Clown Man [Chapter 11]

CLOWN MAN 11

Author : Minji • Main Cast : Cho Kyuhyun – Kang Minji  •  Support Cast : Choi Hyojin – Lee Hyukjae – Shim Changmin – Henry Lau – Lee Donghae and others • Genre : Romance  • Length : Chapter

===============

Minji menarik nafasnya. Kesal dan merasa harus lebih bersabar, sementara gadis bertubuh mungil di hadapannya masih menunduk sambil tak henti-hentinya mengucapkan kata maaf. Ini bukan yang pertama kali bagi Hanwoo melakukan kesalahan kecil tapi cukup membuat Minji sakit kepala dan merasa terhambat. Kali ini, sekretaris pengganti sementara Hyojin itu bahkan lupa mengingatkan dan memasukkan jadwal pertemuan Minji dengan seorang klien sehingga membuat Minji harus meminta maaf atas ketidakhadirannya pada pertemuan yang bisa dibilang cukup penting itu.

“Nona Lee, keluarlah. Kau membuatku pusing.” Kata Minji akhirnya. Ia tidak mengerti mengapa Hanwoo bisa dipilih menggantikan Hyojin dan siapa yang merekomendasikan gadis itu. Meskipun Minji sudah membaca catatan bahwa gadis itu cukup bertanggungjawab di departemen ia ditempatkan sebelumnya. Mungkin saja Hanwoo merasa gugup dengan tugas baru sementaranya yang setiap saat harus menemani direktur yang dikenal angkuh itu.

“Ya Tuhan. Hyojin ssi kau benar-benar harus segera kembali. Atau semuanya akan berantakan.” Minji bergumam menggeleng-gelengkan kepalanya setelah Lee Hanwoo sekretaris sementaranya meninggalkan ruangan. Tak berapa lama, pintu ruangan Minji kembali terbuka dan menampakkan sosok Kyuhyun dengan senyum tipisnya.

“Kau memarahinya lagi? Apa ia melakukan kesalahan lagi?” Tanya Kyuhyun. Pria itu melewati meja Minji, lalu menyingkap tirai yang menutupi kaca besar di belakang meja wanita itu. Kyuhyun berdiri, Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana kain hitamnya. Pria itu memandang suasana kota Seoul yang selalu padat dan sibuk.

“Boleh aku tahu siapa yang merekomendasikannya? Ia hanya— hmm. Sepertinya dia kurang cepat.” Minji menatap punggung kekasihnya dari tempat duduknya.

“Nona Lee adalah kekasih Eunhyuk. Mereka baru beberapa minggu ini bersama. Eunhyuk yang merekomendasikannya padaku.” Jawab Kyuhyun tanpa melihat lawan bicaranya, masih pada posisinya.

“Oh. Jadi gadis itu. Well— mungkin ia hanya belum terbiasa. Namun aku benar-benar membutuhkan Hyojin. Sebentar lagi cutinya berakhir bukan?” Kyuhyun tersenyum tanpa dilihat Minji. Setidaknya, Minji tidak merasa senang dengan ketiadaan Hyojin. Kyuhyun merasa lega.

Minji menatap punggung tegap Kyuhyun. Kemeja putih itu sangat pas dipakai Kyuhyun. Minji bisa mencium aroma maskulin pria itu, menggodanya untuk mendekat dan memeluk tubuh itu erat-erat.

Kyuhyun terlihat jauh lebih pendiam sejak peristiwa memalukan di pesta Grup Yongshin beberapa waktu lalu. Minji merindukan pria itu, meskipun mereka bersama hampir setiap waktu. Namun tetap saja Minji kehilangan sosok Kyuhyun yang ceria, karena sepertinya pria itu menyembunyikan sesuatu darinya. Kyuhyun seperti memiliki masalah yang tidak bisa ia bagi bahkan dengan kekasihnya sendiri. Minji merasa kesal dan tidak berguna, karena ia tidak bisa menghibur Kyuhyun sebaik yang pria itu lakukan ketika dirinya merasa kesal, marah dan sedih. Minji ingin bisa menjadi alasan mengapa pria itu tersenyum.

“Ada apa?” Kyuhyun bergumam dan tersenyum tipis ketika merasakan sepasang tangan melingkari perutnya. Minji memeluk tubuh Kyuhyun dari belakang, menyandarkan kepalanya di bagian belakang bahu pria itu.

“Aku merindukanmu.”

“Aku juga.”

“Tapi akhir-akhir ini kau tidak fokus padaku.” Minji mengajukan protesnya.

“Oh ya? Maafkan aku, Sayang.”

Minji menghembuskan nafas kasar.

“Apakah karena Hyojin tidak ada kau jadi seperti ini? Kau merindukannya, huh?”

“Ya Tuhan. Kau selalu saja bisa menghubungkan segala hal dengan Hyojin. Kami bahkan tidak menghubungi satu sama lain.” Kyuhyun menanggapi dengan ringan. Ia melepaskan kedua tangan Minji di perutnya, lalu membuat posisi mereka berhadapan.

Kyuhyun menatap wajah cantik Minji yang terlihat kesal. Ia meletakkan kedua tangannya di bahu wanita itu. Tangan kanannya naik perlahan, membelai pipi Minji yang mulai merona dengan jari-jarinya yang panjang.

“Kau adalah wanitaku yang paling aneh. Kau selalu tidak mempercayaiku, tapi kadang aku merasa senang karena dikhawatirkan. Itu artinya— kau hanya memikirkanku.” Kyuhyun menekankan kalimat terakhirnya.

“Dan aku tidak yakin apakah orang yang aku pikirkan hanya memikirkanku juga ataukah aku adalah wanita kesekian yang ada di pikirannya.“

“Kau yang ketiga.”

Aish. Kalau begitu lepaskan ak—”

“Setelah ibuku dan Yoora.”

Minji menghentikan gerakan memberontaknya dan wajahnya dengan sukses kembali merona. Bodohnya, ia selalu percaya dengan mulut manis pria itu. Kyuhyun tertawa menatap ekspresi kesal bercampur malu yang muncul di wajah Minji. Ekspresi favorit Kyuhyun.

Berikutnya, Minji dengan sukarela menyerahkan tubuhnya untuk dipeluk Kyuhyun. Perlahan tangannya bergerak naik dan terkait di punggung pria itu. Kyuhyun meletakkan dagunya di atas kepala Minji, sesekali mencium rambut di puncak kepala Minji dan tangannya menepuk-nepuk pelan punggung wanita itu.

“Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?”

Pertanyaan Minji membuat Kyuhyun tersentak.

Minji adalah miliknya. Kebahagiaannya. Sesuatu yang belakangan muncul di hidupnya dan selalu membuat Kyuhyun merasakan getaran dan debaran aneh yang belum pernah ia rasakan ketika berhadapan dengan wanita manapun sebelumnya. Tidak ada nafsu, hanya ada cinta dan kasih sayang yang membuatnya selalu ingin melindungi dan membuat wanita itu tertawa bahagia.

Dan Kyuhyun— tidak akan pernah melepaskan wanita ini karena alasan apapun. Tidak peduli siapapun yang menentang hubungan mereka. Kyuhyun memejamkan matanya, menikmati Minji di pelukannya. Pikirannya kembali melayang teringat sesuatu. Pertanyaan Minji bahkan belum dijawabnya.

“Cho Kyuhyun— kau ada masalah?”

Minji mendongakkan kepalanya, menarik wajah Kyuhyun agar menghadapnya, mengamati ekspresi Kyuhyun. Pria itu tersenyum padanya, tapi Minji melihat mata Kyuhyun menyiratkan hal lain.

Kyuhyun melangkah dengan banyak tanda tanya memenuhi kepalanya. Apa yang membuat wanita itu kembali ingin bertemu dengannya empat mata? Apapun itu, Kyuhyun punya firasat buruk karena sepertinya Shin Nayoung mulai tidak menyukainya. Apalagi semenjak perkelahiannya dengan Choi Siwon di pesta Grup Yongshin.

“Kau terlambat 10 menit. Apa kau selalu membuat putriku menunggu seperti ini, Tuan muda Cho?”
Penyambutan yang tidak mengenakkan. Kyuhyun meminta maaf, kemudian Nayoung mempersilakan pria yang lebih muda darinya itu untuk menempati tempat duduk di depannya.

“Pesanlah makanan atau minuman yang kau suka. Aku yang akan membayarnya.” Nayoung tersenyum. Sesuatu yang membuat Kyuhyun tidak nyaman.

“Tidak, Nyonya. Aku terburu-buru. Setelah ini aku memiliki urusan lain. Jadi katakan saja apa keperluan anda.” Kyuhyun masih menjaga kesopanannya.

Nayoung tersenyum. Pria ini jika diperhatikan memang terlihat begitu mirip dengan ibunya. Cara bicara bahkan penolakannya terhadap orang lain, termasuk bagaimana menunjukkan rasa tidak nyamannya.

“Aku memperhatikanmu ketika kau masuk ke dalam dan mencariku. Kau memang tampan dan sangat menarik. Kau memiliki karisma seorang pria yang diinginkan setiap wanita. Aku tidak heran jika pada akhirnya kau berhasil memikat putriku. Mengingatkanku pada bagaimana aku jatuh cinta dengan mantan suamiku. Kau dan Jihyuk oppa, kalian memiliki aura pemikat yang sama.”

Kyuhyun mengernyitkan alisnya. Nayoung tidak memanggilnya untuk membicarakan hal-hal tidak penting bukan?

“Cho Kyuhyun ssi, apa sebenarnya tujuanmu mendekati putriku?” ucapan Nayoung mulai terdengar tajam. Wanita itu menatap pria muda di depannya. Kyuhyun memberanikan dirinya menatap mata wanita yang seharusnya ia hormati itu. Wanita yang berjasa karena telah melahirkan wanita yang begitu ia cintai.

“Apa maksud anda?”

“Jihyuk oppa memberimu semuanya. Aku tahu, mantan suamiku sangat berjasa pada keluarga kalian. Aku tahu soal hutang besar yang dimiliki mendiang ayahmu, dan mantan suamiku sangat mendedikasikan dirinya sebagai seorang sahabat yang baik hingga ia membantu melunasi hutang-hutang itu tanpa pamrih. Belum lagi— ah”

“Apa yang ingin anda katakan? Mengapa anda tidak melanjutkannya?” Kyuhyun mulai penasaran, menahan rasa kesal karena mendiang ayahnya kembali disebut.

“Sebaiknya kau tanyakan saja sisanya pada ibumu. Aku tidak ingin mencampuri hal yang sudah tidak menjadi urusanku. Yang aku inginkan hanyalah, melindungi sesuatu yang masih menjadi hakku.”

“Aku— tidak mengerti dengan apa yang sedang kau bicarakan.”

“Minji. Aku berbicara soal putriku. Aku tidak mau putriku menjalin hubungan denganmu. Jadi aku meminta secara halus, tinggalkan dia.” Kyuhyun mencoba mencerna ucapan Nayoung. Bukankah pada awalnya wanita itu menyetujui hubungannya dengan Minji?

“Maaf. Jika itu permintaanmu, aku tidak bisa melakukannya.”

“Beraninya kau menolakku.”

“Aku mencintainya. Aku sudah jatuh cinta padanya.”

“Hahahhaha. Jangan membahas masalah cinta denganku. Apa kau sedang memanfaatkan kebaikan mantan suamiku untuk mendapatkan hati putriku? Kau sungguh mirip dengan ibumu.”

“Nyonya. Apa yang sebenarnya menjadi masalahmu? Mengapa kau membawa-bawa kedua orangtuaku yang bahkan adalah sahabatmu?” Nada Kyuhyun mulai mengandung amarah. Nayoung menyadari itu. Kyuhyun mulai terpancing.

“Mereka tidak lagi sahabatku. Karena mereka hanya bersahabat dengan mantan suamiku, atau mungkin hanya dengan uang yang dimiliki mantan suamiku—”

“Nyonya Shin!!!” Kyuhyun berdiri, menggebrak meja. Matanya menatap marah Nayoung, membuat beberapa pelanggan di meja lain terpaku menyaksikan hal itu. Kyuhyun terlihat seperti pria muda yang menjadi mainan wanita-wanita tua berkelas. Mereka jelas tidak terlihat seperti pasangan ibu dan anak.
Nayoung sedikit khawatir menghadapi amarah anak muda itu.

“Apa yang akan kau lakukan? Wah. Kau ingin melawanku? Apa kau selalu bertindak kasar pada setiap orang yang mengkritikmu? Aku jadi semakin yakin bahwa kau bukan pria yang baik untuk putriku.”

“Aku mungkin mengerti apa yang kau pikirkan. Tapi— aku akan membuktikan padamu bahwa aku tulus mencintai Minji.” Nayoung hanya tertawa mengejek mendengar tekad Kyuhyun. Pria itu terlihat menahan kesabarannya. Wanita ini adalah mantan istri Kang Jihyuk, ibu dari Kang Minji, gadis yang kau cintai. Ingat itu Cho Kyuhyun.

“Dan kuperingatkan padamu Nyonya. Jangan pernah menghina kedua orangtuaku.” Kyuhyun bersiap akan pergi setelah mengatakan itu, tapi ia seolah melupakan sesuatu dan kembali berbalik menatap Nayoung.

“Satu lagi. Aku— tidak akan pernah melepaskan putrimu.” Kyuhyun menekankan ucapan terakhirnya, membuat Nayoung tersenyum sinis.

“Kau mungkin tidak rela melepaskannya. Namun, aku yang akan membuat Minji melepaskanmu, bahkan menendangmu jauh-jauh dari kehidupannya.” Batin Nayoung sambil memandang kepergian Kyuhyun.

“Apa yang sebenarnya kau pikirkan? Kau membuatku khawatir.” Minji menatap mata Kyuhyun.

“Minji ya—” Kyuhyun melepaskan pelukannya sesaat, menempatkan kedua tangan lebarnya di kedua sisi wajah gadisnya. Minji menggigit bibirnya, khawatir. Tidak biasanya Kyuhyun seperti ini di hadapannya.

“Aku mencintaimu. Kau percaya padaku kan?” Kyuhyun mengusap wajah gadisnya dengan kedua tangan, membuat Minji merasa heran dengan sikap Kyuhyun yang terlihat aneh.

“Kau baik-baik saja?” respon Minji. Ia menatap bola mata Kyuhyun. Sorot mata pria itu menyiratkan kesedihan. Kyuhyun pasti tengah merahasiakan sesuatu darinya.

“Aku baik-baik saja. Hanya ingin meyakinkanmu, bahwa aku tulus mencintaimu.” Kyuhyun tersenyum. Ia mendekatkan wajah Minji padanya, lalu memagut bibir wanita itu dengan itu lembut.

———————–

“Mana yang lebih bagus?”

Minji bertanya pada pelayan toko. Saat ini ia sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Myeongdong, tepatnya pada salah satu toko milik sebuah branded underwear wanita.

“Yang merah lebih seksi, Nona. Tapi yang biru lebih lembut. Keduanya dari bahan yang sama. Nona lebih menyukai warna apa?” Pelayan toko tersenyum ramah. Minji mengamati lagi kedua pasang bra yang ada di tangannya. Apa membeli keduanya saja? Tentu saja pramuniaga toko akan memberinya pendapat yang mendorong agar Minji membeli keduanya.

“Yang merah saja. Lebih cocok denganmu.”

Wajah Minji seketika merona ketika Kyuhyun tiba-tiba sudah berdiri di sebelahnya. Pria itu memang menemani Minji, tapi ia baru saja pergi ke kamar kecil. Pelayan toko merasa sedikit malu tapi ia merasa senang mengamati konsumen yang datang dengan pasangan.

Kyuhyun mengambil benda berwarna merah itu, mengamatinya sambil tersenyum. Minji menjadi begitu malu karena ini pertama kalinya seorang pria ikut campur dalam hal memilih pakaian dalamnya. Oh, Kyuhyun bahkan pria pertama yang tidur dengannya. Tentu saja ia berhak memberikan suaranya dalam hal ini.

Minji merutuk dalam hati. Kotor sekali pikirannya. Apa ia baru saja berpikir akan memakai benda ini lalu memamerkannya di depan Kyuhyun? Kang Minji, apa kau sedang berpikir agar Kyuhyun menidurimu lagi?

“Astaga, kau malah melamun. Masukkan saja keduanya. Dia cocok memakai warna apapun.” Kyuhyun tersenyum pada gadis pelayan itu lalu memberikan kartu kreditnya. Pelayan itu tersenyum lalu berlalu.

“Hei, aku tidak memintamu untuk membayarnya.”

“Aku ingin membelikannya untukmu.”

“Itu mahal. Aku tidak mau memakai uangmu.”

“Aku tidak perhitungan dengan wanita yang kucintai.”

“Bukan begitu.”

“Sudahlah. Anggap saja hadiah dariku.” Kyuhyun tersenyum.

“Kalau begitu, terima kasih.” Minji mengalah. Dalam hati ia merasa senang karena Kyuhyun membelikannya sesuatu. Ia pasti akan menyukainya karena itu adalah pemberian Kyuhyun.

“Aku tidak sabar ingin melihatmu memakai keduanya.”

Blush.

Pipi Minji merona dan Kyuhyun berlalu begitu saja. Pria itu ingin melihatnya memakai kedua bra itu? Haruskah? Apakah itu artinya semacam undangan untuk menghabiskan malam bersama? Terus terang, ia merindukan sentuhan Kyuhyun. Bukan sentuhan biasa, tapi sentuhan seperti malam itu, sentuhan yang bisa membuatnya menjerit di bawah kuasa pria itu.

“Kau pasti sudah menemani banyak gadis berbelanja pakaian dalam.” Singgung Minji lagi saat mereka sudah berjalan keluar dari toko.

“Kau yang pertama.”

“Bohong.”

“Aku memang sudah melihat beberapa. Tapi menemani dan memilihkan secara langsung, kau benar-benar yang pertama.” Kyuhyun menjawab dengan santai. Minji memicingkan matanya.

“Aku kesal mengetahui kenyataan kau sudah melihat milik gadis lain.” Minji menghentikan langkahnya, merajuk. Kyuhyun menoleh ke belakang. Tersenyum, lalu mengulurkan tangannya. Minji masih berdiri di tempatnya, merajuk selama yang ia bisa. Kyuhyun justru tertawa, lalu pria itu mendekatinya, menarik tangannya.

“Haruskah kita mencari hotel sekarang?” goda Kyuhyun.

“Kau mau apa?”

“Tentu saja ingin melihatmu dengan bra baru ini. Aku ingin tahu, sejauh mana aku bisa bertahan untuk tidak melepaskannya, atau mungkin merusaknya.” Minji berdecak kesal, mendorong dada Kyuhyun menjauh darinya.

“Aku sama sekali tidak menyukai pembicaraan ini.” Minji mengembungkan pipinya kesal lalu berjalan mendahului Kyuhyun. Namun wajahnya merona. Hatinya berdebar tidak karuan. Kyuhyun sudah menjadi miliknya tapi ia masih saja belum terbiasa dengan hal-hal seperti ini.

Kyuhyun tertawa menggeleng-gelengkan kepalanya menatap punggung gadisnya yang berlalu. Pria itu kemudian merogoh saku celananya, mengambil handphonenya yang bergetar.

Shim Changmin.

“……………….”

“Bersama Minji. Ada apa?”

“……………………….”

“Baiklah. Aku akan ke tempat biasa setelah mengantar Minji pulang.”

Kyuhyun mematikan handphonenya. Ya, ia nyaris melupakan hal penting lainnya. Ia bahkan lupa bahwa lusa seharusnya Hyojin sudah kembali bekerja. Cuti gadis itu sudah berakhir, tapi tidak ada tanda-tanda gadis itu sudah kembali. Bukankah seharusnya ia sudah ada di Seoul hari ini atau setidaknya besok?

————————–

Changmin dan Kyuhyun bertemu di sebuah bar kecil tempat mereka biasa berkumpul. Kyuhyun dan Hyojin juga sering datang ke tempat ini, kadang dengan Changmin dan Eunhyuk atau tanpa keduanya.
Kyuhyun datang terlambat, sementara Changmin sudah duduk di tempatnya dengan ditemani satu botol wine favoritnya. Ah, favoritnya dan Kyuhyun tentu saja.

“Ia tidak menjawab pesan dan juga teleponku.” Changmin memulai obrolan.

“Apa terjadi sesuatu?”

“Aku sudah mencurigai ini akan terjadi ketika ia memutuskan mengambil cuti secara mendadak. Kyuhyun ah. Apa kau tidak merasa Hyojin sedikit aneh sebelum ia pergi?”

Kyuhyun menegak sedikit minumannya, memikirkan ucapan Changmin. Aneh? Ya, Hyojin menjadi sedikit pemarah dan pemurung. Dan hubungan mereka sedikit merenggang. Namun Kyuhyun pikir itu karena ia sering meghabiskan waktu dengan Minji sehingga jarang berkumpul dengan yang lainnya.

“Kurasa, Hyojin berencana untuk tidak kembali lagi.”

“Apa? Apa maksudmu?” Kyuhyun tidak mengerti.

“Ada sesuatu terjadi padanya. Ya Tuhan, aku pikir kau bahkan menyadarinya. Namun sepertinya kau memang tidak menyadarinya.”

“Shim Changmin, kau ingin mengajakku bermain tebak-tebakkan? Sebenarnya ada apa? Hyojin kenapa? Mengapa kau bisa berpikir ia tidak akan kembali?” Kyuhyun mulai serius. Changmin diam sebentar, memandang gelasnya. Ia kemudian menatap Kyuhyun.

Kyuhyun mencoba membaca tatapan Changmin. Membuatnya terdiam. Berpikir. Tidak. Mungkinkah? Kyuhyun berharap pikirannya tidak benar. Kekhawatiran Minji.

“Hyojin— maksudmu, dia menyukaiku? Itukah yang kau maksudkan? Dan karena hal ini dia memutuskan untuk pergi? Begitu?” Changmin hanya diam tapi Kyuhyun paham kebisuan pria itu berarti benar.

Hyojin ah, maafkan aku.” Batin Changmin.

Kyuhyun kini diam. Jadi benar? Hyojin diam-diam menyimpan perasaan terhadapnya? Itu artinya, selama mereka berteman baik, gadis itu telah memiliki perasaan terhadapnya. Kyuhyun merasa sungguh tidak peka. Bukan apa-apa, ia hanya khawatir jika sikapnya selama ini telah menyakiti Hyojin, bahkan membuat gadis itu tidak nyaman berada di dekatnya. Ia menyayangi Hyojin sebagai teman baiknya. Jika orang-orang menganggap tidak benar-benar ada hubungan persahabatan antara pria dan wanita, Kyuhyun tidak percaya hal itu. Ia sudah membuktikannya, bahwa ia nyaman berada di sisi Hyojin tanpa memiliki perasaan lebih seperti ingin menjadikan gadis itu kekasihnya.

————————

“Kau sudah sampai di kantor?

Tunggu aku. Kita bertemu nanti sore.

Aku mencintaimu.”

Minji tersenyum menatap ponselnya. Ia baru saja tiba di kantor, dan menerima sebuah pesan dari Kyuhyun. Hari ini Kyuhyun tidak masuk kantor karena ia berangkat ke Sokcho untuk sebuah keperluan yang Minji sendiri tidak tahu. Awalnya ia sedikit kesal karena Kyuhyun seperti merahasiakan sesuatu darinya. Mereka meninggalkan rumah bersamaan tadi pagi, tapi dengan tujuan yang berbeda.

“Berhati-hatilah.

Jangan mengirimiku pesan terus saat mengemudi 🙂 ”

Minji mengirimkan balasannya. Ia kemudian duduk di kursi kebesarannya dan meletakkan sebuah pigura kecil di meja kerjanya. Foto masa kecilnya bersama Kyuhyun yang selama ini ia sembunyikan dari pria itu. Foto ketika hari ulang tahun Minji dulu, ia yang menangis karena seorang anak laki-laki mendekatinya dan akan menciumnya.

“Aku juga mencintaimu.” Minji bergumam sambil memandangi foto itu. Entah mengapa akhir-akhir ini Kyuhyun seringkali mengucapkan kata-kata cinta padanya. Mulai hari ini, ia akan membiarkan foto itu ada di meja kerjanya agar Kyuhyun juga bisa melihatnya.

Minji keluar ruangannya. Kosong. Meja itu masih kosong, itu artinya Hyojin belum kembali. Minji bahkan sudah memindahkan kembali sekretaris pengganti Hyojin. Ia lebih suka Kyuhyun saja yang membantunya tapi hari ini pria itu juga tidak masuk.

“Manager Lee!” Minji memanggil Eunhyuk yang melintas dan akan menuju ke ruangannya. Pria itu terlihat kikuk lalu tersenyum pada Minji.

“Ada apa, Bu Direktur?”

“Hyojin ssi mengapa belum kembali? Bukankah seharusnya ia sudah masuk hari ini?”

Eunhyuk menggaruk lehernya yang tidak gatal. Ia tahu ada sesuatu yang terjadi, karena Changmin juga sudah memberitahunya tentang masalah Hyojin. Ia hanya merasa kebingungan harus menjawab apa ketika Minji bertanya padanya seperti ini.

“Oh ya. Seharusnya. Aku juga tidak tahu mengapa ia belum kembali. Kami tidak saling menghubungi selama ia cuti. Mungkin kau bisa secara langsung menghubunginya?” Eunhyuk merasa lega karena akhirnya ia menemukan jawaban.

Minji membiarkan Eunhyuk masuk ke ruangannya. Apa Hyojin memang tidak menghubungi siapapun? Kyuhyun bahkan juga mengaku tidak menghubungi gadis itu. Apa sebaiknya ia menelepon Hyojin secara langsung? Tidak. Minji tidak mau Hyojin merasa bahwa Minji begitu bergantung padanya. Namun bukankah ia adalah atasannya? Hyojin melanggar perjanjian dan ia berhak ditegur.

Minji akhirnya memutuskan untuk merundingkan hal ini dengan Kyuhyun terlebih dahulu. Lagipula baru lewat satu hari, mungkin saja gadis itu masih memiliki urusan yang belum diselesaikan di sana.

**

“Oppa..” Hyojin terkejut dengan kemunculan seorang pria yang tiba-tiba saja muncul di depan pintu rumahnya. Kyuhyun menyeringai lebar dan membawa sebuah bungkusan yang isinya adalah makanan.

“Kau tidak ingin mengajakku masuk?”

“E— oh. Ya. Masuklah.” Hyojin tetap mempersilakan Kyuhyun masuk ke dalam rumahnya yang besar. Hanya ada ibu Hyojin di rumah menjelang jam makan siang. Ayahnya pergi bekerja begitu juga dengan adik laki-lakinya yang masih duduk di bangku sekolah menengah.

Ibu Hyojin terlihat senang dengan kedatangan Kyuhyun. Selama ini wanita itu hanya mendengar nama Kyuhyun lewat mulut putrinya yang bercerita di telepon. Tidak menyangka Nyonya Choi bisa bertemu secara langsung dengan pria yang telah menarik perhatian putri sulungnya itu.

Kyuhyun menempuh perjalanan darat menuju Busan hari ini. Ia rela membohongi Minji untuk bertemu Hyojin, tepatnya membujuk gadis itu untuk pulang. Kyuhyun telah merundingkan hal ini dengan Changmin dan memang menurut Changmin, Kyuhyun lah yang harus secara langsung berbicara dengan Hyojin dari hati ke hati.

**

“Aku ingin minta maaf.”

Hyojin terkejut dengan permintaan maaf Kyuhyun. Mereka berdua sedang duduk di sebuah mini market di dekat rumah Hyojin, menghabiskan es krim bersama. Rumah Hyojin memang berlokasi di sebuah kawasan yang tidak terlalu ramai. Kyuhyun bahkan bisa merasakan ketenangan, tidak seperti di pusat kota apalagi di Seoul.

“Kenapa kau meminta maaf? Apa kau berbuat salah padaku?” Hyojin bertanya seakan tidak terjadi apa-apa. Meskipun di dalam hati, gadis itu masih merasa penasaran dengan kedatangan Kyuhyun. Satu hal, Hyojin hanya bisa memastikan kedatangan Kyuhyun karena alasan cutinya yang sudah habis. Mungkin Minji merasa marah dan kesal padanya.

“Hyojin ah. Jangan lagi membohongiku dengan berpura-pura bahwa kau baik-baik saja. Aku— maafkan aku. Aku sudah tahu apa yang menjadi permasalahanmu selama ini. Masalah perasaanmu—” Kyuhyun mencoba menjelaskan meskipun ia bingung harus memulai darimana.

“Oppa. Bisakah kita tidak membahas itu?” Hyojin terlihat tidak nyaman dan malu. Ia mengalihkan tatapannya ke arah lain, menatap jalanan. Kyuhyun telah mengetahui isi hatinya, dan pria itu sudah memiliki kekasih. Betapa memalukan dirimu Choi Hyojin.

“Kita harus membahasnya. Kau berniat kabur dari perusahaan setelah mengetahui hubunganku dengan Minji. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi.” Kyuhyun terlihat serius. Hyojin akhirnya hanya diam, membiarkan Kyuhyun menyampaikan maksudnya. Rupanya Kyuhyun mengetahui rencananya dan semuanya. Mungkin Changmin yang memberitahunya.

“Ini tidak baik. Aku telah melukai sahabatku. Tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongmu. Dan aku— aku menyesal karena hal itu. Kau mengerti maksudku bukan?” Suara Kyuhyun melembut.

Hyojin menunduk. Ia tidak tahu harus bagaimana menyikapi permasalahan ini. Ucapan Kyuhyun telah menyiratkan bahwa pria itu sangat mencintai kekasihnya. Hyojin ingin mengusir Kyuhyun, tapi pria itu sudah jauh-jauh datang ke Busan untuk menemuinya dan meminta maaf. Tidakkah itu cukup menjelaskan betapa Kyuhyun sangat menghargai dirinya? Mereka berdua sama-sama terdiam untuk waktu yang lama. Terasa aneh bagi mereka berada dalam situasi seperti itu.

“Katakanlah sesuatu.”

“Aku tidak tahu harus mengatakan apa, Oppa.” Suara Hyojin nyaris seperti bisikan. Ia menahan tangis. Merasa malu. Kyuhyun mengetahui perasaannya. Dan pria itu sudah mencintai gadis lain.

“Jika kau diam, aku akan sangat terbebani dengan hal ini.”

“Jangan merasa terbebani karena aku. Aku tidak akan menuntut apa-apa darimu.” Hyojin membantah cepat. Ya, dalam hal ini ia tidak ingin Kyuhyun merasa seperti itu.

“Kalau begitu kembalilah.”

“Aku perlu waktu, Oppa.”

Kyuhyun menarik nafas dalam. Wanita memang makhluk yang rumit.

“Aku sangat menyayangimu. Aku bahkan sangat sering berdebat dengan Minji hanya karena ia cemburu padamu. Tapi aku selalu meyakinkannya bahwa aku tidak bisa tidak menganggapmu begitu saja karena kau adalah sahabatku. Aku bahkan membohonginya untuk bisa menemuimu hari ini.” Hyojin diam mendengar penuturan Kyuhyun.

“Hanwoo ssi, dia kelabakan menggantikan tugasmu. Setiap hari Minji memarahi gadis itu. Ia bilang padaku bahwa tidak ada sekretaris sehebat dirimu. Aku pikir jika kau tidak kembali, tidak hanya aku yang akan merindukan sahabatku. Tapi perusahaan, kurasa semua akan berantakan karena tidak adanya dirimu.”

Hyojin memikirkan ucapan Kyuhyun. Ia memang egois dan tidak dewasa. Ia melalaikan tanggungjawabnya hanya demi mementingkan perasaannya.

“Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?” Tanya Hyojin. Akhirnya ia berani menatap Kyuhyun. Pria itu memberi ijin pada Hyojin untuk mengungkapkan isi hatinya.

“Aku terkejut. Aku belum siap menerima ada wanita lain yang tiba-tiba masuk ke hidupmu dan mendapat tempat yang begitu istimewa. Aku hanya merasa tidak adil, karena akulah yang lebih lama berada di dekatmu. Namun itu semua adalah masalah perasaan. Aku sadar aku tidak bisa memaksakan keinginanku padamu. Faktanya, kau mencintai Minji ssi. Aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk hal itu, bukan?”

Kyuhyun memegang kepalanya. Fakta bahwa Hyojin selama ini menyukainya diam-diam, Kyuhyun juga terkejut. Ia pikir selama ini hubungan mereka baik-baik saja.

“Aku tidak ingin membebanimu, Oppa. Jadi jangan merasa terbebani karena aku. Karena kita sudah bicara, aku akan belajar untuk menjadi sahabat yang baik bagimu.” Hyojin tersenyum, mengulurkan jari kelingkingnya. Kyuhyun menatap jari kelingking itu, lalu menatap Hyojin yang tersenyum kecil padanya.

“Jadi, kau bersedia memaafkanku? Kau bersedia kembali?”

Hyojin tidak menjawab. Gadis itu hanya mengulurkan kelingkingnya, tersenyum dan mengisyaratkan Kyuhyun agar mengaitkan miliknya juga. Kyuhyun akhirnya menautkan kelingkingnya.

“Aku bersedia kembali, dengan syarat kenaikan gaji. Beritahu kekasihmu untuk membayarku lebih, sebagai ganti rugi karena telah merebut pria yang kusukai.” Hyojin tertawa. Kyuhyun pun tertawa, lalu mengacak-acak kepala gadis itu. Hyojin merasa lega, karena Kyuhyun telah memahami perasaannya. Ia sudah sangat bersyukur karena Kyuhyun tidak menjauhinya.

——————————-

Minji merasa bosan dan sedikit kesal. Ketika ia pulang ke rumah, Kyuhyun belum kembali dan ia juga mendapati ayahnya tengah berkumpul di ruang tengah dengan sekretaris Kim dan pengacara keluarganya. Tidak biasanya. Minji hanya tersenyum menyapa ketiga lelaki tua itu kemudian segera naik ke kamarnya karena Minji merasa kehadirannya juga tidak begitu dibutuhkan di sana.

Minji melepas heelsnya sembarang lalu menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya yang empuk. Ia memeluk Teddy Bear yang diberikan Henry secara diam-diam kemudian memeriksa ponselnya. Masih belum ada jawaban dari Kyuhyun. Ponsel pria itu bahkan tidak bisa dihubungi. Entah memang mati ataukah gangguan pada jaringan.

“Ya Tuhan. Bahkan tidak melihat wajahnya seharian membuatku begitu merindukannya.” Minji menatap wallpaper ponselnya. Foto Kyuhyun yang mencium pipinya. Gadis itu kemudian membuka folder di ponselnya yang khusus berisikan foto Kyuhyun yang ia ambil secara diam-diam ketika Kyuhyun tidur, makan, atau sibuk dengan pekerjaannya di rumah.

Sebuah panggilan masuk mengagetkan Minji. Sebuah nomor tak dikenal.

“Eonnieeeeee~~~”

Minji sedikitkan menjauhkan telinganya. Namun ketika menyadari suara gadis yang meneleponnya di seberang, Minji tersenyum.

“Cho Yoora. Ada apa meneleponku? Nomor siapa ini?”

“Aku memakai nomor baru. Eonnie? Kau sedang apa? Apa kau sibuk? Apa Kyuhyun oppa ada di sekitarmu? Jika iya, maka menjauhlah darinya karena aku ingin memberitahumu sebuah cerita penting. ”

“Eoh? Bukankah Kyuhyun di Sokcho? Aku sedang tidak bersamanya. Apa dia sudah kembali?”

“Mwo? Aku di rumah seharian. Mengapa tidak melihat oppa? Kau yakin dia ke Sokcho?”

Minji mengernyitkan alisnya. Sedikit perasaan aneh menyelinap, membuatnya tidak tenang. Apa Cho Kyuhyun sedang membohonginya?

“Eonnie? Kau masih mendengarku? Aku serius tidak bertemu Kyuhyun Oppa—”

“Ah, ya. sudahlah. Kau mau cerita apa?”

Minji mendengarkan cerita Yoora dengan tidak fokus. Ia memikirkan Kyuhyun. kemana sebenarnya pria itu? Apa mungkin Kyuhyun memang ke Sokcho tapi tidak ke rumahnya? Namun itu akan menjadi hal yang sangat aneh.

**

“Sepertinya milik Tuan Besar. Tertinggal di sofa.” Bibi Hwang menyerahkan sebuah flashdisk pada Minji ketika gadis itu masuk ke dapur untuk mengambil beberapa kaleng soft drink dan camilan. Bibi hwang menemukannya saat membereskan gelas minuman. Sekarang Kang Jihyuk dan sekretaris Kim ikut keluar bersama pengacara Jung.

Minji kembali ke kamarnya, membawa flashdisk itu. Ia berpikir untuk melihat isi dari benda kecil itu sambil mengusir rasa bosan. Lagipula apa saja yang dikerjakan ayahnya, Minji cukup penasaran. Tidak ada banyak file di dalamnya, hanya ada tiga folder dan satu file mp3 berisikan sebuah lagu yang membuat Minji tersenyum. Itu lagu favorit ayahnya, sebuah lagu dari band The Script – The Man Who can’t be Moved yang menceritakan tentang seorang pria yang tidak bisa berpaling dari wanita yang dicintainya. Minji tahu lagu itu pasti mengingatkan sang ayah pada ibunya.

Berikutnya Minji mengklik folder tanpa nama. Ada dua file yang terlihat penting. Satunya adalah laporan keuangan perusahaan, dan satunya lagi Minji tidak terlalu paham. Ia membaca lebih detail lagi, dan Minji mengerutkan alisnya.

“Pembagian warisan?”

Ada namanya di situ, kemudian nama bibinya yang tinggal di Jeju, dan nama Kyuhyun. Jadi Kyuhyun juga masuk menjadi daftar penerima warisan ayahnya? Fakta itu sedikit mengganggu, berikut persentase masing-masingnya. Minji melihat namanya menjadi penerima enam puluh persen dari aset dan kekayaan yang dimiliki Kang Jihyuk. Sisanya dibagi antara bibinya, Kyuhyun, dan juga ada sekian persen yang Minji tidak tahu kemana alokasinya.

Perasaan Minji menjadi tidak enak. Mengapa Kang Jihyuk menyiapkan hal seperti ini? Apa ayahnya itu berpikir untuk meninggalkannya lebih cepat? Ya Tuhan. Minji sangat membenci pikirannya. Entah mengapa warisan sangat identik dengan kematian.

“Bibi, kembalikan ini pada appa. Jangan katakan padanya bahwa sebelumnya bibi memberikannya padaku.” Minji tersenyum menemui pelayan setia rumahnya. Wanita tua itu hanya mengangguk patuh.

**

“Seharian ini kau kemana? Aku tahu kau tidak pergi ke Sokcho. Mengapa kau tega membohongiku?”

Kyuhyun tersudut saat menerima penyambutan Minji di rumah. Ia tiba menjelang jam makan malam, lebih lambat dari waktu yang ia janjikan. Kyuhyun terjebak kemacetan karena kecelakaan lalu lintas sehingga membuatnya terlambat. Yang ada di pikirannya saat ini, apakah Minji juga tahu ia ke Busan atau tidak.

“Duduklah. Aku bisa menjelaskan semuanya.” Kyuhyun menggandeng tangan Minji namun wanita itu menepisnya. Sikap Kyuhyun menjelaskan bahwa pria itu memang membohonginya. Kenyataan itu membuatnya marah. Kyuhyun mengikuti Minji yang berjalan menuju kolam renang. Minji berhenti, berdiri membelakangi Kyuhyun dan menyedekapkan kedua tangannya di dada saat mereka sudah sampai di pinggir kolam renang.

“Siapa yang memberitahumu bahwa aku tidak pergi ke Sokcho?”

“Kenapa? Kau ingin membunuh orang yang memberitahuku? Kalau begitu bunuh saja Cho Yoora karena sudah meneleponku.”

Kyuhyun mengusap kepalanya. Rupa-rupanya adik kandungnya. Kyuhyun hampir lupa jika Yoora dan Minji berteman cukup dekat. Mungkin ia memang sedang sial, karena sebelumnya Yoora tidak pernah menghubungi Minji secara pribadi.

“Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membohongimu.”

“Tapi kenyataan kau melakukannya.”

“Aku punya alasan. Aku tidak mau kau salah paham terhadapku karena ini demi kebaikan. Aku yakin kau akan marah setelah mendengarnya. Namun akan kukatakan dengan jujur.” Minji tidak merespon, dan Kyuhyun menarik nafasnya dalam.

“Aku ke Busan. Menemui Hyojin. Yang kudengar ia berencana untuk tidak kembali ke perusahaan. Sesuatu terjadi dan aku merasa bertanggungjawab untuk membujuknya.”

Minji menoleh, tersenyum sinis.

Hyojin. Lagi-lagi gadis itu.

Dulu bahkan Kyuhyun melupakan kencan mereka di Namsan tower karena Hyojin pingsan. Dan kini Kyuhyun kembali mengulang hal yang sama. Pria itu tega membohonginya. Semuanya demi kepentingan gadis itu.

“Kau keterlaluan. Ini menyakitiku. Apa kau pikir aku akan memaafkanmu kali ini?” Suara Minji bergetar. Kepercayaannya pada Kyuhyun kembali goyah. Ini bahkan lebih menyakitkan daripada melihat Kyuhyun berurusan dengan wanita-wanita murahannya di klub malam.

“Ia sahabatku, dan aku sudah menyakitinya secara tidak sengaja. Aku hanya tidak mau ia terpuruk dengan pikirannya. Lagipula perusahaan membutuhkannya—”

“Kaulah yang lebih membutuhkannya. Sudah kuduga, ia menyukaimu.”

“Kumohon jangan salah paham. Aku hanya tidak mau menyakitinya dan—”

“Tapi kini aku juga tersakiti. Kurasa sebaiknya kau pacaran dengannya saja. Dari segi apapun kau selalu mementingkan sahabat spesialmu itu. Aku lelah mendebatmu soal ini. Aku tidak mengerti hubungan persahabatan kalian. Terlebih kau berbohong padaku soal ini.”

“Maafkan aku.”

“Kau akan selalu meminta maaf lalu mengulang kesalahan yang sama. Kau anggap apa aku sebenarnya?”
Minji beranjak. Wanita itu menangis. Kyuhyun bisa melihat butiran air mata mengaliri wajahnya yang cantik. Kyuhyun pun tidak punya keberanian untuk mencegah Minji lagi. Ia akan membiarkan wanita itu menenangkan dirinya. Kesalahannya, ia berbohong hari ini. Sudah jelas Minji menghakiminya seperti tadi.

——————————

Hari ini kembali diadakan rapat dengan para investor untuk melaporkan perkembangan proyek Ilsan. Hyojin sudah kembali pada tugasnya, meskipun ia merasa sikap Minji lebih dingin terhadapnya. Yang paling kasihan adalah Kyuhyun. Sejak pertengkarannya dengan Minji tiga hari lalu hidupnya seperti di neraka. Minji belum mengajaknya bicara, bahkan wanita itu mengabaikannya. Mereka berangkat ke kantor dengan mobil masing-masing, dan Minji hanya berbicara dengannya sebagai atasan, bukan sebagai seorang pria dan wanita

Kyuhyun tidak begitu berkonsentrasi pada rapat hari ini. Matanya terus saja mengawasi kekasihnya yang terlihat sedang sibuk. Sampai rapat usai Kyuhyun masih belum bisa melepaskan fokusnya dari wanita itu. Ia mulai kesal dan dibakar api cemburu ketika melihat Minji mengobrol begitu akrab dengan Lee Donghae. Mata Kyuhyun mengikuti keduanya yang berjalan keluar meninggalkan ruangan sambil tertawa.

“Sudahlah. Wanita biasa melakukan itu jika sedang kesal. Ujung-ujungnya ia akan kembali pada kita.” Eunhyuk yang sedari tadi berada di sebelah Kyuhyun seakan mengerti permasalahan yang menimpa sahabatnya. Kyuhyun memang bercerita hubungannya dengan Minji sedang mengalami gangguan karena masalah ke Busan waktu itu.

Kyuhyun tiba-tiba berdiri, membuat Changmin dan Eunhyuk keheranan. Rupa-rupanya Kyuhyun mengejar Minji dan Donghae. Pria itu berjalan cepat. Minji dan Donghae masuk ke dalam lift. Kyuhyun mempercepat langkahnya dan berhasil menyeruak masuk. Donghae dan Minji merasa terkejut dengan kehadiran Kyuhyun di dalam lift. Kyuhyun mengambil tempat di sisi kanan Minji, sementara Donghae di sisi kirinya. Minji memijat kepalanya. Ia sedang tidak ingin berurusan dengan Kyuhyun. Kyuhyun bahkan tersenyum pada Donghae.

“Kyuhyun ssi. Jangan salah paham. Kami hanya mengobrol biasa dan—”

“Ah. Tidak usah khawatir. Aku tidak mempermasalahkan itu. Aku hanya ingin ke lantai dua. Kalian akan ke lobi?” Tanya Kyuhyun. Bersiap menekan tombol. Donghae tersenyum mengiyakan.

Dari lantai 10 ke lantai 2 cukup memakan waktu juga karena suasana terasa canggung. Terutama Minji, ia masih marah pada Kyuhyun tapi pria itu justru bersikap konyol. Beberapa pegawai yang hendak menggunakan lift pun merasa sungkan karena melihat tiga petinggi itu berada di dalamnya. Mereka lebih memilih menunggu lift berikutnya.

“Donghae ssi, soal di pesta waktu itu, aku belum sempat meminta maaf juga berterima kasih padamu secara langsung. Jika bukan karena kau membujuk Tuan Choi, kurasa aku sudah ditahan pihak kepolisian waktu itu.”

Kyuhyun mencari bahan pembicaraan. Minji menunjukkan wajah tidak sukanya. Untuk apa Kyuhyun membahas hal seperti itu lagi?

“Kau tidak usah merasa seperti itu. Sudah kewajibanku menenangkan para undangan.” Donghae tersenyum.

“Aku tetap harus meminta maaf karena telah mengacaukan pesta keluargamu. Aku menyesal dengan hal itu. sekali lagi aku meminta maaf secara langsung padamu. Jika kau ada waktu, aku ingin mentraktirmu minum.” Ucap Kyuhyun lagi.

Liftpun berhenti di lantai 2. Kyuhyun sendiri bingung keperluan apa yang ia miliki di lantai yang menjadi pusat dari peralatan rumah tangga perusahaan termasuk juga berkumpulnya para cleaning service di gedung itu.

Minji merasa terkejut karena sebelum Kyuhyun keluar pria itu kembali usil menarik turun posisi roknya secara diam-diam. Ia mengusap pinggul Minji dengan lembut kemudian tersenyum pada Donghae. Kyuhyun menyeringai diam-diam pada gadisnya, dan Minji memberinya tatapan membunuh yang menyeramkan.

Cho Kyuhyun, apa kau pikir aku akan memaafkanmu?” kesal Minji dalam hati.

————————–

“Baiklah, Omma. Kalau begitu aku akan tutup teleponnya sekarang. Jaga kesehatan Omma.”

Kyuhyun mematikan teleponnya lalu bergabung di meja makan. Perasaannya menjadi sedikit lebih tenang setelah mendengar suara ibunya. Semenjak berbicara dengan Shin Nayoung, Kyuhyun kerap mengkhawatirkan ibunya. Ia sangat tidak terima dengan ucapan Nayoung yang merendahkan keluarganya. Kyuhyun sebenarnya ingin menanyakan beberapa hal pada ibunya tapi ia menyimpannya karena ia ingin berbicara nanti saat mereka bertemu secara langsung.

Minji masih terlihat tidak mempedulikannya. Wanita itu bahkan sudah menyantap makanannya terlebih dahulu. Jihyuk memperhatikan Kyuhyun yang baru saja mengambil tempat duduk. Pria itu belum memulai makan malamnya.

“Ibumu baik-baik saja?” tanya Jihyuk.

“Ya, Paman. Ia juga berpesan agar Paman menjaga kesehatan.” Ujar Kyuhyun.

Minji menyimak obrolan ayahnya dengan Kyuhyun. Kedua orang itu memang sangat dekat. Kyuhyun sudah seperti kakak laki-lakinya saja. Ayahnya terlihat bisa membicarakan banyak hal dengan Kyuhyun, tidak seperti dirinya karena mungkin Minji adalah anak perempuan. Ada sedikit kelegaan Kyuhyun adalah kekasihnya, karena ayahnya adalah suporter terbesar hubungan mereka.

Di lain sisi, Minji teringat dengan warisan yang dibuat ayahnya. Jihyuk bahkan tidak memberikan sedikitpun hartanya untuk Nayoung, tapi memberikan bagian pada Cho Kyuhyun. Apa perceraian itu benar-benar membuat Jihyuk tidak peduli lagi pada ibunya? Minji tahu itu bukanlah hal penting karena ibunya juga tidak kekurangan apapun. Ia hanya merasa sedikit tidak adil, karena sepertinya ayahnya lebih memperhatikan keluarga orang lain.

“Appa, aku akan ke kamar lebih dulu. Selamat malam.” Minji beranjak ketika makan malamnya sudah selesai. Kyuhyun menatap punggung Minji yang menaiki anak tangga. Ia tidak tahu sampai kapan wanita itu akan mengakhiri perang dingin mereka.

“Kurasa kalian masih bertengkar. Memang sangat sulit membujuknya jika sudah marah besar. Apa kau membutuhkan bantuanku?” Jihyuk menyadari tatapan Kyuhyun. Pria itu merasa malu karena Jihyuk memergokinya.

“Oh. Apa maksud Paman?”

“Wanita yang merasa cemburu memang seperti itu. Mereka akan membaik dengan sendirinya jika merindukan kita. Apa kau mau bermain-main dengannya sedikit saja?” Tawar Jihyuk.

———————-

Sudah tiga hari Kyuhyun berada di Ilsan. Atas perintah Presdir, Kyuhyun diminta untuk tinggal sementara di Ilsan mengawasi secara langsung dan terjun ke lapangan menemani kontraktor yang menangani pembangunan proyek besar itu. Kang Jihyuk mendengar laporan bahwa ada beberapa oknum di lapangan yang menyalahgunakan kepentingan bahan bangunan untuk urusan pribadi. Maka dari itu ia mengutus perwakilan perusahaan secara langsung untuk mengawasi hal itu.

Dan Minji merasa kesal. Hubungan mereka belum membaik tapi Kyuhyun justru pergi tanpa pamit padanya. Lagipula siapa yang bisa menentang perintah presdir? Semua staff juga terkejut dengan keputusan Jihyuk yang tiba-tiba campur tangan dan mengirim staffnya ke sana. Minji tentu tidak bisa menentang kemauan ayahnya.

Ironisnya Kyuhyun sama sekali tidak menghubunginya sedikitpun. Apa jangan-jangan Kyuhyun berpikir hubungan mereka sudah berakhir? Minji sedikit menyesal dengan keegoisannya belakangan. Sudah satu minggu mendiamkan pria itu, kini ia dilanda kerinduan. Tidak melihat keberadaan Kyuhyun di sekitarnya sungguh berbeda rasanya.

**

Minji tidak peduli dengan larangan Jihyuk. Hari ini ia bersikeras pergi ke Ilsan dengan mengajak Eunhyuk. Minji beralasan ia juga harus tahu karena ia adalah Direktur perusahaan. Minji bahkan juga berencana untuk menginap di Ilsan dan ia sudah menitipkan perusahaan pada Manajer Jang dan juga Changmin.

Saat tiba di Ilsan tepatnya di lokasi proyek, Minji langsung turun dari mobil dan matanya mulai mencari-cari sosok Kyuhyun. Eunhyuk hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia diam-diam sudah mengabari Kyuhyun perihal kedatangan Minji siang ini.

Tidak peduli akan panasnya matahari yang menyengat, Minji mendekati lokasi proyek yang berlumpur. Proyek ini sangat luas, dan Minji tidak tahu Kyuhyun berada di bagian mana. Dengan memakai kemeja kantor dan rok pensil ketatnya serta heels yang masih melekat di kakinya, Minji menyusuri medan berpasir yang ada di sekitarnya.

Beberapa staff kantor yang berada di lapangan dengan helm berwarna kuning yang mengenal sosok Minji segera mendekati wanita itu. Mereka memberikan salam hormat tapi Minji kecewa karena tidak ada sosok Kyuhyun di antara mereka.

“Direktur, mengapa anda mendekat kemari? Sinar matahari bisa menyengat kulit anda.”

“Sebaiknya anda diam di sana dan memantau dari sana saja. Saya akan menemani anda.” Kepala tim lapangan Hong menawarkan Minji.

“Apa kalian melihat manager Cho? Ada hal yang harus kubicarakan dengannya.” tanya Minji. Mata gadis tu masih mencari-cari. Eunhyuk yang akhirnya bisa menyusul Minji sedikit terengah. Ia cukup kelelahan dengan medan berpasir yang dilintasinya. Eunhyuk sendiri terheran mengapa Minji tidak mengeluh sedikitpun. Kekuatan cinta memang besar.

Kepala Hong menunjuk ke arah barat, tempat di mana Kyuhyun berada. Minji berdebar saat kedua matanya menemukan sosok Kyuhyun. Pria itu memakai kemeja putih dan celana kain hitam serta sepatu bots. Ia juga memakai helm proyek berwarna kuning seperti orang-orang lainnya. Kyuhyun terlihat sedang berbicara dengan kontraktor Lee dan mereka sedang berada di dekat lokasi berlumpur.

“Cho Kyuhyun. Kau memang bajingan yang paling beruntung di dunia ini.” gumam Eunhyuk.

Minji berjalan, mendekati tempat Kyuhyun berada. Angin bertiup membuat rambutnya sedikit berantakan.

“Direktur, anda bisa tetap tinggal di sini dan kami akan meminta manager Cho untuk datang!” Kepala Hong hendak mengambil HT-nya untuk menghubungi Kyuhyun tapi Minji tidak peduli dengan staff yang berusaha menyusulnya di belakang. Eunhyuk hanya menonton adegan itu sambil menghalau sinar matahari yang menyilaukan penglihatannya.

Minji tidak peduli akan kesulitannya berjalan di atas pasir dengan heels di kaki. Ia ingin membuat perhitungan dengan Cho Kyuhyun, dan membuktikan bahwa dirinya bukanlah wanita yang lemah. Selama di perjalanan ia sudah memikirkan alasan dan bahan untuk mendebat pria itu.

Angin bertiup lagi, membuat pasir beterbangan dan mengenai mata Minji. Wanita itu merasa kesulitan, tapi ia tetap berjalan sambil mencoba menggosok matanya.

“AAaah!”

“Direktur kang!”

Kyuhyun menoleh karena keributan yang berasal beberapa puluh meter dari tempatnya berdiri. Betapa terkejutnya ia ketika melihat wanita yang ia cintai sedang terduduk di atas pasir dengan kakinya yang ditekuk dan dikerubungi oleh beberapa staff pria. Eunhyuk juga segera berlari saat mengetahui wanita angkuh itu terjatuh.

“Kakiku— Ya Tuhan sakit sekali.” Minji ingin menangis. Sebelah tangannya masih mencoba menggosok matanya yang kemasukan pasir, dan sebelahnya lagi memegangi betisnya. Minji bahkan tidak peduli lagi dengan keadaannya sekarang yang pasti begitu memalukan. Cho Kyuhyun, kau tega membuat wanita cantik itu menderita seperti ini.

“Direktur, mari kubantu. Kita harus ke posko untuk mengobati kaki anda.” Ujar seorang staff.

“Aku akan panggilkan staff medis.”

“Biar aku saja.”

Suara itu. Minji seakan mendapat siraman air es ketika mendapati sosok Kyuhyun di hadapannya. Pria itu setengah berlutut di depannya, lalu mengambil tangan Minji yang sedari tadi menggosok matanya.

Kyuhyun menatap gadisnya. Minji juga menatapnya. Sebelah mata Minji memerah. Beberapa staff masih terlihat cemas memperhatikan Minji.

“Kepala Hong, dan kalian semua. Kembalilah bekerja. Biar aku saja yang mengurus Direktur. Maaf sudah menganggu dan merepotkan kalian.” Perintah Kyuhyun.

Para staff pun menurut, dan menjauhi mereka meskipun beberapa orang masih terlihat khawatir. Hanya Eunhyuk yang masih berdiri di dekat Kyuhyun dan Minji, menonton adegan yang sebentar lagi akan menyaingi romantisnya drama-drama yang ia tonton di TV.

Minji terus mengedipkan matanya yang perih dan merah. Kyuhyun memegang wajah Minji lalu mendekatkan bibirnya, meniup mata kanan Minji.

“Apa terasa lebih baik?” tanya Kyuhyun dengan lembut. Kedua tangan lebarnya masih bertengger di wajah Minji.

“Terima kasih. Maafkan aku.” Minji meringis.

Kyuhyun kemudian melepaskan heels di kedua kaki Minji. Ia memeriksa pergelangan kaki Minji yang sedikit membiru. Dengan sigap Kyuhyun meletakkan kedua tangannya di punggung juga kaki wanita itu, menggendongnya dan membawa Minji menjauh dari situ.

Minji mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun, menatap prianya dengan wajah merona. Kyuhyun hanya tersenyum kecil mendapati wajah gadisnya seperti itu. Kali ini ialah yang memenangkan perang dingin itu. Saran Jihyuk memang benar-benar bekerja.

“Nona, kau sangat merepotkan. Apa kau sangat merindukan kekasihmu?” sindir Kyuhyun. Minji tidak menjawab. Ia menempelkan kepalanya di bahu Kyuhyun, menyembunyikan wajahnya di situ.

“Aku tahu semuanya akan happy ending.” Eunhyuk hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu menyusul pasangan itu dengan membawa heels Minji yang tertinggal. Semua staff bahkan kini memandang heran ke arah Kyuhyun dan Minji. Kedua orang itu terlihat serasi.

———————–

Minji duduk di atas tempat tidur, di kamar hotel yang ditempati Kyuhyun. Kakinya sudah diobati dan Minji terlihat memainkan ponselnya sambil menunggu Kyuhyun selesai mandi.

Sosok Kyuhyun muncul dengan menggunakan kaos berwarna putih dan handuk di bahunya. Rambutnya basah karena sepertinya Kyuhyun mencuci rambutnya. Kyuhyun langsung saja duduk di pinggir tempat tidur, mengamati Minji yang terlihat salah tingkah.

“Ayo kita makan, setelah itu Eunhyuk akan mengantarmu pulang.”

“Aku tidak mau pulang. Aku akan menginap di sini.”

“Ya Tuhan, kau bandel sekali.”

“Aku sudah menderita hari ini dan kau menyuruhku pulang begitu saja?”

“Aku tidak memintamu datang dan juga menyiksa dirimu seperti tadi siang.”

“Baiklah. Ini semua memang salahku. Aku datang karena aku begitu merindukanmu. Kau puas sekarang?” Minji mengalah, memberengutkan wajahnya. Ia benar-benar malu sekarang.

“Sekarang semua staff sudah tahu hubungan kita.” Kyuhyun menggoda Minji.

“Aku tidak peduli.”

“Dan mereka semua tahu kau ada di kamarku sekarang.”

“Aku tidak peduliiii!!!! Sudah kukatakan aku tidak peduli. Aku hanya ingin kau berada di dekatku sekarang!” ketus Minji.

Kyuhyun tertawa, lalu naik ke atas tempat tidur, memposisikan dirinya di sebelah wanita itu. Ia berbaring dan menarik Minji ke dalam pelukannya. Wanita itu merasa senang, karena akhirnya ia bisa memeluk kekasihnya lagi.

Minji membuat wajahnya sejajar dengan Kyuhyun. Ia mengusap rahang Kyuhyun, menatap wajah pria itu berlama-lama. Bibir mereka bertemu, dan Kyuhyun menarik tubuh Minji agar lebih merapat lagi padanya. Keduanya saling melepaskan rindu, hingga Kyuhyun kini berada tepat di atas tubuh Minji. Kyuhyun mengamati wajah gadisnya. Hasrat untuk menyentuh Minji sungguh besar. Mereka kembali saling melumat, hingga panggilan di ponsel Minji menghentikan keduanya.

Minji mendengus kesal. Ibunya selalu saja bisa menghentikan kesenangannya. Kyuhyun pun merubah ekspresinya ketika mengetahui bahwa Nayounglah yang tengah menelepon Minji.

“Kenapa kau matikan ponselnya?” Kyuhyun bertanya heran. Minji kembali merengkuh leher Kyuhyun, menyembunyikan wajahnya di sana.

“Aku tidak mau kesenanganku diganggu. Berbicara dengannya hanya akan membuatku pusing lalu kami akan bertengkar.” Bisik Minji.

Kyuhyun tahu apa maksud perkataan Minji. Mungkin Minji sudah mengetahui keinginan ibunya. Dan Kyuhyun tidak peduli. Ia tidak akan melepaskan Minji seperti permintaan Nayoung. Ia mencintai Minji, dan menginginkan wanita itu saat ini.

——————————-

Malam itu Minji sangat bersemangat karena ia akan mempertemukan kedua orangtuanya dalam sebuah acara makan malam. Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kedua orangtuanya. Entahlah tiba-tiba saja Minji ingin mempertemukan keduanya kali ini karena mereka sama-sama berada di Seoul. Jihyuk tidak tahu, bahwa Minji diam-diam juga mengundang Nayoung untuk makan malam bersama di sebuah restoran bergaya Eropa yang sudah dipesannya. Nayoung pun sama sekali tidak mencurigai kenakalan putrinya. Wanita yang sudah berusia setengah abad itu bahkan telah tiba di restoran lebih awal sebelum Minji dan Jihyuk tiba. Minji ternyata sudah memesan sebuah area khusus di dalam ruangan yang hanya akan ditempati oleh ia dan kedua orangtuanya.

“Apa ibuku sudah tiba?” Minji bertanya pada pelayan yang membimbingnya menuju ke ruangan VIP itu. Jihyuk terperangah. Ia menatap putrinya dengan sedikit marah.

“Apa maksudmu dengan ini semua?”

Pria yang kondisi tubuhnya masih belum pulih itu menahan tangan Minji yang memang sedari tadi membantunya berjalan. Ya, Jihyuk harus memakai tongkat dan juga dibimbing putrinya karena ia belum bisa berjalan dengan normal pasca operasi besar yang dilakukannya beberapa bulan lalu. Dan Minji, ia hanya tersenyum nakal sambil mengedipkan sebelah matanya. Ia memanfaatkan situasi sang ayah yang tentu tidak akan bisa kabur begitu saja. Jihyuk, mau tidak mau harus terjebak dalam permainan yang diciptakan oleh putrinya.

“Omma—”

Minji menyapa ibunya. Wanita itu terkejut dan berdiri dari tempat duduknya karena ada orang lain selain Minji di ruangan itu. Nayoung sudah menaruh rasa curiga karena mejanya disiapkan untuk tiga orang. Ia justru berpikir bahwa Minji akan mengajak Kyuhyun, bukan Jihyuk. Dan melihat wajah yang dulu sangat dikaguminya, Nayoung tidak bisa menutupi rasa terkejut dan juga gugup di wajahnya. Pertemuan pertama mereka setelah sekian tahun lamanya.

“Nayoung ah— apa kabarmu?” Jihyuk menyapa mantan istrinya lebih dulu. Pria itu mencoba bersikap lebih santai. Mereka bertiga sudah duduk di tempat masing-masing dengan posisi Jihyuk dan Nayoung yang berhadapan dan Minji di antara keduanya.

Nayoung mencoba melawan kecamuk di dalam dirinya. Ia sudah bertekad untuk membenci Kang Jihyuk seumur hidupnya, tapi tetap saja ketika dipertemukan seperti ini hati Nayoung kembali melemah. Kang Jihyuk yang malang. Mantan suaminya itu terlihat jauh lebih tua dari usia yang seharusnya karena penyakitnya. Dan Nayoung, ia mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh karena menghadapi kondisi Jihyuk yang seperti sekarang.

“A—aku.. aku baik-baik saja. Kuharap kau segera sembuh.” Nayoung akhirnya berhasil menguasai dirinya. Nada suaranya terdengar dingin. Sudah berapa tahun ya mereka tidak bertemu?

Minji mengulum senyumnya. Setidaknya keduanya sudah saling menyapa. Mungkin jika waktu berjalan, mereka bisa mengobrol satu sama lain. Tidak mungkin tidak ada yang ingin mereka bicarakan sekalipun keduanya sudah bercerai, begitu pikir Minji.

“Ah, sebaiknya kita memesan makanan sekarang. Apa kalian tidak ingat sekarang hari apa?” Minji mencoba mencairkan suasana. Jihyuk dan Nayoung saling pandang. Tentu saja mereka ingat, keduanya tidak pernah melupakan tanggal pernikahan mereka.

**

“Minji lama sekali. Apa jangan-jangan dia sengaja menjebak kita di sini?” Jihyuk mulai memecah keheningan yang tercipta setelah hampir sepuluh menit Minji yang meminta ijin ke toilet belum kembali juga. Dan selama itu pula, keduanya diam tanpa membicarakan apapun.

“Jika gadis nakal itu belum kembali juga, aku pulang saja.” Kesal Nayoung, merespon ucapan Jihyuk.

Yaa~ mana bisa begitu. Dia pasti telah merencanakan hari ini. Tidak boleh ada satupun dari kita yang merusak harinya. Jika kau pulang tanpa pamit padanya, Minji akan sangat kesal. Kau sendiri tidak suka jika ada orang yang bersikap seperti itu padamu kan?” ujar Jihyuk. Nayoung sedikit kesal karena Jihyuk membandingkan Minji dengan dirinya, apalagi dalam hal yang buruk.

“Oppa. Apa sebenarnya tujuanmu sekarang?” Nayoung terdengar serius. Pertanyaannya yang tiba-tiba membuat Jihyuk mengernyitkan alisnya tidak paham.

“Apa maksud pertanyaanmu.”

“Minji dan putra Jang Yonghee. Apa kau ambil andil mendekatkan mereka berdua? Mengapa kau tega melakukan ini padaku?” Jihyuk memahami arah pembicaraan mantan istrinya. Ya, Jihyuk seharusnya tahu Nayoung akan menjadikan hal ini sebagai masalah.

“Mereka dekat dan menjalin hubungan itu tidak ada hubungannya denganku. Aku kembali dari Jerman dan keduanya mengaku padaku bahwa mereka berkencan. Mengapa aku harus melarang kebahagiaan putriku sendiri?”

“Kau tahu bukan itu maksudku.”

“Lalu apa maksudmu?”

“Sudahlah. Aku tidak akan membahas hal yang sudah klise denganmu.”

“Kau selalu saja berpikiran negatif.”

“Lalu apa alasanmu membawa anak itu tinggal bersamamu? Bukankah ia masih memiliki keluarga? Sungguh aneh.”

“Kau jangan salah paham. Kyuhyun menjagaku selama aku sakit. Aku tidak bisa mengurus hidupku sendirian. Putriku bahkan meninggalkanku ke luar negeri—”

“Kau yakin hanya itu alasannya? Sangat sederhana. Bahkan kau memberinya jabatan dan uang. Oppa, kau adalah orang paling loyal yang pernah kutemui dalam hidupku.” Kalimat Nayoung penuh dengan sindiran.

“Aku tidak peduli pada apa yang kau katakan.”

“Aku juga sudah tidak peduli lagi dengan hal di masa lalu. Namun Minji adalah putriku juga, dan aku peduli padanya. Kau membiarkan mereka tinggal satu rumah ketika mereka memiliki status seperti ini?”

“Kyuhyun bertanggung jawab. Aku percaya padanya, begitu juga pada putriku sendiri.”

“Oppa, kau seperti berpura-pura bodoh. Mereka sudah sangat dewasa untuk menjalani sebuah hubungan yang serius. Pria dewasa mana yang tahan mengencani seorang wanita cantik tanpa memiliki niat untuk menyentuhnya? Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Minji?”

“Aku mengerti maksudmu. Jika sampai Minji hamil, itu yang kau maksudkan bukan? Aku akan menikahkan mereka.” ucapan Jihyuk membuat Nayoung berang dan berdecak kesal.

“Hahhaha, Oppa. Itu sepertinya memang sudah menjadi tujuanmu. Tidak. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku akan menghalangi hubungan mereka.”

“Silahkan saja. Lakukan apapun yang kau inginkan. Tapi kurasa Minji sangat mencintai Kyuhyun. Dan aku percaya, putriku sudah cukup dewasa untuk mengetahui mana hal yang baik dan mana yang buruk.”

“Jadi menurutmu apa yang ingin kulakukan untuknya adalah hal yang buruk?”

“Aku tidak berkata demikian.”

“Oppa! Bagaimana bisa aku membiarkan putriku berhubungan dengan anak dari wanita yang sudah menghancurkan rumah tanggaku? Apa kau sengaja melakukan ini agar kau bisa terus mengawasi Yonghee? Kau bisa dekati Yonghee dengan bebas karena Daejung Oppa sudah tidak ada sekarang. Namun kumohon. Jangan korbankan putriku!!”

“CUKUP”

Nayoung dan Jihyuk sama-sama terkejut. Minji berdiri dengan wajah nanar, meremas kain dress selutut berwarna merah yang membalut tubuhnya. Matanya berkaca-kaca. Minji melangkah dengan lemas ke arah ibunya, menatap Nayoung yang masih terkejut.

“Omma. Apakah benar yang kau katakan?”

“Minji Sayang. Dengarkan appa, Nak.” Jihyuk mencoba berdiri dibantu tongkatnya. Nayoung memijit kepalanya. Ia sangat yakin Minji mendengar semua percakapan mereka.

“Aku bertanya pada Omma.” Minji berkata tegas, mengintimidasi keberadaan Jihyuk.

“Aku— selama ini aku berusaha menyimpan kenyataan ini. Namun aku tahu, saat seperti ini pasti akan tiba cepat atau lambat. Sekarang, kau sudah tahu penyebab perceraian kami. Meskipun belum semuanya. Ya, kau sudah tahu.” Nayoung menatap Jihyuk, merasa menang.

Minji merasakan tubuhnya melemas. Kepalanya limbung, dan ia merasa kedua kakinya tidak lagi berpijak. Wanita itu keluar ruangan, menangis tanpa suara. Jihyuk bersusah payah berdiri dari duduknya, lalu berusaha menyusul putrinya dengan gerakan yang lambat.

Nayoung terduduk lemas. Ia tidak bermaksud merusak kebahagiaan Minji. Ya, ia hanya ingin melindungi putrinya.

 

TBC

Akhirnya nyampe di bagian ini juga~

Reader bersabar ya karena mungkin part selanjutnya uda ketebak bakal kaya apa.

Kira-kira gimana sikap Minji ke Kyuhyun setelah tahu hal ini?

Janji ya tetep ngikutin. Konfliknya ga bakalan berat banget kok. Karena kadang ada reader yang cuma mau baca part romantisnya aja trus ngabur deh giliran uda masuk konflik huhuhu sedih deh uda capek2 bikin malah digituin 😦

Lanjutannya aku usahain ga akan lama. Minggu kemaren ini aku banyak kesibukan soalnya.

ThanKYU yang uda baca dan ngasi supportnya.

Love you all ^^

Iklan

172 thoughts on “Clown Man [Chapter 11]

  1. Padahal buat aku,yg begini aja udah berat. Tiap hubungan mereka kena masalah, itu berat. Aku memang lemah dan rapuh kalo soal kyuhyun si gendut T.T
    Semoga minji cepet cepet tau yg sebenernya, karena aku yakin itu cuma salah aham. Yaaah kayak minji yg suka cemburuan gitulah.
    Semoga bisa baikan yaaaa.. Dan berakhir bahagia.
    Huwaaa padahal.mereka tadi tadi udah romantis bgt

    Suka

  2. Mau konflik berat atau ga asal cast kyuminji dan author nya kamu pasti aku baca dan suka 😉
    Akhirnya hyojin mengalah ya dan balik lagi.minji ini sebenernya soulmate dan cocok ama hyojin sbg temen.tp selalu aja berebutin kyuhyun.

    Suka

  3. Nah loh, akhirnya tiba juga saat-saat yang aku tunggu-tunggu. Penasaran banget dech ma sikap Minji ke Kyu Hyun setelah tahu penyebab kedua orangtua bercerai. Btw, menurutku ini konfliknya sudah lumayan berat. Sudah bisa membuat readers bermain emosi. Kalau adegan romantis semua tanpa ada konflik, kayaknya itu sedikit membosankan.

    Suka

  4. Asiikk udah sampe part segini aja.. Kang minji jjang~~~
    Ga komen di part 10 yah tp dsini aja sekalian hihihi *kabuurrr
    Jujur aku lebih suka part kyuminji berantem ketimbang romantis2an wkwkw soalnya berantemnya kocaaakk XD
    Semoga kyu sama minji aja biar donghae buat aku *eh?

    Suka

  5. tapi aq suka banget ama konflik yang berat berat heheee…. : P
    suka apa apalagi sampe knfliknya berujung kesedihan tapi tetep endingnya mh harus happy ending xixixiiiii…

    walaupun udah ktebak gmana part slanjutnya tetep bakalan dnanti ko malah dinanti banget mudah2n bisa cepet publishnya^^…aq th kmaren 2 mntengin truz twitter brangkali aja publish cz kngen bgt sihhh #bukanalay #gaboong #suer…..

    suka bgetttt pas minji cemburu ama hyojin suka bgt pkonya ga tau knapa kliatan lemh bgt gtu kyuhyun dstu serbasalah gmana lah…
    sebenernya suka pengen bgt cpet publish tapi kalo udah mau end suka sedih sendiri ga rela aja kalo udahan apalagi kalo udah ngena ama ceritanya suka susah moveon..ahhhh mudah2n bakalan bnyak crita kyuminji kyuminji lainnya…<3

    Suka

  6. konfliknya udah kerasa haha
    penasaran juga dengan sikap kyuhyun kalo nanti dia juga tau. sebenarnya serumit apa masalah sampe ibu nayoung begitu mempermasalahkan?

    Suka

  7. Iihh sediihhT.T jgn pisahin kyuminji thor hiks hiks 😥 😥  Udah thor part 12 mereka nikah ㅋㅋㅋ jgn lama” ngepost.y thor Se ma ngaattt!! Yg kyuminji  family ditunggu thor.. kangen kyunsoo ({})

    Terkirim dari Samsung Mobile

    Suka

  8. Yahh akhirnya minji tau jga mslahnya 😔
    Kyaknya bkalan tmbah complicated dan makin seru 😱😁😁
    next partnya dtnggu sgra yah eonni 😉

    Suka

  9. Udah aku duga waktu kyuhyun ijin ke sokcho pasti dy bohong sama minji..
    Dan terbukti kan minji jadi marah sama kyuhyun..
    Tau sih maksud kyuhyun baik..
    Tapi kan dy tau gimana cemburunya minji sama hyojin..
    Bisa2nya dy bohongin minji..

    Ya ampun minji bener2 gak bisa ya jauh2 dari kyuhyun..
    Entah kenapa aku malah merasa minji gak akan pernah ngelepasin kyuhyun walaupun dy sudah tau apa penyebab perceraian kedua orang tuanya..
    Malah aku khawatir sama kyuhyun..
    Karena pasti dy merasa gak enak sama kelurga minji..

    Tapi yg aku gak ngerti kenapa jihyuk juga ngasi kyuhyun warisan??
    Kalau nayoung tau kan dy bisa salah paham lagi..

    Suka

  10. huaa, akhirnya muncul juga part 11. konfliknya udh berat ini kak -__-
    jangan bilang ntar minji jadi marah sama kyuhyun ? aaa jangan sampe kak
    pokoknya kyuminji harus sampe nikah hiks yayaya ? plis kak wkwk
    semangat kak, buat bikin part part selanjutnya muaaah :*

    Suka

  11. oce sudah mulai konflik, dan menurutku ini yg bakal memporakpondakan hubungan mereka. thor,tapi happy ending’kan? hehehe berharap iya aja wes

    Suka

  12. yahhhh udah mulai masuk babak nyesek mode on ya eon??
    hiks.. moga mereka berdua bisa nyelesaiin salah paham yang ada antara ortu mereka.. dan semoga ini HAPPY END #taburmenyan
    ahh ya, selalu ditunggu kyuminji storynya 😀

    Suka

  13. Wahhh .. Ddaebakk author-nim
    ..oh yah authornim aku reader bru,, maaf yahh komennya lngsung part ini soalnya waktu nyari ff di google langsung ketema ff ini yg udh part 11 mkanya langsung baca aja.. Hehehe piss author-nim..

    Suka

  14. ah benar ini nayoung cemburu buta..aduh gimana skiap minji ke kyuhyun sekarang..persahabata wanita dan pria memang selalu tidak murni..cinta psti saja nyusup didalamnya..

    Suka

  15. Aq tau ibu minji sangat menyayangi anaknya.. kesalahpahaman ini justru akan menghancurkan segalanya.. Aq benar” cemas takut setelah ini minji bakal benci kyu dan keluarganya ohhhh ..

    Suka

  16. Aduh bu nahyong…
    Pngen ank bahagia tpi kok gt caranyaaa.

    Minji…yg sbar yaaa.jgn percya ma ibu u.prcya lah ma ayah n kyu…

    Hehhhh…
    Moga g terjdi apa2 ma hbngan mereka n mga cpet nikah.
    Heheheh

    Suka

  17. Yakin banget kalo itu cuman salah paham..
    Keren dan emosional..
    Yah si kyuhyun udh nyentuh minji lg..
    Langsung caw lah ke part selanjutnyaaaaa

    Keren pokoknya!!

    Suka

  18. Nahhh kan beneran deh eomma nya minji kaya abg labil…
    selesaian masalahnya pelan pelan buuuu
    supaya hubungan kyuhyun minji baek baek aja…

    Suka

  19. astaga… gimana nih nanti kelanjutan hubungan kyuminji…
    minji udh tau alasan kenapa kedua orang tuanya bercerai…. aduh penasaran bingitssss….

    Suka

  20. Minji frontal bgt jd cewe sampe bela2in ke ilsan ngejar kyuhyun pdhlkn dia yg marah dluan ckck. Minji udh tau o.O gmn trus hubungan mereka??? Apakah msh berlanjut????? Smoga masih soalnya mereka ber2kn sama2 cinta bgt

    Suka

  21. Buncit beneran cinta ini sma si Minji, tapi knp mesti bo’ong, oh ayolah walopun Minji cemburuan dia pasti tahu alsan pastinya lu ngelakuin itu citt…
    Berantem, baikan ya begitulah siklus si Buncit sm Minji, ngakak waktu si Unyuk gumam “Aku tahu semuanya akan happy ending.” ini anak drama banget idupnya 😀
    Jeng…jeng Minji akhirnya tahu rahasia yg di sembunyiin ortunya, sakitlah …
    Tapi ttp g suka sm sifay emaknya itu, betul kata Kang Jihyun itu emak2 negtif thinking mulu, dan yakin deh penyebab perceraiannya itu karena neting nya, emak ini cemburu liat suaminya baek sm keluarga sahabatnya yg notabennya istrinya sahabatnya itu perempuan yg disukai Kang Jihyun.
    Dia bilang g mau rusak kebahagiaan Minji, api nyatanya, dia tetep ngerusak apapun alasannya, dan pemikirannya bener2 g bisa di benarkan!

    Suka

  22. Aku baca ini bener2. Ngerasa marah sekali sama Nayoung, dia egois bgt :’ beneran loh kak. Aku bnr2 marah sama dia T_T ada kecewa juga sampai nangis2 gini. Dia Ibu yg Baik, kenapa ga bisa ngerti 😭

    Suka

  23. kenapa ribet sekali hubungannya ya. Makin ke sini makin seru konfliknya. Kenapa gak setuju sih eommanya minji padahal appanya setuju. Astaga kyuhyun dan minji hihihi

    Suka

  24. Kesel sih sama sikap kyuhyun ke hyojin, dan yeahhh lagi2 dpt maaf dari minji… lagian klopun dr awal niat mau selesain masalah knp ga jujur aj sama minji dari awal, toh minji jg mau hyojin balik jd sekretarisnya kok…

    Eaaaa konflik berat kyanha bakal di mulai nih, semoga ga berdampak hal buruk sama hubungan kyuhyun minji

    Suka

  25. Jadi gegara masalah ini toh 😱
    Konfliknya lumayan berat juga 😭
    Terus gimana dengan hubungan Kyu sama Minji. (?) mereka tetap bersama kan ? Please Happy ending ❤️❤️😭

    Suka

  26. maaf ya author-nim.. sempet lompat beberapa chapt comment-nya.. maklum, kalo udah penasaran gabisa ditahan lagi., jadi baru sempet comment di part ini deh.. minji terpukul banget sama kenyataan kayaknya.. tapi yakin deh pasti ibunya minji cuma salah paham sama ayahnya minji

    Suka

  27. Author,, maaf baru sempet komen. lgi menghayati ceritanya hehe. janji nanti klo aku udah selesai baca aku akan komen. semangat nulis ff baru ya?? aku suka suka suka suka suka suka buangetttttttttttttt sama ff ini.

    Suka

  28. apa habis ini Minji bakal benci sama Kyuhyun dan keluarganya? Semoga ngga terpengaruh dengan ucapan Nayoung deh yaa, Kyuminji kan baru aja baikan, masa mau berantem lagi, ga capek apa? 😦

    Suka

  29. ya ampun gimana bisa eonni membuatku mengabaikan buku-buku dan materi uts besok pagi? aku kualahan karena bener-bener pengen banget ff ini dan ya. mengabaikan buku-buku malang di depanku ini. dan maaf banget karena aku gak setiap part muncul buat komen, selalu angin-anginan, dan sedihnya ini baru ke 2 kalinya aku muncul di komentar. maafkan aku u.u

    Suka

  30. Moga next chapet nya nggak kaya yang aku bayangin sekarang
    Kalo yang aku bayangin sekarang minji menjauh i kyuhyun karna ibunya yang bikin orang tua mereka berpisah ,padahal kyuhyun nggak tau apa apa ,terus minji hamil ,..YaK

    Suka

  31. Yaaa ammpuunnn aku kesell bangett ama eommanya minji…!!knpa sihh dia ngotot bngett misahin KyuMin?? Sbnar.y ia mau mlindungi Minji dari siapaa???? Bkankah dia kini yg tlah mnyakiti hati putrinyaa
    Poor Minji 😦 Poor Kyuhyun 😦

    Suka

  32. Ping balik: rekoemndasi ff kyuhyun | choihyunyoo

  33. Astagaaa udah aku duga minji denger pasti. Huft baru aja baikan mereka udah ada badai lagi. Sekarang ada lagi salah paham baru. Semoga ga banyak menguras perasaan wkwwkwk mereka cuma butuh bicara dan saling percaya hehe.

    Next dulu ^^

    Suka

  34. ah jd itu masalahnya, nayoung sm minji keliatan sm, sama2 berfikir negatif dulu. Permasalahan yg ad antara ortu minji sm kyu kyak yg dialami antara kyu,minji dan hyojin

    Suka

  35. Cuma berharap Happy Ending.

    Akhirnya aku bisa lanjutin baca FF ini. Emang sengaja aku pending baca FF ini. Soalnya aku ada ujian semesteran. Jadi harus fokus sm ujian dan belajar terus. Gk ada waktu buat pegang HP apalagi nerusin baca FF. Dan akhirnya ujianku udah selesai dan berjalan dengan lancar cuma tinggal nungguin hasilnya. Yah,.. Semoga hasilnya baik dan gk bikin kecewa. Amin,…
    Ehh,.. Malah curhat. 🙂 maaf ya, eon aku malah curhat.

    Kembali lagi bahas FF Clown man chapter 11. Di chapter ini konfliknya udah mulai bikin gregetan. Akhirnya Minji tau alasan kedua orangtuanya bercerai. Ternyata bener tebakanku kalau penyebab orangtuanya Minji bercerai adalah ibunya Kyuhyun.
    Makin rumit aja nih,…
    Kira-kira setelah Minji tau alasan kenapa orangtuanya bercerai karena orangtuanya Kyuhyun. Apa Minji bakalan benci sama Kyuhyun,….????
    Dan apakah Minji nanti bakal mengakhiri hubungannya sm Kyuhyun,…???
    Secara minji udah tau alasan orangtuanya bercerai karena apa. Dan Minji juga kayaknya kurang setuju pas ayahnya mbagi hak warisannya ke Kyuhyun juga.

    Huhh,.. walaupun hubungan Kyuhyun dan Minji nanti memburuk semoga mereka nanti pisahnya gk lama-lama.
    Berharap banget FF ini Happy Ending.

    Udah, aku mau lanjut baca FF Clown man chapter 12. Udah penasaran banget sama kelanjutan ceritanya. 🙂

    Suka

  36. Nah, ini Nayoung kenapa? Kalau memang dia gak mau ngerusak kbhagian anaknya knapa dia malah ngomong gtu? 😦
    Kayanya Nayoung masih cinta ke Jihyuk makanya dia gtu XD
    Gmana ya nanti sikap Minji pas ngehadapin Kyu? 😦

    Suka

  37. waaah akhirnya minji tau jg alasan ayh Dan ibunya berpisah, tpi moga aja mslah in gk akn mmpengaruhi hub. minji sm kyuhyun..~
    nnti gimna reaksi kyu klau tau alasan perceraian orng tua ny minji adlh ibunya?,,
    sptinya ibu ny minji cemburu dan slah paham deh sm ibunya kyu jdi dia gak mau anaknya berhubungan sm kyuhyun Dan keluarganya… jdi disini byk skli kesalahpahaman .,,,~~~
    FIGHTING!!!,,,..

    Suka

  38. sumpah critanya nyesak banget
    hbungan cinta di masa lalu yg bgitu pelik hingga berdampak buruk di msa dpan

    smoga ksalahphaman ny dpat trselesaikan

    Suka

  39. Aishhh…tiap kali ibunya minji dateng selalu ada konflik. Apa minji nantinya terpengaruh dengan apa yang didengarnya sehingga nantinya juga mempengaruhi hubungannya dengan kyuhyun

    Suka

  40. wah minji kayanya bakal salah paham lagi ini setrlah tau semuanya, baru baikan dan sepertinya bakal bertengkar lagi, gara-gara dah tau alasan perceraian orang tuanya

    Suka

  41. siapa sih yang ga akan cemburu ngeliat sikapnya kyu ke hyojin, jadi wajar ajalah kalau minji cemburu
    semoga minji ga salah paham dan semoga ga terjadi hal yg macem macem sama hubungan kyu dan minji

    Suka

  42. Hah perasaan kalo ada shin nayoung datang pasti aja ada masalah yang melibatkan kyuhyun sama minji.. semoga aja kyuhyun sama minji ga putus..

    Suka

  43. owowowowowow Minji tau kesalahpahaman orang tuanya sampai bercerai
    tapi Kyuhyun gimana ??
    Kyuhyun bakal disalahkan jugakah sama Minji?
    padahal Kyuhyun gak tau huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa T______T
    aduuuuuuuuuuuh setelah berbahagia badai pun datang ckckck

    Suka

  44. kyuhyun agak berlebihan deh perhatianya sama hyojin siapa g cemburu coba pacar sendiri perhatian k wanita lain yg berkedok sahabat… ini masalhny emang appanya minji emang selingkuh beneran ama eomma nya kyuhyun? atau pemikiran shin nayoung aja uhh aku kesel sama eomma minji pembawa masalh banget pengen cekek

    Suka

  45. Dibilang cemburu berat wajar sih, tapi perhatian seorang sahabat emang begitu. Lah terus yang salah siapa? lol
    Nayoung.. egois banget, sebagai ibu dia sangat egois. Kali ini marahnya Minji bakalan kaya apa ya :”
    Lanjut next part :))

    Suka

  46. kesel banget sama ibunya minji! ahhhhhh! jangan sampe abis ini minji sama kyuhyun putuss,
    aku sedih liat keadaan ayahnya minji, dia masih sakit ajah mau ngejar anaknya 😭
    duh mungkin itu semua salah paham! hiks

    Suka

  47. Aku rasa nayoung trlalu brlebihan,,ingin putrinya bahagia,,pi dy membiarkan masa lalu dn ksalahfahamannya mrusak kbahagian minji…aku yakin niat jihyuk bnr2 tulus,,bkan krna perasaan cnta masa lalunya!! Skrg hanya kyu yg blm mngetahuinya!!

    Suka

  48. yaaaa ampun kyu minji berantem Kyu pasti pihak yang minta maaf dulu
    tapi ini kyu ngikutin saran appanya minji

    jadi minji Sampe bela- belain nyusul kyu ke ilsan untung mereka sudah baikan

    emang bener yaaa kalo Ibunya kyu pihak yang bikin rumah tangga nayoung hancur????

    semakin sukaa ama ff ini

    Suka

  49. Jangan sampe kyu sm minji pisah gak rela sumpah mereka udah so sweet dan bener2 sling suka, kok nayoung ini negthink mulu g mau denger penjelasan jihyuk dulu makanya dia hidup menderita

    Suka

  50. wah saran jihyuk ke kyuhyun boleh juga tuh wkwk aku selalu inget kalau minji dan nayoung punya sifat yg sama yaitu selalu berpikiran negatif, dan aku juga yakin hanya kesalahpahaman saja yg mengakibatkan ortu minji pisah, singkat cerita nayounh yg selalu berpikiran negatif salah paham sama jihyuk dan yonghee
    tapi aku penasaran sama alasan jihyuk masukin kyuhyun ke surat warisannya hmm

    Suka

  51. senyum-senyum kalo liat kyu-minji romantis wkwk

    konflik nya uda keluar, penasaran gimana ntr minji ke kyuhyun 😦
    mau cus baca next chap hihi

    Suka

  52. jadi itu alasannya kenapa nayoung gak setuju minji sama kyu… Tapi tetap aja males banget, itukan kebahagiaan minji, kenapa dia harus ikut2 coba?
    Penasaran apakah kyu-minji akan tetap bersatu dan melawan semua dengan cinta mereka… Moga mereka tidak terpengaruh…

    Lanjut

    Suka

  53. gemes sama minjii wkwkwk mereka pasti gitu dehh.. berantem gampang, baikan juga gampang.. baikannya tinggal pelukan sama ciuman doangg wkwkwk.. waduhh.. minji gimana tuh yaa? kyuminji gimana jadinya nantii

    Suka

  54. akhirny klimaks. kyuhyun udah tau perasaan hyojin yg sebenernya sama dia dan syukur lah.. tapi sayang lagi-lagi kyuhyun sama minji harus berakhir adu mulut dan berantem kalo udah ngomongin hyojin. disini jg udah kebuka rahasia tentang alasan perceraian kedua orangtua minji, kasina minji. kira-kira gimana reaksi kyuhyun ya? pasti dia juga bakalan shock kaya minji

    Suka

  55. jahat amat sih eommanya minji. kasian minjinya. dia udah bahagia malah dihalang-halangi hanya karna masalah masa lalu.

    aku harap hubungan minji sama kyuhyun baik2 aja deh thor.

    Suka

  56. makin ribet makin kompleks masalahnya… makin kesini kyu sama minji makin sering berantem ditambah lagi cerita masa lalu yang buat nayoung ga suka sama kyu..
    hadeuhh semoga hubungan mereka ga kenapa2

    Suka

  57. hyojin ah neomu daebak! wanita dewasa!
    lanjut minji kyuhun. makin nempel kek perangko…
    lama” seneng sama changmin eunhyuk nih.
    lucu persahabatannya gak ikut campur urusan orang tapi pedulinya luar biasa.
    salut

    Suka

  58. Persahabatn ky gtu emng rumiy, psto ada kata cinta segitiga
    Duh minji kgk betah jauh2 dari kyuhyun… lucu bagian eunhyuk minji ke ilsan….
    Duh jdi tu sbabnya mreka cerai, mngkin hnya ksalah pahaman di eomma nya minji,,
    Smoga aja kyuminji ttp brtahan hubungannya
    Smngt thor

    Suka

  59. cara kyuhyun bikin minji gak marah lagi kali ini beda. bahkan minji sampe jatoh pas mau nemuin kyuhyun ckck
    minji akhirnya tau. penasaran sama reaksi dia ke kyuhyun

    Suka

  60. Permasalahan keluarga yang rumit dan sekarang minji sudah tau penyebab perceraian orangtuanya. Gimana ya responnya minji ke kyuhyun apa dia akan ninggalin kyuhyun karena masalah keluarganya

    Suka

  61. wah yang klise itu justru ny.shin ny Ya…. bener2 sikap pencemburunya besar sekaliii

    cobaannya besar sekali untuk pasangan kyuhyun dan minji….
    semangat kalian pasti bisa melalhi badai ini

    Suka

  62. Wussss dan akhirnya minji tau..
    Huweee sempga minji gak terpengaruh ya sama yg di bilang ibunyaaa.. ><
    Kasian mereka kayaknya mau bagahia ada aja halangannyaa.. 😦
    Semoga masalahnya cepet selesai..

    Suka

  63. Sedih bangetlah liat orang tua minji malah bertengkar padahal minji udah susah payah buat ngelakuin hal itu. Dan kenapa cobaaibunya minji nyebelin banget? Sumpah nyebelin

    Suka

  64. kenapa jadi sedih kya gini sih?? huhuhu. moga aja mata hati nayoung berbuka dan melihat bahwa jihyuk menyukai nayoung..

    for author, hwaiting. kyuji story nambah manis, sepertinya bisa bikin diabetes..

    Suka

  65. Konfliknya makin rumit..
    .
    Mungkin yg salah disini itu mamanya minji #mungkin karna klo dilihat dari sifatnya minji itu yang lebih banyak pikiran negatif keorang .. dan bukannya papa nya minji juga sependapat klo minji persis kyak ibunya.. yah jdi klo dilihat sih mungkin mamanya minji berpikir klo papa minji sama mama kyuhyun itu selingkuh .. #aishUdahKayakCenayangAja -_-

    Suka

  66. Sebel deh sama nayoung main tuduh yonghee aja ,,padahal kan belum tentu otu bener ,,, ya walaupun dulu jihyuk memang menyukain yonghee tapi itu kan masa lalu ,, dan jihyuk juga sudah tidak ada perasaan lagi sma yonghee ,, hadehhh gimana hubungan kyuminji selnjutnya ya ,, jangan sampai minji berpikiran buruk tentang kyuhyun apalagi dia mengetahui tentang pembagian warisan dan nama kyuhyun tercantum di sana ,, masalah makin pelik

    Suka

  67. Konfliknya rumit. Nayoung tuh salah paham, kasian Minji nantinya. Eomma yg merusak kebahagiaan anaknya sendiri ckck. Ayo dong appa Minji kasih penjelasan ke Minji perihal masalalu mu dgn Nayoung & keluarga Cho.
    apa setelah ini Minji akan benci sama Kyuhyun dan keluarganya?

    Suka

  68. Lagi lagi krna eommanya minji..dia g cm ngrusak kebahagian nya sendiri, tp jg kebahagian minji.. Negatip thinking nya itu loo.. Ya ampun , parah . Kan imbasnya kasian ke kyuhyun nya kalo smpe si minji ikut terpengaruh,
    Semoga minji bisa lbh bijak ngehadapin ini ,

    Next chapter .
    Terima kasih.

    Suka

  69. jadi itu alasannya kenapa nayoung gak setuju minji sama kyu, tapi tetap aja kurasa agak gak etis kalau karna yang dulu dikaitkan trus kan ujungnya imbas ke KyuHyun Minji.
    Berharap Minji bisa lebih berbesar hati dan bijak menhadapi masalah ini

    Suka

  70. Kayaknya pertengkaran Minji sama orangtuanya kali ini bakal berimbas sama hubungan Kyuhyun dan Minji deh.
    Yaahh nggak rela kalo hubungan mereka goyah lagi, padahal baru juga baikan
    Fighting buat next post !!!

    Suka

  71. huaaa kesalah pahaman merusak segala.nya..
    -.-
    wkwkwkwk
    aduhhh gymana kyunji nanti.. apakan minji jg akan ikut salah paham atau tetap mempercayai kyhhyun…
    cobaan mereka berat..
    ibarat badai.. ini jenis badai iank bersifat lama bahkan berhari.. hahag

    Suka

  72. Ya ampun kenapa minji sama eommanya selalu berpikir buruk mulu sih padahal niat mereka kan baik cuman pengen ngebantu aja. Cemburu sih boleh tapi ga harus selalu berpikir negatif kan apalagi tanpa disertai bukti. Kesel deh sama eommanya minji, gimana kalau hubungan mereka jadi buruk kan bisa ancur

    Suka

  73. Perasaan dan kisah masa lalu para cast orang tua dicerita ini tuh kaya yang keulang lagi sama para cast muda mudi 😂 semacam dejavu

    Suka

  74. Tega banget sih ibunya minji nyuruh kyuhyun ninggalin minji cm karena kesalahpahaman dy sendiri,
    Minji jg jd ikut salah paham sm kyuhyun gara2 kyuhyun bohong mau pergi ke sokcho padahal mau nemuin hyojin jd brantem deh mereka,
    tp kyuhyunnya pergi keluar kota eh minjinya ga tahan tuh kayanya gara2 kyuhyun ga ada kabar sama sekali jd nyusulin deh dy.. hahha

    Suka

  75. Konfliknya udh mulai berat, minji udh tau penyebab ortunya cerai, dan berharap stelah ini minji gk benci kyuhyun dan keluarganya.
    Sebenarnya kasihan juga, ortunya yg ada masalah, anak”nya yg kena dampaknya.

    Dan spertinya disini masih ada teka-teki, knapa kyuhyun dapat warisan juga dr tuan kang, padahal kyuhyun kan jg bkan keluarga tuan kang, kalau cuma ortunya bersahabatkan nggak smpek segitunya jg, pasti tuan kang punya alasan knapa kyuhyun dpat pembagian warisan.

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s