[Oneshoot] Mistake

3333

Author : Minji ^__^• Cast : Kyuhyun – Minji, Eunhyuk- Hanwoo • Genre : Straight – Romance • Length : Oneshoot

———————————-

Suara tepuk tangan membahana memenuhi ballroom utama sebuah hotel berbintang lima di kawasan Gangnam, ketika MC menyebutkan nama seorang pria untuk maju dan memberikan sambutannya. Semua mata kini tertuju padanya, sosok pria tampan yang tampil begitu mempesona para undangan khususnya semua kaum hawa yang berada di sana. Bisa dipastikan, ini adalah titik balik dari hidup pria itu, dan ke depannya ia akan menjadi orang yang semakin disegani di perusahaan.

Di LET Corp, Siapa yang tidak mengenal Cho Kyuhyun. Sejak awal bergabung di perusahaan dan menerima jabatan sebagai manajer teknis dari peruhaan IT milik keluarga Lee tersebut, pria tampan yang cukup jarang bicara ini sudah menarik perhatian banyak karyawan wanita. Ia dikenal sebagai pria yang pintar dan supel serta menjadi tangan kanan dari CEO Lee Yongsun. Dengan bermodalkan predikat lulusan terbaik dari pendidikan magister di bidang teknologi informasi ia berhasil masuk ke perusahaan besar idaman semua lulusan IT di Korea Selatan dengan mudah dan mendapat kedudukan penting.

Hari ini, adalah peluncuran game mobile dari vendor milik LET Corp dan game itu adalah hasil ciptaan otak cerdas seorang Cho Kyuhyun. Bahkan sebelum perilisan, rumor mengenai game santai yang ditujukan untuk semua lapisan masyarakat itu telah menyebar dan banyak dinantikan orang-orang.

“Menurut saya pribadi, game adalah sebuah hiburan yang paling mudah untuk dilakukan. Bermain game memang merupakan hobi saya, dan saya selalu melakukannya jika sedang suntuk atau merasa terganggu karena sebuah masalah. Saya rasa semua manusia perlu hiburan dengan mengalihkan konsentrasinya sejenak, dan bermain game adalah salah satu pilihan yang tepat. Untuk itulah dulu saya pernah berpikir ingin menciptakan sebuah game di masa depan yang bisa dimainkan oleh semua orang dengan santai tanpa harus mengeluarkan banyak biaya online. Jadi hanya dengan membuka mobile dari vendor kami, anda bisa menikmati sensasi game pengasah otak dan bisa dinikmati di mana saja.” Kyuhyun mengucapkan sambutannya dengan percaya diri dan tenang. Wajah tampannya tersenyum, dan ia terlihat sangat cocok dengan setelan hitam, dasi berwarna senada, dengan kemeja putih yang menunjang penampilannya.

“Sempurna. Cho Kyuhyun, kau berubah banyak. Aku merasa seperti tidak mengenalmu tadi. Apa yang kau ucapkan sangat mengesankan dan aku yakin besok akan banyak headline di kolom teknologi mengenai dirimu hari ini. Aku sungguh bangga.” Eunhyuk memeluk Kyuhyun dan menepuk pundak sahabatnya. Seorang gadis cantik dengan rambut panjang sedikit bergelombang yang berdiri di sebelah Eunhyuk, sedari tadi juga tidak berhenti tersenyum menatap Kyuhyun dengan bangga. Ia bergantian memeluk Kyuhyun dengan erat, membuat pria itu sedikit terkejut.

“Oppa, ah. Maksudku manajer Cho, kau benar-benar keren hari ini. Aku yakin game ini akan meledak dengan cepat.”

“Ahh.. Hanwoo ya~ gomawo. Ini semua juga berkat kalian, tim marketing yang luar biasa.” Balas Kyuhyun menanggapi ucapanHanwoo sekaligus berkata pada Eunhyuk.

**

Hanwoo tersenyum senang ketika Kyuhyun menerima hadiah pemberiannya. Sementara Eunhyuk yang juga turut makan malam bersama kedua orang itu hanya menggeleng-geleng menatap gadis yang cukup lama ia kenal tersebut. Kyuhyun membuka kotak berbentuk persegi panjang dari Hanwoo, dan pria itu mendapati sebuah jam tangan dengan brand terkenal yang sudah bisa dipastikan jika harganya sangat mahal.

“Astaga. Bukankah ini terlalu berlebihan? Hanwoo ya~ jangan membuang-buang uangmu hanya untuk membeli ini. Lagipula aku sudah memiliki jam tangan. Ambillah, kurasa aku tidak bisa menerimanya. Lebih baik kau berikan pada CEO saja. Ia pasti lebih pantas menerimanya. Aku bukan siapa-siapamu, kurasa aku tidak berhak menerima hadiah mahal ini.” Kyuhyun menolak secara halus. Hanwoo nampak merubah ekspresi wajahnya, sedikit kecewa karena Kyuhyun menolak pemberiannya. Namun gadis itu berpikir cepat dan kembali tersenyum.

“Oppa, aku membelikannya justru karena kau suka memakai jam tangan, anggap saja ini menambah koleksimu. Lagipula ini adalah ucapan terima kasihku atas kerja kerasmu. Kau sangat berperan dalam kemajuan perusahaan keluargaku. Appa pasti tidak akan marah jika aku memberi penghargaan untukmu.”

“Yaaa~ jika kau bilang penghargaan, lalu mana hadiah untukku? Aku juga bekerja keras mempromosikan produk terbaru perusahaan. Hanwoo ya~ aku juga mau hadiah.” Eunhyuk tiba-tiba menyela. Hanwoo sedikit bingung mendengar permintaan Eunhyuk.

“Ah.. milikmu juga ada. Sayang aku lupa membawanya. Kau bisa mengambilnya ke rumah kapanpun kau mau. Hahhaaha..” Balas Hanwoo dengan wajah sedikit kacau. Ia merasa kesal karena Eunhyuk berbicara seolah hanya Kyuhyunlah yang spesial di mata gadis itu.

“Jinja?” Eunhyuk terlihat menggoda gadis itu. Wajah Hanwoo merah padam, karena Kyuhyun memperhatikannya sejak tadi. Ia takut pria itu berpikir macam-macam terhadapnya.

——————————-

Hanwoo tersenyum senang. Ia memandang figur Kyuhyun yang hari ini memenuhi headline seluruh media terutama majalah dan tabloid yang berbau teknologi. Pria itu begitu tampan dan cerdas. Sosoknya bahkan bisa jadi mengalahkan model-model professional. Tentu saja karena kelebihan itu, wajah seorang Cho Kyuhyun sangat pantas menghiasi media cetak dan itu tadi, pria itu cukup fotogenik dan berwajah komersil.

“Hmm.. ia seharusnya menjadi seorang model saja. Sungguh tampan..” gumam Hanwoo tanpa melepaskan sedikitpun tatapannya dari foto besar Kyuhyun yang menjadi cover sebuah tabloid di tangannya.

“Siapa yang begitu tampannya sampai-sampai kau tidak menyadari ada yang tengah mengetuk pintu hah?”
Hanwoo terlonjak kaget karena sebuah suara. Eunhyuk sudah berdiri di hadapannya dengan kedua tangan terlipat di dada. Hanwoo merasa tertangkap basah dan akhirnya buru-buru meletakkan tabloid teknologi mingguan yang dipegangnya. Eunhyuk masih menatap gadis itu lalu tertawa.

“Tidak usah panik. Aku tidak akan menceritakan ini pada Kyuhyun.” Eunhyuk kemudian duduk di hadapan gadis itu.

“Kau menyebalkan sekali. Jika tidak ada jawaban seharusnya kau tidak masuk begitu saja ke ruanganku.” Kesal Hanwoo. Ia kembali mengambil beberapa berkas yang ada di mejanya, memeriksanya karena ia yakin Eunhyuk datang untuk menanyakan hal itu.

“Jika kau bekerja seperti ini, kemungkinan aku akan melaporkannya pada CEO. Hmm.. ia harus tahu jika putrinya tidak bekerja dengan baik tapi malah sibuk jatuh cinta dengan seorang manajer departemen teknis dan..”

“Oppa hentikan! Keluarlah dan aku akan mengantarkan rekap klien ini setengah jam lagi. dan jangan coba-coba mengadu apapun pada appa.” Hanwoo mengancam Eunhyuk dengan wajah kesal. Eunhyuk hanya tertawa kecil lalu bersiap meninggalkan gadis itu.

“Oh ya oppa!” Eunhyuk menoleh lagi karena Hanwoo mencegahnya kembali.

“Kumohon. Jangan ceritakan ini pada Kyuhyun oppa. Itu yang terpenting.” Hanwoo memasang wajah memelas dan Eunhyuk hanya mengangkat bahunya, menggoda gadis itu.

——————————-

Hanwoo terlihat mengobrol asyik sambil menikmati makan siangnya dengan seorang wanita di sebuah café favorit Hanwoo di daerah Apgujeong. Mereka nampak begitu akrab dan sesekali tertawa. Maklum, kedua sahabat ini sudah satu tahun lebih tidak bertemu. Wanita cantik berambut panjang lurus itu lebih tua dua tahun darinya, ia adalah Kang Minji, orang yang dekat dengan Hanwoo dan dikenalnya semasa ia menjalani kuliah bisnisnya di Amerika. Minji adalah orang Korea pertama yang dikenalnya ketika sampai di negeri Paman Sam dan mereka bahkan tinggal di kompleks apartemen yang sama. Minji yang ketika itu memperdalam ilmu desainnya sambil menikmati suasana baru karena mengaku jenuh dengan kehidupannya di Korea, kini telah kembali dan mereka memutuskan untuk bertemu hari ini.

“Eonnie, aku senang akhirnya kau memutuskan untuk pulang.”

“Aku harus pulang. Bukankah kau selalu bilang akan lebih baik jika aku pulang dan memulai bisnisku di sini? Hei, aku punya kabar bagus. Selain mengurus perusahaan, aku juga sudah membuka sebuah butik di daerah Myeongdong. Kau harus datang berkunjung. Aku telah mendesain sebuah dress cantik untukmu sebagai hadiah ulang tahunmu bulan depan.”

“Jinja?! Eonnie… kau memang paling mengerti aku. Oh ya, apakah kau juga memiliki koleksi pakaian pria?”

“Tentu. Kau mau membelikan appamu?”

“Ani. Kali ini seorang namja.” Hanwoo sedikit tersipu.

“Wow. Kurasa selama kita berpisah kau sudah berkembang pesat. Pria mana yang akhirnya kini kau kencani?” Minji merasa penasaran.

“Kami belum berkencan. Tapi aku sangat menyukainya. Ia pria yang hebat. Aku belum pernah menemukan pria seperti dia di hidupku. Dan kali ini, aku tidak mau patah hati lagi. Aku akan membuatnya berada di sisiku, apapun yang terjadi.”

“Hahhaha, kau masih seperti gadis remaja saja. Tapi kau harus tahu, mempertahankan seseorang bukan hal yang mudah. Ada banyak hal yang harus kau pikirkan. Tapi tetap saja, aku belum pernah melihatmu semenggebu ini sebelumnya. Orang seperti apa dia? Aku jadi ingin bertemu dengannya.” Minji tersenyum.

“Hmm.. dia adalah seorang manajer di perusahaan appa. Aku sudah jatuh cinta sejak pandangan pertama terhadapnya. Ia sangat pintar, tampan, supel, baik hati, dan ah.. jika kau bertemu dengannya, aku yakin kau juga akan jatuh hati pada pandangan pertama. Tapi tentu saja itu tidak boleh, karena ia adalah milikku.” Hanwoo tersenyum bangga.

“Arasseo. Sepertinya sangat jarang menemukan sosok pria sempurna seperti itu di jaman sekarang. Aku jadi tidak sabar sampai kau akan mengenalkannya padaku.” Minji tersenyum.

“Ah, sebenarnya jika kau sangat penasaran kau tidak usah bertemu langsung untuk bisa mengetahuinya. Sayang aku juga tidak punya fotonya. Tapi kau bisa melihatnya di internet dan di majalah serta tabloid berbau teknologi untuk minggu dan bulan ini. Wajah tampannya menghiasi hampir semua cover majalah karena ia baru saja menciptakan sebuah game untuk perusahaan.”

“Wah, sehebat itukah? Baiklah, aku akan melihatnya sesegera mungkin. Senang rasanya, kali ini bukan cerita patah hati lagi yang kau beritahukan padaku.” Minji tersenyum.

————————-

Eunhyuk masuk ke ruangan Kyuhyun kemudian meletakkan secangkir kopi hangat di meja pria yang tengah sibuk dengan laptopnya itu. Kyuhyun menoleh saat melihat sahabatnya itu berdiri di hadapannya, membuatnya menghentikan sejenak kesibukannya kemudian menghirup aroma kopi yang menguar itu.

“Aku punya sekretaris yang bertugas mengurus ini untukku. Kau seharusnya tidak perlu repot membuatkan kopi untukku.” Kyuhyun tersenyum, kemudian mengajak Eunhyuk untuk duduk bersama di sofa yang ada di ruangan kerjanya itu. Eunhyuk yang juga sedang menikmati kopinya itu kemudian mengikuti Kyuhyun.

“Yaaa. Kurasa Hanwoo menyukaimu.” Ujar Eunhyuk tiba-tiba, dan membuat Kyuhyun mengurungkan ritual minumnya padahal bibirnya sudah menyentuh pinggiran cangkir.

“Mengapa kau bisa berkesimpulan seperti itu? Ia belum lama mengenalku. Jika ada orang yang harus disukainya, itu semestinya kau, bukan aku.” Kyuhyun menggeleng-geleng heran.

“Justru karena sudah lama mengenalnya, aku sangat mengerti sifat dan karakter gadis bodoh itu. Meskipun usianya sudah hampir 25 tahun, bagiku ia masih saja seorang gadis labil yang sangat gegabah dalam membawa perasaannya. Tidak heran begitu banyak pria menolaknya.” Eunhyuk mulai bercerita.

“Wanita secantik Hanwoo ditolak banyak pria? Apa yang kurang darinya?” Kyuhyun sedikit mengerutkan alisnya.

“Dia cantik kan? Akupun berpikir sama. Tapi ia terlalu kekanak-kanakan sehingga pria-pria brengsek itu hanya memanfaatkan dan membuatnya menangis saja. Selalu seperti itu. Dan sekarang ia menyukaimu. Gelagatnya terlalu kelihatan. Yah, meskipun kini aku sedikit lebih tenang karena kurasa ia menyukai orang yang tepat dan setidaknya aku mengenalmu jadi aku bisa mengawasi kalian.”

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Kau berkata seolah kami akan berkencan saja. Dan tunggu, mengapa aku merasa jika justru kaulah yang menyukainya? Hahhaha.. apa aku benar? Tenang saja, bagiku Hanwoo sudah kuanggap seperti adikku sendiri.”

“Mwoya?! Apa terlihat seperti itu? Ah, mungkin ini karena aku sudah lama mengenalnya dan sering bersamanya. Orang-orang yang melihat kami bisa jadi juga akan berpikir kami adalah sepasang kekasih.” Eunhyuk kemudian tertawa.

“Kalau begitu teruskan saja. Tidak akan aneh lagi jika kalian berkencan.” Lanjut Kyuhyun.

“Tapi entah kenapa aku merasa akhir-akhir ini ia menyukaimu. Tidakkah kau merasa seperti itu? Hmm… sekalipun aku tidak keberatan dengan hal itu. Jika ia menyukaimu, aku justru senang karena setidaknya aku tahu ia menyukai pria yang tepat.”

“Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan.” Kyuhyun kembali meneguk kopinya.”

“Hahhaha.. Hanwoo adalah gadis yang cepat bosan dan pikirannya gampang berubah. Aku juga tidak tahu perasaannya terhadapmu akan bertahan lama atau tidak. Tapi jika memang begitu, aku harap kau tidak akan membuatnya patah hati.”

“Hyuk ah~ kau membuat pembicaraan ini terlihat serius. Sungguh, aku tidak punya pikiran sedikitpun untuk mengencani putri CEO. Kau membuatku tidak enak saja.” Jawab Kyuhyun dan Eunhyuk hanya tertawa kecil.

“Kyuhyun ah~ mengapa kau tidak berpikir untuk berkencan? Usiamu sudah matang. Kau mapan dan tampan. Banyak wanita menyukaimu. Apa kau tidak pernah tertarik? Sejak mengenalmu empat tahun lalu, aku tidak pernah melihatmu dekat dengan seorang gadis.” Kyuhyun hanya tersenyum mendengar penuturan Eunhyuk.

“Hahahha. Aku akan menikah dengan wanita pilihan ibuku setelah aku benar-benar sukses. Kau tidak usah mengkhawatirkan jodohku.”

“Kau kuno sekali.” Balas Eunhyuk, dan Kyuhyun hanya tertawa.

——————————–

“Chanyeol ah, kita mampir ke supermarket dulu. Aku ingin membeli sesuatu.” Ujar Minji pada supir pribadinya. Pria jangkung yang masih muda itu hanya mengangguk.

“Oh ya, apa kau punya bahan bacaan? Aku sedang suntuk.” Minji bertanya kembali.
Chanyeol kemudian memberikan Minji beberapa majalah dan surat kabar terbaru yang ada di depan. Minji menerimanya, dan darahnya seketika berdesir saat menatap majalah yang baru saja hendak dibukanya.

“Ah, sebenarnya jika kau sangat penasaran kau tidak usah bertemu langsung untuk bisa mengetahuinya. Sayang aku juga tidak punya fotonya. Tapi kau bisa melihatnya di internet dan di majalah serta tabloid berbau teknologi untuk minggu dan bulan ini. Wajah tampannya menghiasi hampir semua cover majalah karena ia baru saja menciptakan sebuah game untuk perusahaan.”
Minji merasa kepalanya seketika pening. Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat. Pria yang diceritakan Hanwoo padanya seminggu yang lalu tentu saja adalah pria ini.

“Cho Kyuhyun…” tanpa sadar Minji menggumamkan nama itu dengan suara bergetar. Chanyeol yang sedang berkonsentrasi mengemudi melirik majikannya melalui kaca spion. Bibir pria itu tersenyum kecil.

“Jadi Nona juga mengidolakannya? Ia tidak hanya tampan. Nona juga harus mencoba game ciptaannya. Sungguh membuat ketagihan.” Jelas Chanyeol. Bukannya menanggapi perkataan Chanyeol, Minji justru meringis dan membuat Chanyeol merasa heran.

“Nona gwaenchana? Apa kau baik-baik saja? Mengapa Nona menangis?”
Minji hanya menggeleng pelan. Ia mencoba menahan perasaannya.

“Kita pulang saja. Kepalaku pusing dan aku mendadak merasa tidak enak badan.” Ujar Minji.

———————————

Kyuhyun melamun di ruangannya. Untung saja hari ini tidak ada rapat penting sehingga ia bisa sedikit bersantai. Pekerjaannya hari ini terlalu banyak. Terkadang ia sangat benci saat-saat seperti ini, tidak ada sesuatu yang dikerjakannya dengan serius sehingga pikirannya akan melayang kemana-mana dan ia akan memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya ia pikirkan. Di saat-saat seperti ini, ia begitu ingin pulang ke Busan untuk bertemu ommanya. Melihat wanita itu seakan memberikannya jutaan energi untuk kembali bersemangat. Seharusnya, di saat-saat seperti ini Kyuhyun bisa meluangkan waktunya untuk tidur karena ia memiliki insomnia. Ia sampai meminum pil tidur untuk bisa beristirahat dengan nyenyak jika menjalani hari-hari yang padat dan butuh istirahat. Hidup sendirian di apartemen membuatnya sangat kesepian. Kyuhyun ingin mengajak sang ibu untuk tinggal bersama, namun sayang wanita itu lebih suka tinggal di kampung halamannya.

“Oppa, apa yang sedang kau pikirkan?” Hanwoo tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Kyuhyun, membuat pria itu tersadar.

“Ah, Hanwoo ya. Kau benar-benar mengagetkanku.”

“Hahahha, mian. Tapi, apa kau sudah makan siang? Ayo kita makan siang bersama. Eunhyuk oppa sedang ada urusan dengan klien. Aku tidak bisa makan sendiri.”
Kyuhyun tersenyum dan menyetujui saran Hanwoo. Kebetulan ia juga sangat lapar bahkan ia belum makan apapun sejak pagi tadi.

“Baiklah, ayo kita pergi. Kau ingin makan siang apa? Aku akan mentraktirmu.” Kyuhyun tersenyum dan Hanwoo sangat senang. Ia tidak menyangka Kyuhyun akan menyetujuinya secepat ini.

**

Kyuhyun mengajak Hanwoo makan siang di sebuah restoran Italia yang sangat dekat dengan gedung LET corp. Gadis itu mengatakan ia sangat ingin makan lasagna, untuk itulah Kyuhyun mengajaknya ke tempat itu. Restoran ini adalah salah satu restoran favorit Kyuhyun, karena dulu ia sering pergi ke tempat ini. Restoran ini menyimpan banyak kenangan baginya.
Hanwoo makan dengan lahap. Ia bahkan juga memesan pizza untuk dibaginya dengan Kyuhyun. Sementara Kyuhyun, ia lebih memilih menikmati seporsi spaghetti carbonara.

“Hmm… mashita. Karena seorang teman, aku jadi suka makan makanan Italia. Dia sangat menyukai makanan Italia, bahkan ia bisa membuat spaghetti yang sangat enak. Tak kusangka oppa juga tahu tempat yang enak untuk makan masakan Italia.” Ujar Hanwoo setelah menelan makanannya. Kyuhyun hanya tersenyum.

“Oh ya? Aku pada awalnya juga tidak menyukai makanan Italia. Tapi karena seseorang juga, aku jadi belajar menyukai makanan Italia dan lama-kelamaan aku juga ikut suka.”

“Seseorang? Wah, siapa dia? Apakah wanita? Apakah mantan kekasih oppa?” Hanwoo mulai penasaran. Kyuhyun hanya tersenyum ganjil, membuat gadis itu merasa khawatir.

“Oppa, siapa dia? Atau jangan-jangan dia adalah kekasihmu saat ini?”

“Hahahhaha.. aku tidak punya kekasih, mengapa kau jadi berlebihan begitu?” ujar Kyuhyun. Hanwoo merasa malu. Ia nyaris saja terlihat bodoh. Untung saja Eunhyuk tidak ikut dengan mereka. Jika ia ikut, pria itu pasti akan menertawakannya lagi karena terang-terangan menunjukkan rasa cemburunya di hadapan Kyuhyun. Meskipun merasa malu pada Kyuhyun, Hanwoo jadi bernafas lega juga karena setidaknya Kyuhyun baru saja meyakinkannya jika ia memang tidak punya kekasih. Hanwoo sangat lega, meskipun ia penasaran dengan siapa Kyuhyun memiliki kenangan akan masakan Italia.

——————————-

Minji sedang makan malam bersama keluarganya. Berbeda dengan ayah dan ibunya yang makan dengan lahap, Minji bahkan belum menghabiskan setengah dari makanannya padahal pelayan sudah menyiapkan masakan kesukaannya. Ia terlihat cukup terganggu belakangan dan ia lebih banyak berdiam diri. Ibu kandungnya memperhatikan nafsu makan putri tunggalnya yang sepertinya sedang buruk dan tidak berselera. Biasanya Minji akan menghabiskan makanannya, namun kali ini ia bahkan belum menghabiskan setengah dari isi piringnya padahal yang lain sudah akan mengakhiri makan mereka.

“Sayang, apa kau sakit? Omma perhatikan kau tidak benar-benar makan sejak kemarin.”

“Mian. Aku hanya sedang tidak bernafsu makan. Aku akan ke kamar melihat Minhyuk. Aku duluan. Selamat malam.” Minji memberikan salam setelah meneguk air putihnya. Ayah dan ibunya saling pandang, dan kekhawatiran jelas terpancar dari wajah pasangan paruh baya tersebut.

“Aku menyesal. Aku menyesal karena Minji tidak bahagia. Ia putriku satu-satunya. Apa lagi yang harus kita lakukan? Ia hanya peduli pada Minyuk dan pekerjaannya.” Nyonya Kang hampir menitikkan air mata.

“Kita telah berbuat jahat padanya. Aku harap aku punya kesempatan untuk menebus kesalahanku.” Tuan Kang menanggapi perkataan istrinya.

——————————-

Hanwoo mematut tubuhnya di depan kaca, dan Minji hanya tersenyum mengamati gadis itu. Gaun cocktail berwarna putih sedikit di bawah lutut dengan hiasan pita di pinggangnya itu terlihat sangat cantik dipakai Hanwoo. Atasannya terbuka tanpa lengan dan leher sehingga menambah kecantikan Hanwoo karena ia bisa memamerkan tulang selangkanya dan itu akan membuatnya terlihat seksi.

“Eonnie, ini sempurna. Kau sangat hebat mendesainnya untukku.”

“Tentu saja. Kau harus menjadi yang paling cantik di pesta ulang tahunmu minggu depan.” Minji tersenyum.

“Aku akan berdiet agar berat badanku tidak naik dan tetap terlihat seperti hari ini memakainya. Omo, eonnie aku perlu timbangan untuk mengetahui berat badanku hari ini. Aku harus menjaganya.” Hanwoo membuat Minji terkekeh dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau tidak akan menjadi lebih gemuk hanya dalam waktu satu minggu. Asal kau tetap berolahraga. Ayo besok sore kita pergi jogging bersama.” tawar Minji.

“Itu ide bagus. Ah.. Kyuhyun oppa harus terpesona melihatku. Bukan begitu eonnie?” Hanwoo tersenyum senang. Minji hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun. Perasaan tidak enak kembali menyergapnya.

“Eonnie, kau juga harus tampil cantik saat malam ulang tahunku. Aku ingin kita berfoto bersama. Dan aku harap kau juga akan menemukan seseorang spesial saat itu.”

——————————–

Pesta ulang tahun Hanwoo yang ke 25 berlangsung di sebuah ballroom hotel mewah di pusat kota Seoul. Undangan yang hadir selain keluarga inti dan kerabat keluarga Lee tentu saja adalah seluruh isi perusahaan, teman-teman lama Hanwoo dan juga semua orang terdekat yang dikenalnya. Keluarga Eunhyuk yang juga merupakan kerabat keluarga Hanwoo turut hadir di pesta itu.
Suasana pesta sedikit heboh saat Kyuhyun datang dan ia juga membawa kado untuk Hanwoo. Gadis itu menerima kado dari Kyuhyun dengan senang hati, dan ia cukup penasaran akan isi dari kotak kecil tersebut. Hanwoo yang terlihat sangat cantik dengan gaun cocktail hasil rancangan Minji, terlihat semakin anggun karena rambutnya yang dijalin ke samping dan ia mengenakan tiara putih kecil di kepalanya. Beberapa karyawan yang mendengar kedekatan Hanwoo dan Kyuhyun mulai berbisik-bisik membicarakan dua orang yang sedang berbicara sambil tertawa tersebut.

“Ah, tapi aku lebih menyukai Eunhyuk ssi yang berada di sebelah Hanwoo ssi. Bukankah mereka sudah saling mengenal cukup lama?” komentar Hyojin. Wanita ini adalah sekretaris Kyuhyun.

“Hyojin ah~ kau mengatakan ini bukan karena kau cemburu dan menyukai Kyuhyun ssi kan?” sela Yoora.

“Benar sekali. Kau bertemu dengannya setiap hari, masuk ke ruangannya dan membantunya mengerjakan apapun. Semua karyawan yang jauh darinya saja menyukainya dan membicarakannya. Tidak mungkin kau tidak punya perasaan lebih terhadapnya.” Minrin ikut menambahkan. Wanita bernama Hyojin itu sedikit kesal.

“Yaa! Aku tidak cemburu. Aku akui aku memang menyukai sajangnim, tapi kurasa ia bukan pria yang menarik. Ia terlalu pendiam dan dingin. Ia benar-benar hanya bicara denganku mengenai masalah pekerjaan. Aku juga diam-diam mengamatinya, dan kurasa ia tidak memiliki perasaan apapun terhadap Hanwoo ssi.” Hyojin menceritakan pendapatnya.

“Lalu apa hubungannya dengan Eunhyuk ssi?” Yoora menyela.

“Aku hanya menebak saja. Eunhyuk ssi selalu bersama Hanwoo ssi dan tatapannya pada gadis itu sangat berbeda. Mengapa kau tidak curiga mengapa pria setampan Eunhyuk ssi juga tidak memiliki kekasih sejak dulu? Tentu saja itu karena ia menyimpan perasaan pada Hanwoo ssi sejak lama.” Hyojin kembali bercerita. Yang lainnya mulai terpengaruh dan mengangguk-angguk. Setidaknya wanita-wanita ini hanya ingin memastikan, Kyuhyun memang tidak menyukai Hanwoo jadi mereka masih punya kesempatan untuk mengidolakan pria itu.

Sementara itu, Hanwoo terlihat menyapa undangan lainnya karena Kyuhyun sudah bersama Eunhyuk. Sebagian besar undangan sudah datang, namun Hanwoo masih menunggu kedatangan seseorang. Ia berkeliling sambil menyapa undangannya yang lainnya.

“Hanwoo ya~” Hanwoo tersenyum dan menoleh kemudian mendekati wanita yang ia tunggu sejak tadi. Wanita itu adalah Minji, sahabatnya sekaligus wanita yang merancang penampilannya malam ini. Wanita ini tampil cantik dengan rambut hitam kecoklatan lurusnya yang dibiarkan tergerai panjang. Minji memakai gaun malam tanpa lengan berwarna hitam sedikit di atas lutut yang membalut pas tubuh cantiknya. Setiap pria di pesta itu juga kini tengah mengalihkan perhatian mereka pada dua gadis cantik yang sama-sama memamerkan tulang selangka mereka itu. Hanwoo menggiring Minji untuk bertemu dengan kedua orangtuanya. Ia banyak bercerita pada ayah ibunya jika Minjilah yang banyak membantunya selama Hanwoo berada di Amerika.

Kyuhyun dan Eunhyuk juga tengah memfokuskan mata mereka pada dua wanita yang menjadi pusat perhatian orang-orang itu. Terutama Kyuhyun, wajahnya menegang saat matanya mengenal jelas sosok wanita yang sedang digenggam tangannya oleh Hanwoo. Darahnya berdesir hebat saat kemudian matanya dengan mata wanita itu bertemu. Minji tidak lagi fokus berjalan meskipun Hanwoo membimbingnya, mata wanita itu terseret dan wajahnya terus menoleh ke belakang, mencoba mendalami wajahyang tengah menatapnya.

**

“Cho Kyuhyun.”

“Kang Minji.”

Hanwoo tersenyum senang saat akhirnya bisa mengenalkan kedua orang spesialnya itu satu sama lain setelah acara puncak potong kue berakhir. Hanwoo berdiri di antara Eunhyuk dan Kyuhyun, namun ia lebih mendekatkan dirinya pada sosok Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun merasa sangat tidak nyaman, dan Eunhyuk seperti bisa membaca pikiran Kyuhyun. mata Kyuhyun juga sangat gelisah, terutama sejak wanita bernama Minji ini muncul di tengah-tengah mereka. Eunhyuk berpikir, Kyuhyun pasti menyukai wanita ini. Jadi, Kyuhyun memang punya standar yang tinggi untuk dirinya sendiri. Eunhyuk tidak menampik jika Minji sangat cantik, meskipun tidak lebih cantik dari Hanwoo di matanya.

“Sebentar lagi adalah acara dansa. Kyuhyun oppa, ayo temani aku berdansa.” Pinta Hanwoo.

“Ah, aku tidak bisa berdansa.” Jawab Kyuhyun.

“Hanwoo ya, aku akan ke toilet sebentar.” Minji meninggalkan Hanwoo dan yang lainnya.

“Ya sudah. Kau berdansa denganku saja. Kyuhyun memang tidak bisa jadi tidak usah memaksanya. Kau berulang tahun dan tidak boleh menskip acara ini. Kajja.” Eunhyuk menarik Hanwoo karena melihat perubahan ekspresi gadis itu saat Kyuhyun menolaknya. Kyuhyun hanya tersenyum memberikan tanda agar Hanwoo mengikuti Eunhyuk.

**

Minji memandang wajahnya di wastafel. Perasaannya kacau balau, dan rasanya ia ingin cepat-cepat pulang saja. Emosinya nyaris meledak karena terkejut, ia seharusnya memutuskan untuk tidak datang saja meskipun Hanwoo memaksanya. Seharusnya ia tahu jika pertemuan seperti ini harus dihindarinya apalagi situasi dan kondisinya sudah sangat berbeda.

Minji terkejut ketika ia keluar dari toilet dan hendak kembali ke ballroom, seseorang tengah berdiri menghadangnya. Pria yang tidak bisa ia pungkiri kini terlihat semakin tampan dan bersih, bahkan nyaris sempurna di matanya. Ia tidak lagi mengenakan kaos dan jins, namun kini pria itu memakai setelan dan dasi formal di depannya. Minji tidak bisa menghindar lagi, ini adalah pertemuan kembali mereka setelah lima tahun lebih.

“Apa kabar?” Minji membuka obrolan setelah beberapa menit mereka habiskan hanya dengan mematung dan saling menatap. Minji melangkah canggung hingga kini ia berada dekat dengan pria itu.

“Aku baik. Seperti yang kau lihat.” Kyuhyun berkata sedikit dingin, dan sorot matanya begitu tajam, menembus bola mata wanita itu.

“Syukurlah. Hanwoo bercerita banyak tentangmu, dan kurasa sekarang kau sudah berubah banyak. Selamat, aku senang mendengar kau sukses dan akhirnya mencapai karirmu.” Minji mencoba tersenyum dan mengulurkan tangannya. Pada mulanya Kyuhyun ragu, namun akhirnya ia membalas jabat tangan wanita itu, skinship pertama mereka setelah sekian tahun lamanya. Minji melepaskan jabatan tangan itu lebih dulu. Perasaan ketika jemari Kyuhyun yang panjang bersentuhan dengan kulitnya membuat wanita ini mati rasa.

“Sudah lama. Kurasa hidupmu benar-benar bahagia sekarang.” Kyuhyun berkata pelan. Minji hanya tersenyum menanggapi perkataan Kyuhyun. Ia yakin apa yang sedang dipikirkan Kyuhyun saat ini.

“Ah, seharusnya akulah yang mengatakan itu padamu.” Minji menatap mata Kyuhyun.

“Untuk apa? Hanya karena kau melihat wajahku muncul di mana-mana? Karena sekarang aku sudah sukses menurutmu? Itu bukan definisi kebahagiaan bagiku. Aku hanya sedang berusaha memperbaiki hidupku. Kau tentu mengerti itu dengan sangat baik.“ ucapan Kyuhyun membuat Minji sedikit terpojok. Ia tahu akan kemana jadinya pembicaraan ini.

“Cho Kyuhyun ssi. Kau terlalu banyak bicara dan aku mengerti apa yang sedang kau pikirkan saat ini. Aku tidak akan berusaha keras menjalin hubungan kembali dan mungkin aku sudah tidak tertarik untuk hal seperti itu lagi.” Minji membalas ucapan Kyuhyun.

“Oh, tentu saja. Aku juga tidak punya pengharapan apapun karena aku cukup tahu diri. Dan selamat atas pernikahanmu. Aku tidak sempat mengucapkannya waktu itu.”

Minji menatap Kyuhyun dengan marah. Tanpa membalas perkataan Kyuhyun, ia meninggalkan pria itu sendirian. Minji benar-benar tidak menyangka jika hal seperti itulah yang akan mereka bicarakan setelah sekian lama tidak bertemu. Ia sangat kecewa pada Kyuhyun, padahal wanita ini baru saja mencoba menata hati dan perasaannya untuk bicara kembali pada pria yang telah merubah hidupnya itu.

**

“Apa ini?” Hanwoo menatap polos kado kecil yang baru saja Eunhyuk berikan padanya.

“Buka saja. Jika kuberitahu bukan kado namanya.” Balas Eunhyuk. Mereka berdua tengah duduk berdua di pinggir kolam renang hotel seusai pesta berlangsung. Semua undangan sudah pulang termasuk Kyuhyun, dan keluarga Hanwoo memang menginap di hotel untuk malam ini.

Hanwoo membuka kado Eunhyuk dan menemukan sebuah kalung emas putih dengan mainan kecil berbentuk hati. Hanwoo sepertinya menyukai pemberian Eunhyuk, karena wajahnya seketika berbinar saat mengetahui isi kado tersebut.

“Cantik sekali. Kau pasti membelinya sangat mahal.” Puji Hanwoo masih terpana dengan kado dari Eunhyuk.

“Kau suka?”

“Ne.” Hanwoo mengangguk-angguk pasti.

“Sini kupakaikan.”

Eunhyuk berdiri dan memasangkan kalung itu di leher Hanwoo. Eunhyuk terlihat sangat puas karena Hanwoo menyukai pemberiannya dan benda itu sangat cocok dengan gadis itu.

“Maaf karena baru bisa memberikan sesuatu yang sedikit lebih berharga dari tahun-tahun sebelumnya. Saengil Chukkae hanwoo ya~ kau sudah bukan gadis remaja lagi.” ujar Eunhyuk. Ia menepuk kepala Hanwoo sambil tertawa kecil.

“Gomawo. Kau tidak pernah absen memberiku kado. Kau sahabat terbaikku.” Hanwoo memeluk Eunhyuk, membuat pria itu tersenyum bahagia, yah… sekalipun bagi Hanwoo ia hanya sahabat terbaik.

“Oh ya, temanmu cantik dan dewasa sekali. Sungguh berbeda denganmu.” Gumam Eunhyuk setelah Hanwoo melepaskan pelukannya.

“Wah. Kau baru saja memujinya? Jika kau tertarik, aku bisa mendekatkan kalian. Dia masih single, dan dia adalah wanita yang sukses. Aku jamin kau tidak akan menyesal jika mendapatkan wanita baik seperti…”

“Kapan aku bilang aku tertarik padanya? Mengapa tidak kau jodohkan saya dia dengan Kyuhyun? Kurasa Minji ssi benar-benar tipe wanita yang diincar Kyuhyun. Kau tidak lihat tadi? Saat mereka berkenalan Kyuhyun terus saja menatap Minji ssi tanpa berkedip.” Eunhyuk bercerita dengan antusias. Tentu saja ia mengerjai Hanwoo.

“YAAAAAA! Oppa kau tega sekali. Kyuhyun itu jatahku jadi…”

“Jadi benar kau menyukainya.”

“Huh, aku salah bicara. Apa terlalu terlihat ya?”

“Sejak dulu kau tidak pintar menutupi perasaanmu. Dasar bodoh.” Hanwoo hanya memanyunkan bibirnya karena disudutkan oleh Eunhyuk.

“Ah, tapi ngomong-ngomong, tadi kau bilang jika tipe wanita yang disukai Kyuhyun oppa adalah yang seperti Minji eonnie. Kau mengenalnya sudah cukup lama. Kau pasti tahu persis tipe wanita yang disukainya dan yang tidak disukainya. Beritahu aku.” Hanwoo mulai merengek. Ia mengguncang-guncang lengan Eunhyuk.

“Info dariku sama sekali tidak gratis.”

“Cih. Apa susahnya memberitahuku? Kenapa kau mendadak jadi pelit begini? Lagipula ini ulang tahunku. Anggap saja hadiah tambahan bagiku.”

“Aniyo. tetap tidak gratis. Hadiah sudah kuberikan dan info tetaplah info. Lagipula itu adalah rahasia Kyuhyun yang tidak bisa kuberitahu pada sembarang orang.”

“Aish. Menyebalkan sekali. Baiklah. Apa yang kau inginkan? Aku akan mengabulkannya.” Kesal Hanwoo.

“Benarkah? Baiklah kalau begitu. Hmm, tapi aku belum tahu apa yang kuinginkan, jadi aku akan menagihnya kapan-kapan.” Eunhyuk tersenyum lebar dan sedikit menoleh pada Hanwoo.

“Terserah. Sekarang kau harus memberitahuku.”

“Baiklah. Karena aku sudah mengatakan tipe gadis yang disukainya kurang lebih seperti Minji ssi, maka aku akan memberitahumu tipe gadis yang tidak disukainya.” Hanwoo hanya diam, berkonsentrasi mendengarkan perkataan Eunhyuk.

“Ada tiga tipe gadis yang sangat tidak disukainya. Pertama, ia tidak suka gadis cengeng dan manja. Kedua, ia tidak suka gadis yang cerewet dan berisik. Ketiga, ia tidak suka gadis yang tidak bisa memasak.”

“Wae? Mengapa semua tipe itu mengarah padaku? Apa aku bisa mempercayaimu?”

“Terserah kau. Tapi memang begitulah kenyataannya. Aku tidak berkata bohong.”

Hanwoo terdiam sejenak. Eunhyuk sudah lama mengenal Kyuhyun dan ia tahu Eunhyuk tidak mungkin menipunya. Tentu saja ia percaya apalagi Eunhyuk memang selalu baik padanya sejak dulu.

“Hmm baiklah. Aku mengerti. Oh ya, soal menjodohkanmu dengan Minji eonnie, aku serius. Kau tampan, mapan, dan baik hati. Mengapa kau tidak punya kekasih? Kurasa wanita seperti Minji eonnie pantas bersanding denganmu.” Hanwoo berkata lagi dan membuat Eunhyuk tersenyum.

“Hei, aku menolak Minji ssi bukan karena ia buruk di mataku. Tapi, aku sudah memberikan hatiku pada seseorang. Dan kau tahu? Perasaanku itu bukan hal yang mudah untuk digantikan dengan apapun.” Eunhyuk berkata dengan wajah yang dibuat sungguh-sungguh.

“Jinja?! Kalau begitu kau harus katakan padaku siapa gadis itu. Setidaknya aku harus tahu dan aku harus memberikan penilaian. Apa dia cantik? Apa dia pintar? Apa latar belakang keluarganya bagus? Ayo beritahu aku.” Hanwoo mulai lagi.

“Tidak mau. Suatu saat jika waktunya tepat kau juga akan tahu.” Ujar Eunhyuk.

“Aish. Sombong sekali. Kita berteman sudah sejak lama tapi kau masih merahasiakan sesuatu dariku?” Eunhyuk hanya tertawa karena Hanwoo kalah darinya.

——————————–

Eunhyuk menghampiri Kyuhyun yang pasti sudah menunggunya sejak tadi. Tidak biasanya Kyuhyun mengajaknya pergi ke bar seperti malam ini. Jika seperti ini, itu artinya Kyuhyun memang minta ditemani. Kyuhyun bahkan telah menghabiskan satu botol bir. Pria ini masih terlihat baik-baik saja, dan Eunhyuk tahu jika Kyuhyun cukup kuat minum. Minum adalah hobinya.

“Wae? Apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya Eunhyuk setelah memesan minumannya.

“Eunhyuk ah. Aku ingin menceritakan sebuah rahasia padamu. Menurutku ini bukanlah hal yang penting untuk kubagi dengan orang lain, tapi belakangan banyak sesuatu yang mengangguku dan kurasa aku harus membaginya dengan seseorang.”

“Mwoya? Kau merahasiakan apa? Apa kau mengidap penyakit? Atau kau memakai narkoba?” tebak Eunhyuk.

“Hahhaha. Ini bahkan mungkin lebih parah dari itu.”

“Cepat katakan. Aku benci jika kau bertingkah misterius.” Eunhyuk menegak minumannya yang sudah datang.

“Dulu saat awal kuliah magister, kau selalu bilang padaku bahwa aku terlihat seperti mayat hidup. Aku seolah tidak punya niat hidup, dan aku tidak bisa menghargai perasaan setiap gadis yang selalu kutolak.”

“Apa ini? Apa kau menderita gangguan mental?”

“Terserah jika kau menganggapnya seperti itu. Dulu saat aku akan lulus strata satu, aku punya kekasih. Aku sangat mencintainya. Hubungan kami berlangsung cukup lama. Ia cantik, pintar, dan aku tergila-gila padanya. Karena sangat mencintainya, aku bahkan membuatnya mengandung anakku.”

“Mwo?!! Tunggu. Apa yang sedang coba kau ceritakan padaku? Kau seorang bajingan dan tidak bertanggung jawab lalu…”

“Aku akan menikahinya. Itu yang aku pikirkan saat itu. Meskipun aku belum memiliki pekerjaan, tapi sebentar lagi aku akan lulus. Aku berpikir semuanya akan bisa teratasi karena aku mencoba berpikir tenang. Lagipula aku sangat mencintainya dan aku ingin hidup bersamanya. Dan kau tahu?” Eunhyuk hanya diam menunggu kelanjutan cerita Kyuhyun.

“Aku tidak bisa menikahinya. Aku tidak diberikan kesempatan oleh keluarganya untuk bertanggung jawab karena dia adalah putri tunggal dari keluarga chaebol. Kami dipisahkan, dan aku tidak hanya kehilangan dia juga calon bayiku tapi harga diriku juga dihina dan diinjak-injak.”

Eunhyuk menelan ludahnya pahit. Ia tidak menyangka jika Kyuhyun memiliki masa lalu sepahit itu. “Lalu, bagaimana dengannya? Apa yang terjadi padanya? Apa keluarganya memintanya untuk menggugurkan bayi atau mengusirnya?”

“Itulah yang membuatku sangat sakit hati dan membencinya hingga sekarang. Tentu saja mereka tidak mungkin mengusirnya apalagi meminta menggugurkannya karena ia adalah anak tunggal. Mereka butuh penerus keluarga. Buruknya, keluarganya menutupi hal ini dan menikahkannya dengan seorang pria kaya pilihan orangtuanya, yang kudengar memang sudah dijodohkan dengannya.”

“Dan ia menerimanya?”

“Jika ia menolaknya, mungkin sekarang aku tidak seperti ini.”

“Ah, kurasa aku mengerti. Jika aku di posisimu, mungkin kurang lebih akan sama. Itu adalah penghinaan besar terhadap laki-laki tulus sepertimu. Tapi, mengapa tiba-tiba kau menceritakan ini padaku?”

“Baru-baru ini kami bertemu lagi. Dan kau tahu rasanya? Aku sangat tersiksa karena aku berada di posisi ingin membunuh dan memeluknya dalam waktu bersamaan.” Kyuhyun terlihat sangat menyedihkan. Eunhyuk hanya bisa menepuk pundak pria itu untuk sedikit menenangkannya.

“Lalu bagaimana dengan anakmu?”

Kyuhyun menatap Eunhyuk. Ia bahkan hampir lupa akan hal itu. Bukankah seharusnya hal itu yang harus ia tanyakan ketika bertemu Minji beberapa saat lalu? Mengapa ia begitu bodoh dan justru mengutamakan egonya hanya demi membuat Minji merasa bersalah atas keadaan yang menimpa mereka? Setelah bertemu Minji kembali, Kyuhyun baru menyadari jika dirinya adalah seorang ayah. Ya, bagaimanapun juga, anak itu adalah darah dagingnya, dan ia tentu tidak harus khawatir karena anak itu pasti hidup bahagia dan berkecukupan karena dibesarkan di lingkungan yang baik. Membayangkan hal itu, rasa sakit kembali menyerang Kyuhyun.

————————————

Eunhyuk dan Hanwoo baru saja selesai mengikuti pertemuan dengan sebuah perusahaan asuransi yang akan bekerja sama dengan mereka. Saat ini mereka tengah berada di sebuah restoran seafood untuk makan siang. Eunhyuk memesan makanan sementara Hanwoo pergi ke toilet.

“Kau sudah memesankanku? Jus jeruk tanpa gula.” Ujar Hanwoo selesai dari toilet. Gadis itu membuka blazernya dan menyampirkan rambut panjangnya ke samping. Eunhyuk menatap gadis yang duduk di hadapannya. Ia sedikit mengerutkan kening ketika melihat kalung yang dipakai oleh Hanwoo.

“Wae? Mengapa kau melihatku seperti itu?” Hanwoo menghentikan gerakannya membuka tas ketika menyadari Eunhyuk tengah memperhatikannya.

“Itu…” Eunhyuk menunjuk ke arah leher Hanwoo.

“Mwo?”

“Itu.. kalungnya. Itu rasanya bukan kalung yang kuberikan padamu.”

“Ah ne. Ini kalung pemberian Kyuhyun oppa. Aku lupa bercerita padamu ternyata ia juga memberikan hadiah yang sama denganmu. Aku sangat terharu jadi aku memakainya dan menyimpan milikmu. Bagus bukan?” Hanwoo bercerita dengan senang hati sambil menunjukkan mainan salib pada kalungnya. Eunhyuk nyaris tidak bisa berkata-kata.

“Wae? Apa ada yang salah?” Hanwoo terlihat bingung melihat ekspresi Eunhyuk yang sedikit aneh.

“Ani. Bukan apa-apa. Ah begitu rupanya.” Eunhyuk mencicipi salad pesanannya. Hanwoo terdiam sementara, namun gadis itu seakan menyadari sesuatu. Ia memegang tangan Eunhyuk di atas meja.

“Oppa, kau marah? Mian. Aku tidak bermaksud menggantikan kalungmu dan menganggap hadiah dari Kyuhyun oppa yang lebih bagus. Kau mengerti maksudku kan? Aku hanya terkesan karena aku menyukainya…”

“Gwaenchana. Kenapa kau mempermasalahkan itu?” Eunhyuk hanya tersenyum mendengar penjelasan Hanwoo.

——————————–

Minji memperhatikan pria yang tengah melakukan presentasi produk di depan. Ia tidak menyangka jika pria ini, Cho Kyuhyun, akan menjadi pria yang luar biasa dan sangat hebat di masa depan. Minji sama sekali tidak menduga jika ia akan bertemu Kyuhyun di acara pameran elektronik terbesar di Seoul tahun ini. Ah, namun jika mengingat kembali siapa Kyuhyun saat ini dan di mana pria itu bekerja, rasanya sangat mustahil jika ia dan perusahaannya tidak berpartisipasi dalam acara tahunan yang dinantikan banyak penggila gadget dan PC tersebut. Belum lagi vendor handphone dari LET corp memang sedang diminati dan berhasil menjadi vendor nomor dua yang paling banyak digunakan di Korea Selatan dan beberapa negara Asia.

Dan saat ini, Kyuhyun ditemani Eunhyuk selaku manajer marketing sedang memperkenalkan game mobile terbaru di produk mereka yang diciptakan oleh Kyuhyun sendiri. Kini game yang langsung meledak hanya dalam satu minggu pertama setelah perilisannya tersebut akan bisa dinikmati di PC oleh pengguna bebas. Hal ini menjadi kabar bagus bagi mereka yang tidak memakai produk mobile phone LET Corp namun tetap ingin menikmati game tersebut.

Minji sendiri baru pertama kali datang dan menghadiri pameran ini karena ini merupakan tahun pertamanya di Korea dan menjabat sebagai direktur utama perusahaan keluarganya. Ia datang sebagai undangan khusus dari penyelenggara pameran, dan di tahun-tahun sebelumnya ayahnya lah yang biasanya hadir.

“Apa kau datang sendirian?” Minji terkejut saat mengetahui Kyuhyun telah berdiri di belakangnya ketika ia sedang melihat-lihat model handphone terbaru.

“Ya, memangnya dengan siapa lagi? Aku terbiasa pergi sendiri.” ujar Minji.

“Bukan begitu, hanya saja, kau adalah undangan khusus perusahaan, semestinya kau hadir dengan rekan kerja atau sekretarismu.” Ujar Kyuhyun lagi.

“Aku tidak tertarik untuk berinvestasi dan memprospek apapun tahun ini. Jadi aku hanya datang untuk melihat-lihat saja, tidak perlu tim untuk melakukan survey khusus.” Minji tersenyum. Kyuhyun menatap wanita ini. Ia terlihat jauh lebih dewasa, meskipun senyum manisnya masih persis sama seperti dulu. Senyum yang selalu bisa menenangkan Kyuhyun ketika ia melihatnya. Namun nostalgia tersebut segera dihapus oleh Kyuhyun mengingat ada hal lebih penting yang harus ia tanyakan.

“Bisakah kau ikut aku sebentar? Ada hal penting yang ingin kubicarakan.” Ujar Kyuhyun.

**

Minji mengikuti permintaan Kyuhyun dan di sinilah mereka saat ini, berdua di dalam mobil Kyuhyun. Minji berusaha untuk mengendalikan emosinya, begitu pula dengan Kyuhyun. Bagaimanapun juga, dulu mereka pernah saling mencintai dan menjalin hubungan untuk waktu yang lama. Keduanya bahkan belum menjalin hubungan lagi dengan orang lain semenjak mereka berakhir dengan cara yang menyakitkan. Minji sedikit penasaran karena sikap Kyuhyun sedikit lebih ramah dari pertemuan pertama mereka beberapa waktu lalu.

“Anak itu, maksudku, anak kita, bagaimana keadaannya?”

Minji menoleh, tidak menyangka hal itulah yang akan ditanyakan Kyuhyun padanya. Apalagi yang sekarang pria itu pikirkan? Tapi Minji merasakan semacam kelegaan ketika Kyuhyun bertanya mengenai anak mereka. Setidaknya pria itu masih peduli karena hanya itu yang tersisa dari hubungan mereka.

“Namanya Minhyuk. Ia baik-baik saja. Bulan depan ia genap berusia lima tahun. Ia anak laki-laki yang tampan. Sangat mirip dengan ayahnya.” Minji berkata pelan.

Kyuhyun merasakan perih yang tiba-tiba merasuki pikirannya. Ternyata anak itu memang benar laki-laki. Itulah alasan kuat mengapa keluarga Kang mempertahankan janin itu karena mereka telah mengetahui prediksi itu sebelumnya.
Kyuhyun terlempar ke masa lalu, bukankah dulu saat mereka berpacaran dan mempunyai impian untuk menikah, Kyuhyun selalu mengungkapkan pada Minji jika ia ingin punya seorang anak laki-laki agar bisa menemaninya bermain game bersama. Sulit ia percaya, Minji benar-benar melahirkan bayi laki-laki dan anak itu harus mengenal orang lain sebagai ayahnya.

“Oh begitu rupanya. Aku senang mendengarnya. Aku tidak tahu apa aku pantas mengucapkan ini, tapi jika kau tidak keberatan, aku ingin bertemu dengannya, meskipun hanya satu kali.” Minji terkejut mendengar penuturan Kyuhyun.

“Kau… benar-benar ingin bertemu dengannya? Baiklah. Aku tentu tidak keberatan. Aku justru merasa senang, setidaknya aku tidak memutuskan hubungan darah di antara kalian.” Minji terlihat senang.

“Ya, kami memiliki hubungan darah. Meskipun pada akhirnya ia tidak bisa memanggilku ayah, karena ia sudah mengenal seseorang sebagai ayahnya.” Ujar Kyuhyun lagi.

Ucapan itu kembali membuat Minji merasa terjatuh, padahal ia sudah sangat senang. Selamanya, Kyuhyun akan berpikir seperti itu terhadapnya. Ia pun enggan untuk berbicara lebih banyak, karena itu akan mengesankan jika ia masih menyimpan harapan pada pria itu. Bagaimanapun juga, Kyuhyun yang sekarang sudah bukan Kyuhyun yang dulu ia kenal. Pria itu sudah sukses, dan ia berhak mendapatkan wanita lain yang bisa membahagiakannya, tidak seperti dirinya yang hanya membawa kesakitan dan menghancurkan impian serta harapan Kyuhyun.

“Oh ya, mengenai Hanwoo. Apa kau benar-benar menyukainya? Kalian terlihat serasi bersama.” Minji mengalihkan pembicaraan. Wanita itu tersenyum pada Kyuhyun.

“Oh, apa Hanwoo bercerita banyak tentangku?” balas Kyuhyun. Pria ini juga mencoba untuk tenang.

“Hanwoo sudah kuanggap seperti adikku. Aku harap hubungan kalian akan berjalan baik dan kuharap kau bisa membuatnya bahagia.”

“Ah, soal itu. Kurasa kau tidak usah khawatir.” Kyuhyun menjawab lagi. Suasana menjadi canggung setelahnya, dan mereka sama-sama diam untuk beberapa saat.

“Ah, kalau begitu, aku akan kembali ke gedung pameran. Ini kartu namaku. Jika kau ingin bertemu dengan Minhyuk, kau bisa menghubungiku. Aku akan mengantarkannya padamu.” Minji tersenyum kemudian keluar dari mobil Kyuhyun. Wanita itu menutup mulutnya, dan menangis. Entah mengapa, perasaannya kembali melemah. Minji harus menyadari dan menerima jika takdir mereka memang benar-benar sudah berakhir.

————————————

Eunhyuk berusaha untuk mengabaikan dan berpura-pura tidak menganggap kehadiran Hanwoo. Ia sibuk berkutat dengan laptopnya, berdalih sibuk membalas email para klien. Namun bukan Lee Hanwoo namanya jika ia menyerah begitu saja. Ia tetap duduk di hadapan Eunhyuk, merengek dan memohon agar Eunhyuk menuruti kemauannya.

“Apa pekerjaanmu sudah selesai? Kau harus belajar membedakan urusan kantor dengan pribadi. Jika paman Lee tahu kau berada di ruanganku ketika aku sedang sibuk seperti ini dan bukan untuk urusan pekerjaan, ia akan menghukummu dan juga menegurku.” Ujar Eunhyuk.

“Kau kejam sekali. Aku tidak sebodoh itu! Tentu saja pekerjaanku sudah selesai. Lagipula apa kau tidak lihat ini sudah jam pulang? Tidak biasanya kau mau lembur.” Cibir Hanwoo. Eunhyuk kemudian hanya diam. Kali ini ia benar-benar kesal pada gadis ini, karena yang ia bahas terus saja Kyuhyun, Kyuhyun, dan Kyuhyun. Eunhyuk ingin sekali-sekali mengabaikan keinginan gadis itu. Ia baru menyadari jika selama ini ia hanya menjadi alat bagi Hanwoo untuk mendekati Kyuhyun.

“Oppa, kumohon. Hanya kau yang bisa membantuku. Jika kau tidak ikut, Kyuhyun oppa tidak akan mau pergi berdua denganku.” Eunhyuk menoleh dan menatap Hanwoo yang tengah memelas dan memohon padanya. Wajah cantiknya terlihat begitu lucu, membuat Eunhyuk tidak tega. Memang inilah kelemahannya. Ia tidak bisa berkata tidak pada gadis ini.

“Oppa, kau sudah punya satu permintaan yang belum terpenuhi. Aku akan memberikan ekstra dan kau boleh meminta apa saja. Aku janji. Apapun itu.”

“Apapun? Apa kau yakin? Jika aku minta kau berhenti mengejar Kyuhyun bagaimana?”

“Oppa… kenapa kau bicara begitu?” Hanwoo merasa terjebak.

“Hanwoo ya. Kyuhyun itu bukan pria biasa. Ia sudah dewasa dan tidak punya waktu untuk pergi berkencan seperti yang kau katakan tadi. Apa menurutmu selama ini dia membalas perasaanmu?”

“Tapi dia baik dan perhatian padaku.” Suara Hanwoo sedikit bergetar. Ia tidak menyangka Eunhyuk akan seperti ini terhadapnya.

“Dia baik padamu karena dia memang orang baik. Kyuhyun baik pada semua orang yang ia kenal.” Suara Eunhyuk melunak. Hanwoo tidak bisa lagi mengendalikan rasa sedihnya.

“Oppa.. aku membencimu. Aku benci padamu…” setelah berkata demikian Hanwoo keluar dari ruangan Eunhyuk. Pria itu hanya bisa meremas kepalanya kesal. Ia baru saja membuat Hanwoo menangis. Gadis itu pasti sangat sedih. Bukankah dirinya tadi sangat egois? Tapi membiarkan Hanwoo terus-menerus mengejar Kyuhyun juga membuatnya mulai terganggu, apalagi sejak ia tahu masa lalu Kyuhyun. Eunhyuk berkesimpulan bahwa Kyuhyun tentu masih memendam perasaan yang dalam pada mantan kekasihnya, terlebih mereka memiliki anak dari hubungan itu. Ia hanya kasihan dan tidak mau Hanwoo terjerumus lebih dalam. Namun apa daya karena Eunhyuk juga tidak mungkin mengatakan hal yang ia ketahui pada gadis itu. Selain karena ia menghormati Kyuhyun, Eunhyuk yakin Hanwoo akan sangat terpukul, apalagi jika kecurigaannya terbukti benar. Saat ini, Eunhyuk hanya ingin memastikan sesuatu, karena apa yang ia dengar dari Hanwoo dan juga dari Kyuhyun sedikit berbeda. Meskipun ia sudah sangat yakin jika wanita di masa lalu Kyuhyun adalah Minji, karena Eunhyuk tidak sengaja membuntuti mereka berdua yang secara diam-diam masuk ke dalam mobil Kyuhyun ketika pameran teknologi berlangsung.

————————–

Hanwoo terus memasang wajah masam. Siang ini ia dan Eunhyuk ditugaskan perusahaan untuk bertemu klien di Incheon karena mereka berada dalam satu departemen marketing. Eunhyuk adalah atasannya, dan Hanwoo tidak bisa menolak perintah CEO yang tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Kemarin ia dan Eunhyuk bertengkar, dan pria itu belum juga mengajaknya bicara dengan normal. Mereka justru terlihat canggung. Eunhyuk tidak mengerti mengapa kali ini ia merasa seperti ini, padahal biasanya setiap bertengkar dengan Hanwoo mereka akan berbaikan dengan cepat. Tapi Eunhyuk benar-benar merasa kesal pada gadis itu karena ternyata ia hanya dimanfaatkan Hanwoo untuk mendekati Kyuhyun. Apakah kali ini Eunhyuk cemburu? Hanwoo memang selalu merepotkannya dalam hal apapun dan Eunhyuk tidak pernah keberatan akan hal itu. Eunhyuk merasa ia sangat emosi kemarin sehingga berbicara terlalu serius terhadap gadis itu. Terlebih ia tahu jika Kyuhyun sangat mustahil akan menerima perasaan gadis itu.

“Kau lapar? Ayo sebelum pulang kita mampir ke restoran untuk makan malam. Kau mau makan apa? Aku yang traktir.” Eunhyuk mengajak Hanwoo bicara. Gadis itu duduk di belakang sendirian dan ia terkejut Eunhyuk akhirnya mengajaknya bicara.

“Aku tidak lapar. Langsung pulang saja. Aku lelah.” Hanwoo berkata ketus dan membuang wajahnya ke arah lain. Eunhyuk melirik lewat spion di depannya dan melihat Hanwoo masih terlihat kesal. Perjalanan masih empat puluh menit lagi dan mereka akan terus berdiam diri seperti ini? Eunhyuk menarik nafasnya panjang.

“Kapan rencana jalan-jalan itu? Baiklah, aku akan ikut.” Eunhyuk akhirnya menyerah. Hanwoo seketika menoleh pada Eunhyuk dan memeluk leher pria itu dari belakang.

“Yaa yaaa!! Kau tidak sadar aku sedang mengemudi hah?!”

———————————

Wajah Hanwoo memancarkan aura kebahagiaan karena akhirnya ia berhasil mengajak Kyuhyun pergi berkencan meskipun harus memutar sedikit otaknya supaya pria tampan itu bersedia mengemudi satu mobil dengannya seperti ini. Hanwoo berkata pada Kyuhyun bahwa ia ingin melakukan perjalanan selama satu hari di akhir pekan dan mengajak Eunhyuk ikut serta agar Kyuhyun menyetujui ajakannya. Sementara Eunhyuk, ia mengemudi mobilnya sendiri dengan seorang teman wanitanya yang juga diminta oleh Hanwoo. Jadi, kesannya adalah mereka sedang pergi berkencan dan melakukan double date.

Sepanjang perjalanan, Hanwoo tidak bisa melepaskan tatapannya dari sosok tampan Kyuhyun yang mengemudi dengan mengenakan kacamata hitamnya. Kyuhyun memakai jins dan kaos hitam polos, sangat berbeda dengan keseharian Kyuhyun yang Hanwoo temui di kantor setiap hari. Hanwoo bersyukur pria sesempurna Kyuhyun tidak terlalu menaruh perhatian pada gadis-gadis di sekitarnya. Hanwoo yakin jika hanya dirinyalah wanita terdekat Kyuhyun saat ini. Gadis ini tidak bisa membayangkan jika Kyuhyun memiliki sifat playboy, mungkin sudah puluhan wanita atau lebih yang jatuh ke pelukannya. Hanwoo berharap, suatu saat ialah yang akan menjadi wanita pilihan Kyuhyun.

“Oppa, bolehkah aku bertanya sesuatu?” Hanwoo akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.

“Apa yang akan kau tanyakan? Tanya saja.” Kyuhyun membalas dengan ramah.

“Enggg,, itu.. mengapa kau tidak punya kekasih? Aku dengar dari Eunhyuk oppa, sejak kalian kuliah magister kau sangat populer. Bahkan di kantor, semua karyawan wanita yang belum menikah pasti membicarakanmu.”

“Oh ya? Hahahha. Aku tidak tahu itu. Tapi aku memang belum tertarik membina hubungan dengan seorang gadis.”

“Jinja? Tapi usiamu adalah usia yang tepat untuk memilih seorang calon istri, menikah, dan punya anak. Kau juga sudah mapan. Aku hanya sedikit takjub jika kau bisa bertahan sekian lama tanpa tergoda pada sosok wanita.” Hanwoo mulai bicara lebih santai karena merasa Kyuhyun merespon baik pertanyaannya.

“Hahahha. Aku bukannya tidak tertarik pada kehadiran wanita. Aku hanya belum tertarik membina hubungan lagi. Aku punya masa lalu buruk dengan seorang gadis. Mungkin hal itulah yang membuatku masih sedikit trauma.” Kyuhyun sedikit menatap Hanwoo.

Sementara gadis itu, ia tidak percaya apa yang baru saja dikatakan Kyuhyun padanya.

“Omo. Gadis tidak tahu diuntung mana yang berani mencampakkan pria sepertimu? Jinja.. aku rasa gadis itu berhak menyesal sedalam-dalamnya.”

“Sebenarnya tidak ada yang saling mencampakkan. Keadaan yang membuat kami berpisah dan…”

“Dan apa?”

“Ah, ani. Aku tidak ingin menceritakan hal itu. Aku hanya menyesalkan sikapnya ketika itu, meskipun aku tahu posisi kami sama-sama sulit. Andaikan saja diriku yang waktu itu adalah diriku yang sekarang, aku rasa hal seperti ini tidak akan terjadi. Kami pasti sudah hidup bahagia.” Kyuhyun seperti mengenang sesuatu, membuat Hanwoo semakin penasaran akan masa lalu pria yang digilainya ini.

“Oppa, dari cerita dan nada bicaramu, sepertinya kau sangat mencintai gadis itu hingga saat ini. Hal itulah yang membuatmu enggan membuka hatimu untuk orang lain.” Hanwoo berkata pelan, dan ia tiba-tiba merasa punya saingan.

“Kau benar. Dulu aku sangat mencintainya. Tapi sekarang, entahlah. Kurasa aku membencinya.”

“Wanita itu, apa kau tahu di mana di sekarang? Apakah…. dia adalah orang yang kau maksud saat kita makan di restoran Italia waktu itu?”

“Hahaha. Kau masih mengingat itu. Ya, dia orangnya. Aku tidak tahu dia tinggal di mana sekarang, tapi yang pasti, ia pasti sudah hidup bahagia.”

Hanwoo tidak melanjutkan lagi pertanyaannya. Tiba-tiba saja semacam perasaan aneh dan tidak enak menyerangnya. Ia memang tidak tahu apa-apa, namun entah kenapa ia merasa wanita itu masih ada di sekitar Kyuhyun. Bagaimanapun, wanita itu adalah saingannya, saingan beratnya, karena di manapun ia sekarang, ia masih berada di dalam ingatan seorang Cho Kyuhyun.

**

Eunhyuk tidak bisa melepaskan matanya dari dua insan yang nampak sedang mengobrol bahagia di atas perahu angsa yang berada beberapa meter di hadapannya. Ia juga sedang berada di perahu serupa namun dengan wanita lain.

“Mengapa kau tidak berterus terang saja? Kurasa memendam perasaan selama itu bukan hal yang mudah.” Hara, salah satu teman wanita Eunhyuk yang berhasil ia bujuk untuk menemaninya tiba-tiba berkomentar.

“Jika itu mudah, mungkin aku sudah melakukannya.” Jawab Eunhyuk.

“Sulit kupercaya. Kau bersamanya bahkan sejak Hanwoo masih SMA. Kau menemaninya, bertindak seakan-akan kau bodyguardnya. Kurasa kau memang satu-satunya pria yang paling berhak untuk berada di sisinya. Mengapa tidak coba kali ini berterus terang? Mungkin saja jika ia mengetahui perasaanmu, ia akan sadar jika selama ini kalian dekat dan itu spesial. Itu bisa saja akan membuat Hanwoo berhenti jatuh cinta pada pria-pria tidak jelas.”

“Aku pernah berpikir demikian. Tapi, aku mungkin hanya seperti seorang kakak laki-laki baginya.”

“Hyuk ah, ada orang yang mengatakan, persahabatan yang murni antara seorang pria dan seorang wanita itu tidak benar-benar ada. Bagaimanapun, dua insan berbeda yang selalu bersama-sama, pasti memiliki sesuatu yang spesial di dalamnya. Kau bukan saudara kandungnya, kau juga bukan sepupu dekatnya. Jika kau terus membiarkan ia bebas seperti itu, aku khawatir ia akan benar-benar hilang dari jarak pandangmu.”
Eunhyuk memandang sahabatnya.

“Kalau begitu, hubungan kita berdua bagaimana? Bukankah kau adalah salah satu sahabat baikku sejak kuliah dulu, Choi Hara ssi?”

“Kita berbeda karena aku sudah bertunangan dengan seseorang, bodoh. Lagipula kita tidak pernah pergi berdua, kita selalu bertemu jika ada yang lainnya, dan kita juga tidak saling bergantung satu sama lain.”

“Hara ya, kurasa aku paham maksud perkataanmu. Ya Tuhan, aku tidak menyangka jika ucapanmu mampu memberiku semangat.” Hara hanya tertawa ketika Eunhyuk mengerti perkataannya.

Tiba-tiba saja perhatian mereka berdua teralihkan saat mendengar suara teriakan dan juga suara air. Hanwoo terjatuh ke danau, Kyuhyun bersiap akan melompat dari perahu dan Eunhyuk juga seketika melompat tanpa berpikir panjang. Kedua pria itu sama-sama berusaha menggapai Hanwoo, dan akhirnya Eunhyuklah yang lebih dulu berhasil menariknya.

**

Eunhyuk berusaha keras mengeluarkan air yang ada di dalam tubuh Hanwoo. Pria itu sangat panik dan nafasnya terengah-engah. Hanwoo sempat tenggelam beberapa menit meskipun ia dan Kyuhyun termasuk cepat dalam menyelamatkannya. Beberapa saat kemudian, Hanwoo mengeluarkan air yang ia telan dari mulutnya, dan gadis itu mulai membuka matanya. Eunhyuk bernafas lega dan duduk lemas begitu saja. Hanwoo menoleh ke sebelah kirinya dan melihat Kyuhyun tengah basah serta menatapnya panik.

“Hanwoo ya~ kau sudah sadar?” Ujar Kyuhyun.

“Oppa,, kau menyelamatkanku? aku takut sekali. Hiks..” Hanwoo seketika menangis dan spontan memeluk Kyuhyun tanpa membiarkan pria itu membalas ucapannya. Eunhyuk dan Hara menyaksikan hal tersebut, dan Kyuhyun melihat Eunhyuk dengan perasaan tidak enak.

**

Eunhyuk memperhatikan Hanwoo yang tengah tertidur. Gadis itu terpaksa harus bermalam di rumah sakit karena beberapa saat setelah kecelakaan badannya mengalami demam tinggi. Orangtua Hanwoo baru saja beranjak untuk makan malam, dan Eunhyuk kini menjaga gadis itu. Kejadian tadi siang benar-benar membuatnya shock, Eunhyuk tidak pernah merasa sepanik itu dalam hidupnya. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika saja ia terlambat menyelamatkan Hanwoo dan sesuatu yang buruk menimpa gadis itu.

Menurut cerita Kyuhyun, Hanwoo terjatuh dari perahu karena terkejut handphonenya terjatuh ke danau. Saat itu Hanwoo meminta Kyuhyun untuk mengambil selca bersama, dan Hanwoo sangat ceroboh karena ia menjatuhkan handphonenya setelah itu. Kyuhyun juga sangat meminta maaf karena tidak bisa mengawasi gadis itu dengan baik.

“Dasar gadis bodoh. Ceroboh. Kau pasti terlalu senang bisa berfoto dengan Kyuhyun hingga melakukan hal yang membahayakan dirimu sendiri. Bagaimana jika tadi aku tidak ada? Apa aku bisa percaya Kyuhyun akan menyelamatkanmu hah?” Eunhyuk menggerutu kecil, bicara pada Hanwoo yang sedang terlelap. Bagaimanapun, ia bersyukur Hanwoo akhirnya baik-baik saja.

Perlahan, Eunhyuk mengecup bibir mungil gadis itu, kemudian mencium keningnya.

“Jaljayo. Tidurlah yang nyenyak. Kau harus sembuh besok.” Ujar Eunhyuk.

———————————

Kyuhyun belum juga tidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi, dan ia juga sudah meminum pil tidurnya. Kejadian hari ini terlalu membuatnya shock dan ia juga memikirkan obrolannya dengan Hanwoo saat berada di perahu.

“Oppa, mengapa kau tiba-tiba ingin tahu tentang Minji eonnie?”

“Ani. Hanya saja tadi kau bilang awalnya ingin menjodohkan Eunhyuk dengannya. Sementara beberapa waktu lalu, aku sempat melihatnya di sebuah tempat dengan seorang anak kecil. Tentu saja aku sempat berpikir itu adalah anaknya, dan itu artinya dia sudah menikah.” Kyuhyun sedikit beralasan.

“Jinja? Kau bertemu dengannya? Ne, itu memang benar. Yang kau lihat pastilah Minhyuk, anaknya. Ia memang sudah punya anak, namun soal ia masih single, itu juga benar.”

“Apa maksudmu? Apa dia bercerai? “

“Sebenarnya aku tidak enak dan tidak berhak menceritakan ini. Tapi karena aku percaya kau orang baik, maka aku akan memberitahumu. Minji eonnie memang punya anak, ia hamil sebelum menikah. Akan tetapi ia tidak menikah. Calon suaminya meninggal dalam kecelakaan mobil tepat sehari sebelum pernikahannya.” Cerita Hanwoo. Hal itu membuat Kyuhyun sangat terkejut, dan ia menelan pahit air liurnya sendiri.

“Menurut ceritanya sewaktu di Amerika, ia memutuskan untuk tidak menikah lagi dan membesarkan anak laki-lakinya seorang diri. Ia bilang ia sangat mencintai ayah dari anak itu hingga ia tidak mau ada sosok lain yang menggantikannya. Minji eonnie sempat merasa depresi karena tekanan dari keluarganya dan mungkin karena ia harus menjadi single parent. Untuk itulah ia pergi ke Amerika untuk memperdalam ilmu desainnya dan mencari suasana baru. Bagiku, ia wanita yang sangat hebat karena bisa melakukan semuanya sendirian padahal ia adalah seorang wanita. Belum lagi kehilangan pria yang dicintai dengan cara setragis itu, aku yakin itu tidak mudah untuk dilaluinya.”

Kyuhyun semakin memikirkan hal ini. Ada semacam perasaan menyesal menyeruak ke dalam dirinya. Setiap kali bertemu Minji, ia telah bersikap munafik hanya demi membuat wanita itu merasa terpojok. Kyuhyun hanya ingin membalas rasa sakit hatinya atas penghinaan yang telah dilakukan keluarga Minji terhadapnya di masa lalu. Namun jika yang dikatakan Hanwoo memang benar, mengapa wanita itu tidak berusaha memberikan penjelasan padanya? Selama ini Kyuhyun telah hidup dengan meyakini sebuah kesalahpahaman. Minji ternyata tidak seburuk yang ia pikirkan. Ia justru menanggung sendiri aib yang mereka ciptakan bersama.
Kyuhyun menatap kartu nama yang diberikan Minji tempo hari padanya. Haruskah mereka bertemu lagi dan haruskah Kyuhyun meminta maaf atas kesalahpahamannya? Lagipula Kyuhyun belum pernah bertemu langsung dengan anak mereka.

———————————

“Eunhyuk ah, jadi bagaimana? Sesungguhnya aku dan keluargamu sudah lama memikirkan hal ini. Hanwoo adalah anak tunggal, dan terus terang aku cukup was-was terhadapnya. Mempercayakannya pada pria yang sudah kami kenal, apalagi kerabat kami, kurasa aku dan istriku bisa bernafas lega.” Ujar CEO Lee.

“Tapi paman, kurasa Hanwoo tidak mempunyai perasaan khusus terhadapku. Bagaimana jika kita pelan-pelan saja? Berikan aku waktu, aku akan berusaha mendekati Hanwoo lebih baik lagi.”

“Aku tahu. Aku tahu kau mencintai putriku. Untuk itulah aku menyampaikan ini padamu karena aku yakin kau tidak akan menolak permintaanku. Baiklah, aku tahu masalah perasaan akan sedikit sulit. Tapi aku percaya padamu. Lee Hyukjae, jangan membuat pamanmu ini menunggu terlalu lama.” CEO Lee tertawa. Ia bahkan memanggil Eunhyuk dengan nama aslinya. Sepertinya hal ini memang serius.

Eunhyuk kini memikirkan ucapan ayah Hanwoo. Ia tahu, situasi ini sangat menguntungkan posisinya. Namun mengetahui watak Hanwoo, ia juga tidak tega melihat Hanwoo menangis dan tidak bahagia jika harus menjalanakan ini dengan terpaksa.

“Mengapa kau bisa berkesimpulan seperti itu? Ia belum lama mengenalku. Jika ada orang yang harus disukainya, itu semestinya kau, bukan aku.” Eunhyuk kembali teringat ucapan Kyuhyun padanya.

“Sulit kupercaya. Kau bersamanya bahkan sejak Hanwoo masih SMA. Kau menemaninya, bertindak seakan-akan kau bodyguardnya. Kurasa kau memang satu-satunya pria yang paling berhak untuk berada di sisinya. Mengapa tidak coba kali ini berterus terang? Mungkin saja jika ia mengetahui perasaanmu, ia akan sadar jika selama ini kalian dekat dan itu spesial. Itu bisa saja akan membuat Hanwoo berhenti jatuh cinta pada pria-pria tidak jelas.”
“Hyuk ah, ada orang yang mengatakan, persahabatan yang murni antara seorang pria dan seorang wanita itu tidak benar-benar ada. Bagaimanapun, dua insan berbeda yang selalu bersama-sama, pasti memiliki sesuatu yang spesial di dalamnya. Kau bukan saudara kandungnya, kau juga bukan sepupu dekatnya. Jika kau terus membiarkan ia bebas seperti itu, aku khawatir ia akan benar-benar hilang dari jarak pandangmu.”

Eunhyuk juga teringat akan ucapan Hara yang menyemangatinya. Haruskah ia mulai mengambil sebuah langkah tegas sekarang? Mungkin benar, Hanwoo hanya belum menyadari keberadaannya sebagai pria. Dan mungkin memang sudah saatnya Hanwoo melihatnya sebagai seorang pria.

———————————–

Hanwoo terlihat sangat senang, karena hari ini untuk pertama kalinya Kyuhyun menerima ajakan makan malam berdua tanpa Eunhyuk. Hanwoo berdandan sangat cantik, ia berusaha untuk terlihat sopan dan dewasa di depan pria itu. Hanwoo berencana untuk mengucapkan terima kasih pada Kyuhyun karena telah menyelamatkannya tempo hari saat ia hampir tenggelam di danau, dan Hanwoo juga ingin menyampaikan perasaannya pada Kyuhyun.

“Oppa, aku senang sekali karena kau bersedia menerima ajakan makan malamku. Aku ingin berterima kasih banyak karena kau telah menyelamatkan nyawaku waktu itu. Anggap saja aku mentraktirmu kali ini.” ujar Hanwoo.

“Ah, masalah itu, jadi Eunhyuk belum juga bilang padamu?”

“Ne?” Hanwoo sedikit tidak mengerti.

“Yang sebenarnya, Eunhyuklah yang menyelamatkanmu waktu itu.”

“Tapi.. kau waktu itu basah kuyup dan..”

“Aku memang melompat dan berusaha untuk menyelamatkanmu. Tapi Eunhyuk juga melompat dan ialah yang lebih dulu menggapaimu. Ia juga yang berusaha mengeluarkan air dari dalam tubuhmu sehingga kau tersadar. Aku hanya membantu Eunhyuk membawamu ke darat.”

“Apa? Jadi yang menyelamatkan aku adalah Eunhyuk?” Hanwoo sangat terkejut. Ia seakan merasa bersalah pada Eunhyuk karena telah salah paham.

“Ya, jadi seharusnya Eunhyuklah yang sekarang berada di sini menerima traktiranmu. Bukan aku.” Ujar Kyuhyun.

“Ah aniii. Oppa kau jangan merasa sungkan. Meskipun begitu, kau tetap berupaya menyelamatkanku dan aku tetap harus berterima kasih untuk itu. Aku juga akan berterima kasih pada Eunhyuk nanti.” Hanwoo sedikit tidak enak.

“Ya, Eunhyuk pasti akan senang mendengarnya.” Kyuhyun mulai memotong steak babinya sambil tersenyum.

“Oppa. Sebenarnya, ada hal lain yang juga ingin aku katakan. Tapi, aku harap kau tidak berpikir macam-macam terhadapku setelah aku mengatakan ini.” Hanwoo berkata pelan. Gadis itu benar-benar gugup saat ini.

“Katakan saja.” Balas Kyuhyun.

“Oppa, aku menyukaimu sudah sejak pertama kali melihatmu di perusahaan. Aku memendam perasaanku dan baru berani mengatakannya sekarang karena akhirnya aku punya kesempatan untuk berada di dekatmu. Ya, kira-kira seperti itu. Aku menyukaimu, dan aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi apalagi aku tahu kau baik padaku dan kau juga berinisiatif menyelamatkanku.” Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya. Ia memandang Hanwoo yang tengah menundukkan kepalanya karena malu. Kyuhyun tidak menyangka Hanwoo akan mengatakan hal ini padanya. Maksudnya, gadis ini cukup berani mengatakannya.

“Hanwoo ya~ aku berterima kasih karena ini tapi…”

“Oppa. Kau tidak usah merasa terbebani dengan ini. Aku tidak punya maksud lebih saat ini. Sungguh. Aku hanya ingin menyampaikan perasaanku agar aku lebih lega. Kau hanya perlu mendengarkannya, dan jangan merubah apapun setelah ini. Tetaplah menjadi Kyuhyun oppa yang kukenal, tetap baik padaku dan jangan menjauhiku.” Hanwoo memotong ucapan Kyuhyun dan berkata cepat karena ia tidak mau mendengar penolakan dari Kyuhyun. gadis ini meremas kedua tangannya di atas meja.

“Ah, eotthoke? Kau seperti ini sungguh membuatku tidak enak. Aku tidak ingin menyakitimu.” Balas Kyuhyun. Hanwoo diam dan masih pada posisinya. Ia bahkan tidak berani memandang Kyuhyun untuk saat ini.

“Hanwoo ya, lihat aku.” Ujar Kyuhyun, dan gadis itu perlahan melihat wajah Kyuhyun yang kemudian tersenyum padanya.

“Di mataku kau adalah gadis yang baik, cantik, ramah, dan perhatian. Tapi sungguh, pria sepertiku benar-benar tidak cukup baik untuk menerima perasaan berhargamu itu. Aku yakin, ada pria yang lebih berhak menerima hal ini dibandingkan aku.”

“Wae? Apa yang membuatmu berkata jika kau tidak pantas? Kau benar-benar sempurna di mataku dan kurasa aku belum menemukan kekuranganmu.” Suara Hanwoo mulai tidak stabil.

“Aku punya masa lalu yang kurang baik. Aku tidak bisa memberitahumu untuk saat ini, hanya saja memang hal itu membuatku cukup tahu diri.” Kyuhyun memelankan suaranya.

“Apa itu? Apa kau pernah menikah dan bercerai? Apa kau mantan narapidana? Apalagi hal buruk yang mungkin terjadi di masa lalumu oppa? Kurasa aku bahkan bisa menerima hal-hal itu karena aku tidak peduli. Aku hanya peduli pada dirimu yang sekarang. Sungguh, jika memang itu alasan kau melarangku untuk menyukaimu.”

“Bagaimana jika masa laluku sangat mempengaruhi kehidupanku saat ini? Itu pasti akan memberatkanmu. Hanwoo ya, aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri. Aku tidak mau membuatmu kecewa dan berharap akan ini. Akan lebih baik aku memberitahumu sekarang, dan cobalah melihat pria lain di sekitarmu.” Kyuhyun tersenyum dan menepuk tangan Hanwoo di atas meja.

Hanwoo tidak tahu lagi harus bagaimana. Ia baru saja ditolak. Bukan, Hanwoo sudah menyiapkan diri jika memang ia ditolak karena Kyuhyun belum menyukainya. Tapi mengapa Kyuhyun justru seolah memblok jalan masuk ke hatinya? Ia seakan tidak membiarkan Hanwoo untuk berusaha masuk dan mengerti dirinya.

———————————-

Kyuhyun berjalan sangat cepat, menyusuri lorong rumah sakit yang menuju ke ruang ICU. Kyuhyun buru-buru membatalkan acara makan siang dengan CEO dan staff kantor karena ia menerima telepon dari Minji yang memintanya untuk segera ke rumah sakit karena Minhyuk mengalami kecelakaan. Kyuhyun yang terlihat panik tanpa menjelaskan apapun pada Hanwoo dan Eunhyuk segera meluncur dan membuat semua rekan kerjanya khawatir.

Saat tiba di depan ruang ICU, Kyuhyun melihat Minji dan juga Nyonya serta Tuan Kang yang sangat terkejut melihat kehadirannya. Minji sepertinya habis menangis, Kyuhyun membungkukkan badannya sebagai tanda hormat pada kedua mantan calon mertuanya itu. Pasangan paruh baya itupun hanya bisa diam dan menerima Kyuhyun dengan ramah. Bagaimanapun juga, Kyuhyun berhak berada di sini, karena ia adalah ayah kandung dari cucu mereka. Kyuhyun mendekati Minji, berusaha menghibur wanita itu. Minji tanpa sadar menangis lagi dan Kyuhyun memeluknya, berusaha menenangkannya.

“Maaf, kami sudah memeriksa stok darah kami, tapi hari ini terlalu banyak pasien kecelakaan dengan golongan darah A. Anak ini masih kekurangan banyak darah. Apa benar-benar sudah tidak ada keluarga lagi yang memiliki darah yang cocok? Kami khawatir jika belum menemukan pendonor dan menunggu kiriman darah dari pusat anak itu tidak bisa bertahan. Kami harus segera mengambil tindakan operasi pada rusuknya.” Ujar Dokter yang baru saja keluar dari ruangan. Mendengar itu Minji seketika lemas dan Kyuhyun segera memegangi wanita itu.

“Dokter, apa benar golongan darahnya A? golongan darah saya juga A. Saya bersedia menjadi pendonor. Kondisi saya juga sedang sehat.” Kyuhyun berkata dengan mantap, membuat Minji serta kedua orangtuanya menangis karena terharu.

“Baiklah kalau begitu. Apa anda keluarganya?’

“Saya ayah kandung dari anak ini.”

“Baguslah kalau begitu. Baiklah. Mari ikut saya.” Dokter memasang wajah lega.

“Gomawo… aku tidak tahu jika aku tidak menghubungimu…” Minji menatap Kyuhyun. mereka berdua masih berpegangan erat.

“Kau jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Percayalah padaku.” Kyuhyun tersenyum, kedua tangannya berusaha menghapus air mata di wajah Minji.

**

Hanwoo menutup mulutnya. Tubuhnya hampir saja roboh jika saja Eunhyuk tidak menyokongnya dari belakang. Mereka berdua mengikuti Kyuhyun karena Hanwoo merasa sangat khawatir pada pria itu. Belum lagi tadi ketika menerima telepon Kyuhyun tidak sengaja menyebut nama Minji lawan bicaranya. Saat melihat ternyata memang Minjilah yang ditemui Kyuhyun, Eunhyuk menahan Hanwoo untuk tidak mendekat, kemudian mereka hanya melihat beberapa meter dari ruang ICU.

Dan Hanwoo mengetahui semuanya.

Wanita yang menjadi masa lalu Kyuhyun. Wanita yang sangat menyukai masakan Italia. Wanita itu adalah Kang Minji, sahabat yang sudah dianggap keluarga sendiri oleh Hanwoo. Dan anak itu, bagaimana bisa Kyuhyun adalah ayah kandungnya? Bukankah Minji kehilangan suaminya sebelum mereka menikah? Apa yang sebenarnya terjadi?
Dan kecurigaan Eunhyuk terbukti benar. Apa yang ada di pikirannya sangat tepat. Apakah ia harus memberi tahu Hanwoo sekarang?

**

“Bagaimana bisa?! Kau pasti berbohong. Dusta apalagi ini? Sejak kapan kau mengetahui ini? Mengapa kau tidak memberitahuku?!!! Mengapa semua orang membohongiku???” Hanwoo mengguncang tubuh Eunhyuk. Pria itu akhirnya menjelaskan semuanya pada Hanwoo karena ia tidak tahan dengan penderitaan gadis itu. Eunhyuk berharap, setelah mengetahui kenyataan ini Hanwoo akan belajar mengikhlaskan Kyuhyun.

“Yaaa, tenanglah. Bisakah kau tenang? Aku tahu ini sulit bagimu. Tapi bisakah kau belajar untuk mengerti keadaan ini? Aku sudah pernah memperingatkanmu soal Kyuhyun. Aku tidak bisa memberitahumu karena aku juga belum membuktikan dugaanku. Dan melihat kejadian tadi, aku baru yakin jika Kyuhyun dan Minji memang punya hubungan yang tidak biasa. Sekalipun hubungan mereka tidak baik-baik saja saat ini.” Eunhyuk menatap Hanwoo, memegang bahu gadis itu dengan kedua tangannya. Wajah Hanwoo sampai memerah karena emosi. Dan akhirnya ia menangis lagi. Entah mengapa, ia merasa dikhianati.

“Eotthoke? Eotthoke? Sekarang bagaimana… aku mencintai Cho Kyuhyun. Oppa aku mencintainya… dan mengapa wanita itu harus dia? Wae???!!!” Hanwoo menangis lagi. ia hampir merosot ke lantai dan Eunhyuk menahannya.

“Sekali ini saja, ikuti kata-kataku. Dengarkan aku.” Eunhyuk menatap Hanwoo. Ia benar-benar tidak bisa melihat gadis ini hancur. Lebih baik dirinya saja yang hancur.

“Lupakan Kyuhyun. Kyuhyun tidak mencintaimu Hanwoo ya~ lupakan dia, arasseo?” Suara Eunhyuk mulai bergetar. Hanwoo hanya menggeleng-geleng cepat. Ia menangis lagi. Ini terlalu sulit baginya.

———————————

“Ini untukmu. Minumlah.”

“Gomawo.”

Kyuhyun memberikan kopi pada Minji. Mereka sama-sama sedang menjaga Minhyuk yang baru selesai dioperasi. Tulang rusuknya harus dioperasi, dan syukurnya semua berjalan lancar. Minhyuk juga sudah melewati masa kritisnya. Kini hanya tinggal menunggu bocah itu sadar dari tidurnya.

“Kasihan sekali dia. Anak sekecil dia harus mengalami luka seperti ini. Aku bodoh sekali tidak menjaganya dengan baik. Aku malah meninggalkannya hingga ia menjadi korban tabrak lari.” Minji membelai kepala Minhyuk yang dibalut perban. Matanya kembali berkaca-kaca.

“Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Namanya kecelakaan, bisa menimpa siapa saja.” Kyuhyun membalas dengan suara rendahnya, mengusap pundak wanita itu.

“Aku tetap harus berterima kasih padamu. Aku berhutang budi karena kau telah menyelamakan Minhyuk. Suatu saat aku akan membalasnya. Gomawo, Kyuhyun ah.” Minji mendongak, menatap Kyuhyun yang berdiri di sebelahnya. Pria itu hanya tersenyum tipis.

“Apa kau lupa kalau aku ini adalah ayahnya? Aku punya kewajiban melindungi anakku. Dan karena selama lima tahun ini aku tidak bisa menjaganya, mungkin kali ini Tuhan memberiku kesempatan untuk melakukan yang terbaik sebagai ayahnya.”

“Kau benar. Jika Minhyuk sudah sadar, ia pasti akan merasa sangat senang karena bisa bertemu ayahnya. Kadang ia mengerti dan bertanya kemana ayahnya. Dan selama itu, aku hanya bisa membohonginya. Kadang aku berpikir bagaimana jika kelak ia dewasa, aku pasti tidak bisa terus menipunya. Lambat laun ia akan mengerti dunia. Beruntung kau muncul sekarang. Gomawo~”

“Oh ya. Soal itu, aku juga ingin meminta maaf. Aku tidak tahu jika Donghae meninggal karena kecelakaan. Kau pasti sangat terpukul.”

“Ah, ternyata kau tahu juga. Apa Hanwoo yang memberitahumu? Ternyata ia cukup pintar menyampaikan ceritaku.” Minji tersenyum kecil.

“Aku yang mencari tahu darinya. Ia awalnya ragu untuk bercerita.”

“Ya, peristiwa itu sangat mengejutkanku. Itu cukup menyakitkan, meskipun lebih menyakitkan saat kita berpisah. Kehilangan ayah kandung dari bayiku, pria yang sangat aku cintai saat itu, aku rasanya ingin mati saja. Tentang Donghae, aku lebih merasa bersalah padanya. Kami belum satu bulan saling mengenal, dan aku juga tidak mencintainya. Tapi dia sangat baik hati, bersedia menikahiku dan menjadi ayah dari anak yang kukandung karena orang lain. Lalu saat dia pergi dengan cara seperti itu, aku hanya merasa dunia benar-benar kejam padaku.” Suara Minji melemah. Ia bercerita seolah-olah ia kembali lagi pada situasi itu, hingga tanpa sadar air mata kembali menetes melewati pipinya. Namun tak lama kemudian ia menatap Kyuhyun dan tersenyum. Pria ini seakan merasakan betapa berat saat-saat itu bagi Minji.

“Jangan menangis. Jangan membuatku lebih merasa bersalah lagi.” Kyuhyun mengusapkan ibu jarinya, menghapus air mata wanita itu. Minji hanya memandang pria itu tanpa mampu mengucapkan sepatah katapun.

“Kyuhyun ah~ rasanya aku seperti sedang bermimpi saat ini. Melihatmu berada di sini bersamaku, apa aku bisa percaya jika ini bahkan adalah kenyataan?”

Kyuhyun menghela nafas, mendekatkan wajahnya, dan mengecup bibir yang dulu merupakan candu baginya itu. Ia kembali menatap Minji, seolah ingin berbagi dengan wanita itu.

“Apa kau bisa merasakannya? Ini kenyataan.” Gumam Kyuhyun. Minji masih terkejut akan perlakuan Kyuhyun beberapa detik yang lalu. Wanita itu kemudian berdiri, menghapus sendiri air matanya.

“Aku mau ke toilet. Kurasa aku mengantuk dan perlu mencuci wajahku. Tolong jaga Minhyuk sebentar saja.” Tanpa mendengar jawaban Kyuhyun, Minji berlalu dengan langkah cepat. Ia hampir terbawa perasaan. Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Minji tidak ingin menyakiti Hanwoo. Kyuhyun hanyalah masa lalunya yang mungkin sudah seharusnya ia simpan rapat di dasar hatinya.

———————————-

Hanwoo menatap Eunhyuk dengan wajah penuh amarah. Gadis ini sangat sensitif akhir-akhir ini, dan ia merasa semakin tidak adil ketika tiba-tiba kedua orangtuanya membicarakan soal pertunangan kepadanya. Hanwoo tidak tahu menahu mengenai masalah pertunangannya dengan Eunhyuk yang diam-diam sudah direncanakan oleh keluarganya dan juga Eunhyuk. Bodohnya lagi, Eunhyuk sudah mengetahui hal itu namun ia tetap bersikap seolah tidak terjadi apapun. Untuk itulah Hanwoo marah, sangat marah. Ia masih belum bisa menjernihkan pikirannya karena masalah Kyuhyun dan Minji, dan kini pikirannya harus dibebankan lagi dengan masalah pertunangan ini.

“Wae? Kau tidak menolaknya. Wae?!!” Hanwoo meninggikan nada bicaranya. Eunhyuk tidak tahu lagi bagaimana menenangkan gadis ini. Mereka bahkan masih berada di kantor, di ruang kerja Eunhyuk dan kemungkinan karyawan lain mendengar pertengkaran mereka bisa saja terjadi.

“Aku tidak punya alasan untuk menolaknya.”

“Apa? Tidak punya alasan? Tidakkah kau tahu betapa aku mencintai Kyuhyun? Mengapa kau menerima hal konyol itu padahal kita tidak saling mencintai?!” suara Hanwoo kembali meninggi dan kini sedikit bergetar. Eunhyuk tidak tahan lagi menghadapi situasi ini.

“Tapi aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Maka dari itu aku menerima pertunangan ini.” Eunhyuk menjawab dengan suara tertahan, dan ia terpaksa harus mengungkapkan perasaannya, membuat Hanwoo merubah ekspresi wajahnya lagi.

“Ya Tuhan. Omong kosong macam apalagi ini?” Hanwoo membalik tubuhnya membelakangi Eunhyuk.

“Hanwoo ya. Aku mencintaimu. Sejak dulu. Aku mencintaimu dengan segenap perasaanku tanpa meminta balasan apapun darimu. Bisa melihatmu setiap hari, menghabiskan waktu denganmu, kau tertawa, bahagia, itu sudah membuatku merasa sangat puas dengan perasaan ini sekalipun aku tidak bisa memilikimu. Aku hanya ingin melindungimu. Itu saja.”

“Pergi.”

“Hanwoo ya…”

“Pergi!!! Aku tidak ingin melihatmu.”

———————————-

Minji dan Hanwoo sama-sama diam. Terutama Minji, ia merasa sangat bersalah pada Hanwoo. Hanwoo ternyata telah mengetahui semuanya, dan gadis itu juga sudah meminta maaf karena kelancangannya mengikuti Kyuhyun ke rumah sakit saat hari kecelakaan yang menimpa Minhyuk.

“Maafkan aku. Tapi kurasa kata maaf saja pasti tidak cukup untukmu. Aku tidak bermaksud membohongimu. Aku juga tidak tahu jika pada akhirnya kau akan mengenal Kyuhyun bahkan menyukainya. Jika aku tahu, mungkin aku akan memilih untuk tidak mengenalmu.”

“Ani. Kau tidak membohongiku. Aku saja yang bodoh dan cepat berkesimpulan jika ayah dari anakmu memang calon suamimu yang meninggal. Aku juga mengerti, kau sengaja tidak menjelaskan kebenarannya karena itu hal buruk dari masa lalumu yang mungkin tidak layak untuk kau ceritakan.”

“Tapi sungguh, Kyuhyun hanyalah masa laluku. Aku sudah cukup lega dan bahagia karena mengetahui ia masih hidup dan bisa mempertemukannya dengan Minhyuk. Aku bahagia karena tidak harus memutuskan hubungan darah mereka. Tapi mengenai kami, aku cukup tahu diri untuk tidak masuk lagi ke kehidupannya. Aku sudah membuatnya begitu menderita dengan masa lalu kami yang seperti itu.” Hanwoo hanya diam mendengarkan penuturan Minji. Apakah wanita ini benar-benar jujur dengan apa yang ia ungkapkan sekarang? Benarkah Kyuhyun sudah mengosongkan ruang di hatinya itu?

“Hanwoo ya~ jangan merasa tidak enak dan jangan mengkhawatirkan aku. Teruskanlah perasaanmu pada Kyuhyun, buatlah ia bahagia, karena sepertinya Kyuhyun juga menyukaimu.” Minji memegang kedua tangan Hanwoo. Gadis itu menatapnya, dan melihat seakan Minji bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

“Eonnie, kau serius dengan perkataanmu? Apa kau yakin kau tidak akan menyesal telah merelakan pria sesempurna Kyuhyun oppa untukku?” kini giliran Minji yang terdiam. Namun tak lama ia tersenyum.

“Tentu saja. Aku sudah yakin jika takdir kami memang sudah berakhir.”

“Eonnie, jangan merasa tidak enak padaku. Jangan mengkhawatirkan aku. Akulah yang seharusnya berkata seperti ini padamu. Bukan kau.” Hanwoo menatap Minji. Wanita itu nampak terkejut dengan ucapan Hanwoo.

“Tidak peduli bagaimana perasaanku terhadap Kyuhyun oppa, hubungan kalian jauh lebih berharga. Takdir kalian belum berakhir, tidakkah kau menyadari mengapa Tuhan menghadirkan Minhyuk di hidupmu? Mengapa Tuhan mengambil calon suamimu, dan mengapa kau dipertemukan lagi dengan Kyuhyun oppa? Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang indah untuk kalian berdua. Kalian mengalami masa lalu yang sulit untuk mendapatkan kebahagiaan kalian di masa depan.”

“Hanwoo ya~ ini tidak semudah yang kau pikirkan. Di dalam lubuk hatinya Kyuhyun tidak akan bisa memafkan kesalahanku di masa lalu, meskipun sekarang kami nampak baik-baik saja. Ia seperti ini karena Minhyuk. Demi anak kandungnya.”

“Ya, mungkin saja dia membencimu, tapi di dalam lubuk hatinya, dia juga sangat mencintaimu. Kyuhyun oppa hanya menganggapku sebagai adiknya, dia sudah pernah memberiku penolakan karena alasan masa lalunya. Dan dari caranya menenangkanmu, dari caranya melihatmu waktu pertama kali kalian bertemu lagi di hari ulang tahunku, dan dari cara dia masih mengenang makanan kesukaanmu dan semua yang kau lakukan, hingga akhirnya ia mengaku padaku jika ia masih sangat mencintaimu. “

“Hanwoo ya~…”

“Kalian punya Minhyuk. Tidakkah kau berpikir untuk membuatnya bahagia dengan memiliki orangtua yang utuh?”

——————————-

Tiga bulan kemudian….

Eunhyuk baru saja tiba dan ia merasa sangat terkejut dengan keadaan apartemennya. Barang-barangnya yang berantakan tertata rapi, dan ia melihat ada masakan tersaji di atas meja makannya. Sepertinya masakan itu baru saja dimasak, karena aromanya masih sangat khas.

“Samgyupsal? Ada kimchi juga. Ige mwoya?” Eunhyuk menggaruk-garuk tengkuknya bingung. Apakah sekretaris Kim yang menyiapkan ini untuknya? Namun sejak kapan ia punya waktu untuk membersihkana rumah. Lagipula selama berada di Tokyo mereka selalu makan makanan Jepang seperti ramen dan sushi.

“Opppaaaaaaa!!!” Eunhyuk terkejut ketika merasakan pelukan di punggungnya.

“Hanwoo ya!!! Apa yang kau lakukan di sini??”

**

Hanwoo menatap pria yang tengah makan dengan lahap di hadapannya. Gadis ini menopang dagu dengan kedua tangannya, tersenyum melihat bagaimana lahapnya Eunhyuk menikmati makan malam buatannya.

Tiga bulan terakhir, setelah merelakan Kyuhyun, Hanwoo mencoba meresapi kembali dirinya sendiri. Ia menjadi lebih pendiam, tidak bisa tidur, dan selalu menangis setiap malam. Memikirkan Kyuhyun, bagaimana dengan egois dan bodohnya ia membuat pria itu tidak nyaman dan juga menyakiti hati seorang wanita yang sangat disayanginya. Selama masa-masa itu, Hanwoo tidak memiliki tempat untuk bersandar, tidak memiliki tempat untuk mencurahkan isi hati dan pikirannya. Biasanya selalu ada Eunhyuk di sisinya. Namun Eunhyuk malah pergi ke Jepang menerima tugas dari perusahaan untuk menghandle sebuah penelitian selama enam bulan di Tokyo. Pria itu pergi tanpa memberitahunya, yah tentu saja karena hubungan mereka tidak berlangsung baik setelah Hanwoo menyuruhnya pergi. Setelah menyadari kepergian Eunhyuk, Hanwoo lebih banyak menangisi kebodohannya yang telah menyia-nyiakan kebaikan pria itu.

Eunhyuk memberinya kalung berbentuk hati, namun ia malah membuatnya tersinggung dengan memakai kalung pemberian Kyuhyun. Eunhyuk menyelamatkannya saat hampir tenggelam, namun ia kembali salah paham dan mengira Kyuhyunlah pahlawan penyelamatnya. Dan bodohnya, ia telah berkata kasar pada pria yang selalu ada untuknya sejak dulu. Entah berapa kali Eunhyuk sakit hati karena kelabilannya yang selalu menyukai pria yang berbeda-beda, tanpa ia menyadari jika pria paling tulus itu sudah ada di sisinya.

“Oppa.. apa kau masih mencintaiku?”

Pertanyaan Hanwoo membuat Eunhyuk berhenti mengunyah makanannya.

“Gadis bodoh, kau lebih baik makan saja.” Eunhyuk kembali melanjutkan makannya.

“Oppa. Mian. Apa sangat sakit mencintai gadis sepertiku?” Eunhyuk kembali memandang gadis itu.

“Kau ini kenapa? Aku baik-baik saja. Aku sudah melupakan hal-hal yang kemarin. Jangan mengungkit-ungkit lagi.”

Hanwoo merapat pada Eunhyuk, dan merangkul leher pria itu. Eunhyuk semakin tidak mengerti apa yang diinginkan gadis ini kali ini.

“Oppa, jangan berhenti mencintaiku. Mulai sekarang, aku akan mencintaimu.”

“Yaa~ kau gampang sekali mengungkapkan rasa cinta. Aku tidak mau jadi korbanmu.” Gumam Eunhyuk. Hanwoo tersenyum mendengar ucapan pria itu.

“Aku baru menyadari aku sangat menyedihkan akhir-akhir ini. Aku bisa merelakan kehilangan Kyuhyun oppa, tapi ternyata aku tidak bisa mengatasi diriku yang kehilangan dirimu. Ternyata aku sangat bergantung padamu. Dan perasaan tidak adanya kau di sisiku itu benar-benar menyiksaku. Kurasa hal ini akan berlangsung selamanya, jadi aku sudah mengatakan pada appa jika aku menyetujui pertunangan itu.” Eunhyuk benar-benar meletakkan sumpitnya setelah mendengar pernyataan Hanwoo.

“Hanwoo ya~ apa kau sadar apa yang baru saja kau ucapkan?”

Cup. Bukannya menjawab, Hanwoo malah mencium bibir Eunhyuk dan membuat pria itu terkejut.

“Aku sangat sadar. Aku sadar kalau aku mencintai seorang Lee Hyukjae lebih dari pria manapun di dunia ini.”

Eunhyuk seketika mengunci gadis itu, menyatukan bibir mereka, melampiaskan rasa rindu yang ia tahan selama tiga bulan ini. Mulai detik ini, ia tidak akan membiarkan Hanwoo pergi kemana-mana lagi, tidak akan membiarkan gadis itu jatuh cinta pada pria manapun lagi.

———————————

Suara ribut terdengar dari ruang tengah apartemen Kyuhyun. Kyuhyun tengah bermain dengan Minhyuk, bocah itu terus memaksa Kyuhyun untuk berkeliling seperti kuda dengan Minhyuk di punggungnya. Kyuhyun terlihat begitu senang, karena satu hari ini ia bisa terus melihat Minhyuk. Minji tengah sibuk dengan pekerjaannya karena ia harus menghandle klien asing yang sedang mengadakan kunjungan. Kebetulan sekali, Kyuhyun tengah mengambil cutinya hari ini.

Pukul sembilan malam, Minji tiba di apartemen pria itu. ia terlihat begitu lelah namun ia tetap bersikeras datang untuk menjemput Minhyuk.

“Menginap saja di sini. Minhyuk sudah tertidur nyenyak. Kau pasti juga sangat lelah jika harus menyetir mobil sendirian. Bukankah Chanyeol sedang cuti?” saran Kyuhyun. Ia memberikan air putih pada wanita itu, Minji meneguknya hingga habis. Ia kemudian berbaring di sofa dengan menjadikan paha Kyuhyun sebagai bantalnya.

“Begitu ya? Lalu aku harus tidur di mana?” Kau hanya punya satu kamar tidur.” Ujar Minji.

“Jadi kau masih menganggapku orang lain? Kita bahkan sudah punya anak yang berusia lima tahun dari hubungan kita. Apa salahnya kau juga tidur di kamarku? Lagipula kita tidur bertiga, tidak berdua. Aku tidak akan macam-macam terhadapmu.” Kyuhyun sedikit membantah sambil menarik-narik hidung wanita itu.

“Hahahha. Aku hanya bercanda. Tapi tetap saja, hidup dengan hubungan seperti ini akan menjadi pembicaraan banyak orang.”

“Bersabarlah sebentar lagi. Aku akan melamarmu awal musim dingin ini.” Kyuhyun tersenyum tipis. Minji merubah posisinya, ia kini setengah duduk sambil memeluk Kyuhyun. Minji memejamkan matanya, menyandarkan kepalanya di dada pria itu.

“Gomawo telah menjaga Minhyuk hari ini. Biarkan aku seperti ini dulu. Aku ingin tertidur di pelukanmu.” Suara Minji mengecil seiring dengan matanya yang kembali terpejam.

Kyuhyun membenarkan posisi wanita itu, menepuk-nepuk lengan Minji agar wanita itu bisa tertidur nyenyak. Sesekali Kyuhyun mencium puncak kepala Minji, dan berharap wanita itu akan bermimpi indah.

Akhirnya, Kyuhyun mendapatkan kembali haknya. Setelah perjuangan panjang, setelah ia berhasil membuktikan khususnya pada keluarga Minji jika ia adalah pria yang berhasil, jika ia adalah pria yang tepat yang akan membahagiakan putri mereka. Sebentar lagi, ia akan mempunyai keluarga yang utuh bersama dengan wanita yang sangat ia cintai. Segala pengorbanan dan rasa sakitnya di masa lalu telah terbayarkan, dan hal itu akan semakin sempurna setelah Minji resmi menjadi istrinya.

————————————-

Because you stayed there,

Because it’s you

Because you sometimes

Quietly lean on my shoulder

I’m really, wholly thanksfull

I follow you as time flows and stop

(Sung Shikyung – Man from the Stars OST : Every Moment of You)

END-

Akhirnya. Story ini kelar juga. Panjang dan capek juga ya ngetiknya. Ini gara-gara kebanyakan muncul drama perceraian dengan kisah-kisah cinta yang negjlimet jadi bikin story aneh gini. Hehehhe.. buat Hanwoo ssi, maaf ya jika ada beberapa adegan yang kamu suka mungkin ke cut, tapi ini bener-bener dirombak ulang puter balik adegan biar nyambung. Dan makasi banyak atas editan gambarnyaa xDDDD

Sangat merasa dihargai kalau yang habis baca mau ninggalin komen ^^ thankyu for reading ~~~~ selamat mencoblos (?) kkkk

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

100 thoughts on “[Oneshoot] Mistake

  1. onnieeeeeee FF nya sempurnaaaa
    aku sukaaa
    walaupun ada adegan yang aku pengenin gada but aku suka keseluruhannya.
    Nangiiiiisss gatau apa yang aku tangisin… aku ngikut alur ceritanya
    Hanwoo – Eunhyuknya dapet banget karakternya >//////<, cara kyu nolak Hanwoo… Cara kyu bersahabat sama eunhyuk, cara kyu mengenang masa lalunya …
    dan adegan yang jatuh ke sungai itu … sukaaaaaa romantis bin ngenes banget … sukurnya kyu bilang sama hanwoo ya T_T dan adegan hyuk nyium bibir Hanwoo itu… ah walaupunsesaat but sesat rasanya xp
    Chukkae Chanyeol yang jadi supir kang minji LOL dan why must minhyuk????? why not kyungsoo or Jino???
    dan keluarga chaebol… wakakkaa lucu banget,
    oke laaa sip semoga koment panjangku ngebuat onnie merasa puas 🙂
    Thanks FF nya onn ^^ happy engding already.

    Suka

  2. Gue mau nyekek hanwoo kthxnbye

    GADIS MACAM APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    /eh

    Rofl kok dina keinget sama game laknat yg akhir2 ini jadi bahan kutukan pas kyuhyun ngejelasin game diawal itu ;;___;; nyahahahahahahhaha

    Pedalem eunhyuk disini weeeeee pengen nyekek leehanwoo gak pake boong gak pake diskon =.,=

    Heuh gue gak nyangka aja kalo hubungan kyuminji serumit itu..kalo cuma mantanan biasa gak pake anak sih gak bakalan sesakit ini gue baca ;;_;;
    YEOBOOOOOOO

    haet choi hara debut wakakakakakak
    Ebuset hyojin minrin yoora gossiper -.,-

    Pas hyuk nyatain perasaannya itu sumpah makin pengen nyekek hanwoo..GIMANA BISA PERASAAN ORANG DIBILANG OMONG KOSOOOONGGGGGG /emot line berapi

    Suka

  3. DAEBAKKKK ini berapa halaman ? Kkkkkk Sperti biasa sukak penggambaran kyuhyunnya , sukak eunhyuknya ,dan seketika pengen nyelek lee hanwoo , uls kita harus bertemu !!!!!! Dan buat yg debut jgn sok bijak gitu deh kkkkkkk tapi dapet banget kok Haranya … Lanjut yahh onn si tuggu FF yg lain

    Suka

  4. sejak kapan choi hara menjadi wanita yang sebijak itu >,,,< astagaaa hahahahahahah

    baca ff ini d tempat umum & gue mewek sendiri T,,,T ini sangat memalukan hanya krn ff sampe nangis d tempat umum & ada yang ngeliatin aaaaakkkkkkkk

    jeongmal gomawo for good author ^^

    Suka

  5. lagi gg sibuk kah sampe 2 ff dlm seminggu???
    suka banget alur nya…selalu suka sosok kyuminji 🙂

    kesambet apa hanwoo yg cinta mati hyukjae bisa naksir kuyuhyun..kasian bgt chanyeol jd supir :”(
    tp lebih kasian donge…muncul nama doang..hahahaha…

    Suka

  6. Kyaaaaaaa *fiuuhh* akhirnya selesai juga bacanya kekke.. eonn nama asli unnie sapa sih?fb nya apasih? Kayaknya aku ngefanss sm authornya minji kkk.. sesuai dengan castnya. Unn. Ini ff bener bener maksimal campur aduk bimbang, sedih. Happy ending. Suka aku sukaaaa.. ngefeel bener eon, jadi terharu bacanya pas ternyata minji punya anak dri kyuhyun pas masa lalunya :”) eon ff eon mahal bener yak beberapa bulan sekali ngepost pengen deh seminngu sekali post 2 ff *plak-..- un aku bener bener suka kopelll kyuminji loh. Maksimal suka bener bener suka max. Tetep curahkan imajinasimu utk ff ya eonnie. Fighting^^ klo bisa bikin novel. Amin 🙂

    Suka

  7. aaaaa ga nyangka ini bakalan happy ending, yaampun aku baru pertama kali baca diblog ini dan harus nangis gegara terharu baca ff nya u.u ada sequelnya kah? Lansung meluncur ahehe

    Suka

  8. sedih ngeliat oppa digituin, pdahal dia mau tanggung jwab loh jrg2 kan yg mau kya gitu..
    btwe bisa mnta pw kah? sy trmasuk new reader dsni mo bca ff tpi bnyk yg d pw, sneng bca kyuminji story deh

    Suka

  9. huuuuuaaaa walaupun mata perih gara” mantengin terus hp tpi ga sia” soal’a happy ending.

    meskipun terpisah klau udd jodoh pasti ketemu lagi, nah bukti’a kyj sama minji.

    Suka

  10. daebak
    ffny keren
    baik cerita
    gaa bahasa
    pnympaian kalimatnya
    and feelnya
    keren banget saengi
    trs pesan yg ada d ff ini jug keren

    Suka

  11. Wow!! Bener bener bikin aku melayang. Kyuhyun udah berjuang keras buat dapetin semua ini. Pasti tahun tahun yg dia lewati berat banget ya. Kebayang bayang penolakan keluarga minji dulu. Emang jalan Tuhan tu, semuanya udah ditakdirkan.. Yaampun aku kagum banget. Awalnya kasian sama eunhyuk, tapi akhirnya dia dapet juga jatah kebahagiaan. Woaaaah couple favorit baruku> kyuhyun minji!! Mereka harus ngerawat minhyuk bareng bareng yaaa aaaah lega banget deh. Bahagia;)

    Suka

  12. Panjangd dan aku suka 😀
    ckp Detail nyrtakin prjlnn cinta.
    bahasanya itu ringan, enak aja bacanya.
    salut sama minji dan kyuhyun sma2 g cri pnggnti pasangan stlh mrka pisah..
    it called fate 😀 ^^

    Suka

  13. ceritanyaaaa bagussss…. di mulai dari awal smpe ke part ini cwrita nya keren . bahasa bagus. yang aku suka dari author disini bahasanya baku. enak di baca nya.

    semua nya keren. yg paling2 bikin deg2n baca yg pertama. baca part kyuhyun ketemu minji lagi. ga nyangka ternyata kyuhyun udh pnya anak. pikir aq paling cuma putus aja…ternyata cerita nya di bikin se “ekstrim” ini. ahhaha.

    gud job. keep write. maaf komennya ga di setiap part. TT. bow

    Suka

  14. aq gnti email+username nih min coz klo pke yg dlu g tau knpa sush ps mau send cmment psti ga2l truz,oh aq yg dulu mke usrnme jewelsrinkyu ya min..
    Aq mau ngebut cmmentnya.
    -sedih bgt ikh bcanya ga tau knapa aq fkusna lbih ke critanya eunhyuk lbh ngenes aja rsanya gtu mungkin karna efek lg trgla2 bgt sm eunhyuk #okeabaykan
    Aq mw nangis pas hyuk tau hanwoo ngganti klung yg dia ksih hduhh jhat bgt kmu hanwo mkin nyesek yg pas d’danau itu hyuk udh nylamtin eh pas sdar mlah kyu yg dsngka nylmtinnya aq nangis pas ini min huhuhu T_T mkin bruray air mata pas yg hanwoo mrahin hyuk krna tau mreka mau tunangan truz nyuruh dia pergi ya ampun sdih bgt rsanya pngen getok hnwoo dh cz dia egois bgt g nghargain hyuk bgt.pkonya aq ska critnya skses bgt bkin nyeseknya ga tau knapa aq ska bgt klo udh hyuk atw kyuhyunnya d’buat menderita gini hahahaha 😀

    Suka

  15. AAAAAA….
    Akhirnya mreka di pertemukan kembali…
    Kalau jdoh itu emag gg bklan kemana2….
    Ugh,
    aKu sukak krakter Kyuhyun yg lembut, penyabar, dan penyayang…
    Ugh… Manis sekalii…

    Hyuk ksian bngett Yak, Haewoon tdk pkak sekali…
    Tp sneng akhirnya psngan in juGa brstu…

    Suka

  16. AAAAAA….
    Akhirnya mreka di pertemukan kembali…
    Kalau jdoh itu emag gg bklan kemana2….
    Ugh,
    aKu sukak krakter Kyuhyun yg lembut, penyabar, dan penyayang…
    Ugh… Manis sekalii…

    Hyuk ksian bngett Yak, Haewoon tdk pkak sekali…
    Tp sneng akhirnya Haewon menydrinya dan psngan in juGa brstu…

    Suka

  17. daebak…
    kyuminji mengalami masa masa sulit selama ini, apalagi hubungan mereka ngga di restui karena kondisi kyuhyun yg tidak inginkan sampai akhirnya mereka berpisah dan kyuhyun jauh dengan anaknya sampai sampai ia mengira ia tidak akan pernah bertemu dengan anaknya. tapi takdir berkata lain, calon suami minji meninggal karena kecelakaan, minji yg menjadi single parent, kyuhyun yg sudah jadi sukses akhirnya mengubah takdir. mereka pun akhirnya bersatu kembali.
    cinta eunhyuk juga terbalaskan juga, akhirnya hanwoo menyadari kehadiran eunhyuk disampingnya begitu berarti baginya dan dia juga ngga mau ngerusak takdir orang yg disayanginya… horee happy ending 🙂

    Suka

  18. Kyuhyun ngebuktiin pantas buat minji..
    apa lagi kesalahannya bukan di minji apa lagi kyuhyun, kadang2 orangtua maksain kehendak tapi gak mikir perasaan anak tp trs mengatasnamakan kebaikan buat anak2 mereka

    Suka

  19. dalam sebuah hubungan baik itu pernikahan ataupun masih pacaran, kalau orang tua terlalu ikut campus pasti hubungan itu akan berubah jadi sedikit runyam
    tapi untung kyuhyun gk punya sifat dendam sama keluarga minji, coba kalo dendam minji bisa menderita

    Suka

  20. itukah mistake itu yg terjdi antara kyuppa dn minji.. aigoo hanya gara2 ikt campur orang tua semua brakhir..
    Untung saja akhirnya mereka bersatu.. hihihi ♥

    Suka

  21. wah akhirnya hanwoo bsa nerima klo dia d tolak ama kyuhyun 🙂 cpet nikah yah kyu-minji klo bisa brengan tuh nikahnya sama eunhyuk-hanwoo XD

    Suka

  22. Aaaa lagi lagi aku di buat baperr sama kelakuan Kyuhyun. Kkk~
    Awalnya aku kasian liat Eunhyuk. Cintanya pertepuk sebelah tangan. Ehh gataunya beneran jadi sama Hanwoo.
    Aku lanjut ya baca sequelnya. Tapi blm pasti selesai baca&komennya kapan. Tergantung mood soalnyaa. Yg jelas pasti aku baca kok. Aku udh jatuh cinta sama blog iniiii.
    Annyeong^^

    Suka

  23. pandangan orang tua sama anak emang beda, dan perbedaan itu yang ngebuat anak jadi korban, contohnya minji, sakit rasanya pas kyuppa ditolak sama keluarga minji tapi ya udah lah toh akhirnya mereka bersatu lagi

    Suka

  24. kyaaaa panjang bangeeeettt sampe sempet motong mangga wkwkwk asliii suka banget sama ceritanya aaaakkk kenapa cerita disini gada yg bikin bosen gada yg ga seru hahahaha jd kyuhyun minji udah punya anak trs trs aakk agak gemes sama kebatuannya hanwoo dan kesian sama hyuk haha asli kesian bgt dia kenapa dia sok tegar awalnya sok sok nasehatin kyuhyun hahahaha tpkarakter kyuhyun disini pengetian tp cool gitu aku sukaaaa ahhhhh gemessss. lanjuuutt sequel xD

    Suka

  25. Hhh berat bngett hidup minji, Untunk ajaa Hanwoo mencritakan hal yg sbnar.y pda Kyuhyun jdi kyuhyun ngga bnci am Minji lagi dehhh
    and Thanks untukk Hanwoo yg udah berbsar hti Mrelakan Kyuhyun untuk Minji 🙂 kmuu mmng ngga cocok amaa Kyuhyun tpi cocokny amaa eunhyuk 🙂

    But Untuk FF yg inii ngga tau knpa aku krang dpett Feelnya Tp keren kok (y)

    Suka

  26. Uh ff ini bikin greget abis..
    Kalo jodoh emnag kayaknya ga bakal kemana deh.. Keluarganya minji jahat banget yaa bikit nyesekh bacanya tapi ga nyesel walaupun bacanya panjaaang banget couple ini ga pernah ngecewain

    Suka

  27. Uh ff ini bikin greget abis..
    Kalo jodoh emnag kayaknya ga bakal kemana deh.. Keluarganya minji jahat banget ya bikin nyesekh bacanya tapi ga nyesel walaupun bacanya panjang banget couple ini ga pernah ngecewain

    Suka

  28. Pasti berat bagi minji dan kyuhyun harus berpisah ketika mereka saling mencintai. Tapi salut juga pada hanwoo yang bisa bersikap dewasa dengan merelakan cintanya lepas ke wanita lain. Good story. Keep writing.

    Suka

  29. Ini ceritanya complicated bgt, dah ngeduga kyu sama minji punya hubungan dari awal, tp gk nyangka hubungannya serumit itu, aku blm baca sequelnya, lanjut dulu ya thor, gomawo~ you made my day
    Btw thor aku pengen baca semua, karya2mu di blog ini, tp di password huhu, aku udah email, dan sangat senang kalo author mau ngasih passwordnya, gomawo sebelumnya^^~

    Suka

  30. Akhirnya semuanya berakhir dengan kebahagiaan.

    Akhirnya Minji dan Kyuhyun bisa kembali bersama dan bahagia dengan keluarga kecilnya.
    Dan buat Hanwoo sama Eunhyuk, akhirnya Hanwoo menyadari perasaannya terhadap Eunhyuk.
    Senengnya semuanya berakhir dengan kebahagiaan.
    Cuma tinggal menunggu pernikahan Minji dan Kyuhyun. Dan pernikahan Hanwoo dan Eunhyuk.

    FF ini ceritanya bener-bener daebak banget. Aku suka banget sama jalan ceritanya. Feelnya juga dapet banget. Pokoknya FF Ini keren banget.

    Teruslah berkarya eonni,…
    Aku tunggu kelanjutan karya-karya kamu yg lainnya.
    FIGHTING n’ KEEP WRITING. 😀

    Suka

  31. Suka ceritanya…..terutama karakter Kyuhyun…..lembut, baik tapi tegas…..
    Tapi kok balikannya dipercepat sih…..pengennya dijelasin lebih detail biar ikut merasakan perasaan mereka saat balikan….
    Suka juga cerita pasangan Eunhyuk dan Hanwoo….
    Pokoknya cerita kalai ini juga sukses

    Disukai oleh 1 orang

  32. Q bnr2 salut m authornya,,,,,,
    Ni bs dijadiin twoshoot.
    Oneshoot-nya panjang banget,,,
    Tp bikin kena bngt,,,,karena alurnya dapet g terlalu cepet.
    Kyu sebenarnya mungkin g mebenci minjo cuman merasa kecewa n minji jg sangat mencintai kyu.
    Q bersyukur dg kedewasaan n pengertian hanwoo jg kesabaran eunhyuk terhadap hanwoo.
    Kalau udah jodoh, meskipun sejauh atau bagaimana pun usaha kita menghindar atau berapa lama pun terpisah pasti bersatu kembali.
    Selamat buat kyu,,,,,,bnr2 bs mendapatkan kembali cinta-nya dapet bonus anaknya jg.
    Makin sukses dech,,,,,,

    Suka

  33. Terharu eon 😂
    Kasihan Kyu harus di pisah sama anaknya.. Tapi akhirnya bisa bersatu lagi.. Yaampun bener bener happy ending dah 😊
    Bagussss banget kak 😍

    Suka

  34. Aku kira masalalu Kyuhyun-Minji cuma sebates mantan pacar doang. Eh ternyata udah menghasilkan Minhyuk 😥
    Orang tuanya Minji terlalu matrealistis, mengandung tanpa adanya suami kan beratnya minta ampun 😮
    Anddd, Aku sengit banget sama Hanwoo.. disisi lain juga kasian sama Eunhyuk, tapi kok juga lucu dia digituin cewe Hahaha
    Akhirnya mereka bisa bersama, cepet nikah yooo xD

    Suka

  35. yaampun awalnya aku bingung siapa itu minhyuk.. terus aku kira itu adiknya minji. ternyata itu anaknya minji sama kyuhyun.. u.u kasian minji, pasti gak mudah jadi single parent meskipun dia berasal dari keluarga kaya.. tapi akhirnya ya, dia sama Kyuhyun bisa bersama juga.. tapi kok gak dijelasin gimana bisa minji sama kyuhyun barengan ;A;

    Suka

  36. Sukaaaaaaaa.
    Ini ffnya ringan. Untung Hanwoo nggak macem2 cukup legowo hahahah
    Cieeeww yang mau nikah, jangan lupa undangannya bang.

    Suka

  37. Annyeong Chingu, ff nya keren banget aku suka ceritanya & mudahan happy ending semua ya😊😊. Terus berkarya ya chingu, semangat

    Suka

  38. perjuangan cinta kyumin sangat berat…
    mereka dipisahkan oleh keadaan..
    dan bertemu juga karena keadaan…

    konflik yg mucul jga cukup complite…
    walaupun awalnya sempet tegang.
    tp ttp senang karena berakhir happy end..

    Suka

  39. enak banget ceritanya, ada pesan moralny juga jadi gak tok cman cerita aja. aku suka banget sama momen dimana kyuhyun sm minji mesra mesraan, dari tadi dicari gak ketemu ternyata ada di bagian akhir.

    Suka

  40. enak banget ceritanya, ada pesan moralny juga jadi gak tok cman cerita aja. aku suka banget sama momen dimana kyuhyun sm minji mesra mesraan, dari tadi dicari gak ketemu ternyata ada di bagian akhir. juga salut bangrt sm perjuangannya si eunhyuk hehe gak pantang menyerah walaupun tau cewek nya suka sama yang lain

    Suka

  41. looong story
    keren keren keren
    bersatu karna takdir, benang merahnya minhyuk yee 😀
    udh pergi baru merasa kehilangan, untung hanwoo nyusul si eunhyuj. kalo gak ntar kehilangan 2 kali. 😀 v

    Suka

  42. Annyeong q reader baru di blog mu slm knal thor 😀 ceritanya bagus si tp tkoh utma cweknya kya hanwoo bukan minji tp wlpun gitu brhrap yg trbaik byat hanwoo 😀 apa kyuhyun sma minji udah bneran brsam? Smga ga’ kpisah lgi yha ksian minhyuknya…

    Suka

  43. complicated love story.
    ngga nyangka yah kyuhyun sama minji punya kisah cerita cinta kaya gitu (bahasanya amburagul) sampe udah ngehasilin anak satu.
    aku suka sama karakter kyuhyun, disini dia jadi cowok yg tegah, berwibawa, baik, dan berpendirian. pokoknya mendekati cowok idaman akulah *Curcol*
    cara dia nolak hanwoo juga ngga kasar, dia lembut kok, iya lembut. cuma. disini ga tau harus nyalahin siapa karena menurut aku posisi mereka agak rumit. Kyuhyun yg kelebihan baik dan perhatiannya sama hanwoo, sampe si hanwoo nya baper dan nganggap lebih perhatian kyuhyun, disatu sisi eunhyuk jg ngga berani buat ngungkapin perasaannya mungkin yah dia juga ga mau kehilangan org yg dia sayang -hanwoo- karena dia ngungkapin perasaannya. Ya ya ya, jadi ini beneran complicated deh. Sebel juga sama eunwoo yg ngotot sama kyuhyun, kasian eunhyuk di kacangin dan selalu dijadiin kambing congek kalo lg jalan bertiga
    tapi yasudah lah, org ceritanya jg udah happy ending, kyuhyun-minji eunhyun-hanwoo. Padahal mah aku nunggu adegan -ekhm- kyuhyun-minji. OTAK SAYA SUDAH TERKONTAMINASI INI.

    Suka

  44. ini kya cinta segi4 ya ?apa aku aja yg mikir gtu ?hahaha
    ketemu lagi stelah skian tahun..msh dgn perasaan yang sama tapi dgn keadaan yang beda
    kyuhyun yang udh mapan, yang di sukai banyak perempuan
    tapi ttp hati’a buat minji
    aku ga trllu suka ama keluarga minji dsni, emg dlu’a kyuhyun miskin, tpi kan bukan berarti ga bsa di ubah
    ortu emg mau yang terbaik buat anak’a tapi jgn ampe sgtunya juga lah *emosi ceritanya hahaha
    giliran cucu’a butuh bantuan dri bapak kandungnya baru de di kasih ijin
    wlwpun emg jodoh ga kmn si, tpi ttp aja kan perlakuan’a ke ingt trus

    Suka

  45. panjang dan seru ceritanyaaaa. complicated tapi happy ending aku sukaaaa<3
    bakal sakit hati sih ya kalo jadi kyu, udh dihina2 gitu. tp yg namanya cinta kalo udh cinta bgt emg susah ilang walaupun mau gmn juga. untung mereka akhirnya bersatuu, tp kasian juga sm hanwoo cintanya bertepuk sebelah tangan. hyuk jugaa terjebak friendzone wqwq

    Suka

  46. Sedih bgt baca masa lalunya Kyuhyun sama Minji. Nggak kebayang deh rasanya..
    Untung aja Hanwoo merelakan Kyuhyun sama Minji, kalo nggak gitu, gue bakal benci bgt sama Hanwoo. Soalnya kasian Hyukjae nya juga kalo Hanwoo masih maksain perasaannya ke Kyuhyun.
    Fighting buat next post !!!

    Suka

  47. sumpah ini cerita berbelit belit kisahnya cinta sahabat ke sahabat ? hahaha oke finnaly aku baru baca satu ff dan itu bacanya deg2an bgt wkwkwk
    eonni mau baca sequel mistake can i find the password ? jjebbal aku reader baru 🙂

    Suka

  48. Baru nemu ff ini
    Bagus banget ceritanya. Bikin mewek momen Kyuhyun minji. Eon kenapa lebih banyak scene Eunhyuk hanwoo. Tapi aku ttep suka soalnya penulisannya rapi banget enak bacanya. Walaupun agak nyesek tapi happy ending juga..

    Suka

  49. kisah cinta yg rumit…
    disini eunhyuk kasian bgt, perasaan dia di cuekin mulu sama hanwoo tp akhirnya hanwoo nerima juga eunhyuk setelah dia rela ngilangin perasaan ny thd kyuhyun
    dan akhirnya cho kyuhyun mendapaykan kemabali minji wanita yg sangat dicintainya

    Suka

  50. Feel nya dapet banget…
    Aku gak nyangka ternyata minji udah punya anak sama kyuhyun… omg~~~~
    .
    Aku mau kasih tambahan juga, aku suka karakter kyuhyun diff ini, lelaki yang baik , sopan. . Omoo aku saking sukanya jadi klepek klepek pas baca dipart part kyuhyun muncul.. hehe
    Juga kita dikasih pelajaran, lebih indah dicintai daripada mencintai kyak kisah percintaan eunhyuk yang pengorbanan yang super duper keren dan super duper menyayat hati ..
    pokoknya author jinca daebak ceoreo yo ~~~ ♡♡♡

    Suka

  51. wahaaa… romancee bangetttt…
    kukiraa ada encehnyaa makanyaa d protek… hihi.. ternyataa enggak…
    akhirnuaa mrekaaa uda metemuu amaa pasangan masing2… yeyy…

    Suka

  52. Waah daebak ff nya panjang banget wah salut deh dengan perasaannya eun hyuk yang sabar mengahadapi hanwoo dan untuk kyuhyun sama minji akhirnyaa mereka bersama

    Suka

  53. Terharu sm ff ini ,
    Minji yg mencoba g njelasin apa2 ke kyuhyun dan cm biarin takdir berjalan aPa adanya, tp kyuhyun tau, mereka emg jodoh yaa… Walau hrs nunggu 5 taun ,
    Semoga mereka secepatnya nikah,
    Happy sll

    Suka

  54. Ternyata minji adalah masa lalu kyuuhyun… Orng tuanya minji gtu bnget ya masa mau di tanggung jawabin kok d tolak malah di jodohin pula si minjinya… Tp kagak jdi nikah juga.. Emng jodoh minji cuma sama kyuuu…
    Eunhyuk juga jodohnya hanwoo kagak peduli hanwo suka ma kyu hyuk tetep aj cnta mati ma hanwoo… Jd pngen tau crita kedekatan kyu sama minhyukkk

    Suka

  55. Annyeong aku reader baru nih nemu blog ini pas ga sengaja searching di google tentang ff Kyuhyun..lansung buka blog pas baca ff ini langsung dapet feel nya..kasihan cinta KyuMinji terhalang restu orang tua..tapi aku seneng mereka bisa bersama lagi..tapi pengen tau kelanjutan ceritanya liat libraray ada sequel ff ini tapi diproteksi pw..gimana cara dapet pw nya min ?

    Suka

  56. senang banget Kyuhyun dan Minji kembali bersama, yah walaupun mereka sepat berpisah karena orang tuanya Minji,,,

    Dan hanwoo akhirnya sadar juga dengan perasaan nya terhadap Hyuk jae,,,

    keren,,,,,😍👼👍

    Suka

  57. huaaa aku kira disini hanwoo bakalan jahat ke kyuhyun ataupun minji. ternyata engga wkwkwk
    gitu dongg akhirnya perasaan eunhyuk terbalaskan dengan hanwoo yg sudah mencintai eunhyuk. kereeenn~

    Suka

  58. Wah happy ending akhirnya disini, kyuhyun balikan lagi sama minji dan hanwoo udh sadar sama perasaannya ke eunhyuk. Seruuu banget ff nya padahal ini hanya oneshoot.

    Suka

  59. dan finally happy ending juga 😍😍😍😍 seneng disini akhirnya punya masing masing pasangan yang pas baper asli nyata pasti pas bagian hanwoo meluk kyuhyun disitu eunhyuk rasanya pasti pengen nangis parah 😭😭😭😭 minhyuk akhirnya ketemu appa senang kan nak semoga eomma appa mu segera menghalalkan ikatan mereka yak

    Suka

  60. KERENNNNNNN

    gak nyangka minji masalalu kyuhyun mereka sempet berpisah dan AKHIRNYAA KYUHYUN MINJI BERSATU KEMBALI .. hanwoo juga udah ngelupain kyuhyun dan menerima cinta eunhyuk~~
    happy ending yeee

    Suka

  61. Seneng bgt liat couple ini berakhir bahagia, nggak nyangka kalo ternyata mereka punya masa lalu yg begitu rumit..
    Semoga mereka happy teruss
    Fighting and keep writing !!!

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s