[SEQUEL of Mistake] My True Love

mytruelove

Author : Hanwoo • Cast : Lee Hyukjae – Lee Hanwoo- Cho Kyuhyun and other cameos • Genre : Straight – Sad – Romance • Length : Oneshoot

Hanwoo’s POV
————————
-3 bulan kemudian –

Tanganku menyentuh kaca jendela melihat pemandangan yang perlahan-lahan bergerak semakin cepat. Tanpa dirasa pesawat ini sudah terbang di udara meninggalkan negeri kelahiranku. Hari ini aku berangkat menuju Tokyo. Dengan perjuanganku membujuk appa, akhirnya beliau mengijinkanku untuk pergi kesana hanya dengan satu nama yang ia sangat percayai, Eunhyuk oppa.
Pria itu sudah tiga bulan pergi meninggalkanku seorang diri. Semenjak kejadian aku menolaknya tempo lalu aku merasa dia seperti menghindariku. Tidak lagi dia berniat muncul di hadapanku. Bahkan aku telat mengetahui dia sudah pergi ke Tokyo. Dia pergi tanpa pamit dan sepengetahuanku dan ini membuatku semakin terus memikirkannya.

Sebenarnya aku memang sempat menyesali ucapanku yang sedikit kasar padanya. Aku menolaknya dengan sangat kasar seolah-olah hanya akulah yang terluka dari semua hal yang tengah terjadi tempo lalu. Tanpa sadar .. Aku juga tengah membuat pria itu terluka.

Aku sempat menemui Cho Kyuhyun setelah kejadian melihatnya di rumah sakit bersama Minji onnie. Hatiku benar-benar kacau. Entahlah, aku memutuskan untuk membenci pria ini. Tapi disisi lain aku tidak bisa membenci pria ini. Disini akulah yang salah, namun sangat susah untuk mengakui kesalahan itu. Aku mencintai Cho Kyuhyun sangat besar namun aku mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Maka dari itu di Restoran ini … Restoran yang menjual masakan Italia aku memutuskan untuk bertemu Kyuhyun oppa. Kami duduk berdua tanpa sepatah katapun.

“Hanwoo-ya ada apa mencariku?” tanya Kyuhyun oppa. Dia membuka pembicaraan seperti merasa tidak nyaman dengan situasi canggung yang terjadi.

“Oppa.. Aku tidak sengaja mengikutimu dan aku mengetahui semuanya..”
Dia terlihat terdiam. Mungkin memikirkan jawaban apa yang tepat untuk dilontarkan. Atau dia masih bingung dengan apa yang aku ucapkan barusan.

“Aku mengikutimu pergi ke rumah sakit dan …”

“Ne.”

Itulah jawaban pertamanya. Sangat singkat namun aku tidak yakin dengan jawabannya. Tidak ada penjelasan namun bisa membuat aku ragu tapi juga bisa menegaskan jawaban dari rasa penasaranku. Aku tidak ingin menyela dan membiarkan dia berbicara. Hanya mencoba menjaga perasaanku agar tidak terlalu terlihat sedih di depannya.

“Kau melihatku dengan Kang Minji?” tanyanya. Aku mencoba tersenyum dan menganggukkan kepalaku dengan susah payah karena aku benar-benar merasa lemas dan takut. Seperti seseorang yang benar-benar sedang merasakan patah hati.

“Sebenarnya aku tidak ingin menyakitimu, Hanwoo-ya, miane. Tapi aku yakin lambat laun kau pasti akan tahu secepatnya. Dialah masa laluku yang enggan aku ingin kau mengetahuinya karena kau tahu sendiri kalau kau sangat mengenali Kang Minji. Dia masa laluku yang tidak bisa kulupakan bahkan sampai sekarang aku masih sangat mencintainya. Anak laki-lakinya adalah anakku. Kami tidak bisa menikah karena dulu orang tuanya tidak mengijinkan kami untuk bersatu. Dia memutuskan menikah dengan pria lain yang dijodohkan padanya. Namun lagi-lagi Tuhan tidak mengijinkan semua itu terjadi. Calon suaminya meninggal sebelum berhasil menikahinya. Lalu kami dipertemukan lagi belakangan ini.. Bagaimana bisa aku menceritakan hal ini padamu? Kau mengenalnya dengan baik. Miane…”

Wajahku sepertinya merah padam karena merasa panas mendengar Kyuhyun oppa bercerita dengan jujur tentang hubungannya dengan Minji onnie. Aku ingin menangis. Segera kututup mulutku dan menggeleng-geleng. Entah apa yang ada dipikiranku, aku merasa bodoh. Aku tidak menyadari hal ini dan aku mulai merasa menjadi orang yang jahat.

“Justru aku yang meminta maaf oppa. . Aku benar-benar tidak tahu. Maaf jika aku mengganggu dan mempersulit hubungan kalian.”
Ini membuatku kepikiran Minji onnie. Aku ingat beberapa kali aku sering bercerita mengenai Cho Kyuhyun dihadapannya, pria yang aku suka.Bagaimana perasaannya ketika aku bercerita mengenai Kyuhyun oppa dihadapannya?

“Gwenchana.”

Dia menatapku. Ingin sekali aku berteriak di tempat ini bahwa aku benar-benar malu menjadi seorang wanita. Di hadapan Cho Kyuhyun, apa yang sedang ada dipikirannya mengenai aku?

“Restoran ini menyimpan banyak kenangan. Dia sangat menyukai makanan Italia.” Kenang Kyuhyun dengan mata jernihnya. Dia benar-benar membuatku bungkam seribu bahasa. Dia tidak tahu bahwa dia tengah menyakiti hatiku.

“Hanwoo-ya, bukan aku orang yang pantas bersamamu. Terkadang kau juga harus melihat disekelilingmu. Pasti ada saja pria yang benar-benar memperhatikanmu, menunggumu, bahkan memikirkanmu setiap saat. Pria itulah yang pantas untukmu.. Kau harus mencari pria yang benar-benar mencintaimu, bukan kau yang bersusah payah membuat pria untuk mencintaimu..”

Begitulah .. Begitulah ucapan Kyuhyun oppa hingga membuatku selalu terbayang pria yang selalu menjagaku, memperhatikanku, hingga wajah Eunhyuk oppa selalu terlintas untukku. Dia yang memberikanku kalung lebih dulu dari Kyuhyun oppa, dia yang selalu mengantarku kemana-mana, dia yang menolongku agar bisa kencan dengan Kyuhyun oppa, dia yang ternyata menyelamatkanku sewaktu tenggelam dan dia yang mencintaiku … Hanya saja aku baru mneyadari semua itu.

Ketika aku tersadar dan ingin bertemu dengannya, aku mendapat kabar dari appa kalau dia sudah ditugaskan di Tokyo selama 6 bulan. Tiga bulan ini aku benar-benar merasa kesepian dan tidak bersemangat. Belum lagi masalah percintaanku yang kandas dengan Kyuhyun oppa. Dia pergi disaat aku benar-benar pupus. Aku semakin merasa ketidak hadiran pria itu dihidupku dan mulai mempengaruhi pikiran-pikiranku tentangnya.
Aku benar-benar merindukannya…

*

Aku tersenyum ketika pintu ini berhasil dibuka. Setelah mendapatkan kunci password apartemennya dengan mudah, sepertinya aku harus mentraktir sekretaris Kim karena berkat dialah aku bisa berada di ruangan yang ..

“Aigoooo berantakan sekali !” seruku bergegas membuka sepatu yang kupakai menaruhnya dengan rapi dipinggir tembok. Kubuka coat merahku menaruhnya di sofa. Aku sudah sempat menaruh barang-barangku sejak sampai di Tokyo. Kamarku bersebelahan dengan kamarnya. Jadi aku dengan leluasa dapat memantau Eunhyuk oppa dan bisa bertemu kapan saja jika aku mau. Karena disini aku tidak bekerja, aku diberi cuti oleh appa.

Aku mulai membersihkan apartemen ini sampai bersih. Merapikan sampah-sampah yang tercecer di lantai serta memungut celana dan beberapa baju yang tergeletak di lantai untuk kucuci. Aku tidak sabar jika dia datang nanti kubayangkan dia pasti akan terkejut melihat semua ini. Tak kurasa aku tersenyum-senyum sendiri dibuatnya.

Aku juga membuatkan makanan kesukaannya. Samgyupsal, kimchi, bulgogi dan ramyun adalah makanan favoritnya. Selama ini aku belajar memasak dengan eomma. Sempat malu dengan eomma yang mengetahui aku berlatih dengan giat sepulang dari bekerja atau di waktu liburku aku menyempatkan berlatih dan eomma terus menggodaku. Ini semua hanya untuk menyenangkan hati Eunhyuk oppa. Aku yakin dia pasti terkejut dan merasa sangat spesial.

Aku beranjak membeli sayur-sayuran yang ada di mini mart depan apartemen yang hanya harus menyebrangi jalanan tadi siang. Sebelumnya aku memang sudah pernah tinggal di Tokyo, jadi aku sudah mengenal betul daerah ini. Aku tidak takut untuk tersesat. Aku tidak sabar menunggu dia pulang bekerja.

Eunhyuk’s POV
———————-
Sometimes, I get annoyed
without even knowing. But my
feelings for you haven’t changed
Maybe I’m the weird one, I thought
As I struggled by myself
While tossing and turning alone in
an empty room. The TV plays reruns
of yesterday’s drama
As I hold my phone that
doesn’t ring until I sleep

Aku berdiri memegang pegangan kereta express bersabar menunggu kereta ini membawaku sampai rumah. Aku benar-benar ingin pulang dan merasakan indahnya dunia ketika besok adalah hari liburku. Tidak. Sebenarnya besok bukan hari liburku. Entah kenapa atasanku memberiku cuti satu hari hanya untuk besok. Benar-benar hari yang aneh. Mungkin saja karena aku bekerja dengan baik selama ini jadi atasanku tersadar bahwa aku sangat pantas diberi cuti walau hanya sehari. Aku akan menikmati liburanku besok dan akan tertidur pulas seharian penuh.

LHWKSY

Merasa bosan aku mengeluarkan handphone. Kupandangi gambar seorang wanita yang sudah lama menjadi wallpaper di handphoneku. Lagi-lagi hatiku terketuk. Sudah tiga bulan di Tokyo berniat untuk melupakan Hanwoo namun apa yang terjadi? Aku masih berharap bisa bahagia dengannya. Sesungguhnya aku ini adalah pria gila yang masih mengharapkan gadis yang tidak mencintaiku. Aku sadar ini gila dan memalukan.

Tapi masalah hati sangat tidak mudah untuk dihindari dan dibohongi. Selalu bertanya-tanya kapan aku bisa mengganti wallpaper ini dengan gambar lain? Hari ini? Besok? Atau dua hari lagi? Sampai tiba hari ini aku belum juga bisa menggantinya.

Jika mengingatnya lagi, aku kembali lemah. Pria yang seperti Cho Kyuhyun kah yang benar-benar menjadi idealnya? Aku merasa kalah. Jika jauh seperti ini aku sangat-sangat merindukannya. Seharusnya aku menolak permintaan Lee Sajangnim untuk pergi ke Tokyo selama 6 bulan. Aku berniat untuk melupakan Hanwoo tapi ternyata malah menjadi semakin gila karena merindukannya. Tidak apa jika harus saling berdiam-diaman tapi aku bisa melihatnya dan menjaganya dari dekat daripada harus jauh seperti ini, aku tidak tahu apa yang sedang dilakukannya karena dia adalah wanita ceroboh yang suka merepotkan orang lain. Kurasa hanya aku pria yang bisa mengerti dirinya hanya saja dia tidak menyadarinya.

Aku tersenyum. Mencoba menyemangati diriku yang sedang dilanda dilemma cinta seperti ini. Kumasukkan handphoneku ke dalam kantong celanaku. Dan … Aku tidak mengganti wallpaperku. Membiarkan seperti ini sampai hatiku benar-benar siap untuk menggantinya.

Kubuka pintu apartemenku dan sangat terkejut melihat apartemenku rapi, bersih dan sangat harum seperti baru saja ada cleaning service yang membersihkan apartemenku. Tapi sayangnya aku tidak menyewa cleaning service, lalu siapa? Aku melangkah ke dalam dan mencium aroma masakan yang mulai menghilangkan bau harum ruangan apartemenku. Mungkin karena aku lapar. Masakan telah tersaji di atas meja makanku. Siapa yang menyajikan semua ini?

“Samgyupsal? Ada kimchi juga. Ige mwoya?” kugaruk tengkukku karena bingung. Apakah sekretaris Kim yang menyiapkan ini untukku? Namun sejak kapan ia punya waktu untuk membersihkan apartemenku. Lagipula selama berada di Tokyo kami selalu makan makanan Jepang seperti ramen dan sushi.

“Opppaaaaaaa!!!” Aku terkejut ketika merasakan pelukan di punggungku dan melihat Hanwoo berada disini.

“Hanwoo ya!!! Apa yang kau lakukan di sini??”

Author’s POV
——————–
These days, it feels like you’re mine,
it seems like you’re mine but not
It feels like I’m yours,
it seems like I’m yours but not
What are we?
I’m confused, don’t be aloof
It feels like we’re lovers,
it seems like we’re lovers but not
Whenever you see me,
you act so vague to me
These days, I hate hearing

Hanwoo menatap pria yang tengah makan dengan lahap di hadapannya. Gadis ini menopang dagu dengan kedua tangannya, tersenyum melihat bagaimana lahapnya Eunhyuk menikmati makan malam buatannya.

Tiga bulan terakhir, setelah merelakan Kyuhyun, Hanwoo mencoba meresapi kembali dirinya sendiri. Ia menjadi lebih pendiam, tidak bisa tidur, dan selalu menangis setiap malam. Memikirkan Kyuhyun, bagaimana dengan egois dan bodohnya ia membuat pria itu tidak nyaman dan juga menyakiti hati seorang wanita yang sangat disayanginya. Selama masa-masa itu, Hanwoo tidak memiliki tempat untuk bersandar, tidak memiliki tempat untuk mencurahkan isi hati dan pikirannya. Biasanya selalu ada Eunhyuk di sisinya. Namun Eunhyuk malah pergi ke Jepang menerima tugas dari perusahaan untuk menghandle sebuah penelitian selama enam bulan di Tokyo. Pria itu pergi tanpa memberitahunya, yah tentu saja karena hubungan mereka tidak berlangsung baik setelah Hanwoo menyuruhnya pergi. Setelah menyadari kepergian Eunhyuk, Hanwoo lebih banyak menangisi kebodohannya yang telah menyia-nyiakan kebaikan pria itu.

Eunhyuk memberinya kalung berbentuk hati, namun ia malah membuatnya tersinggung dengan memakai kalung pemberian Kyuhyun. Eunhyuk menyelamatkannya saat hampir tenggelam, namun ia kembali salah paham dan mengira Kyuhyunlah pahlawan penyelamatnya. Dan bodohnya, ia telah berkata kasar pada pria yang selalu ada untuknya sejak dulu. Entah berapa kali Eunhyuk sakit hati karena kelabilannya yang selalu menyukai pria yang berbeda-beda, tanpa ia menyadari jika pria paling tulus itu sudah ada di sisinya.

“Oppa.. apa kau masih mencintaiku?”

Pertanyaan Hanwoo membuat Eunhyuk berhenti mengunyah makanannya.

“Gadis bodoh, kau lebih baik makan saja.” Eunhyuk kembali melanjutkan makannya.

“Oppa. Mian. Apa sangat sakit mencintai gadis sepertiku?” Eunhyuk kembali memandang gadis itu.

“Kau ini kenapa? Aku baik-baik saja. Aku sudah melupakan hal-hal yang kemarin. Jangan mengungkit-ungkit lagi.”

Hanwoo merapat pada Eunhyuk, dan merangkul leher pria itu. Eunhyuk semakin tidak mengerti apa yang diinginkan gadis ini kali ini.

“Oppa, jangan berhenti mencintaiku. Mulai sekarang, aku akan mencintaimu.”

“Yaa~ kau gampang sekali mengungkapkan rasa cinta. Aku tidak mau jadi korbanmu.” Gumam Eunhyuk. Hanwoo tersenyum mendengar ucapan pria itu.

“Aku baru menyadari aku sangat menyedihkan akhir-akhir ini. Aku bisa merelakan kehilangan Kyuhyun oppa, tapi ternyata aku tidak bisa mengatasi diriku yang kehilangan dirimu. Ternyata aku sangat bergantung padamu. Dan perasaan tidak adanya kau di sisiku itu benar-benar menyiksaku. Kurasa hal ini akan berlangsung selamanya, jadi aku sudah mengatakan pada appa jika aku menyetujui pertunangan itu.” Eunhyuk benar-benar meletakkan sumpitnya setelah mendengar pernyataan Hanwoo.

“Hanwoo ya~ apa kau sadar apa yang baru saja kau ucapkan?”

Cup. Bukannya menjawab, Hanwoo malah mencium bibir Eunhyuk dan membuat pria itu terkejut.

“Aku sangat sadar. Aku sadar kalau aku mencintai seorang Lee Hyukjae lebih dari pria manapun di dunia ini.”
Eunhyuk seketika mengunci gadis itu, menyatukan bibir mereka, melampiaskan rasa rindu yang ia tahan selama tiga bulan ini. Mulai detik ini, ia tidak akan membiarkan Hanwoo pergi kemana-mana lagi, tidak akan membiarkan gadis itu jatuh cinta pada pria manapun lagi.

I get more curious
about your real feelings
Girl you’re so ambiguous,
I can’t do anything or maybe
I’m expecting a miracle, lotto
I want a clear sign but
I forget all about it
when I see your smile

Hanwoo’s POV
———————-

Tokyo. Tengah malam kami menghabiskan waktu berdua di kota metropolitan di dunia yang paling padat. Orang-orang Jepang yang masih berlalu-lalang, lampu-lampu malam yang menghiasi sepanjang pertokoan yang masih buka di tengah malam, papan promosi yang menyerupai seperti TV membuat suasana ini terlihat mirip seperti New York City. Ramai dan padat.

Tanganku melingkar di lengannya merendahkan kepalaku untuk bersandar di bahunya. Kami telah resmi berpacaran hari ini. Ini sangat menyenangkan dan membuat rinduku terlampiaskan setelah dia menciumku tadi. Setelah sering sekali aku dikhianati oleh pria. Aku tidak akan melepas pria yang satu ini.

Entah sampai kapan kami berjalan disepanjang jalanan Tokyo. Dia pria yang sangat dewasa dan lembut. Aku merasa nyaman berada di dekatnya. Kali ini aku benar-benar menyadari keberadaannya. Bahkan aku bisa dengan mudah melupakan masalah percintaanku yang kandas dengan Kyuhyun oppa. Aku sudah bisa merelakan dia berada di pelukan hangat Minji onnie. Aku tidak akan rela jika pria yang tengah merangkul pinggangku ini yang akan pergi menjadi milik orang lain dan aku merasakan sakit hati lagi. Sudah cukup.. Aku hanya ingin bahagia …

Eunhyuk’s POV
———————
I want to open my eyes to your text
every morning. I want to fall asleep with
your voice at the end of the day. On the
weekends, I want to hug you in front
of a lot of people as if I’m showing off

“Apa kau lelah?” tanyaku pada wanita yang baru saja menjadi milikku. Wanita ini membawa keajaiban di dalam hidupku. Jika ini mimpi aku tidak ingin terbangun. Dia benar-benar ada dihadapanku dan aku menciumnya. Tidak .. Kami berciuman tepatnya. Dia membalas ciumanku, tidak seperti di rumah sakit tempo lalu dimana aku menciumnya diam-diam.

“Anio..”

Kurasakan kepalanya bergerak-gerak di bahuku tanda menggeleng. Aku tersenyum meliriknya. Inilah keajaiban. Tuhan menginginkan aku bahagia dan wanita ini menjadi milikku sekarang setelah sekian lama aku benar-benar memendamnya seorang diri. Tuhan memberikanku kesempatan untuk bahagia bersama wanita ini.

“Oppa, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”

“Mwo?”

“Kenapa kau menyukaiku?”

Dia menghentikan langkahnya menatapku. Kulepas rangkulanku menghadapnya. Sepertinya dia penasaran sekali kenapa aku menyukainya.

“Apa menyukaimu butuh alasan?”

“Aku hanya ingin tahu kenapa kau menyukaiku, bahkan Kyuhyun oppa tidak menyukaiku. Kenapa kau menyukai wanita ceroboh dan cerewet sepertiku?”

“Karena aku merasa nyaman bila berada di dekatmu.”

“Mwo? Nyaman? Apakah itu sebuah alasan? Kupikir alasan kau menyukaiku karena aku adalah wanita tercantik yang pernah kau kenal atau aku benar-benar menarik di matamu. Tapi ternyata kau hanya merasa nyaman denganku.”

Ucapannya membuatku ingin tertawa. Dia benar-benar polos bagaimana aku bisa merelakannya dengan pria lain? Aku sangat suka jika dia merajuk seperti ini. Dia terlihat manja dan menggemaskan. Dia tidak tahu bahwa aku selalu memujinya dalam hati bahwa dia adalah wanita tercantik yang pernah ku temui. Apa aku harus mengatakannya?

“Kau itu tidak cantik, lalu bagaimana dengan Emma Watson? Dia juga cantik.” Ujarku. Dia benar-benar merubah ekspresinya kali ini. Ekspresi kesal yang ingin memakanku. Tangannya memukul lenganku.

“Kau jahat. Aku ini pacarmu bukan? Seharusnya kau lebih memujiku.”

“Aku hanya ingin jujur. Apa kau lebih menyukaiku berbohong padamu? Emma Watson memang cantik.”

“Araseo. Kau menyebalkan.”

Dia melangkah lebih dulu meninggalkanku. Aku tergelitik geli. Apakah di hari pertama kami berpacaran, ini adalah pertengkaran pertama kami? Tidak akan ada yang mengerti Lee Hanwoo selain aku seorang, Lee Hyukjae.

Author’s POV
———————

-6 bulan kemudian-

6 bulan sudah Eunhyuk bekerja di Tokyo, hari ini dia kembali ke Seoul disambut oleh Hanwoo dan Cho Kyuhyun di bandara. Hanwoo berdandan seperti di hari-hari biasanya bekerja namun Eunhyuk melihatnya semakin berbeda.

“Aku merindukanmu..” ungkap Hanwoo sambil memukul pelan lengan kekasihnya. Eunhyuk menangkap tangan Hanwoo lalu menggenggamnya. Dia tidak menjawab dan menyimpan jawabannya di dalam hati dan berteriak sekeras-kerasnya di dalam hati bahwa dia juga sangat merindukan kekasihnya.

“Bagaimana kabarmu, kawan?” tanya Kyuhyun yang mulai menyadari dirinya hampir tenggelam diantara pasangan baru ini.

“Aku sangat baik. Bagaimana denganmu?”

“Ne, aku juga baik.”

“Bagaimana dengan Kang Minji? Apa kalian bahagia?”

“Jangan khawatir tentang hal itu, kami benar-benar pasangan yang bahagia.”

“Baguslah. Aku senang mendengarnya. Bagaimana pekerjaan di kantor? Apa semua teratasi?”

“Oppa… Kau tidak menanyaiku. Menyebalkan.” Hanwoo merasa tidak adil ketika merasa kekasihnya tidak memperhatikannya dan lebih memperhatikan Kyuhyun.

“Yak, bukan begitu. Kurasa nanti kita akan mempunyai waktu berdua untuk berbicara. Apa sekarang kau cemburu aku dengan Kyuhyun, hah?”

Hanwoo terdiam merasa malu ditanyai seperti itu. Dia juga tidak mengerti kenapa sangat over protective terhadap kekasihnya. Sedangkan Kyuhyun tertawa dibuatnya.

*

Sepulangnya Eunhyuk dari Tokyo dan kembali ke Seoul, Hanwoo sama sekali tidak ingin pergi dari hadapan kekasihnya itu. Dia berencana menginap di apartemen Eunhyuk. Dia juga sudah menyiapkan segalanya untuk malam pertamanya dengan Eunhyuk. Dia sudah menyiapkan khusus untuk hari ini.

Eunhyuk merangkul Hanwoo di ruang tengah sambil menonton TV. Hanwoo merasa sangat nyaman berada di pelukan Eunhyuk. Hidungnya kembali mencium aroma parfum Eunhyuk yang sangat khas. Bahkan dia hampir tertidur padahal sudah berjanji tidak ingin tertidur dan ingin bercerita banyak dengan Eunhyuk.

“Kau tidak ingin pulang? Aku akan mengantarmu..”

“Anio … Kau tidak suka aku berada disini?” Hanwoo menoleh menatap Eunhyuk.

“Bukan begitu. Kau selalu saja salah paham padahal maksudku baik. Aku hanya tidak enak dengan appamu.”

“Kenapa appa? Appa sudah mengijinkan. Lagipula kau juga tidak berniat meniduriku kan?”

“Jika kau macam-macam apapun bisa terjadi..” Eunhyuk tidak mau kalah.

“Benarkah? Memang apa yang akan terjadi?” tanya Hanwoo mencoba memancing Eunhyuk. Pria itu terdiam yang perlahan-lahan menggerakkan kepalanya mendekati wajah Hanwoo. Ketika hanya berjarak tiga senti. Eunhyuk hampir saja menciumnya jika saja dia tidak menghentikan langkahnya. Tangannya bergerak menyentuh kancing kemeja Hanwoo lalu membukanya perlahan-lahan.
Hanwoo merasa berdebar. Wajahnya merah padam seperti buah apel yang sedang merona. Dia tersadar sesuatu bahwa dia belum sepenuhnya siap. Hanwoo mendorong Eunhyuk pelan dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Badannya membelakangi Eunhyuk.

“A.. Apa yang akan kau lakukan? Kau benar-benar ingin melakukannya sekarang? Beri aku waktu untuk bernapas dan berpikir, ooh aku sungguh nerv..”

Hanwoo tidak melanjutkan pembicaraannya lagi karena mulutnya terbungkam ketika merasa pelukan hangat Eunhyuk dari belakang. Eunhyuk menempelkan dagunya di bahu Hanwoo. Perlahan kepalanya juga menempel di kepala Hanwoo. Pria itu memejamkan matanya merasakan betapa nyamannya ada disisi kekasihnya untuk saat ini. Ruangan redup yang penuh dengan suara detak jantung mereka berdua. Eunhyuk tidak berbuat apapun malam ini dan mengantar Hanwoo kembali pulang ke rumah. Sebagai gantinya dia meminta menemani Hanwoo untuk shopping besok. Dia hanya tidak ingin menutup masa depan Hanwoo yang indah hanya sebuah sentuhan hangat di malam hari. Dia mencoba untuk mengontrol dirinya diam-diam.

Namun Hanwoo menyadari sesuatu. Bukankah seorang pria akan senang jika tahu kekasihnya menginap di apartemennya? Dia merasa Eunhyuk seperti tidak suka dan meraguinya. Hanwoo mencoba untuk tidak membahasnya. Dia hanya diam dengan pemikirannya sendiri agar tidak menuai pertengkaran.

*

Bioskop. Disinilah mereka berdua berada setelah sedari tadi berkeliling-keliling mall hendak shopping tapi rencana shopping itu batal seketika karena Hanwoo meminta Eunhyuk menemaninya menonton film di bioskop.

Eunhyuk membawa pop corn dan minuman tanpa menggandeng tangan Hanwoo. Mereka melangkah hendak memasuki studio. Sebelum masuk Hanwoo melihat sepasang pasangan berjalan sangat mesra. Seorang pria yang merangkul kekasihnya penuh dengan perasaan cinta. Dia juga ingin seperti itu. Hanwoo hendak meraih lengan Eunhyuk namun terhenti begitu saja. Dia mulai ragu dan teringat sesuatu. Dia mengingat bahwa selama ini dialah yang memeluk Eunhyuk duluan. Dia juga mengingat kembali apa Eunhyuk pernah memeluknya lebih dulu? Tidak. Dia hanya membalas pelukannya saja selama ini. Hanwoo mulai kepikiran. Ini membuat dia tidak konsen dan terlihat diam selama film terputar.

Hanwoo menoleh melihat Eunhyuk yang sangat menikmati tontonannya. Terkadang tangan pria itu memakan pop corn walaupun dia sempat menawari Hanwoo pop corn, tapi entah kenapa Hanwoo menolak begitu saja.

Pikirannya mulai berkembang lagi. Ini adalah bioskop. Sudah hampir setengah jam film terputar Eunhyuk sama sekali tidak berkutik untuk mencoba mencium dirinya seperti teman-temannya yang pernah bercerita dengan sangat bangga ketika kekasihnya menciumnya di dalam bioskop.

“Oppa ..”

“Hmm..?”

“Anio.”

“Wae?”

“Anio.. Filmnya sangat bagus.”

“Ne benar sekali.”

Entah kenapa Hanwoo merasa pesimis dengan hubungannya. Dia mulai berpikir yang tidak-tidak lagi apa Eunhyuk sudah bosan dengannya? Atau Eunhyuk tengah menyukai gadis lain selain dirinya?

Ketika selesai menonton bioskop, Hanwoo melihat lagi pasangan yang tengah bergandeng mesra di sebuah toko boneka dan melihat sang pria sepertinya membelikan kekasihnya boneka panda yang besar. Dia juga ingin Eunhyuk membelikan satu untuknya yang lebih besar dari boneka panda itu. Tapi sudah 6 bulan hubungannya berjalan, dia tidak merasakan kesigapan dari Eunhyuk. Dia merasa seperti biasanya Eunhyuk yang ia kenal. Dia mulai merasa tidak begitu special. Pesimis lagi.

“Aku ingin pulang.” Jawab Hanwoo dengan suara serak akibat mencoba menahan tangisnya agar tidak menangis di hadapan Eunhyuk.

“Wae? Tidak jadi makan?”

“Tiba-tiba aku ingin pulang.”

“Baiklah, ayo kita pulang.”

*

Di dalam perjalanan Hanwoo hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sedangkan Eunhyuk fokus menyetir. Suasana yang dirasa canggung oleh Eunhyuk. Dia mencium bau-bau akan terjadi pertengkaran. Entah kenapa dia merasa Hanwoo terlihat sedikit pendiam malam ini.

“Apa kau sakit?”

Hanwoo tidak menjawab. Dia menjawab dalam hati ‘Ya, aku sakit. Hatiku sakit sekali.’ Hatinya sedang sedih. Namun dia tidak bisa menjawabnya. Hanwoo terlalu banyak berpikiran buruk malam ini. Eunhyuk memelankan gasnya kemudian menginjak pedal remnya ketika sampai di depan rumah Hanwoo. Tangannya mengangkat rem tangan lalu membalikkan badannya memperhatikan Hanwoo.

“Hei, apa yang terjadi? Kenapa kau diam saja dari tadi.”

“Oppa, apa kau benar-benar mencintaiku? Apa perasaan itu sudah berubah sekarang? Apa kau terpaksa berpcaran denganku karena aku terlihat kasian?”

Mendengar itu Eunhyuk mengernyitkan keningnya. Dia tidak tahu apa penyebab kekasihnya berbicara seperti ini. Tiba-tiba sekali Hanwoo berbicara seperti ini.

“Tentu saja aku mencintaimu.”

“Apa kau yakin? Coba pikirkan sekali lagi. Apa kau benar-benar mencintaiku? Aku merasa kau tidak ada bedanya ketika sebelum dan sesudah berpcaran denganku. Aku merasa tidak special dan pesimis. Aku bertanya-tanya siapa aku untukmu? Aku merasa kau memperlakukanku seperti aku adalah adikmu. Yang kuingat kau hanya sekali menciumku itu juga saat pertama kali kita berpacaran. Kau juga tidak pernah memelukku terlebih dahulu. Selalu aku saja … Kau juga tidak pernah memberiku hadiah atau kejutan seperti pasangan-pasangan lainnya. Apa kau bosan denganku?”

“Kau memikirkan hal itu sampai segininya? Aku tidak bosan, aku bahagia bersamamu.”

“Tapi aku tidak bahagia. Aku merasa tidak special. Apa benar kau mencintaiku? Yakinkan dirimu sebelum kau juga mengkhianatiku seperti pria lainnya. Aku pergi..”

“Hanwoo-yaaa…”

Hanwoo tidak peduli teriakan Eunhyuk. Dia menutup pintu mobilnya lalu pergi masuk ke dalam rumahnya. Eunhyuk menghela napasnya terdiam sejenak memikirkan apa yang dicuapkan Hanwoo barusan. Ingin mengejar gadis itu ke dalam tapi dia tidak ingin orang tua Hanwoo mendengar pertengkaran mereka dan lebih memilih untuk membiarkan Hanwoo meredam emosinya sendiri dulu.

*

Kyuhyun sedang memeluk mesra Kang Minji di dalam apartemennya. Mereka adalah pasangan yang sangat bahagia setelah cobaan di masa lalu mereka berakhir pada akhirnya Kyuhyun menikahi Kang Minji di akhir musim dingin tahun lalu. Kang Minji merasakan kehangatan dari pelukan Cho Kyuhyun.

Kyuhyun tidak melewatkan setiap kesempatan yang ada untuk bermesraan dengan Kang Minji. Wajahnya mendekat mencium bibir Kang Minji. Dengan gerakan yang lihai Kyuhyun mampu membuat Kang Minji membalas ciumannya. Kyuhyun menuntun Kang Minji menjatuhi sofa dan bercumbu disana.

Aktivitasnya terhenti ketika mendengar handphonenya berdering. Dia merasa terganggu dengan bunyi handphonenya. Sesekali Kyuhyun ingin melanjutkan ciumannya namun dia tidak konsen pada akhirnya mencoba mengangkat telponnya ketika tahu dari Eunhyuk. Jarang sekali Eunhyuk menelponnya malam-malam begini.

“Kyu kau dimana?”

“Di apartemen. Wae Hyuk?”

“Apa aku mengganggumu?”

“Anio, wae? Tumben sekali kau meneleponku.”

“Apa kau bisa membantuku?”

“Membantu? Bantu apa?”

Kyuhyun mendengarkan apa yang Eunhyuk inginkan kemudian kepalanya mengangguk sambil mematikan teleponnya. Dia bangkit kemudian sedikit membungkuk untuk mencium istrinya. Kang Minji menatap Kyuhyun heran dengan tingkah suaminya yang sepertinya akan bergegas pergi meninggalkannya.

“Sekarang kau akan meninggalkanku?” isak Kang Minji.

“Eunhyuk membutuhkan bantuanku.”

“Aku juga membutuhkanmu, sepuluh menit saja Kyu ..” pinta Kang Minji menggoda menarik tangan Kyuhyun lagi agar pria itu menindih tubuhnya. Kang Minji mencium bibir Kyuhyun dan melanjutkan aktivitasnya lagi selama sepuluh menit.

Author’s POV
———————-
Sometimes, words that you just say
Are so big to me that it’s overwhelming
Again today, at your small interest
My heart is racing, my heart is racing

Hanwoo masuk ke dalam kamar dan merebahkan diri di atas ranjang. Dia membiarkan panggilan masuk dari Eunhyuk begitu saja tanpa mengangkatnya satupun. Dia merasa pesimis terhadap dirinya mengenai Eunhyuk yang tidak begitu memperhatikannya belakangan ini. Dia hanya merasa perlakuan Eunhyuk tidak begitu spesial, terasa sama ketika sebelum dan sesudah berpacaran.

Tetapi …
Setengah hatinya merasa dirinya sangat kekanak-kanakan sekali. Tiba-tiba Hanwoo duduk dan memeluk kedua lututnya berusaha menguatkan dirinya yang lemah. Dia tidak meminta banyak. Dia hanya ingin Eunhyuknya lebih peduli lagi padanya. Di dalam sebuah hubungan, hal-hal romantis itu sangat perlu tapi dia tidak mendapatkan sama sekali hal itu dari Eunhyuknya.

Enam bulan berpacaran dia seperti merasa hampa. Eunhyuk memperlakukannya masih seperti seorang dongsaeng. Baginya Eunhyuk sangat keterlaluan. Air matanya mengalir lagi … Kali ini dia merasa patah hati lagi. Hanwoo berpikir bagaimana jika hubungannya dengan Eunhyuk tidak selamat? Padahal dia sangat ingin mempunyai hubungan yang lama dengan Eunhyuk. Bahkan dia ingin Eunhyuklah yang mengakhiri masa lajangnya. Hanwoo membenamkan kepalanya bertumpu pada kedua lututnya yang merapat. Dia sangat sedih.

The old sticker pictures that I took out again
The pictures where you and I are happily smiling
I look at them by myself and lalala
I feel good by myself lalala
Why am I still, why am I still here, why am I still like this?
I’ll call you again baby, no
I’ll be better so you won’t cry
I miss you so much
Your eyes, you nose, your lips

Eunhyuk menyerah menghubungi Hanwoo karena kekasihnya tidak mengangkat telepon darinya. Kini dia hanya menatap gambar dirinya dengan Hanwoo di layar wallpaper handphonenya. Foto yang tersenyum ceria saat mereka mengambilnya di Jepang. Jika Hanwoo seperti ini, bagaimana dia bisa berpikir tenang mengenai hubungannya.

“Apa kau yakin? Coba pikirkan sekali lagi. Apa kau benar-benar mencintaiku? Aku merasa kau tidak ada bedanya ketika sebelum dan sesudah berpcaran denganku. Aku merasa tidak special dan pesimis. Aku bertanya-tanya siapa aku untukmu? Aku merasa kau memperlakukanku seperti aku adalah adikmu. Yang kuingat kau hanya sekali menciumku itu juga saat pertama kali kita berpacaran. Kau juga tidak pernah memelukku terlebih dahulu. Selalu aku saja … Kau juga tidak pernah memberiku hadiah atau kejutan seperti pasangan-pasangan lainnya. Apa kau bosan denganku?”

Eunhyuk menaruh handphonenya menelungkupkan kedua tangannya pada wajahnya. Ucapan Hanwoo terngiang-ngiang begitu saja di ingatnnya tanpa permisi. Hanwoo mempermasalahkan hal itu yang dia kira kekasihnya tidak akan menuntutnya dengan hal sekecil itu. Bagaimana bisa … Bagaimana bisa Hanwoo bisa berbicara seperti itu padanya seolah-olah dia tidak menempatkan Hanwoo di posisi yang spesial. Hanwoo ragu dengan perasaannya yang mungkin terlihat tidak begitu meyakikankan untuknya.

“Hyuk, mian aku terlambat..”

Eunhyuk menoleh melihat Kyuhyun yang menyentuh bahunya. Dia tersenyum mempersilakan Kyuhyun duduk. Kyuhyun memesan minuman kepada bartender bar.

“Miane aku mengganggumu malam-malam. Apa Kang Minji tidak marah aku meminjammu?”

“Asal kau tidak berbuat yang aneh-aneh saja padaku.”

“Ige mwoya? Kau kira aku tidak mengerti dengan maksudmu? Aku tidak berniat denganmu sekalipun aku gay.” Ledek Eunhyuk membuat Kyuhyun tertawa.

“Sudah lama kita tidak berbicara seperti ini. Aku senang kau dan Minji akhirnya menemukan kisah yang baik.” Lanjut Eunhyuk.

“Aku juga senang akhirnya kau dan Hanwoo berpacaran.”

Eunhyuk hanya tertawa menanggapi ucapan Kyuhyun. Kyuhyun mengerti dan cepat menanggapi sepertinya sesuatu sedang terjadi karena melihat ekspresi Eunhyuk yang tidak begitu bersahabat ketika menyebut nama Hanwoo.

“Wae? Kenapa tidak bersemangat? Kau bertengkar dengan Hanwoo?”

Eunhyuk tidak menjawab membuat Kyuhyun tambah yakin lagi bahwa sesuatu sedang terjadi pada hubungan mereka. Kyuhyun meneguk minuman yang dipesannya tadi.

“Jadi karena ini kau memanggilku. Kau ingin aku membantu apa?”

“Anio, aku hanya ingin kau menemaniku minum saja.”

“Lelaki jika patah hati memang selalu terlihat lebih menyeramkan dari wanita.” Ucapan Kyuhyun terdengar lucu di telinga Eunhyuk membuatnya tertawa sembari mendorong pelan badan Kyuhyun.

“Kyu, Hanwoo meragukanku.”

“Mwo? Ragu bagaimana?”

“Hanwoo tidak yakin bahwa aku benar-benar mencintainya. Memang benar apa yang dikatakannya. Selama ini aku masih menganggapnya seperti Hanwoo yang biasanya.”

“Memang dia ingin kau seperti apa?”

“Aku terlalu santai selama ini. Dia mengeluh padaku tentang kenapa aku tidak pernah menggenggam tangannya terlebih dahulu, kenapa aku tidak menunjukkan sikap romantis. Dia merasa aku menganggapnya sama seperti sebelum berpacaran.”
“Dia marah padamu hanya karena hal itu?”

“Hmm.. Padahal aku tidak bermaksud seperti itu Kyu. Aku sangat bahagia jika bersamanya tapi dia tidak merasa bahagia jika bersamaku.”

“Kalian putus? Wae cepat sekali?”

“Mollayo. Tidak ada kejelasan. Hanwoo marah padaku. Aku hanya ingin pelan-pelan saja di dalam suatu hubungan tapi aku rasa aku terlalu santai untuk hal ini.”

Kyuhyun terdiam. Dia sedang memikirkan solusi untuk Eunhyuk. Dia sangat menyayangkan jika Eunhyuk sampai melewatkan Hanwoo karena hal sepele seperti ini. Dia teringat Minji, istrinya. Dari balik sifat dewasa Minji terkadang istrinya juga terlihat manja jika dia menginginkan sesuatu darinya. Apalagi wanita yang seperti Hanwoo?

“Hyuk, terkadang wanita memang susah dimengerti. Tapi sebagai pasangannya kau harus tahu apa yang dia inginkan. Minji juga mempunyai sisi manja. Terkadang dia ingin aku memproritaskan dirinya terlebih dahulu. Aku yakin Hanwoo juga ingin kau seperti itu. Dia hanya berharap lebih diperlakukan spesial dari biasanya tapi kau terlalu santai. Ini bisa diatasi segera Hyuk. Kau bisa berbicara padanya. Apalagi kau sudah mengenalnya sangat lama. Kenapa kau jadi pesimis begini?”

“Kau benar Kyu. Aku hanya takut kehilangan Hanwoo.”

“Itu tidak mungkin. Percaya saja padaku. Apalagi kalian sudah direstui oleh orang tua masing-masing. Aku yakin Hanwoo juga tidak sebodoh itu menyia-nyiakan pria sepertimu yang mencintainya sepenuh hati.”

Mendengar ucapan Kyuhyun dia merasa moodnya kembali membaik. Eunhyuk menunduk dan akhirnya bisa tersenyum lega. Dia juga yakin bahwa dia bisa membawa hubungannya lebih baik jika saja dia mau mengerti Hanwoo.

“Yak, mungkin Hanwoo ingin kau menidurinya.” Bisik Kyuhyun nakal membuat Eunhyuk tertawa malu.

“Hanwoo ku bukan wanita yang seperti itu.” Elak Eunhyuk. “Gomawo Kyu.. Sebagai pria aku benar-benar malu bercerita seperti ini padamu haha.”

“Haha … Kan sudah kubilang, pria yang patah hati lebih menyeramkan daripada wanita.”

*

What crazy thing did I do yesterday?
Why did I do that when I know I’d regret?
How many times did I call you?
I was drunk, it was really bad

Hari ini Eunhyuk tidak bertemu Hanwoo di kantor. Wanita itu sepertinya sedang menghindari dirinya hari ini setelah pertengkaran semalam. Hanwoo mengiyakan ajakan supervisor Jumyeon untuk melakukan observasi dan dia pergi bersama Kyuhyun. Dirinya ingin ikut tapi Kyuhyun melarangnya karena Hanwoo tidak ingin dia ada didekatnya. Siapa yang bisa melawan keegoisan Hanwoo? Eunhyuk duduk di atas meja kerjanya menghadap jendela belakang yang memperlihatkan kota Seoul. Tidak banyak yang bisa dilakukannya untuk membujuk Hanwoo saat ini.

*

I know I shouldn’t do this (I know)
I know I need to forget you now (but)
I miss you again today
So like a fool, like a habit
I depend on a drink

“Minumlah dulu.” Ujar Kyuhyun setelah selesai melakukan observasi. Kyuhyun memberikan soft drink pada Hanwoo yang sedang menunggunya di mobil. Kyuhyun sepertinya harus melakukan sesuatu untuk Eunhyuk dan Hanwoo yang sedang bertengkar.
Hanwoo menerima pemberian Kyuhyun dengan mencoba tersenyum. Pria yang sempat disukainya berada disampingnya saat ini. Jika saja dia masih mempunyai perasaan pada Kyuhyun, dia pasti akan senang mengetahui hal ini. Tapi sayangnya, hatinya sudah memfokuskan satu orang, yaitu Eunhyuk.

“Dari wajahmu sepertinya kau sedang banyak masalah. Apa kau keberatan melakukan observasi ini?” tanya Kyuhyun. Mereka duduk berdua di jok belakang menunggu Supir Myungsoo dan Supervisor Jumyeon datang menyusul. Jendela yang terbuka dibiarkan begitu saja agar mereka bisa menghirup udara segar pada mesin mobil yang mati.

“Aku sangat senang dengan pekerjaan ini.”

“Trus apa yang sedang terjadi?”

“Bagaimana kau tahu aku sedang mempunyai masalah, oppa? Apa Eunhyuk oppa bercerita padamu? Dia bercerita apa?”
Kyuhyun merasa geli mendengar Hanwoo yang sangat terang-terangan. Dia yakin wanita ini juga pasti sedang merindukan Eunhyuk.

“Ani.. Eunhyuk tidak berbicara apapun padaku. Wae? Apa kalian bertengkar?”

Hanwoo terdiam mendengarnya. Dia kecewa dengan apa yang dikatakan Kyuhyun barusan. Dia sangat berharap bahwa Eunhyuknya menanyakan dirinya pada Kyuhyun, tapi itu semua tidak mungkin terjadi.

“Dia tidak menanyaiku, apa dia tidak mencintaiku?”

“Mwoya apa yang sedang kau bicarakan?”

“Aku merasa dia tidak mencintaiku lagi. Mungkin saja perasaan cintanya hilang.”

“Yak, kenapa kau pesimis seperti ini?”

“Mollayo oppa..”

“Tidak menanyaimu belum tentu tidak memikirkanmu. Kau tidak ingat bagaimana dia menyelamatkanmu dari insiden tenggelammu itu?”

Hanwoo mengingat lagi insiden tenggalamnya saat dia hendak mengambil handphonenya yang jatuh. Dia tidak ingat bagaimana persis kejadiannya setelah dia terjatuh. Tapi dia bisa membayangkan bagaimana Eunhyuk menolongnya sewaktu itu. Dia merindukan Eunhyuk .. Apa Eunhyuk juga merindukannya?

“Oppa setelah ini aku ingin pulang.”

“Baiklah, kita bisa mengantarmu langsung ke rumah.”

“Mm.. Gomawo. Aku sedikit pusing.”

Hanwoo’s POV
——————–
I probably sat on the ground, saying I missed you
As I cried and acted ugly
You probably laughed at me, was annoyed at me
You probably fell asleep, without even knowing my heart

Aku menangis tersedu-sedu di dalam kamar sambil menggenggam kalung berbentuk hati pemberian Eunhyuk tempo lalu. Tidak sengaja membuka rak dan menemukan kalung ini di dalam sebuah kotak. Dan ketika mencoba mencari kalung salip pemberian Kyuhyun oppa, kalung itu tidak ada dimanapun. Itu sebabnya aku menangis saat ini.

Aku mencoba mengingat-ngingat dimana kalung salip pemberian Kyuhyun oppa waktu itu? Aku menatap kalung ini lagi. Bagaimana jika kalung ini yang hilang? Bagaimana jika Eunhyuk akan meninggalkanku karena keegoisan dan sifat kekanak-kanakanku ini? Seharusnya aku lebih bisa mengerti Eunhyuk. Benar, kini tidak ada lagi Kyuhyun di dalam hidupku. Aku tersadar bahwa aku sangat mencintai Eunhyuk. Kupegang erat kalung ini sampai aku tertidur saking lelahnya.

Eunhyuk’s POV
———————-

“Permisi paman. Aku datang karena ingin menemui Hanwoo.” Ujarku pada Hanwoo appa saat aku memutuskan sepulang kerja mencarinya kerumah karena kata Cho Kyuhyun gadis itu pulang karena sakit. Dia pasti memikirkanku sampai sakit.

“Cari saja di kamarnya, mungkin dia sedang tidur.”

“Ne kamsahamnida.”

Dengan percaya diri aku menaiki tangga rumahnya yang meliuk bagaikan istana. Kugenggam erat buket bunga mawar merah yang kubawa sedari tadi. Bunga mawar merah yang melambangkan cinta, dia pasti sangat menyukainya. Aku berharap dia menyukainya dan mau memaafkanku.

Aku menemukannya sedang tidur di atas ranjang dan melihat dia menggenggam erat kalung pemberianku tempo lalu. Aku sempat cemburu saat dia lebih memilih memakai kalung yang diberikan Kyuhyun daripada memakai pemberianku. Padahal aku yang lebih dulu memberikan kalung itu tapi dia malah memakai kalung pemberian Kyuhyun. Kini aku melihatnya sedang menggenggam kalungku, bagaimana aku tidak merasa senang? Kutaruh buket bungaku disamping tubuhnya. Dia terlihat seperti putri tidur dan aku adalah sang pangerannya. Dia sangat cantik jika terlelap seperti itu.

Kurebahkan pelan tubuhku disampingnya. Menatap wajahnya yang sama sekali tidak terusik karenaku. Aku sangat merindukan dirinya. Bolehkah aku mengganggu tidurnya? Kucoba menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinganya membuatnya sedikit terusik dan terbangun menatapku. Aku mencoba tidak bersuara ingin melihat aksinya ketika melihatku. Dia mengedip-ngedipkan matanya.

“Saking rindunya aku sampai melihatnya ada disini. Aku berdelusi.” Bisiknya membuatku tersenyum geli.

“Kau tidak berdelusi, chagiya.” Jawabku membuatnya terduduk saking terkejutnya mendengar suaraku ada disini.

“Yak!! Kenapa kau ada disini?”

“Memangnya tidak boleh? Lagipula dari dulu jauh sebelum berpacaran aku sudah sering masuk kesini.” Ujarku bangga. Hanya aku pria yang berhasil mendapatkan ijin masuk ke dalam kamarnya jauh sebelum kami berpacaran. Aku ikut teduduk mengambil buket bunga itu kemudian menyerahkannya pada Hanwoo.

“Kau masih marah padaku? Semoga kau bisa memaafkanku. Kau tahu, aku sangat mencintaimu jauh sebelum hari ini, jauh sebelum kau menyukai Cho Kyuhyun, aku mencintaimu dan selalu memendamnya seorang diri, sekarang bagaimana kau bisa tidak yakin padaku hanya karena aku tidak memperlakukanmu secara spesial, jauh sebelum ini kau sudah sangat special dihatiku.” Ujarku sambil menepuk-nepuk dadaku. Sepertinya Hanwoo tersipu malu mendengar kalimatku. Dia mengambil bunga pemberianku kemudian menghirup wangi kembang itu dengan senyumnya.

“Kau sangat lama mencariku.”

“Kau yang menghindariku.”

“Miane oppa. Seharusnya aku tidak seperti ini. Aku terlalu kekanak-kanakan.”

“Aku juga meminta maaf karena aku terlalu santai menanggapi hal ini. Aku hanya ingin melakukannya secara perlahan-lahan dan ingin membuatmu nyaman. Tapi ini tidak membuatmu nyaman, miane.”

“Aku menemukan kalung ini dan kau tahu kalung pemberian dari Kyuhyun oppa hilang.”

Aku mengambil kalung itu kemudian melangkah ke belakangnya. Kupakaikan benda itu di lehernya. Tangannya menyentuh kalung pemberianku.

“Ja, itu artinya aku adalah jodohmu yang sebenarnya. Jangan kemana-mana lagi, kau akan tetap jatuh dengan pria yang bernama Lee Hyukjae, araseo.”

“Araseo..”

Hanwoo menoleh tersenyum padaku. Tangannya tiba-tiba menarik tanganku dan aku sukses terjatuh menindihnya. Dia tersenyum menggoda. Aku juga ikut tersenyum.

“Kau bahagia denganku?”

“Aku bahagia jika kau disampingku, seperti ini.” Jawabnya.

Aku mencium bibirnya lembut. Kami berdua memejamkan mata merasakan ciuman yang penuh dengan rasa rindu selama ini. Benar-benar indah.

Author’s POV
———————-
-5 month later-

Hari ini adalah hari yang indah untuk Eunhyuk dan Hanwoo. Di ballroom sebuah hotel yang dipenuhi awak media, kerabat, rekan-rekan kerja sekaligus teman datang menghadiri acara pertunangan pasangan yang sudah menjalin hubungan selama setahun itu. Mereka ingin memiliki hubungan yang serius lebih dari sekedar berpacaran.

Eunhyuk tersenyum dengan sangat tampan ke arah Hanwoo ketika acara memasukkan cincin ke jari masing-masing pasangan dimulai. Orang tua Hanwoo dan orang tuan Eunhyuk yang duduk di satu meja tersenyum bahagia dengan momen kedua anak mereka. Dengan kilauan cahaya dari blits kamera para reporter mulai sibuk mengambil gambar dari berbagai pose.

Choi Hara yang datang bersama suaminya Park Jungsoo menggenggam tangannya takjub. Dia sebagai sahabat Eunhyuk dan teman curhat Eunhyuk sangat senang mengetahui bahwa sahabatnya sudah bertunangan dengan Hanwoo.

“Kau tahu, pria itu sudah sangat lama mengagumi kekasihnya.” Ujar Choi Hara pada suaminya.

“Kau juga sangat lama mengagumiku.” Ledek Park Jungsoo membuat Choi Hara melotot ke arahnya.

“Apa kau bilang? Kau yang mengejar-ngejarku !!” Choi Hara pada akhirnya bertengkar dengan Park Jungsoo. Mereka mendebatkan hal kecil di hari yang berbahagia ini.

Kyuhyun duduk disebelah Minji dan Minhyuk. Mereka salah satu undangan istimewa yang mengetahui bagaimana kisah Eunhyuk dan Hanwoo di masa lalu. Mereka terlihat ikut bahagia dan sangat memberikan dukungan untuk hubungan yang lebih lanjut.

“Entah kenapa aku ingin menangis melihat mereka.” Ujar Minji pada Kyuhyun. Matanya sedikit berkaca-kaca dan ia berusaha menahannya agar tidak menetes. Kyuhyun hanya menoleh melihat istrinya.

“Aku yang tahu bagaimana Hanwoo dan akhirnya dia menemukan prianya yang tak lain adalah seseorang yang selalu berada disampingnya selama ini, inilah yang dinamakan takdir.”

“Aiish kenapa kau jadi berlebihan seperti ini..” ujar Kyuhyun.

*

Eunhyuk dan Hanwoo duduk di bangku kayu di dekat danau. Mereka saling menggenggam dan saling bersandar. Mata mereka berdua saling terpejam menikmati udara sejuk di daerah danau. Eunhyuk mengajak Hanwoo jalan-jalan sepulang dari acara tunangan mereka berdua sesuai janjinya jika tunangan nanti Eunhyuk akan mengajak Hanwoo untuk berpergian ke tempat yang jauh.

Hanwoo membuka matanya lalu merentangkan tangan kanannya melihat cincin pertunangannya yang indah. Eunhyuk membuka matanya melihat apa yang dilakukan Hanwoo lalu mengikuti kekasihnya untuk merentangkan tangan. Kini mereka berdua saling menatap cincin tersebut.

Tanpa perkiraan, Eunhyuk dengan cepat mencium bibir Hanwoo membuat gadis itu terkejut karena tanpa persiapan. Seiring berjalannya waktu mereka menjadi pasangan yang dewasa dan saling mengerti satu sama lain. Tidak ada hari yang indah selain hari ini esok dan seterusnya. Pertengkaran-pertengkaran di masa lalu, dan masa-masa sedih di masa lalu biarkan hanya menjadi kenangan saja. Eunhyuk melepas ciumannya lalu mencium kening Hanwoo dengan penuh cintai.

“Saranghae Hanwoo-ya.”

“Nado Saranghae oppa.”

-THE END-
Akhirnya selesai sekuel eunwoo couple dari kisah cerita cintanya mistake buatan tavita onnie  Tumben banget buat FF Kyuhyuk xp dan ketagihan buatnya wkwkw. Selagi ada waktu … di sela-sela tugas yang banyak … Aku ga nyangka masih stan di rumah aku sendiri “ELF” . Diserang berbagai namja korea tetap saja aku masih bersandar di dada Hyukjae tersayang #PLAK #Abaikan

Terima kasih buat yang baca … dan lagu-lagu yang menemani saya selama pembuatan FF ini. Jung Gigo + Soyou – Some, Sandeul + Gongchan – Too Much, Juniel – The Next Day, Mblaq – Broken, Kim Jae Suk – You’re My Everything  dan juga thanks atas kerja samanya Tavita onnie ^^ ayo kita buat lagi FF kyuhyuk wkwkwkw. Terima kasih juga buat ulzzang tersayang gue Kim Shin Yeong onnie yang memberikan inspirasi sebagai Lee Hanwoo.

Jangan lupa di koment ya ^^ terima kasih.

Iklan

22 thoughts on “[SEQUEL of Mistake] My True Love

  1. Akhirnya kesabaran dan penantian Hyuk Jae selama ini terbalaskan. Kita tidak akan pernah tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita.

    Suka

  2. whoaaaaa ada choi hara lagi dan wae itu kakek nenek tengkar di acara tunangan orang kkkkk

    hihi buangnya hanwoo terlampiaskan. n btw asik jg ya bikin hyuk jd cowok dewasa yg jauh dari image playboy.

    eunhyuk uda banyak nyosor2 disinii. ayo buat ff cast sj lagii xDD

    huhuhu ga sabar bikin sekuelkuuu

    Suka

  3. mm ternyata ini pov eunwoo hehe gapapa, sweet ko, walaupun agak santai menjalin hubungan tetep aja kan cintanya sama hanwoo

    Suka

  4. baru kali ini baca ff bercast eunhyuk ..
    Dan kesan pertama yg kudapat adalah… I LIKE IT
    Ga tau knp rasanya enk, biasanya kalo aku baca ff selain castnya Kyuhyun ato dongek itu feelnya g dapet, sebagus apapun.
    Dan ini. OK. saya mulai suka dengan ff bercast eunhyuk …

    Suka

  5. akhirnya ga sia2 jga pngorbnan mu hyuk,hanwoo lu2h dan sadar akhirnya klian bhgia hihii,,,dri squel ini kesannya romance unyu2 gmna gtu ga da yg bkin sedih+nyesek hahaa #ksukaanbnget
    Ga tau knpa aq suka yg pas hnwoo blang klung pmberian kyu hilang trz hyuk blang ‘itu brarti kau jdohku’
    Ahhh syukkka syukka bgt^^ oke dtnggu crita2 eunwoo slanjutnya

    Suka

  6. hahahaha lucu kalilah pasangan satu nih, dia yang mulai ngambek tapi rindu juga….
    akhirnya mereka tunangan juga, cinta eunhyuk ke hanwoo emang daebak…. dua jempol buat eunhyuk. kekeke

    Suka

  7. Akhirnyaaaa,,,,
    Hyuk dpt kebahagiaan jg,, hanwoo udh sadar klo ternyata dia selama ini cuma nyaman dan seneng klo ada hyuk disisinya… baru sadar setelah ditolak sma kyu,, kasian sih waktu liat hanwoo patah hati tp lbh sedih lg liat keadaan nya hyuk…
    Untung nya hanwoo cpt sadar dan nyusulin hyuk ke jepang, dan bisa ngeyakinin hyuk klo dia bnr2 cinta sma hyuk….

    Kesabaran hyuk akhirnya berbuah manis bgt,, bisa tunangan sma hanwoo jg akhirnyaaa
    Senang nyaa,, semoga aja mereka ttp awet

    Suka

  8. bner yg dilakuin si hanwoo klo milih eunhyuk dari pada suami orang tar klo jd ‘hello kitty’ , dan selamat hyuk lu udah sabar dan kesabaran lu membuahkan hasil ,,,, gw seneng moment2 nya pasangan . gw jg sepemikiran sama kyuhyun klo gw jg engk rela klo pasangan itu berakhir karena hal sepele,,, dan semua masalah dpt diselesaikan klo memeng mereka sama2 syang…

    duh ada kakek nenek yg bertengkar di tunangan orang ^^ lucu lucu lucu

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s