Clown Man [Chapter 14]

dffde

Author : Minji • Main Cast : Cho Kyuhyun – Kang Minji  •  Support Cast : Choi Hyojin – Lee Hyukjae – Shim Changmin – Henry Lau – Lee Donghae and others • Genre : Romance  • Length : Chapter

——————————–

Hallo~ kalo bisa sih dengerin lagunya Henry Lau yang I Would yah pas baca kkkk

**

“Minji ya! Berhenti! Kumohon dengarkan aku!”

Kyuhyun terus mengejar gadisnya, melangkah lebar-lebar untuk bisa mencapai Minji. Kyuhyun benar-benar tidak ingin berpisah dengan wanita yang begitu ia cintai. Ia yang semula ingin menjauh, kini menyesal. Kyuhyun menyesal mengapa ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan. Hanya dalam beberapa hari, Kyuhyun segera mengubah keputusannya.

Namun Minji tidak peduli padanya. Hati wanita itu tetap saja keras, sekeras batu karang yang bahkan tidak akan hancur oleh gelombang besar. Kyuhyun salah jika mengira Minji masih menginginkannya. Hati wanita itu kini hanya dipenuhi oleh kebencian.

Kyuhyun tidak peduli dengan panasnya siang itu. Ia berusaha mengejar Minji yang mulai terlihat berlari, marah dan mengabaikannya. Beberapa orang bahkan merasa kesal karena Kyuhyun telah mengganggu suasana di jalan dengan menubruk beberapa pejalan kaki yang dilewatinya.

Mengapa sangat susah mencapai Minji? Padahal tenaganya jauh lebih besar untuk bisa berlari cepat tapi keramaian di jalan telah membuatnya terganggu.

Terlambat. Minji tiba-tiba memberhentikan sebuah taksi dan gadis itu segera masuk ke dalamnya. Kyuhyun mempercepat langkahnya, berusaha untuk mengejar taksi itu namun sudah terlambat. Mobilnya terparkir begitu jauh dan tidak mungkin ia mengambil kendaraannya sekarang.

Taksi. Kyuhyun juga harus menghentikan sebuah taksi. Pria itu berbalik cepat, dan kedua mata Kyuhyun terbuka lebar. Sesuatu yang besar muncul di hadapannya., begitu cepat dan menghantam tubuhnya yang lelah.

Orang-orang mulai berkerumun, mengelilingi tubuh seorang pria muda dan tampan yang berlumuran darah. Kedua mata pria itu bahkan masih terbuka. Banyak wanita yang histeris dan menyayangkan peristiwa siang itu. Jalanan menjadi semakin ramai oleh kerumunan, hingga kemudian suara sirine polisi dan ambulans semakin memperkeruh suasana.

“Cho Kyuhyun! Tidaaak!! Kyuhyun!! Kyuhyun!!”

Minji membuka matanya. Keadaan di sekelilingnya gelap. Keringat dingin membanjiri tubuh gadis itu. Masih dengan nafas memburu, tangan kanannya yang gemetar perlahan meraba dan menyalakan lampu di atas nakas. Minji menarik nafas dalam setelah cahaya memenuhi ruangan. Ia bersyukur, karena saat ini dirinya sedang berada di dalam kamarnya sendiri. Ia baru saja bermimpi. Mimpi buruk tentang Kyuhyun.

Minji menangis. Mimpinya terasa begitu nyata. Kyuhyun ditabrak sebuah truk yang besar karena mengejarnya. Pria itu ingin memberikan penjelasan tapi Minji justru pergi dan tidak peduli pada apapun yang ingin Kyuhyun sampaikan padanya. Ia tidak memberikan kesempatan pada Kyuhyun.

Minji kembali pada kenyataan. Apa maksud dari mimpinya? Apa mungkin terjadi sesuatu pada Kyuhyun? Apa dia baik-baik saja? Apakah ini hukuman yang harus ia terima karena telah mencampakkan Kyuhyun? Demi Tuhan, Minji mengkhawatirkan pria itu. Meskipun mereka berpisah, Minji tidak akan pernah siap mendengar jika pria itu pergi meninggalkannya dengan cara tragis seperti di mimpinya tadi.

Minji segera mengambil handphonenya, mencari nama Kyuhyun. Lihatlah, Minji bahkan tidak peduli lagi pada harga dirinya. Tangannya bahkan masih bergetar karena mimpi tadi. Ia hanya ingin memastikan bahwa Kyuhyun baik-baik saja di manapun pria itu sekarang.

Tidak aktif. Nomor Kyuhyun tidak aktif.

Minji menjatuhkan handphonenya begitu saja di selimut tebal miliknya. Gadis itu menangis. Ia harap mimpi yang dialaminya baru saja tidak berarti apa-apa. Kyuhyun adalah pria yang hebat. Ia bisa berkelahi dan tentu saja ia bisa menjaga dirinya dari bahaya apapun.

Kang Minji, apa yang kau khawatirkan? Tadi itu hanyalah mimpi buruk. Ayolah, kau hanya belum terbiasa karena tidak melihatnya. Jika memang terjadi sesuatu, sudah pasti Changmin atau Eunhyuk akan mengetahuinya dan memberitahumu. Begitulah Minji mencoba menenangkan dirinya.

—————————

New York, AS

Kyuhyun tidur begitu nyenyak. Seluruh badannya seakan remuk karena lelah, jadi ketika bersatu dengan tempat tidur kedua matanya secara otomatis menutup dan tak terasa ia telah tertidur selama 15 jam. Semua itu karena ia belum pernah bepergian sangat jauh. Selama di pesawat ia sama sekali tidak bisa tidur. Kyuhyun menghabiskan waktunya untuk berpikir dan berpikir. Memikirkan ibunya, adiknya, Kang Jihyuk, dan juga Minji. Kyuhyun sedikit ragu apakah pergi jauh adalah keputusan yang tepat saat ini.

Namun Kang Jihyuk mendukung keputusannya. Pria itu memang sudah lama menginginkan Kyuhyun untuk melanjutkan lagi pendidikannya, dan hanya Jihyuk satu-satunya yang tahu bahwa Cho Kyuhyun memiliki bakat dalam seni arsitektur. Darah seni Cho Daejung praktis mengalir dalam diri Kyuhyun, hanya saja mereka berbeda aliran. Daejung lebih pada seni teater, sementara Kyuhyun pintar menggambar dan bermusik. Kyuhyun awalnya tidak ingin mengikuti minatnya dan lebih memilih untuk belajar menjadi pebisnis saja. Hanya saja masalah yang menimpanya membuat Kyuhyun kembali memikirkan pilihannya, hingga akhirnya ia memantapkan dirinya untuk mendaftar sebagai salah satu mahasiswa program teknik arsitektur di salah satu sekolah tinggi di New York.

Kyuhyun mencium aroma masakan yang begitu menggoda. Aroma itu telah membuat perutnya terasa lapar dan melangkah ke luar kamar setelah mencuci wajah dan menggosok giginya. Pria itu keluar dari kamar barunya dengan memakai kaos lengan panjang berwarna putih dan celana training hitam. Dilihatnya seorang pria berkulit putih pucat sedang sibuk menata meja makan kecil yang ada di penthouse sederhana itu.

“Kau membuat barbeque untuk sarapan?” Kyuhyun mengernyitkan alisnya.

“Ini sudah hampir memasuki jam makan siang, dude.” Pria itu menjawab tanpa melihat Kyuhyun.

“Oh, maaf. Aku tertidur begitu lama. Dan kau memasak? Waah, apalagi yang bisa kau lakukan?”

“Karena aku kedatangan teman baru. Anggap saja untuk penyambutan.” Pria itu tersenyum.

“Terimakasih, Henry ssi. Kurasa sekarang aku bersyukur pernah mengenalmu sebelumnya.”

No problem. Setiap pertemuan pasti memiliki tujuan. Sejak pertama kali melihatmu aku sudah tahu bahwa kita tidak hanya akan sekedar saling mengenal.” Henry kembali tersenyum lalu duduk di depan Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit merinding mengingat Henry juga adalah seorang gay, dan ia tidak tahu apakah pria itu memiliki ketertarikan terhadapnya juga atau tidak. Namun yang jelas, ia bersyukur karena setidaknya Henry adalah satu-satunya kenalan yang ia miliki di negeri Paman Sam dan Henry telah berbaik hati untuk membagi tempat tinggalnya dengan Kyuhyun. Tentu saja Kyuhyun akan membayar setengah dari harga sewa penthouse Henry. Ia tidak ingin menumpang gratis.

“Makanan siap. Makanlah yang banyak, brother. Setelah ini bersiaplah karena aku akan mengajakmu berkeliling. Kita juga akan melihat kampusmu. Letaknya sangat dekat dengan kampusku dan juga kampus Minji dulu.” Henry tersenyum.

Mendengar nama Minji disebut, Kyuhyun mulai tidak fokus . Memikirkan gadis itu membuat hatinya hancur. Oh, Kyuhyun tentu saja tidak lupa bahwa Henry adalah mantan kekasih Minji. Apa jadinya respon Henry jika Kyuhyun bercerita bahwa ia dan Minji sempat menjalin kisah cinta yang berakhir tragis?

Kyuhyun akan memberitahu Henry, tapi tidak sekarang. Kini ia lapar dan ia sudah tidak sabar untuk mencicipi barbeque buatan Henry.

—————————

Tiga hari setelah kepergian Kyuhyun ke Amerika. Minji merasakan keanehan di kantor yang tentu saja ia sadari hal itu karena ketidakhadiran Cho Kyuhyun di sekitarnya. Tak hanya itu, Minji juga merasakan sikap dingin dan permusuhan yang besar dari Hyojin. Wajar jika Hyojin membencinya, akan tetapi Changmin dan Eunhyuk juga seperti menghindari komunikasi yang lebih lama dengan Minji. Semua orang berubah, dan Minji beramsumsi mungkin saja semua orang menyalahkannya atas keluarnya Kyuhyun dari perusahaan. Hanya saja sebuah fakta yang tidak ia ketahui, bahwa Kyuhyun saat ini sedang berada di Amerika, memulai impiannya yang baru.

Hyojin tidak banyak bicara. Sejak mengungkapkan kekesalannya pada Minji tempo hari, gadis itu merasa enggan setiap kali harus menghadapi atasannya itu. Hyojin sangat berharap Minji akan memecatnya setelah ucapan kurang ajarnya tapi ternyata wanita angkuh itu tidak melakukan apapun. Hyojin merasa suasana di kantor tidak lagi menyenangkan, bahkan lebih buruk dari ketika pertama kali mengetahui hubungan antara Kyuhyun dan Minji. Tidak adanya Kyuhyun di kantor, apalagi mengetahui kenyataan pria itu tidak akan kembali dalam waktu dekat membuat Hyojin merasa sangat hampa.

Changmin dan Eunhyuk juga sama kehilangan seperti Hyojin, hanya saja terkadang pria memiliki kelebihan dalam hal menyembunyikan perasaannya dibandingkan wanita. Mereka terbiasa menghabiskan waktu bersama, dan Kyuhyun begitu membantu setiap permasalahan yang mereka miliki apalagi dalam hal pekerjaan. Meskipun tanpa latar belakang pendidikan bisnis dan manajemen, Kyuhyun sudah sangat tahu bagaimana menempatkan diri dan melakukan kewajibannya. Pria itu adalah sosok pekerja keras dan bertanggungjawab yang tidak akan mengabaikan pekerjaannya. Pria itu belajar banyak hal dari Jihyuk, pria yang telah memberikan banyak ilmu padanya.

“Nona, anda banyak melamun. Apakah anda masih mencemaskan Presdir? Ataukah— memikirkan Manager Cho?” Manajer Jang yang belakangan merasa prihatin dan memperhatikan keadaan Minji akhirnya menegur gadis itu. Keduanya sedang berada di dalam lift dan akan menghadiri sebuah meeting penting di luar dengan klien.

“Maafkan aku, dan tolong ingatkan aku jika tiba-tiba aku kehilangan konsentrasiku, Paman.” Minji bicara lembut dan tersenyum pada Manajer Jang. Pria ini sudah seperti seorang ayah baginya.

Manajer Jang benar, selain memikirkan ayahnya Minji lebih memikirkan Kyuhyun. Maka dari itu Minji tidak menyangkal dan juga tidak menjawab. Manajer Jang cukup paham watak Minji meskipun ia belum lama mengetahui kisah asmara keduanya. Minji terlihat jauh lebih pendiam belakangan dan sikapnya yang terkadang tegas dan sedikit arogan dikalahkan oleh permasalahan hidup yang dialaminya.

“Ah!”

Minji terjatuh ketika ia baru saja menginjakkan kedua kakinya keluar dari lift. Manajer Jang terkejut dan segera membantu gadis itu untuk berdiri. Mata Minji berkaca-kaca, menatap heelsnya dengan sedih. Benda itu itu patah, dan Minji bersedih karena ia baru menyadari bahwa ia sedang memakai sepatu cantik berwarna merah. Sepatu pemberian Kyuhyun.

“Nona, aku akan minta Hyojin membawakan alas kaki untuk anda. Sebaiknya sepatu ini dibuang saja.”

“Tidak! Jangan dibuang. Paman, kumohon jangan dibuang.” Minji mencegah manajer Jang yang akan melepaskan benda itu dari kakinya. Minji menatap pria itu dengan tatapan memohon.

“Tapi sudah tidak bisa dipakai lagi.”

“Tidak apa-apa. Sepatu ini adalah favoritku. Aku akan menyimpannya.”

Minji sedih sekali. Sejak bertengkar karena masa lalu orangtua mereka, Minji tidak pernah memakai sepatu pemberian Kyuhyun. Entah mengapa hari ini ia memakainya, dan benda itu patah karena kecerobohannya. Ia terjatuh dengan sendirinya, tanpa ada halangan apapun yang membuatnya jatuh. Lihat, bahkan memikirkan Kyuhyun saja membuatnya tidak bisa berjalan dengan benar. Nikmati saja karmamu, Minji ssi.

Tak berapa lama, Hyojin muncul setelah dihubungi oleh manajer Jang. Gadis itu terkejut dengan apa yang terjadi pada Minji, dan ia membawa sepasang flat shoes yang memang ada di ruangan Minji. Minji tanpa sengaja melirik kaki Hyojin.

Sepatu yang dibelikan Kyuhyun. Hyojin juga memakai sepatu pemberian Kyuhyun. Bahkan sepatu itu masih terlihat cantik. Berbeda dengan miliknya, yang kini tidak bisa lagi dipakai. Bukankah Kyuhyun mengatakan bahwa sepatu yang ia belikan untuk Minji lebih bagus dan mahal? Apa Kyuhyun berbohong padanya? Benda itu patah dengan begitu mudahnya, seperti hubungannya yang sudah kandas dengan Kyuhyun. Memikirkan itu, Minji tidak bisa lagi menahan air matanya. Ia kembali teringat mimpi buruknya tentang Kyuhyun.

Di mana Kyuhyun?

Apa pria itu baik-baik saja?

Ya Tuhan, apa kau sedang menghukumku?” lirih Minji di dalam hati.

“Anda tidak apa-apa? Mengapa anda menangis?” Hyojin bertanya khawatir. Meskipun sepertinya ia tahu, apa yang membuat atasannya itu bersedih. Apakah mungkin Minji sudah tahu tentang kepergian Kyuhyun?

—————————

Nayoung menatap sekretaris Kim dan pengacara keluarga Kang bergantian. Selain Nayoung, Jihye dan Minji juga turut berada di kantor pengacara keluarga Kang siang itu. Sekretaris Kim hanya menjalankan mandat dari Jihyuk untuk mengumpulkan semua penerima warisannya.

Nayoung sama sekali tidak menyangka bahwa ternyata Kang Jihyuk memiliki sebuah yayasan di Sokcho atas nama dirinya, Shin Nayoung. Tidak ada yang tahu mengapa Jihyuk menyiapkan hal seperti itu. Namun Nayoung menduga, Jihyuk sengaja membuat panti asuhan anak-anak itu karena Nayoung sangat suka dengan anak kecil. Dulu, mereka bercita-cita memiliki banyak anak tapi sayang Nayoung hanya bisa mengandung satu kali saja karena kondisi rahimnya. Wanita paruh baya itu terharu dalam hati. Jihyuk begitu memahami dirinya.

Minji terdiam. Rupa-rupanya sekian persen yang tidak ia ketahui waktu itu adalah warisan yang berupa yayasan panti asuhan tersebut. Minji tidak tahu jika ayahnya memiliki rencana seperti itu terhadap ibunya. Ia benar-benar merasa bahagia sekaligus terharu. Rupa-rupanya sang ayah masih peduli pada ibunya. Ya, Nayoung juga menerima warisan itu secara tidak langsung.

“Pria itu. Ia mungkin berpikir dirinya akan segera mati sehingga memintamu melakukan hal seperti ini.” kesal Nayoung.

“Tuan besar berpesan jika sesuatu yang buruk seperti ini menimpanya di kemudian hari, ia ingin agar aku mengumpulkan kalian dan bicara dengan kalian semua. Orang-orang yang akan menerima warisannya.” Jelas Sekretaris Kim.

“Tapi appa akan kembali sehat. Tidak boleh ada yang berpikiran dia akan segera meninggal.” Minji turut bicara.

“Bukankah sekretaris Kim sudah mengatakannya, ia hanya ingin mengumpulkan kita sesuai perintah Jihyuk Oppa, agar kita tahu bahwa kita memiliki kewajiban untuk menjaga miliknya. Kita harus terus berdoa dan mendukung kesembuhannya.” Jihye menenangkan keponakannya.

“Jadi hanya Kyuhyun yang tidak bersedia. Ia menolak dan bahkan sudah secara langsung berkata pada Tuan besar.” ujar Pengacara.

“A—apa? Kau bilang siapa baru saja?” Nayoung terkejut. Emosinya kembali dipermainkan. Baru saja perasaannya membaik. Nayoung sedang mencoba untuk mengubur kebenciannya demi kesembuhan Jihyuk dan kini ia kembali harus terbakar karena fakta Kyuhyun yang juga menjadi penerima warisan mantan suaminya yang kaya raya itu. Minji hanya diam karena ia sudah mengetahui hal itu diam-diam. Perasaan tidak adil itu masih saja melingkupi Minji, sementara di sisi lain ia membutuhkan Kyuhyun untuk dirinya sendiri.

Tidak ada yang menanggapi pertanyaan Nayoung karena mereka tahu permasalahan yang terjadi belakangan, termasuk Jihye. Wanita itu mencoba menahan dirinya dan bersabar melihat respon Nayoung. Bisa dibilang, Jihye adalah satu-satunya orang yang mengerti mengapa Kyuhyun juga menjadi penerima warisan itu. Bahkan sekretaris Kim juga tidak mengetahui mengapa tuannya itu membagi hartanya untuk Kyuhyun. Pria itu berasumsi mungkin karena Kyuhyun sudah dianggap anak sendiri olehnya, meskipun menurut pribadi sekretaris Kim menilai keputusan Jihyuk sedikit aneh dan berlebihan mengingat Kyuhyun masih memiliki keluarga dan mereka tidak memiliki sama sekali hubungan darah.

“Sungguh seharusnya aku tidak ada di sini sekarang. Aku tidak membutuhkan sedikitpun harta darinya. Diam-diam ia juga sudah mempersiapkan masa depan Yonghee dan anak-anaknya—”

“Eonnie. Bisakah kau menghormati sedikit saja posisi Jihyuk Oppa?” Jihye berkata sedikit tegas pada Nayoung, membuat Minji merasakan adanya ketegangan antara bibi dan juga ibunya. Nayoung tersentak mendengar perlawanan dari mantan adik iparnya itu. Ia memang merasa berseberangan dengan Jihye, dan wanita itu kurang menyukainya sejak dirinya bercerai dengan Jihyuk.

“Kau tidak mengerti penderitaanku, Kang Jihye.”

“Kau menderita karena perbuatanmu sendiri, eonnie. Seharusnya kau mencari tahu kebenarannya dari Jihyuk Oppa jika kau memang benar mencintainya. Bukannya mengambil keputusan sepihak—”

“Ya Tuhan. Sepihak katamu? Kami sudah melalui banyak sekali pertengkaran hanya karena Yonghee. Dan apa yang Jihyuk oppa berikan padaku? Dia terlihat sangat menyedihkan untuk sekedar mengakui perselingkuhannya dengan istri sahabatnya.” Nada Nayoung mulai meninggi, membuat semua orang yang ada di sana terkejut dengan perubahan atmosfer yang begitu tiba-tiba itu. Minji bahkan ingin menangis karena ia kembali harus menghadapi situasi seperti ini untuk masalah yang sama.

“Hahhahha, kalau begitu bisa kusimpulkan, tidak banyak yang kau ketahui tentang pria yang sudah kau nikahi.” Jihye tertawa meremehkan, membuat Nayoung merasa kebingungan dengan maksud perkataan Jihye.

**

“Jihyuk Oppa pernah hampir tewas dibunuh, jika saja Daejung Oppa tidak menyelamatkannya waktu itu.”

Nayoung terkejut. Ia menatap Jihye yang juga menatapnya. Nayoung terlihat menanti kelanjutan cerita Jihye, dan mantan adik iparnya itu seakan menunggu respon Nayoung.

“Dulu Jihyuk oppa adalah pria yang arogan dan sombong. Ia seperti itu karena punya segalanya. Apa yang ia inginkan harus ia dapatkan dengan cepat. Hal itu membuat banyak orang tidak menyukainya dan benci padanya, termasuk teman-teman sekolahnya. Ia tidak memiliki banyak teman kecuali beberapa orang yang memang takut dan selalu mengikutinya kemanapun.” Jihye memulai ceritanya. Sebuah fakta yang akan ia ungkapkan pada Nayoung dan berharap akan bisa mengubah sikap wanita angkuh itu.

“Pernah suatu ketika, ia memiliki masalah dengan beberapa orang pemuda tidak jelas. Jihyuk oppa tidak takut apapun, hingga ia menghina salah satu dari pemuda itu karena dianggap mengganggu. Suatu hari, para pemuda itu mengeroyok Jihyuk oppa dan hampir saja menusuknya dengan pisau. Namun mungkin Tuhan melindunginya. Daejung oppa diam-diam menyaksikan kejadian di gang sepi itu dan mengikuti mereka. Entah karena memang ia sangat baik, ketika mereka berencana menusuk Jihyuk Oppa, Daejung oppa memunculkan dirinya dan melawan para pemuda itu, hingga akhirnya pisau mengenai perutnya.”

“Ya Tuhan—” Respon pertama dari mulut Nayoung. Wanita itu menutup mulutnya dengan tangan.

“Jihyuk oppa begitu terkejut melihat salah satu teman sekolahnya berlumuran darah di hadapannya. Untung saja nyawa Daejung oppa bisa diselamatkan. Dan sejak saat itu, mereka yang tidak berteman menjadi teman dekat. Jihyuk Oppa merasa berhutang budi dan juga nyawa pada Daejung oppa. Keluarga kami merasa sangat berterimakasih padanya. Dan Jihyuk oppa, ia berjanji akan melakukan apapun untuk bisa membalas kebaikan Daejung oppa karena telah menyelamatkan nyawanya.”

“Kini aku mengerti, mengapa dia begitu dekat dengan Cho Daejung.”

“Peristiwa itu telah mengubah kepribadian dan hidup Jihyuk oppa. Ia menjadi orang yang lebih baik pada orang lain. Dan mengenai masalah Yonghee onnie—” Jihye terdiam sejenak, memperhatikan Nayoung. Mungkin bagian ini adalah yang paling penting untuk dijelaskan pada wanita itu.

“Kehadiran Yonghee eonnie di antara mereka telah membawa perubahan besar. Memang benar, Jihyuk dan Daejung Oppa mencintai wanita yang sama. Jihyuk Oppa sangat mencintai Yonghee onnie hingga mereka berkencan waktu itu. Namun setelah mengetahui jika Daejung oppa juga menyukai Yonghee onnie, Jihyuk oppa bahkan merelakan wanita yang sangat ia cintai untuk Daejung oppa. Ia sangat terpukul karena merasa telah mengikat Yonghee onnie padahal wanita itu mencintai sahabatnya. Yonghee onnie tidak bisa berkata tidak pada Jihyuk Oppa, karena semua kebaikan Jihyuk oppa padanya. Namun karena janjinya dan demi persahabatannya, Jihyuk oppa dengan ikhlas melepaskan Yonghee onnie. Bagi oppa, Cho Daejung adalah pahlawan di hidupnya. Seorang sahabat, dan orang yang sangat ia hormati. Tidak masalah baginya terluka asalkan Daejung oppa bahagia. Mereka berpisah baik-baik tanpa membuat Daejung Oppa merasa ragu dan bersalah.”

Nayoung terisak. Ia terharu mendengar cerita Jihye. Jadi, semuanya karena mendiang Cho Daejung. Pria itulah alasan berakhirnya hubungan Jihyuk dan Yonghee.

“Tapi mengapa mereka semua berbohong padaku? Apa salahnya menceritakan masa lalu padaku? Alasan mengapa ia dengan Cho Daejung menjadi dekat, dan juga hubungannya dengan Yonghee—”

“Aku tidak yakin apa alasannya merahasiakan itu darimu. Namun yang kutahu, Jihyuk oppa adalah tipe orang yang tidak ingin terikat dengan masa lalu. Ia tidak ingin masa lalu mempengaruhi masa depannya. Untuk itulah ia tidak ingin semua orang tahu tentang tindakannya yang nyaris menghilangkan nyawa orang lain.” Jihye diam sejenak. Nayoung terlihat begitu bingung dan terkejut.

“Eonnie, kau mungkin tidak akan pernah tahu, seberapa dalam Jihyuk Oppa mencintaimu. Namun sejak mengenalmu, ia benar-benar bisa merelakan Yonghee eonnie. Mereka bahkan bisa kembali berteman. Mungkin merahasiakan semuanya darimu adalah hal terbaik baginya agar tidak ada lagi yang mengingatkannya soal masa lalu. Dan soal hutang Daejung Oppa—”

“Aku mengerti. Kau ingin mengatakan bahwa Jihyuk Oppa melakukannya semata-mata karena persahabatannya dengan Cho Daejung, dan bukan karena Yonghee. Begitu kan?”

“Selain itu, kau harus tahu. Akulah yang memita Yonghee eonnie untuk menemui Jihyuk Oppa. Yonghee eonnie meminta bantuanku saat itu, tapi aku tidak memiliki uang sebanyak itu. Lagipula, meskipun sudah lama tidak berhubungan dan hidup masing-masing, aku yakin Jihyuk Oppa pasti akan membantu mereka karena hutang budinya itu.”

“Oh, Jihye ya. Haruskah aku percaya dengan semua ucapanmu?” Nayoung terlihat begitu sedih.

“Eonnie. Daejung Oppa sudah tidak ada. Kenyataan itu membuat Jihyuk Oppa ikut terpukul karena kehilangan sahabatnya. Yonghee eonnie hidup menderita selama bertahun-tahun, dan kurasa kau pasti mengerti arti kebaikan Jihyuk Oppa. Ia sangat memegang prinsipnya. Ia berhutang budi dan nyawa pada Cho Daejung. Kurasa tidak mungkin Jihyuk Oppa berpikir untuk mengambil kembali janda sahabatnya. Kau tahu mengapa? Karena Jihyuk Oppa masih mencintai mantan istrinya. Ia masih mencintaimu, eonnie.”

“Pria bodoh. Ia menipuku dengan semua lelucon ini dan menghancurkan pernikahan kami. Aish! Tidakkah aku berhak menyalahkannya atas semua ini? Jika saja ia menjelaskan keterikatannya dengan Cho Daejung. Semuanya tidak akan menjadi seperti ini—”

“Eonnie. Belum terlambat untuk memulai lagi semuanya. Jihyuk Oppa membutuhkanmu di saat-saat seperti ini. Aku harap apa yang kau ketahui hari ini bisa mengubah kebencianmu selama ini.”

Nayoung terdiam, masih terkejut. Perasaannya berkecamuk. Selama ini ia telah jahat pada keluarga Cho Daejung, bahkan memisahkan Kyuhyun dari putrinya. Nayoung pun paham mengapa Jihyuk membawa Kyuhyun bersamanya. Wanita itu menatap tubuh Jihyuk yang sedang tertidur dan beristirahat. Ia harus menunggu pria itu untuk sembuh sehingga ia bisa mengajukan semua protesnya terhadap pria tua itu.

Sementara itu, seseorang terisak dalam di balik pintu, menutup mulutnya. Ia kembali menguping pembicaraan antara bibi dan ibunya. Minji adalah salah satu orang yang merasa sangat terpukul dengan kebenaran itu. Ia merasa bersalah pada Yonghee, dan menyesal karena telah mencampakkan Kyuhyun. Minji berpikir untuk segera menemui Kyuhyun. Ia harus bertemu pria itu, dan menyembah Kyuhyun untuk memohon maaf dari laki-laki itu dan juga ibunya.

—————————

Donghae menghentikan mobilnya di depan pagar rumah sederhana itu kemudian menatap wanita di sebelahnya. Minji terlihat menarik nafas dalam lalu membenarkan letak syalnya untuk mengurangi rasa gugupnya.

Hari ini, ia meminta Donghae menemaninya pergi ke Sokcho. Minji tidak tahu lagi di mana ia bisa menemukan Kyuhyun selain di Sokcho, karena tak ada seorang pun yang bersedia memberitahunya tentang keberadaan Kyuhyun saat ini termasuk Changmin, Eunyuk dan Hyojin. Minji tidak memiliki banyak teman yang ia percaya, tapi entah mengapa ia merasa nyaman dengan Lee Donghae. Pria itu begitu baik padanya sejak awal.

“Sebaiknya aku diam di dalam mobil. Kyuhyun mungkin akan berpikiran buruk terhadapku jika aku turut masuk ke dalam.”

“Tidak. Kau ikutlah bersamaku. Aku tidak siap menghadapinya sendiri. Dan aku juga akan bertemu dengan ibunya. Kurasa Kyuhyun tidak akan marah. Lagipula di antara kami tidak ada apa-apa—”

“Kau yakin tidak ingin kembali padanya?”

“Aku memikirkan hal itu tapi betapa tidak tahu dirinya aku jika masih memaksanya untuk kembali padaku. Akan kujadikan hal itu sebagai hal terakhir yang kuharapkan dari hal ini.” Minji tersenyum, menguatkan dirinya. Pada awalnya ia ingin membawa Nyaoung ikut serta, karena wanita itulah yang terutama harus meminta maaf pada Yonghee dan keluarganya. Namun Shin Nayoung menolak untuk ikut dan beralasan untuk menjaga Jihyuk di rumah sakit. Wanita itu akan meminta maaf juga tentunya, tapi nanti. Minji mengerti ibunya hanya belum siap, dan wanita itu tentu harus melapangkan hatinya untuk bertemu dengan Yonghee. Well, gengsi ibunya begitu besar.

Cho Yoora terpaku di tempat ketika menyaksikan siapa yang tengah mengunjungi rumahnya siang ini. Kang Minji dan seorang pria asing yang tampan di belakang wanita itu. Yoora mengerjap ketika Minji tersenyum padanya. Tiba-tiba saja gadis itu teringat masalah yang menimpa oppanya dan seketika ia membenci Minji untuk hal itu.

“Y—oora ya. Annyeong. Apa kabarmu?” Minji bertanya lembut. Ia merasakan aura permusuhan dari gadis yang pernah dekat dengannya ini.

“Mengapa kau datang ? Apa kau ingin membuat masalah lagi?” Yoora menyahut dingin, membuat Minji terkejut. Namun ia bisa mengerti mengapa respon Yoora seperti itu.

“M—maaf. Aku— aku hanya ingin meminta maaf pada Kyuhyun dan Bibi, dan tentu juga denganmu—”

“Kyuhyun Oppa tidak di rumah. Sebaiknya kau pulang dan –”

“Cho Yoora.”

Yoora diam ketika Yonghee muncul dan sedikit menegurnya. Wanita tua itu terkejut dengan kemunculan Minji dan teman prianya, tapi tetap tidak membuat wanita baik itu kehilangan senyumannya. Berbeda reaksi dengan Yoora, Yonghee mempersilakan tamunya untuk masuk ke dalam.

**

“Kau kekasih baru Minji eonnie?” Yoora menyelidiki Donghae. Pria itu berada di teras belakang, menatap kebun bunga milik keluarga Cho karena ia tidak ingin mengganggu Minji dan ibu Kyuhyun.

“Bukan. Aku hanya temannya.” Donghae menjawab pelan. Ia mencoba tersenyum pada gadis yang tiba-tiba muncul dan membawakan segelas minuman untuknya.

“Oh. Kupikir kau pacar barunya. Jika memang iya, aku tahu alasan lain mengapa ia meninggalkan oppaku. Karena ternyata ia mendapatkan pria yang lebih tampan sepertimu.”

Donghae terbatuk. Gadis ini terus bicara semaunya. Ia masih sangat muda, terlihat sekitar 4 atau 6 tahun di bawah Donghae. Yoora terus menatap Donghae, membuat pria itu merasa tidak nyaman karena seolah Yoora juga turut menyalahkannya.

“Tolong jangan menatapku seperti itu. Aku berkata jujur. Aku hanya teman Minji.”

“Teman yang menyukainya diam-diam?”

Donghae menelan ludahnya. Apa gadis ini adalah ahli nujum? Ataukah dirinya begitu terlihat menyukai Minji? Donghae tidak mau mengacaukan semuanya dengan meladeni pertanyaan gadis ini. Ia memutar otak untuk mengalihkan pembicaraan.

“Ah, aku mengenal Minji  sudah lama. Kami berteman dan sudah seperti saudara. Minji  sangat menyukai Kyuhyun jadi kau jangan berpikiran aneh-aneh lagi. Oh ya, apa kau mau mengantarku jalan-jalan di sekitar sini? Kurasa Minji dan ibumu akan bicara cukup lama. Aku tidak pernah datang ke Sokcho jadi aku ingin melihat-lihat sekitar sini.” Donghae bicara panjang lebar untuk pertama kalinya. Ia tersenyum segaris pada gadis di depannya, berharap agar gadis itu tidak lagi merecokinya dengan pertanyaan-pertanyaan aneh.

Sementara itu, Minji menangis karena tidak bisa menahan dirinya. Setelah meminta maaf dan mengakui kesalahannya pada Yonghee, Minji harus menerima kenyataan bahwa Kyuhyun tidak berada di Korea saat ini. Yonghee terpaksa memberitahu Minji tentang keberadaan Kyuhyun karena ia tidak tega melihat Minji begitu tersiksa akan rasa bersalah dan menyesalnya.

“Jika kau mau, kau bisa meneleponnya atau mengiriminya pesan. Aku akan memberitahumu nomornya di sana.” Yonghee menepuk bahu Minji, dan wanita itu masih saja terisak dalam. Minji menggelengkan kepalanya. Ia tidak butuh nomor telepon Kyuhyun. Yang ia butuhkan adalah bertemu dengan pria itu dan meminta maaf secara langsung.

“Bibi, Kyuhyun pasti membenciku. Iya kan? Ia pasti sangat membenciku. Ia bahkan tidak memberitahuku akan pergi sejauh itu—” Suara Minji bergetar hebat. Rasanya ia mau pingsan saja karena tidak kuat menahan kesedihan dan kerinduannya pada Kyuhyun. Minji pikir ia akan bisa bertemu dengan Kyuhyun di Sokcho. Namun pria itu berada di Amerika.

“Nak, Kyuhyun pergi untuk belajar. Ia akan kembali tentu saja. Bersabarlah untuk menunggunya. Aku tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini. Namun Kyuhyun ingin fokus dengan sekolahnya karena ia sudah cukup lama ingin melanjutkan sekolahnya.”

Isakan Minji terdengar semakin dalam. 2 tahun. Itu akan sangat lama baginya. Ia harus menunggu selama itu hanya untuk meminta maaf?

“Minji ya, apa kau masih mengharapkan Kyuhyun, Nak?”

Yonghee mengusap pipi Minji, membuat wanita itu melihatnya. Minji menatap wajah Yonghee, wanita yang telah melahirkan Kyuhyun. Apakah pantas jika dirinya berkata jujur, bahwa ia masih sangat-sangat mengharapkan Kyuhyun kembali ke sisinya, menjadi partnernya?

Bukannya menjawab pertanyaan Yonghee, Minji justru memeluk wanita tua itu dan menangis di pelukannya. Dari respon Minji, Yonghee tahu apa yang dirasakan gadis itu terhadap putra sulungnya. Namun Yonghee tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin Tuhan telah menciptakan jalan yang seperti ini. Jika memang mereka berjodoh, Kyuhyun dan Minji pasti akan kembali bersama.

—————————-

Enam Bulan kemudian…

Jihyuk duduk di ruang tengah sambil menonton televisi sore itu. Tak berapa lama seorang wanita mendekatinya kemudian duduk di sebelahnya sambil meletakkan sup jagung buatannya yang masih hangat. Wanita itu tersenyum pada Jihyuk, lalu mengambil satu sendok dan meminta agar Jihyuk mencoba sup buatannya.

“Kupikir kau membuatnya untuk Minji. Ini kesukaannya.”

“Aku membuatkannya, hanya saja ini juga baik untuk kesehatanmu.”

“Nayoung ah.”

Jihyuk menatap wanita di sebelahnya dan tersenyum. Tangan kasarnya menyentuh tangan halus mantan istrinya, membuat Nayoung harus meletakkan sendok di tangannya kembali di tempatnya.

“Oppa, ada apa?”

“Maukah kau tinggal di rumah ini lagi? Setiap kali kau datang, aku merasa senang. Namun aku merasa sedih setiap kau harus meninggalkanku lagi.”

Nayoung terdiam. Apa maksud perkataan Jihyuk dengan memintanya untuk tinggal bersama? Ibunya mungkin akan membunuhnya jika mengetahui bahwa selama ini ia kembali menjalin hubungan baik dengan Jihyuk.

“Oppa, aku tidak mengerti maksudmu. Namun sepertinya, aku tidak bisa tinggal di rumah ini. Aku bukan lagi istrimu. Aku hanya membantu Minji merawatmu.”

“Kau pernah menjadi istriku dan aku ingin kau kembali lagi menjadi istriku. Apa itu terdengar aneh?”

“Oppa— itu— itu tidak mungkin.”

“Mengapa tidak mungkin? Kita bisa menikah lagi dan kau bisa tinggal di sini lagi.”

“Kau jangan bergurau. Hal itu akan sangat memalukan. Kita sudah tua, Oppa.”

“Dan aku ingin menghabiskan masa tuaku dengan istri dan anakku. Nayoung ah, apa keinginanku terdengar salah? Selama ini kau sudah merawat dan menjagaku. Aku bisa merasakan kasih sayangmu dan hal itu membuatku sembuh.” Nayoung terdiam, memikirkan ucapan Jihyuk.

“Kenapa? Apa kau masih meragukanku? Kau tidak percaya padaku?”

“Bukan. Tidak seperti itu. Aku— aku harus bicara dengan Omma.”

“Aku akan bicara dengannya. Sekalipun omonim membunuhku, aku akan tetap membawamu kembali.”

“Akan kupikirkan.”

Nayoung merasa gugup. Setelah sekian lama, ia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Jihyuk sedang mencoba melamarnya lagi. Apa yang bisa ia lakukan? Hati kecilnya juga menyerukan untuk kembali pada Jihyuk. Satu-satunya pria yang ia cintai.

**

“Sayang, buka matamu.”

Minji menggeliat, dan merasakan jari telunjuk Kyuhyun menarik garis di wajahnya. Ia tertidur di bahu Kyuhyun, dan keduanya masih dalam posisi duduk bersandar pada kaki sofa di ruang tengah. Selimut tebal menutupi setengah tubuh mereka. Ketika Minji benar-benar membuka matanya, ia melihat layar televisi di depannya masih menyala dan wajah Kyuhyun yang tersenyum menatapnya.

“Filmnya hampir habis. Dan kau tertidur.”

“Maaf, aku mengantuk.”

“Mau pindah ke kamar?”

“Kamarmu atau kamarku?” Minji bertanya antusias. Ia mendekatkan wajahnya, mendongak menatap Kyuhyun dengan ekspresi manja.

“Tentu saja kamarmu. Dan aku kembali ke kamarku.”

“Huh, tidak seru.” Minji menarik wajahnya kembali, kecewa.

“Hahahha, Paman bisa mengamuk jika tahu kita tidur bersama.”

“Kau munafik sekali. Hanya tidur bersama dan memelukku apa itu salah? Jangan bersikap konservatif karena appa tidak sekuno itu.” Minji merengut. Ia memang senang tidur dengan memeluk atau dipeluk Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa. Ia merangkul tubuh ramping Minji, mendekapnya erat. Kyuhyun meletakkan dagunya di atas kepala Minji dan gadis itu tersenyum kecil di dada Kyuhyun.

“Aku suka kau peluk. Aku suka aroma tubuhmu dan aku suka berdekatan denganmu.” Ujar Minji sambil memejamkan matanya, menikmati pelukan Kyuhyun.

“Aku juga suka memelukmu, menyukai wangi sabun yang kau pakai dan juga ini.”

Kyuhyun mengecup bibir Minji tiba-tiba, lalu tersenyum. Minji berkedip menatap Kyuhyun dan ia tidak terima jika Kyuhyun hanya memberinya sebuah kecupan saja. Minji memajukan lagi wajahnya dan Kyuhyun tertawa. Gadis itu menantangnya tapi Kyuhyun sengaja ingin menggoda Minji. Ia membiarkan gadis itu meminta darinya, tapi Kyuhyun tidak akan mengabulkan apa yang gadis itu inginkan darinya.

“Menyebalkan.” Kesal Minji, menarik lagi wajahnya yang sudah merona karena malu.

“Jika kau ingin kenapa tidak lakukan saja?” cibir Kyuhyun.

Minji menepuk lengan Kyuhyun kesal hingga menimbulkan suara dan Kyuhyun sedikit kesakitan. Minji membuang wajahnya ke arah lain, memeluk teddy bear besar di sebelahnya.

Kyuhyun lalu tertawa dan memeluk Minji dari belakang yang tengah memeluk boneka besarnya. Pria itu menyerukkan bibirnya di sudut leher Minji, mencari kehangatan di sana. Minji berdecak kesal namun senang. Kyuhyun selalu bebas melakukan apapun yang ia mau sementara dirinya tidak. Ini tidak adil. Mereka memang baru saja berpacaran, dan hal itulah yang membuat Minji masih merasa sedikit malu untuk memulai lebih dulu.

Cup.

Minji tiba-tiba berbalik dan menangkup wajah Kyuhyun, menciumnya. Kyuhyun menyeringai menang, lalu membalas ciuman kekasihnya. Memiringkan kepalanya, menikmati setiap sudut bibir Minji dan tersenyum di sela-sela ciuman itu.

“Bayangkan jika kita berada di dalam kamar dan hal ini berlanjut. Akan sangat sulit dihentikan.” Bisik Kyuhyun.

“Aku hanya ingin tidur memelukmu. Itu saja.” Minji masih bersikeras. Meminta.

“Baiklah. Kita tidur di sini saja kalau begitu.” Kyuhyun akhirnya mengambil keputusan yang adil. Minji tersenyum puas, mengecup pipi Kyuhyun dan menarik teddy bearnya, menjadi alas kepala mereka berdua.

“Terima kasih, sayang.” Minji tersenyum dan mengecup pipi Kyuhyun lagi setelah mereka memutuskan untuk berbaring dan menarik selimut menutupi tubuh keduanya.

Minji duduk lemas di atas sofa. Setiap sudut rumah ini selalu mengingatkan dirinya akan kenangan bersama Kyuhyun. Ia merindukan pelukan Kyuhyun. Minji baru benar-benar menyadari, selama ini Kyuhyun berusaha menjaga dirinya, menjaga hubungan mereka. Ia berusaha membatasi dirinya karena ia menghormati keluarga Kang. Kyuhyun mencintainya dan membedakannya dengan gadis-gadis yang pernah dikencaninya. Bagi Kyuhyun dirinya begitu berharga tapi Minji justru memperlakukan pria itu seperti sampah.

Baiklah, penyesalan semakin besar. Melepas Kyuhyun adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan. Kyuhyunnya yang tampan, cerdas, penuh tanggung jawab, meskipun sedikit nakal dan disukai banyak wanita. Namun Kyuhyun hanya mencintainya. Minji belum pernah merasakan jatuh cinta pada seorang pria sampai seperti ini. Apapun kesalahan yang Kyuhyun lakukan, Minji selalu bisa memaafkannya padahal dirinya bukanlah seorang pemaaf. Kyuhyunlah satu-satunya teman terdekat yang pernah ia miliki. Pria itu memahaminya, menerima sifat buruknya dan bersedia mengalah untuknya. Dan Minji justru menjauhi Kyuhyun untuk sebuah hal yang bahkan pemuda itu tidak mengerti di mana letak kesalahannya.

Enam bulan telah berlalu, dan Minji sangat lemah saat ini. Ia mencoba untuk menyibukkan diri dengan segala aktivitas kantor tapi tetap saja ia masih merindukan Kyuhyun. Ia belum meminta maaf pada laki-laki itu. Haruskah ia menyusul Kyuhyun ke Amerika? Ia tidak peduli Kyuhyun akan memaafkannya atau tidak, karena yang terpenting bagi Minji saat ini hanyalah melihat Kyuhyun segera. Kalaupun Kyuhyun mengabaikannya, Minji sudah siap dengan hal itu karena ia benar-benar ingin melihat Kyuhyun. Persetan dengan harga dirinya. Ia sudah dibutakan akan cinta.

Minji akan bicara dengan ayahnya. Sebenarnya begitu mengetahui Kyuhyun berada di Amerika dari ibunya Minji sudah memiliki pikiran untuk pergi menyusul pria itu. Namun Nayoung dan Jihyuk melarangnya, karena alasan kesehatan Jihyuk dan juga tanggung jawab Minji di perusahaan. Selama itu pula Minji menahan dirinya, memendam kerinduannya dan juga menyimpan permohonan maafnya. Minji merasa senang dengan membaiknya hubungan kedua orangtuanya. Namun, hati kecilnya tetap saja menangis dan menyerukan hal lain. Mungkin saja hal itu adalah Kyuhyun. Minji membutuhkan Kyuhyun untuk melengkapi kebahagiaannya.

————————-

New York, AS

Kyuhyun baru saja mengakhiri kelasnya hari ini. Ia merapikan semua perlengkapannya dan memasukkannya ke dalam tas. Laki-laki itu tidak sabar untuk segera pulang dan mengerjakan tugas baru yang diberikan dosen untuknya. Ya, kali ini adalah tugas dari mata kuliah yang paling disukainya.

Seorang gadis menunggu Kyuhyun di tempat pria itu meletakkan sepedanya. Jessy, nama gadis keturunan Kanada itu. Ia menyukai Kyuhyun dan selalu berupaya untuk mendekati Kyuhyun meskipun Kyuhyun sudah pernah menolak gadis itu secara halus. Meskipun demikian, Kyuhyun tidak melarang Jessy untuk berteman dengannya. Ia senang berdekatan dengan banyak wanita, namun entah mengapa minatnya berkurang untuk mengencani wanita-wanita itu.

Hi, Jess. Wanna go home?” Kyuhyun tersenyum, menaiki sepedanya.

Not yet. I’m waiting for you.” Gadis bermata cokelat itu tersenyum.

Oh really? Whats going on?”

Nothing. I just want to spend lunch time with you.” Tanpa malu Jessy mengungkapkan keinginannya. Kyuhyun terlihat berpikir. Ia ingin menolak namun gadis ini sudah menunggunya. Pada akhirnya, Kyuhyun menyetujui makan siang bersama gadis itu.

Begitulah Kyuhyun. Di manapun ia berada, para wanita selalu mendekatinya. Tidak hanya Jessy, tapi masih ada banyak gadis lain di kampus itu yang menyukainya hanya saja Jessy lah yang paling beruntung bisa berteman dengannya.

Kyuhyun mulai betah dengan kehidupan barunya. Ia belajar dengan baik dan bekerja sebagai seorang bartender di malam hari pada sebuah bar di dekat tempat tinggalnya. Kyuhyun kadang ingin bermain DJ lagi, hanya saja ia tidak cukup percaya diri untuk memperlihatkan bakatnya di kota besar itu. Ia mungkin tidak harus bekerja tapi ia tidak ingin menyusahkan Henry dengan membayar seorang diri sewa penthousenya. Kyuhyun masih memiliki cukup tabungan dari hasil jerih payahnya selama bekerja di perusahaan Jihyuk dan juga kiriman uang saku dari pria tua itu. Meskipun menolak kiriman uang saku itu, Jihyuk tetap bersikeras mengirimi Kyuhyun uang karena ia merasa bertanggungjawab terhadap Kyuhyun.

Tiba-tiba handphone Kyuhyun bergetar. Henry meneleponnya.

“Jangan pulang. Sebaiknya kau langsung saja ke tempat kerja.”

“Kenapa? Aku ingin beristirahat dan mengerjakan sedikit tugasku. Aku masih punya banyak waktu.”

“Tidak. Kau bisa diam di tempat lain. Aku— aku sedang bersama seorang gadis sekarang. Aku tidak ingin kau mengganggu kami.”
Dan Henry memutuskan telepon mereka. Kyuhyun mengernyitkan alisnya. Ya, Henry memang sudah berubah. Kyuhyun kerap melihat Henry mengencani beberapa wanita dan memang ia sering mengajak mereka ke penthouse. Di awal-awal Henry mengungkapkan pada Kyuhyun bahwa ia kini jauh lebih tertarik pada gadis daripada pria. Kyuhyun turut senang, meskipun Henry terlihat bajingan karena kerap berganti wanita tapi setidaknya itu lebih baik daripada menjadi seorang gay.

Baiklah. Kyuhyun menghormati Henry karena ia menumpang di rumah pria itu. Kyuhyun akan beristirahat di tempat lain, meskipun ia merasa sedikit aneh karena tidak biasanya Henry sampai melarangnya pulang hanya karena ia membawa seorang gadis.

**

Henry terlihat berdebat di depan pintu penthousenya dengan seorang gadis berwajah oriental. Hal itu sudah berlangsung sejak satu jam yang lalu. Gadis itu adalah Kang Minji, mantan kekasihnya. Henry tidak tahu mengapa tiba-tiba wanita itu muncul di depan rumahnya dan Minji juga terkejut ketika ia mendapati bahwa rumah yang ia tuju adalah rumah Henry. Minji mendapatkan alamat ini dari Ibu Kyuhyun. Mana mungkin Yonghee menipunya?

“Kau pasti berbohong.” Kesal Minji.

“Aku tidak berbohong. Kyuhyun memang sedang tidak ada di rumah. Ia pergi camping sejak dua hari lalu ke California dengan beberapa teman kampusnya.” Henry mengarang alasan. Untung saja ia cepat menghubungi Kyuhyun agar pria itu tidak pulang. Henry ingin mengerjai Minji.

Gadis itu terlihat menghela nafasnya. Kenyataan bahwa Kyuhyun tinggal dengan Henry membuatnya shock. Kyuhyun tidak mungkin menjadi serang gay bukan? Ia tidak tahu sejak kapan keduanya menjadi dekat dan berteman, bahkan Kyuhyun bisa menghubungi Henry untuk menampungnya tinggal.

“Jadi, apa kau tahu kapan dia akan pulang?”

Not sure. Kami tidak mencampuri urusan masing-masing. Dia terbiasa pergi selama satu minggu untuk melepas penat setelah ujian.”

“Apa? Satu minggu?” Minji merasa kepalanya pening. Ia hanya punya waktu satu minggu dan Kyuhyun tidak ada di tempatnya? Haruskah ia menyusul Kyuhyun ke California? Mengingat betapa eksotis gadis-gadis di sana, Minji yakin Kyuhyun pasti datang ke sana untuk bersenang-senang. Membayangkan hal itu, rasanya ia menyesal sudah datang jauh-jauh ke New York. Kyuhyun tetaplah Kyuhyun. Mungkin setelah berpisah dengannya Kyuhyun kembali pada wanita-wanita tidak jelasnya.

“Kau mau kemana?” Henry tanpa sengaja menahan tangan Minji. Gadis itu berbalik, menatap Henry yang menyentuh tangannya.

“Tentu saja kembali. Kyuhyun tidak ada.” Jawab Minji ketus.

“Kau— apa kau tidak sedikitpun rindu padaku?”

Mereka bertatapan. Minji sedikit melunak. Ia melepaskan tangan Henry pada tangannya. Ia tidak seharusnya terus-menerus bersikap buruk pada Henry. Mungkin ia mulai bisa berteman dengan Henry. Pria itu bukankah pernah menjadi orang terdekatnya?

“Henry ssi, kau tahu tentang aku dan Kyuhyun?” Tanya Minji.

“Oh, ya. Kyuhyun pernah bercerita.”

“Aku merindukan Kyuhyun. Jika kau berbaik hati, kabari aku apabila ia kembali sebelum satu minggu. Aku tinggal di tempat ini dan waktuku di sini hanya satu minggu.” Minji menyerahkan selembar kertas berisikan alamat tempat tinggalnya dan juga nomor teleponnya pada Henry. Setelah itu, Minji benar-benar pergi. Henry menatap tubuh gadis itu yang menjauh. Ia merindukan Minji tiba-tiba, dan wanita itu sudah mengubahnya tanpa sengaja. Ia merasa kasihan pada Minji. Namun, ia ingin sedikit bermain-main.

—————————

Kyuhyun memarkirkan sepedanya di depan sebuah café yang ada di dekat rumahnya. Ia bermaksud membeli coffee untuk dibawanya ke kampus siang itu. Café ini adalah langganan Kyuhyun sejak pertama kali ia tiba di kota ini. Kyuhyun memesan satu cup cappuccino latte favoritnya.

Suasana café terlihat sedikit lenggang dari biasanya. Hanya ada beberapa gadis pelajar yang sedang bergosip dan gadis-gadis itu sedikit berbisik-bisik ketika melihat Kyuhyun. Ya, wajar saja karena tidak banyak orang Korea yang ada di kota ini apalagi wajah Kyuhyun memang disukai beberapa gadis di sini.

Setelah membayar, Kyuhyun segera pergi tapi ekor matanya menangkap sosok seorang gadis yang tengah duduk menyendiri di salah satu sudut café di tepat di sebelah kaca besar yang menghadap ke luar. Kyuhyun menoleh, dan gadis dengan kemeja pink bermotif garis vertikal tipis-tipis itu duduk membelakangi Kyuhyun, sedang serius membaca buku.

Kyuhyun tiba-tiba teringat pada Minji. Dari belakang, perawakan gadis itu benar-benar mirip dengan Minji. Warna dan panjang rambutnya yang dikuncir, kemudian bentuk tubuhnya, sungguh menyerupai Minji. Namun Kyuhyun mengenyahkan pikiran itu ketika memperhatikan jins dan sepatu kets yang dipakai gadis itu. Minji tidak begitu suka memakai sepatus kets dan jins, dan gadis itu juga terlihat lebih pendek dari Minji. Cho Kyuhyun, sebaiknya kau berhenti berkhayal. Lagipula mana mungkin Minji ada di sini? Ia adalah wanita sibuk.

Kyuhyun mengambil sepedanya yang terparkir di luar. Gadis itu duduk tepat di samping kaca tempat Kyuhyun memarkir sepedanya. Ia tidak punya waktu lagi dan segera mengayuh sepedanya.

Sementara itu, Minji yang sedang duduk di sebuah café siang itu mulai merasa bosan. Ia menutup bukunya, lalu menatap ke jalanan luar dari kaca. Oh, seorang pria sedang membelakanginya dan rupa-rupanya sepeda itu adalah milik si pria. Sebelumnya sepeda itu tidak ada dan Minji melihat sepeda itu sudah terparkir di luar ketika ia kembali dari toilet.

Minji sempat berpikir mengapa pria dengan sweater cokelat itu terlihat seperti Kyuhyun dari belakang. Ah, mungkin saja dirinya sedang berhalusinasi. Bukankah Kyuhyun sedang berada di California? Apa tidak sebaiknya ia menyusul pria itu ke sana? Minji terlalu sibuk bernostalgia di tempat-tempat favoritnya hingga ia melupakan tujuan utamanya untuk meminta maaf pada Kyuhyun.

—————————-

“Ada apa denganmu?” Kyuhyun bertanya pada Henry.

Henry terlihat aneh. Kyuhyun merasa ada sesuatu yang disembunyikan pria itu tiga hari terakhir. Dan malam ini, Kyuhyun memergoki Henry yang tengah menatapnya dengan gelisah. Kyuhyun jadi tidak berkonsentrasi mengerjakan tugas sketsanya karena merasa risih dengan Henry. Ia khawatir Henry kembali menjadi gay atau semacamnya, dan Kyuhyun tidak ingin menjadi objek dari pria itu.

“Ti—tidak. Aku tidak apa-apa.”

“Jangan menatapku begitu. Kau membuatku merinding.” Kyuhyun melanjutkan tugasnya.

“Kyuhyun ssi— kau ingat besok hari apa?’

Kyuhyun tersentak. Tentu saja ia ingat. Besok adalah hari ulang tahun Minji. Namun apakah Henry sedang berbicara tentang hal itu padanya? Dan mengapa Henry tiba-tiba membahas hal itu?

“Besok seseorang berulang tahun. Apa ada hal penting lain selain hal itu?” Kyuhyun memastikan.

“Ah, kau masih ingat rupanya. Bagaimana jika seandainya sekarang Minji ada di sini?”

“Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?”

“Tidak. Aku hanya ingin tahu. Jika seandainya Minji ada di new York saat ini, apa yang akan kau lakukan untuk hari ulang tahunnya besok.”

“Aku tidak tahu. Hubungan kami tidak baik. Jadi aku tidak tahu.” Kyuhyun kembali melanjutkan tugasnya.

“Dulu, kami selalu merayakan hari ulang tahunnya dengan pergi ke amusement Park. Naik komedi putar, makan es krim, dan melakukan hal-hal lain seperti anak kecil.”

“Mengapa kau tiba-tiba mengenang hal-hal seperti itu? Apa kau masih menyukainya?” Kyuhyun merasa sedikit terganggu dengan ucapan Henry.

“Oh, kau tidak usah khawatir. Aku mungkin masih menyukainya, tapi Minji tidak akan bisa lagi menyukaiku.” Henry tersenyum miris.

Suasana menjadi hening tiba-tiba. Mereka sedang membicarakan seorang wanita yang sama-sama pernah begitu berarti di hidup mereka.

Henry kemudian beranjak dari duduknya, bermaksud untuk pergi tidur lebih dulu. Namun sebelum itu ia menghampiri Kyuhyun, menepuk bahu Kyuhyun.

“Jika besok ada keajaiban, mungkin saja kau akan bertemu dengannya.”

Kyuhyun terdiam. Henry benar-benar aneh. Mengapa tiba-tiba ia mengucapkan hal-hal yang tidak masuk akal?

————————–

Minji gelisah. Sudah empat hari berlalu dan ia belum juga bertemu dengan Kyuhyun. Minji melewatkan empat harinya tanpa hasil, dan ia hanya punya tiga hari tersisa.

Hari ini, ia mengikuti saran Henry. Pria itu berkata lewat pesan padanya bahwa Kyuhyun telah kembali. Henry menyarankan agar Minji datang secara langsung ke kampus Kyuhyun untuk bertemu pria itu.

Dan di sinilah ia sekarang, duduk di bangku taman yang ada di kampus pria itu. Sudah empat jam ia menunggu di sana. Keberadaan Minji cukup mencolok karena ia tidak terlihat seperti pelajar di kampus itu. Beberapa pria asing berambut pirang dan cokelat tersenyum padanya dan menyapanya, tapi Minji benar-benar tidak membutuhkan mereka. Lagipula beberapa di antara mereka terlihat jauh lebih muda darinya. Ia hanya ingin bertemu Kyuhyun, dan menyampaikan permohonan maafnya yang telah tersimpan beberapa bulan ini.

“Hello~”

Minji menoleh dan tersenyum ketika seorang pria asing tampan menyapanya dan duduk di sebelahnya.

“People are talking about an asian girl who are sitting here. Are you a new student or..”

“Oh, no. I just want to meet my friend and waiting for him.” Minji tersenyum ramah.

“Really? Who is he?”

“His name is Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Do you know him?”

“Ah, Of course I know him and everyone too. He is popular guy here and no wonder. Girls like him a lot. You too.” Pria asing itu tersenyum, menjelaskan apa yang ia tahu. Minji tersenyum, meskipun ia sedikit kesal dengan fakta Kyuhyun yang disukai para gadis.

“Ah, Are you his classmate? “

“No, I’m not his classmate but we talk sometimes. I think his class just ended one hour ago.”

“Ah, really?”

Minji bercakap-cakap dengan pria itu untuk beberapa saat dan pria itu pergi meninggalkannya untuk sebuah kelas yang harus dihadirinya. Minji sedikit kecewa. Apa mungkin Kyuhyun sudah pulang? Jika memang benar pria itu sudah pulang, itu artinya ia kembali membuang-buang waktunya selama empat jam di tempat ini.

Cho Kyuhyun, mengapa sangat sulit untuk bertemu denganmu? Tidakkah kau tahu betapa bahagianya aku karena mungkin saja kita akan bertemu hari ini?” gumam Minji dalam hati.

**

Kyuhyun mengayuh sepedanya dengan pelan. Pukul 12 malam dan Kyuhyun ingin segera tiba di rumah. Ia baru saja pulang bekerja dan Kyuhyun masih memikirkan ucapan Henry semalam. Belum lagi salah satu teman kampusnya mengatakan bahwa seorang wanita Korea menunggunya di kampus tadi siang. Apakah semua ini hanya kebetulan? Tidak mungkin Minji ada di New York. Lagipula hubungan mereka sudah berakhir, dan Kyuhyun masih dalam tahap melupakan wanita itu.

Kyuhyun membenci dirinya sendiri. Belum pernah ia merasa begitu lemah karena seorang wanita, dan belum pernah seorang wanita melakukan hal seperti ini padanya. Memikirkan Minji membuatnya kembali merasa kehilangan semangat, dan Kyuhyun mengayuh sepedanya sambil menatap kosong jalanan di depannya.

Nothing has ever broken me like you did
No one I ever wanted more than you
Nobody else can make a man so weak
Make him fall in love so deep, baby

If I could just get over you I would
Don’t wanna love you anymore
And missing you is like fighting a war
It’s a battle I’m losing
And I’d give up girl if I could
If I could walk away as easily as you, I would

(Henry Lau- I Would)

**

Minji berjalan gontai. Tatapannya kosong menatap trotoar di bawah kakinya. Hari ini ia kembali tidak bisa bertemu dengan Kyuhyun. Ia sudah menghabiskan banyak waktu untuk menunggu Kyuhyun di kampusnya, bahkan Minji juga menunggu Kyuhyun di rumahnya. Kyuhyun tetap tidak muncul di hadapannya.

Minji tersenyum miris. Gadis itu mengusap butiran air mata yang jatuh di pipinya. Hari ini ia berulang tahun. Jika saat ini Minji berada di Korea, ia mungkin sudah berada dalam kasih sayang keluarganya, merayakan ulang tahun bersama dengan pesta dan makan malam yang enak. Namun saat ini, Minji merasa seperti gelandangan yang tidak punya rumah, bahkan perutnya terasa begitu lapar. Dibandingkan dengan memikirkan rasa laparnya, Minji lebih memikirkan Kyuhyun. Jika saja ia bisa bertemu dengan Kyuhyun hari ini, sungguh akan menjadi sebuah kado terindah baginya.

“Nona—”

Minji menghentikan langkahnya. Suara seorang pria menyapanya. Minji tidak melihat siapapun di depannya, tidak juga di belakangnya. Suara itu membuat panik. Sangat panik.

“Aku di sini.”

Cho Kyuhyun. Laki-laki itu ada di seberang jalan, di atas sepedanya. Cho Kyuhyun naik sepeda, dengan kaos putih dan kemeja kotak-kotak berwarna biru sebagai luarannya. Pria itu membawa backpack, dan kini sedang menatap ke arahnya.

Minji terpaku di tempatnya. Tubuhnya serasa kaku untuk digerakkan. Ia bertemu dengan Kyuhyun, ataukah ini hanya mimpi dan delusinya saja? Ya Tuhan, ia sama sekali tidak cantik saat ini. Ia hanya memakai jeans, tidak memakai heels, dan wajahnya pasti terlihat begitu kotor saat ini.

Tidak butuh waktu lama bagi Kyuhyun hingga ia bisa berada di hadapan Minji. Ia tidak ingin mempercayai ini, tapi kenyataan bahwa keajaiban yang diucapkan Henry memang ada. Apakah Henry sudah tahu Minji ada di New York tapi merahasiakannya?

“Akhirnya— aku melihatmu juga.” lirih Minji. Wanita itu menangis di hadapan Kyuhyun. Laki-laki itu tidak ingin percaya jika Minji datang untuknya. Ia sangat takut ini semua hanya mimpi. Ia terlalu banyak melamun hari ini.

Kyuhyun mendekat, menyentuh wajah Minji agar menatapnya. Minji berulang kali memalingkan wajahnya. Ia malu bertatapan dengan Kyuhyun. Ia sedang tidak cantik, dan ia tiba-tiba merasa tidak siap.

Kyuhyun menarik pelan tangan Minji, lalu memeluk wanita itu, menyimpan wajah Minji di dadanya. Kyuhyun ingin meyakinkan dirinya, merasakan bahwa wanita ini nyata di hadapannya.

Kaos putihnya terasa basah. Minji menangis di pelukannya. Bukan terisak, tapi benar-benar menangis keras seperti anak kecil. Tangisan Minji membuat Kyuhyun juga ingin menumpahkan perasaannya, semua rasa rindunya pada gadis ini. Haruskah ia juga menangis? Kyuhyun memegang wajah Minji. Ia ingin melihat Minji.

“Jangan menatapku. Aku sangat buruk.” Minji kembali memalingkan wajahnya, lalu sebelah tangannya mengusap air matanya.

“Berhenti menangis. Kau berulang tahun hari ini. Kau tidak boleh menangis.”

Kyuhyun berkata sambil mengusap air mata Minji dengan kedua ibu jarinya. Jadi Kyuhyun mengingat hari ulang tahunnya? Minji akhirnya dengan percaya diri menatap Kyuhyun. Wajah keduanya sangat dekat, bahkan nafas Kyuhyun membentur wajah Minji.

“Saengil Chukkae. Aku pikir aku tidak akan pernah punya kesempatan untuk merayakan ulang tahunmu.” Ujar Kyuhyun.

Dan setelah itu Minji memejamkan matanya karena ia merasakan sesuatu yang hangat menyentuh bibirnya. Material tebal dan lembut itu mengulum bibirnya, memberinya kehangatan dan kenikmatan. Sudah sangat lama sejak terakhir kali Kyuhyun menciumnya. Ia pikir ia tidak akan pernah bisa mencium Kyuhyun lagi. Dan bibir itu masih terasa sama, manis dan memabukkan.

Minji membuka matanya. Ia berada di kamar apartemen sewaannya, sendirian. Ya Tuhan, ia baru saja bermimpi. Bermimpi bertemu dengan Kyuhyun, dan pria itu menciumnya, mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Jadi semuanya hanya mimpi. Ulang tahunnya telah berlalu beberapa jam yang lalu dan Minji tetap saja sendiri. Ia tidak bertemu Kyuhyun bahkan di hari spesialnya.

Minji menerima begitu banyak pesan dari dari Korea. Ayah dan ibunya, Manajer Jang dan yang lainnya, dan juga Lee Donghae. Namun semua itu masih belum bisa menghiburnya karena ia tidak juga berhasil bertemu dengan Kyuhyun. Sepertinya besok, ia akan mencoba untuk datang lagi ke kampus Kyuhyun.

—————————

Langit mendung siang itu. Kyuhyun baru saja selesai mengumpulkan tugas mingguannya sebelum akhir pekan. Ketika laki-laki itu menutup lokernya, seorang gadis tersenyum di sebelahnya.

Jessy, gadis itu kembali mengajaknya pulang bersama. Kyuhyun menolak Jessy kali ini karena ia memiliki urusan lain yang harus diselesaikannya sepulang dari kampus. Kyuhyun melangkah lebih dulu dan Jessy tetap mengekori Kyuhyun. Ia benar-benar senang mengikuti pria itu kemanapun.

“Kyuhyun—”

Hati Kyuhyun melonjak ketika ia menyadari siapa pemilik suara itu. Wajah Kyuhyun menegang ketika ia benar-benar berhadapan dengan sosok wanita yang selama ini telah membuatnya merasakan sakit hati yang dalam.

Kang Minji berdiri di depannya. Wanita itu terlihat berbeda, lepas dari karakter angkuh dan anggun yang melekat dalam dirinya. Minji memakai sweater berwarna tosca dipadu jeans berwarna hitam, dan wanita itu terlihat lebih pendek karena memang ia tidak memakai heelsnya.

Minji tersenyum padanya, senyum terbaik yang ia miliki. Ia senang akhirnya bisa bertemu dengan Kyuhyun, dan lelaki itu tetap tampan. Meskipun dalam hati ia merasa sedikit tidak nyaman karena kehadiran seorang wanita asing di belakang Kyuhyun. Wanita asing itu menatapnya aneh, seolah bertanya mengapa ia bisa mengenal Kyuhyun.

Wajah Kyuhyun mengeras. Tiba-tiba sekelebat kejadian di masa lalu mengaburkan akal sehatnya. Entah mengapa ia ingin Minji merasakan apa yang ia rasakan.

“Cho Kyuhyun. Akhirnya kita bertemu. Aku ingin bicara denganmu—”

Senyum di wajah Minji memudar ketika ia menyaksikan tangan Kyuhyun tiba-tiba menggenggam tangan gadis asing itu, tangan milik Jessy. Gadis itu terkejut karena tiba-tiba Kyuhyun menggenggam tangannya. Kyuhyun menatap Jessy dan tersenyum, mengucapkan kalimat agar Jessy menunggunya sebentar.

“Sudah lama. Apa kabarmu, Nona?” Pertanyaan Kyuhyun membuat Minji tersudut. Ia merasakan ada jarak yang sangat signifikan antara dirinya dan Kyuhyun. Sejauh itukah mereka? Ataukah Kyuhyun sengaja bersifat dingin padanya karena ada kekasih barunya? Ya Tuhan. Minji bahkan tidak siap menerima fakta bahwa Kyuhyun telah mengencani gadis lain.

“Aku—aku baik. Kau juga terlihat baik.” Suara Minji terdengar gugup.

“Kau datang untuk menemuiku?” Kyuhyun mencoba bersikap santai dan menjaga egonya.

“Ya. Kurasa— ada yang harus kita bicarakan.”

“Hmm, kupikir semuanya sudah berakhir. Apa yang ingin kau katakan hingga rela datang jauh-jauh menemuiku?”

Kang Minji, habis sudah harga dirimu. Apa kau akan jujur? Kau datang karena merindukannya setengah mati dan akan memohon maaf lalu menyesal seumur hidup bila tidak melakukannya.

“Aku— aku hanya— ingin meminta maaf.” Suara Minji terdengar begitu kecil.

“Aku sudah memaafkanmu. Apapun itu. Dan kurasa tidak ada hal yang begitu fatal hingga kau harus menyusulku sejauh ini.”

Ya Tuhan, Minji ingin menangis. Respon Kyuhyun bahkan jauh lebih buruk dari yang ia pikirkan. Minji lebih memilih Kyuhyun langsung menendangnya saja daripada berbicara dengannya namun sarat akan sindiran. Tidak, ia tidak bisa menangis di sini. Terlalu memalukan.

“Kau— apa kau marah padaku? Kau sedikit berubah.” Suara Minji sedikit bergetar.

“Aku tidak marah. Namun jika berubah, bukankah setiap orang pasti akan berubah? Kau pun pernah berubah, hingga membuatmu terasa seperti orang lain di mata mereka yang menyayangimu.”

Baiklah. Kang Minji, kau harus mencukupkan semuanya. Bukankah tujuan utamamu hanya ingin melihat Kyuhyun? Kau sudah melihatnya. dan Kyuhyun juga sudah memaafkanmu. Apalagi yang kau inginkan?

————————–

Kyuhyun begitu lelah malam itu. Kepalanya terasa pusing mungkin karena ia mengonsumsi alkohol di bar tadi. Ketika tiba di pent house, Kyuhyun merasa sedikit aneh karena Henry masih duduk menonton televisi. Ia pikir pria itu sudah tidur.

“Minji datang padaku dan menangis hari ini.”

Kyuhyun mengurungkan niatnya membuka pintu kamarnya. Henry jelas sedang mengajaknya bicara. Jadi, Henry pasti sudah mengetahui keberadan Minji di New York jauh sebelum dirinya.

“Apa yang kau lakukan hingga ia menangis?” suara Henry terdengar dingin dan menghakiminya.

“Mengapa kau merahasiakan kedatangannya dariku?” balas Kyuhyun.

“Tidak perlu memutar balik pertanyaanku.”

“Apa kau masih menyukainya?” Kyuhyun semakin menantang Henry. Ia tidak suka dihakimi dan ia terganggu dengan fakta Henry yang mengetahui kedatangan Minji tapi dirinya baru bertemu gadis itu hari ini.

“Ya. Aku masih menyukainya. Namun sayang hatinya sudah dirampas oleh seorang pengecut sepertimu—”

Kyuhyun menyeringai, tertawa meremehkan. Tawa Kyuhyun membuat Henry berang. Pria itu bangun dari duduknya dan langsung menyerang Kyuhyun, memukul wajah tampan pria itu hingga terjerembab di atas sofa. Henry tidak berhenti, ia mencengkeram kerah kemeja Kyuhyun.

“Aku mungkin memang bukan pria normal. Namun aku pernah sangat mencintainya dan ingin dia selalu bahagia. Tidak sepertimu, sengaja menyakitinya dan lari dari kenyataan. Ia jauh-jauh datang untuk menemuimu dan kau menyakitinya dengan kepura-puraanmu. Aku pikir, kau adalah pria yang hebat hingga membuatnya tergila-gila padamu. Tapi nyatanya, kau tak lebih dari seorang pengecut.”

“Jangan menyebutku pengecut.”

“Bagiku semua pria yang membuat wanita menangis adalah pengecut.” Geram Henry. Laki-laki itu melepaskan cengkeramannya di leher Kyuhyun, lalu masuk ke kamarnya setelah membanting pintu.

Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik nafasnya. Henry benar. Ia tak ada bedanya dengan seorang pengecut. Ia seharusnya tidak bersikap sedingin itu pada Minji, dan  menghargai usaha gadis itu yang sudah jauh-jauh datang menemuinya. Kyuhyun tidak pernah berencana untuk membuat Minji menangis. Semua yang ia lakukan dan ucapkan tadi siang benar-benar hanya spontanitas, mungkin hanya untuk memuaskan rasa penasarannya, bagaimana jika Minji berada di posisinya. Posisi ketika diremehkan dan disia-siakan.

————————–

Minji menyeret kopernya di terminal keberangkatan internasional. Ia harus pulang ke Seoul menggunakan pesawat sore ini. Suasana hatinya sungguh tidak enak, dan Minji pulang dengan membawa luka yang dalam. Ia tidak menyangka akan mendapatkan balasan seperti itu dari Kyuhyun, meskipun Minji sudah menyiapkan hatinya untuk kemungkinan terburuk.

Well, hati Kyuhyun mungkin sudah membeku karenanya. Ia bahkan belum sempat berbicara panjang mengenai apa yang terjadi pada orangtua mereka. Minji sebelumnya ingin mengabarkan keadaan ayahnya, dan bagaimana kedua orangtuanya akur kembali. Namun Minji harus cukup puas dengan melihat wajah Kyuhyun saja. Cerita mereka memang sudah berakhir.

Minji menghapus air matanya yang menetes lagi. Ia harus benar-benar pergi sekarang. Kyuhyun masih memiliki 1,5 tahun lagi untuk dihabiskannya di negeri besar ini. Membayangkan sulitnya melupakan Kyuhyun, Minji tidak akan sanggup.

“Kang Minji!”

Langkah Minji terhenti. Pandangan Minji mengabur karena air mata. Ia tidak ingin bermimpi apalagi berhalusinasi lagi. Mungkin ia mulai menderita gangguan psikis sehingga ia selalu mendengar suara Kyuhyun di manapun.

Hanya selang beberapa detik, Minji merasa seseorang memeluk tubuhnya dari belakang, mengurungnya dan Minji bisa mendengar nafas terengah dari pria itu di telinganya.

Minji memejamkan matanya, dan ia menangis lagi. Entah sudah berapa kali ia menangis selama berada di sini. Minji bahkan tidak berani menoleh untuk mengetahui siapa pria yang tengah mengurungnya dalam sebuah pelukan hangat ini meskipun Minji sangat yakin ia mencium aroma Kyuhyun begitu kuat. Minji terlalu takut jika ia kembali bermimpi kali ini.

“Maafkan aku. Aku mencintaimu.”

Minji mencubit tangannya sendiri diam-diam, dan ia merasakan sakit. Ia tidak bermimpi. Jadi Kyuhyun benar-benar memeluknya saat ini? Mereka bertahan dalam posisi itu selama beberapa saat, tidak peduli dengan tatapan beberapa orang yang memperhatikan mereka.

Setelah nafasnya lebih teratur, Kyuhyun melepaskan pelukannya, membalik tubuh Minji agar menghadapnya. Kyuhyun memegang wajah Minji, wajah yang sangat ia rindukan. Wanita itu menatapnya masih dengan air mata yang mengalir.

“Maukah kau tinggal lebih lama lagi? Aku sangat merindukanmu. Aku bisa mati jika kau pergi sekarang.” ujar Kyuhyun. Ibu jarinya mengusap air mata di wajah Minji. Wanita itu tidak menjawab apapun. Ia sibuk mengatur emosinya agar tidak menangis lebih banyak lagi.

“Kau benar-benar ingin aku tinggal lebih lama?” Minji meyakinkan Kyuhyun, dibalas anggukan pasti oleh pria itu.

“Baiklah. Aku akan tinggal satu minggu lagi.” lirih Minji.

Kyuhyun tersenyum lebar, lalu menyatukan bibirnya dengan bibir Minji. Kyuhyun tidak bisa menahan perasaannya hingga ia menggigit bibir bawah gadisnya, membuat Minji spontan membuka mulutnya dan membiarkan Kyuhyun mencari kesenangannya. Beberapa orang melihat ke arah mereka, bukan karena ciuman itu tapi karena mereka adalah orang Asia yang berciuman panas di depan umum.

Minji meremas bagian bawah kaos Kyuhyun. Ia sangat merindukan Kyuhyun. Merindukan ciumannya, dan semua yang ada di diri pria itu.

 

TBC-

Sedikit lagi ya, semoga kalian masih semangat bacanya.

Maaf jika kurang memuaskan di beberapa bagian.

Maaf juga karena aku ga bisa cepet ngepostnya >___<

Tapi semoga kalian suka~

Udah aku bilang kan kalau konfliknya itu sebenarnya ga ribet, bisa kelar tanpa harus ada adegan bunuh-bunuhan atau bawa2 polisi kkk

Wah, Minggu depan SS6 Jakarta.

Aku pengen banget bisa ngepost lanjutannya sebelum SS6 >__<

ThanKYU yang uda mau baca dan kasi komentarnya ^^

Komentar kalian adalah semangat buat aku nulis lagi.

See you on next part ^^

Iklan

219 thoughts on “Clown Man [Chapter 14]

  1. huwaaa akhirnya kebenaran terungkap juga. bener kan kyu, ketegaranmu bakalan dihargai Tuhan.
    kemarin sebel bgt sama minji soalnya dia emang kayak nyianyiain kyuhyun, tp sekarang kasian juga sama dia. padahal mimpinya bagus bgt, tp cuma mimpi. gpp deh, seneng juga kyuhyun akhirnya ngejar minji. penasaran dan masih semangat bgt nungguin lanjutannya. aku bakal seneng bgt kalo chapter selanjutnya sebelum ss6 kak hihihi. tp ya tetep aku tungguin sih walaupun nggak minggu dpn.

    Suka

  2. semoga pas bagian terakhir nya itu bkn mimpi lgi…
    trlalu bnyak kejadian seru yg trnyta hnya mimpi dsni…
    aku nggak bsa koment bnyak di part ini,krna bingung apa yg hrus di koment in…
    tpi aku seneng jihyuk mnta nayoung buat jdi istri nya lgi…
    dan smoga itu trcapai
    eonni,ayo donk part slnjut nya cepat

    Suka

  3. akhirnya smua kslah pahaman slama ini trungkap juga aduhh kenapa jinhye ga dri dulu gtu dateng dan ngejelasin smua nya (tpi klo gtu ga kan seru hihii)

    Aq tuh blom bsg move on dri chpter 13 cz jdi pas bca chpter 14 msih aja nangis nyesek bnget apa lagi yg pas kyuhyun brskap dngin gtu k’mnji…tpi akhirnya hppy ending mreka brsatu lg #nangisharu

    Ada yg sdkit mengganjal apa donghae bkal suka sama yoora oh tidak aq brharapnya sama hyojin donk..
    Dan akhirnya kang jihyuk rujuk dengan nayong wahhh hppy ending smua…
    Rasanya sedih chpter depan udah end berasa ga rela gtu min otokae… Y__Y

    Suka

  4. Senengnyaaa salah pahamnya udahan Salut sama henry disini walaupun awalnya dia gay tapi keliatan bgt dia sayang ama minjii sampe kyk gitu sama kyuu ahhh semogaaa bener2 sembuh yaa oppaa bisa suka ama cewe cantik😀😀

    Suka

  5. Eonieee ini keren bangetttt…
    Berasa naik roller coster bacanya..
    Awalnya udah dibuat merinding banget sama mimpi minji..
    Dy sperti bisa ngerasaain kalau kyuhyun akan pergi jauh..

    Dan akhirnya dibuat mewek sama semua kenyataan yg sebenernya terjadi..
    Apa alasan jihyuk melakukan semua itu..
    Aku yakin banget disitu minji pasti sangat terpukul sekali..

    Terus sempet dibuat ketawa juga sih sama tingkah yoora..
    Gak tau kenapa lihat dy sama donghae lucu aja..

    Dan akhirnya bahagia juga lihat mreka baikan..
    walaupun sbenernya kurang puas lihat penyesalan minji…
    Tapi gak tega juga lihat dy disakitin sama kyuhyun..
    padahal kan kyuhyun gak sengaja tetep ajja itu menyakitkan buat seorang kang minji..
    untungnya kyuhyun gak terlambat nyusul kebandara….

    Suka

  6. huahuahuaa, ff yang paling aku tunggu kak
    cerita nya gak pernah ngebosenin dari awal sampai saat inipun
    akhirnya ya, kyuminji bisa ketemu lagi;;
    duh gimana ya, aku gak bisa mengungkapkan gimana aku suka banget sama ff ini
    oh yaa, udah mau ending ya kak ?
    semoga gak ada masalah yang besar lagi lah yaaa
    dukung kyuminji banget ahh pokoknya
    thanks ya kak ^^ semangat muah muah :*

    Suka

  7. Buseeeet, saking kangennya sampai berciuman panas didepan umum pun terjadi, mengabaikan bahwa itu sangat bukan budaya orang Asia. Hhahahaha…. Apa jangan-jangan adegan selanjutnya selain ciuman panas akan berlanjut diapartemen atau panthouse Henry??? Kekekeke…. *YadongModeOn XD

    Suka

  8. Buseeeet, saking kangennya sampai berciuman panas didepan umum pun terjadi, mengabaikan bahwa itu sangat bukan budaya orang Asia. Hhahahaha…. Apa jangan-jangan adegan selanjutnya selain ciuman panas akan berlanjut diapartemen atau panthouse Henry??? Kekekeke…. *YadongModeOn XD* Btw, DongHae udah ketemu ma couple-nya tuh *LirikYoora* semoga bisa jadian dan nantinya KyuHyun kaget DongHae jadi calon adik iparnya. Hhahahaha…

    Suka

  9. tahap penyelesaian 😀 jadi bentar lagi end 😦 gak rela. feelnya dapet, seneng sama nyesek pas kyu jadi sok dingin. lop yu thor :*

    Suka

  10. emg bener tu… endingnya gak usah ada scene berantem2an sm bawa2 polisi…

    cukup yg ringan2 aja…

    tp rata2 FF skrg lg ngtrend yg berantem2, bunuh2an, sm bawa polisi, jd endingny udh ketebak.

    Suka

  11. OMG…. ini yg d tunggu-tunggu 🙂
    akhir’a semua segala kesalahpahaman yg terjadi fulu terbongkar jga 😀
    dikirain yg kyuhyun ngucapin selamat ulang tahun & mencium minji itu beneran 😦
    So Sweet banget ({}) yg di bandara’a. kyuhyun menahan minji untuk tinggal lebih lama di amerika, biarpun cuma seminggu. Aduhh….. ciuman ga liat tempat ya 😀

    Suka

  12. “……Aku bisa mati jika kau pergi
    sekarang.” pecahhh kyu pecahhhh gemeter baca bagian yang ini xD semoga next part sebelum sushow yah udah oenasaran akut :’)terus next part semoga ada bagian hotnya ya huahaha biar pas nonton sushow terus ngeliat kyu langsung kebayang gitu sama ff clown man xD

    Suka

  13. jinjja daebak mereka kembali bersama.. udah langsung nikah aja udah biar mereka bahagia. semoga keluarga kang sma cho bisa akur kembali.. semngat auhtor!!!!

    Suka

  14. hadeuh gemes..kirain kyuhyun bener2 mau balesin si minji..yang jelas di part ini aku seneng banget mereka bersatu lagi..:D

    Suka

  15. Hwaaaa..udah chapter 14 toh…
    Maaf eonni semalam aku baca ff mu tapi gc ninggalin jejak..karna jaringan di tempat ku lemot banget..
    tapi untuk seterusnya aku bakalan komen dah..kalau perlu ulang dari chapter 1..he he he berusaha jadi reader yg baik…

    Suka

  16. yaaaaaay makin semangat baca dan nungguin part selanjutnya nih klu bagian akhirnya kyk gtuh. .. huaaaaaaaa mkin suka sm jlan ceritanya. .. udh gtuh mkin brasa lg feelnyaaa. … daebak!!!

    Suka

  17. Ah mas kyuhyun mah gitu orang nya, suka tarik ulur. Pas mau ditinggal aja, baru gurunggusuh(?).
    Suka suka suka mereka happy lagi, gak sad sad an lagi. Tetap semangat ya kakak nulisnya.

    Suka

  18. duhhh y, ini klimaksnya ngaduk emosi bener part sebelomnya…
    ahhh jadi pengen Hae ama Yoora gara” interaksi mereka pas di Sokcho.. 😀

    Suka

  19. maaf bacanya dari belakang, hehe
    habis udah penasaran, dan ternyata emang seru. bikin deg degan deh part ini. jadi penasaran part sebelumnya
    thank you buat ffnya 😀

    Suka

  20. hai unni,eyke reader baru nihhehe^^ tetep bagus dari awal baca smpe saat ini. aku suka bgt sm sifat minji di part ini heuu:3 ttp semangat di part selanjutnya!!

    Suka

  21. ya ampun sampai nangis bacanya.. lihat jihyun yg menahan rindu masing”.seneng akhirnya mereka dipersatukan. seneng banget karna kesalahpahaman sudah terselesaikan.. tinggal nunggu ibu minji meminta maaf ke ibu kyu. ah part ini benar” bikin lega.Semangat ya chingu fighting!!!

    Suka

  22. Annyeonghaseyo thor *bow…
    aku 95line… ijin baca epep nya thor ya.. dr awal ampe akhir yah. Bakal di kasih jejak dr aku nya…😊😊
    Cerita dikit Thor…
    Aku lagi suka2nya sm epepkyu… ubek2 terus di wordpress kyuhyun ehh ada ini judul… agak bingung yah.. soalnya baca nya gk di awal… makanya minta ijin baca dr awal Thor.. 😊😀 😄
    GOMawo Thor *bowlagiyah 😀😀

    Suka

  23. Bernafas lega deh disini.. Tadi di sebelumnya bawaannya nangis aja, kalo disinu bawaannya senyum senyum gimana gitu.
    Karena akhirnya mereka balikan lagi. Hahaahah
    Semoga pas nanti kyu nya lulus langsung nikah dan direstuin sama orang orang yang ada di korea. Heheheheh

    Suka

  24. apakah itu nyata atau masih khayalan minji… tapi kayaknya benar, mereka ketemu dan sepertinya akan kembali jadi sepasang kekasih lagi… yeeeee ngga sia sia minji nyusul kyuhyun ke amerika, walaupun kena tamparan batin dari kyuhyun. tapi keesokannya minji mendapatkan pencerahan dari datangnya kyuhyun mengejar dia… untung aja kyuhyun belum terlambat… syukurlah…

    Suka

  25. kirain bagian awal td beneran ehh trnyta cm mimpi minji..akhirnya minji nyusul kyu jg k amerika yaa..ahhh smpt syok wkt kyu dingin sm minji kirain bnr2 sdh ga mau balikan trnyta cm mau balas minji dan akhirrnyaaaa balikan lagiii ahhh manisnyaaaaa..

    Suka

  26. OH GODDDDDDD .serius ini, gila aku dah gak bisa komen apa apa ,specles saya hahah .selamat deh bwat kyuhyun sama minji mereka udah nglewatinn badai yang besar # halal lebayv .. hehheh ,pokoknya aku ngefans bgt sama crita ini,,,

    Suka

  27. yeeee akhirnya minji sama kyuhyun udah baikan lagi hehe
    gk ada lagi acara nangis2 lagi haha
    sekarang tinggal nunggu yang happy happy aja hehehe

    Suka

  28. bahagia liat minji sama kyuhyun bersatu. Akhirnya minji sadar juga, dia sampe ngejar kyuhyun. Wah gak sabar sama part selanjutnya

    Suka

  29. Akhirnya semua masalah terselesaikan dengan baik, org tua minji bisa sama2 lagi trus minji jg balik sama kyuhyun. Meskipun sempet kesel sama kyuhyun yg jahatin minji pas dikampusnya

    Suka

  30. Woaaaa!!! Akhirnya lega banget mereka udah balikan lagi. Jadi terharu 😭😭😭
    Siippp… Lanjut baca next part ❤️❤️❤️

    Suka

  31. Akhirnya kebongkar jga smua rahasia kluarga mreka dn bkin minji menyesal haha 😒😌😶
    Syang banget cho udah k luar negri 😔😔
    Smga cpet slesai deh mslah bru couple ini

    Suka

  32. waaah akhirnyaa semua terbongkar…
    udah parno aja kyuhyun bersikap dingin sama minji, kirain bakal ada konflik lagi wkwk
    yaialaa kyu ga di korea ga di amerika, selalu aja diintilin cewek, di korea hyojin di amerika jessy asemeleh-_-

    Suka

  33. eiyyyyyy kyuhyun jahat banget hahahahah iseng bgt ngelakuin itu tp asli ini ceritanya ngefeel bangettt sedih2annya huhuhu dam akhirnya gada ego2an lagi dari mereka berdua hah senangnyaaaaaaaaa akhirnya bersatu kembali hahaha lanjuuuuuttt!

    Suka

  34. yaampun Kyuhyun keterlaluan bgt ke Minji pas di kampus tadi. Sifat datarnya dan tiba-tiba megang tangan Jessy cuma buat Minji ngerasa cemburu aja. Tapi aku seneeeeng, mereka bersatu lagi. Yeaaay! :3

    Suka

  35. akhirnya mereka ketemu lagi mudah2an baikan dan engga ada konflik lagi tinggal nyelesaiin masalah yg belum kelar dimasa lalu yaitu cinta mereka hahha

    Suka

  36. huaaaaa….akhir.a ksalah pahaman mulai mereda,
    hae sma yoora aj…kkk
    pko.a 2part di akhir-akhir bkin mewek smoga 2 part slnjut.a mreka happy ending

    Suka

  37. Wktu mimpi minji ituu brasa kaya’ dilempar ke atasss truss udahh smpai diawan ehhh malah dijtuhin kebwah, sakitt bngettt rasanya ternytaa itu cma mimpinya minji 😀 😀 tpii aku ska bangettt sma pass adegan ituu (y)……
    Tpiii pas kejadiannn di bandara itu emanggg benerann kannn??? Bkan mmpi lgkan???? Hhhh author berhsill buat aku mewekkk ;( ;( 😦 🙂 😀 tpii ngga apa”lahh skrngg udah lega hubngan mreka udah mulai mmbaikk lgi (y) dan jgaaa cieeee Henry muncull lgiii cieeeee akhirnya bergna jga tuhh anak 😀 😀

    Suka

  38. Ping balik: rekoemndasi ff kyuhyun | choihyunyoo

  39. Akhirnya mereka baikan juga.
    Dan akhirnya kesalahpahaman antara orangtua Kyuhyun dan Minji terselsaikan juga.

    Ikut seneng, akhirnya Minji dan Kyuhyun udah berbaikan. Semoga ini menjadi awal yg baik buat hubungan mereka kedepannya.

    Gk nyangka Henry muncul lagi di FF ini. Mungkin karena ucapan Henry membuat Kyuhyun sadar dan gk jadi seorang pengecut.

    Semoga setelah kejadian ini mereka bakalan romantis-romantisan lagi.

    Pengen langsung lanjut baca FF Clown man chapter 15. Udah penasaran banget sm kelanjutan FF Clown man. 😀

    Suka

  40. ahhh akhirnya semua kesalahpahaman dpt terselesaikan …
    hubungan orang tua minji udh baikan…
    minji sm kyuhyun jg sudah baikan, ku harap tdk ada lg malah mereka berdua..
    untungnya ada henry yg mnydarkan kyuhyun.~~~
    Fighting!!,,

    Suka

  41. ya ampuun kirain yg malem ultah minji itu bneran trnyta cuma mimpi. emosiku porak poranda ama tulisan author.. kkk.. syukurlah klo akhirnya bneran ktmu. mudah’an bsa baikan dan pulang ke korea deh.

    Suka

  42. Akhir.a mereka kembali bersatu lgi setelah perjuangan yg panjang…
    Emang ya harus ada yg tersakiti dlu baru deh nyesel…
    Gengsi ibu.a minji besar banget deh…
    Kata-kata henri oppa bikin semabgat deh walaupun ada berantem.a …

    Suka

  43. Iiiiiih….kesel dech sama henry,kenapa coba dia ngerjain minji kan jadi sia – sia seminggu minji di new york,kalo aja dia kasih tau dari awal ke kyuhyun udah dari kemaren – kemaren mereka baekan
    Cie…cie…yang balikan lagi ni yeerr

    Suka

  44. Hhhh author daebbak!!!!!!! Sukses banget bikin emosi aku naik turun :”)
    Aaaaaaaaaaaahhhhhh aku makin greget disini sama kyuhyun-minji, tapi lega juga sih akhirnya mereka baikan lagi :”)

    Suka

  45. heol !!!!!! kan Minji menyesal ahahahaha
    aduh aduh sakit kan ya diputarbalikkan Kyuhyun keadaannya
    tapi yeah akhirnya Kyuhyun menyerah juga hohohoho
    aduuuuuuuuuuh si Henry
    sejak kapan bisa ngehajar Kyuhyun wkwkwkwk
    woh woh woh kereeeeen
    suka-suka ><

    Suka

  46. aku rasa apa yg d dapat sama minji sudah setimpal penyesalan dan pesakitan yg dia rasakan karna sudah melepaskan kyuhyun… finally akhirnya mereka bertemu walupun d bumbui sedikit balas dendam dan tampaknya mereka bersama berkat pukulan sijomblo bikin kyuhyun sadar 😁😀

    Suka

  47. Finally, Nayoung ama Jihyuk baikan. Kyuhyun ama Minji juga :))
    Sumpah, aku nangis. Aku juga ikut ngerasain kehilangan dan penyesalannya Minji.
    Yah… part ini juga nguras emosi, next part semoga banyak happynya huhu

    Suka

  48. Yey…..meski pngennya kyu jual mahal dikit dlu sma minji,,,pi ga tega jg sma minji……..
    Jadi trnyata jihyuk mrasa brhutang nyawa sma appa kyu!! Bnr2 kesalahfahaman nayoung mnghancurkan hbngan dn mnyakiti byk org!!

    Suka

  49. yaaaa kyuhyun Malah pergi jadinyaaaa mana selama 2tahun lagiii 😢😢😢
    😑

    ternyata appanya minji baik banget sama keluarganya cho kyu karena dulu dianyaa hampir mati ketusuk kalo enggak ada appanya kyuhyun

    emang salah paham banget ini
    untung ada adik dari appa nyaa minji yang tau ceritanyaa

    shock juga tau kyu tinggal sama henry
    mana henry juga bikin minji- kyu lama ketemuaannyaaaa

    tapi syukur deh akhirnyaa minji sama kyuhyun balik lagiiiii

    Suka

  50. wahhh seneng banget akhirnya mereka balikan juga, masalah sudah terselesaikan
    ceritanya keren banget thor, sampai2 jantungku dag dig dung baca part ini

    Suka

  51. Finally semuanya terungkap seneng banget nayoung sm jihyuk akur setidaknya akur lah drpda musuhan kalau bisa nikah lagi hahaha, ini kyu sm minji gmana akhirnya?msa kyu punya cewe lain disana

    Suka

  52. akhirnya kyuhyun sama inji baikan juga, aku sampe terharu bacanya apalagi bgian kyuhyun yg buat minji nangis leterlaluan banget kyuhyun nya 😭😭

    Suka

  53. AAAAA~! Kyu-minji comeback!!! Yuhu! #girang_amat
    Jangan pisah lagi walau kesel pas kyu egoisnya minta ampun padahal tadi mereka baru ketemuan… Ckckck, pendendam banget! #lirik_kyu_sinis

    Lanjut

    Suka

  54. Hiyaaaaa , emak nya minji kayanya bakal rujuk niii ye sama appa nya . huee Miris deh minji , gmna rasanya d campakn . .atit kann .ckck Si evil kyu gk tau tmpat ye maen nyosor aje sma s minji . . Nice ff thor .

    Suka

  55. kan akhirnya minji tau gimana rasa kehilangan dan diasingkan sama org yg disayang. Karena oenyesalan emng selalu datang diakhir.
    ini mereka beneran udah baikan kan? ngga akan ada acara termewek-mewek lagi kan ya? udah deh ya kak jangan ada lagi, please aku udah ga sanggup *lambaikantangan*

    sayang next chap.nya di protect jadi belum bisa baca, padahal naggung banget nih hehehe…
    pokoknya penasaran banget sama next chapnya, kalo kata SHINee mah “I’m so curious “,

    Suka

  56. next! next! udh hampir end, yeyy… akhirnya mereka balikan, semoga aja setelah ini ga ada lagi cobaan buat mereka , happy ending aja ya min kkkk

    Suka

  57. Setelah berbagai rintangan yg mereka lalui akhirnya masalah mereka selesai juga ya, minJi belabelain ke amrik untuk nyusul cintanya… kyu ga usa gengsi…

    Suka

  58. Nah lo semuanya cuma salah paham 😥
    Kirain kyuhyun udah punya pacar baru tapi ternyata dia masih cinta sama minji, semoga hubungan mereka membaik dan lagi semoga orang tua minji bisa rukun lagi yaa

    Suka

  59. sedihnya kerasa banget apalagi pas udah dikasih harapan sebelumnya pas minji mimpi ketemu kyuhyun. ya tapi itu ternyata cuma mimpi. dan pas mereka ketemu beneran, kyuhyun malah segitunya jadi nyesek sendiri
    tapi akhirnya balikan. yeay..

    Suka

  60. Sepertinya ini cerita akan happy ending. Akhirnya minji bertemu kyuhyun meskipun kyuhyun sempet bicara ketus ke minji tapi akhirnya kyuhyun baik juga

    Suka

  61. akhirnya..cinta menang atas ego dn harga diri…meski awal part ini masih berurai air mata waktu baca..tp..ada rasa lega saat kyuhyun menyusul minji ke bandara…lega..dn seneng bnget..kslhpahaman sdh terungkap dgn jelas..penyesalan dn permintaan maaf minji ..kang jiyuk yg mulai kmbali dekat dg mntan istrinya..semga akn ada akhr yg membahagiakan diff ini…bener2 ff yg menarik..

    Suka

  62. Ahhhh akhirnya semuanya sudah jelas.. Ttg masalah ortu mereka dan ttg perasaan mereka..
    Huwee merka udah baikan..
    Jangan bikin mereka pisah lagi author..
    Gak tega.. Ikut sakit bacanya..
    Terlalu menghayati .. Kwkwkw 😁😆

    Suka

  63. Aku suka kyu yang bales perlakuan minji wwkwkwk #evil
    salah sendirikan buang kyu seenak jidat, wkwkwk tapi suka sama perjuangan minji buat ketemu kyu…
    seneng mereka bersatu lagi walaupun mesti galau duluan…
    nunggu ibu minji minta maaf ke kyu sama ibunya nih

    Suka

  64. falling action, kemarin udah liat climaxnya gmana. minji nurunin egonya buat ketemu kyuhyun. kyuhyun mah udah bela2in dateng ke amerika malah dipanasin sama bulenya…
    tapii……

    lanjut thor makin penasaran sama minji

    Suka

  65. Akhirnya mereka bertemu kembali aku kira kyuhyun bakal ngelakuin hal sama kaya minji, ya walaupun itu terjadi tapi kan cma ngetes doang. Dan ya terharu huhu

    Suka

  66. Wehhhh kirain pas malam ultah minji itu benran eonn,ternyata cuma mimpi…huuaaaa itu juga pas di awal ketemu kyu kok cuekin minji sih,smpat deg degkan juga akunya eonn,untung aja henry nasehatin kyu,dan si kyuhyun juga nyusul minjii,,huuuuaaaa nyesekkk bacanya mudah”han happy ending yah eonn,,gk tega kalo ada konflik lagi,,, oh ya buat jihyuk sama nayoung cieeee udh baikkkaaannnn..😂

    Suka

  67. akhirnyaaa….. akan terjadi happy ending… ku kira kyu bakalan nyakitin minji terus menerus.. tapi.. syukurlah gak terjadi. kekuatan cinta emang gak terduga. huhuhu. suka bgt ama ff ini..

    Suka

  68. Eonnii,, aku minta pw clown man part 15,16, & after story nya dong..
    Aku dah kirim e-mail sesuai ketentuan permintaan pw,, tlg di bales ya eonni..tks

    Suka

  69. Kocak dua mantan minji tinggal sama” , dengan latar dan ending perpisahan yang berbeda beda hahaha…
    .
    Kirain yg pas jam 12 mlm itu beneran terjadi eh ternyata hanya mimpi nya minji..
    .
    Tpi gpp lah , akhirnya mereka balikan lagi hwaaaa~~~ senengnya

    Suka

  70. Komen “Clown Man part 1-14” dari anaknya Choi Siwon dan adiknya Cho Kyuhyun *oke abaikan* :v
    Awal tau cerita ini gue biasa-biasanya. Tapi pas udh mulai memasuki part 5/6, gue udah mulai tertarik. Gila ah, gue kalo jadi Hyojin mah gak bakalan ikhlas gebetan jadian ama cewek lain. Sakitnya tuh di sini *eaa :v Gemes gue sama Minji. Tu cewek anaknya siapa sih? Bisa gak ngenderin penjelasannya Kyuhyun, kan kasihan abang gue 😥 Kasihan deh Minji ditinggal Kyuhyun ke New York, rasain tuh penyesalan!! Kira’in Kyuhyun bakalan ngenalin si Jessy ke Minjin sebagai pacar, tenyata tidak ._. Ah gak tau lagi mau komentar apa buat ini cerita. Pokoknya gue dibikin campur aduk sama nih cerita. Dikit-dikit gemes, dikit-dikit bahagia, dikit-dikit keselnya setengah mampus, nano-nano banget deh pokok, haha. Sukses buat kakak yang bikin ini cerita 🙂

    Suka

  71. bahkan mimpi dan kenyataan tak bisa membedakan minji klo menyangkut kyuhyun 😂 … terlalu rumit buat mereka bersatu dan menyatukan mereka tanpa adh masa lalu … kyuh akhirnya dia bersama kebhagiannya 😊😊😊😊

    Suka

  72. Akhirnya kesalapahaman terselesaikan juga ,, ternyata itu alasan di balik kebaikan jihyuk ke kyuhyun dan keluarganya ,, untungnya jihye bisa menjelaskan semuanya untuk mengahiri kesalahpahaman ,, hubunga jihyuk dan nayoung juga membaik dan hubungan kyuminji juga bisa diselamatkan ,,,

    Suka

  73. Hhuhu ksian Gege msh cinta sma Minji, tp Minji udh kepincut sma pesona Kyuhyun , smpe rela ne NY buat ketemu kyuhyun pdhal Appa ny ngelarang wkwkwk
    Bener kata gege tunggu keajaiban Kyu spa tau kalian berjodoh bisa ketemu wkwk

    Suka

  74. omg… ternyata alasan jihyuk appa hanya untuk balas budi utk keluarga cho. hemmm rasain tuh nayoung dan minji jd salah paham kan. terlalu keras kepala sih bikin orn jdi emosi. sekarang aja berbondong bondong minta maaf.. kalau ada masalah hrs dengarkan penjelasan trlbh dahulu dr semua org yg terlibat. jgn hanya mendengarkan dr satu pihak jd nya ya gini deh. syukur deh si kyuhyun dan keluarganya msh membukakan pintu maaf. lain kali jangan diulangi. terutama utk shin nayoung dan kang minji 2 perempuan keras kepala dan tukang ngambek.. hehe
    good job author ^^♡

    Suka

  75. lagi lagi mataku dibuat bengkak sam ff ini .. minji menyesal jga kan akhirnya .. sumpah ffnya keren bget kak .. ijin bca part selanjutnya ya ..

    Suka

  76. Benerkan, Minji nyesel udah mutusin buat berpisah sama Kyuhyun.
    Tp seneng deh, mereka mutusin buat bersama lagi. Nggak rela kalo mereka harus pisah..
    Nggak tau mesti komen apalagi di part ini, pokonya kereenn
    Fighting buat next post !!!

    Suka

  77. Dateng2 langsung baca part 14,, sekedar mau mastiin cerita ini berakhir dg happy or sad ending krn aku ga suka sama sad ending kkk,, abis ini mau langsung baca part 1., ceritanya seru nih kayaknya walaupun baru baca di part ini nyesek nya tuh berasa banget,, oyaa saya readers baru nih bangapseumnida 😊

    Suka

  78. minji di awal nyesel banget gara2 kyuhyun pergi ke amerika dan di belum minta maaf, pas di amerika aku pikir kyuhyun tega banget bersikap dingin sama minji padahal minji udah jauh2 dari seoul ke amerika buat nemuin kyuhyun dan minta maaf…
    dan untungnya kyuhyun nahan minji pas dia pengen balik ke korea…
    mudah2an mereka baikan lagi…
    daebak tour

    Suka

  79. Kyaaaaaa ternyata pas kyu oppa mau berangkat ke Amerika minji gak Ada di bandara. Padahal aku udh nebak nebak kalo minji lari ke bandara nyusul kyu oppa terus balikan. Hehe tapi gpp, ujung Ujung mereka bersatu. Lagi lagi aku nangis pas adegan kyuhyun meluk minji pas mereka ketemu di jalan sambil bawa sepeda saat minji ulang tahun

    Suka

  80. udah bc dr part 1 smpai 14 tp baru bs coment skrng..ff’y bagus bgt.konflik’y jg gk berat bgt.tp knp part 15’y di pw??oh y izin ngubek library’y

    Suka

  81. Oohh ya ampun ff nya bgus bget kak
    Aku sampe nangis bca nya jga maaf ya kak bru sempat komen soal ny bca nya cma 1 mlam dan brhsil buat sya menangis
    Ff nya sgat bgus bnar2 membuat sya trbwa suasan
    Kyuhyun sma minji couple favorit sya kak
    Sumpah deh ff nya kren bget

    Suka

  82. akhirnya semua terungkap segala penyebab masalah, nayoung kembali kepada suaminya, dan Minji yg merindukan Kyuhyun hingga nyusul ke USA,,
    bagus banget, dan siap untuk baca selanjutnya,,,

    Suka

  83. Ah akhirnya mereka ketemu, sempet kesel sama kyuhyun karena dia ga ngehargain minji yg datang ke amerika. Tapi untungnya kyuhyun cepet sadar dan nyusul minji. Kalau engga mungkin dia yg bakalan nyesel. Akhirnya semuanya kelar ga ada kesalahpahaman lagi.

    Suka

  84. waaahhh selesai akhirnya,, besok” lagi kalo ada maslah kyak begini selesein dengan kepala dingin ya,, jgn gi,, ntar salah pham lgi adanya…
    dan semoga ibu bpak nya minji bakal balikan lagi,, kan cinta lamanya belom kelar,, wkwkwkw
    aku udh coba komen lwan hape si,, tpi pas buka lwat pc kok komen aku gak nyangkut,, hahah mungkin harus disuruh komen lagi kali yak,,

    Suka

  85. Awalnya sedih banget sih pas minji mimpiin kyuhyun, dikira beneran kyuhyun kecelakaan dan minji sampe nyusulin ke sokcho buat nyari kyuhyun karena khawatir dan akhirnya dy tau kalo kyuhyun udah di amerika buat nerusin sekolahnya, tp akhirnya kesalapahaman terselesaikan juga, untungnya jihye bisa menjelaskan semua kesalahpahaman itu ke nayoung dan minji, sedih waktu kyuhyun bersikap dingin ke minji tp seneng akhirnya mereka baikan juga setelah banyak rintangan dan masalah yg mereka hadapi…

    Suka

  86. Hai ka. Sneng bgt akhirnya kyu bisa balikan sama minji ak pkir awalnya mreka akan sad anding. Aah pnasaran kan jadinya sprti apa apkah akan bhagia. Ak pkir mreka pantas bhgia stlah apa yg terjadi.

    Suka

  87. Annyeong, aku new readers nih. interest banget sama basic story nya, aku suka sama penggambarana karakter dan settingnya.
    Feel nya dapet banget, agak nyesek yak sama sikap kyu ke minji waktu dikampunya kyu itu. Tapi di ending chapter ini mereka manis banget
    Hwaiting untuk story selanjutnya !!!

    Suka

  88. Kyaaaaa akhirnya mereka balikan lagi, sempet gemes jg sama kyuhyun yg sok” pake acara gk peduli lg sm minji.
    Semoga mereka cepet” nikah biar gk ada yg misahin lagi.

    Suka

  89. Akhirnya mereka baikan. Aku pikir kyuhyun ga bakal nyusul minji. Semua salah pahamnya udah kelar deh semoga berakhir dengan happy ending. Feelnya dapet bgt aku suka thor

    Suka

  90. akhirnya……… sadar juga kau minji wkwkwk
    agak di gantungin nih sama author karna ternyata ada beberapa yang ternyata itu cuma mimpi .. tapi kerenn ko ..
    suka sama bagian terakhir nya..
    jjang, next chapt..

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s