[Oneshoot] Miracle in Christmas

JHJHK

Author : Hara Choi • Main Cast : Choi Hara – Leeteuk •  Support Cast : Sungmin – Eunhyuk – Siwon and others • Genre : Romance  • Length : Oneshoot

====================

 

Hello yeorobun ^^ Annyeonghaseyoo~

Hara imnida, aku author baru di sini ^^ ini FF pertama ku. Tulisan ku ini masih jauh dari kata sempurna. Aku minta maaf apabila alur cerita yang aku buat jelek dan kurang bisa dimengerti. Semoga kalian suka dengan FF pertama ku ini, tolong jangan dibash ya kalau jelek hehehee. Aku butuh kritik dan sarannya. Happy reading ^^

Kamshamidaa~

——————-

Seoul 20.15 KST

Seorang gadis berparas cantik sedang duduk sendiri melamun disebuah bangku taman pinggir jalan. Ia menatap kosong ke arah orang-orang yang sibuk berlalu-lalang. Memperhatikan setiap pemandangan apapun yang terlintas didepannya, namun dengan pikiran kosong. Saat ia tengah tenggelam dalam lamunan-nya, tiba-tiba ponsel dalam saku kecilnya berdering.

Eomma?” Ia mengernyitkan dahi ketika membaca nama yang muncul dilayar ponselnya. “Ne eomma.”

Chagiya eoddie? Setelah pulang dari gereja mengapa tidak langsung pulang kerumah?! Semua sudah menunggu mu dirumah. Kau tidak lupa tradisi keluarga kita dimalam natal kan?”

Ne eomma mianne, aku akan pulang kerumah sekarang.” Gadis itu langsung mematikan ponselnya dan memasukkan ponselnya kedalam tas kecil yang ia bawa.

Setelah berjalan selama 5 menit dari tempatnya tadi, kini ia sudah berada disebuah halte bus menunggu bus datang. Begitu bus yang ia tunggu datang, ia segera masuk dan mengambil tempat duduk dibagian depan dekat dengan jendela.

Tak sampai satu menit bus-pun berjalan meninggalkan halte. Mata sipitnya kembali menerawang keluar jendela, melihat pemandangan apapun yang melintas diluar sana. Saat bus yang ia tumpangi melintas disebuah taman kota, pupil mata gadis itu membesar. Ia seperti teringat sesuatu saat ia melihat taman kota itu.

Ahjusshi, tolong hentikan bus-nya. Aku mau turun disini.” Setelah mendengar perintah gadis itu, supir bus menghentikan bus yang ia kendarai. Begitu bus berhenti dengan sempurna, gadis itu bergegas turun dari bus dan berlari menuju taman kota yang tadi ia lihat.

Matanya menatap sebuah kolam air mancur yang berada ditengah taman. Memori dalam pikirannya mem-flashback kejadian dua tahun lalu tepat hari ini, malam ini dan didepan kolam air mancur ini.

*Flashback*

“Oppa, kau yakin akan pergi sekarang? Tapi, tapi ini-kan malam natal oppa. Kau tidak boleh pergi sekarang dan tidak untuk selamanya. Kau tidak boleh kemana-mana oppa. Tidak! Aku tidak mau. Jebal, jangan tinggalkan aku.” Ia menempelkan telapak tangan pria itu di pipinya.

“Hara mianne, jeongmal mianne. Aku benar-benar harus pergi sekarang. Selamat tinggal Hara. Belajarlah untuk melupakan ku. Kau harus menemukan kebahagian mu sendiri.” Pria itu melepaskan tangannya yang digenggam Hara.

Perlahan pria itu berjalan meninggalkan Hara yang masih diam mematung. Berkali-kali Hara berteriak memanggil-manggil nama pria itu berharap pria itu mau berbalik kearahnya. Namun usahanya sia-sia. Pria itu tetap melangkah pergi tanpa sedikit-pun menoleh kearahnya. Hara hanya bisa menangis saat pria itu telah benar-benar sudah menghilang dari pandangannya.

*Flashback END*

Tanpa sadar ia kembali menangis menginggat kejadian dua tahun lalu itu. Ia ditinggalkan oleh orang yang sangat ia sayangi, tepat dua tahun lalu ditempat ini. Entah bagaimana kabar pria itu sekarang. Semenjak ia pergi meninggalkan Hara, ia sama sekali tidak pernah mendengar kabar pria itu. Tidak sekali-pun juga pria itu menghubunginya sejak ia memutuskan untuk meninggalkan Hara.

-oOo-

Acara tukar kado-pun telah usai, Hara kembali kekamarnya dengan pikiran yang berkecamuk karena kembali teringat pria itu. Pria yang telah menjadi kekasihnya selama 2 tahun. Namun, dalam sehari saja pria itu bisa langsung mengakhiri hubungan spesial mereka tanpa ia tahu apa sebabnya.

“Ada apa dengan mu huh? Apa kau tidak menyukai kado yang aku berikan?” Tiba-tiba seorang pria tampan dengan lesung pipinya sudah duduk disebelah Hara entah sejak kapan.

Hara bangun dari posisi tidurnya “Oppa, kau tidak mengetuk pintu? Lain kali jangan menyelonong masuk kekamar ku! Bagaimana jika aku tengah berganti pakaian?!”

“Aku sudah mengetuk pintu mu nona muda. Apakah telingamu ini tuli huh?” Pria itu menarik-narik kedua telinga Hara.

Yaaaa Siwon oppa! Appo!” Hara menepis tangan Siwon dari kedua telinganya. “Mau apa kau kekamar ku? Apa kau mau menyuruhku berbohong lagi pada eomma & appa agar kau bisa pergi berkencan dengan Stella tanpa sepengetahuan mereka?”

“Hahahaa aku sudah tidak memerlukan jasamu lagi. Eomma & appa sudah merestuiku dan Stella.” Siwon menjulurkan lidahnya.

Mwo?! Jinja oppa???”

“Ehmm.. lihat saja sendiri, sekarang Stella ada dibawah sedang membantu eomma menyiapkan makan malam.”

“Bagaimana bisa?????” Tanya Hara masih tak percaya dengan apa yang baru saja didengar dari mulut kakaknya ini.

Kakak pertamanya yang bernama Siwon memiliki kekasih bernama Stella, namun hubungan mereka tidak direstui kedua orang tua Hara. Mereka menganggap Stella adalah wanita yang tidak jelas asal usulnya dan apa pekerjaannya. Tapi bagaimana bisa hari ini kedua orang tua Hara telah merestui hubungan kakaknya dengan Stella?!

“Apapun bisa terjadi di malam natal chagi. Ya maybe semacam Miracle in Christmas.” Siwon menjatuhkan untaian kalung berliontin kristal salju tepat didepan mata Hara.

Hara tertegun melihat kalung yang kini tengah bergelantungan dihadapannya “Kalung ini sangat cantik, apa kau akan memberikannya pada Stella? Ahh dia beruntung sekali mendapatkannya.”

Ani, ini untuk mu.” Siwon langsung memakaikan kalung berliontin kristal salju itu dileher Hara. “Setelah memakai kalung ini, katanya akan ada banyak keajaiban indah yang akan kita dapatkan.” Siwon merapikan rambut Hara. Menyibakan rambut panjang adiknya kebelakang bahu, agar kalung yang tengah berada di leher adiknya itu terlihat jelas.

“Ahh benarkah? Hhuuaaa gomawo oppa, aku sangat menyukainya.” Hara mencium dengan singkat pipi Siwon.

“Sama-sama chagi. Ayoo sekarang kita turun, yang lain sudah menunggu. Haera dan Leeteuk juga sudah datang.”

“Leeteuk?!” Kata Hara meyakinkan bahwa apa yang didengarnya itu tidak salah.

Ne Leeteuk.” Ulang Siwon.

“Aku tidak mau turun!” Hara membuang pandangannya dari Siwon. Dalam hatinya ia mengumpat. Ia sangat tidak suka Leeteuk berada dirumahnya. Untuk apa pria itu ada disini?! Siapa yang menggundangnya datang?! Jika Haera yang datang tidak masalah karena dia adalah kekasih Eunhyuk. Eunhyuk adalah kakak kedua Hara.

-oOo-

Merry Christmas.. Cheerss.” Semua orang dimeja makan meneriakan ‘Merry Christmas’ lalu mengangkat gelas masing-masing untuk bersulang.

“Ayoo kalian makanlah yang banyak jangan malu-malu.” Kata Hyeri, Eomma Hara.

“Ne.” Kata mereka kompak lalu mengambil hidangan lezat yang ada dihadapan mereka.

Semua menikmati hidangan masing-masing dengan sesekali terdengar suara canda dan tawa. Siwon sibuk dengan Stella, Eunhyuk dengan Haera, dan tentu saja Eomma dan Appa. Sementara itu, dirinya dan Leeteuk sibuk dengan makanan mereka masing-masing.

“Apa kau tidak menyukai makanannya?” Tanya Leeteuk pada Hara yang duduk disebelahnya. Sedari tadi gadis itu hanya terlihat mengaduk-aduk isi piringnya.

“Aku menyukainya.” jawab Hara ketus tanpa sedikitpun menoleh kearah pria itu lalu menyendokkan makanan kedalam mulutnya.

“Ehmm baguslah, aku pikir kau tidak menyukai makanannya. Makanlah yang banyak.” Leeteuk dengan cepat mencium pipi Hara dan mengelus rambut gadis itu, lalu kembali fokus pada makanannya.

Mendapat perlakuan seperti itu dari Leeteuk membuat Hara ingin sekali berteriak pada pria disampingnya ini. Ia sangat tidak menyukai Leeteuk. Ia muak harus berpura-pura menyukai pria itu didepan kedua orang tuanya.

Entah kapan sandiwara ini akan segera berakhir. Ia masih sangat mencintai pria yang telah meninggalkannya. Walaupun itu sudah dua tahun yang lalu hubungan mereka telah berakhir, baginya tidak ada pria manapun yang bisa menggantikan posisi pria itu dihatinya. Tidak ada!

“Aku sudah selesai makan.” Hara bangun dari kursinya dan membuat semua orang yang ada dimeja makan menoleh kearahnya.

“Hara bersikaplah yang sopan. Kita makan bersama-sama dan akan mengakhirnya bersama-sama juga. Jangan mendahului seperti itu. Lagipula Leeteuk masih menikmati makanannya.” Omel Jongwoon, Appa Hara.

Aigoo appa. Apa hubungannya aku, dengan Leeteuk oppa yang masih menikmati makanannya?! Jika dia masih mau makan, ya sudah makan saja! Itu tidak ada hubungannya denganku.” Hara melenggang pergi meninggalkan meja makan, tanpa memperdulikan siapapun yang ada disana.

Leeteuk hanya bisa menghela nafas melihat Hara berjalan cepat menuju kamarnya. Pria itu bertanya dalam hatinya, Sebenci itukah Hara padanya? Kesalahan apa yang pernah ia buat hingga Hara bersikap sangat dingin padanya? Tidakkah gadis itu tahu bahwa cuaca diluar sana sudah sangat dingin karena turun salju. Lalu sekarang ia mendapat perlakuan yang tidak kalah dingin juga dari Hara. Tidakkah gadis itu berfikir bahwa ini semua bisa membuat dirinya mati membeku dirumah ini?!

“Leeteuk-sshi mianneyo, aku tidak tahu bahwa Hara akan bersikap seperti ini.” Eomma Hara meminta maaf kepada Leeteuk atas sikap anaknya.

“Emm gwenchana eommonim, biar aku bicara dengannya. Apakah aku boleh kekamarnya?” Tanya Leeteuk sopan.

“Ohh ne silahkan, kau kan calon suaminya. Tapi apakah kau yakin? Sepertinya saat ini moodnya benar-benar sedang tidak baik.” Tanya eomma Hara meyakinkan keinginan Leeteuk.

Eomma benar hyung, apakah kau yakin ingin kekamarnya? Yang ada nanti dia akan mencakar mu. Jika moodnya sedang jelek, dia akan bersikap sangat galak. Aku sudah biasa menjinakkannya, tapi kau? Kau belum pernah menghadapi Hara jika sedang badmood.” Sela Eunhyuk.

“Ini memang pertama kalinya aku melihat Hara seperti ini. Biarkan aku mencobanya. Sebentar lagi kami akan menikah, jadi aku harus belajar mengendalikan istri ku jika dia sedang badmood.” Semua orang yang berada dimeja makan hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepala mendengar ucapan Leeteuk.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Leeteuk bangun dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan ruang makan. Semua yang ada di meja makan hanyut dalam keheningan masing-masing dan hanya bisa diam menatap punggung Leeteuk yang berjalan meninggalkan meja makan.

-oOo-

Dengan perlahan Leeteuk menaiki satu persatu anak tangga dan berjalan perlahan menuju kamar Hara. Sesampainya didepan pintu kamar Hara, ia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. Setelah yakin dan memantapkan hatinya, ia mengetuk pintu kamar Hara. Namun setelah beberapa detik ia menunggu, tidak ada respon dari si pemilik kamar.

Leeteuk tidak menyerah. Ia kembali mencoba mengetuk pintu kamar Hara, namun tetap tidak ada respon dari gadis itu. Akhirnya Leeteuk memberanikan diri menyentuh kenop pintu itu dan membuka pintu kamar Hara. Ternyata kamar itu tidak di kunci.

Dengan perlahan ia masuk kedalam kamar Hara. Dari celah yang baru terbuka sedikit, Leeteuk mengintip dari balik pintu sebelum memutuskan untuk benar-benar masuk. Matanya langsung melihat gadis itu tengah berdiri melamun dipinggir jendela kamarnya.

Leeteuk melangkah dengan sangat hati-hati. Ia berjalan mendekati Hara dan memeluk gadis itu dari belakang. Melingkarkan kedua tangannya pada pinggang gadis itu dan menenggelamkan wajahnya di bahu Hara.

Respon tubuh Hara yang dipeluk secara tiba-tiba diluar dugaan Leeteuk. Ia mengira Hara akan menghajarnya. Namun ternyata ia salah. Hara diam dan tidak melakukan perlawanan ketika tubuhnya dipeluk dari belakang oleh Leeteuk.

“Mau apa kau datang kekamar ku?” nada bicaranya masih terdengar sangat ketus.

Bukannya menjawab pertanyaan Hara, Leeteuk malah membalikan tubuh Hara hingga kini mereka berhadap-hadapan dengan jarak kurang dari satu senti. Hara berdiri kaku menyadari tubuhnya dan Leeteuk berada pada jarak yang sangat dekat, hingga ia bisa mencium dengan jelas aroma maskulin tubuh Leeteuk. Ini pertama kalinya ia dan Leeteuk berada dalam jarak yang sedekat ini.

Tanpa aba-aba, Leeteuk langsung mengecup bibir pucat Hara dan melumatnya dengan sangat lembut seperti menggigit sebuah marshmallow.

Hara melebarkan matanya saat menerima sentuhan dari bibir lembut Leeteuk. Ia sama sekali belum sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi. Semua terjadi begitu cepat sebelum ia sempat menyadari, bahwa kini Leeteuk sedang mencium dan melumatnya.

-oOo-

Gomawo sudah mau membantu ku keluar dari rumah malam ini. Tolong turunkan aku disana.” Hara menunjuk kesebuah ujung jalan yang tak jauh dari mobil yang ia tumpangi.

Leeteuk menepikan mobil audi putih miliknya, “Sama-sama. Kau yakin tidak mau aku temani?”

“Tidak terima kasih. Aku ingin pergi sendiri saja.” Hara bersiap akan keluar dari mobil Leeteuk. Tangannya sudah menyentuh kenop pembuka pintu namun tiba-tiba Leeteuk menghalanginya. Pria itu memegang tangan Hara yang telah menyentuh kenop pintu.

“Ini malam natal, tidak bisakah kita menghabiskan waktu bersama-sama?” Leeteuk menatap mata Hara dengan tatapan sedikit memohon.

Hara menepis tangan Leeteuk “Membiarkan mu mencium ku itu sudah sangat cukup!” tanpa berkata apapun lagi, Hara keluar dan berlari menjauh dari mobil pria itu. Leeteuk hanya bisa diam menatap punggung Hara yang sudah berlari jauh meninggalkannya.

Sebenarnya Hara tidak tahu harus pergi kemana kali ini. Ia terus saja berlari entah kemana kakinya ini membawanya pergi. Hingga akhirnya ia tiba ditaman kota ini lagi. Taman yang mempunyai kenangan pahit untuknya. Nafas nya masih terengah-engah karena tadi ia terus berlari tanpa memperdulikan apapun.

Dengan tatapan kosong, ia melangkah mendekati kolam air mancur yang ada di taman kota itu dan mengambil posisi duduk dipinggirnya.

Ia mengulurkan tangan kanannya untuk menyentuh air yang muncul dari bawah kolam. Matanya menatap ikan-ikan di dalam kolam yang tengah asik berenang kesana kemari, seolah-olah mereka sedang menari di dalam air sana. Air di dalam kolam itu terasa sangat dingin saat menyentuh kulit tangannya. Bahkan sebagian sisi kolam itu sudah mulai membeku.

Semakin malam udara yang berhembus semakin dingin. Salju pun turun semakin deras. Namun Hara tidak memperdulikan hal itu. Ia bahkan rela jika harus mati membeku ditempat ini.

“Apa yang kau lakukan ditengah hujan salju begini?” tiba-tiba suara seseorang membuyarkan lamunan-nya.

Hara menoleh pada orang yang berbicara padanya “Opp.. ppa?” katanya terbata-bata, saat melihat siapa orang yang tiba-tiba muncul dibelakangnya.

Dengan perlahan Hara berdiri. Pikirannya sibuk mencerna bahwa apa yang dilihatnya saat ini, tepat didepannya bukanlah mimpi atau halusinasi. Gadis itu tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya saat ia telah benar-benar berdiri.

Pria itu tersenyum melihat Hara yang diam mematung. Tanpa berkata apa-apa, pria itu langsung menarik Hara kedalam pelukannya. Pria itu bahkan sempat mengecup lama ubun-ubun Hara.

Ternyata benar! Ini bukan mimpi ataupun halusinasi. Ini bukan mimpi, ini bukan mimpi!! Hara berteriak-teriak didalam hatinya saat tubuhnya berada didalam pelukan pria itu.

Setelah beberapa detik berlalu, pria itu melepaskan pelukannya dan menarik dagu Hara kecatas. Mata mereka bertemu. Pria itu menatap dalam-dalam mata Hara sambil tersenyum. Benar-benar senyuman yang sangat Hara rindukan.

“Apa kabar?” tanya pria itu dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya.

Mata Hara berkaca-kaca menatap pria itu, “Baik oppa. Kau sendiri bagaimana?” Hara berusaha bersikap senormal mungkin, walaupun didalam hatinya saat ini ia ingin sekali berteriak dan menghambur lagi kepelukan pria dihadapannya ini.

“Aku juga baik, seperti yang kau lihat sekarang. Ehmm sudah dua tahun aku tidak datang ketempat ini. Saat aku datang malah aku bertemu dengan mu. Sepertinya kita memang berjodoh ya.” Pria itu mengacak-acak rambut Hara.

Apakah benar yang dikatakan Siwon oppa?! Apakah keajaiban dimalam natal itu benar-benar ada?! Hara bertanya di dalam hatinya.

Ia masih tidak percaya ia bisa bertemu Sungmin. Ya, pria yang meninggalkan nya dua tahun yang lalu. Kini ia kembali dipertemukan dengan Sungmin tepat ditempat ia ditinggalkan dua tahun lalu.

“Emm..” baru saja Hara akan berbicara, tiba-tiba seseorang menarik perhatiannya. Seorang wanita terlihat tengah berjalan ke arahnya dan Sungmin berdiri sekarang.

Yeobo aku sudah selesai.” Wanita itu langsung menghambur memeluk Sungmin.

“Oo.. kau sudah selesai.” Sungmin mencubit hidung wanita itu dengan gemas dan mengecup singkat bibir tipis wanita yang memeluknya itu.

Pemandangan yang terjadi saat ini tepat didepan matanya membuat Hara merasa tiba-tiba suhu tubuhnya menjadi sangat panas, padahal saat ini ia tengah berdiri dibawah guyuran hujan salju.

Ia mengepalkan tangannya. Ingin sekali ia menghajar wanita itu dan tentu saja menghajar Sungmin setelahnya. Namun ia berusaha sekuat mungkin untuk tetap bersikap biasa saja seperti tidak melihat apa-apa, walaupun sekarang rasanya ia sudah tidak mampu untuk berdiri.

Bagaimana mungkin Sungmin oppa bisa secepat itu menemukan wanita lain?! Diri ku saja mati-matian menolak perjodohan ku dengan Leeteuk! Omel Hara dalam hatinya.

“Dia siapa yeobo?” Wanita itu menyadari keberadaan Hara.

“Aa dia teman ku, namanya Hara.” Kata Sungmin. “Hara kenalkan ini istri ku. Kami baru saja menikah setahun yang lalu.”

APA?! ISTRI?! JADI WANITA INI BUKAN KEKASIH SUNGMIN OPPA MELAINKAN ISTRINYA?! MWO?! Hara tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Secepat itukan Sungmin sudah meyakinkan diri untuk menikah?

Hara benar-benar seperti dihantam topan Haiyan mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Sungmin. Saat ini ia benar-benar sudah tidak sanggup untuk berdiri. Namun ia masih berusaha tetap tersenyum dan terlihat baik-baik saja.

“Senang bertemu dengan mu. Semoga pernikahan kalian langgeng.” Hara mencoba memberikan senyum terbaiknya yang terlihat jelas itu dipaksakan.

“Gomawo, aku dan istri ku pulang dulu ya Hara. Kau juga harus cepat pulang kerumah. Jangan melewatkan malam natal diluar sendirian seperti ini.” Sungmin tersenyum pada Hara sebelum akhirnya ia merangkul istrinya pergi dari taman itu.

Saat Sungmin pergi, Hara benar-benar sudah tidak mampu untuk berdiri. Kakinya seolah tiba-tiba meleleh. Ia jatuh bersimpuh didepan kolam. Tubuhnya bergetar menahan tangis.

Untuk yang kedua kalinya Sungmin meninggalkannya seperti ini. Namun kejadian yang ini benar-benar sebuah hantaman keras dihatinya. Sekarang ia benar-benar tidak akan bisa kembali pada Sungmin. Pria itu sudah jadi milik orang lain. Ia sudah berstatus suami orang.

Saat Hara tengah menangis, seseorang menyelimuti tubuhnya dengan coat tebal berwarna merah maroon dan membantu gadis itu untuk berdiri “Jangan menangis lagi. Ayoo, aku akan mengantar mu pulang.” Jari-jemarinya dengan lembut menghapus airmata yang keluar dari pelupuk mata Hara.

“Kau mengikuti ku oppa?” Hara menundukkan kepalanya berusaha menghentinkan air mata yang keluar.

“Ehmm.. mana bisa aku membiarkan orang yang sangat aku cintai berjalan sendiri di tengah malam natal yang sukacita ini.” Leeteuk menarik Hara kedalam pelukannya mencoba menenangkan gadis itu.

Oppa hentikan, aku tidak mencintai mu.” Hara mendorong tubuh Leeteuk agar menjauh darinya, hingga pelukan pria itu terlepas. Ia benar-benar sudah tidak tahan dengan semua perlakuan yang diberikan Leeteuk padanya.

“Tidak peduli bagaimana dinginnya sikap mu pada ku. Tidak peduli bagaimana kau membenci ku saat ini. Dan tidak peduli kau mencintai ku atau tidak. Yang jelas aku sangat mencintai mu dan kau adalah calon istri ku. Sebentar lagi kita akan menikah dan aku tidak akan melepaskan mu.” Leeteuk kembali mendekatkan tubuhnya pada Hara.

Mendengar apa yang dikatakan Leeteuk, Hara yang baru saja akan berhenti menangis kembali mengeluarkan airmatanya. Ia benar-benar tidak bisa mengontrol airmatanya yang keluar. Dengan refleks ia memeluk Leeteuk yang berada didepannya.

Ia menangis dalam pelukan pria itu. Leeteuk membiarkan Hara mengeluarkan semua kesedihannya. Dengan penuh kasih sayang Leeteuk mengelus rambut hitam Hara, sambil sesekali menepuk-nempuk punggung gadis itu untuk menenangkannya.

“Sudah jangan menangis lagi, ayo kita pulang. Udara diluar sudah semakin dingin. Lihat, rambut mu sudah berubah warna menjadi putih karena terlalu lama berada dibawah guyuran salju.” Leeteuk membersihkan rambut Hara dari butiran-butiran salju yang menutupi mahkota gadis itu.

“Aku belum mau pulang oppa.”

-oOo-

Karena tidak tahu akan membawa Hara kemana, akhirnya Leeteuk memutuskan untuk mengajak Hara ke appartement nya. Lagi pula Hara juga sama sekali belum pernah berkunjung ke appartementnya. Karena itulah ia membawa Hara untuk datang ke istana miliknya ini.

“Silahkan masuk tuan putri, maaf appartement ku agak sedikit berantakan.”

Setelah dipersilahkan oleh Leeteuk, Hara melangkah masuk kedalam appartement. Appartement itu terlihat sangat rapi dan mewah dengan desain interiornya yang modern. Hara tidak mengerti sama sekali dimana letak ‘berantakan’ yang di katakan Leeteuk tadi.

Appartement Leeteuk berukuran cukup luas. Setiap prabotan dalam appartement itu tertata rapi pada tempatnya. Hara duduk disebuah sofa berwarna putih yang ada diruang tengah. Matanya masih menatap kesetiap sudut appartement itu. Menggagumi setiap sudut kemewahannya.

Ia menoleh pada Leeteuk yang berdiri disampingnya, “Kamar mu yang mana Oppa?”

“Oo.. kau mau melihat kamar ku? Ayoo ku tunjukkan.” Leeteuk menarik tangan Hara. Hara hanya diam dan mengikuti langkah Leeteuk yang menuntun nya kedalam sebuah ruangan.

Begitu memasuki ruangan yang ditunjukkan Leeteuk, Hara kembali tertegun melihat isi kamar itu. Kamar itu sangat luas dan tidak kalah modern dengan desain diruang tengah tadi. Semua properti dalam ruangan ini bernuansa putih. Terlihat sangat cantik dan anggun.

“Kau menyukai kamar ku?” kata Leeteuk saat menyadari Hara yang dengan intens menatap setiap sudut dalam kamarnya.

“Ne oppa, kamar mu sangat cantik. Persis seperti kamar Sungmin oppa. Bernuansa serba putih.” Hara duduk diatas kasur yang berada ditengah kamar Leeteuk. Ia tidak menyadari kesalahan dari kata-kata yang baru saja di lontarkan dari mulutnya.

Mengendengar itu, Leeteuk berusaha untuk bersikap biasa saja seperti tidak mendengar apapun. Tidak bisa dipungkiri, saat ini didalam hatinya ia sangat kesal pada pria bernama Sungmin itu. Pria itu masih menduduki tahta teratas dihati Hara. Seharusnya dialah yang mendudukin tahta dihati Hara, bukan Sungmin. Namun ia berusaha bersikap acuh tentang itu, toh sebentar lagi ia akan menikah dengan Hara.

“Kamar mu juga cantik seperti mu.”

“Ya tentu saja, aku memang cantik. Siapapun yang memiliki mata bisa melihat itu. Tapi sayangnya kamar ku tidak sebagus kamar mu.” Hara kembali menatap ke sekeling kamar Leeteuk. Lalu ia merebahkan tubuhnya diatas kasur itu. “Oppa tidak masalah-kan jika aku merebahkan tubuh ku sebentar saja di kasur mu ini? Aku sangat lelah.”

Leeteuk duduk disebelah Hara yang tengah berbaring “Gwenchana chagiya, kau mau berlama-lama disini juga tidak masalah. Ini appartemen mu juga.” Leeteuk mengelus rambut Hara.

Gomawo.” Hara memejamkan matanya dan Leeteuk tetap mengelus rambut gadis itu sambil terus menatapnya. Ia sangat mengagumi kecantikkan wajah calon istrinya ini. Ingin sekali rasanya ia mengecup bibir itu lagi, namun ia mati-matian menahan keinginan hawa nafsunya.

Saat ia tengah sibuk menatap wajah Hara, tiba tiba Hara membuka matanya dan menggeser tubuhnya menjauh dari Leeteuk. “Waeyo?” tanya Leeteuk heran.

Hara tersenyum dan menepuk-nepuk tempat disebelahnya “Beristirahatlah bersama ku oppa, kau juga pasti sangat lelah karena sudah mengikuti ku sejak tadi.”

“Sampai kapan-pun aku tidak akan pernah lelah untuk mengikuti kemanapun kau pergi chagi. Walaupun kau pergi keujung dunia sekalipun, aku akan tetap mengikuti mu.” Seulas senyum yang sangat tulus terlukis digaris bibir pria itu.

“Kalau begitu sini ikuti aku. Rebahkan tubuh mu disamping ku oppa.” Hara menarik tangan Leeteuk dan pria itu mengikuti keinginan Hara. Ia merebahkan tubuhnya tepat disamping Hara. Kini mereka berada pada jarak yang sangat dekat.

Tanpa sadar Leeteuk mengecup kening Hara, “Ahh mianne.” Leeteuk langsung melepaskan kecupan-nya begitu ia menyadari apa yang ia lakukan. Ia tidak mau membuat gadis itu marah lagi padanya.

Hara mendekatkan tubuhnya pada Leeteuk, ia merebahkan kepalanya diatas dada pria itu dan tangannya memeluk pinggang Leeteuk “Gwenchana oppa, bukankah aku calon istri mu?” Leeteuk tidak menjawab perkataan Hara, ia melepaskan pelukan gadis itu dan membalikan posisi tubuh mereka.

Kini Leeteuk berada tepat diatas tubuh Hara, matanya menatap Hara tanpa berkedip “Jangan nakal oppa, aku akan membunuh mu jika kau berbuat macam-macam pada ku.” setelah berkata seperti itu, Hara melingkarkan tangannya pada leher Leeteuk dan sedikit menarik tengkuk Leeteuk untuk mendekat kearah wajahnya, agar ia bisa dengan mudah mengecup bibir tipis pria berdimple itu.

Awalnya ciuman mereka sangat lembut dan hati-hati. Namun semakin lama, ciuman mereka menjadi ciuman yang sangat ganas. Lidah mereka saling beradu didalam sana. Suara decakan peraduan itu telah menggema keseluruh sudut ruangan tempat mereka berada sekarang. Leeteuk menempel-kan tubuhnya pada tubuh mungil Hara. Semakin mereka memperdalam ciumannya, semakin erat pula tangan Leeteuk memeluk tubuh Hara.

Dan entah mengapa, Hara merasakan ciuman-nya dan Leeteuk kali ini sedikit berbeda dengan ciuman mereka sebelumnya, saat di kamar Hara tadi. Ia merasa menjadi sedikit agresif karena ingin terus memperdalam ciumannya dibibir Leeteuk dan tidak ingin melepaskannya.

Mungkinkah ia sudah mulai menyukai calon suaminya ini? Apakah ia sudah terkena Miracle Christmas seperti kata Siwon? Atau ini terjadi hanya secara kebetulan akibat getaran hawa nafsunya? Ataukah ini kekuatan dari kalung yang diberikan Siwon padanya?

Entahlah. Apa-pun itu, yang jelas saat ini ia tidak ingin melepaskan dirinya dari Leeteuk.

Setelah cukup lama, Leeteuk melepaskan ciuman mereka. Saat ciumannya terlepas Hara merasa sedikit kecewa karena Leeteuk melepaskannya lebih dulu. Nafas mereka sama-sama terengah-engah, seperti habis berlari sangat jauh. Leeteuk kembali merebahkan tubuhnya disebelah Hara dan menarik gadis itu kedalam pelukannya.

Saat ini Hara merasa jantungnya berdetak sangat kencang karena Leeteuk terus menatapnya dengan sangat intens dan membelai lembut pipinya yang sudah memerah bak kepiting rebus.

“Kau ratu ku. Kau benar-benar mampu membuat ku sangat mencintai mu chagiya. Jika tadi aku tidak melepaskan ciuman kita, aku mungkin akan bertindak melewati batas. Bisa-bisa kita melakukannya sebelum resmi menjadi suami-istri. Mianne” Leeteuk melemparkan senyum-nya lalu mencium singkat kening Hara.

Gwenchana, kau tidak perlu meminta maaf. Aku-lah yang harusnya meminta maaf karena mencium mu lebih dulu.” Hara menenggelamkan kepalanya dalam dekapan Leeteuk karena merasa sangat malu telah mencuri start lebih dulu.

Leeteuk mengangkat dagu Hara “Kau adalah calon istri ku. Aku adalah milik mu, dan begitu juga sebaliknya. Jadi jangan pernah merasa bersalah jika kau mencium ku lebih dulu. Aku malah sangat menyukainya. Jika kau ingin memeluk ku, mencium ku, atau bersandar pada ku, maka lakukan-lah. Datang pada ku jika kau menginginkan ku. Dan.. ”

Belum seleasai Leeteuk berbicara, Hara meletakan jari telunjuknya dibibir Leeteuk “Arraso oppa.”

Leeteuk menurukan jari telunjuk Hara dari bibirnya dan menggenggam dengan lembut jari-jemari gadis itu, “Apakah sekarang kita harus berciuman lagi? Suasanya saat ini sangat romantis untuk melakukannya lagi.” Leeteuk berbicara dengan nada sedikit nakal, yang terasa sangat mengoda di telinga Hara.

-oOo-

“Ku dengar semalam kau tidak pulang kerumah?” Hara yang baru saja keluar dari kamar mandi, hanya dengan balutan handuk ditubuhnya, sangat terkejut mendapati Eunhyuk tengah berbaring diatas tempat tidurnya.

Tidak mendapat jawaban dari Hara, Eunhyuk yang semula menatap kearah langit-langit kamar, menolehkan pandangannya kearah Hara yang diam mematung di depan pintu kamar mandinya.

Karena pandangan Eunhyuk yang tiba-tiba mengarah padanya, dengan refleks membuat Hara menyilangkan kedua tangannya tepat didepan dada “KKYYAAA OOPPPAA KELUAR KAU DARI KAMAR KU!”

Eunhyuk menutup kedua telinganya begitu mendengar suara teriakan Hara, “Yaaa~ bisakah kau tidak berteriak seperti itu huh! Gendang telinga ku bisa pecah.” Omel Eunhyuk.

Hara berjalan mendekati Eunhyuk dan mengambil salah satu guling yang ada di sebelah Eunhyuk, “Salah mu sendiri kenapa masuk kamar ku tanpa ijin.” Ia menghantam tubuh Eunhyuk menggunakan guling yang diambilnya.

Appo!” Eunhyuk mengusap-usap lengannya yang terkena pukulan Hara, “Aku sudah mengetuk pintu, kau tidak menjawab. Jadi aku langsung masuk. Bukan salah ku jika aku memutuskan untuk masuk!”

Hara mendengus sebal mendengar jawaban kakaknya. Pria ini bodoh atau apa?! Tentu saja Hara tidak menjawab ketukan Eunhyuk, dirinya tadi sedang mandi. Suara air yang keluar dari shower-nya sudah membisingkan seisi kamar mandi. Mana mungkin ia bisa mendengar suara pintunya yang diketuk. Namun saat ini ia sedang tidak ingin berdebat dengan Eunhyuk “Ya sudah jangan dibahas lagi, sekarang cepat keluar! Aku ingin megenakan pakaian.”

“Kalau kau mau menggenakan pakaian ya kenakan saja. Mengapa kau menyuruh ku keluar. Aku tidak mau.” Eunhyuk kembali merebahkan dirinya diatas tempat tidur yang beralaskan sprei berwarna biru itu.

MWO?! YAAAAA! KAU MAU MENGINTIP DONGSAENG MU SENDIRI?! DASAR NAMJA CABUL! CEPAT KELUAAARR!” Hara kembali mengambil guling dan memukul-mukul tubuh Eunhyuk hingga pria itu berlari keluar dari kamar Hara. Setelah berhasil mengusir pergi Eunhyuk, Hara langsung mengunci pintu kamarnya.

 

~END~

 

Hellooo!

Ini fanfic Leeteuk yang bisa dibilang langka ditemukan di abad ke-21 ini hihihi

Gimana gimana?

Meskipun ini kiriman dari new author, wajib komen yaa habis baca.

Ini tulisan pertama yang dia publish di blog ini.

Tentu komen kalian bisa nyemangatin authornya lagi buat nulis~

hehe ThanKYU for reading and Selamat Natal yaah bagi yang merayakan ^^

Bubye ^^

Iklan

8 thoughts on “[Oneshoot] Miracle in Christmas

  1. Buakakakak ceritanya menggambarkan authornya banget, lebay2 gimance gituh /eh

    Btw, hara n eunhyuk itu pasti adek angkatnya siwon ya?? Wakakakaka #kabuuurrr

    Kupikir ini sad story eh ternyata komik banget hihihi keep terus yg kayak gini ya author “berparas cuantek” xD

    Suka

  2. pas prtama baca kirain yang ninggalin hara 2 taun lalu tuh eeteuk ehhh trnyata c’pengantin itu dan eeteuk yg ngjar2 cnta hara….

    trlalu kcepetan ga sih hara lngsung nrima lteuk bukn nya dia ga suka kan tpi ga pa2 bagus aq suka critanya,bner jrang bnget lteuk jdi cast utama biasanya dia yg jdi ayah

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s