Realove 15

Untitled-1a

Author: Hanwoo •Cast: Lee Hyukjae – Hanwoo – and Other Cameo • Genre : Straight – Romance •Length: Realove 13

‘Jika merindukanku, lihatlah bulan di atas langit yang bersinar terang karena setiap melihatnya kau akan selalu mengingatku..’ – HJ.

Hanwoo’s POV

————–

Dua Minggu kontrakku di TVn channel pun berakhir. Hanya tinggal menunggu hasil tayang drama dari tulisanku tiga minggu lagi. Aku sangat senang dan puas project pertamaku bisa kelar dan sukses dengan lancar menjadi seperti apa yang kuinginkan.

Aku kembali pulang ke apartemen setelah pulang dari TVn melihat ruangan rumah yang sepi. Ketika aku membalikkan badan untuk menutup pintu seseorang memelukku dari belakang. Aku berteriak pelan karena terkejut – menoleh dan sangat lega melihat Eunhyuk oppa ada disini.

“Oppa, kenapa kau ada disini tanpa memberi kabar lebih dulu?”

Surprise, karena kau telah sukses dengan dramamu. Chukkaeyo.” Tangannya mengelus-elus rambutku gemas. Aku tersenyum memeluk pinggangnya.

Gomawoyo yeobo.

Aigoo.. Nampyeoni..” tangannya merapikan anak poniku yang berantakan.

Eomma eodiga, oppa?”

Eomma dan appa pergi ke Chocolate Bonbon.”

Ooh begitu. Yeobo apa kau sudah makan? Apa kau ingin aku memasakkan sesuatu?”

“Apa kau sudah pintar memasak sekarang? Kau ingat, dulu selalu aku yang memasakkan makanan untukmu.”

“Aku sudah bisa memasak bukan pintar memasak. Setidaknya bibimbap buatanku sangat enak. Kau mau? Eomma juga membuat kimchi kemarin. Kimchi eomma sangat enak”

“Ayo kita makan bersama.” Ajaknya menarik tanganku masuk ke dalam.

*

Kupakai celemek pink di tubuhku – siap mengeluarkan peralatan memasak dari rak buffet. Eunhyuk duduk di meja makan mengawasi Hanwoo. Pria itu mengeluarkan handphonenya sekadar browsing sembari menunggu Hanwoo selesai memasak.

“Nanti sore aku akan pergi sebentar ke Mubank menemui Wookie. Apa kau mengijinkanku?” tanya Eunhyuk.

“Tentu saja. Temui fansmu sesekali. Mereka pasti akan senang. Salam untuk Wookie oppa dariku.” Jawabku sambil memotong cabai hijau. Aku segera menyalakan api dibawah Teflon segera menuangkan minyak goreng kesana.

Selang beberapa menit aku sudah selesai memasak. Aku duduk di kursi di sebelah Eunhyuk oppa dengan celemek yang sudah kubuka. Hidangan masakan di atas meja yang kubuat sudah siap disantap selagi hangat. Aku harap Eunhyuk oppa akan menyukainya. Aku yakin dia menyukai masakan buatanku kali ini.

“Apa kita perlu selfie ? Kajja sebaiknya kita harus selfie.” Dia mendekatkan tubuhnya ke tubuhku – merangkulku dan menjulurkan tangannya siap untuk berfoto bersamaku. Sudah lama kami tidak bermesraan seperti ini. Bahkan aku lupa kapan terakhir kali kami melakukan selfie. Kami berdua melihat kamera dan mulai tersenyum. Dia menekan kameranya – 5 detik timer otomatis mulai menghitung maju. Di pertengahan tiga detik Eunhyuk oppa menoleh ke arahku lalu mencium bibirku dan bunyi kamera itu terdengar mengambil gambar kami yang sedang berciuman.

Aku hendak melepas ciumannya namun bibirnya menahan bibirku – menekan lebih dalam lagi. Tangannya menaruh handphone di atas meja lalu menyentuh kedua lenganku. Aku membalas ciumannya. Dia tidak melepasku. Kurasa ciumannya semakin panas sehingga aku tidak sadar mendesah dan melingkarkan tanganku di lehernya.

Tubuhku bergerak bangkit dari dudukku tanpa melepas ciumannya. Tangannya memeluk pinggangku. Aku duduk di atas pangkuannya. Tanganku menyentuh wajahnya agar ciuman kami lebih intens. Jantungku berdegup kencang. Perasaan yang dulu menggebu-gebu masih ada sampai sekarang walaupun kami jarang bertemu. Aku mencintainya, sangat.

Tiba-tiba hatiku terasa sakit ketika perasaanku mulai sensitif lagi. Membuat air mataku menyeruak keluar menjadikanku terisak. Eunhyuk oppa melepas ciumannya ketika melihat air mataku mengalir.

Mian..” ujarku menunduk.

Waeyo?” Eunhyuk oppa sedikit menengadah mencoba melihat mataku.

“Aku sangat mencintaimu, oppa.. Bogoshipo-yo.. Bogoshipo..” Sukses. Aku menangis menundukkan wajahku agar dia tidak melihatnya. Aku benar-benar sensitif. Eunhyuk oppa memelukku tanpa sepatah kata. Dia menepuk pundakku membenamkan wajahku pada bahunya.

“Kau tahu, aku sangat susah melepasmu. Aku juga sangat mencintaimu, Hanwoo-ya.”

Eunhyuk’s POV

——————-

Aku menyantap makanan buatannya. Dia membuatkanku semangkuk bibimbap. Kumasukkan satu suap ke dalam mulutku – mencoba mengunyah. Dia menatapku penasaran dengan penilaianku mengenai masakannya.

Eotte?” tanyanya dengan suara aegyo.

“Enak. Seperti masakan eomma. Apa eomma mengajarimu?”

“Ne.. Aku banyak belajar. Setiap belajar memasak aku selalu memikirkanmu. Aku ingin suatu saat nanti aku bisa memasakkan untuk suami dan anakku kelak.”

“Kau berpikir seperti itu?”

Hanwoo mengangguk . Kuacak-acak rambutnya gemas membuatnya berteriak pelan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena ulahku. Dia tidak terima aku mengacaukan rambutnya.

Oppa kau ini …” kesalnya. Aku hanya tertawa menyenggol lengannya agar dia tidak marah.

*

Tepat jam 4 sore aku pergi ke mubank dan mulai merasa dejavu ketika berkeliaran di area KBS Building. Dengan pakaian tertutup hoodie, masker dan topi hitam aku melangkah menunduk agar orang-orang tidak meributkanku. Tapi nyatanya tidak bisa. Mereka semua cepat mengetahui keberadaanku dan mengambil foto-fotoku. Aku mengangkat wajahku sedikit sekadar melambaikan tanganku ke arah ELF. Jujur, aku merindukan mereka. Apa mereka masih menyukaiku dan masih memilih Super Junior sebagai yang terdepan melihat banyak sekali rookies atau grup boyband baru yang berbakat dan masih muda tidak seperti kami yang sudah tua.

“Anyeong oppa !” teriak salah satu fans dari kejauhan yang memegang kamera SLR.

“Anyeong !” sapaku membuat mereka semua berteriak senang. Aku mendengar mereka menjerit dan terisak karenaku. Aku semakin tambah merasa bersalah mengingatkanku pada Hanwoo yang selalu menangis ketika bertemu denganku.

Sekembalinya dari Mubank aku menemui eomma dan appa di Chocolate Bonbon. Tentu saja aku sudah ijin terlebih dulu dengan Hanwoo. Wanita itu mengijinkanku. Dia tidak pernah mengekangku kecuali dia akan marah jika aku tidak bilang atau melihatku berduaan dengan wanita lain. Dia akan mencekikku.

Aku melihat ELF mengerubungiku pada saat di kasir. Kukatakan pada mereka untuk tidak memposting fotoku di media sosial terkait karena aku sedang fokus pada militerku. Syukurnya aku tidak mempunyai sasaeng fans yang selalu menggangguku mengikutiku kemana-mana atau terlalu terobsesi ingin memilikiku. Aku merasa mereka semua yang ada disini sangat menyayangiku dan tidak ingin melihatku tersakiti. Para member juga tidak pernah kudengar memiliki fans yang terlalu terobsesi dengan mereka. Mungkin aku akan menutup diri jika tahu ada seorang fans yang terlalu terobsesi denganku.

“Hyukie, apa kau sudah memberikan hadiahmu pada Hanwoo?” tanya eomma saat aku berada di dalam jauh dari fans-fansku.

“Aku hanya meletakkannya di dalam lemari bajunya. Kemungkinan dia akan mengetahuinya saat selesai mandi, eomma.” Jawabku.

Hanwoo’s POV

——————–

Aku selesai mandi keluar dari kamar mandi dengan kimono putihku – memasuki kamar tidurku hendak mengganti baju. Kukeringkan rambutku dengan handuk kecil sambil melangkah ke lemari. Kulempar handukku sembarangan ke lantai. Kubuka lemari bajuku dan terkejut melihat sebuah kotak di atas bajuku.

“Kotak apa ini?” tanyaku. Aku mulai berpikir kotak apa ini? Kutaruh kotak kecil itu di atas tempat tidur dan segera memakai piyama tidurku. Kututup lemariku – mengambil handuk yang tadi kubuang menjemurnya di penjemuran dekat kamar mandi bersama kimonoku. Aku masuk ke dalam kamar lagi hendak mengambil handphone. Aku melihat kotak kecil berwarna pink dengan aksen pita di atasnya. Mulai mengingat-ingat lagi apa aku pernah membeli sesuatu dan melupakannya? Tapi aku tidak pernah menaruhnya di dalam lemari.

Aku duduk di atas ranjang. Membuka perlahan-lahan kotak itu dan melihat isi di dalamnya. Tiga lembar surat. Kubaca surat itu dua diantaranya adalah 2 tiket PP ke New Zealand atas namaku dan Eunhyuk oppa. Aku terkejut menutup mulutku. Kubuka selembar lagi yaitu sepenggal kata-kata darinya.

‘Apa kau suka hadiah dariku? Kau tidak menolakku untuk pergi ke New Zealand bersama eomma, appa, dan Sora noona kan? Aku sangat mencintaimu dan ingin kau percaya bahwa hanya Lee Hanwoo seorang yang bisa membuatku seperti ini. Aku tidak sabar menunggu hari esok tiba.’

Aku menangis lagi. Bagaimana bisa kita akan berangkat besok sedangkan dia sedang melakukan wajib militer? Bagaimana dia bisa mendapatkan libur sedangkan orang yang mengikuti wajib militer tidak gampang mendapatkan libur.

 

 

Halooo ^^ Comeback lagi dengan satu FF Realove episode 15.

T______T Baper sama Eunhyuk yang kemaren2 sempet upload fotonya di New Zealand. Langsung lemes dan gemeter jiwa dan raga ini huhuhuhu …

Ditunggu next episode sepertinya akan menghasilkan NC… Hanwoo dan Hyukjae liburan ke New Zealand yieeeeee !!!

Aku sudah baca komentar-komentar kalian semua di episode 14. Terima kasih banyak ^^ Buat yang lagi kangen sama FF Kyu-Minji ditunggu aja. Kami pasti update kok tapi karena kami sudah pada sibuk kerja jadi agak kurang waktu buat FF nya. Tapi kami sering ketemu untuk bahas blog 🙂 Jangan lupa komentarnya ya ShinningReaders^^, terima kasih.

 

 

 

Iklan

12 thoughts on “Realove 15

  1. hihi…suka bgt sama ff ini,,
    jadi ga sabar nunggu ff selanjutnya di new zeland bakal seromantis apa ya hyukwoo cuple disonoh???
    selalu ditunggu ff nya…

    Suka

  2. syok juga tetiba di kasih tau dia muncul di mubank trs ga berapa lama update di rumah hobit hahahahaha lagi kangen beratttt sama hyukjae huhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhu asikkkkkkkkk honeymoon honeymoon ke new zealand ohyeaaahhh!!

    Suka

  3. Gimana cra buat dapt pe nya? Aku reader btu dsini dn seneng g ktulungan nemuin in wp, jrg bgt ad cast hyuk jdi main cast di ff. Jdi pleaseeeee gmn cara dptin pw jya author 😦

    Suka

  4. Seneng walau hyuk lagi wamil tapi ff realove tetap lanjut, aku sempat mikir kalau realove bakal berenti sementara, tapi untung ada aja moment yang ngebuat author lanjut ff realove hehe

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s