Clown Man [Chapter 12]

clown man 12

Author : Minji • Main Cast : Cho Kyuhyun – Kang Minji  •  Support Cast : Choi Hyojin – Lee Hyukjae – Shim Changmin – Henry Lau – Lee Donghae and others • Genre : Romance  • Length : Chapter

========================

“Maaf, Nona. Anda ingin pergi kemana?”

Minji tidak bergeming. Matanya menerawang menatap kosong ke arah luar. Pertanyaan yang sama sudah diucapkan si supir taksi untuk yang ketiga kalinya, tapi wanita yang berada di belakangnya sejak sepuluh menit yang lalu itu bahkan belum memutuskan tujuannya.

Supir taksi yang sudah tua itu melirik Minji lewat kaca spion. Kulit wajahnya yang sedikit keriput tertarik, menunjukkan senyuman tipis mengiba. Ia juga punya cucu seorang gadis meskipun belum sedewasa Minji. Supir taksi itu menyimpulkan mungkin wanita ini sedang patah hati. Ketika masuk ke dalam taksinya wanita itu menangis dan mungkin saja ia baru saja bertemu pria pujaan hatinya kemudian dikecewakan. Pasangan jaman sekarang. Hal sepele pun bisa memicu pertengkaran besar. Kira-kira begitulah si supir taksi menarik kesimpulannya sendiri.

“Nona, kau mendengarku? Kita akan pergi kemana?”

Supir taksi menegur dengan suara lebih keras. Minji terkejut, menyadari bahwa ia tidak sendirian. Ia sedikit mengatur ekspresinya.

“Aku tidak tahu akan kemana. Ahjussi bawa saja aku ke sebuah tempat yang bisa menenangkan.” Minji menjawab pelan dan pasrah. Ia sedang tidak bisa berpikir untuk saat ini. Tidak ada tempat yang ingin ditujunya. Mungkin jika ada yang menawarkan diri untuk membunuhnya, Minji akan dengan senang hati memilih mati.

“Nona, sebaiknya kau pulang ke rumah. Aku tidak tahu masalah apa yang sedang kau alami. Tapi aku yakin rumah adalah tempat yang paling aman untukmu saat ini.” Supir taksi itu tersenyum.

“Justru aku sedang tidak ingin pulang.” Minji kembali menerawang kaca.

Supir taksi itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini adalah kedua kalinya ia bertemu Minji, dan mungkin gadis itu telah melupakan supir taksi tua yang pernah berjasa mengantarnya dari bandara ketika tiba di Seoul beberapa bulan yang lalu. Tanpa takut penumpangnya akan murka, si supir taksi tetap mengarahkan mobilnya menuju rumah besar keluarga Kang. Beruntung ia masih mengingat rumah keluarga kaya yang pernah memberinya uang lebih hanya untuk mengangkat barang bawaan itu. Dan beruntung juga, karena sepertinya Minji kembali melamun hingga ia tidak menyadari kemana arah taksi itu membawanya.

**

Kyuhyun membuka pintu, tersenyum lebar saat sosok wanita yang dirindukannya tiba di rumah. Minji menatap Kyuhyun tanpa mengucapkan apapun. Melihat wajah laki-laki ini membuatnya sakit. Entah rasa sakit itu berasal darimana. Minji hanya pasrah tanpa membalas perlakuan Kyuhyun yang tiba-tiba memeluknya. Kalau bukan karena supir taksi tua itu, Minji mungkin tidak akan pulang dan tidak perlu menghadapi Kyuhyun malam ini.

“Kau pasti senang dan terkejut. Aku sengaja mengerjaimu dan pulang hari ini. Padahal baru dua hari lalu kita bertemu tapi aku sudah sangat merindukanmu.”

Kyuhyun terlalu senang. Ia baru saja kembali dari Ilsan. Namun ada yang aneh dengan Minjinya. Wanita itu tidak membalas pelukannya. Apa Minji marah karena ia merasa dibohongi lagi? Kyuhyun melepas pelukannya, menatap wajah Minji.

Ada yang aneh. Sangat aneh. Minji terlihat sedikit pucat, dan tatapan wanita itu tidak bisa dimengerti. Kyuhyun merasa seperti telah berbuat kesalahan pada wanita itu.

“Kau— tidak apa-apa?” Kyuhyun memelankan suaranya. Minji masih menatapnya. Jika boleh jujur, wanita itu sangat cantik malam ini. Minji memakai Cocktail dress berwarna merah tanpa lengan yang membalut tubuh indahnya, kemudian bibir berwarna merah cherry yang sudah memporak-porandakan konsentrasi Kyuhyun sejak wanita itu muncul di balik pintu.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya, mencari bibir itu. Melumatnya, dan hambar. Minji sama sekali tidak membalas. Hati Kyuhyun sakit ketika menyadari bahwa Minji menitikkan air matanya tanpa bersuara. Ya Tuhan, Cho Kyuhyun apa yang sudah kau lakukan.

“Hei— apa terjadi sesuatu? Di mana Paman? Apa rencanamu mempertemukan mereka tidak berjalan dengan baik?”
Kyuhyun menerka-nerka. Ia tahu bagaimana bersemangatnya Minji untuk mempertemukan kedua orangtuanya malam ini. Sekalipun Kyuhyun mulai tidak menyukai Nayoung, ia tetap mendukung kekasihnya. Kyuhyun bahkan menemani Minji mengobrol lewat media chattingnya dan membahas rencana malam ini. Jika kini gadisnya menangis, Kyuhyun yakin hal yang buruk baru saja terjadi.

“Tinggalkan aku.”

Dingin dan tajam. Ucapan Minji membuat Kyuhyun mundur selangkah. Kyuhyun masih tidak menyerah. Ia mencoba menyentuh lengan gadisnya.

“Kumohon tinggalkan aku!” bentakan Minji membuat Kyuhyun terkejut, disertai dengan tepisan yang kasar. Minjinya seperti orang lain. Sekesal apapun Minji padanya, wanita itu tidak pernah bersikap semisterius ini sebelumnya. Apa Kyuhyun telah berbuat salah? Seingatnya tidak, tapi sikap Minji membuatnya merasa seperti itu.

“B—baiklah. Aku tidak akan mengganggumu. Beristirahatlah.” Kyuhyun berkata pelan, membiarkan Minji melangkah menaiki tangga. Tubuh wanita itu terlihat begitu lemas, membuat Kyuhyun sangat khawatir. Mungkin sesuatu yang buruk baru saja terjadi, dan Kyuhyun berharap besok Minji akan mau berbagi cerita dengannya.

**

“Ketakutanku baru saja terjadi.”

Kyuhyun masih tidak paham, karena Kang Jihyuk tidak memberinya penjelasan yang memuaskan. Namun ia mengerti bahwa sebuah masalah besar mungkin baru saja terjadi.

Saat tiba di rumah, pria tua itu dipapah oleh supir keluarga. Jihyuk hanya bertanya apakah putrinya sudah tiba di rumah, selebihnya Jihyuk juga tak kalah mengkhawatirkan dari putrinya. Ada apa dengan keluarga ini? Apakah Shin Nayoung telah melakukan sesuatu yang mengakibatkan pertengkaran ayah dan anak itu? Berbagai pertanyaan menari-nari di benak Kyuhyun.

“Kyuhyun ah, tidurlah. Kita bicara lagi besok. Maaf jika membuatmu merasa kebingungan. Namun jika aku memberitahumu sekarang, mungkin kesalahpahaman lain akan terjadi.”

Kyuhyun keluar dari kamar Jihyuk. Masih dengan rasa penasaran yang besar. Mungkin ia memang tidak berhak ikut campur dengan masalah internal keluarga ini karena ia hanyalah orang luar. Namun jika masalah ini menimpa gadisnya, Kyuhyun tentu saja tidak bisa berdiam diri. Setidaknya ia harus menghibur Minji dan meringankan beban wanita itu.

Kyuhyun berhenti di depan kamar Minji, menatap pintunya yang tertutup rapat. Kyuhyun sangat ingin mengetuk pintu itu dan menghibur penghuninya. Namun sepertinya, Minji sedang tidak membutuhkannya. Wanita itu mungkin butuh waktu untuk menenangkan diri dari masalah yang entah apa itu, Kyuhyun tidak mengerti. Untuk pertama kalinya, ia merasa lemah sebagai seorang pria. Pengaruh Minji padanya begitu besar, hingga Kyuhyun selalu memikirkan wanita itu di setiap detik dalam hari-harinya.

**

Sudah satu jam, Minji berdiri di bawah guyuran shower yang dingin. Berbagai kejadian di masa lalu lewat di benaknya. Pertengkaran kedua orangtuanya yang mulai sering ia saksikan ketika Minji menikmati saat-saat terakhir masa SMAnya. Tangis diam-diam ibunya, dan juga sang ayah yang selalu berusaha menutupi semuanya dan berkata padanya bahwa semuanya baik-baik saja.

Perceraian itu tidak bisa dielakkan dan disitulah Minji menyadari bahwa sesuatu yang buruk telah menimpa keluarganya. Minji pikir kedua orangtuanya bertengkar karena masalah uang, karena beberapa kali ia sempat mendengar arah pembicaraan yang seperti itu. Namun sepertinya kecurigaan orang ketiga itu benar adanya. Dan Minji sangat terpukul setelah tanpa sengaja mendengar pertengkaran ayah dan ibunya saat makan malam tadi.

Benarkah seperti itu?

Kyuhyun. Memikirkan pria itu membuatnya merasa sangat sakit. Minji telah menyerahkan hidupnya untuk pria itu, yang artinya ia sangat mencintai Kyuhyun. Apakah Kyuhyun tahu tentang hal ini? Ataukah ia juga adalah korban sama seperti dirinya saat ini?

Tidak. Semuanya terlalu disengaja. Minji terkenang kembali masa-masa awal pertemuannya dengan Kyuhyun. Kehadiran Kyuhyun yang sangat tidak wajar di rumahnya. Kedekatan Kyuhyun dengan Jihyuk, sikap Jihyuk pada keluarga Kyuhyun, dan entahlah. Minji selalu merasa cemburu ketika melihat Yonghee dan Jihyuk. Wanita itu terlihat begitu telaten dan sangat peduli pada Jihyuk. Tak heran Minji selalu merindukan sosok Nayoung, berharap wanita itulah yang menggantikan posisi Yonghee merawat Jihyuk. Inikah firasat seorang anak?

Oh— dan warisan itu. Cho Kyuhyun yang bukan siapa-siapa bisa menjadi salah satu penerima warisan ayahnya. Sejak mengetahui hal itu tanpa sengaja, Minji selalu menepis rasa tidak nyaman itu karena ia mencintai Kyuhyun. Lagipula jika nanti mereka menikah, Kyuhyun tetap akan menjadi orang penting dalam keluarganya. Namun sekarang kenyataan berkata lain. Fakta baru membuat Minji memikirkan kembali perasaannya. Wajar saja jika Nayoung memintanya berpisah dari Kyuhyun. Minji kembali teringat akan ekspresi terkejut ibunya ketika pertama kali mengetahui latar belakang Kyuhyun.

Kang Minji! Tidakkah kau sangat menyakiti hati ibumu?

Bagaimana jika ternyata Cho Kyuhyun adalah anak kandung Jihyuk dan Yonghee? Ketidakdekatan Kyuhyun dengan sosok ayahnya sendiri, tapi ia sangat dekat dengan Jihyuk. Lalu fakta bahwa Kyuhyun juga akan menerima warisan itu. Minji menangis, untuk yang kesekian kalinya hari ini. Pikiran negatifnya telah membawa Minji membayangkan hal-hal yang terasa mustahil tapi kini terasa begitu nyata.

Minji memeluk tubuhnya sendiri yang sudah menggigil kedinginan. Ya Tuhan, jika itu benar, betapa hinanya dia karena telah tidur dengan saudara tirinya sendiri. Entah mengapa, Minji berharap Kyuhyun tidak memiliki hubungan darah dengan ayahnya. Ia mungkin akan menjadi gila jika hal itu benar-benar terjadi. Dan betapa kejinya Kang Jihyuk jika ia rela melakukan hal ini pada putri kandungnya sendiri. Memanfaatkan cinta dan ketulusan seorang gadis sepertinya demi menyembunyikan aib besar yang dimiliki seorang ayah.

————————

Pagi itu suasana di rumah keluarga Kang menjadi tegang. Minji tidak turun dari kamarnya, membuat Kyuhyun dan Jihyuk sama sekali tidak bisa menikmati sarapan mereka. Menurut pelayan, nona muda mereka sama sekali tidak terlihat keluar dari kamar sejak kemarin malam. Itu artinya, Minji juga tidak berangkat ke kantor lebih awal seperti yang biasa ia lakukan ketika bertengkar dengan Kyuhyun.

“Berangkatlah ke kantor. Biar aku yang mengurusnya.” Ujar Jihyuk. Pria tua itu juga terlihat bingung. Ia sedang mencari cara untuk berbicara dengan Minji sekaligus dengan Kyuhyun. Kyuhyun mengerti, Kang Jihyuk lebih mengkhawatirkan Minji melebihi siapapun. Namun kali ini ia ingin membantah perintah Jihyuk. Kyuhyun ingin menemui Minji. Ia sangat khawatir pada gadisnya.

“Paman, maafkan aku. Aku ingin melihatnya sebelum pergi dan aku akan ke kamarnya sekarang.”
Jihyuk tidak bisa lagi mencegah Kyuhyun. Pria itu itu duduk di kursi makannya, berharap putrinya akan baik-baik saja, begitu pula dengan hubungan Kyuhyun juga Minji.

Dengan membawa kunci cadangan yang ia minta dari pelayan, Kyuhyun membuka pintu kamar gadisnya. Ia melangkah masuk dan melihat Minji tidur di atas tempat tidur dengan berbalut selimut dan membelakangi arah pintu sehingga Kyuhyun hanya bisa melihat punggung wanita itu.

Dengan hati-hati, Kyuhyun duduk di atas tempat tidur King size itu, menyingkirkan boneka teddy bear besar pemberian Henry. Ada yang aneh. Ya, nafas Minji tidak teratur, dan Kyuhyun terkejut setelah menyadari tubuh Minji menggigil.

“Ya Tuhan, apa yang terjadi padamu?” Kyuhyun panik, menyingkap selimut Minji. Wanita itu memakai piyamanya. Badannya sangat panas. Kyuhyun sudah memeriksa kening dan leher Minji. Ia juga terkejut setelah mencoba memeluk tubuh gadisnya dan positif wanita itu mengalami demam.

“Lepaskan aku—” Minji membuka matanya. Suara seraknya membuat Kyuhyun tersentak. Sebenarnya ada apa ini? Mengapa Minji seakan alergi terhadapnya? Kyuhyun tidak tahan dengan keadaan di rumah ini. Tak ada satupun yang memberitahunya akan apa yang sedang terjadi.

“Lepaskan apanya? Tubuhmu seperti ini. Kau harus diperiksa dokter—”

“Jangan seperti ini ini padaku!” bentakan yang lemah dengan suara serak itu menyakiti Kyuhyun. Ia menatap wajah Minji dan mendapati gadisnya menangis lagi seperti kemarin. Tanpa suara. Minji menatap Kyuhyun, menggelengkan kepalanya. Ia kembali menyelimuti tubuhnya yang menggigil.

Kyuhyun tidak tahan. Ia segera merogoh handphonenya di saku celana dan menelepon dokter keluarga. Tidak peduli dengan sikap Minji terhadapnya, yang terpenting gadisnya harus ditangani dokter secepatnya.

Dan Minji, ia menangis memeluk bantal membelakangi Kyuhyun. Laki-laki ini, ia sangat mencintainya dan Minji sudah mulai bergantung terhadapnya. Sikap Kyuhyun yang seperti ini menyakitinya. Membayangkan Kyuhyun adalah anak dari wanita yang menghancurkan pernikahan orangtuanya, membuat dilema besar dalam dirinya. Apakah kepedulian Kyuhyun padanya adalah ketulusan, ataukah memang hanya sebuah kewajiban yang harus dipatuhi Kyuhyun demi menyelamatkan keluarganya. Kang Minji, kau harus berusaha menjauh dari Kyuhyun.

“Dokter Kim akan datang dalam setengah jam. Aku akan diam di sini dan—”

“Kyuhyun ah. Pergilah. Aku akan mengabarimu keadaannya nanti. Bukankah hari ini ada rapat mingguan?” Suara Jihyuk memotong ucapan Kyuhyun. Entah kapan pria tua itu menyusulnya, tapi Kyuhyun melihat ada Bibi Hwang di balik pintu, pastinya membantu tuan besarnya itu.

Kyuhyun tidak ingin pergi. Ia memandang tubuh Minji yang memunggunginya. Jihyuk menepuk pundak Kyuhyun, mengisyaratkan agar pria itu segera berangkat ke kantor. Kyuhyun mengalah, lalu berdiri dari duduknya. Minji mendengar langkah kaki menjauh dari tempatnya. Dan ketika menyadari Kyuhyun sudah keluar dari kamarnya, Minji merasakan rasa sakit dua kali lipat.

Kyuhyun hanya akan mematuhi perintah Jihyuk. Jika memang Kyuhyun mengkhawatirkannya, seharusnya Kyuhyun bersikeras untuk menungguinya. Faktanya, Kyuhyun memang selalu menomorsekiankan Minji, apapun itu. Hal itu, kembali membuat Minji berpikir buruk terhadap posisi Kyuhyun. Apa pria itu benar-benar mencintainya?

Sekali lagi, Minji merasa tempat tidurnya kembali dibebani orang lain. Jihyuk duduk di pinggir tempat tidur, mengusap rambut putrinya yang berantakan.

“Aku bisa mengerti apa yang kau rasakan saat ini. Namun kumohon, Nak. Jangan menyakiti pria tua ini dengan merusak dirimu sendiri.” Jihyuk sedikit terbatuk setelahnya. Tak ada jawaban dari putrinya. Minji bungkam, menahan emosinya.

“Aku punya sebuah alasan. Yang kau dengar kemarin malam memang benar, bahwa aku dan ibumu bercerai karena Yonghee. Namun kau tidak bisa ikut-ikutan ibumu menghakimiku, karena ibumu sudah terlarut dalam kesalahpahamannya selama bertahun-tahun. Hal itulah yang menghancurkan pernikahan kami.”

Minji terisak dalam. Bahunya bergetar, menyakiti Jihyuk yang melihat putrinya seperti itu. Jihyuk sadar, betapa kecewa Minji terhadap perpisahannya dengan Nayoung. Putrinya itu tumbuh dewasa dengan keadaan keluarga yang tidak utuh, dan Minji tidak pernah tahu penyebab pasti perceraian keduanya. Namun kini, sumber utama kekecewaan Minji tidak lagi perceraian orangtuanya. Ia memikirkan Kyuhyun, dan rasa cintanya yang sudah terlanjur besar untuk laki-laki itu.

“Sayang, aku tidak ingin kau salah paham—”

“Jangan bicara denganku.” Minji menutup kedua telinganya dengan tangan. Apapun yang akan dikatakan ayahnya, Minji tidak ingin terpengaruh untuk saat ini. Ia harus mendengar cerita dari ibunya dulu dengan tuntas, karena wanita itulah yang pertama memunculkan hal ini di depannya. Saat ini, Minji tidak ingin percaya pada siapapun. Ia ingin melihat masalah ini melalui cara pandangnya sendiri.

————————–

Kyuhyun sama sekali tidak fokus dengan rapat yang kali ini ia pimpin karena menggantikan Minji. Beberapa kali ia ia meminta staff bersangkutan mengulang penjelasan laporan mereka karena kelalaian Kyuhyun yang tidak berkonsentrasi. Hal itu membuat Changmin, Eunhyuk, Hyojin bahkan manajer Jang merasa aneh dengan sikap Kyuhyun yang tidak biasanya.

“Minji ssi— dia baik-baik saja?”

Kyuhyun menoleh karena Hyojin yang sedang membantunya membereskan berkas rapat tiba-tiba mengajaknya bicara. Staff lainnya sudah meninggalkan ruangan satu-persatu, begitu pula Changmin dan Eunhyuk yang memang memiliki pekerjaan penting untuk diurus dengan segera.

“Oh, ya. Dia hanya demam biasa.”

“Dan kau sangat kacau tadi. Kau pasti sangat mengkhawatirkannya. Semoga Bu Direktur cepat sembuh.” Hyojin tersenyum. Gadis itu sudah mulai melapangkan hatinya dengan hubungan Kyuhyun dan Minji.

“Maafkan aku. Aku telah memperlambat jalannya rapat tadi.” Kyuhyun seperti menyesal. Hyojin kembali tersenyum. Gadis itu menepuk pundak Kyuhyun lalu membiarkan pria itu sendirian. Kyuhyun menatap punggung Hyojin yang menjauh. Ia tidak ingin membebani Hyojin dengan menceritakan masalahnya kali ini. Kyuhyun sendiri berharap ini bukanlah masalah. Semoga ketika ia sudah pulang nanti, Minji sudah membaik dan mau bicara dengannya.

——————————

Kyuhyun memasuki rumah dengan perasaan sedikit gugup. Ia akan menemui Minji dan berusaha mengajak gadisnya bicara. Kyuhyun sudah memikirkan ini seharian selama di kantor dan ia akan mendekati Minji lagi. Kyuhyun merindukan gadisnya, perdebatan-perdebatan konyol mereka dan kecemburuan Minji yang selalu membuat Kyuhyun merasa sangat dicintai. Kyuhyun tidak menyangka begitu ia kembali dari Ilsan masalah seperti ini justru menghampiri hubungan mereka.

Langkah Kyuhyun terhenti karena gadis yang ia pikirkan berada tepat di hadapannya. Minji pun terkejut dengan kemunculan Kyuhyun dari balik pintu. Minji yang sepertinya akan keluar rumah dan Kyuhyun yang baru saja masuk ke dalam. Mereka bertatapan dengan canggung untuk beberapa saat, dan Kyuhyun tersenyum berusaha membunuh suasana aneh itu.

“K—kau, mau kemana? Apa kau sudah sembuh?” Kyuhyun menyapa gadisnya. Seingatnya tadi pagi Minji demam. Minji masih terlihat sama seperti terakhir kali mereka berbicara. Dingin dan kaku. Tidak tersenyum, dan hanya menatap Kyuhyun dengan sorot mata sedih.

Wajah wanita itu masih pucat. Matanya sembab, mungkin saja terlalu banyak menangis. Wajahnya bersih dari make up. Minji terlihat memakai sweater berwarna ungu dan legging hitam. Rambutnya digerai. Ia tidak membawa apapun selain handphone dan juga kunci mobil di tangan kanannya. .

Minji masih berdiri di tempatnya, menatap laki-laki yang telah mengubah poros hidupnya. Ia sangat merindukan Kyuhyun, dan Minji tahu sikapnya mungkin sangat tidak adil bagi Kyuhyun. Minji sangat berharap Kyuhyun juga adalah korban sama sepertinya, dengan begitu ia tidak akan membenci Kyuhyun nantinya ataupun menyesali perasaannya.

Kyuhyun maju dua langkah, berdiri tepat di hadapan gadisnya. Minji menghindari tatapan Kyuhyun, menolehkan wajahnya ke arah lain. Kyuhyun menempatkan tangan kanannya di leher Minji, lalu di keningnya, merasakan lembut kulit wajah gadisnya.

“Demammu sepertinya sudah turun.” Kyuhyun berkata lembut dan tersenyum.

Minji menggigit bibirnya, mencoba menahan diri. Tangan Kyuhyun yang lebar begitu hangat di wajahnya. Ia sangat ingin melemparkan tubuhnya ke pelukan Kyuhyun, membenamkan wajahnya di dada pria itu lalu menangis. Mengapa Kyuhyun begitu lembut terhadapnya?

Kyuhyun memperhatikan wajah Minji. Senyum pria itu perlahan menghilang karena sepertinya Minji tidak merespon baik perkataannya. Kyuhyun semakin khawatir dengan keadaan Minji.

“Hei, aku rindu sekali padamu.” Kyuhyun nyaris berbisik di telinga Minji.

Minji menarik nafasnya. Apakah jika ia memberitahu Kyuhyun alasannya laki-laki itu akan terkejut? Ataukah akan menertawakannya dalam hati karena telah berhasil menipu ketulusan gadis sepertinya? Sentuhan tangan Kyuhyun pada wajahnya membuat Minji merasa semakin dilema. Dorongan untuk memeluk Kyuhyun sangatlah besar.

Tubuh mereka sudah sangat rapat. Sebelah tangan Kyuhyun kini sudah berada di pinggang Minji. Wanita itu bahkan merasakan wajahnya sudah menyentuh pundak Kyuhyun. Ya, pria itu sedang mencoba untuk memeluknya dan Kyuhyun tidak pernah merasa sesulit ini hanya untuk memeluk Minji. Untuk sekian detik, keduanya bertahan, saling membutuhkan satu sama lain.

“—Bagaimana bisa aku membiarkan putriku berhubungan dengan anak dari wanita yang sudah menghancurkan rumah tanggaku? Apa kau sengaja melakukan ini agar kau bisa terus mengawasi Yonghee—”

“Dulu, aku mencintai seorang wanita. Masa remajaku kuhabiskan untuk mencintai wanita itu. Dan Nayoung, ia membuatku sadar bahwa aku harus merelakan wanita itu untuk bahagia bersama dengan pria pilihannya.”

Minji tersentak. Teringat dengan perkataan ibunya malam itu, dan juga pengakuan ayahnya yang tak sengaja ia dengar beberapa waktu lalu. Sebegitu besarkah cinta ayahnya pada Yonghee hingga rela menghancurkan rumah tangganya sendiri?

Kyuhyun terkejut karena Minji tiba-tiba mendorong keras dadanya. Mereka baru saja berpelukan, tapi Minji kembali memberikan penolakan.

“Minji ya—”

“Maafkan aku.” Setelah mengucapkan itu Minji menepis halus tangan Kyuhyun lalu segera melangkah cepat keluar rumah, mencari mobilnya. Kyuhyun hanya bisa menatap kepergian gadisnya dengan pasrah. Akan pergi kemana Minji? Kyuhyun mulai khawatir dan berpikir untuk mengikuti gadisnya.

“Kyuhyun ah.”

Kang Jihyuk. Pria itu muncul dari ruang tengah, dengan tongkat penyangganya dan dengan sukses menahan Kyuhyun di tempatnya. Pria inilah yang ia butuhkan saat ini. Kyuhyun membutuhkan penjelasan atas apa yang sedang terjadi di rumah ini.

“Biarkan saja. Dia sudah baik-baik saja. Menahannya tidak akan membuat keadaan lebih baik.” Jihyuk seolah mengerti jika Kyuhyun ingin mengejar Minji. Kyuhyun tidak menjawab, masih menatap Jihyuk.

“Kau terlihat lelah. Mandi dan makanlah.” Jihyuk melanjutkan lagi.

“Paman—” suara Kyuhyun tercekat. Jihyuk menatap Kyuhyun. Pria tua itu terlihat lelah.

“Aku ingin bicara. Bukankah kau ingin memberitahuku apa yang sedang terjadi?”

Jihyuk berpikir keras. Jika ia memberi tahu Kyuhyun sekarang, apa yang akan dipikirkan anak itu terhadapnya? Jihyuk yakin Kyuhyun jauh lebih baik dalam menanggapi sebuah persoalan dibandingkan Minji tapi tetap saja, meluruskan kesalahpahaman seperti ini tidak semudah yang ia pikirkan. Jihyuk khawatir Kyuhyun pun akan berpikir buruk terhadapnya.

“Bersihkanlah dirimu terlebih dahulu. Lalu temui aku di ruang kerjaku setelah jam makan malam.” Ujar Jihyuk.

**

Minji menatap tidak berselera kue-kue enak yang disuguhkan pelayan keluarga Shin khusus untuknya . Saat ini Minji sedang berada di rumah ibunya, rumah besar yang sepi karena hanya ditinggali sang nenek dengan para pelayannya dan kini Nayoung yang berada di Korea. Dulu, Minji selalu melahap habis kue-kue manis yang diberikan padanya di rumah sang nenek namun kali ini, wanita itu sama sekali tidak berniat untuk menyentuh satu biji pun.

Nayoung datang menghampiri putrinya. Ia baru saja selesai mandi dan membersihkan dirinya setelah melakukan fitness yang menjadi kegiatan rutinnya setiap sore. Nayoung menatap wajah Minji yang terlihat sangat pucat karena selain perasaannya yang sedang kacau, Minji memang sedang sakit. Ia memutuskan untuk menemui ibunya demi mengetahui lebih jelas permasalahan keluarganya dengan ibu Kyuhyun.

“Kau pucat sekali. Apa kau sudah makan?” Nayoung mengkhawatirkan putrinya. Meskipun ia tahu, kejadian semalamlah yang membuat gadis cantik itu terlihat begitu pucat saat ini.

“Aku tidak lapar. Aku ingin bertanya padamu, jadi kumohon jawablah pertanyaanku.” Minji berkata serius.

“Apa yang ingin kau tanyakan?” Nayoung bertanya santai lalu menyeruput teh di depannya. Ia sudah bisa menebak kedatangan putrinya. Minji menatap wajah cantik ibunya. Wanita paruh baya itu tidak terlihat memiliki beban hidup seperti yang Minji rasakan saat ini.

“Aku ingin kau jelaskan semuanya. Apa yang terjadi pada kalian sebenarnya.”

“Aku pikir malam itu kau sudah paham semuanya.”

“Aku tidak mau menyesali keputusanku, Omma.”

“Kau sedang berbicara tentang Kyuhyun?” Nayoung terlihat meremehkan.

Omma. Aku mencintainya.” lirih Minji. Hatinya terasa begitu sakit saat mengatakan itu. Nayoung tersenyum sinis, meremehkan perkataan putrinya.

“Ya Tuhan— kau sedang dimabuk cinta. Sebenarnya sudah sejauh mana hubungan kalian sampai-sampai kau membantahku seperti ini?” Minji mencerna pertanyaan ibunya, dan ia merasa malu pada dirinya sendiri. Minji tidak menjawab pertanyaan Nayoung.

“Aku kecewa padamu. Kau seperti ayahmu, tergila-gila karena dibutakan cinta pada keluarga Cho. Seharusnya kau tidak menempatkan perasaanmu semudah itu. Pria itu bisa jadi hanya akan memanfaatkanmu. Apa kau tidak sedikitpun curiga padanya? Ada orang asing tinggal di rumahmu. Dia bahkan tidak berpendidikan tinggi tapi berhasil memegang jabatan penting di perusahaan. Bukannya waspada, kau justru bermain-main dengannya.”

Minji terdiam, memikirkan ucapan Nayoung. Ia curiga awalnya. Minji bahkan memusuhi Kyuhyun dan selalu mendebat pria itu. Namun hatinya terlalu lemah. Kebenciannya pada Kyuhyun justru membawanya ke pelukan pria itu. Kyuhyun yang dulu begitu dibencinya tapi ternyata memiliki banyak sisi lembut sebagai seorang pria. Kyuhyun yang selalu ada untuknya, selalu menemaninya dan Minji tidak merasa bahwa laki-laki itu menginginkan sesuatu darinya. Minji bahkan menghapus semua pikiran buruknya tentang Kyuhyun sebelumnya.

“Apa benar— appa dan Bibi Yonghee… Mereka mengkhianatimu?” Minji mulai mencari inti persoalan. Nayoung menatap putrinya. Ia malu menceritakan masa lalunya meskipun pada putrinya sendiri, karena mengesankan bahwa dirinya adalah wanita yang bodoh.

“Yonghee adalah mantan kekasih ayahmu. Jauh sebelum aku masuk ke dalam kehidupannya. Ayahmu, Yonghee, dan mendiang Cho Daejung. Mereka bertiga bersahabat baik.” Minji menegang. Mantan kekasih? Nayoung mengerti putrinya memiliki banyak pertanyaan. Wanita itu kembali menyeruput tehnya, lalu kembali melanjutkan ceritanya.

“Aku mengenal ayahmu dari mendiang Daejung Oppa. Aku menyukai ayahmu. Aku jatuh cinta padanya sejak pertama kali bertemu dengannya. Dan saat itu, ayahmu adalah pria yang pendiam dan serius. Ia sangat berbeda dengan Daejung Oppa yang humoris dan banyak tertawa. Dan saat itu juga, Daejung Oppa dan Yonghee sudah berkencan.”

Minji mengerutkan alisnya. Ia tidak mengerti alur seperti apa yang sedang diceritakan ibunya. Apakah mereka berempat benar-benar terlibat kisah cinta yang pelik?

“Saat itu, aku tidak tahu bahwa Yonghee pernah berkencan dengan ayahmu. Dengan bantuan Daejung Oppa, aku bersemangat mengejar ayahmu. Aku memasak bekal makan siang untuknya. Aku menungguinya belajar di perpustakaan, dan aku selalu meluangkan waktuku untuk bisa berada di dekatnya. Beberapa lama aku mengenalnya, ayahmu mengatakan padaku bahwa ia mencintaiku. Dan aku menerimanya dengan hati bahagia. Aku benar-benar merasa sangat bahagia bisa memilikinya. Aku melihat ayahmu lebih banyak tersenyum, hingga akhirnya ia melamarku, tidak lama setelah pernikahan Daejung Oppa dan Yonghee.”

Minji menelan pahit ludahnya. Jadi apa mungkin ayahnya hanya menjadikan ibunya sebagai pelarian? Minji terus menunggu kelanjutan kisah ibunya.

“Hingga Kyuhyun lahir, begitu juga kau. Bahkan hingga kalian tumbuh menjadi anak-anak dan kami tinggal terpisah. Aku dan ayahmu di Seoul sementara Daejung Oppa membawa istrinya ke Sokcho, kampung halamannya. Aku bahkan masih menjadi orang bodoh yang tidak tahu menahu tentang masa lalu ayahmu dan Yonghee.”

“Lalu, kapan kau mengetahuinya?”

“Masalah muncul ketika kau masuk sekolah menengah. Belakangan aku sering pergi ke luar kota untuk bisnisku. Pernah suatu hari aku memergoki ayahmu memeluk Yonghee di rumah kami. Ya, aku memergoki mereka saat aku kembali dari Hongkong waktu itu. Yonghee menangis, dan ayahmu seperti mencoba menenangkannya. Aku bersikap biasa saja, berharap kecurigaanku tidak menjadi kenyataan. Dan waktu itu, Yonghee menangis hingga datang ke Seoul, ia memerlukan pinjaman uang dari ayahmu.”

“Meminjam uang?”

“Ya. Keluarga mereka mengalami masalah ekonomi karena Daejung oppa memiliki hutang yang besar. Sementara pekerjaannya waktu itu hanya melakoni dunia teater dan juga bermain pantomim. Yonghee menentang keinginan Daejung dan sepertinya mereka sering bertengkar. Ayahmu memberikan pinjaman, bahkan hal itu berlanjut semakin parah. Ia sangat memperhatikan Yonghee dan keluarganya seolah mereka adalah tanggungan ayahmu. Aku sempat bertanya padanya karena menurutku sikap ayahmu berlebihan. Namun ayahmu tersinggung dan mendebatku. Hal itu menjadi masalah awal kami, dan belakangan aku tahu tanpa sengaja, bahwa di masa lalu ayahmu sangat mencintai Yonghee.”

“Omma—”

“Jika kau menjadi aku waktu itu, apa kau tidak akan berpikir bahwa kebaikan ayahmu itu memiliki maksud lain? Sebagai wanita yang mencintai ayahmu dengan setulus hati, aku merasa tidak dihargai dan aku merasa ditipu. Bahkan Daejung oppa juga tidak memberitahuku masa lalu mereka. Tidakkah itu sangat menyakitkan bagi seorang wanita?”

Minji mengerti. Sangat mengerti perasaan ibunya. Jangankan Nayoung yang mengalaminya waktu itu. Minji pun merasakan keanehan melihat kedekatan Yonghee dengan ayahnya. Ya! Minji ingat. Bukankah sewaktu memperingati kematian ayah Kyuhyun waktu itu, Jihyuk masih menginap di Sokcho dan hanya Kyuhyun yang pulang ke Seoul? Hal itu saja menyiratkan betapa Jihyuk sangat peduli pada wanita itu.

Wanita yang sangat dicintai ayahnya di masa lalu, ia adalah Yonghee. Minji merasa sangat marah mengapa Jihyuk bisa bercerita hal seperti itu pada Kyuhyun tapi tidak pada dirinya. Dari cara Jihyuk bercerita pada Kyuhyun, sepertinya Kyuhyun juga tidak mengetahui masa lalu orangtua mereka. Minji semakin dilema, haruskah dia membenci Kyuhyun lagi karena hal seperti ini?

“Minji ya, aku memang bodoh karena terlambat menyadari siapa Kyuhyun. Aku bertemu beberapa kali dengannya tapi aku tidak bisa mengingatnya karena terakhir kali aku bertemu dengannya adalah ketika dia masih kecil. Aku sudah tidak peduli lagi jika ayahmu memberikan semua yang ia miliki untuk anak itu dan keluarganya. Tapi aku tidak akan pernah merelakanmu untuknya. Entahlah, aku merasa trauma dengan masa laluku dan aku ingin kau bersama pria yang jauh lebih baik daripada Kyuhyun.”

Minji merasa lemas. Ia kembali teringat soal warisan itu. Mendengar cerita ibunya, Minji kembali merasakan ketidakadilan dan betapa Kyuhyun tidak seharusnya menerima warisan itu nantinya.

Dan kini, Minji harus belajar untuk melawan perasaannya.

**

Kyuhyun tidak bisa tidur. Ia baru saja mengetahui sebuah fakta mengejutkan dari Kang Jihyuk. Masa lalu pria itu dengan ibunya, kemarahan Shin Nayoung, hingga perceraian yang akhirnya Jihyuk ceritakan pada Kyuhyun dengan terus terang. Kyuhyun tidak tahu apakah ia bisa mempercayai seratus persen perkataan Jihyuk, dan Kyuhyun masih ingin mendengar hal ini dari mulut ibunya bahkan jika perlu ia juga ingin mendengar dari Nayoung. Kyuhyun ingin melihat dan menilai sendiri sejauh mana kesalahpahaman ini berkembang.

Saat ini, Kyuhyun juga memikirkan hubungannya dengan Minji. Kyuhyun tidak bisa membayangkan bagaimana penilaian wanita itu terhadapnya saat ini. Minji pasti kembali membencinya dan menganggapnya seseorang yang licik dengan menumpang tinggal di rumah besar itu. Kyuhyun bahkan merasa malu untuk berhadapan dengan Minji jika seperti ini. Jadi, perubahan sikap Minji padanya disebabkan oleh masalah ini.

Tidak. Kyuhyun tidak bisa melepaskan Minji hanya karena hal ini. Ia harus berhasil meyakinkan Minji bahwa masa lalu orangtua mereka tidak akan mempengaruhi perasaan mereka berdua. Melihat sikap Minji tadi sore saat bertemu dengannya, Kyuhyun yakin Minji masih sangat mencintainya. Ia hanya sedang kebingungan, dan membutuhkan waktu untuk menyadari bahwa perasaannya jauh lebih penting daripada hal ini.

——————————-

Hari ini Minji kembali ke kantor dan menjalani aktivitasnya seperti biasa. Meskipun telah memoles make up di wajahnya tetap saja Minji tidak bisa menutupi matanya yang sembab. Minji terlalu banyak menangis, hingga ia harus memakai kacamata untuk menyembunyikan keanehan di matanya. Hari-hari belakangan terasa begitu berat baginya.

Hari ini, ia kembali bekerja dan ia harus berhadapan secara langsung dengan Kyuhyun. Di kantor ini, ia tidak akan bisa menghindari Kyuhyun karena profesionalitas yang harus ia junjung.

“Ini laporan dari tim lapangan. Aku sudah merapikannya kau tinggal membaca dan menandatanganinya saja.” Kyuhyun meletakkan map yang dibawanya dan Minji terlihat sibuk di balik kacamata bacanya.

“Oh baiklah. Terima kasih karena sudah mengerjakan semuanya.” Minji berkata singkat tanpa menoleh Kyuhyun. Laki-laki itu masih berdiri, masih ingin menatap gadisnya berlama-lama.

“Apa masih ada urusan lain? Jika tidak, kau bisa kembali ke ruanganmu.” Merasa diawasi, Minji akhirnya mengusir Kyuhyun secara halus. Mata mereka bertemu. Suasana sejenak menjadi hening dan canggung. Kali ini, Kyuhyun menyadari masalah di antara mereka berbeda, dan ia tidak tahu bagaimana harus bersikap pada Minji. Belum pernah ia merasa secanggung ini menghadapi Minji. Tidak dipungkiri, ada rasa malu dalam diri Kyuhyun. Masa lalu orangtua mereka benar-benar mempengaruhi semuanya.

“Apa kau sudah makan siang? Ayo kita—”

“Aku tidak lapar.”

Dingin dan singkat. Minji bahkan kembali mengabaikannya. Ayolah Cho Kyuhyun. Kau tidak boleh lemah. Jika kau memang mencintainya, sudah seharusnya kau memberanikan dirimu untuk mendekatinya.

“Aku sangat merindukanmu.” Akhirnya kalimat itu terlontar dari mulut Kyuhyun. Minji tertegun mendengar hal itu. Dunianya seakan berhenti untuk beberapa saat. Ia pun sama. Sangat merindukan Kyuhyunnya.

Namun sayang sifat seorang Shin Nayoung benar-benar diwarisi oleh Minji. Bukannya membalas, Minji justru berdiri, memilih egonya dan bersiap meninggalkan Kyuhyun, berencana menghindar karena Kyuhyun tidak kunjung pergi. Dengan sigap Kyuhyun menangkap lengan gadisnya. Minji memberontak namun gagal, dan Kyuhyun berhasil mengurung tubuh wanita itu di dalam pelukannya. Minji mencoba meronta dengan memukul-mukul dada Kyuhyun dan pria itu berusaha melawan dengan mencengkeram kedua tangan Minji. Pada akhirnya Minji lelah, mengalah untuk sesaat, lalu menempelkan keningnya di bahu Kyuhyun. Wanita itu terisak menahan tangisnya. Mereka terdiam untuk beberapa saat, hanya ada isakan kecil Minji hingga akhirnya Kyuhyun memecah keheningan itu.

“Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu mengapa kau bersikap seperti ini padaku.”

Ini sungguh menyedihkan. Minji tidak bisa berbuat apa-apa, dan Kyuhyun merasa matanya perih karena masalah ini. Kemeja yang dipakai Kyuhyun basah karena air mata Minji. Tangan Kyuhyun perlahan melepaskan cengkeramannya pada kedua tangan Minji, lalu perlahan mengurung tubuh ramping gadisnya, menepuk-nepuk lembut punggung wanita itu.

“Kumohon. Jangan seperti ini. Bisakah kita melupakan masa lalu mereka dan memikirkan tentang kau dan aku saja?” lirih Kyuhyun. Minji melepaskan pelukan Kyuhyun, kali ini dengan cara yang lebih halus. Ia menatap Kyuhyun.

“Siapa— yang memberitahumu? Ataukah mungkin, kau sudah tahu sejak lama?”

“Tidak. Apa yang kau bicarakan? Aku bahkan baru mengetahuinya dari ayahmu.”

“Appa? Dia memberitahumu? Dan dia tidak pernah sedikitpun memberitahuku. Bahwa hingga saat ini ia masih mencintai mantan kekasihnya..”

“Ya Tuhan! Ini tidak seperti apa yang kau pikirkan. Ayahmu tidak berkata hal seperti itu padaku.”

“Dia tidak akan memberitahumu atau mungkin kau hanyalah kaki tangannya saja. Aku sudah mendengar semuanya dari ibuku.”

“Kita mendengarnya dari sumber yang berbeda. Dan sebaiknya, kita berdua harus mendengarkan kebenarannya dari ayahmu, ibumu, dan juga ibuku. Akupun tidak ingin sepenuhnya percaya pada perkataan ayahmu.”

“Cho Kyuhyun. Dalam masalah ini, ibuku tidak memiliki teman. Cerita darinya akan menjadi satu-satunya yang berbeda. Aku sudah cukup banyak melihatnya menangis karena pertengkaran, dan kali ini ia mengalah. Semua orang membohonginya tentang masa lalu ayahku dan ibumu. Kau bisa bayangkan bagaimana sakit hatinya ibuku?” Minji menatap Kyuhyun tajam. Mata wanita itu berkaca-kaca. Kyuhyun tidak tahu apalagi yang harus ia katakan. Minji memang benar. Ya, dalam posisinya gadis ini benar. Dan Kyuhyun sendiri tidak tahu mana yang benar. Baginya, yang benar dan terpenting adalah hubungannya dengan Minji.

“Maafkan aku. Aku mungkin sangat egois jika aku mengatakan ini tapi— apapun yang terjadi, sekalipun ibuku dan ayahmu memiliki rahasia yang tidak kita tahu, aku akan tetap egois mempertahankanmu.”

PLAAK!

Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Kyuhyun. Minji berusaha mengatur nafas dan emosinya. Ia benci karena dilanda ketakutan, apakah Kyuhyun mengatakan hal ini karena pria itu sangat mencintainya, ataukah karena Kyuhyun memiliki tujuan lain seperti yang ditakutkan ibunya.

Kyuhyun tidak bergeming, hanya mengusap sebentar perih akibat tamparan kekasihnya kemudian kembali menatap Minji. Wanita itu menangis lagi. Air mengalir dari sudut matanya. Menampar Kyuhyun membuat hatinya sakit.

“Kau adalah wanita pertama yang berani menamparku. Dan aku tidak akan menyesalinya, karena aku mencintaimu.”

Minji merasa nafasnya sesak mendengar ucapan Kyuhyun. Apa pria ini sudah gila? Apa semua yang diucapkan Kyuhyun adalah kebenaran?

“Keluar dari ruanganku.”

Kyuhyun masih berdiri di tempatnya, seolah menantang Minji.

“Baiklah. Jika kau tidak mau keluar, aku yang akan keluar.”

Minji berjalan cepat sambil berusaha menghapus sisa air mata di wajahnya. Kyuhyun membiarkan wanita itu, dan ia masih tidak beranjak dari posisinya. Kyuhyun harus bertemu dan bicara dengan ibunya. Bahkan, ia ingin ibunya juga berbicara dengan Minji. Ia memang tidak tahu pasti tentang kebenarannya, tapi Kyuhyun yakin ada kesalahpahaman besar dalam hal ini.

—————————-

Jihyuk duduk di meja makan, menatap sedih makanan yang tersaji di hadapannya.. Malam ini ia kembali melewatkan makan malam sendirian. Sejak peristiwa malam itu, Minji tidak pernah bicara pada Jihyuk. Anak itu selalu pulang terlambat dan hanya mendekam di kamarnya sepulang dari kantor. Dan sejak Jihyuk berterus terang pada Kyuhyun, anak itu juga tidak muncul untuk makan malam. Situasi itu membuat Jihyuk menderita.

Tiba-tiba ia teringat suasana meja makan ini sepuluh tahun silam. Minji yang baru menginjak remaja, dan mereka bertiga yang selalu menghabiskan makan malam bersama. Nayoung pasti akan memasak besar jika wanita itu baru kembali dari luar kota. Suasana rumah akan terasa ramai dan ribut, karena Jihyuk tinggal dengan dua orang wanita yang sama-sama cerewet. Betapa bahagia hidupnya saat itu, dan Jihyuk meneteskan air matanya membayangkan hal itu.

Kini, Nayoung sangat membencinya. Tidak hanya itu, Minji bahkan juga ikut membencinya. Jihyuk tidak tahu lagi apa masih ada orang yang peduli padanya di dunia ini. Adik kandung yang merupakan satu-satunya keluarga yang dimiliki Jihyuk bahkan sudah hidup bahagia dengan suami dan anak-anaknya di Jeju. Kini ia hanyalah laki-laki tua yang sakit-sakitan, dan harta yang ia kumpulkan selama ini sama sekali tidak ada artinya.

“Tuan, ada telepon untuk anda dari Nyonya Cho.” Pelayan memberikan telepon pada Jihyuk, menyadarkan lamunan pria tua itu. Yonghee meneleponnya. Bukan hal yang biasa.

“Yonghee ya~”

“Oppa, Kyuhyun pulang dan menemuiku hari ini. Tapi ia sudah kembali sore tadi. Kau baik-baik saja? Mengapa tidak memberitahuku jika terjadi hal seperti ini?” suara lembut Yonghee terdengar di seberang sana. Wanita itu tetap terdengar tenang.

“Maafkan aku. Aku tidak mau kau memikirkan masalah ini. Ini adalah masalahku dengan Nayoung.”

“Akulah yang menyebabkan masalah ini. Oppa, ijinkan aku menemui Minji.”

“Tidak. Kau tidak perlu bertemu dengannya. Aku akan menunggunya membaik.”

“Oppa, Kyuhyun merasa sedih. Ia bingung dan terus bertanya padaku. Aku sudah mencoba menjelaskan semuanya, tapi dia memikirkan putrimu. Aku tidak mau menghalangi kebahagiaan Kyuhyun—”

“Aku juga sudah memberitahu Kyuhyun. Percayalah, ini hanya masalah waktu. Minji akan membaik. Gadis itu masih kekanak-kanakan. Ia pasti hanya terkejut sekarang.”

Jihyuk menutup telepon setelah sempat berdebat dan menenangkan Yonghee. Bagaimanapun, ia tidak mau kembali menarik Yonghee ke dalam lingkaran permasalahan keluarganya.

————————

Donghae merasa senang karena ia bertemu dengan Kang Minji di salah satu bar yang sering ia datangi untuk sekedar minum dan melepas penat. Wanita itu duduk sendirian, terlihat masih menggunakan pakaian kantornya. Minji terkejut saat seorang pria tampan berkemeja putih duduk di sisinya dan tersenyum padanya. Ketika menyadari sosok Donghae setelah memicingkan matanya, Minji membalas senyuman itu.

“Donghae ssi, sangat kebetulan. Temani aku minum.” Minji menuangkan wine beralkohol sedang di gelasnya lalu memberikannya pada Donghae. Pria itu tidak menolak, menegaknya sedikit kemudian memandang Minji.

“Kau sering kemari? Mengapa baru kali ini aku melihatmu?”

“Ini kedua kali aku datang. Hanya sesekali. Kau pasti sering datang kemari.”

“Hmm. Dengan a atau terkadang sendirian. Bar ini tenang dan tidak berisik.”

“Itu kenapa aku suka tempat ini. Lain kali, ayo bertemu di sini lagi.” Minji tersenyum.

“Tidak biasanya melihatmu sendirian.”

“Nyatanya aku memang sendirian.” Minji tertawa.

“Dan aku tidak tahu jika kau memiliki toleransi yang bagus untuk alkohol.” Minji tertawa lagi, menggeleng-gelengkan kepalanya lalu kembali menuang minuman untuk Donghae. Pria itu mengamati ada keanehan pada diri Minji. Sepertinya wanita ini sedang dilanda masalah.

Mereka mengobrol, pada mulanya membicarakan pekerjaan. Namun lama-kelamaan Minji mulai memperlihatkan kesedihannya. Wanita itu terus-menerus menegak minuman beralkohol hingga Donghae berusaha menghentikan Minji. Hingga ketika wanita itu mulai mabuk, Donghae mendengar Minji terus menyebut nama Kyuhyun dan memaki-maki pria itu. Donghae tidak benar-benar paham apa yang dimaksudkan Minji, yang jelas wanita itu sedang mabuk dan kehilangan kesadarannya.

**

Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan lambat dan tidak fokus. Setelah mendengar cerita versi ibunya yang tidak jauh berbeda dengan cerita Jihyuk, Kyuhyun merasa lebih tenang. Ia yakin ibunya tidak berbohong padanya, dan menurutnya Kang Jihyuk juga adalah sosok pria yang pantang berkata bohong. Jihyuk sudah mengatakan apa yang harus ia katakan, termasuk bagaimana dulu ia mencintai Yonghee dan akhirnya mengalah karena wanita itu lebih memilih Cho Daejung. Namun akankah Minji juga bisa berpikiran sama sepertinya jika mendengar penjelasan dari Jihyuk ataupun Yonghee? Kyuhyun sungguh ingin bertemu Nayoung untuk mendengarkan versi wanita angkuh itu.

Kyuhyun melebarkan matanya ketika nama Minji muncul di ponselnya. Wanita itu meneleponnya dan Kyuhyun segera mengenyahkan semua pikiran di kepalanya. Ia menjawab telepon itu dengan antusias.

“Kyuhyun ssi—”

“S—siapa kau?” Kyuhyun terheran karena suara pria dan bukan Minji yang bicara dengannya.

“Ini aku, Lee Donghae. Kau ada di mana sekarang?”

**

Kyuhyun memapah tubuh Minji yang lemas keluar dari bar. Ia juga sedikit kerepotan karena harus membawa tas tangan wanita itu. Minji berjalan dengan lunglai dan ia terus berbicara hal-hal yang tidak jelas. Kyuhyun tidak bisa menggendongnya karena Minji terus memberontak.

Donghae pamit pulang setelah menyerahkan wanita itu pada kekasihnya, dan Kyuhyun merasa sangat berterimakasih karena Donghae telah meneleponnya. Meskipun Donghae cukup khawatir, setidaknya dengan melihat Minji bersama pria yang mencintainya bisa membuat Donghae lebih lega.

Aisshh.. kepalaku..” Minji kembali bergumam. Matanya beberapa kali mengerjap malas. Kini mereka sudah berada di halaman parkir. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.

“Ayo pulang. Kau bisa sakit lagi jika seperti ini.” Kyuhyun merangkul tubuh gadisnya tapi Minji justru mendorong Kyuhyun.
Minji melangkah seorang diri, menjauhi mobil Kyuhyun dan juga mobilnya yang terparkir bersebelahan. Minji terlihat begitu frustasi bahkan wanita itu kini melepas dan menenteng heelsnya. Ia menuju ke jalanan, melangkah di atas trotoar dengan kaki telanjang. Kyuhyun tidak mengejar wanita itu tapi ia memastikan Minji akan selalu berada dalam jarak pandangnya, yaitu dengan mengikuti gadisnya dari belakang.

Kyuhyun begitu sedih. Ia tidak menyangka hal sepelik ini akan menimpa hubungannya dengan Minji padahal ini pertama kalinya ia benar-benar merasakan cinta terhadap seorang wanita. Minji terus melangkah tanpa mempedulikan Kyuhyun dan sesekali ia memegangi kepalanya.

Kyuhyun berhenti karena Minji tiba-tiba berhenti. Wanita itu menoleh ke arahnya, menatap Kyuhyun yang terlihat begitu khawatir.

“Jangan mengikutiku. Tidak ada gunanya kau mengikutiku. Aku tidak membawa uang.” Ujar Minji. Tidak mendapatkan tanggapan dari Kyuhyun Minji kembali melanjutkan langkahnya.

Karena jalanan mulai sepi Minji turun ke jalan dan melangkah di sana. Kedua kaki cantiknya seakan begitu rapuh tidak kuat menahan tubuhnya hingga beberapa kali ia terlihat berjalan miring. Kyuhyun mempercepat langkahnya, sangat khawatir dengan wanita itu. Dan sebelum tubuh ramping itu terjatuh karena lelah, Kyuhyun telah lebih dulu mengurungnya dari belakang, menghentikan langkah berat gadisnya dan seolah meminta agar Minji sepenuhnya berjalan bersamanya.

Merasakan ada sepasang tangan pria melingkari perutnya, Minji menjatuhkan heels yang dibawanya. Ia sangat mengenal pemilik tangan ini beserta dengan aroma tubuhnya yang kuat dan memikat.

“Aku pikir aku diikuti pria asing. Ternyata ini kau, Cho Kyuhyun.” gumam Minji. Wanita itu tersenyum miris pada dirinya sendiri.

“Kau benar. Ini aku. Aku akan selalu mengikutimu kemanapun kau pergi.” Suara rendah Kyuhyun memenuhi telinga Minji.
Minji mengubah posisinya, berhadapan dengan Kyuhyun dan meletakkan kedua tangannya di pundak pria itu. Kedua tangan Kyuhyun masih menyangga pinggang Minji agar wanita itu tidak terjatuh. Mereka bertatapan, dan Minji mengamati wajah kekasihnya yang tengah khawatir karena dirinya.

“Kau sangat tampan hingga membuatku jatuh cinta. Kau bisa menarik puluhan wanita lainnya. Kau pria brengsek. Kau mendekatiku hanya untuk memanfaatkanku dan setelah kau mendapatkan apapun yang kau inginkan, kau pasti akan mencampakkanku begitu saja…” Minji memberi jeda ucapannya karena ia terbatuk. Kyuhyun masih menanti semua ucapan Minji. Biar saja gadis itu mengeluarkan isi hatinya sekarang.

“Aku iri padamu karena appa sangat mempercayaimu. Katakan, mengapa kau bersedia tinggal di rumahku? Kau pasti punya tujuan lain bukan? Kau pasti sudah tahu ada sesuatu antara Appa dan ibumu. Kau pasti sudah tahu… Lalu mengapa kau masih menggodaku brengsek!” Minji memukul-mukul dada Kyuhyun, menangis. Kyuhyun hanya diam, meskipun hatinya sakit dan membantah semua perkataan Minji, tapi ia memilih diam, membiarkan Minji melampiaskan emosinya.

“Kau pria brengsek.. Aku mencintaimu dan ini terasa sangat sulit.. Omma… kumohon selamatkan aku dari pria ini..” Minji terisak dan nyaris jatuh jika saja Kyuhyun tidak terus menahannya. Kyuhyun bersyukur jalanan sudah mulai sepi pejalan kaki sehingga hanya ada beberapa kendaraan yang lewat. Akan sangat merepotkan jika pemandangan ini disaksikan orang lain.

“Kau sudah selesai memakiku?” Kyuhyun akhirnya mengucapkan sesuatu. Ia menatap Minji yang terlihat berantakan.

Dan Kyuhyun telah menempelkan bibirnya, menyatukan wajahnya dengan wajah Minji. Tangan Minji yang bertengger di pundak Kyuhyun meremas kemeja yag dipakai pria itu. Kepala Kyuhyun sedikit menunduk, beberapa kali memindahkan posisi wajahnya untuk menikmati bibir yang sudah beberapa hari ini tidak dirasakannya. Minji pun tidak menolak, entah karena sedang mabuk ataukah memang ia menginginkan Kyuhyun menciumnya. Keduanya terlarut dan melanjutkan ciuman panas itu di tengah jalan.

Minji terengah, kehabisan nafas. Kedua tangannya sedang meremas rambut Kyuhyun ketika wanita itu sadar apa yang sedang dilakukannya.

PLAAK!

Minji melepas ciuman itu lalu menampar Kyuhyun dengan gerakan yang lebih pelan dari sebelumnya. Wanita itu menangis, menahan emosinya dan menatap Kyuhyun yang matanya kini juga berkaca-kaca.

Minji terduduk di atas jalan, menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Cho Kyuhyun berada di hadapannya dan Minji sedang tidak ingin pria itu berada di dekatnya. Kepalanya terasa begitu pusing dan ia sangat lelah. Beberapa saat kemudian samar-samar Minjimerasakan tubuhnya melayang. Mungkin seseorang sedang berniat menculiknya.

**

Kyuhyun duduk di pinggir tempat tidur, menarik selimut untuk menutupi tubuh Minji. Ia merapikan rambut gadisnya yang berantakan, lalu menghabiskan sisa waktu untuk memandangi wajah Minji yang sudah tertidur.Kyuhyun berharap saat ini ia dan Minji sama-sama sedang berada di dalam sebuah mimpi buruk. Dan begitu mereka terbangun, segala sesuatunya berjalan biasa dan baik-baik saja.

Kyuhyun memijit kepalanya sendiri. Hari ini terasa begitu panjang baginya. Tubuhnya lelah karena perjalanan jauh, dan pikirannya justru semakin rumit.

“Maafkan aku, Nak. Ini semua memang salahku. Percayalah, dari awal, aku hanya mencintai satu pria yaitu ayahmu. Jihyuk Oppa, dia sudah seperti seorang kakak bagiku. Seharusnya memang dulu aku tidak berpikir pendek. Aku pikir ayahmu tidak menyukaiku, sehingga aku memutuskan untuk menerima Jihyuk oppa. Maafkan aku, aku memang wanita yang sangat jahat waktu itu.”

Kyuhyun terngiang-ngiang pengakuan ibunya hari ini. Kyuhyun tidak menyangka ada kisah seperti itu di masa lalu orangtuanya. Cinta Kang Jihyuk pada ibunya memang bertepuk sebelah tangan. Ibunya hanya mencintai ayahnya, dan bahkan ibunya rela menderita bekerja membanting tulang untuk membantu ayahnya. Sebagai seorang anak, Kyuhyun sedikit menyesali perbuatan ibunya di masa lalu yang seolah mempermainkan hati seorang pria. Namun pertanyaaan yang kini mengisi kepala Kyuhyun, apakah Kang Jihyuk masih mencintai ibunya? Sekalipun Jihyuk sudah berulang kali mengatakan pada Kyuhyun bahwa ia mencintai mantan istrinya, tapi tetap saja. Kebaikan Jihyuk selama ini mulai sedikit membuatnya tidak nyaman.

Tanpa sepengetahuan Kyuhyun, Kang Jihyuk berdiri di balik pintu kamar putrinya yang sedikit terbuka, menyaksikan Kyuhyun yang sedang menjaga Minji. Jihyuk sangat sedih karena kebahagiaan pasangan muda itu harus terusik karena masa lalunya. Ia tidak bisa tinggal diam dan menunggu waktu menyelesaikan kesalahpahaman ini. Ialah yang harus benar-benar menyelesaikan semuanya.

—————————

“Nona, kau mau kemana?”

Bibi Hwang menghampiri Minji. Nona mudanya itu menuruni tangga dengan membawa sebuah koper besar berwarna hitam. Minji memakai hot pants dan tank top putih dengan cardigan berwarna peach sebagai luarannya. Wanita itu memakai kacamata hitam dan rambut panjangnya digulung tinggi. Ia tidak keluar kamar sejak pagi dan gelagatnya siang ini telah membuat hari minggu di rumah keluarga Kang sedikit tegang.

“Aku akan tinggal di luar selama beberapa hari. Jika ada yang bertanya katakan saja seperti itu.” Minji menjawab dengan nada datar. Ia melangkah menarik kopernya dengan tergesa dan Bibi Hwang pun mengekori Minji.

“Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?” Jihyuk bertanya dengan nada tegas. Pria tua itu muncul dari arah ruang tengah dan ada sekretaris Kim di sebelahnya. Minji terlihat menegang di balik kacamata yang dipakainya.

“Aku tidak bisa tinggal satu rumah dengan Kyuhyun.”

“Kenapa tidak bisa? Kalian biasa bersama-sama.” Minji menahan emosinya mendengar jawaban Jihyuk. Ia sedang tidak ingin beradu mulut dengan ayahnya itu. Ia memilih tidak menjawab dan meneruskan langkahnya menuju pintu utama rumah itu.

“Kang Minji kau tidak bisa pergi dan tetaplah diam di rumah ini!!!!!”

Suara Jihyuk yang terdengar marah mengagetkan seisi rumah. Sekretaris Kim menunduk begitu pula dengan Bibi Hwang. Minji menghentikan langkahnya. Tubuhnya bergetar hebat mendengar bentakan dari ayahnya. Dengan segenap keberaniannya, Minji membalik tubuhnya, membuka kacamata hitamnya dan menatap sang ayah.

“Aku akan kembali jika anak emasmu sudah angkat kaki dari rumah ini. Jadi kau harus memilih. Aku, atau Kyuhyun.” Minji membalas tanpa memikirkan dampak ucapannya pada Jihyuk. Pria tua itu tidak suka ditantang, dan amarahnya semakin tersulut. Hal ini mengingatkan Jihyuk persis pada peristiwa dahulu, ketika Nayoung meminta untuk pergi dari hidupnya.

“Baik. Pergilah dari rumahku jika memang itu yang kau inginkan. Kau akan menyesal dengan keputusan yang kau ambil hari ini.” Jihyuk berkata dengan nada tegas. Bibi Hwang terkejut dengan ucapan Jihyuk. Pria itu sedang mengusir anak kandungnya?

“Tuan besar—” ujar sekretaris Kim.

“Biarkan saja. Biarkan dia memilih tenggelam dalam kesalahpahaman, sama seperti ibunya. Dia tidak akan sendiri. Jangan khawatirkan dia.” Jihyuk membalik tubuhnya, meminta bantuan sekretaris Kim agar membawanya menaiki tangga, menuju ke kamarnya.

Minji berdiri di tempatnya, tidak menyangka sang ayah akan mengucapkan hal seperti itu padanya. Air mata mengalir dari kedua sudut matanya. Ia menangis tanpa suara. Hatinya terasa begitu sakit. Ayahnya begitu kejam, dan kini ia mengerti beginilah perasaan ibunya ketika memutuskan untuk pergi dari sisi ayahnya.

Minji mengendalikan tangisannya. Setelah berhasil menahan agar air matanya tidak keluar lagi, wanita itu menarik kopernya dan berbalik melangkah menuju pintu keluar.

Cho Kyuhyun.

Pria itu berdiri di dekat pintu dengan sweater cokelat dan celana jins hitamnya. Entah sejak kapan Kyuhyun berdiri di sana, memandang Minji dengan wajah seolah-olah dia adalah korban yang tersakiti. Minji berusaha melawan kata hatinya. Ia harus terus melangkah dan melewati Kyuhyun tanpa harus menyapa pria itu.

Usaha Minji sia-sia saja karena tangan Kyuhyun telah lebih dulu menahan tangannya. Minji berusaha untuk melepaskan tangannya tanpa berbicara tapi cengkeraman Kyuhyun sungguh kuat.

“Jangan pergi. Kau tetap tinggal. Akulah yang akan keluar dari rumah ini.”

Minji menatap Kyuhyun. Wanita itu tersenyum sinis, khas ibunya.

“Jangan mengatakan omong kosong jika nanti kau akan menyesal dengan ucapanmu, Cho Kyuhyun.”

“Aku tidak akan menyesal. Ini adalah rumahmu, bukan rumahku.”

“Oh tidak. Ini rumah ayahku. Dan dia lebih menginginkan anak orang lain yang tinggal bersamanya dibandingkan anak kandungnya sendiri. Jadi dialah yang berhak memutuskan siapa yang tinggal dan siapa yang pergi.”

Kyuhyun terdiam mendengar jawaban Minji. Gadis itu memiliki kemampuan yang hebat dalam membuat orang lain merasa bersalah.

“Apa kau sangat membenciku?” Kyuhyun menatap Minji, tepat di kedua mata gadisnya. Minji membalas tatapan itu. Ya Tuhan, apa yang sudah ia lakukan sebenarnya? Kyuhyun terlihat sangat menderita. Matanya menjelaskan hal itu.

“Salahkanlah keadaan jika kau tidak mau disalahkan. Kau tidak akan mengerti perasaanku karena orangtuamu tidak bercerai. Apa kau tidak merasa sedih sedikitpun? Memikirkan ibu kandungmu mencintai pria lain yang bukan ayahmu—”

“Kang Minji!!” kali ini suara Kyuhyun yang terdengar keras dan memenuhi rumah itu. Minji menegang, menyaksikan amarah Kyuhyun yang belum pernah ia saksikan hingga seperti ini.

“Beraninya kau berkata demikian tentang ibuku. Ibuku hanya mencintai ayahku. Aku percaya padanya.” Kyuhyun berkata dengan nada rendah, terlihat menahan amarah. Cengkeraman tangannya pada tangan Minji terlepas. Ia tidak ingin menyakiti wanita ini. Ia mencintai Minji. Namun ucapan Minji seolah merendahkan Yonghee dan Kyuhyun tidak bisa menerima hal itu.

Minji merasa sedikit lega karena akhirnya Kyuhyun melepaskan tangannya. Ia pun telah mempersiapkan jawaban untuk membalas ucapan Kyuhyun.

“Baguslah. Memang sudah seharusnya kau mempercayainya karena ia adalah ibumu. Begitu pula denganku. Aku mempercayai ucapan ibuku karena aku adalah anaknya.”

Setelah berkata demikian, Minji memakai kacamata hitamnya lalu benar-benar keluar dari rumah itu. Bibi Hwang yang sedari tadi menyaksikan pertengkaran itu diam-diam kembali ke tempatnya.

Kyuhyun memejamkan matanya ketika mendengar suara mesin mobil Minji meninggalkan rumah itu. Ya Tuhan, tidakkah ada jalan lain untuk mengakhiri masalah ini?

——————————-

Dua hari setelah Minji meninggalkan rumah. Kyuhyun tetap berangkat bekerja seperti biasa, meskipun pikirannya sangat mencemaskan Minji yang bahkan tidak muncul di kantor. Semua orang menanyakan mengapa Minji tidak muncul dan Kyuhyun tidak bisa menjelaskan tentang masalah yang tengah menimpa Minji dan juga hubungan mereka.

Di satu sisi, Kyuhyun merasa bersalah dan tidak pantas karena tidak seharusnya ia berada di rumah besar keluarga Kang sementara Minji meninggalkan rumah karena dirinya. Setiap berada di rumah itu, Kyuhyun akan teringat banyak hal indah dan manis yang ia lakukan bersama Minji.

Ia dan Minji pernah beberapa kali menonton film hingga tertidur bersama di atas sofa besar di ruang tengah. Mereka bahkan pernah membuat pelayan merasa serba salah dan merasa malu harus membangunkan mereka karena harus bekerja sementara Kyuhyun dan Minji masih terlelap dengan posisi saling memeluk satu sama lain di sofa itu. Kebersamaan mereka membahagiakan seisi rumah, termasuk Kang Jihyuk yang diam-diam sering memperhatikan bagaimana pasangan itu ketika menghabiskan waktu bersama di rumah.

Di kolam renang, di dapur, di meja makan, semua sudut rumah itu selalu mengingatkan Kyuhyun akan kebersamaannya dengan Minji. Bahkan di dalam kamarnya sendiri. Kamar itu pernah menjadi saksi percintaan panas mereka untuk pertama kalinya, malam ketika Kyuhyun terpaksa harus menyerah dan ingin memiliki Minji seutuhnya, tanpa sepengetahuan Jihyuk.

Sekarang, Kyuhyun sudah memutuskan, ia akan pergi dari rumah dan menghubungi Minji agar wanita itu kembali. Setidaknya dalam hal ini, Kyuhyun telah melakukan hal yang benar karena Minji memang berhak tinggal di rumahnya sendiri, dengan aturan yang ia buat. Kyuhyun pergi, dan Minji akan kembali.

——————————

Nayoung terkejut ketika seseorang menemuinya sore ini. Kang Jihyuk muncul di arena golf di mana Nayoung menghabiskan waktu sorenya hari ini. Nayoung tidak terkejut jika pria itu bisa mengetahui keberadaannya, karena tidak sulit bagi pria kaya dan penuh kuasa itu untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan, apalagi hanya mencari tahu keberadaan wanita sepertinya.

“Hobimu masih belum berubah.” Jihyuk mengawali obrolan mereka, tanpa ada sedikitpun nada pertengkaran. Ya, Jihyuk memang menemui mantan istrinya dengan maksud baik.

“Kali ini apa yang kau inginkan?” Nayoung duduk kemudian menegak air putih di botol minumnya. Wanita paruh baya itu melepas topinya lalu menatap pria di hadapannya, mantan suaminya. Ia tidak menanggapi ucapan basa-basi Jihyuk, membuat pria itu merasa tidak perlu lagi bersikap baik.

“Akulah yang seharusnya bertanya. Apa yang kau inginkan kali ini? Minji meninggalkan rumah. Inikah yang kau inginkan?”

“Benarkah? Aku bahkan tidak tahu apa yang sedang ia lakukan karena gadis itu tidak menjawab teleponku sejak dua hari yang lalu. Lagipula seharusnya kau memahami keadaan Minji saat ini. Ia tidak akan mungkin bisa tinggal satu rumah dengan orang-orang yang ia anggap telah melukainya”

“Siapa yang melukainya? Jika kau tidak membawanya ke dalam salah paham ini Minji tidak akan merasa seperti ini! Ia bahagia bersama Kyuhyun!”

“Omong kosong. Kau yakin tidak memikirkan Yonghee sedikitpun ketika mengatakan hal ini?”

Jihyuk menahan emosinya. Shin Nayoung tetaplah Shin Nayoung.

“Nayoung ah. Kau tahu ini tidak benar. Kau ingin membalas dendam padaku? Benci saja aku seumur hidupmu tapi kumohon jangan menghancurkan kebahagiaan Minji.” Nayoung mengerutkan alisnya, tentu saja tidak setuju dengan pernyataan Jihyuk.

“Oppa, aku tidak ingin putriku memanggil wanita itu dengan sebutan ibu nantinya. Dan aku tidak mau kau menjadikan Minji sebagai alat untuk menyatukan keluarga kalian. Kau bisa memberikan Yonghee dan anak-anaknya apapun yang kau miliki, tapi tidak Minji. Minji adalah putriku, satu-satunya alasanku untuk hidup.”

“Shin Nayoung mengapa sangat sulit untuk berbicara denganmu—”

“Jika tahu akan seperti ini aku tidak akan membiarkannya kembali padamu. Seharusnya Minji tetap tinggal bersamaku!”

“Shin Nayoung!!” Jihyuk membentak mantan istrinya, hal yang sangat jarang ia lakukan dan Jihyuk tidak akan pernah ingin melakukan hal itu. Pria itu menegang, menatap marah wanita yang sesungguhnya begitu ia cintai. Nayoung bergidik ngeri melihat reaksi Jihyuk. Tidak ada pembicaraan untuk beberapa saat.

“Baiklah. Kupikir, aku harus meluruskan kesalahpahaman bertahun-tahun ini. Kita harus bicara, dan aku ingin kau membujuk Minji untuk pulang. Ia juga harus mendengarkan penjelasanku.”

“Kau pikir aku yang mempengaruhi Minji? Ia bahkan sudah sangat dewasa untuk bisa melihat mana yang benar dan salah.”

“Ya. Dia memang sudah dewasa. Namun dia memegang prinsip yang salah. Dan kaulah yang membuatnya memegang prinsip itu.” Jihyuk mencoba berdiri, dan sekretaris Kim yang menemani juga mengamatinya mulai mendekat untuk membantu pria itu.

“Yonghee akan datang ke Seoul. Kita luruskan semua kesalahpahaman ini. Aku tidak ingin putriku hidup dengan memendam kebencian sama seperti ibunya.” Ujar Jihyuk dingin dan tegas. Pria itu kemudian bersiap pergi ditemani sekretaris Kim. Nayoung merasa sangat marah mendapat peringatan dari mantan suaminya.

“Oppa!! Kau pikir aku akan menuruti keinginanmu?” Nayoung turut berdiri. Ia tidak ingin Jihyuk memberinya perintah seperti ini.

“Aku ingin menunjukkan kebenaran.”

“Kebenaran? Kau ingin melamar janda Cho Daejung di hadapanku dan juga putrimu?”

“Shin Nayoung!!!!”

Jihyuk berusaha mengontrol emosinya, tapi sepertinya ia gagal. Nafas pria itu semakin berat. Ia kesulitan bernafas. Jihyuk memegangi dadanya. Ada semaca rasa sakit menyerangnya.

Jihyuk mencoba berjalan dan sekretaris Kim dengan setia membantu tuan besarnya. Namun selang beberapa detik, tubuh Kang Jihyuk ambruk. Pria itu tak sadarkan diri. Nayoung, menatap nanar dan ngeri pemandangan di hadapannya. Tubuh wanita itu bergetar hebat.

“O—oppa.. Jihyuk oppa..”

————————-

TBC

 

Halo~ Maaf sebesar-besarnya karena membuat kalian menunggu lama.

ThanKYU ya buat reader yang masih semangat nanyain kelanjutan FF ini.

Sampai sini uda klimaks. Mohon diikuti sampai ceritanya habis ya 🙂

Aku kesulitan banget nulis part ini gatau kenapa mungkin karena banyak kesibukan hari raya dan sebagainya. Beberapa bagian bikin aku stuck, ga ada mood lanjutin jadi aku simpen buat ide di part selanjutnya.

Aku harap reader fast respon yah kalau kalian sudah banyak yang baca aku bakalan post segera lanjutannya. Tinggal sedikit lagi nih 🙂

ThanKYU buat yang udah mau baca dan ngasi komentarnya. Maaf kalau part ini membosankan dan kurang panjang ><

See you on next part 🙂

Iklan

185 thoughts on “Clown Man [Chapter 12]

  1. Sumpah dehkak,kasian bgt aku sama kyuhyun. Dia juga pasti ngerasa serba salah dan putus asa. Minji sama aja kolot kayak ibunya. Semoga keadaan jihyuk yg begini bisa bikin nayoung melunak dan mulai dengerin apa yg sebenernya terjadi ya.
    Semoga minji juga nyesel udah giniin kyuhyun. Mereka harus bahagia ya kaaaak hahaha

    Suka

  2. Melihat pertengkaran minji kyuhyun*disitu kadang sy merasa sedih:'( jgn pisahin mereka thor.. ditunggu yah kelanjutannya jgn lama” thor .. aku jg nunggu yg kyuminji family yg anak ketiganya udh balita.. kangen kyungsoo({})  Ayoo thor semangat jgn bad mood nglanjutin clow man:) *keep spirit

    Terkirim dari Samsung Mobile

    Suka

  3. Huweeed kali ini gatau kenapa aku baca dr awal sampe akhir….. dan nangis pas di part ini kasian sm nayoung 😭😭😭😭 sm minji juga….. tp sm kyu ngga 😐 wkwkwk aku tunggu ya eon kelanjutannya hehehehe

    Suka

  4. Shin Nayoung dan Minji memang benar-benar keras kepala. Tapi kalau aku berada diposisi Nayoung dan mengetahui kalau suamiku masih mencintai wanita lain, dan itu adalah sahabat suaminya sendiri, mungkin aku juga akan bersikap sama tanpa mau mengerti kalau aku hanya salah paham. Sudahlah, yang jelasnya aku senang memutuskan pergi dari rumah JiHyuk, dan membuat Minji nanti menyesal.

    Suka

  5. Duh greget greget greget kasian kyuhyun dia tipe pacar idaman setia bgt dah minji duuuuh greget sama dia and minji eomma plss ya jangan tambah mempersulit dah oke next chap can faster hehe fightinggg!

    Suka

  6. Shin Nayoung dan Minji memang benar-benar keras kepala. Tapi kalau aku berada diposisi Nayoung dan mengetahui kalau suamiku masih mencintai wanita lain, dan itu adalah sahabat suaminya sendiri, mungkin aku juga akan bersikap sama tanpa mau mengerti kalau aku hanya salah paham. Sudahlah, yang jelasnya aku senang Kyu Hyun memutuskan pergi dari rumah JiHyuk, dan membuat Minji nanti menyesal.

    Suka

  7. hwahhhhh trimakasih banget buat author minji yang udah ngelanjutin dan publish chapter ini ahhh seneng banget #pelukeratdarijauh: *

    suksessssss bikin nangis subuh subuh gini Y___Y ya ampun nyesek banget, kebawa sama ceritanya sampe nangis gini hwaaaahhh knapa nayoung pikirannya sempit gitu dan slalu salah paham dan sialnya knapa sifat itu diwariskan pada minji ohhhh tuhan sampe kesel bacanya tapi kebanyakan sedihnya sih hahaa, kasihan banget jihyuk appa hidupnya tersiksa gitu udah cintanya bertepuk sebelah tangan sama yonhee giliran udah dapet cinta sejatinya (nayoung) eh malah salah paham gitu nayoungnya truz skarang minji juga gitu ga percaya sama ayahnya sendiri huaaaaaaa kasihan banget nangis sumpah jadi inget ayah yang lagi kerja diluar kota Y___Y
    truz kyuhyun lagi udah mah dia ga tau apa apa truz minji nya tiba tiba gitu eh pas udah tau masalahnya jadi serba salah dan canggung gitu hwaaaahhhhh cupcupcup ya buat kyuhyun yang tabah nngadepin minji . dan apa itu terakhirnya ada apa dengan jihyuk appa,kenapa dengan jihyuk appa jangan sampe dia meninggal: ‘( ,kasihan dia belum pernah bahagia min jangan dulu dimatiin buat dulu bersatu ama nayoung hikshiks…..

    puas banget minsama chhapter ini ga sia sia nunggu lama juga dibayar kontan sama cerita yang keren ini hwahhh mmakin penasaran dengan kelanjutannya ,sedikit curhat min saking nunggu chapter ini pblish tiap buka twitter pasti baca ulang chp 11 nya truz abis itu ngebayangin gmna kelanjutannya, aq sih ngebayanginnya yg sedih2 ehhhhh ternyata hasilnya lebih dari yang dibayangin ahhh daebak banget deh trimakasih buat authornya trus smoga tetap semangat buat ngelanjutin ceritanya selalu diberi kesehatann dan tetap dlm mood yang baik…
    aduhhh ini udah kepanjangan ya maaf dan maaf jg ini th panjangan curhat nya dibanding komen tntng ceritanya……

    #beneran abis baca ini jadi inget ayah dan kangen benget ga tau kenapa mungkin efek jihyuk appa,okkke min abaikan yg ini: D

    Suka

  8. Sebel jg sama si jihyuk bisa’y tereak doang tpg becus jelasin kesalahpahamanyg terjadi..masa kesalahpahaman dari dulu g kelar”

    Nayoung sih kepala’y kaya baju minji jg ditiggalin kyuhyun baru tau rasa deh..untunng si kyu g nyerah

    Suka

  9. hiks hiks hiks..mpe mewek baca ni part yg udah dtnggu2 lama..ampun deh ibunya minji keras kepala bgd..thor update nya cpetan yah..jgn buat readers galau nasib kyuji..next

    Suka

  10. hoo… tegang. ngrasain gmna kaca balaunya perasaan mereka semua. tp tdi minji blng pngen lihat prmslhn dri kacamatanya sendiri. knp kgk tanya dri semua pihak kyk kyuhyun. egois. tp maklum sih. ketakutan trbesar minji mngetahui prmslhn prceraian orang tuanya…

    Suka

  11. oeni,part 13 ny jngn lama2 ya
    nnti q lpa jln konflikny
    yg pasti konflikny sangt pnans di part ini,
    mga part slnjutny minji mnysl tlh mngbaikan kyuhyun,
    oeni aku suka ffnya…

    Suka

  12. mnjidan ibunya sma” egilois tanpa mau mendengar penjelasan dr pihak lain hanya mempertahankan kepercayaan atas penglihatan & buat minji hanya percaya akan kata” ibunya sja

    stelah ayahnya masuk rumah sakit dan mkin mendengar penjelasan dr ibu kyu baru nyesel dan mkin stelah itu kyu jd sdh berpaling krn keegoisan minji

    Suka

  13. berarti inti smuaa masalah ini awalnya dr ketidak percayaan dan ketidak mautahuan nayoung akan yg sebenarnya terjadii…
    lahh kann smuaa jd korban ginii…,
    kyuu yg kasiann,,, yg awalnyaa gak ngerti ap2 jdnyaa kena imbas jugaaa
    hufftt

    Suka

  14. cukup complicated konfliknya..

    Minji itu 11-12 sm Nayoung ya…

    cepetan publish part selanjutnya yaa… semangat aja nulisnya..

    Fighting!!!

    Suka

  15. Eonnie sukses banget bikin mewek..
    Aku gak nyangka kalau kesalahpahamannya akan sebesar ini..
    Aku bingung mau ngomong apa..
    Sakit hati banget ngebayangin jadi kyuhyun..
    Dy yg awalnya gak tau apa2 tapi harus menerima semua keadaan ini..
    Minji terlalu tega sama kyu..
    Padahal dy belum denger penjelasan dari kyu sama sekali..
    Apakah hubungan mreka akan berakhir sampai disini ajja??
    Cuma ngebayangin mreka putus ajja rasanya nyesek banget..
    Jantung udah kayak diremes2 ajja..
    Mungkin emang bagus kalau kyu yg pergi..
    Dengan begitu mungkin minji bisa sadar apa pengaruhnya kyu terhadap hidup dy..
    Apakah dy akan menyesal sudah meragukan kyu nantinya??
    Kenapa minji harus ngikutin egonya daripada hatinya..

    Gimana jadinya ya kalau sampai kyu bener2 pergi dan disaat yg bersamaan jihyuk juga pergi??

    Suka

  16. memang nih FF alurnya lama. tapi setiap partnya itu selalu bisa bikin orang yg baca campur aduk. seneng ya seneng banget. sedih ya juga sedih banget. pokoknya authornya emang bisa memporak pondakan (?) perasaan readers 😀

    Suka

  17. Yaampun ibunya minji……
    Jadi kasian sama semua pihak disana, pas masalah mau dilurusin malah ayah minji sakit lagi. Duh-_-
    Penasaran gimana masalah diantara mereka bisa membaik lagi kak 😦
    Semangat ya buat next part mwahhh :*

    Suka

  18. hubungan kyu sma minji jdi rumit gara” kesalahpahaman orangtua mreka,, gg nyalahin minji bersikap gtu tapi bnr” kasian sma kyuhyun,,
    menciintai mnji dengan tulus tpi minji menganggap kyu mencintanya dmi harta,, apalgi dnger kat” mnji pas dia mabuk n kyu ngikutin dia,,bnr” sedih dengernya,,minji harus tau smua kebenrnya,, ibu.a mnji jga hrus bsa dengrin smua penjelasnnya jinhyuk sma ibu.a kyu,, smga berakhr happy end adh,, tpi ap yg bkaln terjdi sma ayahnya mnji,, 😀 next part jangn lam” yach,, 😀 fighting eonni,, n keep writing,, aq ngebut baca ini ff dri kmrn,,hehehe ganbatte,,,

    Suka

  19. bca part ini deg deg an kya naik roller coster…
    klo di liat”sifaf aku mirip sma minji…tenggelam dlm ke slh pahaman,akhir nya nyesel bnget…semoga minji nggak berakhir kya aku…
    maaf bru comment di part ini,ke asikan bca 🙂

    Suka

  20. Telat komen -____-
    Kang Minji keras kepala ya,sama seperti ibunya ckck
    Cho Kyuhyun yang sabar mungkin kamu sedang diuji/?
    Ini semua salah paham,harus dijelasin ini. Keep writing author ;;)

    Suka

  21. tegang bgt baca part ini. penuh emosi semua orang yg ada di part ini.
    huhh… bingung jdi mau ngomong apaan. tpi berharap’a hub kyuminji baik lagi.

    Suka

  22. hahhh runyammm,,
    duhh kahh itu ibuknya minjiiii… arghhhh
    kau benar2 pintar mengaduk-aduk emosi reader eon,, good story (y)

    Suka

  23. hallo ^^ pendatang baruuu hihi
    dipart ini tegang banget yaaa. min gi emang mirip dngan ibunya entah mulai dari keraskepalanya sampe cara menyimpulkan. tabahkan dirimu choo~

    Suka

  24. semoga kesalahpahaman ini cepat diselesaikan.. jangan sampai penyesalan datang ketika semua sudah hancur. aq cuman kasihan sm hubungan minji dan kyu. ah semoga ayah minji baik” ajj

    Suka

  25. Sumpah part ini bkin tmbah sesek hati q.
    Aq gregetan ma nayong n minji.
    Knp to kok g bisa brfkir scr postf….

    Moga mslh ini cpt selesai. N kyu ma minji cpt bersatu lg.

    Suka

  26. Keras kepala abis tuh ibu anak..
    Perlakuan jihyuk juga sih yg terlalu mencurigakan..

    Ambruj deh..
    Moga berjalan baik deh..
    Keren..konflik sederhana tp mengena bgt..

    Suka

  27. Astaga.. greget sama sikap ommanya minji, gra2 dia minji ikut2an salah paham.
    jadi kasihan sama appa minji. Nyesekk bangeet ceritanya.. -___-

    Suka

  28. Nahhh kann yang jadi masalahnya itu orang tuanya…

    ceritanya kaya love rain..
    anak anaknya jatuh cinta. orang tuanya terjebak dalam persahabatan dan cinta…

    bedanya di love rain mah mantan suami nya emang suka sama mantan pacarnya..
    kalo disini jihyuknya emang beneran cinta sama eomma nya minji
    huahahaha

    Suka

  29. sueeerrrr ff di part ini bener bener bikin nyesak di hati… kok bisa ya kesalahpahaman bisa sebesar ini, sampai terbawa ke anak” mereka… kasian kyuminji…. ngga tau lagi mau coment apa… pokoknya part ini bikin patah hati, sedih, dan galau sama hubungan kyuminji

    Suka

  30. Sial. benci sumpah sama emaknya Minji, semua ini akar permasalahannya salah paham.
    Dan yg menyebabkan menjadi begitu rumit iya si Nayoung itu, heo masa lalu udah lah masa lalu, buktinya juga si Jihyun juga milih lu mak!
    Kebaikan orang malah dipandang buruk/
    Trs skrg gimana? anak lo jg salah paham, dia sakit itu, lo udah ngracuni pikirannya, trs kebahagiaannya gimana? katanya ga mau ngancurin.
    Gak lihat si Minji kesiksa gitu?
    sdar woi sadar!

    Suka

  31. part ini bener bener bikin gregetan…
    seharusnya sejak dulu salah paham ini diluruskan…
    dan juga ibunya minji ,.. bener bener nyebelin, … terlalu banyak berfikiran negatif..
    kasihan sekali dirimu kyu.. klo minji gx mau di peluk sini aku aja yg dipeluk

    Suka

  32. ribet konfliknya tapi seeu, minji jangan egois dari pada nanti kyuhyun pergi. Kenapa ibunya minji egois banget sih gak mau mendengar penjelasan dari appanya minji. Daebak good story

    Suka

  33. Duh masalahnya makin rumit nih antar 2 keluarga, blm nemu titik terang kesalahpahamannya berawal.dari mana

    Semoga hubungan kyuhyun sama minji cpt membaik hiks…hiks… ga rela pasangan romantis itu lama2 berantemnya

    Suka

  34. Sumpah deh mau nangis bacanya kasihan minji niatnya mau satuin orangtuanya lagi malah berakhir dgn begini. Terus gimana ya kira kira kelanjutan hubungannya kyuminji ya

    Suka

  35. Udahan dong marahannya 😭😭
    Jangan berantem terlalu lama gak rela jadinya 😭😭😭
    Kyu-Minji baikan yukkk 😭😭😭

    Suka

  36. benci deh kalo kayak beginian.. tapi kalo gaada beginiannya ga seru.. aaa~ nahan nangis bacanya, biar ga ditanya2in sama orang rumah “baca hp kok nangis?” hhhh~ sedih banget couple inii

    Suka

  37. appanya minji kayaknya udh gemesss bgt itu ampe gatau harus ngapain lagi, mereka pada ga kasian apa ya.. jihyuk kan udh tua, abis ngejalanin operasi pula, kalo kesehatannya memburuk gimana.. bukannya nyenengin dgn nurutin apa kemauannya malah ngeributin masa lalu yg berhubungan dgn percintaan, yaila emaknya minji gasadar umur nih wkwk-,-

    Suka

  38. awal mula terjadinya masalah…….. pecah deh semuanya huhuhu shin nayoung batu banget ih ga ngerti lagi kenapa bisa begitu, sangking sakit hati apa gimana sampe semua kebenarannya ga dia anggep. kasian minji kyuhyun huhuhu lanjuuuuutttt

    Suka

  39. Kenapa jadi tambah rumit beginii?? Jadi ikutan nangis tau Kyuhyun sama Minji bertengkar dan mau pisahan gituuu :((

    gegara Nayoung si nenek lampir nih, kebahagiaan Kyuminji terusik. Sebeeell

    please, Kyuhyun jangan pergi :((

    Suka

  40. sumpah nyesek banget baca part ini…kasian kyuhyun sama minji…nayoung egois banget…gak tega liat kyuhyun sama minji kayak gitu…terutama kyuhyun…seolah” dia yg paling salah disini 😦

    Suka

  41. Part ini bikin emosi,nayoung egois banget dan kenapa minji harus mewarisi sikap nayoung yang cemburuan dan egois,berharap masalahnya cepat kelar dan hubungan minji dan kyuhyun bisa membaik

    Suka

  42. Ngga tau mau ngomong apa! in tpi yg psti.y hati gue Nyeseeekk bacanya..!!
    Moga aja mslah mreka cpat terslesaikan spya hub. KyuMi bsa sprti dlu lagi

    Suka

  43. Ping balik: rekoemndasi ff kyuhyun | choihyunyoo

  44. Eonni cuma satu kalimat buat part ini. Part ini menguras perasaan. Sedih banget 😦 keras kepala banget minji dan ibunya kasihan jihyuk appa :((

    Baca next dulu hiks

    Suka

  45. minji kayaknya kekeh banget mau tenggelam dlm kesalafahamam. ..dia hanya mau bendengarkan penjelasan dri stu pihak sja tampa mau dengar dri pihak lain nya…. ksihan kyu oppa 😦

    Suka

  46. Sedihh, banget,….:(

    Aku kasian sm hubungan Minji dan Kyuhyun. Gara-gara masa lalu orangtua mereka. Hubungan dan perasaan mereka yg jadi korbannya. Seharusnya ibunya Minji gk usah ungkit-ungkit masa lalu mereka lagi. Kalau dia pengen anaknya bahagia, seharusnya dia melupakan masa lalu mereka.
    Gara-gara kesalahpahaman di masa lalu berdampak di kehidupan masa depan anak-anak mereka.

    Gk tau mau salahin siapa dalam masalah ini. Bingung,….
    Tapi aku berharap banget kesalahpahaman ini cepat terselsaikan. Gk kuat dan gk tega lama-lama ngebayangin hubungan Kyuhyun sama Minji merenggang dan saling menyakiti perasaan masing-masing.
    Dan yg paling nyesek itu, waktu Minji ngira Kyuhyun cuma manfaatin dia aja. Padahal cinta dan perhatian Kyuhyun ke Minji tulus. Semoga next cahpter Minji gk semakin salah paham lagi sama Kyuhyun dan hubungan mereka bisa balik lagi kaya semula romantis-romatisan lagi.

    Gk sabar, pengen tau kelanjutan FF Clown Man. Mau lanjut baca FF Clown man chapter 13. 🙂

    Suka

  47. Sbnernya Jihyuk sama Nayoung kayanya masih cinta deh, buktinya Nayoung masih manggil oppa. Biasanya kalau gk peduli kan gak kaya gtu :))
    Sumpah ikut nangis kalau ngeliat scene KyuMinji mereka ber2 itu korban :((

    Suka

  48. Gra2 kesalahpahaman orng tua meraka dimasa lalu kan akhirnya minji Dan kyuhyun yng harus jadi korban..
    walaupun hanya kesalahpahaman ibunya minji, klau aku jdi ibunya minji aku jg pasti sprti itu merasa dikhianati , tapi kan seharusnya nayoung jg memikirkan kebahagiaan anaknya, stidaknya anaknya harus bahagia bersama orng yng dicintainya..
    aku setuju sm ayahnya min ji seharusnya mslah ini diselesaikan dgn ibunya kyuhyun jg agar tdk Ada lg kesalahpahaman Dan kyuhyun sm minji bisa akur lagi,, ~
    apapun masalahnya smoga kyuhyun sama minji tetap bersatu,, ~~~
    Fighting!!!

    Suka

  49. msalahny pelik bgt yah. jdi byangin msa lalu jihyuk ama nayoung deh. psti jdi nayoung jg ga mudah. aplgi jihyuk iyain aj pas minta cerai.. huhu sedih

    Suka

  50. sumpah critany nyesek banget
    cinta dan prshbtn dmsa lalu yg bgitu plik

    minji sama kras kpalanya kyak ibunya

    smoga ksalhphamannya dpt trselesaikan

    Suka

  51. sumpah critany nyesek banget
    cinta dan prshbtn dmsa lalu yg bgitu plik
    hngga brdmpak ke msa dpan
    hela nafas dlu akhhh. .
    minji sama kras kpalanya kyak ibunya

    smoga ksalhphamannya dpt trselesaikan

    Suka

  52. Duuuuch…gregetan dech liat ibu dan anak ini,mereka sama – sama keras kepala sekali hingga menyakiti diri sendiri,orang – orang yang mereka cintai dan orang – orang disekitar mereka. Liat akibatnya kan sekarang Tn. Kang sakit,jangan sampai kalian menyesal nantinya

    Suka

  53. kesalahpahaman nya bisa sampai segitu parah, senua nya kasihan disini , gak cuman minji dan kyuhyun aja tapi orang tua mereka juga

    Suka

  54. alamak Kyuhyun
    aduh aku lebih respek(?) ke Kyuhyunnya
    dia yang lebih tersakiti
    huwaaaaaaaaaaaaaaaaa Minji keras kepala sekali
    gak mau mendengarkan kebenarannya ckckck
    aigoooooooooo setelah ini dia akan berkubang dalam penyesalan setelah merendahkan Kyuhyun ckckckck
    #pukpukKyuhyun

    Suka

  55. aku rasa d sini persamaan minji dg nayoung percaya dg pemikiran sendiri benar” keras kepala… aku malah kasian ama kyuhyun seolah” dia yg membuat orangtua minji bercerai apa emang sefatal itu padahal belem tentu fakta sebenarnya seperti apa aku yakin minji akan menyesal

    Suka

  56. Astaaaagaaaaa kesalnyaaaa liat eommanya minji!!!!!! Ugh egois tingkat tinggi!!! Seharusnya eommanya minji mikir kalo pun iya appanya minji cinta sama eommanya kyuhyun, mereka sudah menikah setelah appanya kyuhyun meninggal! Tapi kenyataannya tidakkan!!!! Nayoung egoiiiissss aaaaaak!!!!

    Suka

  57. Anakanak yang tersakiti. Kesalahpahaman bertahun-tahun yang lalu, seharusnya Jihyuk ama Nayoung bisa nyelesaiin masalah ini sejak dulu. See, kasian siminji ama kyuhyun jadinya.
    Paman Jihyuk kenapa? jelasin dulu kebenaranya, jangan sakit lagi T.T

    Suka

  58. Gregetan bgt sm nayoung dn minji,,,mrka bnr2 keras kpala dn smaa2 mngambil kesimpulan sndri…….wajar bgt kyu mrh sm minji,,krna dy bnr2 mnjelekkan ibunya!!
    Good job!!

    Suka

  59. tukannn makin rumit masalahnyaaa

    ga yangka kalo mereka berempat saling mencintai

    tapi……sekarang kan appanya minji sama ibunya kyu udah jelasin yang sebenernyaaaa

    Suka

  60. ahhh greget banget samapa part ini, kenpa masalahnya jd tambah rumit
    shin nayoung & minji sama2 keras kepala bikin maslahnya ngga selsai2, tp kasihan masa hubungan minji & kyuhyun jd ky kini. Semoga masalahnya cepet selsai, biar mereka bisa balik lagi

    Suka

  61. Sifat minji gak beda jauh sma ibunya, knp gak ada yang mau menjelaskan dan dibicain baik2 buat org2 tua itu kalau gini anak mereka kena imbasnya, minji kamu knp egois g mikir perasaanmu dan kyuhyun seharusnya ada jalan keluarnya

    Suka

  62. ini kayaknya klimaksnya ya??ya ampun nyessek banget liat hub kyu sama minji,terlebih kyuhyun.dia beneran gk tau apa2,,,minji bener2 mirip ibunya.keras kepala….smoga tuan kang baik2 saja.

    Suka

  63. kasian liat kyuhyun menderita batin gitu 😦 minji juga
    gak suka sama sikapnya nayoung yg berpikiran seenak otaknya huh apa salahnya sih dengerin penjelasan orang dulu toh gak berakibat buruk juga

    Suka

  64. hancur sudah! Kebahagiaan kyu-minji hancur!! Tidak! Aku benci nayoung, kenapa dia tega begitu! Minji juga kenapa harus terpengaruh? Dan pikirannya gak masuk akal untuk kyu…
    Semoga mereka kembali dengan cepat, aku gak sedih harus melihat mereka menjauh begini karena udh kebiasaan ngeliat mereka mesra banget

    Suka

  65. gila gilaa.. salut bgt sama kyu.. dia masih setia bertahan sama minji yg lagi kaya gituu.. romantis secara gak langsuung hehehe aku yakin itu semua salah paham..
    omo.. itu appa minji kenapaa

    Suka

  66. demi apa??!! part ini bener-bener bikin tegang. ngga ada seneng nya yg ada cuma sedih, skit hati, marah, dan benci.
    iah, aku beran benci sama nayoung dia itu mau nya apa coba, kan kasian kyuhyun jadi serba salah gitu. gara-gara mulut berbisa nayoung semuanya hancur. hubungam kyuhyun sama minji hancur, kepercayaan yg udah dibangun susah payah ikutan hancur.
    aku rada sebel juga sama minji yg berfikiran pendek, tanpa mau ngedengerin pendapat oranglain. kenapa harus ikut-ikutan kaya ibunya sih yg punya negative thinking. kalo udah gini gimana coba?

    Suka

  67. huaaa mewek berat baca part ini, nyesek banget bacanya, nayoung kenapa sih tega banget misahhin mereka hanya krn msa lalu, itu kyu pasti bngung harus gimana, dia juga kan ga tau apa2

    Suka

  68. Semoga minji mau denger penjelasan dari semu pihak soal masalah ini dan mengambil keputusan yang benar, kasian kyuhyun sama minji padahal lagi bahagia bahagianya..
    Yang dibilang eomma nya minji itu bener apa engga?

    Suka

  69. nyampe part ini mulai mewek.. -___-
    coba gak emosi dlu, selesaikan baik”, pasti gak akan kyk gni
    apapun yg terjadi semoga ada jalan buat hubungan min dan kyu

    Suka

  70. Duh mslh nya rumiy “kesalahpahaman” emng ngeri…..
    Pdhl pasangan muda kyuminji baru bahagia2nya ada aja yg ngegoyahin hubungn mreka…
    Gw jg sbel sma appa an eomma minji
    Gw greget ngpa engk dijlasin dilurusin mlsh mreka…..

    Ahh. Pokokny smngt yrus thor

    Suka

  71. masalah yg sebenarnya sekarang pecah. agak rumit kayaknya kalo urusannya sama keluarga dan lagi orang ketiga
    yang tersakiti malah mereka yang bahkan gak tau apa-apa juga

    Suka

  72. Minji sama ibunya benar” sangat egois dan keras kepala membuat masalah menjadi rumit hanya karena kesalah pahaman. Kasihan kyuhyun dia merasa bersalah

    Suka

  73. ommo….ny.shin bener2 keras kepala ya…. susah banget ngasih pengertian ke dia… minji jangan pergi dari sisi kyuhyun, kamu akan menyesal nantinya…jangan sampai kondisi kamu sama dengan kondisi appamu yg harus rela melepaskan seseorang yg dicintainya… hey, kyuhyun sangat mencintai kamu minji….

    Suka

  74. Entah lah.. Part ini berhasil bikin mewek..
    Mungkin gak seharusnya minji marah sama kyuhyun..
    Seharusnya mereka dengerin dulu pendapat” yg lain..
    Ya tuhan.. Gak tega liat mereka menderita kek ginii.. 😦

    Suka

  75. Makin rumit, sebenarnya tsk serumit itu tpi nayoung yg keraskepala n tetap dg asumsinya jd kesalahpahaman ini tdk kunjung berakhir
    Kasihan kyuhyun dan minji jd korban

    Suka

  76. Nyesek bgt bacanya eon,minji knapa sama bgt kek ibunya yakkk… Smoga aja kondisi jihyuk yg skarang nayoung melunak eonn,,aishh dan snoga aja minji nyesek udh giniin kyuhyun,pasti kyuhyun ngerasa serba salah dan putus asa bgt eonn…keep writing eonnniiii

    Suka

  77. lagi tegang2nya.. fiuhh..

    moga aja tuan kang gak kenapa2. omongan minji pedas ya? lebih pedas dari sambala.sambala..bala sambalado..

    moga aja kerumitan masalah ini akan segera berakhir..

    Suka

  78. bagaikan pinang dibagi dua sifat minji ama ibunya … sebenrnya mah intinya mah diorng tua mereka salah si aturan kasih kejujuran pas dulu mereka menjalin hubungan ahhh kasihan kan minji ama kyuh jadi bertengkar tanpa sebab yg jelas … semngat yh kyuhhh semoga kalian bersatu (pastinya ☺☺☺☺)
    untung pas bar donghae langsung nelpon kyuh manis banget lah donghae langsung nyerahin minji ke kyuh

    Suka

  79. Permasalahn makin memanas ,, hubungan kyuminji dlam bahaya ,, gara2 kesalahpahaman semuanya jadi makin rumit ,, memang harus para orangtua yang meluruskan kesalahpahaman ini ,,minji yang terlalu percaya pada ibunya tanpa tau permasalahan yang sebenarnya makin memperumit masalah

    Suka

  80. Minji menuruni sifat eommanya sangat egois dan keras kepala. Semuanya menjadi rumit hanya karena kesalah pahaman Shin Nayoung. Problem Para orang tua berakibat ke anak hmm.
    Kyuhyun dan Minji jadi korban dan hubungan mereka berdua. Complicated bgt ugh. Lekas sembuh appa Minji & terselesaikan masalah ini.

    Suka

  81. Entah kenapa aq jadi geregetan bgt sm shin nayong… Iiiih…. Sumpeh deh itu wanita tua, ampun lah, speechless. !!

    Dan minji…kamu gampang bgt terpengaruh,krna tdk seharusnya kmu spt itu.
    Dan kyuhyun, apa kamu g khawatir minji dimasa depan ?mengingat udah ada bentukan nya (si nayong).

    Uuhh ini mah klimaks bgt , aq hrp ada penyelesaian yg memuaskan reader.. Hahaha
    Thankiis

    Suka

  82. Gw kasian bgt sama Kyuhyun dan appanya Minji. Kenapa Minji dan eommanya bener2 keras kepala dan nggak mau mendengarkan orang lain? Bener2 bikin gregetan, kalo gitu caranya gimana masalahnya bakal selesai? Ini akibatnya kalo masalah di masa lalu nggak diselesaikan dgn tuntas, berbuntut deh ke masa depan.
    Fighting buat next post !!!

    Suka

  83. ya ampun serius sedih banget ngeliat hubungan kyuminji harus berantakan gara2 kesalahpahaman di masa lalu orang tuanya , sampai kapan kesalah pahaman ini bisa di selesaikan…
    gak tega ngeliat kyuhyun di benci sama minji…
    mudah2 semua akan baik2 saja…
    buat authour daebak

    Suka

  84. Kasihan banget kyu oppa sama minji. Gagal bersama gara gara orang tua mereka. Tapi bener juga sih kata mamanya minji. Untuk apa bersama tapi orang yg disayangi suka cewek lain

    Suka

  85. yah kasian aman sama kyuhyun pdhal dia nya udah cinta banget sama minji, tp semoga dipart berikutnya minji mau nerima kyuhyun.
    kan kasian mereka udh saling cinta tp terkendala sama masa lalu orang tua nya, masih penasaran juga sih kenapa ayahnya minji itu respek bener sama keluarga kyuhyun apa bener kata ibunya minji kalo ayahnya minji masih cinta ibu nya kyuhyun emmnh penasaran banget eonni.
    ditunggu karya selanjutnya yah eonni.

    Suka

  86. Hiks…hiks sedih liat minji dan kyu karna hubngan mereka jd renggang…..pasti minji nyesel tu nntinya karna nggk mw dngr pnjelasan Ayhnya knpa juga minji harus korbanin hubungan mreka egois bngt si minji
    Masalah jadi tambah rumit bnar2 dahhh

    Suka

  87. Salah paham yg bener” rumit seandainya eommanya minji mau denger aja penjelasan tn. Kang dan seandainya aja tn. Kang ga ngasig perhatian lebih ke keluarga cho mungkin sekarang minji sama kyuhyun ga bakalan bertengkar. Ternyata ini konflik sesungguhnya dalam ff ini. Semoga aja kesalahpahaman ini bakalan selesau sehingga bisa nyatuin kyuhyun sama minji lagi

    Suka

  88. itu sih,, karna gak mau ngedengerin penjelasan suami mu dulu…
    Apa karna udh sakit hati bget ? Apa terlalu cinta nya jadi gitu ?? Hmmmm
    Kan,, sifat nya itu nular ke minji,,, hmmm

    Suka

  89. Asdfghjkl!!!!
    Demi apapun.. ini cerita udah epic banget, feel nya dapet banget, ga nemuin typo dan apalah2 lain nya. Apa yang harus di komentariiinn? Heol~

    Apa aku harus bilang shin nayoung jahat, egois dan blabla bla? Ga penting banget😂 itu kan emang udah karakternya dia kek begitu

    Suka

  90. Kasian mereka berdua yang harus jd korban karena kesalahpahaman nayong, kasian kyuhyunnya sampe harus keluar dr runah itu demi minji yg lg marah gara2 salahpaham.
    Nayoungnya jg padahal gausah bawa2 minji tentang masalahnya dy egois banget..

    Suka

  91. Part ini bener” full konflik.
    Kasihan kyuhyun, padahal dia juga gk tau masalahnya tp dia jg yg kena. Minji jg knapa suka ngambil kesimpulan sendiri dan malah percaya sm ibunya, udah tp ibunya kyak apa.

    Dan emang harusnya gitu, mereka bertiga plus kyuminji duduk breng buat nyelesin kesalahpahamannya. Tp knapa tuan kang hrus jatuh disaat-saat seperti ini?? Gemesss banget sumpah !!

    Suka

  92. Minji sama ibunya punya sifat yang sama, mereka sama sama keras kepala dan suka salah paham mulu. Aku ga suka kyuhyun sama minji disini makin jauh. Kesel banget sama ibunya minji huhu

    Suka

  93. Aauuuh minji benar2 duplikat dari ibunya *yaiyalah namanha juga ibu dana anak wkwk* keras kepala sama negthink nya itu looooh bikin greget

    Suka

  94. njirrrr kesel kesel kesel
    minji ga bisa nangkep inti dari obrolan kyu dan jihyuk pas itu
    sama aja kayak emaknya,,,,
    sumpah demi apa pengen sempah serapah wkwkwk
    kasian kyu nya serba salah..
    kasian juga jihyuk pas dimeja makan.. ampe nangis saya… :’ ‘:
    keren tor….. next chapt..

    Suka

  95. Kesalahpahaman yg tak berujung. Buset dah sampai bertahun tahun gak juga lurus ni masalah. Kan kasih kyuji yg jadinya korbannya. Minji kabur kemana pula dia tak ada kabar. Trus appa mungkin dapat penyakit parah tuh setelah berdebat ma naeyoung. Kangen kyuji manis2an

    Suka

  96. makin kacau permasalahannya. kesalahpahaman di masa lalu merembet kemana-mana Nayoung bahagia melihat putrinya hancur hanya keras kepla dan sifat egois yang selalu dituruti begitu juga Minji yang menuruni sifat keras kepala Nayoung. apa g bisa bicara baik-baik dan menyelesaikan semuanya. apa yang akan terjadi dengan appanya Minji

    Suka

  97. Jadi greget sendiri baca nya haha ….
    minji dan nayoung tdk diragukan lagi pikirannya liar bgt, segala hal dihubung2kan sama keras kepalanya kgk ketulungan.

    Nice ff lah ini, ampe bikin emosi naik turun bacanya haha…

    Suka

Leave a Comment ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s