KyuMinji Story : Heartstorming [Prolog -2]

kmht-2

Title : KyuMinji Story : Heartstorming [Prolog – 2]

Author : Minji

Cast : Cho Kyuhyun – Kang Minji – Cho Jino – Cho Kyungsoo – Cho Gayoon and others

Genre : Romance, Family

Length : Oneshoot

——————————————-

Here is the 2nd prolog. Happy Reading!

Namaku Cho Kyuhyun, pria yang merasa bahwa dirinya dilahirkan dengan penuh keberuntungan ke dunia. Saat masih kecil dan duduk di bangku sekolah dasar, aku tidak tahu bahwa sebenarnya hidupku sangat mudah. Aku bersekolah di salah satu sekolah yang mahal dengan basis pendidikan internasional, punya banyak teman, sering dikelilingi teman-teman perempuan dan diberikan cokelat juga permen gulali. Masa kecilku sungguh menyenangkan dan aku tidak menyadari jika aku terlahir di tengah-tengah keluarga yang tidak kekurangan suatu apapun.

Aku baru tahu— maksudku baru memahami saat masuk sekolah menengah jika appaku adalah seorang pengusaha— yang pada waktu itu kuyakini sebagai salah satu profesi yang akan mendatangkan banyak uang. Appa selalu sibuk dengan pekerjaannya dan ia masih menyempatkan waktu untuk menjawab semua pertanyaanku tentang apapun yang ia lakukan dan kerjakan di ruang kerja ketika aku melihatnya, sangat berbeda dengan kakak perempuanku yang sama sekali tidak peduli dengan hal-hal seperti itu.

Berkat cerita appa tentang pekerjaannya dan segala hal menarik yang ia ceritakan menyangkut bagaimana menghasilkan banyak uang, akhirnya aku mengubah cita-citaku dari seorang pilot menjadi seorang pengusaha seperti appa. Kupikir dengan menjadi pengusaha, aku akan menghasilkan banyak uang. Menghadiri rapat penting, bertemu klien, dinas ke luar kota bahkan ke luar negeri, itu sangat menyenangkan.

And here I am now. Di usiaku yang kini sudah mencapai kepala empat, nama Cho Kyuhyun sudah terdaftar sebagai salah satu businessman handal di Korea Selatan. Aku tahu semua ini adalah karena keberuntunganku terlahir sebagai anak seorang pemilik sebuah perusahaan besar. Namun kata appa, warisan darinya saja tidak akan cukup mengantarkanku ke posisi CEO seperti sekarang jika bukan karena ia mendidik mentalku dari nol— bahkan aku memulai karirku dari bawah sebagai pegawai biasa atas permintaan appa. Dan merasakan naik jabatan sedikit demi sedikit dengan proses yang seharusnya, di bawah perusahaan milik keluargamu sendiri, kurasa itu adalah suatu pembelajaran hidup yang tidak akan pernah kulupakan.

Terlahir di dalam lingkungan keluarga kaya raya— tak hanya itu keberuntungan yang kualami dalam hidup. Aku merasa telah mendapatkan keberuntungan keduaku ketika akhirnya aku berhasil menaklukkan hati seorang wanita yang kuinginkan— wanita yang pada akhirnya menyandang status sebagai istriku, wanita yang memberiku tiga orang anak. Wanita itu adalah Kang Minji— wanita yang sangat aku cintai seumur hidup selain Omma dan Noona. Ah, putri bungsuku Gayoon juga berada dalam list wanita-wanita itu sejak dia lahir ke dunia.

Mengapa aku menyebut Minji sebagai keberuntungan? Karena aku mendapatkannya dengan tidak mudah. Proses pendekatan dengannya adalah proses pendekatan paling lama yang pernah kucatat dalam sejarah percintaanku.

Sejak kecil, aku mendapatkan apapun yang kuinginkan dengan mudah. Mainan, buku komik, uang, bahkan wanita. Maksudku, jika memang aku berniat dan ingin mengencani seorang wanita, aku pasti akan mendapatkannya. Tanpa bermaksud menyombongkan diri, setiap kali aku berjalan dengan teman-temanku, mata para gadis akan dengan cepat tertuju padaku. Pasti. Aku bahkan pernah dipukul ketika SMP oleh sahabatku sendiri karena gadis yang ia sukai ternyata menyukaiku. Aku pernah mengencani sahabatku saat SMA— Choi Hyojin, meskipun pada akhirnya ia menikah dengan sahabat kami juga (saat itu kami terlibat segitiga persahabatan dengan dua pria dan satu wanita). Hyojin menikahi Changmin, pada akhirnya. Kalian tentu pernah mendengar kisah ini saat Jino pertama kali masuk sekolah. Ya, Hyojin adalah guru Jino waktu itu.

Sebelum mengenal Minji, aku mengencani teman seangkatanku yang cantik dan menjadi primadona satu kampus saat itu. Bisa kukatakan, Jung Sora adalah salah satu mantan yang bisa kusebut sebagai mantan karena aku serius dengannya. Hanya saja ia mengkhianatiku dengan pria lain dan itu membuat harga diriku terinjak hingga akhirnya kami putus baik-baik.

Dan Tuhan sangat baik, mendatangkan keberuntungan sangat cepat dengan mempertemukanku pada seorang gadis sederhana yang cerdas dan supel sebagai pengganti Jung Sora— dan tak pernah kusangka gadis itu akan mengubah hidupku, memegang kebahagiaanku, dan menjadi ibu dari anak-anakku.

Banyak kekonyolan dan kebodohan yang kulakukan selama mengejarnya dan mencintainya. Aku menaiki bus kota karenanya dan mendapatkan kesenangan tersendiri dengan itu. Aku menyaksikan lomba debat kampus ke Busan karenanya. Aku pernah cemburu pada anak SMA dan berniat berkelahi untuk itu juga karenanya. Untuk yang ini, sungguh konyol dan aku merasa malu di hadapan Minji karena menunjukkan sisi negatifku yang kekanak-kanakkan.

Dan dengan sejarah banyaknya wanita yang menginginkanku meskipun yang kupacari hanya sedikit (yang kuceritakan adalah yang kuanggap serius)— Minji adalah wanita pertama yang kutiduri. Minji tidak tahu fakta ini pada awalnya, meskipun pada akhirnya seiring waktu aku membuka rahasia ini padanya. Mendengar hal itu, Minji tersenyum lebar, memelukku lalu membisikkan “terima kasih” di telingaku. Aku jadi merasa bersyukur karena sebagai ‘pengunjung’ pertamanya, aku adalah laki-laki yang bersih dan belum tersentuh siapapun. Puji Tuhan, kurasa kami benar-benar berjodoh karena bahkan seks pertama kami menghasilkan seorang Cho Jino, putra kebanggaanku.

Jika menurut teman-temanku Jung Sora jauh lebih cantik daripada Minji, aku akan dengan bangga berteriak jika Minjiku jutaan kali lebih cantik daripada wanita manapun di dunia ini. Ia hanya terlalu polos, tertutup, rendah diri, dan terlalu sopan. Ia berbeda dengan gadis-gadis seusianya waktu itu yang sibuk berhura-hura dan mengejar pria tampan kemana-mana. Ia membuatku penasaran, karena ini adalah pertama kalinya aku memikirkan (bahkan menginginkan) gadis yang sama sekali tidak memikirkanku.

Menyadari respon dinginnya ketika pertama kali aku berusaha mendekatinya, ia yang tidak mau menatap mataku, ia yang selalu kabur begitu aku muncul di dekatnya, dan banyak hal aneh lainnya— aku jadi berpikir keras bagian mana dari diriku yang tidak disukainya.
Ia pintar dan mahasiswa kebanggaan. Aku tidak merasa kurang dan kalah saing dengannya, karena Cho Kyuhyun bukan mahasiswa bodoh bahkan dikategorikan jenius saat itu. Dari segi fisik, apa mungkin Minji tidak normal karena tidak menyukai wajah dan postur tubuhku yang bahkan seorang kapten tim basket? Apa dia suka pria gendut dan pendek? Yang jelas, Eunhyuk sahabatku sangat puas menghinaku ketika masa-masa aku merebut perhatian Minji agar melihat ke arahku dan agar ia bisa menganggapku sebagai seorang pria untuknya.

Kata Eunhyuk, “Kang Minji bukan gadis yang menarik. Aku paham betul seleramu. Kau akan cepat merasa bosan bahkan sebelum kau bisa melakukan ‘banyak’ hal dengannya.”

Eunhyuk yang brengsek dan sepertinya ia berpikir aku juga sama brengsek dengannya. Tapi Eunhyuk salah besar. Perasaanku pada Minji tidak sedangkal itu, tidak sebatas rasa penasaran atau sekadar ingin coba-coba mengencani seorang gadis kutu buku.

Aku tahu, hatiku menginginkan Minji sepenuhnya. Dan aku akan mendapatkannya dengan cara apapun.

Aku harap kalian tidak akan merasa cemburu, karena aku akan lebih banyak membahas tentang kebaikan Minji dan bagaimana ia membuatku semakin jatuh cinta padanya.
Minji adalah malaikatku. Terdengar berlebihan ya, tapi bagiku dia memang malaikatku. Pertemuan pertama kami di mini market hari itu, ia yang datang menawarkan kebaikan dengan membayarkan belanjaanku karena ketika itu dompetku tertinggal. Minji tanpa canggung ikut campur dalam menyelesaikan masalahku ketika aku membuat antrian kasir semakin panjang dan mungkin saja beberapa orang marah-marah karena aku.

Dan aku terkesan padanya. Aku jadi benar-benar jatuh cinta ketika tahu ia adalah orang yang bisa kujangkau karena ternyata kami satu kampus meskipun berbeda jurusan.

Mungkin ucapan Eunhyuk tidak sepenuhnya salah. Minji memang sama sekali bukan tipe gadis yang ingin kukencani. Namun setelah mengenalnya, Minji bukanlah gadis yang patut dikencani berlama-lama karena sebaiknya ia harus segera diperistri saja. Dan aku mewujudkannya secara tidak sengaja setelah dua tahun kami berpacaran.

“Kau cantik sekali.”

Hanya itu kata-kata yang berhasil keluar dari mulutku ketika akhirnya kami dipertemukan dan akan disatukan dalam ikatan pernikahan di gereja hari itu. Tentu saja aku mengucapkannya dengan suara pelan dan kupastikan hanya calon istriku yang bisa mendengarnya.

Tubuhnya dibalut gaun pengantin yang sangat cantik dan menjuntai panjang. Wajahnya di make up natural dan tentu saja Minji menanggalkan kacamata minusnya hari itu. Hatiku bergetar hebat saat mengucapkan kata-kata janji pernikahan di depan Tuhan dan semua orang yang hadir pagi itu.

Dan Kang Minji secara sah menjadi istriku.

Kulihat matanya berkaca-kaca, sarat emosi dan aku tidak bisa menebak apa yang tengah ia rasakan saat itu. Bahagia? Sedih, ataukah mungkin— menyesal?

Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja seharian ini. Aku hanya merasa malu menghadapi banyak orang.” Itu jawaban Minji ketika aku bertanya apa ia baik-baik saja setelah akhirnya hanya kami berdua di dalam kamar pengantin setelah seharian menjalani prosesi yang melelahkan.

Aku memeluknya, menepuk-nepuk punggungnya yang masih terbungkus gaun. Kami memang belum melakukan apapun karena obrolan itu adalah obrolan begitu kami berada di dalam kamar.

“Jangan merasa bahwa kau tidak pantas atau semacamnya lagi. Sekarang kau istriku. Aku akan menjaga dan melindungimu seperti yang semua orang minta padaku.”

Minji mengangguk dan pipinya basah. Namun ia tersenyum akhirnya.

“Katakan kau bahagia hari ini, karena aku sangat bahagia.

Minji masih hanya tersenyum.

“Hei, bahagia kan?”

Minji mengangguk. “Jawab aku dengan suaramu, aku jadi tidak yakin.”

“Aku sangat bahagia menikah denganmu. Aku bahagia menjadi istri Cho Kyuhyun. Puas?”

Aku tertawa. Minji tiba-tiba jadi sedikit galak.

Dan setelah hidup denganku, Minji jadi lebih banyak bicara. Ia ternyata bisa cerewet. Mungkin ia menghayati dan menikmati perannya sebagai seorang ibu dan istri. Ia mengurusku dengan baik, begitu juga anak-anak, bahkan ia mencoba sebisa mungkin mengatur waktunya ketika ia masih bekerja dan berkarir di perusahaan Siwon.

Ah, ada satu hal yang ingin kuceritakan. Aku memang tidak suka bahkan tidak bisa merokok, tapi aku suka minum dan sering kulakukan dulu hampir setiap akhir pekan sebelum aku mengenal gadis bernama Kang Minji. Well, aku punya kesibukan baru setiap akhir pekan setelah pacaran dengannya. Apapun agar aku bisa menghabiskan waktu bersamanya, dan Eunhyuk sempat kesal karena kehilangan partner minumnya.

Minji mungkin tahu kebiasaanku itu dengan mendengar dari orang-orang di kampus, tapi ia tidak pernah mempermasalahkan itu. Ia memang tidak pernah melarang dan bertanya karena aku sendiri mulai mengurangi dan yang terpenting aku tidak minum ketika bersamanya. Sederhananya, Minji jangan sampai tahu jika aku minum.

Sekalipun minum, aku hampir tidak pernah mabuk. Kecuali pada suatu hari di mana menurutku aku cukup sial— sial karena Minji yang sedang hamil 7 bulan anak pertama kami menyaksikan betapa menjijikkan seorang Cho Kyuhyun sebagai pria yang selalu ingin terlihat bermartabat di mata istri kesayangannya.

Aku ingat betul, hari itu aku lembur di kantor karena kami – aku dan beberapa rekan satu tim sedang menghandle sebuah project besar yang dibebankan kepada kami. Saat itu, aku memang hanya pegawai biasa. Aku belum punya jabatan, dan aku menikmati masa-masa itu, masa-masa penuh semangat dan perjuangan. Bagaimana tidak menjadi sangat bersemangat karena dengan kerja kerasku itu aku akan menghidupi Minji dan calon anakku. Setiap jam pulang tiba, aku selalu merasa bahagia karena sebentar lagi aku akan melihat wajah Minji yang tersenyum menyambutku dengan perut buncitnya. Ia akan memelukku, melepaskan dasiku, dan jika aku beruntung dan Minji sedang berbaik hati, aku bisa langsung mencumbunya dan ujung-ujungnya kami bercinta.

Kupikir, menikah dan punya istri sangat menyenangkan dalam hal ini. Namun lebih menyenangkan dan membahagiakan karena menyadari ada orang yang sangat mencintai dan menyayangi kita. Aku merasakan hal itu sejak tahun pertama kami menikah, bahkan hingga detik ini. I love my wife. Only her.

Kembali pada hari itu— tepatnya malam kesialan itu. Pukul 9 malam, aku dan rekan satu timku memutuskan untuk pulang dan mengakhiri lembur hari itu. Minho, salah satu dari kami mengusulkan untuk mampir ke kedai pinggir jalan dan meminum soju. Kupikir tidak ada salahnya. Hanya satu jam. Aku akan mengirimkan pesan pada istriku bahwa aku pulang telat. Dan dua minggu itu, Minji sudah terbiasa dengan jam lemburku. Dia pun tidak memasak kecuali kuminta jika aku belum makan malam.

“Sayang, aku pulang terlambat.
Tidurlah lebih dulu jika kau lelah. Aku sudah makan.
Jangan menungguku. Ah, aku merindukanmu dan juga perutmu.”

Dan Minji hanya akan membalas dengan singkat : “ Baiklah. Hati-hati.” . Diikuti emoticon hati. Aku bahagia sekali.

Begitulah yang terjadi selanjutnya. Kami minum soju dan tertawa hingga larut, dan aku pulang dalam keadaan mabuk. Aku masih sadar memberhentikan taksi dan menyebutkan alamat apartemen kecilku. Dan kata Minji dua hari kemudian ketika akhirnya kami bicara lagi setelah peristiwa itu, supir taksi sampai naik memapahku dan demi Tuhan— aku muntah hingga harus membuat istriku yang malang membersihkan kemeja putih itu esok harinya. Untung saja saat itu akhir pekan dan hari libur. Aku mendekam di rumah seharian dan introspeksi diri sementara Minji menghukumku dengan tidak mengajakku bicara dan bahkan ia mengurung diri di kamar.

Apa kalian tahu di mana aku terbangun pagi itu setelah sadar?

Di dalam kamar mandi. Di bawah wastafel. Lengkap dengan bantal dan selimut.
Minji mengunci pintu kamar mandi kami dari luar dan ia menghukumku tidur di sana. Itu adalah pengalaman pertama aku tertidur di dalam kamar mandi dan aku bersumpah hal itu tidak akan pernah terulang lagi apalagi dengan penyebab yang sama.

Bisa kalian bayangkan, Minji dengan perut besarnya menyeretku ke dalam. Ia pasti menangis melakukannya. Ia pasti merasa malu dan kecewa. Untung saja aku tidak punya kebiasaan buruk membanting barang ketika mabuk, atau lebih tepatnya aku tidak mabuk karena sedang terlibat masalah berat.

Aku bersyukur saat itu, karena setidaknya aku tidak melukai istriku apalagi memaksanya bercinta. Jika hal itu terjadi, mungkin aku bukanlah ayahnya Kyungsoo dan Gayoon sekarang.

Aku berdosa besar pada Minji saat itu. Namun ia sangat mencintaiku dan tidak menyampaikan masalah itu pada orangtuaku. Jika iya, masalah lain akan datang dan mungkin Appa bisa menghukumku lagi dengan memisahkan tempat tinggalku dengan Minji. Hal itu sama sekali tidak boleh terjadi. Kami tidak bisa dipisahkan.

Jika membicarakan masa lalu kami sama saja dengan membuka banyak aib dan kebodohanku dan bagaimana penderitaan serta kesabaran Minji dalam menghadapi dan menerimaku. Aku tahu, kami berasal dari lingkungan yang berbeda, dan kami juga dibesarkan dengan pola pikir yang berbeda.

Namun aku mencintainya dan Minji mencintaiku. Masalah selesai.

**

Ada tiga hal dari Minji yang tidak kusukai. Maksudku bukan aku membencinya karena itu. Aku hanya tidak tahu bagaimana menempatkan diriku dan bagaimana bersikap jika Minji sudah mengeluarkan tiga hal itu.

Pertama. Ia sangat rendah diri. Dalam beberapa hal. Namun makin lama hal ini sudah jarang terjadi karena Minjiku telah menjelma menjadi wanita yang percaya diri dan tegas.

“Oppa, apa yang ini cocok untukku?”

Aku mengerutkan alis lalu menurunkan buku yang kubaca, fokus padanya. Minji bukan tipe wanita pesolek dan tidak akan menghambur-hamburkan uangnya apalagi uangku untuk membeli pakaian bermerek dan gaun yang mahal. Namun ia akan dengan semangat mempercantik dirinya ketika aku memintanya untuk ikut menghadiri acara kantor atau jamuan makan malam dengan klien. Aku baru ingat, keesokan harinya kami akan menghadiri pesta pernikahan salah satu kolega perusahaan. Kalau tidak salah Gayoon belum lahir waktu itu. Mengandung Gayoon pun belum.

“Oppa, cantik tidak?” Minji masih memutar-mutar tubuhnya di depan cermin dan aku memperhatikannya dari tempat tidur.

Gaun berwarna maroon, sheath dress selutut tanpa lengan yang membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas. Kaki jenjangnya, potongan lehernya, membuatku membayangkan jika pakaian seperti ini adalah favoritnya. Aku bisa gila setiap hari dan tidak berniat ke kantor.

“Di mana kau membelinya?”

“Aku memesannya lewat Hanwoo. Sepupunya ternyata seorang desainer. Karena aku memesannya bulan lalu kurasa perutku sedikit membuncit dan ini terlihat tidak bagus—”

Ucapannya terpotong karena aku sudah lebih dulu memeluknya dari belakang dan mengecup pipinya. Minji tersipu melihat senyumku. Ia seharusnya tahu jika aku selalu suka apapun yang ia pakai, bahkan ketika ia tidak mengenakan apa-apa.

“Kau cantik sekali dengan ini. Berjanjilah kau hanya akan memakainya jika aku pergi denganmu. Jika kau tidak bersamaku, aku akan melarangmu memakainya.”

Minji tersenyum simpul. Aku harus banyak memujinya karena belakangan, menjelang usia kepala tiganya, Minji terlalu sering mengeluhkan soal bentuk tubuh dan kekhawatiran akan berat badan yang sebelumnya tidak pernah menjadi kekhawatirannya. Padahal menurutku, bentuk tubuhnya masih bagus meskipun ia sudah melahirkan dua kali waktu itu. Dia tidak tahu saja— beberapa rekan kerjaku yang pernah bertemu dengannya akan membicarakannya. Mereka akan menggodaku dan mengatakan jika aku beruntung bisa memeluk Minji setiap malam.

Pikiran laki-laki. Aku tidak suka mereka berfantasi soal Minji.

Aku tidak bisa mencegah kebiasaan Minji yang melakukan perawatan tubuh dan kecantikan belakangan waktu itu. Lagipula itu menguntungkanku. Sekalipun aku menambah anggaran baginya untuk itu, tidak masalah. Minji bukan wanita yang menikahiku karena aku putra seorang konglomerat. Dia bahkan juga pernah meniti karir dan berpenghasilan besar sebelum Kyungsoo lahir.

“Aku tidak bekerja, hanya diam tidak melakukan apa-apa. Risiko menjadi gemuk akan lebih besar. Bagaimana jika kau bertemu wanita lain atau mungkin mantan pacarmu yang tiba-tiba lebih menarik daripada aku?”

Aku tertawa ketika Minji pernah mengucapkan hal seperti itu. Hari itu kami makan siang bersama. Ia menjemputku ke kantor karena aku tidak punya janji penting. Ujung-ujungnya, aku menunggui istriku di salah satu salon ternama untuk melakukan facial dan perawatan rambut. Itu memang bukan pengalaman pertamaku sebagai seorang pria yang mengantar pasangannya ke salon. Dulu aku juga pernah mengantar Minji. Sudah dulu sekali, namun itu karena aku yang memaksanya sebagai salah satu kejutan ulang tahun. Namun Minji memang adalah wanita pertama yang membuatku melakukannya.

Baiklah, Sayang. Demi kecantikan yang ingin kau miliki dan demi mengikat suamimu yang tampan ini, apapun bisa kau lakukan. Minji berubah, tapi aku menyukainya. Setidaknya ia mengatasi sifat rendah dirinya dengan memotivasi dirinya sendiri.

Hal kedua yang tidak kusukai darinya adalah sifat keras kepalanya. Untuk hal ini aku tidak akan menceritakannya karena sebagian besar adalah momen-momen pertengkaran kami. Soal apapun. Sejak Jino lahir, sejak kami punya anak, sejak kami tidak hanya memikirkan tentang kami berdua, perdebatan ringan hingga pertengkaran sering terjadi. Dia keras kepala, dan memang aku lebih banyak mengalah. Apalagi jika itu salahku. Sebagian besar memang salahku jika diingat-ingat.

Lalu yang ketiga, hal ini cukup berat bagiku. Ini memang jarang terjadi, tapi ketika Minji sudah mendiamkanku dan menganggapku hanya pajangan di sekitarnya, saat itulah aku merasa sangat bersalah dan aku tahu istriku sedang marah besar padaku. Jangan harap ia akan menyapaku terlebih dahulu kecuali jika mungkin aku mendadak terkena serangan jantung di depan matanya.

Begitulah Minji. Jika baginya sesuatu sudah begitu memuakkan untuk dibahas, ia akan memilih diam dan tidak lagi mendebatku. Tidak lagi menyuarakan isi hatinya, dan memilih memendamnya dalam hati sampai ia merasa dirinya sudah membaik hingga ia bisa bicara dengan normal padaku. Masa terlama di mana ia mendiamkanku itu adalah hampir satu minggu. Aku lupa tepatnya kenapa, namun yang jelas semua berawal ketika Ibu mertuaku dirawat inap di rumah sakit. Minji menginap beberapa kali di rumah sakit, dan terjadi sedikit masalah. Selama masa-masa seperti itu, jangan harap Minji akan menuangkan nasi ke piringku, membuatkan kopi untukku, atau tidur di pelukanku. Aku hanya akan menonton punggungnya saat tidur. Dan itu menyakitkan.

Namun semarah-marahnya Minji padaku, sekesal-kesalnya ia pada tingkah dan kenakalan anak-anak, Minji selalu bisa mengimbangi dirinya. Ia pintar menjaga emosinya dan mungkin dengan diam seperti itu ia merasa jauh lebih baik. Berbeda denganku yang mungkin akan lebih cepat emosi dan masih saja berpikir dangkal apalagi jika menyangkut laki-laki lain yang mencoba mendekati istriku. Aku masih belum begitu dewasa dalam hal ini, terlepas dari apa yang kalian tahu tentang aku sebagai sosok suami yang hebat.

Dan aku tidak pernah menyangka, entah seberapa dalam aku telah menyakiti Minji hingga ia menginginkan sesuatu yang ia tahu pasti akan menghancurkanku. Kalian mungkin tidak ingin percaya, begitu pula denganku yang mengalaminya. Namun itulah kenyataannya. Aku tidak menyangka jika pernikahan bahagiaku selama hampir dua puluh tahun masih sangat mungkin dihancurkan oleh hal sederhana yang kusebut “Ego.”

END-

Next is the story dan akan diprotect. Yang sudah langganan baca dan langganan komen kalau belum apply reader khusus silakan apply ya. Syaratnya bisa baca di blog ini. Sorry karena aku ga ngasi silent reader akses buat “berpartisipasi”.
Jangan protes ya semisal nanti cerita lain yang dipost duluan. Nulis tergantung mood sih hehehehe.

ThanKYU and see you!

Iklan

52 thoughts on “KyuMinji Story : Heartstorming [Prolog -2]

  1. Feelnya baca ini dapet banget. Kangen banget ff awal2nya mereka dulu, sblm lanjutannya keluar kudu baca lagi kayaknya, biar lebih fresh crita2 sebelumnya.
    Dan authornim, aku suka banget cara tulisnya, beda tapi bener2 feelingnya ada. Kayak nyata gitu hahaha..
    lanjut terus ya, aku menunggu..

    Suka

  2. Yaampun masih prolog lagi ternyata wkakaka aku kira udh part 1 loh penasaran smaa cerita keluarga inii.. aku kangen kyungsoo yg lucuuu 😙😙😙😘😘 part gayoon jg dibanyakin dong pasti lucu deh klo dia lg main ama kyuhyun wkakakak
    Aahhh penasaran konfliknya dicerita ini apa? Tp jgn berat2 konfliknya kayak cerita yg dulu2 aja yaahhh
    Unchhh wkakakak 💕💕

    Suka

  3. Kenapa kyuhyun dan minji ? Di akhir cerita kenapa jadi ada hancur2an karena ego. Mereka ga berantem dan cerai kan ? Aaa jangan sampe, gimana nasib jino kyungsoo dan gayoon kalo mereka cerai ?
    Apalagi kalo ada orang ketiga, oh jangan!!

    Di tunggu kelanjutan ceritanya kak, fighting !.

    Suka

  4. Seru,mnrik dmna mncrtkan khdpan awl mrk ktmu mpe brumah tgga,,,jgn blg mrka gi brtngkr dan berujung pada perceraian kn kshan ma ank”mrka….smg khdpn kluarga kyu baik”sja…fighting

    Suka

  5. ini cerita soal ego td belum pernah dipost ya kayaknya.. akankah ada moment kyuminji yg bakal nguras emosi..udah biasa sama story yg adem ayem kalo sama mereka..

    Suka

  6. wahhh kyuhyun jadi suami idaman para wanita….. ahh jadi iri sama minji meskipun ini hanya fanfic tp tetep aja feeling nya ada bener2 beruntung dah minji punya suami kaya kyuhyun
    yahhh ka ko next story nya di pw sihhh penasaran bgt nanti story ny kaya gimana

    Suka

  7. Wuaaaa baca ini feelnya dapet banget…prolognya aja udah seru banget gini…jadi makin penasaran sama full storynya…n disini keliatan banget kyuhyun cintanya luar biasa ke minji….betapa beruntungnya minji….

    Suka

  8. Wahhh prolog nya aja udah seru kaya gini apalagi entar kalo udah full partnya….
    Kyuhyun cinta banget ya sama minji sampe dia udah tergantung banget sama minji. Minji beruntung banget punya suami kaya kyuhyun ;):D

    Suka

  9. aduh prolognya bener2 bikin penasaran..dari 2 prolognya keliatan baik kyuhyun atapun minji saling menyayangi dan mencintai banget…tapi namanya juga kehidupan pasti ada satu ujian hidup yang harus kita lalui begitupun dengan cinta.. lalu masalah apa yang terjadi pada rumah tangga kyuminji selama 20 tahun pernikahan mereka? next thor..:)

    Suka

  10. Aku selalu merasa ‘masuk’ kedalam cerita mereka klo lg baca kyuminji story, menurutku ff ini sederhana dan ringan tp mampu menarik perhatian..aku suka bgt ceritanya dr sisi kyu, kliatan bgt dia syg minji juga anak2nya

    Suka

  11. Manis nya 🙂

    Ini dari sisi laki-laki yaa, sooo manis banget

    aku jadi bertanya, apa iya laki-laki di dunia nyata berpikiran seperti ini ? 🙂

    kalau kita perempuan, pasti emosional nya lebih menonjol, I’m wondering did they think as sweet as this?

    aku ga ada saudara laki-laki sooo beneran aku merasa penasaran hehehe

    great job dear, super manis menurutku ^^

    selalu semangat yaaa

    hwiatingggg!! ❤

    Suka

  12. Lengkap sdah akhu bacanya dan tau kehidupan mereka dari crita ini,,,uhh senangnya hati ini😊😀😁,,,dan ghag sbar banget akhu nunggu full story kyuminji ini dan akhu baru tau kalo minji adalah wanita pertama kyuhyun melakukan hal2 yg bikin minji hamil wooow dech kamu kyuhyun oppa😁

    Suka

  13. aih kalimat terakhir bikin deg-degan, moga konfliknya gak berat2x. kyu minji story kan hukumnya wajib untuk selalu happy ending. Anyways, demangat berkarya sista, semoga segala hal yang berujung sesuatu yg bernama inspirasi selalu menyertaimu dalam menulis, aamminnnnn. kekkekeke, macam doa aja. SEMANGAT…..
    Next part cepet posting lebih baik, hehehhehe

    Suka

  14. Kannn, mereka berantem ya? Jangan sampe gara2 ego terjadi hal2 yg tidak diinginkan…
    Kayaknya kyuhyun cemburu berat ke minji?

    Semoga gak sampe ke-kemungkinan terburuk deh pernikahan mereka. Semoga bisa terselesaikan masalahnya hehe. Kasihan 3anak mereka. Semoga anak2 mereka bisa jadi pengerat kembali.

    Suka

  15. Ternyata prolog ada 2 kkk
    Tapi tak apa, kedua pembuka ajah udah manis gimana intinya, diabetes dah diabetes hahahaha
    Se ma ngat 🙌🙌🙌

    Suka

  16. ini Versinya Kyuhyun

    duh….Iyaaa dia emang Sering bikin minji kesel
    kebanyakan yang berbuat Salah Tuh Kyuhyun nyaaaa
    😂😂😂😂

    Tapi Minji Emang Tegaan oranganyaa
    dia hamil aja
    pas kyu mabuk
    malah ditaruh di kamarmandi plus di kunciin 😂😂😂😂😂

    aaaa….nanti minta di email aja

    Suka

  17. Waahh aku baru tau waktu Minji hamil 7 bulan Kyu pernah mabuk2an sampai di kurung di kamar mandi hahahaha.
    Jadi makin Gak sabar nih sama cerita nyaaa. Bakal kaya gmn ya konfliknyaaa, apa Ada hubungan Nya sama teman masa lalu Minji?

    Oh ya author, aku udh jadi anggota yg Akses reader khusus, tapi semua pw yg pernah di kasih ke hapus, soalnya inbox email aku ke hapus semua.. Boleh tolong di send ulang Gak? Alamat email aku innekeandita@gmail.com Id komen Nya : tinker bell
    Makasihhhh

    Suka

  18. Aaaaak Prolog 2
    dan ini bikin makin penasaraaaaaaaan

    Ego ??
    Ego apaaaaaa
    aaaaakkkhh aku harap bukan apa2 kkkk

    20 tahun menikah uwooow jangan ada pengganjal yo
    hihihi

    aaaaaiiiihhh
    Kyuhyun cinta banget ama minji
    owh so sweet
    suami idaman hiks
    pen punya suami kayak Kyuhyun gini
    apalagi kalau bisa dapetin kyuhyun dunia nyata bukan ff #duak

    kyaaaa gak sabar nunggu ceritanyaaaa ><

    semangat terus ya sist ^^~~~

    Suka

  19. Aku agak lupa-lupa ingat sich ma cerita2 yang sebelum ini. Samar-samar diingatan. Paling ingat cuma dimana Minji hamil n Kyuhyun hampir pergi ke Luar Negeri. Yang bikin penasaran, kata “ego”. Ternyata mereka sempat ada masalah serius ya.

    Suka

  20. Aaaaaaaa eonnii mian baru baca. . Enggak sabar baca story.n. . Prolog.n aja udh keren banget, minji memang beruntung banget punya suami kya kyuhyun. . Sumpahh aku iriiiii banget sma minji, aku baca.n bayangin minji itu aku hahah 😀 eonni fighting (y) saranghaeeee :*;)

    Suka

  21. ohooooo ini dari pov kyuhyun hihi seneng bgt sih gimana mereka medeskripsikan pasangan masing2 tuh keliatam bgt kalo mereka jatuh cinta lagi dan lagi huhu iri abissss pgn cepet nikahhhh sama kyuhyun EEEEHAHAHA hamdallah tenang udah jd reader khusus hihihi

    Suka

  22. wahh memang yaah.. seindah-indahnyaa pernikahan mrekaa pun pasti ada maslaah d dalamnyaa..
    untungnyaa ajaa mrekaa sama2 bisa menyelesaikan dengan baik bersamaa… buka mementingkan ego masing2…
    btw.. yg pas kyu mabuk.. koqq kasian bangett hukumannyaa.. di tidurin dalam kamar mandii n d kuncii dari luar… haha.. agk kebayang pas ituu gmnaa…

    Suka

  23. Baru prolog tp seru bgtt wkwk masih agak ga ngerti sama yang terakhir. Mereka gabakal cerai kan?:( atau ada masalah besar gitu? Penasarannn😂

    Suka

  24. prolognya aja udah pnjang gini, jdi penasaran sama full storynya, APA yg akan terjd dgn rumah tangga mereka, jgn bilang, mereka mau cerai.. Dan saat bca td bner” dpt merasakan bgamna seorang cho kyuhyun mencintai minji dgn hati yg tulus.

    Suka

  25. Halo kaaaak. Baru baca sekarang hehehe dan aku suka.
    Kenyataannya, mertahanin suatu hubungan emang enggak gampang. Dan bener kata kyuhyun, ego itu bahaya.
    Aku tunggu next chapternya yayayayaaiiii

    Suka

  26. Aaa…. Ego ya, bener bgt kyu , sebuah hubungan emang harus berisi dua orang yg akan gantian mengalah kok , dan kalian hrus gitu yaa… Biar awet selamanya,,
    Kisah kalian so sweet bgt deh ,
    Hehehe…

    Thanks ..

    Suka

  27. Uh yang ini dari sisi Kyuhyun ya.
    Suka banget dan juga penasaran kelanjutan ceritanya gimana karena yah, ending kedua prolognya seperti ada masalah gitu. Kira-kira apa ya? Mereka tidak bercerai kan ya? Karena sayang banget puluhan tahun hanya karena ego, tapi yah who knows?

    Lanjut dong kak, bagus nih ceritanya. 🙂

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s