KyuMinji Story : Man’s Desire

3 - quEsCYD

Author : Minji • Cast : Cho Kyuhyun – Kang Minji -Cho Jino – Eunhyuk – Hanwoo- Kyungsoo – Gayoon  • Genre : Family – Romance • Length : Oneshoot

———————

Hanwoo mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada meja, sementara Minji masih terlihat serius dengan aktivitasnya. Gadis berkaca mata minus itu tengah menyalin teori dari buku tebal yang ada di hadapannya. Minji dan Hanwoo berada di ruang perpustakaan universitas, mengisi waktu dengan mengerjakan tugas padahal mereka sudah tidak memiliki kelas lagi untuk dihadiri. Sesungguhnya Minji ingin langsung pulang namun Hanwoo memintanya untuk menemani gadis itu.

“Kau terlihat gelisah sementara kau tidak mengerjakan apapun.”

Hanwoo tidak merespon komentar Minji. Sekalipun sahabatnya itu sibuk dengan catatannya, Hanwoo sangat yakin Minji sedikit terganggu dengan suara ketukan meja yang disebabkan oleh dirinya.

“Oppa!”

Hanwoo melambaikan tangan ketika dua orang pria berjalan ke arahnya, tepatnya mendekati mejanya dan juga Minji. Eunhyuk mengedipkan sebelah matanya pada Hanwoo sementara wajah Kyuhyun terlihat datar bahkan sedikit tegang. Pria tampan yang memakai sweater navy itu juga tersenyum pada Hanwoo dan melirik gadis di sebelah Hanwoo, kekasihnya. Minji pun hanya melirik sekilas dan tersenyum pada Eunhyuk namun tidak padanya. Dan karena Eunhyuk sudah mengambil tempat duduk di depan Hanwoo, Kyuhyun pun dengan hati-hati duduk di depan Minji.

Eunhyuk dan Hanwoo seketika terlibat percakapan seru di mana hanya keduanya saja yang mengerti. Minji tetap sibuk dengan catatannya, sementara Kyuhyun mulai mengeluarkan bukunya dan mengerjakan tugas.

Sungguh. Ia sama sekali tidak berniat untuk mengerjakan tugas. Namun setidaknya berada di sini lebih baik, karena ia bisa berdekatan dengan Minji, memandang gadis itu dengan puas dari jarak yang dekat sekalipun Kyuhyun tahu Minji berusaha keras untuk menganggapnya tidak ada.

Hingga dua puluh menit berlalu dan suara berisik tetap hanya terdengar dari pasangan Eunhyuk dan Hanwoo. Kyuhyun pun tiba-tiba kehilangan tujuan awal dan rencana yang sudah ia susun sedari tadi hingga Eunhyuk dan Hanwoo mengatur pertemuan mereka siang ini. Melihat sikap dingin Minji, Kyuhyun diliputi rasa khawatir akan membuat gadis itu tidak nyaman. Daripada Minji melarikan diri, Kyuhyun menahan diri untuk tidak merusak apapun.

“Hmm— Minji ya. Apa aku bisa meminjam stabilo? Ada bagian penting yang harus kutandai—” Tanpa menjawab Minji segera mengeluarkan stabilo berwarna pink dan meletakkannya di hadapan Kyuhyun tanpa sedikit pun melirik kekasihnya itu.

Demi Tuhan, Kyuhyun tidak suka warna pink dan ia harus menghiasi bukunya dengan warna itu.

Gagal memulai percakapan, Kyuhyun mendapat tatapan aneh dari pasangan di sebelah mereka. Kyuhyun selalu seperti ini, merasa bingung menghadapi Minji setiap kali mereka terlibat kesalahpahaman. Dalam hal ini, tepatnya Kyuhyun merasa sangat bersalah.
Minji menyelesaikan pekerjaannya seketika lalu menutup buku teori yang dipinjamnya. Gadis itu hanya tersenyum pada Eunhyuk kemudian berdiri setelah merapikan semua perlengkapannya.

“K—kau mau kemana?” Hanwoo bertanya.

“Aku harus segera pulang. Lagipula sudah ada Eunhyuk Oppa menemanimu jadi kau tidak akan kesepian.”

“Tapi—”

“Sudah ya. Oppa,aku pamit. Bye.” Minji tersenyum dan melambaikan tangan dengan terburu-buru pada Eunhyuk. Kyuhyun sama sekali tidak berkutik dan pria itu hanya bisa tercengang lalu menatap kosong buku miliknya.

“Yaaa— sebenarnya apa yang terjadi pada kalian? Mengapa dia bersikap seolah-olah tidak melihatmu? Separah apa pertengkaran kalian?” Eunhyuk yang mulai tidak sabar akhirnya berbicara.

“Minji tidak bercerita apapun padaku. Ada apa dengan kalian? Apa lagi yang Oppa lakukan hingga dia bersikap seperti itu?” Hanwoo juga menyerbu Kyuhyun dengan pertanyaan. Mereka semua tahu, Minji adalah gadis yang sangat sensitif. Setiap kali ia merasa tidak nyaman dengan perlakuan Kyuhyun, Minji akan lebih memilih diam daripada beradu mulut menyampaikan keluh kesahnya. Biasanya jika hal seperti ini sampai terjadi pada Minji, kesalahan fatal ada pada Kyuhyun.

“Aku akan menyusulnya.” Kyuhyun akhirnya bergegas dan ia terlihat tidak tahan. Sudah dua hari Minji mendiamkannya dan Kyuhyun kesulitan untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bahkan rencana yang disusun Hanwoo siang ini untuk menjebak Minji juga gagal total karena gadis itu sudah terlebih dahulu melarikan diri.

“Ada apa sebenarnya—”

“Entahlah. Aku tidak paham mengapa ia tergila-gila pada wanita serumit sahabatmu itu.”

“Oppa, kau jangan bicara begitu. Minji memang seperti itu. Maklumi saja dia, ini pertama kali ia berkencan. Lagipula menurutku ia sangat mencintai Kyuhyun Oppa. Mereka pasti akan segera berbaikan.”

Sementara itu, Kyuhyun melangkah cepat menyusul Minji yang kini tinggal beberapa meter di depannya. Tubuhnya yang tinggi segera menghadang langkah Minji begitu ia mendahului gadis itu. Minji terkejut dan menghentikan langkahnya. Keduanya bertatapan dan nafas Kyuhyun masih terengah dengan butiran keringat di dahi.

“Kuantar kau pulang.”

“Tidak usah. Aku akan naik bis. Bukannya kau sedang mengerjakan tugas ?” jawaban Minji masih terdengar dingin.

“Tidak ada tugas. Aku sengaja datang hanya untuk bertemu denganmu.”
Minji tak menggubris dan hanya menatap Kyuhyun. Pria itu masih terlihat sedikit mengatur nafas.

“Aku merindukanmu.”

Minji masih menatap Kyuhyun bahkan ketika ia mendengar ungkapan rasa rindu dari pria itu. Ia merasa sangat kesal karena dirinya adalah tipe gadis yang sangat susah mengungkapkan isi hati. Apa salahnya berbicara dengan Kyuhyun dan mengatakan jika kau juga sangat merindukannya dan ingin dipeluk olehnya. Dipeluk Kyuhyun adalah salah satu hal yang sangat disukai Minji.

“Oppa, aku buru-buru.” Minji bersiap mengambil langkah namun Kyuhyun menahan lengannya. Beberapa gadis yang lewat memperhatikan mereka dan sulit untuk menutupi jika mereka sedang bertengkar atau apalah itu.

“Ijinkan aku mengantarmu pulang. Setidaknya kita bisa bicara di dalam mobil.”

“Oppa ingin bicara apa?”

“Aku sudah membuatmu tidak nyaman. Kau pasti sangat tidak nyaman hingga kau menghindariku seperti ini.”

“Soal itu— tidak usah dipikirkan.”

“Jika kau tidak memikirkannya kau tidak mungkin bersikap seperti ini padaku. Aku tahu hal itu memalukan dan kau pasti sangat kesal padaku. Tidak, kau mungkin sangat marah hingga rasanya untuk menatap wajahku saja rasanya kau tidak—”

“Aku— aku hanya tidak terbiasa. Mungkin akulah yang harus meminta maaf karena terlalu konservatif dan kaku.” Minji menunduk, tidak berani menatap Kyuhyun. Pria itu masih menunggu sang kekasih untuk mengungkapkan lagi isi hatinya. Kyuhyun sungguh merasa bodoh karena telah menjatuhkan harga dirinya di depan gadis itu. membuat Minji berpikir hal yang tidak baik tentang dirinya.

Minji tak kunjung mengucapkan hal lain lagi. Kyuhyun memegang bahu gadis itu dan menarik wajah Minji perlahan untuk menatapnya. Kyuhyun tersenyum lega saat wajah polos itu akhirnya terfokus padanya.

“Ayo makan siang bersama. Kita tidak bisa terus seperti ini. Banyak yang ingin kukatakan padamu dan jika kita terus berdiri di sini orang-orang akan melihat kita aneh.”

Minji menurut saja saat tangan Kyuhyun meraih tangannya, menggenggamnya sepanjang perjalanan menuju ke mobil pria itu. Senyuman kecil perlahan muncul di bibir gadis itu sambil diam-diam melirik pria yang menatap lurus ke depan dengan senyuman yang begitu lebar.

Kyuhyun selalu berusaha mendapatkannya, meluluhkan hatinya. Dan pria itu belum pernah gagal.

———————-

Dua hari sebelumnya…

Minji menatap kepergian Kyuhyun yang begitu terburu-buru dari rumah gadis itu. Kyuhyun diminta segera pulang oleh ibunya padahal ia belum lama di rumah Minji. Saat menutup pintu gerbang rumahnya, Minji melihat ibunya keluar dari dalam rumah sambil membawa tas milik Kyuhyun yang tertinggal.

“Sayang, Kyuhyun sudah pergi?”

“Ya Tuhan. dia pelupa sekali. Hanya karena handphone dan dompetnya ada di luar ia melupakan ranselnya. ”

Minji mengambil ransel milik Kyuhyun lalu masuk ke dalam rumah. Ia akan mengirimi Kyuhyun pesan kemudian karena ia tidak ingin pria itu kembali lagi dengan terburu-buru.
Minji memeriksa isi tas Kyuhyun di dalam kamarnya yang isinya memang tidak begitu banyak. Ada alat tulis dan satu binder serta satu jilid buku kuliahnya. Tidak ada yang begitu penting hingga Kyuhyun melupakan tasnya. Barulah ketika membuka resleting kantong yang lebih kecil, Minji menemukan bungkusan yang ia keluarkan. Mata gadis itu melebar ketika mengetahui jika ternyata isi bungkusan itu adalah beberapa dvd film dewasa dengan cover yang membuat Minji sendiri merinding melihatnya.

Niatnya untuk menghubungi Kyuhyun pun memudar. Dan tak berapa lama setelah ia menutup ransel itu, Cho Kyuhyun meneleponnya. Panik.

**

Hanwoo cukup tercengang mendengar penuturan Minji baru saja. Gadis itu akhirnya mengungkapkan alasan mengapa ia dan Kyuhyun bersitegang beberapa hari belakangan. Jika hal itu terjadi padanya, Hanwoo mungkin tidak akan memberikan respon seperti Minji. Lagipula, hal itu sudah menjadi makanan sehari-harinya karena memacari seorang Lee Hyukjae.

“Aku yakin Kyuhyun Oppa mendapatkan dvd itu dari Eunhyuk. Pria memang seperti itu. Kau harus terbiasa dengan hal-hal seperti ini—”

“Aku tahu. Aku belajar dari pengalaman ini. Aku hanya terkejut karena menemukannya di dalam tas Kyuhyun Oppa. Seharusnya ia tidak usah meninggalkan ranselnya di rumahku jadi aku tidak perlu mengetahui hal-hal seperti ini.”

“Kau benar-benar kesal karena masalah dvd yadong itu?” Hanwoo memastikan sahabatnya. Bagaimanapun, Minji adalah gadis yang dibesarkan dengan nasehat moral kedua orangtuanya. Ia sangat polos dan berada di jalur yang diajarkan, bahkan untuk sekedar berfoya-foya pun gadis itu akan berpikir dua kali untuk melakukannya.

“Awalnya iya. Aku merasa malu. Namun sekarang aku tidak apa-apa. Aku justru merasa tidak enak karena Kyuhyun Oppa sampai meminta maaf untuk sesuatu yang tidak seharusnya.”

“Bagus. Kau sudah tahu itu. Mereka bukan anak kecil lagi. Hal seperti itu adalah kebutuhan bagi pria dewasa. Menonton film dewasa adalah semacam penyaluran bagi mereka karena tidak bisa mendapatkan hal itu dari kekasihnya—” Hanwoo memelankan dan menelan lanjutan ucapannya. Namun Kang Minji bukan gadis bodoh. Ia cukup paham arah pembicaraan Hanwoo yang meskipun belum tuntas itu. Lihatlah, kini Minji menunduk dan membolak-balik asal majalah yang dipegangnya.

“Hmm— Minji ya. maksudku—”

“Aku tahu. Aku mengerti hal itu. Aku terlalu kaku dan tidak bisa menjadi pacar yang baik untuknya.”

“Kau jangan bicara begitu. Ia pasti mengerti dirimu. Tapi— apa Kyuhyun Oppa— tidak pernah sekalipun meminta hal semacam itu— padamu?” Hanwoo menyengir kikuk. Minji menatap sahabat baiknya. Ada baiknya ia bercerita pada Hanwoo tentang apa yang ia rasakan. Bagaimanapun, Minji terlanjur mencintai Kyuhyun. Ia pun ingin bisa membuat pria itu tidak bosan bersamanya.

Minji menggeleng pelan, sebagai respon atas perkataan Hanwoo.

“Benarkah?”

Minji menggeleng lagi.

“Wah— dia benar-benar menjagamu. Pria jaman sekarang biasanya pasti sudah meminta tidur bersama apalagi setelah melewati dua minggu kencan.”

“Aku tidak tahu. Apa ini terdengar sangat aneh? Kau dan Eunhyuk Oppa pasti sudah terbiasa.” Minji menatap Hanwoo, merasa malu. Hanwoo kini justru jadi merasa malu juga, karena mungkin saat ini Minji memikirkan sesuatu tentang dirinya dan Eunhyuk.

“Hmm, jika aku boleh tahu— sejauh mana hubungan kalian, maksudku— kontak fisik diantara kau.. dan Kyuhyun Oppa..?” Minji tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan Hanwoo. Ia merasa dihakimi tapi mungkin ia harus berbagi pada Hanwoo.

“Kalian berciuman kan?” Minji mengangguk.

French.. kiss?” Hanwoo memberi tanda dengan kedua tangannya. Minji kembali mengangguk.

“Wah. Sudah seperti itu tapi kenapa ia tidak melanjutkannya.” Hanwoo menggumam sendiri.

“Bukan ia yang tidak melanjutkannya, tapi aku yang menghentikannya. Aku selalu menghentikannya jika ia mulai menciumku di tempat lain.” ujar Minji jujur, masih dengan wajah yang merona malu.

“Ohahahha, ya sudah. Dia memang menghormatimu. Tidak usah dipikirkan.” Hanwoo tertawa aneh. Minji tahu ia terlihat seperti gadis kuno yang membosankan. Lee Hanwoo hanya mencoba untuk tidak membuatnya merasa rendah diri.

Dalam hati, Minji memikirkan sesuatu. Mungkin ia perlu menciptakan sesuatu yang baru dalam hubungannya dengan Kyuhyun. Membayangkan Kyuhyun akan merasa bosan lalu meninggalkannya, Minji benar-benar tidak bisa membayangkan hal itu terjadi. Saat ini, cintanya untuk Cho Kyuhyun benar-benar besar. Rasanya ia bahkan tidak sabar untuk bisa bertemu dengan pria itu setiap harinya.

———————

Kyuhyun merasa ada yang berbeda dengan Minji hari ini. Gadis itu begitu manja padanya, tidak seperti Kang Minji yang biasanya. Apa mungkin karena kedua orangtuanya sedang memiliki urusan keluarga di luar kota Minji merasa lebih bebas dan nyaman dengan kekasihnya, entahlah. Yang jelas, gadis itu mengundang Kyuhyun ke rumah malam ini untuk menemaninya. Mereka berencana akan menonton film bersama dan Minji pun sudah meminta ijin kedua orangtuanya asalkan Kyuhyun tidak menginap. Bagaimanapun, ini adalah akhir pekan dan sebuah kesempatan langka bagi Minji ia melewati akhir pekan tanpa kedua orangtuanya di rumah.

“Oppa, kau mau lihat kamarku?” Minji menawarkan Kyuhyun yang sedang duduk di ruang keluarga memainkan game di hanpdhonenya. Pria itu menoleh dan sedikit heran.

“Apa boleh?”

“Tentu saja tidak. Namun selama ini kau hanya diperkenankan sampai di sini. Karena orangtuaku tidak ada, aku ingin mengajakmu ke wilayah pribadiku. Kita menonton di dalam saja.” Minji tersenyum. Kyuhyun semakin merasa heran. Mungkin sikap Minji dikarenakan ketidakhadiran kedua orangtuanya.

Kyuhyun tersenyum lalu mengikuti gadisnya memasuki sebuah kamar yang pintunya dicat putih susu. Pria itu mencium aroma floral yang lembut ketika masuk ke dalamnya. Kamar gadis itu bernuansa biru muda. Minji mengaku ia baru saja mengubah warna cat di kamarnya. Tempat tidurnya pun bernuansa senada.

Kyuhyun duduk di atas tempat tidur yang lumayan besar itu sementara Minji akan keluar masuk kamarnya untuk memindahkan beberapa camilan dan minuman. Kyuhyun memandang ke sisi kiri ruangan dan melihat sebuah rak kayu dengan koleksi buku-buku bacaan Minji yang tertata rapi di sana. Minji adalah gadis yang memang sangat suka membaca. Kyuhyun pun tertarik untuk mendekat dan ia melihat deretan foto-foto gadisnya di bagian tengah rak itu.

Foto-foto kelulusan Minji, foto bersama teman-teman sekolahnya dan juga orangtuanya. Gadisnya terlihat begitu polos dan Kyuhyun tidak percaya ia jatuh cinta pada gadis sederhana ini. Sudut bibir Kyuhyun tertarik begitu saja, tersenyum ketika menemukan foto dirinya bersama Hanwoo dan Euhyuk. Foto mereka berempat, foto yang diambil di Busan ketika Kyuhyun dengan gigihnya ingin datang menyaksikan lomba debat Minji kala itu. Minji belum menjadi kekasihnya saat itu.

Kyuhyun lebih tertarik melihat deretan foto sampai akhirnya ia merasa aneh karena tidak menemukan foto mereka berdua. Kyuhyun tahu mereka memang jarang mengambil foto berdua tapi seharusnya setiap gadis memiliki foto bersama kekasihnya paling tidak satu untuk dipajang di dalam kamar.

“Oppa cari apa?”

Kyuhyun merasa terkejut karena tidak menyadari kemunculan Minji di belakangnya. Ia terlihat kikuk.

“Tidak. Aku hanya melihat-lihat koleksi fotomu.”

“Fotonya ada di sana. Aku sengaja meletakkannya di sana agar aku bisa lebih sering melihat wajahmu ketika aku sedang bercermin.”

Minji tersenyum dan menunjuk meja riasnya yang terletak agak di pojok ruangan. Kyuhyun hanya tertawa karena Minji membaca pikirannya.

Benar, di meja riasnya Kyuhyun melihat foto mereka berdua yang diambil di dalam mobilnya. Minji memeluk bahunya dan menyandarkan wajahnya di sana. Minji memang pernah berkata jika ia sangat suka foto itu, dan Kyuhyun merasa sangat senang karena gadis itu membingkainya. Tak hanya foto mereka berdua, Kyuhyun juga melihat pas foto miliknya menempel dengan cermin. Itu adalah pas fotonya ketika kelulusan SMA, dan ia sama sekali tidak tahu jika Minji memilikinya. Entah kapan gadis itu mencuri foto itu darinya.

“Kau melihatnya juga.” Minji tertawa dan memeluk pinggang Kyuhyun. Bukan Minji yang biasanya. Kyuhyun bisa merasakan itu.

“Aku tidak suka wajahku di sini.”

“Tapi aku suka. Rambutmu panjang dan terlihat nakal.” Gumam Minji.

“Hmm, jadi kau suka pria nakal?”

“Tidak juga. Karena kau terlihat berbeda di foto ini, maafkan aku karena tidak bisa menahan diri untuk mencurinya.”

“Dimana kau mendapatkannya?”

“Di mobilmu. Saat mengambil tisu. Aku yakin ini tidak penting bagimu karena ia tertahan di bawah. Jadi kurasa tidak akan menjadi dosa jika aku mengambilnya. Pada akhirnya kau juga tidak menyadarinya.” Minji menyengir polos. Kyuhyun membalas pelukan gadisnya dan menjawil hidung gadis itu.

“Ayo tonton filmnya. Sebelum malam semakin larut.” Ujar Kyuhyun.

Minji dan Kyuhyun menonton film kartun buatan Disney yang tidak sempat mereka tonton di bioskop. Kyuhyun yang bersandar pada headboard ranjang dan Minji yang dengan santai menempatkan kepalanya di paha Kyuhyun. Keduanya terlarut menonton film kartun petualangan tentang binatang itu. Hingga setengah film berjalan, tak ada yang mengobrol satu sama lain, tidak hingga Minji mengubah posisinya sejajar dengan Kyuhyun lalu menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. Tak hanya itu, Minji juga memeluk tubuh Kyuhyun dengan nyaman. Sekali lagi, pria itu merasa ada yang berbeda dengan gadisnya.

“Ada apa denganmu hari ini? Kau terlihat manja tidak seperti biasanya.”

“Oppa tidak suka?”

“Bukan begitu, hanya saja kau tidak pernah bersikap seperti ini padaku sebelumnya. Apa karena Paman dan Bibi tidak ada di rumah?”

Minji tidak menanggapi, tapi gadis itu tersenyum dengan mata masih tertuju pada layar televisi. Begitu pula dengan Kyuhyun. Posisi gadis itu masih memeluknya seperti semula.

“Bukankah pria menyukai hal seperti ini? Skinship. Keintiman dengan pasangan.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya, penasaran dengan sosok gadis yang tengah memeluknya. Kyuhyun menoleh, begitupun Minji. Keduanya bertatapan sangat dekat, dan Minji tersenyum. Mereka mengabaikan film yang sedang terputar untuk beberapa saat, untuk saling menatap dan merasakan helaan nafas masing-masing.

Minji tiba-tiba mendekatkan wajahnya, hingga puncak hidungnya menyentuh pipi Kyuhyun. Gadis itu menempelkan bibirnya dengan bibir Kyuhyun, memejamkan mata untuk merasakan kenyamanan akibat sentuhan itu. Tangan kirinya kini menangkup rahang Kyuhyun dan Minji melanjutkannya menjadi sebuah ciuman.

Kyuhyun menatap intens sepasang bola mata yang terlindung di balik kacamata minus gadisnya ketika ciuman itu terlepas. Tatapan Minji seolah mengisyaratkan Kyuhyun untuk meneruskan ciuman itu. Kyuhyun mengikuti naluri laki-lakinya, kini ia memburu bibir gadis itu dan membuat Minji tenggelam dalam ciuman mereka.

Minji meremas kerah kemeja Kyuhyun ketika bibir pria itu mulai menuruni rahangnya dan kini berhenti tepat di lekukan lehernya. Nafas Minji mulai sedikit memburu tapi ia yakin dengan apapun yang akan ia hadapi setelah ini. Kyuhyun benar-benar meloloskan nalurinya, dan Minji semakin gugup ketika tangan Kyuhyun akhirnya menelusup masuk ke dalam kaos longgar yang dipakai gadis itu, menyentuh permukaan kulitnya, merabai punggungnya.

“Ngghh—” Kyuhyun menghentikan gerakannya ketika mendengar suara Minji di telinganya. Ia menatap Minji seakan bertanya apakah gadis itu baik-baik saja, dan tidak seperti biasanya, Minji mengangguk pasrah padanya.

Untuk waktu yang cukup lama, Kyuhyun hanya menatap wajah Minji tanpa melakukan apapun lagi. Hal itu membuat Minji heran dan mereka kembali hanya saling menatap.

“Oppa, kenapa?”

“Tidak. Sepertinya filmnya sudah tidak menarik lagi untuk kita tonton.” Kyuhyun tersenyum. Merapikan anak rambut Minji yang terjatuh karena ulah mereka.

“Bagimu, pasti lebih menarik menonton film dewasa sekarang.”

“Jangan membahas itu lagi.”

“Lalu mengapa kau berhenti dengan ini? Bukankah pria menyukai hal ini?”

Kyuhyun tertawa kecil. Ia tidak paham dengan apa yang dipikirkan Minji saat ini, yang jelas Kyuhyun lebih tertarik untuk memeluk dan melindungi Minji daripada menelanjangi gadis polos itu— untuk saat ini.

“Ayo tidur.” Kyuhyun menarik tubuh gadis itu dan memeluknya, mengajaknya untuk berbaring bersama. Minji menurut saja, dan ia merasa sangat bahagia.

“Kau akan menginap?”

“Tidak. Kita sudah membuat kesepakatan dengan orangtuamu. Namun aku akan pulang setelah kau tertidur.”

“Kalau begitu tetap peluk aku hingga aku terlelap.”

Kyuhyun tersenyum. Mereka kembali berciuman untuk beberapa saat. Setelahnya, mereka hanya berpelukan hingga Minji benar-benar tertidur.

Kyuhyun menyelimuti tubuh Minji dan melepas kacamata yang masih melekat di wajah gadisnya. Minji bernafas teratur, dan Kyuhyun menghabiskan lebih dari sepuluh menit untuk menatap wajah kekasihnya yang sudah tertidur sebelum ia meninggalkan rumah itu.
Jujur, ia ingin menginap. Ia sangat ingin tidur dengan memeluk Minji di sisinya, seperti yang baru saja ia lakukan. Namun janji tetaplah janji. Ia menghormati peraturan di rumah Minji dan Kyuhyun tidak ingin menjadi pria brengsek yang memanfaatkan kesempatan seperti ini. Orangtua gadis itu mempercayainya, dan Kyuhyun ingin menjaga kepercayaan itu untuk seterusnya.

—————————

After Marriage Story

Bibi Jung menyambut Tuan Besarnya yang baru saja kembali dari dinas luar negerinya di Hongkong. Dibelakang wanita tua itu, seorang gadis kecil berusia 5 tahun yang tengah memeluk boneka kelinci tersenyum sumringah mendapati sosok sang ayah yang akhirnya kembali ke rumah setelah tiga hari tak dilihatnya.

“Appa pulang!”

Bagaimana Kyuhyun tidak tersenyum lebar. Pria yang masih kerepotan menurunkan koper dibantu supir keluarga mereka terpaksa harus menyerahkan sepenuhnya hal itu pada abdi keluarganya itu. Memeluk Cho Gayoon dan menggendong putri kecilnya adalah hal yang paling penting saat ini.

“Putri Appa tidak tidur siang?” Kyuhyun mencubit pipi tembam Gayoon dan semburat merah muncul di balik wajah polos dan cantik gadis kecil itu. Gayoon yang ada di gendongan Kyuhyun memeluk leher sang ayah.

“Aku menjemputnya dari cafe. Ia merindukan ibunya sejak pagi tadi. Namun Nyonya sangat sibuk jadi kuputuskan untuk membawanya pulang.” Jelas Bibi Jung.

“Aku tahu. Aku juga baru saja mampir untuk makan siang dan bertemu dengannya. Ia bahkan mengabaikanku karena cafe sedang ramai.” Kyuhyun tersenyum. Ini adalah hari libur. Biasanya Minji akan tinggal di rumah dengan anak-anak. Namun situasi di cafe mereka pasti membutuhkan dirinya apalagi Minji memang wanita yang suka bekerja keras.

“Di mana anak-anak? Mengapa hanya Gayoon yang menyambutku?”

“Kyungsoo sedang tidur siang dan Jino pergi sejak pagi. Mungkin Nyonya sudah bercerita—”

“Aku tahu. Aku akan menelepon Jino nanti.” Kyuhyun tersenyum lalu menggendong Gayoon ke kamarnya. Ia ingin beristirahat ditemani putri kecilnya setelah perjalanan jauh.

**

“Boleh Appa masuk?”

Jino yang tengah memainkan notebooknya di atas tempat tidur segera menoleh saat melihat sosok Kyuhyun yang muncul di balik pintu kamarnya, tersenyum lebar dengan kaos rumahan dan celana kain favoritnya.

“Sudah puas beristirahat? Aku dapat apa dari Hongkong?” Jino tersenyum lebar. Anak laki-laki itu meminggirkan notebooknya dan memberikan ruang bagi sang ayah yang kini duduk di atas tempat tidurnya, di hadapannya.

“Bagaimana dengan ujian semestermu?”

“Kau tidak akan kecewa.” Kyuhyun tersenyum lebar menatap putra sulungnya. Melihat Jino seakan membuat Kyuhyun merindukan masa mudanya. Meskipun dulu ia lebih nakal dari Jino, Kyuhyun tahu pasti Jino mirip dengannya. Tak terasa anak pertamanya dengan Minji kini telah duduk di tingkat pertama Senior High School.

“Tak ada yang ingin kau ceritakan padaku?”

Jino terdiam. Kyuhyun pasti sedang mengarahkan pembicaraan mereka ke arah sana. Tentu saja, ibunya pasti sudah menceritakan semuanya pada sang ayah. Dan hal itu membuat Jino semakin merasa bersalah tak hanya pada ibunya, tapi juga sang ayah yang kini berhadapan dengannya.

“Appa— aku minta maaf.”

“Untuk apa?” Jino tersenyum canggung.

“Omma pasti sudah mengadukan kenakalanku padamu.”

Kyuhyun menatap Jino. Ia tahu Jino adalah anak baik-baik dan penurut. Anak itu menundukkan kepalanya, seakan malu menatap wajah sang ayah.

“Jino-ya, Omma tidak mengadukanmu. Ia hanya khawatir. Ia terlalu mengkhawatirkanmu karena ia sangat menyayangimu.” Jino hanya diam, dan Kyuhyun memang ingin meredakan sedikit ketegangan di dalam keluarga kecilnya.

“Aku tidak akan menghakimimu, menghukummu, dan menetapkan larangan untukmu karena aku percaya pada putraku. Hanya saja— bolehkan aku tahu darimana kau mendapatkan DVD film dewasa itu?”

“Itu— dari seorang teman. Aku hanya merasa penasaran dan aku meminjamnya.”

“Dan kau menontonnya?”

“Y—ya.”

Kyuhyun mengangguk-angguk paham. Ia merapat pada Jino dan merangkul bahu anak itu, menepuk-nepuknya pelan.

“Itu artinya kau memang seorang laki-laki.” Gurau Kyuhyun dengan suara pelan. Jino menatap ayahnya curiga, dan perlahan senyuman merekah dari bibir anak itu. Entah mengapa, baginya Kyuhyun adalah sosok ayah yang sangat baik untuk diajak bertukar pikiran. Jino sangat mengagumi ayahnya dalam hal ini.

“Appa tidak marah?”

“Untuk apa? Kau pasti sudah mendapatkan banyak pelajaran dengan omelan dari Ommamu. Aku sangat yakin, semua perkataan yang keluar dari bibirnya akan terngiang-ngiang terus dalam pikiranmu hingga rasanya kau baru saja melakukan sebuah dosa besar.”

“Kau benar. Aku merasa sangat bersalah padanya. Omma terlihat begitu kecewa. Aku sangat menyesal karena pernah melihatnya begitu kecewa karena aku.” Jino merasa sedih. Kyuhyun bisa merasakan itu dari nada bicaranya.

“Kau tahu rasanya. Ibumu itu adalah orang yang sangat pintar membuat orang lain merasa bersalah. Belasan tahun hidup dengannya, kau tahu bagaimana susahnya aku menjaga perasaannya—“ Kyuhyun bercerita dengan nada sedikit dibuat-buat, dan Jino tertawa.

“Dulu saat masih pacaran dengannya, aku pernah mengalami hal sepertimu. Aku meninggalkan tas kuliahku di rumahnya dan ia menemukan dvd dewasa itu di dalam tasku. Kau tahu? Setelah mengembalikannya padaku, ia benar-benar menghindariku, tidak mengajakku bicara hingga akhirnya aku meluruskan perang dingin itu.”

“Benarkah? Jadi Appa juga menonton film dewasa?”

“Hahhaha. Kurasa hampir semua pria melakukannya. Itu bukan kejahatan. Itu kebutuhan. Namun setelah ibumu menunjukkan ketidaksukaannya, aku tidak pernah lagi menontonnya. Aku hanya.. hmm. Merasa sedikit malu dan tidak pantas.”

Jino mengangguk-angguk paham. Ia juga merasakan hal yang sama.

“Ibumu adalah wanita yang sangat baik. Ia dibesarkan dengan aturan dan etika kuat dari kakekmu. Karena itulah ia sangat sensitif dengan hal yang menyimpang. Ibumu, banyak sekali memberikan pembelajaran hidup padaku. Sejak mengenalnya, aku bisa menjadi orang yang lebih baik dan positif dari sebelumnya.”

Jino meresapi kata-kata Kyuhyun. Ia semakin menyesal karena perbuatannya.

“Asal kau tahu. Ibumu sangat bangga padamu. Ia selalu bercerita tentang putra pertamanya yang cerdas dan baik hati pada semua teman-teman yang ia jumpai di luar sana. Ia tentu kecewa dengan sikapmu yang membohonginya dan menyembunyikan benda itu di dalam tas sekolahmu.”

“Aku menyesal, Appa.”

“Baguslah jika kau menyadari kesalahanmu. Itu memang bukan kejahatan, tapi untuk seorang siswa kelas 1 SMA, hal itu sangat tidak pantas dan tidak dibenarkan.” Kyuhyun menekankan kalimat terakhirnya.

“Aku sudah mengembalikannya. Aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi.”

“Kuharap kau akan menemui ibumu dan membuatnya tersenyum sesegera mungkin.”

“Sedang kupikirkan.” Jino tertawa. Kyuhyun menepuk-nepuk punggung Jino.

“Ngomong-ngomong, apa kau punya pacar?” Kyuhyun tiba-tiba mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat Jino menatap ayahnya lekat.

“Mengapa Appa bertanya begitu?”

“Aku hanya ingin tahu. Kau sudah remaja. Aku yakin ada gadis di luar sana yang menarik perhatianmu.”

“Aku tidak punya pacar. Namun soal gadis yang menarik perhatian— hmm.. kuakui memang ada.”

“Oh, bolehkah aku tahu siapa dia?”

“Aku tidak akan memberitahumu. Hahahha—” dan Jino seketika melarikan dirinya ke dalam kamar mandi, meninggalkan sang ayah yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum. Ia harus mulai menerima jika Jino sudah besar, dan mungkin Kyuhyun harus memberitahu Minji jika Jino memang bukan seorang anak kecil lagi.

———————

Siang itu suasana café milik Minji benar-benar ramai. Setiap jam makan siang, pengunjung akan berdatangan tak hanya dari para karyawan yang bekerja di sekitar sana namun juga dari para pelajar sekolah menengah yang pulang dari sekolah. Minji mulai berpikir untuk menambah pegawai karena ia rasa ia sudah mulai kewalahan dengan pekerja yang dimilikinya sekarang.

“Nyonya, ada kiriman bungan untuk anda.” Jonghyun, salah satu pegawainya menghampiri Minji yang sedang menghitung nota di meja kasir. Wanita itu merasa heran dengan buket bunga yang diterimanya. Sekumpulan bunga mawar berwarna merah, dan Minji rasa tidak ada hari spesial apapun hingga ia harus menerima kiriman bunga seperti ini. Belum lagi buket tanpa nama itu hanya bertuliskan pesan “I Love You.”

Minji menelepon Kyuhyun. Terkadang suaminya itu suka melakukan hal-hal tidak penting tanpa alasan. Pria itu tidak menjawab teleponnya, dan Minji meletakkan begitu saja bunga misterius itu di mejanya. Namun ia tetap mengirimi Kyuhyun pesan.

Satu jam kemudian ketika Minji akan ke belakang untuk makan siang, ia melihat sosok anak laki-laki dan perempuan berseragam sekolah sedang mencuci piring-piring kotor di dapur. Anak laki-laki yang ia kenali betul adalah Jino, dan gadis di sebelahnya adalah Sarang, sahabat putranya sejak kecil yang masih bersamanya hingga kini.

“Jino-ya. Kapan kau datang? Mengapa tidak menyapa Omma?” Jino menoleh dan tersenyum lebar saat melihat sosok Minji muncul di dekatnya. Anak laki-laki itu segera mencuci tangan dan mendekati Minji.

“Omma terlalu sibuk, hingga tidak menyadari kemunculanku. Aku dan Sarang bahkan menjadi waiter dadakan karena sepertinya mereka sangat kelabakan. Apa Omma sudah makan siang? Ayo kita makan siang bersama.” Jino tersenyum. Minji menatap putranya lalu ikut tersenyum. Dua hari ini Jino menghindarinya karena masalah itu, dan Minji sangat merindukan putranya.

“Omma belum makan siang. Ayo kita makan, dan ajaklah Sarang makan bersama.”

Minji meminta koki terbaiknya untuk membuat makan siang yang enak untuk mereka bertiga karena Jino dan Sarang sudah membantu pekerjaan di café siang itu. banyak hal yang diceritakan Jino pada Minji sambil makan siang karena sudah dua hari ini ia tidak bercerita apapun pada sosok ibunya.

Seusai makan siang, Sarang pun pamit pulang sementara Jino tetap di café menemani ibunya. Ketika pengunjung sudah lebih sepi dan Minji terlihat tidak begitu sibuk, Jino mendekati Minji.

“Omma, kau suka bunga yang kukirimkan?”

Minji memicingkan mata karena akhirnya mengetahui siapa pengirim bunga misterius itu.

“Kau tahu, Omma hampir bertengkar dengan Appamu karena bertanya padanya soal pengirim bunga. Ia mengirimiku pesan dan mencurigaiku karena memiliki penggemar rahasia.” Jino hanya tertawa mendengar ucapan Minji.

“Omma, aku minta maaf. Bunga ini sebagai permintaan maafku. Maaf karena membuat Omma marah dan kecewa. Aku janji tidak akan mengulangi hal itu lagi.”

Minji memberi isyarat agar Jino duduk di sebelahnya. Anak itu terlalu tinggi di depannya.

“Tidak ada seorang Ibu yang menyimpan rasa benci pada anaknya. Tanpa kau meminta maafpun, Omma sudah memaafkanmu. Yang terpenting kau belajar dari setiap kesalahan yang kau buat.” Dan Jino memeluk Minji. Setelah itu, ia kembali berdiri lalu memijit bahu wanita itu.

“Bonus untuk Omma, aku akan memijitmu karena kau pasti sangat lelah hari ini.”

“Terima kasih, Sayang. Kau sangat baik hari ini.”

————————–

Kyuhyun memejamkan matanya, membiarkan Minji membersihkan dan mencukur habis bulu-bulu halus yang mulai bermunculan di sekitar mulut dan dagunya. Meskipun sudah malam dan sama-sama kelelahan karena rutinitas di siang harinya, pasangan ini selalu memiliki waktu untuk kebersamaan mereka.

“Oppa, sudah selesai. Wajahmu sudah bersih.” Minji yang duduk di wastafel kamar mandi mereka menepuk halus pipi Kyuhyun, merasa puas dengan hasil pekerjaannya. Kyuhyun membuka matanya lalu bercermin pada kaca di belakang tubuh istrinya.

“Kau memang yang terbaik dalam hal ini. Terima Kasih, Sayang.” Kyuhyun mengecup pipi istrinya.

“Tidak ada hal yang tidak kulakukan dengan baik. Apalagi itu menyangkut dirimu.” Minji tersenyum dan mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun. Pria itu menatap istrinya dengan bangga. Minji adalah malaikat di rumah ini.

“Oppa, apa yang kau katakan pada Jino?”

“Aku tidak mengatakan apapun. Hanya menasihatinya sebagai seorang ayah dan seorang pria.”

“Kurasa ia sangat mirip denganmu.”

“Tentu saja. Ia anakku.” Kyuhyun tertawa.

“Ia bahkan melakukan hal yang sama sepertimu untuk membujukku. Apa kau yang memintanya untuk mengirimiku bunga,huh?”

“Jadi dia pelakunya? Hahhahaha. Putraku memang keratif.”

“Ia membantuku di café hari ini. Aku terkejut dengan kedatangannya.”

“Jino adalah pria sejati. Pria sejati akan bertanggung jawab atas segala kesalahan yang ia lakukan, apalagi itu menyangkut seorang wanita. Bukankah dalam hal ini ia sangat mirip denganku?”

Minji tertawa dan menarik leher kaos putih polos yang dipakai suaminya. Wanita itu memeluk Kyuhyun.

“Ia berkata padaku jika ada seorang gadis yang menarik perhatiannya. Namun sayang sekali ia tidak mau memberitahuku siapa gadis incarannya itu.”
Minji tersenyum di balik punggung Kyuhyun.

“Kurasa aku tahu siapa gadis itu.”

“Oh ya? Siapa?”

“Aku juga tidak akan memberitahumu.” Minji tertawa. Kyuhyun melepaskan pelukan istrinya dan menurunkan wanita itu dari tempat duduknya yang nyaman.

“Dan kurasa Jino menuruni sifatmu dalam hal merahasiakan sesuatu.” Kyuhyun menangkup wajah istrinya, mencium bibir Minji.

“Ayo kita mandi.”

“Oppa, aku sudah mandi. Kau saja yang belum mandi.”

“Tidak bisa. Kau harus menemaniku mandi. Dan aku jamin kau tidak akan menyesal memutuska untuk mandi dua kali.” Kyuhyun kemudian menggendong tubuh istrinya, menatap Minji dengan seringaian khasnya.

“Turunkan aku.”

“Tidak akan. Ayolah, sudah lama kita tidak mandi bersama.” dan Kyuhyun membopong istrinya, membawa wanita itu untuk ‘mandi’ bersamanya.

 

END.

Hai~

Long time no see. Kangen Kyuhyun. Kangen kalian juga.

Masih suka baca FF Kyuhyun kan?

Jangan khawatir, biarpun ga bisa ngepost cepet-cepet aku masih tetep nulis hihihi

ThanKYU for reading. See you in next story ^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

81 thoughts on “KyuMinji Story : Man’s Desire

  1. Akhirnya yg seabad menghilang muncul jga :D,,,,,,,,, wah kyuhyun kok menyimpan film dewasa dan prahnya minji yg menemukannya dan minji yg menghindar mgkin tkut kyuhyun ngelakuin yg kyak di filmnya *ngomong apa sich* dan sifat itu menurun ke jino dan sama yg menemukannya,,,,,ttep romantis dech buat pasangan yg satu ini :D,,,,,akhu tggu eon slanjutnya jangan lama2 eon ya

    Suka

  2. ga nyangka haahaa bisa sama persis ya apa yg d lakuin jino sama apa yg d lakukan kyuhyun waktu muda haahaa yg bikin wow yg dapetin sama” minji haahaaha like dady like son

    Suka

  3. ihhhh so sweet banget kyuhyun….beneran kangen sama tulisan tulisan mu ihh lama banget rasanya….

    anak sama ayah punya masalah yang sama xixixixiiii…tapi penasaran gayoon kaya minji dahulu kah…

    Suka

  4. Eyyy anak dan ayah sama jgn” jino nantinya mesum jg kaya ayahnya 🙂
    happy banget lihat kelg kecil kyuji sangat harmonis

    Dtggu lanjutan ff MFL nya author udh kangen sama moment kyuji 🙂

    Suka

  5. Bukannya masih suka, aku malah nunggu banget FF KyuMinji. ^^

    Anak sama Ayah sama aja. Ternyata kelakuan Jino mirip banget sama kelakuan Kyuhyun.
    Beruntunya Minji punya Suami dan anak yg sama-sama bertanggungjawab dan menyayanginya.

    Ditunggu story KyuMinji yang lainnya,…^^

    Suka

  6. waahh eonni udah lama ngga update kyuji, jadi kangen kan wkwkwk, si keluarga harmonis akhirnya dateng juga, anak sama bapak ngga jauh beda ya kelakuannya, sarang ya cewek yg di sukai jino, semoga iya hahaha, buat next partnya banyakin moment kyuji eonni hahaha #berharap..

    Suka

  7. haloo aku reader baru di blog ini. suka banget sama alur ceritanya sama bahasanya. seneng liatkyuhyun yg tetp jagain dan ngormatin minji walaupun ada lewat lewat dikit hehe

    Suka

  8. Eonnie aku koq terharu ya sama jalan hidup kyuminji..
    Sampai gak terasa udah netesin air mata..
    Gimana ya susah ngungkapin pake kata2..
    Yg pasti ini dapet banget feelnya..
    Jarang banget kyuhyun punya karakter bijak kayak gini..
    Biasanya kan dy identik sama arogan dingin dan egois..
    Tapi sama minji ini koq dy manis banget..
    Caranya memperlakukan minji sama anak2nya bener2 bikin meleleh..
    Huhuhuhu

    Suka

  9. Duhh ffnya ngenaaa. Maniis manis gtu kaya gula.

    Sukaa banget sama keluarga ini, jino nurunin sifat kyuhyun wkw like father like son. Suka banget sama cara kyuhyun menyikapi jino, dia jadi ayahh yang baiik 😃

    Semoga keluarga ini tetep jadi kluarg yang harmonis. Suka sama karakter kyuhyun disini. Yang jlas dia cinta mati sama mini hiww 😆

    Suka

  10. Duhh ffnya ngenaaa. Maniis manis gtu kaya gula.

    Sukaa banget sama keluarga ini, jino nurunin sifat kyuhyun wkw like father like son. Suka banget sama cara kyuhyun menyikapi jino, dia jadi ayahh yang baiik 😃

    Semoga keluarga ini tetep jadi keluarga yang harmonis. Suka sama karakter kyuhyun disini. Yang jlas dia cinta mati sama minji hiww 😆

    Suka

  11. Walaupun udah jarang fangirling tp masih suka kok baca ff. Suka deh kayak gini yu jd ada flashback masa mereka pacaran atau awal2 pernikahan sama ada bagian dengan 3 anak mereka.jd ga mainstream…. lucu bayangin kang minji manja2 pas jaman pacaran. Jino so sweet banget sih nak bikin sayang aja 😚

    Suka

  12. akhirnya update juga !!…..
    aaaa aku kangen banet sama KyuMinji, dan aku gak masalah kalo author gak sering update asal cerita mereka tetep ditulis, karena selama apapun author update akan aku tungguin, apalagi ff yang author bikin selalu memuaskan, keren.

    aigooo ternyata minji dulu polos nya kebangetan ya, haha emang dah kalo bergaul sama Eunhyuk pasti menjurusnya ke situ, tapi it’s ok lah

    semangat ya buat bikin ff lainnya ✊

    Suka

  13. Kangennnn kyuminji storyyyyyy bangettt
    Wkwk ga kerasa ya jino udah gede
    Perasaan baru kemaren si kyuhyun ngehamilin minji hihi
    Minji juga udah jadi emak emak Yg takut anaknya jadi bandel..
    Masih sukaaa bgt baca ff kyuhyun kok kaaa 😍

    Suka

  14. Kyuhyunnya mesum ㅋㅋㅋㅋㅋ tapi aku suka ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Kemesumannya nurun ke anaknya. Like father like son :3
    Btw aku pake email ibuku jadi kalo nanti minta pw gmnya ?
    Cusss mau ke ff kyuminji yg lain hehhe

    Suka

  15. kyu bener” pria sejati ya di saat minji lagi mengginginkan lebih dari ciuman tapi kyu menghentikannya malah nyuruh minji buat tidur…..dan jino sweet bgt minta maaf ke eommanya dengan cara menggirimi bunga ke minji udah kaya ke pacar aja

    Suka

  16. akhirnya skian lama ada jg kyuminji story…hahaa emang sbnernya sih bwt cow klo yg dah puber ya wajar klo ingin tw yg kaya gtu,tp aq snengnya kyu itu nasehatin anaknya ngena bgd krna dia dah pngalaman a.k.a dah pnah ketahuan ma minji..so sweet bgd deh ni keluarga,dtunggu kisah2 slanjutnya yah hehehhee

    Suka

  17. buah jatuh emg gak jauh dari pohonnya ya..
    itu baru jino, kyungsoo jgn yaa biar hyungmu aja yg kya begitu kkk
    kyuhyun jadi appa yg bijak disini. #gooddaddy fighting nulis nya ya authornim 😊

    Suka

  18. Kkyaaaa so sweet
    Itu otak polos minji mulai terpengaruh sama hanwoo haha, sampai manja manja gitu sama kyuhyun, tapi untung kyuhyun pria sejati yang sangat menjaga minji

    Itu tragedi DVD film dewasa terulang lagi sama anak kyuminji, bedanya kalau dulu minji yang diamin kyuhyun karena marah, nah kalau jino malah dh dia yang menghindari ibunya karena malu dan merasa bersalah

    Suka

  19. Hallo aku sudah sering baca ff di blog ini tapi g pernah komen, karna aku pengen baca terus jd belajar untuk komen ni, aku seneng banget baca cerita khyuminji ini romantis abis,semoga kedepannya masih bisa baca terus…..

    Suka

  20. Kangennn udah lama gak main kesini, skalinya kesini eh disuguhi cerita terbaru dr kyuminji kan jd seneng deh kangennya bkurang, tetap semangat ya nulisnya dtunggu terus ff berikutnya

    Suka

  21. Kyuhyun-Minji = Bokap – Nyokap goals xD Waaa Jino sudah besar kkkk~ jadi ngebayangin someday kalo Kyuhyun punya anak beneran, anaknya udah gede, pasti gak kalah keren dari Kyuhyun

    Suka

  22. ajaib ya kelakuan kyuhyun bisa nurun gitu ke jino, yg mergokin juga minji lagi..
    lain kali banyakin interaksi kyu-minji sama anak2nya ya authornim, gatau knp suka bgt kalo kyu jadi good daddy yg perhatian ke anaknya ehehe

    Suka

  23. Akhirrnya baca ff mereka bersua lagii .. Udh lama rasanya tidak berkunjung ke blog ini .. Luar biasaaa kangeennya aku sm kyuminjiii huaaaa ..

    Dan ff ini lucuuu menginspirasi deeh .. Punya dua orang tua kayak kyuminji seru bgt daah yaaa ..

    Makiin sweet bgt merekaaa .. Semakin suka sm karakternya .. Good joooob eonnieeee

    Suka

  24. Kyaaa akhirnyaaa baca lgiii kyuminjiii .. Udh lma bgt emng radanya aku gk mmpir ke blog ini … Dan senemg bgt lnhsung baca ff ini huaaa mereka berdia makin makiin daah yaa .. Jd mkin suka deh sm karakter2 di ff inii .. Kereeen …

    Suka

  25. masih suka baca ff Kyu ?
    kyaaaa masiih dong
    itu gak bisa terlewatkan

    omo omo omoooo
    yg diatas cerita saat pacaran

    yang dibawah saat menikah
    kyaaaa
    Kyuhyun memang Appa yg pengertian
    cara ngajar anak2nya sangat sangat keren
    tidak perlu marah2 tapi cukup beri pengertian tentang apa yg harus dan sebaiknya dilakukan
    huwaaaa
    Jinooooo
    sebagai anak kau imut sekali
    meminta maaf kepada ibumu dengan seikat bunga
    manis kalii ibu dan anak iniii
    waaaaah kali ini Kyungsoo gak ada hihihi

    wah suka suka sukaaaa

    semangat terus ya

    Suka

  26. Kayanya aku telat Mampir ke sini 😦 banyak ff kyuminji story yg di protect, tapi gk pp 🙂 aigooo~~ Ada cerita waktu mereka masih kuliah dulu, minji pasti perempuan yg bener2 baik, dan akhirnya kelakuan Kyu nurun ke anaknya >.< tapi aku yakin ko Jino anak yg baik ^^

    Suka

  27. Waaaa kyuhyun oppa so sweet banget sama minji…dia g maksain nafsunya ke minji…dia bener-bener jagain minji dengan baik sampek punya 3 anak tetep aja so sweet …suami dn appa yang baik😘

    “Jadi dia pelakunya? Hahhahaha. Putraku memang keratif.”
    Itu kreatif kali ya kak🙊

    Suka

  28. lucu ny cerita mereka sifat kyuhyun nurun bgt ke jino bahkan jino jg udah nonton yg begituan #eh hihhihi sama kaya kyuhyun, beruntungny mereka punya minji ^^

    Suka

  29. minji kolot abissssss hahaha tp kayanya emg kyuhyunnya juga yg mau jaga minji makanya kan tmitu ga dilanjutin lagi hihi ada yah laki kaya kyuhyun yg kaya gitu pasti disayaaaaaaaang bgt lah sama istrinya huhu omggg like father like son!!! ga beda jauh hahaa disini emg jino anaknya ga nakal yah, baik sopan gitu seneng bgt huhu btw kangen kyuhyun minji dan finally update cerita mereka thank youuuuu!!!

    Suka

  30. Like father like son cocok bwt kyu oppa sm jino, emang bener sih kalo cowok normal pasti liat yg kya gt tp seumuran jino belum pantes kali. Salut ama kyu oppa yg ngejaga minji dr dirinya sendiri, yah walau akhirnya mereka nikah krn kecelakaan jg. Ditunggu next kyuminji story yg laen sista, semangat berkarya

    Suka

  31. jino sudah besar
    hmmmm…dan dia sudah tingkat SMP
    aaaa…mana dia juga lagi suka sama sarang

    Kyu appa nurun kan sifatnya ke jin
    ditunggu next story nyaa yaaa
    aaa miss juga sama kyungsoo dan anak perempuannya minji

    Suka

  32. sedih jujur karena banyak cerita kyuminji yang di protect…. karena aku reader baru jadi blm paham apa yang terjadi #ceilehhh…. dan jeng jengg kok udah punya anak 3 dan jino udah SMA… author-nim please beri aku pw nya 😂😂😂 saya belom baca cerita sebelumnya 😦

    Suka

  33. anak sama bapak kelakuannya sama hahaha
    pas muda sama” nonton yg begituan
    kirain minji marah ama kyuhyun knpa, trnyta krna nemuin dvd gtuan di tas kyuhyun
    emg si, psti shock klo nemuin barang gtuan di tas pacar sndri
    apalagi skrg nemuin di tas anak’a sndri hahaha
    jino udh besar ya.. 😀

    Suka

  34. ceritanya menghibur thor! wkwkwk anak ga jauh2 sifatnya dr bapaknya wkwk tp normal ya kayanya kalo untuk anak remaja apalagi cowok wqwq. awalnya ngira minji marah kenapa, eh gataunya gara2 itu. ngebayangin perasaan malunya Kyuhyun wkt ketauan dan perasaan gaenaknya Minji xD

    Suka

  35. ampunn dahhh.. rasanya dah lama bgt gk mampir lapak ini, kangen bgt sama KyuJi 😊😊😊
    ahhh selalu suka, simple as always tp ngena bgt, belom lg ‘kesahajaan’ kyu disini sbg kepala keluarga. gak nyangka, si evil bisa sebijaksana itu 😉😉😉
    tp tetep ya.. sekalinya evil ya bakal tetep evil, dah tua tp masiiihhh aja suka nyuri kesempatan 😂😂😂

    Suka

  36. Lucu sih minji marah sma kyuhyun cuma gara2 dvd yadong, hehe..
    Buah gk prnh jauh jatoh dari pohon, jino sma kyuhyun mirip banget kelakuan nya. Sama2 gantelman, pokok nya suka bgt sma kyuminji ini.
    Keep writig eon 😁😁

    Suka

  37. Bak kata pepatah ” buah jatuh tak jauh dari pohonnya ” ya seperti itulah jino dan kyuhyun. Like father like son
    Tiap anak pasti memiliki beragam kenakalan tergantung orang tua dalam hal memantau perkembangan mereka dan menasehati tiap mereka memvuat kenakalan agar tak terulang kembali dan mengambil pelajaran dari kenakalan yang telah mereka perbuat

    Suka

  38. Akhirnya nemu jga, smpat lupa sma blognya kakak tpi stlah mncri” ehh ktmu lagi deh haha
    Sneng bca crta family gini, kok kyuhun jdi romantis dn bijak gitu hehe
    Kirain masih ada lnjutannya ehh trnyta udh end aja, brsa pndek crtnya kak
    Kirain bklan dcrtain smua ank”nya jga😆
    Tpi gak apa crtnya bgus kok seneng bcanalya😊😊😊

    Suka

  39. Jino udah gede aja. 1 SMA, udah paham hal2 bgtu.
    Betul kata Buncit, pria sejati akan mempertanggung jawabkan apapun perbuatannya. Jangan2 gadis yg buat Jino trtarik disini Si Sarang? 😄
    Siapalah itu yg pntg baik buat si Jino.
    Ngomong2, si Minji sm Kyu mesranya masih kerasa lo. Udah brp thn coba mereka nikah. Tp masih aja bikin yg baca senyum2. Kaya ada manis-manisnyanya gtu kalo di iklan air itu 😂

    Suka

  40. rasanya lama sekali tak bertemu eh membaca story pasangan ini, entah knp untuk baca ff akhir2 ini butuh waktu yg sangat santai
    eh, namanya kyuhyun yaa, hahahaha buah memang jatuh tidak jauh dri pohonnya, itulah jino sma kyuhyun ahha
    ini lgi tntang dewasa2 ahahaha
    gmn marahnya minji, pas masih pacran sma kyuhyun aja gtu eh ini tiba2 si anak cowokny ngikuti kelakuan appanya ahahah
    “Kau tahu, Omma hampir bertengkar dengan Appamu karenabertanya padanya soal pengirim bunga” ahhahahah kyu kyu, udh punya anak masih aja cmburu cuma gara2 bunga, duh ini cwok ya, sisain 1 tuhan ahahha #ngayal
    next story dtunggu heheh padahal part2 kmren masih ada yg blum kebaca. maafkan
    fighting^^

    Suka

  41. So sweet…emg buah itu jtuh tk jauh dri phonnya….jino yg mlkukan knakalan krna nonton film dewasa sprti halny kyu di waktu muda ktka pcran dgn minji….

    Suka

  42. No Time long see hahaha, aigoo…
    This family, aku mau dong sama mini nya 😭😭😭
    Idaman itu, astaga..
    Ey, aku suka sama alurnya, walau sempat bingung tiba2 ada nama bocah, ternyata mereka udah nikah ckckck

    Suka

  43. Like father like son.
    Suka bgt sama sifatnya Kyuhyun di sini, so sweeettt bgt..
    Paling suka sama keluarga ini. Rasanya lucu aja..
    Fighting buat next post !!

    Suka

  44. Like father like son hahaha.
    Jino udah mulai gede, udah mulai mengenal perempuan selain omma 😂😂
    Ga kebayang banget punya suami kaya kyuhyun ini, manisnya keterlaluan dan jadi ayah yg bijaksana.
    Di tunggu next story kyuminji-nya kak!

    Suka

  45. Annyeong aku readers baru
    Kyuhyun d sni keren bnget bisa nasehatin anaknya dengan baik sayang kluarga pula… Euh bner2 suami idaman dech… Begitu pula minji yang pngertian bnget sama keluarganya… Itu si jino knpa ngelakuin hal yang sama kyak kyuhyun waktu kliah….sama2 nyimpen dvd ke dlam ras… Dan d remukan orng yg sama… Memang like father like son… Itu yg di.sukai jino sarang kah ? Ato yg lain… Kyuminji d sni msih aj romantis ya meski siang pada kerja eh mlam.nya tetep meluangkan wktu untuk berdua…. Itu mndi brsama ap ngapain itu… Hehehehe…
    Keep writing eon fighting…
    Apapun kesibukan eonni… Eonni hrus tetep jga ksehatan ya….

    Suka

  46. ternyata apa yg aku pikirkan dgn apa yg author tulis beda banget. Hahaha jadi malu.. Kyuhyun mah keren selalu.. sampai punya anak 3 . Huuhh sedih dah akunya … aku reader baru.. byk ff kyuminji story yg diprotek. Jdi aku harus berjuang untuk mendapatkn pw2 trsbt. Hahaha maafkan akuuu thorrr

    Suka

  47. Hahaha…. Kyuhyun dan jino bener2 mirip, smpe2 kesalahan mereka wktu remaja pun sama, dan sma2 bikin satu wanita kesel krna ulahnya,

    Sepertinya saya juga tau gadis incaran jino, tp g akan memberitahukanmu kyu… Hahahaa

    Thanks.

    Suka

  48. wah jino ny udah gede ,
    udah bisa nnton gituan,
    kyu ny bijak bget , ayah idaman dan suami idaman bnget,

    kyuminji ny msih sweet aja. . .
    di tunggu cerita kyuminji ny lgi. . .

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s