[17] Realove – Sad Birthday

Untitled-111ssssssAuthor: Hanwoo • Cast: Lee Hyukjae – Hanwoo – and Other Cameo • Genre: Straight – Romance • Length: part 17

Author’s POV

————

160404

15.00 PM

 

Selesai berlatih band dengan rekan militernya Eunhyuk siap berjalan keluar dari gedung latihannya. Dia tersenyum sangat tampan mungkin juga karena efek baju militernya yang membuat kharismanya terpancar. Hari ini adalah hari spesialnya dan dia memutuskan akan pulang cepat hari ini. Sungmin datang untuk memeluknya.

Hyuk, Saengil Chukka Hamnida.” Ujar Sungmin. Shindong dibelakangnya juga ikut memberikan pelukan dan ucapan selamat. Eunhyuk tersenyum senang karena Sungmin dan Shindong mengingat hari ulang tahunnya.

“Selamat 31 tahun, Hyukie.” Ujar Shindong.

Gomawoyo, hyung.”

“Kau kembali ke asrama secepat ini?” tanya Shindong.

“Hanwoo menyuruhku pulang sebentar.”

“Aigoo kalian akan melakukan ‘hal itu’ karena hari ini adalah hari yang spesial.” Canda Shindong membuat Sungmin tertawa memukulnya. Shindong mengangkat kedua jari telunjuk dan ibu jarinya lalu menggerak-gerakkannya memberi penekanan pada kalimat melakukan ‘hal itu’.

Yaak ..” Eunhyuk menengahi.

Tiba-tiba seorang wanita berpakaian tentara menghampiri mereka bertiga,   tepatnya menghampiri Eunhyuk. Wanita cantik yang rambutnya dipotong sedagu dan memakai topi tentara berwarna ungu itu tersenyum menyapa Eunhyuk. Eunhyuk, Sungmin, dan Shindong serempak memberi hormat.

“Hormat.” Ujar Sungmin. Setelah itu mereka menurunkan tangannya serempak ketika wanita cantik itu memberi aba-aba untuk menurunkan tangannya.

“Hyukjae-ssi, kau diminta menemui Komandan Kim diruangannya.” Ujar Letnan Kim Chim Ae. Sungmin dan Shindong saling berhadapan ketika Letnan Kim meninggalkannya. Mereka bertiga sempat memberi hormat sesaat.

“Kau tidak jadi pulang?” Shindong bertanya lagi karena Komandan Kim memanggil temannya untuk datang ke ruangannya.. Eunhyuk tidak menjawab.

Eii aku yakin Hanwoo akan marah. Segera hubungi dia dulu.” Ujar Sungmin yang mengetahui sifat adik sepupunya.

“Kurasa aku akan pulang setelah menemui Komandan Kim diruangannya.”

Huuu.. Dia sangat setia kepada Hanwoo ming, kau tak usah khawatir lagi. Percayakan adik kesayanganmu itu pada pria ini.” Canda Shindong lagi.

“Syukurlah karena dulu aku sempat tidak menyetujui Hanwoo berpacaran dengannya.”

Yaak kalian berhentilah meledekku.” Eunhyuk hendak memukul Sungmin dan Shindong namun Shindong maju selangkah mendekatkan jaraknya dengan Eunhyuk – menempelkan dadanya di dada Eunhyuk hendak mengancamnya dengan raut wajahnya yang berubah menjadi galak dan serius.

Yak, aku adalah seniormu kau tidak bisa sembarangan lagi.” ancam Shindong merasa dirinya yang lebih dulu wamil dari Eunhyuk.

Araseo .. Araseeeooo…” Eunhyuk merasa kalah saat ini. Sungmin tertawa cekikikan melihat tingkah mereka berdua mengingatkan saat masa lalu dimana Shindong suka menyerang Eunhyuk ketika di dorm.

*

18.06 PM

Hanwoo sedang memasak di dapur bersama ibu mertuanya. Hari ini adalah hari spesial mereka karena hari ini Eunhyuk berulang tahun. Mereka sibuk menyiapkan sesuatu yang spesial malam ini. Minggu lalu Hanwoo sempat berpesan pada Eunhyuk ketika pria itu hendak kembali lagi ke militer. Dia berpesan untuk pulang sebentar saja saat ulang tahunnya karena ini adalah pertama kalinya dia merayakan ulang tahun Eunyuk sebagai seorang isteri. Hanwoo tidak ingin melewatkan momen spesial ini.

“Tolong ambilkan bawang merah yang sudah kucincang itu, Hanwoo-ya.” Pinta Nyonya Lee.

Dengan cepat Hanwoo mengambil piring putih yang berisi bawang cincang itu memberikannya kepada ibu mertuanya. Nyonya Lee mengambil piring yang diserahkan Hanwoo.  Sejak insiden ibu mertuanya ingin mempunyai cucu,    Hanwoo selalu takut dan mendapatkan tekanan berada di rumah ini. Hanwoo yang ingin memasak sendiri mendadak Nyonya Lee mencarinya ke dapur dan membantunya memasak karena dilihatnya Hanwoo sedikit kebingungan melihat catatan resepnya.

Hanwoo tidak bisa menahan bersinnya ketika Nyonya Lee menuangkan bawang cincang ke dalam penggorengan membuat wangi masakan yang menyengat seperti menusuk-nusung hidungnya.

“Kau masih saja belum bisa menahan bersinmu, Hanwoo-ya.”  Hanwoo menyunggingkan senyumnya pelan mendengarnya.

“Apa kata dokter kandungannya?” tanyanya tiba-tiba membuat Hanwoo terkejut. “Eunhyuk sempat berbicara padaku di mobil bahwa kau sempat ke pergi ke dokter kandungan bersama istri Sungmin.”

“D-dokter mengatakan bahwa rahimku normal tidak ada gangguan yang menyebabkan tidak bisa hamil. Dia menyarankan agar aku memakan-makanan yang sehat, rutin melakukan hubungan seks dan juga jangan berada di bawah tekanan baik aku ataupun Eunhyuk oppa. Dokter juga menyarankan agar sekali-sekali Eunhyuk oppa juga diperiksa.” Hanwoo menjelaskan dengan lugunya.

“Apa kau merasa tertekan denganku?”

“A-anio eommonim..”

“Jangan berbohong padaku. Aku mendengarmu menangis setiap malam. Kau juga tidak rutin meminum obat herbal yang kuberikan..”

Hanwoo merasa tida enak mendengarnya.

“Aku merasa bersalah. Bukan maksudku memberimu tekanan. Aku sangat ingin memiliki cucu tapi sekarang aku tidak akan memaksa lagi. Jika memang kalian berdua belum ingin memberikanku cucu aku tidak akan memaksamu demi kesehatan menantuku satu-satunya.” Mendengar hal itu dari mulut ibu mertuanya Hanwoo merasa terharu. Senyumnya mengembang pelan-pelan. Senyum yang penuh emosi dan seperti menahan tangisnya. Hanwoo memeluk Nyonya Lee dengan erat membuat wanita itu berteriak pelan.

Aigooo” nyonya Lee merasa sesak dipeluk seperti itu.

Eomonim…” ujar Hanwoo bahagia. Nyonya Lee tersenyum senang mendengarnya. Tiba-tiba handphonenya berbunyi. Hanwoo melepas pelukannya untuk mengambil handphone di atas buffet. Dia melihat nama ‘Yeobo’ tertera di layar kacanya.

“Dari oppa.” Hanwoo meminta ijin untuk keluar dari dapur dan membiarkan ibu mertuanya memasak sendiri. Dia berada di ruang tamu – mengangkat teleponnya.

Oppa, apa kau sudah sampai?” tanya Hanwoo.

Miane Hanwoo-ya, Komandan Kim memberiku tugas tambahan malam ini, sepertinya aku tidak bisa pulang.”

Hanwoo merasa kesal mendengarnya. Dia merasa hatinya sakit dan kecewa karena unhyuk membatalkan janjinya untuk pulang. Eunhyuk juga sangat berat hati mengucapkannya. Dia yakin Hanwoonya pasti akan marah.

“Malam ini, ibumu membantuku memasak. Apa kau masih bisa tidak datang?”

Dia mendengar suaminya menghela napas. “Jika aku bisa aku pasti lebih memilih pulang dan menemuimu.”

“Yak, kau membuat hatiku sakit, oppa.”

Miane jagiya.”

Mendengar permintaan maaf Eunhyuk, Hanwoo mencoba untuk meredam kekesalannya.

“Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Hari ini hari ulang tahunmu.” dia mengalihkan pembicaraannya,    mengalihkan kekesalannya.

“Banyak hal yang kulakukan disini karena aku trainee terbaik sebelumnya. Komandan menunjukku untuk mengurus event Military band besok.”

“Yak, apa kau sepenting itu disana? Bahkan kau ditunjuk oleh Komandanmu sendiri untuk mengurus event seperti itu. Wooaa aku sangat bangga mendengarnya.” Hanwoo memuji suaminya.

‘Hyukjae-ssi tolong bantu aku?’

Hanwoo mendengar suara wanita diseberang sedang memanggil suaminya. Dia mendengar suaminya mengiyakan suara wanita tadi. Entah kenapa dia sangat sedih mendengarnya karena percakapan ini akan berakhir sebentar lagi. Jarang-jarang Eunhyuk meneleponnya. Hatinya berdebar menahan rasa sedihnya.

Nuguseyo?” tanya Hanwoo pada Eunhyuk.

Seniorku, Letnan Kim. Miane Hanwoo-ya aku-“

Ne arraseyeo.” Hanwoo memotong ucapan Eunhyuk. Bagaimanapun juga Eunhyuk tidak bermaksud untuk mengabaikannya. Hanwoo mencoba untuk menjadi istri yang pengertian.

I Love You.” Ujar Eunhyuk sedikit manis.

I Love You too” suara Hanwoo terdengar pelan namun berat. Dia menutup teleponnya.

Hanwoo mencari ibu mertuanya ke dapur dan mengatakan bahwa hari ini mereka makan tanpa Eunhyuk.

 

Hanwoo’s POV

——————-

Aku masih terngiang-ngiang dengan suara wanita yang memanggilnya sewaktu di telepon tadi. Aku khawatir bahwa disana Eunhyuk oppa menjadi pujaan banyak wanita dan membuat para wanita-wanita itu mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk mendekati dirinya. Pria itu tidak akan tahu mana wanita yang kebanyakan modus kepada dirinya. Aku sangat mengenalnya dengan baik.

Kubuka laptopku berniat memasuki akun fancafe. Aku ingin mencari tahu schedule suamiku di fancafe militer. Sepertinya dia akan ada event besar. Dilihat dari jadwalnya dia akan menghadiri event besok di Pyeongchang, tanggal 7 dan tanggal 8 di Jinhae.

“Apakah dia sesibuk ini? Bahkan dia lebih fokus ke militer daripada keluarganya.” Dumelku.

Sepulang dari New Zealand aku merasa dia sedikit berubah. Dia sangat jarang menghubungiku. Semenjak perpindahan divisi dia juga tidak lagi mengirim surat seperti waktu masih training dalam tiga bulan. Bahkan jika ada tour konser pun dia masih sempat menghubungiku.

Aku duduk di atas ranjang – bersandar pada papan – menekuk lutut dan memeluknya dalam kesendirian. Kubenamkan wajahku pada kedua lututku. Merasa sepi dan sendiri. Ketika malam tiba tidak banyak yang kulakukan selain tidur. Tidur dan menunggu hari esok tiba dengan cepat. Sehingga aku berharap pertemuanku dengan Eunhyuk oppa akan berjalan dengan cepat. Kutatap kesekeliling kamar ini. Tembok dengan walppaper nuansa Eiffel Tower Paris kesukaannya, satu rak dengan foto-foto kami yang terpajang di atasnya. Aku menatap satu-persatu foto-foto itu. Foto-foto kami sewaktu berpacaran dulu, foto kami bersama choco, hyojin, keluarga kami dan juga foto pernikahan kami. Aku tersenyum mengingat semua moment yang teringat.

 Aku sangat merindukan Eunhyuk oppa, benar-benar aku ingin dia selalu ada disampingku, merapikan anak poniku, mendengar desahannya, mencium wangi tubuhnya, dan melihat senyumnya. Tidakkah dia merindukan semua itu dariku? Aku kesepian. Aku benar-benar kesepian terkadang membuatku merasa sesak ketika menangis. Bahkan aku tidak sadar bahwa air mataku sudah mengalir saat ini.

Dia tidak pernah bercerita lagi bagaimana kehidupannya di militer. Bagaimana orang-orang disana, apa dia masih mengantri kamar mandi lagi walaupun sudah mendapatkan asrama, apakah dia merasa kedinginan lagi seperti dia pernah bercerita sebelumnya pada masa traineenya dia harus mengalah pada anggotanya yang sedang sakit dan membutuhkan selimut tebal karena dia seorang platoon di kelompoknya, apakah dia bahagia disana tanpa diriku, aku tidak pernah mendengarnya bercerita lagi. Aku merasa dia sedikit dewasa dengan sifatnya. Dia berubah ..

Dia berubah …

Author’s POV

——————-

Hanwoo tertidur setelah semalaman dia menangisi dirinya yang merasa kesepian. Dia akhirnya ketiduran dan bangun dengan mata sembab. Dia tidak ingin ibu mertuanya khawatir dengan dirinya. Dia mengusap wajahnya kemudian bangun dari tidurnya – membuka pintu kamar dan memasuki kamar mandi yang terpisah dengan kamarnya. Dia memutuskan untuk mandi agar sedikit lebih segar.

Beberapa menit kemudian Hanwoo sudah berkumpul di meja makan bersama kedua mertua dan Sora. Mereka sarapan pagi bersama di meja makan. Meja makan selalu penuh dengan makanan buatan ibu mertuanya yang sangat sedap. Tapi terkadang dia rindu masakan ibunya. Dia tidak pulang selama enam bulan walau rajin menelepon ibu dan ayahnya.

Eomma, appa hari ini aku ujian tolong doakan aku.” Ujar Sora.

“Tentu saja, anakku. Kau pasti bisa mengerjakannya.” Ujar nyonya Lee menepuk pundak Sora, Wanita itu tersenyum ke arah ibunya.

“Kau harus berusaha dengan baik.” Ujar tuan Lee sambil mengunyah makanannya.

Neo, adik ipar kau juga harus mendoakanku araseo.” Ujar Sora.

“Tentu saja onnie. Onnie, Fighting!” Jawab Hanwoo membuat tawa keluar dari mulut nyonya Lee. “Eomonim, aku akan menemui Eunhyuk oppa nanti sore di Pyeongchang.” Ujarnya.

“Ah begitu, baiklah nanti akan kusiapkan bekal kimchi untuknya.”

Ne.

Tepat jam 3 sore Hanwoo berada di Pyeongchang mini Hall. Dia memarkirkan audi pinknya dengan baik kemudian keluar dari mobil segera memasuki Hall. Terlihat sudah banyak wanita duduk mengisi penuh venue. Yang sepertinya mereka adalah fans oppa. Hanwoo membeli tiket VIP dan mendapat tempat paling bawah sehingga dia bisa dengan mudah melihat Eunhyuk.

Ketika acara di mulai dia melihat pria berkemeja merah itu ke tengah stage dengan partner wanita disebelahnya. Mereka mulai berbicara memperkenalkan diri masing-masing. Hanwoo terkesima menatap kharisma suaminya yang sedang memandu acara itu. Pria itu belum melihat dirinya yang mendatanginya.

Permainan band mulai terdengar ketika Eunhyuk oppa menyebut mereka dan pergi ke samping stage. Hanwoo menonton acara band itu namun matanya selalu saja melirik ke arah Eunhyuk. Dia berdiri sangat gagah dengan kemeja merahnya masih disebelah wanita tadi sambil menunduk membaca kartu acara di tangannya. Terkadang tangannya melambai menyapa fans. Hanwoo terkesima menatapnya.

Letnan Kim datang menemui Eunhyuk. Dia membisiki sesuatu di telinga Eunhyuk dan terlihat sangat intens dari kasat mata Hanwoo. Kedua alis Hanwoo bergerak hampir menyatu. Dia hanya tidak menyangka akan ada tentara cantik mendatanginya dan Eunhyuk tidak pernah menceritakan tentang hal ini padanya.

Hanwoo terus mengawasi Eunhyuk ketika bersama tentara wanita itu. Tentara wanita itu terlihat masih muda mungkin umurnya dua tahun di bawah Eunhyuk oppa. Wajahnya masih terlihat fresh. Rambutnya dipotong pendek sedagu layaknya kebanyakan tentara wanita lainnya. Kini mereka berdua terlihat tertawa dari kejauhan. Mereka terlihat sangat akrab satu sama lain. Sepertinya Eunhyuk nyaman berada disebelahnya. Atau mereka memang sudah dekat satu sama lain? Hanwoo mulai berpikiran negatif.

Tangan wanita itu kini bergerak menyentuh pipi Eunhyuk kemudian tidak lama lagi ekspresi wanita itu terkejut melihat ada sesuatu di seragam Eunhyuk — membersihkan kotoran pada bagian dada suaminya. Hanwoo mendelik melihatnya.

Entah kenapa dia merasa marah. Tidak seharusnya mereka memperlihatkan kedekatan mereka di depan publik seperti ini. Bahkan dirinya tidak pernah mendapatkan moment seperti itu di depan publik ketika bersama Eunhyuk. Rasanya dia ingin mengomeli Eunhyuknya saat ini juga. Dia merasa cemburu. Dia berpikir bahwa jika saja hari ini dia masih di rumah,   mungkin dia tidak akan pernah tahu apa yang dilakukan suaminya di belakangnya saat di militer.

Hanwoo’s POV

——————–

Acara Military Band di Pyeongchangpun selesai seiring berjalannya waktu. Di akhir acara Eunhyuk oppa bersama Sungmin oppa dan Shindong oppa sempat muncul ke tengah stage untuk menghibur penonton dengan tarian “Sorry-Sorry” dan “Oppa-Oppa” mereka membuat seisi penonton berteriak bahkan ada beberapa penonton menangis melihat mereka. Mereka pasti sangat merindukan oppanya.

Kuputuskan berjalan ke tempat parkir untuk mengambil kimchi dari ibu mertuaku, kue tart yang kupesan dan buket bunga yang ingin kuberikan pada suamiku tersayang. Walaupun aku masih sangat cemburu dengan tentara wanita tadi. Aku menutup bagasi mobil – mengunci mobil hingga timbul bunyi kunci otomatis. Kubalikkan badanku melangkah kembali menuju gedung.

Kulihat Sungmin oppa menungguku di pintu gedung setelah aku menelponnya untuk menungguku di pintu utama karena aku takut menemui Eunhyuk sendirian. Kukira aku bisa memanfaatkan posisi kakakku yang juga seorang tentara. Dia tersenyum melihatku – merentangkan tangannya ingin memelukku. Kakiku berlari kecil memeluk kakak sepupuku. Kubenamkan wajahku di dadanya begitu saja. Tubuhnya masih tetap wangi walaupun dia habis perform menyisakan sedikit keringatnya.

“Bagaimana kabarmu? Oppa sangat merindukanmu.” tanya Sungmin.

“Kabarku baik-baik saja oppa. Kamu bagaimana?” tanyaku sambil menatap matanya.

“Kabarku juga baik. Sangat baik.” Jawabnya.

“Baguslah, oppa. Aku senang mendengarnya.”

“Aku juga senang mendengarmu baik-baik saja.”

Kulihat tentara yang berlalu-lalang menatap kami dengan tatapan penasaran dan bertanya-tanya siapa wanita yang dipeluk Sungmin? Mereka mulai berbisik-bisik namun bisikannya cukup kedengaran di telingaku.

“Jangan salah paham dia adik sepupuku, namanya Lee Hanwoo.” Sungmin oppa yang menyadari dirinya dibisiki seperti itu langsung mengenalkanku pada tentara-tentara itu sambil tersenyum.

Anyeong-Haseyo, Joneun Lee Hanwoo imnida.” Sapaku sopan dan ramah.

Mereka kemudian mengangguk karena malu telah salah paham. Mungkin mereka mengira oppa membawa selingkuhan kemari. Mungkin aku terlihat sedikit intim padanya. Aku tidak ingin ada gosip buruk lagi menimpa oppaku hanya karena dia memeluk adik sepupunya dengan intim. Sudah cukup orang-orang membencinya dan menghujatnya karena berita pernikahan itu. Aku melepas pelukanku.

“Waktu ini Sa-Eun onnie mengantarku pergi ke dokter kandungan. “

Ne, Sa-Eun sudah memberitahuku melalui telepon. Apa kau baik-baik saja? Kau sedang ha..mil? Apa kau dan Eunhyuk sedang dalam program membuat anak?” tanya Sungmin. Aku menggeleng menjawabnya.

“Anio, justru karena aku belum hamil juga aku pergi kesana untuk memeriksa kondisiku. Kondisiku baik dan normal namun dokter ingin memeriksa keadaan Eunhyuk oppa juga tapi belum sempat karena oppa sangat sibuk. Kami tidak dalam program untuk membuat anak walaupun ibu dan ayah mertuaku sangat ingin mempunyai cucu, setidaknya aku ingin tahu apakah kondisi tubuh kami memungkikan atau tidak untuk mempunyai anak.”

“Yah, kami sangat sibuk disini. Hidup di dunia militer sangat berat walaupun aku merasa nyaman disini.”

“Nyaman? Apa kau berniat menjadi tentara dan meninggalkan boyband mu itu, huh?”

Anio, tentu saja aku akan kembali dan akan comeback bersama member nanti.”

Aku tersenyum mendengarnya. “Lalu apa yang membuatmu nyaman disini?”

“Kita sambil jalan saja,   kaja” Sungmin oppa mengajakku masuk ke dalam. Aku sangat bersyukur dan senang mendengar bahwa suamiku wamil ditempat yang sama dengan Sungmin oppa. “Aku merasa nyaman disini karena orang-orang disini sangat baik dan ramah. Kami merasa seperti keluarga.”

Hmm.. aku kira karena disini banyak tentara wanita yang cantik.”

“Hahaha, kenapa kau berpikiran seperti itu?”

Aku cepat menggelengkan kepala. Sebenarnya banyak yang ingin kutanyakan mengenai siapa tentara wanita yang bersama dengan Eunhyuk oppa tadi. Tapi kurasa aku tidak mempermasalahkannya lagi karena aku percaya suamiku tidak akan mengkhianatiku. Kami sudah sampai tahap dimana kami menikah dan memutuskan untuk hidup bersama. Untuk apa aku mempermasalahkannya.

Sungmin oppa mengajakku menelusuri lorong koridor yang terlihat seperti gang. Beberapa tentara lewat dihadapan kami baik tentara pria atau tentara wanita. Mereka sangat tegas dan berwibawa seperti tentara-tentara yang ada di drama Descendant of the Sun. Aku membayangkan bagaimana jika sekarang atau di tempat ini juga kejahatan berdatangan seperti penjahat tiba-tiba datang menyergapku lalu Eunhyuk oppa dengan gagahnya seperti kapten Yoo Sijin menolongku. Dia mengeluarkan pistolnya menembak penjahat-penjahat itu dengan gagah dan aku seperti Kang Mo Yeon melihatnya menembak penjahat-penjahat itu secara langsung. Fantasiku benar-benar liar semenjak drama itu tayang. Apalagi suamiku juga berperan menjadi seorang tentara dan sudah bukan trainee lagi. Setidaknya dia sudah handal dan tahu cara bagaimana menembak musuh.

Aku harap dia segagah Kapten Yoo Sijin karakter yang diperankan oleh Song Jongki itu. Namun sayangnya itu hanya sebuah delusi dan imajinasi dari pikiranku. Hal itu tidak akan terjadi. Jika benar hal itu terjadi mungkin aku akan menangis dan berteriak atau sudah mati tertembah terlebih dahulu. Sangat ngeri untuk membayangkannya.

“Apa Eunhyuk oppa baik-baik saja selama ini, oppa?” tanyaku kemudian.

“Kau penasaran?” tanyanya. Aku mengangguk. “Kenapa tidak kau tanya saja sendiri pada suamimu?”

“Dia jarang menghubungiku semenjak masuk R.O.K.A.”

R.O.K.A adalah nama divisi Military Band tempat suamiku ditempatkan sekarang. Eunhyuk oppa sempat memberitahuku mengenai perpindahannya. Dia sangat bahagia waktu itu dan raut wajahnya sangat bangga menceritakan semua itu padaku.

“Oppa ceritakan padaku, apa ada hal aneh yang selama ini dia lakukan seperti tebar pesona dengan wanita lain?” rengekku.

“Jika dia tebar pesona dan mengkhianati adikku, aku akan membunuhnya dengan satu tembakan.” Sungmin oppa mencubit pipiku gemas. “Dia tentara yang bisa diandalkan disini. Dia sangat rajin dan berambisi. Jika kau ada disini kurasa kau pasti menangis karena bangga melihatnya. Berbeda sekali dengan Eunhyuk yang dulu ketika masih berusia 24 tahun. Kini dia menjadi pria sejati.” Ujarnya sambil tertawa. Aku mulai mengenang dan mengingat bagaimana Eunhyuk oppa sewaktu dia berusia 24 tahun.

Eunhyuk oppa pada 24 tahun yang lalu adalah pria bodoh yang dikenal dengan sebutan cassanova. Dia sangat playboy dan sempat beberapa kali gonti-ganti pacar. Aku selalu memperhatikannya waktu itu. Memang dia sangat tampan dan punya banyak teman wanita. Maka dari itu Sungmin oppa sempat tidak menyetujiku berpacaran dengannya. Pria dewasa disebelahku tidak ingin melihatku menangis karena Eunhyuk oppa mengkhianatiku. Oppaku satu-satunya walaupun kita sepupu tapi kami terlihat sangat dekat seperti saudara kandung. Aku sangat menyayanginya daripada Sungjin oppa.

“Apa banyak tentara wanita yang mengaguminya?” aku masih penasaran dan berniat memancing Sungmin oppa untuk mengatakan hal yang jujur padaku. Aku tahu, Sungmin oppa pasti selalu di pihakku.

“Mereka semua mengagumiku.” Ujar Sungmin oppa.

Dari nadanya aku tahu dia sedang berbohong agar aku tidak sedih karena mendengar jawabannya. Aku mengenal Sungmin oppa lebih lama dari Eunhyuk oppa, aku tahu dari raut wajahnya dia tidak mengatakan hal yang sebenarnya. Aku hanya tersenyum. Namun dibalik senyumku ada rasa kecewa. Aku merasa Sungmin oppa menyembunyikan sesuatu dariku. Kurasa banyak wanita pasti mengagumi Eunhyuk oppa disini. Siapa yang tidak tertarik pada pria tampan sepertinya? Pria tampan yang hangat dan lembut seperti dirinya.

Aku tidak sengaja menoleh ke depan. Kakiku berhenti bergerak tanpa kupinta. Aku melihat Eunhyuk oppa sedang berjalan dari seberang. Kulihat wanita di atas stage menemani Eunhyuk oppa tadi sedang berjalan disebelahnya sambil mengobrol. Kenapa dia selalu bersama tetara wanita tadi? Aku merasa kesal harus mengetahuinya.

Rasa takut mulai menghampiriku. Suamiku sangat tampan dan juga sexy, siapa wanita yang tidak akan jatuh hati padanya? Bahkan dia berada di lingkungan tentarapun aku sangat takut dia akan dikelilingi banyak wanita karena disekeliling mereka belum tentu ada pria tampan seperti suamiku.

Eunhyuk oppa melihatku. Spontan aku menunduk karena tidak ingin dia melihat wajahku yang sedang cemburu dan merasa panas ini. Aku mulai tidak fokus ketika tentara wanita bernama Kim Chim Ae itu memperkenalkan dirinya dihadapanku.

Eunhyuk’s POV

———————

Acarapun selesai ketika dua jam berlangsung. Kami kembali ke belakang panggung bersama rekan-rekan yang lain menuruni tangga stage menuju pintu belakang. Letnan Kim turun dari panggung dan menghampiriku lagi. Dia terlihat tersenyum malu menghampiriku. Aku menghentikan langkahku untuk memberi hormat kepada seniorku itu. Dia memukulku membuatku sedikit bertanya-tanya dengan reaksinya apakah aku membuat kesalahan?

“Tidak bisakah kau berbicara informal saja jika hanya ada kita berdua, ini perintah.” Ujarnya.

“Letnan ingin aku berbicara informal ?”

“Ne, aku merasa kita sudah sangat dekat. Kau bisa memanggilku Chim Ae karena aku lebih muda darimu dua tahun.”

Damn! Saat ini juga aku tengah berpikir aku tidak boleh terjerat skandal dengan seorang tentara seperti Letnan Kim. Bukankah bahaya jika aku menolaknya, mungkin mereka akan membunuhku segera karena Letnan Kim adalah putri dari Komandan Kim. Ini lebih susah daripada harus menolak wanita-wanita cantik di luar sana. Entah kenapa aku merasa Letnan Kim salah paham dengan sikap baikku selama ini. Karena aku seorang artis, siapa saja bisa jatuh cinta dengan mudah padaku. Aku juga harus menjaga imageku dihadapan orang-orang baru untuk bersikap baik dan sopan. Jadi, kurusa dia mulai salah paham dengan sikap baikku selama ini.

“Ingat, ini perintah dariku.” Ujarnya mengingatkan. Kami melangkah lagi bersama.

“Ne Letnan.” spontan aku masih memanggilnya Letnan. Bagaimana bisa aku mengubah kebiasanku itu?

“Tidak bisakah kau memanggil namaku saja, oppa? Panggil aku Chim Ae.” Dia memanggilku oppa dan menyuruhku memanggilnya Chim Ae lagi karena aku lupa memanggilnya dengan namanya.

“Ne, Chim Ae-ya.” Jawabku. Dalam hati aku menghela napas sangat berat dan panjang. Aku tidak ingin dia jatuh cinta padaku. Bukankah ini terlihat sangat jelas? Dia seperti tertarik padaku. Membuatku merinding saja. Letnan Kim mulai bercerita tentang kehidupannya. Aku mendengarkannya dengan baik. Menjadi pendengar setianya setiap saat dia selalu bercerita padaku jika ada kesempatan. Dia terlihat selalu sendiri dan tidak memiliki banyak teman. Terkadang aku meraa kasihan padanya.

Dari kejauhan aku melihat seorang wanita berdiri di seberang, disebelah Sungmin yang tak lain adalah istriku, Lee Hanwoo. Dia menunduk tiba-tiba tidak ingin melihatku. Dari ekspresinya aku merasa dia tidak suka karena aku melangkah bersama Letnan Kim yang masih berbicara kepadaku.  Letnan Kim terdiam ketika aku terfokus melihat Hanwoo tidak mendengar ucapannya.

Nuguseyo?” tanya Letnan Kim.

“Dia adik sepupu Sungmin hyung.”

Ah ne, dia terlihat sangat cantik. Tapi kenapa tatapannya murung seperti itu?”

“Mungkin dia habis mengomeli Sungmin hyung. Mereka sangat dekat. Mereka sering bertengkar.” Aku berbohong. Tentu saja. Yang sesungguhnya adalah dia sedang murung melihatku.

Ah kau sangat mengenalnya, oppa.” Ujar Letnan Kim sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Kenapa dia tidak memberitahuku jika ingin datang kesini? Bagaimana jika orang-orang tahu mengenai hubungan kami? Aku hanya ingin melindungi dia dari skandal. Tentara disini baik pria maupun wanita mereka punya mulut dan pendengaran yang tajam. Aku tidak ingin mereka mengetahui hubungan kami dan merusaknya begitu saja.

Kini Kami berdiri tepat di depan Sungmin hyung dan Hanwoo. Hanwoo menatapku lekat. Sungmin hyung memberi hormat kepada Letnan Kim. Hanwoo sempat menunduk memberi salam dengan sopan. Raut wajahnya terlihat sedih.

Sungmin-ssi , kata Eunhyuk kudengar dia adik sepupumu?” tanya Letnan Kim.

Ne Letnan Kim, dia Hanwoo adik sepupuku. Hanwoo-ya kenalkan Letnan Kim adalah senior oppa. Dia yang mengurus event R.O.K.A bersama Eunhyuk” Sungmin mendekati Hanwoo hendak membisiki sesuatu. “Dia anak Komandan kami, kau tidak boleh macam-macam dengannya dan harus berbuat baik, arachi.” Bisikan Sungmin mampu terdengar di telinga Eunhyuk dan Letnan Kim. Wanita itu hanya tersenyum mendengarnya.

Anyeong-Haseyo, joneun Kim Chim Ae Imnida.”

Aku mengulum bibir mendengar Letnan Kim memperkenalkan namanya pada Hanwoo. Hatiku berdebar. Aku hanya takut Hanwoo sedang salah paham padaku saat ini. Karena Hanwoo sangat cemburu jika aku berdekatan dengan wanita yang tidak dia tahu atau kenal. Kulihat mereka berdua berjabat tangan.

Anyeong-Haseyo, joneun Lee Hanwoo imnida. Aku adalah …” Hanwoo memotong ucapannya membuatku menelan ludah. Dia membuatku takut dan mulai berpikir negatif tentangnya. Dia tidak mungkin akan memperkenalkan dirinya sebagai istriku dihadapan Letnan Kim, kan? “Aku adalah adik sepupu Sungmin oppa.”

Aku menghela napas pelan-pelan mendengarnya. Sangat lega. Istriku tidak mungkin berbuat ceroboh hanya karena dia cemburu.

“Senang berkenalan dengamu, Hanwoo-ssi.”

 

Author’s POV

—————–

Eunhyuk mengajak Hanwoo masuk ke dalam ruangan kosong. Hanya ada satu meja panjang di ruangan itu. Sinar cahaya matahari membiasi ruangan ini masuk melalui celah ventilasi jendela. Hanwoo menaruh barang yang dipegangnya di atas meja.

Eomma menyuruhmu membagai kimchi dengan teman-temanmu, aku membelikan kue tart untukmu aku harap kau juga memakannya bersama teman-temanmu, dan aku membelikanmu buket bunga ini. Happy Birthday, oppa. Walaupun telat sehari, kau tidak marah kan?” Hanwoo memberikan selamat pada Eunhyuk. Dia hendak memeluk pria itu namun Eunhyuk menahannya tubuhnya. Senyuman Hanwoo memudar menyadarinya.

“Gomawoyo, jagiya. Aku juga merindukanmu tapi miane kita tidak bisa bermesraan disini.”

Hanwoo menatap Eunhyuk dengan penuh kekesalan. Alisnya bertaut karena mendapat perlakuan suaminya yang tidak biasa.

Waeyo?” tanya Hanwoo dengan suara lemah.

“Karena tentara disini mempunyai telinga dan mulut yang tajam.” Bisik Eunhyuk di telinga isterinya. Hanwoo memejamkan matanya untuk menahan emosinya. Dia mencoba mengatur napasnya dengan baik mendengar alasan Eunhyuk yang kurang masuk akal menurutnya.

Jinja?” tanya Hanwoo.

Ne.

“Kau tidak bisa memelukku sedikit saja disini tapi kau bisa berbicara dengan wanita tadi. Di atas stage kalian terlihat mesra. Kau kira aku tidak melihatnya? Bahkan kau biarkan wanita tadi menyentuh pipimu! Membersihkan kotoran di dadamu! Dan aku mendapat perlakuan seperti ini dari suamiku? Aku ingin menemuimu jauh-jauh dari Seoul ke Pyeongchang untuk bertemu denganmu. Aku ingin mengucapkan selamat dihari ulang tahunmu tapi sepertinya apa yang kubayangkan selama perjalanan, tidak berjalan dengan indah.” Hanwoo mulai protes dengan penuh emosi.

Eunhyuk menghela napasnya. “Letnan Kim adalah seniorku, kau tidak boleh sembarangan menghujatnya. Apa kau cemburu padanya?”

“Apa kau senang aku cemburu? Apa kau sengaja melakukannya karena kau melihatku?”

“Aku bahkan tidak tahu kau datang.” Eunhyuk menekan kata-katanya. Hanwoo berdecak mendengarnya. Menatap Eunhyuk dengan remeh.

“Jadi jika kau tahu aku datang kesini apa kau menyembunyikan semua wanita-wanita itu ? Ohh aku sangat bersyukur datang diam-diam seperti ini jadi aku bisa tahu apa saja yang dilakukan suamiku selama di militer.” Hanwoo mulai emosi.

“Jadi kau menuduhku selingkuh?” tanya Eunhyuk yang mengambil kesimpulan bahwa Hanwoo menuduhnya berselingkuh.

“Jika bukan selingkuh menurutmu apa namanya? Ini baru satu wanita yang kulihat aku tidak tahu berapa banyak wanita lagi yang pernah kau temui dan membiarkan mereka seperti wanita tadi. Sikapmu di stage tadi dengan wanita itu sempat membuatku cemburu. Namun aku berusaha mengambil pikiran postif bahwa mungkin kalian hanya teman. Aku bisa terima itu , tapi entah kenapa aku melihatmu jalan bersama wanita itu , kurasa kalian sangat dekat ditambah lagi kau melarangku untuk memelukmu? Oppa, ini tidak masuk akal.” Nada suara Hanwoo mulai serak. Dia mencoba menahan air matanya.

“Yak, hubungan kami tidak seperti itu. Kami hanya sebatas hoobae dan sunbae, kau jangan melebih-lebihkannya dan membuat pertengkaran denganku.” Eunhyuk mencoba memperjelaskan lagi dengan nada frustasi.

“Aku kesini tidak membuat pertengkaran, oppa. Aku kesini untuk memberimu kejutan. Tapi melihat perlakuanmu padaku ..” Hanwoo menghentikan ucapannya karena merasa air matanya mulai mengalir. Hanwoo menunduk. Dia berpikir kerasa kenapa Eunhyuk tidak mengerti dengan ucapannya? Haruskah dia berteriak agar dia mengerti?

“Di dalam hubungan suami-isteri komunikasi adalah hal yang paling penting. Tapi selama ini kau sangat jarang menghubungiku. Aku tahu kau sangat senang melaksanakan kewajibanmu, aku merasa bangga. Tapi tidakkah kau peduli padaku sedikit saja? Setidaknya kau meneleponku walaupun kau selalu rajin pulang kerumah menemuiku. Bahkan memelukmu saja tidak bisa ketika aku datang kesini. Beginikah perlakuanmu terhadapku? Aku merasa kau sangat berubah oppa. Apa kau masih mencintaiku?” Hanwoo mulai menangis menatap Eunhyuk.

“Kurasa ini adalah hal kecil yang tidak pantas diributkan seperti ini, Hanwoo-ya. Aku benar-benar tidak bersama handphoneku. Kau bisa memeriksanya di kantongku. Aku menaruh handphoneku di loker dan belum sempat kuambil. Aku sangat berguna disini. Karena aku berguna banyak yang membutuhkan bantuanku. Dan kutekankan sekali lagi Letnan Kim hanya seniorku.” Dia mencoba menjelaskan lagi. Dia mencoba membuat Hanwoo tenang namun Eunhyuk tahu Hanwoo tidak bisa tenang secepat itu.

”Tapi aku masih merasa kecewa padamu, oppa.” Ujar Hanwoo.  Eunhyuk mengehela napas mendengarnya. Dia menarik pergelangan tangan Hanwoo agar mendekat padanya namun Hanwoo menepisnya.

“Jangan menyentuhku. Orang-orang disini bisa melihatnya. Bahkan tembokpun mungkin bisa berbicara disini. Mungkin ruangan ini disadap dan akan menimbulkan skandal tentang kita.” Hanwoo membalikkan ucapan Eunhyuk tadi. Air matanya mengalir lagi. Hanwoo melangkah mundur hendak meninggalkan Eunhyuk namun Eunhyuk tetap menahannya. Eunhyuk merasa menyesal dengan ucapannya tadi yang memicu pertengkaran. Namun dia juga tidak suka dituduh mempunyai hubungan khusus dengan Letnan Kim.

“Kau cemburu buta Hanwoo-ya, kau cemburu karena melihatku dengan Letnan Kim, kan?”

“Kau yang membuatku seperti ini, jangan menyalahkanku.” Hanwoo melepaskan tangan Eunhyuk dengan kasar.

Mianhae aku tidak bermaksud untuk merusak hari ulang tahunmu. Aku akan pergi ..” Hanwoo menyeka air matanya lalu pergi membuka pintu berlari dari ruangan ini. Eunhyuk tidak bisa mendengarnya. Jika saja dia bisa dia pasti sudah memeluk Hanwoo sekarang juga. Namun lingkungannya benar-benar tidak mendukungnya untuk berbuat seperti itu. Lingkungan tentara berbeda dengan lingkungannya bekerja selama ini. Orang-orang masih bisa diajak bekerja sama untuk bertemu pacar di belakang panggung tapi di militer semua itu tidak mudah.

Hanwoo menyetir mobilnya sambil menangis di dalam mobil. Dia merasa kecewa dengan Eunhyuk. Dia merasa patah hati. Hari ini harusnya menjadi bahagia dia tidak menyangka akan menjadi buruk seperti ini. Dia bertengkar lagi dengan Eunhyuk. Hanwoo merasa suaminya sangat berubah semenjak masuk militer. Dia hanya tidak terima Eunhyuk melarangnya untuk memeluk tubuhnya sementara dia membiarkan wanita tadi menyentuh dadanya di atas stage.

Dengan kecepatan 70 km dalam perjalanan Hanwoo mulai meluapkan emosinya. Tiba-tiba dia mengerem mendadak karena tidak melihat lampu kuning pada traffic light berubah menjadi merah dengan sangat cepat. Hampir saja kepalanya terbentur stir kemudi. Hanwoo masih menangis mengetahui keadaannya yang sangat kacau sekarang bagaimana dia bisa pulang ke Seoul dengan tenang?

Eunhyuk’s POV

——————–

Aku kembali ke asrama. Kutaruh tas dan jaket militerku di atas meja serta barang-barang yang dikirimkan Hanwoo tadi. Ruangan yang sangat kecil hanya cukup menyisakan satu single bed, lemari, meja belajar, kulkas , TV dan satu kamar mandi. Setidaknya aku mendapat kamar yang nyaman tidak seperti waktu trainee satu kamar mandi untuk bersama dan mandi saja harus mengantri. Bahkan tidurpun dengan matras, sungguh tidak nyaman.

Aku duduk di atas ranjang mengambil handphoneku – tersenyum melihat layar handphoneku. Foto selcaku dengan Hanwoo sewaktu di New Zealand terpampang begitu saja di layar kaca. Orang-orang dekat kami mengatakan kami sangat mirip. Aku sangat suka mendengarnya, bukankah itu namanya kami memang berjodoh? Orang-orang menbgatakan jika wajahmu mirip dengan pasanganmu itu tandanya kalian berjodoh. Foto ini menjadi penyemangatku belakangan ini.

Aku dan Hanwoo bertengkar lagi hari ini. Pertengkaran pertama kami saat kami memutuskan untuk hidup bersama menjadi sepasang suami-isteri. Kami tidak pernah betengkar belakangan ini, tidak seperti saat kami berpacaran dulu,     kami sangat sering bertengkar dan hal ini terulang lagi.

Ini semua kesalahanku. Aku yang menyebabkannya marah seperti itu. Dia cemburu pada Letnan Kim dan juga marah karena sikapku yang menolak untuk dipeluk. Tapi sungguh aku tidak bermaksud jahat atau mengabaikannya. Aku hanya takut orang-orang mengetahui hubungan kami dan membuatnya terluka. Jika skandalku terjadi dengan wanita lain, aku masih bisa dengan mudah menolaknya. Tapi jika skandalku terjadi dengan Hanwoo, bagaimana aku akan menolaknya? Bukankah sangat susah menjadi aku?

Aku tidak bisa berbuat kasar pada wanita. Bukannya aku senang Letnan Kim memperlakukanku seperti tadi di atas stage. Aku juga tidak mengrti dengan sikap agresifnya padaku. Tapi aku takut menolaknya karena dia adalah anak dari Komandan Kim. Aku takut mereka akan membunuhku kelak. Kenapa semua ini terjadi padaku? Kulirik lagi handphoneku melihat Hanwoo yang tersenyum sangat cantik disebelahku.

Aku sangat mencintainya, dari pandangan pertama sejak kami bertemu pertama kali di tahun 2009. Dia salah satunya wanita yang tidak ingin aku kencani saat itu karena aku tidak ingin menyakitinya dengan sifat cassanovaku. Walaupun aku mengenalnya jauh dari sebelum tahun 2009, namun secara kasat mata aku merasa nyaman berbicara dengan adik sepupu Lee Sungmin itu di tahun 2009.

Aku mencoba menekan tombol di handphoneku untuk meneleponnya. Namun dia tidak mengangkatnya. Aku yakin dia sangat marah saat ini. Aku menelepon eomma hanya penasaran apakah Hanwoo baik-baik saja atau tidak.

Ne, adeul?” suara eomma terdengar. Aku tersenyum kecil mendengarnya. Aku juga sangat merindukan wanita ini dan jarang menelepon keluargaku. Eomma selalu menangis awal kali aku pergi meninggalkannya. Beliau selalu mengatakan apakah bisa hidup tanpa anak laki-lakinya? Namun sekarang aku sedikit lega eomma sudah bisa sedikit melepaskan kepergianku ke militer.

Eomma, apa kabar?

“Baik-baik saja. Saengil Chukkahae Hyukie, semoga kau selalu bahagia dan dikelilingi banyak orang-orang baik yang akan selalu ada untuk menolongmu dikala susah maupun kesulitan.” doanya membuatku terharu. Hati eomma sangat lembut, aku sangat menyayangi wanita ini.

Kamsahamnida, eomma.” Ucapku sangat sopan. “Bagaimana dengan appa dan noona? Apa mereka sehat?”

“Kami semua baik-baik saja, adeul. Hari ini noonamu mengikuti test dan dia berhasil membawa nilai bagus. Eomma sungguh bangga padanya.”

“Salam padanya. Katakan aku merindukan Nuna. Eomma, apa Hanwoo sudah pulang?”

“Hanwoo? Bukannya dia sedang bersamamu sekarang?” raut wajahku berubah mendengar ucapannya..

“Dia sudah pulang dari jam 5 sore tadi. Apa dia belum kembali?” tanyaku.

“Dia belum ada pulang, eomma sedari tadi diruang tamu setelah makan malam. Ini sudah jam 9, kemana dia? Kau sudah meneleponnya?”

“Dia tidak mengangkat teleponku. Aku akan mencarinya eomma.” Ujarku sambil memakai jaket hitamku. Telingaku menjepit handphone pada bahuku.

“Apa kalian bertengkar lagi?”

“Kurasa aku melakukan kesalahan padanya.” Kutegakkan kepalaku normal sambil memegang handphone. Aku siap pergi ke bawah untuk mencari Hanwoo.

Yaaaak!” eomma membentakku. “Cari Hanwoo sampai ketemu !” eomma membentak.

Neee..

Author’s POV

—————-

“Pelukan hangatmu saat itu

Mengapa aku lebih merindukannya dihari ini?

Ya, karena saat itulah aku hanya merindukanmu

Cinta itu, hati yang meminta

Bahkan setelah berusaha keras, air mata masih mengalir

Bahkan saat ingin bertemu denganmu, tapi sekarang aku ‘tak bisa

Hanya saja, aku merindukanmu hari ini

Aku merasa kosong ketika memikirkanmu

Ketika tiba-tiba air mata mengalir

Apapun yang aku lakukan, hatiku ‘tak bisa melakukan apa-apa

Jelas hari ini, aku sangat mencintaimu”

(Cho Kyuhyun – Because I Miss You)

Hanwoo melepas kimono handuknya. Kakinya yang jenjang perlahan-lahan masuk ke dalam bath-up. Dia memutuskan untuk berendam tengah malam setelah menangis sedari tadi. Dia tidak ingin pulang. Mungkin akan menghubungi ibu mertuanya nanti dan berbohong mengatakan bahwa dia menginap di rumah ibunya. Hanwoo memutuskan untuk menginap di hotel mala mini entah kapan dia akan pulang. Dia tidak kuat melakukan perjalanan panjang Pyeongchang menuju Seoul. Kepalanya sangat sakit dan dia merasa lelah. Hanwoo membenamkan tubuhnya perlahan-lahan di dalam air. Dia membiarkan kepalanya juga ikut terbenam merasakan kehangatan air pada bath-up.

Sedangkan setelah mendapat ijinnya dari Komandan, Eunhyuk mulai mencari Hanwoo dengan aplikasi “Find Iphone”. Tiga bulan yang lalu Eunhyuk sempat menyambungkan account handphonenya dan account handphone Hanwoo pada aplikasi itu tanpa sepengetahuan Hanwoo. Dia merasa mungkin sedikit egois untuk mengetahui urusan isterinya pergi kemana saja. Hanya saja dia takut Hanwoo melakukan hal yang tidak-tidak selama dia tidak ada disampingnya. Dia takut Hanwoo pergi ke tempat yang tidak-tidak atau berada dalam bahaya selama dia pergi. Dan salah satunya sangat berguna untuk saat ini melacak dimana keberadaan Hanwoo.

 

 

 

 

Halooooo semuaaaa ^^ Happy Birthday Eunhyuk oppaaaa yang ke 31 tahun. Aslinya sih 30 tahun yaaaa huhuhuhu. Doanya biar cepet balik dari wamil and comeback cepet sama opparssssss… haduuuu aku ngerasa kayak jadi janda ditinggal wamil nih hehehe.

T_____T Mau curhat dikit aku seneng banget schedule military bandnya Eunhyuk sudah nampak hiks…. jadi dia ada kegiatan, ngeliat dia pake baju tentara T____T bikin baper setidaknya dia kayak yoo sijin yaaaa wkwkkww << korban descendant of the sun.

Okay terima kasih sudah membaca ya, ditunggu lanjutannya hehehe… bosen bikin mereka adem ayem ajaaaa jadi aku mainin nasib mereka wkwkkww… Menurut pendapat kalian bagaimana mengenai kisah Eunwoo couple di part 17 ini??? Mohon memberikan komentarnya di kotak komentarnya ^^ Terima kasih banyak loh yang sudah main ke blog ini mampir dan baca sekaligus makasi sebanyak-banyaknya yang sudah mau comment. Thanks untuk author Minji^^ sudah memberikan saran cerita ini dan juga admin Diandra yang sudah bekerja keras dalam perubahan blog ini… 🙂 Aku harap banyak yang comment yah aku buatnya dengan penuh perjuangan begadang sampai larut revisi ini kemungkinan next part akan ada NC 🙂 jadi ayo cepat di komen yaaah^^ thanks !

 

BONUS:

CfvQfZmUAAEfbdhCf7Z5DFUEAA6F9rCf7CPXcUUAESY7wCf7CPXgVIAEz0MECf1rmG7UEAAVoY_

Iklan

9 thoughts on “[17] Realove – Sad Birthday

  1. Huhuhu, hampir mewek bacanya eonni, kalo dikasih konflik dikit lg mesti aku dh nangis .. hahahaaha
    Miyane, tp secara keseluruhan bagus, iya kalo gda konflik kurang greget eon, terlebih hyukppa kan lg wamil, hehehehhe
    Semoga lanjutannya cepet keluar ya eonni ..

    Suka

  2. Akhu suka nich ada sdikit masalah kan ghag asyik kalo critanya ghag da bertengkarnya msak slalu sweet kan jdi hambar :D,,,, Akhu akan dengan sbar menunggu part slanjutnya eon Semangat eon buat nulis part slanjutnya hehehehe 😀

    Suka

  3. asik asik berantem hahahaha aku tuh nunggu nunggu kapan metrka berantem abisan sweet2 mulu aku iri jadinya hahahahahaha aku jg seneng bgt!!!! yampun ngeliat hyukajae lagi sampe mau nangis rasanya wkwkw kangen beratttt

    Suka

  4. mereka berantem lagi dan kali ini dikarnakan hyuk yg gkk mau di peluk hanwoo..hanwoo nginep di hotel apa hyuk bakal nemuin hanwoo

    Suka

  5. Liat sifat hanwoo kok aku berasa bercermin ya, hehe
    Aku juga suka banget cemburu karena merasa pacar berubah, padahal mah itu enggak sama sekali, kalu cinta cemburu jadi temannya hehe

    Suka

  6. aku kira ini udh end,, ternyata blm toh…

    klo gtu di tunggu cerita selanjutnya ya eon,, tetep semangat n jaga kesehatan…
    makasih udah di ijinin baca 😊

    Suka

  7. komandanya jadi orang kok agresif banget sih.,..naksir ya sama hyuk oppa tapi jadi cewe jangan gitu juga kali.
    kan kalo udah punya pasangan kayak hyuk oppa jadinya kan berabe bisa ngrusak hub orang 😤😭😭😭😭

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s