Clown Man [Chapter 13]

kyuhyun-1

Author : Minji • Main Cast : Cho Kyuhyun – Kang Minji  •  Support Cast : Choi Hyojin – Lee Hyukjae – Shim Changmin – Henry Lau – Lee Donghae and others • Genre : Romance  • Length : Chapter

—————————

Minji membisu, memandang tubuh yang terbaring tak sadarkan diri di hadapannya. Sesekali air mata gadis itu menetes jika mengingat hal-hal tentang Jihyuk, dan semua itu membuatnya merasakan penyesalan. Minji mengusap tangan kanan Jihyuk, menggenggamnya dalam rengkuhan tangan mungilnya dan sesekali mengucapkan doa agar sang ayah segera membuka mata.

Jihyuk mengalami stroke karena pengaruh tekanan darahnya yang meningkat drastis setelah berdebat dengan mantan istrinya. Dokter bersyukur nyawa pria itu masih bisa diselamatkan karena sekretaris Kim dan Nayoung segera membawanya ke rumah sakit. Namun tetap saja, kondisi tubuh Jihyuk yang belum pulih betul kini kembali memburuk, dan hal itu semakin memperburuk perkembangan kesehatannya.

Berseberangan dengan Minji, di atas sofa seorang wanita paruh baya yang cantik juga duduk dengan wajah risau. Kedua matanya tidak beristirahat dan terus saja mengawasi pasangan ayah dan anak di hadapannya.

Mantan suaminya yang sedang koma, dan anak gadis satu-satunya yang bahkan tidak beranjak sedikitpun sejak kemarin sore dari sisi ayahnya hingga gadis itu tidak memakan apapun. Shin Nayoung, ia merasa sangat menyesal dan merasa bersalah karena menjadi penyebab rubuhnya Kang Jihyuk. Karena hal itu pula, Minji belum mengajak ibunya bicara. Gadis itu masih terlalu shock, dan ia tidak memikirkan hal apapun selain ayahnya.

“Sayang, makanlah. Aku akan menjaganya. Setelah makan kau bisa kembali lagi ke sisi ayahmu.” Nayoung akhirnya tidak tahan dan berdiri lalu menghampiri putrinya. Kedua tangannya bertengger di bahu Minji, mengusap-usapnya pelan.

Minji mendongak, menatap sosok ibunya yang juga tidak tidur semalaman. Mereka berdua sama-sama panik, sama-sama takut. Ada kelegaan besar di hati Minji karena melihat ibunya ada di sisinya, berdekatan dengan ayahnya.

“Kau benar akan menjaganya?” suara Minji lemah dan serak.

“Aku akan menjaganya.”

“Aku senang kau ada di sini. Apakah dia harus terjatuh di depanmu baru hatimu akan luluh?”

Nayoung merasakan perih mendengar pertanyaan putrinya. Mata Minji berkaca-kaca. Haruskah ia menjawab dengan jujur? Apa gunanya ia membohongi perasaannya sendiri hanya demi sebuah ego yang sesungguhnya sudah tidak berharga lagi di saat-saat seperti ini?

“Pergilah makan. Aku pernah hidup dengan ayahmu selama bertahun-tahun. Aku tidak akan berbuat jahat padanya.” Nayoung tetap saja mengeluarkan kalimat yang tidak mengakui perasaannya. Dan Minji menurut. Bukan karena ia benar-benar lapar, tapi karena ia ingin memberikan kesempatan pada sang ibu untuk menjaga ayahnya.

Begitu keluar dari ruangan tempat ayahnya dirawat, Minji langsung berhadapan dengan Kyuhyun. Pria itu duduk di kursi tunggu dengan wajah cemas masih memakai pakaian kantornya lengkap dengan dasi berwarna biru kecuali jasnya yang sudah dilepas dan teronggok di sisinya. Begitu melihat Minji muncul, Kyuhyun segera berdiri dan mendekati wanita itu.

“Bagaimana Paman?”

Minji menatap Kyuhyun, tanpa menjawab pertanyaan pria itu. Ia sangat ingin memeluk Kyuhyun dan menangis di dadanya. Kyuhyun selalu bisa mengatakan hal-hal yang membuat Minji akan percaya bahwa segala hal buruk selalu akan menjadi baik. Melihat Kyuhyun juga berada di rumah sakit, Minji seakan melupakan sejenak masalah yang terjadi antara dirinya dengan pria itu. Ia sepertinya tidak perlu mendebat Kyuhyun untuk saat ini, di saat-saat seperti ini. Kyuhyun melihat betapa lelah gadis itu, matanya berkaca-kaca dan wajahnya pucat.

“Aku tahu apa yang kau takutkan. Namun percayalah, ia pasti akan membuka matanya dan tersenyum padamu. Dia sangat menyayangimu.” Kyuhyun tetap mencoba menenangkan dan menghibur Minji, meskipun ia sadar keadaan sudah berubah. Minji kembali mengabaikan Kyuhyun, lalu melangkah dengan gerakan lambat.

“K—kau, mau kemana?” Kyuhyun memberanikan dirinya untuk bertanya.

“Aku lapar.” Refleks Minji menjawab dengan suara yang sangat kecil.

“Kutemani.”

Minji ingin menolak, tapi entah mengapa ia merasa berdekatan dengan Kyuhyun membuatnya jauh lebih baik padahal pria inilah sumber utama permasalahan hidupnya beberapa waktu belakangan. Minji menurut saja ketika tangan lebar Kyuhyun yang hangat menggenggam tangannya, memperlakukannya seolah mereka tidak memiliki masalah apapun.

**

Kyuhyun sedang menghabiskan ramen instannya sambil sesekali melirik dan memperhatikan gadis di depannya. Minji bahkan masih belum menghabiskan makanannya padahal sudah satu jam lebih mereka berada di cafetaria yang ada di dekat rumah sakit. Kyuhyun sesungguhnya tidak bernafsu makan, tapi ia ingin membunuh kecanggungan di antara mereka. Ia merasa lega Minji tidak menolaknya dan Kyuhyun berharap peristiwa rubuhnya Jihyuk akan sedikit mengembalikan kelembutan hati wanita itu.

Minji hanya diam, tatapannya menerawang kosong mangkok ramen di depannya. Perasaan gadis itu berkecamuk, kacau. Tidak seharusnya ia berada di sini, tepatnya bersama pria ini. Kenyataan bahwa Kyuhyun adalah anak dari wanita yang dicintai ayahnya kembali membuat Minji merasa kesulitan dengan perasaannya.

“Aku sudah kenyang. Aku akan kembali.”

“Tunggu!” Minji yang hendak beranjak dari duduknya ditahan oleh Kyuhyun. tangan pria itu spontan menahan pergelangan tangan Minji, membuat wanita itu kembali duduk di tempatnya.

“Sebentar saja. Bicara sebentar saja.” Kyuhyun berkata pelan. Ia menatap Minji yang bahkan selalu menghindari kontak mata dengannya.

“Kembalilah ke rumah. Mulai hari ini aku sudah pindah tempat tinggal.”

Minji tersentak. Ia tidak menyangka Kyuhyun akan mengucapkan hal seperti itu. Jadi Kyuhyun benar-benar meninggalkan rumah keluarga Kang? Minji tiba-tiba merasa betapa dirinya sangat buruk. Ia telah mengusir Kyuhyun secara tidak langsung.

“Maafkan aku.” Ujar Minji.

“Tidak perlu meminta maaf. Rumah itu adalah tempat tinggalmu. Sudah seharusnya aku yang pergi. Aku minta maaf, karena sudah membuatmu sangat tidak nyaman beberapa waktu terakhir.”

Suasana di antara mereka menjadi semakin canggung. Minji ingin menangis. Kenyataan seperti ini terlalu pahit. Ia harus menuntaskan semuanya agar ia bisa hidup tenang dan memulai lagi semuanya dari awal.

“Bolehkah aku bertanya satu hal padamu?” tanya Minji pelan.

Kyuhyun mengangguk, menandakan bahwa gadis itu boleh bertanya apapun padanya. Tempo hari mereka bertengkar hebat karena masalah orangtua mereka, tapi kini keduanya sama-sama mengalah demi perasaan mereka.

“Apa kau marah padaku? Dengan semua sikapku? Aku telah menghancurkan kebersamaan kita.” Ujar Minji.

“Aku tidak marah. Aku hanya bingung. Aku juga tidak tahu apa-apa. Namun aku mengerti posisimu. Aku tidak menyalahkanmu.”

“Terimakasih. Kuharap kau berkata jujur. Kau pria yang baik. Sangat baik.”

Suasana di antara mereka kembali hening. Minji memikirkan sesuatu, dan Kyuhyun seperti menanti juga mengerti jika ada sesuatu yang ingin disampaikan gadis itu padanya.

“Cho Kyuhyun. Maafkan aku. Keadaan ini sangat sulit. Ada hal yang mengganjal sehingga aku tidak bisa berpikir bijak. Namun aku sudah mengambil keputusan. Sebaiknya kita memang harus berpisah.”

Wajah Kyuhyun mengernyit. Ia berusaha mencerna ucapan Minji yang terasa seperti mimpi buruk baginya. Mereka memang bertengkar hebat, dan ia sedikit marah pada Minji. Hanya saja amarah itu sudah hilang, berganti rindu. Lalu inikah akhirnya?

“Meskipun ini adalah masalah, aku ingin kita berpisah baik-baik. Kurasa ini adalah pilihan yang tepat. Aku.. kau tahu— aku masih tidakbisa menerima perceraian orangtuaku.”

“Aku tahu. Aku mengerti. Tapi, tidak bisakah kau menenangkan dirimu terlebih dulu? Aku bisa memberimu waktu. Aku— yah… Aku akan memberimu waktu.”

Ada getaran dalam ucapan Kyuhyun. Hatinya terasa sangat sakit. Minji baru saja membahas tentang perpisahan, dengan lebih jelas. Gadis ini sepertinya memang menginginkan perpisahan itu. Kyuhyun tidak tahu apa ia berhak mempertahankan hal ini. Apakah benar perasaannya terhadap Kang Minji sebesar ini. Kyuhyun sangat sedih. Ia menahan diri. Minji pun terlihat sama, gadis itu mencoba terlihat kuat.

“Sudah ya. Terimakasih untuk semuanya. Aku harus kembali.” Minji berdiri, tidak menanggapi ucapan Kyuhyun yang lebih terdengar seperti permintaan. Setelah berkata seperti itu Minji membungkukkan sedikit tubuhnya, memberi salam pada Kyuhyun.

Gadis itu berjalan cepat dengan air yang menggenang di kedua pelupuk matanya, meninggalkan Kyuhyun yang masih duduk di tempatnya. Pria itu menatap mangkok makanan Minji yang tidak habis. Ia kembali mencerna ulang ucapan Minji.

Kyuhyun menarik nafas dalam. Minji tidak menerima permintaannya. Mereka berpisah, benar-benar berpisah. Itulah kesimpulannya.

—————————–

Sore itu Minji kembali ke rumahnya. Ia membawa kembali barang-barangnya dan juga membersihkan diri, mengistirahatkan sejenak tubuh dan pikirannya. Ayahnya sudah dijaga oleh ibunya dan juga sekretaris Kim yang selalu stand by 24 jam di rumah sakit. Lagipula Minji harus kembali masuk kantor seperti biasa mulai besok. Gadis itu sadar dengan tanggung jawabnya.

Suasana rumah terlihat begitu sepi. Sebelumnya, selalu ada Kyuhyun yang akan menemaninya dan membuatnya merasa tidak sendirian. Namun kini pria itu juga telah pergi. Kyuhyun tidak lagi tinggal di rumah besar itu.

Minji masuk ke dalam kamar Kyuhyun. Ruangan itu kini kosong, hanya menyisakan tempat tidur dengan seprai putih dan juga lemari serta meja kerja Kyuhyun. Minji duduk di atas tempat tidur Kyuhyun. Tangannya membelai bantal dan seprainya yang lembut, dan Minji masih bisa mencium aroma khas Kyuhyun di tempat tidur ini.

Minji membaringkan tubuhnya di sana. Aroma Kyuhyun benar-benar kuat, membuatnya sangat merindukan pelukan dan sentuhan pria itu. Di atas tempat tidur ini, Minji untuk pertama kali menyerahkan dirinya yang utuh pada seorang pria. Dalam lubuk hati kecilnya, Minji tidak menyesali apa yang sudah ia alami bersama Kyuhyun. Hanya saja kini ia merasa sedih, karena ia tidak bisa lagi merasakan kebersamaan itu. Dan Minji sedang menguatkan dirinya. Patah hati dengan Kyuhyun bukanlah patah hati pertama yang ia alami. Minji yakin waktu akan membantunya untuk melupakan pria itu. Minji memejamkan matanya sambil mengingat semua kenangannya dengan Kyuhyun. Dan tanpa sadar, ia pun tertidur.

—————————–

Hari itu Minji mengadakan rapat mingguan sebelum jam makan siang. Kyuhyun juga hadir dalam rapat itu, dan semua orang merasakan adanya keanehan serta kecanggungan antara sang direktur dengan general manager mereka yang belakangan ketahuan menjalin kasih.

Tidak seperti biasanya, keduanya terlihat begitu dingin dan bahkan tidak saling menyapa. Hyojin adalah orang yang paling merasakan atmosfer itu, karena ia tanpa sadar telah menjadi penengah dan perantara di antara keduanya. Terutama Minji, ia sangat banyak merepotkan Hyojin untuk urusan dengan Kyuhyun.

Kyuhyun merasa sangat tidak nyaman dengan suasana seperti ini. Melihat Minji dekat dengannya tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, itu rasanya lebih menyiksa dibandingkan tidak melihat wanita itu. Minji masih terlihat dengan masalahnya, dan Kyuhyun pun mulai merasakan dampaknya.

Hingga rapat berakhir, tidak ada komunikasi di antara mereka kecuali formalitas. Biasanya, keduanya akan saling mencuri pandang dengan penuh cinta, sangat berbeda dengan hari ini. Hingga rapat berakhir, keduanya meninggalkan rapat sendiri-sendiri.

“Kami sudah berpisah.”

Changmin dan Eunhyuk terkejut. Mereka samar-samar memang mengetahui masalah yang melanda Kyuhyun dan Minji, tapi tidak pernah berpikir jika mereka akan berakhir sampai di sini. Pertengkaran memang sudah sangat identik dengan keduanya jadi Changmin dan Eunhyuk sama-sama berpikir bahwa mungkin mereka hanya perlu waktu untuk melalui yang kali ini.

“Kau yakin dengan hal ini?” Eunhyuk memastikan.

“Ini adalah keputusannya. Bukan keputusanku.”

Obrolan mereka terhenti karena wanita yang sedang mereka bicarakan lewat di depan mereka, diikuti Hyojin di belakangnya. Minji sepertinya akan keluar kantor, mungkin memiliki janji dengan klien penting.

“Ini buruk. Tidak seperti biasanya.” Gumam Eunhyuk, dan Changmin menyetujui ucapannya.

——————————–

Kyuhyun melangkah didampingi seorang wanita yang tidak lain adalah ibunya. Hari ini Yonghee tiba di Seoul dan ia berencana untuk menjenguk Kang Jihyuk sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang ia ketahui semakin meruncing belakangan. Yoora tidak ikut karena Yonghee tidak ingin puterinya mengetahui permasalahan itu.

“Apa kabar, Nyonya?” Sekretaris Kim memberikan salam pada Yonghee dan tersenyum pada Kyuhyun.

“Aku baik. Bagaimana keadaan Jihyuk Oppa?”

“Tuan besar masih belum sadarkan diri.”

Kyuhyun dan Yonghee menatap Jihyuk yang masih belum sadarkan diri. Sekretaris Kim juga turut berada di dalam. Yonghee tidak kuasa menahan tangisannya melihat kondisi Jihyuk yang kritis, mengingatkan dirinya akan mendiang suaminya. Ia pernah menghadapi saat-saat seperti ini, dan Yonghee tidak ingin hal yang sama menimpa Jihyuk.

“Ia baru saja menghubungiku dan menceritakan masalahnya yang semakin pelik. Namun justru hal buruk menimpanya. Ya Tuhan, sadarkanlah Jihyuk oppa. Orang baik sepertinya sungguh berhak hidup bahagia.” Gumam Yonghee.

Setengah jam berlalu, pintu ruangan kembali terbuka dan sosok Minji muncul di balik pintu. Wanita itu terkejut ketika menyadari siapa yang tengah menjenguk sang ayah. Hanya beberapa detik setelah berhasil mentralkan ekspresinya, Minji kembali keluar dan menutup pintu tanpa menyapa Kyuhyun dan ibunya.

“Kejar dia.” Yonghee mengerti apa yang dirasakan putranya, dan tanpa menunggu lagi Kyuhyun segera keluar dari ruangan, menyusul Minji.

**
“Tidak perlu ke sini. Kau mau menjenguk appa bukan?” Minji berkata sebelum Kyuhyun sempat mengucapkan sesuatu padanya.

“Kumohon, jangan seperti ini. Ommaku datang untuk menjenguk Paman sekaligus ingin bertemu denganmu.” Kyuhyun duduk di sebelah Minji.

“Aku tidak keberatan dengan kedatangan bibi. Namun, aku tidak harus melihat hal yang tidak ingin kulihat bukan?”

Ucapan Minji begitu menyinggung perasaan Kyuhyun. Wanita ini terlalu keras dan tidak ahli dalam menutupi ketidaksukaannya. Kyuhyun dilema. Ia masih berusaha untuk bersikap baik pada Minji meskipun hubungan mereka sudah kandas. Namun menghadapi sikap Minji yang membenci keberadaan Yonghee, Kyuhyun kadang merasa bahwa dunia tidak adil. Mereka kemudian sama-sama diam.

“Apa yang kalian lakukan di sini?”

Kyuhyun spontan berdiri begitu menyadari Shin Nayoung ada di dekat mereka. sepertinya wanita itu baru saja tiba. Kyuhyun sedikit khawatir bagaimana jika Nayoung bertemu ibunya di dalam.

“Cho Kyuhyun, kurasa sebaiknya kau mulai berpikir untuk menjauhi Minji. Aku tidak akan mengijinkan putriku menjalin hubungan denganmu. Aku mohon.” Ucapan Nayoung terdengar tegas dan tajam.

“Kau jangan khawatir. Kami sudah berpisah.” Minji langsung merespon ucapan ibunya. Ia tidak ingin mendengar Nayoung menceramahi Kyuhyun dan sebagainya.

“Oh, benarkah? Baguslah jika begitu. Namun mengapa kalian masih berduaan di saat-saat seperti ini?”

“Nona, Nyonya, Tuan besar sudah sadar!”

Kyuhyun, Nayoung dan Minji seketika menoleh ke arah sekretaris Kim yang tiba-tiba sudah berada di dekat mereka. wajah abdi keluarga Kang itu terlihat bahagia mengabarkan bahwa Jihyuk sudah sadar dari komanya. Minji tanpa menghiraukan apapun segera berlari untuk melihat keadaan ayahnya, kemudian disusul Kyuhyun dan Nayoung.

Dokter sedang memeriksa keadaan Jihyuk dan suasana terlihat sedikit tegang karena begitu masuk ke dalam, Minji dan Nayoung melihat Yonghee sedang berada di sisi Jihyuk. Kedua wanita itu merasa sangat cemburu. Terutama Minji, ia ingin sekali ibu kandungnya yang berada di dekat Jihyuk sekarang.

“Sebaiknya aku keluar.” Nayoung bergerak hendak keluar dari ruangan itu. Bukan hanya karena keberadaan Yonghee, namun ia juga merasa malu menghadapi Jihyuk.

“Kau tetap di sini, Omma. Apa yang kau pikirkan? Kau tidak ingin melihat appa sadar?” Minji sedikit membentak ibunya. Ia kemudian menarik tangan Nayoung dan membawa wanita itu mendekati ayahnya, mengambil sisi yang berlawanan dengan Yonghee.

Yonghee menoleh dan menyadari bahwa mungkin keberadaannya sangat tidak diharapkan di situ. Jihyuk msih menatap Yonghee karena wanita itulah yang ia lihat pertama kali ketika ia membuka mata.

“Oppa, Minji dan Nayoung ada di sini. Lihatlah mereka.” Yonghee tersenyum bahagia. Ia meminta agar Jihyuk menoleh ke arah anak dan istrinya.

Bola mata Jihyuk kemudian bergerak. Ada Minji dan ia benar-benar melihat mantan istrinya berada di sisinya. Dalam hati Jihyuk merasa sangat bahagia, ia berpikir bahwa sebuah kebaikan baru saja terjadi selama ia tidak sadarkan diri. Jihyuk ingin melakukan sesuatu tapi ia merasa tubuhnya sangat kaku. Jangankan bergerak, bahkan untuk sekedar tersenyum pun sepertinya sangat sulit untuk dilakukan. Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya? Mengapa rasanya jauh lebih buruk daripada setelah melakukan operasi cangkok ginjal?

**

“Ini sungguh luar biasa. Sepertinya aku harus berterima kasih karena kedatanganmu yang bahkan baru beberapa saat membuat Jihyuk oppa seketika sadarkan diri. Kontak batin di antara kalian sungguh kuat.”

Yonghee menahan tangan Kyuhyun karena pria itu terlihat emosi dengan ucapan Nayoung. Mereka berempat masih berada diruangan Jihyuk, dan pria itu baru saja tertidur karena pengaruh obat. Sekretaris Kim juga masih berada di sana.

“Nayoung ah~ kumohon jangan memulai lagi. Tidak ada hal seperti itu. Jihyuk oppa sadar karena memang sudah seharusnya ia sadar, dan ia selalu dikelilingi oleh kalian.”

“Namun tetap saja, kau adalah orang pertama yang ia lihat ketika ia membuka mata. Bukankah ini seperti takdir?” Yonghee tidak melawan. Ia tidak punya pembelaan atas hal itu.

Minji hanya diam. Ia ingin sekali keluar dari situasi memuakkan ini, apalagi juga ada Kyuhyun di sana. Namun Minji penasaran dengan pertemuan ibunya dan Yonghee. Ya, tidak dipungkiri ia juga merasa sakit hati. Seharusnya hal yang pertama dilihat ayahnya adalah ibunya. Ibunya yang menjaga ayahnya setiap hari. Sungguh permainan takdir.

“Minji ya~ aku ingin minta maaf karena mungkin apa yang kau ketahui beberapa waktu terakhir telah mendatangkan masalah untukmu. Percayalah, aku dan ayahmu bersahabat baik. Kami memang pernah menjalin kasih di masa lalu, tapi aku benar-benar hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat sekaligus seorang kakak. Aku memang wanita yang jahat, karena di saat mencintai mendiang suamiku, aku bahkan menerima pernyataan cinta dari ayahmu. Aku melakukan itu karena aku merasa tidak enak dengan semua kebaikannya padaku, dan mendiang suamiku juga tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia menyukaiku—”

Minji terkejut karena tiba-tiba Yonghee bicara padanya. Minji tidak menunjukkan respon apapun. Ia masih ingin mendengarkan semuanya. Dan Kyuhyun, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin rasanya ia menarik ibunya untuk keluar dari situasi ini, tapi sepertinya ibunya memang harus mengatakan apa yang seharusnya ia katakan. Terlebih ada Minji, Kyuhyun sangat menanti ada respon baik dari gadis itu. Beberapa kali Kyuhyun terlihat menatap Minji, memperhatikan setiap ekspresinya sejak tadi.

“Malam itu. Malam ketika semua kesalahpahaman itu berawal. Hari itu aku bertengkar hebat dengan mendiang suamiku. Kami kekurangan uang, dan beberapa orang mendatangi kami dengan maksud mengancam akan menyita barang-barang kami karena hutang yang dimiliki Daejung oppa. Aku tidak tahu siapa lagi yang bisa menolong kami. Tanpa sepengetahuan suamiku, aku pergi ke Seoul dan meminta pinjaman uang dari Jihyuk Oppa. Aku sangat sedih dan menceritakan semua masalahku dengan penuh rasa malu padanya. Kami yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba saja aku datang untuk merepotkannya. Aku berbohong pada Daejung oppa soal uang itu dan mencari alasan bahwa aku meminjamnya dari orang lain. Karena jika suamiku tahu uang banyak itu dari Jihyuk, ia akan merasa sangat malu dan harga dirinya akan hancur—”

“Eonnie, sayangnya tidak ada saksi tentang kebenaran itu. Aku bahkan kerap meninggalkan rumah karena bisnisku dan aku tidak tahu apakah malam itu benar-benar pertemuan pertama kalian setelah sekian lama—”

“Aku bersumpah demi mendiang suamiku. Nayoung ah, aku hanya mencintai Daejung oppa seumur hidupku.”

“Dan dengan fakta kalian semua yang menyembunyikan masa lalu kalian dariku? Apa aku bisa yakin bahwa Jihyuk oppa tidak memiliki perasaan terhadapmu? Uang itu sangat banyak..”

“Dia melakukan hal itu karena semata-mata persahabatannya dengan mendiang suamiku.”

“Ya Tuhan. Lalu apa aku harus percaya? Kenyataan bahwa kalian pernah menjalin kasih di masa lalu dan aku tidak tahu apa-apa itu tetap saja menjadi mimpi buruk bagiku— ”

“Dia melakukan itu karena ia sangat mencintaimu. Kau tidak tahu seberapa besar Jihyuk oppa mencintaimu.”

“Omong kosong.”

“Omma cukup. Sudahlah. Kau sudah menjelaskan apa yang seharusnya kau katakan. Percaya atau tidak, itu adalah urusan mereka. Yang jelas, aku percaya padamu dan juga Paman. Sebaiknya kita pulang sekarang. Berdebat di sini hanya akan mengganggu istirahat Paman.” Kyuhyun berdiri dari duduknya lalu menggenggam tangan ibunya.

Sekretaris Kim terlihat kebingungan dengan suasana itu. Nayoung masih saja keras kepala dan Minji terlihat lelah. Wanita itu semakin tergoncang setelah apa yang baru saja dikatakan Kyuhyun.

Yonghee menitikkan air matanya. Ia merasa ditelanjangi seperti seorang penjahat. Ini adalah fitnah terbesar yang pernah menimpanya seumur hidup. Fitnah bahkan lebih kejam daripada pembunuhan. Yonghee kini melihat Minji, gadis yang bahkan hanya menyimak dan belum menyuarakan apapun daritadi.

“Minji ya—”

“Omma sudahlah. Kumohon.” Kyuhyun meminta. Ia tidak ingin melihat ibunya semakin tersakiti.

“Ijinkan aku bicara dengannya sebentar saja.” Yonghee melepaskan genggaman tangan Kyuhyun lalu mendekati Minji, memegang tangan wanita cantik itu. Minji menatap Yonghee dan ia tidak menolak sentuhan wanita itu pada tangannya.

“Aku sudah menyampaikan apa yang harus kusampaikan. Awalnya aku ingin bicara denganmu bersama dengan ayahmu. Terserah bagaimana kau menilai ini semua. Aku hanya ingin memberitahumu, bahwa Kyuhyun sangat mencintaimu, Nak. Kau adalah wanita pertama yang ia perkenalkan padaku dan juga adiknya. Kau boleh saja tidak mempercayai ucapanku. Jangan sampai kau menyesal nantinya.”

Kyuhyun sangat terluka. Ibunya sampai seperti ini hanya karena dirinya. Kyuhyun mendekati ibunya, memegangi bahu wanita tua itu sambil menatap Minji di hadapannya. Minji sempat menatap Kyuhyun sebentar, tapi ia tidak kuat menghadapi pria itu berlama-lama. Apa yang kini sedang dipikirkan Kyuhyun tentang dirinya? Harga diri ibu dan anak itu nyaris terinjak saat ini.

“Omma, aku tidak apa-apa. Ayo kita kembali sekarang.” Kyuhyun berkata pelan dan ia masih menatap Minji.

“Jika sudah seperti ini, mungkin memang aku tidak berjodoh dengan gadis ini.” ujar Kyuhyun lagi. Ia membawa Yonghee keluar setelah berpamitan dengan sekretaris Kim. Dan Minji, wanita itu seperti baru saja ditusuk dengan ribuan pisau setelah mendengar ucapan terakhir Kyuhyun.

—————————–

Minji menatap Kyuhyun begitu membaca map yang diserahkan pria itu padanya. Perasaan wanita itu membuncah, dan hatinya bergetar. Kyuhyun masih berdiri dengan posisi sopan layaknya seorang bawahan pada atasan.

“Kau tidak punya alasan untuk melakukan hal ini.”

“Maafkan aku. Aku punya alasan dan aku sudah memikirkannya matang-matang.”

Minji menarik nafasnya dalam-dalam begitu mendengar jawaban Kyuhyun. Bukan hal seperti ini yang ia inginkan.

“Perusahaan ini milik presdir. Kau direkrut dan dipercaya olehnya. Jika ada karyawan apalagi seorang General Manager memutuskan untuk keluar dari sini, tentu saja harus menunggu keputusan darinya. Aku tidak bisa mengijinkanmu pergi begitu saja. Setidaknya tunggu hingga presdir sembuh.” Minji menutup map itu dan bicara dengan tegas. Entah apa yang baru saja ia katakan, mungkin ia hanya belum siap untuk tidak melihat Kyuhyun lagi.

“Jika presdir tahu alasanku, aku bisa menjamin ia akan mengijinkanku. Kau hanya perlu menandatangani ini sebagai hitam di atas putih.”

“Oh. Kenyataan bahwa kau memiliki begitu banyak rahasia dengan ayahku membuatku begitu kesal.”

Kyuhyun tidak menjawab. Minji pun diam. Wanita itu berdiri, menatap hiruk pikuk kota dari kaca besar membelakangi lawan bicaranya. Minji menahan emosinya. Air mata mendesak ingin keluar dan Minji tidak ingin Kyuhyun menyaksikan hal itu. Bukankah seharusnya ia bersorak dengan hal ini? Mengapa kini ia justru merasa sedih? Cho Kyuhyun akan menjauh dari kehidupannya.

“Boleh aku tahu mengapa kau tiba-tiba seperti ini?”

“Terlalu banyak hal yang tiba-tiba belakangan ini. Aku hanya memilih jalan terbaik.”

“Apakah aku mempengaruhi keputusanmu?”

Dengan berat hati dan penasaran Minji menanyakan hal itu. Ia masih ingin mendengar betapa Kyuhyun sangat menyesali perpisahan mereka. Kang Minji, kau benar-benar wanita jahat! Apa yang sebenarnya kau inginkan? Kau mencurigainya ketika ia berada di dekatmu dan kini kau menginginkannya? Kaulah yang mengusirnya dari rumah, dan kini menendangnya dari perusahaan. Kau jugalah yang mengakhiri hubungan kalian.

“Bukankah hal ini yang kau inginkan?”

Minji meremas dadanya sendiri. Rasanya begitu sakit mendengar Kyuhyun mengatakan hal seperti itu. Tidak mungkin pria itu lebih sakit darinya. Atau mungkin, selama ini Kyuhyun hanya bersandiwara dan menarik simpatinya. Terlalu banyak kata mungkin dalam pikiran seorang Kang Minji.

Minji mengendalikan dirinya, mengatur ekspresi wajahnya lalu bersiap menghadapi Kyuhyun kembali.

“Aku ingin sekali lari dari kenyataan. Tidak muncul di tempat dengan keberadaanmu di dalamnya. Aku tidak ingin masuk kantor karena aku harus bertemu denganmu. Namun aku berusaha memisahkan hal itu karena aku masih memiliki tanggungjawab. Kau seharusnya berpikir seperti itu. Kau tidak bisa meninggalkan tanggungjawabmu. Proyek Ilsan akan kacau jika kau tidak ada.”
Kyuhyun tersenyum lebar menatap Minji.

“Nona, kau tahu apa yang membuatku tertarik padamu? Kau sangat pintar mendebat lawan bicaramu. Aku akan sangat merindukan hal-hal seperti ini.”

Minji mengerutkan alisnya. Apa yang sedang pria ini katakan padanya?

“Namun sayang, kali ini aku tidak ingin memikirkan soal tanggung jawab. Aku hanya akan memikirkan perasaanku. Aku berbicara bukan sebagai seorang manager kepada direkturnya, melainkan sebagai seorang pria yang tersakiti oleh wanita yang sangat ia cintai.”

Minji tidak tahu apalagi yang harus ia katakan. Ia tidak ingin ucapan Kyuhyun mempengaruhinya. Ucapan Yonghee kembali terngiang-ngiang di telinganya. Apa benar Kyuhyun begitu mencintainya?

“Baiklah. Aku tidak berhak menahanmu. Namun jangan meminta tanda tanganku. Presdirlah yang berhak menandatangani pengunduran dirimu.”

—————————-

Minji menempelkan tangan Jihyuk di pipinya, sesekali mencium tangan pria tua yang sudah sedikit kasar itu. Jihyuk yang masih berbaring lemah hanya bisa menatap putri kesayangannya. Banyak sekali hal yang ingin ia katakan dan ingin ia lakukan, tapi apa daya kini Tuhan membatasi tubuhnya untuk semua hal itu. Jihyuk seperti orang yang lumpuh. Ia bahkan tidak bisa berbicara. Stroke yang menyerangnya mungkin telah menghancurkan sistem syarafnya.

Minji merasa sangat sedih. Sesekali ia mendengar ayahnya mengeluarkan suara, tapi hanya gumaman-gumaman tidak jelas. Minji tahu ayahnya pasti sangat ingin mengatakan sesuatu padanya. Air mata gadis itu kembali jatuh. Mwngapa Jihyuk harus mengalami hal seperti ini?

Jihyuk melihat putrinya yang menangis. Ia tidak tahu apa saja yang sudah terjadi. Yonghee hanya terlihat hari itu dan setelahnya wanita itu tidak pernah muncul lagi. Apakah Yonghee telah berhasil menjelaskan semuanya? Lalu bagaimana hubungan Kyuhyun dan Minji? Sejak Jihyuk sadar, Kyuhyun tidak terlihat di rumah sakit. Jihyuk juga ingin sekali bertemu dengan Kyuhyun. Namun siapa yang akan mengerti kemauannya dengan keadaan seperti ini?

Minji terkejut karena jemari Jihyuk tiba-tiba mengusap air mata yang mengalir di wajahnya dengan gerakan pelan dan lemah. Minji segera menghentikan tangisannya karena ia yakin ayahnya pasti tidak ingin melihatnya seperti ini. Minji kemudian tersenyum pada Jihyuk, memberikan senyuman terbaiknya.

“Appa, cepat sembuh. Aku mencintaimu. Setelah kau sembuh, ayo kita pergi liburan berdua.” Minji mencium tangan Jihyuk. Ia sangat takut sesuatu yang buruk akan kembali menimpa ayahnya itu.

**

Sejak Jihyuk sadar, Nayoung merasa sedikit takut dan malu mengunjungi mantan suaminya. Nayoung hanya akan berada di sisi Jihyuk ketika pria itu sedang tertidur, dan terkadang wanita itu akan berbicara pada Jihyuk yang sedang terlelap. Seperti sore ini, ketika ia menggantikan Minji untuk menjaga Jihyuk.

“Aku akan meminta maaf padamu setiap hari karena telah membuatmu menderita seperti ini. Seharusnya kau tidak ada di sini jika saja kita tidak bertengkar. Ya Tuhan, untuk pertama kalinya aku merasa begitu menyesal dan bersalah telah mendebatmu—”

“Kau memang pria egois dan aku adalah wanita bodoh. Bahkan sekarang aku membuang-buang waktuku untuk menemanimu di sini. Jika omma tahu aku masih melakukan hal seperti ini, ia mungkin akan membunuhku. Sungguh malang nasibku.”

Nayoung merasa bosan. Ia memeriksa infus Jihyuk. Dan ketika wanita itu akan berdiri, tubuh Nayoung membeku. Hatinya berdebar dan nafasnya tercekat.

Kang Jihyuk menahan tangannya di atas ranjang dengan jari-jarinya yang lemah. Semula Nayoung hanya melihat tangan mereka yang saling bersentuhan. Namun berikutnya, kedua matanya beralih ke mata Jihyuk. Jihyuk terbangun dari tidurnya, dan pria itu menatapnya. Jihyuk menatap Nayoung, membuat wanita itu merasa begitu gugup dan malu sekaligus rindu. Apa yang kira-kira Jihyuk pikirkan tentang dirinya?

Nayoung mendengar Jihyuk menggumamkan sesuatu. Ia merasa sepertinya Jihyuk membutuhkan sesuatu.

“O—oppa. Apa yang kau butuhkan?” Nayoung sedikit panik. Jihyuk kembali menggumam tidak jelas. Nayoung sungguh penasaran. Ia khawatir Jihyuk membutuhkan sesuatu yang penting dan mendesak.

Wanita itu berpikir kemudian mengambil handphonenya. Ia meminta Jihyuk menuliskan sesuatu di handphone itu. Jika belum bisa bicara, Jihyuk tentu bisa menuliskan keinginannya karena ia hanya perlu menyentuh huruf-huruf itu.
Nayoung menunggu dengan sabar karena Jihyuk cukup lambat mengetikkan sesuatu di situ. Nayoung mengambil kembali handphone miliknya ketika Jihyuk tidak lagi menggerakkan jari-jemarinya.

“Tetaplah tinggal.

Aku senang melihatmu di sini.”

Blush.

Wajah Nayoung terasa panas, dan jantungnya berdegup semakin cepat. Ia sudah bertekad untuk tidak mempercayai lagi semua ucapan Jihyuk, tapi Nayoung benar-benar terkesan kali ini.

—————————–

“Kyuhyun ah, pikirkanlah sekali lagi.”

“Kau akan menyesali keputusanmu.”

Kyuhyun menatap Eunhyuk dan Changmin bergantian. Ia tahu semua orang akan menentang keputusannya. Namun Kyuhyun sudah membuat keputusan. Ia sudah memikirkan hal ini dengan matang, dan ia juga sudah merundingkannya dengan ibunya.

“Oppa, jika kau menyerah hanya karena wanita itu, aku akan sangat membencinya di kemudian hari. Apakah Cho Kyuhyun selemah ini? Cho Kyuhyun yang kukenal tidak seperti ini. Apa kau sadar dengan keputusan yang kau ambil?” Hyojin yang sedari tadi hanya diam dan menyimak perkataan Kyuhyun kini menyuarakan isi hatinya. Ia marah, sangat marah. Terutama pada Kang Minji.

“Maafkan aku, Hyojin ah. Kupikir inilah yang terbaik. Aku tidak mau keberadaanku membuatnya merasa tidak nyaman. Dan mungkin dengan ini, aku juga akan bisa melupakannya dengan lebih mudah.”

“Egois. Kalian sangat egois. Kalian pikir apa yang sudah kalian korbankan untuk hubungan kalian?” Hyojin berkata marah lalu pergi lebih dulu meninggalkan bar yang biasa mereka kunjungi berempat.

“Biarkan saja. Aku akan bicara lagi dengannya nanti.” Kyuhyun menenangkan Changmin dan Eunhyuk. Pria itu meneguk lagi wine di gelasnya hingga habis, lalu menuangnya kembali, meneguknya, menuang lagi, dan begitu seterusnya. Changmin dan Eunhyuk sama-sama memperhatikan Kyuhyun.

“Lalu, apa rencanamu setelah keluar dari perusahaan?” Tanya Eunhyuk serius.

“Entahlah. Aku mungkin akan kembali ke Sokcho sambil memikirkan bagaimana selanjutnya.”

“Presdir akan marah besar jika ia tahu kau seperti ini. Kyuhyun ah, presdir sangat mempercayaimu melebihi siapapun di perusahaan. Setidaknya tunggulah hingga ia sembuh dan kau bisa bicara dengannya.”

“Aku tentu akan berkata jujur padanya. Aku akan menemuinya sebelum aku pergi. Aku harus berterima kasih atas segala hal berharga yang telah ia berikan padaku. Bagiku presdir sudah seperti ayahku sendiri.”

“Masalahmu dengan Minji ssi begitu pelik. Jika saja ia mau menenangkan dirinya terlebih dahulu, kurasa kalian tidak harus berpisah.” Ujar Eunhyuk.

“Ia keras kepala. Mungkin untuk saat ini ia hanya ingin mempercayai ibunya. Nyonya Shin tidak akan pernah menyukaiku. Keberadaanku hanya akan membuat Minji semakin sulit. Mungkin keputusan untuk berpisah ada baiknya.”

“Jika memang itu pilihanmu. Kami hanya bisa mendukung keputusanmu. Aku yakin kau akan menemukan hal yang jauh lebih baik daripada yang kau dapatkan sekarang. bersemangatlah.” Changmin menepuk bahu Kyuhyun, begitu juga Eunhyuk.

——————————-

Kyuhyun menatap sekretaris Kim. Ia masih tidak mengerti sepenuhnya dengan apa yang baru saja dijelaskan oleh orang kepercayaan Kang Jihyuk itu. Sekretaris Kim meminta Kyuhyun untuk bertemu sore itu di sebuah restoran yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit tempat Jihyuk dirawat. Dan begitu membaca beberapa lembar kertas yang sudah dikumpulkan dalam sebuah map, Kyuhyun sepertinya paham apa tujuan sekretaris Kim memanggilnya.

“Apakah ini tidak salah?”

“Tuan besar memang memberikanmu sekian persen dari harta warisannya. Ialah yang memintaku untuk menemuimu.”

“Tidak. Aku tidak bisa menerima ini. Aku tidak berhak atas apapun. Aku hanyalah seorang karyawan di perusahaannya.” Kyuhyun menolak. Ia tahu betul apa akibatnya jika hal ini sampai diketahui oleh Minji apalagi Shin Nayoung.

“Kyuhyun ssi, tuan besar sudah menganggapmu seperti anaknya sendiri. Alasan besar di balik hal ini adalah karena ia menghargai persahabatannya dengan mendiang ayahmu. Setidaknya hal itulah yang aku ketahui.”

Kyuhyun terlihat memikirkan sesuatu. Ia merasa sedang hidup dalam sebuah drama. Dilihat dari sisi manapun, hanya orang bodoh yang mungkin akan menolak diberikan warisan oleh pengusaha kaya raya sekelas Kang Jihyuk. Namun Kyuhyun bukanlah seorang pria yang gila akan uang. Ada hal besar lain yang ia pikirkan selain warisan.

“Sekretaris Kim, apa kondisi Paman memburuk? Aku tidak bisa sering-sering melihatnya karena situasi yang sangat sulit. Kau juga pasti sudah tahu permasalahan keluarga ini.”

“Terus terang, belakangan aku merasa senang melihat Nyonya Shin sering datang menjaga Tuan besar. Meskipun kini keadaannya masih lemah, aku berharap energi positif dari orang-orang yang ia cintai akan bisa membantunya untuk cepat pulih. Kau juga sebaiknya sering mengunjunginya. Aku akan menghubungimu jika Nyonya sedang sibuk dan tidak ada di rumah sakit.”

“Terima kasih. Aku sangat ingin bertemu Paman. Aku akan sangat senang jika kau bisa membantuku. Aku harus bicara dengannya. Aku benar-benar tidak bisa menerimanya.”

“Kau benar-benar pemuda yang baik, Kyuhyun ssi. Kau menolak rejeki yang datang padamu.”

“Aku hanya tidak ingin Minji semakin membenciku. Kehadiranku sudah cukup mengganggunya. Sebaiknya hal seperti ini tidak terjadi karena hanya akan menambah kebenciannya padaku.”

Sekretaris Kim menggeleng heran. Ia turut prihatin dengan hubungan Kyuhyun dan Minji. Kedua anak muda itu sedang dilanda asmara, tapi sayang masalah seperti ini harus menimpa mereka.

——————————-

Coffee?”

Donghae tersenyum dan menerima kopi instan hangat yang diberikan Minji padanya. Keduanya duduk di bangku taman rumah sakit, karena Donghae memang datang malam itu untuk menjenguk Kang Jihyuk bersama ayahnya, Lee Yongshin. Hanya saja, Yongshin pulang terlebih dahulu sementara Donghae masih ingin menemani Minji karena sudah cukup lama ia tidak mengobrol dengan wanita itu.

“Tidak apa-apa jika Paman ditinggal sendirian?”

“Ada sekretaris Kim yang menjaganya. Ia akan baik-baik saja.” Minji tersenyum.

“Kau terlihat sangat berbeda sejak terakhir kali kita bertemu di bar.”

“Ah, aku bahkan hampir lupa. Sepertinya waktu itu aku mabuk. Aku lupa mengucapkan terima kasih karena kau telah mengantarkanku ke rumah.”

“Oh— itu, sebenarnya bukan aku yang mengantarmu.”

“Oh ya? Lalu siapa?” Minji sedikit terkejut.

“Kyuhyun ssi. Aku meneleponnya lewat handphonemu. Aku khawatir karena kau terus saja menyebut namanya selama kau mabuk. Apa sesuatu terjadi pada kalian? Kupikir kalian bertengkar waktu itu jadi kurasa—”

“Kami bahkan sudah berpisah.”

“A—apa?”

Donghae menatap Minji tidak percaya. Ia tidak tahu apakah ia harus merasa senang atau prihatin dengan kabar ini. Seharusnya ia senang, karena itu berarti kesempatannya untuk memiliki Minji kembali terbuka lebar. Namun entahlah, Donghae merasa ada yang salah.

“Maaf. Aku sama sekali tidak mengetahuinya.”

“Tidak apa-apa.”

“Tapi, apa yang terjadi pada kalian? Ini begitu tiba-tiba dan—”

“Entahlah. Ada hal yang sulit hingga kami berpisah dan.. ah. Aku tidak pernah memiliki perasaan sedalam ini pada seorang pria sebelumnya. Dan kami tidak bisa bersama…” Tanpa sadar Minji mengatakan isi hatinya di depan Donghae, membuat pria itu merasa miris. Apa yang akan kau harapkan Lee Donghae? Kyuhyun masih mengisi hati wanita ini. Minji bahkan terisak saat ini, di depan Donghae. Pria itu tidak tahu harus melakukan apa.

“Oh, aku tidak mengerti. Mengapa kalian tidak bisa bersama.. Tapi.. jangan menangis, Minji ssi. Aku— aku tidak tahu apa yag harus kulakukan untuk membantumu.. Jadi jangan menangis..” Donghae menepuk pelan pundak wanita itu. Tiba-tiba saja ia teringat akan perkataan ayahnya. Lee Yongshin pernah berkata bahwa Nayoung tidak menyukai hubungan Minji dan Kyuhyun. Apakah mungkin hal itu yang membuat mereka tidak bisa bersama?

Sementara itu, Minji semakin terlarut dalam kesedihannya. Wanita itu terisak dalam. Mengingat Kyuhyun hanya memperburuk kondisi mentalnya yang sedang kacau karena memikirkan kesehatan ayahnya. Donghae merasa tidak berguna. Ia tidak tahu apa yang bisa ia lakukan untuk membantu meringankan masalah Minji. Namun untuk saat ini, mungkin Donghae bisa meminjamkan bahunya. Ia berusaha menenangkan Minji, menepuk-nepuk pelan bahu wanita itu hingga tanpa sadar, Minji menyandarkan kepalanya di bahu Donghae. Untuk pertama kalinya, Donghae merasa sedekat ini dengan wanita yang dikaguminya. Dan Minji pun menceritakan sedikit masalahnya.

**

Jihyuk menatap Kyuhyun dengan tatapan sedih. Tangannya menggenggam erat tangan Kyuhyun. Kyuhyun baru saja memberitahu Jihyuk soal pengunduran dirinya, dan juga rencana yang ia miliki sehingga Kyuhyun berharap besar Jihyuk akan melepaskannya dengan tenang. Bagaimanapun, Jihyuk sudah seperti ayahnya dan pria itu telah berjasa besar memberikannya hidup yang berharga dan masa depan yang baik. Kyuhyun tidak akan tenang jika ia tidak menemui Jihyuk. Sesuai perkataan Minji, ia bisa keluar dari perusahaan jika Jihyuk menyetujuinya.

Sekretaris Kim menyaksikan keduanya dengan perasaan haru. Jihyuk mengangguk kecil dan kaku, tanda bahwa ia mengijinkan Kyuhyun pergi. Pria itu pergi demi kebaikan semuanya, dan Jihyuk tidak punya hak untuk melarang Kyuhyun.

“Kyuhyun ssi, aku akan mengurus surat pengunduran dirimu. Tuan besar tidak bisa melakukan tanda tangan, jadi kita akan sahkan dengan cara lain.” Sekretaris Kim memandang Jihyuk tanda ia akan membantu Kyuhyun. Sekali lagi, Jihyuk hanya bisa mengangguk pasrah di balik kondisinya.

“Paman, cepatlah sembuh. Kau harus berjanji padaku untuk sembuh. Minji tidak akan merasa kesepian jika kau selalu ada di sisinya. Aku akan datang lagi menemuimu jika segalanya sudah lebih memungkinkan.”

Kyuhyun ingin menangis. Ia merasakan pegangan tangan Jihyuk pada tangannya semakin menguat. Pria tua itu menatapnya sedih. Bagaimanapun, selama ini Kyuhyun selalu menemani Jihyuk dan merawat pria itu. Namun kini ada Minji, sekretaris Kim, dan mungkin juga mantan istrinya. Pria tua itu memiliki banyak cinta di sekelilingnya. Mengetahui hal itu, Kyuhyun merasa lega karena ia bisa lepas dari pria itu tanpa harus merasa khawatir.

Setelah selesai menjenguk Jihyuk, Kyuhyun keluar dari ruangan VIP itu dengan pikiran berkecamuk. Pria yang mengenakan jaket biru terang berbahan parasut itu melangkah pelan di lorong rumah sakit dengan perasaan yang tidak nyaman. Berat atau tidak, keputusan yang ia ambil mungkin adalah hal terbaik yang bisa ia lakukan untuk saat ini. Meskipun hatinya belum sepenuhnya bisa melepaskan Minji, tapi Kyuhyun akan berusaha untuk menguatkan dirinya akan hal itu.

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia berdiri melihat sebuah pemandangan yang cukup menyesakkan. Wanita yang ia cintai sedang bersandar di pelukan seorang pria lain. Oh, Kang Minji bukan lagi kekasihmu, Cho Kyuhyun. Jadi kau tidak berhak marah akan hal ini.
Pria yang tengah memeluk Minji di seberang sana juga tanpa sengaja bertatap mata dengan Kyuhyun. Lee Donghae, ia terkejut dan buru-buru melepaskan pelukannya pada gadis yang sedang bersedih itu. Minji terkejut dengan sikap tiba-tiba Donghae yang sekaligus menyadarkan dirinya bahwa ia tidak seharusnya memeluk Donghae dan menangis di pelukan pria itu.

Mata Minji mengikuti arah mata Donghae, dan betapa hancur hatinya ketika melihat Cho Kyuhyun sedang berdiri menatap ke arahnya. Kyuhyun yang seperti biasa selalu terlihat tampan dengan apapun. Sekalipun malam ini ia memakai topi dan jaket tapi Minji tetap bisa merasakan tatapan kesakitan dari pria itu. Untuk pertama kalinya, Minji merasa sangat bersalah. Ia merasa malu dan menyesal atas apa yang baru saja dilihat Kyuhyun. Namun Minji kembali sadar, ia tidak berhak untuk menjelaskan apapun. Mereka bukan lagi sepasang kekasih.

Hati Minji berdetak cepat dan semakin tidak teratur ketika Kyuhyun mendekat ke arahnya dan juga Donghae. Kyuhyun tersenyum, seolah ia baru saja bertemu teman lama.

“K—Kyuhyun ssi, aku bisa menjelaskan ini. Kami sama sekali tidak—”

“Tenanglah, Donghae ssi. Aku mendekati kalian bukan untuk memprotes sesuatu., melainkan hanya ingin menyapa saja. Lagipula kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Jika memang di antara kalian ada sesuatu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Kyuhyun bicara dengan santai dan wajahnya terlihat sumringah. Donghae merasa sangat tidak enak, dan Minji jauh lebih terpukul lagi. Pernyataan terakhir Kyuhyun membuatnya ingin menelan racun.

“Tidak. Aku baru saja menjenguk Presdir Kang bersama ayahku dan aku hanya menemani Minji mengobrol. Aku harap kau tidak memikirkan hal ini nanti.” Donghae tetap memberikan pembelaan dirinya. Bukankah seharusnya ia mengambil kesempatan ini?

Kyuhyun kembali tersenyum. Meskipun ia bicara pada Donghae tapi fokus matanya tetaplah pada Minji. Ia ingin melihat wanita itu dari dekat, dan Kyuhyun sangat sedih karena ternyata wajah Minji terlihat begitu terluka. Ia pasti baru saja menangis. Hal apalagi yang membuat Minji begitu menderita?

“Aku juga baru saja melihatnya. Kulihat presdir sudah terlihat lebih baik. Kuharap ia akan segera sembuh dan diijinkan pulang.” Kyuhyun menyampaikan harapannya.

“Tentu. Kita semua berharap seperti itu. Oh ya, aku akan pergi sekarang. Kalian bisa bicara jika ada yang ingin kalian bicarakan.” Ujar Donghae.

“Sepertinya tidak. Ada sesuatu yang harus kuurus dan aku harus segera pulang. Aku pergi lebih dulu. Selamat malam.” Kyuhyun berpamitan dan tersenyum bergantian pada Donghae dan Minji.

Dan Kyuhyun benar-benar pergi setelahnya.

Donghae marasa aneh, sementara Minji membeku di tempatnya. Ia bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Tidak dianggap oleh Cho Kyuhyun ternyata sangat menyakitkan. Seharusnya tadi ia berbasa-basi, mengucapkan terimakasih atau apapun yang bisa menahan Kyuhyun lebih lama lagi di dekatnya.

“Minji ssi, kau baik-baik saja? Aku rasa kau harus mempertimbangkan lagi keputusanmu.” Donghae menatap Minji yang masih mengawasi kepergian Kyuhyun. Ia tahu Minji masih sangat-sangat mencintai Kyuhyun.

—————————-

Hari ini adalah hari terakhir Kyuhyun bekerja karena mulai besok ia secara resmi akan meninggalkan Discovery group. Kyuhyun tidak terlihat begitu sibuk di dalam ruangannya seperti hari-hari biasanya. Ia lebih banyak berada di luar sambil menyapa seluruh staff dan mengucapkan salam perpisahan.

Hyojin terlihat begitu sedih. Ia masih belum bicara lagi dengan Kyuhyun sejak pria itu menceritakan rencananya. Hyojin sangat membenci Minji karena menurutnya wanita itulah yang patut disalahkan karena telah membuat Kyuhyun pergi.

“Baiklah. Aku setuju dengan penurunan harga sewa untuk Tuan Han. Segera kirim pihak marketing untuk bertemu dengannya.” Minji menutup berkas yang diserahkan Hyojin lalu memberikannya kembali pada gadis itu.

Hyojin masih berdiri di tempatnya. Ia seharusnya bisa meninggalkan ruangan Minji sekarang tapi ia sangat ingin bicara dengan atasannya itu. Minji yang menyadari adanya keanehan dari sikap Hyojin menatap sekretarisnya itu. Hyojin tengah menatapnya.

“Apa ada hal lain yang ingin kau sampaikan?” tanya Minji.

“Maaf jika aku lancang. Namun ijinkan aku bicara denganmu bukan sebagai seorang sekretaris, tapi sebagai sesama wanita.”
Minji tertegun. Sepertinya ia tahu akan kemana arah pembicaraan mereka.

“Apa kau tidak merasa terganggu sedikitpun dengan keadaan ini?”

“Apa maksudmu?”

“Kyuhyun oppa akan meninggalkan perusahaan ini. Ia adalah orang yang sangat pintar dan diandalkan presdir selama ini. Para karyawan juga begitu menyukainya. Mengapa kau tidak mencegah keputusannya?”

“Bukan hakku untuk melarang keputusannya.”

“Kau bisa jika kau mau melakukannya. Aku tahu hanya kau satu-satunya orang yang bisa membuatnya untuk berubah pikiran. Namun kau terlalu munafik dan berusaha menutup matamu.”

“Apa tujuanmu mengatakan hal seperti ini padaku?”

“Aku membencimu karena kau telah menyia-nyiakan laki-laki sepertinya.”

Minji diam. Ia merasa dihakimi oleh Hyojin. Minji masih duduk di tempatnya, dan Hyojin juga masih berdiri di posisinya semula.

“Selama aku mengenalnya dan memendam perasaan untuknya, aku tidak pernah melihatnya begitu memuja seorang wanita seperti yang ia lakukan ketika ia mengenalmu. Kau telah merubahnya. Kau begitu mempengaruhinya dan itu adalah hal yang sangat sulit untuk kuterima. Dan ketika aku mulai melapangkan hatiku untuk melihatnya bahagia, kau justru membuatnya menderita. Apa sebenarnya tujuanmu?”

“Berhentilah menyalahkanku jika kau tidak tahu apa yang terjadi antara aku dan dia—”

“Aku tahu. Aku tahu apa yang kau rasakan karena mengetahui kenyataan bahwa ibunya telah menyebabkan perceraian kedua orangtuamu. Namun kau telah salah dalam satu hal. Kau tidak bisa turut menyalahkannya atas masa lalu yang terjadi pada orangtuamu. Kau sangat picik dan aku tidak yakin apa kau benar-benar mencintainya—”

“Choi Hyojin!”

“Aku menghormatimu sebagai atasanku. Namun kali ini aku bicara sebagai wanita yang juga mencintai Kyuhyun Oppa. Aku tidak peduli kau akan memecatku setelah ini. Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa kau akan menyesal telah melakukan hal ini padanya.”

“Kau benar-benar membuatku marah. Aku tidak suka kau menghakimiku dan bersikap seolah kau tahu segalanya.”

“Mungkin saja aku tidak tahu semuanya karena aku hanya melihat dari satu sisi saja. Kau tidak tahu bagaimana Kyuhyun Oppa mengabdikan dirinya untuk presdir. Dan aku menyesal mengapa ia harus mencintai wanita sepertimu.”

“Keluar dari ruanganku sekarang.”

“Baiklah. Aku akan keluar. Dan satu lagi. Jika setelah ini Kyuhyun Oppa bisa membuka hatinya untukku, jangan pernah berharap kau akan mendapatkan lagi perhatian dirinya. Selamat siang.”

Minji memukul mejanya setelah Hyojin meninggalkan ruangannya. Emosinya memuncak dan hatinya terasa perih. Ia tidak suka dan merasa bahwa Hyojin mengancamnya. Minji kini meragukan keputusannya. Apa ia benar-benar siap kehilangan Kyuhyun? Mengapa rasanya akan sangat berat tidak melihat pria itu untuk seterusnya?

**

Minji menghentikan langkahnya. Jantungnya berdebar ketika melihat Kyuhyun berdiri di sebelah mobilnya. Sepertinya pria itu sengaja menunggunya pulang. Kyuhyun tersenyum padanya, dan demi Tuhan Minji akan sangat merindukan senyuman itu.

“Apa yang kau lakukan? Minggirlah. Aku ingin pulang.”

“Aku sengaja menunggumu. Bisakah kau meluangkan waktu sebentar saja untukku? Hari ini adalah hari terakhirku di sini. Aku sudah mengucapkan salam perpisahan pada semua orang kecuali denganmu.”

“Mengapa kau tidak datang menemuiku?”

“Aku sengaja karena aku ingin melakukannya dengan cara yang berbeda. Bagaimanapun kau pernah menjadi wanita yang sangat spesial bagiku.”

Kyuhyun kembali tersenyum, sebaliknya Minji merasa terluka. Kalimat terakhir Kyuhyun begitu mempengaruhinya.

“Bersediakah kau meluangkan waktumu untukku? Seperti yang kau katakan sebelumnya, meskipun ada masalah di antara kita, tapi perpisahan ini haruslah terjadi dengan baik-baik.” Ujar Kyuhyun.

“Baiklah. Hanya sebentar.”

Kyuhyun tidak mengajak Minji kemana-mana, melainkan hanya masuk ke dalam mobilnya. Kyuhyun hanya ingin menyampaikan beberapa hal sebelum ia benar-benar pergi. Suasana di dalam mobil begitu canggung. Minji sesungguhnya memiliki banyak sekali pertanyaan.

Di mana Kyuhyun tinggal selama ini? Apa rencana Kyuhyun setelah ia keluar dari perusahaan? Apa ia akan tetap di Seoul ataukah kembali ke Sokcho? Dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang ingin ia sampaikan tapi tak satupun yang berhasil ia keluarkan.

“Sesungguhnya aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, tapi sepertinya akan sangat aneh mengingat keadaan kita sekarang. Aku harus cukup puas hanya dengan mengajakmu bicara di sini seperti ini.” Ujar Kyuhyun. Minji diam dan menunggu lagi ucapan Kyuhyun. Sepertinya ia hanya akan menjadi pendengar saja.

“Sebenarnya, aku sangat kehilangan sosokmu belakangan. Bukan karena kita berpisah, tapi aku merasa kau bukanlah Minji yang kukenal. Kau bahkan tidak pernah marah. Aku lebih suka melihatmu marah daripada diam dan menangis di belakang.”

“Oh ya? Mungkin karena semuanya terlalu berat bagiku hingga aku tidak bisa melampiaskan perasaanku.” Jawab Minji.
“Ah, sebenarnya sangat banyak yang ingin kukatakan, tapi entah mengapa aku melupakan semua yang ingin kusampaikan padamu. Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?”

Minji menarik nafasnya. Dan ia pun bertanya.

“Apa kau sudah yakin dengan keputusanmu? Maksudku, kau memutuskan keluar dari perusahaan.”

“Apa kau akan merindukanku?”

“Bukan itu maksud pertanyaanku.”

“Hahahha. Oke, baiklah. Aku sudah memikirkannya, karena ini adalah langkah terbaik agar aku bisa menjauh darimu, Nona.” Kyuhyun tersenyum kecil.

“Kau membuatku merasa bersalah. Aku tidak ingin dianggap merusak masa depan orang lain.”

“Tenanglah. Kau tidak tahu aku punya banyak keahlian. Aku akan mendapatkan hal baru yang bisa menghasilkan uang banyak, mungkin setara dengan gaji yang kuterima sebagai seorang General manager. Hahahhaha” Kyuhyun bergurai.
Tentu saja Kyuhyun tidak akan lantas menjadi miskin hanya karena ia keluar dari perusahaan. Bukankah nanti ia juga akan menerima warisan dari Jihyuk? Tiba-tiba saja pikiran itu kembali mengganggu Minji.

“Apa kau juga akan berhenti mengunjungi appa?” Minji kembali bertanya. Ya, semua pertanyaan yang mengindikasikan bahwa ia ingin tahu apa mereka akan bisa bertemu lagi atau tidak.

“Bukankah sudah ada kau dan juga ibumu? Kuharap akan ada banyak hal baik terjadi setelah ini.” ujar Kyuhyun.

Mendengar ucapan Kyuhyun tiba-tiba saja Minji merasakan sedikit penyesalan. Bukankah kedua orangtuanya terlihat akur belakangan? Nayoung bahkan selalu datang ke rumah sakit. Lalu mengapa ia harus tetap berpisah dengan Kyuhyun? Namun sepertinya Nayoung tidak akan pernah menyukai Kyuhyun. Dan Minji pun masih merasakan ganjalan jika mengingat kedekatan Yonghee dengan ayahnya. Hal yang membuatnya kembali berpikir ulang untuk mengutamakan hubungannya dengan Kyuhyun. Suasana di antara mereka hening sejenak.

“Aku minta maaf, untuk semuanya.” Ujar Minji.

“Aku juga minta maaf. Untuk semuanya.” Balas Kyuhyun.

“Baiklah. Jika sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan, aku akan keluar. Jagalah dirimu dan semoga kau mendapatkan gadis yang baik untuk kau nikahi nanti.” Ucapan itu tiba-tiba saja keluar dari mulut Minji. Sesungguhnya sangat berat baginya mengucapkan itu, mendoakan gadis lain untuk bersama Kyuhyun.

“Minji ya~”

Minji menatap Kyuhyun ketika pria itu memanggil namanya dengan begitu lembut dan pelan. Mereka bertatapan dan Kyuhyun memanfaatkan kesempatan itu untuk menyimpan wajah Minji dalam ingatannya. Kyuhyun, tanpa sadar merengkuh wajah itu lagi, lalu membawanya mendekat, dan memagut bibir yang sudah cukup lama tak lagi dirasakannya. Bibir Minji begitu manis, lembut dan selalu membuat Kyuhyun ketagihan. Ia akan sangat merindukan bibir ini nantinya.

Minji yang awalnya terkejut dengan ciuman itu hanya bisa pasrah dan menikmatinya. Ciuman ini akan menjadi ciuman terakhirnya dengan Kyuhyun. Sesekali tautan bibir mereka terlepas untuk mendapatkan udara. Kyuhyun masih merengkuh wajah Minji, memegang kendali ciuman itu. Beberapa kali ia memiringkan wajahnya, berusaha mencapai semua sudut bibir wanita itu. Menggigit atas dan bawah bibir Minji bergantian, menautkan lidah mereka. Ciuman yang begitu menggebu dan tergesa.

Minji akhirnya tersadar lalu melepaskan ciuman panas itu hingga meninggalkan bunyi decapan. Nafas wanita itu terengah. Ia mencoba menenangkan dirinya. Apa yang baru saja ia lakukan?

“Maafkan aku. Aku tidak bisa menahan diri—” Kyuhyun merasa bersalah. Ia masih menatap Minji yang terlihat sedikit shock dengan perbuatan mereka.

“Sudahlah. Aku sebaiknya keluar sekarang. Waktu kita sudah habis. Selamat tinggal.”

Minji buru-buru keluar dari mobil Kyuhyun. Gadis itu memegang dadanya yang terasa sesak dan terus berdegup kencang, menahan tangis. Ia baru saja menambah beban pikirannya. Bagaimana untuk melupakan ciuman tadi. Bukankah itu bukti bahwa mereka masih saling membutuhkan?

Dalam hati, Minji mengucapkan salam perpisahan. Ia sangat berharap suatu saat akan bisa bertemu Kyuhyun lagi, dan Minji berharap di saat itu ia sudah bisa menata kembali perasaannya.

————————–

Seorang wanita berusia empat puluh tahunan melangkah menuju kamar rawat Kang Jihyuk. Rambut wanita itu dipotong model bop pendek, membuatnya terlihat jauh lebih muda dari usia yang seharusnya. Penampilannya cukup sopan dan anggun, memperlihatkan bahwa ia berasal dari keluarga berada.

Di depan pintu kamar Jihyuk, wanita itu berpapasan dengan seorang pria muda tampan yang tak lain adalah Kyuhyun. Kyuhyun baru saja keluar dari ruangan Jihyuk, menutup pintu kamar itu setelah mengucapkan perpisahan terakhirnya dengan pria itu. Ia memberi salam pada wanita itu dan tersenyum.

“Anda ingin menjenguk Tuan Kang?” Tanya Kyuhyun.

“Ya, apa dia sedang beristirahat?”

“Tidak. Silahkan saja jika anda ingin masuk. Ada sekretarisnya di dalam.” Kyuhyun tersenyum sopan.

“Eoh, terima kasih. Oh ya, kau siapa?” wanita itu bertanya lagi.

“Cho Kyuhyun. Aku salah satu karyawan Discovery Group.” Kyuhyun sedikit menunduk sopan.

“Oh, salam kenal, Kyuhyun ssi. Aku Jihye, Kang Jihye. Adik kandung dari Tuan Kang.”

**

Kang Jihye, ia adalah adik kandung Jihyuk sekaligus satu-satunya saudara yang dimiliki oleh Jihyuk. Jihye sengaja datang ke Seoul dari Jeju setelah mendengar kabar tidak mengenakkan tentang kesehatan Jihyuk. Jihye sangat menyesal karena ia baru bisa datang sekarang sebab begitu banyak hal yang tidak bisa ia tinggalkan di Jeju. Dan begitu melihat kondisi Jihyuk, Jihye merasa sangat sedih hingga wanita itu turut menitikkan air matanya.

“Bibi, aku rindu sekali padamu.” Minji memeluk Jihye. Sudah sangat lama ia tidak bertemu dengan bibinya itu.

“Kau sangat cantik, Sayang! Apa kau sudah punya kekasih? Aku yakin kau pasti sudah memikat banyak pria dengan kecantikanmu ini.” puji Jihye. Sejak Minji pergi ke Amerika untuk melanjutkan sekolahnya, Jihye memang tidak pernah lagi bertemu keponakan satu-satunya itu. Dan kini Minji telah menjelma menjadi wanita dewasa yang cantik.

Wajah Minji terlihat tidak enak ketika Jihye bertanya mengenai hal itu. Ia adalah wanita yang baru saja mengalami patah hati. Jihyuk memandang adik dan putrinya yang terlihat sedang melepas rindu. Terutama Jihyuk, ia memandang Minji dengan sedikit iba. Kyuhyun sudah menceritakan semua yang terjadi padanya, dan Jihyuk terluka dengan perpisahan Kyuhyun juga Minji.

———————–

“Jadi, dia adalah putra dari Daejung oppa?” Jihye meyakinkan lagi pada sekretaris Kim. Ia tidak menyangka jika pria yang pertama kali ia temui di rumah sakit adalah anak dari sahabat baik kakaknya.

“Benar, Nyonya. Dia tinggal di rumah bersama Tuan besar selama beberapa tahun terakhir. Namun ia baru saja mengundurkan diri dari perusahaan.”

“Jadi dia orangnya, Jihyuk oppa pernah bercerita tentang anak itu di telepon padaku. Ia terlihat nyaman dengan anak itu, sama seperti ketika dia merasa begitu nyaman dengan keberadaan Daejung oppa dulu. Tapi, mengapa ia memutuskan untuk keluar?”

“Aku tidak begitu memahami alasannya. Hanya saja terjadi sedikit masalah belakangan. Dia juga adalah kekasih Nona Minji, Nyonya. Mereka berpisah baru-baru ini. Mungkin itu juga yang menjadi alasan kepergiannya.”

“Ya Tuhan, anak itu.”

“Dia anak yang baik, Nyonya. Dia bahkan menolak warisan yang akan tuan besar berikan padanya.”

“Tidak bisa seperti itu. Jihyuk oppa pasti sudah mempersiapkan itu untuknya. Jika ia tidak menerimanya, maka Jihyuk oppa akan selalu merasa berhutang budi pada mendiang Daejung oppa.”

Minji diam-diam  menyimak obrolan antara Bibinya dan sekretaris Kim dari balik pintu kamar mandi. Sepertinya bibinya mengetahui banyak hal dan ia bahkan melihat seorang Kyuhyun dengan begitu positif. Minji tiba-tiba merasa penasaran. Bisakah ia mengetahui lebih banyak lagi tentang apa yang terjadi antara ayahnya dan juga keluarga Cho? Sepertinya ada sesuatu yang membuat keduanya begitu dekat.

—————————–

Kyuhyun terlihat begitu baik hari itu. Ia dikelilingi oleh keluarga dan juga sahabat-sahabatnya. Ibunya, Yoora, begitu juga Changmin, Eunhyuk, dan Hyojin. Mereka semua berada di terminal keberangkatan internasional Incheon airport sore itu untuk mengantar Kyuhyun.

Yonghee terlihat menahan kesedihannya. Yoora bahkan menangisi oppanya untuk pertama kalinya. Mereka memang sudah terbiasa hidup terpisah dari Kyuhyun, akan tetapi kali ini Kyuhyun akan pergi jauh, ke belahan dunia lain yang membuatnya tidak akan bisa pulang ke Sokcho begitu saja hanya karena merasakan rindu.

“Hei, gadis nakal. Ini pertama kalinya kau menangis untukku. Jaga dirimu dan juga Omma.” Kyuhyun memeluk Yoora, dan gadis itu terisak di dada oppanya. Kyuhyun mengusap-usap rambut adiknya dengan sayang. Yoora sepertinya sangat sedih dengan kepergian Kyuhyun.

“Kau juga harus menjaga dirimu, Oppa. Dua tahun itu waktu yang lama.” Yoora melepaskan pelukannya, menatap Kyuhyun.”

“Aigooo~ kau menangisiku sampai wajahmu seperti ini.” Kyuhyun kini mengusap air mata di pipi gadis itu, dan Yoora kembali menangis karena perlakuan kakaknya itu.

“Mengapa jadi sangat berat meninggalkanmu? Yaaa, berhenti menangis. Oh ya, selama aku belum pulang kau harus berhati-hati. Jangan mengencani sembarang pria.” Kyuhyun menggoda adiknya. Yoora masih saja menangis.

“Jaga diri dan kesehatan Omma. Aku janji akan segera kembali.” KIni Kyuhyun memeluk ibunya. Yonghee tersenyum di balik kesedihannya. Wanita itu menciumi wajah Kyuhyun.

“Jadilah orang hebat saat kau kembali nanti. Ini pertama kalinya kau pergi jauh. Berhati-hatilah selama di sana.” Ujar Yonghee.

Changmin, Eunhyuk dan Hyojin pun sangat terharu dengan momen keluarga itu. Hyojin bahkan berusaha keras menahan tangisannya. Kyuhyun akan pergi jauh dan ia tidak akan bisa melihat pria itu untuk waktu yang lama.

“Jaga diri kalian. Kita harus terus berkabar.” Kyuhyun memeluk ketiga sahabatnya itu satu persatu.

“Aku tahu Amerika akan bisa mengubah hidupmu. Jangan sombong saat kau kembali nanti, teman.” Eunhyuk meninju lengan Kyuhyun.

“Semoga kau mendapatkan apa yang kau cari di sana. Kembalilah dengan sehat dan selamat.” Changmin menepuk punggung Kyuhyun.
Kyuhyun menatap Hyojin. Ia mencubit pipi gadis itu lalu tertawa karena Hyojin merasa kesakitan.

“Jangan memberiku pesan. Aku tidak akan suka karena itu mengesankan kau akan pergi dan tidak kembali.” Ujar Hyojin.

“Hahhaha, hanya sebentar dan aku akan kembali. Terima kasih dan aku minta maaf padamu. Aku sudah banyak sekali melukaimu.”

“Saat kau kembali nanti, aku akan mengenalkanmu pada kekasihku.” Hyojin bertekad.

“Bagus. Aku ingin melihat pria beruntung itu. Kau harus mencari pria yang baik. Jangan seperti kedua orang ini.” Dan Kyuhyun sukses menerima pukulan dari Eunhyuk juga Changmin.

Kini Kyuhyun siap untuk pergi meninggalkan Korea. Ia ingin tahu dunia yang kata orang-orang begitu hebat dan luar biasa. Menuntut ilmu di negeri itu sudah cukup lama ia inginkan, dan ia akan membuktikan bahwa ia juga bisa. Ini adalah saat yang tepat baginya untuk memulai kembali masa depannya. Dan Kyuhyun harap, ia akan bisa melupakan semua ketidakberuntungan yang ia alami di Korea.

 

TBC-

ThanKYU masih menunggu dan bersedia membaca kelanjutan story ini.

Aku bakal berusaha bikin endingnya sesuai harapan kalian semua.

Mood aku naik turun ngetik ini jadi tolong dihargai yah.

Aku berusaha supaya story ini bisa selesai dan ga jadi hutang~

Maaf kalo ada typo, kurang panjang dan kurang memuaskan~

See you on next part!

ThanKYU ^^

Iklan

180 thoughts on “Clown Man [Chapter 13]

  1. bca nya nangis lgi….
    minji kyuhyun tuh berjodoh,mrka psti bertemu*laguafgan
    klo di liat”lgi pngen klo ortu nya minji blikan lgi…
    mrka tuh mulai romantis lgi…
    ayo eonni,part slnjut nya yg trakhir kan???
    di tunggu 😉

    Suka

  2. ya ampun thor knp makin ngenes gini hidup kyu ama minji . sampe mereka pisah dan kyuhyun harus pergi ke amerika 😥
    persatuin mereka lagi ya thor

    Suka

  3. berarti kuncinya ada di bibinya minji ya??
    donghae baik bgt di sini, hyojin juga kkk
    ayo bikin hyojin jadian sama donghae aja lah, kayaknya cocok tuh kkkk
    semoga kyuhyun dpt jodohnya yg terbaik #lirik minji

    Suka

  4. miris bgt sama hubungan kyuhyun dan minji 😦
    huaaa knpa kyuhyun harus pergi ke amerika??? minji bakalan merasakan ‘penyesalan selalu datang terlambat’.
    minji bner2 memiliki sikap keras kepala nayeon.

    Suka

  5. makin nyesekkkkkk aj ceritanya minji sangat egois lebih rela kesakitan dr pada hrs kembali pd kyuhyun padahal dia jg tau ga kan bisa hidup tanpa kekasihnya
    knp ga dibikin hamil aj minjinya 🙂

    Suka

  6. Turut berduka cita (?) untuk hubungan Kyu Hyun-Minji yang kandas. Kira-kira Minji bakalan menyesal atau tidak kalau tahu Kyu Hyun ternyata pergi ke luar negeri. Minji munafik banget, jadi kesal gw. Untung saja Dong Hae tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan putusnya Kyu-Minji. Lagipula, Dong Hae kan punyanya Yoora. Wkwkwkwk….

    Suka

  7. T_________T
    Koq jadi begini…
    Aku sih mank berharap juga kyu pergi dari minji untuk sementara..
    Yahh kasi waktu buat minji introspeksi lahhh..
    Tapii aku gak nyangka kalau perginya kyuhyun sejauh itu…
    Dan 2tahun itu bukan waktu yg sebentar….
    Sedihhh dech lihat mreka..
    Lagian juga minji kenapa sih lebih mentingin egonya daripada hatinya..
    Sekarang dy udah tau kan kyuhyun menolak semua warisan itu..
    Tapi kenapa masih bersikeras..
    Kalau sampai minji gak nyusul ke bandara bisa dipastikan dy bener2 akan kehilangan kyuhyun untuk waktu yang entahlah berapa lama..
    Ya kalau 2tahun dy balik..
    Kalau ternyata disana nemu bule gimana???
    Duhhhhh galau dech gara2 nie ff

    Suka

  8. Tertarik bnget. Saking tertarik.a aku setiap hari buka wp ini buat cek apa cm udh post. Ah author yg baik pokok.a kyu hrs berakhir sama minji. Mereka ga salah, keadaan yang membuat mereka hrs terpisah.

    Suka

  9. Mau nangis rasanya melihat kyuhyun pergi. Kasihan kyuhyun . Gimana dgn minji apa setelah kepergian kyuhyun mj akan menyesal. Lama benar kyuhyun perginya 2tahun . Apa kyuhyun ama minji bisa bersatu lagi

    Suka

  10. sedih banget akhirnya kyuhyun minji berpisah juga 😥 merasa kasihan banget sma kyuhyunya sampe hrus pergi gtu…eh min itu kyuhyun prgi k’amerika yg buat seknlah itukan yg pernah d’janjiin jihyuk…
    Kayanya emang harus ditinggalin dulu baru ntar minji sadar.kalo bisa buat dia nelangsa bget min pas nunggu kyuhyun nya hehee biar ngerasain jga dia …
    Berharap jihyuk bsa cpet sembuh trz bsa brsama lg sma nayong hidup bhagia gtu truz hyojin pacaran sama donghae ksian donghaenya udh baik bgt gtu…
    Sedihh ikh udah mau end ga rela gtu tpi brharap wlaupun sudah emd bkalan ada sequel2nya gtu…

    Suka

  11. huaaaa
    hikss..hikss..
    kyu oppa hati2 d sna yya
    q stju kyu nggalin minji dn mnjahui klrga minji,byar mereka merasa kehilngn,
    oeni daebak ff ny 🙂

    Suka

  12. Yaaaak!!! Kenapa kyu nya pergi ke amerika???!!! Ya ampun yah si minji ama ibu nya ga difikir apa kalo minji ga jadi ama kyuhyun malah bikin kesempatan ada apa apa antara tn kang dan ibu nya kyuhyun… Kan klo mereka jadian amape nikah ma mubgkin besan nya ada apa apa #kesel emosi naik turun baca part ini *abaikan komen ga jelas ini yaa*

    Suka

  13. 😭😭😭😭😭 sku aku a
    Ini ff nyesek amat yaakk sampe bikin mewek huweeee
    Ceritanya sm mood authornya mirip ni nyiahaaahha aahh kang minji jjaaanggg~~~!!! 😘😘😘😘😘😘

    Suka

  14. Haaaak ㅠㅠ mereka akhirnya putus. Sumpah sedih banget kalo inget gimana manisnya mereka dulu. Cara Kyuhyun pamit ke minji juga heart breaking bgt. Aku tau kalo minji juga sedih, dia juga kecewa hubungan mereka harus selesai, dia juga takut bakal ngerasa kehilangan, tapi cara dia nanggepin semua yang diperjuangin Kyuhyun buat hubungan mereka bikin aku malah tambah kasian sama Kyuhyun. Semoga kebenaran sebentar lagi bakal ketahuan ya. Semoga minji juga nyesel udah sempet nggak percaya sama Kyuhyun. keren bgt kak, tp bikin mereka dan aku bahagia ya kak…
    Kalo di sini kyuhyun pasti jadk english. Kalo aslinya… no comment deh wkwk

    Suka

  15. nunggu sudah lama dan lagi lagi di part ini bener” nguras esmosi saya thor. minji kau benar” aish. gregeten dan miris baca part ini. ditunggu next part thor 😀 jangan lame” ye 😀

    Suka

  16. sek sek,, nyesekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
    huhuhuhuhu possitive minji bakal nyesel setengah mati..
    apa minji bakal nyusul kyu kalo tau kyu ke AS? ato nunggu kyu di seoul aja?
    semoga berakhir bahagia..

    Suka

  17. wahhh,, kyuu dpt kerjaan d ljar negeri???
    jdi bakal ninggalin minji donkk…
    truss bakal ad saat minji ngerti smua ini dan menyesal..
    yahh onn,, koqq jarus d luar negeri sihh????

    Suka

  18. Thoooooorrrr…..
    Bagi tisunya dong……..
    Sumpah part ini lebh nyesekin dada.

    Hiks….hhiks…..
    Hwaaaahaaaa

    Ayolah thor…konflike cpt selesai.
    Jgn bkin kyu lbh tersiksa lg.

    Suka

  19. Hueeee ini part bikin hati keiris iris….
    sedih banget …. apalagi kalo ngerasain nasibnya kyuhyun..
    ga tau deh mau ngomong apa lagi. yang jelas ini part bikin aku nangis T_T

    Suka

  20. kyuhyun emang pria yang baik, hanya orang yg egois yg meragukan niat baik kyuhyun… hufft moga aja kyuhyun dapat terus kuat dan bijak dalam hidupnya…

    Suka

  21. hay aku binggung harus manggil apa ke kamu , hehehe sory aku baru komen di part ini .aku ketemu cerita ini karna rekomen temen ku dua hari lalu .dan aku ngebut baca ini
    .awalnya aku mikir males komen tapi waktu part ini rasanya tersentuhhh bgt. pembawaan ,pemilihan kata ,konfik mereka .aku ,suka sedih bangt gimana critanya sampe buat aku ikut nangis ,T.T

    Suka

  22. Nangis kejer saya waktu adegan Kyuhyun pisah sm Minji, la trs lagu yg keputer pas bgt KRY yg Let’s Not, makin kejer aja sayah 😥
    Tapi apapun yg terjadi nnti aku ttp pngn lihat mereka bersama, mereka masih saling mencintai demi apa!

    Suka

  23. part ini bikin aku sedih 😥
    kyuhyun udah keluar dari rumah minji, terus keluar dari perusahaan, sekarang apa coba?
    kyuhyun ke luar negri 😦
    mudah2n cepet beres deh masalah keluarganya minji sama kyuhyun

    Suka

  24. gak rela minji sama kyuhyun pisah nangis waktu baca part ini. Astaga kenapa jadi seperti ini sih. Nangis waktu liat kyuhyun harus seperti itu

    Suka

  25. Yahhhhh kyuhyunnya pergi ke amerika huhuhu sedih dia pisah sama minji, dan minji ga tau klo kyunya pergi 😦

    Itu bibinya minji kyanya tau sesuatu, semoga bisa membantu menjelaskan kesalahpahaman yang ada

    Suka

  26. Huwaaaa!!! Part Ini sukses bikin nangis😭😭😭
    Kenapa Minji keras kepala banget (?)
    Gak tega sama Kyuhyun! Kasiaaannnn 😭😭😭😭 Kenapa juga Kyu harus pergi (?) yaampun malang banget nasib lo bang 😭😭😭
    Udah dong balikan lagi, semoga next part Mereka baikan 😭😭😭

    Suka

  27. pecahhh bgt lah part ini, gatau kenapa baru di part ini aku ngerasin nyesekk senyesek nyeseknya /plak/apalagi kyu ampe pergi ke amerika gitu, ayodong minji sadar itu kyu udah tulus bgt knp disia2in gitu aja :”
    ah akhirnya..bibinya minji datang seperti malaikat yg membawa pencerahan wkwk

    Suka

  28. huhuhu sedih banget asli tapi kyuhyun dewasa banget disiniiii. suka banget sama sikap kyuhyun yg tenang walaupun dia mendem semuaanya. semoga minji dapet hidayah yah(?) biar bisa lembek lagi trs balik sama kyuhyun hahahah lanjuuuuuuuutttt

    Suka

  29. part ini bikin galauuu…
    bacanya sambil mewek
    “mungkin aku tidak berjodoh dengan gadis ini”
    nyesek bnget, kyuhyun walaupun tersakiti masih aja senyum dan sabar bnget mnghadapi minji

    Suka

  30. Sedih bacanya…kyu mau kmana??
    Coba nnti pas kyu sdah balik lagi ke korea trus jdi orang sukses…dan pas ketemu sma Minji nnti sekalinya Minji sdah punya anak…anaknya sma kyu… wkwk
    Peace…

    Suka

  31. huaaaa nyesek nyesek nyesekkk! Mewek lagi gue baca perpisahannya Kyuminji. Bahkan Minji gatau kalo Kyuhyun mau pergi ke Amerika?
    Kenapa Minji terlalu egois dan keras kepala? Cari fakta lain lah, jangan cuma dengerin cerita dari ibumu aja.

    Suka

  32. makin nyesek baca part ini…entah kenapa jadi sebel banget sama sikapnya minji…kasian kyuhyun..tpi kyuhyun nya jg keren..menghadapi masalah dengan tenang…semoga di next part keadaan mulai membaik

    Suka

  33. Ping balik: rekoemndasi ff kyuhyun | choihyunyoo

  34. Sesak banget bacanya eonni 😦
    Kyuhyun mau pergi juga hiks kyuhyun baik banget disini
    Seperti dugaanku sebelumnya pasti ada hutang budi disini. Dan hal yang belun dijelasin sama jihyuk ya hutang budi ini. Makannya pelik banget masalahnya. Aku harus baca next capt dulu, penasaran semoga kedatangan imo nya minji menjelaskan kesalahpahamannya huft

    Suka

  35. Kyuhyun ke amerika buat apa sekolah atau kerja dan apakah minji tau kyuhyun pergi dan semoga minji nyusul dan mereka gak berpisah yerlalu lama ahhhh kesel liat minji yang egois dan kyuhyun yang selalu ngalah ahh giman ini gimana

    Suka

  36. Beneran nih, hubungan Minji sama Kyuhyun udah berakhir,…???;(

    Sedih banget, kenapa mereka harus berpisah,…???;(
    Dan kenapa Kyuhyun malah mau ninggalin korea selama 2 tahun. Terus gimana sama Minji kalau Kyuhyun pergi ke Amerika.
    Minji pasti bakalan nyesel banget udah mutusin Kyuhyun. Kyuhyun adalah lelaki yg tulus dan bertanggung jawab. Tapi, Minji selalu aja berfikiran yg negatif-negatif terhadap Kyuhyun.

    Kapan kesalahpahaman ini berakhir,…???
    Gara-gara kesalahpahaman orangtua mereka di masa lalu, perasaan Minji dan Kyuhyun yg jadi korbannya.

    Semoga next chapter kesalahpahaman antara orangtua Minji maupun orangtua Kyuhyun terselsaikan. Sedih ngebayangin Minji dan Kyuhyun saling berjauhan. ;(

    Langsung mau lanjut baca FF Clown man chapter 14. Udah penasaran banget sm kelanjutan cerita FF Clown man. 🙂

    Suka

  37. huhuhuuuu jd sedih bacanya … ceritanya nysekkk amt..
    kasian kyuhyun seharusnya minji tdk egois seharusnya minji menahan kyuhyun seblm akhirnya menyesal karena tlh membiarkan org yg dicintainya pergiii…
    semoga aja mrka bisa kembali seperti dulu lagi ,,,~~~~
    Fighting.!!!

    Suka

  38. kyuhyun mo lnjutin pndidikan diamerika???!! apa jihyuk tau? pstinya minji ga tau. gmna reaksinya?? smoga jihyuk nayoung bisa rujuk bsa selesein salah faham brtahun”.

    Suka

  39. gw mewekk dipart inii gila perpisahan yg menyakitkan knp minji haruss egoiss gituuu ihhhh bete
    smg kyu jadi orang sukses dan kembali dngn bahagiaaa

    Suka

  40. semakin pelik masalahnya.
    kata-kata kyuhyun jleb bgt
    bagus deh kyu pergi aja. pengen tau reaksinya minji kek gmna
    nyesel apa kagak?
    #kayanyaNyeselBanget

    Suka

  41. Hadeuh…part ini bener – bener bikin aku sesak hati,apa bibinya minji yang akan jadi penyelesai semua kesalah pahaman yang terjadi

    Suka

  42. akhirnya beneran pisah mereka, masih penasaran tentang rahasia yg di ceritain bibinya minji.

    dari 13 part yg udah kebaca, part ini yg paling ngaduk” emosi , keren lah ini ceritanya ^_^

    Suka

  43. sedih banget bacanya, nyesek
    salut sama kyu yg mau ngerelain semuanya biar semuanya tuh mudah buat minji
    bener kata hyojin bakal nyesel banget kau sia-siain cowo kayak kyu
    hyojin nyesel tuh

    Suka

  44. Kenapa jadinya kaya gini kenapa Kyuhyun sama minji putus sih… Gimana reaksinya minji kalo tau kyuhyun pergi ke luar negeri…

    Suka

  45. Hhuaaaaaaaaa………………………
    Nyeseeeeeeeeekkkkkkkkk banget baca part ini 😦 😦
    Ngga kuat rasanya, greget banget sama minji disini dan sumpah aku ngga rela banget kalo kyuhyun-minji harus bener2 pisah 😦 😥

    Suka

  46. aku gak tahan pengen nangis
    Kyuhyun huweeeeeeeee dari awal Kyuhyun terus yang ditangisi -_-
    Kang Min Ji kau akan meyesal
    ckckckckck lihatlah sekarang Kyuhyun sudah pergi ckckck
    aaaaaaah kesal aku ><
    momen perpisahan Kyuhyun iu nyesek banget T______T
    gak tahan kalau gak nangis lah

    daebak lah pokoknya

    Suka

  47. aku d sini lihat kyuhyun menderita banget d campakan d usir dar rumah secara ga langsung dan keluar dari perusahaan y ampunn kenapa jd semenderita ini padahal semua masalah yg terjadi itu hanya pemikiran nayoung dan sekarang kyuhyun pergi pasti minji akan menyesal apa lagi setelah denger cerita dr adik appa nya

    Suka

  48. Kasiaan banget liat kyuhyun dan eommanya. Kenapa minji dan eommanya gsk bisa percaya? Bahkan mereka udah seperti menjatuhkan harga dirinya. Bener2 egois. Dan bener2 keras kepala!!!

    Suka

  49. Ada aja halangan mereka bahagia, putusnya cuma sesaat kan ;’)
    Tapi untungnya Donghae dan Hyojin ga egois mau ngedapetin Minji dan Kyuhyun.
    Semoga Nayoung dan Minji bisa cepet tau kebenaranya deh, banyak yg tersakiti masaa -_-
    Kyuhyun pergi berapa tahun? berapa lama? Minji eotteohke (?) Pasti nyesel dia 😥

    Suka

  50. Part ne ckup mnguras emosi,,nyesek bgt,,,nayoung trlalu angkuh dn trlalu brlebihan mnghakimi yonghee,,,minji jg sngguh trlalu krna ga mncoba lbh mncari tau apa yg sesungguhnya yg trjadi dmasa lalu,,trlalu cpt mnyimpulkan sndri…….aku sngguh brharap kyu sukses dn minji mnyesal sdh mlepaskan kyu!!

    Suka

  51. 😞😞😞😞sedih jadinyaaa minji kyu pisah akhirnyaaa

    hmmmmmm..
    kenapa harus sakit gini

    mana kyu sudah mengundurkan diri pluss mau pergi ke amerika juga buat Kuliah

    Mereka bakalan pisah selama 2tahun???

    Suka

  52. haduhh sedihnta baca part ini, padhal sy mulai bacanya dari prt 13 ini.
    good luck cho kyu, semoga bisa menata hidp jd lbh baik lagi d sana… 😦

    Suka

  53. Yaampun gak nyangka kalau kyu sm minji benran pisah dan kyu ngelanjutin sekolahnya, semoga adanya bibi minji semua masalah selese kayaknya bibinya ini kunci dari masalalu ortunya minji

    Suka

  54. mwoyaa.. gamau mereka pisaah.kyuhyun.. jangan pergii 😦 minji sama eommanya keras kepala sekali gak mau denger penjelasannyaa hiks.. jgn sampe minji nyesel yaa. semoga kyuminji balikann..

    Suka

  55. kenapa jadinya begini? cuyun kenapa harus sampe ke amerika sih? 2 tahun, itu… lumayan sebentar lah kalo menurut aku. dan berdoa aja semoga minji bisa tahu yg sebenar-bemarnya tentang masalah ini, dan bisa mengubah pandangannya ke kyuhyun. menurut ku dia itu terlalu egois dan keras kepala, ujung-ujungnya dia juga ngerasa sakit dari apa yg dia perbuat. jauh dari kyuhyun semoga bisa buat minji introspeksi diri, bukan cuma minji aja sih sebenrnya buat semuanya

    asli ini mah pengen nagis baca part ini, perjuangan kyuhyun buat kasih tau kebenaran dan mertahanin deket minji bener-bener patut diacungi jempol. Ngga salah kok kalau pada akhirnya dia milih nyerah karena udah ga kuat, siapa yg tahan keluarganya di injek-injek harga dirinya di depan orang yg dikenal dan disayangi pula, apalagi org yg disayangi kaya udah ga peduli sama dia karena terlalu mementingkan egonya itu. duh pokoknya speechless dah baca ff ini

    Suka

  56. kenapa pisah.?? harusnya mereka lebih bisa bertahan lagi, mungkin kyu udh lelah nge yakinin minji, nyess bnget ni ati ngebaca part ini.. minji terlalu keras kepala tnp mikirin perasaan kyu…
    semoga nanti kyu balik ke korea dn balikan sama minji

    Suka

  57. Nah lo kenapa mereka putus 😥
    Minji keras kepala banget kasian kyuhyun nya sampe dia juga harus pergi, semoga chapter berikutnya mereka balikan

    Suka

  58. Ahhhh nyesek bacanya. Sedih liat kyuhyun dan keluarganya kayak gitu. Minji orang yang egois udah jelas” kyuhyun dan keluarganya tidak bersalah tapi sikapnya tetep aja kayak gitu semoga dengan perginya kyuhyun dia akan menyesal.

    Suka

  59. ya Tuhannn…baru nemu ff ini..awal baca part 1 udah mlai tertarik..crtanya bgus..tp gak sempat coment krna kbru penasaran dn larut tenggelam dlm bca crta part selanjutnya..dn baru dipart ini aku bnr2 ingin ngungkapin apa yg aku rasakan …nangis..ya.. knpa crta ini bisa menguras emosi yg kuat bg pembaca seolah itu crta nyata..cho kyuhyun disini benar2 berperan apik..knpa keegoisan dn keslhpahmn sebuah masalalu menjdi penghlng dn kehancuran kebhgiaan cinta…minji…kenpa bgtu tak berperasaan ..menghempaskn cinta secara sepihak..apa merka bsa mndapatkan cinta mereka kmbali?

    Suka

  60. Ya tuhan.. Ini lebih nguras emosi..
    Minji nya terlalu egois, gak mau dengirin penjelasan dari yg lain” sampe” akhirnya kyuhyun pergi kann..

    Semoga setelah kyuhyun balik ke seoul minji sama nayoung bisa tau yg sebenernya..

    Suka

  61. Kyuhyun yang paling terluka….kenapa kisah mereka miris banget ya?
    Eishh, Minji terlalu egois sih, ntarlah baru nyesel..
    semoga selama di amerika cinta kyu msh sama minji..jangan kepincut wanita lain

    Suka

  62. Eonniiiii kamu bikin aku menangis… hikzzzz
    Knp mereka beneran berpisah, tak bisakah tetap bersama n knp kyuhyun mlh pergi jauh
    Aq jg masih penasaran tentang apa yg diketahui oleh bibinya minji tentang keluarga cho

    Suka

  63. Huuuuuaaaa makin kesini makin nyesek aja eonnn..jadi kyu sama minji benraan pisah eoh.? Smpe kyu mau pergi sejauh ituu…smoga aja dg adanya bibi minji ini nyelesain masalah ini,..

    Suka

  64. gimana ya nasib hubungan kyu ji nantinya?? huh.. penasaran.. mau baca next part ah..

    for author , its so complicated.kepalaku pengen pecah. gak pernah aku baca ff paling complicated seperti ini. author memang .. (kasih 10 jempooll)

    Suka

  65. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 terl
    alu sakit luka yg ditorehkan oleh minji kepada kyuh … kyuh pergi untuk melanjutkan studynya pantes ayah minji merelakannya … manah mungkin orang jeniusss nganggur 😁😁😁😁😁😁 … sedih ih semoga ajh minji enga nyesel dah

    Suka

  66. Ya ampun part ini sungguh bikin nangis ,bahkan.setelah yonghe meenjelaskan kesalahpahaman itu nayoung tidak percaya ,, harus dengan cara apa.kesalahpahaman itu selesai ,, mgga tega liat kyuminji tersiksa bahkan kyuhyum rela pergi demi kebaikan minji ,,

    Suka

  67. Sediiiiih.. Minji keras kepala & terlalu egois argh Kyuhyun sampe pergi kan.
    Kyu Minji putus u.u Kyu pun ke Amerika. Tunggu penyesalan akan datang.
    Gimana kelanjutannya apakah Kyu akan kembali ke Korea dgn yeoja yg baru atau kembali dengan Minji?

    Suka

  68. Aku tuh gak bisa diginiin , ngeliat KyuJi merasa aja udh seneng, skrng mereka malah berantem, kyu keluar dri rumah minji huhuhu T.T
    Konflik nya mulai bermunculan

    Suka

  69. Sedih bgt baca part ini. Sepertinya semua sad scene-nya ngumpul jadi satu di part ini. Apalagi wkt Kyuhyun ngucapin perpisahan ke Minji, nyesek bgt bacanya..
    Kayaknya Minji bakal menyesali keputusannya yg memilih buat pisah sama Kyuhyun deh..
    Fighting buat next post !!!

    Suka

  70. banjir airmata.. 😭😭😭😭😭
    ntah uda berapa kali d chapter ini au menangis.. kyuhyun baik2 d sana tetaplah tampan dan kembali dgn pertambahan pesona.mu semoga minji kembali pada.mu..

    Suka

  71. coba aja minji gak punya sifat yg sama persisi kaya ibu nya, pasti kesalahpahaman itu gak akan jadi lebih rumit skrg.
    cho kyuun cepatlah kembali… hehehehe

    Suka

  72. gak nyangkah kyuhyun memutuskan keluar dari perusahaannya, dan sekarang dia juga memutuskan pergi ke amerika. minji pasti bakal nyesel pas tau kyuhyun pergi dari seoul…
    bener2 sedih banget ngeliat kisah cinta kyuminji… mereka masih saling menyukai tadi karena masalalu mereka jadi berpisah 😦
    ya ampun authour sedih banget baca ceritanya

    Suka

  73. kyu pergiiiii,, dan akhirnya minji sadar jg kl kyu bner2 berarti bt minji. sempet kesel jg sama kyu waktu sok gk peduli sama minji, minji dah brharap banyak tp mlah d kecewain. tp sykur jg krna kyu cpet sadar dan ngejar minji,, blm terlambat jg, jd kan gk nyesel2 bgt

    Suka

  74. Huuaaaa jadi kyu Mha minji Benar Benar Udah pisah Nhe….Kenapa Juga Minji Egois Sih Pasti Nyesal Tu minji Ngambil keputusan Untk berakhir sama kyu yg sabar ya kyu….jadi Kyuhyun mw pergi ke Amerika Bukan balik ke sokcho Semoga aja kyu bisa hidup lebih baik Disana…….

    Suka

  75. dasar minjiiii dan nayoung ,,, benar² otak bebal, susah banget di kasih tau,,
    kasian banget Kyuhyun dan ommanya, di fitnah kayak gitu,,

    akhirnya nyesel juga kan,

    Suka

  76. sesih banget… ga kebayang gimana sakitnya minji nnti klo tau itu sma cma kesalapaham n kebanaram kebongkar semua… T.T mrka nyakitin hati masingmasing

    Suka

  77. Ahhh sedih banget, pasti minji bakalan menyesal banget kalau tau ini cuman salah paham aja dia pasti bakalan terluka banget apalagi kalau tau kyuhyun pergi.

    Suka

  78. Nyesek banget sih,
    Kasian Kyuhyun yg ga tau apa2 malah jd korbannya, diputusin sm minji yg salahpaham sampe dy rela keluar dr rumah trus keluar dr perusahaan dan sekarang malah pergi keluar negri..
    semoga nanti ada yg bakal jelasin cerita yg sebenernya sm minji..

    Suka

  79. Serius gk rela mereka putus, pasti stelah ini minji bakal nyesel banget, apalagi skarang kyuhyun mau pergi ke luar negeri, pastilah minji bakalan susah nemuin kyuhyun.

    Bibi jihye spertinya sangat tau hubungan sbenarnya antara orang tua kyuminji, semoga aja bibi jihye bisa ngelurusin kesalahpahaman ke minji dan ibunya.

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s