My Fair Lady [Chapter 4]

my fair lady 4- fix

Title : My Fair Lady (Chapter 4)

Author : Minji

Cast : Cho Kyuhyun – Kang Minji – Park Chanyeol – Han Bomi – Cho Hyemi and others

Genre : Romance, Family

Length : Chapter

——————————-

Kyuhyun benar-benar bosan. Sudah hampir satu minggu ia dirawat dan belum diijinkan pulang. Meskipun ia merasa sudah jauh lebih baik dan bisa dirawat di rumah saja, tetap ia harus mengalah karena rasa khawatir sang nenek yang berlebihan dan meminta pihak rumah sakit agar memberikan perawatan intensif hingga Kyuhyun benar-benar pulih. Setiap hari yang ia lakukan hanya makan, tidur, minum obat dan menonton TV. Kyuhyun sangat ingin melukis untuk membunuh rasa bosannya.

Jika ibunya menungguinya, Kyuhyun pun merasa bosan karena wanita itu banyak bercerita tentang apapun yang ia lewatkan selama di Jepang. Namun ditemani ibunya jauh lebih baik daripada Cho Hyemi yang menemaninya. Wanita tua itu sangat cerewet dan Kyuhyun enggan mendengarkan petuah-petuah neneknya yang sebenarnya hanya mengarah pada tekanan agar dirinya tinggal di Korea dan mengurus perusahaan keluarga menggantikan posisi sang nenek. Barulah jika Chanyeol yang datang menjenguknya, Kyuhyun bisa lebih bebas dan tertawa. Adik sepupunya itu sangat mengerti dirinya — mungkin karena mereka hampir seumuran.

Oh ya. Dua hari ini, Kyuhyun juga merindukan seseorang. Seseorang yang tidak lagi memunculkan diri untuk menjenguknya padahal sebelumnya orang itu merasa sangat bersalah padanya. Seseorang yang tidak lagi muncul setelah melihat Kyuhyun sadar dan baik-baik saja.

“Dasar gadis aneh. Dia memang hanya merasa bersalah saat itu saja. Setelah tahu aku tidak jadi mati, dia pasti merasa lega.” gumam Kyuhyun. Pria itu menggonta-ganti saluran TV yang sama sekali tidak menarik baginya. Ia butuh teman bicara saat ini. Kemana orang-orang? Mengapa hanya Pamannya yang datang tadi siang? Kyuhyun memang tidak suka keramaian dan diganggu namun ketika ia merasa kesepian, ia benar-benar kesepian.

Pria kesepian itu menoleh ketika mendengar suara pintu kamar inapnya terbuka dan suara langkah kaki yang ramai terdengar memasuki ruangan. Kyuhyun terpana ketika melihat segerombolan remaja – sekitar empat orang, mendekatinya. Mereka bahkan masih memakai seragam sekolah.

Kang Minhyuk dan teman-temannya. Dengan wajah malu dan penuh penyesalan, Minhyuk mendekati tempat tidur Kyuhyun diikuti teman-temannya. Kyuhyun masih bisa melihat dahi Minhyuk yang ditempeli perban, mungkin bekas lukanya kemarin yang masih belum sembuh.

Hyung— aku dan teman-temanku datang untuk berterima kasih dan meminta maaf. Kumohon terimalah pemberianku dan yang lain.” ujar Minhyuk dengan wajah polos.

Hyung? Kyuhyun merasa asing dipanggil seperti itu karena ia tidak punya ikatan emosional apapun dengan anak-anak nakal ini. Seharusnya ia tidak melibatkan diri dan sok menjadi pahlawan. Anak-anak labil ini seharusnya layak mendapatkan hukuman. Kyuhyun bahkan tidak menjawab ketika Hanseol, salah satu anak yang juga menjadi korban selain Minhyuk dalam peristiwa itu tiba-tiba meletakkan buket bunga di meja. Mereka juga membawa kue-kue untuk Kyuhyun.

Hyung, kau pasti masih marah pada kami. Tapi kumohon, katakanlah sesuatu. Katakan sesuatu agar aku dan yang lain tidak merasa bersalah.”

“Oh? Ehemm—” Kyuhyun sedikit terbatuk. Ia harus terlihat dewasa di depan bocah-bocah ini, apalagi di depan Minhyuk. Kyuhyun sangat yakin anak nakal ini akan menceritakan kejadian ini pada kakak perempuannya yang aneh itu.

“Kalian mengganggu saja.” Gumam Kyuhyun, membuat anak-anak saling pandang. Mereka jadi merasa bersalah dan takut— takut karena belakangan mereka tahu pria yang sedang terluka karena menolong mereka adalah putra salah satu keluarga chaebol di Korea Selatan.

“Tapi terima kasih, karena sudah datang menjengukku. Aku sangat bosan. Ngomong-ngomong, aku ingin makan pizza. Apa kalian bisa membantuku memesan pizza? Aku akan membayar dengan kartu kreditku. Aku akan mentraktir kalian –“

Sebenarnya, Cho Kyuhyun hanya ingin mentraktir anak-anak itu tanpa sengaja. Baginya melihat mereka makan pizza dan bercerita itu lebih baik daripada hanya tidur dan merasa kesepian. Semua anggota keluarganya adalah orang-orang sibuk, bahkan ibunya ikut-ikutan memiliki urusan dengan seorang koleganya di Korea hari ini.

Tak terasa dua jam itu ia habiskan dengan anak-anak SMA yang sudah mencelakakannya. Kyuhyun sama sekali tidak merasa kesal apalagi marah. Dan bagi Minhyuk, ia tidak menyangka jika laki-laki yang pernah berurusan dengan kakaknya itu, laki-laki yang tidak begitu disukainya ternyata adalah laki-laki yang berhati baik. Kyuhyun menolongnya, dan kini mentraktirnya pizza padahal pria itu hampir tidak memakan pizzanya sama sekali.

Ketika anak-anak remaja itu sudah keluar ruangan, Minhyuk tiba-tiba kembali dan menghampiri Kyuhyun, membuat pria yang sudah berbaring kembali itu keheranan. Minhyuk mengeluarkan bungkusan dari dalam tasnya dan diserahkan pada Kyuhyun.

“Kau memberiku hadiah lagi?”

“Aku hampir lupa. Itu titipan dari noona. Kata noona agar kau tidak kesepian dan bosan. Jangan tanya padaku apa isinya karena ia juga tidak memberitahuku. Aku bisa dibunuhnya jika aku memaksa untuk mengetahui apa isinya.”

Kyuhyun masih terpana. Kang Minji memberinya hadiah? Mengapa orang sakit terasa seperti orang yang sedang berulang tahun?

Hyung, aku harus pulang. Aku dan yang lain harus latihan band.”

“Ya. hati-hatilah di jalan. Jangan berurusan dengan orang-orang yang tidak benar.”
Minhyuk hanya menyengir dan bergegas pergi.

“Oh ya satu lagi—”

Suara Kyuhyun membuat Minhyuk berhenti dan menoleh menatapnya.

“Sampaikan salamku pada noona-mu.” Senyuman kecil terlihat di bibir Kyuhyun.
Setelah Minyuk benar-benar pergi, Kyuhyun membuka bungkusan dalam amplop besar coklat itu. Sekali lagi ia tersenyum kecil ketika menemukan ternyata isinya adalah sebuah sketchbook dan pensil warna.

“Mungkin kau bosan.
Aku tidak tahu apa kau akan menyukainya atau tidak, tapi yang jelas aku yakin bakatmu tidak akan hilang hanya karena kau menggambar dalam sketchbook dan bukan kanvas. Semoga kau cepat sembuh, Tuan Muda Cho ^^ Aku janji akan mentraktirmu makan siang.”

——————————

Akhir-akhir ini, Minji sering kedatangan tamu tak diundang yang mendatanginya secara langsung di kampus. Seperti siang ini, seorang gadis cantik sepantaran dirinya membuat kehebohan di halaman kampus Universitas Myongji. Bagaimana tidak, kecantikan Han Bomi dipadu dengan pakaian dan penampilannnya yang anggun telah berhasil membuat banyak orang bertanya-tanya siapa gerangan sosok wanita cantik berambut panjang yang muncul di tengah-tengah tempat perkuliahan itu.

Minji tidak menyangka jika ia kedatangan tamu super spesial yang sepertinya akan mendatangkan masalah baginya. Han Bomi tentu tidak memiliki kontaknya dan gadis itu meminta bantuan salah satu dosen yang ditemuinya agar bisa menghadirkan Kang Minji di hadapannya. Kini dua wanita itu berhadapan, dan Minji sungguh merasa kontras dengan penampilan wanita itu karena ia hanya memakai blouse dan rok pensil favoritnya untuk mengajar.

Han Bomi tersenyum menatapnya, dan Minji tidak melihat sedikitpun ketulusan di balik senyuman itu.

“Minji-ssi, apa kedatanganku mengganggumu? Namun aku yakin kau terkejut melihatku.”

“Terus terang aku terkejut. Pasti ada hal penting yang ingin kau bicarakan hingga mencariku seperti ini.”

“Kau memang sangat peka. Aku senang tidak perlu banyak berbasa-basi karena aku yakin kau pasti sudah tahu apa yang ingin kubahas.”

“Sebaiknya kita mencari tempat. Berdiri di sini hanya akan membuat orang lain bertanya-tanya—”

“Tidak perlu. Aku sangat terburu-buru. Apa kau khawatir dengan pandangan para mahasiswamu?”

“Mereka sudah mengenalku. Jadi, apa keperluanmu?”

“Aku hanya ingin memastikan sesuatu— jika kau, bukanlah kekasih Kyuhyun Oppa.”

Minji merasa terhempas dengan perkataan Bomi baru saja. Tidak ada Kyuhyun di sisinya saat ini. Apa yang harus ia katakan? Sebelum-sebelumnya Kyuhyun muncul dan menyelamatkannya. Semua kendali dipegang oleh pria itu. Namun kini Cho Kyuhyun terbaring di rumah sakit dan ia tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini. Untuk beberapa detik Minji terdiam, menatap Bomi sambil memikirkan respon terbaik untuk pertanyaan itu. Minji tersenyum kecil, berusaha terlihat tenang. Ia pasti bisa mengatasi situasi ini sendirian.

“Aku pikir kau akan menanyakan hal yang sangat penting.” Dan sepertinya respon Minji berhasil membuat Bomi merasa tersudut— untuk sementara.

“Bagiku ini adalah hal yang sangat penting. Karena seumur hidupnya, ia hanya melihatku. Tidak mudah baginya untuk menerima wanita manapun, apalagi wanita sepertimu.”

“Memangnya aku wanita seperti apa?” kini giliran Bomi yang tersenyum mendengar respon Minji, karena ia merasa telah berhasil membalas Minji.

“Aku tidak ingin membahas itu. Kau pasti bisa melihat perbedaan di antara kita. Yang jelas, kau hanya perlu menjawab pertanyaanku.”

“Nona Han, kurasa pikiranmu sedikit sempit. Setiap manusia bisa berubah. Dan kau tentu tahu Cho Kyuhyun adalah pria yang cerdas. Ia bukan pria bodoh. Karena kau sudah meremehkanku hari ini, aku tidak akan memberikan jawaban yang kau inginkan. Namun aku bisa pastikan ia adalah pria terdekatku saat ini, dan kau bisa bertanya selebihnya langsung kepadanya.”

“Kau dekat dengan Park Chanyeol. Apa kau masih ingin mengelak?”

Minji tersenyum. Kali ini keberuntungan ada di pihaknya. Ia bersyukur Cho Kyuhyun sudah lebih dulu mengetahui hal ini.

“Ia sahabatku. Aku dekat dengannya jauh sebelum aku mengenal Cho Kyuhyun. Namun hal itu bukan berarti aku melihatnya sebagai seorang wanita kepada seorang pria. Jika kau mengerti apa maksudku, jangan membuang-buang lebih banyak waktumu untuk mengintrogasiku di sini.”

Han Bomi benar-benar geram. Namun ia tidak ingin menunjukkan rasa kesalnya di sini. Ia yakin, Minji dan Kyuhyun tidak berkencan. Kyuhyun tidak memperkenalkan gadis itu sebagai kekasihnya di depan Ibunya saat itu, dan Minji justru terlihat lebih dekat dengan Chanyeol. Kedekatan mereka terlihat lebih nyata bagi Bomi. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Apa keduanya memang sedang jatuh cinta satu sama lain? Memikirkan kenyataan itu, Han Bomi merasa dunianya seakan runtuh. Ia tidak siap dengan kenyataan bahwa ada gadis yang melebihi dirinya di mata Cho Kyuhyun.

—————————-

Malam itu di sebuah restaurant mewah yang telah dipesan khusus oleh Cho Hyemi, ia dan menantunya memutuskan untuk bertemu. Hyemi terkadang memiliki sedikit kerinduan pada sosok Jang Yonghee. Wanita yang kini masih betah menjanda dan selalu didengarkan segala ucapannya oleh cucu kesayangannya. Hyemi mengikuti saran Kang Jihyuk, ia bersedia menurunkan sedikit egonya untuk bertemu dengan menantunya dan menjamu wanita itu.

Eomonim, bagaimana kabarmu? Selamat ulang tahun dan maafkan ucapan secara langsung yang sangat terlambat ini.”

“Seperti yang kau lihat. Aku akan terlihat sangat baik jika Kyuhyun ada di dekatku.” Hyemi masih menjawab dengan segala kekakuannya. Jika bukan karena Kyuhyun, ia tidak akan menemui wanita ini.

“Kau benar. Kyuhyun juga bercerita padaku jika kali ini ia sedikit enggan meninggalkan Korea. Ia merindukan neneknya.”

“Ia seharusnya tahu dimana rumahnya dan apa kewajiban utamanya. Kau sendiri apa kabar?”

“Seperti yang kau lihat juga. Aku baik dan sehat.”

“Seharusnya kau menikah lagi. Kau masih cantik dan aku yakin banyak pria di luar sana yang menginginkanmu. Kau sudah hidup bebas dengan statusmu saat ini.”

Yonghee hanya tersenyum lalu menyeruput teh hangatnya. Ucapan Ibu mertuanya terkadang tidak bisa ia telan mentah-mentah. Cho Hyemi adalah wanita yang pintar merangkai kata dan setiap ucapannya bisa memiliki dua makna. Makna sebenarnya, atau makna kiasan.

Andai saja wanita tua ini tahu betapa besar cinta yang ia miliki untuk mendiang suaminya. Andai saja Cho Hyemi menyadari bahwa dibalik perlakuan kasar mendiang putranya, Yonghee sangat tulus menunggu kasih sayang dari pria itu. Namun hingga sang suami menghembuskan nafas terakhirnya, Yonghee tidak sempat merasakan lagi cinta seorang suami kepada istri. Ia hanya bisa bersyukur karena mendiang Cho Daejung meninggalkan seorang putra yang setia dan penurut terhadapnya. Kyuhyun-lah alasan Yonghee bertahan dengan kesendiriannya. Memang benar, tak sedikit pria yang menawarkannya untuk hidup bersama.

“Kurasa Kyuhyun tidak akan suka jika aku menikah lagi. Biarkan saja semuanya berjalan seperti ini.”

“Yonghee-ya. Aku punya sebuah permintaan. Kali ini aku benar-benar membutuhkan peran dan bantuanmu. Aku sangat ingin cucuku kembali dan menjadi pemimpin Grup Daesang. Bisakah kau tinggal di Korea dan membujuknya untuk melakukan ini? Ia selalu mendengarkan pendapatmu dan mempertimbangkannya di urutan paling atas. Kau adalah satu-satunya orang yang ia dengarkan.”

Yonghee tidak menyangka, Ibu mertuanya yang memiliki ego tinggi itu akan mengatakan hal seperti ini padanya, bahkan terang-terangan meminta bantuannya. Hal ini belum pernah terjadi selama Yonghee menyandang status sebagai menantu keluarga chaebol itu.

Eommonim, aku pernah bertanya soal ini padanya. Aku pernah membujuknya untuk melanjutkan kewajibannya dan mengambil haknya. Namun ternyata Kyuhyun memiliki jawaban yang berbeda. Aku terkejut ia memiliki pemikiran seperti itu. Hanya karena alasan kebebasan dan ingin hidup tenang juga wajar, Ia tidak ingin menjadi orang nomor satu di Grup Daesang. Kurasa— kematian ayahnya sangat mempengaruhi sudut pandang Kyuhyun.”

Hyemi menghela nafas panjang. Ia sendiri tidak ingin mengingat kematian anaknya. Dan tidak semua orang tahu, bahwa alasan Kyuhyun untuk tidak tinggal di rumah itu adalah karena traumanya atas kematian sang ayah. Kematian yang ia saksikan di depan matanya. Bagi Yonghee, Kyuhyun, dan Hyemi, peristiwa itu bisa jadi adalah catatan terburuk dalam hidup mereka.

“Sebelum aku mati— aku tidak tahu kapan waktuku akan tiba. Aku hanya ingin dengan tenang memastikan perusahaan yang dibangun dengan kerja keras oleh mendiang suamiku jatuh ke tangan orang yang tepat. Aku tahu banyak musuh yang mengincar bisnis keluarga ini, dan entah kenapa aku sangat yakin Kyuhyun adalah orang yang mampu meneruskan dan menjaganya.”

“Untuk sementara— bukankah kau bisa mengandalkan Hara, suaminya, dan juga putra mereka?”

“Aku tidak bisa mengandalkan mereka selamanya. Mereka tidak tegas. Entah mengapa, sepertinya ada dorongan kuat dalam diriku yang memaksaku untuk menempatkan Kyuhyun di posisi itu secepat mungkin.”

Yonghee hanya diam. Mendengar penuturan Ibu mertuanya membuatnya merasa lega. setidaknya dari sekian banyak ketidakcocokan yang mereka miliki, sepertinya kali ini mereka memiliki kesamaan. Hanya saja, Yonghee tidak rela melepaskan putranya sendirian.

“Kumohon, tinggalah di Korea. Dengan keberadaanmu di sini, Kyuhyun tidak akan punya alasan untuk kembali ke Jepang.”

——————————

Siang itu seusai mengajar, Minji memutuskan untuk menjenguk Cho Kyuhyun di rumah sakit. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya gadis itu memiliki alasan untuk datang lagi. Kali ini ia ingin membicarakan perihal Bomi yang menghampirinya dan memastikan hubungan dirinya dengan Kyuhyun.

Kyuhyun yang baru saja selesai menerima kunjungan dokter hari itu sangat terkejut dengan kedatangan gadis yang tiba-tiba muncul kembali di hadapannya. Minji tersenyum canggung, meletakkan totte bagnya di atas meja dan menghampiri Kyuhyun.

“Kau datang sendirian?”

“Memangnya dengan siapa lagi? Apa kau melihat orang lain?”

Untuk sesaat keduanya saling menatap, dan keduanya terlihat sama-sama canggung. Minji akhirnya memutuskan untuk duduk dan memulai obrolan dengan pria itu.

“Aku datang untuk menyampaikan sesuatu yang penting.”

“Begitukah? Hmm— pantas saja kau muncul tiba-tiba.”

“Y—ya. Aku sangat sibuk. Jika bukan karena ada hal yang sangat penting, aku tidak akan datang.”

“Baru saja dokter berkata padaku jika aku sudah boleh berjalan-jalan keluar. Karena ada orang lain yang bisa membantuku sekarang, maukah kau membantuku jalan-jalan di taman? Jika kau tidak buru-buru— kita bisa bicara di luar.”

Minji tersenyum. Tentu saja ia tidak akan menolak. “Karena kau sudah menyelamatkan adikku, aku akan menunda kesibukanku untuk menemanimu.”

**

Minji mendorong kursi roda Kyuhyun dengan senyuman lebar dan gadis itu juga tidak menyadari jika sedari tadi semburat merah muncul di kedua pipinya. Untung saja Kyuhyun membelakanginya dan pria itu tidak melihatnya. Mengetahui keadaan Kyuhyun yang jauh lebih baik dari terakhir kali mereka bertemu, Minji sangat senang dan bersyukur Kyuhyun berhasil diselamatkan.

Udara siang itu terasa sejuk dan matahari sepertinya sedang enggan menyapa dunia. Minji menghentikan Kyuhyun di salah satu bagian taman rumah sakit yang memiliki bangku panjang sehingga ia bisa duduk di sana. Tak disangkanya, Kyuhyun juga mencoba berdiri dan duduk di sebelah Minji. Sesekali Kyuhyun memegangi bagian perutnya dengan hati-hati karena luka bekas operasinya yang harus dijaga.

“Kau tidak apa-apa? Sebaiknya kau jangan bergerak lebih—”

“Kau cerewet sekali. Aku tidak akan mati hanya karena luka ini.”

Minji hanya menggeleng heran. Kyuhyun benar-benar pria yang keras kepala. Namun Minji merasa sangat senang bisa duduk mendampingi Kyuhyun hari ini, menemani pria itu dan melihatnya dari dekat dalam mood mereka yang sepertinya sama-sama baik. Minji jadi ingin menunda apa yang akan ia sampaikan karena sepertinya itu hanya akan merusak kebersamaan mereka.Untuk itulah ia sedang berusaha mencari topik pengganti.

“Kau sudah membuka titipanku?”

“Aku tidak menyangka kau bisa berpikir memberiku benda-benda itu. Namun terimakasih, karena itu mengobati rasa bosanku.”

“Syukurlah. Lalu bagaimana dengan keadaanmu? Apa kau sudah merasa jauh lebih baik?”

“Dokter bilang aku bisa pulang sebentar lagi. Hanya perlu meyakinkan nenek agar aku benar-benar diijinkan pulang.”

“Lalu— kau akan tetap pulang ke Jepang?”

“Tentu. Banyak hal yang kutinggalkan di sana. Aku merasa lebih nyaman berada di sana dibandingkan di sini.”

“Begitu rupanya. Aku jadi penasaran, mengapa kau tidak betah tinggal di rumah keluargamu dan justru memilih tinggal di hotel.”

Kyuhyun diam sejenak mendengar pertanyaan Minji. Ia tidak sedang ingin membahas hal itu, tidak juga dengan gadis yang belum lama dikenalnya. Kyuhyun terbatuk dan menatap Minji.

“Aku sedang tidak ingin membahas hal itu. Kau bilang ingin mengatakan hal yang penting. Apa itu?”

Minji tersentak. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya pada Kyuhyun? Apa pria itu akan menanggapi baik jika ia menceritakan kedatangan Bomi? Namun Minji juga ingin memastikan sesuatu, jadi sepertinya ia akan mengatakannya pada Kyuhyun.

“Aku tahu dalam hal ini aku dimanfaatkan olehmu, dan entah kenapa aku tidak keberatan dengan itu. Namun sepertinya, kau harus bertanggung jawab sendirian, karena jika suatu ketika Nona Han mencariku dan bertanya padaku, aku tidak akan berpikir dua kali untuk mengatakan bahwa kita tidak memiliki hubungan apa-apa.”

Sial. Minji teringat bagaimana terakhir kali ia mengungkapkan kemarahannya pada Cho Kyuhyun. Jika Han Bomi menemuinya, ia akan berterus terang. Lalu apa yang baru saja ia lakukan? Ia justru mengungkapkan hal yang sebaliknya. Hanya karena ia sedang bersimpati pada Cho Kyuhyun. Ya, bersimpati. Ia hanya bersimpati karena Kyuhyun telah melakukan sebuah kebaikan untuknya.

“Minji-ssi. Kau melamun. Apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan?”

Minji tersentak dari lamunannya, menatap Kyuhyun dengan kosong. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan di hadapan pria ini. Ingin rasanya ia kabur dari hadapan Kyuhyun saat ini namun itu tentu tidak mungkin.

“I— itu, Han Bomi—ssi

“Bomi? Apa yang ingin kau bahas adalah tentang dia?”

“Dia— dia menemuiku. Dan dia memastikan sesuatu. Dia memastikan hubungan kita.”

Kyuhyun terlihat lebih tenang, seolah tidak terkejut dengan pernyataan Minji. Pria itu justru bersandar dengan hati-hati lalu menatap langit, menyeringai kecil.

“Aku sudah tidak peduli lagi. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku jika kau mengatakan yang sebenarnya padanya. Aku akan mengatasinya dengan caraku sendiri tanpa perlu melibatkanmu lagi. Apa yang kau katakan padanya?” Kyuhyun kembali berfokus pada Minji, dan gadis itu tidak punya waktu lagi untuk berpikir.

“A—aku, aku berbohong padanya. Aku berkata bahwa kau adalah pria terdekatku saat ini.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya, butuh waktu untuk memahami maksud perkataan gadis itu. Namun Kyuhyun bisa menangkap satu hal, bahwa sandiwara mereka sepertinya memang harus dilanjutkan.

Tanpa mereka sadari, Park Chanyeol tengah mengamati dari kejauhan kedekatan Kyuhyun dengan seorang gadis— gadis yang begitu ia cintai. Ia sengaja datang ke rumah sakit karena Minji berkata tidak bisa ikut makan siang dengannya. Dan ketika tidak menemukan Kyuhyun di kamarnya, Chanyeol justru menemukan dua orang yang ingin dijumpainya siang ini— sedang menghabiskan waktu bersama. Pria jangkung itu ingin menghampiri keduanya, namun ia khawatir akan merusak suasana. Ia khawatir jika kehadirannya di antara mereka justru tidak diharapkan. Perutnya yang awalnya terasa lapar tiba-tiba menjadi kenyang, dan Chanyeol memutuskan untuk kembali ke kantornya.

—————————–

Sore itu Kyuhyun diperbolehkan pulang. Ia dijemput oleh Yonghee yang langsung mengantarnya ke hotel milik Grup Daesang, hotel yang menjadi tempat tinggal Kyuhyun setiap kali ia berada di Korea. Yonghee membantu Kyuhyun berjalan sementara beberapa staff terlihat mengikuti di belakang mereka sambil membawa barang-barang bawaan Kyuhyun dan juga Ibunya yang mulai malam ini akan menginap di sana untuk menjaga putranya.

“Kyuhyun-ah, bagaimana menurutmu jika kita pindah ke Korea?”

Kyuhyun yang duduk di atas tempat tidur bersama Ibunya merasa heran dengan ucapan wanita itu.

“Maksud Ibu?”

“Ya, kita tinggalkan Jepang dan menetap kembali di sini.”

“Ibu serius? Apa yang Ibu pikirkan?”

Yonghee tersenyum, memegang tangan Kyuhyun dan mengusap-usapnya lembut. Kyuhyun tahu betul Ibunya tidak memiliki alasan untuk kembali.  Jika bukan karena kecelakaan yang menimpa dirinya tempo hari, wanita ini mungkin tidak ada di sini sekarang.

“Aku hanya merindukan negara ini. Aku sempat mengunjungi rumah keluargaku dan aku merindukan mereka. Lagipula, aku merindukan semua kenangan dengan mendiang ayahmu.”

“Ibu bohong. Bukankah Ibu tidak ingin mengingat masa lalu tentang ayah maka Ibu memutuskan untuk pergi—”

“Aku bertemu nenekmu. Dan ia bercerita banyak padaku.”

“Benarkah? Kalian mengobrol? Nenek tidak marah padamu?”

“Ajaibnya tidak. Mungkin dia merindukanku. Dan dari cara bicaranya, sepertinya nenekmu sangat kesepian. Meskipun aku bukan anak kandungnya, atas nama ayahmu aku ingin turut merawatnya. Mungkin selama ini, aku terlalu pengecut hingga melarikan diri dan melupakan tugasku untuk menjaga dan merawatnya.”

Kyuhyun masih merasakan keanehan dengan keputusan ibunya yang tiba-tiba. Setahunya, Ibu dan neneknya adalah dua orang yang tidak bisa ditempatkan dalam satu lingkungan yang sama. Namun Kyuhyun juga merasakan perubahan pada neneknya akhir-akhir ini. Dan Kyuhyun pun sama, ia ingin menjaga wanita tua itu.

“Lalu bagaimana dengan semua urusanmu di Jepang?”

“Akan kupikirkan nanti. Mungkin akan butuh waktu untuk mengurusnya dan memulai hal baru di sini. Kita bisa lakukan bersama-sama.” Yonghee tersenyum. Kali ini ia menipu dirinya sendiri. Namun demi Kyuhyun, ia akan mengorbankan egonya. Apa yang akan Kyuhyun jalani, itu jauh lebih penting.

——————————-

Malam itu Minji terlihat gelisah. Ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan dirinya sendiri. Sedari tadi gadis itu terus memegang handphonenya, dan fokus pada sebuah nama di kontaknya. Ia terus saja memikirkan Cho Kyuhyun hari ini, dan Minji tidak memiliki alasan untuk bisa menghubungi pria itu.

Bukankah Kyuhyun sudah pulang dari rumah sakit? Ia bisa menjadikan hal itu sebagai alasan, tapi Minji kembali merasa ia terlalu berlebihan. Ia bukan siapa-siapa Kyuhyun. Namun tidak bisakah hubungan mereka sekarang dikategorikan sebagai teman? Minji hanya khawatir, Kyuhyun akan segera kembali ke Jepang. Rasanya ia ingin Kyuhyun tinggal lebih lama lagi. Ia takut pria itu tiba-tiba sudah pergi tanpa mengatakan apapun padanya.

“Mengapa aku terus memikirkannya? Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.”

Minji akhirnya menekan kontak di layar handphonenya. Gadis itu merasa begitu gugup ketika sambungan telepon itu menandakan bahwa Kyuhyun pasti sedang mendengar dering handphonenya saat ini. Namun hingga beberapa saat lamanya, Kyuhyun tak juga mengangkat panggilan teleponnya. Minji memutuskan panggilannya dengan kecewa, mungkin Kyuhyun sedang beristirahat atau sedang tidak ingin diganggu.

**

Kyuhyun sedang mengikuti acara makan malam dengan keluarga besarnya di rumah keluarga Cho. Kini Ibunya turut hadir di tengah-tengah mereka, pemandangan langka yang sudah bertahun-tahun tak pernah disaksikan di rumah besar ini. Cho Hyemi duduk di tengah-tengah, sementara Kyuhyun dan Ibunya duduk di sisi kanan. Sisi kiri diisi oleh Chanyeol, Cho Hara, dan Park Jungsoo suaminya.

Suasana agak sedikit canggung karena Hyemi dan Yonghee tidak begitu banyak beinteraksi begitu juga dengan Hara. Ia merasa canggung dengan keberadaan kakak iparnya. Hanya Jungsoo dan Chanyeol yang terlihat natural dengan situasi itu. Ketiga pria itu termasuk Kyuhyun, mereka bertiga yang terus mengobrol dan membahas macam-macam. Sesekali Chanyeol menggoda bibinya yang kini hadir di tengah-tengah mereka, dan hal itu membuat Yonghee merasakan kembali sedikit suasana kekeluargaan.

“Kyuhyun dan Yonghee akan tinggal di Korea.” Ujar Hyemi, membuat Jungsoo, Hara dan Chanyeol terkejut. Hara sedikit terbatuk dan meminum air putih di depannya. Wanita itu kemudian tersenyum pada kakak iparnya.

“Benarkah itu? Jadi kita akan kembali tinggal satu rumah? Sungguh kabar bahagia.” Hara tersenyum.

“Ah, untuk masalah tempat tinggal, sepertinya aku akan membeli sebuah apartemen. Ada alasan mengapa aku tidak bisa tinggal bersama kalian. Kuharap kalian akan mengerti. Namun mengenai Kyuhyun, aku serahkan padanya di mana ia akan tinggal.” Yonghee tersenyum.

“Mengapa Bibi tidak tinggal bersama kami saja? Akan ada yang memasak makanan enak lagi untukku.” ujar Chanyeol. Ia terlihat kecewa.

“Aku akan memasak untukmu. Aku janji. Aku akan datang sesekali untuk memasak dan makan malam bersama seperti ini.”

“Senang rasanya mendengar jika tak ada lagi anggota keluarga yang berjauhan. Kakak Ipar, sering-seringlah datang berkunjung.” Ujar Jungsoo dan tersenyum lebar.

Dalam hati Hyemi merasa lega. Setidaknya Kyuhyun akan berada di dekatnya mulai saat ini. Mereka hanya perlu ikatan emosional yang lebih dalam agar bisa menarik Kyuhyun untuk bergabung ke perusahaan. Yonghee sudah berkata akan membantunya membujuk Kyuhyun. Dan Hyemi berharap Kyuhyun akan bisa hadir setiap hari di ruang makan ini untuk menemaninya makan malam, bahkan juga sarapan.

**

Di dalam mobil saat perjalanan pulang, Kyuhyun yang diantar oleh supir keluarga Cho bersama ibunya baru menyadari jika ada sebuah panggilan masuk di hadphonenya. Menyadari panggilan itu berasal dari orang yang tidak biasa, Kyuhyun menelepon balik nomor milik Kang Minji. Namun setelah beberapa saat tak menerima jawaban, Kyuhyun pun berkesimpulan jika gadis itu sudah tidur.

“Kang Minji.. bukankah dia gadis yang datang saat aku juga ke rumah sakit waktu itu?”

“Ibu, kau mengintip privasiku.”

“Hahhaha, maafkan aku. Aku tidak sengaja membacanya. Apa dia kekasihmu? Ataukah dia gadis yang kau sukai?”

“Dia hanya seorang teman yang kukenal secara kebetulan. Ibu tidak usah berpikir terlalu jauh.”

“Oh ya? Tapi menurutku dia gadis yang baik. Ia pintar dan terpelajar. Dan ia juga sangat cantik. Jika kau memang menyukainya, kau tidak membutuhkan lagi restu dariku karena aku sudah memberikannya.”

“Ibu, jangan mengada-ada.” Kyuhyun menoleh ke arah kaca, menikmati pemandangan jalanan Seoul di malam hari.

“Ataukah Han Bomi masih menguasaimu? Maaf jika aku salah.”

Kyuhyun diam, tak lagi menjawab pertanyaan Ibunya. Untuk saat ini, ia benar-benar ingin berada sejauh mungkin dari Bomi. Gadis itu telah dijodohkan dengan pria yang dianggap pantas oleh ayahnya, dan Kyuhyun tidak ingin lagi membuang-buang waktunya dengan mencoba merusak hal itu. Mungkin Bomi memang bukan jodohnya. Jika memang gadis itu peduli padanya, seharusnya ia muncul di rumah sakit ketika Kyuhyun terbaring kemarin. Seharusnya ia datang untuk sekedar menghormati pertemanan mereka. Mungkin Han Bomi memang tidak tahu kejadian yang menimpanya. Mungkin juga gadis itu sakit hati dengan perkataannya saat mereka terakhir bertemu, atau mungkin Han Bomi memang sudah benar-benar melupakannya.

Dan mengenai Minji, kehadiran gadis itu mulai sedikit menghiburnya.

——————————-

Hari Minggu menjelang senja, Kyuhyun terbangun dari istirahat siangnya. Moodnya sungguh baik saat ini. Dengan hati-hati ia bergerak menuju balkon dan menyiapkan peralatan melukisnya. Kyuhyun duduk menghadap kanvas dan mulai menuangkan inspirasinya. Ia melukis, melukis Namsan Tower yang terlihat dari sisi balkon kamarnya. Sungguh pemandangan yang mengagumkan, matahari sudah berada di ufuk barat dan beberapa jam lagi akan terbenam. Burung-burung yang beterbangan sore itu juga melengkapi kesempurnaan lukisannya.

Kyuhyun menoleh saat sebuah pesan masuk ke handphonenya. Ia hanya tersenyum saat mengetahui bahwa Minji-lah si pengirim pesan itu. Kyuhyun membalas pesan itu dan tak berapa lama balasan dari gadis itu masuk dengan cepat. Untuk beberapa saat Kyuhyun mengabaikan pesan itu dan memilih melanjutkan lukisannya. Ia bahkan masih mengabaikan handphonenya ketika notifikasinya kembali berbunyi menandakan jika satu pesan lagi masuk ke handphonenya.

“Cantik sekali.” Gumam Kyuhyun saat menatap puas hasil lukisannya. Lukisan pertamanya di atas kanvas setelah keluar dari rumah sakit. Ia hanya perlu menyempurnakan pewarnaannya.

Kyuhyun kemudian membuka pesan yang masuk ke handphonenya sekitar setengah jam yang lalu. Ada dua pesan dan keduanya berasal dari dua gadis yang berbeda. Pesan pertama dari Minji dan pesan kedua adalah dari Han Bomi. Kyuhyun segera membuka pesan dari Bomi dan pikirannya seketika menjadi kacau.

Siwon Oppa dan keluarganya melamarku kemarin malam.
Aku tahu ini mungkin tidak berarti apa-apa bagimu,
Namun aku hanya ingin kau datang menemuiku di café tempat kita biasa bertemu.
Aku tunggu pukul 6 sore.”

Datang atau tidak. Kyuhyun pun bimbang. Ia tidak pernah tahu jika kenyataan terburuk sudah ada di depan matanya. Namun sebaiknya ia memang harus datang, setidaknya menghormati pertemanan mereka yang sudah sangat lama.

**

Chanyeol terlihat memainkan gitarnya dengan enggan di dalam kamar. Hari libur biasanya ia habiskan dengan merecoki Kang Minji namun hari ini ia sungguh malas. Sejak melihat kedekatan Minji dan Kyuhyun yang begitu nyata di rumah sakit kala itu, Chanyeol merasa sakit hati sekaligus penasaran. Minji tidak bercerita apapun padanya, dan gadis itu juga beberapa hari terakhir tidak menghubunginya. Minji mungkin benar sudah melupakannya bahkan ia tidak menyadari jika komunikasi di antara mereka terputus saat ini. Dengan hal ini, Chanyeol semakin merasakan keganjilan. Minji bahkan tidak menghubunginya ketika akan menjenguk Kyuhyun padahal semestinya mereka bisa pergi bersama.

Selama ini ia memendam perasaannya untuk gadis itu, bertahan di sisi Minji dan menjadi sahabat yang baik untuknya. Chanyeol tahu kemungkinan Minji akan mencintai pria lain itu sangat mungkin terjadi, hanya saja ia tidak siap menerima jika pria itu adalah orang terdekatnya. Mungkinkah pikirannya benar? Ataukah mereka hanya berteman? Bertanya pada Minji hanya akan membuat gadis itu tidak nyaman, dan bertanya pada Kyuhyun pun hanya akan membuatnya terlihat seperti pria yang cengeng.

Namun ia merasa penasaran. Apa yang kira-kira dilakukan Minji hari ini di hari liburnya? Biasanya mereka akan menghabiskan waktu dengan menonton film atau sekedar mengobrol bertukar cerita. Chanyeol sungguh merindukan gadis itu. Minj adalah orang yang selalu mendengarkan curhatannya tentang apapun. Masalah pekerjaan, tentang keluarganya, bahkan hingga hal-hal yang tidak penting pun akan ia ceritakan pada Minji karena gadis itu akan selalu memiliki argumen untuk menanggapinya.

Chanyeol meletakkan gitarnya. Ia hanya perlu menemui Minji maka semua masalah akan selesai. Mungkin memang Minji sedang sibuk, apalagi para mahasiswa baru saja menyelesaikan proses ujian semester. Minji pasti disibukkan dengan pemeriksaan ujian dan tugas-tugas sehingga membuatnya tidak sempat menyapa Chanyeol.

Meyakinkan dirinya, Park Chanyeol memakai hoodienya dan mengambil kunci mobil. Lagipula kedatangannya di rumah keluarga Kang sudah bukan lagi hal baru. Rumah itu juga sudah seperti rumah sendiri baginya. Tak ada salahnya jika ia datang tanpa memberitahu Minji terlebih dahulu.

**

Kyuhyun dan Bomi duduk berhadapan. Kecanggungan yang besar meliputi keduanya, dan mereka hanya ditemani dua gelas minuman di hadapan masing-masing. Sepuluh menit pertama mereka habiskan untuk berbasa-basi dan membahas kabar Kyuhyun yang sempat dirawat beberapa waktu lalu.

“Sesungguhnya aku sempat datang ke rumah sakit—”

Kyuhyun menatap tajam gadis di depannya.

“Lalu mengapa kita tidak bertemu?”

“Aku mengurungkan niatku. Sepertinya kau sudah dikelilingi orang-orang terdekatmu.”

“Kapan kau datang?”

“Aku lupa hari itu. Namun aku mengingat ada Ibumu saat itu, dan juga Minji-ssi.” Kyuhyun menghela nafas berat.

“Kau tentu paham mengapa aku mengurungkan niat untuk muncul saat itu.”

Cho Kyuhyun, bukankah ini yang kau inginkan? Membuat gadis ini merasa tersudut dan terbuang. Ia mungkin mempercayai semua sandiwara yang telah kau ciptakan sendiri. Dan ayolah— kau menyesal dengan ini semua?”

“Seharusnya kau masuk dan menyapaku juga Ibuku. Atau mungkin kau bisa datang lain hari.”

“Hahhahaha, Oppa. Apa kehadiranku begitu penting? Oh— mungkin kau bisa sembuh lebih cepat jika saja aku benar-benar muncul saat kau sakit.” Bomi tertawa kecil. Kyuhyun tak lagi menanggapi candaan gadis itu. Menyadari jika Cho Kyuhyun sedang tidak dalam mood bernostalgia, Bomi kembali mengubah alur pembicaraan mereka.

“Maafkan aku karena terlalu pengecut untuk menemuimu. Namun kau harus tahu bahwa aku sangat khawatir dengan keadaanmu. Dan melihatmu bisa bertahan hingga sembuh seperti ini, aku sungguh merasa lega. Jangan pernah terluka lagi.” Bomi mencoba tersenyum.

“Terimakasih karena sudah mengkhawatirkanku.” Respon Kyuhyun masih terdengar dingin.

“Ah, aku hampir lupa dengan apa yang ingin kukatakan hari ini. Aku senang sekali karena kau mau datang memenuhi permintaanku.”

“Apa itu benar? Kau telah dilamar—” Bomi mengangguk.

“Kalau begitu selamat. Kau pasti akan bahagia.” Bomi menatap mata Kyuhyun, mencoba mencari kebohongan di mata pria itu. Namun Kyuhyun terlalu sulit untuk ditebaknya. Sikap pria itu belakangan sangat dingin terhadapnya, seolah Bomi adalah hama yang harus ia jauhi.

Oppa, maukah kau menjawab dengan jujur?”

“Apa yang harus kujawab dengan jujur—”

“Perasaanmu saat mendengar kabar ini. Apakah kau senang, ataukah sedih—”

Kyuhyun terdiam sejenak. Tentu saja ia tidak ingin mendengar kabar seperti ini. Namun ia harus menguatkan dirinya, dan Kyuhyun harus bangkit dari keterpurukannya soal ini. Kehilangan seorang gadis tidak akan membuat hidupnya berakhir saat ini juga.

“Ini bukan soal aku senang atau sedih. Ini adalah pilihanmu. Dan sebagai orang yang pernah mengenalmu sangat dekat, aku tidak punya pilihan selain mendukung pilihanmu.”

Bomi terlihat sangat kecewa dengan jawaban Kyuhyun.

“Kurasa kau pasti sudah tahu perasaanku.” Kyuhyun melanjutkan.

Bomi kembali menatap Kyuhyun. Ia sama sekali tidak melihat jika Kyuhyun merasa senang dengan hal ini.

Oppa—”

“Namun kurasa plihanmu sudah tepat. Pilihanmu adalah pilihan keluargamu juga. Keinginan besar ayahmu, dan pilihanmu tidak akan mendatangkan masalah di masa depan. Jadi, berbahagialah.”

“Bukan ini yang ingin kudengar darimu.”

“Sayangnya hanya ini yang bisa kusampaikan padamu. Aku tidak berniat mengatakan hal lain lagi.” Bomi terlihat menahan kesal dan sakit hati karena mendengar pernyataan Kyuhyun. Pertemuan mereka selalu diwarnai emosi, padahal tadi mereka sudah sempat mengobrol dengan cara yang lebih baik.

“Semua pasti karena gadis itu. Jika kau tidak mengenal gadis itu, aku yakin kau tidak akan seperti ini.”

“Kalau begitu aku bersyukur telah dipertemukan dengan gadis itu sebelum kau menyampaikan kabar ini padaku.”

“Aku masih tidak percaya kau bisa menerima kehadiran gadis itu dengan mudah. Kau tidak sepenuhnya membenciku. Untuk itulah kau masih meluangkan waktu untukku hari ini—”

“Han Bomi, aku menghargai pertemanan kita sejak kecil. Kuharap kau tidak akan lupa akan hal itu.”

Mata Bomi berkaca-kaca. Sebelum tangisnya benar-benar pecah di sini, gadis itu segera berdiri dan meninggalkan Kyuhyun sendirian. Sepeninggal Bomi, Kyuhyun menatap kosong gelas minumannya. Ada semacam luka yang menganga lebar, bahkan lebih perih dari luka bekas operasinya. Ia pasti akan bisa melewati masa-masa ini. Han Bomi tidak benar-benar mencintainya ataupun memahaminya. Jika iya, gadis itu tidak akan melakukan hal ini sejak awal. Ya, Kyuhyun memutuskan untuk tidak lagi berjuang karena ia tahu, gadis itu telah berubah.

**

Chanyeol baru saja tiba di kediaman keluarga Kang dan tepat ketika ia baru saja masuk, Minji baru saja akan keluar. Gadis itu terlihat cantik dengan dress kasual di atas lutut dan ia memakai high heels. Rambut panjangnya terurai indah dan Chanyeol terpesona untuk beberapa saat ketika melihat sosok gadis yang sangat ia rindukan. Minji tersenyum dan menyapa Chanyeol, mendekati pria itu dengan agak kikuk.

“Kau akan pergi?”

“Ya— aku ada urusan. Kau pasti memiliki janji dengan Minhyuk. Dia ada di kamarnya.”

“Oh— mau kuantar?”

“Hmm, kurasa tidak. Aku bersama teman-temanku.” Minji tersenyum lebar.

“Bersenang-senanglah.”

“Kau juga.” Minji menepuk lengan Chanyeol. Pria itu menoleh sejenak hingga Minji menutup pintu. Mungkin Minji pergi menghabiskan akhir pekan dengan teman-temannya. Seharusnya ia mengabari kedatangannya seperti biasa, jadi ia tidak perlu datang dengan sia-sia seperti ini.

“Chanyeol-ah, kau sudah makan? Mau kumasakkan sesuatu?” teriak Kang Jihyuk dari arah dapur.

**

Minji tiba lebih dulu di restoran di mana ia memiliki janji untuk bertemu dengan Kyuhyun. Minji terlalu bersemangat hingga ia datang setengah jam lebih awal. Meskipun ini terkesan sedikit terburu-buru, tapi Minji merasa senang setidaknya ia bisa bertemu Kyuhyun lagi. Untung saja ia memiliki janji untuk mentraktir pria itu sehingga Kyuhyun mengiyakan ajakannya untuk bertemu sore ini.

Minji melihat-lihat buku menu yang dibawakan waiter. Ia penasaran dengan apa yang akan dipesan Kyuhyun dan makanan apa yang menjadi favorit pria itu. Saking bersemangatnya, melihat buku menu saja sudah membuatnya benar-benar gugup. Ia sudah nampak seperti gadis murahan, mengajak seorang pria untuk makan bersama terlebih dahulu. Ia juga sudah memastikan jika Kyuhyun sudah cukup sehat untuk bisa berkeliaran keluar dan menyantap makanan lezat.

Minji bertanya-tanya pada waiter restoran mengenai menu apa yang direkomendasikan di restoran bergaya Eropa ini. Ia mendengarkan dengan seksama sehingga nanti ia akan bisa merekomendasikan menu itu pada Kyuhyun.

“Aku masih menunggu seseorang. Aku akan pesan makanannya nanti. Bisakah jika sekarang aku memesan minuman dulu?” Minji tersenyum.

Setengah jam, satu jam, hingga satu setengah jam berlalu, dan Cho Kyuhyun tak juga muncul di hadapannya. Panggilan Minji tak dijawab dan belum satupun pesan gadis itu yang dibacanya. Minji bahkan sudah memesan dua kali minuman hingga si waiter kembali mengonfirmasi pesanan makanannya. Dan karena Minji sudah lapar sekaligus merasa tidak enak, ia memutuskan untuk memesan satu porsi pizza. Terlihat sangat aneh memakan pizza sendirian dan makanan yang seharusnya terasa sangat enak itu menjadi biasa-biasa saja padahal itu adalah salah satu rekomendasi restoran ini.

Kesimpulannya, ia gagal bertemu Kyuhyun hari ini.

Minji melangkah dengan tidak bersemangat setelah ia keluar dari restoran itu. Waiter yang sedari tadi melayaninya pasti sedang membicarakannya. Seumur hidupnya, Minji tidak pernah mengajak lebih dulu seorang pria untuk makan di luar selain ayah dan adiknya, juga Chanyeol sahabatnya. Maksudnya, pria ini adalah pria yang dipandangnya sebagai seorang wanita terhadap seorang pria, dan entah sejak kapan berada di dekat Cho Kyuhyun membuat kerja jantungnya tidak normal.

“Mungkin kau sangat sibuk. Mungkin juga kau melupakan ajakanku. Ah, mengapa aku jadi seperti ini? Aku merasa seperti ditolak padahal aku tidak melakukan apapun. Ibu, apa kau pernah merasa seperti ini?” Minji ingin menangis. Jika Ibunya masih ada, ia pasti akan bisa mencurahkan isi hatinya saat ini.

Minji terus berjalan kaki menyusuri jalanan. Ia ingin mencari halte bis karena Minji tidak membawa mobil. Minji harap ia tidak akan bertemu siapapun saat ini apalagi itu adalah mahasiswanya.

“Minji-ssi!”

Minji menoleh ketika mendengar dengan jelas seseorang memanggil namanya. Wanita itu kebingungan karena ia tidak menemukan siapapun di belakangnya atau di sekitarnya. Barulah detak jantungnya kembali tidak karuan ketika melihat seorang pria keluar dari dalam mobil yang berhenti beberapa meter di depannya, mobil yang sangat familiar baginya.

Cho Kyuhyun mendekatinya, berjalan dengan sedikit tergesa ke arahnya. Jika keadaannya memungkinkan untuknya berlari, ia mungkin sudah berlari. Minji masih tidak percaya jika pria itu kini nyata di hadapannya, dan ia merasa seperti pernah mengalami déjà vu dengan ini. Kyuhyun memakai sweater berwarna hitam dan jins berwarna biru, kini berdiri di hadapannya.

“Maaf. Aku sangat terlambat. Mereka bilang kau baru saja pergi. Dan kau makan sendirian.”

Minji hanya bisa diam. Ia ingin marah, tapi bukan kemarahan yang utama saat ini. Kemunculan Kyuhyun jauh lebih penting baginya. Minji menatap pria di depannya. Ia benar-benar ingin menangis. Semoga ia bisa menahan air matanya demi sebuah harga diri.

“Kau darimana?”

“Aku—”

Kyuhyun menelan ucapannya. Ia tidak mungkin berkata jika ia baru saja bertemu Han Bomi. Ia mendahulukan janjinya dengan gadis lain padahal ajakan Minjilah yang lebih dulu disetujuinya. Ia bahkan tidak membatalkan atau setidaknya mengonfirmasi keterlambatannya pada Minji. Semua karena ia terlanjur lupa. Seharusnya ia tidak hanya terfokus pada pesan dari Bomi. Gadis itu membuatnya melupakan segalanya.

“Aku sudah kehilangan kesempatan. Aku melewatkan traktiranmu.” Gumam Kyuhyun. Minji bahkan kehabisan kata-kata. Jika Kyuhyun mau, Minji bisa mengulang lagi hari ini. Traktiran itu tidak hanya berlaku hari ini.

“Janji tetap janji. Aku sudah kenyang hari ini. Aku akan mentraktirmu lagi lain kali.”

“Tidak. Akulah yang akan mentraktirmu untuk membayar kerugianmu hari ini.”

“Tidak. Aku mentraktirmu karena kau sembuh. Aku tetap harus membayar janjiku.” Minji bersikeras, dan Kyuhyun menatap gadis itu.

“Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf. Tidak seharusnya aku terlambat.” Suara Kyuhyun melunak.

“Namun pada akhirnya kau datang bukan? Itu jauh lebih penting. Aku— aku sangat lega karena bisa melihatmu hari ini.”

Ucapan itu keluar begitu saja dari bibir Minji. Ia tidak berpikir dua kali sebelum mengatakannya. Ia tidak ingin memikirkan apa yang dipikirkan Kyuhyun tentang dirinya saat ini. Ia terlanjur senang, karena ternyata Kyuhyun tidak melupakannya.

TBC—

Thanks for patience. Kalau kalian masih betah bacanya, aku bersyukur.
Kalau lupa, tinggal baca ulang hehehehe

Oh iya, mengenai akses reader khusus, aku lihat sepertinya banyak yang belum paham. Kalau kalian memang merasa udah lama main di sini dan sering baca di sini (sesuai syarat dan ketentuan), wajib loo untuk daftar akses reader khusus. Jadi kita gampang buat nginfoin ke kalian soal pergantian password dan lain-lain. Untuk next story yang diprotect baik Kyuminji Story atau apapun, kalian akan diinfokan otomatis jika memang ada perubahan.

Maaf ya kalau kali ini aku agak ketat. Ini juga demi mengantisipasi isu plagiat yang belakangan banyak kejadian (semoga ga sampe kejadian di sini). Akses reader khusus ini juga ga berlaku buat silent reader kok. Jadi kalau kalian masih berstatus silent reader, ga usah capek-capek buat apply karena uda pasti ga memenuhi syarat. Jadi buruan kirim emailnya ya sebelum story-nya aku posting. Masih ada waktu kok ^^

See you on next story dan thanKYU for reading ^^

Iklan

49 thoughts on “My Fair Lady [Chapter 4]

  1. Gara” bertemu dengan han bomi kyuhyun jadi lupa lo punya janji makan malam ma minji……sepertinya chanyeol akan patah hati karena sepertinya minji mulai ada perasaan ma kyuhyun hanya saja dia belum menyadarinya…

    Suka

  2. kasian minji nungguinnya lama bgt, untung kyuhyunnya dteng walaupun agak terlambat dri waktu yg sdah mereka tentukan. tpi kalo kyuhyun gak dteng aduh gak bisa bayangin gmana kecewanya minji ya…

    Suka

  3. wahhh akhirny dipost juga chapter 4 nya seneng dehh…

    sempet lupa lagi sama crita awalnya tapi pas smakin dbca jadi ngeuh lagi sama crita awalnya..
    jadi penasaran emnag ayahnya kyuhyun matinya kenapa sampe bkin trauma kyuhyun gitu…kasian ibunya jga hikshiks…

    hwahhhh minji udh mulai jatuh cinta tuhh sama kyuhyun, ayo author bikin kisah cinta mereka seromantis tis nya…
    suka banget sama ceritanya

    Suka

  4. yang ditunggu tunggu akhirnya muncul juga, hehe.
    aku kangen sama story ini, greget sama minji dan kyuhyun, kesel sama bomi yang gak tau diri, kasihan sama bebeb chanyeol dan gemes sama neneknya kyu….. gak ada abisnya dah kalo baca ff ini, sensasinya setiap part beda jadi gak bosen bacanya, meskipun agak ganjel kalo siwon oppa jadi orang yang kaya ‘gitu’ soalnya gak pantas kalo inget wajah malaikatnya. semangat ya minji-ssi, ditunggu chapter selanjutnya.

    Suka

  5. Minji kayaknya yg mulai pny perasaan ama Kyu ya.. Kyunya masih bingung haha.. kasian Chanyeolnya, mau ketemu minji tapi yg dicari malah janjian sm org lain haha..
    Pgn baca chap 1 lagi. Yg Kyu ngaku2in kl Minji pacarnya haha

    Suka

  6. Kayaknya minjo mulai suka sama kyu tapi belum menyadarinya, kyu nya malah bingung ……, kasian udah lama nunģgu kyu eh malah kyu nya lupa acara makannya sedih deh……

    Suka

  7. Biasanya ya baca ff itu kisah cewek yg di tinggalin cowoknya dan betapa galau nya dia.kalo ini kebalikannya, suka deh penjelasan tentang perasaan nya kyuhyun karna bomi.. baca ini serasa kehidupan sehari2 yg emg bisa aja di rasain sama semua orang. Semoga next part kyuminji udah semakin dekat yaa dan perasaan nya udah mulai jelas 😁

    Suka

  8. maaf baru komen lagi 🙂
    aku blom baca yang sebelumnya soalnya jadi langsung aja deh komen disini 🙂
    aku berharap kalo kyu bener-bener memulai semuanya denganminji dari pertemanan nantijadi ningkat pacar 🙂

    Suka

  9. Akhirnya dipost jg yg ditggu” 🙂
    ayolah kyu-minji lanjutin aj hubnya lama”jg akan jd kebiasaan lihatlah minji yg dluan jatuh hati sama kyu kayanya jgn lepaskan kesempatan mdhn” hun keduanya kancar tanpa da orang” ke 3 lagi

    Suka

  10. aku suka ceritanya kesannya ga terburu-buru, jadinya bisa nikmatin perasaan kyu yang masih galau karena Bomi dan juga perasaaan minji yang galau karena benih suka mulai berkembang di hatinya, ha lyang wajar kyu belum paham dengan perasaannya ke minji , cinta memang ga bisa di paksa untuk tumbuh dan juga mati, perlu proses waktu hingga benar-benar tumbuh dan benar-benar mati. hehe..lanjutannya di tunggu Thor 😀

    Suka

  11. Minji udah mulai Cinta kyuhyun tpi kyuhyun Ghag menyadari itu dan msih aja Cinta sama bomi kan udah tau disakiti kok masih Cinta,,,,,,,kasian minji nunggu kyuhyun ampe satu jam kyaknya kesel dech minji ke kyuhyun nunggu lama

    Suka

  12. Ishhh kesel dexh sama kyuhyun.
    Bisa2nya dy lupa janji sama minji gara2 bomi..
    Kalau ajja minji tau apa alasan kyuhyun terlambat gara2 bomi pasti dy kecewa banget dech..
    Kasian chanyeol dy jadi terabaikan sama minji..
    Padahal dulu minji selalu sama chanyeol tapi semenjak ada kyuhyun minji seolah lupa sama chanyeol..

    Suka

  13. Kyuhyun ini bilangnya pingin ngelupain bomi tp msih aja, minji suka kyuhyunnya keliatan banget itu bikin gemes hahahah first time buat minji jatuh cinta kayak gini jd wajar kalau dia gak terlalu kecewa sm kyuhyun

    Suka

  14. Akhirnya update jugaaaa
    Gak paham sama bomi
    Kok dia labil gitu sih

    Dan jd penasaran sama hara
    Ad niat buruk k kyuhyun gk yah krn perusahaan
    Penasaran ama masa lalu kyuhyun jugaaaa

    Seneng krn minji bkan cewek2 muna ama perasaan
    Ditunggu lanjutannyaaaa

    Suka

  15. Nggak bisa menyalahkan Kyu Hyun sepenuhnya. Sudah jelas cwek yang dia sukai itu Bomi, ya pasti dia nemuin Bomi duluan, dan bikin dia lupa ma Minji. Semuanya butuh proses.

    Suka

  16. Ya udh lah ya
    Cchanyeol ama yg. Laiin aja
    Ada kah cast yg lain buat cchanyeol
    bomi dpt siwon, swon ga klah woww dr gyuuu tuh
    Jgn serakah deh

    Duhhh gyu cwo itu yg dpeganng omgngannnya
    Terrmasulk janjinyaa
    Ngp. Barumau deket udh ingkar janji gini

    Suka

  17. Akhirnya Kyuhyun mutusin buat tinggal di korea.
    Kesel banget sama Kyuhyun, padahal dia kan udah disakiti sama Bomi tapi tetep aja masih suka dan peduli sama Bomi.
    Kasihan Minji, dia udah nungguin Kyuhyun lama banget, tapi Kyuhyun malah terlambat datang.
    Sama aja, Kyuhyun melukai harga diri Minji sebagai perempuan.
    Minji kayanya beneran udah jatuh cinta sama Kyuhyun. Tapi, dengan bodohnya Kyuhyun masih tetep cinta sama Bomi.
    Padahal Neneknya Kyuhyun beserta Ibunya Kyuhyun, kayanya udah merestui kalau Kyuhyun menjalin hubungan sama Minji.

    Kapan Kyuhyun mau melupakan Han Bomi, dan mulai membuka hatinya untuk Kang Minji.
    Makin penasaran sama kelanjutan hubungan Minji dan Kyuhyun.
    Eonni, kalau bisa next chapter postingnya jangan lama-lama ya,…
    Udah penasaran banget sama kelanjutan FF ini.
    FIGHTING…..!!! Aku akan slalu menunggu kelanjutan karya-karya kamu. ^^

    Suka

  18. Greget sama kyuhyun yang masih belum bisa move on dari bomi -_- minji kaya nya udah baper ya sama kyuhyun wkwk next banyakin momen KyuMinji nya ya author hehehehe ditunggu kelanjutan nya ^^

    Suka

  19. kemaren dpt email ada konfirmasi pergantian password.. langsung de cek blog.. gak taunya uda ada ff baru..

    udh lama gak maen kesini..

    semangat terus ya nulisnya..

    Suka

  20. Masih bingung knp Bomi sama Kyu kek gitu. Mereka pernah pacaran? Sbnrnya Bomi suka sama Kyuhyun apa gaksih? Knp seneng22 aja dijodohin sama siwon? Nyesek gua kalo jd Chanyeol😂😂😂

    gmn gituin utk jadi reader khusus? saya email ttg permintaan pw utk kyuminji story yg coming soon kok gak di bls ya hm?

    Suka

  21. ada hubungan apasihh kyuhyun ama bomi kenapa sinis banget sama minji.. kesel dehh ahh yg deket siapa yg marah siapa.. kayknya minji udah suka ama kyuhyun ni tinggal kyuhyun nya yg masih abu” btw ksian lihat chanyeol kayaknya bakal bertepuk sebelah tangan…

    mau coba daftar jd reader khusus tapi nyadar diri blm berhak d masuk kategori itu hbs nya aku kayakna masih terhitung raader baru walopun ga baru banget juga

    Suka

  22. Kesel sendiri sama kyuhyun, kapan si kyuhyun bakal move on dari han bomi
    Kasian juga minji, ya ampun kalau dia tau kyuhyun telat lama gara-gara habis ketemu bomi pasti sakit hati banget, kalau aku jadi minji udah pasti nangis digituin

    Suka

  23. kyu ngelupain janjinya cuma grgr ketemuan sama bomi, kasian bgt minji, udah nungguin berjam2 bahkan sampe makan pizzanya sendirian pul, kalo sampe tau alasannya si kyu dtg telat, kira2 minji baper ga ya..

    Suka

  24. Aseeeeeeek
    lama kelamaan saling ketergantungan nih yeeeee
    pas di rumah sakit bawaan Kyuhyun mikirin Minji mulu
    trus Minji juga lama kelamaan merasa Kyuhyun bukan ancaman lagi uhuk
    udah deh menikah aja lah hahaha
    Kyuhyun yg mau melepas masa lalu ayolah dengan Minji aja Kyu kkkkk

    iiih si Minji antara sedih sama senang tuh wkwk
    aduuuuuh
    mereka berdua niii
    ngegemesin

    cieeee awalnya si Minhyuk agak agak gimana gtu sama Kyu
    tapi sejak Kyu nyelamatin dia agak sedikit mengakrabkan diri
    manggil Hyung eoh
    kkkkkk

    sebentar lagi manggil kakak ipar tuh huahahaha

    semangat terus ya

    aku baru sadar kalau MFL nya uda dipost hehe

    Suka

  25. Baca in tuhh bner2 kyk lahi nnton drama .. Wkwkw krna emng bertahap bgt alurnya .. Walau trkesan lama tp kece bgt jdi kita yg baca jga fun fun ajaa … Waha kece beuud lah .. Ditunggu nih yg selanjutnya hhoho syemangat loh authornim ..

    Untyk kedepannya semoga semakin gregeeets ..

    Suka

  26. Kak ini yang paling ditunggu.. Part ini bikin aku kesel sama kyuhyun deh wkwk
    Entah deh, feel nya di kyuhyun sama minji kurang ngeh gitu. Apa emang karena mereka blm deket ? Bikin kyuhyun jealous sama chanyeol dong kak hehe
    Semangat buat next part ya kak ❤

    Suka

  27. Wlaupun smpat lpa crtnya dn trpksa bca ulng part sblumnya hehe sneng akhirnya ada updatan crta ini, 😆
    Ciee minji kyaknua udh mulai suka sma kyuhyun, smga kyuhyun jga cptan lupa sma bomi dn jadian sma minji deh hehe
    Next storynya d tnggu yah kak 😂😀😊

    Suka

  28. Kyuhyun mungkin mulai terbuka sama minji walaupun dia cintanya sama bomi, sedangkan minji kayaknya mulai suka sama kyu.

    aku berharap kyu juga cepet suka sama minji

    Suka

  29. Haduh gimana si kyuhyun orang udah janjian sama minji duluan kenapa malah ketemu nya sama bomi duluan kan kasian minji nya nunggu sendirian di restoran…
    Ayolah kyu cepet suka sama minji biar cepet jadian kekeke 😉

    Suka

  30. Wowww udh mulai keliatan konfliknya ..dri part awal smpe part 4 ini emng konflik muncul perlahan yg aku amatin dri perpartnya.ada beberapa perbaikan penulisan dari tiap partnya ,karna emng aku bru dpet feel nya itu di part 4 .tpi aku suka bnget ceritanya penasaran hubungan si kyuhyun sma minji utk kedepannya .apa di pacaran? Atw gmna tuh bkinnnn penasaran bngt..oke deh segini aja comentnya wkwkwk … ttpe semangat ya thor utk nulisnya…. 🙂

    Suka

  31. Menunggu itu membosankan apalagi harus menunggu seseorang selama 2 jam itu pasti melelahkan ya meskipun hanya duduk doank sech tetap aja capek,capek body dan capek hati apalagi orangnya tak ada kabar berita sedikitpun.

    Suka

  32. ga ngerti sama hubungan kyuhyun bomi tuh jd cuma lyuhyun yg ngejar2 bomi gitu? bomi keliatan kaya ga cinta sama kyuhyun cuma bikin kyuhyun baper aja gitu, belom lagi tekanan darinbapakmya yg ga restuin kyuhyun bomi jadilah begitu. ternyata minji duluan ya yg suka sama kyuhyun hahah tp kyuhyun masih kedistract sama bomi jd gitu dah dan chanyeollll sabar ya nak semangat wkwkw lanjuuuuutt

    Suka

  33. Ih sebel deh sm minji , kenapa g lari aja naek bis ninggalin kyuhyun, atau paleng enggak marah , nyindir kyuhyun, itu kedengeran fair nn lebih baik kang minji ,
    Kyuhyun tidakkah kau mrs bersalah …
    Udah deh si bomi buang ke laut aje,

    Hhhh
    Thanks

    Suka

  34. Hmmm, Kyuu buang perasaanmu jauuh2 dri Bomi,, onegaiiii!!
    kasian Minjii sampai dilupaiin..huhuhuhu
    Sepertinya Minji udh ada benih2 Cintrong niih, haahaha dan jika siram & dipupuk.. wkwkwkwk

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s