[10] Realove

shinningstar13ff

Author: Hanwoo •Cast: Lee Hyukjae – Hanwoo – and Other Cameo • Genre : Straight – Romance •Length: 10

 

Hanwoo membaca sebuah undangan reuni SMA-nya yang baru saja dia terima. Dia kembali teringat dengan masa lalunya yang kelam. Ahn Jaesoo. Nama itu mempunyai seribu arti. Jika dia mengingat nama sekolahnya pasti dia mengingat nama pria ini.

Ahn Jae Soo adalah nama dari seorang pria yang dulu pernah dia kagumi. Dia jatuh cinta saat itu dia masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan tidak terasa kenaikan kelas perasaannya masih belum berubah terhadap Ahn Jae Soo. Hanwoo masih mengharapkan teman seangkatannya itu. Ahn Jaesoo juga tahu mengenai perasaan Hanwoo karena mendengar  ucapan orang-orang yang meledeknya namun dia selal menepisnya bahwa tidak mungkin Hanwoo menyukainya.

Semakin hari hubungannya dengan Ahn Jaesoo semakin dekat. Ahn Jaesoo juga perhatian kepada Hanwoo.Karena perhatian Ahn Jae Soo inilah yang membuat Hanwoo menjadi salah paham atas sikap pria itu dan semakin berharap padanya.

Sehingga suatu hari Hanwoo sudah tidak tahan memendam sendiri perasaannya yang selalu menggebu setiap berdekatan dengan Ahn Jaesoo. Dia berencana hendak membaginya pada pria itu. Dengan berani dia menyatakan perasaannya. Dia sangat berharap Jaesoo bisa menerimanya. Tapi ternyata dugaannya salah. Ahn Jaesoo justru menolaknya. Awalnya dia berusaha untuk mencoba menerima kenyataan dan menerima semuanya dengan ikhlas dan lapang dada bahwa dirinya ditolak. Tapi tidak bisa dipungkiri kekecewaan itu datang juga ketika dia menyadari Ahn Jaesoo mulai menghindarinya dan lebih buruknya  pria itu menghapus dirinya dari dunia social media. Hanwoo sangat mengingat hari-harinya yang suram saat itu.

Dia merasa kecewa dan menangis setiap saat. Dia menutup diri dan enggan keluar kelas untuk bertemu bermain dengan teman-temannya karena dia merasa malu. Ahn Jae Soo tidak menghargai perasaannya.

“Awas kau Ahn Jae Soo , aku akan membuatmu menyesal suatu hari!” Hanwoo merutuk dengan tangan yang terkepal. Raut wajahnya menyiratkan bahwa dia menyimpan dendam yang sangat banyak untuk Ahn Jae Soo. Tiba-tiba teleponnya berdering. Hanwoo mengambil handphonenya dan melihat nama Eunhyuk tertera di layar kacanya.

“Wae oppa?” akibat kekesalannya terhadap masa lalunya membuat pita suaranya tercekik.“Kenapa nadamu seperti itu? Eodiya?” tanya Eunhyuk yang sedang sibuk memakai jam tangannya. Dia berdiri di depan cermin sembari memandangi dirinya. Hari ini Eunhyuk mengenakan kemeja biru dan celana pensil berwarna hitam. Style ini selalu disukai Hanwoo karena gadis itu sangat menyupai kerapian. Eunhyuk menyisir rambutnya dan membuat belahan ditengah. Gaya rambut belah tengah sedang tren dikalangan artis Korea.

Anio oppa, aku sedang di kamar. Waeyo?” Hanwoo duduk di kursi meja belajarnya. “Aku ingin menemuimu sekarang. Ada yang harus kubicarakan denganmu. Apa aku boleh bertemu?”tanya Eunhyuk. “Tentu saja.” Jawab Hanwoo. Sebenarnya dia sangat senang jika kekasihnya mengajaknya bertemu. Eunhyuk sudah tidak sesibuk dulu lagi. Mereka berdua sering sekali bertemu akhir-akhir ini.

“Tunggu aku kalau begitu. Sekarang aku akan berangkat. Popo~” pinta Eunhyuk sambil mengerucutkan bibirnya.Hanwoo memandang handphonenya dengan tatapan centil lalu mengerucutkan bibirnya hingga menyentuh layar kacanya. “Muach..” Dia mengabulkan permintaan kekasihnya itu. Kegiatan ini biasa mereka lakukan jika akan menutup telepon atau berpisah ketika bertemu.

Eunhyuk tersenyum senang lalu melakukan hal yang sama untuk Hanwoo. Mereka memutuskan panggilan teleponnya.

*

Eunhyuk duduk di sofa ruang tamu ketika berkunjung menemui Hanwoo. Sejak hari dimana dia dipergoki oleh kedua orang tua Hanwoo saat mencium anaknya dan juga lebih parahnya dia ketahuan sedang meniduri putrinya minggu lalu, Eunhyuk menjadi lebih sopan dan tidak berani untuk melakukan hal yang aneh-aneh lagi. Itu akan membuat pointnya berkurang dimata calon mertuanya. Hanwoo berdiri menatap kekasihnya itu.

Oppa kajja kita pergi ke atas.” Hanwoo mengajak Eunhyuk untuk pergi ke dalam kamarnya namun Eunhyuk menggeleng menolak ajakan kekasihnya membuat perempuan itu mengernyitkan keningnya. “Anio, aku disini saja.” Ujar Eunhyuk. “Waeyo? Kau tidak biasa seperti ini. Aku curiga.” Hanwoo memincingkan matanya tajam sambil melipat kedua tangannya di dada.

Gwenchanayo..” Eunhyuk mencoba meyakinkan kekasihnya. “Jinjayo?” Namun Hanwoo tetap tidak percaya masih memincingkan matanya menatap Eunhyuk curiga memastikan bahwa Eunhyuknya tidak menyimpan sesuatu yang mencurigakan. Hanwoo kemudian duduk disebelah Eunhyuk.

“Dimana eomonim?” tanya Eunhyuk sambil menengokkan kepalanya ke belakang melihat situasi lebih tepatnya. Dia mencari-cari sosok perempuan setengah baya yang sedari tadi tidak dilihatnya, calon ibu mertuanya. “Eomma sedang pergi bersama teman-temannya.” Sahut Hanwoo. “Jinjayo?” Hanwoo mengangguk mengiyakan.

Eunhyuk tiba-tiba merangkul Hanwoo. “Bogoshipoooo !” ujarnya. Hanwoo tersenyum lalu merebahkan kepalanya di bahu Eunhyuk. Sepertinya Eunhyuk sangat senang mendengar kabar bahwa calon mertuanya sedang tidak ada dirumah.“Oppa, popo~” Hanwoo mengerucutkan bibirnya sambil menatap Eunhyuk. Pria itu mengecup bibir kekasihnya mesra.

“Yak, Hanwoo-ya..”

Mm?”

“Aku tidak jadi wamil bulan ini. Jadwalku keluar bulan Oktober.” Hanwoo terdiam. Lidahnya kelu tiba-tiba dia tidak bisa berkata-kata. “Aku tidak lulus tes kepolisian.” Eunhyuk mulai menampakkan wajah sayunya dan sedikit merasa sedih akibat ketidak-lulusannya dalam tes divisi polisinya. “Sudah kuduga, oppa. Mereka tidak akan memilihmu.” telak Hanwoo seperti sudah memperkirakan semuanya.

“Waeyo? Bagaimana kau bisa tahu? Apa kau ada relasi?” Mendengar pertanyaan kekasihnya, Hanwoo tertawa terpingkal-pingkal. “Oppa, kau itu adalah penjahat. Bagaimana bisa mereka merekrutmu untuk menjadi polisi jika setiap keluar tanpa memakai masker saja kau selalu diikuti oleh fansmu. Jika kau menjadi polisi akan semakin bertambah kejahatan di Korea karena dirimu, oppa. Fans-fansmu pasti akan sengaja melakukan kejahatan demi ditangkap polisi tampan sepertimu.” Ujar Hanwoo. Entah ini pujian atau ledekan untuk kekasihnya dia menikmati tawanya.

Eunhyuk memincingkan matanya sambil melipat tangannya di dada setelah mendengar kekasihnya berbicara ngawur. “Eiii, pemikiran macam apa itu.”Hanwoo tertawa. “Bagaimana jika kau tidak usah wamil saja?” pinta Hanwoo. Sesaat dia menghentikan tawanya. Ekspresinya berubah serius berbeda sekali ketika dia tertawa tadi. “Seharusnya kita menikah. Begitu bukan?” tebak Eunhyuk. “Andwe, aku akan menunggumu kembali, oppa.” jawab Hanwoo. Mendengar jawaban Hanwoo, Eunhyuk sangat lega mendengarnya bahwa kekasihnya akan menunggu kepulagannya wajib militer.

 

*

Malam ini Hanwoo memutuskan untuk pergi ke toko buku sendirian. Dia melangkah di sepanjang rak-rak buku untuk menemukan  buku yang dia cari. Telunjuknya menelusuri buku-buku yang terjejer rapi di dalam rak. Rak-rak buku yang dia tuju adalah berisi tentang kumpulan novel-novel terjemahan. Dia mencari buku-buku demi naskahnya yang harus dia selesaikan. Dia harus banyak membaca agar tulisannya berkembang menjadi baik. Itu pesan editornya ketika memeriksa naskahnya tiga minggu lalu.

Hanwoo merasa seseorang tiba-tiba berdiri tepat disampingnya sedang mengganggu pencariannya. Hanwoo berdiri tegak melihat seorang perempuan berambut panjang sedang tersenyum melambaikan tangan ke arahnya. Sesaat dia berpikir siapa wanita di depannya? Dia mirip sepeti Son Naeun salah satu member Apink. Hanya saja dia sangat kurus untuk seukuran Son Naeun yang sedikit tembam. Hanwoo mulai mengingat siapa wanita yang ada dihadapannya sampai dia mengingat bahwa wanita dihadapannya bernama Cho Ah ri teman semasa SMA nya. Mereka mulai saling menyapa.

“Hanwoo-ssi sudah lama tidak bertemu.” Cho Ah Ri memeluk Hanwoo terlebih dahulu. Mereka menempelkan pipinya di kanan dan di kiri secara bergantian.“Bagaimana kabarmu Ah Ri-ssi ?” Mereka saling menatap. “Baik-baik saja walaupun aku sangat sibuk dengan pekerjaanku menjadi executive muda di sebuah bank. Kau tahu, bisa keluar bebas seperti ini tidak mudah karena pekerjaanku sangat banyak.” Ujar Choi Ah Ri sedikit melebih-lebihkan dengan gaya khasnya yang sepertinya belum berubah. Sewaktu SMA Choi Ah Ri dikenal memang suka berlebihan dengan gayanya. Hanwoo hanya tidak menyangka dia belum mengubah sifatnya itu.

“Wah kau sangat sukses. Aku senang mendengarnya.” Hanwoo mencoba memuji padahal hatinya sangat malas sekali untuk membagi pujiannya kepada seseorang yang sangat membosankan seperti Cho Ah Ri. “Bagaimana denganmu Hanwoo-ya?” Cho Ah Ri balik bertanya. Sepertinya dia sangat penasaran dengan kehidupan Hanwoo.

“Aku menjadi penulis sekarang.” Hanya singkat, padat dan jelas. Hanwoo tidak suka hal yang bertele-tele.“Ah begitu. Hanwoo-ssi ada yang ingin kuberitahu.” Ujar Cho Ah Ri. Hanwoo mengernyitkan keningnya. “Mwoyaige?”

Choi Ah Ri kemudian mengeluarkan handphonenya tengah membuka gallery photonya. Dia memperlihatkan photo dirinya bersama tiga orang pria dan empat orang wanita. Hanwoo membulatkan matanya ketika tahu siapa orang yang ingin diperlihatkan oleh Cho Ah Ri. Ahn Jae Soo ada di photo itu. Dia salah satu pria dari tiga orang pria yang berdiri di photo itu. Pria itu sudah lama tidak dilihatnya. Di photo itu Ahn Jae Soo tersenyum ramah. Dia masih terliat tampan dengan kemeja merah marunnya.

“Waktu itu aku pergi dengan teman-teman kerjaku. Ternyata aku bertemu dengan Ahn Jae Soo. Dan mereka juga mengenali Ahn Jae Soo. Benar-benar dunia terasa sempit jika seperti itu. Kau tahu jika aku mengingat Ahn Jae Soo, entah kenapa aku jadi teringat denganmu. Dia sekarang sudah menjadi dokter spesialis dan sangat sukses. Dia juga tambah tampan. Berbeda sekali denganmu Hanwoo-ssi.”

Mendengar hal itu Hanwoo melayangkan tatapan tajam. “Maksudmu apa? Apanya yang berbeda?”

“Hanwoo-ssi, menyerahlah. Aku tahu kau belum bisa melupakan Ahn Jae Soo, kuberitahu kau itu tidak bisa hidup bersama Ahn Jae Soo. Kehdupanmu dan kehidupan dia itu berbeda. Kau tidakakan mungkin bisa bersamanya. Cepatlah sadar Hanwoo-ssi.”

Hanwoo mendesis mendengarnya. Cho Ah Ri sedang merendahkan dirinya. Dia tidak bisa tahan. “Memang bagaimana kehidupannya? Dia juga pasti makan bibimbap sama sepertiku. Sekalipun dia minum wine, akupun bisa. Kehidupan apa yang kau bilang Cho Ah Ri-ssi?” Hanwoo menegaskan kalimatnya. Cho Ah Ri tertawa pelan menanggapi. Dia menepuk pundak Hanwoo lalu memasukkan handphonenya ke dalam clutch bagnya.

“Kau bisa tahu sendiri kan kehidupan seperti apa.” Cho Ah Ri lalu pergi dari pandangan Hanwoo. Mendengar hal itu Hanwoo mengepalkan tangannya – mengulum bibirnya – berusaha menormalkan pernapasannya agar pikirannya menjadi tenang.

Saat pulang dari toko buku, Hanwoo mengamuk sendiri di dalam mobil memikirkan perkataan Cho Ah Ri barusan. Dia benar-benar tersinggung dan merasa sangat di permalukan. Karena emosinya dia menginjak pedal gasnya sampai kecepatan itu bertambah menjadi 100 km/jam di jalanan tol.

“Mwoya? Kehidupan apa yang dia maksud berbeda?” tanya Hanwoo. Tangannya menekan tombol menurunkan kaca jendelanya kemudian meludah seakaan-akan meludahi wajah Cho Ah Ri. Dia menutup kembali kaca mobilnya.  “Ahn Jae Soo.. Kenapa harus aku yang tidak pantas? Akan kubuat dia yang tidak pantas hidup denganku dan akan kubuat dia mengemis-ngemis berlutut dihadapanku. Cho Ah Ri keparat kau ! Pria itu akan kubuat menyukaiku jika bertemu nanti.”

“Cih, bilang saja dia menyukai Ahn Jae Soo. Lalu kehidupan yang pantas itu seperti kehidupannya? Jika saja mereka tahu siapa pria yang menjadi pacarku sekarang mereka akan benar-benar terpojok – Aaaaarrghhhh !!!” Hanwoo mulai frustasi. Dia merasa belum cukup untuk memaki-maki Cho Ah Ri sehingga Ahn Jae Soo yang tidak bersalahpun namanya ikut terseret-seret dalam lingkaran setan yang sudah dia buat.

“Hanya karena dia dokter yang sukses aku tidak akan menyukainya lagi ! Sudah cukup aku merasa direndahkan seperti ini.” Hanwoo merutuk pada dirinya sendiri.

*

“Korea Utara kembali menyerang ke daerah perbatasan Korea Selatan..”

Roti yang hendak akan dimakan Hanwoo terjatuh begitu saja ketika menonton berita TV bersama ayah dan ibunya di malam hari. Ketakutan mulai dirasakannya perlahan-lahan seperti merayapi sekujur tubuhnya.

“Omo, apakah akan perang lagi? Bagaimana ini? Apakah kita harus mengungsi ke Amerika saja?” tanya Nyonya Lee dengan raut wajah yang sangat khawatir. Bahkan dia meremas piyama tidurnya. “Sepertinya begitu. Bagaimana dengan uri Sungmin yang sedang wamil?” tanya tuan Lee mengingat keponakannya sedang mengikuti wajib militer.

Eotteoke, Eunhyuk oppa juga akan berangkat wamil.” Hanwoo mulai resah ikut meremas bajunya seperti ibunya. Nyonya Lee menoleh ke arah anak perempuannya dengan tatapan kasihan. “Aigooo.. Bisakah dia tidak wamil saja? Dia wamil disaat keadaan sedang gawat. Divisi apa yang akan dia masuki Hanwoo-ya?”

“Oppa gagal masuk divisi kepolisian dan akan pergi di bulan Oktober ini.” Ujar Hanwoo sambil menggaruk-garuk bahunya yang tidak gatal. “Aah..kau akan ditinggal Eunhyukie. Kau pasti akan kesepian.” Nyonya Lee merangkul Hanwoo menempelkan kepalanya ke kepala anaknya. Hanwoo mengerucutkan bibirnya merangkul ibunya dengan tatapan sedih.

Setelah selesai menonton siaran berita di TV, Hanwoo bergegas masuk ke dalam kamar. Dia mengambil handphone mencoba menelepon kekasihnya. Kegiatannya di setiap malam adalah menelepon Eunhyuk memastikan bahwa pria itu juga masih peduli padanya. Tidak lama kemudian Eunhyuk mengangkat teleponnya. Hanwoo beranjak duduk di atas ranjangnya.

Oppa, eodiya?” Hanwoo mulai percakapan. “Aku baru saja pulang dari acara dream team.” Sahut Eunhyuk. Samar-samar terdengar bunyi klakson di tempat Eunhyuk. Hanwoo berpikir kekasihnya sedang berada dalam perjalanan. “Apa kau sedang menyetir? Aku akan meneleponmu nanti.”

Anio, oppa tidak menyetir. Oppa sedang bersama manajer hyung dalam perjalanan pulang. Apa Hanwooku sudah makan?” Eunhyuk benar-benar tidak ingin memutuskan sambungan teleponnya karena dia merasa bosan dan butuh ditemani Hanwoo setelah lelah menangkap bola di acara dream team.

“O sudah. Bagaimana denganmu?” Hanwoo balik bertanya. “Mungkin sebentar lagi akan mampir ke restoran. Kau sedang apa?”

Hmm .. Aku sedang memikirkan bagaimana jika kau tidak usah wamil saja?”

Mwoya? Apa yang kau pikirkan?”tanya Eunhyuk karena dia tidak mengerti dengan arah pikiran Hanwoo. “Oppa,apa kau tidak tahu keadaan perang ini sedang genting? Pyongyang menyerang ke perbatasan lagi. Tidak bisakah kau tidak wamil saja? Aku sangat khawatir.” Hanwoo menggigit bibirnya merasakan keresahan yang mungkin tidak dirasakan kekasihnya.

Eunhyuk tersenyum mendengarnya. “Yak, bukankah bagus jika aku wamil, maka aku bisa melindungimu jika terjadi perang.” Dia mencoba memberi saran yang baik agar Hanwoo bisa berpikir positif mengenai kepergiannya nanti. “Kau itu bicara apa ! Kita sudah hidup enak berdoalah untuk tidak terjadi peperangan.” Kesal Hanwoo. Dia merebahkan tubuhnya menatap langit-langit. Dia terdengar frustasi terlalu memikirkan hal-hal buruk jika kekasihnya pergi wamil.

“Yak, Hanwoo-ya menyanyilah untukku.”Hanwoo bangun dari tidurnya karena terkejut dengan keinginan kekasihnya yang menyuruhnya menyanyi. “Mwo? Kau menyuruhku menyanyi? Bagaimana jika oppa saja yang menyanyi untukku?” rajuk Hanwoo.

Umm.. Aku belum pernah mendengarmu menyanyi untukku.” Eunhyuk tidak kalah merajuk. “Kau juga.” Sahut Hanwoo tidak mau kalah agar dia tidak disuruh menyanyi. “Baiklah aku akan menyanyi jika kau menyanyi untukku. Palli..” Eunhyuk masih mencoba memaksa. Dia sangat ingin mendengar Hanwoo menyanyi untuknya.“Mwoya aku bukan penyanyi.”

Aaah paalli ~” pinta Eunhyuk merengek seperti anak kecil. Hanwoo bangun dari tidurnya –  menekuk – memeluk kedua lututnya. Dia tersenyum membenamkan kepalanya pada lututnya karena malu memikirkan Eunhyuk akan mendengarnya menyanyi untuk pertama kalinya.

“Baiklah aku akan menyanyi untukmu. Apa kau tahu lagu duet Sunny onnie bersama Luna di ost beautiful to you? Minho oppa main disana bersama Sulli.” Ujar Hanwoo. Eunhyuk mencoba mengingat-ngingat drama apa yang disebut Hanwoo. “Hmm .. Sepertinya aku tahu.”

“Aku selalu mendengarkan lagu itu jika aku merindukanmu.” Hanwoo mencoba mengungkapkan perasaannya. Entah kenapa suasananya sangat mendukung untuk sedikit ber-mellowmellow ria dengan Eunhyuk. “Jinjayo?”

Hmm. Aa..aa..“ Hanwoo mulai mengetes suaranya agar tidak salah nada atau serak. Dia sempat tertawa sebelum akanbenar-benar bernyanyi. Di dalam mobil Eunhyuk tersenyum geli tidak sabar mendengar suara Hanwoo. Dia siap-siap menekan tombol bulat berwarna merah di handphonenya. Ini semua memang sudah dia rencanakan akan merekam suara kekasihnya.

Saranghae Saranghae Saranghae cheon beoneul marhaedo mojara. Keuriwo keuriwo keuriun sunkanmada deo keuriwo..(I love u, I love u, I love u, even if I say it a thousand times, it’s not enough. I Miss U, I miss u, I miss u each moment that I miss u, I miss u more..)Bureogo bureogo bureumyeon jakkuman tteooreuneun eolkul. Barago Barago baramyeon. (I call u, and call u and call u and your face  keeps floating up). Eonjenkan niga nae mam arajulkka (If I hope and hope and hope, will you know how I feel someday?). Ojing nobbakke moreuneun geureon naya (it’s me who only knows you the person who will only love you is me). Neomaneul saranghae jul saram baro naya (it’s because meeting you was like a miracle to me)Neol mannan sesanginaegen..(it’s me who only wants u, the person who will only protect you is me..).

Eunhyuk tersenyum mendengarnya ketika Hanwoo sudah selesai bernyanyi. Dia menepuk tangan kanannya di pergelangan tangan kirinya memberi selamat pada Hanwoo. Terdengar Hanwoo berteriak pelan di seberang karena malu. Eunyuk mematikan tombol recordingnya.

Oppa suaraku jelek. Jangan mengejekku.” Rajuk Hanwoo. “Johayo. Apapun yang kau lakukan aku sangat menyukainya.” Eunhyuk mulai mengeluarkan rayuan gombalnya membuat Hanwoo berhasil berhenti berteriak.

Hanwoo terdiam. Dia sangat senang mendengar kekasihnya berbicara seperti itu. “Jangan seperti itu padaku, jebalyo. Kau tahu jika kau seperti ini oppa, aku bisa tambah menyukaimu.” Suara Hanwoo memelan. Dia mulai merasa merindukan Eunhyuknya.

“Aku senang jika seperti itu. Yak, apa kau tidak ingin mendengarku menyanyi?” tanya Eunhyuk. “Andwee. Jangan menyanyi untukku.” Tiba-tiba Hanwoo berteriak tidak mau. Dia merubah pikirannya untuk tidak mendengar kekasihnya bernyanyi. “Waee?” protes Eunhyuk. “Andwe ! Aku tidak ingin mendengarmu !” Hanwoo tetap mengelak. “Aku akan menyanyi, aaa..aaa..hana dul set welcome to the super show..” Eunhyuk mulai menyanyi tapi Hanwoo malah berteriak membuatnya berhenti bernyanyi.

Andweeeeee !!

Aiishh Waeyooo?” tanya Eunhyuk yang terus mulai menggoda Hanwoo. Mereka sudah jarang bertengkar seperti kemarin-kemarin dan sedang menikmati kebersamaannya.

 

 

‘Karena jika aku mendengarmu menyanyi tepat di telingaku aku tidak jamin bisa bernapas dengan baik. Aku hanya takut setelah suaramu berhenti aku akan semakin menyukaimu dan tambah menyukaimu … Jika seperti itu kau hanya akan menyiksaku, oppa.’ – Hanwoo

‘Terima kasih sudah menyanyi untukku, Hanwoo-ya. Suaramu akan kudengar jika aku merindukanmu saat aku melaksanakan tugas wajib militerku nanti. Ojing nobbakke moreuneun geureon naya (it’s me who only knows you the person who will only love you is me).’ – Eunhyuk.

 

*

Tiga hari kemudian tepat pukul 5 sore Hanwoo sampai di ballroom acara reuni SMA nya. Setelah memikirkan berulang kali datang atau tidak ke acara ini akhirnya dia memutuskan untuk menghadiri acara reuni ini.

Malam ini Hanwoo terlihat cantik dengan gaun panjang berwarna hitamnya memperlihatkan lekuk indah tubuhnya. Gaunnya hampir menutupi tumitnya. Rambutnya dia pusung memperlihatkan leher jenjangnya. Sebagian teman-teman yang dia kenal menatapnya karena lupa dengan dirinya. Hanwoo sempat menyapa beberapa orang yang dia kenal.

Tiba-tiba Cho Ah Ri datang menyentuh pundaknya. Melihat wajahnya Hanwoo merasa moodnya sedikit hilang. Dia benar-benar kesal karena tingkah Cho Ah Ri kemarin saat di toko buku. Aku mencoba menarik sudut bibirku tersenyum padanya.

“Hanwoo-ssi, kau sangat cantik hari ini sampai-sampai aku hampir tidak mengenalmu.”

Gomapseumnida, Ah Ri-ssi.”

“Ah apakau bisa ikut denganku sebentar?”

Eodiyeyo?” tanya Hanwoo.

“Bertemu teman lama. Kau pasti sangat merindukannya. Kajja.”

“Ah Ri-ssi Cakkaman !” teriak Hanwoo namun Cho Ah Ri tidak mendengarnya.

Cho Ah Ri menarik tangan Hanwoo mengajak gadis itu ke tengah kerumunan orang-orang. Cho Ah Ri berhenti tiba-tiba. Dia melambaikan tangannya kepada dua pria dihadapannya.

“Ah Ri-ssi cakkaman..” Hanwoo berhasil menepis tangan Cho Ah Ri. Dilihatnya Ah Ri sedang melambaikan tangannya. Hanwoo menoleh melihat siapa yang ditemui Cho Ah Ri. Dia terkejut melihat dua pria sedang berdiri disana. Salah satunya pria ber jas biru dongker itu adalah Ahn Jae Soo.

“Apa kau tidak ingin bertemu Ahn Jae Soo? Kudengar kau masih mengharapkannya.” Ujar Cho Ah Ri. Hanwoo mendesis mendengar gosip murahan tentang dirinya yang dikatakan temannya itu. Cho Ah Ri menarik tangannya lagi mengajaknya kehadapan Ahn Jae Soo.

Ahn Jae Soo menatap gadis di belakang Cho Ah Ri yang sedang menunduk. Dia mencoba mengingat siapa gadis yang berdiri di belakang Ah Ri.

“Hanwoo-ssi?” tebak Ahn Jae Soo. Hanwoo tersadar bahwa seseorang memanggil namanya. Dia memastikan apakah yang memanggilnya benar Ahn Jae Soo? Hanwoo menoleh ke arah Ahn Jae Soo dan melihat pria itu tersenyum ke arahnya. Ini membuat dirinya sedikit kikuk.

“Apa kau Hanwoo-ssi?” tanya Ahn Jae Soo sembari menunjuk ke arah Hanwoo.

Anyeong Jae Soo-ssi.” Sapa Hanwoo. Hanwoo mencoba tersenyum sebisa mungkin.

*

Malam ini Eunhyuk dan Leeteuk menjadi DJ Sukira menggantikan Ryeowook. Eunhyuk menunggu di ruang tunggu. Salah satu staf Sukira memberikan beberapa script acara malam ini pada dua pria itu. Staf itu memberikan arahannya.

Sedangkan Hanwoo masih menikmati acara reuninya. Dia duduk disamping Ahn Jae Soo mendengarkan MC membuka acara. Dia merasa tidak nyaman jika seperti ini karena teringat masa lalunya yang memuakkan. Dia merasa sedikit malu karena pernah ditolak Ahn Jae Soo.

Eunhyuk mengambil handphonenya mulai mengetik pesan line untuk kekasihnya. Pesan itu terkirim. Hanwoo melihat layar handphonenya menyala. Dia mengambil handphonenya yang diletakkannya di atas meja kemudian membaca pesan line tersebut.

HJ: Kau benar tidak ingin datang ?

Hanwoo mengulum bibirnya. Sepertinya dia harus pulang jika tidak kekasihnya akan marah padanya karena hari ini adalah hari spesialnya di Sukira. Dia melihat jam di layar handphonenya yang menunjukkan sudah jam 8 malam.

“Ahn Jae Soo-ssi, mian aku harus pulang.”

“Kenapa cepat sekali? Acara baru setengah jalan.”

“Aku harus menemui seseorang. Sampai jumpa.” Hanwoo bangkit melambaikan tangannya ke arah Ahn Jae Soo yang hanya menatapnya. Pria itu menarik tangan Hanwoo ketika hendak meninggalkan ballroom. Hanwoo menoleh ke arah pria itu.

“Aku akan mengantarmu.”

*

Hanwoo duduk disebelah jok kemudi di samping Ahn Jae Soo. Jantungnya berdetak cepat karena gugup berduaan dengan seseorang yang pernah dia sukai di masa lalu. Ternyata rencananya untuk balas dendam jika bertemu Ahn Jae Soo tidak semulus yang diduganya.

Sedan putih ini melaju di tengah jalan. Ahn Jae Soo sempat menoleh melihat Hanwoo. Dia hanya penasaran dengan apa yang Hanwoo pikirkan tentangnya karena sudah terlalu lama tidak berjumpa.

“Jae Soo-ssi, gomawoyo karena sudah mau mengantarku.” Hanwoo tersenyum menoleh ke arah Ahn Jae Soo yang sibuk menyetir. “Cheonmaneyo. Sudah lama tidak berbicara seperti ini denganmu. Ballroom sangat ramai untuk bisa berbicara seperti ini.”

Ah ne.” Hanwoo mengangguk-angguk mengiyakan. “Kau mau kuantar sampai mana?” Tanya Ahn Jae Soo. “Tolong antar aku sampai di depan gedung KBS.” Ahn Jae Soo terkejut mendengarnya. “Kau bekerja disana? Malam hari seperti ini?” Ahn Jae Soo sedikit tertarik dan penasaran dengan jawaban Hanwoo. “Ah anio, chogi.. Kekasihku kerja disana.”

Ahn Jae Soo terdiam namun sesaat dia mengangguk mengerti. “Ah jadi kau sudah punya kekasih rupanya. Yah tidak mungkin wanita secantik kamu belum punya kekasih.” Ujar Jae Soo dengan samar-samar Hanwoo tidak percaya diri apakah Jae Soo benar-benar mengucapkan hal itu padanya? Apakah Ahn Jae Soo sedang memuji dirinya?

“Ne?” tanya Hanwoo lagi. Ahn Jae Soo menoleh tersenyum ke arah Hanwoo. Senyumnya sangat manis seperti pertama kali Hanwoo jatuh cinta padanya. Namun entah kenapa dia merasa tidak ada lagi perasaan menggebu seperti dulu. Jae Soo memang tampan, tapi dia tidak mendapatkan lagi perasaan mendebar itu seperti perasaannya ketika dia berada di dekat Eunhyuk. Terasa berbeda.

“Apa kekasihmu seorang produser? Atau ..CEO?”

Anio, tidak seperti itu hahaha. Kekasihku hanya pegawai biasa.” Hanwoo berdusta. Tentu saja dia harus berbohong tentang privasi kekasihnya sebagai seorang artis. Sudah berapa banyak kebohongan yang dia lontarkan selama ini? Ahn Jae Soo tersenyum mengulum bibirnya dia mencoba mengerti Hanwoo.

“Kau sendiri bagaimana Jae Soo-ssi? Bagaimana tentang pacarmu?”

“Aku sudah bertunangan.”

Hanwoo menoleh menatap Ahn Jae Soo. Pria itu menunjukkan gelagat yang canggung setelah mengatakannya. Apa dia sedang malu mengatakannya? “Ah begitu. Pacarmu akan marah jika tahu kau mengantar seorang gadis lain pada malam hari.”

Ahn Jae Soo menggeleng. “Jika aku tau kau punya kekasih aku juga tidak dengan lancang mengantarmu seperti ini. Mianhae.”

Hanwoo terdiam. “Kekasihku sangat cemburu dan sangat protektif denganku. Tapi aku bisa mengatas semua itu.”

“Jinjayo? Apa dia seseorang yang akan memukulmu?” raut wajah Ahn Jae Soo sedikit takut ketika bertanya hal seperti itu. Namun sayangnya raut wajahnya berubah menjadi normal lagi ketika melihat Hanwoo menggelengkan kepalanya. “Anio, dia tidak pernah kasar padaku. Sesungguhnya dia sangat takut aku pergi karena jadwalnya tidak menentu dan sangat padat.” Hanwoo mengenang kekasihnya membuat Ahn Jae Soo terdiam.

“Kau tidak takut dia berselingkuh?” Tanya Ahn Jae Soo. “Tentu saja aku takut. Tapi dia sangat rajin meneleponku. Entahlah, aku sangat percaya padanya.” Hanwoo menunduk malu-malu.

“Melihatmu seperti ini entah kenapa aku sedikit menyesal.” Ujar Ahn Jae Soo samar-samar dengan suara yang pelan.

“Ne?” Hanwoo mulai tidak yakin dengan arah pembicaraan Ahn Jae Soo. Apa dia sedang menyadari perbuatannya di masa lalu?

“Anio, hanya saja aku merasa bersalah waktu itu. Aku menjauhimu karena aku tidak nyaman denganmu. Kau pasti sangat kesal padaku. Aku memikirkannya dan ketika lulus SMA aku mencarimu untuk minta maaf tapi kau mengganti nomor handphonemu. Aku datang menghadiri acara alumni ini hanya untuk bertemu denganmu. Aku minta maaf. Waktu itu pemikiranku belum dewasa. Apa kau mau memaafkanku?”

Hanwoo mengedipkan matanya mendengar ucapan pria disebelahnya. Kemudian dia tersenyum menundukkan wajahnya. Pemikiran yang belum dewasa … Memang benar. Kini mereka bertemu setelah tumbuh dewasa.

“Awalnya aku marah padamu, Jae Soo-ssi. Aku tahu bahwa kau menghapusku di media social dan juga menghindariku. Dan sekarang kita bertemu aku merasakan perbedaan. Mungkin waktu itu aku juga belum dewasa jadi aku juga memusuhimu bahkan aku tidak ingin bertemu denganmu lagi. Tapi ketika hari ini melihatmu lagi rasanya ingin mengenang semua itu dan memperbaikinya dengan baik.” Ujar Hanwoo membuat pria disampingnya sedikit lega. Ahn Jae Soo menepikan mobilnya dan berhenti di tepi jalan.

“Jadi, bolehkah aku menjadi temanmu lagi seperti dulu?” Jae Soo membalikkan badannya menghadap Hanwoo. Dia berharap gadis disebelahnya menerima kembali pertemanannya. Hanwoo mengulum bibirnya. Hanya saja dia ingin tertawa karena sebelumnya dia sangat ingin balas dendam tapi jika melihat situasinya berubah seperti ini, bagaimana dia bisa  balas dendam? Wanita cepat sekali berubah-ubah.

“Tentu saja. Kau tidak perlu meminta ijin.”

Keunde, berapa nomor teleponmu? Aku akan menghubungimu. Tidak baik jika kita kehilangan kontak.”

“Kau bisa mencatatnya. 011-455****” Hanwoo menyebutkan nomor teleponnya. Dia mengeluarkan handphonenya yang berdering karena Ahn Jae Soo mulai meneleponnya.

Gomawoyo, Hanwoo-ssi.” Ahn Jae Soo tersenyum. Hanwoo membalasnya dengan senyuman. “Ja, kalau begitu aku pergi dulu.” Ujar Hanwoo. “Mm.. Hati-hati.” Pinta Ahn Jae Soo. “Kau juga, hati-hati di jalan.” Hanwoo menunjuk Ahn Jae Soo.

Ahn Jae Soo mengangguk sambil melambaikan tangannya. Hanwoo membuka pintunya dan berlari keluar dari sedan ini. Ahn Jae Soo menatap punggung Hanwoo dari belakang.

“Akhirnya aku menemukanmu Hanwoo-ssi..” ujar Ahn Jae Soo. Dia sedang bersyukur atas kejadian hari ini karena sudah menemukan seseorang yang dicarinya selama ini. Akibat ulahnya di masa lalu kini dia hidup dengan perasaan bersalah dan penasaran apakah Hanwoonya hidup dengan baik-baik saja atau tidak. Dan akhirnya dia telah menemukan Hanwoonya ..

*

Seusai siaran Eunhyuk keluar menemui Hanwoo yang sedang menunggu di pintu. Tidak ada yang akan mengetahui mereka berdua karena fans tidak bisa melihat dan juga lingkungan kerja ini tidak akan peduli tentang dirinya. Eunhyuk sempat terdiam karena terpana melihat Hanwoo dengan gaun hitamnya namun dia cepat tersadar kemudian mengerucutkan bibirnya. Dia merasa kesal dengan Hanwoo karena kekasihnya dating telat.

Ah Hanwoo-ssi kau habis datang darimana? Nemo yeppeoyo. Aku yakin Eunhyuk memaafkanmu dan juga  berhenti berbicara tentangmu karena menunggumu yang tidak datang-datang.” Mendengar itu Hanwoo menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya karena malu dipuji seperti itu oleh Leeteuk. “Ah gomawoyo Teuk oppa, Miane, aku sudah bilang padanya bahwa hari ini ada acara reuni SMA.Oppa, apa dia marah padaku?” Hanwoo bertanya pada Leeteuk.

Ah begitu. Gwenchanayo aku juga mengerti kau sibuk. Tapi orang ini sungguh tidak mengerti. Kenapa kau mau berpacaran dengannya hah? Putuskan saja dia jika dia marah padamu.” Ujar Leeteuk sambil tertawa. Eunhyuk mendorong tubuh Leeteuk. “Hyung !” protesnya memberi isyarat untuk menghentikan ledekannya dan membiarkan dirinya memiliki waktu berdua dengan Hanwoo.

Arayeo, arayeo. Jangan sampai ketahuan siapapun bahwa kalian couple.” Leeteuk pergi diikuti Hanwoo dan Eunhyuk. Mereka mengikuti para staf keluar dari tempat ini. Hanwoo mendahului mereka karena dia tahu sebentar lagi akan melewati para fans yang sedang menunggu di lobby.

Hanwoo memisahkan diri mendekati staf wanita dan hanya perlu berdiri disampingnya. Mereka sedang menunggu lift untuk turun ke basement terbuka.  Dia menyaksikan Eunhyuk berkomunikasi dengan para fansnya. Dia sangat baik terhadap orang-orang yang mencintainya sepenuh hati. Dia sama sekali tidak sombong dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan lucu dari fans seperti ‘oppa sudah makan?’ ‘oppa jangan ngebut’ ‘oppa apa kau sudah mandi?’ dan Eunhyuk hanya bisa tertawa mendegarnya.

Hanwoo hendak mengambil handphonenya di dalam tas. Tangannya masuk ke dalam tas dan mencari-cari handphonenya. Dia mulai sadar bahwa handphonenya tidak ada di dalam tasnya. Dia mencoba mengingat-ingat lagi kapan dia terakhir kali menggunakan barang itu dan mulai teringat ternyata sewaktu Ahn Jae Soo meminta kontaknya, itu berarti handphonenya ketinggalan di mobil Ahn Jae Soo. Hanwoo mencoba menenangkan dirinya bagaimana caranya dia menemukan pria itu. Dia juga tidak ingat kontak Ahn Jae Soo. Bagaimana juga dia akan bilang pada Eunhyuk bahwa handphonenya ada pada pria itu?

*

Ahn Jae Soo memasuki lobby KBS. Dia mencoba bertanya di informasi mengenai keberadaan Lee Hanwoo namun para pegawai itu tidak tahu siapa orang yang disebutnya. Ahn Jae Soo berniat kembali mengembalikan handphone Hanwoo karena handphonenya tertinggal di dalam mobilnya. Ahn Jae Soo melihat banyak kerumunan wanita dengan kamera yang tergantung di leher mereka dan juga kertas banner yang dia mengira pasti habis ada event disini.

Ahn Jae Soo mencari-cari Hanwoo dalam kerumunan itu namun tidak dilihatnya sama sekali keberadaan Hanwoo. Dia mengenal gadis itu dengan baik malam ini karena mengenakan gaun hitam yang sangat cantik pasti akan cepat mengenal Hanwoo diantara gadis-gadis itu. Namun sedikitpun dia tidak menemukan batang hidung gadis yang dicarinya.

Sedangkan Hanwoo berada di basement bersama Eunhyuk, Leeteuk dan manajernya. Hanwoo berjalan disamping manajer hyung agar tidak ketahuan gadis secantik Hanwoo adalah salah satu kekasih dari mereka. Ini sudah biasa terjadi jadi mereka bisa mengakalinya. Apalagi mobil-mobil sekarang sudah terpasang black box itu akan dengan mudah membuat para artis tertangkap skandal. Mereka hampir sampai di depan van hitam yang sering mengantar member super junior ke acara manapun.

“Apa kau bertemu Ji Eun disana?” tanya Leeteuk.

“Kenapa oppa bertanya? Apa dia penasaran dengan Ji Eun dan bertanya sedari tadi padamu?”

Leeteuk menyeringai. “Anio, aku hanya penasaran. Bukankah kalian satu tempat sekolah? Aiish dunia ini begitu sempit Hanwoo-ssi.”

Hyung, jangan membuatnya cemburu lagi aku akan susah menghentikannya.” Pinta Eunhyuk.

Hahaha, anio oppa. Aku tidak cemburu. Pada akhirnya dia akan kembali padaku. Ji Eun tidak datang mungkin bertabrakan dengan schedulenya. Padahal banyak orang sedang menunggu kehadirannya.” Ujar Hanwoo menoleh ke belakang menatap dua pria yang sedang berjalan di belakangnya. Mereka sampai di depan mobil. Manajer hyung membuka pintu agar ketiga orang ini masuk ke dalam van.

Leeteuk memasuki pintu mobil di depan dan membiarkan Eunhyuk dan Hanwoo berada di belakang agar bisa menikmati waktu berdua. Ketika Hanwoo hendak masuk seseorang tiba-tiba memanggil nama Hanwoo hingga mereka menoleh ke belakang. Hanwoo melihat Ahn Jae Soo berlari ke arahnya.

Ahn Jae Soo menatap pria di belakang Hanwoo yang tak lain adalah seorang artis terkenal. Eunhyuk menatap Ahn Jae Soo dari atas sampai bawah melihat busana yang dipakainya sangat rapi seperti habis menghadiri suatu acara. Eunhyuk mulai penasaran apa hubungan Hanwoo dengan pria ini . Eunhyuk melihat Jae Soo menarik tangan Hanwoo tepat di depan matanya dan menaruh sesuatu di atas telapak tangan kekasihnya. Dia menaruh handphone Hanwoo disana. Eunhyuk membelalakkan matanya menyaksikan adegan ini.

“Untung aku menemukanmu, Hanwoo-ssi. Handphonemu tert..”

Ah ne kamsahamnida Jae Soo-ssi.” Hanwoo cepat-cepat membungkuk ke arah Jae Soo mengucapkan terima kasih padanya. Ahn Jae Soo terdiam melihat aksi Hanwoo yang tidak nyaman. “Apa kau sudah bertemu kekasihmu?” tanya Jae Soo. Ini adalah hal yang selalu sulit dilontarkan ketika beberapa orang selalu menanyakan keberadaan kekasihnya. “Ah ne..”

“Apa ..Kalian ..Couple?” Ahn Jae Soo menunjuk Hanwoo dan Eunhyuk dengan kedua telunjuknya. Eunhyuk tiba-tiba tertawa mendengarnya. Tiba-tiba manajer hyung menurunkan kaca mobilnya dan melihat Hanwoo. “Hanwoo-ya, masuklah ke dalam.” Ujar manajer hyung pura-pura terlihat sedikit informal kepada Hanwoo karena dia tahu dua orang ini sedang butuh bantuan dirinya.

“Dia kekasihku.” Hanwoo menunjuk Won Yong Sun manajer super junior itu dengan jempolnya mencoba meyakinkan Ahn Jae Soo yang mulai curiga. Pria itu mencoba mengangguk paham walaupun dirinya sebenarnya tidak yakin Hanwoo sedang berkata jujur. Eunhyuk menoleh melihat Hanwoo. Hatinya merasa sedikit tidak terima dengan ucapan Hanwoo barusan. Namun dia juga tidak bisa bicara.

“Baiklah kami masuk dulu ya. Kamsahamnida Jae Soo-ssi.” Hanwoo melambaikan tangannya ke arah Ahn Jae Soo kemudian masuk ke dalam mobil. Ahn Jae Soo masih berdiri disamping van sampai mobil itu bergerak mundur dan melaju meninggalkannya.

*

“Nugunde, Ahn Jae Soo?” Tanya Eunhyuk menoleh ke arah Hanwoo saat van hitam ini melaju membawa mereka pergi keluar dari gedung KBS. Dia menunggu dan penasaran akan jawaban Hanwoo. Dia merasa seperti ada sesuatu antara dia dan Jae Soo.

“Teman sewaktu SMA.” Jawab Hanwoo singkat.

“Ah begitu. Kau memintanya untuk mengantarmu kesini lalu handphonemu ketinggalan.” Eunhyuk mulai menebak. Tebakannya seperti sebuah ancaman yang akan menerkam Hanwoo.  Hanwoo menoleh menatap kekasihnya.

“Apa aku orang yang seperti itu?”

Eunhyuk mengulum bibirnya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Hanwoo menghela napas. Dia tahu kekasihnya sedang cemburu jika seperti ini. Hanwoo menggenggam jemari Eunhyuk. Dia mendekatkan wajahnya untuk memeriksa apakah Eunhyuknya marah atau tidak.

“Oppa, apa aku tipe wanita yang seperti itu? Kenapa tidak menjawab?”

Tida ada jawaban dari Eunhyuk yang masih terdiam melipat kedua tangannya di dada. Hanwoo tersenyum geli sambil menggelitik perut Eunhyuk.

“Aku tahu kau cemburu. Jangan marah padaku, aku tidak mungkin meminta duluan jika itu bukan dirimu, oppa. Kau tidak rindu padaku?” Hanwoo mencoba memeluk Eunhyuknya.

“Jadi dia meminta duluan untuk mengantarmu?” Tanya Eunhyuk.

Mmm..”

“Kenapa tidak kau tolak saja?”

“Aku dan dia sudah berteman lama, oppa.”

“Baiklah, aku percaya padamu. Keunde, harusnya kau juga tidak secantik ini Hanwoo-ya.”

“Apakah aku cantik? Jinja?” Hanwoo semakin menekan pelukannya erat. Eunhyuk tersenyum dan kembali normal. Dia membalas pelukan Hanwoo dan menambahkan kecupan mesra di kening Hanwoo.

“Kita tidak akan kelihatan kan?” tanya Hanwoo melihat keluar jendela.

“Anio.” Bisik Eunhyuk. Tatapannya berubah sayu ketika dia berdekatan seperti itu dengan Hanwoo. Dia merasakan hasratnya ingin bercinta seperti sedang kembali tapi dia hanya bisa menahannya.

*

Pagi harinya Hanwoo memasuki kamarnya. Dia baru saja keramas. Tangannya mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuknya. Dia duduk di atas ranjangnya. Hanwoo mengambil handphonenya untuk mengecek apakah ada pesan atau tidak? Ternyata ada dua pesan yang harus dia buka. Pertama pesan line dari Eunhyuk.

HJ: Good Morning my baby. Kau tahu tadi malam aku mimpi bertemu choco. Aku merindukannya seperti merindukanmu sekarang ..

Hanwoo tersenyum lalu membalas pesan kekasihnya.

HW: Good Morning, nappeuni oppa. Aku baru saja selesai beres-beres. Choco merindukanmu. Nado bogoshipo oppa.

 

Hanwoo menutup aplikasi linenya lalu membuka satu pesan dari nomor yang tidak dikenalnya.

 

From: +011 65****

Anyeong ini nomorku, cepatlah save.

Ahn Jae Soo.

 

Satu pesan dari Ahn Jae Soo. Hanwoo menyimpan nomor handphone pria itu. Tiba-tiba handphonenya berdering dari nomor yang baru saja dibacanya. Apakah Ahn Jae Soo yang menelepon?

Ne yeoboseyo?” sapanya. “Hanwoo-ssi, ini aku Ahn Jae Soo. Apa kau sudah menyimpan nomorku?” suara Ahn Jae Soo terdengar dari seberang. “Kau meneleponku ketika aku baru saja ingin menyimpan nomormu.”

Mwo? Kau baru menyimpan nomorku?” Pria itu sedikit tidak terima terdengar dari nadanya. “Mmm.. Aku sangat sibuk tadi pagi dan kemarin malam aku ketiduran belum sempat menyimpannya. Miane.” Jawab Hanwoo. “Ah begitu, baiklah. Hanwoo-ssi, bolehkah aku meneleponmu?”

“Tentu saja boleh. Waeyo?” Tanya Hanwoo. “Anio, kau tidak bekerja?” Hanwoo membenarkan posisi duduknya. “Aku sedang mencoba menjadi penulis. Pekerjaanku tidak menentu walau diberi deadline.” Terdengar Ahn Jae tertawa pelan. “Jinjayo? Kau hebat.”

“Kau sendiri tidak bekerja? Bukankah kau seorang dokter kalau tidak salah?” Hanwoo sedikit penasaran dengan pekerjaan pria itu sehingga dia ingin tahu dan bertanya sendiri karena selama ini dia hanya mendengar melalui orang-orang mengenai Ahn Jae Soo. “Mmm.. Aku sedang libur. Yak, darimana kau tahu aku menjadi seorang dokter?”

“Aku bertemu dengan Cho Ah Ri sebelumnya dia berbicara banyak tentangmu tanpa kuminta. Aku juga sempat bertemu dengan beberapa sahabat-sahabatku tahun lalu dan mengatakan bahwa kau sudah sukses menjadi dokter di sebuah rumah sakit.” Ahn Jae Soo tertawa mendengarnya. “Haha begitu. Sepertinya aku sangat terkenal dan sering dibicarakan.”

“Kau terlalu percaya diri Jae Soo-ssi.” Hanwoo segera menyadarkan Jae Soo sebelum pria itu mengalami pembesaran pada kepalanya karena terlalu percaya diri. Jae Soo yang sedang berdiri di tepi jendela kamarnya tersenyum mendengar ledekan Hanwoo. Dia menunduk lalu berbalik ke tengah kamarnya dan berdiri disana masih menggenggam telepon.

“Sudah lama tidak seperti ini dan aku merasa nyaman..” Mendengar hal itu Hanwoo terpaku. Dia mencoba mengedipkan matanya menyadarkan dirinya karena ucapan Ahn Jae Soo. Tiba-tiba saja Ahn Jae Soo tertawa membuat dirinya sedikit bingung. “Ada yang berbeda denganmu, Hanwoo-ssi.”

“Apa yang berbeda denganku? Aku tidak operasi plastik.” Tanya Hanwoo. “Anio, aku tidak bilang bahwa kau melakukan operasi. Kau masih tetap sama seperti dulu.”

Keunde, apa yang membuatku berbeda?” Hanwoo mencoba berpikir kira-kira apa yang berubah dari dirinya selain wajah. “Hmmm … Entahlah aku belum bisa menemukan jawabannya. Haha. Ah besok kakakku membuka sebuah restoran di daerah Gangnam. Aku mengundangmu, apa kau bisa datang?”

“Besok jam berapa?”

“Jam 6 Sore.”

“Nanti aku akan memberitahumu bisa datang atau tidak.”

“Apa kau besok sibuk?”

“Aku harus bertemu editor. Aku akan usahakan.”

“Baiklah. Tapi aku harap kau akan datang Hanwoo-ssi.” Ahn Jae Soo masih mencoba membujuk Hanwoo agar besok dia datang. “Ya, aku usahakan.”

“Tapi aku ingin kau datang.” Ahn Jae Soo mempertegas kalimatnya. Hanwoo tertawa dibuatnya karena temannya itu sangat keras kepala sekali.

“Baiklah .. Baiklah … Aku akan datang.”

Ahn Jae Soo tersenyum senang mendengarnya sebelum dia memutuskan sambungan teleponnya. Hanwoo mengambil napas panjang memikirkan pakaian apa yang harus dia kenakan pada acaranya besok.

*

Eunhyuk mondar-mandir di kamarnya sambil menggenggam handphonenya. Setelah mondar-mandir dia merebahkan dirinya. Dia merasa bosan setelah lima belas menit menunggu balasan dari Hanwoo. Moodnya menjadi tidak baik.

Tiba-tiba handphonenya berdering. Won Yong Sun Managernya sedang menelponnya. Raut wajahnya menunjukkan kekesalan karena bukan Hanwoo yang menelepon. Eunhyuk menghela napasnya bangkit dari tidurnya kemudian mengangkat telepon dari manajer hyungnya.

“Hyukie, eodiya?”

“Di kamar dorm hyung. Waeyo?”

“Ingat tiga hari lagi kau ada job MC di salah satu variety show SNSD. Bukankah kau sudah lama ingin menjadi MC di acara anak-anak itu?”

Mm.. Hyung gomawo, Hanwoo pasti sangat menyukainya karena dia penggemar Sunny.”

Eii, kau benar-benar mencintai Hanwoo. Berbeda sekali denganmu waktu dulu.” Goda manajer hyung. Eunhyuk mengerucutkan mulutnya menahan senyumnya.

Hyung umurku sudah tidak pantas untuk bermain-main lagi. Lagipula aku bosan bermain-main terus. Ah ya, besok jam 6 sore aku ada undangan pembukaan restoran teman nuna tolong kosongkan jadwalku, hyung. Aku tidak ingin menerima jadwal apapun.”

Arayeo..”

Eunhyuk menutup teleponnya dan melihat satu pesan line dari Hanwoo tertera di layar iphone 6 nya. Dengan cepat dia membuka pesan yang ditunggu-tunggunya sedari tadi.

Hanwoo’s POV

———————

Hari-hari sangat cepat sekali berlalu. Tidak terasa bulan Agustus akan berakhir dan akan memasuki bulan September. Mengingat Eunhyuk oppa akan mengikuti wajib militer, bagaimanakah rasanya ditinggal seperti itu? Tidak ditinggal saja aku selalu merasa kesepian.

Melihat orang-orang disekelilingku bahagia karena berada di dekat kekasihnya walau tidak bertemu setiap hari. Setidaknya dia bisa menunjukkan pada dunia bahwa dia mempunyai kekasih. Ada seseorang disampingnya yang sangat mencintainya.

Terkadang aku juga sangat ingin bergandengan tangan di pinggir jalan bersamanya seperti yang dilakukan banyak couple. Seperti sepasang couple yang tidak sengaja kulihat sekarang. Sang wanita membuka mulutnya menunggu gula-gula kapasnya masuk ke dalam mulutnya disuapi sang pria. Mereka melakukan hal itu di pinggir jalan. Ini saat-saat dimana aku selalu merasa kasihan pada diriku sendiri yang kemudian membuat mulutku mengerucut menahan iri.

Aku membawa audi pinkku melaju di tengah jalanan Gangnam. Setelah bertemu editor, hari ini aku janji menghadiri event grand opening restaurant kakaknya Ahn Jae Soo.  Apa dia tidak salah mengundangku? Tapi, apa yang salah darinya jika dia ingin mengundangku? Dulu kami adalah sahabat. Walau..yah, walau dia pernah mencampakkanku. Apakah aku harus menyelami masa lalu dan membencinya karena dulu dia pernah mencampakkanku? Dulu dan sekarang sudah berbeda. Mungkin aku harus berpikiran maju tidak lagi berpatokan dengan masa lalu.

Aku memarkirkan audi pinkku di tempat tujuan. Dari kejauhan sudah terlihat kiriman bunga-bunga yang cantik memenuhi depan restoran Vintage Clue. Setelah memarkir mobil aku keluar dan masuk ke dalam restoran mencoba mencari Ahn Jae Soo.

Aku masuk ke dalam restoran yang terlihat beberapa pengunjung sudah duduk di beberapa kursi-kursi kayu. Restoran ini terlihat seperti restoran di masa lalu yang penuh dengan pajangan etnik dan lukisan-lukisan Marilyn Monroe yang banyak terpajang di dinding ada juga lukisan Charles Chaplin dan Monalisa yang turut ikut menghiasi dinding.

Aku melihat Ahn Jae Soo datang menghampiriku. Pria yang pernah kusukai dulu masih tetap tampan walaupun tubuhnya sedikit berisi dan tidak sekurus dulu. Jika dibayangkan perawakannya mirip seperti Siwon oppa. Hanya perawakannya saja, wajahnya tidak mirip. Jika dibayangkan dia sedikit mirip dengan aktor terkenal mantan pemain Princess Hours yaitu Kim Jeong Heon. Aku membayangkannya seperti itu.

“Akhirnya kau datang.” Dia tersenyum ke arahku yang membuatku hampir terhanyut.  “Karena aku sudah janji.” Ujarku. “Kajja, masuklah aku akan mengenalkanmu pada nuna.”

Ahn Jae Soo mengajakku masuk ke dalam. Disana aku melihat seorang wanita berdiri disamping dua orang pria. Mereka sedang tertawa seperti habis membicarakan sesuatu yang sangat lucu. Di tangannya masing-masing memegang gelas kaca yang berisi wine.

Nuna, kenalkan dia Hanwoo, temanku sewaktu SMA.” Ahn Jae Soo mengenalkanku kepada kakak perempuannya yang berambut pendek. Tubuh perempuan itu tinggi bak seorang model langsing dan lekuk tubuhnya terlihat dari dress merah yang ditutupi jas putih. Sangat cantik. Dia sangat sempurna untuk seorang wanita wajahnya dibayangkan mirip dengan artis Yu In Young dalam serial Who You Come From The Stars.

Anyeong, kamsahamnida sudah datang di grand opening restoranku, sering-seringlah datang kesini. Aku Ahn Ji Yi.” Dia mengulurkan tangannya terlebih dahulu ke arahku. Dengan senang hati aku menjabat tangannya.

Ne, aku akan mampir kesini untuk makan. Aku Lee Hanwoo.”

“Jae Soo-ya, ajak Hanwoo ke tempatmu.” Pinta Ahn Ji Yi.

Ahn Jae Soo membalikkan tubuhku mengajakku pergi dari tempat ini. Tiba-tiba tidak disangka-sangka aku melihat calon kakak iparku memasuki restoran ini. Sora onnie ada disini? Dia terkejut melihatku sambil menunjukku.

“Sora-ssi !” suara Ahn Ji Yi terdengar menyebut nama calon kakak iparku. Sora onnie melambaikan tangannya. Dia mendekatiku.

Onnie..” sapaku terlebih dahulu.

“Hanwoo-ya ..” dia masih tidak percaya aku ada disini. “Kau kenal Ji Yi?” tanyanya.

Anyeong nuna.” Ahn Jae Soo tiba-tiba membungkuk memberi salam kepada calon kakak iparku yang membuatku sangat terkejut. Mereka saling kenal?  “Jae Soo-ya lama tidak berjumpa.” Aku terkejut karena Sora onnie bersikap ramah seolah-olah mereka sudah saling mengenal sebelumnya.

“Ne nuna, Hanwoo-ssi adalah temanku sewaktu SMA.” Ujarnya pada Sora onnie. “Ne onnie aku datang kesini karena Jae Soo mengundangku.”

“Ah begitu, dunia ini sempit sekali. Ji Yi adalah temanku waktu di universitas.”

Nuna ..”

Aku mendengar suara seseorang memanggil Sora onnie. Suara yang kukenal dan aku mulai merasakan firasat buruk menghampiri. Benar saja ketika aku menoleh ke samping, Eunhyuk oppa sudah berdiri di sebelah Sora onnie. Kami sama-sama terkejut.

“Ah Kita bertemu lagi.” Ujar Ahn Jae Soo menatap Eunhyuk. Dia tidak menanggapi ucapan Ahn Jae Soo hanya mengangguk-angguk saja dengan cool.

“Aku bertemu Ji Yi sebentar, kajja Hyuk.”

Sora onnie pergi menarik Eunhyuk oppa yang sempat memberikan tatapan tajam padaku sseolah-olah aku sedang ketahuan selingkuh. Mungkin sebentar lagi akanada peperangan antara aku dan Eunyuk oppa karena aku bertemu Ahn Jae Soo tanpa sepengetahuannya.

*

Author’s POV

——————

Hanwoo duduk berdua bersama Ahn Jae Soo di pinggir kaca. Beberapa tamu berdatangan hampir mengisi meja di restoran ini. Hanwoo sempat mencuri-curi pandang ke arah Eunhyuk yang masih berdiri disebelah Sora. Ahn Jae Soo menyadarinya bahwa padangan Hanwoo sedari tadi tidak fokus ketika diajak berbicara. Dia penasaran dengan apa yang dilihat Hanwoo hingga akhirnya dia mencari tahu sendiri. Hanwoo menatap pria yang dikenalnya adalah salah satu member idol terkenal di Korea.

“Hanwoo-ssi, kau tidak fokus dari tadi.” Ahn Jae Soo menyadarkan gadis dihadapannya. Perlahan-lahan Hanwoo menormalkan pandangannya ke arah teman masa SMAnya. Hanwoo tidak menggubris ucapan Ahn Jae Soo.

“Kau sedang ada masalah?”

“Anio, anio. Aku butuh minum. Cakkaman..” dia dengan cepat mengambil minumannya kemudian meneguknya.

“Jae Soo-ssi, bagaimana kau bisa mengenal Sora onnie?”

“Sora nuna teman Jiyi nuna dan mereka sering membuat tugas bersama dirumah. Terkadang Ji Yi nuna mampir ke rumah Sora nuna. Adiknya adalah seorang member idol terkenal yaitu Eunhyuk tapi Sora nuna tidak pernah membahas pekerjaan adiknya. Dia sangat sederhana. Hanwoo-ssi, sepertinya kau berteman dengan banyak artis. Apa kau dulu pernah bekerja disana atau ..bagaimana? Aku penasaran.” Ahn Jae Soo mulai penasaran dengan kehidupan Hanwoo. Dia semakin curiga …

Anio .. Sebenarnya kakak sepupuku teman Eunhyuk oppa. Dia sangat dekat dengan member Super Junior.”

Hanwoo hampir mengatakan yang sebenarnya walau dia tidak ingin menyebut nama Sungmin dan berharap agar Jae Soo tidak menanyainya. Dia tidak ingin orang-orang banyak tahu bahwa dia adalah adik sepupu Lee Sungmin.

“Kau tidak ada tertarik dengan salah satu dari mereka? Mereka kaya dan tampan. Kenapa kau malah jatuh hati dengan manajernya?” tanya Ahn Jae Soo.

“Manajer?” Hanwoo balik bertanya sepertinya dia lupa kejadian kemarin saat di basement parking dia mengatakan bahwa kekasihnya seorang manajer.

Eunhyuk melihat Hanwoo sedang asyik berbicara dengan Ahn Jae Soo. Dia mendesis tidak suka dengan pemandangan yang membuatnya gerah. Entah kenapa dia tidak begitu menyukai Ahn Jae Soo. Dari tatapan pria itu dia melihat bahwa Ahn Jae Soo menyimpan sesuatu yang tersembunyi.

Nuna, aku pergi dulu.” Ujar Eunhyuk pada Sora yang sedang sibuk mendengar pembicaraan Ahn Ji Yi.

Eodiya?”

Eunhyuk tidak menjawab melainkan menunjuk-nunjuk ke meja yang diduduki Hanwoo dan Ahn Jae Soo dengan jempolnya. Sora mulai mengerti dan dia menarih kerah baju Eunhyuk untuk mendengar nasihatnya terlebih dahulu sebelum pergi.

“Ingat, kau harus hati-hati dan jangann sampai ketahuan. Araseo !” bisik Sora tegas. Dia hanya takut terjadi sesuatu yang membuat dirinya malu dan juga telah ditemukannya skandal karena dirinya yang mengajak Eunhyuk ke tempat Ji Yi. Dia tidak tahu bahwa Hanwoo mengenal Ahn Jae Soo.

Araseo nuna.” Ujar Eunhyuk sedikit kesal karena Sora menariknya kasar membuat lehernya sakit. Sora melepaskan Eunhyuk membiarkan adik laki-lakinya membenarkan busananya yang sedikit berantakan karena ulahnya.

Eunhyuk mendekati meja Ahn Jae Soo lalu duduk dan ikut gabung disana.  Ahn Jae Soo menatap pria yang baru saja dia ingin bicarakan dengan Hanwoo karena dia mulai mencium sesuatu yang mencurigakan. Hanwoo terkejut melihat Eunhyuknya sudah duduk di mejanya.

“Apa aku boleh gabung dengan kalian?” tanya Eunhyuk.

“Hahaha tentu saja boleh. Kita belum saling mengenal. Aku adalah Ahn Jae Soo, salam kenal. Bolehkah aku memanggilmu hyung?” Ahn Jae Soo menggenggam tangan Eunhyuk padahal Eunhyuk belum sempat mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Mau tidak mau Eunhyuk mengangguk.

“Ne, ne boleh.”

“Kebetulan sekali hyung, aku sedang penasaran dengan Hanwoo. Aiish, dia sangat hebat bisa berpacaran dengan manajer super junior. Aku dengar-dengar berpacaran dengan manajer artis sangatlah susah. Aku heran kenapa Hanwoo bisa memilih seorang manajer dibanding artis-artisnya. Dia bisa mengencani salah satu member super junior, kan?”

Eunhyuk tidak mengerti dengan arah pikiran Ahn Jae Soo. “Yak, kenapa kau ikut campur dalam hubungan Hanwoo? Jika dia mencintai manajer hyung, biarkan saja.”

Ahn Jae Soo mulai memincingkan matanya. “Eiii.. Jika dia berpacaran dengan manajermu hyung, kenapa dia tidak duduk disebelah kekasihnya tapi malah duduk disebelahmu.” Hanwoo mencoba mengingat kejadian kemarin saat di basement parking karena Ahn Jae Soo mengingatnya dengan baik. Dia mulai khawatir Ahn Jae Soo mengetahuinya dengan cepat hubungannya dengan Eunhyuk.

“Ah itu, mollayo. Hanwoo-ssi kenapa kau duduk disebelahku dan tidak duduk disebelah kekasihmu saja?” Eunhyuk menoleh ke arah Hanwoo.

“Itu .. Aku sedang bertengkar dengan oppa. Ahn Jae Soo apa aku juga harus memberitahu alasanku bertengkar dengannya?” Hanwoo menatap temannya. Ahn Jae Soo mengeluarkan tawanya.

Anio, anio ..”

“Kekasihmu tidak datang?” tanya Hanwoo. Ahn Jae Soo terdiam.

Ah .. Dia hari ini sedang sibuk.” Singkat Ahn Jae Soo.

Ahn Jae Soo menatap Eunhyuk lagi. “Hyung, apa kau benar-benar berpacaran dengan Lee Ji Eun? Dia teman seangkatanku dan Hanwoo. Eii.. Kau benar-benar hebat hyung.”

Eii, Ahn Jae Soo-ssi kau terlihat seperti wartawan hari ini.” Sindir Eunhyuk. “Oppa, dia seorang dokter.” Ungkap Hanwoo. Eunhyuk terkejut mendengarnya. Keningnya berkerut.

“Hahaha, ne hyung aku seorang dokter.” Ucap Ahn Jae Soo.

*

Hanwoo keluar dari restoran Vintage Clue setelah acara grand opening selesai tengah malam. Eunhyuk mengikutinya dari belakang sampai pada mobil audi pink milik Hanwoo. Hanwoo terlihat sangat gugup mengetahui Eunhyuk mengikutinya dari belakang. Eunhyuk dengan cepat masuk ke dalam mobil kemudian Hanwoo masuk ke dalam. Mereka terlihat sempat berdebat dari balik kaca. Ahn Jae Soo memperhatikan mereka dari dalam. Dia tersenyum seperti telah menemukan kepingan puzzle dan berhasil menggabungkannya.  Matanya tidak lepas dari pandangannya terhadap mobil audi yang kini melaju meninggalkan tempat ini.

“Mereka tidak pandai berakting.” sindir Ahn Jae Soo dengan smirknya yang sepertinya mencium kecurigaan pada hubungan Eunhyuk dan Hanwoo yang mulai tidak masuk akal dipikirannya.

Hanwoo mengemudi mobilnya menjauh dari kawasan Gangnam hendak pulang ke Seoul. Hatinya masih gugup karena dia tidak pandai berakting di depan orang lain. Dia tidak pintar berbohong untuk menutupi hubungannya. Dia sangat takut Ahn Jae Soo tahu sesuatu mengenai dirinya dan Eunhyuk.

“Yak, kenapa kau tidak berkata jujur saja?” tanya Eunhyuk. “Jujur tentang apa?” Hanwoo tidak mengerti dengan pertanyaan kekasihnya. “Jujur mengenai hubungan kita.” Hanwoo terdiam. Sesaat dia melirik kekasihnya. Dia yakin kekasihnya sedikit mabuk dengan ucapannya. “Apa kau tadi minum?” tanya Hanwoo.

“Sedari tadi aku bersamamu. Apa kau melihatku meneguk wine?” protes Eunhyuk kesal. Hanwoo mulai merasa dirinya harus bicara baik-baik dengan Eunhyuk mengenai hal ini. Dia menepikan mobilnya di tepi jalan dan membiarkannya menyala.

“Aku membuatmu berbohong, Hanwoo-ya. Kau pasti sangat tertekan berpacaran denganku. Aku merasa gagal menjadi kekasihmu. Bagaimana bisa dengan lancang mulutku ini berbicara ingin menikahimu? Bahkan aku tidak bisa membuatmu bahagia dengan mengakui kisah cinta kita?” Hanwoo menghela napas panjang. Dia mulai menyandarkan kepalanya di bahu Eunhyuk. Pria itu mencoba merangkul Hanwoo.

“Aku sangat tertekan jika oppa seperti ini.”Eunhyuk mengecup kening Hanwoo. Bibirnya menyentuh sangat lembut di kening Hanwoo “Miane Hanwoo-ya. Aku juga sangat ingin menjadi manusia normal. Terkadang aku merasa menyesal dengan pekerjaanku.”

“Jika kau menyesali pekerjaanmu, bukankah artinya kau tidak menghargai pertemuan kita? Jika kau tidak menjadi Eunhyuk Super Junior kau tidak akan pernah bertemu dengan Lee Hanwoo adik sepupu Lee Sungmin. Aku mengenalmu berkat Sungmin Oppa.” Eunhyuk tersenyum membuat bibirnya memjadi sangat tipis. Satu tangannya bergerak menggenggam tangan Hanwoo.

“Jangan menemui Ahn Jae Soo lagi.” Pinta Eunhyuk. Dia berharap Hanwoo mau menuruti kemauannya itu. “Ahn Jae Soo adalah temanku, oppa.” Raut wajah Eunhyuk berubah menjadi kesal lagi. “Kumohon jangan menemuinya lagi. Sepertinya dia menyukaimu.” Hanwoo tertawa. “Hahaha itu tidak mungkin oppa. Dia sudah mempunyai kekasih.”

“Siapa yang bisa menolak kekasihku yang cantik ini, hmmm? Jika kau selalu menerima ajakannya itu artinya kau memberi harapan padanya. Kau juga akan menyebabkan perselisihan dengan pacarnya. Atau jangan-jangan .. Kau menyukai Ahn Jae Soo?”

Eunhyuk menasehatinya dengan lembut membuat hatinya berdebar. Ini sungguh aneh. Kenapa hatinya malah berdebar dinasehati Eunhyuk seperti ini? Apakah dia sedikit mengalami gangguan kejiwaan? Eunhyuk tidak memarahinya seperti pertengkarannya waktu itu ketika dia dekat dengan salah satu teman sekantornya. Eunhyuknya benar-benar menjadi seseorang yang dewasa untuknya. Dia tidak lagi membentaknya atau meninggalkannya karena marah dia berdekatan dengan seorang pria. Hanwoo tersenyum. Jika Eunhyuknya seperti ini bagaimana dia bisa berpikir akan pergi meninggalkannya demi pria lain?

“Kau menyukai Ahn Jae Soo? Jika bersamanya kau bisa memberitahu dunia bahwa kalian adalah couple paling sempurna di muka bumi ini. Kau juga bisa berciuman di pinggir jalan, bergandengan tangan, menghabiskan waktu di everland. Sebentar lagi aku pergi wamil, aku akan melepasmu. Hiduplah dengan bahagia, Hanwoo-ya.”

Entah kenapa Hanwoo ingin menangis mendengarnya. Dia membenarkan posisi tubuhnya menghadap Eunhyuk. Kedua telapak tangannya menyentuh pipi Eunhyuk.

“Kau melepasku semudah melepas anak ayam keluar dari kandangnya, oppa. Apa kau benar ingin melepasku? Apa kau yakin?”

“Aku tidak yakin. Hari ini aku merasa sangat rendah sekali. Melihatmu berada disamping pria lain, aku baru melihatnya pertama kali secara langsung. Karena kita tidak pernah bertemu di tempat umum seperti ini. Ahn Jae Soo membuatku cemburu.”

“Kapan kau tidak pernah berhenti cemburu, oppa? Kau marah padaku karena waktu itu dosenku mengantarku pulang, kau juga marah padaku karena aku dekat dengan teman kerjaku di kantor. Dan sekarang kau cemburu pada Ahn Jae Soo, seharusnya kau lebih cemburu pada Yong Sun oppa karena aku mengatakannya pada Ahn Jae Soo di basement parkir bahwa dia adalah kekasihku. Haha, aku baru mengingatnya jika saja dia tidak menyebutnya tadi.”

Eunhyuk menepis tangan Hanwoo lembut. Dia selalu jatuh cinta dengan sifat Hanwoo yang seperti ini. Sabar.. Sabar..dan sangat sabat menghadapinya. Adakah wanita lain yang bisa seperti Hanwoo? Mungkin saja ada tapi apa dia bisa membuatnya jatuh cinta seperti ini?

Saranghae Hanwoo-ya.”

Nado saranghae.”

Hanwoo memeluk kekasihnya. “Oppa, bukankah ini menggelikan? Aiish..” protes Hanwoo karena dia merasa suasananya sangat mellow. “Kau akan merindukan hal-hal seperti ini ketika aku pergi nanti Hanwoo-ya.”

Oppa, apa kau sangat tertekan? Kau mengatakan aku yang tertekan karena berpacaran denganmu, tapi sepertinya kau yang merasa tertekan dengan keadaan ini.”

Mm.. Kau tahu aku selalu membayangkan kita bisa bergandengan tangan berjalan-jalan di pinggir jalan seperti pasangan lainnya. Aku sangat ingin sekali. Tapi aku tidak bisa seperti itu. Kita pernah melakukannya tapi di tengah jalan kita berpisah karena beberapa orang mengetahuinya dan berlari ke arahku untuk meminta salaman dan tanda tangan. Bukankah itu menyedihkan?”

Anio, itu sangat menyenangkan. Bukankah sepeti itu terasa mendebarkan? Oppa, apa kita harus melakukannya lagi?” tanya Hanwoo.

Aigoo kau tahu itu melelahkan.”

“Kita bisa melakukannya sekarang. Kajja..” Hanwoo melepas pelukannya. Eunhyuk hanya tersenyum melihatnya. Jemarinya menyentuh anak rambut Hanwoo yang tipis lalu menyelipkannya di belakang telinga Hanwoo.

“Bukankah seperti ini saja sudah sangat nyaman?” tanya Eunhyuk. Hanwoo tersenyum mengangguk.

“Hanwoo-ya ada kabar baik untukmu.”

Jinja? Apa itu?”

“Aku akan menjadi MC di acara SNSD, kau pasti akan suka.”

Jeongmalyo?”

Mmmm..”

Hanwoo memeluk Eunhyuknya. Dengan seperti ini saja dia sudah merasa sangat bahagia. Eunhyuknya selalu membuatnya bahagia dengan cara-cara seperti itu. Dia adalah fans dari Sunny SNSD. Waktu itu dia tidak sengaja kerumah Sungmin dan melihat seorang wanita di dalam rumahnya. Dia dan Sunny hanya beda4 tahun. Waktu itu SNSD sedang gencar-gencarnya memiliki anti fans dan banyak orang yang membicarakan tentang keburukan SNSD. Tapi apa yang dia lihat mengenai SNSD tidak benar sama sekali. Sunny menyapanya dengan senyum dan dia sangat ramah kepada dirinya. Sungmin mengenalkan Sunny kepada Hanwoo waktu itu sebagai kekasihnya. Kira-kira enam tahun yang lalu. Sunny sempat dekat dengan Hanwoo. Dia sering diajak pergi shopping bahkan Sunny mengajaknya pergi ke dorm SNSD. Para member benar-benar ramah tidak yang seperti orang-orang pikirkan mengenai keburukan SNSD. Maka dari itu dia kadang suka menonton acara variety show dari member-member wanita tersebut. Hal yang paling disukai Hanwoo adalah melihat betapa fashionablenya mereka.

Oppa gomawoyo..” ujar Hanwoo. Mendengar hal itu Eunhyuk sangat senang. Dia mengelus-elus rambut kekasihnya.

 

 

 

Hello.

Shinning Readeeeerrrsss Mianeeeyo karena telat posting.

Ini karena laptop saya sempet rusak dan harus di update L

Maaf yaa…

Ini saya langsung cari wifi malam-malam pas laptop saya udah bener demi update FF yang sudah saya buat.

Duuh semoga suka ya T__T mianeeeee.

Cerita Ahn Jae Soonya belum sampai disini dan mungkin aka nada di next episode, he he.

Terima kasih sudah membaca ya, saya tunggu komentarnya dan ditunggu next part spesial dia wamil T_____T hikseeeu.

 

 

 

 

 

Iklan

21 thoughts on “[10] Realove

  1. Akhirnya di post jga,,,,slalu sbar kok nggu ff di blog ini eon 😀

    Wah jngan2 suka sma hanwoo dan pasti eunhyuk oppa cemburu sma msa lalunya hanwoo :O

    Suka

  2. Jangan ampe dah tuh si ahn jae soo jadi PhO kalo ampe iya tolong tambah cast buat ngebunuh tuh ahn jar soo/ggaga

    Ditunggu kelanjutannya yah tor

    Suka

  3. klo hyukjae begitu jadi ikutan sedih juga, klo dia lagi mellow+sabar bgtu jadi ikut ngrasa sedih…
    bakal ada org k3 kaya nya nih? ahn jae soo juga kaya nya suka sma hanwoo…gmn nasib hyukjae?
    karna bntar lgi dia wamil dn bkal ada cobaan buat hub dia sm hanwoo…bakal sedih bgt kaya nya…

    Suka

  4. Hyukjae jadi mellow begituuuu, jadi kebawa suasanaaa
    Baper baper gimana gitu bacanya
    Sedih hyukjae mau wamil, smoga aja hubungan mereka awet awet aja selama hyukjae wamil
    Dan semoga ahn jae soo gak ada niat buat ngerusak hubungan hyukjae sama hanwoo

    Next cap jangan lama2><

    Suka

  5. loh ko bisa ke post? omg, sebuah keajaiban. Author-nim aku suka bnget sma ff ReaLove kamu. jd, boleh gk aku minta pw ReaLove special yg di protected? aku tunggu balesan di twitter,

    Suka

  6. salam kenal.. klo dibilang reader baru jg bukan.. sy sdh lm bs ff di wp ini.. mgkn bisa dibilang reader silent krn cm baca ga kasih koment.. Mian. smg hub EunWoo sll lncr walau ditinggal wamil

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s