[18] Realove

Untitled-1

Author: Hanwoo • Cast: Lee Hyukjae – Hanwoo – and Other Cameo • Genre: Straight – Romance • Length: part 18

 

Eunhyuk’s POV

———————

Tidak banyak yang kulakukan ketika sedang mengikuti wajib militer. Jika mendapatkan waktu berlibur aku hanya tinggal di rumah tak jarang aku keluar. Paling tidak aku pergi ke Gedung SM menemui teman-temanku karena aku sangat merindukan mereka. Tak banyak fans juga mengetahui kedatanganku namun aku selalu memohon pada mereka untuk tidak mengekpos keberadaanku.

Seperti yang kulakukan saat ini bermesraan dengan Hanwoo di kamar tidur kami yang bernuansa Paris. Kami hanya cukup berpelukan di atas ranjang – menjadi pasangan yang dewasa di setiap harinya. Rasa cintaku pada wanita ini tidak pernah pudar. Aku sangat mencintainya. Selain dia cantik, aku sangat menyukai kepribadiannya yang murni apa adanya. Kudengar helaan napasnya yang lembut.

“Kau mengantuk?” tanyaku. Kurasakan kepalanya menggeleng di dadaku yang bidang.

Anio.” Suaranya sedikit serak.

“Bagaimana liburanmu di Paris?”

Dia baru kembali dua hari yang lalu dari Paris bersama ibu mertuaku dan Choi Hyojin. Dia selalu rajin mengirimiku snapchat saat berlibur membuatku ingin menyusulnya namun tidak bisa. Sayang sekali.

“Menyedihkan.”

Waeyo? Kau terjatuh disana? Aku tahu kau sangat ceroboh sering sekali terjatuh tiba-tiba.” Tebakku. Hanwoo menggelengkan kepalanya menyangkal tebakanku bahwa yang kupikirkan salah.

“Terlalu banyak kenangan kita disana aku malah merindukanmu. Oppa, aku rindu comebackmu.”

“Tunggu aku. Aku juga sudah tidak sabar menyapa kembali lautan hallyu.”

“Benar oppa. Kau juga harus berkenalan dengan Jimin dan mintai tanda tangannya untukku, jebal.”

“Jimin? Nugu?”

“Oppa kau tidak mengenal Jimin? Jimin personil dari Bangtan Sonyeondan. Oppa, mintakan tanda tangannya untukku jebal. Aku membeli hampir semua albumnya.”

“Igemwoya? Siapa orang itu? Jadi kau sekarang mengkhianati Super Junior?”

“Bukan begitu… Aku hanya ingin memanfaatkan akses suamiku agar aku bisa bertemu dengan idol-idol yang kusuka. Kau harusnya membantu isterimu.”

“Aigoyaaaa… Shireo.”

“Waeyo?” terdengar nadanya yang memelas dan sedikit sedih menatapku.

“Aiish bisakah kau untuk tidak membicarakan pria lain dihadapanku?”

“Aku tidak membicarakan pria lain, aku hanya ingin bertemu dengan idola yang kusuka. Kau tahu dia umurnya lebih muda dariku dua tahun, kenapa kau cemburu seperti itu?”

“Lebih muda dua tahun ?!”

“Neee…”

“Jadi kau penyuka daun muda sekarang?”

“Anio terkecuali Jimin. Oppa, bisakah kau menghubungi Wookie oppa karena sepertinya dia berteman dengan J-hope dan sewaktu ini dia datang menonton konser BTS.”

“Aigooo! J-hope nuguya?”

Aku sangat lelah mendengarnya. Hanwoo adalah tipikal wanita yang mengidolakan idol atau aktor lain selain diriku. Waktu dulu aku dan dia bertengkar hanya karena dia menyukai Luhan dan Kai. Sepertinya aku sudah mulai biasa dengan sifatnya itu atau aku sudah mulai dewasa dengan hubungan ini? Dia menyukai Jisung, Park Jaejung, Sungjoon, aku sampai hapal dengan nama-nama aktor-aktor itu. Hmmm…

Hanwoo’s POV

——————–

Aku melangkah cepat-cepat menyebrangi jalanan agar lampu merah untuk penyebrang jalan tidak segera menyala. Handphoneku berrdering lagi setelah baru saja lima menit yang lalu kututup teleponku. Kuangkat telepon dari Eunhyuk oppa.

“Waeyo? Aku dalam perjalanan menuju tempat yang kau pinta, oppa. Kenapa kau tidak sabar sekali.” Kesalku karena limat menit yang lalu aku mendapat telepon darinya yang menyuruhku cepat-cepat menuju apartemen di sekitaran Gangnam dekat dengan apartemen kami. Pagi-pagi dirinya sudah keluar tidak memberi kabar lalu meneleponku tiba-tiba memintaku untuk datang segera ke apartemen yang diminta.

“Pastikan kau menekan bel pintu saat kau datang.”

“Memangnya itu rumah siapa? Haaah … Kau membelikanku apartemen baru? Kita akan tinggal di apartemen yang baru?” tebakku.

“Mungkin saja.”

“Wae mungkin saja. Kau ini menyebalkan. Aku sudah hampir sampai. Lantai 18 kan?”

“Ne, aku akan menunggumu. Palliwa.” Pintanya lagi.

“Aku sudah berlari sedari tadi. Kau harus mengajakku makan.”

“Setelah ini kau tidak akan lapar.”

Aku jadi semakin penasaran dengannya. Kumatikan teleponnya dan cepat memasuki lift menuju lantai 28. Di dalam lift aku menunggu dengan perasaan yang resah. Aku memikirkan apa yang sedang dia lakukan tiba-tiba menyuruhku cepat-cepat datang ke tempat ini, apa dia sedang disandera? Mencurigakan sekali.

Eunhyuk’s POV

——————–

Kuperhatikan pria bernama Park Jimin yang tersenyum manis padaku. Malam itu juga setelah Hanwoo tidur aku menelepon Ryeowook memintanya mengantarku bertemu dengan pria-pria Bangtan Seonyeondan karena Hanwoo ingin bertemu dengan pria bernama Jimin entah yang mana orangnya aku tidak tahu. Aku penasaran seperti apa pria itu sampai-sampai membuat Hanwoo membeli album-albumnya membuatku kesusahan mengepaknya kemarin malam.

Anyeong haseyo sunbaenim..” dia memberi hormat padaku dengan menundukkan badannya. Sangat sopan. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain seperti Namjoon, Jin, Taehyung, Jungkook, Min Yoongi dan J-hope. Mereka terkejut dengan kedatanganku walaupun Ryeowook sudah berbicara dengan manajernya sebelumnya untuk meminta ijin bertemu dengan mereka.

“Jadi kau pria bernama Park Jimin yang disukai Hanwoo?” Kurangkul Jimin lalu menepuk-nepuk lengannya. Pria ini terlihat mungil seperti Ryeowook. Orang-orang pasti dengan mudah menyukainya karena dia mempunyai sisi yang charming dan baik hati. Pantas saja Hanwoo menyukainya dan rela membeli album-album mereka selama aku tidak ada.

“Hanwoo?” tanya Jimin dan membuat yang lain penasaran.

“Hanwoo itu kekasihnya.” Ujar Ryeowook membuat Jimin tersenyum tersipu malu.

“Jadi aku ingin meminta tolong padamu, Jimin-ssi. Kau bisa menanda-tangani albumnya kan dan berjabat tangan dengannya? Dia mengidolakanmu.”

“Hyung, apa kekasihmu tau kau berbuat seperti ini?” tanya Taehyung.

“Dia tidak tahu. Baru saja tadi aku menelponnya dia sedang dalam perjalanan kesini. Kalian bisa membantuku kan. Kupastikan dia bukan sasaeng.”

“Hahaha Jimin bisa membantumu, hyung.” Ujar J-hope.

“Tentu saja hyung.” Ujar pria itu dengan senyum dan mata sipitnya yang terlihat sangat charming. Aku tidak sabar Hanwoo segera mengetahuinya. Jarang sekali aku melakukan hal seperti ini padanya. Kali ini dia beruntung.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Aku terkejut dan mulai resah. Ryeowook hanya cekikkan melihatku. Dia saksi hidupku melakukan semua ini demi Lee Hanwoo.

“Itu pasti dia, Jimin-ssi kau ikut membuka pintu denganku.” Ujarku malu-malu sambil merangkul Jimin ke depan pintu.

Author’s POV

——————

Hanwoo menekan tombol bel ketika sampai pada kamar yang dituju. Dia menunggu sampai menekan bel kedua pintu baru terbuka. Hanwoo sangat terkejut ketika yang dilihatnya dari balik pintu adalah suaminya yang sedang merangkul Jimin BTS.

“Omonaaa!” kejut Hanwoo sambil menutup mulutnya saking tidak percayanya. Eunhyuk melepas Jimin kemudian menarik tangan Hanwoo sampai masuk ke dalam ruangan. Jimin menutup pintu kemudian mengikuti mereka dari belakang.

“Wookie oppaaa…! Omo..” Hanwoo belum selesai menyapa Ryeowook karena melihat personel BTS yang lainnya sedang berdiri di tengah ruangan. Ryeowook cekikikan menepuk tangannya. Pria itu melangkah memeluk Hanwoo.

“Eunhyuk hyung meneleponku meminta bantuanku untuk memperkenalkan Jimin padamu. Hahaha.” Ryeowook mengadu pada Hanwoo.

“Kapan kau mempersiapkan semua ini? Oppa aku sungguh malu.”

“Aku akan menceritkannya nanti saat dirumah. Apa kau senang sudah bertemu dengan Jimin? Jimin-ssi, kenalkan ini kekasihku yang mengidolakanmu.”

Hanwoo sempat terkejut mendengar ucapan Eunhyuk yang memperkenalkan dirinya sebagai kekasih di hadapan orang yang baru mereka kenal. Tapi melihat Eunhyuk sangat nyaman mengatakannya entah kenapa dia juga merasa nyaman. Hanwoo menunduk dihadapan Jimin begitu juga dengan Jimin. Hanwoo juga memberi salam pada personel Bangtan yang lainnya.

“Aigoo aku tidak menyiapkan apa-apa untuk kalian. Setidaknya aku membawa kimbab dan kimchi.” Ujar Hanwoo.

“Gwenchanayo noona.” Sahut Jimin membuat Hanwoo menjadi salah tingkah.

“Aku membawa ini untukmu. Kau bisa meminta tanda tangan mereka.”

Hanwoo terkejut ketika Eunhyuk membawa satu kotak kerdus yang isinya adalah album-album BTS miliknya entah kapan suaminya mengambil album-albumnya dia sendiri tidak tahu. Pantas saja dia merasa Eunhyuk sedikit aneh karena meninggalkannya pergi pagi-pagi buta sebelum dia bangun.

*

Hanwoo duduk di dalam mobil disamping kemudi sambil menunggu Eunhyuk menghidupkan mesin mobilnya, Hanwoo tersenyum sangat senang melihat semua album-albumnya ditanda-tangani para personel Bangtan Sonyeondan termasuk dia bisa berfoto bersama mereka dan selfie pelukan bersama Jimin. Dia merasa sangat senang sekali. Tidak menyangka suaminya sangat baik sekali hari ini.

“Aaaaaaa….” Hanwoo berteriak memeluk Eunhyuk. Dia tidak bisa menyembunyikan raut wajahnya yang sangat bahagia. “Kenapa kau sangat baik sekali oppaaaaa…”

“Bukankah aku memang baik?” tanya Eunhyuk.

“Bagaimana perasaanmu, Hanwoo-ya?” tanya Ryeowook yang sedari tadi ada bersama mereka duduk di belakang karena Eunhyuk menjemputnya tadi pagi.

“Tentu saja senang.” Jawab Hanwoo antusias sambil memandangi albumnya yang ditanda-tangani member bangtan.

“Harusnya kau ikut menonton konser mereka bersamaku kemarin.”

“Ya aku menyesalinya, oppa. Hahaha.” Ujar Hanwoo.

“Cukup sekali saja.” Pinta Eunhyuk sembari menjalankan mobilnya keluar dari parkiran.

“Wae.. Wae.. Wae???” tanya Hanwoo dengan mata yang mendelik ke arah Eunhyuk. Ryeowook mulai merasakan akan ada hawa pertengkaran sebentar lagi. Dia sangat mengenal betul pasangan ini.

“Tidak boleh lagi menemui Jimin. Cukup sekali saja.”

“Kenapa tidak boleh? Aissh jadi kau melarangku sekarang. Kau menyebalkan sekali, oppa. Aku akan pergi diam-diam.”

“Yak! Lee Hanwoo..” Eunhyuk mulai kesal juga karena mendengar ucapan Hanwoo yang akan bertemu diam-diam dengan Jimin.

“Wae? Kau cemburu? Kukira kau sudah dewasa, ternyata masih sama saja seperti Eunhyuk yang dulu.”

“Aku tidak cemburu.” Elak Eunhyuk.

“Lalu apa kalau bukan cemburu? Kau melarangku.”

“Ya, aku hanya melarangmu.”

“Waeyo?”

“Yaaaak kalian kenapa jadi bertengkar? Baru saja kalian baik-baik saja” tanya Ryeowook yang menjadi kesal. “Aiiish mending turunkan aku disini sekarang juga.” Pinta pria yang akhir-akhir ini terlihat tembam itu.

“Aku kesal padanya. Dia cemburu tapi tidak pernah mengakuinya.” tuduh Hanwoo. Eunhyuk menginjak pedal remnya karena lampu merah di perempatan. “Sudah hampir empat tahun aku menghabisi waktu bersamanya masih saja tidak dewasa. Masih saja cemburu, seperti anak kecil.” Cercah Hanwoo menaruh albumnya sedikit kasar pada dashboard mobil karena emosi.

“Kau juga kemarin marah saat aku berdekatan dengan Letnan Kim.” Eunhyuk mulai mengungkit-ungkit Letnan Kim lagi membuat wajah Hanwoo memanas. Pipinya bersemu merah karena teringat lagi dengan wanita yang membuatnya kesal waktu lalu.

“Kenapa kau senang sekali mengungkit wanita itu hah?!”

“Lihat kau juga seperti anak kecil. Lihat kan … Bagaimana perasaanmu sekarang? Apa kau senang? Begitu juga denganku ketika tahu bahwa orang yang paling kucintai didunia ini mengagumi pria lain. Walaupun aku tahu dia tidak akan mungkin berpaling, tapi aku hanya ingin dia memilihku saja.” Eunhyuk menatap Hanwoo sangat dalam. Dia mengucapkannya dengan penuh penekanan. Mendengar ucapan suaminya Hanwoo terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa. Mereka terdiam dan mulai terbawa suasana. Eunhyuk mendekatkan wajahnya mencoba mencium Hanwoo namun Ryeowook mulai menengahi mereka. Ryeowook terbatuk-batuk karena dia merasa dilupakan saat ini. Dengan cepat Hanwoo membalikkan tubuhnya ke depan menatap jalan.”

“Hyung, apa kau tidak bisa mengontrolnya sampai rumah atau sampai aku tidak ada di dalam mobil ini?” bisik Ryeowook. “Aigoo kalian berdua sama saja..” Ryeowook sedikit kesal pada mereka berdua memalingkan pandangannya ke luar jendela.

*

Sementara itu di dorm BTS …

Yoongi membuka pintu dan mendapatkan sebuah dellivery makanan yang berjejer di lantai banyak sekali. Ada 5 bungkus tas plastik berjejer di lantai. Delivery itu memberikan sebuah surat untuknya. Yoongi menyuruh delivery itu masuk membawa makanan-makanan itu ke dalam membuat para member bersorak-sorai melihatnya.

“Hyung dari siapa?” tanya Namjoon.

“Mollayo, seseorang mengirimkannya.” Ujar Yoongi sambil membolak-balikkan surat yang didapatnya dari tukang delivery. Delivery itu pergi meninggalkan ruangan ini ketika para member bangtan mengerubungi Yoongi untuk membaca surat itu.

“Dear para dongsaengku, senang bertemu dengan kalian. Terima kasih telah membantuku. Sebagai ucapan terima kasih aku mentraktir kalian makanan yang sangat enak. Semoga kalian menyukainya. Terutama Jimin, ah aku sangat cemburu padamu. Bagaimana bisa kau membuat kekasihku menyukaimu. Tetap semangat. Semoga disaat aku kembali kita bisa bersama di atas panggung. Hanwoo pasti akan senang. Selamat menikmati makanannya, kamsahamnida. Eunhyuk Super Junior^^” mereka semua saling tatap ketika Yoongi sudah selesai membaca.

“Woooaaaaaaa daebak. Kau jjang Jimini !” Yoongi menepuk Jimin.

“Wooaaa aku sangat cemburu. Seandainya Hanwoo noona menyukaiku.” Ujar Jin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Hanwoo noona sangat cantik. Eunhyuk sunbaenim sangat mencintainya. Aku yakin mereka berjodoh.” Namjoon mulai berpuitis.

“The power of Park Jimin. Hei hei hei kalian sangat beruntung memiliki aku.” Sahut Jimin dengan suara lembutnya. Dia tersenyum sampai matanya menyipit. Mendengar pernyataan jimin mereka semua pergi meninggalkan Jimin.

“Mari makan aku sudah lapar.” Jungkook melangkah yang mendapat persetujuan dari J-hope. J-hope merangkul maknae BTS itu.

Hanwoo’s POV

———————

Aku memejamkan mata merasakan sensasi ciuman dari Eunhyuk oppa. Giginya menggigit pelan kemudian menyesap bibir bawahku membuatku semakin tidak tahan. Membuat perasaanku berdebar dan menggebu-gebu tidak karuan. Kami berguling mengganti posisi aku di atas tubuhnya yang bidang menindihnya. Dia sangat kekar sekarang. Aku sangat menyukai tubuhnya.

Kulepas ciumanku lalu menatap wajahnya. Tak lama kemudian kukecup seluruh wajahnya bergantian dari kening, pipi, hidung, dagu, hampir seluruhnya aku gemas menciumnya. Dia tertawa pelan melihatku yang begitu memanjakannya saat ini. Tangannya merangkul leherku. Kukecup lehernya memberikan kissmark pada lehernya. Kurasakan wanginya tetap sama dan tidak berubah.

“Aku sangat beruntung memilikimu, oppa. Saranghae.” Bisikku.

Nado.

Nado?” tanyaku memastikan.Kutatap matanya hanya memastikan apakah ada keraguan dari matanya saat mengucapkan hal itu? Namun Eunhyuk mengangguk mengiyakan dengan pasti – membalas tatapanku, seperti tidak ingin membuatku meragukan perasaannya.

Ne, nado.. Aku sangat bahagia ketika bersamamu dan aku sangat senang bahwa wanita yang kunikahi adalah dirimu Hanwoo-ya.”

Skakmat. Stuck. End. Over. Kelu atau apapun istilah yang bisa dikatakan, aku tidak bisa mengucapkan sepatah kata apapun sekarang. Rasanya seperti terjebak dengan ucapan Eunhyuk yang sangat membuatku yakin bahwa dia benar-benar mengucapkannya dari lubuk hatinya dan tidak bermain-main sama sekali padanya.

“Mau kah kau bercinta denganku sekarang?” tanya Eunhyuk. Aku tersenyum mengangguk – mengiyakan. Perlahan-lahan tubuhnya bangkit duduk memangkuku. Jarak wajah kami sangat dekat. Bahkan aku bisa merasakan hembusan napasnya yang sangat hangat. Libidoku kembali meningkat. Aku membuka kemeja pink dan jemarinya membantuku menurunkan kemejaku. Hatiku berdebar karena pada akhirnya kami jatuh di ranjang lagi dalam permainan kenikmatan cinta, sentuhan dan desahan yang akan menyerukan ruangan kecil ini. Kami berciuman lagi dengan sangat intens dan penuh emosi. Dengan ciuman aku bisa tahu seberapa dalam dia mencintaiku dan aku juga bisa membuatnya merasa bahwa aku juga sangat mencintainya…






Hallo semuanya … Lama sekaliiii hhh…

Aku kehabisan ide, aku gatau harus nulis apa. Susah sekali nulisnya kalau nggak ada momen gini. Aku udah pernah ngetik tapi gagal terus pada akhirnya aku nemu satu foto yang akhir-akhir ini ngebuat aku semangat lagi untuk nulis. Foto Eunhyuk di militer yang ganteng abiiiizzzzzz sampe bikin mewek and teriak di tengah jalan. Waktu itu ceritanya aku lagi pulang dari ngasi surprise auhtor Choi Hyojin yang lagi ulang tahun, saengil chukka hamnida^^

Dan Jimin sukses jadi cameo disini beserta member bangtan yang lainnya. Kebetulan aku lagi suka itu bocah. Baiklah , jangan lupa di komen ya 🙂 terima kasih. Aku rindu kalian semua….

 

Iklan

10 thoughts on “[18] Realove

  1. Mampir ke sini setelah liat update-an fanpage di fb. Baru pertama kali baca realove dan pertama kali baca ff sj castnya eunhyuk yg feelnya “dapet”. Biasanya yg masuk ke otakku cuman cho kyuhyun kkk. Jjang author-nim! Btw aku juga lagi suka sama bities selama om2 sj pada wamil :3

    Suka

  2. Wah sweet banget dech eunhyuk oppa ksih suprise ke hanwoo ketemu idolanya jimin :D,,,,, lagi fokus baca n ada itunya 😀 ghag da trusannya,,,,akhu tggu next critanya Lee family eon semangat ya eon cari inspirasinya akhu tggu 😀

    Suka

  3. pasangan eunhyuk dan hanwoo itu tiada hari tanpa bertengkar tapi ujung” nya mereka selalu baikan lagi dan ampe gkk sadar kalo ada ryewook di blakang mereka pas mereka mau ciuman

    Suka

  4. mereka sweet banget sih kan jadi ngiri 😜😜😜😜
    berantem baikanya selalu gk lama udah baikan lagi, apalagi kalo udah di rayu sama hyuk oppa hahaha jadi tambah penasaran next ya kak …..😁😁😁

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s