Clown Man [Chapter 3]

clown man 3

Author : Minji • Main Cast : Cho Kyuhyun – Kang Minji  •  Support Cast : Choi Hyojin – Lee Hyukjae – Shim Changmin – Henry Lau and others • Genre : Romance  • Length : Chapter

===============

 

Appa!”

Minji seketika berdiri dari tempat duduknya dan segera menyongsong pria tua yang tiba-tiba muncul di ruangannya siang itu. Betapa terkejut Minji akan kunjungan mendadak Kang Jihyuk karena presdir Discovery Group itu sudah lama tidak menampakkan dirinya di kantor. Jihyuk tersenyum karena ketika ia masuk ke ruangan Minji terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dalam hati pria itu sangat bangga, karena impiannya untuk melihat putri kesayangannya mengurus perusahaan hampir terwujud.

“Mengapa tidak mengabariku? Jam berapa appa tiba di Seoul?” Minji menggandeng lengan ayahnya dan menggiring pria yang memakai setelan formal itu ke sofa.

“Hahahha, kau bertanya seolah aku bepergian jauh. Sokcho masih ada di pulau ini. Apa kau mengkhawatirkan pria tua ini sekarang?” Minji merenggut mendengar respon ayahnya. Bagaimana ia tidak khawatir jika semalam hanya Kyuhyun yang pulang ke rumah.

“Appa ingin melakukan inspeksi dadakan makanya tidak memberitahuku tentang kedatanganmu ke kantor, huh?” Minji melirik ayahnya curiga.

“Kau selalu saja berpikiran negatif tentang appamu. Sebenarnya aku datang untuk mengajakmu makan siang. Kudengar kau tidak pernah makan siang semenjak bekerja.”

Aish. Pasti Cho Kyuhyun yang memberitahumu.” Desis Minji.

**

Minji makan dengan lahap sambil mendengarkan cerita ayahnya. Jihyuk jarang melihat putrinya yang sudah dewasa makan seperti ini dan ia sendiri lupa kapan terakhir kali makan di luar dengan Minji. Jihyuk sengaja hanya mengajak putrinya dan tidak menyertakan Kyuhyun, karena ia ingin menghabiskan waktu dengan Minji.

“Jadi, Kyuhyun adalah anak kandung dari Paman badut?” Jihyuk mengangguk. Minji hampir tidak percaya fakta itu. Raut wajah gadis itu menjadi sedih. Salah satu ahjussi favoritnya ternyata telah meninggal.

Cho Daejung ayah Kyuhyun, adalah sahabat baik Jihyuk. Meskipun bersahabat baik, keduanya memiliki sifat yang berlawanan. Jihyuk dengan sosoknya yang cerdas dan disiplin, sementara Daejung adalah pribadi yang lebih bebas dan humoris. Minji sendiri sangat menyukai sahabat baik ayahnya itu, karena menurut Minji Daejung adalah sosok yang sangat lucu.

Cho Daejung adalah seorang pemain teater dan ia sangat pintar melakukan pantomim. Pria yang kini sudah tiada itu juga meninggalkan sebuah sanggar teater di Sokcho yang kini diurus oleh beberapa muridnya. Sewaktu kecil, Minji sangat suka ikut ayahnya melihat pertunjukan Daejung di Seoul. Daejung bahkan pernah menjadi badut di acara ulang tahun Minji yang ke-8. Hal itulah yang membuat Minji sangat menyukai Daejung.

Saat pria itu meninggal karena penyakit paru-paru, Minji bahkan masih berada di Korea. Sayang sekali Jihyuk juga tidak mengetahui kematian pria itu karena mereka cukup lama tidak bertemu. Jihyuk sibuk mengurus perusahaannya yang berkembang pesat di Seoul, sementara Daejung menetap di Sokcho dengan keluarganya dan sibuk mengurus sanggarnya. Hingga hampir tiga tahun kepergian Daejung, Jihyuk masih tidak mengetahui hal itu. Ia merasa sangat terpukul dan marah pada istri Daejung ketika akhirnya ia mengetahui kabar itu tanpa sengaja dari orang lain. Jihyuk merasa sangat bersalah pada sahabat yang sudah ia anggap saudaranya sendiri, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Kyuhyun tinggal di Seoul.

“Kyuhyun, anak itu sangat berbeda dengan appanya. Mereka hampir tidak cocok dan sering bertengkar, tapi Kyuhyunlah orang yang paling terpukul dengan kematian appanya.” Minji terdiam mendengarkan cerita Jihyuk.

“Aku sesungguhnya tidak begitu menyukai kesibukan Daejung, dan aku sering mendengar dari Daejung bahwa putranya tidak menyukai profesinya sebagai seorang seniman. Ia juga tidak ingin Kyuhyun mengikuti jejaknya, maka dari itu aku membawa Kyuhyun ikut denganku agar ia bisa belajar berbisnis dan meraih sukses dengan cara lain.”

Minji terharu mendengar penuturan ayahnya. Ia merasa kasihan sekaligus kesal pada Kyuhyun, mengapa pria itu harus membenci ayah kandungnya. Minji kini mengerti mengapa semalam ketika ia bertanya pada Kyuhyun tentang ayahnya yang meninggal pria itu seolah tidak ingin menjelaskan apapun. Mungkin Kyuhyun masih merasakan kesedihan yang dalam setiap kali mengingat mendiang ayahnya. Minji bersyukur, meskipun kedua orangtuanya bercerai, mereka masih hidup dan kini Minji masih memiliki sosok ayah yang sangat menyayanginya.

“Minji ya~ aku sengaja tidak mengajak Kyuhyun makan siang karena aku tahu ia sangat sensitif dengan perbincangan soal appanya. Sekarang kau sudah tahu siapa Kyuhyun sebenarnya. Mulailah berteman dengannya, dan anggap dia saudaramu sendiri. Bukankah kau selalu ingin punya kakak laki-laki sejak kecil?”

————————-

“Hyojin-ah, terimakasih sudah menemaniku minum malam ini.” Kyuhyun berkata setelah mobilnya berhenti di basement parkir apartemen Hyojin. Gadis itu tersenyum menatap pria yang mengemudi untuknya.

Oppa, kau tidak apa-apa? Kulihat kau sedikit bicara sejak kembali dari Sokcho.” Tanya Hyojin sebelum keluar dari mobil Kyuhyun.

“Aku tidak apa-apa. Kau tahu aku selalu merasa buruk setelah memperingati kematian appa. Ini tidak akan berlangsung lama.” Kyuhyun tersenyum.

“Syukurlah jika begitu. Aku hanya sedikit khawatir melihatmu. Oh ya, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?” tanya Hyojin. Kyuhyun mengangguk memberikan tanda bahwa gadis itu bebas bertanya apa saja padanya.

“Kulihat hubunganmu dengan Minji ssi lebih baik sekarang. Apa dia sudah menjadi baik padamu?”

“Hahahha. Sedikit. Ia tetaplah gadis ketus yang manja. Mungkin hubungan kami menjadi lebih baik karena ia merasa berhutang budi ketika aku menolongnya waktu itu.”

“Lalu, jadi bagaimana dengan kekasihnya?” tanya Hyojin lagi. Kyuhyun terlihat berpikir sejenak. Ia sudah terlanjur memberitahu Hyojin waktu itu karena ia cukup percaya pada gadis itu.

“Mereka sudah berpisah karena kekasihnya ternyata mengakui kebenaran itu. Minji ssi mengambil keputusan seperti itu. Oh ya, Hyojin ah, maukah kau berjanji untuk tidak memberitahukan hal ini pada siapapun? Gadis itu memintaku untuk menjaga hal ini sebagai rahasianya, tapi aku malah memberitahumu waktu itu.”
Hyojin terlihat sedikit berbeda ketika mendengar jawaban Kyuhyun. ia bahkan tidak menyadari permintaan Kyuhyun.

“Hyojin ah, kau mendengarku?” tanya Kyuhyun.

“E—oh?”

“Jangan memberitahu siapapun soal Minji. Berjanji padaku.” Hyojin hanya mengangguk dan tersenyum kecil.

“Kau kenapa? Mengapa wajahmu jadi sedikit pucat?” tanya Kyuhyun. Pria itu mendekatkan wajahnya, mencoba mengamati Hyojin lebih detail. Gadis itu sedikit gugup saat Kyuhyun melakukan hal itu.

“Tidak apa-apa. Benarkah aku terlihat pucat? Kalau begitu aku akan masuk sekarang. Terimakasih sudah mengantarku pulang. Sampai bertemu besok.”

**

Minji terlihat gelisah. Berulang kali ia melihat ke arah pintu tapi sosok yang ditunggunya belum juga muncul. Kemana sebenarnya pria itu? Minji sangat yakin Kyuhyun mengatakan jika dirinya tidak memiliki jadwal di klub malam ini. Lalu kemana perginya Kyuhyun?

Aish. Mengapa aku jadi menunggunya seperti ini?” Minji menghentak-hentakkan kakinya dengan malas dan mengganti-ganti channel televisi. Gadis itu membenci fakta bahwa sejak dua jam lalu ia duduk tanpa melakukan hal yang jelas karena menunggu pria itu pulang. Minji sendiri tidak tahu jika Kyuhyun pulang apa yang akan ia lakukan dan juga katakan pada pria itu. Ia hanya teringat pesan ayahnya, bahwa ia harus bersikap baik pada Cho Kyuhyun. Andai saja kepribadian Kyuhyun mirip mendiang ayahnya, mungkin akan lebih mudah bagi Minji untuk bersikap baik pada pria itu.

Sejak mendengar cerita ayahnya tadi siang, Minji merasa ingin benar-benar bersikap baik pada Cho Kyuhyun. Untuk itulah ia ingin memulai sebuah obrolan dan membuat dirinya lebih terbiasa lagi dengan Kyuhyun. Lagipula Kyuhyun sudah menolongnya, dan akan sangat memalukan jika Minji tetap bersikap ketus pada orang kepercayaan ayahnya itu.

“Oh, sebaiknya aku tidur. Bicara dengannya masih bisa besok hari.” Gumam Minji akhirnya. Ia menyerah dan hendak beranjak dari sofa ruang tengah ketika kemudian seseorang memasuki rumah. Cho Kyuhyun datang dengan sweater hangat berwarna biru donker dipadu celana jins berwarna hitam. Minji seketika berdiri mematung di tempatnya begitu juga Kyuhyun. Mereka bertatapan namun tidak ada satupun yang berniat untuk saling menyapa lebih dulu. Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan Minji terlihat mengalihkan wajahnya ke arah lain.

“Kau belum tidur?” tanya Kyuhyun akhirnya.

“A—aku, baru saja menonton TV. Ah, aku menghabiskan beberapa kue maka dari itu aku menonton TV di sini.” Minji berbohong. Ia tahu Kyuhyun mungkin akan merasa aneh melihatnya menonton TV di ruang tengah padahal gadis itu tidak kekurangan fasilitas apapun di dalam kamarnya.

“Oh, ngomong-ngomong cuaca di luar dingin sekali. Aku bahkan masih merasakannya saat sudah masuk ke rumah. Kau tidak merasa kedinginan hanya memakai hot pants dan kaos tipis seperti itu?” Kyuhyun berbasa-basi.

Ne? Oh tidak. Aku merasa hangat. Bukankah ada pemanas ruangan?”

“Oh, ya sudah. Mungkin karena aku baru saja dari luar. Aku akan tidur. Kau juga sebaiknya tidur. Selamat malam.”

“Ah, tunggu! Kyuhyun ssi—”

“O?”

“K— Kau, darimana kenapa baru pulang?”

Kyuhyun terlihat menarik nafasnya dalam. Tapi ia harus menjawab pertanyaan gadis ini jika tidak ingin mereka kembali bertengkar.

“Aku pergi minum dengan Hyojin.”
“Oh, kupikir kau ada pertunjukkan mendadak. Baiklah, selamat malam. Sampai bertemu besok.” Minji melangkah menuju tangga, menuju kamarnya. Gadis itu kembali berpikir. Kyuhyun dan Hyojin sepertinya memang sangat dekat. Minji sering melihat melalui CCTV Hyojin sering datang ke ruangan Kyuhyun dan tampak mengobrol akrab. Minji juga mengingat di malam hari ulang tahun Hyojin, di mana ia dan Hyojin sempat bersitegang kecil karena sama-sama ingin mengobati luka di bibir Kyuhyun dan pria itu memutuskan memilih Hyojin. Kyuhyun juga memberikan kado yang terlihat spesial malam itu.

“Huh. Apa peduliku. Mungkin mereka memang saling menyukai atau mungkin sudah berpacaran.” Gumam Minji lalu membuka pintu kamarnya.

—————————-

Minji sedang sibuk memeriksa berkas yang diserahkan oleh Hyojin sebelum gadis itu akan membubuhkan tanda tangannya di kertas-kertas berharga itu. Hyojin berdiri menungguinya atasannya dan ia menggunakan kesempatan itu untuk mengamati sosok gadis yang terlihat sedang serius dengan pekerjaannya. Hyojin mengakui bahwa dalam hal ini, Kang Minji mewarisi ayahnya. Mereka sama-sama teliti dan pekerja keras.

Mata gadis itu kembali melirik meja kerja Minji, dan ia baru menyadari jika tidak ada lagi foto gadis itu dengan kekasihnya di sana. Hanya ada foto Minji dan kedua orangtuanya. Kang Minji benar-benar sudah berakhir dengan kekasihnya yang tampan itu. Memikirkan alasan mengapa Minji dan kekasihnya berakhir, Hyojin sedikit bergidik. Minji pasti merasa sangat terpukul mengetahui kenyataan bahwa ia mengencani seorang gay.

“Hyojin ssi, aku akan menahan dua berkas ini dan persiapkanlah rapat untuk besok. Beritahu semua staff untuk hadir. Kita harus bergerak lebih cepat sebelum terjadi perubahan harga atas lahan itu.” Minji berkata pada sekretarisnya. Hyojin mengangguk dan sebelum gadis itu hendak permisi keluar, Minji menahan gadis cantik yang lebih muda darinya itu.

“Tunggu sebentar.”

“Ada apa, Bu Direktur?” Hyojin tersenyum. Minji juga tersenyum. Gadis itu berpikir apakah penting jika ia bertanya hal yang bersifat sedikit pribadi pada sekretarisnya. Mereka memang tidak cukup dekat untuk membahas hal-hal pribadi.

“Hyojin ssi, sudah berapa lama kau bekerja di perusahaan ini?”

“Hampir tiga tahun.”

“Hmm, mengapa kau tidak menjadi sekretaris Manager Cho saja? Bukankah kalian berteman? Terkadang aku pikir kau kurang nyaman bekerja denganku.” Tanya Minji. Hyojin tersenyum menanggapi pertanyaan atasannya itu.

“Aku datang dan diterima oleh presdir sebagai sekretarisnya. Mengenai manager Cho, justru karena kami sangat dekat, kami rasa kami tidak akan nyaman jika saling bekerjasama. Untuk itulah Manager Cho memilih sekretaris lain.” Hyojin tersenyum. Minji masih belum puas sesungguhnya, tapi ia akan menghentikan rasa ingin tahunya sampai di situ.

Pintu ruangan Minji kembali terbuka dan sosok Kyuhyun muncul kemudian mengalihkan perhatian dua orang gadis cantik yang ada di dalam sana. Hyojin tersenyum pada Kyuhyun begitu pula sebaliknya pria itu. Minji menatap keduanya kemudian ia melihat Kyuhyun yang datang tidak dengan kosong, melainkan dengan sebuah map.

“Ini adalah daftar beberapa calon investor sementara. Beberapa adalah orang lama atas rekomendasi presdir, dan sisanya adalah orang baru. Anda bisa memeriksanya terlebih dahulu.” Kyuhyun berkata pada Minji.

“Oh— sudah terkumpul. Baiklah, terimakasih. Aku akan memeriksanya.”

“Baiklah. Kalau begitu aku permisi. Oh ya, anda tidak mau bergabung untuk makan siang? Aku dan Hyojin ssi akan—”

“Oh, tidak. Kalian makan saja. Aku terbiasa tidak makan siang.” Minji tersenyum. Kyuhyun hanya mengangguk-angguk kemudian pria itu keluar diikuti oleh Hyojin. Minji menghembuskan nafasnya kasar. Entah kenapa ia sedikit terganggu. Kyuhyun seharusnya bisa lebih sopan untuk tidak membahas soal makan siang di dalam ruangannya.

Minji memeriksa handphonenya beberapa saat setelah Kyuhyun dan Hyojin keluar dari ruangannya. Ada beberapa pesan dari Henry yang sejak kemarin belum dibukanya karena ia merasa malas pada pria itu dan pesan paling atas dari sebuah nomor yang tak dikenalnya.

Aku akan katakan pada ayahmu
bahwa di siang hari kau hanya makan
kertas yang ada di atas meja kerja.”

Minji membulatkan matanya membaca pesan yang cukup kurang ajar itu. Ia tahu betul siapa pemiliki nomor tak dikenal yang baru saja masuk ke handphonenya. Tanpa ingin tahu darimana pria itu mendapatkan nomornya, Minji secara spontan menyimpan nomor itu dalam kontaknya. Apa kini ayahnya menjadikan Cho Kyuhyun sebagai mata-mata pribadi juga? Bahkan ia lebih mempercayai orang lain daripada putri kandungnya sendiri.

—————————

Minji terkejut melihat pemandangan di depan rumahnya. Gadis itu serasa enggan untuk turun dari dalam mobilnya ketika mengetahui sosok seorang pria berkulit putih pucat dengan mantel cokelat sedang berdiri di depan gerbang rumahnya.

Henry.

Pria itu terlihat seperti menunggu sesuatu dan Minji yakin ialah penyebab Henry berdiri dengan bodoh di situ. Gadis itu akhirnya memutuskan untuk keluar dari mobilnya karena ia merasa masih memiliki hati nurani. Melihat sosok yang dinantinya muncul, Henry menyongsong Minji dan wajah pria itu terlihat sumringah.

“H—hai.”

“Apakah aku kurang jelas memberitahumu bahwa kita sudah berakhir?” wajah Henry yang tadinya cerah menjadi sedikit redup karena nada ketus yang terlontar dari gadis di depannya. Henry merasa bersalah. Minji baru saja pulang dari bekerja. Gadis itu pasti lelah dan kehadirannya hanya membuat mood gadis itu menjadi buruk.

“Maaf. Aku tahu. Aku datang sebagai teman. A—aku,”

“Henry ssi.” Minji menatap pria di depannya dengan tatapan sedih. Jika Henry terus seperti ini padanya, Minji takut ia akan merasa menjadi seorang penjahat karena telah memandang remeh pria itu.

“Baiklah. Aku akan pulang. Aku menunggumu hampir tiga jam di sini karena aku hanya ingin mengatakan bahwa aku akan berubah menjadi pria yang baik. Pria sejati yang akan membanggakan dan aku tidak ingin kau menyesal pernah mengenalku di kehidupan ini.” Henry berbicara pelan dan pria itu tersenyum. Hati Minji cukup tersentuh ketika Henry mengucapkan hal itu. Apa pria itu benar-benar menganggapnya sebagai seorang wanita?

Belum sempat gadis itu memberikan responnya, suara mobil lain yang berhenti terdengar dan Kyuhyun keluar dari dalam mobil itu. Henry sedikit membungkukkan tubuhnya mengetahui Kyuhyun juga baru saja tiba.

“Bicaralah di dalam. Udara dingin sekali di luar. Aku juga harus memasukkan mobil.” Ujar Kyuhyun. Mendengar ucapan Kyuhyun, Minji sedikit kesal. Apa yang baru saja dikatakan pria itu? Kyuhyun bersikap seolah ia adalah pemilik rumah dan Minji melihat sosok orangtua pada pria itu. ia merasa seperti seorang gadis kecil yang terpergok tengah menemui kekasih gelapnya secara diam-diam di depan rumah. Minji ingin membantah Kyuhyun tapi ia sadar Henry masih ada di situ.

“Tidak usah, Kyuhyun ssi. Aku hanya sebentar. Aku akan pergi sekarang.” setelah berkata demikian, Henry pun pergi dengan berjalan kaki. Minji tidak habis pikir, apa pria itu benar-benar berjalan kaki? Ataukah ia hanya ingin menarik simpati saja? Minji nyaris menjambak rambutnya ketika kemudian suara klakson mobil Kyuhyun mengangetkannya, memintanya untuk segera memasukkan mobilnya ke dalam.

“Sungguh, Cho Kyuhyun. Kau pikir siapa dirimu?” kesal Minji.

**

Pukul 9 malam, Minji terlihat sibuk di dapur dan apa yang tengah dilakukan gadis itu benar-benar hal yang langka. Seorang Kang Minji sedang berkutat dengan kompor yang menyala serta panci kecil di atasnya. Gadis itu terlihat mengaduk-ngaduk sesuatu di dalam panci, dan wajahnya terlihat meragu. Sesekali gadis itu melihat handphonenya, memeriksa apakah langkah yang ia lakukan sudah tepat ataukah belum. Minji memang tidak bisa memasak, tapi selama internet bisa menolong dan mempermudah kebutuhan manusia, gadis itu tidak akan gentar untuk mencoba.

“Wow. Aku tidak tahu bahwa gadis sepertimu bisa memasak.”

Minji menoleh dan menemukan sosok Kyuhyun sedang berdiri mengamatinya dari jarak dua meter tepatnya di pintu dapur. Pria itu memakai kaos lengan panjang berwarna hijau tua dengan kedua tangannya yang masuk ke dalam saku celana training hitam panjang yang dipakainya.

“Oh, sangat kebetulan. Kemarilah dan cicipi sup buatanku.”

Kyuhyun mendekat, berdiri tepat di sebelah Minji. Ia sedikit takjub karena kembali melihat sisi lain dari gadis yang selalu bertingkah seperti tuan putri itu. Minji yang memakai sandal jepit, kaos hello kity berwarna putih kebesaran yang ditutupi apron, kemudian hot pants yang selalu menjadi bawahan favorit gadis itu ketika berada di dalam rumah. Kyuhyun memperhatikan sedikit butiran keringat yang muncul di kening serta leher gadis itu yang tidak tertutup apapun karena Minji menggulung rambutnya yang panjang.

“Kau yakin aku tidak akan sakit perut jika mencoba masakanmu?”

“Ya Tuhan. Mengapa kau selalu membuat niat baikku menguap ke udara? Kau sungguh menyebalkan.” Sinis Minji.

Kyuhyun hanya tertawa puas. Gadis itu kembali pada tabiat aslinya, kesal dan ketus. Kyuhyun tersenyum tanpa sadar karena diam-diam ia mulai terbiasa dengan wajah gadis itu ketika sedang kesal, membuat Kyuhyun ingin terus melihatnya.

“Kau jamin aku tidak akan apa-apa setelah mencicipi ini?”

“Jika kau mati setelah ini, aku bersedia dipenjara seumur hidup. Lagipula salahkan internet, aku hanya mengikuti petunjuk yang tertera di situ.” Kesal Minji.

“Oh, jadi kau mengikuti resep. Pantas saja kau sibuk melihat handphone. Kupikir kau benar-benar bisa memasak.” Kyuhyun terlihat kecewa. Minji mengambil satu sendok makan kuah supnya lalu menyuapi Kyuhyun. Pria itu terlihat merasakan sesuatu di lidahnya, dan Minji cukup penasaran dengan reaksi pria itu. Wajah Kyuhyun terlihat biasa saja.

“Tidak enak ya?”

“Minggirlah.”

Kyuhyun terlihat sibuk dengan beberapa bumbu di hadapannya. Pria itu memotong bawang putih, selada, kemudian menambahkan material itu ke dalam panci kecil. Kyuhyun juga menambahkan sedikit garam lalu mengaduknya pelan. Minji hanya mengamati apa yang dilakukan Kyuhyun.

“Sekarang kau coba. Apakah terasa lebih baik?”

Minji menerima suapan Kyuhyun, dan memang benar. Setelah Kyuhyun menyentuh supnya rasanya terasa jauh lebih enak dan tidak hambar seperti sebelumnya. Minji sedikit takjub dengan bakat terpendam Kyuhyun tapi ia tidak ingin memuji pria tampan itu. Terlalu banyak kelebihan yang dimiliki Kyuhyun dan Minji tidak ingin menjejalkan fakta-fakta itu ke dalam pikirannya. Pria itu bisa besar kepala dan merendahkannya.

“Kau bisa memasak?” tanya Minji asal, sekadar memuaskan rasa penasarannya.

“Tidak. Tapi membuat sup jamur kesukaan paman ini adalah keahlianku. Aku sudah melakukan ini untuknya selama satu tahun lebih jadi aku sudah hapal cara membuat sup jamur yang benar dan tentunya akan enak dimakan paman.” Jelas Kyuhyun enteng.

“Wah, kau benar-benar seperti anak kandungnya. Kau tahu apa yang menjadi kesukaannya padahal aku tidak menjelaskan bahwa aku membuat sup ini untuknya.” Ujar Minji.

“Tapi mulai sekarang kau harus belajar melakukan hal ini. Paman akan sangat senang jika kau yang melakukannya. Ia sering bercerita padaku bahwa ia sangat ingin kau memasak untuknya.”

Minji terdiam mendengar penuturan Kyuhyun. Ayahnya benar-benar mengharapkan banyak hal dari putrinya yang kekanak-kanakan itu. Minji menjadi sedih. Dulu ada ibunya yang selalu memasak untuk ayahnya. Pria tua itu pasti sangat kesepian apalagi sejak Minji meninggalkannya juga. Gadis itu merasa sangat bersalah pada ayahnya.

“Hei, kau kenapa? Mengapa wajahmu jadi tidak enak? Apa aku mengucapkan sesuatu yang salah?” Kyuhyun memperhatikan wajah Minji yang sedikit murung. Gadis itu tersenyum kecil.

“Tidak apa-apa. Hanya saja, terimakasih karena kau sudah menjaga appaku.”

————————-

Pagi itu Minji kembali mengadakan rapat untuk mendapatkan keputusan final soal pengambilan lahan di Ilsan. Minji benar-benar bersemangat dengan proyek pertamanya, apalagi setelah menerima laporan yang telah ia kumpulkan selama dua minggu terakhir. Gadis itu bahkan sengaja datang begitu pagi dan menjadi orang pertama yang masuk ke ruang rapat tentunya bersama Hyojin sekretarisnya. Hyojin terlihat sibuk membantu Minji mempersiapkan slide dan minuman  untuk para staff begitu juga materi lain yang akan dipaparkan saat rapat setengah jam lagi.

“Kau pakai juga sepatunya. Terlihat cantik di kakimu.” Hyojin terkejut mendengar suara pria yang tiba-tiba berada di sebelahnya. Minji juga terkejut karena Kyuhyun sudah tiba dengan Eunhyuk dan Changmin begitu juga dua orang staff lain yang lebih tua dari mereka. Menyadari apa maksud Kyuhyun, Hyojin sedikit tersipu.

Oppa, aku jadi malu.” Hyojin setengah berbisik.

“Ya, kau selalu menspesialkan hadiah ulang tahun dari Kyuhyun. Bahkan tahun lalu meskipun ia hanya memberimu sekeping CD, kau tetap paling menyukai hadiahnya dibandingkan hadiah kami.” Eunhyuk menghebohkan suasana. Changmin terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Itu karena aku pintar membaca suasana hati wanita. Kau seharusnya tahu apa yang benar-benar Hyojin butuhkan ketika hari ulang tahunnya.” Canda Kyuhyun.

“Kau benar. Dan yang paling dia butuhkan adalah dirimu.” Balas Eunhyuk. Hyojin merasa semakin malu dan memberi tanda pada Eunhyuk agar menutup mulutnya yang kadang tidak tahu tempat itu. Hyojin bersyukur karena Kyuhyun tidak pernah menganggap serius candaan teman-temannya, meskipun dalam hati kecilnya Hyojin merasa sedikit kecewa dengan sikap Kyuhyun yang cuek itu.

Sekalipun terlihat tidak terlibat dalam obrolan santai menjelang rapat itu, Minji tidak bisa berpura-pura bahwa ia tidak mendengar apa yang baru saja diobrolkan oleh orang-orang itu. Dalam hatinya Minji sedikit cemburu pada Hyojin, karena gadis itu memiliki tiga pria yang bahkan selalu memberinya hadiah di hari ulang tahunnya. Sangat berbeda dengan dirinya, Minji bahkan tidak punya teman lagi di Korea. Ia kehilangan kontak dengan semua teman-temannya ketika ia memutuskan untuk pergi ke New York dan Minji enggan menghubungi beberapa di antara mereka yang pernah dekat dengannya.

Oh ya, satu hal lagi. Minji awalnya berniat untuk memuji betapa cantiknya sepatu kulit berwarna pink yang dipakai Hyojin pagi ini. Namun sebelum ia sempat melontarkan hal itu secara langsung pada sekretarisnya, semacam perasaan kurang nyaman membuat Minji membatalkan niatnya.

Satu setengah jam berlalu. Rapat berlangsung dengan baik dan Minji merasa puas karena akhirnya ia bisa mendengar seluruh ide dan masukan dari semua staffnya. Terlebih, mereka semua menyetujui garis besar gagasannya. Minji semakin tidak sabar untuk mewujudkan proyek perdananya itu dan membuat Kang Jihyuk bangga memiliki Minji sebagai putri semata wayangnya.

“Baiklah. Jadi kesimpulannya, proyek Ilsan akan kita fokuskan pada hunian masyarakat kalangan menengah dengan menggunakan rumah berkonsep minimalis dan modern. Terimakasih atas sumbangan gagasan dari kalian, dan pada rapat mendatang mungkin kita akan membawa secara langsung para investor ke dalam rapat ini.”
Rapat pun berakhir dan para staff satu persatu mulai meninggalkan ruangan. Minji bersyukur ia memiliki staff yang handal seperti Kyuhyun, Eunhyuk dan Changmin. Sekalipun masih muda, Minji tahu ketiga pria itu sangat berkompeten dan memiliki andil besar dalam proyeknya.

————————-

Sabtu pagi. Minji terlihat sibuk menghidupkan mesin mobilnya. Sudah hampir sepuluh menit gadis itu bertahan di dalam mobil untuk menyalakan kendaraan mewah itu tapi sama sekali tidak ada hasil. Jika terus seperti ini, ia bisa jadi terlambat ke kantor. Meskipun sesungguhnya tidak ada yang akan berani berkomentar apalagi protes dengan jam kedatangannya, Minji tetap ingin menunjukkan contoh yang baik pada semua staffnya.

Jihyuk terlihat berjalan dengan Kyuhyun, membicarakan sesuatu sebelum pria itu juga akan berangkat ke kantor. Jihyuk begitu pula Kyuhyun merasakan keanehan karena Minji ternyata masih berada di depan rumah, berusaha menyalakan mobilnya. Kyuhyun menghampiri mobil gadis itu, mengetuknya dari luar. Minji menurunkan kaca mobilnya dan memberikan akses pria itu untuk bicara dengannya.

“Apa yang terjadi?”

“Entahlah. Sepertinya rusak lagi.” jawab Minji kesal.

Kyuhyun meminta gadis itu untuk keluar dan pria itu masuk mencoba menyalakannya. Kyuhyun kemudian keluar dan kepalanya menggeleng-geleng pelan.

“Kurasa masalah yang sama dengan waktu itu. Kau tidak akan bisa memakainya hari ini.” ujar Kyuhyun.

“Minji ya, berangkatlah dengan Kyuhyun. Kau bisa terlambat. Aku akan menelepon orang untuk membereskan mobilmu.” Jihyuk memberikan solusi. Minji menatap Kyuhyun dengan sedikit tidak enak. Sepertinya pria itu memiliki begitu banyak fungsi di rumah ini.

**

Minji dan Kyuhyun berjalan beriringan memasuki gedung Discovery Group. Sejak menginjakkan kaki di lobi semua karyawan menyapa kedua orang penting tersebut dengan ramah kemudian diiringi dengan bisikan-bisikan. Meskipun tidak saling bicara satu sama lain, kedua makhluk rupawan yang berjalan bersamaan itu tentu saja mengundang perhatian siapapun. Terlebih semua karyawan tahu bahwa Cho Kyuhyun tinggal serumah dengan sang Direktur. Sebelumnya mereka tidak pernah datang bersama, tapi kini mereka bahkan turun dari mobil yang sama. Banyak karyawan yang bertaruh bahwa Kyuhyun dan Minji mulai tertarik satu sama lain, banyak pula yang merasa kecewa karena mengharapkan salah satunya. Kyuhyun memang sudah lama menjadi objek menarik bagi para wanita di gedung itu, dan Minji juga kerap menjadi perbincangan ketika para karyawan pria makan siang bersama. Direktur mereka masih muda dan cantik. Jika saja bukan direktur dan putri kandung presdir, mungkin sudah banyak yang mendekati Minji.

“Mengapa kau tersenyum seperti itu?” tanya Minji ketika mereka sudah berada di dalam lift. Kyuhyun menekan angka 10 sebagai tujuan. Ruangan mereka berada di lantai yang sama.

“Kau tidak menyadari tatapan orang-orang? Kita pasti menjadi bahan perbincangan hari ini.” Kyuhyun yang seakan sudah hapal betul dengan lingkungan kantor ini memberikan Minji penjelasan. Minji mengerti apa yang dimaksudkan pria itu, tapi ia akan memilih untuk pura-pura tidak tertarik.

“Biarkan saja. Apa yang menarik dari menggosipkan orang lain? Lagipula yang mereka pikirkan tidak benar.” Respon Minji dengan gayanya yang cuek.

“Hei, kau tidak menyadari bahwa dirimu begitu populer di kalangan karyawan pria?”

“Oh ya? Aku tidak tahu hal itu.” Minji masih pada pendiriannya. Ia sedikit melirik arloji di tangan kirinya.

“Mereka bahkan memperdebatkan ukuran bokong dan dadamu.” Bisik Kyuhyun.

“Manager Cho!” Minji seketika memasang wajah kesal dan ingin rasanya ia menyumpal mulut Cho Kyuhyun dengan heels yang dipakainya. Melihat ekspresi kesal gadis itu, Kyuhyun hanya menyeringai lebar. Tapi ia tidak berbohong, dan Kyuhyun memang berbicara fakta. Tidak hanya karyawan biasa, Eunhyuk dan Changmin bahkan juga sering membicarakan hal itu jika mereka sedang bosan dan membicarakan wanita.

Minji memperhatikan dirinya sendiri dari ujung kaki hingga ia mengelus tengkuknya sendiri. Ia sudah mengenakan pakaian yang sopan, hanya saja memang rok ketat dengan sedikit belahan dan kemeja juga blazer yang kerap menjadi busana andalannya memang selalu dengan sukses mempercantik penampilan formalnya. Keindahan tubuhnya terpancar jelas dari luar, dan Minji juga merasa bangga dengan apa yang dimilikinya.

“Apa yang kau lihat?” Minji menatap Kyuhyun galak ketika menyadari pria itu memperhatikan gerak-geriknya. Gadis itu buru-buru keluar dari lift dan tidak mempedulikan tatapan Kyuhyun yang merasa puas karena bisa menggoda gadis angkuh itu.

**

Aku di Seoul. Nenekmu sedang sakit.
Ia menanyakanmu. Datanglah sore inike rumah sakit Sejong
jika kau sudah tidak sibuk.”

Minji menatap pesan yang dikirimkan ibunya sejak tiga jam yang lalu. Wanita itu sedang berada di Korea, dan Minji tidak tahu hal itu. Haruskah ia memberitahu ayahnya soal kepulangan ibunya? Namun meneliti pesan ibunya, sepertinya wanita itu tidak ingin mantan suaminya turut campur dalam hal ini. Minji sungguh malas untuk datang, tapi ia tidak mau dicap cucu yang tidak berbakti. Neneknya sedang sakit dan wanita renta itu merindukannya.

“Ayo pulang.” Minji terkejut ketika sosok Kyuhyun muncul di hadapannya. Gadis itu terlalu sibuk merenungi pesan ibunya sampai-sampai tidak menyadari kemunculan Kyuhyun di ruangannya. Ia juga tidak sadar jika sudah waktunya pulang. Ini akhir pekan dan perusahaannya memang memajukan jam pulang dari biasanya.

“Pulanglah lebih dulu. Aku harus menemui seseorang.” Minji terlihat tidak fokus.

“Henry ssi?”

“Bukan. Tapi ommaku. Dia sedang ada di Korea. Nenekku sakit dan ia memintaku untuk datang ke rumah sakit.” Kyuhyun cukup terkejut dan pria itu nampak berpikir sejenak.

“Hmm, mau kuantar?” Minji tidak percaya jika Kyuhyun memiliki inisiatif mengantarnya. Entah apa yang dipikirkan pria itu, tapi Minji rasa ia bisa mengambil keuntungan dengan membawa Kyuhyun ikut serta. Ia akan punya alasan untuk tidak berlama-lama di sana.

“Kau serius? Apa kau tidak ada pertunjukan malam ini? Maaf jika aku merepotkanmu lagi.”

“Aku bahkan menumpang di rumahmu dan membuatmu kesal. Mengapa harus merepotkan? Ayolah, aku tidak ada pertunjukan dan aku sedang baik padamu.” Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya, membuat Minji sedikit tersenyum.

**

“Kekasihmu?”

Minji dan Kyuhyun saling pandang. Nyonya Shin yang tengah berbaring di atas ranjang tersenyum melihat kedatangan cucunya yang membawa seorang pria. Minji menggelengkan kepalanya, menandakan bahwa Kyuhyun bukanlah kekasihnya.

“Kyuhyun teman kerjaku, Nek. Ia adalah salah satu manager yang membantuku setiap hari.”

“Sepertinya temanmu pria yang bertanggungjawab. Carilah pria yang seperti ini. Sekali melihat saja aku sudah tahu dia pria baik. Jangan mencari pria seperti appamu. Hanya bisa menyakiti hati wanita saja.”

Minji tidak menyangka jika neneknya akan mengucapkan hal semacam itu. Dalam hati Minji ingin membalas perkataan neneknya, tapi gadis itu mencoba menahan dirinya. Kyuhyun sedikit khawatir pada Minji ketika mendengar perkataan wanita tua itu.

“Nenek, kau harus banyak istirahat agar tekanan darah nenek normal lagi. Nenek harus cepat sembuh.” Minji mengalihkan pembicaraan. Gadis itu memegang dan mengusap lembut telapak tangan neneknya. Wanita berusia 70 tahunan itu terlihat senang.

“Aku sudah tua dan hidupku tidak lama lagi. Penyakit akan datang dengan sendirinya meskipun aku sehat, karena tubuhku ini sudah semakin melemah. Jangan terlalu mengkhawatirkanku.”

“Nenek tidak boleh bicara begitu. Nenek harus selalu sehat.”

“Aku ingin menyaksikan pernikahanmu sebelum aku menyusul kakekmu. Jadi aku akan sehat untuk bisa bertahan hingga hari itu.” Nyonya Shin terkekeh sambil mengusap kulit halus cucunya. Minji memang bukan satu-satunya cucunya, tapi ia paling merindukan gadis itu melebihi cucunya yang lain karena mereka sangat jarang bertemu.

“Oh, rupanya kau datang. Aku pikir kau tidak akan datang.” Suara seorang wanita memecah kebersamaan Minji dan neneknya. Gadis itu menoleh begitu juga dengan Kyuhyun. Pria itu seolah melihat sosok Kang Minji dua puluh tahun yang akan datang. Wanita yang baru muncul ini begitu mirip dengan gadis itu. Cantik, angkuh, dan memiliki gaya bicara yang serupa. Berbeda dengan dirinya yang sedikit takjub dengan kemunculan wanita itu, Kyuhyun justru melihat aura yang tidak baik dari wajah Minji ketika melihat wanita itu. Pastilah ini ibu kandung Minji, sekaligus mantan istri yang kerap diceritakan Kang Jihyuk padanya.

**

“Kau tidak apa-apa?” Kyuhyun memperhatikan gadis yang terus menuang soju ke dalam gelas kecil di tangannya. Sejak pulang dari rumah sakit dan bertemu dengan ibu kandungnya, Minji terlihat berbeda dan Kyuhyun bisa merasakan ada sesuatu yang disembunyikan gadis itu. Minji bahkan sudah menghabiskan dua botol soju dan Kyuhyun khawatir gadis ini akan mabuk dan membuat ayahnya shock tengah malam.

“Hey, berhentilah minum. Sebaiknya kita pulang. Appamu bisa marah besar jika tahu kau minum sebanyak ini.”

“Kau pulang saja duluan. Aku masih ingin di sini.”

“Mana bisa begitu? Kita meninggalkan rumah bersama-sama tadi pagi  dan jika aku pulang tanpa membawamu appamu akan bertanya padaku. Lalu apa aku harus jujur sudah meninggalkanmu di kedai pinggir jalan begitu?”

“Kau begitu mengkhawatirkan appaku. Bagaimana dengan appamu? Kau tidak pernah mengkhawatirkannya bukan?” Kyuhyun terdiam mendengar pertanyaan Minji. Mengapa arah pembicaraan jadi seperti ini.

“A—apa maksudmu?”

“Cho Kyuhyun, kau tahu bagaimana rasanya membenci orang yang seharusnya sangat kau cintai bukan? Seperti itulah aku sekarang. Aku sangat membenci ommaku. Wanita yang sudah melahirkanku. Hahaha, konyol sekali. Tapi kaupun membenci appamu. Bagaimana menurutmu? Ternyata kita punya satu kesamaan.” Minji terbatuk. Kyuhyun merasa tidak nyaman dengan pembicaraan ini. Ia tidak menanggapi ucapan Minji. Darimana gadis ini tahu soal dirinya dengan ayahnya? Mungkinkah Kang Jihyuk yang memberitahunya?

“Kyuhyun ssi, mengapa kau diam saja? Jika kau masih tetap di sini kau harus menemaniku bicara. Biasanya kau selalu punya bahan pembicaraan dengan mulutmu yang usil itu. Katakan padaku. Katakan padaku bahwa aku tidak salah membenci ommaku bukan?” Kyuhyun memperhatikan gadis cantik yang rambutnya sedikit berantakan. Pria itu menyingkirkan botol soju yang tersisa, memindahkannya ke meja sebelah. Minji pasti sudah berada di bawah pengaruh alkohol. Kyuhyun mendekat dan merengkuh pundak gadis itu, membimbingnya untuk berdiri tapi Minji menepis tangan Kyuhyun.

Gadis itu kini mulai terisak, dan beberapa orang di kedai itu memperhatikan mereka berdua. Orang-orang mungkin berpikir mereka adalah pasangan yang sedang bertengkar.

“Ommaku begitu jahat. Semua orang bahkan menganggap bahwa appa yang telah menyakitinya. Apa kau tahu? Ommaku bahkan mencium laki-laki asing di apartemen yang ia tinggali dengan anak gadisnya ini. Tidakkah kau bisa mengerti perasaanku, Kyuhyun ssi? Bukankah dia yang mengkhianati appaku? Kasihan sekali appa, kasihan sekali dia…” Kyuhyun terkejut dengan pengakuan gadis itu. Orang-orang kembali memperhatikan Minji, dan Kyuhyun merasa tidak enak jika masalah keluarga menjadi konsumsi publik. Kyuhyun akhirnya menarik paksa gadis itu dan membawanya ke dalam mobil setelah meninggalkan uang di atas meja.

Di perjalanan, Minji tertidur. Kyuhyun melihat air mata membasahi kedua pipi gadis itu. Ia tidak paham betul masalah yang tengah dialami Minji, tapi Kyuhyun menyadari bahwa gadis itu sangat dekat dengan ayahnya meskipun mereka sering bertengkar. Kyuhyun semakin menyesal karena selama ayahnya hidup, ia tidak pernah sekalipun membuat pria itu bahagia. Ia seharusnya membela dan mendukung ayahnya seperti yang dilakukan Minji pada ayahnya. Mengingat hal itu, hati Kyuhyun terasa sakit dan ia tidak bisa melakukan apapun untuk menebus kesalahannya pada mendiang sang ayah.

**

Kyuhyun menggendong Minji ke dalam kamar gadis itu dengan mengendap-ngendap dan tanpa suara agar tidak sampai membangunkan Kang Jihyuk. Kyuhyun sudah memastikan bahwa pria tua itu tertidur melalui pelayan yang ditelponnya. Sebisa mungkin, Jihyuk tidak boleh tahu putrinya mabuk apalagi tahu apa yang dilakukan gadis itu sebelumnya. Hal itu mungkin akan mempengaruhi emosi yang berikutnya akan berdampak pada kesehatan pria itu.

Kyuhyun menjatuhkan sembarang heels gadis itu yang sedari tadi menggantung di jarinya. Ia merendahkan tubuhnya untuk menjatuhkan Minji di atas ranjang itu kemudian menyelimutinya.

Sebelum meninggalkan kamar gadis itu, Kyuhyun memperhatikan sejenak wajah polos Minji yang tertidur. Nafas gadis itu mulai teratur, dan bibirnya sedikit terbuka. Bibir itu. Kyuhyun tidak bisa melepaskan ketertarikannya pada bibir itu sejak Minji berada dalam gendongannya. Ia membuang jauh-jauh semua pikiran kotornya sebagai seorang pria normal. Ia tidak bisa memperlakukan wanita ini dengan sembarangan. Minji adalah tuan putri di rumah ini, putri kesayangan Kang Jihyuk.

“Semoga kau mimpi indah, Bu Direktur.” Ucap Kyuhyun sambil mengusap pelan rambut Minji. Ia pun keluar dari kamar dengan penerangan minim itu, dan Kyuhyun tertegun ketika ia baru saja keluar dari kamar Minji.
Kang Jihyuk. Pria itu sedang berdiri dan menatapnya dengan banyak pertanyaan tersirat.

“Beristirahatlah. Aku tidak akan menanyakan apapun hari ini. Temanilah aku besok.” Jihyuk berkata lalu pria itu berbalik dan kembali ke kamarnya.

———————-

“Kau menyukai putriku?” Kyuhyun menatap Jihyuk setelah pria itu melontarkan sebuah pertanyaan padanya. Saat ini Kyuhyun dan Jihyuk sedang memancing di pinggir danau, menemani pria tua itu melakukan hobi lamanya. Hobi yang dulu sering dilakukan Jihyuk bersama Daejung, ayah Kyuhyun.

“Mengapa Paman bisa bicara seperti itu?”

“Kau menjaganya dan memperhatikannya. Aku menyadarinya semalam.” Kyuhyun tersenyum kecil mendengar pernyataan Jihyuk.

“Minji sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Ia mirip dengan Yoora.”

“Hahahha, kau bercanda? Kau menyamakan adikmu yang lembut itu dengan Minji putriku yang keras kepala?”

“Mereka mirip dalam beberapa hal, Paman. Terutama keras kepalanya itu, dan bagaimana ketika mereka kesal padaku.”

“Benarkah? Ah, padahal aku berharap besar kalian akan bisa saling menyukai. Kau adalah orang kepercayaanku, bahkan aku mempercayakan putriku juga padamu.”

“Paman, kau sungguh berlebihan. Jika kau memberiku putrimu juga, tidakkah itu terlalu berlebihan? Minji pasti akan berpikir aku benar-benar akan merongrong harta keluarganya seperti yang sering ia ucapkan sebelumnya.”

“Aku harap kau tidak terluka dengan ucapannya. Tapi aku yakin ia tidak akan berani berkata seperti itu lagi padamu. Ia sudah tahu siapa dirimu, karena aku sudah memberitahunya. Apa kau tahu? Minji sangat menyukai appamu.” Jihyuk tertawa sambil mengawasi pancingnya yang mulai bergerak. Sepertinya seekor ikan yang cukup besar memakan umpannya. Minji menyukai appanya? Kyuhyun rasanya sulit percaya itu.

“Waaah! Kyuhyun ah~ aku dapat ikan yang besar! Hahahha, Akan kutunjukkan pada putriku. Ia pasti akan senang. Ia sangat suka makan ikan.” Jihyuk bangkit dari duduknya setelah berhasil menangkap seekor ikan yang cukup besar. Kyuhyun membantu Jihyuk membereskan ikan yang masih menggelepar itu. Bahkan di saat seperti inipun, yang diingat Jihyuk ertama kali adalah putrinya.

“Dulu saat masih muda, aku dan appamu sering memancing di sini, kemudian ibumu akan memasakkan ikan-ikan itu untuk dimakan. Aku rindu sekali masa-masa itu. Waktu itu, ibumu sedang mengandung dirimu, sementara aku belum menikah dengan Nayoung.”

“Oh ya? Aku baru pertama kali mendengar hal ini dari Paman.”

“Jika saja kau bertemu Nayoung, kau akan melihat betapa ia sangat mirip dengan Minji. Tidak hanya wajah dan perawakan, bahkan sifat mereka yang keras kepala.” Kyuhyun menyetujui ucapan Jihyuk. Ia bahkan sudah bertemu wanita itu kemarin. Sosok seorang ibu yang bahkan belum pernah Kyuhyun lihat sebelumnya. Jika Jihyuk tahu kemarin Minji terluka karena wanita itu, mungkin pria itu akan sangat emosi.

“Tapi, aku tidak ingin putriku tumbuh menjadi wanita seperti ibunya.”

“Apa maksud Paman?”

“Bukan apa-apa. Hanya masalah pribadiku dengan mantan istriku. Aku hanya kurang beruntung dalam masalah cinta sebagai seorang pria. Kuharap kau tidak akan mengalami hal seperti yang kualami.”

“Aku tidak mengerti maksud Paman.”

“Lupakan saja. Ah, memancing di musim dingin sungguh menyenangkan bukan? Lain kali ayo kita piknik, dengan Minji juga. Gadis itu harus merasakan sekali-kali hal seperti ini.”

———————–

Pagi itu kediaman keluarga Kang cukup mencekam karena Jihyuk pingsan di kamarnya dalam posisi tertidur di atas ranjangnya. Tidak ada satupun yang menyadari hal buruk itu sebelum Minji berinisiatif membangunkan ayahnya. Biasanya pria tua itu akan bangun pagi, tapi Minji merasakan sedikit keanehan karena pagi itu Jihyuk tidak muncul di meja makan untuk sarapan. Pria itu memang tidak suka dibangunkan oleh pelayan atau siapapun. Tidak juga Kyuhyun, Minji, begitu juga dengan sekretaris Kim, pria berusia 40 tahunan yang merupakan orang kepercayaan Jihyuk yang juga tinggal di rumah besar itu satu minggu terakhir ini.

Dengan bantuan Kyuhyun dan sekretaris Kim, Jihyuk dilarikan ke rumah sakit. Minji dan Kyuhyun tentu saja tidak masuk kantor karena menunggui Jihyuk di rumah sakit. Kyuhyun yang cukup mengerti keadaan terlihat lebih tenang, sebaliknya Minji terlihat kacau. Gadis itu tak henti-hentinya menangis karena ini adalah kali pertama ia menyaksikan ayahnya dalam keadaan setidak berdaya itu. Kyuhyun menemani gadis itu di depan ruang ICU, dan ia juga belum bisa berbuat banyak.

“Tuan Cho, silahkan ikut aku ke ruangan.” Seorang dokter keluar dan Kyuhyun bangkit tanpa melihat ke arah Minji.

“Aku ikut!” Minji yang menyadari hal itu juga bangkit dari duduknya.

“Diamlah di sini. Aku akan—”

“Aku anaknya. Kau siapa? Aku yang lebih berhak tahu tentang keadaan appa!”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya dalam. Memang tidak mungkin merahasiakan apapun dari gadis itu saat ini, dan menurut Kyuhyun, Minji memang berhak tahu yang sebenarnya. Kyuhyun hanya akan bisa meminta maaf pada Jihyuk, karena ia tidak bisa membantu pria tua itu untuk merahasiakan keadaannya dari putri kesayangannya itu.

**

Minji menatap layar handphonenya dengan tatapan kosong. Gadis itu menitikkan air matanya lagi, mengenai layar handphone yang terletak di atas pahanya. Kyuhyun berjalan mendekati gadis itu di bangku area tunggu rumah sakit, dan Kyuhyun benar-benar simpati kali ini. Kang Minji, gadis angkuh itu terlihat begitu lemah dan berantakan. Minji bahkan belum makan apapun sejak pagi tadi seingat Kyuhyun. Yang dilakukan gadis itu hanya melamun dan menangis.

“Minumlah ini.” Kyuhyun duduk lalu menyodorkan segelas cappuccino dan satu cup ramen instan dengan asap yang mengepul pada Minji. Gadis itu tidak bereaksi, masih menatap kosong handphonenya. Kyuhyun meletakkan minuman dan makanan yang dibawanya.

“Kau sudah menghubungi ommamu?”

Ditanya seperti itu, Minji menoleh pada Kyuhyun. Pria itu bisa merasakan luka yang begitu dalam dari tatapan gadis itu.

“Aku rasa, ia bukan ommaku. Ommaku bukan orang yang tidak punya hati seperti wanita itu.”

Yaa, kau bicara apa?” Kyuhyun melembutkan suaranya.

“Kyuhyun ssi, seharusnya kau bukanlah orang yang harus kuberitahu soal ini. Bagiku hal ini adalah aib keluarga. Aku bahkan tidak sanggup memberitahu appa bagaimana kelakuan ommaku di sana. Kau tahu mengapa aku bertengkar hingga menurut appaku untuk kembali ke Korea?” Nada suara gadis itu terdengar lirih. Satu bulir air mata bahkan menetes lagi dari salah satu sudut matanya.

“Aku melihat ommaku berciuman dengan pria asing di apartemen kami. Tidakkah ia berpikir bahwa ia tinggal denganku, putrinya yang sudah dewasa? Wanita itu sungguh tidak tahu malu.”

Minji menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Kyuhyun hanya bisa diam, menyaksikan pedih yang dirasakan gadis itu. Minji sudah mengatakan hal itu tanpa sadar ketika ia mabuk waktu itu. Saat Minji rapuh karena putus dari kekasihnya, Kyuhyun bisa meminjamkan pelukan untuk membuat gadis itu merasa tenang. Namun kini, ia bahkan tidak yakin ada hal yang akan membuat gadis itu merasa lebih baik. Permasalahan keluarga memang sangat pelik dan Kyuhyun paham situasi itu meskipun pengalaman mereka berbeda.

“Dan baru saja, ia berkata dengan menegaskan bahwa mereka sudah bercerai, dan urusan appa tidak lagi menjadi urusannya. Kyuhyun ssi, mengapa aku harus terlahir dari rahim wanita sekeji dia?” Minji terisak dalam. Saat itulah Kyuhyun tidak tahan untuk meletakkan tangan lebarnya di bahu gadis itu. Kyuhyun menepuk-nepuk bahu Minji sejenak, sebelum akhirnya ia menarik perlahan tubuh Minji dan gadis itu menyandarkan kepalanya di pundak Kyuhyun.

“Kau harus kuat. Paman sangat mencintaimu. Hanya kaulah alasannya bertahan hidup. Ayo pikirkan kesembuhannya. Kau tidak harus membuang-buang waktumu untuk meratapi orang yang tidak ingin membantumu.”

Kyuhyun benar. Ia harus fokus pada pengobatan ayahnya. Pria tua itu harus segera menjalankan cuci darah, dan yang terpenting adalah menemukan pendonor ginjal yang sesuai. Minji berjanji ia akan melakukan apapun untuk ayahnya. Hanya ayahnya yang menginginkannya di dunia ini, dan ia akan merawat ayahnya hingga pria itu sembuh dari sakit yang bahkan Minji sendiri baru tahu, kondisi ayahnya sudah seburuk ini.

 

TBC

Maaf yaa agak lama publishnya >__<

Part ini memang isinya proses PDKT mereka

mesti pelan-pelan karena storynya agak ngonflik hihihi

sabar ya nanti pasti ada skinshipnya kok hehe

thanKYU buat yg uda baca dan jangan lupa tinggalin jejaknya!

Aku seneng dan makasi banget buat yg udah mau nunjukin identitas n kenalan di sini hihihi

Jangan bosen dulu yah, partnya ga banyak kok! bubye dulu yaa~

ThanKYU ^^

Iklan

216 thoughts on “Clown Man [Chapter 3]

  1. Kyaaaa makin kesini ceritanya makin seru kak. Tapi aku blm lihat kode kode dari kyuhyun yg menunjukkan kalo dia suka sama minji 😦 apa emang cuma minji yang secara gak sadar udh mulai suka sama kyuhyun ? Next part ya kak 🙂 semangat

    Suka

  2. sdikit ada penjelasan di part ini jdi tau kyuhyun itu siapa truz khdupan minji pun jd tau….
    bner mungkin ini blum trlihat knfliknya msih edisi2 pndekatannya mereka aq suka bgt klo nntinya bkalan knflik yg rumit2 gtu hihiii…
    brarti ini bkalan pnjang bnget ahhhh senengnya…^v^fighting bwt part slanjutnya,slalu stia mnunggu

    Suka

  3. Sifat Kyuhyun ma ayahnya jauh bgt…syukurlah sekarang minji ma kyuhyun akur,g perang mulut lgi.ibuny minji jht bgt selingkuh di depan anakny….n appany ginjal kasihan bgt…smg ceepet dpt donor ginjalny.di tunggu dngn sbr next partny

    Suka

  4. kasiannn ayahnya minjiii 😥 ada ya orang kaya ibunya minjiiii ;A;
    semoga kyu sama minji bakal suka satu sama lain terus nikah dehhhh :’>

    nnti yg donorin ginjal kyuhyun kah?

    Suka

  5. aku nunggu ff ini dari kemarin minggu lo kak.. akhirnya keluar juga. seneeeeeng bgt!
    akhirnya siapa itu kyuhyun udah jelas. dan emang beda bgt sma ayahnya yg suka ngehibur org. nggak heran kalo kyuhyun sama ayahnya sering bertengkar.
    ah, si hyojin ngarep bgt sama kyuhyun nih. hihihi.
    kyuhyun berani bgt ngomong ke minji kalo temen temennya suka ngomongin dia hahaha xD
    kayaknya keluarga bikin minji tertekan ya. semoga aja kyuhyun bisa ngehibur minji dan mereka bisa jadi deh.
    suka sukaaaa

    Suka

  6. Kyu Hyun yang jatuh cinta ma Minji rasanya lamaaaaaa banget, ya. Tapi yach, memang proses PDKT biasanya lama. Kekeke… Jangan-jangan nanti Tuan Kang minta Kyu Hyun menikahi Minji *SokTahu*

    Suka

  7. klo menurut aku part yg ini agak ngebosenin, gak se greget baca part 1&2..
    dan konfliknya blom terlalu kelihatan, penasaran sm konflik cinta segitiga kyuhyun, minji, dan hyojin.

    next part mdh2an bs lebih cepet 🙂

    Suka

  8. Ahh seneng nya ini di lanjut, nungguin mulu nih cerita. akhirnya tau siapa kyuhyun sebenarnya. sikap minji ke kyuhyun juga mulai baik, gak kayak dulu lagi. kayaknya hyojin ngarep banget sama kyuhyun nih hehehe. minji kayaknya mulai cemburu gitu liat kedekatan kyuhyun sama hyojin, mungkin udah ada rasa. kalau kyuhyun sendiri sampai sekarang belum ada tanda-tanda kalau dia suka sama minji. minji kayak nya terpukul banget, tau ayahnya sakit dan liat sikap ibu nya yang kayak gitu, dan disini minji dengan diri nya yang lain, bukan minji yang ketus lagi dan semoga kyuhyun bisa cepet suka sama minji hahaha. ditunggu konflik-konflik yang bikin greget nya selanjutnya.

    Suka

  9. akhirnya keluar juga part 3 🙂
    ceritnya smkin seru,kyu ma minji terlihat smkin dekat,
    ahh,,,aku brhrap mereka jd pasang suami istri,
    mngingat ayah minji sakitny makin parah,terus mereka diminta menikah,kiikkkkkkk
    d tunggu nextny oen,
    #fighthing

    Suka

  10. wahhh,, sparahh inii kisah mrekaa…
    kasian minii,, harus jd korbannn…
    neneknyaa jygaa sok tau bangett,, blg jihyuklahh yg jaahat.,
    padahal jelas2 anaknyaa snediri yg geje…
    hihhh

    Suka

  11. Ahhh jadi itu alesan kyuhyun tinggal di rumah minji.
    Woahhh ibu mini kejam, tapi sekejam-kejamnya ibu ga akan sampe lupa sama anaknya hehehe

    Suka

  12. Bdw pdkt’nya selow yaa kkkkk~^^
    Disini belom ada konflik yang menguras pikiran dan airmata *ngoks lebay*
    Hehehe
    Tp aku rasa, FF ini lebih manusiawi yah biasanya kan banyak FF yg genre’nya begonoan :v
    Like (y)

    Suka

  13. saking menghayati ceritanya jd nangis. kasihan minji hidupnya berat banget. ibunya yg udah gak peduli dan sekarang ia yg tau ayahnya sedang sakit.
    Tp aq seneng disini udah tau siapa kyu sebenarnya dan yg paling bikin seneng minji udag mulai cemburu lihat kedekatan kyu dan hyojin hihihi
    FIGHTING!!!

    Suka

  14. oke ini nyayat bgt setiap kalimatnya dan sekarang hampir jam 11 malam owe nangis sendiri sambil nutupin mulut(ini terlalu berlebihan) tapi aku emang orangnya suka kebawa suasana..

    Suka

  15. Makin seru ceritanya
    makin bikin greget
    buat appanya minji semoga cepet sembuh
    dan masalah keluarganya bisa dijelasin di next partnya biar ga penasaran…
    hehe

    Suka

  16. Kasian henry udh mau tobat gt tp minri ga mau terima dia lg-_- minri udh ada rasa suka ya sama kyu ehem… kasian appanya minri dikhianatin ibunya minri T.T Jahat bgt eommanya ih

    Suka

  17. makin seru kesini makin seru…
    cerita yang tidak terduga muncul lagi…
    kasian hidup minji, ibunya memiliki sifat yg buruk. astaga kok bisa dia ngelakuin itu, padahal anaknya udh besar dan mengerti dengan hal yg seperti itu…
    ayahnya minji sakit ginjal, minji sedih mendengar ayahnya sakit. dia juga akan berusaha membuat ayahnya sembuh dan kembali untuk bersama lagi. karena menurutnya ayahnya yg benar benar sayang sama dia…. good job minji, jagalah appamu. buktikan kepada keluarga ibumu, sebenarnya yg penghianat itu bukan ayahmu tetapi justru ibumu…. #peluk minji

    Suka

  18. makin kesini makin seru…
    cerita yang tidak terduga muncul lagi…
    kasian hidup minji, ibunya memiliki sifat yg buruk. astaga kok bisa dia ngelakuin itu, padahal anaknya udh besar dan mengerti dengan hal yg seperti itu…
    ayahnya minji sakit ginjal, minji sedih mendengar ayahnya sakit. dia juga akan berusaha membuat ayahnya sembuh dan kembali untuk bersama lagi. karena menurutnya ayahnya yg benar benar sayang sama dia…. good job minji, jagalah appamu. buktikan kepada keluarga ibumu, sebenarnya yg penghianat itu bukan ayahmu tetapi justru ibumu…. #peluk minji

    Suka

  19. sedihh ya minji appa’y trnyta sakit parah..untg ada kyu yg bs nemenin minji..sykur lah minji udh bs baik sm kyu..nahh kan si minji udh mulai cemburu sm kedekatan kyu sm hyojin..hihihiii..bakalan cinta segitiga ni yaa

    Suka

  20. Aduuh kasian banget minji,, bru kelar mslah sma henry eh dtg lagi kabar buruk :(, kamu kuat kok minji-ya

    Kyumbul mulai prhatian niih, gk sbar liat sikap mreka kdepannya 😉

    Lanjut baca dlu ya minji-ssi 🙂

    Suka

  21. Yuhuuuuu, kaka aku datang, akhirnya aku hadir di ceritamu ini 😀
    Kalo kaka g lupa dulu aku pernah bilang ngga bisa baca cerita chapter kalo blm tamat, bikin aku galo, waktu coment di Kyu-Ji moment klo g salah.
    Dan yah karena ceriita ini sdh selesai maka akan saya mulai membaca.
    Kalo aku ngga salah juga aku udah bc di part 1 dan 2, jadi aku langsung loncat ajah ya 😀
    Ah ya masalah pass itu aku belom daftar lagi, dulu udah, eh trs ada pemberitahuan pembaruan pass, blm sempet, abis clown man abis baca mungkin akan daftar 🙂
    Tenang ajah ka. walo pun aku pembaca terakhir, aku ttp akan meninggalkan jejakku.
    Karen aku tahu susuahnya menulis cerita sebanyak itu dan betapa sakitnya *cielah jika tidak ada yg ikut partisipasi 😀
    Fidhting, aku lansung go ke part selanjutnya.

    Suka

  22. kayanya minji udah mulai suka sama kyuhyun, cemburu sama hyojin haha
    tapi sedih juga liat appanya minji, ayo kyuhyun jadi perhatian gara2 itu 🙂

    Suka

  23. Kelihatannya minji udah suka sama kyuhyun, tapi kyuhyun belum nunjukkin kalau ada perasaan suka sama minji. Astaga gak nyangka minji serapuh itu, kasihan appanya. Gak nyangka juga eomma minji akan seperti itu. Astaga kejam sekali.

    Suka

  24. perlahan lahan terkuak juga masalah demi masalah minji T_T kasian banget gentang alasannya pulang ke korea 😦 dan cho kyuhyun mulai merasakannya *eaaa hahhah

    Suka

  25. Kasian minji harus ngadepin masalah pelik dalam keluarganya, untungnya sejauh ini ada kyuhyun yg terus nemenin dia

    Kyanya udah mulai muncul nih romance2 nya dikit2 antara kyuhyun sama minji hehehe

    Ga sabar nunggu mereka pacarannya ^^

    Suka

  26. Ternyata masalah keluarga Minji rumit banget…😱
    Makin seru nih ffnya! ❤️❤️❤️
    Tapi kapan Kyu-Minji jadian ya ? Udah gak sabar buat baca momen2 kebersamaan mereka 😍😍😍

    Lanjut baca next part —–>

    Suka

  27. nasib anak dr keluarga broken home pazty menderita batin…haha napa kang jihyuk gx bilang aja kalo mereka dijodohin….pasti minji ngamuk…gengsinya kan selangit walo mulai suka pasti gx mau ngakuin….

    Suka

  28. kyu masih keliatan biasa aja disini, belum terlalu nunjukkin gelagat kalo dia suka sama minji..
    pacar hilang, ommanya jahat, appanya sakit2an, sungguh rumit bgt hidupnya minji, tpi badai pasti berlalu kok..
    okay cuss next chap

    Suka

  29. Hyojin keliatan bgt kalo suka sama Kyu. Minji kayanya mulai cemburu nih sama kedekatan Kyuhyun Hyojin. Tapi gimana perasaan Kyu ke Minji? Aku penasaran

    Suka

  30. Woah.. Woaah.. Tuan kang sakitnya parah ternyata.. Butuh donor ginjala ? Semoga ada yang cocok ginjalnya :(( ya ampun tuan kang padahal appa yang paling pengertian.. Idaman anak2 banget, segala2nya buat anak maah..
    Minji a mangat minji a..

    Suka

  31. Ngebut niihh bacanya dari part 2 wkwk..
    Disini satu persatu keluar semua yg jadi rasa penasaran.
    Ceritanya buat pengen baca terus dan terus. See u di part selanjutnyaa~~

    Suka

  32. Ooo jdi Kyuhyun adlah anak dri sahabat appany Minji tpi alasan kyuhyun tdak mnyukai appanya pdhal minji ajaa suka sma appanya kyuhyun???? HHH misteri lagi 😀
    iddiihhhh eommanya Minji tega bnget sihhh pantes ajaa minji klihtan Ngga suka smaa eommanya, Appa Minji benar semoga ajaa Minji tdak sprti eommanya #Aamiin:)

    Suka

  33. Hubungan Kyuhyun sm Minji makin membaik. Minji udah mulai bisa nrima Kyuhyun.
    Kayaknya Hyojin bener2 suka sm Kyuhyun. Tapi apa Kyuhyun juga, punya rasa suka sm Hyojin,…..?
    Berharap banget kalau Kyuhyun suka sm Minji, bukan cuma anggep Minji sebagai adiknya aja.

    Kasian juga sm Minji, Punya ibu yg kayak gitu. Semoga Kyuhyun slalu ada buat Minji dalam keadaan apapun.

    Ijin mau lanjut baca FF Clown man chapter 4. Udah penasaran sm kelanjutan FF Clown man. ^T^

    Suka

  34. Ping balik: rekoemndasi ff kyuhyun | choihyunyoo

  35. Annyeong haseo eonni^^ salam kenal aku reader baru dan baru banget baca clown man sampe part 3 ini hehe. Pertama tama aku suka sama penggambaran ceritanya juga sama karakter mereka. Aku juga suka sama alurnya yang menurutku pas dan ga kecepetan. Trus part nya juga panjang tapi ga ngebosenin. Aku jadi ketagihan baca. Aki harap ga keberatan kalo aku lanjut baca sampe akhir ya eonni hehe. Makasih sebelumnya :))

    Suka

  36. Aku jadi bersimpati sama minji… Tapi rata2 yeoja judes n cuek itu memang pelik sama masalah n rapuh ya… Tp seengganya masih ada kyu yg jagain minji n jgn sampe saat seperti ini hyojin jd penghalang ne

    Suka

  37. Ikut nangis sumpah :((
    Kayanya Kyu udah mulai suka deh, tapi dia blum sadar
    Henry kayanya masih ngejar ya? XD
    Terharu sama ayahnya Minji, :””

    Suka

  38. Ayah minji ksian bgt udh di tinggalin istrinya skrang pnykitnya prah lagiii…smoga aja ayah minji cpt mndapt donor ginjalnya,!
    Ibunya minji juga ko tega bgt sm minji dan ayahnya gak tau tempat bgt masa bermesraan dgn orng asing di depan anak gadisnya ~
    hubungan kyu sm minji jadi smkin deket, tpi kyu nya cuma nganggep minji adik…
    ceritanya smkin seru kompliknya jg… Fighting !!! ,,,

    Suka

  39. kyaaa!! q suka bgt crtanya kak.. si kyuhyun am minji udah mulai dket cieeehhh.. dtunggubkbar henry ama hyojin mnrutku bkal ganggu hub mrka. neeexxtt

    Suka

  40. kalo saya jadi kyuhyun liat bibir minji nganggur udahh langsung aja hahaha pissss #otakYadongMulaiKeluar 😄😄
    semakinnn seruuu ajj
    hubungan kyuhyun sama minji udah lebih baikk euyyy , tapi kyuhyun belum ada tanda2 suka sama minji

    Suka

  41. Membenci orang yang kita cintai itu sakit. Perasaan yang paling dominan adalah rasa kecewa. Orang yang kita cintai itu ternyata telah mengecewakan dan sekaligus menyakiti perasaan kita. Aku gak menyangka kalo eomma nya minji akan menolak untuk sekedar menjenguk mantan suaminya yang lagi sakit itu.

    Suka

  42. ternyata itu alasan minji benci sama ibunya.. kasiann :”(. minji udah tanda tanda nih tertarik sama Kyuhyu hehehh… tapi kyuhyunnya belum ada tanda tanda suka ke minji ya kayaknya -_-

    Suka

  43. udah kejawab kenapa minji ga mau disamain sama ibunya, ibunya bener bener jahat sampe ga mau berurusan sama manatan suaminya mana pas minji dateng ngomong nya gitu pula
    ga nyangka kalau kyu juga punya masalah sama ayahnya dan kejawab sudag kenapa ayah minji deket sama kyu
    di balik sikap minji yg ketus minji tetep seorang perempuan yang rapuh,

    Suka

  44. Makin kesini makin seru aaaaaaakkh sukaa deh ceritanya ..
    Hyojin kayanya punya rasa deh ke kyu .. Hhhmmm tp suka bgt moment2 kyu ama minjinya bkin senyum2 sendiri ..

    Suka

  45. Hhhaha kyu ketahuan sama appa ya minji ngaku aja knpa sih kalok emnag suka
    Kek ya kisah kehidupan kyu sedih ya
    Tapi sejauh ini ff ya seru hehehe

    Suka

  46. paman badut? haahaa kelihatan sekali kedekatan minji dg appa kyuhyun mudah”an bisa menular kedekatan ny sama kyuhyun…
    perkataan kyuhyun g bisa d rem ya? frontal amat kyknya haahaa.. si hyojin udah kegeeran aja klo d ketwain ama kyuhyun…
    aku rasa yg paling miris d sini appa nya minji udah dia yg d selingkuhin malah dia yg d cap buruk nahh sekarang blm cukup apa penderitaan nya sampai dapat penyakit gagal ginjal

    Suka

  47. Yaa…kenapa kyuhyun hanya menganggap adik minji…sangat berharap kyu mencintai minji.
    Dipart ini kasian ya minji,kasian ayah minji.kesel sama ibunya minji tuh,mulut seenak2nya ngomong.
    Kyu ayo cintai minji…waaa..terbawa suasana..
    Next part selNjutnya..Bagussssss

    Suka

  48. Ini tambah seru kak :;”
    Kyuhyun boong kan pas dia bilang kalo Minji cuma dianggep adeknya/?
    Buat aku proses PDKTnya pas, ga kecepetan gitu deh. Suka degdegkan ga jelas pas mereka skinship, walopun sedikit hehe
    Dan kasian banget Minji, kurang lebih tau deh perasaannya Minji kek apa ;-;
    Oke lanjutttt ^^

    Suka

  49. Ceritanya makin pelik.
    Minji jadi angkuh mungkin karena anak broken home jadi sifatnya kayak gitu.
    Semoga Appa Minji cepet sembuh kan kasian liht minjinya.
    Next next bacaa ~~ udh bikin penasaran

    Suka

  50. uwidiiihhh..eommanya minji..sumpah sesuatu..tpi apa emng murni eommanya minji yg sesuatu ya…mungkin appanya jga pnya salah kli…oke lanjut baca nextnya keep healty kak..

    Suka

  51. Uhhh permasalahn kluarga yg rumit…..apa ibunya minji mank sjahat itu???atau ada alasan dbalik sikapnya????????
    Minji mlae mrasa cemburu krna perhatian kyu sam hyojin!! Smakin mnarik….
    Good job!!

    Suka

  52. makin seru ceritanya, makin tambah penasaran
    complicated banget permasalahannya, tp bikin menarik banget thor
    aku sukaaa, aku sukaaa XD

    Suka

  53. iya ini mereka baru PDKT,Pa lagi pas bagian incip2 sup tadi,,,tp mereka pada gk nyadar kalo mrk mulai akur,,,waachhhh tuan kang berharap minji sama kyu berjodoh,tp kayaknya kyu belum ada getaran cinta ke minji,kalo minji sepertinya sudah mulai ada,minji sering ada perasan cemburu kalo kyu sama hyojin bersama,cuma itu dia minjinya belum sadar kalau dia cemburu,,,,ooch smoga tuan kang baik2 saja.

    Suka

  54. halo authornim ^^ saat baca ff mu ini tertarik sama ceritanya karena disini kyuhyun yg bukan jadi chaebol nya kkkk awal baca part 1 alurnya terlalu cepat dan ada kesan sedikit bosan namun saat pertengahan part 2 hingga part 3 sudah mulai tidak terlalu cepat alurnya dan lebih paham dengan jalan ceritanya, tai bagus kok ff mu ini aku suka ^^ hihi hwaiting!!!

    Suka

  55. sediihh.. aku sampe nangis.. ternyata hidup minji seberat itu 😥 ibunya sampe ga pedulii.. 😥 untung ada kyuhyun yg masih busa nemenin.

    Suka

  56. pas baca judulnya sih aku kira yg clown itu cuyun, oh ternyata ayahnya.. kasian yah minji kena broken home, itu ibunya bener bener deh masa iya ga peduli sama sekali sama mantan suami nya ckckck keras kepala nya itu loh

    Suka

  57. ga kebayang rasanya jadi minji, dia besar ditengah keluarga broken home, terus ditambah lagi ibunya sdh gak peduli lagi sama ayahnya, huh pasti berat buat minji..
    ya syukurlah ada kyuhyun yang bisa bikin minji bahagia

    Suka

  58. Sedih cerita hidup kyuhyun sama minji, apalagi minji kasihan ayahnya sakit parah, untung kyuhyun selalu ada buat minji, berharap mereka kedepannya cerita hidupnya bahagia, next part 4;)

    Suka

  59. Ternyata di balik sifat keras kepalanya minji dia orang nya rapuh, semoga appanya minji baik2 aja, kyuhyun baik bgt orgnya selalu ada saat dibutuhkan

    Suka

  60. Beruntung x hidup kyuhyun, dipercaya penuh sm ayah minji dan direstui jika kyuhyun cinta sm minji,
    Penasaran penyebab orgtua minji cerai,

    Suka

  61. di part ini rasa penasaran sama sosok kyuhyun udah lumayan tertuntaskan. kehidupan minji sama ibunya di new york juga udah sedikit dikasih tau

    kasian sama henry. kayaknya dia beneran tulus pengen deket sama minji lagi walaupun sebagai teman
    kira-kira tuan kang bakalan baik-baik aja gak ya?

    Suka

  62. perlahan sifat asli keduanya mulai ditampakkan di part ini…
    semoga kedepannya, hubungan mereka jadi semakin baik..
    appanya juga semog disegerakan kesembuhannya, dia kan pendukung kyuhyun buat bisa sama minji….

    Suka

  63. ceritanya makin menarik,appa minji sakit parah moga aja cepet sembuh biar minji ga sedih lagi,eomma minji jahat banget masa ga peduli ma appa minji yang lagi sakit,,,,,

    Suka

  64. Tebakanku ternyata bener!!!

    Akhirnya jati diri kyu terkuak juga.Mereka juga udah baikan tinggal tunggu rahmat buat saling jatuh hati ahahaha

    Suka

  65. Huhuhu emak minji kelewat bar bar, kasihan juga hidup dengan orang tua yang pecah
    Saingan minji hyojin gadis lembut pengertian (mungkin kalik kyak gitu, blum tau karakter nya haha)
    Ditambah kyuhyun kurang peka tentang perasaan hyojin minji, kalo minji emang blum peka juga sma perasaan nya sendiri.
    Penasaran banget sebenarnya gimana masalalu kyuhyun sama ayah nya.
    Go too next part ^^

    Suka

  66. Kasian kan minjinyaa.. 😓
    Semoga ayahnya minji sembuh..
    Yeyy mereka udah mulai pdkt..
    Tapi kok belom ada tanda” dari kyuhyun kalo dia suka sama minji..

    Cuman minji nya aja yg baru aedikit keliatan ada rasaa.. 😁😆
    Yah semoga di part selanjutnya merekain” deket..

    Suka

  67. Minji kya.n mulai suka sma kyuhyun ya. . Smoga aja kyuhyun nya jga bisa cpat2 suka sma minji,
    kasian sma henry, kya.n dia benar2 pengin berubah. Ya udh entr henry oppa sama aku aja ya :D;) minji kn udh punya kyuhyun hahahah

    Suka

  68. konflik nya kyk nya msh kurang keliatan y..tp crita nya ttp menarik..spt nya siapa kyu mulai terkuak..mrk jg mulai akur ga perang lg,spt nya minji mulai tertarik tu..hahaha..

    Suka

  69. Kasihan henry udh bertekad tobat tapi minjinya gk mau, ayah nya minji juga smoga cpat sembuh yahh..eaish eonni,aku makin penasaran sama ceritanya,sebenarnya ada masalah apa eoh,kok ibu nya minji misterius bgt eonn…

    Suka

  70. makin seru ajh moga2 kyuh dan minji makin deket amin … oalahhh kyuh tuh emng enga peka atau gimnh cewe dikasih hadia trus hadiahnya dipake berati hadianya tuh spesial tapi knp kyuh dianggap biasa ajh yh hahahah dasar cowo tebar pesona …

    Suka

  71. Masih PDKT ya ,, tapi minji ada rasa cemburu pas kyuhyun puji sepatu yang dia kasih ke hyojin ,, tapi sepertinya kyuhyun masih belum.ada rasa ,, baru rasa simpati sepertinya ,, semoga dengan ini mereka makin dekt

    Suka

  72. Kasian minji baru aja selesai masalah sama henry harus nanggung maslah keluarganya lagi, semoga appanya minji gak kenapa” ,, ciyee makin nempel ciee berharap bgt tuan kang lgsng nikahin mereka gak ush ada pdkt lagi wkk

    Suka

  73. ahh minji kasian bngettt ibunya jhat bnget trnyata, aku sneng sama perhatian” yg kyuhyun kasih buat minji haha sedikit tpi kena unnie^^ ijin bca part selanjutnya unnie

    Suka

  74. Dasar si ibunya minji jadi Dia yg Selingkuh Tapi Ayahnya Minji Yg Disalahin Kasian Bngat Sih Yg sabar Ya Ayahnya Minji…..pasti Sedih Bngt Tu Minji Liat Ayahnya Masuk RumahSakit apalagi ayahnya Sakit parah Untung aja ada kyu yg bisa nenangin minji Akhirnya juga mereka Bisa akur…..

    Suka

  75. jadi itu yg buat Minji bertengkar dengan ibu nya dan pilih balik ke Seoul lagi wahh jahat banget ibu nya Minji , kasian Tuan Kang sama Minji eoh
    sebernya Kyuhyun sma Minji itu cocok mereka kek bisa nyadarin satu sama lain tentang kesalahan mereka ,seneng liat nya mereka jadi makin deket

    ijin baca part selanjunya ya thor

    Suka

  76. Wah aku ga nyangka eommanya minji kaya gitu kasian appanya minji. Mmm kenapa belum ada tanda” mereka saling tertarik disini baru minji aja dan itupun dia belum sadar kalau dia udh mulai suka sama kyuhyun. Semoga aja kyuhyun ga ada rasa sama hyojin

    Suka

  77. waaah dah mulai deket niih kyu sma minji..
    tinggal perasaan mrka yg dimantapin.. hehe
    tp kasian henry,,
    kasian jga minji punya eomma kaya gitu.. napeun omma.. 😥

    Suka

  78. wahhhh jadi tau kalo diaini kyu anak dari sahabt bpak nya minji…
    Tpi,,
    Agak gimana gitu ama eomma nya minji,, terkesan selalu memaksakan kehendak dia tnpa mau liat situsi nya…
    Hmmmmm
    Aku baru lanjut baca, dan bru kmnt lagi dichap ini… Wahhh jadi nyesel.. Baru tau sekarang.. soalnya.. Baru tau juga klo ada blog ini.. Hehe

    Suka

  79. Kasian minji yg sepertinya tertekan sm kelakuan ibunya sendiri,
    Wah kyuhyun sm minji udah mulai deket sepertinya tp masih jaim2an jg msh pd nyangkal kalo udah mulai ada rasa

    Suka

  80. Ternyata ayah kyuhyun dan ayah minji sahabatan, mangkanya ayah minji baik banget sama kyuhyun. Ibunya minji jahat banget, pantesan minji gak suka sama ibunya, dan minji udah mulai suka ya sma kyuhyun, semoga next part kyuhyun juga nunjukin tanda” cintanya ke minji 😁😁😁

    Suka

  81. kasian amat minji, dibohongin sama henry trs skrng ibunya kaya yg ga peduli. kyuhyun mulai perhatian sama minji duh kusuka. penasaran sama part selanjutnyaa

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s