REALOVE 14

Untitled-21

Author: Hanwoo •Cast: Lee Hyukjae – Hanwoo – and Other Cameo • Genre : Straight – Romance •Length: Realove 14


Hanwoo’s POV

——————–

Empat bulan telah terlewati. Hari-hari berjalan tidak seperti biasa semenjak Channel M mengontrakku dengan pekerjaan sebagai penulis di sebuah drama TVN. Aku benar-benar sibuk. Bahkan ketika suamiku mendapat hari liburnya aku sangat kesal sekaligus sedih tidak bisa menemuinya karena berada di lokasi syuting.

Aku benar-benar kecewa dengan diriku sendiri. Tapi menjadi penulis dan tulisanku bisa ditayangkan didalam drama adalah impianku sejak aku duduk di bangku sekolah dasar. Untung saja mertuaku tidak terlalu mengekang kehidupanku. Mereka sedikit mengerti dengan pekerjaanku dan memberiku kesempatan dalam meraih impian.

Aku merindukan Eunhyuk oppa walaupun dia selalu mengabariku melalui telepon atau pesan. Tapi itu saja tidak cukup. Aku ingin bertemu dengannya, bahkan memeluknya sajapun tidak cukup. Aku merindukan kedekatan sewaktu kami bepacaran dulu. Ini membuatku sedikit kesal dan frustasi. Banyak yang ingin kucurahkan. Hal-hal yang selalu mengganjal di benakku rasanya selalu ingin kutuangkan padanya. Namun entahlah, aku merasa seperti ada jarak yang sangat panjang di dalam hubungan kita. Seperti kami sedang berada di ujung tebing yang terpisah dengan jembatan panjang yang menghubungkan kami. Kami harus melewati jembatan panjang itu untuk bertemu.

Komunikasi. Kurasa komunikasi sangat dibutuhkan di dalam sebuah hubungan. Ah, dan juga kontak fisik. Kami sudah lama tidak bercinta. Di dalam suatu hubungan, bercinta itu sangat wajib. Terkadang aku merasa kesepian jika dia tidak ada di rumah atau sedang mengambil liburnya.

Hingga malam ini aku tidak tahan. Aku menangis mengendarai mobil sepulang dari Channel M building. Rekan kerjaku menanyakan tentang cincin yang selalu kugunakan. Cincin pernikahanku. Untung saja dia tidak terlalu banyak bertanya. Dia hanya bertanya apakah aku sudah punya tunangan? Dia sangat penasaran dengan tunanganku ketika aku mengatakan iya. Aku tidak banyak bicara setelah itu. Aku hanya takut berbohong. Aku tidak pandai berbohong dan entah kenapa aku sangat takut jika suatu hari nanti masalah terjadi padaku jika orang-orang tahu aku sudah menikah dengan seorang superstar.

Kuseka air mataku ketika hendak memasuki apartemen. Aku hanya tidak ingin mertua atau kakak iparku khawatir terhadapku. Aku sempat menyapa mereka dan mengatakan bahwa pekerjaan ini sangat melelahkan. Mereka sedang duduk di ruang tamu sambil menonton TV. Lengkap, ibu mertua, ayah mertua dan juga kakak iparku sedang berkumpul bersama di ruang tamu. Mereka menyuruhku untuk istirahat.

Aku meminta ijin untuk masuk ke dalam kamar dan terkejut ketika melihat suamiku tertidur di dalam kamar. Aku menaruh tasku di atas meja kemudian duduk disamping Eunhyuk oppa. Pria itu membuka matanya perlahan – bangun dari tidurnya duduk disebelahku. Aku lupa sudah dua hari ini dia ada di rumah karena mengambil day off nya dan besok harus kembali menjalankan tugas lagi.

“Hanwoo-ya..”

“Apa aku menganggu tidurmu?”

Anio, waeyo? Kau terlihat sangat lelah.” Tangannya menggapai kepalaku – mengelusnya dengan lembut. Dielus seperti itu olehnya hatiku terasa bergetar. Air mataku mengalir membuat alisnya hampir menyatu.

Waeyo? Apa kau baik-baik saja? Uljimayo.” Tangannya menyeka air mataku. Kupeluk tubuhnya – membenamkan wajahku di dadanya yang bidang.

Bogoshipo ..”

Eunhyuk oppa tertawa kecil mendengarnya. Dia menepuk-nepuk pundakku – menempelkan dagunya di kepalaku sesaat – kemudian beralih mencium keningku.

Nado . Aku ketiduran menunggumu pulang. Aku seperti merasakan dirimu yang selalu menungguku pulang. Ternyata rasanya sangat sakit.”

“Miane, oppa. Mianeyo..”

“Aku tidak ingin mengekangmu. Selama aku tidak ada kau boleh melakukan apa yang kau mau. Tapi dengan syarat kau bisa menjaga hatimu. Kau hanya milikku, kau dengar kan?”

Aku mengangguk mengiyakan. “Miane. Aku sangat lelah hari ini.”

Wae? Apa terjadi sesuatu?”

“Aku takut oppa..

Waeyo? Apa yang kau takutkan? Ceritakan padaku. Apa seseorang tengah mengganggumu? Hh.. atau .. Kau ngidam? Apa kau hamil?” Matanya memeriksa ke arah perutku. Aku menggeleng cepat.

Anio. Hanya saja rekan kerjaku bertanya tentang cincin yang selalu kugunakan. Dia menanyakanku apa aku sudah punya tunangan? Aku hanya mengangguk iya. Apa aku salah melakukannya? Aku takut.. Aku sangat takut bagaimana suatu saat semua orang tahu kita sudah menikah? Aku .. Aku tidak ingin kau tersakiti karenaku.” Aku mulai menangis menceritakan semuanya. Untuk sesaat dia terdiam menatapku. “Aku rasa hubungan ini akan membawa bahaya untukmu. Aku berpikir kau akan tersakiti karenaku. Aku tidak ingin kau dihujat setelah imagemu terdengar baik akhir-akhir ini.” Tangisanku membuatku cegukan.

“Tenanglah, jangan berpikir terlalu jauh. Semua itu tidak akan terjadi. Semua akan baik-baik saja.” Jawabnya. Aku berdecak mendengarnya merasa dia sangat tidak memikirkannya sama sekali.

“Kenapa kau sangat gampang sekali mengatakannya? Apa kau tidak memikirkan hal ini? Aku sangat lelah memikirkannya. Aku takut berbohong dan aku tidak pandai berbohong. Kenapa kau menikahiku?”

“Kenapa kau berbicara seperti itu? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi? Apa ini hanya alasanmu saja untuk memulai pertengkaran?” tanyanya dengan nada tinggi walaupun masih terlihat tenang. Raut wajahnya mulai tidak enak.

“Oppa aku sangat mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu lebih dari kau mencintaiku..”

Mendengarnya berkata seperti itu dan juga tatapan lembutnya menatapku membuat perasaanku sedikit lebih tenang. Tangannya menyeka air mataku lagi.

“Berhentilah menangis. Akhir-akhir ini kau sangat sensitif. Besok aku akan kembali ke pelatihan band. Lebih baik kau tidur saja.”

Eunhyuk oppa bangkit dari duduknya. “Oppa, mau kemana?”

“Mengambilkan piyama untukmu.”

Aku tertegun. Ini pertama kalinya dia mengambilkan piyama untukku. Tidak lama kemudian dia datang membawa gaun tidurku.

“Biarkan aku yang melakukannya.” Ujar Eunhyuk oppa. Tangannya mulai membuka kancing kemejaku satu persatu hingga bra cokelatku mulai terlihat.

Aigoo.. Kau terlihat sangat buruk. Sampai-sampai aku tidak ingin menidurimu malam ini. Lain kali kau harus datang dengan cantik dan tidak kacau seperti ini.”

Eunhyuk’s POV

———————

Kami tiduran di atas ranjang setelah mengganti piyamanya. Aku tahu menjadi penulis drama di salah satu stasiun TV adalah mimpinya sejak lama. Hanwoo selalu mengatakannya dan baru bisa menggapai semua impiannya setelah kami berdua menikah. Ini adalah mimpinya kurasa dia akan sangat menyukainya.

Kali ini aku berusaha dewasa dan tidak mencoba untuk mengekangnya seperti waktu lalu aku melarangnya bekerja di perusahaan ayahnya. Kami berpelukan berdua menikmati malam bersama. Aku tidak akan mengganggu malamnya kali ini. Hanya ingin menikmati malam hari berdua tanpa bercinta.

Bogoshipoyo..” ujarnya.

Nado bogoshipo.”

Aku mencium keningnya. “Tidurlah Hanwoo-ya kau terdengar sangat lelah.” Kucium bibirnya sekilas.

Hmm..” kulihat raut wajahnya.

“Wae? Kau tak suka kucium lagi?”

Anio.. Aku merasa bibirku seperti bunga layu yang disiram kembali oleh pemiliknya.” Ujarnya. Membuatku cekikikan. Kucium lagi bibirnya – merubah posisi untuk menindih tubuhnya. Kulihat tangannya bergerak menyelipkan rambutnya ke pangkal telinga. Hanwoo terlihat sangat menggoda jika seperti ini. Namun aku tidak ingin mengganggunya malam ini. Kukecup keningnya.

“Aku merasa ada yang berubah denganmu, oppa.”

Mwoyaige? Apa wajahku terlihat lebih tampan dan gagah?”

Mm..” Hanwoo mengangguk mengiyakan. “Selain itu juga kau terlihat sedikit dewasa.” Raut wajahnya sedih.

“Hanya perasaanmu saja, aku masih tetap Eunhyuk yang kau sukai dulu.”

“Kau terlihat kuno seperti orang tua.”

“Kau berniat meledekku, hah?” aku menggelitiki perutnya membuat dia berteriak mencoba menghindariku namun aku berusaha menggelitikinya lebih keras agar dia tidak bisa menghindar.

“Oppaaa !” kesalnya ketika aku menghentikan aktivitas menggelitikinya. Kutempelkan hidungku pada hidungnya. Hanwoo melingkarkan tangannya di leherku.

“Aku mengantuk ..” bisiknya.

“Mm.. tidurlah .. Besok kau akan bekerja kan?”

“Ne.. 2 minggu lagi project ini kelar. Kau tahu, Seo Jung Woo oppa tampan sekali.” Bisiknya menceritakan actor Seo Jung Woo yang memerankan karakter dramanya.

Yak ! Yak! Yak ! Kau memanggilnya oppa? Sedekat apa kau dengannya?” kulemparkan tatapan tajamku padanya. Menyebalkan jika sudah membahas idola-idola pria yang dia sukai.

Mmm.. Sedekat aku dengan Donghae oppa. Tentu saja aku dekat dengannya. Aku dekat dengan semua rekan kerjaku. Mereka menyukaiku.”

Hhh.. Baguslah jika mereka semua menyukaimu. Aku sangat senang melihatmu bahagia seperti sekarang.” Hanwoo menatapku penuh dengan tanya.

“Oppa kau benar-benar diluar dugaanku kali ini. Dulu kau tidak seperti ini. Kau selalu marah jika aku berbaur dengan yang lain. Aku curiga … Jangan-jangan ada seseorang tentara cantik yang kau sukai?”

“Disana banyak sunbaenim cantik. Mereka juga dekat denganku terkadang meminta foto bersama. Tapi satupun tidak ada yang mirip denganmu…” aku mengubah posisiku merebahkan diri disampingnya. Merapikan anak-anak rambutnya. Perlahan tubuhnya juga miring menghadapku.

“Jika ada yang mirip denganku, apa kau akan berpaling?”

“Selagi ada kau disini untuk apa aku berpaling?”

“Jadi jika aku meninggal besok apa kau akan berpaling? Jadi begitu?” raut wajahnya mulai berubah menjadi serius.

“Tentu saja tidak. Jangan bicara yang aneh-aneh.”

“Benar begitu kan? Jawab aku ..” raut wajahnya mulai galak menatapku tajam.

“Sudah kubilang tidak akan. Aiigoo sepertinya aku salah bicara. Aku mencintaimu, jeongmalyo.” Kupeluk tubuhnya – kukecup keningnya. “Kau percaya kan? Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.”

“Jangan pernah mencari wanita lain walaupun aku yang pergi duluan meninggalkanmu.”

“Kau bicara apa. Itu semua tidak akan terjadi, kita akan mati bersama. Jika kau mati aku juga akan mati.”

“Anio, kau tidak boleh seperti itu.”

“Yak, bagaimana jika aku yang duluan mati?”

“Sepertinya aku yang duluan mati.” Suaranya mulai melemah. Kulihat matanya terpejam.

“Aigooo ~ Apa kau benar-benar selelah ini, hmm? Tidurlah.” Kukecup keningnya. “Saranghae Hanwoo-ya.” Bisikku di telinganya. Dia tidak menjawab dan sudah tertidur lelap. Kutarik selimut untuk menyelimuti tubuh kami berdua dari dinginnya cuaca yang sedang turun salju.

 

 

 

 

Hallo Shinning Readers^^

Lama tak bersua apa kabar? Masih dipelukan Eunhyukkah kalian?

Hhhh long time no update dapet juga update akhirnya .

Sempet terjadi masalah sama wordpressku, thanks admin Awanda sudah benerin jadi bisa upload FF Realove 14 bertajuk wamilnya Eunhyuk oppa kkkk~

Wah lama sudah nggak update aku nggak tahu readersku masih setia nggak nunggunya ya 😦 maaf ya lama… kadang mood buat hilang, kadang ada tapi stuck . Syukurya nemu jalan terangnya hehehe.

Disini Eunhyuk aku buat sedikit lebih dewasa daripada pas waktu mereka pacaran sering berantem dan cemburuan. Mungkin karena wamil kali ya dia jadi sedikit dewasa hehehe xp

Dan …. Covernya Eunhyuknya sedikit aneh ya xppp wkwkwkw… jadi keliatan lucu. Padahal aku sendiri yang edit wkakkaka. Tapi ga ada waktu buat edit ulang pengennya cepet2 di post biar kalian semua bisa baca^^ hehe.

Gimana menurut kalian? Komentarnya dongs^^ Thanks!

Iklan

10 thoughts on “REALOVE 14

  1. Ya ampun udah lama akhu nunggunya eon rindu berat nich sama pasangan yg satu ini 😀

    Akhu masih setia eon nggunya gpp walau lama sich nunggunya (y) 😀

    eon kok bisa gita ya kepalanya eunhyuk oppa lucu banget 😀 😀 😀

    Next eon jangan lama2 ya 😀

    Suka

  2. kangen hyukjae hanwooooo aaaaaakkkk kangen bgt deh sama kyuminji juga kangen bgt huhu setiap buka wp ini gada yg baru aku merasa sepi hahahaha masih edisi wamil bakal sampe part beeapa nih edisi wamilnya hahah tp gapapa tetep seneng dan selalu ditunggu ff ff nyaaa hihi

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s