk
    syuka sekalak watak kyuhyun yg menyebalkan disini yg suka bikin minji naik darah 😁😁

    Suka

  11. Romantis romantis banget 😊 Pas di kerjain hamil itu loh 😂 Seru seru jantungan ya hahaha
    Intinya ya gak bisa kalo mereka gak sama sama 😂 Sweet banget 😍

    Suka

  12. Aaaahhhh….so sweeet….
    Kayaknya kaoo aq jadi Minji juga akan bersikap kayak gitu deh….
    Kyuhyun terlalu santai dan bisa lupa dengan Minji padahal jarang bisa ketemu…
    Pokoknya aq suka ceritanya….mengharukan….walau tanpa masalah berarti tapo ceritanya tetep keren

    Suka

  13. Aigooooo,,,,,,ini bikin terharu ne,,,,,,
    Keren bngt,,,,
    Resiko jd yeoja seorang idol y,,,,,
    Memang harus extra sabar n harus bnyk pengertian.
    Kyu jg,,,,,,,,asa alasannya lupa kalo g blz sms minji, itu keterlaaluan namanya.
    Kalau hub itu yg menjalani kan 2 orang jd yg harus sll berusaha pengertian, perhatian dll adalah fua2-nya jgn cmn salah satu.

    Suka

  14. aigoo kyuhyun oppa…
    evilmu memang engga bisa.diragukan..
    bahkan kekasih sendiri aja dibuat sakit gara2 sikapmu…

    sempet kaget waktu kyuppa bilg Minji hamil..ku kira beneran.. ternya…
    yahh syg..coba beneran… pasti asik..kekkk…

    Suka

  15. hoala manisnyaaa…. suka banget karakter kyuhyun disini, rada mirip sama kya aslinya kkkk
    minji sampe pucat denger dia hamil haaha, takut di amuknya sparkyu pasti kkkk

    Suka

  16. kalo baca cerita kaya gini tuh, suka bikin penasaran sama hubungan asmara kyuhyun di dunia nyata. yah kali aja kaya di ff gitu, punya pacar cuma ngomong nya single, pacaran backstreet.

    Suka

  17. pasangan yang lucu tiap berantam pasti langsung berbaikan. kyu belum memahami keinginan minji. akhirnya mereka berbaikan juga kyu pake bercanda lagi minji kan kaget. feelnya sudah dapat

    Suka

  18. akhirnya ketawa juga baca ff, dr td baca ff seblumnya tegang mulu hhhaaaa
    berarti kyu+ji sering ‘itu’ ya? sampe minji percaya kalo dia hamil hhaa
    cerita ttg pacar yg seorang idol, jd ngehayal kkkkkk

    Suka

  19. huhuuuu so sweeewttt
    keren keren!
    sabar bgt ya. gt dong kalo pacaran sama kyu banyak banyak sabar hihii

    btw udh lama aku ga mampiir. lanjut baca yakk~

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s