[6] R E A L O V E

RL6

Author: Hanwoo •Cast: Lee Hyukjae – Hanwoo – and Other Cameo • Genre : Straight – Romance • Length: 6

 

1 tahun berlalu ..
2014 adalah tahun yang indah bagi Hanwoo dan Hyukjae. Tapi keindahan itu tidak terjadi di awal tahun 2015. Hyukjae memang tidak begitu sibuk seperti tahun-tahun sebelumnya saat dia masih menjadi DJ Radio di Sukira. Tidak lagi. Kesibukannya sudah pindah ke tangan Cho Kyuhyun, maknae super junior itu. Bahkan Henry Lau sudah semakin bersinar belakangan ini. Dirinya tidak meredup. Masih banyak fansnya yang setia mengikuti dia kemanapun. Dia juga mempunyai mini concert di Jepang dengan Donghae. Hanya saja dia memang memutuskan untuk beristirahat sebelum masa militernya datang.

Namun tidak dengan Hanwoo. Semenjak dirinya di berikan tahta untuk mengurusi villanya di daerah Gangnam sebagai Executive Secretary. Dia begitu sibuk terkadang diberi tugas yang banyak sehingga Hanwoo harus lembur. Ini juga membuat hubungannya dengan Hyukjae merenggang.
Hanwoo duduk di meja kerjanya. Menaruh bolpoin pinknya di atas kertas putih yang sudah berisi coretannya. Bolpoin ini mengingatkannya kepada kekasihnya. Hyukjae memberikan bolpoin ini sebagai tanda penyemangat untuk dirinya agar dirinya tidak lengah dan tidak melupakannya.

“Apa ini , oppa?”

“Hanya hadiah kecil untukmu. Mungkin tidak terlihat begitu menarik. Tapi semoga benda ini bisa menemanimu jika tidak ada aku.” Hyukjae menggaruk-garuk kepalanya sehabis menyerahkan kotak kecil panjang berwarna pink dengan pita merah marun. Hanwoo memandang kotak itu. Dia mencoba membuka bingkisan itu. Sebuah bolpoin pink terlihat.

“Hanya bolpoin. Ini harganya mahal. Biarpun kecil tapi bolpoin ini sangat istimewa untukmu. Sangat susah mencari yang warna pink jadi aku memesankannya untukmu.”
Hanwoo mendekatkan tubuhnya lalu memeluk tubuh Hyukjae yang sedikit lebih tinggi darinya. Gadis itu tersenyum senang. Dia bahagia sekali bisa memiliki Hyukjae.

“Gomawoyo, oppa. Kau sudah memberiku banyak sekali hadiah. Bahkan kehadiranmu adalah hadiah untukku. Aku harus pergi bekerja.”
Hanwoo meninggalkan Hyukjae kemudian mengambil coat hitam dan tas cokelat bermerk ‘style nanda’ brand yang sedang terkenal di Korea.

“Aku pergi dulu.” Hanwoo mengecup bibir Hyukjae mesra. Hyukjae melepasnya dan membiarkan Hanwoo berjalan sampai pintu untuk memakai heelsnya.

“Sempatkanlah untuk memutar bolpoinnya.”

“Mwoya?”
Hanwoo ingin bertanya kembali karena tidak mengerti dengan perkataan kekasihnya tetapi handphonenya berbunyi. Hanwoo mengangkat teleponnya berbicara sambil memberikan kode pada Hyukjae bahwa dia harus segera pergi. Itulah terakhir kali mereka bisa bermesraan dengan waktu yang lama. Setelahnya Hanwoo belum sempat bertemu dengan Hyukjae. Jadwal mereka yang berbeda juga semakin membuat mereka tidak pernah bertemu.

Mereka juga bertemu saat di acara pernikahan Sungmin tetapi hanya bertemu biasa layaknya seperti teman yang sudah lama tidak pernah bertemu kemudian ditakdirkan untuk bertemu lagi. Walaupun Hanwoo terus menatap rindu kekasihnya dari belakang. Menatap Hyukjae yang duduk di bangku depannya. Terkadang Hyukjae menoleh ke belakang menangkap basah Hanwoo sedang meliriknya. Pria itu bisa merasakan rindu yang sangat dalam di sorot mata Hanwoo.

Hanwoo tersadar dari lamunannya. Dia teringat lagi dengan ucapan Hyukjae yang menyuruhnya untuk memutar bolpoinnya. Karena sewaktu itu Lee Pil Guk atasannya menelponnya untuk segera datang ke Villa karena ada beberapa hal yang harus di bahas bersama dirinya. Hingga akhirnya dia lupa dengan permintaan kekasihnya itu.
Tangannya pelan-pelan memutar bolpoin itu. Tidak terjadi apa-apa. Hanwoo merasa kecewa kemudian menaruh bolpoinnya lagi.

‘Aa..Aaa.. Ehm.. Ehmm..’
Tiba-tiba suara yang dikenalnya muncul dari bolpoin itu. Hanwoo tiba-tiba terpaku hanya karena mendengarkan suaranya.
‘Chukkaeyo Hanwooya atas jabatanmu. Aku sangat bangga menjadi kekasihmu. Kau sudah semakin dewasa dari yang kukenal dulu sebagai adik sepupu Lee Sungmin. Untungnya bukan Cho Kyuhyun yang mendapatkanmu, jika iya ah .. ahaha.. Umm.. Bogoshipoyo. A.. Aku gugup. Padahal aku sudah sering rekaman, tapi kenapa aku gugup sekali. Aku tidak tahu ingin berbicara apa. Tapi aku ingin kau tahu bahwa aku menyimpan perasaanku untukmu. Ini.. Ini bukan gombal. Aku serius. Tahun ini aku 30 tahun. Bagaimana menurutmu? Usia yang seharusnya sudah menjadi seorang ayah tapi aku belum bisa menikahimu karena profesiku dan kau sangat mengerti pekerjaanku. Gomawoyo. Jika kau sibuk jangan lupa untuk makan. Jangan lupa untuk memberiku kabar karena aku selalu menunggu kabarmu. Dan ingat satu hal untuk tetap bersamaku. Saranghaeyo Hanwooya.’

Air mata Hanwoo sukses menetes mendengar rekamannya. Bolpoin ini bukan hanya sekadar bolpoin. Bolpoin ini begitu istimewa . Sekarang dia seperti menemukan makna atas pemberiannya kali ini. Sederhana tapi mengandung banyak arti. Suaranya benar-benar membuat Hanwoo rindu. Seperti ada aliran yang membuatnya ingin bertemu memeluk Hyukjae. Ingin menyandarkan kepala di dadanya. Bogoshipo Hyukjae oppa..

*

“Aku benar-benar mencintai ELF.” Ujar Lee Donghae di pesawat sepulang dari acara penghargaan di Cina. Super Junior mendapatkan penghargaan sebagai Global Singing Artist yang mampu membuat Donghae sangat bahagia malam ini. Hyukjae yang duduk disampingnya hanya tersenyum simpul.

“Kau terlihat tidak begitu senang. Apa kau tidak suka?”

“Anio.. Tentu saja aku senang.”

“Aaa.. Araseo. Aku tahu kenapa kau bersikap seperti ini. Hyuk, kau tidak bisa membohongiku. Ini pasti masalah Hanwoo kan?”

Hyukjae tertawa pelan. Donghae menepuk pundak Hyukjae. “Sudah kuduga. Kau selalu seperti ini jika ada masalah dengannya. Dia tidak menghubungimu lagi? Hyuk, ini sudah kali ke berapa kau menceritakan masalahmu dengan kasus sebelumnya? Cari dia, berikan dia bunga kesukaannya. Atau seperti Sungmin kau melamarnya. Dia pasti suka dan akan menghubungimu..”

“Hae, aku tidak ingin membahasnya.” Hyukjae menghela napas.

“Kau sangat merindukannya. Lebih baik kau melihat video instagram bugsy yang di upload siwon saja agar kau tertawa.”

“Ini sedang di pesawat bodoh mana boleh bermain wifi.”

“Aku hanya menyarankan saja, kenapa kau memanggilku bodoh? Kau bisa melakukannya saat sampai di Seoul nanti.” Donghae sedikit tidak terima dari nadanya. Dia mencibir kemudian melemparkan pandangannya ke arah lain. Eunhae sedang berdebat.

Eunhyuk’s POV
———————
Menjadi anak kecil itu mudah sekali. Ketika tidak dibelikan permen seorang anak kecil pasti akan mengamuk jika tidak dituruti permintannya. Tetapi menjadi dewasa tidaklah mudah. Jika seseorang enggan menuruti permintaan yang kita pinta, kamu haruslah bersabar dan menunggu dan sekarang aku sedang mengalaminya. Ya, menjadi dewasa itu susah.

Jauh dari kekasih padahal masih dalam satu daratan. Sudah berapa lama semenjak Sungmin menikah? Itu adalah hari terakhir kami bertemu. Natalpun kami tidak menghabiskan waktu bersama-sama. Bahkan tahun Baru. Dia selalu sibuk semenjak diberi jabatan menjadi executive secretary.

Aku juga melihat caps foto-foto yang diunggahnya di instagram melalui galery photo. Dia sangat gembira berfoto dengan rekan-rekan kerjanya. Dia memang tidak mengunggah fotonya bersama pia lain. Tetapi seorang pria banyak menggunggah fotonya bersamaHanwoo.

Hanwoo hanya membalas lineku seperlunya. Dia sedikit lupa denganku. Dia seperti lupa mempunyai kekasih mungkin karena larut pada pekerjaannya. Bahkan akhir-akhir ini dia jarang membalas pesan-pesan yang kukirimkan. Aku lupa mengabarinya dia juga tidak bertanya. Jadi aku juga sedang mengabaikannya. Aku sedang malas dengannya. Entah sampai kapan … Entah sampai kapan harus seperti ini.

“Aku benar-benar mencintai ELF” ujar Donghae. Aku hanya tertawa pelan menanggapi ucapannya. Donghae adalah sahabatku. Kami sangat terkenal di kalangan para wanita karena ketampanan kami dan kejeniusan kami menaklukkan hati-hati wanita. Tidak itu juga. Kami juga berbakat. Memiliki duet konser bersama Donghae yang bernama ‘D&E’. Kami disukai banyak wanita. Untuk apa aku sedih memikirkan Hanwoo?

“Kau terlihat tidak begitu senang. Apa kau tidak suka?”

“Anio.. Tentu saja aku senang.”

“Aaa.. Araseo. Aku tahu kenapa kau bersikap seperti ini. Hyuk, kau tidak bisa membohongiku. Ini pasti masalah Hanwoo kan?”

Aku tertawa karena dia berhasil menebakku dengan baik. Donghae menepuk pundakku. Ekspresinya sangat dewasa saat ini seperti eomma sedang menasehatiku.

“Sudah kuduga. Kau selalu seperti ini jika ada masalah dengannya. Dia tidak menghubungimu lagi? Hyuk, ini sudah kali ke berapa kau menceritakan masalahmu dengan kasus sebelumnya? Cari dia, berikan dia bunga kesukaannya. Atau seperti Sungmin kau melamarnya. Dia pasti suka dan akan menghubungimu..”

“Hae, aku tidak ingin membahasnya.” Aku menghela napas mendengarnya berbicara seperti itu, Donghae terliat seperti orang-orang bijak. Sok bijak.

“Kau sangat merindukannya. Lebih baik kau melihat video instagram bugsy yang di upload siwon saja agar kau tertawa. Anjing itu benar-benar jelek sekali hahaha” Donghae memang suka sekali mengejek bugsy anjing yang dipelihara Siwon. Walaupun aku juga sepaham dengan Donghae. Haha.

“Ini sedang di pesawat bodoh mana boleh bermain wifi.”

“Aku hanya menyarankan saja, kenapa kau memanggilku bodoh? Kau bisa melakukannya saat sampai di Seoul nanti.” Donghae melemparkan pandangannya ke arah lain.

“Hae, apa aku terlihat tidak gentle?”

“Ya .” Aku menoleh ke arahnya. Donghae menoleh ke arahku dengan posisi salah tingkah. “Uum.. Maksudku sedikit.” Ujarnya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Aku menyelidikinya Hae. Dia bersama seorang pria.”

“Yak, bagaimana kau bisa mengetahuinya? Apa kau punya bukti? Atau kau hanya mendengar dari orang lain saja? Aiigoo sebaiknya kau menyelidikinya terlebih dahulu Hyuk.”

“Aku punya buktinya Hae. Orang ini mengupload fotonya bersama Hanwoo begitu juga Hanwoo.” Kubuka galeriku kemudian mencari caps instagram Hanwoo bersama pria yang kusebut ¬¬– Memperlihatkannya kepada Donghae. Donghae mulai tertarik dan mendekatiku untuk melihatnya.

RL6

“Kenapa Hanwoo suka sekali selingkuh dibelakangmu Hyuk? Mungkin saja mereka backstreet karena takut putus denganmu”

Donghae menakut-nakuti. Perkataannya membuatku semakin takut. Benar. Hanwoo gadis yang cantik dan dia masih muda. Dia menarik hati banyak pria. Melihat umurku yang sebentar lagi akan 30 tahun adalah alasan yang tepat untuknya meninggalkanku. Mungkinkah dia benar-benar akan meninggalkanku? Hanwooya..

Author’s POV
——————-
Malam sepulang dari bekerja – Hanwoo sedang sibuk membuat cupcakes di dapur. Dengan teliti dan pelan-pelan dia meremas cream icing berwarna pink. Dia membentuk jantung di atas cupcakes yang sudah diratakan dengan butter sebelumnya.

Setelah selesai membuat jantung dalam satu cupcakes – Hanwoo menambahkan tulisan ‘EH’ di cupcakes satunya. Sehingga cupcakes itu bisa dia bawa besok ketika bertemu kekasihnya. Hanwoo mengambil handphonenya di kantong celemeknya yang berwarna pink. Dia membuka line hendak mengirimi pesan untuk Hyukjae.

HW: Bisakah kita bertemu besok?

Beberapa detik kemudian Hyukjae membalasnya.

HJ: Apa besok kau tidak sibuk?
HW: Anio. Kau bisa datang kerumahku. Apa kau bisa datang untukku?
HJ: Baiklah ayo kita bertemu.
HW: gomawoyo, oppa.

Disisi lain Hyukjae yang sudah sampai di Korea – dengan mini coopernya dia berada tepat di depan apartement Hanwoo. Sisa musim dingin di bulan Januari menyisakan tumpukan-tumpukan salju disetiap sudut bangunan. Hyukjae hanya merasa nyaman diam disini memantau keadaan apartemen kekasihnya. Dia tidak hanya merindukan Hanwoo, tapi dia juga merindukan di setiap titik kenangan yang pernah dia lalui bersama Hanwoo.

Tidak puas hanya sekadar berbicara melalui line atau menunggu esok hari untuk bertemu dengan Hanwoo – Hyukjae membuka pintu mobilnya – Melangkah masuk ke dalam apartemen. Dia sangat sudah tidak sabar ingin cepat bertemu Hanwoo.

Hanwoo’s POV
——————–
Mendengar bell apartemen berbunyi – segera kulepas slop tanganku dan bergegas berlari pelan keluar dapur untuk membuka pintu. Aku sedikit terkejut melihat siapa yang datang menemuiku. Mulutku terbuka membentuk bulatan – Tanganku mengepal secara otomatis seperti mesin. Tidak lama mulutku terkatup dan membentu sebuah senyuman.

“Oppa..”

“Kau menyuruhku untuk datang besok tapi entah kenapa aku begitu ingin sekali melihatmu hari ini. Apa kau mengijinkanku?”

Rasanya aku ingin menangis mendengar suaranya. Wajahnya sudah lama tidak kulihat. Aku mengajaknya masuk ke dalam. Dia duduk di sofa menantiku datang membawa suguhan. Kutaruh dua kaleng soft drink serta beberapa cookies diatas piring – menaruhnya di atas meja. Kutaruh nampan yang kupegang di atas meja lalu duduk memeluk lengannya – Menyandarkan kepalaku di dadanya.

“Hanwoo-ya, sudah lama sekali tidak seperti ini. Kau tidak merindukanku?”

“Tentu saja aku merindukanmu.”

“Lalu kenapa kau tidak menghubungiku? Kau lupa padaku?”

“Anio, bukan seperti itu. Miane oppa, apa aku terlihat seperti melupakanmu?” Aku menghela napas. “Hari-hari terasa berat untukku. Presdir Lee memberiku banyak tugas ketika dia meninggalkanku pergi pengawasan di beberapa daerah.”

“Apa kau sedang tidak berbohong? Sepertinya banyak yang ingin kau ceritakan padaku.”

“Tentu saja. Aku baru tahu bahwa bolpoin yang kau berikan padaku berisi sebuah rekaman manis dari seorang pria. Gomawoyo.” Ujarku sambil mengecup pipinya.

“Kau baru tahu?? Apa kau sangat sibuk sampai-sampai kau baru sempat mendengarnya?”

“Ne, aku sangat sibuk. Bolehkah aku berhenti saja?”

“Yak, anio. Kau tidak boleh berbicara seperti itu. Ja, aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Hyukjae oppa memainkan iphone 6-nya – memperlihatkan sesuatu padaku. Kulihat account instagramku. Disana terdapat foto diriku bersama 3 rekan kerjaku. Park So il, Jun Hyu Mid an Kim Jaehyun. Aku mengernyitkan kening menatap kekasihku.

“Itu fotoku. Waeyo? Ada yang salah dengan foto ini?”

“Tentu saja. Apa kau tidak menyadarinya? Siapa pria ini?” Jari Hyukjae oppa tepat menyentuh wajah Kim Jaehyun. Pria yang duduk disebelahku.

“Jaehyun oppa? Ada apa dengannya? Apa kau mengenalnya?”

“Jae..Hyun.. Oppa?” ekspresinya menatapku takut dan agak terkejut. Aku semakin penasaran.

“Kau tahu orang ini senang sekali meng-upload foto ketika bersamamu di instagramnya. Apa kau tidak curiga dengannya? Atau .. Atau kau juga menyukainya?” tuduhnya. Lagi-lagi dia menuduhku yang tidak-tidak.

“Jangan menuduhku yang tidak-tidak. Dia hanya rekan kerjaku. Aku sudah banyak berhutang budi padanya karena dia seniorku yang paling baik dan selalu membantuku. Kau tahu kan aku sekretaris muda jadi aku butuh banyak masukan dan masih banyak belajar. Jaehyun oppalah yang mengajariku. Cemburumu itu sangat berlebihan, oppa. Kenapa kau selalu saja menuduhku yang tidak-tidak dan berpikir buruk tentangku?”

Kulihat dia seperti berberat hati mendengar alasanku. Kedua tangannya menutup matanya lalu mengusap-usap wajahnya sampai ke rambut. Dia menoleh ke arahku menatapku lekat-lekat.

“Bagaimana aku tidak menuduhmu jika kau berdekatan dengan pria lain?”

“Lalu kau menyuruhku untuk tidak bersosialisasi dengan siapapun? Oppa kau kejam sekali. Lagipula aku menjaga diriku dengan baik. Yak, jangan seperti anak kecil. Aku lelah jika seperti ini terus. Lagipula jika kau tidak ingin ada pria yang mendekatiku, akuilah di depan media bahwa kau adalah pacarku dan berhenti menuduhku yang tidak-tidak, aku bosan.”

Hyukjae oppa terdiam. Sepertinya dia kesal dengan ucapanku.Kutunggu beberapa detik dia tidak menyanggah ucapanku. Apakah dia berberat hati untuk mengakui semua itu sekarang?

“Kau tidak bisa kan? Oppa, asal kau tahu aku sangat sakit hati atas semua ini. Ti.. Tidak bisakah kau berhenti menuduhku yang tidak-tidak? Bisakah kau mempercayaiku?” suaraku bergetar. Aku terbawa suasana mellowku. Rasa sakit yang tidak bisa kutahan.

“Miane, Hanwoo-ya..”
Tangannya menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Dia mendekapku. Aku menangis terisak lalu memukul dadanya pelan. Bibirnya mengecup keningku sambil mengucapkan kata maaf untukku berulang kali.

“Terlalu gampang jika aku memaafkanmu. Aku tidak murahan oppa.”

“Baiklah kamu mau apa dariku? Kali ini aku akan mengabulkannya.”

“Kau tahu aku ingin meminta apa darimu?”

“Ani, ?”

Aku tersenyum jahil kemudian membisikkan sesuatu di telinganya ..

“a-e-g-i …” bisikku.

 

 

Hallo 🙂

sudah lama sekali author Hanwoo tidak menulis.

Tidak banyak kata-kata.

Hanya saja mohon di comment setelah baca 🙂

Terima kasih 🙂

 

 

 

Iklan

31 thoughts on “[6] R E A L O V E

    • Iya ada beberapa kata kata yang salah juga maaf yaaa 🙂 baru cek dirumah dan saya sudah memperbaikinya. Kalau mau dibaca ulang lagi hihihi . Thanks sudah baca dan perhatian ^^ salam kenal dr author hanwoo,

      Suka

  1. Udah lama banget rasanya ga baca ff eunhyuk akhirnya dipost juga yg baru, aku suka banget ff nya, ditunggu kelanjutannya kak^^ oh iya kak ff this is love kapan diterusinnya, aku penasaran lanjutan nya kayak gimana, cepet cepet dipost ya kak^^

    Suka

  2. waaahhh finally. lama banget ngga baca ff hanwoo-lhj.
    kirain bakal tengkar terus pisah. ngga taunya malah minta anak rofl 😀
    ditunggu next updatenya. jangan lama-lama kalo hisa, keburu ilang feel ceritanya hehehe /kebanyakan request/ fighting ^^9

    Suka

  3. Akhirnya ini couple exist lagi setelah lama nggak muncul. Kkk…. Hemeh, Hanwoo udah gila kali minta bayi ma bang Unyuk, bodoh banget kalau Unyuk nolak. Lol. Btw, berhubung di chapter ini Hanwoo minta bayi, apakah next chapter adalah proses pembuatannya? Wkwkwkwk…. *YadongKumat XD

    Suka

  4. hwahhhhhhhh akhirnya eunwo couple hdir juga,stelah skian mnunggu lama mnunggu sumpah ya aq th kngen bgt ama pasangan ini huhuhuu….
    Ya ampyun aq qra mreka bkalan mrahn besar bgett smpe mau pisah gtu ehh tpi ujung2nya mau aegi hahaa hanwoo hanwoo kmu mh mnta ksenengan eunhyuk tuh….
    Ahhh dtnggu bgt kisah2 eunwoo couple nya min,love bgt pkonya ama admn nya

    Suka

  5. wahhh…udah lama bgt ya eon enggak ada ff terbaru…hampir lupa sama cerita yg sebelum nya..
    OMG,,,hanwoo minta aegi? hihi..berarti di part selanjutnya bakal ada proses pembuatan baby ya eon ???? #virusyadongkambuh

    Selalu ditunggu buat cerita” selanjutnya 😀

    Suka

  6. kind of proud sama hanwoo.. beauty with brain. udah cantik. jabatannya executive secretary lagi..
    suka sama tipe cewek yg mandiri gitu, bukan cewek manja yg menye2 haha
    dan hyukjae pantes lah ya, protective. hanwoonya cantik gitu di IG. dan pasti populer di antara temen kerja yg cowok
    oh ya. mereka berdua tuh baru tunangan kan, udah main minta aegi aja hahaha
    nikah dulu kek dasar,, ga sabar mereka pas menikah, semoga anaknya kembar deh dan diberi hadiah honeymoon romantis dari author wkwkwk.
    keep writing yaaa ditunggu karya2nya, see u

    Suka

  7. tuh kan? cemburunya hyukjae tuh gemesin bgt hahaha tp kayanya emg wajar soalnya dia selalu bawa2 umur dari awal. dia ga pede kali ya sama hanwoo apa gimana karena dia ketuaan wakakaka tp jatohnya emg nuduh kan kesian hanwoo udah dituduh berapa kali tuh hahaha

    Suka

  8. sifat hyuk disini terlalu protektif jadi ingat seseorang -_- #jadicurhat haha
    rada gerget sama sifat hyuk disini cemburuan banget susah banget gitu percaya sama hanwoo deket sama cowo dikit dibilang selingkuh haduhhh, semoga mereka cepet nikah udah kode minta anakk 😆😆

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s