[10] Your Guardian

Image

Author: Minji ^__^

Cast: Kang Minji – Cho Kyuhyun – Lee Brother – Choi Hyojin – Cho Yoora – Wu Yi Fan – and Other •

Genre : Straight – Romance • Length: Part 10

————————————————

AUTHOR POV

Kediaman keluarga Choi terlihat cukup tegang sepulang  dari acara peresmian amusement park sekaligus perayaan ulang tahun Hyojin. Nyonya Choi dan Hyojin lebih banyak diam, mengingat tuan Choi benar-benar marah besar terutama pada istrinya. Begitu mereka menginjakkan kaki di rumah, kepala keluarga Choi langsung mengajak istri dan putri tunggalnya itu untuk bicara.

“Aku tidak paham apa isi kepalamu hingga mempublikasikan sesuatu yang sama sekali tidak benar seperti itu.” Ujar Tuan Choi dingin. Lelaki paruh baya itu menatap istrinya tajam. Hyojin hanya berani mengamati kedua orangtuanya tanpa berani berkomentar.

“Lalu menurutmu apa penilaian publik sekarang? Hal ini pasti akan tersebar luas hingga ke media massa. Dan aku tidak tahu bagaimana penilaian Kyuhyun dan keluarganya terhadapku sekarang!” nada tuan Choi sedikit meninggi, membuat Nyonya Choi merasa harus membalas perkataan suaminya.

“Aku menyukai anak itu, dan kurasa Hyojin juga memendam perasaan yang dalam. Aku bangga padanya, lagipula mereka serasi. Apakah salah dan memalukan jika aku mengatakan itu? Bukankah seharusnya keluarga mereka bersyukur karena kita memberikan sebuah tempat bagi putra mereka?” Nyonya Choi memberikan pembelaannya. Hyojin menatap ibu kandungnya.

“Hyojin ah~ aku tidak habis pikir. Jika kau mengadu pada ibumu dan menyebabkan kekacauan ini, bukankah aku sudah katakan berulang kali jika aku tidak mau ikut campur masalah perasaan..”

“Jangan menyalahkan anakmu! Kau tidak paham apa yang benar-benar diinginkannya dan apa yang bisa membuatnya bahagia!” sergah Nyonya Choi lagi.

“Tidak dengan memaksakan kehendak dan memanfaatkan kekuasaanku. Ini semua memperburuk citraku di mata anak muda itu dan keluarganya.”

“Tapi appa..” Hyojin mencoba memberikan penjelasan.

“Aku mau tidur. Ini sudah larut. Hari ini aku sangat kecewa dengan kelakuan kalian.” Tuan Choi berdiri lalu berlalu menuju ke lantai atas, ke kamarnya untuk beristirahat.

Nyonya Choi dan putrinya saling pandang, dan Hyojin nampak cemas melihat respon ayahnya.

“Kau jangan khawatir. Yang jelas saat ini semua orang sudah tahu hal itu, dan itu akan mempermudah posisimu.” Nyonya Choi memeluk pundak Hyojin.

“Tapi appa..”

“Appamu sangat menyayangimu. Ia hanya terlalu mementingkan nama baiknya. Jangan khawatirkan itu. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah, membuat appamu yakin bahkan  jika perlu ia sendiri yang akan meminta Kyuhyun untuk menjadi pendampingmu.”

“Bagaimana bisa?”

“Hyojin ah, kau putri omma dan omma tahu kau pintar. Masih ada banyak acara. Bukankah kau paling bisa membuat appamu mengabulkan apapun yang kau inginkan?” Nyonya Choi meyakinkan putrinya.

**

Kyuhyun terlihat kacau, ia bahkan tidak begitu berkonsentrasi mengemudi sepanjang perjalanan ke rumahnya. Orangtuanya dan Yoora hanya diam, mungkin membutuhkan penjelasan atas peristiwa tadi, namun mereka menyadari Kyuhyun sepertinya juga cukup shock dengan hal itu. Hingga mereka tiba di rumah pun, tak ada pembahasan soal itu.

Yoora menatap tubuh tegap oppanya yang berjalan masuk ke kamar. Gadis itu cukup mengerti perasaan Kyuhyun dan apa yang tengah dipikirkan namja itu. Namun tetap saja, ia enggan untuk mengusik dan menanyai Kyuhyun dengan berbagai pertanyaan yang ada di kepalanya.

“Apa omma mengganggumu?”

Kyuhyun menoleh dan merubah posisi berbaringnya lalu duduk ketika mengetahui ibu kandungnya tengah berada di kamarnya.

“Aku belum tidur.”

“Omma hanya ingin memastikan, jika kau baik-baik saja.”

Kyuhyun tersenyum kecut dan berusaha menunjukkan jika ia tidak akan membuat ibunya khawatir.

“Dan omma sekaligus ingin memastikan, bahwa kau mengetahui pasti apa yang baru saja terjadi.” nyonya Cho duduk di sebelah Kyuhyun dan berbicara dengan nada lembut. Kyuhyun menundukkan kepalanya dan menghela nafas.

“Aku sama sekali tidak mengetahui, apakah ini memang rencana keluarga Choi yang tidak mereka beritahukan padaku.” Ujar Kyuhyun.

“Tapi, kau sungguh tidak menjalin hubungan dengan Hyojin ssi?” nyonya Cho menatap putranya.

“Omma, kurasa kau pasti paham bagaimana anakmu ini.” Kyuhyun berkata pasrah.

“Hmm.. omma tidak akan memaksakan pilihanmu. Omma hanya tidak ingin kau menyakiti hati seorang gadis.”

“Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Hyojin. Dan aku tidak ingin menyakiti hati gadis yang sudah mencintaiku saat ini.” Kyuhyun berkata seolah ingin meyakinkan ommanya.

“Baiklah. Omma tahu kau tidak berbohong. Dengan demikian omma bisa menceritakan yang sesungguhnya pada appamu agar ia lebih tenang. Ia mencemaskanmu, ia takut dengan kedudukanmu saat ini, semoga memang tidak ada kaitannya dengan hal tadi.” Nyonya Cho tersenyum bijak.

“Tolong percaya padaku, omma.. dan sampaikan salamku pada appa. Katakan jika aku tidak akan membuatnya khawatir.” Kyuhyun menggenggam tangan wanita paruh baya itu. Nyonya Cho tersenyum menatap putra sulungnya. Ia pun memeluk Kyuhyun sesaat untuk memberikan rasa nyaman dan percaya diri bagi Kyuhyun.

Nyonya Cho kemudian keluar dari kamar Kyuhyun dan mematikan lampu. Kyuhyun berbaring, dan ia masih belum bisa memejamkan matanya. Pikirannya sama sekali tidak tenang, karena gadis itu belum merespon satupun panggilan serta pesannya. Menurut Eunhyuk yang mengabarinya, saat ini Minji menginap di rumah keluarga Lee dan gadis itu belum mau bicara banyak.

——————————

“Apa kau yakin baik-baik saja? Kita sudah sampai. ”Donghae mematikan mesin mobil, kemudian menoleh dan menatap gadis yang duduk di sebelahnya.

“Kau sudah melayangkan pertanyaan itu puluhan kali sejak kemarin. Apa menurutmu aku nampak begitu tidak baik-baik saja?” Minji menoleh dan tersenyum kecil. Senyum yang Donghae tahu jika senyum itu dipaksakan.

Donghae tertawa ringan, lalu menatap ke depan masih dengan kedua tangan yang memegang kemudi.

“Wanita selalu begitu, mengatakan ya di luar namun sebaliknya di dalam.” Donghae tersenyum.

“Hahaha, kau bicara seolah kau adalah pakar wanita. Ataukah kau belajar begitu banyak dari Eunhyuk?” Minji bergurau.

“Kurasa begitu.” Donghae tersenyum. Mereka berdua kembali terdiam sejenak. Minji menghela nafasnya.

“Abaikan berita apapun yang kau lihat di media massa hari ini. Hal terbaik adalah bicara dengannya.” Ujar Donghae lagi. Minji menatap sahabatnya sambil menunjukkan senyuman pucat.

“Gomawo. Aku akan beristirahat dan memikirkan lagi semuanya.”

Mereka kemudian turun dari mobil bersamaan, dan betapa terkejutnya kedua orang ini ketika melihat seseorang lagi tengah berdiri di ruang tengah keluarga Kang. Donghae menatap Minji, dan Minji menatap orang itu dengan perasaan kacau.

“Bukankah semestinya kau ada di kantor saat ini?” Minji berusaha agar nada bicaranya terdengar baik-baik saja.

“Ya seharusnya. Tapi aku telah meminta ijin karena kurasa kita perlu bicara.” Kyuhyun sedikit melirik ke arah Donghae.

“Hmm, baiklah. Minji ah, aku pulang dulu. Aku akan mampir lain kali. Kyu, aku pamit.” Ujar Donghae.

“Tapi..” Minji belum selesai bicara.

“Sebaiknya memang begitu. Maafkan aku, tapi kami memang butuh waktu untuk berdua saat ini. Kuharap kau mengerti. Terima kasih karena telah mengantarnya pulang.” Jawab Kyuhyun.

“Jangan khawatir.” Donghae tersenyum kemudian keluar dari rumah besar itu.

“Kau tidak perlu mengusirnya seperti itu.” Ujar Minji.

“Aku tidak mengusirnya. Kurasa Donghae pasti paham situasi ini.”

“Duduklah dan katakan saja apa yang ingin kau sampaikan.” Minji berkata pelan lalu duduk pada salah satu sofa. Kyuhyun mengikutinya.

Kyuhyun menatap Minji, perasaannya sedikit kacau menunggu respon gadis itu. Ia baru saja menjelaskan apa yang menurutnya harus dijelaskan, dan sepertinya memang gadis itu masih sangat lelah dan enggan berpikir.

“Percaya padaku.”

“Dari dulu hal yang selalu kulakukan adalah percaya padamu.” Ujar Minji.

“Lalu mengapa kau meninggalkan acara secara tiba-tiba?” Suara Kyuhyun melunak.

“Kau seharusnya mengerti, aku tidak mungkin  bertahan di sana dengan kondisi seperti itu. Aku juga tidak mungkin naik ke atas panggung dan mengatakan jika semua itu tidak benar dan akulah sesungguhnya kekasihmu.”

Kyuhyun diam, ucapan Minji ada benarnya juga. Sekarang ia hanya ingin membuat gadis itu nyaman bersamanya, dan tentunya percaya. Orang tentu akan berspekulasi lebih terhadap apa yang terjadi, mengingat posisi Kyuhyun di keluarga Choi saat ini. Tak terkecuali Minji. Kyuhyun hanya ingin gadis itu percaya jika tidak ada permainan apapun di balik ini semua, dan baginya kepercayaan gadis itulah yang paling penting saat ini.

Kyuhyun mendekatkan posisi duduknya di sebelah gadis itu, lalu menarik Minji ke pelukannya. Gadis itu memejamkan matanya, mencoba mengarahkan pikiran positifnya untuk percaya pada laki-laki yang tengah memeluknya saat ini. Mereka sama-sama diam, hingga akhirnya Minji membuka suara.

“Jika suatu saat nanti memang kau sudah tidak memerlukan aku, aku akan pergi, kyu..”

Mendengar hal itu, Kyuhyun mempererat pelukannya, mengunci tubuh gadis itu seolah tak ingin Minji lepas darinya.

“Jangan mengucapkan hal bodoh.”

“Dan jangan berlagak bodoh. Aku tidak mau mempersulit posisimu. Aku.. aku menyayangimu. Kesuksesan dan kebahagiaanmu akan membuatku turut senang.” Minji berkata lirih.

Kyuhyun berdecak kesal.

“Jika kau ingin melihatku bahagia, maka  percayalah padaku. Tetap diam di sampingku karena hanya itu satu-satunya hal yang kubutuhkan saat ini.” Kyuhyun berkata pelan.

“Pikirkan juga keluargamu..”

“Jangan pernah membantah ucapanku.” Kyuhyun sedikit meninggi. Bagaimana agar gadis ini mendengarkannya.

I can handle it. Just trust me.” Bisik Kyuhyun lagi.

Tak ada jawaban dari Minji. Gadis itu memejamkan matanya, membiarkan tubuhnya berada di dekapan Kyuhyun dan sepertinya kedua insan ini turut merasakan kelelahan satu sama lain. Kyuhyun tahu, gadis itu mungkin mulai meragukan perkataannya. Minji pasti berpikir seperti apa yang orang-orang pikirkan saat ini terhadapnya. Bagaimanapun caranya, ia akan mempertahankan gadis ini untuk terus berada di sisinya.

————————————-

“Terima kasih sudah menemaniku hari ini. Makan malam ini aku yang akan mentraktirmu.” Ujar Hyojin lalu mulai menyantap makan malamnya. Pria di depannya hanya tersenyum dan sedikit mengamati wajah gadis itu.

“Sampai berapa lama lagi kau berada di Seoul?” Tanya Hyojin.

“Aku baru saja membeli sebuah apartemen di sini. Kurasa kau tak usah khawatir lagi jika ingin menemuiku.” Balas Kris.

“Benarkah? Hmm.. aku curiga, apa yang membuatmu berada di sini. Jangan-jangan kau benar-benar ada di sini karena aku?” gadis itu bicara dengan percaya diri. Kris tersenyum ringan, kedua matanya menatap gadis itu tajam.

“Sedikit tidaknya begitu, dan aku juga memiliki beberapa pekerjaan yang harus kuurus disini.”

“Bagus, setidaknya kau ada ketika nanti aku menikah dengannya.” Balas Hyojin.

“Hahahha, kau sungguh percaya diri. Bagaimana dengan Kyuhyun? Aku tak bertemu dengannya sejak malam itu.”

“Kurasa ia marah padaku. Ia tak banyak bicara di kantor. Tapi aku sudah terbiasa dengan perlakuannya yang seperti itu.”

Kris menatap Hyojin, mencoba membaca raut wajah yang rupawan itu.

“Kris, aku merindukan Kyuhyun yang dulu. Ia yang peduli padaku, dan selalu bersikap baik terhadapku.”

“Dengan peristiwa malam itu, kurasa kau harus memulai dari awal lagi. Mungkin akan sedikit sulit.”

“Apa maksudmu?” Hyojin menatap Kris.

“Mulailah menjadi temannya lagi.”

“Kau bergurau.”

“Tapi memang itu satu-satunya yang harus kau lakukan. Jadilah temannya, rebut simpatinya.”

Hyojin diam, menatap makanannya.

“Aku sudah bertemu dengan gadis istimewa itu. Dan kurasa ini memang sangat sulit.” Tambah Kris lagi, membuat Hyojin kembali menatap pria di depannya seolah membutuhkan penjelasan.

“Aku melihat banyak cinta di mata Kyuhyun untuknya. Ia bahkan sangat melindungi gadis itu dari siapapun, bahkan aku sekalipun. Hahaha..” ujar Kris. Hyojin terdiam, bahkan seorang Kris yang baru saja bertemu bisa membaca situasi itu.

“Jika begitu, kurasa aku tak bisa memulai lagi dari awal. Aku harus mengambil jalan pintas.”

Kris mengernyitkan alisnya, sedikit tidak mengerti dengan perkataan gadis itu.

“Aku hanya melihat kenekatanmu jika menyangkut Kyuhyun. Apa yang akan kau lakukan?”

“Kau tidak usah mengkhawatirkan aku. Aku memiliki caraku sendiri. Kyuhyun pasti akan melihatku. Ia akan melihat hanya ke arahku.” Hyojin berkata yakin.

Kris menatap gadis itu, mengkhawatirkan apa yang tengah dipikirkannya. Pria itu merasa kecewa gadis itu tak lagi mendengarkan ucapannya. Mungkin memang tujuan mereka berdua benar-benar berbeda kali ini.

—————————————-

Minji melangkah dengan sedikit terburu-buru, memasuki sebuah café bernuansa Italia di kawasan Apgujeong. Saat berada di dalam, ia segera mengarahkan pandangan ke segala arah, hingga akhirnya menemukan sosok seorang gadis cantik dengan rambut panjang melewati bahu yang digerai, mengenakan jins dan cardigan berwarna cokelat. Cukup berbeda dari penampilannya yang biasanya. Gadis itu tersenyum ke arahnya, dan Minji berjalan perlahan mendekat menuju meja yang ditempati gadis itu.

“Maaf membuatmu menunggu lama. Aku membawa mobil sendiri dan terjadi sedikit kemacetan di jalan akibat kecelakaan lalu lintas.” Minji berkata pelan.

“Gwaenchana. Baru sepuluh menit berlalu. Lagipula aku yang mengajakmu bertemu jadi tak masalah jika aku yang menunggu. Duduklah, dan pesan makanan dulu.” Gadis itu tersenyum.

Minji duduk dan memesan makanannya, barulah kemudian ia memfokuskan perhatiannya pada gadis di hadapannya. Minji sedikit tak paham apa yang menyebabkan dirinya menyetujui pertemuan hari ini. Mungkin Kyuhyun akan marah besar jika tahu hal ini, namun ia merasa butuh penjelasan tak hanya sepihak.

“Kau pasti tahu apa alasanku mengajakmu bertemu siang ini.”

“Ne, mungkin akan lebih baik jika kau menjelaskan secara langsung.” Ujar Minji.

“Aku minta maaf. Aku meminta maaf atas kesalahan yang disebabkan oleh perkataan ommaku. Aku tahu kau pasti sangat tidak nyaman dengan itu. Tapi aku benar-benar tidak tahu-menahu soal itu. Bahkan Kyuhyun pun hingga kini masih tak mau bicara padaku.”

“Kau, tidak tahu apa-apa tentang itu?”

Hyojin menggeleng pelan.

“Aku sama sekali tidak menyangka jika orangtuaku merencanakan hal itu, mungkin.. bisa kubilang semacam perjodohan. Aku bersikeras telah menjelaskan jika aku dan Kyuhyun hanya berteman sejak awal, apalagi dia telah memiliki komitmen denganmu.”

Minji terdiam. Jadi benar ada rencana di balik ini semua? Kecemasan seketika menyelimuti pikiran gadis ini. Apakah ia harus mempercayai ucapan Hyojin? Namun penjelasan Kyuhyun tak cukup meyakinkannya. Hyojin pasti mengetahui situasi dengan lebih baik. Tuan dan Nyonya Choi bukankah orangtua kandungnya?

“Minji ssi.. aku merasa sangat bersalah terhadapmu. Kumohon jangan membenciku. Aku juga tak mengetahui apapun. Dan kumohon jangan membenci Kyuhyun. Ia pasti sama bingungnya denganku saat ini.”

Minji kembali memikirkan ucapan Hyojin. Beberapa saat kemudian gadis itu tersenyum.

“Aku mempercayai Kyuhyun, terlebih kau mengatakan hal ini padaku. Terima kasih sudah menjelaskan ini. Setidaknya untuk sekarang aku tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan kurasa Kyuhyun pasti berada dalam posisi yang sangat sulit saat ini.”

“Kau benar-benar berjiwa besar. Apa.. apakah kau tidak takut kehilangan Kyuhyun karena hal ini?” Hyojin bertanya dengan nada serius. Ia menatap Minji, dan gadis itu nampak berpikir sejenak.

“Mengapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Entah kenapa, aku merasa pertanyaanmu sedikit.. ah.. terdengar seperti ancaman di telingaku.”

“Ah, tentu saja tidak. Aku hanya heran dengan responmu. Menurutku ini masalah yang cukup serius, tapi kau terlihat biasa saja menanggapinya. Jika aku di posisimu, mungkin aku akan stress menghadapi masalah ini.” Hyojin sedikit gugup.

“Hmm.. entahlah. Aku sudah bersamanya sejak kecil, aku bahkan terlalu memahami watak dan isi kepalanya. Aku mempercayainya, dan selama ia juga masih mempercayaiku, kurasa tak ada yang perlu kutakutkan.” Minji menjelaskan sambil tersenyum. Ia mencoba untuk terlihat baik-baik saja. Ada sedikit rasa bersaing dalam dirinya, ia tidak ingin kalah di hadapan gadis ini.

“Kami pernah terpisah cukup lama ketika ia meninggalkanku ke Kanada. Ia marah dan pergi hanya karena sebuah kesalahpahaman, dan aku mati-matian membiasakan diriku agar bisa tertawa tanpa kehadirannya.” Minji menghela nafas sejenak. Hyojin mendengarkan dengan seksama cerita Minji.

“Aku mencoba untuk melupakannya, berusaha membencinya dan sempat sangat menyesal mengapa aku harus mengenalnya di kehidupan ini. Namun melupakan Kyuhyun, itu sama saja seperti mencoba mengingat orang yang sama sekali tidak kukenal dan tidak pernah kujumpai sebelumnya.”

Hyojin terdiam. Mengapa gadis ini justru menceritakan isi hatinya dan sepenggal kisah masa lalu mereka? Hyojin merasa ia tak perlu tahu itu, karena ia sangat membenci Kyuhyun dengan masa lalunya yang intinya adalah gadis di hadapannya kini. Bahkan masa sekarang, dan Hyojin tak ingin membayangkan jika masa depan Kyuhyun juga adalah dia. Sedalam itukah ikatan di antara mereka?

“Tapi ternyata ia kembali, ia datang ketika aku sudah merasa berhasil untuk terbiasa tanpa keberadaannya. Dan kau tahu? Ia merusak semuanya. Ia masuk dan kembali menghancurkan pertahananku selama beberapa tahun terakhir. Dari sanalah aku sadar, mungkin kami berjodoh.” Minji menghentikan ucapannya. Matanya terasa panas saat menceritakan hal itu pada Hyojin. Entah mengapa ia justru menceritakan hal semacam itu pada gadis yang belum dikenalnya dengan baik ini.

“Ah, bukankah kau temannya ketika di Kanada? Apa dia baik-baik saja selama di sana?” Minji bertanya balik, mencoba mengalihkan ceritanya.

“Kurasa ia sama hancurnya denganmu. Hidup namun seperti tak ada tujuan.” Ucap Hyojin datar.

“Aku tak yakin penyebabnya adalah aku.”

“Tapi kenyataannya ia bahkan tak memiliki kekasih selama disana. Kyuhyun adalah pria yang populer, namun tak pernah memiliki kisah dengan gadis manapun. Yang ada, ia membuat seorang gadis sangat patah hati karenanya.”

Minji mengernyitkan alisnya, ingin tahu lebih tentang hal itu. Namun pelayan menyela pembicaraan itu karena makanan yang mereka pesan telah datang. Berikutnya, keduanya terdiam dan menyantap hidangan masing-masing lalu membicarakan hal kecil lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kyuhyun.

———————————————

Yoora meletakkan pudding hasil buatannya dengan bangga. Ia sudah membuat penampilan pudding itu secantik mungkin, dan ia harap rasanya juga akan sama di lidah pria yang duduk di hadapannya ini.

“Untukku?” Donghae bertanya saat menatap pudding coklat yang diletakkan di hadapannya itu.

“Ne, makanlah. Oppa sudah membantuku membuat sebuah lagu hari ini, jadi aku membuat pudding ini sebagai ucapan terimakasih.” ujar Yoora tersenyum.

Donghae mencicipi buatan gadis ini. Ia memasukkan pudding itu ke mulutnya, merasakannya, dan rasa coklat serta vanilla bercampur di lidahnya. Donghae merasakan ketenangan saat memakan pudding ini.

“E..eotte?” Yoora bertanya dengan ragu, khawatir Donghae tidak akan menyukainya.

“Hmm.. bolehkah aku menghabiskannya?” Donghae berkata cepat. Yoora tersenyum lega karena sepertinya Donghae menyukai buatannya.

“Darimana kau belajar membuat pudding? Kyuhyun tidak pernah bercerita jika adik perempuannya pintar memasak.”

“Huh, ia pasti hanya menceritakan hal buruk dariku. Tapi aku memang tidak bisa memasak ataupun membuat kue. Aku baru tertarik untuk belajar karena omma memintaku belajar dan kupikir menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Lagipula akan sangat berguna bagiku yang seorang wanita memiliki kemampuan memasak, bukankah bisa menyenangkan hati orang yang memakannya?” Yoora tersenyum. Donghae merasakan gadis ini sedikit berbeda.

“Oh.. jadi kau belajar membuatnya? Apa kau percaya jika pudding ini sangat enak?” Donghae menyendok pudding itu dan mengarahkannya ke mulut Yoora. Gadis itu kaget dan gugup. Apakah Donghae ingin menyuapinya? Namun perlahan ia membuka mulut dan turut merasakan jika pudding yang ia buat memang sangat enak. Tak kalah dari buatan ommanya.

“Mashita..” gumam Yoora.

“Mana yang lebih sulit, membuat pudding ataukah membuat sebuah lagu pendek?” Donghae bertanya. Yoora terkejut mendapat pertanyaan itu dari Donghae. Apakah namja ini ingin menjebaknya?

“Hmm, kurasa membuat pudding lebih gampang.” Yoora mencoba jujur.

“Tidak ada yang lebih sulit. Jika kau mau belajar.” Ujar Donghae tersenyum. Yoora hanya diam.

“Aku tahu kau tidak pintar memasak atau membuat kue seperti pengakuanmu. Tapi karena kau belajar, kau bisa menghasilkan pudding yang begini enak.” Tambah Donghae lagi.

“Oppa.. kau menyindirku?”

“Hahhaha, tidak. Aku hanya mencoba menganalogikan sesuatu. Sesungguhnya not-not balok ini tidak buruk. Jika kau serius mempelajarinya sama seperti kau berkutat dengan bahan-bahan untuk membuat pudding ini, kurasa membuat lagu bukanlah hal yang sulit.”

“Aku tidak paham.. ucapanmu..”

“Begini saja. Maukah kau membuat sebuah lagu untukku?”

“M.. Mwo?! Tapi.. lagu seperti apa yang harus kubuat?” Yoora gugup, tiba-tiba Donghae menantangnya seperti ini.

“Apa saja, terserah kau. Apa yang kau pikirkan tentang aku, kau bisa menjadikannya sebuah lagu. Lagu pendek pun tidak masalah, aku hanya ingin melihat apakah lagu itu bisa dinikmati atau tidak, seperti pudding ini.” Donghae tersenyum.

Yoora benar-benar gugup. Ia sedikit menyesal mengundang Donghae ke rumahnya untuk membantunya menyelesaikan tugas aransemen lagu. Tapi ia tidak mungkin menolak tantangan Donghae. Namja itu memintanya untuk melakukan sesuatu, tidakkah itu harus dilakukannya dengan baik?

——————————————

Minji membuka tirai yang menutupi kaca besar di ruang kerjanya. Ya, ruangan yang terletak di lantai sepuluh gedung mewah ini adalah ruang kerjanya saat ini. Pengacara keluarga dan juga petinggi perusahaan telah mengadakan rapat dan memutuskan untuk meminta pewaris tunggal keluarga Kang itu agar segera memenuhi kewajibannya. Minji akhirnya memutuskan untuk mengisi jabatan sebagai direktur muda dari perusahaan yang bergerak di bidang ekspor tekstil milik keluarganya.

Gadis itu menatap hamparan pemandangan kota Seoul dari gedung ini. Cuaca begitu mendung dan gerimis turun di luar sana. Ia menarik nafas dengan sedikit berat, masih memikirkan Kyuhyun. Tak bisa dipungkiri, Minji takut akan kehilangan pria itu untuk waktu ke depan. Jantungnya terus berdegup kencang. Ia bahkan tak bisa tidur dengan tenang setelah acara pembukaan amusement park milik keluarga Choi tempo hari. Bahkan untuk bicara dengan Kyuhyun sekalipun, gadis ini lebih memilih untuk menghindar dan mengambil keputusan untuk masuk kantor seperti sekarang ini.

“Selamat siang, Nona Kang.”

Minji menoleh. Ia tersenyum mendapati Sungmin tengah berada di ruangannya, sekalipun gadis ini bertanya-tanya ada apa gerangan Sungmin bertandang ke kantornya tanpa berkabar sebelumnya.

“Apakah aku mengganggu kesibukanmu, Nona?” Sungmin tersenyum.

“Aku akan selalu meluangkan waktu untuk sahabat-sahabatku. Kau jangan khawatir.” Minji membalas dengan senyuman dan mempersilakan Sungmin untuk duduk.

“Jadi inikah aktivitas seorang direktur di ruangan pribadinya? Hanya diam dan menatap ke luar jendela sementara semua karyawan sibuk dengan jobdesk mereka, huh?” Sungmin tersenyum.

“Kau jangan menyindirku. Aku hanya belum terbiasa dengan pekerjaan ini. Bukankah kau tahu Kang Minji tidak seburuk itu?” Minji tertawa kecil. Sungmin menatap lurus mata gadis itu.

“Kau tidak ingin tahu mengapa aku menemuimu siang ini?” Sungmin sedikit membuat gadis ini penasaran.

“Baru saja aku hendak bertanya. Ada apa, oppa?”

“Kau begitu susah dihubungi. Aku menelpon ke rumahmu dan bibi mengatakan jika kau mulai masuk kantor. Jadi aku memutuskan untuk kesini.”

“Hmm.. apa dia yang menyuruhmu untuk datang?” Minji merubah nada bicaranya.

Sungmin tak menjawab, namun ia kembali tersenyum.

“Benarkan? Kyuhyun memintamu untuk menemuiku? Ia tak mungkin meminta pada Donghae dan Eunhyuk karena kurasa mereka akan menolak kemauannya itu.” Minji tenggelam dalam tebakannya.

“Jadi benar, kau menghilang beberapa hari terakhir karena menghindarinya.”

Minji terdiam.

“Tapi aku datang bukan karena dia yang memintaku. Aku datang hanya ingin melihat keadaanmu sekaligus mengundangmu untuk datang nanti malam ke rumah. Kita makan malam bersama.”

“M..mwo? ada apa?” Minji sedikit heran. Sungmin hanya diam dan menatap Minji dengan senyuman aneh. Minji menepuk dahinya. Ia buru-buru menghambur dan memeluk Sungmin.

“Yaa!! Oppa! Kau boleh menghukumku! Bagaimana bisa aku melupakan ulang tahunmu hari ini?  Ya Tuhan aku bahkan belum membeli kado untukmu! Maafkan aku!”

Sungmin tertawa. Ia mengusap-usap kepala gadis ini.

“Haha terbukti jika isi kepalamu hanya Kyuhyun belakangan ini. Kau tidak pernah melupakan ulang tahunku, bukan? Sudah, lepaskan aku atau karyawan akan berpikir kita memiliki skandal khusus jika ada yang masuk dan melihatmu memelukku seperti ini.”

“Hihihi, oppa. Aku akan membeli sesuatu untukmu.” Minji hanya terkekeh.

“Sayang sekali Kyuhyun tidak bisa hadir.”

Minji tercekat dengan ucapan Sungmin. Ya, tentu saja. Bukankah saat ini namja itu berada di Shanghai untuk peresmian amusement park secara langsung di sana? Ia akan dikelilingi orang-orang hebat, dan tentunya gadis itu. Choi Hyojin. Akankah keluarga Choi juga membuat pengumuman yang sama soal hubungan Hyojin dan Kyuhyun? Raut muka Minji yang sempat berubah karena godaan Sungmin kembali sendu dan jantungnya kembali berpacu. Ia terlalu frustasi memikirkan hubungannya dengan Kyuhyun. Sungmin sepertinya mampu membaca perubahan ekspresi gadis di depannya yang begitu cepat.

“Hei, aku tahu apa yang tengah kau pikirkan saat ini. Kami semua mengerti posisimu. Kuberitahu satu hal.. kita berempat sudah sangat dekat sejak kecil. Aku mempercayai Kyuhyun. Tidakkah kau juga mempercayainya?” Sungmin mulai sedikit serius.

Minji diam. Ia menunduk, tak ingin menatap Sungmin karena takut tatapan pria ini akan mempengaruhinya. Hatinya kembali terasa perih, mengingat semua orang mengenal Kyuhyun sebagai calon menantu keluarga Choi. Bukankah pria itu miliknya? Ah, miliknya. Sejak Kyuhyun memutuskan untuk membuat komitmen di antara mereka dan menembus kata ‘sahabat’ yang mereka pelihara sejak kecil. Kenyataannya, sekalipun bertahun-tahun Kyuhyun bukanlah kekasihnya, Minji sudah memberikan tempat yang sedikit lebih spesial untuk namja itu di hatinya.

Ia akan marah ketika Kyuhyun memperhatikan gadis lain. Ia akan sangat senang jika Kyuhyun juga egois terhadapnya dan melindungi dirinya dari gangguan anak laki-laki lain. Ia menyukai Kyuhyun dan semua yang ada pada diri anak itu. Dan Minji menyadari, ada perbedaan yang membedakan Kyuhyun dari Sungmin, Eunhyuk, dan Donghae di matanya. Perbedaan itu semakin terlihat jelas ketika mereka tumbuh dewasa. Ia bergantung pada Kyuhyun, tak bisa jika sedetik saja pria itu lepas dari pandangannya meskipun Minji tak pernah secara terang-terangan menunjukkan niatnya pada namja itu.

Dan kini, membayangkan Kyuhyun harus memilih jalan lain, dan itu bukan dirinya. Minji merasa ia ditipu oleh takdir. Ia tidak menginginkan siapapun selain Kyuhyun sebagai takdirnya. Minji terisak, di hadapan Sungmin.

“Kau punya kami jika kau ingin bercerita. Sikap diam selama beberapa hari tanpa kau bagi pada siapapun bukankah akan semakin menyiksamu seperti ini?” Sungmin mengusap bahu gadis itu.

Minji semakin terisak. Hatinya sakit. Mengapa keadaan harus seperti ini? Mengapa Kyuhyun harus berada dalam posisi seperti ini? Haruskah Kyuhyun terlibat perjodohan itu? Minji tahu, Kyuhyun sangat menyayangi keluarganya.

————————————–

Kyuhyun terus menegak minuman beralkohol di gelasnya hingga habis, dan ini sudah kesekian kalinya ia menuang cairan di botol berukuran besar itu. Botol ini juga bukan merupakan botol yang pertama. Kris mengamati Kyuhyun, memahami jika Kyuhyun memang tengah frustasi. Namja ini memang suka minum, Kris tahu itu ketika mereka sama-sama bersekolah di Kanada dulu. Namun sangat terlihat jika Kyuhyun tengah ada masalah, ia akan minum seperti orang kesetanan.

Mereka tengah berada di Shanghai, menghadiri peresmian amusement park secara langsung. Dan acara telah usai, Kyuhyun serta beberapa staff memutuskan untuk melanjutkan pesta dengan minum seperti ini. Kris yang sedari tadi menemani Kyuhyun cukup heran, namja ini belum mabuk juga.

“Ayo kembali ke hotel.” Hyojin muncul menyapa dua pria ini. Kris menatap gadis yang baru muncul itu, namun Kyuhyun sama sekali tidak menggubris kehadiran gadis itu. Merasa kehadirannya tak dianggap, Hyojin berdiri di depan Kyuhyun lalu menarik tangan pria itu. Kyuhyun menatap gadis itu dingin.

“Aku tahu kau marah padaku. Tapi appa meminta semuanya untuk kembali ke hotel. Dan kurasa kita perlu bicara tentang masalah diantara kita.” Hyojin berkata tegas. Ia sepertinya sudah tidak tahan dengan sikap Kyuhyun yang kembali memusuhinya sejak peristiwa pengumuman bersejarah itu.

Kris hanya diam saja, ia sama sekali tak berkomentar melihat adegan di hadapannya. Kyuhyun akhirnya berdiri, lalu keluar lebih dulu.

“Aku akan menghubungimu nanti. Terimakasih sudah duduk disini dan menemaninya.” ujar Hyojin.

“Berhati-hatilah. Dan kuharap kau bersabar jika bicara dengannya. Ia sedang dalam keadaan yang sangat tidak baik.” Kris berpesan. Hyojin tersenyum lalu mengikuti Kyuhyun keluar dari bar ini.

**

Hyojin duduk di sebelah Kyuhyun ketika namja itu sudah menjatuhkan dirinya di atas sofa. Kyuhyun melepas jas yang melekat sedari tadi di tubuhnya, menyisakan kemeja putih yang membuatnya sedikit gerah. Ia kemudian membuka dua kancing teratas dari kemejanya itu, diikuti dengan tangannya yang melepas jam tangan serta aksesoris lainnya.

“Apa aku sudah boleh bicara?” Hyojin memulai dengan hati-hati ketika menyaksikan Kyuhyun sudah bisa bersantai dengan posisinya.

“Berhentilah mengekoriku kemanapun.”

“Aku minta maaf..”

“Aish!~”

“Dengarkan aku! Apa kau pikir aku penyebab kekacauan ini? Kau salah besar! Aku bahkan tidak tahu-menahu soal perjodohan dan semacamnya. Hubunganku dengan omma jadi tidak baik setelah malam itu, dan appa juga tak banyak bicara padaku.”

Kyuhyun menoleh, menatap wajah gadis di sebelahnya. Apakah Hyojin tengah membohonginya?

“Aku tahu, kau sangat mencintai Minji. Aku tahu, aku tidak akan pernah bisa menggantikan posisi gadis itu di hatimu. Aku cukup tahu diri untuk itu. Dan kumohon, jangan memusuhiku seperti ini.” ucapan Hyojin melunak.

“Lalu menurutmu, apa yang sebaiknya kulakukan? Apa kau mengerti bagaimana posisiku saat ini? Bagaimana keluargaku, teman-temanku, bahkan kekasihku menilai aku dengan tersebar luasnya berita bohong itu?” Kyuhyun berkata dengan nada sedikit tinggi  dengan wajah lelah.

“Aku…” Hyojin terputus. Sepertinya Kyuhyun benar-benar marah.

“Aku tidak pernah menginginkan posisi penting apapun di perusahaan. Lebih baik aku menjadi pegawai biasa daripada dijebak seperti ini.”

“Astaga. Tidak ada yang menjebakmu, Kyu..”

Kyuhyun hanya diam.

“Kuberitahu satu hal, ommaku memang sangat menyukaimu dan ia ingin sekali kau menjadi suamiku kelak. Aku bersalah, karena menceritakan kebaikanmu ketika kita di Kanada dulu, dan aku menceritakan bagaimana aku mengagumimu saat itu. Kau tahu, dimanapun, seorang ibu selalu ingin melihat anaknya bahagia. Kurasa itu adalah salah satu alasan mengapa omma mengucapkan hal seperti itu ketika itu.”

Wajah Kyuhyun melunak. Sepertinya Hyojin tidak sedang berbohong. Bukankah ia memang mengenal gadis itu sebagai gadis baik-baik sebelumnya?

“Lalu bagaimana selanjutnya?” Tanya Kyuhyun.

“Aku bisa membantumu. Tapi kumohon bersikaplah biasa saja. Bekerja samalah denganku. Kita perankan seolah kita memang hanya teman biasa. Aku akan mencoba memberikan pengertian pada ommaku.”

“Maafkan aku. Ternyata akulah penyebab kekacauan ini.” ujar Kyuhyun. Ia tahu, jika saja gadis ini tidak menginginkannya, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Kyuhyun sedikit merasa bersalah, dalam hal ini ia membuat Hyojin menderita sepihak. Bukankah ia mengorbankan perasaan Hyojin?

Hyojin menggeleng. Ia tersenyum lalu meraih tangan Kyuhyun.

“Aku tidak mau melihatmu dalam masalah yang lebih besar lagi. Aku tentu bisa menolak keinginan ommaku, sekalipun itu akan sedikit mengorbankan perasaanku. Yang perlu kita lakukan hanyalah menjalani semuanya dengan biasa saja. Bukankah kita rekan kerja? Tapi kumohon jangan memusuhiku. Itu akan sangat menyakitiku.”

“Maafkan aku. Maaf, selama ini aku sangat egois dan hanya mementingkan diriku sendiri. Kurasa ucapanmu ada benarnya juga. Semuanya masih bisa diperbaiki.” Kyuhyun sedikit tersenyum. Hyojin menarik nafas lega.

——————————————–

Suasana di rumah keluarga Lee terlihat cukup ramai, meskipun hanya diramaikan oleh keluarga mereka dan juga orang terdekat. Hari ini adalah hari ulang tahun Sungmin, dan ia sengaja tidak mengadakan pesta karena hanya ingin merayakan bersama keluarga terdekat saja. Mereka merayakan ulang tahun Sungmin dengan makan malam bersama. Semuanya adalah anggota keluarga Lee, dan orang luar yang nampak di sana hanyalah Minji dan Hanwoo.

“Hyung, kau ingin kado apa dariku? Aku belum membeli kado untukmu.” Ujar Eunhyuk di tengah-tengah makan malam.

“Kado? Bagaimana jika sebuah permintaan khusus?” balas Sungmin.

“Baiklah. Aku akan mengabulkan apapun karena ini hari ulang tahunmu.”

“Hmm.. cepatlah menikah, dan ramaikan rumah ini.”

Ucapan Sungmin membuat Tuan dan Nyonya Lee tertawa. Tak hanya mereka, Donghae, Minrin dan Minji juga tertawa. Minji sedikit melirik seorang gadis di sebelahnya, dan sesuai tebakannya wajah gadis itu bersemu merah.

“Hanwoo ssi, seingatku akhir-akhir ini hanya kau gadis yang dekat dengannya. Tidakkah kau mau menerimanya sebagai kekasihmu?” celetuk Sungmin.

“Yaa.. yaa.. yaa!! Hyung hentikan ucapanmu. Berhentilah menggodanya.” Eunhyuk nampak panik. Namun ketika ia melirik ke arah gadis di depannya, Eunhyuk mendapati gadis itu tersenyum di balik wajahnya yang bersemu merah.

“Hyuk-ah.. jadi kau mulai menyembunyikan sesuatu dari omma, hmm?” Nyoya Lee menggoda putra keduanya.

“Omma, Hyung hanya ingin memojokkanku. Apa dia pikir aku juga tidak bisa berkomitmen sepertinya? Lihat saja nanti.” Eunhyuk membalas dengan cuek sambil terus menyantap makanannya.

“Hahahha, entahlah. Aku hanya ingin rumah ini semakin ramai. Hyuk-ah, Donghae ya.. lekaslah mencari menantu untuk appa. Setelah nanti anak Minrin lahir, appa ingin ada anak kecil lain di rumah ini.” Tuan Lee turut meramaikan.

“Oh ya, Kyuhyun apa kabar? Seharusnya anak itu juga ada di sini.” Nyonya Lee menatap satu-satu deretan anak-anak muda ini.

“Ia sedang sibuk karena urusan pekerjaan. Tapi aku sudah memberitahunya tentang hari ini.” balas Sungmin.

“Minji ah, kau juga. Jika memang tidak ada yang ditunggu lagi, lebih baik segera menikah dengan Kyuhyun. Jika tidak, bibi akan menahanmu untuk anak bungsu bibi.” Nyonya Lee menggoda Minji.

“Omma..” Donghae memasang wajah manja pada ibunya, mengisyaratkan agar Nyonya Lee tidak melanjutkan ucapannya.

Minji hanya tersenyum menanggapinya. Kyuhyun, bisakah tidak membahasnya untuk saat ini?  Ia sedang ingin tertawa dan melupakan masalahnya sejenak. Beberapa hari terakhir semenjak peristiwa malam itu dan semenjak mengetahui yang sebenarnya dari Hyojin, Minji berusaha untuk menjauh dari Kyuhyun. Ia sendiri tidak tahu apakah tindakannya itu ada manfaatnya atau tidak. Ia hanya ingin membantu posisi Kyuhyun.

——————————————–

Minji baru saja selesai memeriksa laporan keuangan bulan ini. Ia melirik arloji pemberian ibunya, waktu menunjukkan pukul 5 sore. Itu artinya ia bisa pulang satu jam lebih awal hari ini karena ia telah menyelesaikan pekerjaannya. Gadis ini kemudian memeriksa handphonenya, ada lima panggilan tak terjawab dan semuanya berasal dari orang yang sama. Ia mencoba mengabaikannya. Gadis ini mengambil kotak make upnya dan sedikit mempercantik dirinya sebelum keluar meninggalkan tempat ini.

“Kau sudah cantik, tanpa make up pun kau sudah cantik.”

Minji terperangah mendapati Kyuhyun tengah berdiri di ruangannya, dengan kedua tangan yang dimasukkan pada saku celananya. Namja ini masih mengenakan kemeja berwarna putih dengan dasi yang masih menggantung di lehernya. Ia yakin Kyuhyun baru saja pulang dari kantor.

“Ternyata Minji yang dulu dan sekarang memang sudah jauh berbeda. Tak heran jika ancaman bagiku semakin banyak. Kau selalu mempercantik dirimu.”

“Mengapa kau tiba-tiba muncul di sini?” Minji mencoba agar nada bicaranya terdengar biasa saja. Ajaib sekali. Tiba-tiba Kyuhyun sudah berada di ruang kerjanya.

“Sejak kapan aku harus meminta ijin untuk menemuimu?” Kyuhyun sedikit egois. Ia berjalan mendekat hingga akhirnya posisinya berada tepat di hadapan gadis ini.

“Kau mengagetkanku.”

“Kenapa? Kau pikir aku sedang berada di tempat lain saat kau tak menjawab panggilanku?”

“Aku..”

“Ayo pergi. Sekarang hari sabtu. Bukankah kau juga akan segera pulang?”

“Mau kemana?”

“Tentu saja berkencan. Sudah lama kita tidak pergi berdua karena kesibukanku.”

Minji hanya diam, menatap Kyuhyun. Ia sungguh merindukan pria ini. Haruskah ia tetap bersikap sedingin dan semunafik ini?

“Aku.. aku sedang tidak enak badan.”

“Jika begitu.. kita ke dokter.”

“Tapi aku ingin langsung pulang ke rumah.”

“Baiklah. Aku yang akan mengantarmu pulang jika begitu.”

“Lepaskan aku. Aku… sedang tidak ingin melihatmu.”

Kyuhyun seakan kehilangan kesabarannya. Ia melepas genggamannya pada Minji. Mereka saling menatap dalam diam.

“Mianhae..” Minji menunduk, tidak berani menatap Kyuhyun.

Kyuhyun bukannya menjauh, ia justru makin mendekatkan dirinya, hingga gadis itu bisa mencium dengan jelas aroma khas Kyuhyun yang memabukkan. Tubuh Minji menabrak meja kerja di belakangnya, tanda ia tidak bisa mundur lagi. Kyuhyun memegang dagu gadis ini dengan tangan kanannya, mengangkatnya agar Minji melihat ke arahnya.

Mata mereka bertemu. Kyuhyun menatap tajam bola mata lawan bicaranya.

“Kang Minji, kau salah jika ingin berbohong padaku. Aku mengenalmu terlalu lama.” Bisik Kyuhyun.

Kyuhyun mulai memagut bibir gadis itu, dan mata mereka sama-sama terpejam. Tangan kanan Kyuhyun yang semula memegangi dagu gadis itu kemudian bergerak dan diam di pinggul Minji, lalu tangan kirinya yang kini menopang wajah gadisnya.

Kyuhyun melepaskan ciumannya sesaat, kembali menatap gadisnya yang mulutnya sedikit terbuka. Minji sepertinya tak menyadari sepenuhnya jika Kyuhyun tengah melepaskannya. Mereka kembali saling menatap, dan Kyuhyun melanjutkannya lagi, melepaskan kerinduannya. Tangan Minji akhirnya berada di pundak namja itu, sedikit meremasnya untuk menyalurkan emosi. Cukup lama mereka terlarut. Tak ada suara lain yang didengar gadis itu, hanya hembusan nafas Kyuhyun yang terkesan memburu dan menyapu permukaan wajahnya. Ia kemudian menatap wajah namja di hadapannya. Rambut Kyuhyun yang berantakan akibat ulahnya, dan bibir namja itu yang memerah. Kyuhyun memang tampan. Sahabat masa kecilnya, kekasihnya, ciuman pertamanya, dan mungkinkah menjadi teman hidupnya?

“Aku membencimu.” gumam Minji. Tangannya mengusap rahang namja itu.

“Hhh.. berhentilah berbohong. Kau tidak bisa menolakku. Kau membutuhkan aku.” Balas Kyuhyun.

Minji hanya diam. Ia tak sanggup lagi menatap Kyuhyun. Yang ia lakukan selanjutnya adalah memeluknya, sangat erat, membenamkan wajahnya di dekapan namja itu. Gadis itu mencoba melepaskan kekhawatiran serta beban yang tengah melanda pikirannya. Kenyataan jika dirinya dan Kyuhyun saling membutuhkan satu sama lain, haruskah ia memikirkan kepentingan orang lain?  Sekalipun benar perjodohan itu akan terjadi, apakah salah jika ia dan Kyuhyun tetap egois seperti ini?

——————————————-

Kyuhyun menyantap makan malamnya dalam diam. Yoora yang ada di sebelahnya sedikit melirik kakak kandungnya itu, kemudian mata gadis itu bertemu dengan tatapan ommanya. Sudah beberapa hari terakhir suasana makan malam di keluarga ini tidak hangat seperti biasanya, karena Kyuhyun yang biasanya banyak bicara berubah menjadi pendiam.

“Bagaimana dengan pekerjaanmu? Apakah baik-baik saja?” Tuan Cho membuka pembicaraan. Sepertinya ia pun tidak tahan melihat putra sulungnya berubah menjadi begitu pendiam.

“Baik. Semuanya baik-baik saja. Kau tidak usah khawatir.”

Jawaban singkat dari Kyuhyun kembali membuat Nyonya Cho dan Yoora saling pandang.

“Jika memang ada hal yang perlu atau ingin kau rundingkan denganku, jangan pernah sungkan untuk bicara. Aku sudah cukup banyak merepotkanmu karena penyakitku ini.” ucap tuan Cho lagi.

“Appa. Kumohon jangan bicara seperti itu. Aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Apa kau lupa jika aku ini anakmu?”

“Ah.. sudah-sudah. Yeobo, setelah selesai makan lebih baik kau segera istirahat dan minum obat. Aku akan menemanimu. Kau juga, Kyuhyun ah.. istirahatlah. Omma yakin kau pasti cepat lelah akhir-akhir ini.” Nyonya Cho mencoba mencairkan suasana.

“Tidak usah mengalihkan topik. Aku hanya ingin bicara dengan Kyuhyun. Sepertinya begitu banyak beban yang dipikulnya beberapa hari belakangan.” Balas Tuan Cho.

Kyuhyun meneguk habis air putih di gelasnya. Ia kemudian pamit untuk menyelesaikan makan malamnya lebih dulu lalu melangkah ke kamarnya. Yoora menatap punggung oppanya yang menjauh, sementara Tuan dan Nyonya Cho hanya diam.

**

“Apa aku mengganggumu?”

Kyuhyun menoleh, dan melihat adik kandungnya tengah berdiri menatapnya.

“Duduklah.” Ujar Kyuhyun sambil menepuk tempat di sebelahnya. Yoora kemudian naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah Kyuhyun yang tengah sibuk berkutat dengan notebooknya. Yoora memandang oppanya dan memikirkan apa yang harus diucapkannya agar Kyuhyun tidak mengusirnya dengan cepat dari ruangan ini. Kyuhyun terlihat begitu serius dengan kacamata yang dipakainya. Sepertinya ia tengah mengerjakan urusan kantor.

“Kau nampak jauh lebih tua seperti ini.” komentar Yoora. Ia mengambil sebuah bantal dan meletakkan benda empuk itu di pangkuannya. Kyuhyun hanya tersenyum dengan menarik sedikit ujung bibirnya ketika mendengar pendapat adiknya.

“Akhir-akhir ini kau tidak pernah bercerita lagi padaku. Kau tahu betapa aku sangat kesepian? Kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu.” Ujar gadis itu lagi.

“Maka dari itu cepatlah menemukan seorang kekasih, maka akan ada yang mengurus dan menemanimu.” Respon Kyuhyun tanpa menoleh. Yoora sedikit mencibir mendengar balasan pria itu. Ia tahu mulut Kyuhyun memang cukup pedas.

“Kau tunggu saja. Aku akan memiliki seorang kekasih.” Ucap Yoora optimis. Hal itu cukup membuat Kyuhyun menoleh. Ia melepas kacamata kerjanya dan menutup notebooknya.

“Donghae ssi? Apa kau masih mengharap padanya?”

“Aku tidak akan menyerah sampai aku berhasil membuatnya melihat hanya padaku. Lagipula akhir-akhir ini hubungan kami cukup baik. Ia selalu membantuku dan ia kerap kali datang ke rumah saat kau tidak ada.” Yoora bercerita dengan nada bangga.

Kyuhyun tersenyum tipis melihat Yoora. Sepertinya adiknya itu begitu bahagia. Apapun yang menyangkut Donghae, akan membuat gadis itu tersenyum.

“Kau gila.” Kyuhyun mengacak rambut Yoora.

“Dan kau lebih gila. Bukankah kegilaanmu pada gadis itu jauh lebih lama daripada aku yang menggilai Donghae oppa, huh?” Yoora membalas dan hal itu membuat Kyuhyun mengacak rambut gadis itu lebih kasar lagi.

“Yaaa!!! Yaaa!!!” Yoora memukul-mukul lengan oppanya. Mereka tertawa berdua hingga akhirnya kelelahan dan sama-sama berbaring.

“Oppa.. Minji onnie baik-baik saja bukan?” Tanya Yoora serius. Gadis itu menatap langit-langit kamar.

“Mengapa kau tiba-tiba peduli padanya?”

“Ani. Hanya ingin memastikan jika hubunganmu dengannya baik-baik saja.”

“Semuanya akan baik-baik saja, selama aku bisa mengatasi semuanya. Ya, aku bisa mengatasi semuanya. Hei, kau percaya padaku bukan?” Kyuhyun melirik ke arah Yoora.

“Ne. Aku selalu mempercayai oppaku.” Ujar Yoora tersenyum.

—————————————

Kris mengeluarkan stok makanan yang baru saja dibelinya kemarin. Ada berbagai macam snack, cokelat, kacang, dan dua kaleng minuman bersoda. Setelah meletakkan makanan-makanan ringan itu sembarang di atas karpet, namja bertubuh tinggi itu memberikan sekaleng minuman pada genggamannya untuk pria yang tengah duduk bersila sambil memainkan play stationnya.

“Gomawo. Suasana ini mengingatkanku akan masa-masa dulu.” Ujar Kyuhyun menerima minuman pemberian Kris.

“Tapi ruangan ini sudah cukup hangat bukan? Karena biasanya kita selalu kedinginan.” Kris menjawab lalu duduk di sebelah Kyuhyun.

Kyuhyun menghentikan sejenak permainannya, lalu memilih untuk membuka sebungkus cokelat. Kris dengan cepat mengamankan sebungkus cokelat putih batangan, seolah tak ingin Kyuhyun mengambilnya.

“Wae?” Kyuhyun bertanya heran.

“Kau seperti tidak tahu saja. Gadis itu bisa mengamuk jika aku tak menyisakan jatahnya.”

“Oh.. kupikir kau memang tak ingin aku memakan cokelat itu. Ternyata untuknya. Kau sangat menyayanginya rupanya.”

“Bukan apa-apa. Kau sendiri tahu ia tak pernah berpaling darimu sejak awal.” Kris tertawa setelah meneguk minumannya.

“Lupakan. Kau tahu itu tidak mungkin bagiku. Dan aku masih berusaha agar ia mengerti keadaan ini.”

“Ya, aku tahu. Dan setelah bertemu kembali denganmu di Seoul, kulihat ada perubahan pada dirimu. Setidaknya aku mengerti apa yang membuatmu bahagia.”

Kyuhyun hanya tersenyum tipis sembari memainkan kaleng minumannya. Ia kemudian melonggarkan dasi yang masih melilit di lehernya, lalu sedikit bersandar pada kaki sofa di apartemen Kris.

“Tapi sejak peristiwa malam itu, kurasa ia sedikit meragukanku. Hati gadis itu cukup keras. Aku khawatir ia berpikir aku mendapatkan kedudukan ini karena ada hal lain di belakang ini semua.”

“Apa kau sudah bicara dengan Hyojin?”

“Tentu. Ia memintaku untuk bersabar dan ia akan mencoba membantu mengembalikan keadaan ini. Namun aku tidak menaruh rasa percaya yang besar padanya.”

Kris nampak berpikir. Ia tak menanggapi jawaban Kyuhyun. Yang dipikirkannya adalah gadis itu. apa yang tengah direncanakan gadis itu.

“Kris, apakah aku wajar mengkhawatirkan ini secara berlebihan?”

Kris hanya menatap Kyuhyun, belum sempat menjawab ketika akhirnya seseorang datang dan membuat pria keturunan Tionghoa itu harus bangkit untuk membuka pintu apartemennya.

“Huh. Akhirnya aku sampai juga. Tak kusangka agak susah juga mencapai apartemen barumu ini.” suara seorang gadis memenuhi apartemen berukuran sedang itu.

Hyojin masuk dengan membawa banyak barang belanjaan. Sepertinya bahan makanan dan sebuah tas cukup besar yang sepertinya memberatkan.

“Kyu, kau sudah di sini sejak tadi?”

Kyuhyun hanya tersenyum lalu mendekat untuk membantu gadis itu membawa bawaannya, menyusul Kris ke arah dapur. Sepeninggal dua pria itu, Hyojin melepas syal cokelat yang membalut lehernya, lalu menjatuhkan dirinya di atas sofa empuk milik Kris.

“Tuan Wu, dari dulu aku selalu menyukai seleramu dalam menata ruangan. Sangat maskulin dan akan membuat wanita nyaman berada di dalam sini. Kurasa sebaiknya kau segera menikah agar tempat ini lebih terurus lagi nantinya.” Ujar Hyojin.

“Aku akan membawa istriku ke Cina, tentunya bukan di sini.” Kris muncul sambil membawa beberapa botol wine dan minuman beralkohol rendah. Kyuhyun mengekori sambil membawa tiga buah gelas.

“Bagus sekali. Ayo kita berpesta malam ini. Kyu, aku membeli beberapa minuman favoritmu. Habiskan karena aku ingin melihat seberapa kuat kau bertahan.” Tantang Hyojin.

“Jadi kita mengenang masa-masa kuliah dulu? Hahahha. Sekaligus merayakan pembukaan proyek baru kita.” Kris nampak bersemangat.

“Hmm.. ayo kita mulai. Aku tidak akan kalah.” Kyuhyun tersenyum tipis sambil mengangkat sedikit gelasnya yang sudah berisikan cairan memabukkan itu.

—————————————–

Donghae mengamati gadis yang berdiri di sebelahnya yang nampak begitu serius membaca halaman penghantar sebuah novel romantis di tangannya. Gadis itu terlihat begitu mendalami hingga membuat Donghae enggan untuk mengusiknya.

“Kuperhatikan akhir-akhir ini kau suka membaca novel berbau romantis.” Donghae akhirnya tak tahan untuk berkomentar.

“Hmm,, tidak juga.” gumam gadis itu tanpa menoleh.

“Minji ah.., berapa kali kukatakan jangan membohongiku. Suasana hatimu sedang kacaukah?”

Minji kemudian menutup buku itu, dan sepertinya ia memutuskan untuk membelinya. Donghae mengambil novel itu dari tangan Minji, membaca sekilas sinopsisnya. Ia tersenyum paham. Kisah cinta yang tumbuh di tengah persahabatan yang telah ada sejak kecil. Minji merebut buku itu dengan segera, seolah tak ingin mendengar komentar pria ini.

“Aku hanya membeli ini. Kau sendiri hanya membeli buku teori musik yang kurasa kau sudah cukup memahaminya bukan?” Minji bertanya pada Donghae setelah melihat apa yang ada di tangan pria itu.

“Bukan untukku. Aku membelinya untuk orang lain.” ujar Donghae.

“Oh, pantas saja.”

“Hei, setelah kau membaca novel ini, apakah akan mempengaruhi pemikiranmu?” goda Donghae.

“Siapa tahu aku bisa menuliskan kisah pribadiku menjadi kisah yang lebih dramatis dari novel ini.” gurau Minji.

Setelah membayar di kasir, mereka berdua keluar dari toko buku besar itu. Donghae tahu jika Kyuhyun mendapati dirinya tengah berdua dengan Minji saat ini, pria egois itu bisa jadi tak hanya akan memukulnya lagi, namun bisa saja menikamnya dengan benda tajam. Namun tetap saja, baginya menemani Minji adalah semacam kewajiban. Bagaimanapun juga, Donghae pernah menyimpan rasa pada gadis di sebelahnya ini, meskipun belakangan ia sudah bisa meredam dan merelakan Kyuhyun untuk berada di sisi Minji karena memang keadaan itulah yang menurutnya harus terjadi. Donghae tahu jika Minji bergantung pada pria itu, Cho Kyuhyun. Dan posisinya adalah sahabat baik Minji dan Kyuhyun, orang kepercayaan mereka, sama seperti kedua hyungnya.

“Jadi aku langsung mengantarmu pulang saja?” Tanya Donghae ketika mereka sudah di dalam mobil. Namun gadis yang diajaknya bicara justru kembali tenggelam dalam bacaannya. Donghae tahu, Minji hanya mencoba untuk mengalihkan pikirannya. Gadis ini nampak lebih pemurung semenjak kejadian itu.

—————————–

Hyojin terbatuk-batuk, sementara Kyuhyun nyaris terlelap di sebelahnya. Kedua orang ini sama-sama menjadi korban minuman beralkohol akibat tantangan bodoh yang mereka ciptakan sendiri. Kris sedang keluar membeli bubur hangat untuk mereka bertiga karena ia yakin hanya makanan itu yang bisa membuat mereka merasa lebih baik. Di antara mereka bertiga, Kris memang yang paling bisa mengukur batas kemampuannya terhadap minuman semacam itu. Hyojin pun sama sepertinya, hanya saja kali ini gadis itu sedikit terlarut.

Hyojin menatap wajah tampan Kyuhyun yang terpejam. Ia baru saja membopong pria itu ke dalam kamar Kris agar Kyuhyun bisa berbaring dengan lebih leluasa. Gadis itu mengamati betapa rupawan pria ini, pria yang sangat diinginkannya bertahun-tahun terakhir. Dengan sabar gadis itu membuka ikatan dasi Kyuhyun yang telah melonggar, lalu membuka satu lagi kancing kemeja Kyuhyun hingga menjadi tiga agar pria itu mendapatkan sedikit udara lagi.

Hyojin mengusap wajah Kyuhyun. Ingin rasanya ia mencium bibir tebal namja itu namun ia takut Kyuhyun akan terbangun dan marah padanya.

 “Appamu sangat menyayangimu. Ia hanya terlalu mementingkan nama baiknya. Jangan khawatirkan itu. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah, membuat appamu yakin bahkan  jika perlu ia sendiri yang akan meminta Kyuhyun untuk menjadi pendampingmu.”

Hyojin seketika terngiang ucapan ommanya.

“Hyojin ah, kau putri omma dan omma tahu kau pintar. Masih ada banyak cara. Bukankah kau paling bisa membuat appamu mengabulkan apapun yang kau inginkan?”

Kata-kata ommanya semakin dekat di telinganya. Hyojin tersenyum. Tiba-tiba sesuatu melintas di kepalanya. Hyojin merogoh benda di balik saku celana hitam Kyuhyun. Ketika mendapati Iphone berwarna hitam itu berada dalam genggamannya, gadis itu tersenyum.

Hyojin meletakkan benda itu di atas meja kecil di sebelah tempat tidur setelah merasa puas. Berikutnya, ia kembali memfokuskan dirinya pada namja ini. Hyojin mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun, dan mulai menempelkan bibirnya di pipi kanan namja itu. Perlahan, ia meletakkan kedua tangah halusnya di dada pria itu.

“Cho Kyuhyun.. mianhae. Kurasa seperti ini lebih baik. Aku terlalu menginginkanmu.”

——————————-

Minji tersadar ia sudah berdiam diri dan terlarut dalam bacaan ini cukup lama ketika suara gerimis di luar mobil semakin jelas. Ketika menoleh, ia melihat Donghae memejamkan matanya, sepertinya tengah tertidur menunggunya. Minji merasa tidak enak, Donghae ternyata menunggunya dan mereka masih saja berada di halaman parkir toko buku ini sejak tadi. Minji melihat arloji di tangan kirinya, pukul 9 malam. Ia berencana untuk membangunkan Donghae ketika kemudian sebuah pesan masuk ke handphonenya. Minji membaca pesan itu dengan seksama, kemudian ia menghela nafasnya berat.

“Selalu saja seperti ini.” kesal gadis itu.

Minji kemudian buru-buru membangunkan Donghae. Pria itu mengerjap sejenak dan tersadar jika gadis di sebelahnya baru saja mengusik tidur singkatnya.

“Jadi kita pulang sekarang?”

Minji menggeleng.

“Antarkan aku ke tempat ini. aku sedikit khawatir padanya. Gwaenchana?” ujar Minji sambil memperlihatkan isi pesan yang baru saja diterimanya. Donghae mengerti.

“Ne, lagipula tempat ini dekat dari sini. Kurang dari limabelas menit kita akan sampai.” Ujar Donghae.

**

Minji dan Donghae turun dari mobil dengan terburu-buru ketika mereka sudah sampai di basement parkir tempat ini. Mereka berdua cukup terkejut ketika mendapati seseorang yang mereka kenal ketika hendak masuk ke dalam lift.

“Kau bukankah Wu Yi fan ssi?” Tanya Donghae.

“Ya. Apa yang kalian lakukan di sini?” Tanya Kris.

“Kami ingin menjemput Kyuhyun.” Jawab Minji

“Ah, ne. Ia sedang mabuk berat. Ia berada di apartementku.” Jawab Kris.

Kris baru menyadari jika ia meninggalkan Kyuhyun hanya berdua dengan Hyojin. Dan kini ada Minji di sini, tidakkah ini sedikit merepotkan? Namun pria ini tak ingin berpikir negatif. Bukankah Kyuhyun yang meminta Minji untuk datang menjemputnya?

Kris nampak sedikit basah. Ia menenteng bungkusan plastik yang berisikan mangkok-mangkok bubur plastik di dalamnya. Dan hujan pula yang meyebabkan Minji dan Donghae sampai hingga setengah jam ke tempat yang sebenarnya cukup dekat dengan toko buku tadi.

**

Kyuhyun membuka matanya. Kepalanya masih sedikit berat, namun ia menyadari jika sesuatu yang tidak beres tengah terjadi. Ia terkaget mendapati Hyojin terbaring di sebelahnya, berada dalam satu selimut yang sama dengannya dan gadis itu hanya mengenakan tank top saja. Kyuhyun lebih shock lagi mendapati kemejanya tak lagi berada di tempatnya, meskipun ia sedikit bersyukur bawahannya masih lengkap.

Pria itu seketika duduk dan membangunkan Hyojin, meminta penjelasan atas apa yang tengah terjadi. Hyojin buru-buru bangun dan memasang ekspresi yang sama kagetnya dengan Kyuhyun.

“Mana Kris? Apa yang terjadi? Tidak terjadi apa-apa bukan?” Tanya Kyuhyun dengan nada sedikit panik.

“Aku.. aku tidak tahu. Setahuku Kris keluar untuk membeli bubur dan akh.. aku sendiri lupa mengapa kita bisa berada di sini.”

“Ini tidak benar. Ya Tuhan apa yang baru saja terjadi..” Kyuhyun hendak bangkit ketika kemudian Hyojin menahan lengan pria itu. gadis itu menatap Kyuhyun dengan wajah sedih.

“Aniyo. Tidak terjadi apa-apa. Ini semua karena kita mabuk dan..”

“Apa yang baru saja kalian lakukan?”

Kyuhyun dan Hyojin terkaget dengan sebuah suara berat yang muncul di ruangan ini. Kyuhyun lebih shock lagi ketika mendapati tidak hanya ada Kris di ruangan ini, namun juga ada Minji dan.. Donghae. Kyuhyun menatap gadis yang berdiri kaku dan merasa seperti baru saja dikhianati itu. Mata gadis itu berkaca-kaca, tangannya meremas ujung kaos  lengan panjang yang dipakainya.

Donghae buru-buru menarik Minji ke dalam pelukannya dan menghindarkan Minji dari pemandangan petaka itu. Ia menatap Kyuhyun nanar, dan merasakan gadis itu terisak di dadanya.

“Kajja. Tak ada yang perlu kita lakukan di sini.” Bisik Donghae.

Hyojin melompat turun dan menghambur pada Kris, meninggalkan Kyuhyun yang masih terduduk tanpa dosa di atas ranjang dengan bertelanjang dada. Gadis itu meringkuk pada lengan pria Tionghoa itu dan Kris hanya bisa diam tanpa bicara apa-apa.

“Minji ah. Dengarkan aku.” Kyuhyun seketika mengambil kemejanya dan mendekati Donghae serta Minji yang baru saja bergerak keluar dari kamar itu. Sambil terburu-buru mengancingkan kemejanya ia mengejar kedua orang itu.

Adegan itu berlanjut hingga ke basement parkir. Donghae membukakan pintu untuk Minji kemudian ia masuk ke dalam mobil. Kyuhyun muncul dan medekat ke arah mobil mereka.

“Kau diamlah di sini.” Ujar Donghae.

Minji hanya diam dan menatap kosong ke depan, sementara Donghae keluar lagi dan menyambut Kyuhyun.

“Biarkan aku bicara dengannya.”

“Tidak perlu. Kau sudah menyakitinya terlalu dalam.”

“Bukan urusanmu.”

“Kali ini urusanku!!” Suara Donghae meninggi dan Minji bisa mendengar itu. Namja itu pasti marah besar kali ini, namun ia sedang tak ingin terlibat apapun dengan Kyuhyun.

“Minji ah, kumohon dengarkan aku. Aku bisa menjelaskan semuanya dan kau bebas memukulku atau melakukan apapun yang kau mau terhadapku!!” Kyuhyun berteriak hendak mencari Minji namun Donghae buru-buru menahan tubuh Kyuhyun.

“Jangan menghentikanku!!!” Kyuhyun melawan.

Bukkkk!!!

Minji memejamkan matanya. Kyuhyun terjatuh karena Donghae memukulnya. Gadis itu menahan air matanya namun terlanjur menetes. Ia menahan diri untuk tidak keluar dan membiarkan Kyuhyun menikmati rasa sakitnya. Bukankah ia pantas menerima itu?

“Aku sudah pernah memperingatkanmu. Selama ini aku mengalah demi kebaikan kita semua. Demi persahabatan kita dan demi dia. Kau tidak bisa menghargai Minji sebagai seorang wanita.”

Kyuhyun diam, masih terduduk di bawah. Bibirnya berdarah akibat pukulan Donghae. Tubuhnya gemetar. Donghae masih menatap sahabat kecilnya ini dengan kemarahan. Ia mati-matian mengatur nafas agar kemarahannya mereda, namun tidak bisa.

“Jika memang kau sudah tidak bisa menghargainya lagi, tinggalkan saja dia.” Ujar Donghae masih dengan nada marah.

Minji terisak makin dalam. Mengapa semuanya bisa seperti ini? Ia sudah cukup sakit dengan kenyataan yang baru saja dihadapinya, dan kini ia merasa disakiti lagi karena dirinya persahabatan mereka semua terancam.

“Cho Kyuhyun.. kau tega sekali padaku..” isak Minji.

Donghae kemudian masuk ke dalam mobil, dan pria itu segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat ini, meninggalkan Kyuhyun yang masih tetap pada posisinya.

“Kang Minjiiiiiiiiiii!!!!!!!!!” Kyuhyun akhirnya bangkit dan berteriak, mengejar mobil Donghae dari belakang. Minji melihat bayangan namja itu dari spion, dan ia kembali memejamkan matanya dan air kembali menetes dari sudut matanya. Kyuhyun benar-benar menghilang dari pandangannya ketika mobil mereka keluar dari areal itu dan mobil membelok menuju ke jalan besar.

TBC-

 

Dua bulan telat dua hari. Akhirnya story ini posted. Maunya ga dicut di bagian ini, tapi kalo dilanjutin jadi ga seru juga, jatuhnya nanggung.  Aku ga berencana buat bikin ceritanya jadi lebih lama lagi, jadi temen2 reader jangan bosen dulu yaaa.

Pengen story ini cepetan kelar karena project lainnya uda menanti ><

Aku ga bisa lanjut kalo yang ini belum kelar. Dan demi Kyuhyun yang semakin lama semakin tampanns….. Hehe ga banyak basa-basi aku tetep minta komen kalian yaaa~!!

 

Iklan

58 thoughts on “[10] Your Guardian

  1. F*CK !
    cerita yang bikin emosi. gatau mau koment apa. bad mood gara2 Hyojin. errr~~~
    Hyojin dibuat jahat banget disini. kasian T-T aku g kuat bacanya. emosi.
    seharusnya judul nih FF Love is sickness seperti kata bang Tablo …

    Mau koment mengenai kebahagiaan keluarga Lee sirna sudah. Padahal aku sempet tersenyum-senyum seneng entah aku bahagia atau gila gara2 Hanwoo digodain dicerita ini. Dan suka adegan Yoora sama Donghae. Romantis. Idenya kreatif dan inovatif #plak.

    Tapi semua itu sirna pas bagian-bagian mau ke akhir. duuhh ini menyatakan kalo kang minji kayaknya g jodoh sama kyuhyun ya?? jek menderita selalu sama kyuhyun. lebih baik sama donghae aja kalo gitu g usah pikirin yoora #kekeke~~~
    kalo minji sama dongek beda lagi ya ceritanya wkwkw.
    kembalikan nyawaku.
    cepet banget TBC nya . hhuhuhu. lanjutnya jangan lama2. abis post ini langsung nulis ya buk…
    dan wu yifan … ahhh elu itu gimana sih sebenernya??? #bakarjenggot.

    Suka

    • love is sickness?!
      kkkk km menghayati
      bacanya lan. thankyuuuuu ❤
      nanti tak buatin scene khusus hyukwoo deh 😀

      soal yifan tunggu ntar karakternya tak perjelas xD

      Suka

  2. Finally dipost ini FF…kyaaaaa
    GOOD JOBBB BOOOOO ini baru mntapppp…

    Kasik dah dulu si hyojin mnang dngan muka seribunya itu! Dasar wanita jalangs! Dimana-mana nebar kebusukan n tampang tak bersalah cih….

    Kyuhyun dsini kurang dicekek dulu dh kayaknya…Mau2nya aja oercaya AMA hyojin…hello…open your eyes cho kyuhyun…errr….
    Tiap nama hyojin muncul darah mulai dah mencapai Titik didih…entah kenapa makin kesini tokoh hyojin makin daebak jahatnya….

    Untuk cast yg lain…2min couple semoga lahiran anaknya cepat n selmt yah…hyukwoo cepet nikah…haera jg ahhhh sweet bgt deh kalian….

    Yak ayank ohae Makasi bgt uda mukul cho kyuhyun di parkiran…adegan terakhir sumpah bikin gregetan…Ga nyangka setelah jadi tulísan hasilnya bakal cetar membahana kayak gini…*peluk author…T.T

    Booo diolas lanjutin cepet Ga Mau tau….ini cutnya pas dah ampe disini…udah sangat cukup bkin yang baca penasaran ampe Ga bs tidur ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ =))

    DAEBKIDAAA…..BAKAR CHOI HYOJINNNNN

    Suka

  3. INI DIA NIH INI DIAAAA !!!
    Finally di post jugaaks kyaa kyaa

    Pertama , kangen sekali sama ff ini…
    Kedua , manis
    Ketiga , pahit
    Keempat , gedeg tingkat tinggi !

    Duh bentar ngatur emosi dulu yaaa huuh

    Hmm hyuk hanwoo kiirrr bisa bayangin deh muka hanwoo yg mesem2 ga jelas waktu digodain sama appanya hyuk.. hahaha

    DAN !!!!! DONGHAE YOORA JEBALS
    Apa itu adegan puding ! Apa itu ditantang bikin laguu ! Ih ! Sekalian ajaaa ditantang bikin anak (?) #eh
    Manisss onn ,, dan bener kata kyuhyun “apapun yg menyangkut donghae, selalu bisa bikin yoora tersenyum” aaah bener2 senyum bacaa part Haera xD

    Trus suka juga waktu adegan Kyuhyun Yoora jambak2an di tempat tidur … Hihii sayang sekali sm oppaku ituu…
    Tapi semua keindahan dirusak oleh wanita jahanam itu…

    Bagus onn !!! Adegan “mabuk” itu di korea, kalo di shanghai agak aneh jadinya baru nyadar.. Dan cara penghubungan ceritanya biar jadi mabuk di korea itu pas bangeet~
    Sumpah setan sekali hyojin itu wkwkwkwk *kibas tanktop*

    minji Kyuhyun , sabar ya nak .. Jek miris dan sedih ajaa.. Ah cinta sejati memang penuh dg tantangan … Ayok next part onniiiiiii

    Dan itu adegan hae mukul kyuhyun ,, hae pasti simpati lagi sm minji , dan jebaaaaallll donge jangan suka lagi sama minjiiiiiiiiiiiiii jangan mem-PHP-kan kebahagiaan gadis yang sedang komen panjang lebar penuh emosi ini huaaaahuaaaa

    Okeee lanjuuuttttt minji eonni fighting !! *tebar puding*

    Suka

    • *telen puding dulu*
      hagshagshags..
      adegan puding itu onni tulus banget buatnya vaaa
      sukur kamu sukaaa xD

      hhe soal donghae hmmm
      pinjem dulu yaaak XD

      Suka

  4. Fml
    Trus ceritanya aku harus gimana baca ini?
    Harus komen apa?
    😦
    Terpukul…
    GUE TERPUKUL TELAK ASDFFGHJLLHDKAJKFKFKDJIWKDJDJSJEDJ #bejekhyojin
    Tetep aja menyedihkan..bahkan lebih menyedihkan.
    GAK GITU CARANYAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAA
    ;;A;;
    Kris…apa rencanamu..diolas apa rencanamu..cepet sadarkan dia..cepet sadarkan dia
    T______T
    Kriiiiiiiiiiiiissss I beg you..
    Hyojin-ssi, kok murahan sekali caramu?
    Dengan otak sepintar itu -kata emakmu- kamu cuma dapet ide kaya gitu?
    Dan hellow…DI APARTEMEN KRIS?? Asdfghjklhf
    T_________T
    Kris…cepet lancarkan rencanamu..bikin hyojin ngeliat km..km jg hrs punya keyakinan kalo apa yg km pengen hrs km dapetin kaya jalangs itu..
    Hwaars..sakit keneh baca kejahatan hyojin disini..
    Cokelat putih T___T kris..so lovely..
    Hyojin didunia nyata sukanya dark choco..no white choco /skip
    Maksudnya hyojin langsung mengkeret ditangan kris itu apa..
    Kris..marahin dia..marahin diaaaaa
    Oke cukup kesurupan gr2 hyojin -____-

    Aaakkhh…sukak scene puding yoora donghae..
    Soal belajar itu..aish..donghae yaaaa..wae you so swit laaa..kebayang dah muka manisnya pas lagi ngomong gitu ke yoora
    >////<
    Hyukjae hanwoo..JADI KALIAN BELUM JADIAN????
    Uehehehehehehehhe /senyum licik
    Lamain aja jadiannya onn..php-in lee hanwoo
    XDDD ini ff milik keluarga cho kan??
    Eh?
    Minrin sungmin tetep ya..bahagia sejahtera *emot lipstik

    Ah iya..PAPA CHOI!!! TOLONG SADARKAN PUTRIMUUUU ;;____;;
    Mum, i beg you too -____-
    Gak gitu caranya membahagiakan anak -.-"

    Kenapa tbc itu datangnya cepat sekali?
    Wae?
    Wae?
    Wae?
    😦

    Onnie yaaaa..jangan sakiti kris onn..huhuuu..

    Suka

    • Aaaakhh…dan gue baru sadar..
      Yg minta Minji jemput kyu itu..HYOJIN!!!!
      Aassdfgjllhdw
      Jadi itu yg dia lakuin sama iPhone kyu??
      Shiiittt

      Kris…pasti dia speechless ngeliat pemandangan itu..ah..membayangkan kris seperti itu aja bikin sakit hati gue bertambah 😦
      Pasti..pasti..
      Lagian ngapain sih repot2 nyari bubur diluar..kris..sekarang itu ada yg namanya DELIVERY SERVICE =____=
      Jangan pernah meninggalkan Kyuhyun dan Hyojin sendirian apalagi bersama minuman..
      T___T

      Suka

    • Jangan sakiti Kris? kkkkk
      Iya itu tergantung hyojin din 😦

      Haha seriusan km sukanya dark choco?
      Sejujurnya onni ga suka white jg, dan smpt galo mikirin mau pake dark ato white. Eh ternyata pilihan saya salah. Muaahahhahahaha

      Suka

  5. eonni,, d post nya cepetan …. soalnya end part ini gk enak bgt,,bimana nasib kyu minji,,haahh derita tiada akhir gara2 hyojin..huhuuh
    d tunggu bgt lanjutannya 🙂

    Suka

  6. kyaaaaa…
    author, keren gilaa…
    si hyojin jahat banget si,iih pengen q plintir2 tuh anak,tega banget bikin kyuminji brantem.huhu
    smoga kris bsa ngerti apa yg trjadi dan jlasin k minji kalo smwa itu rencana hyojin.
    dtunggu part slanjutnya..

    Suka

  7. q dah ngira hyojin ujung2 y bakal milih halan kayak gini buat dapet. kyuhyun saking dia susah buat dapetin kyuhyun,,, setelah mereka mabuk2an makin yakin klo hyojin milih jalan ini….
    bener2 sebel ma hyojin ngerusak begitu pa dia nfak liat pa minji n kyuhyun tuh saling cinta bgt n knp dua nutu mpata gitu n ngak mau ngalah…
    kasian minji jadi salah paham gt n hancur deh hubungan y ma kyuhyun n takut juga adik y kyu yoora bakal benci lga minji krn donghae bakal lebih ke minji lagi….
    Lanjutan y jangan lama2 ya chingu n berharap setelah ini walaupun hyojin daperin raga y kyuhyun nanti semoga dia sadar percuma dia sam ktuhyun klo hati kyu tetepa minji….

    Suka

  8. AKHIRNYA DI POST

    FF PALING NYESEK PAKE BANGET #JLEB
    KYUHYUN BABO, TERJEBAK TERUS!
    HYOJIN!!!!!! AKU GAK SUKA CARANYA MENJEBAK, GIMANA KALO PAKE CARA LAIN, GUNA2 SEMACAM PELET AJA GIMANA??? #PLAK

    EON LANJUTKAN PART 11 AKU MENUNGGU EON. PALLI JUSEYO ^^

    Suka

  9. Hyojinnya licik .. ckck .
    Minji , kuatin hati yaaa !!!
    Aaaaa .. ada apa dgn Donghae kedepannya? apa bakalan suka sma Minji ninggalin Yoora ? Aaaaa! KyuMinji pokonya .

    Suka

  10. APA INI APA ???!!!!!!!!!
    BELENGCYEEEKKKKKK !!!! Kesabaran saya mulai sekarat Gegara Hyo Jin ini !!!!

    Aaaahhhh…SAYA CEMBURU dengan adegan pudding itu… dan Acak2 rambut di Kasur ama Kyuuuuu… HAHAHAHA…..

    Aaahhhh…. Aaettt Hanwoooo belom jadian yaaahhhh??? kiraeeennn wdah gak tahan(?) ama Hyukjae… Aeetttt apa itu mesam mesem…

    Padahal dah seneng KyuMinji malam mingguan… daann jebaaalll jangan bikin Donghae simpati lagi sama Minjiiii…Saya agak tidak relaaa (??) hahhahaa….

    Daann Donghae nabok Kyu…!!!! SAYA SUKA SUKA SUKA SUKA !!!!!! dan Kesenangan saya Terganggu dengan CAPSLOCK “TBC” ituuu….

    Authoorrr tercintaahh Mohon lanjutannya cepetan di post yah…. /Kecup Kecup manja/ /APA INI???/

    Sekian…. *Pyyyooooongggg*

    Suka

  11. Mmm.. kau tau thor rasa aku ingin menjitakmu saking lama’na aku menunggu ff ini d public *tawa jahat* muahahaa~ Alhamdulillah kalu thor minji tak mau prpnjg nie cerita jd aku gk harus greget lg sm hyojin

    ok! sip! cerita ini bikin aku meres prasaan(?) kesian lht minji d aniaya lg , kyu ky keledai (gk tega nyebut’na) y d bo’ongin mulu sm rubah betina dll.. sumpah aku pengen acak acak tuh! muka perempuan hoakakakakkkk~ ^^v

    Lanjuuuuuuuut!!!! jgn pake L hehee.. 🙂

    Suka

  12. eonni aku reader baru..suka banget sama kyu-minji couple,, aku udah baca ff eonni yg lainnya d page ini,, gpp kan?? mianhae aku cuma komen di ff ini,,,heheh soalnya baru nemu page ini.. 🙂 eonni daebak bgt cerita2 nya,,, d tunggu next chap nya+ff kyu minji lainnya ^ ^

    Suka

  13. eonnie aku reader baru..eonnie aku udah baca ff eonnie yang lain,aku juga suka sama kyu-minji couple..aku minta maaf eonnie aku baru bisa ngomen pas episode ini..eonnie pas episode ini sedih banget..T.T,,ditunggu next chapnya ya..=)

    Suka

  14. Emang sakit jiwa tu hyojin. Aaaaaah >< benci banget. Dia tu muka dua. Haaaaakkasian minji. Kyuhyun juga ketipu.padahal dia cuma dijebak. Hancur deh gara gara hyojin T,T

    Suka

  15. Yakkkkk choi hyojin neo bener” ya…
    Aduhh eon bisa gak sih dy dimusnahkan secepatnya..
    Situasi ini bener” membuat kyu semakin sulit..
    Aku kasian banget lihat minji..
    Kyu juga kasian..
    Harusnya dari awal dy gak boleh percaya lagi sama hyojin..
    Wanita itu bener” ya bikin darah tinggi ajjaa…
    Akkhhhhh

    Suka

  16. Ya ya ya choi hyojin dia memulai lagi afuh gatau lagi harus komen apa gamungkin kan thor aku komen isinya cuma “aaaaa hyojin sialan brengsek berani beraninya dia” ya jadi intinya untuj jesekian kalinya aku cuma bisa komen ini bagus banget thor ampe rasanya pen ninju hyojin kalo dia ada didunia nyata:(

    Suka

  17. Sedih banget ini chapter, pengen nangis bacanya kasihan bgt minji harus menanggung sakit hati. Kris ikut ikut bantu hyojin lagi.. argghhh
    Kyuhyun cepatlah kejar minji jgn sampai dia pergiii.
    😨😨😨😨

    Suka

  18. haduhhh si hyojin makin parah aja kelakuannya..kyuhyun jg kenapa luluh sama hyojin..kalau dr awal dia g luluh lgi sma hyojin g bakal gini jadinya…dasar hyojin nenek sihir menyebalkan…

    Suka

  19. aaahh parah sih moment yoora kyuhyun tuh sweet bgt aaaaaakkk suka bgt kalo kyuhyun jd oppa cuek tp pengertian huhuhu btwww hyojin parah bgt sih udah gatau diri lagi kaya gitu mah paraaaahhh!!! ini udah klimaks bgt loh bakhan donghae sampe berani meluk minji kaya gitu, udah dibatas bgt ini mah huh last chapter lanjuuuuuutt!!

    Suka

  20. Hm, baru aja mereka ketemuan dan Hyojin ngehancurin lg semuanya. Haha DAEBAK CHOI HYOJIN-SSI! Kamu bner-bner hebat ya bermuka 2 -______-
    Hanya karena seorang laki-laki dia sampe ngejebak gtu? Haha, dasar ya ngajak ribut bnget!
    Makasih buat author-nim :” aku kbwa feel sumpah :v

    Suka

  21. Ikutam emosi nih baca part ini ..
    Aku kasian sama minji , dia mati2an nahan perasaan cemburunya demi supaya kyuhyun gk kepikiran .
    Bahkan dia jadi pendiam sekalipun sedang bersama teman temannya

    Kyuhyun jg mudah sekali percaya dgn hyojin . sudah tau hyojin licik , malah dikasih kesempatan buat mabuk bareeng .
    Kris sebenernya suka kan dgn hyojin?
    Harusnya hyojin sadar dgn kebaikan dan perhatian kris , bkn malah ngejar2 laki2 yg udh punya kekasih

    Suka

  22. Mewekkkk sumpah aku mewekk ..
    Please minji ksh kesempatan kyuppa sedikit aja ..
    Kyuppa juga sih, mlhan mabuk gtu .. ish sebel ..
    Hyojin jg, ngapa jahat bgd sii …
    Obsesi sma cinta tuh bedaaa ..

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s