[2] Love in the Trap

aa

Author: Hanwoo • Cast: Park Jimin BTS – Lee Hayeon and Other Cameo • Genre : Straight – Romance • Length: 2

Hayeon’s POV

——————-

Yeonhee mengajakku jalan-jalan di sekitaran Busan dan pada akhirnya berhenti di depan sebuah mini café yang sangat kukenal. Yeonhee mengajakku masuk ke dalam namun aku menepisnya. Aku tidak berkeinginan untuk masuk ke dalam. Café ini milik ayah Park Jimin. Sudah lama aku tidak kesini dan terlihat ada yang sedikit berubah dari segi arsitektur. Lebih terlihat modern.

“Waeyo onnie? Kau belum bertemu bibi dan paman. Mereka pasti akan sangat senang dan memberikan kita ramyeon gratis.” Yeonhee terlihat sangat antusias.

“Kita ke tempat lain saja, aku akan mentraktirmu.”

“Aahh onnie kenapa kau seperti ini..”

Kutinggalkan Yeonhee yang sedang merengek agar aku mau menuruti perkataannya. Ketika aku membalikkan badan aku terkejut melihat siapa yang ada di hadapanku sekarang. Mendadak aku lupa bagaimana caranya bernapas. Aku melihat Jimin datang bersama ibunya. Dia melihatku tanpa ekspresi.

“Hayeon? Hayeoni?” suara wanita itu terdengar. Sudah sangat lama tidak mendengar suara bibi Park. Kami dulu sangat dekat karena aku dan Jimin dulu bagaikan seorang saudara. Aku mengalihkan pandangan dari Jimin.

“Kenapa tidak masuk? Kau sudah kembali dari Amerika?” tanya bibi.

“Aku sudah mengajaknya masuk tapi dia tidak mau” ujar Yeonhee pada bibi. Aku khawatir dengan ucapan Yeonhee akan membuat seseorang tersinggung. Kulirik Jimin yang langsung masuk ke dalam tanpa menyapaku sama sekali. Yang kukhawatirkan sepertinya benar terjadi. Mungkin Jimin tersinggung mendengarnya.

“JIMINNN siapkan tempat untuk tamu kitaaaa..” bibi Park meneriaki anaknya tapi sayang Jimin tidak menghiarukan suara ibunya.

“Anak itu kenapa dia jadi pendiam tiba-tiba padahal dia sangat cerewet terhadap apapun. Hayeoni, Yeonhee ayo masuk ke dalam.” Ajak bibi Park menarik tanganku, kutarik tangan Yeonhee agar dia juga masuk ke dalam. Sepertinya Yeonhee sangat senang bisa makan di café bibi Park.

*

Aku duduk di meja bersama Yeonhee disampingku. Aku tidak tenang ketika bibi Park meninggalkan kami masuk ke dalam. Jimin datang berdiri disampingku – menaruh daftar menu di atas meja.

Gomawoyo.” Ujarku mengambil buku menu lalu membukanya. Aku tidak berani untuk melihat matanya. Kenapa harus bertemu dia hari ini? Apa dia marah padaku? Kenapa dia sangat dingin padaku tidak seperti Jimin si cerewet dahulu.

Oppa aku pesan satu bibimbap.” Ujar Yeonhee. Aku masih membuka-buka menu bingung mau memilih apa yang pas untuk perutku. Tiba-tiba aku ingin makan kimbab.

“Kimbab tanpa wortel.” Sambungku melirik Jimin. Akhirnya mata kami berdua bertemu. Ini benar-benar terasa canggung.

Jimin’s POV

—————-

“JIMINNN siapkan tempat untuk tamu kitaaaa..”

Aku tidak mengkhiraukan suara ibuku. Kubuka hoodie hitam yang kukenakan – menaruhnya di punggung kursi kemudian masuk ke dalam mini bar mencoba mengintip keluar melihat ibuku sedang berbicara dengan Hayeon nuna. Aku merasa menyesal tidak menyapanya. Akankah terlihat aneh dan kelihatan sekali bahwa aku masih marah padanya dengan sikapku yang tiba-tiba dingin padanya?

Melihatnya datang kembali disaat aku pulang ke Busan. Dia sangat berbeda dari Hayeon nuna yang dulu. Rambut panjangnya terurai tidak seperti dulu yang selalu dia ikat dan menutupi dahinya dengan poni. Sekarang dahinya terlihat. Dia terlihat sangat dewasa.

Mereka masuk ke dalam – dengan cepat aku mengambil lap yang ada pura-pura membuat kesibukan. Kudengar ibuku mengomel karena aku tidak menyiapkan tempat seperti yang dipinta. Kulirik sebentar Hayeon nuna dan Yeonhee sudah duduk dimeja menghadap ke arahku. Aku benar-benar gugup sekarang. Kenapa aku harus gugup? Seperti tidak pernah bertemu wanita saja.

“Aigoo kenapa kau melamun?” ibuku sudah berdiri disebelahku.

“Eomma, kau membuatku kaget saja.”

“Kau ini ibu suruh menyiapkan tempat kenapa tidak mendengarkanku? Cepat berikan Hayeon dan Yeonhee buku menu.”

“Neee..”

Aku melangkah mengambil buku menu, nota dan pulpen mendekati dua gadis yang sedang duduk menunggu. Kulihat mereka sedang berbicara. Kutaruh buku menu itu. Lagi-lagi tanpa suara. Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku sedingin ini?

“Gomawoyo.” Aku mendengar suaranya mengatakan terima kasih padaku. Dia mulai melihat-lihat buku menu. Yeonhee sempat melirikku. Kupalingkan wajahku ke arah lain. Mungkin dia mulai merasa aneh dengan sikapku.

“Oppa aku pesan satu bibimbap.” Ujar Yeonhee padaku. Aku segera mencatat pesanan Yeonhee pada nota. Aku menunggu Hayeon nuna angkat bicara untuk memesan sesuatu. Dia sungguh lama mungkin karena lama tinggal di Amerika tidak tahu harus memesan apa.

“Kimbab tanpa wortel.” Ujarnya. Tiba-tiba dia menatapku. Mata kami bertemu seperti saling menyapa.  Aku hanya berpikir dia belum berubah. Dia sangat membenci wortel. Aku masih bisa mengingat bagaimana dulu dia suka memilah-milah wortel di dalam kimbab. Yeonhee memperhatikan kami. Cepat-cepat kualihkan pandanganku segera menulis apa yang dia pesan.

“Aku baca ulang pesanan kalian” kulirik catatanku. “Satu bibimbap dan satu kimbab tanpa wortel.” Ujarku.

“Yup!” ujar Yeonhee. Aku hendak mengambil buku menu tapi ternyata tanpa diduga-duga Hayeon juga menyentuh buku menu itu membuat tanganku menyentuh tangannya. Kutarik tanganku kembali dengan cepat. Kenapa aku merasa gugup seperti ini? Apa mungkin karena sudah lama tidak bertemu dengannya dan melihatnya sangat berbeda membuatku menjadi gugup?  Aku cepat-cepat kembali ke dapur meninggalkan mereka.

Author’s POV

—————–

“Jimin oppa benar-benar aneh. Onnie, kenapa dia bertingkah seperti itu? Sama sekali tidak tertarik dengan kedatanganmu. Apa kau mempunyai salah padanya?” tanya Yeonhee pada Hayeon. Hayeon memilih sibuk dengan handphonenya.

“Mollayo.” Jawab Hayeon singkat dengan nada yang tenang.

Tiba-tiba Hayeon mendapat panggilan masuk dari Hyojin. Hayeon mengangkat telepon itu dan segera menyapa sahabatnya.

“Yeboseyo, Hyojini!!!”

“Hayeoni !” sapa suara diseberang. Hayeon berbisik meminta ijin pada adiknya untuk mengangkat telepon ke luar. Bersamaan dengan itu Jimin datang membawa botol air mineral dingin dan dua cangkir kecil aluminium ditaruhnya di atas meja. Café ini selalu menyediakan condiment gratis.  Yeonhee membuka toples yang berisi kimchi memotongnya dengan gunting hitam kemudian memakannya.

“Silakan Yeonhee semoga kau suka makanannya.”

“Aku sudah sering makan disini, oppa.” Yeonhee melirik Hayeon yang masih di luar karena dia ingin berbicara dengan Jimin. “Yak, oppa..” panggil Yeonhee.

“Hmm? Waeyo Yeonhee?”

“Kenapa kau tidak menyapa Hayeon onnie? Apa kalian masih menyimpan dendam masa lalu?” tanya Yeonhee penasaran.

“Mwo? Anio.” Elak Jimin.

“Lalu kenapa kau ..”

“JIMINNNN…” teriak nyonya Park kemudian yang mengharuskan Jimin pergi ke dalam meninggalkan Yeonhee. Jimin sangat terolong kali ini dari pertanyaan Yeonhee yang mulai penasaran dengan sikapnya pada Hayeon.

 

 

Sementara itu Hayeon masih sibuk bercanda melalui telepon. Tiba-tiba Park Jihyun adik Park Jimin datang dan terkejut melihat keberadaan Hayeon sudah ada di depan cafenya. Pria itu sangat mirip dengan Jimin. Tingginya hampir sama. Hayeon juga terkejut dan memutuskan untuk menyudahi percakapannya di telepon.

“Nunaaaaa !!”

“Jihyun-i !”

Teriakan mereka terdengar sampai dalam. Jihyun memasuki cafenya sambil merangkul Hayeon. Yeonhee teman seangkatan Jihyun merengut kesal melihat kedatangan Jihyun.

“Yak, kenapa kau kesini hah?!” tanya Yeonhee sedikit galak pada Jihyun.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Ini kan cafeku.” Kesal Jihyun. Jimin datang menghampiri mereka. Hayeon sempat melirik Jimin.

“Yak, kalian berisik sekali. Yeonhee kau mirip sekali dengan Hayeon nuna.” Hayeon sempat meilirik ke arah Jimin. “Kalian berdua suka sekali berteriak-teriak membuat kupingku sakit.” Protes Jimin.

“Tentu saja aku mirip, kami berdua kan saudara.” Bela Yeonhee.

“Apa Hayeon nuna orang yang seperti Yeonhee? Kurasa dia sangat cantik sekarang pasti banyak pria yang mendekatinya.” Jihyun membela Hayeon. Hayeon hanya tersenyum mendengarnya. Entahlah dia merasa sedikit senang ketika mendengar Jimin mau berinteraksi dengannya.

“Yak, Park Jihyun apa sekarang kau meledekku?” Yeonhee menggigit bibirnya kesal.

“Hyung .. kajja duduk. Hayeon nuna silakan duduk juga.” Ujar Jihyun mengalihkan pembicaraan dari Yeonhee. Merekapun duduk di meja itu. Jihyun merangkul hyungnya. Jimin merasa haus menuangkan air ke dalam cangkir aluminium dan meneguknya.

“Yeonhee-ya, kau tahu hyungku ini sangat luar biasa. Dia mengencani salah satu member Red Velvet.”

Mendengar itu Jiminpun tersedak dan terbatuk-batuk. Dia menoleh kesal ke arah Jihyun dan sempat melihat raut wajah Yeonhee yang sangat terkejut. Dia juga sempat melihat Hayeon yang hanya tersenyum mendengarnya.

“Baboya ! Kalau ada yang mendengar bagaimana? Jangan menebar gossip sembarangan.” Kesal Jimin.

“Waeyo? Memangnya salah berpacaran?”

“Jinjayo? Siapa yang kau pacari oppa? Joy? Ah tidak mungkin dia sudah bersama Sungjae.”

“Eiii~ itu hanya di layar kaca. Aku yakin Joy nuna tidak serius dengan Sungjae.” Elak Jihyun.

“Jangan sok tahu. Mereka itu pasangan yang serasi.” Sambung Yeonhee.

“Hanya aku yang tidak mengerti disini kalian sedang membicarakan apa.” Ujar Hayeon.

“Kau benar-benar tidak tahu siapa Red Velvet? Apa di Amerika tidak ada saluran TV Korea? Jangan-jangan kau tidak tahu kalau hyung sudah menjadi idol yang sukses?” tanya Jihyun.

“Hanya mendengar dari Taeran saja. Aku sangat sibuk di Amerika.”

“Aigooo… Aku juga ingin ke Amerika. Hyungku sudah pernah pergi ke sana. Apa kalian tidak sempat bertemu?” tanya Jihyun.

“Kau pergi ke Amerika? Eonje?” tanya Hayeon menatap Jimin. Hayeon memberanikan diri bertanya. Memang ini yang harus dia lakukan setelah sekian lama tidak bertemu dengan pria itu.

“N-ne. Sudah lama aku pergi ke Los Angeles.” Jimin masih merasa gugup.

“Kenapa tidak mengabariku?” tanya Hayeon.

“Ah itu aku tidak datang untuk berlibur tapi bekerja. Aku tidak ada waktu untuk jalan-jalan.” Ujar Jimin.

‘Lagipula apa kau tertarik jika aku mengabarimu, nuna? Kurasa kau sangat membenciku setelah aku mendorongmu dari sepeda waktu ituhingga  seminggu kemudian aku mendengarmu pindah ke Amerika tanpa memberitahuku lebih dulu?’ tanya Jimin dalam hatinya.

“Hyung kenalkan aku dengan salah satu member Red Velvet. Setidaknya kenalkan aku dengan Irene noona.” Jihyun masih meminta hyungnya untuk memperkenalkan dia dengan salah satu member Red Velvet.

“Kalau begitu kenalkan aku dengan Sehun oppa. Kau bersahabat dengannya kan, oppa? Berapa nomor handphonenya? Berikan padaku.” Kini Yeonhee mulai ikut-ikutan.

“Aigoo kalian berisik sekali mana bisa semudah itu.” Ujar Jimin singkat.

Tiba-tiba seseorang datang dari luar. Jimin melihat sahabatnya memasuki café. Pria berhoodie hitam itu tersenyum manis ketika memasuki café.

“Jungkook!” sapa Jimin bangkit dari kursinya menghampiri Jungkook. Dia mengajak Jungkook untuk bergabung. Pria itu terlihat malu-malu dan tidak banyak bicara walaupun senyumnya mengembang di balik rasa malunya membuatnya terlihat sangat manis.

“Ah h-hyung..”  Jungkook menyapa balik. Yeonhee benar-benar terpana melihat Jungkook dari dekat.

“Kenalkan dia Jungkook salah satu member BTS. Dia sangat pemalu. Kookie, ini adikku Jihyun, kau masih ingat kan?”

“Tentu saja masih ingat.”

“Dan ini Yeonhee teman Jihyun kalian juga seangkatan dan ini Hayeon kakaknya. Kami tetanggaan.” Jimin memperkenalkan Hayeon dan Yeonhee pada Jungkook.

“Ha-Hayeon?” Jungkook menoleh melihat Jimin ketika pria itu menyebut nama Hayeon. Jimin tertawa agar Jungkook tidak berbicara sembarangan kalau dia pernah membicarakan Hayeon di depan member. Jimin menyenggol lengan Jungkook menyuruhnya cepat untuk memperkenalkan diri.

“Anyeong haseyo aku Jungkook.”

Jimin menarik kursi menyuruh bergabung dengan mereka. Yeonhee tersenyum melihat Jungkook membuat pria itu cukup canggung tidak tahu harus bagaimana.

“Bibi mana?” tanya Jungkook.

“Sedang masak bersama appa di dapur. Kau mau pesan apa?” tanya Jimin.

“Hmmm… ramyeon tteokboki buatan bibi sangat enak.”

“Baiklah tunggu sebentar akan kuambilkan minuman.” Jimin menepuk pundak Jungkook sebelum pergi.

“Hyunggg ! Aku juga mau minum !” teriak Jihyun.

“Neee~” balas Jimin.

Setelah Jihyun berteriak keadaan menjadi canggung lagi karena mereka tidak saling mengenal. Jungkook tak hentinya tersenyum gugup karena Yeonhee tidak henti menatapnya. Hayeon juga sedikit canggung.

“Yak, berhenti menatapnya seperti itu kau membuat Jungkook tidak nyaman.” bisik Jihyun pada Yeonhee. Namun Jungkook mendengar bisikan Jihyun.

“Apa dia juga idol?” tanya Hayeon dengan lugunya. Jungkook merasa aneh dengan pertanyaan Hayeon.

“Hahaha.. Jungkook-ssi jangan pikirkan kata-katanya. Hayeon nuna baru pulang dari Amerika. Dia lupa dengan keadaan di Korea.” Ujar Jihyun membuat Jungkook mengerti.

“Ah ne.. Aku hanya merasa nyaman jika kalian menganggapku bukan idol. Aku sedang menikmati liburanku di Busan.” Ujar Jungkook.

“Apa kau asli Busan?” tanya Hayeon.

“Ne. Hanya saja rumahku sedikit jauh dari rumah Jimin hyung. Aku bosan di rumah adikku sedang menjalani wajib militer sedangkan eomma dan appa sibuk bekerja. Jimin hyung menyuruhku kesini. Sebenarnya ini sudah dua kalinya aku kesini. Makanan bibi Park sangat enak.” Jungkook terdengar banyak bicara. Dia seperti merasa nyaman dikelilingi mereka.

“Aigooo … apa dia barusan berbicara? Aku mendengar seorang idol sedang berbicara dihadapanku. Jika teman-temanku tahu mereka pasti akan iri dan selalu menerorku.” Ujar Yeonhee. Jihyun memukul tangan Yeonhee.

“Yak, jangan seperti itu. Kau tidak dengar tadi dia bilang apa? Dia sangat senang jika kita tidak menganggapnya idol.” Beber Jihyun.

“Jungkook-ssi, apa kau tahu hyungku sedang memacari salah satu member Red Velvet? Kau tahu siapa dia?” tanya Jihyun pada Jungkook. Hayeon mulai tertarik dengan pembicaraan ini. Sebenarnya dia penasaran siapa Red Velvet itu. Yang dia tahu hanyalah SNSD, After School, Miss A, Kara.

“Hahaha Seulgi noona.”

“MWOYA?!”

“MWOOO?!”

Jihyun dan Yeonhee yang mengerti langsung berteriak mendengarnya. Jihyun merasa tidak terima dengan ucapan Jungkook.

“Aigooo bagaimana bisa Seulgi noona menerima hyungku yang jorok dan cerewet itu? Aigoo aku masih tidak percaya Seulgi noona akan menjadi kakak iparku.”

“Jungkook-ssi apa Suga oppa sudah punya pacar?” tanya Yeonhee tiba-tiba.

“Umm.. Belum. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya menulis lagu.Waeyo?”

“Kenalkan onnieku dengan Suga oppa. Mereka seumuran.” Pinta Yeonhee.

“Yaaaak… Yeonhee..” Hayeon terlihat malu mendengarnya. Dia menyenggol siku Yeonhee.

Jimin datang dan sempat mendengar percakapan Yeonhee dengan Jungkook. Jimin menaruh pesanan mereka di atas meja.

“Nanti akan kuberitahu Suga hyung.” Ujar Jungkook.

“Jinjayo???” Yeonhee merasa senang.

“Yak, jangan dengarkan suara orang ini Jungkook-ssi.” Ujar Hayeon.

“Apa yang sedang kalian bahas?” tanya Jimin.

“Yeonhee memintaku untuk mengenalkan Hayeon nuna dengan Suga hyung.”

“Suga hyung? Dia tidak tertarik dengan wanita.” Ungkap Jimin.

“M-mwo?” Hayeon dan Yeonhee terkejut membuat Jungkook tertawa melihat raut wajah mereka.

“Hyung apa maksudmu? Lihatlah mereka sangat  terkejut mendengarnya. Jika Yoongi hyung tahu kau berbicara buruk tentangnya dia akan menendangmu.” Jungkook tertawa.

“Yak, makanlah nanti cepat dingin.” Pinta Jimin.

“Jungkook-ssi kami makan duluan. Apa tidak apa-apa?” tanya Hayeon.

“Gwenchanayo, nuna.”

Hayeon mengambil sumpitnya begitu juga dengan Yeonhee. Mereka mulai menikmati makanannya. Hayeon benar-benar bahagia bisa merasakan kimbab lagi. Sudah lama dia tidak makan kimbab. Sehari-harinya dia makan-makanan khas Amerika walaupun neneknya sempat membuatkan makanan khas Korea namun rasanya berbeda ketika memakannya di Korea. Jimin memperhatikan Hayeon. Dia seperti tahu bahwa Hayeon sangat menikmati makanannya.

“Hyung aku benar-benar tidak percaya kau memacari Seulgi nuna. Bagaimana bisa dia menerima cintamu?” tanya Jihyun kemudian. Mendengar percakapan ini Hayeon mengunyah pelan-pelan. Dia menundukkan wajahnya. Jimin tidak terima bahwa Jihyun mengatakan hal itu.

“Yaaaak!! Kookie, kau yang memberitahunya, hah?” tanya Jimin. Jungkook hanya tertawa tidak menjawab pertanyaan Jimin.

“Jangan menyebar fitnah , aku tidak berpacaran dengannya.” Elak Jimin.

“Haah syukurlah hyung kau tidak memacarinya. Aku takut jika dia menjadi kakak iparku nanti aku takut hubungan persaudaraan kita akan retak karena aku akan merebut Seulgi nuna dari tanganmu.”

“Yak, apa kau sudah gila?”

“Hyung, tapi kau suka kan dengan Seulgi nuna?” Jihyun memastikan lagi sekali apakah Jimin menyukai Seulgi atau bukan.

“Yaak Park Jihyun !” Jimin mencekik leher Jihyun kesal karena diledek terus seperti itu.

“JEONNN JUNGKOOK !!!” Jimin kemudian berteriak keras menyebut nama Jungkook seperti di variety show “Rookie King”.

 

Hayeon’s POV

——————-

Malamnya aku sibuk dengan handphoneku mencari tahu siapa itu Red Velvet, siapa itu Seulgi dan siapa itu Irene sehingga membuat pria-pria tadi membicarakannya. Secantik apa mereka, apa mereka lebih cantik dariku? Karena sedikit terkejut tiba-tiba aku berteriak pelan menutup mulutku – membuang handphoneku ketika melihat lima orang wanita cantik di layar handphoneku. Untuk pertama kalinya aku merasa menyesal mencari tahu informasi tentang Red Velvet.

“Cantik sekali T______T”

Aku benar-benar shock dan baru tahu bahwa mereka satu manajemen dengan SM Entertainment. Pantas saja pria-pria tadi membahas mereka. Aku langsung bangkit mengambi handphoneku – duduk di meja riasku melihat diriku di cermin. Kutatap lagi wajah ke lima wanita itu.

“Sama sekali tidak mirip denganku. Kenapa tidak mirip sedikit saja?” protesku.

Aku mengambil handphone lagi dan membuka youtube mencari-cari video Red Velvet “Ice Cream Cake” aku terpana karena mereka secantik ini. Setelah Ice Cream Cake aku memutar Dumb Dumb. Aku sangat suka fashion yang dikenakan mereka. Sangat pas ditubuh mereka. Tiba-tiba aku tidak sengaja melihat video BTS di video recommended youtube. Aku melihat wajah Jimin disana. Segera ku-klik video yang berjudul Bangtan Bomb entahlah ini video apa.

Terlihat dia disana sedang membawa banyak surat-surat. Jimin mengenakan kaos sleeveless berwarna putih dan wajahnya masih terlihat chubby. Dia sedikit kurusan sepertinya dietnya berhasil. Sekarang dia juga terlihat sangat kurus. Tidak seperti Jimin yang kukenal dulu.

Aigoooooo~~~~ Eiiiii~~~~” aku berteriak karena malu melihat Jimin memperagakan cara menekan bell dengan tingkah seperti anak kecil yang bodoh.

“Adingdong !”  suara Jimin terdengar benar-benar menjijikkan. Bagaimana dia bisa membawa sifat aslinya ke dalam dunia kerjanya yang notabene akan dilihat oleh banyak wanita. Kupandangi wajahnya. Tapi dia benar-benar lucu. Apa dia punya banyak fans karena kepolosannya ini?

Aku melihat video yang lain dan meng-klik salah satu video yang ada tulisan Suga. Aku mengingat Yeonhee sempat membahas pria bernama Suga tadi. Pria ini cantik dan manis. Setelah lama aku memutar MV mereka. Aku mulai terlarut. Masih belum hapal siapa saja namanya. Aku mulai menonton video mv lama mereka dan aku tertawa melihat wajah Jimin yang polos namun tubuhnya berotot. Aku juga tidak menyangka dia bisa dance. Benar-benar tidak bisa ditebak. Mataku sangat terganggu ketika melihat pria berambut keriting. Entahlah siapa pria ini.

Kini aku beralih menonton DOPE. Rambut Jimin berwarna merah. Dan … pria tampan yang menjadi polisi di DOPE ini adalah Jungkook? Kenapa dia sangat tampan dan dewasa disini? Kemana perginya pria berambut keriting tadi? Suga yang mana? Aku belum hapal wajah-wajah mereka. Hanya tau Jimin dan Jungkook saja.

Kutaruh handphoneku dan mulai memikirkan sesuatu. Teringat tadi Jimin mulai mencoba berinteraksi denganku. Aku jadi merindukan dia. Aku jadi penasaran apa yang dia pikirkan mengenai aku? Apa dia tidak memikirkanku juga seperti aku memikirkannya? Apa aku harus bertemu dengannya dan mengobrol sedikit?

Aku bangkit membawa handphoneku melangkah ke teras kamar. Aku terkejut ketika melihat Jimin berdiri di kamar seberang. Dia sibuk dengan handphonenya dan belum melihatku. Aku punya pemikiran untuk masuk ke dalam lagi namun sialnya Jimin mengangkat wajahnya menoleh ke arahku. Kami berdua saling pandang dalam diam. Entah apa yang akan terjadi setelah ini.

 

TBC

Hai terima kasih yang sudah baca Love in the trap part 2 ya jangan lupa tinggalin jejaknya. Aku seneng banget bisa naruh Jungkook di part 2. Moment ini diambil sewaktu mereka pulang dari Konser di Kobe yang di cancel karena member pada jatuh sakit. Si Jimin sama Jungkook liburan di Busan. Untuk episode berikutnya mohon ditunggu yah^^

Iklan

8 thoughts on “[2] Love in the Trap

  1. Wah aku first comment nih hehehe. Gemes liat hayeon sama jimin pura pura cuek padahal mereka diem diem saling perhatiin 😀 , Jihyun sama yeonhee jiwa fangirl nya keluar pas ketemu jungkook hahaha. Ditunggu kelanjutan nya thor ^^

    Suka

  2. Sorry…sebelumnya,aku gak dapet feelnya,aku cepet – cepetin bacanya karena menurut aku ngebosenin ceritanya
    Maaf…kalo coment aku nyakitin tapi itu yang aku rasain

    Suka

  3. whoaahahaha lucu bgd si hayeon… pengend di sama2 in cantik nya ama member red velvet…

    penasaran nih kelanjutan nya gmn??? lanjut dg chingu,,

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s