[Oneshoot] Wild Flower

image

Author: Minji • Cast: Kang Minji – Cho Kyuhyun – Lee Donghae – Lee Hyukjae – Choi Siwon – Henry • Genre: Straight – Romance • Length: Oneshoot

 

 

Gangnam – 28 January 2014

Upacara kremasi hari itu akhirnya selesai dan berlangsung lancar. Semua kerabat keluarga Kang satu-persatu meninggalkan lokasi upacara, menyisakan orang-orang terdekat yang masih teramat sangat kehilangan dan terpukul dengan kepergian seorang gadis cantik yang menjadi alasan semua orang berkumpul hari itu.

Minji berdiri di salah satu sisi ruangan dengan tegar— lebih tepatnya berusaha terlihat tegar meskipun kepalanya masih sangat pening dengan wajah serta mata yang memerah karena tangis yang melandanya dua hari ini. Ia benci suasana ini— orang-orang dengan pakaian serba hitam ciri khas berduka, ibunya yang masih menangis dalam dan terduduk di lantai dengan sang ayah yang masih berusaha menenangkan istrinya. Tak ada yang benar-benar tegar dalam hal ini, bahkan sang ayah yang selama ini sangat tegas dan tidak pernah menitikkan air mata juga tak bisa menyembunyikan kesedihan karena kehilangan putri sulung kebanggaannya.

Minji memutar mata, melihat paman dan bibi dari keluarga ayahnya yang berterima kasih dan mengantarkan kerabat-kerabat lain yang pulang. Semua dari mereka akan menyempatkan melihat ke arah Minji dan menatap agak lama, kemudian mereka akan tersenyum padanya, senyum mengiba. Tentu saja tidak akan ada yang mengabaikan Minji, karena wajahnya pasti akan membuat semua orang seakan melihat kembali gadis yang telah berpulang. Ya— wajah Minji sangat mirip dengan Kang Minah, saudara kembarnya yang terlahir beberapa menit lebih awal darinya.

Perhatian Minji kini berpindah, menatap seorang pria yang dua hari ini terlupakan dari benaknya karena ia hanya memikirkan mendiang sang kakak. Pria bertubuh tinggi tegap dan tampan dengan kulit bersih serta rambut hitam kecoklatan, pria yang selama bertahun-tahun ini merebut perhatian Minji. Cho Kyuhyun – pria itu kini terlihat begitu rapuh dengan balutan serba hitam, berdiri kaku tak jauh dari Nyonya dan Tuan Kang sambil menatap foto mendiang kekasihnya dengan mata yang basah. Melihat Cho Kyuhyun seperti itu membuat hati Minji kembali seperti diiris-iris pisau. Semua orang bersedih. Semua orang merasa kehilangan Kang Minah. Namun tak ada yang lebih sedih daripada Minji, karena ia harus kehilangan saudara kembarnya sekaligus melihat kehancuran dari pria yang begitu dicintainya.

Tak hanya Minji dan keluarganya. Sejak dua hari yang lalu setelah kecelakaan mobil naas yang merebut nyawa Minah, Cho Kyuhyun bagaikan mayat hidup juga orang gila yang tidak lagi mengenal dunia di sekitarnya. Kontraktor muda yang baru menapak sukses itu tidak pergi ke kantornya. Cho Kyuhyun juga tidak pulang ke rumahnya, melainkan terus mendampingi mayat Minah hingga upacara hari ini dilakukan. Ketika Minah akan dikremasi, tangisan Kyuhyun bahkan lebih histeris dari tangisan Nyonya Kang dan yang lainnya hingga ia sempat menghalangi berlangsungnya prosesi itu. Baru sejak dua jam yang lalu, Minji melihat calon kakak iparnya itu terlihat tenang dan diam, meskipun wajah dan matanya menyiratkan duka yang teramat dalam.

Bagaimana tidak— Cho Kyuhyun sudah berencana akan melamar Minah bulan depan, dan rencana itu sudah ia persiapkan dengan begitu matang. Kyuhyun bahkan menceritakan semua rencana indahnya pada Minji. Sebagai gadis yang juga mencintai Kyuhyun, Minji merasa sangat terpukul dengan rencana Kyuhyun sekalipun ia berusaha untuk berpura-pura mendukung pria itu. Namun kini, Minji jauh lebih terpukul dengan kepergian Minah. Ia sama sekali tidak menyangka, ada hal yang jauh lebih buruk daripada rencana pernikahan Kyuhyun dan Minah, seakan Minji merasakan inikah hari kiamat yang ditakutkan umat manusia.

Minji memejamkan mata, dan bulir air kembali mengalir tanpa bisa dibendung dari kedua sudut matanya. Ia masih tidak percaya jika Minah meninggalkannya, meninggalkan kedua orangtuanya, dan juga meninggalkan kekasihnya yang tampan dengan cara yang begini tragis.

Minji tidak tahu bagaimana ia akan menjalani hari-hari ke depan setelah hari ini. Ia yang selama beberapa tahun terakhir membenci Minah karena gadis itu merebut pria yang dicintainya, kini Minji merasakan kehilangan yang begitu besar. Minah adalah saudara kembarnya, dan Minji benar-benar merasakan kehilangan separuh dari jiwanya.

——————————–

Dua Tahun Kemudian,

Minji menata meja makan setelah menyiapkan sarapan yang sangat enak. Ia sampai bangun lebih awal dari biasanya dan telah mengorbankan begitu banyak hal untuk bisa memasak makanan pagi ini. Notabene Minji adalah wanita tomboy yang sama sekali tidak pernah menyentuh dapur dan isinya, tapi belakangan ia belajar memasak demi bisa menyiapkan sendiri makanan untuk Cho Kyuhyun, pria yang sejak enam bulan lalu resmi menjadi suaminya.

“Oppa—” Minji buru-buru berlari dan menghampiri pria yang baru saja keluar dari dalam kamar mereka. Kyuhyun sudah sangat rapi dengan setelan kerjanya, bahkan ia memakai dasi yang sudah terpasang dengan sempurna, sedikit lebih formal tidak seperti biasanya. Mungkin Kyuhyun memiliki meeting pagi ini hingga ia berpakain serapi itu. Minji sedikit kesal karena ia kehilangan kesempatan untuk memasangkan dasi pria itu. Seharusnya ia menyempatkan diri untuk masuk ke kamar sebelum menata meja jika saja ia tahu Kyuhyun akan berpenampilan sedikit lebih rapi.

Kyuhyun berhenti, menatap wanita yang menghampirinya. Minji tersenyum manis dan memegang lengan pria itu, lengan suaminya.

“Oppa, aku siapkan makanan kesukaanmu. Makanlah sebelum kau berangkat.” Kyuhyun nampak menarik nafas kecil lalu melirik arloji di tangan. Nampaknya ia tidak bisa memenuhi keinginan Minji pagi ini.

“Ah, maafkan aku. Namun aku harus menghadiri rapat satu jam lagi dan aku sudah hampir terlambat.”

Minji terlihat kecewa dengan jawaban Kyuhyun. Pegangan tangannya pada lengan Kyuhyun sedikit mengendur dan ia kembali kehilangan rasa percaya diri yang belakangan coba ia tumbuhkan. Rasa percaya diri untuk mendampingi Cho Kyuhyun.

“Minji-ya, kau tidak apa-apa?” Kyuhyun menatap wajah Minji yang terlihat kosong dan sedikit memucat.

“Oh? Tidak. Sayang sekali kau terburu-buru. Maafkan aku, seharusnya aku membangunkanmu lebih pagi.”

“Tidak, ini bukan salahmu. Aku akan makan di kantor nanti—”

“Kalau begitu kau jangan khawatir, aku akan menyusul setelah mengemas makanannya jadi nanti kau bisa menikmatinya di kantor—”

“Minji-ya.” Nada Kyuhyun terdengar sedikit dingin dan ada nada ketidaksukaan. Minji terdiam, karena jika sudah seperti ini artinya Kyuhyun tidak setuju dengan ucapannya. Minji selalu merasa ia hanya mengganggu suaminya di saat-saat seperti ini. Ia ingin menangis saja menghadapi sikap dingin Kyuhyun yang seringkali muncul tanpa bisa diprediksi.

“Oppa, tunggulah sebentar.” Minji menahan perasaannya, lalu berlari masuk ke dalam kamar. Ia keluar kurang dari satu menit sambil membawa coat berwarna hitam panjang.

“Salju mungkin akan turun lagi hari ini. Kau selalu melupakan ini sementara kau akan sering berada di luar ruangan.” Minji memakaikan coat itu di tubuh tegap Kyuhyun.

Pria itu hanya diam mematung, menatap wanita yang kini berambut panjang dan terlihat semakin cantik setelah dinikahinya. Kyuhyun sangat benci hal ini, karena Minji semakin terlihat mirip dengan Minah. Karena bagi Kyuhyun, sekalipun kembar, Minah dan Minji adalah dua sosok yang sangat berbeda di matanya.

“Pergilah. Jangan lupa kau harus sarapan di manapun kau sempat melakukannya.” Ujar Minji setelah selesai memakaikan coat pada Kyuhyun. Ia menepuk kedua lengan suaminya dan tersenyum manis. Kyuhyun menarik nafas menatap wanita yang terlihat begitu tulus memberikan perhatian dan kasih sayang padanya.

“Terimakasih karena telah mengkhawatirkanku.” Ujar Kyuhyun. Pria itu tersenyum kecil, menarik tubuh mungil Minji perlahan dan mendaratkan kecupan di kening wanita itu. Minji berdebar dan bisa tersenyum lebih lega karena tindakan manis yang sangat jarang bahkan hampir tidak pernah Kyuhyun lakukan selama pernikahan mereka.

Hingga tubuh Kyuhyun menghilang di balik pintu apartemen, Minji masih belum bisa menghilangkan senyum bahagianya. Ia bahagia, terlampau bahagia. Hingga air mata sedih yang tertahan kini benar-benar keluar menjadi air mata bahagia.

———————

Minji menarik naik selimut menutup tubuh polosnya yang terasa dingin karena terpaan pendingin ruangan. Ia membalik tubuhnya dan menemukan Kyuhyun yang terlelap dengan wajah damai, tanpa kerutan-kerutan yang bisa muncul di wajah pria itu kala siang hari. Minji menempatkan tangan kirinya, menyentuhkan jari-jari nya lembut mengusap pipi pria yang ia cintai. Telunjuknya bergerak mengusap bibir tebal yang sekitar dua jam lalu mencumbui sekujur tubuhnya.

 

Sampai matipun rasanya ia tidak akan percaya— Cho Kyuhyun menyentuhnya hari ini setelah berjalan dua minggu pernikahan mereka. Pria itu menciumnya lagi setelah ciuman resmi di acara pernikahan, dan Minji masih merasakan getaran serta desiran darahnya akibat perbuatan Kyuhyun tadi. Ia merasa malu dan tersipu jika mengingat bagaimana Kyuhyun mendesah di telinganya, menatap wajahnya seolah Minji adalah pembawa kebahagiaannya saat itu. Kendatipun merasakan kesakitan yang luar biasa karena ini pengalaman pertama baginya, Minji bersyukur Kyuhyunlah yang memperkenalkan hal ini padanya. Rasanya impian Minji satu-persatu terwujud. Ia tidak percaya, ialah pemilik tubuh Kyuhyun, meskipun Minji tahu— ia belum memiliki hati pria itu.

 

Minji tidak ingin memikirkan hal itu untuk saat ini. Hal-hal seperti itu hanya akan membuatnya merasakan sakit yang dalam. Yang terpenting adalah Kyuhyun menerimanya, bersedia memulai kehidupan yang baru bersamanya. Dan yang ingin Minji lakukan adalah, menyembuhkan luka pria itu dan memberikan kebahagiaan untuk Kyuhyun sejauh yang ia bisa sekalipun itu menyakitinya untuk saat ini.

 

Minji mendekatkan bibirnya pada bibir Kyuhyun, mencuri ciuman dari pria yang tengah tertidur nyenyak. Ibu jarinya mengusap bibir tebal dan lembut itu setelah menciumnya, dan sialnya Minji ketagihan melakukannya. Berdosakah ia karena telah mencurinya dari Kyuhyun, marahkah pria itu jika mengetahui perbuatan nakalnya ini. Dan tanpa sadar Minji terus mengulangi perbuatannya, hingga Kyuhyun terbangun dan membuka matanya.

 

“M—maaf.” Minji melepaskan bibirnya dan merasa malu. Kedua mata elang Kyuhyun kini menatapnya, meskipun Minji tahu tatapan itu tidak berarti bahwa Kyuhyun tidak mengijinkannya melakukan itu.

 

Pria itu justru tersenyum miring, dan membalas Minji dengan sebuah kecupan.

“Minah..”

Minji tercekat. Senyum malu-malu di wajahnya perlahan memudar. Awan hitam seketika menutupi perasaannya yang tengah menggebu-gebu. Minji tidak bisa menyembunyikan sorot kesedihan di matanya, dan Kyuhyun sepertinya menyadari jika ia baru saja melakukan kesalahan.

 

“Maafkan aku— Minji-ya, aku..”

“Tidak apa-apa. Mungkin wajahku terlalu mirip dengan wajah Minah saat ini.” Minji mencoba tersenyum palsu, meskipun ada getaran dalam suaranya. Ia harus bisa menahan air matanya. Kenyataan bahwa Kyuhyun masih belum bisa melupakan Minah sangat mengganggunya.

“Aku tidak bermaksud seperti itu.”

“Ya, aku tahu.” Suasana di antara mereka menjadi aneh untuk beberapa saat hingga akhirnya Minji berusaha memecah keanehan itu.

 

“Oppa, aku boleh memelukmu ‘kan?” Kyuhyun hanya mengangguk pelan dan berikutnya Minji menempelkan keningnya di dada Kyuhyun. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya agar Kyuhyun tidak melihat betapa kecewa dirinya saat ini. Meskipun tubuh Kyuhyun memeluknya, tapi pikiran Kyuhyun masih pada Kang Minah. Mungkin, saat bercinta-pun yang ada di benak Kyuhyun hanyalah Kang Minah.

 

Minji pertama kali mengenal Kyuhyun saat mereka sama-sama kuliah di Sekolah Tinggi Dong-Nae, salah satu perguruan tinggi yang terkenal menghasilkan lulusan-lulusan terbaik di bidang teknik dan desain. Saat itu Minji adalah salah seorang mahasiswi desain grafis dan Kyuhyun adalah seorang ketua senat kampus yang berasal dari jurusan sipil. Keduanya bertemu dan saling mengenal karena sebuah kegiatan kampus di mana keduanya saling terlibat di dalamnya.

 

Sejak pertemuan pertama mereka, Minji sudah mulai menyukai Kyuhyun sebagai seniornya. Pria itu membuat dunianya berubah. Minji adalah gadis tomboy dimana kebanyakan teman-temannya adalah anak laki-laki. Ia juga terkenal sebagai salah seorang vokalis band yang hanya memiliki dirinya sebagai anggota perempuan. Namun dari sekian banyak teman pria yang dimilikinya, hanya Kyuhyun yang bisa membuat Minji merasa berdebar dan menganggap seorang pria benar-benar sebagai pria. Mereka berteman dekat dan saling mendukung satu sama lain.

 

Semua kebahagiaan Minji lenyap seketika ketika ia mulai membawa Kyuhyun ke rumahnya, memperkenalkan pria itu pada keluarganya. Kyuhyun yang bahkan belum sempat menjadi kekasihnya sudah terlanjur jatuh pada pesona Kang Minah, kembaran Minji yang saat itu memang menempuh pendidikan dokter di kampus lain. Dibandingkan Minji yang tomboy dan selalu enggan membiarkan rambutnya panjang melewati bahu, Minah memang jauh lebih anggun dan lebih bisa memperlihatkan kecantikannya sebagai seorang wanita. Hal itulah yang mungkin membius dan menarik hati Kyuhyun hingga ia memutuskan untuk mengejar gadis itu.

 

Minji sangat sedih dan kecewa ketika Kyuhyun mengungkapkan bahwa ia sangat menyukai Minah. Gadis itu bahkan kalah sebelum berperang, sebelum ia sempat mengungkapkan isi hatinya pada Kyuhyun padahal mereka sangat dekat sebelumnya. Sialnya, Minah juga menaruh hati pada Kyuhyun. Keduanya bahkan memutuskan untuk memadu kasih ketika hari ulang tahun Minah yang ke-21, di mana hari itu juga merupakan hari ulang tahun Minji. Kyuhyun datang ke rumah keluarga Kang dan membawa sebuket bunga untuk Minah, bukan untuk Minji. Dan di hari itulah, Kyuhyun menjadikan Minah sebagai miliknya.

 

Minji sadar, dibandingkan Minah ia bukanlah apa-apa. Meskipun memiliki warna kulit yang sama, wajah yang sama, tinggi badan yang sama, perbedaan gaya hidup dan penampilan telah membuat perbedaan yang signifikan di antara keduanya. Pria normal pasti akan memilih Minah dibandingkan dirinya. Dan sayangnya, Cho Kyuhyun adalah pria normal.

 

Untuk pertama kalinya, Minji merasa iri karena Minah memiliki ukuran dada yang nampak lebih besar daripada miliknya. Minji merasa iri akan rambut panjang Minah yang selalu bisa disentuh dengan lembut oleh Kyuhyun dibandingkan rambut pendeknya yang selalu menjadi bahan empuk untuk diacak-acak oleh pria itu.

 

Minji benci dengan segala bentuk dress dan rok yang dimiliki Minah hingga gadis itu bisa mempertontonkan kaki jenjangnya padahal Minji juga memiliki kaki yang sama dan mungkin tak kalah cantik. Minji membenci semua lipstick yang membuat bibir Minah menjadi jauh lebih menarik daripada warna bibirnya. Intinya, Minah memiliki lebih banyak hal yang menarik perhatian Kyuhyun dibandingkan dirinya.

 

Karena itulah— Kyuhyun memilih Minah.

————————

“Oppa, aku memasak sesuatu untuk makan malam.
Bisakah kau pulang dan makan di rumah bersamaku?”

Minji mengirimkan pesan pada Kyuhyun karena pria itu tidak kunjung menjawab panggilannya. Mungkin Kyuhyun tengah sibuk dengan proyek yang ditanganinya di lapangan. Belakangan, Minji menuruti saran ibu mertuanya untuk lebih sering memasak masakan rumah karena menurut mertuanya itu Kyuhyun sangat menyukai masakan rumahan. Minji fokus belajar memasak untuk mengisi waktu luangnya karena ia tidak pergi bekerja. Minji sangat ingin pergi bekerja tapi orangtua Kyuhyun tidak mengijinkannya dengan alasan mereka mengkhawatirkan keselamatan Minji. Bagaimanapun, peristiwa yang menimpa Minah dua tahun silam cukup membekas di hati semua orang. Jadilah Minji begitu kesepian tinggal di apartemen menunggu Kyuhyun pulang. Terkadang ia mengundang ibu kandungnya untuk datang, dan mereka akan berbelanja bersama atau kadang belajar membuat aneka makanan.

Minji sangat ingin mengundang teman-temannya, tapi ia takut Kyuhyun tidak akan menyukainya. Lagipula, setelah menikah Minji merasa ia tidak memiliki begitu banyak teman. Dulu teman-temannya kebanyakan adalah pria, dan ia tentu tidak bisa lagi bergaul secara bebas dengan mereka karena kini ia telah bersuami. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya, Minji kini sangat merindukan teman-teman bandnya. Setelah memutuskan untuk menikah dengan Kyuhyun, Minji memilih untuk keluar dari grup band yang sangat dicintainya. Donghae, Eunhyuk, Siwon dan Henry pun merasa kecewa karena kehilangan sosok vokalis yang menjadi ciri khas band mereka. Bagaimanapun, mereka telah mengikuti banyak sekali festival dan mengisi acara di banyak tempat hingga membuat demo lagu bersama-sama. Minji tahu teman-temannya kecewa terhadapnya, namun ia telah memutuskan untuk memilih Kyuhyun dan mengikuti pria itu.

Dan kini, Minji benar-benar merasa kesepian. Ia memang menikah dengan pria yang ia inginkan, tapi kenyataan yang ia hadapi tak seindah yang ia pikirkan. Cho Kyuhyun begitu sibuk dengan pekerjaannya di luar sana seakan rumah hanya menjadi tempat singgahnya. Bahkan belakangan tak jarang Kyuhyun menginap di lokasi proyek atau di kantornya dan tidak pulang ke rumah. Namun Minji harus merasa senang, karena setidaknya Kyuhyun telah menemukan kembali hidupnya yang nyaris mati. Meskipun statusnya sebagai seorang istri hanya pajangan saja, Minji tetap bersabar suatu saat ia akan bisa membuat Kyuhyun bahagia telah menikahinya.

**

Kyuhyun memasuki apartemen dengan lampu ruang tengah yang masih menyala padahal biasanya Minji pasti sudah mematikan lampu dan pergi tidur di jam-jam seperti ini. Kyuhyun melewati meja makan dan melihat berbagai hidangan tersaji di atas meja.

Hatinya seketika terpukul ketika ia menyadari bahwa tadi siang Minji sempat mengirimkan pesan dan memintanya untuk pulang makan malam bersama. Kyuhyun sungguh keterlaluan karena ia sama sekali tidak ingat untuk sekedar membalas pesan istrinya karena memang Kyuhyun sangat sibuk hari itu. Inilah hasilnya, wanita ini memasak dengan sia-sia. Kyuhyun semakin merasa bersalah ketika akhirnya ia menemukan tubuh Minji meringkuk di atas sofa dengan mendekap bantal kecil di dadanya.

Kyuhyun duduk, mengamati wajah Minji yang mungkin ia belum menyadari betul jika wanita ini adalah istrinya. Kang Minji yang tertidur di hadapannya ini sangat jauh berbeda dengan Minji yang dulu dikenalnya. Minji terlihat lelah dan Kyuhyun bisa melihat jelas jika wanita itu pasti sempat menangis karena sangat terlihat bekas air mata yang mengering di wajahnya. Mungkin ia menangis lalu tertidur begitu saja, dan Kyuhyun merasa sangat brengsek karena ia yakin penyebab tangisan itu adalah dirinya.

Minji tiba-tiba terbangun, mungkin merasakan kehadiran orang lain di dekatnya. Ia buru-buru duduk dan merapikan rambutnya ketika menyadari bahwa Kyuhyun sudah pulang dan sedang duduk di hadapannya.

“Kau sudah pulang. Maaf aku ketiduran. Kau pasti belum mandi. Ya Tuhan, aku sampai lupa menyiapkan air hangat untukmu. Ah, kau sudah makan? Aku menyiapkan masakan tapi sepertinya karinya sudah dingin. Aku akan menghangatkannya jika kau ingin makan—” Minji bangkit dari sofa setelah berbicara panjang lebar sementara Kyuhyun hanya mengamatinya. Ketika Minji hendak melangkah Kyuhyun menahan tangan wanita itu, mengisyaratkan Minji agar duduk kembali di sisinya.

Kyuhyun tersenyum saat Minji menurut dan duduk di sebelahnya. Minji terlihat bingung dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan juga katakan karena Kyuhyun kini menatapnya dengan intens. Tiba-tiba, tangan lebar Kyuhyun menyentuh kepala Minji dan mengusap-usap rambutnya lembut.

Minji berdebar. Bagaimanapun, diperlakukan seperti ini oleh Kyuhyun adalah hal yang diinginkan Minji sejak dulu, karena Kyuhyun sangat sering menyentuh lembut rambut panjang Minah.

“Aku minta maaf. Kau pasti lelah dan marah karena aku. Aku lupa membalas pesanmu. Maafkan aku.”

Minji hanya menggeleng pelan. “Aku tidak marah, mengapa aku harus marah?”

“Jangan menutupi perasaanmu. Ini bukan pertama kali aku bersikap seperti ini terhadapmu. Aku yakin selama ini aku sering mengecewakanmu. Tidak mungkin satu kalipun kau tidak merasa marah atau setidaknya kesal padaku—”

“Aku tidak bisa kesal padamu. Begitu pula, marah padamu.” Suara Minji terdengar kecil, dan ia menunduk menghindari tatapan Kyuhyun.

“Minji yang kukenal dulu tidak seperti ini. Jangan terlalu baik padaku. Aku lebih senang kau mengungkapkan kekesalanmu padaku—“

“Oppa, kau akan mengerti bagaimana rasanya menahan kesal ataupun amarah jika kau sudah mencintai seseorang.” Minji bangkit lagi dari duduknya, meninggalkan Kyuhyun sendirian. Perkataan terakhir Minji membuatnya berpikir. Jadi Minji mencintainya? Benarkah gadis itu mencintainya? Tentu saja. Apa yang salah jika seorang wanita mencintai suaminya sendiri?

**

“Aku bersedia.”

“Kau yakin, Nak? Jawaban yang baru saja kau katakan akan menentukan kebahagianmu. Kau masih bisa menolak jika saja kau berubah pikiran.” ujar Tuan Kang.

“Aku yakin. Lagipula, aku mencintai Kyuhyun Oppa. Ah maksudku, tidak akan sulit untuk mencintainya karena kami sudah cukup lama saling mengenal.”

Semua orang di ruangan itu tercengang dengan jawaban Minji, termasuk Kyuhyun. Gadis yang dikenal masih kekanak-kanakan itu baru saja mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya. Ia baru saja mempertaruhkan kebahagiaannya, hanya karena ia memang sangat mencintai Kyuhyun.

Hari itu, Kyuhyun dan kedua orangtuanya datang untuk menyampaikan maksud baik mereka, melamar Minji menjadi istri Kyuhyun. Entah apa yang ada di pikiran Kyuhyun, ia mengungkapkan ingin menikahi Minji dan ia tidak tahu bagaimana menyampaikan keinginannya.

Memang, saat masa-masa sulit setelah meninggalnya Minah, hanya Minji satu-satunya orang yang mau mendengarkan dan didengarkan Kyuhyun. Hanya pada Minji pria itu mau terbuka dan bertingkah seperti orang normal. Kyuhyun bahkan tidak mau berbicara secara terbuka dengan keluarganya, tidak juga dengan teman-teman terdekatnya. Semua orang kehilangan sosok Kyuhyun yang humoris dan banyak bicara, tergantikan oleh Kyuhyun yang pendiam dan tertutup.

Menurut psikolog yang sempat menjadi tempat konsultasi keluarga Cho, Kyuhyun hanya mau terbuka pada Minji karena wajah Minji yang sangat identik dengan saudara kembarnya. Hal itu secara tidak langsung mempengaruhi psikologis Kyuhyun. Selain itu, Kyuhyun memang sudah sangat dekat dengan Minji. Kyuhyun bahkan lebih dulu mengenal Minji dibandingkan Minah. Kyuhyun mungkin berfantasi jika dirinya sedang berbicara dengan Minah padahal sosok yang ia hadapi sesungguhnya adalah Minji. Meskipun menurut psikolog, antara Kyuhyun dan Minji terdapat ikatan emosional yang kuat.

 

Mengenai keinginan Kyuhyun menikahi Minji, psikolog pun berpikir mungkin ada baiknya hal itu dilakukan asalkan pihak wanita juga tidak merasa keberatan. Pernikahan itu bisa jadi akan membantu Kyuhyun untuk sembuh dari luka dan goncangan jiwanya akibat ditinggalkan oleh Minah. Karena itulah, Minji berpikir tidak ada salahnya ia menuruti kemauan Kyuhyun, apalagi ia memang mencintai pria itu.

Namun masalahnya, Kyuhyun mencintai Minah, bukan Minji. Orangtua Minji tentu tidak ingin jika Minji tidak bahagia dengan pernikahannya. Belum tentu Kyuhyun akan bisa mencintai Minji seperti ia mencintai Minah. Hal itulah yang memberatkan orangtua Minji, khawatir akan kebahagiaan putri mereka kelak. Namun karena tekad Minji sudah bulat, mereka pun hanya bisa merestui saja.

Minji memeluk bantal, menangis sendirian di dalam kamar setelah kembali mengingat masa-masa sulit itu. Sejujurnya, menikahi Kyuhyun adalah keputusan yang sangat berat. Keadaan di antara mereka begitu sulit dan menyakitkan. Namun Minji tak juga menemukan pria lain untuk menggantikan posisi Kyuhyun di hatinya. Kyuhyun pun membutuhkan keberadaan Minji di sisinya— meskipun terkesan egois dan sangat merugikan Minji. Pernikahan itu seperti taruhan besar, di mana kemungkinan kalah dan menang sama besarnya, bahagia dan menderita seolah tak bisa dibaca.

Dan setelah enam bulan mengarungi rumah tangga bersama Kyuhyun, Minji merasa jika Kyuhyun belum juga mencintainya. Minji telah berusaha mengubah dirinya menjadi sosok yang lebih baik, lebih dewasa, lebih feminin, mencoba menggantikan posisi Minah di hati Kyuhyun namun sepertinya pria itu masih belum bisa memberikan apa yang ia harapkan.

Kyuhyun memang menyentuhnya, memberikan apa yang seharusnya Minji dapatkan dari seorang suami. Namun di balik itu, Minji menyadari ada sesuatu yang besar yang belum ada dalam hubungan mereka. Chemistry dan rasa cinta dari pria itu untuknya. Satu kalipun, Kyuhyun belum pernah menyatakan bahwa ia mencintai Minji. Wanita itu pun dengan sabar menanti, mungkin suatu saat ia akan mendengar kata itu dari bibir Kyuhyun. Dan Minji ingin, Kyuhyun akan mengucapkan hal itu ketika melihatnya sebagai Kang Minji, bukan Kang Minah.

“Bagiku, Minah seperti bunga mawar di dalam pot yang harus dijaga dan dirawat sementara Minji adalah bunga liar yang tumbuh dengan bebas di jalanan.”

Air mata Minji kembali menitik ketika teringat bagaimana dulu Kyuhyun pernah membandingkannya dengan Minah. Ya, ia hanyalah sekuntum bunga liar yang tumbuh di jalanan. Namun kini, bunga liar itu dipindahkan ke dalam pot yang memerlukan perawatan khusus. Tidakkah Kyuhyun mengerti akan hal itu?

Kyuhyun duduk di pinggir tempat tidur, dan mereka memunggungi satu sama lain. Minji masih terisak kecil dengan posisi berbaring membelakangi suaminya. Kyuhyun ada di dekatnya, dan Minji sedang tidak ingin berpura-pura. Bukankah itu permintaan Kyuhyun? Pria itu ingin agar Minji menunjukkan perasaannya.

“Minji-ya. Aku minta maaf.”

Kyuhyun berusaha mengajak bicara istrinya. Ia memang pria bodoh yang tidak bisa mengucapkan hal lain selain kata maaf. Ia tidak tahu bagaimana membuat Minji merasa lebih baik. Ia tidak paham karena hubungan pernikahan mereka bahkan jauh lebih buruk daripada pertemanan mereka dulu.

Hening beberapa saat, Minji belum juga memberikan respon atas permintaan maaf Kyuhyun. Hanya terdengar suara isakan Minji dan juga suara hujan di luar sana yang tiba-tiba turun dengan deras. Penerangan temaram di kamar mereka benar-benar membuat suasana di antara keduanya semakin suram.

“Minji—”

“Berhenti meminta maaf untuk kesalahan yang akan kau lakukan lagi esok hari. Aku tidak mau mendengar maafmu. Aku tidak mau memaafkanmu. Aku lelah seperti ini… Oppa— aku lelah..”

Kyuhyun merasa begitu pilu mendengar tangisan Minji. Dulu ialah yang meminta wanita ini menjadi istrinya. Namun sepertinya ia telah menyia-nyiakan Minji di sisinya. Mungkin keduanya sama-sama menjadi orang lain dalam pernikahan mereka. Dan pernyataan Minji baru saja, Kyuhyun yakin itulah ungkapan paling jujur dari wanita itu saat ini.

“Berhenti menangis. Dan tidurlah.”

Kyuhyun bangkit dari duduknya, lalu melangkah keluar dari kamar mereka. Biarlah malam ini ia tidur di luar, membiarkan Minji merasa lebih baik tanpa harus diganggu olehnya. Wanita itu pasti sangat emosional belakangan, dan Kyuhyun tidak tahu bagaimana ia harus bersikap menghadapi Minji yang jelas-jelas bersedih karenanya. Kyuhyun tidak tahu apa yang ia rasakan terhadap Minji. Ia menyayangi Minji, karena itulah ia tetap ingin menikah dengan gadis itu. Hanya saja, kini Kyuhyun merasa gagal karena ia tidak bisa menjanjikan kebahagiaan apapun pada gadis itu.

Dan saat mendengar suara pintu kamarnya yang ditutup, Minji terisak makin dalam. Andai saja Kyuhyun tahu, Minji sangat mencintainya. Bahkan jauh sebelum Kyuhyun jatuh cinta pada Minah.

————————–

Sejak malam itu, hubungan Minji dan Kyuhyun semakin memburuk. Mereka seperti dua orang aneh yang tinggal bersama tapi tidak saling bicara. Kyuhyun bahkan bertingkah cenderung menghindari istrinya. Minji pun enggan mendekati Kyuhyun dan memulai pembicaraan seperti biasa. Ia marah, kali ini benar-benar marah. Ia marah pada Kyuhyun sekaligus merindukan pria itu. Tidak bisa ditutupi, Minji justru semakin mencintai Kyuhyun.

Namun ia lelah. Ia lelah mengalah. Ia lelah bersedih dan memendam isi hatinya. Ia ingin Kyuhyun tahu apa yang ia rasakan selama pernikahan mereka, dan kini setelah pria itu mengetahuinya hubungan mereka justru kian memburuk. Mereka hanya bicara seperlunya, mengubah kecanggungan menjadi semakin dingin. Puncaknya, mulai kemarin malam Kyuhyun tidak pulang ke apartemen mereka, tanpa kabar, tanpa pesan dan pemberitahuan. Bodohnya, Minji pun enggan menghubunginya.

Sepertinya malam ini pun Kyuhyun tidak akan pulang. Minji duduk di balkon kamarnya, memandang langit berbintang sambil mendengarkan musik lewat earphonenya. Meskipun salju tidak turun, udara dingin membuat kesedihan Minji semakin menjadi-jadi. Ia merindukan Kyuhyun hingga rasanya seperti mau mati saja. Minji menyesal dengan keputusannya. Menyesal telah menikah dengan Kyuhyun. Seharusnya ia menolaknya. Seharusnya ia tetap memilih berada di sisi Kyuhyun sebagai sahabat pria itu. Hal itu kini terasa jauh lebih baik di pikirannya. Namun penyesalan tinggal penyesalan. Semuanya selalu muncul belakangan.

“Mengapa kau menatapku begitu?” Minji bertanya heran, berhenti sesaat menjilati es krim di tangan kanannya. Cho Kyuhyun menopang dagu dengan kedua tangan, berhadapan dengan Minji sambil menatapnya dan menyengir seenaknya. Sungguh tampan. Deretan giginya yang rapi terlihat jelas. Minji buru-buru menormalkan ekspresinya karena ditatap seperti itu oleh laki-laki yang ia suka.

 

“Kau lucu sekali jika sedang makan. Aigooo~ mengapa ada gadis sepertimu? Kau sangat berbeda dengan gadis-gadis lain.” Kyuhyun bergumam.

 

“Karena aku spesial. Jadi aku berbeda.” Minji menjawab bangga, melanjutkan ritual makan es krimnya. Bibirnya kini semakin belepotan, dan Kyuhyun masih menikmati pemandangan itu.

“Aku tidak heran jika tak ada pria yang mau denganmu.”

“A—apa maksudmu, Sunbae—”

“Kau jorok. Hahhahahhahha—”

Minji menghentikan ritual makannya, lalu mengelap bibirnya dengan tisu. Lelehan es krim menetes menjalari tangannya dan tawa geli Cho Kyuhyun masih terdengar. Minji sedikit malu, juga kesal.

“Kau tidak tahu saja bulan ini aku menolak dua pria.” Gumam Minji. Kyuhyun terlihat tertarik. Ia tahu Kang Minji bukanlah gadis jelek. Gadis itu bahkan sangat cantik dan polos serta menarik.

“Oh ya? Aku tidak tahu hal itu. Memangnya pria mana yang tergila-gila padamu?”

“Kau tidak akan percaya jika kusebutkan siapa-siapa saja mereka. Yang jelas, mereka adalah pria-pria hebat di kampus ini. Aku tidak mau buka mulut sebelum nanti menyebar gosip tidak sedap tentang diriku.” Minji menyombongkan diri, bercanda tentu saja. Kyuhyun memasang wajah penasaran. Ia tahu perkataan gadis itu tidak mustahil, karena beberapa teman-teman Kyuhyun pun menaruh hati pada Minji.

“Kalau mereka pria hebat kenapa kau menolak—”

“Karena aku sudah menjatuhkan pilihanku pada seorang pria yang lebih hebat.” Minji tersenyum simpul. Kyuhyun memicingkan mata. ia tentu penasaran, siapa gerangan laki-laki yang merebut perhatian Minji. Sehebat apa laki-laki itu hingga bisa membuat Minji jatuh cinta dan melihatnya benar-benar sebagai seorang laki-laki.

“Sunbae, kau menatapku seakan kau begitu penasaran.” Giliran Minji yang mendekatkan wajahnya, menilik ekspresi Kyuhyun hingga pria itu terbatuk.

“Aku tidak penasaran.”

“Bohong. Kau pasti penasaran.”

“Sudah kukatakan aku tidak penasaran. Tidak penting.” Dengus Kyuhyun. Entah mengapa, tiba-tiba ia merasa kesal karena Minji berhasil mengerjainya. Atau mungkin, ia kesal karena pria hebat itu bukanlah dirinya.

Minji terisak, teringat akan masa lalu— masa-masa indah di mana Cho Kyuhyun adalah pria yang menyenangkan baginya. Cho Kyuhyun yang selalu berada di sekitarnya dan memperhatikannya, mengejeknya, tapi Cho Kyuhyun juga adalah pria yang selalu membuatnya tersenyum bahagia.

Cho Kyuhyun yang dikenalnya dulu adalah pria yang menyenangkan, sebelum pria itu mengenal gadis bernama Kang Minah.

“Ya Tuhan, jika memang dia tidak seharusnya menjadi milikku, mengapa Kau membawaku ke jalan ini— mengapa tidak aku saja yang pergi, mengapa Kau memilih Minah..” Minji terisak, suaranya bergetar. Isakan itu benar-benar menjadi tangisan yang tersedu, karena Minji tidak bisa lagi menahan perasaannya. Ia sendirian saat ini, tak akan ada yang mendengar tangisannya.

—————————-

Kyuhyun menatap foto seorang gadis cantik yang terpasang di dalam kotak kaca khusus di tempat itu, tempat peristirahatan terakhir Minah. Hari ini adalah peringatan 2 tahun kematian Minah, dan Kyuhyun tidak pernah lupa menunjungi tempat itu setiap tahunnya untuk mengucapkan doa dan menyampaikan segala keluh kesahnya pada gadis malang itu.

“Sebentar lagi aku berulang tahun. Seharusnya kau ada di sisiku dan menemani pertambahan umurku. Seharusnya kita menua bersama-sama.” Kyuhyun mengungkapkan kerinduannya. Tanpa sepengetahuan Minji, Kyuhyun kerap datang berziarah seorang diri dan menceritakan segalanya pada Minah. Ia selalu bercerita seolah Minah masih hidup dan bisa mendengarkan semua keluh kesahnya secara nyata. Kyuhyun juga selalu menyampaikan perasaan bersalahnya pada Minji, betapa ia sangat terbebani karena ia tidak bisa membahagiakan Minji. Lebih tepatnya, ia benar-benar tidak tahu bagaimana membahagiakan Kang Minji, karena yang Kyuhyun pikirkan adalah dia telah mengorbankan gadis itu untuk menemani kesendiriannya, memanfaatkan Minji untuk mengobati duka lara dan goncangan kejiwaannya akibat kehilangan Minah. Kyuhyun merasakan kebingungan, karena justru setelah menikah, ia malah tidak bisa sedekat dulu dengan Minji. Padahal sebelumnya, ia dan Minji begitu dekat. Hubungan pernikahan mereka terasa begitu canggung padahal Minji selalu mencoba untuk mendekat dan baik terhadapnya.

Tanpa sepengetahuan Kyuhyun, seorang wanita tengah memperhatikannya di balik dinding, menunggu hingga laki-laki itu selesai dengan ziarahnya. Dengan segala kesakitan setelah mendengar penuturan Kyuhyun terhadap Minah, wanita itu menghapus perlahan air yang membanjiri matanya tiba-tiba. Wanita itu cemburu. Demi Tuhan ia cemburu pada wanita yang bahkan sudah tiada. Ia merasa menjadi batu penghalang besar yang harus disingkirkan. Ya— selamanya, ia hanyalah bunga liar yang tidak diinginkan.

—————————-

Kyuhyun duduk lemas, sementara ibunya masih terus bicara di depannya, menyalahkannya. Tuan Cho hanya diam, tapi Kyuhyun bisa melihat jelas jika sang ayah sangat kecewa terhadapnya. Ibunya benar, ia bukanlah seorang laki-laki sejati. Dirinya lebih pantas disebut seorang pengecut karena tega menyakiti hati seorang wanita yang notabene adalah istrinya sendiri.

Minji menghilang tanpa kabar, meninggalkan apartemen mereka tanpa kabar dan ini sudah hari ketiga Minji tak bisa dihubungi oleh siapapun. Keluarga Kang dan juga keluarga Cho sama-sama terkejut, karena keduanya sama-sama tidak tahu jika sesuatu telah terjadi dalam pernikahan putra-putri mereka. Tak ada yang tahu jika Kyuhyun tidak pulang beberapa hari— dan kini Minji juga ikut-ikutan menghilang tanpa mengabari siapapun.

“Aku mencemaskannya. Minji sedang mengandung. Dua minggu yang lalu aku mengantarnya ke rumah sakit dan dokter mengabarkan berita gembira itu. Minji menangis mendengar kondisinya. Aku tidak tahu apa yang ia pikirkan, tapi ia terus menangis selama di mobil saat pulang.”

Pernyataan mencengangkan ibu mertuanya kemarin masih terngiang-ngiang. Kenyataan itu membuat Kyuhyun terpukul. Ia bahkan tidak tahu keadaan istrinya. ia justru menyakiti hati Minji di saat wanita itu membutuhkan perhatian ekstra darinya. Dan kini kedua orangtuanya menghakiminya. Kyuhyun dicap lalai oleh kedua orangtuanya dan mempermalukan keluarga mereka di depan keluarga Kang. Kyuhyun tidak bisa membela dirinya. Ia memang bersalah.

“Aku sudah mengajukan laporan ke kantor polisi. Sebaiknya kau juga mencoba mencarinya. Tidak ada yang bisa kau lakukan selain bergerak mencari istrimu. Temukan dia dan meminta maaflah pada keluarganya. Aku sangat yakin mereka pasti trauma dan tidak ingin kehilangan dua kali.”

Kyuhyun mendengar jelas ucapan ayahnya yang lebih terdengar seperti perintah. Jika terjadi sesuatu pada Minji, tidak hanya keluarga Kang yang akan gila. Dirinya pun mungkin akan mati saat itu juga. Tubuh Kyuhyun seketika bergetar karena dilanda ketakutan. Ia harus menemukan Minji, – dan juga calon bayi mereka.

—————————-

10 February 2008

Hari ini aku bertemu seorang pangeran. Percaya atau tidak, dia memang seorang pangeran yang terlahir di tengah modernisasi. Terdengar berlebihan menyebutnya seperti ini, tapi Kyuhyun Sunbae benar-benar membuatku berdebar. Aku tidak tahu jika ada pria seperti dia di kampus yang membosankan ini. kenapa tidak dari sebelum-sebelumnya aku mengenalnya— kurasa aku akan terus bersemangat pergi ke kampus dan tidak usah terlambat. Mengapa aku harus malas jika di kampus aku bisa melihatnya setiap hari.

Sungguh, dia benar-benar pria yang berbeda. Senyumnya begitu lebar dan ramah, cara bicaranya juga memperlihatkan ia seseorang yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Aku tidak menyesal bergabung dan terlibat dalam acara ini, dan semoga saja kami bisa semakin dekat setiap harinya.

Ahh~ aku senang. Senang sekali. Karena bahkan di perkenalan hari ini, kami bertukar nomor telepon. Ya Tuhan, aku bahkan hampir mati bosan melihat banyak pria di kelas setiap hari. Namun entah mengapa, pria yang satu ini sungguh berbeda..
 
 

13 July 2010

Hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku seharusnya merasa sangat bahagia, tapi hari ini adalah mimpi burukku. Ayah akhirnya membelikanku sebuah mobil karena usiaku sudah 21 tahun. Bukan, aku bukan ingin menceritakan tentang mobil yang ayah berikan untukku. Aku sama sekali tidak membutuhkan mobil baru itu jika Minah justru mendapatkan cinta Kyuhyun-sunbae.

Mereka, kedua orang itu.. akhirnya meresmikan hubungan mereka hari ini. Aku sangat iri pada Minah. Kyuhyun sunbae membawa kejutan ke rumah dan itu semua untuk Minah. Ia seakan lupa jika hari ini juga adalah hari ulang tahunku. Seharusnya ia juga memberikanku kado. Ia hanya mengucapkan selamat ulang tahun dan tidak ada yang spesial dengan itu.

Ah, tentu saja. Bukankah yang spesial baginya adalah Minah. Aku terlalu berharap. Apa yang kuharapkan? Mengapa rasanya sesakit ini? Aku tidak rela jika Minah yang menjadi kekasihnya, bukan aku. Akulah yang mengenalnya lebih dulu. Akulah yang memperkenalkan mereka. Mengapa mereka melakukan ini padaku?

Aku menyayangi Minah, dan aku mencintai Kyuhyun sunbae. Namun kini, aku membenci mereka berdua. Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan untuk seterusnya? Bagaimana caranya menutupi rasa sakit hatiku? Aku tidak mungkin mendiamkan Minah.

Ya Tuhan, bisakah kau kirimkan seseorang untuk menjadi kekasihku sekarang juga?

28 January 2014

Hari ini Minah dikremasi. Minah sudah tiada. Dia meninggalkanku, meninggalkan ayah dan ibu, meningggalkan Kyuhyun. Dua hari ini adalah hari yang berat hingga tak sanggup rasanya aku menulis.

Mungkin malam ini pun aku masih tidak akan bisa tidur, sama seperti dua malam sebelumnya. Aku lelah sekali. Semua orang menangis. Ini seperti mimpi.

 

Minah, saudara kembarku yang cantik.

 

Kurelakan pria yang sangat kucintai untukmu tapi kini kau meninggalkannya seperti ini. Kau meninggalkanku lebih dulu, padahal kita terlahir bersama-sama. Tidakkah kau tahu kau sangat kejam?

Kupikir melihat pernikahan kalian kelak akan menjadi hal yang paling mengerikan dalam hidupku. Namun aku salah. Hari ini rasanya aku juga mati bersamamu..

 

**

Kyuhyun menangis, setelah membaca buku harian milik Minji yang tersimpan di laci dalam lemari pakaian wanita itu. Ia tidak menyangka, Kang Minji memendam perasaan sedalam itu padanya bahkan sejak pertemuan pertama mereka. Minji menulis setiap momen indah mereka dalam buku itu, begitu juga hal-hal menyakitkan yang ia rasakan karena mencintai pria bodoh seperti dirinya.

Jika saja Kyuhyun tidak pengecut. Jika saja ia berani menembus zona nyaman pertemanan mereka dan menjadikan Kang Minji miliknya, semuanya tidak akan seperti ini. Kyuhyun terlalu takut untuk mengakui perasaannya kala itu, apalagi ketika ia mendengar bahwa Minji tengah menyukai seorang pria yang menurut cerita gadis itu— pria yang ia sukai begitu hebat.

Bodohnya, Kyuhyun bahkan tidak berpikir jika pria yang dimaksud Minji saat itu adalah dirinya. Ia justru berprasangka buruk dan merasa rendah diri, bahkan mengalihkan perasaannya dengan memacari saudara kembar gadis yang ia cintai. Mungkin karena wajah keduanya begitu mirip, Kyuhyun dengan mudah mengalihkan perasaannya untuk Minah, tanpa ia tahu bahwa tindakannya ketika itu sangat menyakiti Minji. Ia seharusnya berpikir ulang, karena Kang Minji bahkan tidak terlihat mengencani siapapun padahal cukup banyak pria yang mengejar-ngejarnya.

Kyuhyun kini memahami betul alasan Minji hingga gadis itu tegas bersedia menikah dengannya. Tidak ada alasan lain selain karena memang Minji sangat mencintainya, bahkan perasaan wanita itu masih sama hingga kini.

Kyuhyun terduduk lemas di atas tempat tidur mereka, menutup wajahnya dengan kedua tangan tersangga pada pahanya. Kini ia dalam penyesalan besar. Ia rasa ia benar-benar mengalami gangguan jiwa, karena bahkan ia tidak bisa membedakan perasaannya untuk Minji dan juga untuk Minah. Bahwa sebenarnya, wanita yang membuatnya jatuh cinta sejak awal adalah Kang Minji— bukan Kang Minah.

——————————-

Hujan deras mengguyur Seoul sore itu. Kyuhyun terjebak kemacetan pada salah atu ruas jalan di Gangnam, menghambat pencarian Minji yang ia lakukan sejak kemarin. Ia benar-benar cemas, tidak bisa berhenti memikirkan Kang Minji apalagi setelah membaca buku harian itu. Ia tidak melakukan hal apapun selain mencari informasi tentang keberadaan Minji, mengunjungi rumah setiap teman Minji yang Kyuhyun kenal dan berharap mungkin saja Minji sedang bersama mereka.

Sepertinya Minji sungguh membencinya kali ini, kehilangan kesabarannya karena sikap Kyuhyun yang terlampau pengecut menghadapi permasalahan dalam rumah tangga kecil mereka. Seharusnya Kyuhyun tidak menghindari istrinya seperti ini. Ia tidak tahu, jika dampak dari tindakan bodohnya kali ini telah membuat Minji merasa tidak diinginkan dan meninggalkannya begitu saja. Kini yang tersisa hanya penyesalan.

Suara klakson membuyarkan lamunan Kyuhyun akan rasa bersalah dan bayangan tentang Minji. Beberapa pengemudi mulai tidak sabar dan membuat keributan dengan menekan-nekan klakson mobil mereka, membuat suasana menjadi hiruk-pikuk dan bising.

Kyuhyun semakin penasaran dengan apa yang terjadi, dan sepertinya penyebabnya adalah kecelakaan yang terjadi di persimpangan ujung jalan ini. Kyuhyun bisa mendengar suara ambulance dan juga melihat kerumunan serta beberapa petugas ketika mobilnya mulai mendekati titik yang menjadi pusat kejadian.

Ia sangat membenci suasana seperti ini. Hal ini mengingatkannya akan mendiang Minah. Gadis cantik itu harus berpulang setelah kecelakaan maut yang merenggut nyawanya. Semakin mendekati lokasi kejadian, Kyuhyun merasa kepalanya semakin pening dan tangannya mulai bergetar. Sebelumnya ia tidak pernah sampai seperti ini jika melihat peristiwa kecelakaan di pinggir jalan.

Kyuhyun menurunkan jendela mobilnya dan bertanya pada salah satu petugas yang kebetulan berdiri di sebelah mobilnya.

“Seorang wanita muda yang sedang hamil ditabrak mobil dan pengemudinya melarikan diri. Kondisi wanita itu sangat kritis dan baru saja dibawa oleh ambulance—”

Kyuhyun merasa tubuhnya lemas. Apa mungkin itu Minji? Apa mungkin? Istrinya bukankah tengah hamil? Bisakah seseorang memastikan bahwa wanita itu bukanlah Kang Minji?

“Tuan— anda tidak apa-apa?”

“W—wanita itu..dia— tidak apa-apa?”

“Aku tidak tahu. Semoga saja ia selamat. Namun dipastikan bayinya gugur. Sayang sekali padahal wanita itu sedang hamil tua.”

Kyuhyun bernafas lega, meskipun tangannya masih bergetar. Tidak bisa dibayangkan jika wanita hamil itu adalah Minji. Istrinya tengah hamil muda, bukan hamil tua. Tentu saja wanita itu bukan istrinya.

“Ya Tuhan, terima kasih. Terima kasih karena wanita itu bukan Minji..” gumam Kyuhyun, memegang dadanya sambil bernafas lega.

————————–

“Kau menangis lagi.”

Minji buru-buru menghapus air matanya ketika seorang pria muncul dan membawa dua cup ice cappuccino. Pria tampan itu duduk di depan Minji lalu mengamati wajah wanita yang kini terlihat lebih kurus . Lee Donghae, pria itu masih mengamati Minji yang kini sibuk menetralkan ekspresi wajahnya meskipun sudah terlambat.

“Kau selalu mengatakan padaku bahwa kau mencintainya. Tapi kau sering menangis karenanya. Apa menurutmu hal seperti ini layak untuk diperjuangkan?” Donghae menyesap cappucinonya, berbicara dengan nada seorang ayah yang sedang memarahi putrinya. Mendengar pertanyaan Donghae, Minji kembali terbakar dan terbawa perasaan. Tangisannya tumpah setelah satu kali menyesap cappuccino miliknya. Minji memegang cup plastiknya dengan kedua tangan namun wajahnya menunduk dan terisak.

“Baiklah— baiklah. Kau boleh menangis. Namun setelah ini, ijinkan aku memukul Cho Kyuhyun jika pria itu menampakkan batang hidungnya di depanku.”

Minji semakin terisak apalagi setelah mendengar nama Cho Kyuhyun disebut-sebut. Wajar saja jika Lee Donghae begitu terpancing. Minji tahu betul bahwa Donghae adalah salah satu orang yang sangat peduli terhadapnya. Donghae tak hanya teman band-nya, melainkan juga sosok seorang kakak, ayah dan sahabat yang selalu siap melindunginya.

“Berjanjilah padaku satu hal, Donghae-ya..” Donghae menatap Minji, meletakkan cup miliknya di atas meja. Minji nampak memikirkan apa yang akan ia ucapkan, dan Donghae menunggu dengan tidak sabar.

“Jangan memukulinya. Atau menyakitinya. Kumohon. Jangan lakukan apapun pada Kyuhyun-Oppa.”

“Aish. Kau bahkan tidak memanggilku Oppa padahal aku lebih tua darinya—”

“Donghae-Oppa.. Kumohon.” Mata Minji berkaca-kaca, membuat Donghae semakin iba dan tidak tega. Minji adalah wanita setia yang akan rela melakukan apapun untuk pria yang dicintainya. Dan Cho Kyuhyun adalah pria itu.

“Bajingan itu sungguh beruntung dan tidak tahu diuntung. Menikahi gadis sepertimu lalu menyia-nyiakanmu. Apa dia manusia waras? Ahh Sungguh. Aku bisa gila memikirkan kisah cinta kalian.”

Donghae menghembuskan nafas kasar, menggumam pasrah sementara Minji kembali menangis. Ia benar-benar tidak tahu apakah keputusannya saat ini benar, ataukah ia sedang menimbulkan masalah untuk hidup Cho Kyuhyun.

Apakah Kyuhyun peduli padanya? Apa pria itu sudah pulang ke apartemen mereka? akankah Kyuhyun panik dan mencarinya jika ia menghilang seperti ini? Minji bahkan tidak mengabarkan siapapun perihal kepergiannya ke Jeju, tidak juga keluarganya. Terlintas bayangan kedua orangtuanya yang mungkin kini tengah panik karenanya, membuat Minji merasa bersalah dan khawatir. Apa sebaiknya ia menghubungi ibunya?

—————————–

Minji terlihat begitu cantik meskipun ia hanya memakai gaun sederhana berwarna putih dengan panjang sedikit di atas lutut. Rambutnya yang lurus dan kini terlihat lebih panjang dibiarkan tergerai lurus. Minji cukup mencolok di acara pernikahan Siwon sore itu karena ia diapit oleh tiga orang pria tampan yang terlihat bersamanya sejak awal kemunculannya di tempat pernikahan itu.

Minji memang berada di Jeju selama beberapa hari ini. Siwon, sahabat baik yang merupakan rekan satu band-nya dulu akhirnya menikah dengan kekasih yang telah dua tahun terakhir dipacarinya. Mendengar kabar pernikahan dan juga undangan via telepon yang ia terima dari Donghae membuat Minji berpikir memanfaatkan momen ini untuk melarikan diri sejenak dari permasalah hidupnya. Ia toh tidak harus meminta ijin pada Cho Kyuhyun karena pria itu juga tidak meminta ijin padanya untuk tidak pulang selama beberapa hari.

“Minji-ya, kau lihat pria yang katanya sepupu Siwon itu? dia melihat ke arahmu terus sejak tadi.” Eunhyuk berbisik di telinga Minji. Namun tetap saja, Donghae bisa mendengar bisikan Eunhyuk yang sama sekali tidak terdengar seperti bisikan itu.

“Yaaaa~ Minji sudah menikah. Kau tidak bisa memperkenalkan sembarang pria padanya.” Donghae berkata dengan nada sinis pada Eunyuk, membuat Henry terkekeh menahan tawa. Eunhyuk hanya melirik Donghae kesal. Mereka paham betul situasi macam apa ini.

“Tentu saja Minji tidak boleh mengenal pria lain jika pria itu bukan dirimu.” gumam Eunhyuk. Minji hanya tersenyum kecil. Biasanya ia akan tertawa, tapi entah mengapa rasanya sangat sulit untuk tertawa di saat-saat seperti ini.

“Minji – ya, apa kau akan bercerai?” tanya Henry.

“Hei, apa menurutmu sopan membahas hal seperti ini di acara pernikahan sahabat kita?” Donghae memarahi Henry.

“Aku hanya bertanya. Kau tidak lihat wajahnya sejak tadi sangat murung. Dia bukan Minji yang kukenal. Aish—” Henry merasa kesal. Minji jadi tidak enak karena telah membuat suasana di antara mereka menjadi suram padahal ini adalah momen bahagia Siwon.

“Sudah, sudah. Jangan membahas tentang aku. Aku akan tersenyum untuk kalian dan untuk Siwon. Aku akan bernyanyi untuk Siwon dan istrinya nanti. Aku butuh salah satu dari kalian untuk mengiringiku.” Minji tersenyum lebar lalu merangkul ketiga bahu sahabatnya. Ia tidak harus menebarkan aura menyedihkan di hari bahagia orang lain.

“Oooooo— dia sudah kembali. Kau adalah Kang Minji, bukan Cho Minji.” Eunhyuk tersenyum lebar.

**

Minji tersenyum pada pasangan pengantin setelah selesai membawakan lagu milik Brown Eyed Soul – Nothing Better dengan cara akustik diiringi oleh Henry. Siwon dan Eunkyung istrinya terlihat sangat bahagia mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Minji. Penampilannya dan Henry bahkan memukau semua orang yang menghadiri resepsi pernikahan itu, terbukti dengan riuhnya tepuk tangan seusai penampilan mereka.

“Selamat menempuh hidup baru, Siwon- Oppa. Sayangilah istrimu dan jangan pernah menyia-nyiakan wanita secantik Eunkyung.” Ujar Minji. Siwon memeluk Minji dan mengucapkan terima kasih. Di antara mereka semua, hanya Siwon yang belum tahu mengenai masalah Minji.

Minji menuruni panggung kecil itu diikuti Henry di belakangnya. Perasaannya menjadi begitu emosional ketika menyanyi tadi, dan Minji merasa begitu iri pada Eunkyung yang bisa dicintai oleh suaminya. Ia ingin menangis saja. Perasaannya bukannya membaik saat ini, Minji justru merasa semakin kacau. Kepalanya tiba-tiba menjadi berat dan pandangannya menggelap. Minji tidak tahu lagi apa yang terjadi setelahnya, karena wanita itu jatuh pingsan tepat setelah kedua kakinya turun dari panggung.

—————————-

Kyuhyun duduk di sisi ranjang, dengan kedua tangan lebarnya yang memegang tangan kanan Minji. Istrinya masih terbaring tak berdaya dan Minji terpaksa harus diinfus karena kondisinya yang sangat lemah. Kyuhyun segera terbang ke Jeju begitu menerima telepon dari Donghae yang mengabarkan jika istrinya ada di sana bersama pria itu.

Kyuhyun sangat marah pada awalnya. Namun kerinduan dan rasa bersalahnya pada Minji lebih mendominasi hingga akhirnya ia menahan egonya. Minji pasti punya alasan di balik sikapnya yang pergi ke Jeju tanpa berkabar. Kyuhyun tahu, semua ini pasti berkaitan dengan dirinya dan juga sikap pengecutnya itu.

Minji terbangun dari tidurnya, dan wanita itu terkejut saat melihat siapa yang tengah menungguinya. Cho Kyuhyun memegang tangannya, dan pria itu tersenyum saat mengetahui Minji telah sadar. Minji menjulurkan tangan kirinya, mencoba menggapai wajah Kyuhyun. Pria itu memejamkan mata saat tangan Minji yang lembut menyentuh rahangnya.

“Oppa— kau menangis?”

Kyuhyun tertawa, lalu mengusap rambut Minji. Ia memandang wajah istrinya yang pucat. Minji menyadari jika Kyuhyun memang baru saja menangis, tepatnya ia meratapi kebodohan dan kesalahannya karena telah menyia-nyiakan istrinya. Selama Minji tertidur, Kyuhyun merenungkan semuanya dan tak terasa air matanya pun keluar.

Kening Minji berkerut saat ia menyadari ada memar pada rahang kiri Kyuhyun. Tangan lembutnya berpindah untuk menyentuh memar itu hingga Kyuhyun sedikit meringis.

“Apa Donghae memukulmu? Ataukah Eunhyuk? Atau mungkin Henry?”

“Kau punya banyak sekali bodyguard.” Kyuhyun bergurau.

“Katakan padaku siapa yang melakukannya. Aku akan menghajar orang itu.”

“Sudahlah. Ini tidak seberapa dibandingkan sakit yang kau rasakan sekarang. Lagipula memang sudah seharusnya aku menerimanya.”

“Sepertinya aku tahu siapa pelakunya. Aku akan membuat perhitungan dengannya jika aku sudah sembuh. Lee Donghae sungguh kau mengingkari janjimu—” Minji terlihat kesal. Kyuhyun tersenyum, karena ia melihat Kang Minji yang dulu dikenalnya. Gadis yang pemberani dan akan selalu menuntut untuk semua hal yang ia anggap sebagai bentuk ketidak adilan. Meskipun pada akhirnya, Minji tidak bisa menuntut keadilan untuk dirinya sendiri. Karena ia menjadi lemah, karena Minji seperti menjadi orang lain.

“Cepatlah sembuh. Kita pulang ke Seoul. Semua orang merindukanmu dan mencemaskanmu.”

“Oh ya? Apa— apakah kau juga mencemaskanku?” Minji menatap Kyuhyun. Pria itu juga balas menatapnya dengan sorot mata rindu.

“Aku tidak akan ada di sini sekarang jika aku tidak mencemaskanmu. Aku bahkan lebih dari sekedar mencemaskanmu. Aku hampir gila. Aku hampir berniat bunuh diri jika sesuatu terjadi padamu.”

“Apa ayah dan ibuku memarahimu?”

“Bukan mereka. Namun kedua orangtuaku. Jika terjadi sesuatu padamu, mungkin aku bukan lagi putra keluarga Cho.”

Minji tersenyum kecil. Melihat Kyuhyun di sisinya dan mengkhawatirkannya adalah kebahagiaan tersendiri bagi Minji. Kyuhyun jelas menderita karenanya, karena wajah pria itu terlihat kusut tidak seperti biasanya. Kyuhyun bahkan memiliki sedikit lingkaran hitam di matanya. Apa mungkin pria tu tidak tidur karenanya?

Pikiran Minji tentang suaminya buyar karena tangan kanan kyuhyun kini menyentuh perutnya. Kyuhyun mengusap-usap perut Minji yang datar dan wajah pria itu terlihat begitu sumringah. Minji berdebar dengan perlakuan lembut Kyuhyun padanya.

“Aku benar-benar bodoh karena tidak tahu jika calon anakku ada di sini. Untung saja dokter bilang dia baik-baik saja. Kalau terjadi sesuatu padanya, aku mungkin akan menghukum ibunya juga.”

“Kau sudah tahu rupanya—”

“Aku tersinggung mengapa kau tidak memberitahuku secara langsung dan membiarkanku mengetahuinya dari orang lain. Dia akan menjadi anakku, Minji-ya..” Kyuhyun kembali mengusap lembut rambut Minji.

“Maafkan aku. Aku takut kau tidak menginginkannya. Jadi— kuputuskan untuk merahasiakannya dulu – dan mencari saat yang tepat untuk memberitahumu. Maafkan aku..” Minji terisak. Kyuhyun terlihat sangat kecewa dan sedih karenanya.

“Kau tidak perlu meminta maaf. Akulah yang harus bersujud di depanmu, hingga membuatmu memiliki pikiran seperti itu terhadapku. Aku benar-benar pria jahat.”

Minji menangis. Ia menoleh ke arah lain agar tidak melihat wajah bersalah Kyuhyun. Minji menahan suara tangisannya tapi air matanya terus mengalir begitu saja. Mereka sama-sama terdiam, meresapi pikiran masing-masing.

“Minji-ya, berikan aku kesempatan. Berikan aku kesempatan untuk melindungimu, menyayangimu, dan menebus semua kesalahanku.”

“Aku selalu memberimu kesempatan itu. Dan aku selalu sabar menunggu. Aku tahu bayangan tentang Minah sangat sulit dihapuskan dan aku—”

“Aku mencintaimu.”

Minji menoleh, memastikan jika Kyuhyunlah orang yang baru saja mengucapkan dua kata itu. Kyuhyun menatapnya, mendekatkan wajahnya lalu mencium keningnya lembut. Minji hanya bisa diam menerima semua perlakuan itu.

“Aku mencintaimu. Bukan Minah. Aku memang mencintaimu dan aku telah bersembunyi cukup lama di balik perasaanku itu. Jadi kumohon, berikan aku kesempatan untuk mencurahkan seluruh rasa cinta dan kasih sayangku.”

“Sejak kapan— kau,, mencintaiku?”

“Sejak kau terus muncul di hadapanku saat acara di kampus yang mempertemukan kita waktu itu.”

“Ya Tuhan— lalu mengapa kau—”

“Aku kecewa karena kau berkata telah menyukai pria hebat itu. Kupikir kau sangat menyukai pria itu hingga aku tidak akan punya kesempatan. Kehadiran Minah berhasil mengalihkan perasaanku. Meskipun aku tahu bahwa aku menerima Minah karena ia mirip denganmu.”

“Bodoh. Kau benar-benar bodoh. Kau tidak tahu siapa pria hebat itu? Apa kau benar-benar—”

“Sekarang aku mengetahui jelas siapa pria itu. Dan kau telah berhasil menikahi pria hebat itu. Andaikan kau mengetahui bahwa pria hebat itu sangat menggilaimu sejak awal.” Kyuhyun tersenyum lebar .

Tangis Minji akhirnya meledak. Ia memeluk leher Kyuhyun dan menarik pria itu di atasnya. Minji menangis seperti anak kecil. Ia menangis hingga membuat baju yang dipakai Kyuhyun basah akan air matanya.

—————————

Minji menekan password apartemennya karena Kyuhyun tengah menggendongnya. Mereka baru saja pulang dari acara makan malam dengan keluarga Minji dan juga keluarga Kyuhyun sebagai rasa syukur karena Minji sudah kembali ke tengah-tengah mereka. Kyuhyun sudah berjanji akan menggendong istrinya sampai di apartemen dan Kyuhyun benar-benar melakukannya sejak mereka turun dari mobil.

Minji mendorong pintu apartemen mereka dan menutupnya, lalu ia kembali melanjutkan aktivitas favoritnya, menatap wajah Kyuhyun yang mulai terlihat sedikit berkeringat. Kyuhyun akhirnya menurunkan Minji di atas sofa panjang, membaringkan wanita manja itu.

“Apa aku begitu berat sekarang?” Minji menahan Kyuhyun, melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu.

“Tidak juga. Mungkin karena ada bayi di dalam tubuhmu.” Kyuhyun tersenyum, menatap lekat wajah istrinya. Minji mengusap butiran keringat yang muncul di kening suaminya, dan mereka bertatapan, mengulum senyum, menikmati wajah masing-masing.

Kyuhyun menyerah, dan mempertemukan bibirnya dengan bibir istrinya. Ciuman yang ia berikan begitu lembut, hingga Minji merespon dengan baik setiap gerakan bibirnya. Kyuhyun merasa begitu lega ketika akhirnya ia bisa menyalurkan segenap perasaannya tanpa ada tekanan apapun. Semakin lama, ciuman mereka semakin memabukkan hingga keduanya terenggah oleh perbuatan mereka sendiri.

“Aku ingin membawamu pergi berbulan madu. Bukankah kita belum berbulan madu?”

“Oppa, kau seperti baru dimabuk cinta. Aku tidak percaya jika kau benar-benar mencintaiku sejak dulu.”

“Aku hanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu denganmu, menebus kesalahanku. Aku ingin menikmati terus berada di sisimu tanpa harus memikirkan pekerjaanku.”

“Ini terdengar seperti kau memiliki kepentingan pribadi, dan bukan karena kau ingin menebus kesalahanmu.”

“Sedikit.” Kyuhyun tersenyum, menempelkan keningnya pada kening Minji. Mereka kembali berciuman, seolah tak ada lagi hari esok untuk melakukannya.

END-

Hallooo~

Salam kangen dari author malas. Aku minta maaf karena sangat tidak produktif belakangan T___T

Ini sebenernya FF lama dan aku iseng lanjutin karena ditagihin FF terus nih~

Maaf sekali membuat kalian nunggu lama update-an FFku.

Tetep baca FF di sini yaaa~ dan tunggu tulisan KyuMinji lainnya.

ThanKYU uda baca. See you on next story ^^

Iklan

83 thoughts on “[Oneshoot] Wild Flower

  1. Daebak..
    Sampae meneteskan air mata..
    Andai saja kyu jujur sejak awal..
    Mungkin bahagia akan mengiringi minji sejak awal 😀

    Suka

  2. Lagi knp ga nanya dulu siapa cowo yg ditaksir minji.. dasaar kyuhyun tp gpp yg pntg mereka bisa bersama dan bahagia..
    Kirain bakal ada cerita ttg minji yg udh lahiran-__-
    Semangat author^^

    Suka

  3. aigoo…suka bgt endingnya.

    kirain mereka bakal pisah dan kyuhyun jadi gila beneran…bikin oneshoot” gini aja gx pa”_ asal jangan sad ending…haaha

    Suka

  4. Meskipun awalnya menyesakkan tapi syukurlah happy ending
    Mungkin akan lebih seru kalo diceritain detailnya apa yang terjadi setelah minji pingsan.tapi over all between 🙂

    Suka

  5. Ternyata kyu jg mencintai minji lebih dlu knp jg ga ungkapin maslah ditolak itu urusan belakangan tp toh ttp bersama bahagia pd akhirny 🙂

    Suka

  6. Kyaaa aku suka bgt critanya.. walopun agak mellow tp alurnya asik. Nggak kayak ff kyuminji biasanya. Hehe sering2 ya bikin ff kyuminji. Kangen banget ama ff yang kayak clown man gitu. 😶😶

    Suka

  7. Bisa dikasih sequel gk eon,..?
    Hehe,.. Moment romantis KyuJi’nya masih kurang.

    Awalnya sedih dan nyesek banget baca FF ini, tapi syukurlah tetep happy ending.
    Kesel banget sama sikap Kyuhyun, Kyuhyun pengecut banget di FF ini.
    Kasihan Minji, tapi akhirnya Kyuhyun bisa jujur mengungkapkan perasaannya ke Minji.
    Cho Kyuhyun emang Bajingan brengs*k yg beruntung dan gk tau diuntung.
    Beruntung karena dicintai wanita sebaik dan setulus Minji. Dan gak tau diuntung karena udah menyia-nyiakan wanita sebaik dan setulus Minji.

    Kalau bisa dikasih sequel dong, eon,..
    Paling enggak buat anak yg dikandung Minji lahir.
    Moment keromantisan KyuJi’nya masih kurang.

    Ditunggu kelanjutan karya-karya kamu yg lainnya eonni,…
    FIGHTING,…!!! 😀

    Suka

  8. Akhir nya perjuangan minji selama ini terbalaskan juga walaupun sering di kecewain sama kyuhyun dan kyuhyun juga ternyata baru sadar kalo dia suka sama minji bukan minah pas baca buku diary nya minji.. gomawo thor ceritanya bikin aku baper maksimal 😥

    Suka

  9. aku kira kyuhyun bohong sama perasaan nya mungkin dia takut kehilangan minji dan membuat skenario seperti ini… dann ternyata perasaan mereka benar” nyata dann kebahagiaan bersama minji setelah pesakitan yg menyelubungi dirinya selama ini

    Disukai oleh 1 orang

  10. aak seneng nya mengobati kangen ku sama kyuminji 😄 Ku kira yg kecelakaan minji.. tp masa iya ending nya begitu..bukan kang minji kalo ending nya sad dan mengecewakan 😉 ga nyangka ternyata kyu nya bisa menyakiti minji..karna selama ini baca mereka selalu lovey dovey paling minji yg sebel2 tapi tetep cinta sama kyuhyun.selalu ya suka dengan kyuminji stories sederhana tapi berkesan

    Suka

  11. Yaampun eoooonnnnnn aku sukses nangis 😭😢
    Gila bener dah cerita ini.. Pokoknya aku nangis parah dah
    Kedenger alay ya? Tapi itu faktanya 😂
    Sebel juga sama Kyu.. Kasihan banget si Minji
    Ah entahlah kehilangan kata kata aku eon.. Sumpah kereeeeen 😍

    Suka

  12. Jadi saat kyuhyun menangisi minah, gak punya rasa kah? Atau gimana. Keren banget ff nya sampe ngulang berkali-kali, tapi scene kyuji nya kurang. Berharap ada sequel

    Suka

  13. Untungg happy endingggg 😂😊
    Akhirnya kyuhyun sadar kalo dari awal emang minji yg dia sukain
    Walaupun di awal minji ngebatin bgt :”
    Seenggaknya semua itu terbayar ya gaaa wkwk

    Kangen moment kyuminji bgt ya ampun :” seneng bgt pas ternyata kyu minji muncul lagiii dan bukan april fool’s wkwk

    Suka

  14. Min aku tuh jatuh cintah bgt karakter minji yg di clown man
    Cewe cantik anggung gtu
    Minji karakterny gtu aja dong min
    Awalny baca ini mager abis sad gtu dan minjiny tomboy
    Tp lama” aku nikmatin
    Semangaattt bikin ff baru ya min 👍

    Suka

  15. omgomgomgomggggggggg bener2 dan as always as usual selalu ngefeel ceritanya hahaha dari awal sih kerasa gimana sakitnya minji dengan kisah cinta dia yg begitu.. dan kyuhyun ternyata justru cinta minji yg dimana minah sebagai pengalihan doang huahahahaha parah baca ini bener2 baper bgt asli! haha ditunggu selaluuu cerita lainnyaaaa kangen bgt kyuminji aku huhi

    Suka

  16. Huaaa udah lama ga mampir ke blog iniii eh tbtb ada ff baruuu. Aku kangen KyuJi couple wkwkw…
    Sweet bgt siihh ya tuhannn…
    Aku tunggu cerita yg lainnya yaa~~

    Suka

  17. Huhu akhirnya penderitaan minji berakhir dengan kebahagiaan, syukurlah kyuhyun mulai menyadari perasaannya ke minji 😀😀😀

    Suka

  18. Mau lagiiii

    Mau sequellll pasti imut bngetttt
    Minji kkann manja

    Ibu hamil manja yg gemesin
    Kyuuu ygg psti akan sngat memanjakannnya

    Mau masa2 hamilny

    Suka

  19. awalnya nyesekk bgt sampe ngeluarin air mata.. tapi akhirnya bikin senyum2 sendiri..
    kyuhyun ternyata dari awal emg udh cinta sama minji..

    Suka

  20. inti masalah’a cuma karna salah paham ya
    kyuhyun salah paham ama minji krna di kira minji suka ama cwo laen, mka’a beralih ke minah
    gara” itu masalah’a jdi panjang
    emng komunikasi paling penting! hahahaha
    minji hebat bisa tahan ama kyuhyun dan mau korbanin perasaan’a sndri
    ga kebayang itu sakit’a psti numpuk bgt, udh gtu hamil lagi
    sampe akhir’a ga tahan juga, milih kabur
    aku kirain yg kecelakaan itu minji lhoo, abis sama” lagi hamil juga
    kyuhyun aja ampe shock, untung’a bukan
    stlh di omongin smw, clear de mslh’a
    happy end hahahaha
    pgn liat moment’a mrka yg udh happy end donk..
    dsni kan mrka dingin bgt satu sama laen hehehe

    Suka

  21. eonni selalu bisa bikin feelnya tu dapet, si kyuhyun pengecut banget, kasihan si minjinya wkwkwk buat nanti next ff kyuji bikin lebih greget lagi yaak

    Suka

  22. Lagi dan lagiii,,, hati tuh rasanya diremes2 tiap baca cerita yg ada di blog ini dan ff ini jd salah satu yg bikin hati tuh sedih ny smp nusuuk bgt kdlm…
    Aq pikir awalnya emg kyuhyun ga prnh cinta sma minji krn kyu suka sma tipikal cewe feminin, apalagi mereka selalu sama2 dikampus… tp ternyata kyuhyun jg udh mulai suka sma minji waktu kuliah begitu jg minji,,
    Minji jd makin minder begitu dgr perbandingan antara dia dan minah, siapa yg ga mundur klo dibandingin nya jauh bgt kayak langit dan bumi gitu walaupun mereka kembar identik
    Tp syukurlah momen perpisahan selalu bawa dampak kehilangan buat yg ngalamin, jd kyu bisa sadar klo dia butuh minji dan udh menyia-nyiakan minji selama ini apalagi minji kabur dlm kondisi hamil dan sakit hati krn kyuhyun
    Haaahhh,,, seneng bgt happy ending dan liat mereka bisa terbuka sma perasaan msg2 jd lbh lega.. yeeeaayy happy endiing,,, pdhl pgn bgt liat kyu ngabulin ngidam nya minji yg keliatannya sih bakal aneh2..hahahahaa
    At least, mereka bahagia

    Suka

  23. Yang ini MaNis kaliiiiiii
    sama2 menyembunyikan perasaan karena salah paham ckckck
    tapi akhirnya happy ending juga T_____T
    kasian Minji saat awal pernikahan diacuhkan oleh makhluk macam Kyuhyun yg bahkan tak bisa membaca perasaan sendiri
    ckckckck

    keren lah pokoknya ^^~
    suka suka sukaaaaaa

    Suka

  24. Aahhhhhhh aku udah lama ga baca ff tapi pas aku liat web ini ya ampun ada ff baru kyuhyun. Aku langsung baca lwllwlwlwlwlw. Ceritanya bikin nagih. Greget sama kyuhyun pengen di gigit. Tapi untung dia sadar kalo yang dia cintai itu minji. Hupet hupet. Minah itu selingan aja tau kwlkwkwkk. Yah tetep nunggu ff yang lain yabg keren- keren dari admin kece. Tapi aku ff spesies ff kyuhyun admin hehehheeh

    Suka

  25. Aahhhh trnyata kyuhyun dri awl cintanya udh sma Minji cuma dia slah paham aja dan lngsung nyerah dgn mmacari kembarannya, coba klau Kyu brani ngungkapin perasaaannya dr awal psti Minji gk akn mnderita ,, andai mreka sma2 jujur dgn prasaannya ,,, tpi gk papa lahhh asal akhirnya mreka bhgia …
    Klau bisa ada sequelnya dong eonni he he he , KyuJi momentnya sdikit kurang byakkk …
    Ditunggu krya slnjutnya … Fighting!!!!

    Suka

  26. Manusia itu makhluk paling egois,mereka benci untuk membagi miliknya pada siapapun meskipun orang tersebut telah sudah berbeda alam dengannya. Itulah yang dirasakan oleh minji,meskipun kyuhyun telah menjadi miliknya tapi belom dengan hatinya
    Sumpah…hatiku berkedut nyeri membacanya,feelnya mantap

    Suka

  27. akhinya mereka bahagia juga..ternyata dari awal kyu itu udah suka sama minji tapi karna minji cerita punya pria yg di sukai jadi dia beralih ke minah sodara kembarnya

    Suka

  28. Ya ampun stlah skian lma akhirnya ktmu kmbli sma blognya eonni😹😹😹
    Smpat lupa sma alamat webnya hehe
    Udah bnyak updatetan trbaru trnyata 😆😆😆
    Sprti biasa crtnya eonni klo yng melow” psti bkin nyess d hati haha tpi untungnya happy ending😃😄😊
    Dtnggu crta slnjutnya yah eonn

    Suka

  29. awal yg menyakitkan dan akhir yg membahagiakan…

    meskipun harus tersakiti diawal, karena kesalah pahaman mereka…
    namun akhirnya mereka bahagia….

    seneng lihat KyuMin bersatu,meskipun sempat terpisah olh kesalah pahaman.. namun kini mereka bersama…

    Suka

  30. 😥
    so sad,,, minji sabar bangat. saking sabarnya udh pergi dari kyu 😀 v
    ternyata kyu udh lama suka sama minji. yey
    tp sekarang udah jd bre…k. untung kyu cepat sadar. kalo gak di ambil orng bini loe and baby

    Suka

  31. Wahh untung aja happy ending..meskipun awalnya ada kesalahpahaman dr kyuhyun yg ngira minji suka sama cowok lain tpi ternyata yg tak lain kyuhyun sendiri..untung aja kyuhyun sadar soal perasaanya meskipun mereka saling menyakiti dulu..tpi untungnya minji kuat n tabah ngadepin kyuhyun

    Suka

  32. awal baca rasanya nyesek, kok minji kasian bgt sih, tp seneng akhirnya happy ending. nyimpen rasa sendiri emang bnyk rugi nya, ngebuat semua jd runyam. coba kalo kyu oppa sm minji dr awal saling terbuka kan mereka gk perlj sakit hati krn hal2 yg gak terlalu penting. Tp yah kembali lagi, yg namanya jodoh mau muter2 ke org lain dulu yah bakal kembali lg, tqu udh nulis dan posting ff nya jd bs bc , di tunggu bwt karya2 yg lain sista, semangat……

    Suka

  33. berakhir manis itu ending yg pling membahagiakan. agak ngeri jga klo mereka gak saling jujur buat ungkapin apa yg selama ini jadi kesalah pahaman yg ada… seneng deh pokoknya klo mereka bersatu..

    Suka

  34. Biasanya mikir enaknya klo punya kmbaran yg muka sama baju samaan serba sama psti kliatan lucu tp klo cowo suka ma cewe kembar ky kyu gini ceritanya yg rumit amit2 deh jd smpai salah nilai perasaan ndiri..tp untung deh happy ending, satu lg nice story dr kyuminji..slalu seneng deh baca ff disini

    Suka

  35. Rumit skali yah mreka ahhah 😂 aku gk bsa byangin kalau minah gak meninggal akan beda skali cerita nyaa~ tapi ini lah takdir tuhan kalau emng mreka udh berjodoh wlaupun harus mengorbankan sesuatu..

    Suka

  36. jdi emg sjak awal kyuhyun suka’a ama minji bukan ama minah
    tpi krna minji blg suka ama cowo yg hebat, jdi’a kyuhyun nyerah
    untung minah’a meninggal, coba klo ga, bakal lebih parah x ya mslh’a *jahat ya gw hahaha
    akhir’a kyuhyun sadar juga, emg hrus di tgl dlu ama minji biar sadar
    yg ptg happy ending!

    Suka

  37. Yuhuuu~ terakhir kemari waktu baca Hello Baby!
    Kangen sumpah sama mereka. Waktu balik kesini lagi eh, udah pada diprotek semua KyuMinji-nya. Padahal itu yg paling dikengenin 😢
    Nanti deh, setlah meninggalkan celotehan saya disini saya bakal daftar di Reader Khusus.
    Emmm.. sebenernya mau baca My Fair Lady, tapi baru jalan awal, jadi aku putuskan untuk bacanya entar2 aja kalo udah banyak part gtu. Sistemnya kaya Clown Man 😂 tapi jangan takut dan risau kak. Aku pasti bakal nyeloteh disetiap KyuMinji.
    Dcerita ini aku akusuka. Tapi cuma kurang greget di bagian Minji kabur. Kyuhyun kurang tersiksa, kurang merana. Ya maklum, saya plg suka liat si Buncit ini ke siksa. Tp appun kata saya mah ngga ngaruh juga, karena akhirnya saya ttp suka apapun crtanya itu kalo udah KyuMinji castnya. Kaka respon e-mail aku entar ya. Mo baca KyuMinji yang laij ini 😂

    Suka

  38. Suka karakter donge *loh
    Ha-ha-ha, suka alurnya, suka castnya, tapi romantisnya kurang T.T dan emang masalahnya org kembar itu selalu begitu ya, yg mendasari itu kata iri, ck Untung gw kagak punya kembaran. Lol
    Over all aku suka 😂

    Suka

  39. Sempet sebel bgt sama Kyuhyun di awal part. Kasian Minji…
    Tp ternyata mereka berdua cuma salah paham. Kyuhyunnya pengecut bgt siihh..
    Masih penasaran sama orang yg nonjok Kyuhyun kira2 siapa yaa?
    Fighting buat next post !!!

    Suka

  40. ternyata kyu juga mencintai minji dari awal. untung aja minji pergi jadi kyu menyadari perasaannya dan juga membaca diary minji hingga kyu tau perasaannya minji. akhirnya mereka saling mengetahui perasaan masing2. feelnya dapat.

    Suka

  41. yeeeayyy happy enddddd… dari awal udah nguras emosi banget.. ada hikmahnya minah meninggal. ga tau nya kyuhyun udah dari awalll suka sama minji. coba aja dari awal mereka saling terbukaaa. tapi good deh.. walaupun bnyak rintangan.. yg pnting itu akhir yg bahagia

    Suka

  42. yeeeayyy happy enddddd… dari awal udah nguras emosi banget.. ada hikmahnya minah meninggal. harusnya kalian itu terbuka dari awalll.. tpi walaupun bnyak rintangan.. yang penting itu akhir yang bahagia

    Suka

  43. Aaah sempet nangis bombay baca yang awalnya tapi makin kesini makin manis, authornya bisa banget ngaduk2 perasaan pembaca u,u . Harusnya kyuhyun lebih awal nyadarin perasaannya sama minji. Be gentle kyu 😫😩

    Di tunggu karya selanjutnya kak.

    Suka

  44. wahaaa.. awalnyaaa sedihh bangtttt kisah minjii.. jdii kyuu slamaa inii??? hahhh…
    stidaknyaa mrekaa berakhir baaghiaaa skrng…
    udaa mauu punyaa anak jugaa..
    gk kebayang kalo misal minah gk menibggal…
    apaa jdinyaa yaa nii kisa?

    Suka

  45. sedihhhhhhh diacuhin
    udh feeling si kyu tuh sebenernya suka ama minji karna minjinya gitu jadi cari pelampiasan lain eh ternyata pelampiasannya bikin nyaman, padahal mereka saling suka nyesek bro tapi seneng akhirnya happy ending

    Suka

  46. dasar kyu.. masalah nya coba kyu mnyadari prasaanya dari awal pasti prnikahan mereka bakalll lancar dan gak ad konflik…namnya juga crita klogk ad konflik tdak seru ..mkasih ya min dah buat critanya menarik dgan konflik yg singkat …

    Suka

  47. Bertahun2 hrs ngeliat sodara kembarnya pacaran sama pria yg dicintainya… oh minji… kau wanita hebat…

    Kyu jg dr awal ga mo ngaku sana perasaannya ke minji sih…

    Ah tp akhirnya dua2nya bisa tau kalau ternyata mereka berdua sama2 uda suka dr dulu… hehe…

    Suka

  48. ga kebayang jadi minji itu gimana ya. sakit bgt pasti. kyuhyun sih pengecut bgt ga nyatain perasaannya ke minji dari awal. jadinya salah paham kann
    akhirnya happy endinggg~ aku kira bakalan sad ehhe

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s