Clown Man [Chapter 4]

69c603e5jw1ekj6ickfjhj20xc1e0qfj

Author : Minji • Main Cast : Cho Kyuhyun – Kang Minji  •  Support Cast : Choi Hyojin – Lee Hyukjae – Shim Changmin – Henry Lau – Lee Donghae and others • Genre : Romance  • Length : Chapter

================

“Minji ssi, pulanglah. Kau harus beristirahat. Malam ini biar aku saja yang menjaga Paman, dan aku bisa meneruskan pekerjaanmu.” Minji tidak bergeming dan masih terfokus dengan pekerjaan di laptopnya. Gadis itu tampak mengenakan kacamata bacanya, sedang duduk di sofa yang ada di ruangan rawat ayahnya. Sekalipun Kyuhyun duduk di sebelahnya dan membuat sofa itu sedikit berguncang, Minji seolah tidak terpengaruh sedikitpun.

Kyuhyun menarik nafas dalam. Kang Minji adalah gadis yang keras kepala, dan sangat menyebalkan jika ia sudah mulai tidak peduli pada lingkungan sekitar. Sudah dua hari ini Minji tidur di rumah sakit, menemani ayahnya dan berangkat kerja dari sana. Kyuhyun memperhatikan gadis itu bahkan tidak makan dengan teratur. Minji terlihat lebih murung dan wajahnya sedikit pucat. Kyuhyun khawatir juga kalau-kalau nanti justru Minji yang terbaring sakit. Ia akan lebih kerepotan lagi, karena tentu harus mengcover semua tanggung jawab Minji di kantor.

“Kau tahu kau sangat menyebalkan dan bebal? Paman akan marah jika tahu kau menyiksa dirimu seperti ini.” Kyuhyun berbicara sedikit lebih keras. Minji akhirnya melepaskan kacamata bacanya, meletakkan benda itu di atas meja. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan sayu. Ia begitu lelah, lahir dan batin.

“Kau sudah bertemu perwakilan Tuan Lee hari ini? Bagaimana respon mereka?” tanya Minji.

“Aku bertemu Tuan Lee secara langsung. Ia setuju, jadi beban pikiranmu berkurang satu. Sekarang pulanglah, aku akan melanjutkan ini.” Kyuhyun menutup pekerjaan Minji setelah menyimpannya terlebih dahulu. Pria itu juga mematikan laptop itu kemudian menutupnya. Minji bersandar pada sofa, memejamkan matanya.

“Aku bisa mati muda jika terus-terusan seperti ini. Ya Tuhan, akhirnya kau membuatku merasakan cobaan hidup yang sebenarnya. Jika tahu appa akan terkapar seperti ini, mungkin aku akan menunda proyek Ilsan agar aku bisa fokus merawatnya.” Desah Minji. Gadis itu membuka matanya, menatap ayahnya di pembaringan. Kang Jihyuk telah melakukan cuci darah kemarin, dan pria itu harus banyak beristirahat.

“Semua akan baik-baik saja, percayalah padaku.” Ucap Kyuhyun. Minji menatap Kyuhyun. Pria itu bukanlah keluarganya, tapi Kyuhyun sudah seperti anak sulung dari keluarga ini. Minji tidak tahu mengapa Kyuhyun begitu baik dan mau direpotkan hingga seperti ini. Apa hanya karena kedua orangtua mereka bersahabat? Mengingat bagaimana sikapnya terhadap Kyuhyun di awal-awal mereka saling mengenal, Minji merasa begitu malu.

“Kyuhyun ssi, apakah appa sering seperti ini selama aku tidak ada? Jawablah yang jujur, jangan menyembunyikan apapun dariku.” Kyuhyun terlihat memikirkan sesuatu. Minji adalah putri kandung Jihyuk. Sudah seharusnya gadis itu mengetahui keadaan ayahnya sendiri.

“Terakhir kali ia jatuh pingsan adalah sekitar dua minggu sebelum kepulanganmu. Saat itu memang tidak separah ini, meskipun dokter sudah mengatakan bahwa ginjalnya sudah tidak bisa berfungsi secara maksimal.”

“Aku benar-benar anak yang durhaka. Aku bahkan tidak tahu appa menderita sakit.”

“Paman mengetahui penyakitnya belum lama setelah kau berangkat ke New York. Dan dia bukanlah pria yang patah semangat. Paman termasuk kuat, apalagi setelah kau kembali. Aku perhatikan kesehatannya cukup baik. Mungkin ia terlalu senang karena kehadiranmu hingga ia melupakan penyakitnya.”

Setetes air mata mengalir dari sudut mata gadis itu. Ia memandang tubuh ayahnya yang berbaring. Sungguh, Minji merasa begitu menyesal. Seharusnya ia tidak ke New York. Ia seharusnya tinggal di Korea, menemani ayahnya. Mungkin pria itu tidak akan pernah sakit jika saja ada dirinya di sisi ayahnya.

Minji menoleh ketika merasakan bahunya ditepuk dengan lembut. Cho Kyuhyun tersenyum padanya.

“Bersyukurlah karena kau masih punya kesempatan untuk merawatnya. Paman sangat mungkin untuk sembuh, jika ia berhasil mendapatkan ginjal yang cocok.”

“B—benarkah, yang kau katakan?” Minji berkata lirih, dan Kyuhyun hanya mengangguk, mencoba meyakinkan gadis itu.

“Sekarang pulanglah. Aku akan mengantarmu sekaligus ingin mengambil beberapa barang di rumah.” Ujar Kyuhyun lagi, dan Minji sepertinya merasa lebih baik. Ia menghapus air matanya, dan gadis itu bersedia untuk pulang.

————————–

“Maaf, Nyonya. Direktur Kang sedang ada tamu penting. Lagipula anda belum membuat janji dengan beliau. Jadi anda tidak bisa bertemu beliau begitu saja.” Hyojin berkata dengan sopan sambil tersenyum. Wanita di hadapannya tersenyum sinis. Ia memperhatikan Hyojin dengan tatapan mengintimidasi, membuat Hyojin merasa tidak nyaman. Wanita ini sangat mirip dengan atasannya, tapi Hyojin merasa nyonya cantik ini lebih menyeramkan.

“Nona cantik, katakan saja Shin Nayoung ingin bertemu dengannya.”

“Tapi Nyonya—“

“Ada apa Nona Choi?”

Kyuhyun muncul di tengah perdebatan kecil itu. Ia juga sedikit terkejut setelah mengetahui siapa yang berkunjung tanpa ada angin dan juga hujan siang ini ke gedung Discovery Group. Shin Nayoung, wanita yang namanya cukup familiar bagi Kyuhyun beberapa hari terakhir.

“Oh, kau rupanya. Bukankah kau pria yang datang dengan putriku waktu itu?” Shin Nayoung memperhatikan pria muda tampan yang berdiri di hadapannya. Hyojin sedikit tidak mengerti, karena sepertinya wanita angkuh ini sudah pernah bertemu dengan Kyuhyun. Dan ia menyebut Kyuhyun bersama putrinya?

“Ya, Nyonya. Aku Cho Kyuhyun. Senang bertemu dengan anda lagi.” Kyuhyun sedikit menunduk sebagai tanda ia menghormati wanita itu. Shin Nayoung kembali memperhatikan Kyuhyun dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pria yang tampan, terlihat gagah dalam balutan jas hitam dan dasi berwarna biru dengan motif garis-garis.

General Manager.

Nayoung tersenyum melihat jabatan yang terlihat pada name tag yang dipakai Kyuhyun di dada sebelah kanannya.

Orang penting.” Begitulah pikir wanita itu.

“Aku tidak tahu bahwa Kang Jihyuk mempercayakan seseorang yang masih cukup muda untuk menempati posisi General Manager mengingat kau adalah orang luar. Sepertinya kau sangat hebat dan tekun, Tuan muda Cho.”

Nayoung tersenyum. Kyuhyun merasa tidak nyaman mendengar perkataan wanita itu. Meskipun ia berkata dengan tersenyum dan nada yang normal, Kyuhyun bisa merasakan ada semacam rasa tidak suka tersirat dari sana. Hyojin pun hanya diam, menyimak adegan di hadapannya dengan baik dan hati-hati.

“Nyonya, jika anda benar-benar ingin bertemu Direktur Kang, mari menunggu di ruangan VIP. Akan kuantar anda ke sana.” Tawar Kyuhyun.

“Hmm, penawaran yang bagus. Baiklah, dan katakan padanya untuk segera menemuiku begitu tamu pentingnya sudah pulang. Aku tidak punya banyak waktu hari ini, kalau bukan untuk menemui putriku.”

**

“Dia adalah ibu kandung Minji ssi? Mantan istri presdir? Ya Tuhan. Oppa, maafkan aku. Minji ssi mungkin akan menegurku karena sudah bersikap tidak mengenakkan pada ibunya. Andai aku tahu nyonya sombong itu adalah ibunya, aku mungkin tidak akan seketat itu.” Hyojin terlihat sedikit khawatir dan panik.

“Bukan salahmu. Tidak usah takut. Minji tidak akan menegurmu. Lagipula ia tidak berharap bertemu dengan ibunya. Hubungan mereka tidak seperti yang kau bayangkan.” Jelas Kyuhyun.

“Apa maksudmu, Oppa?”

“Bukan hal yang harus kuceritakan. Baiklah, aku harus kembali ke ruangan. Kau kembali saja bekerja, dan katakan pada Changmin dan Eunhyuk aku tidak ikut makan siang dengan kalian. Jika Nyonya itu menghampirimu lagi, kau diam saja dan minta ia tetap menunggu.”

“Baiklah. Oh ya, Oppa. Apa nanti sore aku boleh ikut ke rumah sakit? Aku ingin menjenguk presdir.”

“Tentu. Kau datang saja. Kabari aku jika kau sudah tiba.” Kyuhyun tersenyum kemudian meninggalkan gadis itu ke ruangannya. Hyojin menarik nafas panjang. Ia hampir saja melakukan kesalahan. Kini Hyojin mengerti, darimana Minji mendapatkan wajah rupawan sekaligus sifat angkuh yang menakutkan. Kang Minji dan Shin Nayoung, mereka memang pasangan ibu dan anak yang sangat mirip.

**

“Untuk apa kau datang menemuiku? Bukankah kau bilang sudah tidak peduli lagi padaku dan appa?”

“Jaga bicaramu. Begitukah kau berbicara dengan wanita yang sudah melahirkanmu ke dunia?”

Minji tersenyum sinis. Gadis itu membuka tirai yang menutup kaca besar di ruang VIP gedung itu, melihat hiruk-pikuk Seoul di musim dingin.

“Kau masih menganggapku sebagai anakmu?”

“Sampai kapanpun kau masih anakku. Aku tidak peduli meskipun sekarang kau ada di pihak appamu.”

“Omma, lekas katakan apa keperluanmu. Aku tidak punya banyak waktu. Pekerjaanku sangat banyak dan aku harus ke rumah sakit.”

“Aku hampir lupa bahwa kau adalah orang penting dan sibuk sekarang. Aku senang, akhirnya kau berguna dalam hidupmu.”

“Oh, tentu saja. Aku selalu berguna bagi orang-orang yang peduli dan menyayangiku. Orang yang tidak peduli tentu tidak akan merasakan hal itu.”

“Aku benci setiap kali kita harus bertengkar dan terlibat kesalahpahaman seperti ini. Kini kau mirip appamu. Egois dan memuakkan.” Minji tertawa kecil. Gadis itu berbalik dan menatap ibunya tajam.

“Sepulang dari New York Appa mengatakan bahwa aku semakin mirip denganmu. Kini kau mengatakan bahwa aku mirip dengan appa. Kalian mungkin sudah lupa jika aku lahir karena kalian. Menyedihkan sekali.” Shin Nayoung terlihat cukup tersudut. Ia sadar, sifat kaku gadis ini memang menurun dari dirinya dan Jihyuk.

“Aku tidak akan berbelit-belit lagi. Aku hanya ingin menyampaikan jika aku akan tinggal untuk waktu yang lama di Seoul. Aku harus mengabarimu karena kau adalah anakku satu-satunya. Jangan sungkan untuk datang padaku jika kau membutuhkan ibumu ini.” Nayoung bergegas akan meninggalkan ruangan setelah mengatakan hal itu. Hati wanita itu terasa pedih karena diperlakukan seperti itu oleh putri kandung yang sangat dicintainya.

“Omma.” Minji menghentikan langkah ibunya. Nayoung membalik tubuhnya dan menatap gadis itu.

“Tidakkah kau khawatir sedikitpun pada appa? Aku sangat berharap kau datang untuk menanyakan keadaannya.” Nayoung seakan merasakan tamparan pada wajahnya. Ucapan Minji cukup melukainya.

“Aku tahu ia akan baik-baik saja. Maafkan aku. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mencampuri urusannya lagi.”

Setelah mengucapkan hal itu, Shin Nayoung meninggalkan Minji seorang diri. Gadis itu nyaris rubuh jika saja tangan kirinya tidak segera bertemu dengan pinggiran meja. Minji seperti merasakan mimpi buruk. Benarkah apa yang dikatakan ibunya? Seharusnya wanita itulah yang kini paling berhak ada di sisi ayahnya, mengayomi dan menemani pria itu.

————————-

Kang Jihyuk makan dengan lahap disuapi oleh Minji putrinya. Minji merasa sangat senang karena ayahnya bersedia menghabiskan porsi makan malam yang disiapkan rumah sakit untuk dirinya.

“Apakah buburnya enak?” Tanya Minji setelah membereskan perlengkapan makan ayahnya. Jihyuk tersenyum menatap putri semata wayangnya.

“Sangat enak karena kau yang menyuapiku. Apa kau sudah makan? Sebaiknya pesan jasa delivery saja. Cuaca sangat dingin di luar. Aku tidak ingin putriku sakit.” Minji tersenyum lalu memegang tangan pria tua itu. Gadis itu ingin menangis mengingat pertemuan singkatnya dengan sang ibu tadi siang. Minji tidak menyangka ia memiliki seorang ibu yang kejam. Ayahnya sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Gadis itu menahan tangis, tidak ingin ayahnya melihat tangisannya.

“Appa, kau harus segera sembuh. Aku juga Kyuhyun sedang berusaha mencari informasi pendonor ginjal yang sesuai untukmu. Appa harus bersemangat dan bertahan,” Minji mengusap tangan ayahnya. Jihyuk tersenyum, membelai kepala putrinya.

“Ada yang ingin kusampaikan padamu, soal pengobatanku. Dengarkan perkataanku baik-baik dan jangan membantahku sebelum aku selesai bicara.” Minji mengangguk tanda ia akan menuruti perintah ayahnya.

“Aku akan berangkat ke Jerman melakukan pengobatan bersama sekretaris Kim. Ia akan menemaniku dan mengurus segala keperluanku selama di sana. Kau jangan khawatir, tim dokter yang akan mengurusku di sana sudah menemukan pendonor yang tepat.” Minji terdiam dan ia cukup terkejut dengan perkataan ayahnya.

“Kapan kau akan pergi? Aku ikut.”

“Segera setelah aku keluar dari sini. Kau tidak bisa ikut. Kau harus tinggal di sini, mengurus perusahaanku.”

“Aku tidak mau. Aku mau menemanimu, mengurusmu, merawatmu hingga kau sembuh, Appa—”

“Ini perintah ayahmu. Aku sudah merencanakan ini sejak lama. Kau datang untuk mengurus perusahaan sehingga aku bisa fokus pada pengobatanku. Aku tidak bisa mempercayakan perusahaanku pada orang lain. Aku akan tenang jika kau yang mengurusnya. Lagipula kau sedang mengerjakan sebuah proyek. Itu harus berhasil dan kau harus tunjukkan padaku hasil kerja kerasmu.”

Air mata menetes dari kedua sudut mata Minji. Sangat berat rasanya, mendengar perkataan ayahnya. Yang gadis itu inginkan saat ini hanyalah berada di dekat pria tua itu. Minji sangat takut sesuatu yang buruk menimpa ayahnya ketika ia tidak berada di sisi pria itu.

“Jangan menangis. Aku tidak akan mati dengan cepat. Jangan berpikiran aneh-aneh.” Seolah mengerti apa yang tengah dipikirkan Minji, Jihyuk menghapus air mata putrinya dengan ibu jarinya.

“Appa, aku akan sendirian jika kau pergi.” Jihyuk tersenyum.

“Ada Kyuhyun. Dia akan menjagamu dan membantumu selama aku pergi. Aku sudah memberitahu semuanya pada Kyuhyun, dan ia sangat bisa diandalkan. Pesanku, jangan mengambil keputusan sendirian. Diskusikanlah segala hal dengan Kyuhyun, atau Manager Jang. Mereka adalah tangan kananku, dan mereka cukup pintar serta memahami dunia bisnis yang kadang cukup kejam.”

Minji kembali diam. Lagi-lagi Kyuhyun. Minji memang mulai menyadari banyak sisi positif dari pria cerdas itu. Namun tetap saja, Minji merasa iri karena ayahnya sangat percaya pada pria itu.

Obrolan ayah dan anak itu terputus ketika Kyuhyun masuk bersama seorang gadis, Choi Hyojin. Sekretaris Minji itu tersenyum dan memberi salam hormat pada Minji dan ayahnya. Jihyuk terlihat senang dengan kehadiran gadis itu, dan ia mempersilakan Hyojin untuk duduk di dekatnya.

Perasaan itu datang lagi. Minji merasa kesal pada Kyuhyun dan Hyojin entah karena apa, tapi yang jelas ia kembali kesal pada Kyuhyun karena Minji merasa ayahnya lebih mempercayai pria itu daripada dirinya. Kyuhyun yang menyadari aura tidak enak dari wajah Minji menatap gadis itu. Minji sepertinya baru saja menangis. Kyuhyun bisa melihat hal itu dengan jelas. Bukan apa-apa, tapi Kyuhyun cukup paham bahwa hari ini Minji menjalani hari yang berat terutama setelah bertemu ibu kandungnya siang tadi. Namun Kyuhyun memilih diam, menyimpan rasa ingin tahunya karena ia merasa tidak berhak ikut campur terlalu jauh pada kehidupan pribadi gadis itu.

“Appa, aku akan keluar sebentar. Mencari udara segar.” Minji pun memilih keluar ruangan dan meninggalkan ayahnya bersama Kyuhyun dan Hyojin.

**

Hyojin baru saja pulang, dan Kyuhyun hendak masuk ke dalam rumah sakit setelah mengantar gadis itu hingga ke mobilnya. Kyuhyun merapatkan mantelnya karena udara sangat dingin. Salju pertama baru saja turun di Seoul malam itu.

Langkah Kyuhyun terhenti saat ia melihat sosok Minji sedang duduk di bangku taman rumah sakit. Gadis itu duduk sendirian dalam balutan syal dan coat berwarna hitam. Apa gadis tu sedang menikmati salju pertama sendirian?

“Hei.” Kyuhyun dengan suaranya yang berat karena cuaca dingin menyapa Minji. Gadis itu menoleh sebentar dan menghembuskan nafasnya berat.

“Apa Hyojin sudah pulang?”

“Sudah. Aku baru saja mengantarnya ke parkiran.”

“Kalian terlihat sangat serasi.”

“Kau bukan orang pertama yang mengatakan itu.”

“Apa kalian pacaran?”

“Hahahha. Kau juga orang kesekian yang bertanya seperti itu.” Kyuhyun tertawa renyah. Minji merasa kesal karena Kyuhyun mengabaikan pertanyaan penting dimana Minji sangat membutuhkan jawaban atas itu. Kyuhyun duduk di sebelah gadis itu, menatap rumput yang mulai dipenuhi salju.

“Jangan sok misterius begitu. Aku bertanya dan sudah seharusnya kau memberikan jawaban.”

“Kau marah padaku?”

“Untuk apa aku marah?”

“Kau terlihat marah.”

“Jawab saja pertanyaanku dan jangan menambahkan omong kosong dalam pembicaraan ini.” Kesal Minji. Kyuhyun kembali tertawa renyah. Minji rasanya ingin memukul kepala pria itu dengan batu agar formasi otaknya menjadi lebih waras.

“Aku hanya bercanda. Kau bisa cepat tua dan keriput jika terus merasa kesal. Kau harus sering tersenyum. Kata Changmin, kau terlihat ratusan kali lebih mempesona jika tersenyum.” Minji tersenyum sinis.

“Tidak penting bagiku mendengar pendapat orang yang tidak ada di sini. Menyebalkan sekali.”

“Kalau begitu bagaimana dengan pendapatku? Kau terlihat jauh lebih cantik jika tersenyum.”

Minji menoleh. Pipinya tiba-tiba menghangat. Cho Kyuhyun sedang menatapnya dan menyeringai lebar. Ya Tuhan. Minji bisa merasakan jantungnya berdetak jauh lebih cepat, dan seluruh tubuhnya menghangat hanya karena berdekatan dengan pria aneh ini. Cho kyuhyun yang tampan, sayang ia sangat berbakat membuat tekanan darah Minji naik dengan cepat, sebaik menurunkannya kembali dan membuatnya tenang, seperti yang dirasakan Minji saat ini.

“Kyuhyun ssi,”

“Ya, Bu Direktur?”

“Aku iri padamu. Seberapa banyak kau tahu rencana appa? Kau tahu ia akan pergi berobat ke Jerman. Kau juga tahu situasi kesehatannya dan ikut merahasiakannya dariku. Apalagi yang kau tahu? Tidak bisakah kau memberitahuku? Aku sangat mengkhawatirkan appa. Tidak ada hal lain yang lebih penting bagiku saat ini selain dia.” Kyuhyun menghembuskan nafasnya pelan. Sepertinya obrolan mereka mengarah pada hal serius, dan Kyuhyun harus berhenti bercanda.

“Paman hanya tidak ingin kau khawatir berlebihan dan memikirkan semuanya. Yang aku tahu pasti, ia sangat ingin melihatmu menjadi pemimpin di perusahaannya. Percayalah, ia melakukan semua ini untuk kebaikanmu. Aku hanya bisa memberitahumu itu.”

“Ia begitu percaya padamu. Ia bahkan memintaku agar bergantung padamu selama ia tidak ada. Cho Kyuhyun, kau benar-benar orang baik bukan? Aku bisa mempercayaimu bukan? A—aku.. aku tidak tahu harus percaya dan bergantung pada siapa lagi selain pada appa.” Kyuhyun merasa kasihan melihat gadis ini. Ia sangat paham mengapa Minji berkata demikian. Jika saja hubungannya dengan sang ibu tidak buruk, Minji mungkin tidak akan merasa seperti ini.

“Aku mungkin bukan orang baik. Tapi aku akan melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang memberiku kepercayaan. Kau bisa pegang ucapanku.” Kyuhyun tiba-tiba menyodorkan jari kelingkingnya. Minji menatap pria itu, dan senyum tulus Kyuhyun menyambutnya. Salju berjatuhan di atas kepala pria itu, begitu juga dengan dirinya. Minji tersenyum kecut, lalu mengaitkan jari kelingkingnya dengan milik Kyuhyun.

“Hei, kau belum jawab pertanyaanku.”

“Pertanyaan yang mana?”

“Soal kau dan Hyojin. Kedekatan kalian. Kau pacaran dengannya?”

“Apa pentingnya bagimu jika kau tahu?” Minji merasa tersudut. Kyuhyun bisa-bisa menjebaknya.

“B—bukan begitu. Aku hanya penasaran. Jika kalian memang pacaran, aku akan menjaga jarak. Kita tinggal serumah, tentu itu tidak akan baik bagi Hyojin jika kalian berpacaran. Kita bukan saudara, bukan keluarga, tapi kita tinggal satu atap. Kita—”

“Hyojin tidak akan peduli hal itu karena kami tidak punya hubungan seperti itu. Kau tidak usah berlebihan. Aish, itu kenapa aku lebih suka hidup bebas. Terikat dengan wanita hanya akan membuatku harus memikirkan hal-hal remeh seperti itu.” Kyuhyun berkata cuek, lalu menatap butiran salju yang jatuh ke tanah.

Minji menatap Kyuhyun diam-diam. Entah mengapa ia merasa lega mendengar jika Kyuhyun tidak berpacaran dengan Hyojin. Tidak hanya itu, Kyuhyun bahkan mencoba mengatakan jika dirinya tidak terikat dengan wanita manapun.

Salju pertama tahun ini telah turun. Minji tidak menyangka ia menyaksikan dan menikmati salju pertama dengan orang yang bahkan belum dikenalnya dengan baik. Minji bukanlah tipe orang yang mudah menerima orang baru. Namun pengecualian untuk Kyuhyun. Meskipun Kyuhyun sering membuatnya kesal, Minji sadar, ia merasa nyaman berada di dekat pria itu. Ia tidak tahu rasa nyaman itu berasal dari mana, yang jelas Minji merasa Kyuhyun begitu hangat, seperti mendiang ayahnya.

——————–

Satu minggu kemudian….

Kang Jihyuk akhirnya berangkat ke Jerman dengan ditemani oleh sekretaris pribadinya. Minji terlihat sangat sedih karena ditinggal ayahnya. Kini gadis itu hanya tinggal dengan Cho Kyuhyun di rumah besar itu, dengan beberapa pelayan tentu saja.

Malam itu, Minji menatap salju yang turun di luar dari balkon kamarnya. Gadis itu merasa kesepian. Kyuhyun sedang melakukan pekerjaan sampingannya di sebuah bar dan pria itu belum kembali. Minji memegang handphonenya. Sejak tadi, ia sangat ingin mengirimkan pesan pada Cho Kyuhyun, bertanya apakah pria itu sudah selesai atau belum. Namun Minji merasa ragu. Ia merasa akan menjatuhkan harga dirinya di depan Cho Kyuhyun dan ia tidak mau Kyuhyun berpikir bahwa gadis itu sangat bergantung padanya. Berulang kali Minji menghapus pesan yang hendak ia kirimkan pada pria itu.

“Mengapa aku merasa seperti seorang istri yang menunggu suaminya pulang ke rumah?” Minji merutuk pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba saja sebuah pesan masuk ke handphone Minji. Cho Kyuhyun.

“Kau sudah makan?
Aku sedang lewat di Myeongdong.
Kau mau makan ayam tidak?”

Minji tersenyum. Sepertinya Tuhan sangat baik hingga menolongnya, jadi ia tidak perlu menghubungi pria itu lebih dulu.

**

Ruang tengah kediaman Kang Jihyuk terlihat cukup berantakan malam itu. Meja dipenuhi dengan botol bir, ayam, serta mangkok bekas mie hitam yang sudah habis. Kyuhyun benar-benar membeli banyak makanan, dan Minji bersyukur ia tidak makan malam sebelumnya. Bibi Hwang tidak jadi memasak karena nona muda mereka tidak bernafsu makan. Sejak Jihyuk berangkat ke Jerman, gadis itu seringkali tidak makan malam kecuali ada Kyuhyun di rumah itu.

“Yah, filmnya habis.” Minji mendesah kecewa. Mereka baru saja menghabiskan satu film kartun karya Disney dan Kyuhyun terheran karena gadis seperti Kang Minji masih memiliki hobi menonton film kartun.

“Aku pikir kau tidak menyukai film kartun. Gadis sepertimu biasanya menyukai film romantis.”

“Jangan sok tahu tentang aku. Aku menyukai film kartun dan juga hal-hal yang berbau anak-anak. Aku suka pergi ke taman hiburan, aku suka balon, dan aku sangat suka pada badut.” Minji bercerita sedikit tentang dirinya sambil meneguk sedikit bir yang tersisa di gelasnya. Mendengar jawaban Minji, Kyuhyun hanya diam.

“Hei, omong-omong soal badut. Ayahmu pernah membawa banyak sekali badut saat aku berulang tahun waktu kecil. Badut-badut itu tidak bisa bicara, tapi mereka sangat pintar membuat orang tertawa. Dulu banyak teman perempuanku yang takut melihat badut, tapi aku justru sangat suka. Aku ingat sekali, Paman Daejung bilang padaku bahwa ialah induk dari badut-badut itu.”

“Oh ya?”

Minji tersadar. Ia tidak seharusnya membahas soal Daejung dengan Kyuhyun. Pantas saja pria itu hanya diam dan terlihat tidak tertarik ketika ia memulai bualannya soal badut.

“K—Kyuhyun ssi.. kau tidak apa-apa? Aku minta maaf karena  membahas soal ayahmu. Akan kuhentikan jika itu membuatmu tidak nyaman.. Maafkan aku.”

“Oh? Ah.. tidak, bukan begitu. Kau tidak perlu meminta maaf. Aku hanya mengantuk. Hmm, sudah pukul 12 lewat. Sebaiknya kau juga tidur. Besok kita harus pergi menemui pimpinan Grup Yongshin.” Minji terlihat kecewa karena Kyuhyun justru menyuruhnya untuk tidur. Gadis itu masih ingin mengobrol lebih lama lagi, tapi sepertinya Kyuhyun tidak begitu tertarik.

“Baiklah, kalau begitu. Istirahatlah. Selamat malam, sampai bertemu besok.”

Sementara mereka sudah kembali ke kamar masing-masing, Kyuhyun mencoba memejamkan matanya. Minji bahkan menyukai ayahnya, sangat menyukai pria itu. Apakah hanya dirinya saja yang tidak menyukai profesi ayahnya sendiri? Anak macam apakah dia ini?

Kyuhyun menarik laci di sebelah tempat tidurnya, mengambil sebuah foto yang diambil kira-kira lima belas tahun yang lalu. Di foto itu, tampak seorang pria dengan kostum badut sedang dipeluk oleh seorang bocah. Bocah itu adalah dirinya, Kyuhyun ketika ia berusia 12 tahun. Saat itu, Kyuhyun sangat dekat dengan sosok ayahnya, yang tidak lain adalah pria di foto itu.

“Appa, aku merindukanmu. Maafkan aku, anak yang tidak tahu terimakasih ini.” lirih Kyuhyun. Matanya terasa perih, hingga akhirnya pria itu meneteskan air matanya. Tangisan yang hanya bisa ia rasakan sendiri, tanpa bisa ia tunjukkan di hadapan orang lain.

———————–

Kyuhyun dan Minji menjadi dua orang pertama yang masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai 10 gedung perkantoran tinggi milik Yongshin Group, investor utama dalam proyek Ilsan. Di belakang mereka beberapa detik kemudian menyusul berbagai macam orang yang rata-rata adalah karyawan di gedung itu. Lift  menjadi penuh sesak, membuat Minji dan Kyuhyun semakin terdesak ke sudut.

“Ahh!” Minji sedikit berteriak ketika seorang pria menginjak kakinya. Pria itu bahkan tidak sadar bahwa ia telah menginjak kaki seorang wanita cantik di belakangnya. Kyuhyun yang melihat hal itu merasa cukup kesal tapi ia tidak mungkin menjadikan hal itu sebagai masalah besar karena mereka adalah tamu di sini. Melihat betapa Minji merasa sangat terdesak dan tidak nyaman, Kyuhyun menarik pinggang gadis itu merapat dan menghadap padanya, membuat tubuh Minji berada di dalam lindungannya. Minji mendongak dan melihat rahang pria itu tepat di depan matanya. Merasakan tangan pria itu melingkari pinggangnya, membuat kerja jantung gadis itu di atas normal.

“Apa yang kau lakukan?” bisik Minji.

“Sssst.” Hanya itu yang diucapkan Kyuhyun tanpa menoleh pada gadis itu.

Minji mencoba untuk tidak menatap Kyuhyun. Ia tidak lagi memikirkan bagaimana sesaknya lift ini, tapi kini ia memikirkan detak jantungnya yang sangat cepat. Aroma maskulin Kyuhyun, nafas hangatnya yang menyapu puncak kepala Minji, dan juga tubuh mereka yang menempel seperti ini. Minji tidak punya pilihan lain. Ia tidak mungkin mengamuk pada Cho Kyuhyun dan mengatakan bahwa pria itu mencuri kesempatan.

Cho Kyuhyun, ia mencoba untuk tidak menatap gadis yang tengah menempel padanya, apalagi menatap bibir yang dipoles dengan warna merah pucat itu. Minji adalah wanita dewasa, dan tubuh gadis itu tidak lagi rata seperti gadis kecil. Kyuhyun bisa merasakan dengan jelas tekstur tubuh gadis itu hanya dengan Minji berdekatan dengannya seperti itu. Meskipun berpakaian formal dan rapi, gadis itu justru terlihat seksi dengan busana kantoran. Lift sialan. Kyuhyun ingin cepat-cepat keluar dari situasi ini.

Seiring dengan semakin berkurangnya jumlah orang dan tidak banyak yang akan naik ke lantai berikutnya, suasana lift menjadi lebih lenggang hingga akhirnya hanya menyisakan lima orang yang akan ke lantai 10 termasuk Kyuhyun dan Minji. Suasana di antara mereka menjadi aneh dan tiba-tiba saja keduanya berjauhan karena sadar tangan Kyuhyun masih merengkuh pinggang ramping Minji meskipun kapasitas lift sudah berkurang. Wajah Minji memanas. Diam-diam gadis itu memegang dadanya, mencoba merasakan detak jantungnya. Ia tidak tahu jika berdekatan dengan Cho Kyuhyun bisa membawa dampak yang begitu besar pada dirinya. Sebelum-sebelumnya, Minji tidak pernah merasa setegang ini ketika berada di dekat Kyuhyun.

“Kau kenapa? Apa kau tiba-tiba sakit?” suara Kyuhyun menyadarkan Minji ketika mereka sudah keluar dari dalam lift. Minji terus-terusan menyentuh dadanya dan wajah gadis itu terlihat aneh.

“Apa? Sakit? Aku baik-baik saja.” Minji berkata dengan nada datar, mencoba tenang. Gadis itupun melenggang lebih dulu, meninggalkan Kyuhyun di belakangnya. Kyuhyun memandang tubuh Minji yang berjalan mendahuluinya.

“Sial. Kenapa denganku? Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.” gumam Kyuhyun mengusap tengkuknya sendiri.

**

Tuan Lee pimpinan Yongshin Group terlihat sangat senang menyambut kedatangan Minji. Ia memang mendengar dari Kang Jihyuk bahwa putrinya masih lajang, dan pria paruh baya itu tidak menyangka jika Kang Minji adalah gadis yang masih muda dan enerjik, sedang matang-matangnya.

“Hahahha, aku sangat senang bekerja sama dengan wanita cantik. Kang Jihyuk ternyata menyimpan berlian di dalam rumahnya.” Tuan Lee Yongshin berkelakar ketika ia sudah selesai membahas masalah kontrak dengan Minji dan Kyuhyun.

“Anda sangat berlebihan, Presdir. Terimakasih atas jamuan makan siangnya. Jadi kapan anda akan ikut meninjau lokasi?” Tanya Minji sopan. Gadis itu tersenyum sangat manis. Kyuhyun terus mengawasi gelagat gadis ini. Oh, kali ini Kang Minji sedang menjelma menjadi wanita karir yang pintar dan bermulut manis.

“Nanti saja, setelah liburan Natal. Sampai bertemu nanti, Nona Kang.” Setelah berbasa-basi mengakhiri obrolan, Minji dan Kyuhyun pun kemudian permisi dan pulang.

“Seharusnya aku tidak usah ikut saja. Kau bahkan bisa menghandle dengan sangat baik semua klien pria tanpa bantuanku.” Sindir Kyuhyun dalam perjalanan pulang.

“Semestinya begitu. Tapi appa selalu menyuruhku untuk melibatkanmu. Dia bilang agar tidak ada yang membodoh-bodohiku.”

Kyuhyun sedikit terbatuk. Jika sudah memakai busana formalnya, Minji terlihat jauh lebih menarik dan cerah. Gadis itu sangat pintar membuat dirinya terlihat mencolok. Tidak heran jika Lee Yongshin yang sudah tua pun terpikat pada kecantikannya. Tugas Kyuhyun rasanya semakin berat. Haruskah dia juga mengurusi masalah pribadi gadis ini nanti?

“Kyuhyun ssi..”

“Ya?”

“Appa bilang padaku, kau selalu pulang ke Sokcho selama dua sampai tiga hari untuk merayakan Natal dengan keluargamu.”

“Itu benar. Ada apa?”

“Tahun ini, aku tidak ingin merayakan Natal sendirian.”

“Bukankah ibumu di Korea?”

“Aku tidak ingin menikmati Natal dengan wanita itu.”

“Dia tetaplah ibumu. Lalu bagaimana? Apa kau lebih memilih ke gereja sendirian?”

“Hmm.. aku sudah memikirkan ini. Jika kau tidak keberatan, aku ingin ikut denganmu ke Sokcho. Bolehkah? Aku ingin tahu ibu juga adikmu. Orangtua kita bersahabat. Bukankah ini baik bagiku untuk mengenal keluargamu?”

“Oh, begitu. Ya, boleh saja. Asalkan kau tidak merepotkan.”

“Aish. Aku bukan anak kecil.” desis Minji.

————————–

Kyuhyun dan Minji akhirnya tiba di Sokcho setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh selama tiga jam. Minji tertidur dalam perjalanan, dan Kyuhyun merasa tidak tega harus membangunkan gadis itu. Sejak kemarin malam, Minji sama sekali tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Tapi tidak ada cara lain selain membangunkan gadis itu.

“Minji ssi, bangunlah. Kita sudah sampai.” Kyuhyun menyentuh bahu gadis itu, tapi Minji belum bereaksi.

“Hei, bangun. Kita sudah sampai di rumahku.” Kyuhyun menepuk pipi gadis itu pelan. Minji membuka matanya, dan gadis itu terkejut melihat wajah Kyuhyun berada sangat dekat dengannya. Ia segera membenarkan posisinya, memperhatikan penampilannya pada cermin yang ia ambil dari dalam tasnya.

Sial. Mengapa aku ketiduran di sebelahnya?” sesal Minji dalam hati.

Kyuhyun hanya tersenyum melihat tingkah gadis itu. Ia keluar lebih dulu lalu membuka bagasi untuk mengambil barang bawaan mereka. Minji menyusul ke luar, dan hari sudah mulai gelap. Gadis itu merapatkan coatnya karena udara di Sokcho terasa lebih dingin.

Rumah Kyuhyun tidak sebesar rumah Minji di Seoul tapi rumah itu cukup nyaman dari luar dan halamannya begitu luas. Tidak ada kesan lain selain nyaman karena rumah itu dipenuhi banyak tanaman hias dan juga bunga. Kyuhyun pernah bilang bahwa kini rumah itu hanya ditinggali ibu dan adik perempuannya, jadi mungkin mereka berdualah yang hobi memelihara bunga dan tanaman hijau itu.

Minji disambut dengan sangat ramah oleh ibu Kyuhyun. Wanita itu sangat sederhana dan cantik, dan Minji bisa melihat bibir wanita itu mirip dengan Kyuhyun. Begitu tiba Kyuhyun dan Minji sudah disajikan makan malam yang enak, dan Minji terkejut karena itu semua adalah makanan favoritnya.

“Kyuhyun yang memberitahuku makanan kesukaanmu. Aku bertanya padanya ketika ia mengatakan bahwa kau ingin ikut ke Sokcho. Apa kau menyukainya, Nak?”

Jjampong ini sangat enak, Bibi. Terimakasih karena sudah sengaja memasak untukku.” Minji tersenyum ramah. Kyuhyun merasa senang melihat Minji bisa mengobrol dekat dengan ibunya.

“Kyuhyun ah, setelah makan malam kau antarkan Minji ke kamarnya. Aku sudah menyiapkan kamar di sebelah kamar Yoora. Jelaskan juga padanya isi rumah kita supaya ia tidak kebingungan. Aku harus pergi ke rumah tetangga sebentar untuk sebuah urusan.”

**

Minji baru saja menyelesaikan ritual mandi air hangatnya. Gadis itu memakai celana panjang tebal juga sweater hangat berwarna merah muda. Minji merasa lebih segar setelah berendam dan ia merasakan rasa lelahnya selama di perjalanan lenyap seketika.

Minji mendengar suara tawa pria dan wanita di luar kamarnya. Gadis itu keluar untuk mencari tahu, dan ia melihat Kyuhyun sedang duduk dengan seorang gadis cantik yang masih sangat muda, kira-kira usianya 20 tahun atau mungkin kurang. Gadis berambut panjang itu pastilah Cho Yoora, adik kandung Kyuhyun. Ya, Minji sangat yakin karena wajah mereka memang mirip.

“Kyuhyun ssi, apa aku boleh bergabung?” Minji datang dan membuat kakak beradik itu melihat ke arahnya. Cho Yoora tersenyum pada Minji, mempersilakan gadis itu duduk di sebelah Kyuhyun.

“Kau pasti Minji eonnie, putri kesayangan Paman Jihyuk. Aku Cho Yoora, adik Kyuhyun oppa.” Yoora memperkenalkan dirinya dengan ramah. Minji merasa sangat bersyukur, ia disambut oleh orang-orang yang ramah. Sungguh, hanya Cho Kyuhyun yang memiliki kepribadian sedikit menyebalkan. Selebihnya mendiang ayah, ibu bahkan adiknya semuanya adalah orang-orang yang menyenangkan.

Annyeong, Yoora ssi. Kau cantik sekali.” Ujar Minji.

“Terimakasih. Tapi eonnie juga sangat cantik, seperti yang sering diceritakan Paman dan Oppa.” Minji melirik Kyuhyun, dan pria itu hanya terbatuk kecil. Benarkah Kyuhyun bercerita seperti itu tentang dirinya? Minji wajib merasa senang.

“Ah, Yoora ya! Kau bicara apa? Kapan aku bicara begitu?”

“Baru saja. Kau bilang Minji eonnie cantik dan mirip denganku saat marah. Kau kenapa? Kau merasa malu ketika orang yang kau bicarakan ada di depanmu?” Yoora benar-benar jujur. Kyuhyun tidak menyangka ia memiliki adik yang begini polos dan sungguh tidak bisa menjaga harga diri kakaknya.

“Tapi maksud dan inti pembicaraanku tidak seperti itu. Dia memang cantik. Kau tanya tetangga dan semua warga di sini pasti akan mengatakan dia cantik. Aku hanya menekankan dia mirip denganmu ketika kalian kesal.”

“Aku juga tidak mengatakan kau punya maksud lain dengan mengatakan Minji eonnie cantik. Kau ini kenapa sih? Mengapa jadi aneh dan meributkan hal yang kecil?”

“Hei, sudah-sudah. Aku jadi malu kalian berdebat karena hal tidak penting tentang diriku.” Kyuhyun merasa tidak enak dan malu pada Minji. Ia hanya tidak mau Minji mendengar dirinya dipuji oleh Kyuhyun di depan orang lain. Entah mengapa, sifat Minji yang ketus itu tiba-tiba menghilang sejak ia tiba di rumah ini. Minji seakan berubah menjadi orang lain, pribadi yang lebih lembut dan ramah.

————————-

Kyuhyun dan keluarganya akhirnya selesai dengan aktivitas gereja mereka di hari Natal. Pria itu merasa ada yang sedikit berbeda karena Natal kali ini ada seorang gadis selain Yoora yang ikut ke gereja bersamanya. Beberapa orang yang mengenal Kyuhyun dan keluarganya bahkan bertanya siapa gerangan sosok wanita cantik yang bergabung dengan keluarga mereka. Tentu saja banyak yang menduga bahwa Minji adalah kekasih Kyuhyun yang pria itu bawa dari Seoul, bahkan ada yang menganggap bahwa Minji sudah resmi menjadi menantu keluarga Cho. Selama menanggapi itu, Kyuhyun merasa sangat malu terutama pada Minji. Anehnya, Minji terlihat biasa saja, ia pikir gadis itu akan mengajukan protes padanya. Yoora dan ibunya hanya tertawa bahkan turut menggoda mereka.

“Omma, pulanglah lebih dulu dengan Yoora. Aku ingin mengajak Minji jalan-jalan sebentar.” Kyuhyun memutuskan untuk berpisah dengan keluarganya saat mereka sudah berada di luar gereja. Minji sedikit terkejut, ia pikir Kyuhyun akan membawanya langsung pulang.

“Baiklah, tapi kalian harus makan malam di rumah. Aku akan memasak banyak makanan enak.” Ujar Nyonya Cho.

**

Kyuhyun mengajak Minji mengunjungi Taman Nasional Gunung Seorak, salah satu objek wisata yang terkenal di Sokcho bahkan di Korea Selatan. Minji ingat ia hanya pernah pergi ke tempat ini satu kali ketika ia ikut karyawisata dengan teman-teman satu sekolahnya dulu. Kedua orangtuanya begitu sibuk, dan Minji jarang bisa berlibur ke tempat-tempat seperti ini.

“Dulu, aku dan appa sangat suka mendaki Gunung Soerak. Paman Jihyuk bahkan juga pernah ikut dengan kami. Hanya saja ia tidak terlalu suka mendaki gunung sehingga ia tidak pernah ikut lagi.” Kyuhyun tersenyum memandang gunung yang terlihat indah di depan matanya. Minji memperhatikan pria di sampingnya. Kyuhyun pasti sangat merindukan ayahnya. Minji yang baru ditinggal sebentar saja sudah sangat merindukan ayahnya.

“Kyuhyun ssi, kau pasti sangat merindukan Paman Daejung.” Gumam Minji. Kyuhyun kembali tersenyum, kali ini melihat Minji.

“Oh ya, sesungguhnya paling baik datang kemari sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam. Seandainya tidak musim dingin dan cuaca mendung seperti ini, kau pasti bisa melihat indahnya matahari terbenam di sini.” Ujar Kyuhyun.

“Kalau begitu ayo datang lagi lain kali. Aku ingin melihat keindahan yang kau sebutkan.” Minji meninju kecil lengan Kyuhyun. Wajah gadis itu bersemu merah. Ia merapatkan syal dan coatnya untuk menutupi rasa gugup yang semakin sering saja ia alami ketika tengah berdekatan dengan Cho Kyuhyun.

“Boleh saja. Lain kali kita liburan kemari.” Ujar Kyuhyun.

“Oh ya, apa Hyojin pernah kemari? Maksudku, apa dia pernah datang ke Sokcho denganmu?”

“Pernah. Mengapa kau terus saja menanyaiku tentang Hyojin?”

“Tidak, aku hanya penasaran hubungan kalian. Dia sampai ikut denganmu kemari itu berarti kalian benar-benar dekat.”

“Hahahha, kami memang sangat dekat. Tapi kurasa bukan definisi kedekatan seperti yang ada di dalam pikiranmu. Bukankah aku sudah pernah mengatakan ini sebelumnya? Lagipula saat itu Hyojin datang dengan Eunhyuk dan Changmin. Mereka menjengukku karena aku sakit cukup lama hingga membuatku harus dirawat omma di rumah.”

“Oh. Aku hanya ingin tahu. Karena aku sendiri sudah lupa kapan terakhir kali memiliki teman dekat. Terakhir ada Henry di sisiku, tapi pria itu justru membohongiku.” Minji menatap salju di bawah kakinya, membuat lubang dengan sepatunya.

“Entah kau jadi aneh sejak putus dengan Henry ataukah memang kau orang yang seperti ini?” Kyuhyun sedikit heran pada gadis di sebelahnya.

“Aku memang kesepian. Aku tidak pernah punya teman dekat. Kadang aku berpikir di usiaku yang sudah matang ini aku ingin segera menikah saja dan hidup bahagia dengan suamiku. Pasti akan sangat menyenangkan ada orang yang bisa menjagaku.” Minji berujar dan Kyuhyun merasa semakin aneh. Pria itu kembali berniat jahil. Kyuhyun diam-diam membuat bola salju kecil kemudian melemparkannya tepat di kepala gadis itu.

Yaaaa! Apa yang kau lakukan? Ini dingin Cho Kyuhyun!” Minji kembali pada sifat aslinya. Gadis itu terlihat kesal lalu membalas Kyuhyun, membuat asal gumpalan salju lalu melemparkannya terus-menerus pada pria itu. Kyuhyun seolah merasa sangat senang bisa membuat gadis itu kesal. Ia lebih suka melihat Minji cemberut karena kesal daripada melihat gadis itu meratapi kesepiannya. Kyuhyun dan Minji akhirnya berakhir dengan saling melempar-lemparkan gumpalan salju, berlari-larian seperti anak kecil yang saling mengejar, membuat beberapa pasangan dan orang dewasa yang ada di sana terheran-heran melihat mereka.

————————–

Seusai makan malam, Minji mengobrol dengan Yoora di ruang keluarga. Kyuhyun sedang bersama ibunya mengunjungi rumah saudara-saudara dekat mereka, berbagi kue natal. Yoora mengeluarkan koleksi album foto keluarganya, menunjukkan dengan senang hati pada Minji.

“Ini Kyuhyun oppa waktu kecil. Dia sangat nakal tapi kata omma dan appa, oppa adalah siswa yang pintar.” Minji memandang koleksi foto Kyuhyun saat pria itu masih duduk di sekolah dasar. Wajahnya tidak jauh berbeda dengan ia yang sekarang. Minji bisa melihat bocah di foto itu bahkan sangat tampan. Minji dan Yoora kemudian tertawa geli melihat foto telanjang Kyuhyun ketika masih berusia 7 tahun.

“Eonnie, jangan pernah katakan padanya bahwa aku pernah memperlihatkan foto ini padamu. Dia bisa mengamuk apalagi jika aku memperlihatkannya pada gadis yang sedang dekat dengannya.” wajah Minji tiba-tiba menjadi panas ketika mendengar permintaan Yoora. Apakah dirinya memang gadis yang tengah dekat dengan Cho Kyuhyun?

“Oh ya, yang ini adalah koleksi album appa.” Yoora memperlihatkan pada Minji album foto milik ayahnya. Minji merasa sangat familiar dengan isi album itu, karena di sana banyak foto Daejung juga ayahnya. Ada foto Daejung dengan Jihyuk juga istri Daejung, dan ada juga foto ketiga orang itu dengan Shin Nayoung, ibu kandung Minji. Mereka berempat sepertinya adalah pasangan-pasangan yang bahagia. Foto itu diambil ketika Kang Jihyuk lulus magister, ia diapit oleh Nayoung serta Daejung dan istrinya.

“Bahkan ada foto ommaku di sini.” Minji tersenyum tanpa sadar. Tidak bisakah masa-masa ini dikembalikan lagi? Kedua pasangan itu kini sama-sama terpisah. Daejung dan istrinya dipisahkan oleh maut, sementara Jihyuk dan Nayoung dipisahkan oleh jurang perceraian. Takdir sungguh kejam dan tidak bisa ditebak.

“Eonnie, aku baru sadar bahwa bibi cantik ini adalah ommamu. Kalian sangat mirip.” Yoora tersenyum. Minji membuka lagi halaman demi halaman album milik Cho Daejung. Ia banyak melihat foto-foto Daejung dengan istrinya saat masih muda, kemudian ada juga foto Daejung dengan Kyuhyun dan Yoora kecil.

Tunggu. Mata Minji tertuju pada satu foto di mana tidak ada sosok Daejung di situ. Foto seorang anak perempuan yang menangis dan seorang anak laki-laki yang terlihat membawa kado di sebelah anak perempuan itu.

“Ini, aku? Mengapa bisa ada fotoku di sini? Ini ketika ulang tahunku yang ke-8. Anak laki-laki ini, Kyuhyun bukan?” Minji bertanya pada Yoora, memastikan hal itu.

“OH ya! anak perempuan ini memang kau eonnie. Aku juga baru menyadarinya. Astaga, aku pikir appa menyimpan foto ini karena ada Kyuhyun oppa di dalamnya, tapi karena di situ juga ada putri sahabat baiknya.” Yoora pun baru tersadar.

Minji tidak menyangka. Ia sedikit lupa akan ulang tahunnya ketika itu, dan mengapa ia menangis di foto itu. Mungkinkah ia menangis karena ulah Kyuhyun? Minji tidak tahu bahwa pertemuannya dengan Kyuhyun sudah terjadi sejak dulu. Sial, ia penasaran apa yang membuatnya menangis saat itu.

“Yoora ya, jika kau tidak keberatan, apakah aku boleh menyimpan foto ini untuk diriku?”

“Oh, ambil saja eonnie. Lagipula foto ini sudah sangat lama.”

——————–

Liburan Natal telah berakhir, dan semua orang kembali beraktivitas seperti biasa. Hari ini, Minji dan beberapa staff pentingnya termasuk Hyojin berangkat ke Ilsan untuk menemani pimpinan grup Yongshin melihat lokasi yang akan dibuka menjadi sebuah perumahan baru itu. Minji dan Hyojin didampingi Manager Jang terlihat menemani putra Lee Yongshin, presdir grup Yongshin, di mana ia menggantikan ayahnya yang tidak bisa hadir untuk tinjau lokasi ini.

Proses awal pembangunan sudah berjalan, dan Minji terlihat tidak begitu familiar menghadapi keadaan lapangan seperti ini. Untung saja sedang musim dingin. Jika musim panas mungkin kulit putihnya akan hitam karena tersengat. Sementara itu, Kyuhyun, Changmin dan Eunhyuk terlihat menghisap permen lollipop sambil memperhatikan Direktur mereka dari kejauhan.

Ya ya ya.. lihatlah. Putra presdir Lee itu terus saja mendekat dan melirik dada Minji ssi. Aku bisa jamin, ia pasti menyukai belahan dada wanita.” Eunhyuk membuka obrolan.

“Otakmu mesum sekali. Tapi memang benar, Bu Direktur terlihat lebih seksi hari ini. Lihatlah dari sini, lekuk tubuhnya terlihat jelas. Kaki yang cantik, rok yang pas dengan bokongnya, dan pakaiannya yang.. ehem. Maaf, aku juga terus memperhatikan dadanya selama kita di perjalanan. Terlihat lebih penuh dari biasanya. Apa jangan-jangan dia mengganti ukurannya?” Changmin tiba-tiba membuat sebuah pengakuan.

“Benar-benar. Kukira hanya aku. Ternyata kau juga. Ah kita memang sehati. Lihatlah, Hyojin juga cantik dan seksi, tapi aku bisa jamin putra presdir Lee lebih tertarik pada Minji ssi karena hal itu.” tambah Eunhyuk.
Kyuhyun tiba-tiba membuang lolipopnya. Pria itu melangkahkan kakinya, menuju pada Minji dan rombongan. Eunhyuk dan Changmin sedikit keheranan melihat Kyuhyun yang sejak tadi tidak berkomentar tiba-tiba langsung datang ke sana.

“Hei, kau lihat? Bajingan itu hanya diam sejak tadi tapi aku yakin dia pasti datang karena ingin memastikan ucapan kita sekarang. Wajahnya terlihat merah. Dasar munafik. Hahhaha..” ejek Eunhyuk.

“Yaaa kau benar. Dia pasti kepanasan. Lihatlah, dia sampai membuka jasnya.” Komentar Changmin geli. Cho Kyuhyun terlihat melepas jasnya sambil berjalan menghampiri Minji yang tengah sibuk menjelaskan pada putra presdir Lee.

“Ya Tuhan! Apa yang kau lakukan?!” Minji berteriak secara spontan ketika kepalanya ditutupi benda lebar yang juga menutupi bahunya, dan ia menatap geram setelah tahu Cho Kyuhyunlah pelakunya. Hyojin, manager Jang, begitu juga Lee Donghae putra presdir Lee terlihat kaget dengan kemunculan Kyuhyun yang tiba-tiba menutupi kepala direktur Kang dengan jas miliknya. Minji membebaskan kepalanya lalu menyerahkan jas itu dengan kasar pada Kyuhyun.

“Manager Cho, ada apa?” Tanya Hyojin. Kyuhyun hanya tersenyum.

“Ah, Bu direktur, kau harus memakai ini supaya tidak sakit. Maaf karena tadi aku salah memasangnya. Akan kuperbaiki.” Kyuhyun lalu menyampirkan dengan cara yang benar jas hitam miliknya pada bahu Minji. Gadis itu terlihat mengisyaratkan sesuatu dari wajahnya, matanya mendelik pada Cho Kyuhyun. Pria itu hanya menyuruhnya diam. Eunhyuk dan Changmin yang berada jauh dari mereka saling memandang keheranan.

“Jinja, apa Cho Kyuhyun sudah gila? Dia mau menjadi pahlawan?” gumam Changmin.

“Aku bisa memastikan ini. Kyuhyun menyukai Minji ssi. Aku tahu. Feelingku tidak mungkin meleset.” Eunhyuk menimpali.

**

Suasana makan siang menjadi aneh. Minji terlihat kesal dan tidak menikmati makan siangnya di sebuah rest area dalam perjalanan pulang mereka ke Seoul. Hyojin terlihat membagi makanannya dengan Kyuhyun, karena ada beberapa yang tidak bisa dimakan gadis itu. Changmin dan Eunhyuk makan dalam diam, merasakan keanehan yang tidak lain tidak bukan adalah karena sikap aneh Cho Kyuhyun pada Minji saat tinjau lokasi tadi hingga menyebabkan direktur mereka itu murka.

“Aku sudah kenyang. Aku ingin kembali lebih dulu. Changmin ssi Eunhyuk ssi, siapa saja di antara kalian, ikut pulang denganku. Aku tidak ingin mengemudi sendiri.” Minji berbicara dengan dingin. Changmin dan Eunhyuk kembali saling pandang, begitu pula dengan Hyojin. Mereka bahkan belum selesai makan. Kyuhyun meletakkan sumpit besinya hingga menimbulkan dentingan yang cukup nyaring.

“Pulang denganku saja. Aku tidak bernafsu makan. Changmin ah, Eunhyuk ah, menyusul lah nanti. Kalian bertiga hati-hatilah.” Minji belum sempat mengajukan protes tapi Cho Kyuhyun sudah menariknya menuju ke mobil. Minji ingin menangis rasanya. Sudah cukup hari ini ia dipermalukan di depan Lee Donghae dan yang lain oleh Kyuhyun, dan kini pria itu bersikap kasar padanya.

“Cho Kyuhyun! Apa maumu sebenarnya?” Minji menghentikan langkahnya sebelum mereka masuk ke dalam mobil.

“Maksud apa? Aku hanya ingin mengantarmu pulang. Bukankah kau ingin pulang?”

Minji benar-benar kesal. Ia tidak tahu apa tujuan Kyuhyun menutupi dirinya dengan jas secara tiba-tiba saat tinjau lapangan. Awalnya Minji ingin berpikir pria itu perhatian padanya karena cuaca dingin seperti yang pria itu katakan meskipun itu agak tidak masuk akal. Tapi mengapa ketika makan siang pria itu justru berdekatan dan seolah asyik dengan Hyojin? Sebenarnya apa maunya? Ataukah Kyuhyun sengaja mengacaukannya agar ia punya alasan untuk berdekatan dengan Hyojin? Mungkin ia tidak nyaman jika Hyojin berdekatan dengan pria lain.

Ya Tuhan, picik sekali kau Cho Kyuhyun. Dan kau menjadikanku modus dari keinginanmu? Sungguh pria brengsek!” Ucap Minji dalam hati. Ia tidak hanya merasa malu pada Lee Donghae, tapi hatinya jadi terasa sakit membayangkan hal itu.

**

Yaaa! Berhenti!” Minji berteriak saat masuk ke dalam rumah, tapi Kyuhyun tetap tidak peduli bahkan pria itu melenggang dengan santai. Pelayan yang membuka pintu dan menyaksikan adegan itu segera kembali ke tempatnya setelah menutup pintu.

“Cho Kyuhyun!”

Pletak!

Kyuhyun berhenti ketika heels milik Minji terlempar dan mengenai kakinya. Pria itu menarik nafas dalam lalu dengan sabar membalik tubuhnya. Minji menatapnya dengan marah sekitar dua meter dari tempatnya berdiri.

“Kau tidak sopan sekali melemparkan sepatumu padaku.”

“Kau yang sudah banyak melakukan ketidaksopanan lebih dulu. Apa maksudmu melakukan hal itu ketika aku sedang bersama klienku? Lalu apa itu? Kau mengatakan aku harus mengubah gaya berpakaianku? Kau merasa terganggu? Apa kau menyukaiku huh?” Kyuhyun menyeringai mendengar tuduhan Minji terhadapnya.

“Dengar baik-baik., Nona. Aku melakukan itu karena kau adalah putri dari orang yang sangat kuhormati. Jika ia tidak memintaku menjagamu, aku tidak akan peduli dengan apapun yang kau lakukan, pada apapun yang kau kenakan. Kau tidak sadar Lee Donghae terus saja menatap tubuhmu? Apa kau pikir ia fokus pada penjelasanmu? Changmin dan Eunhyuk bahkan terus saja membahas soal penampilanmu.” Kyuhyun menekankan ucapannya. Minji merasa sangat tersudut dengan ucapan pria itu. Ia merasa seolah ia adalah wanita murahan saja. Minji sangat sedih.

“Kau benar-benar jahat, Cho Kyuhyun. Teganya kau berkata seperti itu padaku. Kau pikir aku berniat menjual tubuhku untuk bisnis? Salahkan mata pria yang berpikiran buruk. Lagipula kau tidak usah sibuk mengurus penampilanku. Tubuh ini milikku. Kecuali kau juga tergoda sebagai pria normal.” Minji berkata ketus.

Kyuhyun menatap gadis itu dengan tajam. Minji berjalan mengambil heelsnya, lalu berlalu menuju ke kamarnya. Saat gadis itu perlahan menaiki tangga, Kyuhyun dengan langkah lebar menyusul gadis itu. Di pertengahan tangga, Minji berteriak kecil karena lengannya dicengkeram oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menatap mata dan bibir Minji. Tubuh gadis itu kini terasa lebih pendek darinya karena Minji bertelanjang kaki.

“Lepaskan aku kau mau apalagi!!” Minji berkata kesal. Gadis itu membulatkan matanya saat material lembut menyentuh bibirnya. Kyuhyun menarik pinggang gadis itu dan sebelah tangannya merengkuh kepala Minji, memastikan tautan bibirnya tidak terlepas. Minji sepertinya belum sadar pada apa yang terjadi, ia hanya melihat mata Kyuhyun terpejam dan wajah mereka menempel sedekat ini. Pria ini menciumnya. Sekian detik yang berharga, Minji mendesah saat Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka. Ibu jari pria itu mengusap bibir Minji pelan.

“Aku tergoda. Sudah lama aku tergoda. Dan aku pria normal, bukan alien. Jangan membuatku keluar dari zona amanku, seperti yang sudah kau lakukan padaku hari ini, Kang Minji ssi.”

Minji mengerjapkan matanya, seiring dengan Kyuhyun yang menuruni tangga lalu masuk ke dalam kamarnya sendiri. Minji menjatuhkan tas dan heelsnya begitu saja, lalu tubuhnya ikut merosot terduduk lemas di tangga.

Gadis itu mengusap bibirnya. Kyuhyun baru saja menciumnya. Mencium bibirnya. Perasaan itu datang lagi. Justru semakin kuat, dan rasanya yang kali ini sangat sulit untuk dikendalikan. Jantungnya seolah membentur dadanya. Minji tidak tahu mengapa ia selalu seperti ini setiap Cho Kyuhyun berada di dekatnya.

“Tidak, aku tidak mungkin jatuh cinta padanya. Tidak mungkin.” Minji bergumam sendiri, menggeleng-gelengkan kepalanya.

TBC-

How how? Jangan bosen dulu yaaa~

Cinta yang awet ga instan, prosesnya lama hehehhe

Konfliknya ga ada ya? Yah liat nanti aja. Masih mau konsen ngedeketin couple ini dulu hihihi

Makasi buat yang masih mau baca dan nungguin story ini. Aku sebisa mungkin kalo ada waktu dan lagi ga sibuk kerjaan update paling engga seminggu sekali supaya ga kelamaan biar readernya ga keburu lupa. Kalo engga aku usaha selingin pake story lain juga. Jadi tolong dihargai yah karya yang aku tulis 🙂 ngerti kan maksudnya?

Hehe sekali lagi thanKYU uda mau baca dan ngasi komentarnya. See you on next part ^^

Iklan

229 thoughts on “Clown Man [Chapter 4]

  1. kyuminji yeyeyeyeye \O/
    seneng banget.
    emang bener sih, nggak asik juga kalo tau tau langsung cinta, pendekatannya pelan pelan aja.
    huwah udah kisseu. udah deg degan. udah pelukan. uuuuwwww ;3
    suka suka. minji salah sangka nih, maksud kyuhyun kan bukan buat hyojin.
    semoga aja ayah minji bisa sembuh ya, dan benih benih itu, benih benih c.i.n.t.a kyuminji bisa cepet tumbuhnya hahaha
    jjang!!

    Suka

  2. Akhirnya di publish juga, aku nungguin banget cerita ini. Ahh aku penasaran sama kyuhyun, dia udh mulai ada rasa gak ya ke minji, kyak nya sih udah. Minji emang udh jatuh cinta ke kyuhyun tuh. Ciuman ini awal dari kedekatan mereka, semoga setelah ini makin deket aja. Oke ditunggu konfliknya ya thor, sama update nya seminggu sekali hehe😸

    Suka

  3. Kyuhyun mulai menyadari klu dah tergoda ma minji.ternyata hyojin ma kyuhyun cuma temen…ku kira pacaran.ya syukur klu kyuhyun masih lajang….di tunggu kelanjutannya

    Suka

  4. pertama liat kata “end” pas udah baca aq kget loo hahhhh ko udh tamat bneran ini knpa ngga “tbc” gantung baget ga rela kyuminji blom brsatu…

    penasaran bget ama msalah orang tua mnji knpa bisa saling benci gtu…
    sneng bgt pas bca scne mnji ntalan di rumah kyu ,yg pas tau kyu muji2 minji cantik tnpi ga mau ngakuin hahaaa itu pasti malu bgt c’kyu….

    Suka

  5. aigoo~ ckh pinter ngeles ya. padahal udah mulai suka sama minji tapi pinter bgt nutupinnya. kan kasian minjinya jadi galau 😀
    ditunggu next partnya yaaa~.

    Suka

  6. Akhirny keluar jga part 4
    I love couple ini,
    oen gumawo ya dh mmbgi part ny cepat,moga part 5 ny makin cepat publish,Amiin
    aq gk bnyak komentar,cerita,tulisanya,bagus semua,
    cuman kurang panjang ajja # plakk

    Suka

  7. Makasih ya kak, udah mau menghibur readers dengan ff yang ceritanya oke banget
    Btw aku emang penasaran banget sama konfliknya, pas pertama baca aku pikir kyuhyun ada niat jahat, tapi ternyata enggak hehe
    Semoga kyuhyun emang beneran suka sama minji ya kak, aku suka banget sama couple yang satu ini 🙂
    Keep writing, semangat kak

    Suka

  8. Mian aku baru komen maaf banget ya… untuk selanjuty aku bakal komen kok eon hihihi. Aaaaaa pasangan ini ngegemesin bgt sih… berharap nantiy mereka jadian. Oh iya trus ada scane2 kyu cwmburu sm minji kayanya seru tuh hihihihihi. Kan kemaren minji yg kayanya sih cembur sm kedekatan kyu hihihihi 😄😄😄😄😄 semangat eo nulisnya

    Suka

  9. Eonnie mian baru sempet baca…
    Kyaaaa ini keren bangettt…
    Berdebar2 baca part yg terakhir..
    Gak nyangka cho kyu bisa juga ngelakuin itu..
    Ternyata dy juga tergoda ya sama kang minji..
    Hahahhaha..
    Bagus2 makin kesini makin keliatan kalau mreka kayaknya mulai ada benih2 cinta..
    Gak sabar nunggu kelanjutannya..

    Suka

  10. Sk ngulang2 adegam kisseu mereka di part ini. Hhaha g taw knp stiap bc ni ff ak gregetan bgt ma ma kyu minji. Mreka itu kya siput plan2 bgt pndkatnyya dan dsini krakter kyuhyun ak ska bgtttt! Kpn ya bokap gue pnx org kprcyaan mcm kyuhyun hhahah. Dn minji di sini orgx cmburuan. Kyuhyun si ngsi kodex g jelas n sk bgt bkin minji slh paham sm kdekatnx ke hyojin kkkk. Dan stu lagi ak ngakak itu dua org mesum si hyuk ma changmin teliti bgt ngrusin boobsx minji hahaha. Dan yh terakhir authornim ak newbie dsini. Sbnerx ud bc ff this i s love trs g sngaja kbaca ni ff dimulai chap 2 dn mian ak komenx br skrg. Wktu itu smpt komen di part 1 tpi g tw knp gagal smpe 2x :((
    Maaf byk komen kkk
    Last say ak tnggu chap 5 nya!!!! Smngt authornim

    Suka

  11. Yeiyyy, akhirnya Kyu-Minji ada kemajuan. Udah ada cium-cium bibir segala. Lain kali ciumin yang lain. *Uhukk* Seneng banget ada Dong Hae muncul, tapi kenapa dia dibikin seakan-akan mesum karena mandangin dada Minji? Yoora bisa marah lho. Kekeke.. Berharap akan ada Hae-Ra couple.

    Suka

  12. yes yes akhirnya ada kemajuan dalam hubungan nya.waduh kang minji jd bahan fantasi nya hyuk changmin ama donghae.
    sedih bgt sih yg pas kyu inget ayah nya,jd bikin aku kangen ayah ku jugaaa TT.TT

    Suka

  13. HAIIIII
    DINA KOMEN DISINI AJE SOALE NGEBUT BACA DUA PART YUHUUUUUU

    Kang minji…teruslah cemburu sama hyojin biar makin keliatan kalo elu suka wakakakakaakakaka
    Aww tp di part 3 yg hyojin make sepatu dari kyuhyun itu rasanya manis sekali T______T hyojin emang maniak sepatu cantik n kyuhyun tau itu akskdkfkckks
    Changmin eunhyuk kalian berdua better ngasi kado yg tepat ntar -.-
    Ah suka yoora ;;___;; adik polos bes polos -.-

    Suka

  14. ihiii,,,
    ud mulai ad benih cintaa onn…
    tinggal lanjut ajaaa jd benrannn…
    couple yg cocok,, ud gituu kedua ortunyaa ud saling mendukung…
    hahahah….
    kyknyaa minji emank hrus lbh hati2 dehh…
    bahayaa kalo gg jagaa dirii,,
    kyuu ud mulainkeluar dr zona aman soalnyaa

    Suka

  15. Waduh kalu baca lewat hp langsung capt 4 kagak bs lihat capt sebelumnya tapi nggak apaa yg penting bisa baca couple kyuminji fav aku 🙂

    Suka

  16. Waduh kalu baca lewat hp langsung capt 4 kagak bs lihat capt sebelumnya tapi nggak apaa yg penting bisa baca couple kyuminji fav aku 🙂 🙂

    Suka

  17. seneng baca part ini. lihat minji yg dekat sama keluarga kyu. Ah apalagi kyu dan minji ciuman .. Ya semoga benih” cinta itu cepat datang.

    Suka

  18. Aaaaaaaaah…akhirnya kyu dah mulai berani keluar dr zona aman.
    Semakin seru…

    En ternyt mereka dah knal sejak kecil tpi knp ya ndk foto td minji kok nangis?

    Akankah part selnjutnya mreka dah semkin dekat?

    Cuss part depan

    Suka

  19. Sukaaaa sukaaa sukaaaa sykaaaa sukaaa bgt sm part ini.. ya ampunnn. Ak brasa msk sbg minji d ff ini..kereennn daebaakkk…
    Huaaa kyu cium ciu. Minji ihh jd maluu..haha a

    Suka

  20. Yaampun thor wkwkwkwkwkskwkskkw aduh aduh beneran deh thor aduh wkwkwkwk duh ngebayangin kyuhyun ngelempar lolipop wkwkwk aduh ini ff apaa si thor ah kenapa bisa bikin senyum gadanta gini wkwk duh thor keren deh beneran:D

    Disukai oleh 1 orang

  21. Huaaa makin greget bacanya…
    minji nya juga udah mulai cemburu sama kyuhyun. walaupun masih dikit.
    hohoho

    Bahasa nya juga makin enak dibaca. feel nya dapet banget 🙂

    Suka

  22. Yakkk tinggal ber2 doang dirumah ckkkckck. Kyu lucu bgt waktu sampirin jas ke kepalanya minri lol kyu keliatan bgt cemburu tp ga mau ngaku ewwww Kyaaaaaa kyu beneran cium bibirnya minri omo omoomo><

    Suka

  23. hohohohooo… apa yang terjadi dengan mereka berdua. apa sudah ada perasaan yg sama kah ???
    kalau udh, satukan aja. hahahaha
    next, semakin jauh ff nya bikin greget. apalagi ya kalau pas waktu kyuminji nya…. pengen tau gimana selanjutnya. hohihi

    Suka

  24. ciyeee si kyu cemburu..ahh manisnyaaa kyu tiba2 dtg samperin minji trs pasangin jas k badan minji..kyu ga mau org liat badan’y minji..omooo itu yg bagian akhir kyu tergodaaa…ahhhh kpn jadian’y pasangan iniiii

    Suka

  25. Woah woah woah,, tembok perthanannya kyumbul akhirnya roboh 😀

    Ckckck dasar munafik *ala hyukie

    Akhirnyaaa skinship2,, wkkwkwkwkk
    Imagine nya kyumbul terlaksana” selamat ya oppa 😉

    Mau baca next chapter aaah 😉

    Suka

  26. Kang Jihyun, Appa Minji semoga sembuh, amin~ masih penasarn juga kenapa ibunya bisa begitu ketusnya, aiiii’ bikin gemes liat kelakuannya.
    Huwaaaaa, conflictnya sudah mulai start ini, aduhhhh
    Ini mas salah si Minji orang punya tubuh sekseh gitoh kan jadinya bikin laki2 tergoda 😉
    First Kiss Yo! Buncit anda pintar, itulah tekniknya merebut hati wanita, langsung sikat tanpa kata hahahahaha 😀
    Saya pun sudah yakin Kang Minji udah suka gitu sma Buncit, secara tidak sadar, sejak dia mulai gak suka ngelihat Buncit bgr Hyojin mulu, aiaiai, gemes ahh 😀
    Saya malah berharap Buncit keluar dari zona amannya, muahahaha 😀

    Suka

  27. Aaaaaaa ini bikin blushing aja >w<

    Aaaaaaa. Aku malu sendiri bacanya /_\

    Changmin sama Hyuk mesumnya bener2 bikin speechless loh 😅 kok sampai sedetail itu 😄 HAJAHjaja itu selingan bnr2 bangun feel.
    Sayang bgt donghae juga nyelip jadi pria mesum 😂
    menghibur sekali~~

    Aku setuju. Cinta awet prosesnya ga instant dong 🙂 hohohohoho

    Suka

  28. astaga pengen marah sama ibunya minji, kesel kenapa seperti itu ke minji. Kasihan kyuhyun pasti menyesal dulu benci sama ayahnya. Astaga cho kyuhyun kendalikan dirimu jangan melampaui batas amanmu. Smakin menarik ini. Kelihatannya hyojin suka sana kyuhyun.

    Suka

  29. Ahhhh bagian terakhir sebelum tbc sukaaaa >< oh cho kyuhyun udah mulai menunjukkan sikap melindungi, dan apa ituuuu ada abang ikan munculll!!!! Kyanya abang ikan bakal suka sama minji nih

    Dududu kasian nanti hyojinnya, dia kan suka sama kyuhyun

    Suka

  30. Kyuminji makin dekat aja tuh. Kira kira kyuminji bisa bersatu ga ya. Minji benar benar cemburu ama pertemanan kyuhyun ama hyojin apa benar mereka sekedar berteman saja

    Suka

  31. Yuhuuuu~~~ 😗😗😗
    Sumpah makin kesini ceritanya makin seru !
    Suka banget sama couple ini ! Yeayy!! Abang Kyu main nyosor aja 😂 Tapi seneng deh mereka tambah deket ajaaaaa…❤️❤️❤️

    Lanjut baca next part —–>

    Suka

  32. konfliknya mulai greget nih, minji mulai sadar kalo dia punya perasaan sama kyu~
    keluar dari zona aman? emg kyu punya zona berbahaya? kkkk nah kan bener..emg belum terlalu terkuak identitas nya yg sebenernya, apalagi kehidupan malam dia selama jadi DJ

    Suka

  33. cie cie,,,,,kyuhyun udah mulai menunjukkan tanda-tanda cinta nih
    protektif bnget sama minji suruh ganti gaya pakaian
    bacanya tu jadi senyum-senyum sendiri

    Suka

  34. asik benih-benih cintanya udah muncul~

    untung kyu masih bisa nahan diri, ati-ati aja minji~ya kalo tau-tau kyuhyun ngelakuin lebih dari nyosor bibir kamu :p

    Suka

  35. Kadang ketawa ketawa sendiri
    Kadang ikut sedih juga
    Ceritanya nggak kepanjangan
    Kyuhyun neooo aaa
    Lee dong hae cuma jadi cameo kan ??:D Poor donghae

    Suka

  36. wow pertahanan kyuhyun mulai jebol….wkwkwk
    kya.a otak hyuk sma changmin bner2 bermasalah…#pisss
    kya.a otak.a kyuhyun juga ga jauh brbeda dri tmen.a dch #lol
    ternyata mas donghae muncul #tebarjaring

    Suka

  37. Kyuuuu sweett banget sihhhhh 🙂
    waahhh Suka banget sama pasangan ini, ditambah lagi ada adegan Kiss yg tak terduga, waahhh gmna yaaa klanjutan Hubungan mereka moga ajaaa dgan kejadian ini, hubngan mereka menjadi lebih baik???

    Suka

  38. Kalau Kyuhyun gk tergoda sm Minji, berarti Kyuhyun gk normal.
    Kalau emang tergoda, tapi gk usah ada acara nyium-nyium gitu, Cho,..
    Dasar Cho Kyuhyun slalu gk bisa nahan hawa nafsu.
    Kayaknya Minji maupun Kyuhyun udah mulai ada rasa saling tertarik nih,…
    Tapi aku penasaran sm masa kecil Kyuhyun sm Minji. Apa waktu mereka masih kecil mereka saling mengenal, atau justru mereka punya hubungan yg spesial waktu mereka masih kecil,…?
    Dan kenapa juga Minji minta foto masa kecilnya sm Kyuhyun,…
    Penasaran banget sm kelanjutan FF ini. Walaupun konfliknya blm ada tapi cerita makin seru aja.

    Udah penasaran mau lanjut baca FF Clown man chapter 5,…^0^

    Suka

  39. Ping balik: rekoemndasi ff kyuhyun | choihyunyoo

  40. Sumpah gregetaan liat mereka ber2!
    Hihi, photo Kyu lg tlnjang pas anak kcil? Hihi gk kbyang XD
    Mreka ber2 kayanya sling suka tapi blum pda nyadar XD

    Suka

  41. Kyuhyun lma2 tergoda jg yah… akhirnya yg ditunggu2 muncul jg..
    aku berharap kedepannya lebih byk moment2 kyu sm minji
    smga aja mrka cpat sadar akan perasaan msing2 !!!
    Fighting!!….

    Suka

  42. Sama – sama cemburu tapi sama – sama belom menyadari perasaan masing – masing,gimana kelanjutan hubungan mereka nantinya y ?
    Yang pastinya tiap kali mereka bertemu pasti suasananya akan canggung

    Suka

  43. Wahh kyuhyun udah mulai tergoda sama penampilan minji apalagi waktu kyuhyun sampe berani nyium minji….Kayanya kyuhyun udah mulai suka sama minji tapi dia belum menyadari perasaannya….

    Suka

  44. boleh ngakak ??
    hhahahahaha Cho Kyuhyun bilang aja kau gerah susah amat sih
    hihihihi
    aigo chwangs hyuk oppa kenapa kalian mesum sekali
    si kyuhyun juga hhahahaa
    aigooo akhirnya dia ngaku kalau tergoda dengan Minji kkkkkk

    Suka

  45. Waaa….qw ikutan meleleh wkt minji di cium kyuhyun…
    Mau juga dicium dong oppa.wkwkw
    Jadi bukan hanya minji aja yg jatuh cinta tp kyuhyun juga ya?
    Kayanya bakalan seru nih part selanjutnya.
    Izin ubek2 lebih dalam lagi ya min.bagussss👍👍👍👍👍

    Suka

  46. semoga tuan kang cepat sembuh ya dan pengobatan nya lancar aku berharap begitu karna kasian dg minji yg bener” mengerti dia cuma appa nya bagaiman klo appa nya pergi pasti pukulan berat unt dia..
    cieee yg udah saling suka langsung cium ciumm haahaa kyuhyun mah aneh main cium aja haahaa
    minji bukan tidak mungkin minji tapi kamu udah cinta ama kyuhyun haahaa

    Suka

  47. Nyesek banget pas tau alesan Kyuhyun ga suka sama bapaknya huhu
    Cieee… mereka udah saling suka tuh, aih si Kyuhyun emang paling suka nyosor ye xD
    Penasaran konfliknya kaya apa, lanjut deh ^^

    Suka

  48. Omo omo!! Sikyuhyun udh mulai main cium cium aja tuh wkwkw
    Makin seruu. Kayaknya Minji udh mulai suka sama Kyuhyun.
    Ijin baca next part~~~~

    Suka

  49. Hohooo, kyuhyun tak mengakui perasaannya.. hanya karna ayah minji kinta kyuhyun utk menjaga minji ? Klise, terlalu klise malahan.. aduh abg kyuhyun, akuin aja ya kalo sukaa.. wkwkkw

    Suka

  50. hayoooo udah ada yg mulai jatuh cinta…minji takluk dluan nie kyaknya..kesian enhyuk sma changmin dikit amat dpt part nya huehhehe
    kep healty kka

    Suka

  51. Yey!! Kyu lepas kndali dn nyium minji bnr2 momen yg aku tunggu!!hehehheheheeee….meski mrk msh proses pndekatan akhirnya kyu brtindak lbh…….
    Ska bgt pas momen minji liburan d rmh kluarga cho!!
    Good job!!

    Suka

  52. Kyuhyun main cium sembarangan aja hahaha,semoga bapaknya minjincepet sembuh kasian dia cuma berharap ke appanya aja, dan kyu seharusnya lebih gentle emang minji cewek apaan di cium tanpa ada status

    Suka

  53. akhirnya kyuhyun tergoda dan mencium minji,,,,belum tau aja minji kalau kyu marah kayak apa…..minji mulai jatuh cinta sama kyu,,,,,,suka banget pas mereka dirumahnya kyuhyun.huwaaaaaa…….makin keren ceritanya.

    Suka

  54. duh kyu main k*ss minji aja gk tau aja aku nya yg bacanya senyum2 sendiri tau :v
    btw aku pengen ketawa sumpah sm kelakuan nya changmin & eunhyuk mereka kya ibu2 penggosip tp bedanya mereka gosip sambil makan permen lollipop :v

    Suka

  55. aduh yg bikin pengen ketawa itu pas bagian kyuhyun,eunhyuk,sama changmin yg lg oada makan lolilpop demi apa itu kayanya lucu banget, ditambah sama obrolan mereka yg astgfdhdjd itu

    ouwooo chokyu udah mulai ngasih kode nih ke minji sampe cium cium segala. udah berani ya

    Suka

  56. what?!! First Kiss,? kenapa? apa kyu udah mulai suka sama minji, kalo iya kenapa ga diungkapin aja sih, lagian dr gelagatnya aja udah ketauan kyuhyun suka sama minji

    Suka

  57. aihhhhh, kyu oppa nakal main nyosor aja. Sebenarnya dia tu knp sih kok kya nya anti bgt punya hubungan serius ama cewek, Semangat berkarya sista

    Suka

  58. Ooh minji mulai cemburu kayanya 😄
    Ternyata kyuhyun sama minji udah pernah ketemu waktu mereka kecil… tapi sebenernya ada masalah apa antara minji dan omma nya??

    Suka

  59. Cepat x minji move on dr henry, apa krn perhatian kyuhyun?
    Apa seksi x pakaian minji atau dadanya besar x, smpe mrka bhs ttg itu?
    Dasar kyuhyun gk bs liat yg seksi dikit,

    Suka

  60. yaa! apa itu kyuhyun pake nyosor2/? aja? bikin kaget aja. kirain gak bakal secepat itu kyuhyun lepas kendali. eh ternyata kebablasan juga wkwk

    Suka

  61. Yeahh akhirnya mereka saling cemburu!!!

    Bener thor, kalau alurnya lambat itu justru semakin greget!!!

    Jadi gak sabar pengen baca part selanjutnya

    Suka

  62. Wuhuuu.. Kisseu.. Kisseu daebak..
    Suka suka banget mgeliat kyuhyun sama minji jadi lebih deket..
    Nth kenapa aku ngerasa hyojin bakalan jadi penghalang mereka ..
    Huweee.. 😓
    Yah semoga kedepannya mereka lebih lebih lebihhhhhh deket lagi..
    Hehehe😀😁😆

    Suka

  63. Hahaha
    Jatuh cinta juga enggak apa2 minji. . Kyuhyun kya.n jga mulai suka sma minji. . Eunhyuk oppa ternyata mesum.n enggak hilang ya 😀😀😀Next part 😍😍😍😍😍

    Suka

  64. ciee.. kyu cemburu atau apa nih?? di part ini udah mulai kyu ji story nya.. aa.. suka bgt. gemez gimana gitu bacanya. kadang2 sih gue senyum2 sendiri kaya orgil.. ahh.. tapi gue masih waras..

    hwaiting for author.

    Suka

  65. Klo menurut aku sih nih kyuhyun emang kurang peka ama perasaan wanita, buktinya minji sama hyojin.. gak ngerasa apa klo dia udah kasih salahpaham atas perhatian dia.. aduhhh…
    .
    Omo kyuhyun ncium minji!!! Apa itu pertanda baik?

    Suka

  66. ngeliat changmin ama eunhyuk ngobrol kaya gituh udh kaya ibu2 lagi arisan 😂😂😂😂😂 emng dasar ajh mata si donghae yg enga bsia dijaga udh maen liat2 yg enga wajib diliat😁😁 … cie kyuh udh ketahap cium2 an 😘😘😘😗😗😗😗😗 😂😂😂😂 … semoga kyuh pekaaaa dikemudiann hariii ama perasaaanya…

    Suka

  67. Wah wah wah kyuhyun lepas kendali juga ,,minji ngga usah menyangkal lagi kalo dia memang suka sama kyuhyun ,tinggal yakinin persaan kyuhyun aja , setidaknya minji bisa bernapas lega ternyata kyuhyun dan hyojin tidak ada hubungan apa2

    Suka

  68. Omonaaaaa… Langsung tercengang deh ama keberanian kyuhyun yg nyium minji tiba tiba..
    WOW…
    Minji sungguh menggoyahkan iman kyuhyun..
    Next chapter..
    Terimakasih

    Suka

    • Jadi kyuminji pernah ketemu pas masih kecil, tp mereka pada gk inget aja.
      Minji salah paham, dikiranya kyu gangguin minji buat deketin hyojin.
      Tuh kan kyuhyun udah mulai suka minji, udah berani nyosor anak orang aja 😆😆

      Suka banget sama fanfic ini, ijin baca part berikutnya ya 😊

      Suka

  69. ahh udh saling cemburu ini mahh ahh mkin sukaaa
    kyu sosweet bnget wktu nyampirin jas aku sukaaa
    unnie kerennn
    ijin bca part selanjutnya ^^

    Suka

  70. ahh udh saling cemburu ini mahh ahh mkin sukaaa, kyu udh ada rasa iya kan? haha
    kyu sosweet bnget wktu nyampirin jas aku sukaaa
    unnie kerennn
    ijin bca part selanjutnya ^^

    Suka

  71. Wahh ternyata Kyuhyun sama Minji udah pernah ketemu wkt kecil, kira2 bakal ada cuplikan kisah mereka di masa lalu nggak ya?
    Dan kayaknya Minji udah mulai suka sama Kyuhyun, buktinya aja dia udah mulai cemburu kalo Kyuhyun sedang bersama Hyojin.
    Fighting buat next post !!!

    Suka

  72. wah wah wah… udh makin deket nih kyuji
    blm bilang suka udh kiss kiss aja, aku heran sama kyuhyun dia koq gampang bgd terbuka tentang cerita minji ke hyojin ya. tmn sii tmn, cuma takut nya di salah gunain aja nanti nya.

    Suka

  73. ya ampun minji salah mengartikan maksud kyuhyun waktu nyampirin jas kebahu minji dikiranya kyuhyun gak suka ngeliat kedekatan hyojin sama donghae padahal kyuhyun gak suka ngeliat minji deket sama donghae, eoy jangan2 kyuhyun udah mulai suka sama minji asik asik asik…
    ceritanya makin seru tour like

    Suka

  74. jadi ternyata Minji pernah ketemu Kyuhyun waktu kecil ,tapi Minji ga inget.
    omo Kyuhyun nyium Minji ,hubungan mereka jadi makin deket dan mulai bawa” perasaan ini

    blm bosen kok thor masih setia menungu proses cinta mereka yg awet hehe

    Suka

  75. Eunhyuk changmi donghae aja tergoda, kalo kyuhyun sih dri awal dia udah goyah bgt, tpi henry yg pernah pacaran selama 1 tahun lebih gak goyang itu artinya dia emang gk bisa berubah yesss..

    Suka

  76. Kyuhyun ini sebenarnya udah suka banget sama Minji, tapi slalu di sangkal nya,,, tu buktinya panas sendiri karna teman²nya ceritain bentuk tubuh Minji,, wkwkw

    Suka

  77. Wah sepertinya sudah mulai ada kemajuan di hubungan mereka, minji udah mulai sk kayaknya sm kyuhyun tp ga tau jg sih kyuhyunnya gimana ?
    Tp kaget jg pas baca bagian kyuhyun ngakuin kalo dy jg sebernya tergoda sm minji..

    Suka

  78. Ternyata kyuminji udah pernah ketemu pas kecil, tp mereka gk inget aja. Minji salah paham, dikiranya kyuhyun nyamperin minji buat deketin hyojin.

    Tuh kan kyuhyun udah mulai suka sm minji, udah barani nyosor anak orang aja 😆

    Suka banget fanfic ini, ijin baca part berikutnya

    Suka

  79. Ciiiee ciiiee kyuuuu ama minjiii malu2 kucing ih kkk~
    Sebenernya tuh aku lebih kepo sama alesan orangtua minji cerai itu kenapa.. Kek nya salah paham gitu..

    Suka

  80. awalnya banyak yang pengen di komenin..
    cuma…. gagal fokus sama bagian2 akhirnya… wkwkwk
    kyu udah mulai cemburu… dan untk kiss nya keren tor…
    ga nyangka kyu bakal kiss minji…
    jjang nect chapt..

    Suka

  81. Yeeee secara tidak langsung kyu bilang kalau dia ada rasa minji. Emang ni pasangan absurd slalu bikin gemes. Ya atu salah paham karna kedekatannya dengan wanita lain, yg atunya lagi hati ma kuping pasti panas banget karna ngedengerin pria2 pada bahas body sexy cewe yg disuka.

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s